[Sinopsis] Khuntoria Couple Episode 5 part-2

– Surprise sang suami –

Khun dan Vic sampai di lembah, mereka pun melewati jembatan gantung sambil melihat sungai jernih di bawahnya. seperti biasa Vic langsung menjerit bahagia begitu melihat air sungai.
begitu sampai di tanah lapang,
“pertama-tama, mari kita letakkan barang bawaan kita disini” seru Khun sambil meletakkan barang bawaan di atas meja. Khun pun mengeluarkan sandal pasangan untuk mereka berdua yang dibawa Vic. (wah..mama segitu carenya…) Lalu mereka menuju sungai tanpa berkata sepatah katapun, hanya sesekali Vic menjerit bahagia.
“agak licin ya..” seru Vic ketika mereka melewati bebatuan diatas sungai. Khun langsung menyodorkan tangannya agar di pegang Vic.
“hati-hati yaaa” seru Khun.
“gimana kalau aku jatuh” seru Vic.
“jangan sampai jatuh yaa” seru Khun ketika Vic hampir terpeleset. Khun lalu menunjukkan seekor ikan pada Vic.
“bayi ikan” seru vic.
Vic mencuci tangannya ke dalam sungai lalu menciprati Khun dengan air.
“apakah ini tandanya sudah mulai?” tanya Khun.
“tidak….. kenapa kita harus mulai? kenapa kita harus mulai?” seru Vic sambil menggoda Khun.
Khun lalu mencipratkan air kepada Vic. Vic menjerit lalu ia mengambil batu dan melemparkannya kedalam air tepat di depan Khun. Khun lalu mengambil batu yang lebih besar, Vic menjerit melihatnya, tanpa ragu-ragu Khun melemparnya kearah Vic sambil bernyanyi ” i’m gonna be okay”. dan mengambil batu yang lebih besar lagi lalu melemparnya…Vic juga tidak mau kalah, ia mencari batu yang lebih besar. (kekeke.. papa gila, ga ada lagi ciprat-cipratan air yang romantis, yang ada perang batu.. nih)
“ahh, mari kita naik ke atas” ajak Khun. Vic sibuk mencuci tangan lalu mencipratkan airnya kepada Khun. Kali ini Khun tidak bisa mengelak sehingga wajahnya basah. Vic lalu mengelap wajah Khun.
“aku akan menyekanya untuk mu” seru vic.
“awas ya nanti…” seru Khun. lalu mereka pun masuk kedalam semak-semak. (jiaaahhh,, pa-ma mau ngapain???). Mereka lalu berdiri diatas batu di dalam semak-semak.

