[Sinopsis] The Greatest Love/Best Love Episode 8

ah~~~~~~~~HEARTHBREAK ah~~~~~~
[Sinopsis The Greatest Love EPisode 8]

Dokko Jin berjalan ditengah kerumunan wartawan menuju Goo Ae Jung dan memakaikan sepatu kekaki nya (disertai ost k. will lho!) semua wartawan langsung heboh sambil terus menyorot kejadian tersebut. Goo Ae Jung sendiri sangat terkejut, seperti biasa Dokko Jin dengan cool mengedipkan mata ke arah Goo Ae Jung. Hehe.

Setelah selesai memakaikan sepatu, Dokko Jin memberi pengumuman ke semua wartawan.
Dokko Jin: “Orang yang membeli sepatu Goo Ae Jung dengan membayar 10 juta won adalah aku, bukan hanya karena Goo Ae Jung ssi dari agensi yang sama denganku tapi juga karena MC Couple Making adalah orang yang istimewa bagiku (sambil melihat ke arah Seng Ri dan Pil Joo) jadi untuk acara ini aku menyumbang diam-diam. Tapi jadi rumit seperti ini. Aku benar-benar minta maaf”.
Wartawan1 : “Dokko Jin ssi apa semua tindakanmu benar-benar tulus??”
Wartawan2: “Lalu, kenapa kau memilih sepatu Goo Ae Jung, bukan tas Kang Se Ri?”

Dokko Jin: “Ada hal lain yang sebenarnya ingin kurahasiakan, tapi sepertinya harus kuungkapkan juga. Alasannya sangat sederhana, bersamaan dengan menyumbang 10 juta won, aku juga menyumbang seribu pasang sepatu”. Dokko Jin menjentikan jari dan mobil barang berdatangan…

“Setiap kali aku melakukan hal semacam ini, ‘Dokko Jin sang malaikat tanpa sayap’ akan jadi judul berita, ini membuatku tidak nyaman dan terbebani” (wkaka tetep narziz sampe judul berita ajah harus kaya gtu, bener-bener deh!!-rhenni) diakhiri dengan pidato ini. “Karena kini terjadi kehebohan seperti ini, aku Dokko Jin menundukan kepala sebagai permintaan maaf”. Semua wartawan tidak bisa berkata apa-apa lagi, mereka hanya manggut-manggut dan takjub. (Padahal karena ga mau kesaing ma Pil Joo mati-matian lelang paling tinggi, jadinya tragedi kali ya?? Buat Dokko Jin ahahaha)

Setelah insiden sepatu, situs internet maupun surat kabar, rame-rame membahas kejadian tersebut. Di suatu ruangan, Dokko Jin sibuk membaca beragam komentar di m2day (situs social kya twitter gitu) dihpnya.

Kala sang komentator bagus tanggapannya Dokko Jin senyum-senyum kegirangan, saat yang dibaca komentar jelek cuma bisa kesel mukanya hehe.

Dokko Jin: ”Yah secara keseluruhan tindakanku mendapat tanggapan yang bagus. Sepatumu pun jadi pembicaraan. Kalau kau terus bisa menunjukan imej yang bagus, Kau bakal bisa jadi bintang iklan.”
Go Ae Jung: ”Dokko Jin ssi, kau benar-benar melakukan hal yang baik, apa kau akan menjadi bintang iklan sepatu juga?”
Dokko Jin: ”Hmm.. idemu bagus juga. Iklan sepatu biasanya didominasi oleh atlet, tapi imej baruku ini bisa membuka kesempatan untuk itu. Aku harus membicarakannya dengan Kepala Moon.” Dokko Jin terkekeh.
Go Ae Jung: ”Oh ya tadi aku sangat kaget. Saat kau tiba-tiba muncul begitu saja, ku pikir…… ”
Dokko Jin: ”Kau pikir aku akan bilang, di depan banyak orang, bahwa aku membeli sepatumu karena aku menyukaimu?“

Go Ae Jung: ”Apa kau tidak takut bila terkait denganku akan merusak reputasimu? Kalau itu terjadi aku akan merasa sangat bersalah.’’
Dokko Jin menghela nafas, ”Karenamu, aku patah hati. Tapi membuat skandal? Otakku belum rusak…seperti yang kau bilang harus kuakui cintaku bertepuk sebelah tangan. Memang memalukan tapi kurasa ada sisi baiknya juga. Karena aku baik-baik saja. Kau tidak perlu mengkhawatirkan hal itu”.
Goo Ae Jung: ”Kalau begitu, jangan lakukan hal lain lagi seperti menghabiskan 10 juta won untuk sepatu.”
Dokko Jin kesal, ”soal itu terserah aku, itulah bagusnya cinta bertepuk sebelah tangan, bisa melakukan sesukaku. Aku tahu kau tidak menerimaku jadi aku tidak memaksamu. Itu urusanku, kau tidak perlu ikut campur.“ Dokko Jin meninggalkan Goo Ae Jung keluar.

Di luar Dokko Jin bertemu Kang Se Ri yang intinya seh, Se Ri rada kesel juga soalnya kenapa ga beli tasnya dia ajah hahaha. Dan menuduh Goo Ae Jung adalah kelemahan Dokko Jin, yang diamini oleh Dokko. Ia juga mengingatkan Se Ri untuk lebih berhati-hati memperlakukan Ae Jung. Se Ri pun ga mau kalah dia bilang karena masalah ini Goo Ae Jung akan dieliminasi dari acara CM (singkatan dari Couple Making). Mendengar itu Dokko Jin heran. Hal itu sedang dirapatkan oleh tim produksi dan Pil Joo. Jelas Se Ri dengan senyum kemenangan.

Di rapat tim Produksi CM, mereka membahas soal Go Ae Jung dengan Pil Joo yang intinya, Pil Joo harus mengeliminasi Goo Ae Jung. Tentu saja Pil Joo tidak setuju (tau dong!!) dan tim produksi memohon ke Pil Joo supaya mengerti tim produksi. Pil Joo hanya diam.

