[Sinopsis J-Drama] Kurosagi Episode 2

Ogenki desuka minasan? Domo Arigato buat semua yang dengan setia mengikuti kisah Kurosagi. Semoga tulisanku tidak mengecewakan dan dapat dimengerti oleh readers semua. Langsung ajah cekriprot ke TKP:


“Apa yang akan kau lakukan,jika teman baikmu menjadi seorang penipu?, Jika Kuorsagi akan melakukan seperti cerita kali ini muhaha”

“Ada tiga macam penipu di dunia ini, yang pertama adalah orang-orang yang menipu uang orang lain adalah Shirosagi, yang kedua adalah orang yang memanfaatkan kecantikannya sendiri untuk menipu disebut Akasagi. Dan yang terakhir adalah orang yang hanya menipu Shirosagi dan Akasagi. Penipu terbaik sepanjang sejarah, namanya adalah Kurosagi.”

Episode 2

Kurosagi sedang berjalan-jalan di toko buku, lalu dia berpapasan dengan seorang anak laki-laki. Anak laki-laki itu berhenti dan menyapa Kurosagi.
“Kurosaki (nama asli Kurosagi)?”tanya anak lelaki itu, Kurosagi menoleh karena merasa dirinya dipanggil.
“Benarkah, kau Kurosaki?”tanya anak lelaki itu dengan tatapan terpana.
“Hey, kita berada di sekolah bersama-sama di kelas 10, ingat?”tanyanya lagi, Kurosagi terdiam, ia mencoba mengingat-ingat.

“Satoshi?”ucapnya. Anak lelaki yang bernama Satoshi itu langsung memeluk Kurosagi
“Oh, wow, ini sungguh kau! Kurosaki!”ujarnya.
“Kau tiba-tiba menghilang! Apa yang terjadinya?”tanya Satoshi lagi, Satoshi menangis di pelukan Kurosagi, sementara itu Kurosagi hanya diam saja tapi otaknya berpikir.

Kurosagi dan Satoshi pergi makan bersama. Satoshi menanyakan kenapa Kurosagi tiba-tiba keluar dari sekolah dan menghilang.
“Kau bahkan tidak mengatakan apa-apa sebelum pergi, bukankah sungguh kejam?”kata Satoshi, Kurosagi tetap diam dan menyentuhkan gelasnya pada gelas Satoshi lalu meminumnya, begitu juga Satoshi.
“Kau masih sama, tidak banya bicara”ucap Satoshi, lagi-lagi Kurosagi hanya diam mendengar ocehan Satoshi.
“Kau mungkin masih sendirian di sisi lain pagar”tanya Satoshi.
Kurosagi kembali mengingat masa sekolahnya dulu.
Flashback

Di mana saat itu ia berbaring disamping pagar lapangan basket. Saat itu Satoshi melemparkan bola ke arah pagar sehingga mengganggu Kurosagi yang sedang bersantai.
“Mengapa kau selalu di sana?”tanya Satoshi, Kurosagi tetap diam tak menjawab, lalu Satoshi memutuskan untuk mencobanya sendiri, ia melompati pagar dan berbaring di dekat kepala Kurosagi. Akhirnya Satoshi tahu bagaimana asyiknya menatap langit.
“Jadi seperti ini”ucap Satoshi,Kurosagi pun tersenyum.
End of Flashback

“Waktu itu, aku tidak cocok dengan yang lain, tapi ketika aku berada di atap denganmu, melihat langit, aku merasa sungguh nyaman”ujar Satoshi, Kurosagi tersenyum mendengarnya.
“Apa yang kau lakukan sekarang? Kau seorang murid?”tanya Satoshi (Ini anak banyak nanya, padahal dicuekin dari tadi, hehehehe), Kurosagi jadi gugup mendengar pertanyaan Satoshi.
“Aku pekerja paruh waktu, kau?”tanya Kurosagi.
“Aku bekerja untuk sebuah perusahaan bersama kakak laki-lakiku”jawab Satoshi
“Perusahaan? Mengagumkan”ucap Kurosagi. Mereka melanjutkan kegiatan makan dan bercanda mereka.

Satoshi dan Kurosagi akan berpisah, mereka saling berjabat tangan dengan gaya lelaki.
“Aku akan menghubungimu lagi segera, jangan jadi orang asing ya? Karena kita akan bersama-sama lagi, sampai jumpa”kata Satoshi.
“Sampai jumpa”kata Kurosagi.

