[Sinopsis] Down With Love Episode 10 Part 2

gimana perasaanmu kalau PR yang kamu kerjain semaleman (ngurangin jatah main, nonton TV bahkan tidur), tiba-tiba di contek sama temen kamu, dan dia dapet nilai lebih tinggi/di puji karena PRnya bagus?…
a. senang
b. bangga
c. kesel gila ampe rasanya pengen banting tu orang, di bejek-bejek, di lipet-lipet masukin amplop lalu kirim ke Alaska.


well, aku pilih yang nomor 3. Itulah gambaran kekesalan atas para cospasper yang seenaknya ngopas.. perasaan yang sama juga muncul saat postingan temanku BERKALI-KALI di copas… padahal sudah diperingatkan, bahkan dengan kata-kata sadis! tapi ya emang mungkin budaya mencontek sudah begitu mendarah daging, dia gak peduli..
aku bayangin di kehidupan nyatanya sifat aslinya ya gak jauh dari mental copasper…

Tapi aku yakin kok, pengunjung setia PD, para pecinta kebenaran, para penjunjung tinggi kehormatan takkan melakukan itu..setuju? setuju?

wkwkwkwkwk, LEBAY??? biariiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiin…

Down With Love Episode 10 Part 2:


Yu Ping tak menutupi kepeduliannya, “Melihat bengkaknya matamu, kau pasti sangat sedih”.
“Apa? Aku tidak…aku hanya kena infeksi mata”. Yang Duo berusaha mengelak.
“Kau masih saja keras kepala… aku mengerti permasalahanmu, kau sedih karena Yang Guo dan Ke Zhong kan?”tanya Yu Ping mengagetkan Yang Duo.
“Oh tolonglah, jangan bercanda..memangnya siapa aku? Aku adalah Yang Duo!!..di mataku hanya ada uang! Siapa yang bisa menghancurkan hatiku? Jika mereka berdua mau kencan, itu masalah mereka”.
“Benarkah? …..Yang Guo adalah adikmu, kau tak mau kan memendam marah pada adikmu sepanjang hidupmu karena hal ini kan?“ Sadar tak bisa menghindar lagi, Yang Duo menggeleng.
“Aku tahu perasaan saat kita tahu orang yang kita sukai ternyata jatuh cinta pada orang lain, dan orang yang dikencaninya itu masih saudara atau sahabatmu sendiri”. Yang Duo menyadari sesuatu, Yu Ping seperti berbicara pengalamannya sendiri, ia mendengarkan Yu Ping lebih seksama. “Sungguh rasa yang tak enak, bahkan saat kau tak ingin melihat mereka….. “.
“Bagaimana kau bisa tahu?”tanya Yang Duo tak lagi menutupi keheranannya.
“Aku lihat betapa khawatirnya dirimu saat berlari untuk menghentikan mobilku….. aku menebaknya”Yu Ping salah sangka arah pembicaraan Yang Guo.
“Bukan itu, tapi soal perasaan yang kau jelaskan tadi. Penjelasanmu sangat akurat, bagaimana kau bisa tahu?”.
“Aku punya pengalaman yang sama. Saat itu terjadi, kita harus mengubah cara pandang kita… walau orang yang kita sukai menyukai orang lain, kita masih bisa mengharapkan kebahagiaan mereka…. Melihat mereka bahagia, kita juga akan ikut bahagia”. Yu Ping menerawang.
“Aku tak sehebat itu”timpal Yang Guo yang merasa tak mampu seperti Yu Ping.
“Percayalah, seiringnya waktu akan membuatmu memahaminya.. karena kau sangat– sangat— sangat –mencintainya.” Berkali-kali Yu Ping menekankan kata sangat, ia tersenyum sedih menyadari besar cintanya pada Yang Guo.

Mata Yu Ping sudah memerah, menghindari makin larut dalam rasa melankolis, dengan alasan cuaca cerah, Yu Ping mengajak Yang Duo makan siang. Yang Duo bersedia dengan syarat hari itu dianggap libur jadi gajinya takkan di potong.