Keluar dari ruang rapat, Pil Joo bertemu Dokko Jin. JENG..JENG… (kayanya emang Dokko Jin udah nungguin deh). Mereka bicara empat mata dengan backsound kaya perang gtu. Hehe (ya khas drama korea back soundnya yang lagu seru-serunya gitu).
Yoon Pil Joo: ”Sepatu itu ternyata memang kau yang mendapatkannya.”
Dokko Jin: ”Terima kasih kepada seseorang yang menyerah… Jadi aku punya kesempatan untuk beramal”
Yoon Pil Joo: ”Mungkin kau pikir kali ini kau menyelamatkan Goo Ae Jung , tapi menurutku kau semakin menyusahkannya saja”.
Dokko Jin: ”Kalau menurutmu begitu, maka bantulah dia dalam show ini yang menjadi sumber hidupnya… jaga dia, dan jangan eliminasi dia!”
Yoon Pil Joo: ”Kalau bisa, aku akan membawa dia pergi dari dunia hiburan yang kejam ini. (WAW.. Pil Joo kau, noel-noel pundak Pil Joo haha)
Dokko Jin: ”Memang, show bisnis memang kejam. Dia sering terluka tapi dia juga terus bertahan, itulah yang yang membuatnya hebat dan menganggumkan. Kuberi tahu kau cara menyelamatkannya adalah dengan memberinya satu mawar. Jadi dalam show yang menjadi sumber hidupnya. Dia bisa bertahan sepekan lagi Oke?”, Dokko Jin pergi meninggalkan Pil Joo. Pil Joo diam memikirkan kata-kata Dokko Jin. Dan terlihat sudah mengambil keputusan dari gurat wajahnya.

Acara CM berlangsung semua staf sibuk menyiapkan property. Di panggung nona Han meyakinkan Se Ri kalau Pil Joo akan mengeliminasi Ae Jung, sedangkan Se Ri sendiri rada ga yakin.
Yang dibicarain malah sedang ngobrol dengan Ae jung. Hehe.

Yoon Pil Joo: “Apa kau baik-baik saja? Aku minta maaf karena hanya melihat dan tidak bisa berbuat apa-apa saat kau dalam kesulitan.”
Goo Ae Jung: ”Semua sudah beres dan aku baik-baik saja.”
Yoon Pil Joo: ”Aku bukan berasal dari dunia artis sepertimu, jadi aku tidak bisa melindungimu sesuai aturan main dunia itu. Tapi aku akan membantumu dengan caraku. Maafkan aku.”
Goo Ae Jung: ”Kalau kau harus mengeliminasiku, lakukan saja, aku tidak akan menyalahkanmu.”

Couple Making dimulai Kang Se Ri sebagai Mc membuka acara, Dokko Jin juga hadir disebrang sebagai penonton. Kini tiba pemberian mawar kepada peserta wanita ada tiga mawar ditangan Pil Joo sedangkan peserta ada empat. Termasuk ya, Ae Jung, jadi Pil Joo harus mengeliminasi salah satu.
Se Ri mengintruksikan ke Pil Joo untuk diberikan siapa mawar tersebut…..

Lalu Pil Joo dengan langkah pasti berjalan ke arah kanan panggung tepat didepan Ae Jung, Pil Joo memberi satu bunga. Tampak Ae Jung tersenyum simple. Sedangkan Nona Han ngedumel karena Pil Joo tidak mendengarkan permintaannya. Dokko Jin melihat hal itu tampak senang, setelah yakin Ae Jung bertahan ia lalu berbalik akan pergi.

Lalu Se Ri mengintruksikan lagi pemberian bunga ke 2 semua tampak terkejut dan heboh karena Pil Joo tidak beralih dari hadapan Ae Jung dia terus memberi bunga yang ke 2, melihat hal tersebut Se Ri tampak kesal. Dokko Jin yang belum jauh melangkah tak jadi pergi, ia berbalik kembali, dan bunga yang ke 3 diberi juga ke Ae Jung, Ae Jung terkejut dan bingung mengambil mawar seakan dia tidak yakin. Kebetulan ada wartawan di acara tersebut mereka sibuk mengambil foto.

Melihat kejadian itu Dokko Jin bilang, ”kusuruh dia untuk memberikan satu mawar saja, kenapa memberikan semua?” (wkakaka). Karena acara tidak sesuai rencana, tim memutuskan untuk break sebentar, begitu juga dengan Se Ri.

Se Ri langsung turun dari panggung dan tanpa sengaja memperhatikan Dokko Jin yang melihat monitor jantungnya berbunyi dan berubah merah. Se Ri baru sadar kalo kelemahan Dokko Jin adalah jantungnya yang sakit disebabkan Ae Jung.

Di ruang make up Ae Jung meminta penjelasan Pil Joo atas kejadian tadi. Alih-alih minta penjelasan malah Pil Joo berani menyatakan perasaan sukanya dengan jujur, dan Ae Jung hanya diam.

Di ruang lain Dokko Jin ngomel-ngomel terus menyalahkan dokter Pil Joo, belum reda oleh kecemburuan, Dokko Jin diberi tahu oleh Jae Suk kalau acara CM akan tetap ditayangkan dan menambahkan segment baru. (jadi intinya tuh acaranya ga jadi dipotong tapi ada segment baru gitu kisah mereka ngedate, ya kaya pasangan beneran gitu).

Saat diparkiran Ae Jung memikirkan kembali kejadian sepatu dan mawar, dia tidak bisa menerima sepatu (Dokko Jin) dan bingung harus bagaimana dengan si mawar (Yoon Pil Jo) karena bingung Ae Jung tanpa sadar jalan bolak- balik di tempat. Kebingungan Ae Jung disalah mengerti oleh Dokko Jin yang dari tadi mengawasinya dari dalam mobil, dikiranya Ae Jung kelewat senang dapat bunga tiga dari Pil Joo makanya jalan bolak-balik gitu. Berniat langsung tancap gas saat melewati Ae Jung agar bisa melupakannya.

Ehh malah ngerem mendadak tepat di depan Ae Jung , dilanjutkan nyetir superrr lelettt.. wkakakaka.