Mereka pun kembali ke meja tempat barang bawaan tadi. Dan mengelap badan mereka yang basah.
“ayo, kita dirikan tenda sekarang” seru Khun. Sambil mengeluarkan tenda.
“kamu pernah mencobanya?” tanya Vic.
“belum ” jawab Khun. Vic tersenyum hopeless mendengarnya.
Mereka pun sibuk mempersiapkan tenda, Vic mencoba membantu dengan merangkai besinya, namun Vic terdorong ke belakang. Khun pun refleks menahan tubuh Vic. (cieeehhh..papa i’m in lup deh).
“wuuuh…kenapa jadi ribet begini” keluh Khun. Sementara itu vic malah tertawa.
“hihihihihi…..kamu bisa memancing dengan ini” seru Vic sambil memegang rangkaian besi seolah-olah alat pancing.
Khun tertawa melihat ulah Vic.
“kamu mau makan apa?” tanya Vic seolah-olah ia sedang memancing.
“aku mau makan makerel” seru Khun sambil tertawa.
“gimana kalo makerel berkaca mata?” seru Vic sambil mengarahkan pancing nya ups rangkaian besi kepada Khun.
Setelah bosan mengganggu Khun, Vic pun mempersiapkan masakan. sementara Khun memasang tenda sambil bergumam sendirian.
“hentikan itu sebentar, tolong bantu aku disini” seru Vic.
“aku hampir selesai” seru Khun.
“hampir selesai bagaimana, kamu saja belum mulai” seru Vic sambil tertawa. Khun pun tertawa dan melanjutkan urusan tendanya. Sehingga Vic masak sendirian.
“kamu sudah selesai” tanya Vic.
“sudah selesai kok” jawab Khun sambil menujukkan tendanya. Vic pun menoleh ke arahnya.
“apaan tuh?” seru Vic kaget melihat tenda buatan Khun lalu tertawa terbahak-bahak. (duh, lepas banget mama tertawa, kayaknya marahnya udah hilang nih)
Khun pun mencoba mendirikan tendanya kembali, namun masih saja gagal, ia kesal lalu menginjak-nginjak tendanya. ketika tendanya hampir jadi, ia memanggil-manggil Vic,
“Vic toria-ssi” panggilnya.
“apa?” jawab Vic sambil terus memasak.
“coba lihat sini, lihatlah, bagaimana?”seru Khun sambil berdiri di samping tenda yang sudah jadi. (cieee.. pamer nih papa)
“waaa.. kamu melakukannya dengan bagus” seru Vic. Khun tertawa mendengar pujian Vic dan ia mulai merapihkan tendanya. Setelah tenda beres, ia pun masuk ke dalam tenda, dan mencoba menggoda Vic,
“kapan kita bisa makan?” seru nya dari dalam tenda. Vic diam tidak bergeming.
“victoria-ssi” panggil Khun.
“jangan berisik” seru Vic sambil melihat ke arah Khun. Khun pun tertawa sok imut. (jiaahhhahaahaha, maaf ya papa).
Khun menghampiri Vic.
“aku melakukan masakan gaya khas Cina” seru Vic
“uuuuhh… kelihatannya enak” seru Khun sambil mencium aroma masakan.
Khun pun membantu Vic memasak, tapi bukannya membantu, ia malah mengacaukan masakan Vic. Vic menyuruh Khun menghentikan aktivitasnya.
Akhirnya masakan pun matang, Khun sudah bersiap dengan sumpitnya. Namun, Vic menyuapi Khun,. (ih.. bikin iri nih mama).
“bagaimana rasanya?” tanya Vic.
“hemmm,,, hemmm enak” seru Khun sambil mengunyah makanan.
“bagus lah kalau begitu” seru Vic. Lalu gantian Khun menyuapi Vic.
Setelah selesai makan mereka pun menuju ke dalam tenda.
“Ada serangga tidak?” tanya Vic. Khun pun masuk memastikan dan membentangkan alas untuk Vic.
“haaa?… hanya kamu yang bisa menggunakannya?” tanya Khun begitu melihat alas tidurnya hanya muat 1 orang. Mereka pun tertawa.
“kalo begitu aku akan tidur disini” seru Khun sambil tidur di tempat yang tak beralas.
“jangaaan… ” seru Vic lalu pergi menuju ke tempat barang bawaan. Khun mencoba mengamati tindakan istrinya. (sebenarnya ia mengamati tas nya, kekekeke.. papa kan mau kasih surprise)
Vic membawakan selimut dan membentangkannya untuk Khun, Khun pergi meninggalkan tenda,
“aku pergi sebentar yaa” serunya. lalu pergi mengambil tasnya dan kembali lagi ke dalam tenda.
“sebenarnya aku…” seru Khun sambil memangku tasnya.
“ya..” seru Vic.
“aku berbohong padamu, Victoria-ssi” seru Khun.
“tentang apa?” tanya Vic sambil merapihkan alas tidur, (sebenarnya pura-pura cuek sih)
“kebohongan besar” seru Khun.
“aku mengijinkan mu meminjam setengahnya” seru Vic sambil meletakkan bantal di tengah alas tidur mereka. (masih pura-pura cuek nih). Khun memandangi Vic.
“apa?” seru Vic sambil tertawa. lalu mendekatkan wajahnya kepada Khun masih sambil tertawa, ” tentang apa sih?” seru Vic.
Khun pun membuka tas nya dan mengambil sesuatu lalu menyerahkannya pada Vic.
“buku?” seru Vic, ” waaaaaa ” serunya kaget melihat isi buku tersebut. Vic langsung memukul Khun.
“kamu bilang tidak akan memukul ku khan?” protes Khun.
“benarkah?” seru Vic pura-pura mikir, ” maafkan aku”
“lihat tuh…lihat, kamu marah kan….” seru Khun sambil menunjuk wajah Vic.
“ah… keterlaluan” seru Vic.
“kamu marah padaku sebelumnya khan?” seru Khun
“tidak tuh” seru Vic berwajah jutek. Khun tertawa melihatnya.
“berarti kamu sudah membawanya dari tadi khan?” seru Vic
“ya” jawab Khun.
Vic pun membuka lembaran demi lembaran photodiary buatan Khun dengan seksama. Khun memandangi Vic dengan gaya seperti biasa, pose andalan Khun (pose 45 derajat).
“aku mengambil banyak gambar lho” seru Khun.

Vic masih membuka lembaran foto Khun yang di tulis begitu detail, lengkap dengan tanggal dan jamnya.
saat melihat gambar es krim, ” apa ini? es krim?” tanya Vic.
“ya, es krim vanila” jawab Khun. Pada saat aku makan, aku teringat lagunya Victoria-ssi f(x).
“ah benarkah?” seru Vic
“dimana ini?” tanya Vic ketika melihat foto Khun.
“Washington” jawab Khun. Vic pun melanjutkan membuka diary itu.
“mereka bilang banyak orang menikah disini” seru Khun sambil menujuk foto dirinya menunjuk sebuah gedung, ” jadi, mari kita menikah disana” seru Khun. (huwaa. ni lamaran beneran pa? aku patah hati…T___T)
“kapan kamu memasang ini? tanya Vic melihat foto mereka diatas mobil bak tadi.
“heheheheehhe” seru khun.

“tolong jangan menangis yaaa” seru Khun.
“aku hampir saja menangis” seru Vic.

“terimakasih ya,” seru Vic, ” aku sangat tersentuh”
“ya” jawab Khun,
“aku memiliki hadiah untukkmu”. Khun mengambil sesuatu dari dalam tasnya. sebuah hadiah berukiran nama sang istri. ‘ aku mencarinya kira-kira sepuluh menit”
“kamu melakukannya?” tanya Vic
“ya”jawab Khun.
“kamu tidak marah lagi khan?” tanya Khun
“aku tidak marah kok sebelumnya” jawab Vic
“wajahmu sangat berbeda dengan sebelumnya sekarang” seru Khun.
“apa bedanya?” seru Vic malu.
ia pun memandangi hadiah dari Khun, ” cantiknyaaa”
“kamu menyukainya?” tanya Khun.
“ya…” jawab Vic.

bersambung deh….

Episode ini buat saya, sangat… sangaaat romantis menurut saya, pastinya Vic tersentuh banget dengan perhatian Khun, Khunnie memang Pangeran Thailand… ^____^

Iklan

9 pemikiran pada “[Sinopsis] Khuntoria Couple Episode 5 part-2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s