[Sinopsis] Drama Athena Episode 11

Jung Woo menemui Ki Soo dan meminta tolong kepadanya untuk memecahkan kode yang sebelumnya diperlihatkan kepada Jun hu.

“ada apa kau mencariku?” tanya Ki Soo.
“kau pemecah kode ketika di divisi 35?” ucap Jung Woo.
“manis sekali, kau mengetahui banyak hal tentang diriku. Ini bukan pekerjaan yang mudah, kau harus ber IQ 160 atau lebih. Ini pekerjaan bagi orang jenius seperti aku…Memangnya mengapa kau bertanya hal itu kepadaku?” tanya Ki Soo penasaran . Jung Woo mengeluarkan flashdisk dari dalam saku jaketnya dan memberikannya kepada Ki Soo

“apa ini?” tanya Ki Soo dan mulai mencolok memori yang diberikan Jung Woo kepadanya ke dalam laptop.

“kita harus bisa memecahkan kode ini… kau bisa melakukannya?” tanya Jung Woo.
“hey, darimana kau mendapatkan ini? Ini biasa digunakan oleh para petinggi Korea Utara.” Ki Soo lalu memanfaatkan kesempatan itu untuk membuat dirinya ‘tampak bernilai’, ”Seperti yang kukatakan tadi, hanya orang jenius seperti aku yang bisa mengenalinya. Kau beruntung punya teman sepertiku”

“Jadi kau bisa memecahkannya?”
“Karena tak ada buku panduan, aku butuh waktu. . Tapi aku yakin aku bisa” Ki Soo bergaya sok penting. Ki Soo langsung sibuk dengan kode-kode itu saat Hp Jung berbunyi.
Hye In meneleponnya dan mengajaknya untuk bertemu besok. Yang Jung Woo tak tahu, bahwa Hye In menelponnya semata karena menuruti perintah Son Hyuk. Ki Soo melihat Jung Woo yang tersenyum senang, ia menyindir senyum Jung Woo terlalu terang hingga menyilaukannya. “apa NTS mengijinkanmu? Kau tahu terlibat sesuatu (cinta) dengan rekan kerjamu. jika mereka tahu, mereka pasti akan membunuhmu” Ki Soo mencoba mengingatkan Jung Woo.

“Tak usah memikirkanku….. Selesaikan saja kode ini, ok?!” jawab Jung Woo sambil ikut mengamati layar.
“baiklah kalau begitu” ujar Ki Soo dan mulai kembali kerja, sambil sesekali bergumam, “ahhh, aku merasa sudah berkarat karena sudah lama tidak mengerjakan hal seperti ini, tapi aku pasti bisa karena aku Mr. JENIUS”. Ia juga mengeluhkan jari2 tangannya yang mulai kram. (padahal mah menurutku dia lagi mengulur waktu karena belum menemukan petunjuk).
“jadi ‘D’ konsonan dalam hangul diganti dengan G hangul?” Tanya Jung Woo melihat hasil kerja Ki Soo di layar.
“benar, jadi ini….” Belum sempat Ki Soo melanjutkan kata-katanya, Jung Woo memotongnya, “dan G dalam hangul di turunkan ke sini dan menjadi kunci dasar”.
“hahaha, kau berbicara seperti tahu saja. Sayangnya hanya orang Jenius yang bisa memecahkan kode ini atau kenapa kau tidak melakukannya sendiri?” tantang Ki soo. Jung Woo langsung meneruskan pekerjaan Ki Soo, dan Ki Soo menggaruk lehernya yang tak gatal, “betul… betul” Ki Soo takjub lihat Jung Woo cepat belajar.
Hye In tidak bisa tidur memikirkan Jung Woo hingga pagi menjelang.
Sementara itu Jung Woo masih terus berusaha memecahkan kode di temani Ki Soo yang tertidur di kursi.
“aku mendapatkannya!” teriak Jung Woo senang sambil memukul meja dan otomatis membangunkan Ki Soo.
“dapat apa? kau berhasil?” melihat Jung Woo mengangguk, Ki Soo dengan cepat bangkit dari kursi tak percaya, “kau memecahkannya? Sendirian?…. biar kulihat”. Ki Soo buru-buru duduk di samping Jung Woo menatap layar, “apa ini?”.
Jung Woo mulai menjelaskan maksud dari semua kode di layar, “ini untuk nama Bank dan lokasinya, SDB adalah singkatan dari Safety Deposit Box, 1092 adalah nomor lemarinya dan 4673 adalah kode aksesnya”. Ki Soo terkesima, tapi ia juga mengingatkan kalau lebih dari separuhnya adalah hasil pekerjaannya. Ki Soo lalu bangun mengajak Jung Woo untuk melihat apa yang berada dalam SDB namun Jung menolak dan mengatakan kalau dia yang akan melanjutkan sisanya.
“hei, apa-apaan ini , kita bekerja semalaman bersama-sama dan kau dengan mudahnya pergi begitu saja” teriak Ki Soo namun Jung Woo sudah pergi. Ki Soo misuh-misuh, ia duduk kembali di kursi dan melihat kode dilayar, wajahnya terlihat memikirkan sesuatu.
Jung Woo menelepon Dr. Kwon dan memberitahukan kalau dia sudah menemukan pesan terakhir dari Dr.Kim yang sekarang tersimpan di SDB. Segera setelah membukanya ia akan menemui Dr. Kwon langsung. Jung Woo kemudian dengan cepat memacu mobilnya menuju tempat pertemuan dengan Hye In.
Dari kantor NTS, Joon Ho menelepon Jung Woo dan menanyakan keberadaannya sekarang. Jung Woo mengatakan ia semalaman mencoba memecahkan kode itu dan ia berhasil. Ia akan menemui Joon Ho untuk detailnya nanti, kini dirinya sedang ada urusan lain.
Hye In yang tahu pasti Son Hyuk merencanakan sesuatu, mulai mencarinya. Dan benar saja, setelah mencari-cari lewat teropongnya, Hye In melihat Son Hyuk di gedung seberang sedang mengarahkan senjatanya ke arah Jung Woo yang berada di tepi jalan di bawah gedung.
Hye In berlari dengan cepat berpacu dengan waktu. Sementara itu Son Hyuk yang tengah membidik Jung Woo berkali-kali harus menahan tembakannya karena lalu lalang orang atau terhalang tiang lampu merah. Puncaknya, Hye In muncul dan berdiri menghalangi pandangan Son Hyuk. Son Hyuk kaget, dengan menahan kesal ia kembali mencoba membidik. Postur Jung Woo yang lebih tinggi menyisakan celah untuk bidikannya. Untungnya sebuah Bus muncul dan pandangan Son Hyuk kembali terhalang. Begitu Bus pergi, Jung Woo dan Hye In sudah tidak ada.