Melihat mobil Dokko Jin jadi lelet, Ae Jung mengetuk kaca mobil dan menanyakan keadaan mobil. Mobil langsung berhenti, menyalahkan Ae Jung yang menghentikan jalannya mobil. Dokko Jin mengajak Ae Jung masuk ke mobil karena dia ingin menceritakan kisah bunga lagi selain bunga Chamelia ( Sebenernya ini trik Dokko Jin agar Ae Jung masuk ke mobilnya tapi tetap make cara aneh bin ajaib ahahah).

Ternyata Dokko Jin memmbawa Ae Jung ke sebuah sekolah dasar. Di Sana Dokko Jin mulai bercerita..Dokko Jin: ”Judulnya adalah AZALEA….”
Goo Ae Jung: ”Oh puisi itu ya? Aku tahu koq! Ketika kau pergi karenaku, aku harus merelakanmu..(terhenti ,secara ga langsung sey itu kisahnya Dokko Jin untuk Ae Jung wkakaka)
Dokko Jin: ”Dijalanmu akan kutebar bunga azalea”
Goo Ae Jung: ”Kau tidak perlu menebar bunga”
Dokko Jin: ”Tidak, aku ingin melakukanya, bunga itu. Apakah kau menginjaknya kita lihat nanti.”

Dokko Jin curhat masa kecilnya yang tidak bisa sekolah seperti anak lain karena selalu di rumah sakit. (ini salah satu kenarsisannya Dokko Jin: “Saat ini aku sehat dan sexy… hingga kau mungkin tak bisa membayangkan saat kecil aku sakit-sakitan” wkwkwk—ai)
Dan menceritakan operasi jantung 10 tahun lalu. Dokko Jin memperlihatkan bekas operasinya dengan gaya lebay ke Ae Jung. Demi mendapat simpati dari Ae Jung, dia bercerita tentang sakit jantungnya atau HEART BREAK
“Jantungku adalah azalea yang bertabur di jalanmu, jika kau menginjaknya sedikit maka aku akan mati. Jadi berhentilah, jangan dekat dengan pria itu (=Pil Joo)”.

Ketika melancarkan serangan kasihan ke Ae Jung, tiba-tiba datang anak kecil yang meminta diambilkan bola yang jatuh dikakinya Dokko Jin. Dengan gaya Dokko Jin bersamba ria dengan bola dan menedangnya dengan kuat sampai menjebolkan ke arah lawan gawang (di sini backsoundnya piala dunia wkakaka) Ae Jung yang tadi merasa kasihan jadi sadar karena merasa dibohongi (hancur semua strategi Dokko Jin wkakaka).
Goo Ae Jung: ”Dokko Jin ssi sepertinya kau baik-baik saja!! benar juga di film mu FIGHTER, kau harus lari mengejar truk. Kulihat kau lari beberapa kilometer. Dan juga ada iklan yang memperlihatkan ototmu. Aku melihat semua di Tv…dasar kau.”

Dokko Jin: ”Jangan pikirkan semua itu. Pegang ini, lihat di sini (mengambil tangan Ae Jung menaruh didadanya).ah~~~~~ HEART BREAK…..ah~~~~ (astaga Dokko Jin.hahaah).

Goo Ae Jung: ”Tidakkah tubuhmu terlalu bagus dibandingkan azalea”
Dokko Jin: ”Ini hanya luarnya saja, luarnya saja”
Goo Ae Jung: ”Dokko Jin ssi jadi sekarang kau memanfaatkan operasimu untuk menjeratku?”
Dokko Jin: ”Aku bukan ingin menjeratmu tapi aku hanya ingin kau mengerti. Aku sakit jadi kau ingat baik-baik. Saat kau ingin menemui dokter itu pikirkan aku terbaring lemah dan kau tidak jadi pergi. Kau selalu sabar menghadapi tingkahku. Karena kau baik hati. Di sini mukanya Dokko Jin melassss bangett, Ae Jung juga jadi ikutan melas ngadepin Dokko jin. Wkakaka.

PG Kim meminta Pil Joo untuk berpartisipasi kembali di CM, karena tindakannya mungkin acara CM ratingnya akan sangat tinggi. Dan tim CM sudah mempunyai segment baru, yaitu jawaban Ae Jung atas pernyataan Pil Joo. Mendengar itu Pil Joo flashback ke percakapannya di ruang make up.
Goo Ae Jung: “Aku mengerti jika kau tidak memberiku bunga. Dan aku sangat berterima kasih dapat satu bunga darimu. Tapi kau memberiku 3 bunga sekaligus, aku tidak tahu harus bagaimana.”
Yoon Pil Joo:”Sebenarnya, aku juga tidak tahu harus bagaimana. Ini pertama kalinya aku melakukan hal seperti ini. Oh apakah kemungkinan aku langsung ditolak…?”
Goo Ae Jung:”Hfftt.. tolong beri aku waktu .”
Yoon Pil Joo:”Baiklah berapa lama?”
Goo Ae Jung:”Jangan mengucapkannya seolah aku berhutang kepadamu, hmm kalau terlalu lama bisa-bisa aku lupa dan harus bayar bunga tinggi. 3 hari tanpa bunga dan cicilan. Flashback end.
Mengingat itu Pil Joo juga meminta waktu ke PD Kim untuk memikirkannya, PD Kim mengerti dan meninggalkan Pil Joo.

Sepeninggal PD Kim, Se Ri datang menanyakan tentang putus hubungannya.
Kang Se Ri: ”Aku pernah bilang padamu soal putus hubunganku, ya kan? Ada orang ke tiga dia antara aku dan Dokko Jin. Orang ketiga itu adalah Ae Jung onnie”. Melihat ekspresi Pil Joo yang tidak kaget Se Ri heran. “Kau tidak kaget?”
Yoon Pil Joo: ”Aku sudah tahu.” (wkakaka)
Kang Se Ri: ”Kau sudah tahu tapi, kau tetap memberi semua bunga itu!!” nada suara Se Ri naik.
Yoon Pil Joo: ”Aku ingin memenangkan hati Goo Ae Jung yang sedang bimbang. Sampai aku mendapatkan perhatian Goo Ae Jung. Ku harap kau tidak ikut campur dan membuatnya susah, Kang Se Ri ssi!”. Meninggalkan Se Ri yang terbengong ga percaya kali ya? 2 orang cowok yang menarik perhatiannya semua suka sama Ae Jung.hehe

