[Sinopsis] Summer’s Desire episode 12 Part 1

Jika aku mati, akankah kau meninggalkan segalanya dan datang padaku?
(judulnya dalem,,ini untuk pantesnya kata2 Lou Xi)

Ou Chen meminta diberikan kesempatan untuk membahagiakan Xia Mo. Xiao Cheng berpikir keras karena dia sebenarnya ia dalam posisi serba salah, Ou Chen membuka formulir persetujuan operasi dan akhirnya setelah berpikir lama Xiao Cheng menandatanganinya. Setelah Xiao Cheng menandatanganinya Ou Chen membawa formulir persetujuan operasi dan kemudian meninggalkan Xiao Cheng. Sementara itu Xiao Cheng melihat kembali surat perceraian yang telah ditanda tangani Ou Chen dalam hatinya ia berkata Ou Chen benar-benar mencintai kakakku.
Sementara itu diruangan Lou Xi. Dokter mengatakan pada Shen Qiang dan Jenny bahwa meskipun Lou Xi sudah sadar, Lou Xi sepertinya tidak punya keinginan untuk hidup dan ini tidak baik bagi proses pemulihannya. Lou Xi yang terbaring lemas hanya bisa mengulang kembali memorinya tentang semua yang ia bicara dengan Xia Mo sebelum Xia Mo menikah dengan Ou Chen, kata-kata Xia Mo selalu terngiang ditelinganya.”Mengapa aku masih hidup?”kata Lou Xi lemah.
Zhen En berlari keruangan Xia Mo dengan gembira karena ia mendapat kabar kalau Xiao Cheng akhirnya menyetujui untuk melakukan operasi, Zhen En mnegatakan bila Xia Mo tahu pasti dia akan sadar dengan segera.(cepet sembuh maksud Zhen En). “Kakak aku sudah menyetujui untuk operasi, dan kau sudah beristirahat terlalu lama, aku akan kembali menemanimu.”kata Xiao Cheng. Ou Chen mendekati Xia Mo dan memasukkan tangan Xia Mo kedalam selimut sambil berkata “Xia Mo, jangan cemas, operasi akan berjalan dengan lancar”kata Ou Chen. (wachh…Ou Chen So Sweet). Ou Chen meminta Zhen En untuk menjaga Xia Mo selama operasi berjalan. Xiao Cheng pun berpamitan pada Zhen En. Dan keluar bersama Ou Chen.
Diruangan Lou Xi. “Xia Mo dan adiknya datang untuk mengunjungimu” kata Shen Qiang memberi tahu Lou Xi. “kata adiknya seseorang yang disukai Xia Mo adalah dirimu, tetapi Xia Mo menikah dengan Ou Chen karena Ou Chen akan setuju memberikan ginjalnya”. (menurutku hebat ni Shen Qiang dia nyritain yang sesungguhnya demi kesembuhan Lou Xi). “Jadi dia benar-benar datang” Tanya Lou Xi memastikan. “Ya jawab Shen Qiang. Pernikahan itu adalah hanya sebagai pertukaran, itulah sebabnya Xia Mo memutuskan untuk meninggalkanmu. Mendengar hal itu Lou Xi bangun secara tiba-tiba, dia ingin pergi untuk menjernihkan masalah ini, Lou Xi ingin bertemu Xia Mo. Lou Xi mencabut infusnya dan seperti orang kalap, bahkan Shen Qiang dan Jenny kewalahan untuk menghalanginya karena kondisi Lou Xi tidak memungkinkan.

Zhen En menjaga Xia Mo dengan tidak tenang, alih-alih menjaga Xia Mo, Zhen En malah pergi meninggalkan Xia Mo untuk mencari informasi tentang jalannya operasi. Setelah Zhen En meninggalkan Xia Mo, Xia Mo terlihat mengigau.

Zhen En melihat para suster mondar mandir, ia cukup cemas, Zhen En menghadang suster dan bertanya apa ada yang salah dengan operasinya. Suster menjawab bahwa bagian vital pasien dalam keadaan yang abnormal, tetapi kami akan melakukan yang terbaik. Suster menyuruh Zhen En untuk menunggu.
Sementara itu operasi sedang berlangsung, sepertinya Xiao Cheng dalam bahaya. (kok monitor detak jantungnya lurus ya,,) sedangkan para dokter berusaha keras untuk melakukan operasi sebaik mungkin.

Xia Mo akhirnya sadar dan memanggil nama Xiao Cheng sepertinya lagi-lagi dia bermimpi ditinggal Xiao Cheng. Xia Mo melihat disekelilingnya, tidak ada orang (Zhen En nih disuruh jaga Xia Mo malah ditinggal). Xia Mo mencabut infusnya dan berjalan dengan gontai meninggalkan kamarnya, Xia Mo pergi mencari informasi tentang apa yang telah terjadi.

Sementara itu Lou Xi, Shen Qiang dan Jenny menuju tempat Xia Mo.