Son Hyuk jelas kesal, marah dan emosi melihat usahanya untuk membunuh Jung Woo kali ini gagal dan semua itu karena Hye In. Hye In benar-benar sudah mengkhianatinya.

Hye In mengajak Jung Woo ke sebuah kafe. “ada apa? apa kau merindukanku?” tanya Jung Woo tersenyum.
Hye In terdiam sesaat “aku sudah memikirkan tentang kita, selama kita bekerja dalam pekerjaan ini, kita tidak bersama. Pada akhirnya kita akan saling menyakiti satu sama lain, kau pasti sudah tahu mengenai hal itu. Kebersamaan kita sewaktu di Jepang adalah kenangan terindah yang tak kan terlupakan” ucap Hye In.
Jung Woo berusaha menahan perasaan sedihnya dengan mencoba tersenyum, “kita bahkan belum memulai sesuatu, tidak, bagaimana mungkin bisa ada kenangan yang indah. Yang aku inginkan adalah minum teh bersama seperti ini, melihat satu sama lain, mengingat saat-saat kebersamaan kita…. Tapi untukmu apakah itu sulit dan menakutkan? Aku tak bisa memaksamu untuk mencintaiku, aku tidak ingin menganggumu. Tapi Hye In, jangan menyerah pada kebahagiaanmu walau apapun yang terjadi. Jika kau mengizinkan, aku akan menunggumu” ucap Jung Woo.
Hye In menatap Jung Woo, hatinya terasa remuk, Hye In mencoba tetap kuat “maafkan aku,aku tidak bisa melakukannya”.
Jung woo merenung sendiri, begitu juga dengan Hye In yang duduk terdiam di mobilnya mengingat kenangannya bersama Jung Woo.

Mulai dari pertemuan pertama mereka di taman ria, Jung Woo yang terus mendekatinya hingga Ke NIS walaupun Hye In berusaha menjauh, kebersamaan mereka sewaktu di vicenca, italia, kejutan dan hadiah ulang tahun dari Jung Woo, saat Jung Woo datang menolongnya, serta saat-saat kebersamaan mereka di Jepang.