Malam itu 3 tokoh utama kita memikirkan perasaan masing-masing Dokko Jin menenangkan jantungnya, Pil Joo terus memperhatikan 2 pulpennya dan Ae Jung membaca kembali puisi AZALEA. (aku tulis mumpung ada hehe, denger-denger ney puisi terkenal banget di Korea)

Ketika kau pergi lelah karenaku
Aku harus merelakanmu dalam diam
Dari gunung Yakin Yongbyon
Kukumpulkan segengam bunga azalea
Dan kutebar dijalanmu
Selangkah demi selangkah, bunga-bunga itu
Kau injak perlahan, seiring langkah kepergianmu
Ketika kau pergi lelah karenaku,
Meski harus mati, takkan kubiarkan
Setetes pun air mataku jatuh

Goo Ae Jung: ”Tadinya kupikir puisi ini tentang kepergian kekasihnya, ternyata maksudnya meski dia mati dia tidak akan melepaskan kekasihnya. (pas kan buat Dokko Jin, hong sister nomu nomu chuae.. ^^-rhenni)

Dan benar saja acara CM mendapat rating yang tinggi, dimana-mana orang menontonnya. Ibu Pil Joo cuma bisa nangis histeris saking keselnya haha.

Di Keluarga Ae Jung, juga menonton Acara CM, tapi pikiran mereka pada melayang kemana-mana. Ayah Ae Jung membayangkan kotak obat ditambah daging panggang pemberian ibu Pil Joo. Bingung harus bagaimana menjelaskanya sedangkan pemberiannya sudah digunakan hehe. Ae Hwan membayangkan mobil mewah dan album Ae Jung yang akan terkenal. Ae Jung sendiri membayangkan cowok yang pedekate sama dia antara Dokko Jin VS Yoon Pil Joo. Tidak ketinggalan Hyung Kyu juga ngebayangin persahabatan dia dengan Dokko Jin

Karena rating acara CM yang menjulang, kini timnya CM mendapat kesempatan untuk menambah segmen, tidak hanya segmen di terima atau tidaknya Pil Joo oleh Ae Jung, tapi juga segmen acara kencannya (mereka PD kalau Ae Jung gak bakal nolak Pil Joo). Nona Han khawatir keduanya takkan setuju.

Dan inilah respon dari Kepala Moon, kepala agencynya Ae Jung, ia menyarankan Ae Jung melakukan segment baru acara CM dan menyuruhnya untuk memulai hubungan dengan Pil Joo karena dengan begitu lama kelamaan citra Ae Jung yang buruk sebagai artis bisa berubah jika Ae Jung benar-benar berpacaran dengan Pil Joo. Ae Jung cuma menunduk dan mengikuti saran kepala Moon.

Di rumah sakit Pil Joo, datang ayah Ae Jung yang berniat memberi penjelasan kepada ibu Pil Joo tentang identitasnya sebagai ayah kandung Ae Jung bukan ayah Se Ri, belum sempat memberi penjelasan ibu Pil Joo langsung curhat dan menjelek-jelekan Ae Jung. Syok denger anaknya dijelekin oleh lawan bicaranya, ayah Ae Jung langsung naik pitam, balik menjelekan Pil Joo haha. Ibu Pil Joo heran, “Ayah Kang Se Ri!!”
Ayah Ae Jung dengan marah memberitahu kalau ia ayahnya Ae Jung. Ia juga mengancam ibu Pil Joo tidak akan memberi restu anaknya, belum puas mengancam, ayah Ae Jung menendang poster Pil Joo dan pergi meninggalkan ibu Pil Joo sambil ngedumel, ibu Pil Joo cuma bisa kesal dan mendirikan kembali poster kesayangan anaknya.

Kita ke rumah Dokko Jin, dia juga menonton rerun acara CM dan Jae Suk datang.
Jae Suk: ”Hyungnim aku datang. Wah acara ini ditayangkan lagi.”
Dokko Jin: ”Dengan semua tayangan ini. Berarti lebih dari separuh penduduk Korea sudah melihat Goo Ae Jung, ya kan?”

Jae Suk: ”Ya,jadi sekarang Tim CM membuat segment khusus untuk mereka berdua”.
Mendengar itu Dokko Jin kaget “apa?”.
”Semacam dokumenter kencan sebenarnya. Karena mereka sekarang sangat terkenal, kalau segment itu ditayangkan pasti rating akan sangat tinggi hahaha”. Tawa Jae Suk terhenti saat melihat wajah Dokko Jin yang udahh betee banget.
“Dasar kau!”kata Dokko Jin.
Jae Suk: ”Mereka mungkin akan dapat perhatian sejak kencan pertama”.
Dokko Jin kaget lagi “kencan pertama?”.
Jae Suk menjelaskan lagi. “Kalau mereka kencan secara terbuka, mereka mungkin akan lebih menyukai dan perhatian satu sama lain daripada di CM”.

Mendengar penjelasan Jae Suk. Dokko Jin langsung berkhayal mereka berkencan romantis, dalam khayalan Dokko Jin pertama : Ae Jung duduk berdua dengan Pil Joo sambil makan gulali saling menyuapi.
”Dan mereka mungkin akan pergi berlibur bersama”. Di sini penjelasan Jae Suk jadi backsound khayalan Dokko Jin, khayalan kedua: Ae Jung dan Pil Joo makan malam romantis. “ dan highlightnya adalah … malam pertama”.
khayalan yang ketiga paling spektakuler: Ae Jung dan Pil Joo menggunakan baju tidur, mereka meminum red wine dan mereka saling berdekatan untuk berciuman. Belum sempat berciuman Dokko Jin menghancurkan khayalan tadi (haha ga sanggup dia) Dokko Jin langsung mematikan TVnya.
Dokko Jin: ”Bagaimana bisa mereka menayangkan itu di TV? Kalau mereka melakukannya aku akan menuntutnya!”

Jae Suk: “Yah kalaupun itu benar-benar terjadi, mungkin tidak akan ditayangkan. Aigo sayang sekali” Dokko Jin menatap Jae Suk kaya tatapan misil dengan alis terangkat satu. (lagi-lagi parody misil diputer lagi hahaha) ditatap seperti itu Jae Suk langsung pura-pura sakit perut dan kabur wkakaka.