Di lain tempat Toshio sedang membuat teh, ia memasukkan banyak gula, lalu seorang wanita yang bernama Hayasa menghentikannya dengan berkata kalau itu tidak baik untuk kesehatannya. Toshio malah tertawa sambil meneguk tehnya dan berkata “Aku bertanya-tanya apa yang akan terjadi, Aku sungguh tidak peduli”.
“Jangan katakan itu, aku membutuhkanmu sehat” kata Kurosagi yang tiba-tiba datang dan langsung duduk dihadapan Toshio.
“Aku tahu, menjadi sehat itu baik”kata Toshio, Kurosagi tertawa kecil mendengarnya.
“Informasi?”tanya Kurosagi sambil menjulurkan tangannya, Toshio memberi isyarat pada Hayasa untuk memberika informasinya. Hayasa meletakan amplop dan foto dihadapan Kurosagi. Foto seorang wanita yang sedang tertawa.
“Sekarang, apa itu?”tanya Toshio.
“Tanabe Misaki”ucap wanita itu.
“Seorang penipu pernikahan, biaya informasi ini sekarang 20 juta”kata Toshio.
“Aku tidak tertarik pada Akasagi”kata Kurosagi.
“Dia bukan hanya seorang Akasagi, buat dia mendirikan rekening bersama mu,target adalah uangnya”kata Toshio.

Cerita kejahatan Misaki

Misaki sedang menipu seorang pria, Misaki berkata kepada pria itu kalau ia mempunyai mimpi ingin membuka toko bersamanya. Karena sudah terlanjur jatuh cinta pada Misaki, Pria itu akhirnya masuk perangkap Misaki. Keesokan harinya saat pria itu masuk ke dalam toko yang disewanya, ternyata didalam kosong tidak apa-apa. Pria itu segera mengeluarkan ponselnya dan berusaha menghubungi Misaki namun tak ada jawaban, Karena Misaki sudah mengganti nomor teleponnya.
End Cerita Kejahatan Misaki

Kurosagi mengambil amplop yang diberikan Toshio. Kurosagi membuka isinya dan dia terkejut mendapati foto Satoshi ada di dalam amplop tersebut.
“Itu adalah adiknya, dia sama seperti kakaknya, Keduanya adalah Penipu Pernikahan” terang Toshio Nampak senyum kecil terlihat diwajah Toshio. Kurosagi masih terpaku manatap foto Satoshi.

Di lain tempat Tsurara sedang pindah rumah ke tempat yang baru. Tsurara dibantu oleh temannya Yukari. Tsurara dan Yukari sedang menggotong lemari bersama.
“Tapi ini adalah lingkungan yang buruk untuk seorang gadis?”tanya Yukari.
“Tidak apa-apa, karena sewanya murah”jawab Tsurara.
“Kenapa kau tidak kembali ke rumah pamanmu?”tanya Yukari.
“Tidak ada jalan, selain itu mereka sibuk dengan apa yang mereka hadapi sekarang”jawab Tsurara.


Sementara itu Kurosagi tengah memilih-milih baju dan wig yang akan digunakannya untuk aksinya kali ini. Kurosagi latihan didepan cermin.
“Aku Shibotoki, Minatku adalah internet dan hal-hal seperti itu. Aku Yuu, aku suka matahari. Misaki-san, Misaki-san, 21 Tahun, aku seorang mahasiswa”. Kurosagi pun memperhatikan foto Satoshi sebelum pergi.
Kurosagi memilih sepatu yang akan digunakannya dan ini lah Kurosagi dalam penyamarannya sebagai Penipu.

Tsurara masih sibuk mengurusi kamar barunya. Yukari berkata kalau rumah ini terlalu sederhana, gelap dan sedikit berdebu. Tsurara menyuruh Yukari untuk diam. Tsurara melihat seekor kucing hitam tengah mengeong (?) di depan pintu rumahnya.
“Manis, kucing siapa kau?”tanya Tsurara sambil merangkak maju mendekati kucing itu.
Sementara itu Kurosagi memandangi foto Satoshi.