Ki Soo masih memikirkan kode-kode saat Sun Chul datang ke ruangannya, ia buru-buru menutup laptopnya. Ternyata Sun Chul karena permintaan Ki Soo. Ki Soo bertanya kepada Sun Chul apa dia pernah melihat Jung Woo belakangan ini karena Jung Woo datang kepadanya dan memintanya memecahkan kode.
“kode apa?” tanya Sun Chul terkejut.
“kau sama sekali tidak tahu? aku semalaman bersamanya mencoba memecahkan kode tersebut dan setelah itu dia pergi begitu saja, apa dia pikir aku ini sebuah permen karet yang setelah manisnya habis bisa diludahkan begitu saja, aku tidak akan membantunya lagi” keluh Ki Soo
“kau selalu berkata seperti itu, tetapi ujung-ujungnya tetap saja membantunya, terus apa yang akan kamu lakukan?” tanya Sun Chul
“aku belum memikirkannya” jawab Ki Soo.
Sun Chul tertawa mengejek, tapi wajahnya langsung terlihat khawatir soal Jung Woo, “apa lagi yang dilakukannya kali ini?”.
Di Blue House, Presiden, sekpres, Han Jeong Pil (ayah Jae Hee) dan Dr. Kwon berkumpul. Dr. Kwon memberitahukan tentang Markas DIS Amerika yang mengirim pemberitahuan akan menangkap Direktur Regional Son Hyuk secepatnya. Sekpres yakin DIS kini tahu kalau Son Hyuk merupakan anggota ATHENA. Sementara itu Ayah Jae terlihat gelisah dan tidak tenang.

Dan benar saja seusai rapat digelar Tuan Han dengan cepat menelepon Son Hyuk dan mengabarkan kepadanya tentang apa yang didengarnya tadi. Son Hyuk jelas terkejut.

Di kantor DIS, Andy dengan cepat menghapus data-data kerja di komputer mereka dan membawa semua peralatan dan memasukkanya ke dalam koper. Sementara itu Son Hyuk dengan cepat membekali dirinya dengan pistol. Ia menembaki satu persatu Agen yang akan menangkapnya. Andy dan Son Hyuk bertemu di depan ruangan Andy dan mereka berjalan berlawanan arah.

Andy menuju tempat parkir dan para Agen sudah menunggunya, aksi baku tembakpun tidak bisa dihindari. Andy terlihat kewalahan menghadapi para Agen dari Amerika dan bersembunyi di balik mobil. Son Hyuk datang membantu Andy.

Bukan pekerjaan yang mudah untuk melumpuhkan para Agen dari Amerika. Mereka sudah terlatih dalam menghadapi segala situasi terbukti dengan Son Hyuk yang kewalahan menghadapinya. Son Hyuk menyuruh Andy masuk ke dalam mobil dan mengemudikan mobil ke arahnya. Son Hyuk bersiap-siap masuk ke dalam mobil namun sayang sebuah tembakan mengenai perutnya. Son Hyuk memegangi perutnya dan dengan cepat masuk ke dalam mobil.
Para Agen terus berusaha menembaki mobil yang dikendarai Andy dan Son Hyuk, namun mereka kehilangan mobil tersebut. Salah satu agen dengan cepat melapor “Son Hyuk berhasil meloloskan diri, Plat mobil 47 9077”.

Di dalam mobil yang melaju kencang, Son Hyuk terus memegangi perutnya yang semakin banyak mengeluarkan darah. Son Hyuk terlihat pucat dan Andy semakin khawatir dengan keadaan Son Hyuk.

Jung Woo berjanji bertemu dengan Sun Chul di Bank. “Jung Woo apa yang kau lakukan disini?” tanya Sun Chul khawatir.
“apa kau membawa lencanamu? Aku memecahkan kode dari Dr. Kim sewaktu di Jepang. kode itu membawaku ke deposit box di Bank ini beserta dengan kode aksesnya” jawab Jung Woo.
“tunggu, lencana NTS tidak akan bisa di pakai membuka deposit Box” ucap Sun Chul menahan Jung Woo.
Jung Woo tersenyum “aku tahu untuk itulah aku meneleponmu”. Sung Chul bersemangat mendengarnya.

Dr. Kwon menerima telepon dari seseorang. Ia segera menyuruh para Kepala Agen dan Agen inti bertemu di ruang Konferensi. Para Agen bertanya-tanya termasuk kepala Lab Forensik Chief Oh. Dr. Kwon memberitahun mereka bahwa Son Hyuk telah menembak mati agen DIS yang berusaha menangkapnya, tapi kini ia lolos dengan luka tembak di perutnya. Jadi sekarang tugas para Agen NTS untuk menangkapnya. Joon Ho terlihat sedikit khawatir. Dr Kwon mencoba menenangkan para Agen kalau Son Hyuk sudah mengkhianati dua Negara, karena itu ia sudah tidak memiliki hak ekstrateritorial dan hak istimewa.