Xia Mo menemukan Zhen En menangis, ia bertanya apa ada yang salah dengan operasinya. Zhen En menjawab tidak, dia hanya terlalu cemas dan takut itulah sebabnya Zhen En menangis. Xia Mo mengatakan operasi akan berjalan lancar jadi jangan menangis. Jeda beberapa menit dokter datang dan mengabarkan bahwa mereka telah mengalami tahapan operasi yang sulit. Operasi Xiao Cheng akan selesai 1 sampai 2 jam lagi jadi mereka tidak usah cemas. Sedangkan tuan muda, memiliki kondisi yang baik jadi seharusnya tidak ada masalah. (ih mereka berdua jahat masak tanya keadaan Xiao Cheng doang, Ou Chen gak ditanyain keadaannya, untuk dokternya kasih kabar). Xia Mo dan Zhen En senang mendengar kabar dari dokter.
Jeda beberapa menit Ou Chen keluar dari ruang operasi Xia Mo dan Zhen En mengantarkannya dalam ruangan ICU. Dalam perjalanan, dikoridor rumah sakit Lou Xi melihat Xia Mo, tangannya terangkat bagai ingin memanggil Xia Mo, namun Xia Mo tidak melihat Lou Xi.
“Aku akan pergi melihat kondisi Xiao Cheng, aku akan kembali dengan segera”kata Xia Mo pada Ou Chen yang belum sadar.
Dalam perjalanan menuju ruangan Xiao Cheng, Xia Mo bertemu tuan Xia (bapak Xiao Cheng). “Tuan Xia mengapa kau disini?”Tanya Xia Mo. “Aku kesini untuk mengkonfirmasi sesuatu”jawab tuan Xia. Waktu itu saat pertemuan RBS, kamu datang menemuiku karena adikmu untuk tranplantasi ginjal. Itu masalah kecil yang akan didiskusikan padamu kata Xia Mo. Itu bukan masalah kecil, kata tuan Xia, aku ingat saat itu ketika kau mendengar aku mengalami nephritis kau terlihat kehilangan harapan dan sangat kecewa. Setelah aku berpikir akhirnya aku menyadari alasan mengapa kau ingin bertemu denganku.”masalah itu sudah berlalu, aku sudah menemukan jalan keluarnya ”kata Xia Mo. “Jadi aku adalah ayah Xiao Cheng, bukan?”Tanya tuan Xia. Aku tidak mempunyai maksud dengan adikmu, aku hanya datang kesini untuk mengatakan jika kau membutuhkan sesuatu dariku, kumohon jangan sungkan. Kata tuan Xia sedih. Xia Mo berterima kasih pada tuan Xia dan pamit untuk meninggalkannya.
Tuan Xia masuk ke dalam rungan Ou Chen. Ia melihat Ou Chen yang sedang dalam keadaan pengaruh obat bius. (berarti tuan Xia tahu klo Ou Chen ma Xiao Cheng itu kakak adik yang sesungguhnya, tuan Xia kelihatan sedih banget).
Xia Mo dan Zhen En pergi untuk mengantar Xiao Cheng yang telah selesai melakukan operasi, namun mereka terhenti karena Xia Mo melihat Lou Xi sudah sadar, mereka saling pandang. Shen Qiang mengajak Lou Xi untuk pergi karena Lou Xi udah melihat Xia Mo, namun Lou Xi menghentikan Shen Qiang. Shen Qiang hanya bisa pasrah. “Aku akan menjaga Xiao Cheng, Lou Xi akhirnya sudah sadar, kau seharusnya bicara dengannya”kata Zhen En. Tidak perlu kata Xia Mo sambil berjalan pergi menuju ruang Xiao Cheng, mendengar hal itu Lou Xi hanya bisa tersenyum, Lou Xi pun pergi.
“Aku pikir sudah tidak ada harapan, tetapi operasi berjalan dengan baik itu sangat mengejutkan”kata Xia Mo pada Xiao Cheng. Xia Mo memanggil Zhen En yang sedang tidur, Xia Mo menyuruh Zhen En pulang untuk istirahat. Zhen En berpamitan, ia keluar diantar Xia Mo.
Tuan Xia pergi keruangan Xiao Cheng, dia hanya melihatnya dari balik pintu, dia tidak masuk, sangat terasa kesedihan dihati tuan Xia. Dibalkon rumah sakit tuan Xia menangis.

Tuan Xia mengunjungi Lou Xi, didepan pintu dia bertemu shen Qiang, “Lou Xi sudah sadar sejak lama, bagaimana kau datang begitu terlambat?tanya Shen Qiang.” Dua temanku melakukan operasi hari ini jadi aku ingin melihatnya”jawab tuan Xia (hahah padahal 2 anaknya). Apakah kedua temanmu lebih penting dari Lou Xi?tanya Shen Qiang marah. Mereka bertiga (+ Lou Xi) semuanya penting dalam hatiku kata tuan Xia dengan sedih. “Xia Ge (sebutan tuan Xia klo ma Shen Qiang) apa yang terjadi dengamu akhir2 ini, apa ada yang telah terjadi?kau selalu sangat peduli dengan Lou Xi, tetapi akhir-akhir ini, kau seperti berakting sangat aneh ketika kau bertemu dengannya dan tidak penuh kasih sayang seperti sebelumnya.”(sebenernya aku penasaran, apa hubungan tuan Xia ma Lou Xi), “Tidak seperti itu, aku hanya merasa lebih capek” jawab tuan Xia. Tuan Xi masuk keruangan Lou Xi dan memegang bahunya. Shen Qiang hanya bisa melihat dengan sedih.