Di kantornya, Ke Zhong memotong obat untuk Yang Guo, menyuruhnya meminumnya lalu membaringkannya di kursi. Ia juga meminta maaf, karena jusru semalam tak berada disamping Yang Guo yang sedang sakit dan menjamin hal itu takkan pernah terjadi lagi. Yang Guo berusaha tersenyum dan menjawab tak apa-apa, tapi di dalam hatinya terdapat keraguan soal perasaan Ke Zhong.

Yang Guo yang tak mau larut dalam keraguannya, mencoba memantapkan hatinya, “Qi Da Ge aku mau bilang… aku percaya padamu, seperti kau percaya padaku”.
Ke Zhong tersenyum mendengarnya, Yang Guo tersenyum malu dan buru-buru menutupi kepalanya dengan selimut. Sementara senyum pun perlahan menghilang dari wajah Ke Zhong yang menghela nafas panjang. Pasti itu karena ia merasa bersalah.
Meninggalkan Yang Guo untuk beristirahat, Ke Zhong justru melihat Yang Duo datang. Yang Duo kini mulai bisa mengendalikan emosinya dengan bantuan Yu Ping. Setengah teriak Ke Zhong memberitahu Yang Guo. Lupa sakitnya, Yang Guo langsung keluar dari selimut berlari memeluk Yang Duo.
“Kakak!! Aku tahu kau selalu memperlakukanku dengan baik…. Wo ai ni.. wo ai ni!!”
“Hari ini panas… lepaskan!”tampang Yang Duo masih galak saat melihat Yang Guo, “katakan padaku, kemana saja kau semalaman?… kau membuatku khawatir”.
Sadar kakaknya tak lagi marah, Yang Guo buru-buru ngegelendot(???) lagi ke kakaknya, “aku takut kau masih marah”.
Mengabaikan Yang Guo, Yang Duo memberi Ke Zhong hadiah, sebagai rasa terima kasih karena telah menjaga Yang Duo. Dengan berjiwa besar, Yang Duo berusaha bersikap layaknya kakak yang melindungi adiknya. Ia mengatakan telah tahu soal Yang Guo dan Ke Zhong yang baru saja mulai berkencan, tapi menurutnya terlalu cepat untuk Yang Guo tidak pulang semalaman. Jadi sebagai kakak, ia mengingatkan agar hal itu tidak terjadi lagi.
Yang Guo buru-buru menarik kakaknya berbalik dan berbisik, “kakak, kau membuatku malu dengan mengatakan itu… apa yang kau khawatirkan?”.
Ke Zhong tersenyum melihat tingkah dua adik kakak di hadapannya.
“Kita tidak boleh membiarkan orang lain menyangka wanita di keluarga Yang gadis gampangan. Bagaimana kalau kau tak bisa menikah nantinya? Ini tanggung jawabku!”.
“Apa maksudmu kalau takkan seorangpun mau menikahiku? Kau yang begitu, aku kan sudah punya pacar”balas Yang Guo kesal.
Mengabaikan Yang Guo, Yang Duo buru-buru berbalik menghadap Ke Zhong, “Mr. Qi, aku juga bukan orang yang berpandangan picik… jadi bagaimana kalu aku memberi kesempatan satu kali seminggu?”.

“Kakak! Apa maksudmu dengan satu kali seminggu?” dan keduanya pun mulai berdebat di hadapan Ke Zhong. Ke Zhong meninggalkan mereka saat bawahannya memberitahu ada telepon. Ternyata itu telpon dari Ny. Qi yang ingin bicara dengan Yang Guo.

