[Recap] The Greatest Love/Best Love Episode 2

The Greatest Love Episode 2

Semua pentonton bersorak karena Dokko Jin mampu menjawab pertanyaan dengan benar. Pertanyaan terakhir, Ae Jung berfikir sejenak. Tanpa sadar Ae Jung menyinggung masalah penyuapan kepada Peter, sutradara Hollywood.

“Ah wine”jawab Dokko Jin.
“Wine terbuat dari apa?”teriak Ae Jung.
“Anggur!”balas Dokko Jin benar-benar kegirangan dan melakukan tarian kemenangan (tarian hula-hula?haha). Ae Jung pun tak kalah senang. Namun tiba-tiba pembawa acara menanyakan ‘pemberian ‘ untuk Peter. Dokko Jin terhenyak. Got you!
Dokko Jin tetap stay cool dan menjawab hanya sebuah hadiah kecil. Semua orang yang mengira bahwa Dokko Jin akan membintangi film Hollywood. Ae Jung keceplosan! Dokko Jin menjedotkan kepala ke meja. Ae Jung diminta memberi semangat.
“Dokko Jin-ssi, artis nasional Korea, fighting!”kata Ae Jung. Sedang Dokko Jin hanya bisa bermuram durja. Menyesali kenapa dia mengangkat telepon dari Ae Jung.
Usai syuting acara tersebut, Ae Jung merasa bersalah kepada Dokko Jin yang sebenarnya dia berjanji akan tutup mulut masalah Dokko Jin ditolak oleh sutradara Peter.
Bukan karena aku dia tidak pergi Hollywood, jadi aku akan baik-baik saja bukan? Ae Jung mulai cemas.
Ae Jung dihubungi oleh Dokko Jin dan meminta menemuinya di parkiran. Dokkin Jin yang jengkel langsung menghampiri Ae Jung yang tampak cemas. Dokkin Jin awalnya memasang tampang bersahabat dengan tersenyum menanyakan jalannya syuting. Ae Jung lantas kebingungan ternyata Dokkin Jin berniat meminta bagian Ae Jung untuk di edit. Ae Jung kebingungan kenapa?
Dokko Jin jelas semakin kesal. Ada tiga alasan.
Dokko Jin : “Aku sudah terlanjur memberi pernyataan bahwa aku menolak tawaran Peter, namun kau menyinggung masalah pemberian wine. Aku akan dianggap tidak konsisten, sudah menolak tawaran kenapa menyuap?”
Ae Jung memohon untuk Dokko Jin tidak memotong bagian dirinya di acara tersebut. Ae Jung pun meminta Dokko Jin lebih baik memukul kepalanya sebagai gantinya. Dokko Jin tentu saja menolak karena akan mencoreng imagenya.
Ae Jung merasa jika perannya di acara reality show tersebut dipotong maka tidak akan menolong karirnya. Sedang Dokko Jin berpendapat lebih baik Ae Jung menyingkir dari tanah hiburan. Ae Jung mendadak muram.
Ae Jung : “Ya! Kau baru saja menyuruh aku berhenti? Karena etikamu yang buruk itu Peter menolakmu!”
Dokko Jin : “Apa kau sudah gila?” (Dokko Jin mulai naik pitam.)
Ae Jung : “Oh tidak, karena bahasa Inggris mu payah makanya kau ditolak, kau mengerti!”
Sambil menunjuk ke arah Ae Jung, Dokko Jin bertanya apa yang baru saja Ae Jung katakan.
Ae jung :” Kau, adalah rajanya orang jahat!” (Ikut menunjuk ke arah Dokko Jin).