Zhen En membuat video tentang perasaannya ketika dia stress menunggu opersi berlangsung, di mulai dengan Zhen En yang mengoceh tentang operasi Xiao Cheng, kemudian Zhen En masuk ke ruangan Xiao Cheng untuk merekam Xiao Cheng saat masih istirahat setelah operasi. Setelah itu Zhen En pergi ke kamar Ou Chen, namun Ou Chen tidak ada di kamarnya,Zhen En panik, dia berlari mencari Xia Mo untuk mengabarkan kalau tuan muda menghilang, ketika sampai di kamar Xia Mo ternyata Ou Chen ada dikamar Xia Mo, mereka tidur bersama dengan saling berpegangan tangan (owh…so sweet banget nih ngeliatnya). Zhen En yang melihatnya hanya bisa tersenyum bahagia..

Lou Xi ternyata sudah pulang dari rumah sakit, dirumahnya Lou Xi bermain piano (mainin lagunya Barbie Hsu judulnya diamond). Shen Qiang kemudian datang dan duduk disampingnya, dia menyandarkan kepalanya dibahu Lou Xi, “bisakah kau tidak seperti ini lagi? masih banyak orang yang mencintaimu, mengapa kau harus menghukum dirimu seperti ini? kata Shen Qiang sedih.

Xia Mo masuk ke kamar Ou Chen saat Ou Chen sedang ganti baju, Xia Mo masih merasa canggung dia meminta maaf pada Ou Chen.(hahaha lucu ni Xia Mo, suaminya juga kok malu segala). “Aku pikir kau sedang cek up”kata Xia Mo, cek up sudah selesai jawab Ou Chen, Xia Mo mendekat pada Ou Chen, dia membuka bekas jahitan yang ada pa perut Ou Chen. “ap yang bisa aku lakukan agar tidak terasa sakit?tanya Xia Mo. Ou Chen memeluk Xia Mo “Cara ini, akan membuat tidak terasa sakit”kata Ou Chen. Xia Mo hanya bisa tersenyum, dia membalas pelukan Ou Chen (hati Xia Mo dah mulai luluh).

Dirumah Ou Chen para pelayan sibuk memindahkan meja makan ke luar ruangan, Ou Chen sempat heran dan ia bertanya pada pelayan, pelayan menjawab itu permintaan nyonya muda (Xia Mo). Xia Mo datang menghampiri Ou Chen sambil tersenyum. Sepanjang Xia Mo senang melakukannya Ou Chen pun akan senang. (disini Ou Chen senyum lagi, I like it).

Xia Mo, Ou Chen dan Xiao Cheng makan bersama di tempat yang tadi disediakan pelayan. Ou Chen terlihat sangat senang. Xia Mo memasakkan sup pigeon (ada yang tau jenis sup ini, namanya aneh), kata Xia Mo sup ini akan membantu pemulihan pasca operasi. Xiao cheng bertanya apa Xia Mo akan kembali ke dunia hiburan, Xia Mo menjawab tidak, dia akan menghabiskan waktunya untuk mereka berdua (Ou Chen ma Xiao Cheng) dia akan lebih senang untuk memasakkan mereka berdua. Kata Xia Mo dengan senang. (senang beneran gak ya). Mendengar hal itu Ou Chen sangat senang, namun senyumnya memudar dalam hatinya berkata jika Xia Mo melihat surat persetujuan perceraian itu, akankah dia masih berkata demikian. Ou Chen menutup kesedihannya dengan tersenyum.

to be continue

Iklan

9 pemikiran pada “[Sinopsis] Summer’s Desire episode 12 Part 1

  1. fams apni posting SD 12 part 1 biar gak kepikiran n gak punya utang. apni ijin dulu untuk sementara gak OL sampai besok, soalnya mau i'tikaf. insya allah tetep dilanjutin untuk part 2 nya atau mungkin mpek part 3 hehehe…aku tinggal dulu ya…semoga yang lain ngerti n gak ngejar2..besok apni selesaiin lusa apni posting…dadah…lup you fams..

    Suka

  2. Ass?? Episode ini,lagi2 lou xi merana dlm hal cinta,,,
    napa sich Xia Mo tdk bisa melihat kesedihan itu di mata Lou Xi,,,??

    Xiao Cheng aja lebih bahgia melihat kkny (Xia Mo)b'dampingan b'sama Lou Xi,,,

    Lou Xi sgat mgrt akan s'mua kisah hidup Xia Mo,,,

    Ditunggu sinop[sis episod brkutny,,,
    ^^

    Nb: maksh bgat ya Teh Apni atas sinopsis y teh apni keluarkan,,,,,,!!

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s