Yang Duo terkejut, di tambah saat ia lihat Yang Guo berbicara dengan akrab di telpon. Saat Ke Zhong memberitahu seberapa dekat mamanya dengan Yang Guo, bertambahlah kesedihan Yang Duo.
Beberapa hari kemudian, Yang Guo menunjungi tempat kerja Ying ling. Dengan senyum yang terus terkembang, sambil membantu Ying ling mengeringkan peralatan makan, Yang Guo menceritakan soal dansa pertamanya dengan Ke Zhong.
Ia mengaku saat itulah pertamakalinya ia merasa di lindungi oleh seseorang. Untuk itu ia berterimakasih pada Ying Ling yang dianggapnya Dewi Cinta.
Ying Ling menanyakan apa Yang Guo pernah berciuman, Yang Guo berusaha menghindar tapi Ying Ling terus memaksanya. Ying Ling bahkan mencoba mengintip apa ada “kebun strawberry” (=kissmark) di dada Yang Guo. (ckckckck, jangan di tiru).

Ying Ling terheran-heran saat Yang Guo mengaku ia dan Ke Zhong hanya sebatas berpegangan tangan. Jauh berbeda dengan pengalaman pribadinya yang langsung mendapat ciuman setelah 3 menit jadian. Yang Guo beralasan Ke Zhong itu orang yang berbeda, karena ia pendiam. Ying Ling memberi ide, “Kalau begitu, kau yang harus memulainya!”. Yang Guo menolak. Tapi Ying Ling terus memanasi Yang Guo, berusaha memberinya ide.

Yang Guo terus memikirkan perkataan Ying Ling, namun ia sadar tak semua hubungan selalu seperti yang Ying Ling ceritakan. Baginya sikap pengertian Ke Zhong sudah lebih dari cukup. Tiba-tiba Ying Ling datang!!.
Dengan suara yang sengaja di keraskan, Ying Ling mencoba memanasi Ke Zhong soal Ah De mantan pacar Yang Guo yang ingin kembali bersama Yang Guo.
Sepeninggal Ying Ling, Ke Zhong menanyai Yang Guo soal Ah De, “Kau ingin kembali padanya?”
“Ti.. tidak”.
“Kalau begitu kau tak usah khawatir padanya, ia bukan orang baik”kata Ke Zhong, yang tanpa beban apapun melanjutkan pekerjaannya.
“Oke…………. Begitu doang?”Yang Guo terheran-heran.
Yang Guo langsung menyusul Ying Ling yang menunggunya. Ying Lingpun terheran-heran saat mendengar cerita Yang Guo, ia bahkan membandingkan Yu Ping yang bahkan bereaksi lebih bagus dari Ke Zhong. Yang Guo heran Ying Ling membawa-bawa Yu Ping dalam percakapan mereka. Akhirnya Yang Ling menceritakan kejadian saat Yu Ping mendatanginya menanyakan soal kebenaran Ah De itu mantan pacar Yang Guo. “Walau terdengar kasar, saat ia mengatakan yang dilakukannya demi kebahagiaanmu di masa depan, tapi aku bisa menangkap perhatian dan kekhawatirannya soalmu. Mungkin saja di dalam hatinya kau punya tempat yang penting di bandingkan dengan hati Qi Da Ge”.
“Bagaimana mungkin? Dia kan sudah kembali pada pacarnya… lagi pula ini masalahku, kau jangan terlalu berusaha keras membantuku”.
Melihat Yang Guo hampir tak ada usaha untuk ‘mempermanis’ hubungannya dengan Ke Zhong, Ying Ling berprasangka, ”Apa kebetulan kau tak menyukai Qi Da Ge?”.
“Tentu saja aku menyukainya, kalau tidak, tak mungkin kami bersama”.
Tapi Yang Ling tak yakin. Menurutnya ada banyak alasan pasangan menjalin suatu hubungan. Ada yang karena penampilan fisik, rasa terimakasih, bahkan pelarian untuk melupakan seseorang.