Dokko Jin tidak bisa mengendalikan amarahnya dan bersiap memukul, namun mendadak rombongan orang lewat. Ae Jung terselamatkan. Dokko Jin demi imagenya menahan emosinya, dan Ae Jung cepat-cepat pergi.
Ae Jung menyetir mobil secepat mungkin dari area parkiran, namun rupanya Dokko Jin pun tidak ingin melepaskan Ae Jung begitu saja. Ae Jung panik, Dokko Jin mengejar dengan mobilnya. Saat di pintu keluar mendadak palang parkir menutup jalan Ae Jung, dan Ae Jung pun mengerem mendadak. Dokko Jin pun mengerem namun tidak sempat, Dokko Jin menabrak mobil Ae Jung.
Ae Jung pun menghampiri Dokko Jin yang menabrak mobilnya. Awalnya Dokko Jin terlihat baik-baik saja namun masih dengan tampang kesal.
“Ya! Goo Ae Jung, habislah kamu!”ujar Dokko Jin. Kemudian hidung Dokko Jin berdarah, lalu pingsan.
Sontak koran pun memberitakan kecelakaan Dokko Jin secara berlebihan. Ae Jung terkena sasaran, dan dituding penyebab Dokko Jin kecelakaan. Dokko Jin dibawa ke rumah sakit. Ae Jung berusaha mengelak atas tuduhan yang menyudutkannya.
Dokko Jin pun lantas menggunakan kesempatan ini untuk mengumumkan kepada publik bahwa karena kecelakaan dirinya dipastikan “terpaksa” kehilangan kesempatan untuk memulai debutnya di Holywood. Good timing Dokko Jin.hahha. Kembali Ae Jung dituding kegagalan Dokko Jin. Anti-fans Ae Jung pun meningkat. Poor Ae Jung.
Di kediaman Ae Jung, manager sekaligus kakak Ae Jung membaca berita tersebut. Sedang ayahnya yang bergaya Hyun BinSecret Garden menjelaskan kepada keponakan Ae Jung kenapa Ae Jung disebut “gadis mata kaki”. Karena Ae Jung menyebabkan kaki Dokko Jin terluka sehingga gagal debut Hollywoodnya.
Di café teman Ae Jung yang sekaligus mantan leader National Treasure Girl mendengarkan keluh kesah Ae Jung. Bahkan Ae Jung menduduki peringkat atas daftar pencarian, mengalahkan berita Park Tae Hwan yang akan bertanding di kejuaraan renang Asean Games! Ae Jung tentu saja kesal semua kesalahan ditimpakan kepadanya. Yang sebenarnya Dokko Jin memang sudah ditolak oleh sutradara Peter dari awal?.
“Ini benar-benar tidak adil!”ucap Ae Jung.
Di sebuah ruang editing, tim produksi melihat rekaman Ae Jung saat tampil dan memberikan semangat kepada Dokko Jin. Semua tim produksi tertawa melihat ekspresi Ae Jung.
“Kau tahu setelah mengucapkan itu, dia menyebabkan Dokko Jin kecelakaan”celetuk salah satu staff. Namun salah satu PD yang merencakan program Couple Making cemas kalo Ae Jung ikut berpatisipasi maka programnya akan mendapat kesan buruk. Namun sebaliknya, PD lain malah berpendapat akan mejadi menarik jika Ae Jung ikut berpartisipasi.
Tentu saja Se Ri menolak bergabungnya Ae Jung dalam program yang akan dipandu oleh dirinya. Namun dirinya akan mempertimbangkannya karena dirinya artis profesional yang tidak mencampur adukan hal pribadi dan pekerjaan (?).
Ae Jung yang ingin meminta maaf kepada Dokko Jin diam-diam ke rumah sakit. Tentunya dengan menggunakan timing bahwa orang-orang termasuk para wartawan akan teralihkan perhatiannya dari Dokko Jin kepada tayangan pertandingan Park Tae Hwan.
Banar saja, para wartawan yang mulanya mengerubuti depan kamar Dokko Jin langsung pergi melihat tayangan tersebut.

Sedang di dalam kamar, Dokko Jin berkomat-kamit mengeja berita berbahasa Inggris. Managernya keheranan. Tentu saja Dokko Jin merasa tersinggung atas perkataan Ae Jung mengatakan Inggrisnya payah. Dokko Jin kembali berkomat-kamit.
Managernya mengingatkan bahwa saat itu ada pertandingan Park Tae Hwan yang ditunggu. Namun Dokko Jin berharapa Park Tae Hwan tidak mendapatkan medali emas, karena jika iya berita (teks berjalan di layar tv) dia akan tersingkir oleh berita Park Tae Hwan! Omo..
Di luar Ae Jung melakukan aksinya saat semua orang teralihkan perhatiannya. Bak seperti Angelina Jolie Tomb Rider (menurutku!) Ae Jung melakukan salto, Ae Jung bahkan menghindari pasien dengan melompat dengan menghentakkan kakinya ke tembok (seperti film-film action barat!). Dan “terbang” menggunakan kursi beroda untuk menghindari wartawan.
Rintangan terakhir, harus melewati penjaga Dokko Jin. Dengan menggunakan tong sampah sebagai penghalang dirinya, akhirnya Ae Jung selamat.