Dokko Jin frustasi angka di monitor jantungnya kembali naik lagi.

Ae Jung dan Ae Hwan berunding lagi, mereka memikirkan perkataan Kepala Moon yang ada benarnya juga.
Goo Ae Hwan: ”Tadinya kukira Pil Joo orang yang lembut, tapi kenapa tiba-tiba menyerang begitu ya?” lalu Ae Jung mengingat kembali percakapanya di ruang make up. “Aku merasa, aku harus melindungimu Ae Jung ssi”.
Goo Ae Jung : ”Apa aku terlihat begitu lemah?”
Goo Ae Hwan: ”Ae Jung kau akan bertemu dengan Pil Joo dan mendiskusikan acara itu hari ini kan?”
Goo Ae Jung: ”Iya kami harus bertemu”. Diam –diam Dokko Jin menguping pembicaran kedua saudara itu .

Dengan sekuat tenaga melarang anggota tubuhnya mendekat tapi tetep aja dengerin, pertarungan fisik dan batin.

Tiba-tiba Ae Jung menoleh ke belakang, dengan sigap Dokko Jin langsung sembunyi kembali. Dokko Jin: ”Kalaupun kutebar bunga azaleanya, sepertinya Goo Ae Jung akan menginjak semuanya”.

Di rumah sakit Pil Joo bekerja tidak konsentrasi, dia terus saja buat kesalahan dan mengeluarkan keringat dingin. Suster pun senang melihatnya karena sebelumnya Pil Joo selalu sempurna seperti bukan manusia, namun kali ini dapat melihat juga sisi manusianya. (nerveous bakalan nerima jawaban Ae Jung ciee…:D).

Dokko Jin masuk ke kantor dengan keadaan lemas tapi berubah saat melihat Ae Jung duduk manis sibuk menandatangani fotonya,muka Dok Go Jin langsung cerah haha.
Goo Ae Jung:” Dokko Jin kau datang juga?”
Dokko Jin:”Apa yang kau lakukan?”
Goo Ae Jung:”Aku hanya memberi tanda tangan untuk sepatu yang kamu sumbangkan”.
Dokko Jin: “Hanya tanda tanganku saja yang diperlukan, kamu tidak usah”.
Goo Ae Jung:”Begitu, kalau begitu aku pergi saja”.
Dokko Jin:” TIDAK..TIDAK..TIDAK…salah satu anak dari seribu itu, mungkin akan menginginkan tanda tanganmu.” Ae Jung duduk kembali. “ Nice Gu Ae Jung , jangan pergi dan tanda tangani saja”. Baiklah kata Ae Jung. Dokko Jin duduk dan mulai basa-basi.
Dokko Jin:” Goo Ae Jung aku senang menontonmu di acara itu.. (Boong padahal dimatiin) kamu terlihat professional”. “Apa maksudmu?”jawab Ae Jung. “Menerima tiga bunga, tapi tetap tenang dan professional. Itu hebat sangat hebat”. Dokko Jin tertawa dan memberikan kedua jempol buat Ae Jung dengan gaya lebaynya haha.

Goo Ae Jung:” Kelihatanya begitu, padahal aku sangat gugup” mendengar pernyataan Ae Jung, Dokko Jin langsung diam. “Kalau aku memakai alat itu (jam jantung Dokko) mungkin angkanya jadi 120”.
Dokko Jin: “Kalau sampai 120, kau pasti merasa mual dan deg-degan. Dia pasti merasa bersalah karena sudah berbohong soal pena dulu itu”.
Gu Ae Jung : “Mungkin, kebohongannya disebabkan perasaan yang sebenarnya”.
Dokko Jin: “Aku seharusnya tidak membuang pena waktu itu”. Mendengar Ae Jung yang terus membela Pil Joo. Dokko Jin langsung nerusin tanda tangan dengan super cepat.
Gu Ae Jung: “Wow kamu sudah terbiasa memberi tanda tangan ya? Jadi bisa secepat itu. Sepertinya ini akan cepat selesai”. Dokko Jin langsung berubah, sekarang tanda tangannya jadi super lelet haha. Karena ga mau ketahuan pengen lama-lama sama Ae Jung, Dokko Jin bilang kali ini dia ingin memberi tanda tangan dengan detail dan penekanan supaya fansnya senang.

Di Restoran Jenny ada Jae Suk dan Ae Hwan yang membicarakan popularitas Ae Jung yang sekarang sedikit berubah meningkat. Dan Ae Hwan bertanya mana yang di pilih Jenny antara dirinya dan Jae Suk.lalu mereka memasang tampang imut hahaha. dan inilah jawaban Jenny

Jenny: ” Aku ingin semuanya….ang…..”. “Dasar gadis jahat”jawab Ae Hwan dan Jae Suk bersamaan. (dasar Jennynya aja kemaruk haha–ai)
Tiba-tiba Se Ri datang.

Kang Se Ri: “Senang bertemu kau lagi Jenny onnie”. “Kenapa kau ke sini?”balas Jenny . “Hanya penasaran kalau-kalau Ae Jung onnie ada di sini”.
Jenny: “Ae Jung tidak ada di sini.
Kang Se Ri: “Oh.. apa dia di rumah Dokko Jin?”.

Kita kembali ke Dokko Jin sama Ae Jung. Dokko Jin memperhatikan tanda tangan Ae Jung. “Apa itu? “, Melihat tanda tangan Ae Jung.
Goo Ae Jung: “Oh ini adalah daun clover berhelai empat. Aku menggambarnya untuk orang yang menerima sepatu, agar mereka beruntung”.
Dokko Jin: “Kekanakan sekali, lebih bagus kalau kamu memberi uang disetiap kotaknya”.
Goo Ae Jung: “Di hari debutku , salah satu anggota Min Ah memungut daun clover berhelai empat. Dan setelah itu kami menang. Itulah sebabnya aku percaya daun clover berhelai empat benar-benar membawa keberuntungan”.
Dokko Jin: “Toh akhirnya kalian bubar, tapi kenapa kau jadi begitu dibenci?”
Goo Ae Jung: “Seperti yang ada diberita aku menampar Se Ri dan jadi dibenci orang. Apa kau sungguh menamparnya? Iya. Aku marah dan tanganku terangkat begitu saja.
Dok Go Jin: “Kalau begitu, seharusnya kau menamparnya saat tidak ada orang”.
Gu Ae Jung: “Setiap kali aku melihat Se Ri, aku selalu teringat dengan kejadian itu jadi rasanya aneh dan tidak nyaman”.