Masing-masing tim langsung bekerja. Kepala Lab Analisis memerintahkan kepada anak buahnya untuk mengumpulkan laporan dari hasil pemantauan satelit pada saat kejadian berlangsung dan menghubungi kepala Polisi dan meminta mereka untuk bekerjasama.
Asisten Dr. Kwon juga memerintahkan kepada Agen Lapangan TIM 1 untuk memeriksa TKP, Tim 2 untuk mengatur kerjasama Internasional dan menutup akses bandara agar Son Hyuk tidak bisa melarikan diri ke Luar Negeri.
Jae Hee sendirian, ia mengingat ucapan Son Hyuk yang mengaku tak bekerja untuk Korea dan Amerika, melainkan untuk dirinya sendiri. Lamunan Jae Hee buyar ketika Chief Oh masuk ke dalam ruangan “Ya ampun, ini sungguh tidak masuk akal, pernahkah kamu memperhatikannya saat bekerja dengannya? aku mungkin saja bisa jatuh cinta cinta dengannya, ini membuat bulu kudukku merinding” gumam Chief Oh.

Jae Hee hanya terdiam dan menjawab seadanya, pikiran Jae Hee melayang pada Son Hyuk sekarang.

Jung Woo dan Sun Chul dengan diantar petugas masuk ke ruang deposit box. Setelah petugas tadi pergi, Jung Woo mendekati lemari bernomor 1092 dan mulai membukanya. Jung Woo mengeluarkan boxnya dan membukanya perlahan.
“apa ini? hanya ini saja?” tanya Sung chul heran kotak itu hanya berisi sebuah kacamata. Jung Woo mengambilnya dan menyerahkannya kepada Sung Chul sementara ia akan memeriksa boxnya lagi.

Sung Chul mencoba mengenakan kaca mata itu dan tidak sengaja menjatuhkan sesuatu dari gagangnya. “apa ini, Chip” gumam Sung chul lalu memberikannya pada Jung Woo, yang langsung dimasukkannya ke dalam Hp-nya. “ini adalah………” Sung Chul dan Jung Woo saling berpandangan. Mereka telah menemukan sesuatu yang sangat berharga yaitu kegiatan pengembangan Nuklir Korea Utara.

Hye In terkejut ketika diberitahu oleh salah satu Agen kalau surat perintah untuk penangkapan Son Hyuk telah dikeluarkan. Hye In dengan cepat masuk ke ruangan konferensi yang masih ada beberapa agen termasuk Dr. Kwon. Mereka sedang melihat rekaman cctv saat Son Hyuk berusaha melawan para Agen DIS Amerika dan tertembak dibagian perut. Melihat dari luka seriusnya Son Hyuk, ada kemungkinan ia harus ke RS. Untuk itu, Dr. Kwon memerintahkan untuk mengecek kalau-kalau ada rumah sakit yang menangani pasien luka tembak.
Hye In cemas, ia ke bagian analisis dan bertanya pada salah satu agen apa mereka sudah menemukan Son Hyuk atau rumah sakit tempat dia dirawat. “kami belum menemukannya” jawab Agen “kalau begitu beritahu aku jika kalian sudah menemukannya”.
Setelah gagal menghubungi Hp Son Hyuk, Hye In bergegas memacu mobilnya. Ia berselisih jalan dengan Jung Woo dan Sun Chul yang masuk ke tempat parkir NTS.

Jung Woo dan Sun Chul bertemu dengan asisten Dr. Kwon dan bertanya tentang kebenaran kalau Son Hyuk menembak mati agen DIS dan melarikan diri. Asisten Dr. Kwon tidak menjawab, ia malah menyuruh Jung Woo untuk segera menemui Dr. Kwon yang sudah menunggunya. Sedang Sung Chul di minta untuk bergabung dengan TIM 2.

Begitu Jung Woo masuk dan memberi salam pada Dr. Kwon, Dr. Kwon langsung bertanya kepada Jung Woo. “apa maksudmu Dr. Kim meninggalkan pesan?” tanya Dr. Kwon tanpa mempersilahkan Jung Woo untuk duduk terlebih dahulu.

Jung Woo mengeluarkan Hp dari dalam saku jaketnya “silahkan anda lihat ini terlebih dahulu” ucap Jung Woo.

Dr. Kwon melihat kode yang berusaha dipecahkan Jung Woo bersama dengan Ki Soo “itu adalah pesan yang ditinggalkan Dr. Kim, sudah diterjemahkan dan menunjuk ke sebuah deposit box di sebuah Bank di Seoul dan kode aksesnya” Jung Woo berusaha menjelaskan .