Tsurara melihat kucing itu sedang meringkuk di atas tempat sampah.
“Itu pemilik kucingnya”kata Tsurara.
“Pemiliknya tinggal dibalik pintu itu?”tanya Yukari yang tiba-tiba muncul didepan pintu
“Yup, hingga pemiliknya berkata itu aman”jawab Tsurara.

Lalu Kurosagi keluar dari dalam rumahnya. Dan….. Kurosagi bertemu dengan Tsurara. Mereka ditakdirkan untuk tinggal berdampingan, hahaha.
“Apa yang terjadi dengan pakaian mu? Dan apa yang kau lakukan?”tanya Tsurara.
“Apa yang kau maksud dengan ‘Apa’? Aku pemiliknya”kata Kurosagi.
“Pembohong”kata Tsurara.
“Tentu, jadi kau mahasiswi miskin dari unviersitas yang pindah”kata Kurosagi.


“Selamat siang, apartemen ini bagus, ini adalah Yoshikawa Tsurara, mahasiswa Universitas Seiwa, Fakultas Hukum, tahun pertama, senang bertemu denganmu”kata Yukari memperkenalkan Tsurara pada Kurosagi. Tsurara hanya bisa menatap heran temannya itu.
“Aku Mishima Yukari, mahasiswa Universitas Seiwa, Fakulltas Sastra, tahun pertama juga”kata Yukari.
“Apa yang kau lakukan, memperkenalkan diri pada seorang penipu”kata Tsurara.
“Ini orangnya?”tanya Yukari, Tsurara mengangguk.
Kurosagi pergi meninggalkan Tsurara dan Yukari, Yukari dan Tsuara melihat kepergian Kurosagi dari atas tangga.
“Jadi dia penipu yang kau bicarakan, dia cukup lucu, tapi tampaknya sedikit membosankan”kata Yukari.
“Dia akan menipu orang lagi hari ini, itu dugaanku. Aku ingin pindah keluar sekarang juga”kata Tsurara.

Di tempat fitness, terlihat Misaki sedang berjalan diantara orang-orang yang sedang olah raga dengan alatnya masing-masing. Tiba-tiba Misaki dikejutkan dengan sapaan seorang pemuda.
“Eh, maaf. Apa kau sudah selesai untuk hari ini?”tanya pemuda itu yang ternyata adalah KUROSAGI yang beraksi sebagai KUROSAGI.
“Apa yang kau inginkan?”tanya Misaki.
“Aku sudah selesai untuk hari ini juga, jadi bagaimana kalau kita pergi minum teh bersama?”tanya Kurosagi.
“Terima kasih”kata Misaki berlalu pergi, Kurosagi mengejarnya. Kurosagi menabrak salah satu alat fitness, tapi ia tidak mengabaikan rasa sakitnya, hahahaha
“Maaf, ini agak mendadak. Aku selalu melihatmu di sini, dan aku ingin bicara denganmu. Tolong!!”kata Kurosagi membungkukan badan. Misaki tersenyum
“Okay, hanya untuk beberapa saat”kata Misaki.
“Yes”seru Kurosagi senang karena mangsanya sudah masuk ke pintu harimau, hehehe.

Di kediaman keluaga Mishima, Yukari terlihat baru saja memasuki rumahnya. Yukari melihat ayahnya sedang bermesraan dengan seorang wanita di ruang tamu. Yukari menatap tajam ke arah mereka walaupun mereka tidak melihatnya.

Kurosagi dan Misaki sedang berbincang-bincang disebuah restoran.
“Oh, seorang pekerja wanita, berarti kau lebih tua dariku?”tanya Kurosagi.
“Tentu, berapa usiamu, Shimazaki-kun (nama samaran Kurosagi saat beraksi sebagai Kurosagi)?”tanya Misaki
“21 tahun”jawab Kurosagi.
“Oh, sama dengan adik laki-lakiku”kata Misaki.
“Lebih muda, tidak apa-apa?”tanya Kurosagi.
“Apa?”tanya Misaki.
“Ketika aku pertama kali melihatmu, aku pikir kau adalah tipeku, jadi….Aku terkejut. Aku tidak terbiasa pergi ke gym, tapi karena kau ada di sana, jadi aku pergi ke sana, Apakah kau memilki kekasih sekarang?”tanya Kurosagi.
“Tidak, aku tidak punya”jawab Misaki.
“Benarkah?”tanya Kurosagi senang, hingga ia menjatuhkan pemantik api, Misaki melihat pemantik api itu terjatuh. Kurosagi langsung mengambil pemantik api itu.
“Opps, Aku sedikit gugup karena kau begitu cantik dan modis”rayu Kurosagi.
“Oh, terima kasih”ucap Misaki tersipu malu.