Kita ke Restoran Jenny lagi.
Jenny: “Dokko Jin menyukai Ae Jung tapi Ae Jung tidak menyukainya. Dan Ae Jung akan bahagia dengan Yoon Pil Joo. Kalaupun kau putus dengan Dokko Jin tidak ada gunanya. Jangan libatkan Ae Jung didalamnya”.
Kang Se Ri: “Kenapa? Kalau kabar putusnya aku dengan Dokko Jin beredar aku akan bilang salah satu penyebabnya adalah Ae Jung onnie”.
Jenny: “Kau benar-benar licik. Apa kau tidak ingat, betapa Ae Jung menyayangimu?”
Kang Se Ri: ” Aku hanya ingat ketika dia menamparku. Jenny mulai marah, “kau pikir kenapa dia melakukan itu? Kau lupa apa yang terjadi dengan Min Ah? Gara-gara kau Min Ah pingsan karena sakit. Itulah sebabnya.. Ae Jung marah padamu”.
Kang Se Ri: “Kenapa kau mengungkit cerita lama tanpa bukti dan saksi? “
Jenny: “ Baiklah, kalau Min Ah muncul buktinya akan terungkap. Dan ini bukan lagi ‘cerita lama’ ya kan?”ancam Jenny

Dan benar saja Min Ah, malam itu muncul di rumah sakit Pil Joo. Tadinya Pil Joo ga ngeh eh setelah diperhatikan dia adalah orang yang dihindari Ae Jung.
Min Ah: ”Tadinya aku berencana pindah rumah sakit dan tidak kembali lagi. Setelah melihatmu di Tv, aku ingin menghindarimu. Tapi setelah membaca berita tentangmu, kurasa setidaknya aku harus bertemu denganmu satu kali. Karena kamu akan menjadi orang yang penting bagi Ae Jung onnie”.
Yoon Pil Joo:”Kau datang karena Ae Jung?”. Pil Joo heran.
Min Ah:”Ya.. dulu namaku Han Min Ah . Aku adalah salah satu anggota NTG seperti Ae Jung onnie”.

Kembali lagi ke restoran Jenny
Jenny: “Tidakkah kau berpikir Min Ah yang mengirimnya?” Jenny memberi paketnya ke Se Ri. “Dia sudah lama menghilang”jawab Se Ri yang pura-pura tenang.
Jenny: “Meski begitu kalau kau menyakiti Ae Jung, kamu pikir dia diam saja?”
Se Ri mengingat lagi masa lalunya, dia menaruh obat dan menambahkannya dengan minuman kaleng. Awalnya minuman itu akan diberikan ke Ae Jung tapi Min Ah datang dan mengatakan dia tidak enak badan, dan minuman tadi diberikan ke Min Ah. Setelah diminum Min Ah, dia terjatuh dan kesakitan. Se Ri yang datang kebingungan salah target dia Flashback end.

Jenny:“Kaulah penyebab semuanya, tapi Ae Jung yang bertanggung jawab dan menyelesaikan semuanya. Kau seharusnya berterima kasih karena dia melakukan itu demi kau. Kalau kau berbuat yang tidak-tidak, aku akan menemukan Han Min Ah, dan menceritakan semuanya”.
Kang Se Ri: “Aku tidak tahu kalau Min Ah sakit parah. Dan aku tidak tahu Ae Jung onnie akan membiarkan semuanya berakhir seperti itu”.

Kita kembali ke Ae Jung dan Dokko Jin.
Goo Ae Jung: “Kupikir-pikir lagi selalu ada kesalapahaman anatara aku dan Se Ri. Karena kami semua perempuan, kami mulai dekat, dan rahasia pun terbentuk. Tapi kami tidak bisa beberkan semuanya. Kesalahpahamannya jadi semakin rumit.
Dokko Jin terus menyimak cerita Ae Jung.”Rahasia apa?. Ae Jung hanya diam.
“Rahasia apa?. “Yang namanya rahasia ya tidak pernah dikatakan”jawab Ae Jung. (bener juga ya hehe)
Dokko Jin: “Seperti orang bodoh, kau tidak bisa mengatakan apa yang kau inginkan. Jadi kau menutupi semuanya?”
Goo Ae Jung : ”Waktu itu, kupikir aku bisa bertanggung jawab atas semuanya. Aku tidak tahu kalau akhirnya aku akan dibenci selama 10 tahun”.
Dokko Jin:”Meskipun kau dicaci banyak orang, kenyataannya kau berhasil bertahan dan melalui itu semua selama 10 tahun , kurasa itu hebat sekali”.
Goo Ae Jung: “Sekarang kau memujiku dengan mulut itu? ( maksudnya koq bisa juga Dokko Jin ngomong seperti itu, biasanya kan ngomong kasar mulu ^^ haha)
Dokko Jin: ”Kau pernah tanya, apa aku takut jika jadi sepertimu? Kuakui, aku takut. Tapi karena kau berhasil melalui situasi yang mengerikan itu. Aku malah mengkhawatirkanmu ke depanya? Aku selalu menoleh dua kali ke arahmu”.
Goo Ae Jung :”Apa aku terlihat menyedihkan?
Dokko Jin: “Tidak. Aku bukan bersimpati. Ehmmm apa ya namanya? Kata yang tepat”. Sambil berpikir “Empati”jawab Ae Jung. “Din Dong”jawab Doko Jin. Mereka berdua tersenyum.

Ae Jung mengambil botol minuman yang bergambar Dokko Jin dan menaruhnya dipipinya untuk mendinginkan. Kali ini botolnya yang bertuliskan yang ditempel dipipi , tapi Dokko mengganti letaknya sehingga yang bergambar Dok Go Jin ada dipipinya hehe^^.