“apa yang ada di deposit box?” tanya Dr. Kwon lagi.
“informasi yang di bawa Dr. Kim dari Korea Utara saat membelot, tentang rencana pengembangan senjata nuklir Korea Utara” jawab Jung Woo.
“kau yakin?” tanya Dr. Kwon
“ya, Pak” jawab Jung Woo, ia lalu mengeluarkan sebuah chip dan memberikannya kepada Dr. Kwon. “silahkan anda melihatnya dan anda akan menemukan sesuatu yang sangat berbeda dari fakta yang diberikan pada anda”.
“siapa lagi yang mengetahuinya selain kamu?” tanya Dr. Kwon
“Kapten Park Sung Chul” jawab Jung Woo.
“baiklah aku akan berbicara dengannya lagi dan menyuruhnya untuk tidak mengatakannya pada siapapun” jawab Dr. Kwon.
Sebelum pergi Jung Woo memberanikan diri untuk bertanya “saya mendengar tentang Son Hyuk”
“dan?” tanya Dr. Kwon
“saya ingin kembali ke lapangan lagi”.
Andy membawa Son Hyuk ke sebuah rumah. Andy kemudian menyiapkan peralatan medis seadanya. “mulailah, aku baik-baik saja” lirih Son Hyuk. Dengan bantuan penjepit, Andy mengambil peluru yang bersarang di perut Son Hyuk. Son Hyuk berusaha menahan sakitnya dan Andy berhasil mengeluarkan pelurunya.
Dr. Kwon menemui Presiden dan memperlihatkan hasil temuan Jung Woo. Presiden dan sekpres hampir tak percaya, kalau informasi itu menunjukkan Korea Utara lebih kuat dibanding yang mereka pikirkan selama ini. Jika Negara-negara lainnya mengetahui mereka pasti tidak segan-segan untuk membom Korea Utara dan perang tidak akan terhindarkan. Tuan Han masuk ke ruangan presiden dan memberitahukan kalau perwakilan dari Korea Utara sebentar lagi akan datang ke Blue House.
Pria yang dulu diinterogasi Jung Woo dan yang menipu Ki Soo (Mr Chang) sekarang berada di tempat mahyong Ki Soo dan bertanding Mahyong melawan seorang pria yang di temani para pengawalnya. Mr. Chang menuduh lawan mainnya curang dengan memberikannya kartu yang salah dan mereka memutuskan bertaruh dengan jaminan tangan. Mr. Chang kalah dalam taruhan dan hampir saja tangannya dipukul oleh Sebuah palu raksasa kalau saja Ki Soo tidak datang untuk menyelamatkannya. Ki Soo kemudian mengajak Mr Chang berbicara empat mata (seperti lagu saja).
Mr. Chang kemudian meminta maaf kepada Ki Soo dan berjanji untuk tidak berbuat kekacauan lagi di tempat Mahyongnya. “lupakan saja, aku ingin bertanya, bagaimana kau bisa berkenalan dengan Jung Woo?”
“Lee Jung Woo, NTS? aku tidak hanya mengenal Lee Jung Woo tetapi juga kapten Park Sung Chul” jawab Mr Chang santai.
“aku tanya bagaimana bisa kau mengenalnya?” tanya Ki Soo sedikit emosi
“aku pernah bekerja di komunitas Intel, bisa di bilang kami memiliki takdir yang rumit.”
“komunitas intel?”
“Bahasa sederhananya ‘Penyelidik Pribadi’….um, Pesuruh Pribadi” untuk meyakinkan Ki soo, Mr. Chang mengeluarkan ID penyamarannya, mulai dari NTS, NIS, Polisi, BlueHouse bahkan ID Mahasiswa. “aku hebat kan?”. Ki Soo kesal, ia tak punya siapapun lagi yang bisa di tanya soal aktivit

as ke’agen’an Jung woo.