“Jadi apa yang harus kulakukan?”keluh Yang Guo.
Yang Ling, sang Dewi Cinta yang sukses pernah 7 kali berpacaran memberi Tips pertama, ‘menyentuh perasaan’. Ia memberikan contoh saat pacarnya tahu kalau Ying Ling suka sekalu menonton konser, pacarnya rela mengantri 3 hari 3 malam!!. Jadi langkah pertama yang harus dilakukan Yang Guo adalah tahu kesukaannya Ke Zhong.

Menyadari tak tahu pasti kesukaan Ke Zhong, Yang Guo terus memohon agar Yu Ping mau memberitahunya.
“Kau jauh-jauh datang ke sini hanya untuk menanyakan pertanyaan sederhana itu?”.
“Ya… karena kau telah mengenalnya sejak lama, kau pasti bisa memberitahuku kesukaannya kan?.. tolonglah!!”.
“Kenapa tak menanyakannya padanya langsung? Kenapa harus aku?”.
Yang Guo mengaku tak bisa, karena ia ingin membuat kejutan untuk Ke Zhong. Ia terus memohon bahkan menjanjikan pijatan gratis sebagai bayarannya.

Yang Guo sempat khawatir saat Yu Ping membawanya ke toko buku karena menyangka kesukaan Ke Zhong itu membaca, sementara ia sangat malas membaca, satu bab saja bisa diselesaikannya dalam 1 bulan!! Wkwkwk.
Yang Guo, ia heran saat Yang Guo mendekatinya untuk berbisik, “apa?”.

“Maggie?” Yang Guo heran membaca judul buku yang ditujukkan Yu Ping.
“Ini magic=sulap!! Kau bodoh”dengan gemas Yu Ping mengetuk kepala Yang Guo pakai buku.
Yu Ping lalu menceritakan Ke Zhong yang saat sekolah menjadi ketua ekskul sulap, walau di akui oleh Yu Ping juga bahwa awal Ke Zhong tertarik pada sulap hanya demi merayu Hui Fan.
“Qi Da Ge sangat menyukai Hui Fan ya?” Yang Guo sedih saat mendengar nama Hui Fan.
“Aah, itu kan masa lalu. Yang penting kan ia sekarang menyukaimu”.
“Menurutmu ia benar-benar menyukaiku?”.
Yu Ping berusaha meyakinkan Yan Guo.

“Tapi…sejak bersama, kami hanya bergandengan tangan”. Yang Guo berbisik pada Yu Ping.

“Benarkah?”.
“Tentu saja, aku tak mungkin berbohong untuk hal yang memalukan… tambah lagi Ying Ling mengatakan bahwa kami tak seperti pasangan kekasih”. Yang Guo dengan sedih curhat, sementara Yu Ping senang bahwa Yang Guo dan Ke Zhong hanya sebatas berpegangan tangan.
Yang Guo meneruskan curhatnya, bahwa Ying Ling juga bilang kalau ia tak serius menjaga hubungannya dengan Ke Zhong. Yang Guo mempertanyakan apa karena ia kurang feminim.
Dengan suara keras Yu Ping menyanggahnya, “siapa bilang? Di hatiku kau jauh lebih mempesona dibanding wa—“ Yu Ping tersadar, ia tak meneruskan ucapannya, “maksudku, kau seperti perempuan… eh..” Yu Ping tambah bingung mancari kata-kata.
Yang Guo tersenyum senang, ia berterima kasih untuk perhatian Yu Ping. Yu Ping sedikit mengingatkan bahwa Ke Zhong memang bukan orang yang ‘mudah’ bersikap hangat, tapi ia pasti akan tersentuh dengan apapun yang Yang Guo lakukan.