Mereka kelihatan akrab, kejadian itu dilihat Se Ri yang baru pulang dari restoran. Dalam hati Se Ri : “Kalau Ae Jung onnie menyukai Dokko Jin, maka aku harus pertahankan sekuat tenaga dan tidak kubiarkan pergi. Lalu usaha Pil Joo akan sia-sia sepertiku”.( ihh jahat ) Se Ri menemui kepala Moon mengutarakan keinginanya tidak akan putus dengan Dokko Jin dan mengancam direktur Moon akan memanggil wartawan sambil menangis jika diputuskan sebelah pihak.

Min Ah menyuruh Pil Joo untuk menjaga Ae Jung yang merupakan penyelamatnya, Min Ah memberi tahu Pil Joo kesukaan Ae Jung . Di kantor Ae Jung dan Dokko masih sibuk tanda tangan. Lalu tiba-tiba hp Ae Jung berbunyi ,ternyata telepon dari Pil Joo.

Selama Ae Jung mengankat telepon Dokko Jin sibuk nguping pengen tahu ngomong apa. Karena jawaban Ae Jung hanya menjawab iya..iya …iya selama tiga kali. Dan Dokko Jin kembali berkhayal lagi apa yang dikatakan Pil Joo sampai Ae Jung cuma jawab iya sebanyak 3 kali, inilah khayalannya:

Yoon Pil Joo:”Kenapa kau tidak datang? Apa Dok Go Jin menahanmu?
Gu Ae Jung:”Iya”..
Yoon Pil Jo:”Apa dia minta dikasihani?”
Gu Ae Jung: “Iya”..
Yoon Pil Joo :”Aishh orang itu, acuhkan saja orang itu dan cepat ke sini?”
Gu Ae Jung: “Iya..”
Yoon Pil Joo: “Aku tunggu ..iya…” khayalan selesai.

Dokko Jin merasa keki karena Ae Jung terus melihat jam tangannya, akhirnya Dokko Jin menyuruh Ae Jung menjawab iya saja dari pertanyaan Dokko Jin.
Dokko Jin:” Sudah kubilang jantungku seperti bunga azalea ya kan?”
“Iya..”jawab Ae Jung.
“Sudah kubilang jangan menginjaknya dan pergi kan?”
“Iya..”. Tapi kau sudah menginjaknya sekarang? kalau kau pergi begitu saja, mungkin itu lebih baik bagiku ya kan? Jadi kau pergilah” .
“Iya..”

Ae Jung ragu-ragu meninggalkan Dokko Jin dia menegok ke belakang dan Dokko Jin kembali melanjutkan tanda tangan dengan cepat plus kesel..hehe. Padahal percakapan ditelpon yang terjadi seperti ini:
Yoon Pil Joo: ”Apa kau sibuk?”. “Iya..”. “Kalau begitu kau akan terlambat ya?”. “Iya..”. “Telepon aku kalau sudah sampai.?”. “Iya..” itulah percakapan sebenarnya.

(Dokko Jin ga canggih ney ngupingnya hehe). Pil Joo menunngu Ae Jung di depan rumahnya dan membawa roti berbentuk daun clover berhelai empat (rahasia kesukanaan Ae Jung yang diberi tahu Min Ah) di studio Dokko Jin memandangi foto Ae Jung dan menyejajarkannya dengan foto dirinya.

Pil Joo menelpon Ae Jung menanyakan keberadaannya, padahal Ae Jung sudah di depan matanya. Yah Pil Joo kaya buat kejutan gtu tau-tau ada di depan matanya hehe.

Pil Joo mengajak Ae Jung ke restoran Jenny. Setelah sampai di restoran Pil Joo menaruh roti di meja.
Yoon Pil Joo: “Katanya roti ini enak sekali. Aku mendapatkannya sebagai hadiah di rumah sakit”.
Ae Jung:”Aku sangat menyukai roti semacam ini. Ini dari tempat yang sama”.
Yoon Pil Joo:”Benarkah ? pura-pura terkejut ^^.
Goo Ae Jung: ”Iya.. waktu aku masih jadi NTG, tempatnya ada di depan tempat tinggal kami. Tempatnya sangat jauh dari sini jadi sudah lama sekali aku tidak memakannya. Senang sekali melihatnya lagi”.
Yoon Pil Joo : “Syukurlah kau menyukainya. Ini silahkan”. Pil Joo memberikan roti pada Ae Jung.
Goo Ae Jung : “Ahh ini harus dibagi. Bentuknya kan seperti daun clover. Aku tidak bisa menghabiskan semua keberuntungannya sendirian. Aku harus berbagi, silahkan”. Ae Jung membelah roti menjadi dua dan memberikan kembali ke Pil Joo.

Yoon Pil Joo:”Kalau begitu, akankah terjadi sesuatu yang baik padaku malam ini?” Sambil menunjuk Ae Jung. “Kaulah keberuntunganku”. (ohh SO SWEAT….. ^^)
Goo Ae Jung: “Terima kasih sudah menganggapku sebagai keberuntunganmu. Yoon Pil Jo ssi juga keberuntunganku. Kau adalah daun clover berhelai empat terbaik. Tapi, sekarang ini bunga sakura dan chamelia bermekaran dan azalea bertebaran di mana-mana. Jadi aku tidak bisa lihat daun clovernya.
Yoon Pil Joo: “Ya, dia biasa saja dan tidak begitu lucu. Jadi dia tidak bisa mendapatkan hati seseorang semudah itu. Tapi diantara semua roti, ini yang terbaik”.
Goo Ae Jung:”Hatiku dipenuhi bunga kedengarannya gila ya? Mungkin dengan waktu perlahan-lahan, aku mengetahui ini (menunjuk roti clover , perumpaan Pil Joo) adalah yang terbaik kan?”
Yoon Pil Joo: “Kalau begitu, haruskah kita menunda waktu yang sudah kita sepakati? Kalau terlalu sulit untuk memulainya sekarang. Bagaimana kalau dimulai pada acara itu? “
Goo Ae Jung: “Di mulai acaranya??
Yoon Pil Jo: “Goo Ae Jung ssi, kau bisa menjalani acara itu sesukamu. Aku akan ada di sampingmu sebagai aku yang sebenarnya. Aku tidak rugi apa-apa. Pada akhirnya jenis roti ini ya ng terbaik kan?”jawab Pil Jo dengan getir.