Anak buah Ki Soo masuk dan memberitahu ada yang ingin bertemu dengannya. “siapa?” tanya Ki Soo dan utusan Letnan Korea Utara (Tuan Park) masuk ke ruangan kerja Ki Soo. “kalian boleh keluar” ucap Ki Soo. Anak buah Ki Soo kemudian menarik tangan Mr Chang keluar dari ruangan.
Ki Soo terlihat tidak senang dengan kehadiran utusan Tuan Park “ada apa kau mencariku?” tanya Ki Soo “Letnan Jendral mengutusku, ia sekarang mungkin sedang menyeberangi perbatasan. Ia akan mengunjungi Blue House sebagai utusan khusus dan dia ingin bertemu denganmu”. Ki Soo terlihat tidak tenang mendengarnya.
Asisten Dr. Kwon menyuruh Jung Woo untuk bersiap-siap sebelum kembali ke Lapangan. Jung Woo tersenyum dan mengatakan kalau dirinya tidak perlu untuk bersiap-siap karena dirinya sudah sangat ingin kembali ke Lapangan. Salah satu agen datang menghampiri mereka dan melaporkan kalau mobil Son Hyuk sudah ditemukan.
Jung Woo bergegas menuju tempat yang dimaksud, sudah ada Jae Hee dan yang lainnya disana. Mereka terkejut melihat Jung Woo.
“apa yang kau lakukan disini Jung Woo?” tanya salah satu agen
“oh, aku kembali bekerja.” Jawab Jung Woo, ia lalu bertanya pada Jae Hee apa mereka menemukan sesuatu. Jae Hee memberi informasi yang mereka dapat soal Son Hyuk yang berganti kendaraan. Sayangnya mereka tak bisa memeriksa mobil baru yang di pakai Son Hyuk karena gedung itu termasuk gedung tua yang tak dilengkapi cctv. Sepertinya itu sudah di perhitungkan Son Hyuk.
Jung woo mengerti, ia mencoba melihat isi mobil Son Hyuk, dan melihat kotak hitam. Mobil keluaran baru di Korea sana sudah dilengkapi Black box (=kotak hitam… mirip kotak hitam pesawat kali ya). Jung woo minta agar para agen mengambil chip memori kotak hitam dari tiap kendaraan yang parkir di gedung itu untuk di teliti.
Cara itu membuahkan hasil, agen di Lab Forensik menemukannya. Chief Oh memperlihatkan hasil temuan kepada Jung Woo dan para agen lainnya “ini adalah hasil temuan gambar dari salah satu kotak hitam yang ditemukan dari 11 mobil. Dari ke 11 mobil, tiga dari mereka memiliki kotak hitam yang merekam Son Hyuk”.
Sun Chul tiba-tiba datang dan heran mendengar ada kotak hitam di sebuah mobil. Yang lain tertawa mendengar ucapan Sun Chul dan menganggapnya sebuah pertanyaan bodoh. Sun Chul akhirnya memutuskan pergi setelah sebelumnya beradu mulut dengan Chief Oh.
Jung Woo berkata itu petunjuk yang cukup, ia minta agar ATL mobil baru yang di pakai Son Hyuk di sebar ke kepolisian dan para agen. Juga mengingatkan agar memperbaharui satelit dan rekonstruksi database untuk melacak mereka.
Jae Hee sedang berada di ruangan kerja Son Hyuk dan mulai melihat file-file Son Hyuk. Tuan Han, ayah Jae Hee menelepon. Dengan dalih mengkhawatirkan Jae Hee, ia menanyakan apakah NTS sudah menemukan keberadaan Son Hyuk.
Ki Soo menelepon Jung Woo dan mengatakan pada Jung Woo untuk sekedar mentraktirnya walaupun hanya minum Soju saja sebagai ucapan terima kasih. Jung Woo dengan singkat menjawab “baiklah”. Ternyata itu Cuma basa-basi, yang sebenarnya Ki Soo ingin tahu apa isi dari kotak deposit yang ditemukan Jung Woo. Namun Jung Woo sama sekali tidak berniat untuk memberitahukan Ki Soo.
Hye In sampai di sebuah rumah yang terletak di atas bukit. Hye In dengan cepat masuk ke rumah tersebut dan bertemu dengan Andy. “bagaimana keadaannya?” tanya Hye In khawatir “dia ada di dalam, keadaannya kritis” jawab Andy.

Hye In masuk ke kamar dan melihat keadaan Son Hyuk yang terbaring lemah dan masih menggunakan baju yang sama. Hye In memegang tangan Son Hyuk dan mulai menangis.

Di balkon, Hye In bicara dengan Andy. Ia menanyakan apa Andy sudah melapor ke markas (Athena) dan kapan markas akan mengirim bantuan.
“menurutku itu butuh waktu” jawab Andy terlihat khawatir.
“kita dapat dengan mudah menghindar dari NTS, tetapi dia akan mati jika tidak mendapat bantuan dari Tim Medis segera” ucap Hye In.
“tetapi itu terlalu berbahaya jika kita membawanya ke rumah sakit” jawab Andy
“aku akan mencari jalan keluar” jawab Hye In.
Andy mengantar Hye In turun, “mobil ini telah dicuci dan tidak akan mungkin bisa dilacak” ucap Andy dan memberikan kunci mobil pada Hye In.
Hye In memasuki area rumah sakit. Ia memeriksa sekeliling dan memastikan tidak ada yang melihatnya, kemudian memakai masker dan topi, lalu masuk ke dalam dan langsung menuju ruang ganti perawat.
Di luar, pihak kepolisian yang memperketat pemeriksaan di RS-RS, menemukan mobil yang dipakai Hye In. Polisi itu dengan cepat melaporkan ke bagian analisis data NTS. “9887,27 dah,9887, mohon konfirmasi” ucap Petugas “baiklah” jawab Agen.

Setelah memastikan mobil yang dicurigai terparkir di rumah sakit Hangang, Kepala bagian analisis memerintahkan anak buahnya untuk berkoordinasi dengan agen di lapangan.