Karena ingin lebih cepat menguasi trik sulap, Yang Guo mengaku butuh mentor. Di luar dugaannya Yu Ping bersedia. Menjawab keheranan Yang Guo, Yu Ping memperkenalkan dirinya mantan Wakil Ketua Ekskul Sulap. Sebelum Yang Guo pergi, mereka pun janjian, nanti malam Yu Ping akan datang ke rumahnya untuk mengajari sulap.
Sepeninggal Yang Guo, Yu Ping buru-buru mengumpulkan buku sulap, karena ia sendiri sebenarnya tak bisa sulap, wkwkwk. Saat tiba-tiba Yang Guo muncul lagi, Yu Ping buru-buru menjatuhkannya. Yang Guo kembali hanya untuk mengatakan terima kasih.
Kali ini Yang Guo benar-benar pergi, Yu Ping tak lagi menutupi kakinya yang kesakitan kejatuhan banyak buku.
Pulang dari toko buku, kembali ke kantornya Yu Ping mengingatkan agar ia tak di ganggu. Para bawahannya bertanya-tanya kasus besar apa yang bisa membuat bos mereka gugup hingga tak mau di ganggu.
Padahal mah di ruangannya, Yu Ping berlatih keras beberapa trik sulap. Beberapa berhasil, tapi ada juga yang gagal. Seperti dasinya yang di potong dan tak bisa menyambung kembali, wkwk.
Malam pun tiba, sesuai janjinya Yu Ping datang ke rumah Yang Guo. Melihat keadaan rumah yang sepi, Yu Ping menebak Yang Duo tak dirumah. Ingat soal kakaknya, Yang Guo menceritakan keganjilan kakaknya yang tiba-tiba pergi ke bioskop, ganjil karena Yang Duo bahkan tak berani berlangganan TV kabel yang jelas jauh lebih murah daripada ke bioskop. Yu Ping hanya tersenyum kecil mendengarnya. Ia meyakinkan Yang Guo bahwa ‘kepelitan’ kakaknya untuk kebaikan mereka juga. Yu Ping diam-diam tersenyum mengingat siang tadi ia memberi TIGA tiket pada Yang Duo. Untuk memastikan Yang Duo benar-benar menonton dan tak menjual tiketnya, Yu Ping menugaskan Yang Duo untuk membuat review masing-masing film. Wkwkwk, suruh Yang Duo ngepost review-annya di PD! Wkwkwk.
Yang Guo dengan antusias melihat pertunjukan Yu Ping. Melihat respon Yang Guo, Yu Ping berpikir andai ia dari dulu belajar sulap. Yu Ping lalu menunjukkan peralatan yang bisa dipakai oleh Yang Guo, Yang Guo terkesima sampai tak sadar mereka duduk dengan wajah saling berdekatan. Seketika aura canggung datang.

Yu Ping meminum minumannya, ia mencoba membuat percakapan. Ia menanyakan soal kejadian saat Yang Guo tak mau ke rumah Yu Ping apa itu karena Yang Guo khawatir bertemu Hui Fan, Yang Guo mengelak.
“Lalu saat Ke Zhong dan kau pulang dari rumahku, apa ia marah?” Yu Ping mengganti pertanyaan.
“Tidak, ia percaya penuh padaku……lalu bagaimana denganmu? Apa kau bertengkar dengan Hui Fan?” Yang Guo balik bertanya.
“Tidak… tak mungkin kami bersama kembali”
“Kenapa? Kalian tampak serasi.. bukankah lebih aneh kalau kalian tak bersama?”.
“Memang ada bedanya kami menjadi pasangan atau tidak?”.
“Tentu ada. Bagiku, kau dan Hui Fan kalian adalah pacangan yang serasi dan cocok. Jika sampai kalian berpisah setelah 7 tahun bersama, bagaimana dengan nasibku dengan Qi Da Ge?”
Pada akhirnya, yang ia khawatirkan hanya Ke Zhong’ keluh yu Ping dalam hati.
Yang Guo terus berusaha meyakinkan Yu Ping untuk kembali pada Hui Fan. Yu Ping yang mulai kesal menghentikannya dengan mencoba mengingatkan Yang Guo soal sulap.
Sementara itu, Yang Duo mulai mabok setelah menonton dua film berturut-turut. Ia lalu mempunyai ide untuk mengakali Yu Ping soal review film ketiga, jadi ia bisa menjual tiketnya. Seorang gadis hampir membayar tiketnya saat Ke Zhong tiba-tiba muncul. Jaga gengsi, Yang Duo buru-buru memberi tiket itu gratis pada si gadis.
Ke Zhong ternyata baru saja menonton film yang sama dengan yang di tonton Yang Duo, mereka punya pendapat yang sama soal interior dlm film yang terlalu bagus untuk jalan cerita yang membosankan. Ke Zhong menonton sendirian karena Yang Guo mengaku sedang sibuk. keduanya lalu terlibat obrolan hangat soal interior design. Ke Zhong yang takjub lalu berkata andai Yang Duo tidak kerja untuk Yu Ping ia bersedia merekrutnya.