Di rumah, Dokko Jin memandangi pohon kentangnya.
Dokko: ”Kau tumbuh lebih cepat dari dugaanku. Kalau kau terus tumbuh dan beracun. Apa kau akan mati? “ Dokko Jin bangkit, tiba-tiba dadanya kembali sakit, tapi jam jantung masih keadaan normal. Paginya Dokko Jin pergi ke rumah sakit ingin menemui dr. Joeng. Dokter yang melakukan operasi 10 tahun lalu. Tapi dr. Joeng tidak ada, sedang ada operasi lain jadi Dokko Jin menunggu di ruang dr. Joeng. Bosen menunggu ,Dokko Jin mulai geratak melihat-lihat yang ada di ruang itu.
Dan menemukan album CD NTG.

Lalu suster datang memberi tahu Dokko Jin kalau dr. Joeng ada operasi darurat lagi dan pergi menggunakan helicopter, jadi Dokko Jin tidak bisa bertemu hari ini. Mendengar penjelasan suster Dokko Jin langsung kesal dan melempar CD NTG ke meja.
Melihat CD yang dilempar suster memberitahu kalau dr. Joeng suka sekali mendengar lagu grup wanita untuk mengurangi kegugupan saat opersai . Dokko Jin mulai menyadari sesuatu.

Dokko Jin: “Lalu saat operasi jantung,bisa jadi dia menyetel lagu Thump-Thump “.
Suster: “Ya, tapi akhir-akhir ini dia jarang menyetel music saat operasi. 10 tahun lalu dia sering melakukan itu apalagi saat lagu itu terkenal. Dia selalu menyetelnya”jelas suster.
Dokko Jin langsung menyadari dan berlari ke atap rumah sakit mengejar dr. Joeng sampai diatas gedung. Dokko Jin meminta konfrimasi.

Dokko Jin :” Dokter..dokter.. ini aku Dokko Jin. Dokter apa kau selalu mendengarkan lagu Thump-Thump dari NTG 10 tahun lalu saat operasiku?”
Dr.Joeng: “Apa? Aku tidak ada waktu untuk bercanda sekarang. Aku harus menyelamatkan jantung seseorang sekarang”.
Dokko Jin: “Ini masalah penting tentang jantungku. Tolong diingat-ingat. Apa kau mendengar lagu Thump-Thump saat mengoperasiku?” dr. Joeng diam dia mengingat operasi 10 tahun lalu.
Dr. Joeng: “Benar, aku mendengarkan lagu itu saat mengoperasimu.
“Kau yakin?”tanya kembali Dokko Jin.
“ Operasimu adalah yang paling berkesan dalam hidupku. Aku mengingat semuanya yang terjadi waktu itu”. “Benarkah? “ Dokko Jin tampak lega dan senang. dr Joeng pergi dengan helicopter, Dokko Jin melambai senang kepergian dr. Joeng. Dokko Jin akhirnya bisa bernafas lega ia akhirnya tahu alasannya, dia membuang kaset NTG sambil teriak “ GOOD BYE………”

Ae Jung datang ke kantor MC untuk menyetujui mengikuti acara MC. Ae Hwan menyarankan agar menerima Pil Joo karena lebih baik, mungkin dengan itu Dokko Jin bisa melupakan semua.

Tiba-tiba Jae Suk datang memberi kabar kalau Dokko Jin pergi ke rumah sakit. Ae Jung kaget
“Jadi dia benar-benar sakit?” . “Dokko hyungnim sangat benci rumah sakit”. Kalau dia mau pergi berarti sakitnya memang parah”.

Ae Jung duduk sendiri mengingat kembali pernyataan Dokko Jin yang sakit jantungnya. Lalu Ae Jung berbicara pada sepatu ungunya.
“Kau tidak bisa menginjaknya dan pergi begitu saja ya kan?. Kau khawatir kalau dia sakit ya kan? Kau merindukannya ya kan? Ding dong” .
Ae Jung bergegas ke rumah Dokko Jin tetapi ragu-ragu sampai di depan rumahnya.
”Apa akan terbuka jika ku pencet 6090. Bagaimana ini” dari belakang Dokko Jin datang sambil bersiul “ Goo Ae Jung’’panggil Dokko Jin dengan gaya coolnya.

Sampai di dalam rumah
Goo Ae Jung: “Kudengar kau sakit. Apa kau tidak apa-apa?
Dokko Jin: ” Sebelum itu, aku harus memastikan sesuatu terlebih dulu.

Dokko Jin menelpon Ae Jung. Terdengar ringtone “Thump-Thump”. Dokko Jin melihat lagi monitor jantungnya yang masih normal lalu mematikan panggilan.
Dokko Jin: ”Sepertinya aku sudah kembali normal. Lihat ini tetap 60-90 kan?
Goo Ae Jung :”Benar. Kalau begitu kau baik-baik saja kan?
Dokko Jin: “Benar ada kabar yang sangat bagus untukmu”.
“Apa?” tanya Ae Jung.
”Jantungku tidak akan berdetak lagi karena kau lagi”jelas Dokko.
“Kenapa?? “
“Aku tidak akan bingung lagi karena kau?”.
“Kenapa?”
“Hanya ada satu jawaban apa menurutmu?“ Goo Ae Jung diam sebentar dan menunduk mencerna perkataan Dokko Jin.

Goo Ae Jung : “Apakah..kau tidak menyukaiku lagi? Dokko Jin menunjuk Ae Jung dan menjawab, “Ding dong”.

Tobee continueeeee..

written & pictures by Rheni Rf @pelangidrama
edited by Ai Rf @pelangidrama

Iklan

7 pemikiran pada “[Sinopsis] The Greatest Love/Best Love Episode 8

  1. he.eh mbak rhenni and violet, daebak bener hong bersaudara!!! >______<
    awalnya bikin ngakak, eh terakhirnya episode ini bikin melas haha..
    APPA!ADA YANG SALAH KALI, KOK DIRIMU BISA BEGITU???
    EEEEH, JANGAN BUKA-BUKA.AN! ^^

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s