“Lihat ini terlihat sangat mahal!”ucap Kurosagi melihat jam tangan yang dipakai Misaki
“Berapa banyak uang yang kau keluarkan?”tanya Kurosagi.
“Apa?”tanya Misaki.
“Wanita kantoran cenderung menyimpan banyak uang, Misaki-san apa kau mempunyai mimpi untuk masa depan?”tanya Kurosagi.
“Aku mempelajari bisnis di universitasku dan impianku adalah membuka sebuah toko bersama istri masa depanku, apa yang kau pikirkan tentang itu?”tanya Kurosagi lagi.

Di kediaman Tanabe.

Misaki dan Satoshi tengah berbincang-bincang, Misaki menceritakan pertemuannya dengan Shimazaki alias Kurosagi saat beraksi jadi Kurosagi pada Satoshi.
“Konyol, ia mencoba untuk menarik penipu pernikahan padaku”kata Misaki.
“Benarkah? Padamu?”tanya Satoshi.
“Lagi pula, itu benar-benar buruk, ia melakuakn banyak kesalahan, ia mencoba untuk terlihat seperti orang kaya, tapi itu mustahil”kata Misaki.
“Kenapa?”tanya Satoshi.

“Sepatu yang dikenakannya biasa, Tidak peduli seberapa mahal yang dia pakai, itu jelas, ketika kau memeriksanya dengan detail”jelas Misaki.
“Oh, jadi seperti itu”gumam Satoshi.
“Lalu apa yang akan kau lakukan? Apa kau ingin aku mengakhiri itu?”tanya Satoshi antusias, Misaki menggeleng.
“Aku akan membiarkannya menipuku, Meskipun aku tidak yakin teknik apa yang akan digunakannya, aku akan menipu kembali uang dari tangannya” kata Misaki memegang beberapa lembar uang. (Misaki-Akasagi VS Kurosagi-Kurosagi)

Sementara itu Kurosagi baru saja pulang ke rumahnya, dia melihat Tsurara sedang mengajak bicara kucing hitamnya.
“Itu kucingku, bisakah kau tidak sesantai itu memberi makan?”tanya Kurosagi.
“Ia merengek karena kau pergi meninggalkannya yang kelaparan, jadi aku memberinya makan”jawab Tsurara sambil berlalu pergi.
“Ini cara berbicara dengan pemiliknya”kata Kurosagi menghentikan langkah Tsurara
“Setidak-tidaknya, kau membeli apartemen ini dengan uang hasil menipumu”kata Tsurara
“Karena itu….”kata Kurosagi sambil menaiki anak tangga apartemennya.
“Sebagai penipu, aku mencari nafkah dengan serius dan aku juga penipu mu”kata Kurosagi sambil melepas topi dan wig yang terpasang dikepalanya.

“Hey, setidaknya kau tidak bergantung pada kebohongan di dunia ini, Bang!”kata Kurosagi lagi lalu meninggalkan gadis itu, saat Tsurara akan membalas perkataan Kurosagi, tiba-tiba ada seseorang yang mengucapkan “Selamat Malam”. Kurosagi dan Tsurara menoleh dan melihat siapa yang datang.

Ternyata yang datang adalah Yukari.
“Mengapa kau di sini?”tanya Tsurara.
“Aku pikir kau takut di malam pertamamu, jadi aku kembali untuk menemanimu”jawab Yukari.
“Bagaimana kalau makan bersama?”tanya Yukari sumringah pada Kurosagi, Tsurara melihat ke arah Kurosagi sekilas.
“Tunggu hentikan”ujar Tsurara
“Aku kuat minum, Ah menakutkan”kata Kurosagi berlalu pergi masuk ke apartemenya sambil bergidik ngeri.