Di dalam Dokko Jin kesal karena Park Tae Hwan sepertinya akan menang. Dokko Jin sangking kesalnya menghentakkan kakinya tepat saat Ae Jung masuk. Ae Jung tentu saja melongo. Dokko Jin semakin kesal karena Park Tae Hwan menang. Dan Dokko Jin pun melihat Ae Jung.

“Kau tidak terluka! Aku melihat kau melompat-lompat! Kau terlihat baik-baik saja”ucap Ae Jung. Sontak Dokko Jin pun berpura-pura berjalan terpincang-pincang. Yeaah.LOL.
Ae Jung menyadari Dokko Jin berbohong dan menggunakan kesempatan itu sebagai jalan keluar masalahnya. “Kau bahkan berkata karena aku kau terluka! Karena aku, kau batal ke Holywood! Dokko Jin bahkan jauh sebelumnya kau ditolak oleh Peter!”ujar Ae Jung semakin kesal.
Dokko Jin menyuruh Ae Jung untuk diam, namun Ae Jung malah berteriak-teriak agar semua wartawan mengetahuinya. Dokko Jin pun menahan Ae Jung yang berniat keluar. Dan membekap Ae Jung agar tidak berteriak. Managernya masuk, keheranan. Dokko Jin menyuruhnya keluar.
Jam alarm Dokko Jin berbunyi. “Karena dirimu, detak jantungku melampaui 110! Okey, aku akan bernegosiasi dengan dirimu”ujar Dokko Jin menahan sakit di dadanya.

Kakak Ae Jung benar-benar tidak percaya akan rencana kontrak yang diberikan kepada Ae Jung oleh Dokko Jin.
Di kantor agen Dokko Jin, perwakilan Moon menemui Kang Se Ri. Ternyata perwakilan Moon demi menjaga rahasia bahwa Dokko Jin berpura-pura sakit, merayu Se Ri untuk menerima audisi Ae Jung agar dapat ikut serta dalam acara Program Making couple.
Ae Jung berencana menemui Perwakilan Moon di sebuah restoran elite. Sementara itu, di sebuah ruangan di restoran yang sama, Yoon Pil Joo bersama temannya sedang menunggu seorang gadis yang merupakan hoobee (adik kelas) untuk dikenalkan kepada Yoon Pil Joo. Tiba-tiba, teman Pil Joo menerima telepon di luar.
Ae Jung bertemu dengan perwakilan Moon, dan menyuruh Ae Jung langsung masuk ke dalam ruangan sementara Perwakilan Moon ada urusan di luar. Ae Jung masuk ke ruangan, dan ternyata terdapat Yoon Pil Joo. Ae Jung salah masuk ruangan! Sedang Pil Joo mengira Ae Jung adalah kenalan temannya. Kesalahpahaman pun dimulai. Rupanya Pil Joo tidak mengenali Ae Jung sebagai penyanyi tenar dulu, dan tanpa basa basi Pil Joo bertanya berapa uang yang diinginkan Ae Jung? Hah!
Pil Joo : “Aku dengar kau datang kemari karena membutuhkan uang?”
Ae Jung : “Membutuhkan uang?”
Ae Jung mengira Pil Joo ingin “membeli” dirinya.
Ae Jung : “Kau sedang membeli aku?! Harga berapa kau ingin membeliku?”
Pil Joo : “Berapa yang kau inginkan?”
Ae Jung : “Berapa sebenarnya kau ingin negosiasi? Bisakkan kau memberiku 1 milyar? Kau tahu aku National Treasure!”
Ae Jung mulai emosi, Pil Joo semakin tidak mengerti dan kebingungan melihat Ae Jung mulai menanggis histeris. “Kau tahu hargaku 100 milyar!! Apa kau masih menginginkanku?!”. Ae Jung lalu menyiram air minum ke arah Pil Joo.
“Aku tidak bisa dijual 100 milyar karena aku National treasure Girl!”
Ae Jung yang sempat menangis di kamar mandi memutuskan untuk membawa satu ember air dan menuju ke ruangan Pil Joo kembali! Truly Super woman!.

Belum sempat menyiramkan air, di luar ruangan Ae Jung bertemu dengan Pewakilan Moon dan mengatakan bukan di sana ruangannya. Glek, salah ruangan! Ae Jung malu untuk meminta maaf dan langsung berlari saat Pil Joo melihat sosok Ae Jung mengintip di luar pintu. Pil Joo hanya melihat satu ember penuh air. (Pikir Pil Joo, busyet dah nie gadis sudah gila belum cukup nyiram satu gelas!).
Ae Jung memasuki ruangan yang sudah ada perwakilan Moon, tim produksi program Couple

Making, dan Kang Se Ri. Ae Jung terhenyak karena Kang Se Ri adalah pembawa acara tersebut.