Hye In sudah berganti pakaian menjadi perawat, saat melewati meja informasi ia melihat sebuah kacamata tergeletak dan diam-diam mengambilnya.
Jung Woo yng menerima kabar kalau mobil sudah ditemukan di Rumah Sakit Hangang, bersama timnya bergegas ke sana.
Hye In melihat seorang dokter senior keluar dari kamar operasi, ia langsung mengikutinya.
Jung Woo dan para agen sudah sampai di rumah sakit. Jung Woo memeriksa isi mobil dan tidak menemukan apa-apa “sepertinya dia masih berada di dalam, periksa ke dalam dan tutup semua jalan keluar” ucap Jung Woo.

Dokter senior sedang mencuci tangan “siapa itu?” tanya dokter senior ketika mendengar pintu dibuka. Hye In masuk ke dalam dan menodongkan pistol ke dokter senior “lakukan apa yang kuperintahkan dan kau akan selamat…aku punya pasien dengan luka tembak, ambil peralatan medis dan obat-obatan secepatnya sekarang, aku ingin kau ikut denganku” ucap Hye In.

“lu…..luka tembak? kita harus melaporkannya terlebih dahulu” ucap dokter senior tergagap-gagap.
“ada banyak dokter disini” ucap Hye In dan memegang kerah baju dokter.
Jung Woo menyuruh agen yang lainnya untuk berpencar sementara itu Hye In dan dokter menuju pintu keluar. Hye In terkejut melihat banyak polisi di pintu masuk dan lebih terkejut lagi ketika mendapat telepon dari NTS kalau mobil sudah ditemukan dan sekarang berada di Rumah Sakit Hangang.
Hye In berpikir dengan cepat dan kemudian bersama dengan dokter menuju pintu lainnya.
Jung Woo terus saja mencari ke setiap sudut rumah sakit dan tidak menyadari keberadaan Hye In di rumah sakit tersebut.
Hye In berhasil meloloskan diri bersama dengan dokter.
Sementara itu Jae Hee dan Joon Ho ke ruang monitor cctv rumah sakit.
“menurutku mereka sudah meninggalkan rumah sakit” ucap Hye In begitu Jung Woo masuk.
“coba tunjukkan ruangan penyimpanan obat” ucap Jung Woo. “tunggu sebentar, coba mundur sedikit” pinta Jung Woo. Petugas kemudian memundurkan beberapa menit dan terlihat seorang perawat yang menyembunyikan tangannya di dalam jaket dan mengarahkannya ke punggung dokter. “itu dia, pasti dokter itu diculik. Cari tahu mengenai dokter tersebut dan cek sidik jari di loker” perintah Jung Woo.
Hye In akhirnya sampai di rumah tempat Son Hyuk tergolek lemas. “bantu dia” perintah Hye In dan dokter mulai mendekati Son Hyuk dan memeriksa keadaannya.
Presiden dan Dr. Kwon menanti kedatangan perwakilan Korea Utara yaitu Tuan Park (Letnan yang sangat ditakuti Ki Soo) dan MayJen Kim Ho Gyun (selanjutnya di panggil Tuan Gyun). Presiden kemudian memperkenalkan Dr. Kwon sebagai penasihat khusus untuk hubungan Korea Utara dan Selatan.
“saya tahu, Direktur NTS, Kwon Yong Gwan” jawab Tuan Park.
“Ia terlibat dalam masalah Negara Korea Utara, bagaimana kami tak mengenalnya?” Timpal Tuan Gyun. Ia lalu menyindir Dr. Kwon yang mengaku tak tahu menahu soal Dr. Kim, padahal Korut tahu pasti Dr. Kim ada di Korea dan membantu teknologi nuklir Korea Selatan. Tuan Gyun juga tahu pasti soal Dr. Kim yang telah terbunuh.