Saat Ke Zhong ke kantornya, ia di kejutkan oleh ‘aksi’ Yang Guo.

Sama oleh Yang Guo yang semalam antusias menonton Yu Ping, kini Ke Zhong yang antusias menonton Yang Guo. Sayangnya Yang Guo membuat kesalahan di bagian mengganti api menjadi bunga, tangannya hampir terbakar.
“Kau tak apa-apa?”tanya Ke Zhong khawatir.
“Tak apa, aku hanya takut….. Sepertinya terlalu mencintai juga bisa menyakiti diri sendiri” Yang Guo mencoba bercanda.
Setelah meningatkan agar Yang Guo berhati-hati, Ke Zhong meneruskan trik sulap Yang Guo. Sumbu apinya menjadi bunga.
“Kau tahu juga? Ah, aku jadi malu”.
Ke Zhong membesarkan hati Yang Guo, penampilannya tadi hampir seperti aktris profesional. Yang Guo terkejut senang, ia mengaku baru mempelajarinya dari Yu Ping. Ke Zhong sempat heran saat Yang Guo mengatakan bahwa Yu Ping mengaku sebagai mantan wakil ketua ekskul sulap.
Sebelum Yang Guo membereskan kantor, Ke Zhong menanyakan kesediaan Yang Guo untuk menemui teman-teman kuliahnya menonton rerun acara ice hockey dari sebuah cafe nanti malam. Dengan senang Yang Guo bersedia menemani Ke Zhong.

Hui Fan datang mengunjungi kantor Yu Ping, belum kapok juga dia. Yang Duo memintanya menunggu karena Yu Ping sedang rapat.
Diam-diam, Yang Guo khawatir, ia tak tahu apapun soal ice hockey. Berusaha menjadi pacar yang baik untuk Ke Zhong, Yang Guo menelpon Yu Ping untuk meminta bantuan.
Yu Ping yang tengah berada dalam rapat dengan para bawahannya soal kasus-kasus yang mereka tangani, langsung mengganti topik. Ia bahkan memberi perintah bawahannya untuk mencari tahu soal segala hal yang berhubungan dengan ice hockey, seperti peraturan dan siapa saja pemainnya.
Yang Duo yang baru akan masuk ruang rapat terheran-heran melihat teman-temannya keluar. Teman-teman Yang Duo juga mengaku heran, di tengah rapat bos mereka tiba-tiba minta informasi soal ice hockey hanya karena sebuah telpon.
Hui Fan yang tengah menunggu Yu Ping, terdiam mendengarnya……………………..Sepertinya ia tahu siapa si ‘penelpon’ itu……

………..if u don’t succeed, don’t afraid to try again…………

from Ai Rf@pelangidrama.net with love..muach

Iklan

6 pemikiran pada “[Sinopsis] Down With Love Episode 10 Part 2

  1. ke zong sma hui fan emang egois >,<
    aq benci ke zhong lebih milih huifan drpda yu ping yg udh nganggap dy saudara …!!!
    kasihaaaan yupin cinta bertepuk sebelah tangan ..
    hehehe jgn sebaliknya huifan jgn berharap dehk huifan bkal balik ..

    next ….

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s