Di rumah sakit, memang ide Dokko Jin mengikut sertakan Ae Jung dalam program Couple Making. Manager Dokko Jin berpendapat akan semakin memanas karena mantan satu grup berada satu program. Rupanya Ae Jung dulu juga merupakan personil dari grup National Treasure dan lebih terkenal daripada Kang Se Ri.
Dokko Jin meminta managernya untuk keluar, yang sebenarnya Dokko Jin berniat untuk mencari tahu grup National Treasure di Ipad managernya.
Ae Jung berada di toilet saat Se Ri datang untuk mengejeknya.
“Karena aku adalah pembawa acara di program itu, pasti harga dirimu terluka bukan? Maka berhentilah”ujar Se Ri. Ae Jung berusaha bersabar dan mengakui dirinya sama sekali tidak sakit hati.
=Flashback=

“Ae Jung berada di ruang ganti bersama Se Ri. Apa kau sadar masalah yang kau sebabkan?”teriak Ae Jung.
“Aku hanya bercanda, aku tidak melakukan kesalahan apapun!”jawab Se Ri sengit. Ae Jung menampar Se Ri namun sontak langsung menyesalinya.
Se Ri menangis saat managernya datang. Wartawan yang di luar ruangan langsung menyerbu masuk dan menyorot Ae Jung.
=flashback End=

Dokko Jin membaca berita mengenai Ae Jung. Ae Jung adalah seorang gangster. Ae Jung pasti didepak.
“Minta maaflah dan berlututlah Goo Ae Jung! Bagaimana bisa dia makan setelah melakukan hal tersebut? Karena membuat gagal Dokko Jin ke Holywood, Goo Ae Jung seharusnya ke neraka!”
Dokko Jin kesal dan menyadari pemberitaan yang menyudutkan Ae Jung karena dirinya.
Keesokan harinya Dokko Jin memanggil Ae Jung. Dokko Jin meminta Ae Jung memberitahu kepada khalayak publik bahwa Ae Jung dan dirinya baik-baik saja dan Dokko Jin sudah memaafkan kesalahan Ae Jung. Dokko Jin bermaksud agar publik tidak menyudutkan Ae Jung lagi.
Ae Jung pun meminta mereka berfoto agar sebagai bukti. Awalnya Dokko Jin enggan dan memasang muka masam, saat akan di jepret.. tadaa..
Ae Jung keluar untuk membuat pernyataan publik (sepertinya dengan membuat status di jejaring sosial). Sedang tiba-tiba Perwakilan Moon menghubungi Dokko Jin bahwa Peter sudah menghubunginya dan berubah pikiran untuk mengikut sertakan Dokko Jin di filmya.
Sontak Dokko Jin gembira, namun Perwakilan Moon meminta jangan disebarkan cerita bohong mengenai kecelakaannya. Prang! Go Ae Jung!
Dokko Jin panik dan mencari Ae Jung untuk membatalkan pengumumannya kepada publik. Sedang Ae Jung sudah terlanjur membuatnya. Dokko Jin lemas bercampur depresi. Ae Jung tertawa polos.