Menyambung omongan Tuan Gyun, Tuan Park mengingatkan presiden soal ancamannya tempo hari, jika ancaman itu menjadi kenyataan, presidenlah yang bertanggung jawab. Akhirnya presiden terang-terangan mengakui partisipasi Dr. Kim dalam pengembangan nuklir mereka. Ia mengaku kecewa atas terjadinya kesalahpahaman karena tidak menginformasikannya ke Korea Utara, tapi itu satu-satunya pilihan untuk kebaikan kedua Negara.
“cukup menyedihkan menjadikannya alasan untuk mencuri asset Republik kami” sindir Tuan Gyun lagi sambil tersenyum sinis.
“sejak awal saya sudah berencana untuk berbagi energi nuklir dengan Korea Utara” ucap Presiden.
“apa anda menganggap kami sebagai pengemis? sekarang saat ini menjadi masalah, anda melemparkan tulang kepada kami. Trik yang bodoh!!” ucap Tuan Gyun emosi.
“Jaga bicara anda!!” bentak Dr. Kwon, “jika Dr. Kim berada di Korea Utara, ia pasti di sia-siakan demi proliferasi nuklir yang bisa mengakibatkan ke dua Korea perang. Anda tidak boleh sembarangan bicara untuk usaha kami demi perdamaian kedua Korea. Anda sebut ini trik?”
Sekpres mencoba menenangkan Dr. Kwon. Presiden mengatakan apa yang dikatakan Dr. Kwon sesuai dengan yang ia pikirkan. “penelitian nuklir harus menjadi sumber perdamaian bagi semenanjung Korea, bukan perang. Jika kalian ingin melawan keinginanku dan memprofokasi perang, ini tidak bisa didiamkan” ucap Presiden tegas.
Saat diluar, Tuan Gyun masih kesal, menurutnya Korsel dengan mudahnya membalikkan fakta bahwa mereka pencuri yang berubah menjadi tuan besar. Tuan Park mencoba mengingatkan Tuan Gyun bahwa memang benar Korea Selatan menantang mereka terang-terangan, tapi mereka juga harus berhati-hati.
“apa yang harus di jaga?”
Tuan Park berpendapat karena distribusi nuklir Korea Selatan hampir sempurna, maka jika terjadi sengketa, teknologi itu justru akan di pakai Korsel untuk menyerang Korut. Tuan Gyun tetap keukeuh, lagipula pengambilan keputusan bukan haknya Tuan Park.
Tuan Park menemui Ki Soo. Ki Soo memberikan kode SDB yang dipecahkannya bersama dengan Jung Woo. Letnan kemudian menyuruh Ki Soo untuk mencari tahu apa sebenarnya isi box itu secepatnya.
Hye In membawa pakaian samaran perawatnya dan menaruhnya di wastafel, yang kemudian dimusnahkan menggunakan air keras.
Salah satu agen akhirnya bisa menemukan mobil yang digunakan Hye In dan dokter lewat nopolnya yang tertangkap kamera jalanan. Agen itu dengan cepat memberitahukan posisi mobil tersebut kepada Jung Woo.
Asisten Dr. Kwon masuk ke ruangan Dr. Kwon dan memberitahukan kalau posisi Son Hyuk sudah ditemukan dan para Agen sekarang menuju ke sana. Dr. Kwon terlihat memikirkan sesuatu.
Dokter keluar dari kamar Son Hyuk dan memberitahukan kepada Hye In kalau dia sudah mengerahkan seluruh kemapuannya. Hye In kemudian meminta Andy untuk mengantar Dokter kembali, lalu ia masuk ke kamar dan melihat keadaan Son Hyuk yang masih lemah.

“aku tak tahu mengapa dan bagaimana…. bisa-bisanya aku berpikir aku tahu segalanya tentangmu” ucap Son Hyuk lirih. Hye In merasa bersalah dan meminta maaf. “jangan, aku hanya merasa bodoh dan marah pada diri sendiri karena khayalanku. Hye In dengarkan aku, mulai sekarang kau buat keputusan ‘kepala dingin’mu sendiri. Jangan biarkan aku ikut campur” ucap Son Hyuk.
Andy tiba-tiba masuk dan memberitahukan kalau mereka sedang dalam masalah besar, mereka terkepung. Hye In buru-buru mengecek ponselnya, ada berita dari NTS mengenai lokasi Son Hyuk sekarang.
“aku akan mengulur waktu, pergi dan jaga dia” ucap Andy lalu segera pergi.
Hye In mengajak Son Hyuk segera pergi, namun Son Hyuk menolak. “tidak, ini akan menempatkan kamu dalam posisi sulit, aku menyerah saja” ucap Son Hyuk.
“tak boleh, ayo cepat!” tolak Hye In dan membangunkan tubuh Son Hyuk.
“Hye In” lirih Son Hyuk.
Jung Woo dan para Agen sudah tiba di tempat persembunyian Son Hyuk. Andy muncul dan mulai menembaki mereka. Adu tembakpun terjadi, namun Andy kalah jumlah dengan Agen NTS dan sebuah peluru tertancap di tubuhnya yang ditembakkan Jung Woo.
Terdengar suara letusan tembakan dari atas rumah, Jung Woo menyuruh yang lainnya naik dan mulai menyisir tempat persembunyian Son Hyuk.

Perlahan pintu terbuka, para agen siaga dengan senjatanya masing-masing. Keluarlah Son Hyuk di bawah todongan Hye In.

written by Dewi Rf @pelangidrama
pictures by Aida Rf @pelangidrama
edited by Ai Rf @pelangidrama
Iklan

3 pemikiran pada “[Sinopsis] Drama Athena Episode 11

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s