Dokko Jin seperti orang hampir mati, saat Perwakilan Moon mengabarkan pembatalan (lagi) dari pihak Peter. Lagi-lagi Ae Jung merasa bersalah kepada Dokko Jin karena Ae Jung berfikir karena kesalahaannya Dokko Jin tidak mendapatkan kontrak filmnya.
Namun Ae Jung akhirnya bergabung dengan program making couple.
Dengan lesu, Dokko Jin bertanya apakah Ae Jung masuk ke program Making Couple? Managernya mengiyakan. “Go Ae Jung pasti sangat bahagia bukan?”gumam Dokko Jin seakan tidak terima kenyataan. Dan semakin syok dan depresi saat managernya memberikan barang ‘suap’nya untuk Peter yang dikembalikan. Pupus sudah impian Dokko Jin.
Se Ri merencanakan bahwa Ae Jung akan dan harus dieliminasi pada babak pertama. Se Ri memilih seorang dokter untuk menjadi pria yang akan memilih para wanita. Pria tersebut adalah Yoon Pil Joo, yang memiliki IQ lebih dari 160! Berasal dari keluarga terpandang, tampan lagi.
Se Ri mendatangi tempat praktek Pil Joo. Se Ri kesal mulanya saat Pil Joo tidak mengenali Se Ri. Se Ri mengajak Pil Joo untuk makan siang bersama. Se Ri semakin kesal karena Pil Joo mengajaknya makan restoran yang terlalu umum, sehingga orang-orang berebutan untuk meminta tanda tangan. Pil Joo tak kalah akal dengan menelepon Se Ri sehingga terkesan Se Ri sibuk menerima telepon.
Se Ri pun mulai terkesan dengan Pil Joo!
Di lain pihak ibu Pil Joo kegirangan karena Kang Se Ri bertemu dengan Pil Joo dan lebih senang karena Kang Se Ri akan membawakan acara di program Pil Joo akan tampil.
Sedang Pil Joo terang-terangan menolak tawaran Se Ri untuk tampil di acara Making Couple, karena dirinya merasa tidak cocok. Se Ri tidak menyerah begitu saja. Se Ri meminta Pil Joo untuk mempertimbangkannya sambil memberikan dokumen untuk Pil Joo.
Tiba-tiba Pil Soo memegang tanngan Se Ri dan melihat kuku Se Ri bewarna pucat, Pil Joo meminta Se Ri menjulurkan lidah, dan Pil Joo meminta Se Ri mengurangi minum beralkohol. Se Ri malu bukan kepalang.

Di kediaman Ae Jung, seluruh anggota Ae Jung menonton acara Ae Jung yang main tebak-tebakan dengan Dokko Jin. Keponakan Ae Jung yang heran bahwa Ae Jung kenal dengan Dokko Jin iseng menelepon Ae Jung menggunakan hape Ae Jung.
Di rumah sakit, Dokko Jin menyaksikan acara Ae Jung dengan muka durja, kesal sekaligus jengkel.
Di perjalanan, Pil Joo membuka berkas yang diberikan Se Ri. Sepintas ada profil Kim So Eun juga sebagai daftar peserta Making Couple! Haha. Pil Joo pun terkejut saat melihat foto Ae Jung sebagai peserta Making Couple. Dan Pil Joo pun baru tahu bahwa Ae Jung merupakan anggota Treasure National Girl.
Pil Joo tersenyum. Betapa sangat kebetulannya!
Dokko Jin kesal saat mengangkat panggilan Ae Jung namun yang terdengar suara anak kecil sambil melemparan pertanyaan, “Kuning dan dikepalanya ada benda yang mengeluarkan listrik!”teriak keponakan Ae Jung.
“Pikachu?”jawab Dokko Jin. Ding Dong!
“Pinguin yang memakai kacamata?”
“Pororo” jawab Dokko Jin. Ding Dong! (Untung tidak salah menjawab Haroro! Haha).
Dokko Jin semakin emosi sedang Ae Jung panik karena tidak mengetahui keponakannya menelepon Dokko Jin.

Ae Jung menemui Dokko Jin di rumah sakit dan meminta maaf atas ulah Ding Dong alias keponakannya. Dokko Jin sudah mereda kejengkalannya.
“Kenapa waktu itu kau menerima panggilanku?”tanya Ae Jung malu-malu.
“Aku merasakan kau putus asa!”jelas Dokko Jin. Ae Jung berterima kasih karenanya.
Karena Dokko Jin harus memakai sepatu khusus untuk menunjang kebohongannya, dia tidak bisa mengendarai mobil, Ae Jung pun berinisiatif untuk mengantarkan Dokko Jin.
Ae Jung sepanjang perjalanan berusaha bersikap ramah namun Dokko Jin malah bersikap dingin dan menyebalkan. Sampai di kediaman Dokko Jin, emosi Dokko Jin kembali saat Ae Jung tidak sengaja menabrak Dokko Jin sehingga Dokko Jin hampir jatuh.
Dokko Jin meminta Ae Jung untuk cepat pergi.
“Akhirnya aku merasa melakukan sesuatu untukmu”ucap Ae Jung.
“Apa yang ingin kau katakan sekarang?”. Dokko Jin kembali bersikap angkuh.
“Sepertinya hidupku semakin baik setelah bertemu dengan dirimu”jawab Ae Jung tersenyum.
“Go Ae Jung! Lain kali berpura-puralah tidak mengenalku! Jangan berbicara sembarangan tentang aku! Jangan bersikap seakan-akan dekat denganku! Kau mengerti!”.
Ae Jung mengangguk. Dokko Jin meminta Ae Jung menghapus nomornya, dan sambil tertawa (evil), Dokko Jin mengusir Ae Jung.
Namun, mendadak terdengar suara telepon Ae Jung yang merupakan lagu NTG dulu. Dokko Jin merasa aneh.
Keesokan harinya, film Dokko Jin yang awalnya jeblok mendadak menjadi box office, mungkin karena pemberitaan Dokko Jin yang besar-besaran. Dokko Jin pun mulai pongah.
“Aktor yang paling tampan..Jang Dong Gun? Bukan! Aktor yang paling terkenal..Cha Seung Won? Bukan! Pria yang merajai blockbuster di Korea..Dokko Jin! Ding Dong”. Hahaha (tertawa evil egen).
Ae Jung berada di studio tv dan memberikan salam kepada salah satu sutradara. Ae Jung begitu gembira karena dapat ikut serta dalam Couple Making. Segerombolan grup penyanyi muda lewat dan mengacuhkan Ae Jung dan sutradara tersebut. Sutradara sedikit kesal.
Ae Jung pun menghampiri mereka dan menasehati mereka agar menghormati orang lain. Namun grup penyanyi tersebut terlalu angkuh dan merasa Ae Jung bukan siapa-siapa. Muncul Manager mereka yang merupakan Manager grup NTG dulu.
Ae Jung dan Pil Joo sempat berpapasan di elevator, Pil Joo langsung mengenalinya namun Ae Jung tidak menyadari.
Dokko Jin yang masih sumringah sampai di stasiun televisi. Senyumnya hilang saat bertemu dengan Ae Jung yang menyapanya. Dokko Jin sontak menyilangkan tangannya tanda jangan dekat-dekat Ae Jung! Dokko Jin pun menelepon Ae Jung dan berteriak untuk menghapus nomor Dokko Jin. Ae Jung pun dibuat kesal.
“Dasar, dia menyuruh aku untuk menghapus nomornya sedang nomor aku sendiri tidak dihapusnya!” Cerocos Ae Jung.
Tiba-tiba datang mantan managernya (manager grup penyanyi tadi) dan langsung menampar Ae Jung. “Siapa dirimu menyuruh penyanyiku untuk mengucapkan salam kepada dirimu? Apa kau pikir kau punya kualifikasi untuk memberikan kritik kepada mereka?”. Telihat para personil grup penyanyi tersenyum tersenyum puas melihat Ae Jung dipermalukan.
Dokko Jin menyaksikan semuanya. Ae Jung pun balas mengatakan kepada grup penyanyi tersebut. “Kalian seharusnya tidak begini, bagaimanapun kalian akan berakhir seperti aku, sangat menakutkan bukan? Jadi lain kali jika melihat aku jangan berfikir bisa menindas diriku, seharusnya kalian merasa takut seperti kalian melihat aku sekarang, mengerti?”

Terlihat jelas tanda tamparan di pipi Ae Jung. Ae Jung mulai menangis. Tiba-tiba telepon Ae Jung berbunyi. Dokko Jin berdebar-debar setiap mendengar lagu Ae Jung.
Dokko Jin melihat Ae Jung yang menangis tersedu-sedu. Ae Jung pun baru menyadari kehadiran Dokko Jin.
Iklan

9 pemikiran pada “[Recap] The Greatest Love/Best Love Episode 2

  1. wkwkwk, gak sabar nunggu jurus lebaynya Dokko Jin selanjutnya…
    Akang CSW, hwaiting!!…

    nuhun neng Asri buat rekapannya… big hug buat asri lah pokok na mah…aang CSWnya boleh di lihat tapi jangnan di oegang ya, wkwkwk

    Suka

  2. mantaps as, ari ngakak guling2 ntu pas aejung beraksi mau nemui dokko jin muhaha, trus itu jantunganya dokko jin bisa tuing2 gitu ya muhaha, kayaknya managernya itu salah paham, yang salah seng ri ya?

    Suka

  3. keren banget….
    nggak nyangka oppanya teh ai bisa selucu itu…
    di drama korea athena orangnya dingin, kejam (menurutku teh,mian), tetapi di drama greatest love ini beda benget….
    selamat dech bwt oppa, aq kasih julukan artsi serba bisa dan daebak bwt asri….

    Suka

  4. @anonim: Rekap biasanya lebih ringkas, kayak rangkuman, garis besarnya aja… kalo sinopsis tuh lebih detil… Tapi karena kami sering gatal tangan, kadang susah pingin nyingkat, jatuhnya walau judul rekap tapi udah bisa dianggap sinopsis..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s