Misaki masih mengobrol dengan Satoshi.
“Kau juga harus berkembang dengan cepat dan menjadi master yang menipu uang dalam jumlah besar, kita perlu hidup bahagia untuk ibu dan ayah”kata Misaki menasehati adiknya (nasehat macam apa itu) sambil menyalakan lilin dihadapan foto ayah dan ibunya.
“Mereka meninggalkan dunia ini begitu cepat, karena mereka rajin bekerja”kata Misaki, lalu Satoshi menghampiri kakaknya dan ikut duduk di depan altar kedua orangtuanya.
“Yeah, yeah” kata Satoshi sambil bertumpu dengan lututnya.
“Apa ini? Kau sedang ber mood baik?”tanya Misaki.
“Sedikit, aku bertemu dengan seseorang yang aku pikirkan dalam waktu yang lama” jawab Satoshi (yah Satoshi belum tahu ajah kalau kakaknya mau adu kemampuan sama sahabat baiknya, jadi merasa sedikit iba sama Satoshi).

Di kamarnya, Kurosagi sedang memandangi foto Satoshi, sepertinya Kurosagi menghadapi pergolakan batin..

Tsurara dan Yukari bersiap untuk menyantap makan malam mereka, rolade kubis.
“Luar biasa! Kau bisa membuat rolade kubis di rumah”.
“Yukari, kau benar-benar wanita muda yang baik”kata Tsurara
“Tidak seperti itu, Tapi apa kau punya cukup uang untuk pindah apartemen?”tanya Yukari.
“Aku akan menabung, setidak-tidaknya, aku pikir mustahil untuk tidak bekerja paruh waktu” jawab Tsurara.
“Baiklah, pria itu juga cukup keren, tapi dia masih kalah dari pacarku”kata Yukari.
“Yukari, kau memiliki kekasih?”tanya Tsurara terkejut, Yukari tertawa.
“Ah, ini kejutan kedua”kata Tsurara lemas.
“Oh, baiklah, Aku masih akan datang dan makan bersamamu besok”kata Yukari, Tsurara mengangguk.
“Oh, apakah ini baik untukmu tidak makan di rumah?”tanya Tsurara.
“Yap, ini baik” jawab Yukari, Tsurara memandangi Yukari.

Di lain tempat Kurosagi sedang bersama dengan Toshio.
“Saat ini, aku akan membiarkanmu melihat hidangan impianku”kata Toshio sambil meracik makanan.
“Jika kau ragu, maka jangan lakukan”kata Toshio yang menyadari kegalauan Kurosagi itu. Toshio mencampurkan air garam ke bumbu racikannya itu.
“……….dan siapkan sebuah kamera mini yang bisa disembunyikan di pakaian”kata Kurosagi lalu pergi meninggalkan Toshio yang kemudian melanjutkan acaranya meracik bumbu.

“Gulung ini sedikit”pinta Toshio sambil menyodorkan lengannya pada Hayasa, wanita itu dengan sigap menggulung lengan baju Toshio.
“Apa itu,“Ragu”?”tanya Hayasa
“Mulai sekarang, sebuah drama yang menarik akan terungkap”jawab Toshio tersenyum, (sebuah jawaban yang terkesan ambigu, aku pikir Toshio ini sengaja membuat Kurosagi sama Misaki yang ternyata kakaknya Satoshi adu urat saraf, pasti ada sesuatu dibalik semua ini)

Kurosagi bertemu dengan Satoshi di sebuah restoran,
“Kerja?”tanya Satoshi.
“Kau tidak mengatakan sebelumnya kalau kau memulai perusahaan dengan saudaramu? Aku hanya berpikir “Pekerjaan macam apa itu?”?”tanya Kurosagi menjebak.
“Mengapa kau bertanya?”tanya Satoshi.
“Baiklah” kata Kurosagi.
“Ah, kau benar-benar tidak jadi miskin sekarang?”tanya Satoshi.
“Entahlah”jawab Kurosagi.
“Apa? Kau harus memberitahuku sebelumnya!”kata Satoshi tertawa.
“Jangan sembunyikan apapun dariku, okeh?”tanya Satoshi lagi.
“Maaf”kata Kurosagi.

“Haruskah aku….Okay, Aku akan memberitahumu”kata Satoshi yakin.
“Kami sedang melakukan sebuah pekerjaan yang menarik sekarang”kata Satoshi, Kurosagi menatap Satoshi, Satoshi memberi isyarat kepada temannya itu untuk mendekat.
“Kau mendengar tentang penipu pernikahan?”tanya Satohi berbisik. Kurosagi menatap temannya sekaligus mangsa baginya.

Kurosagi tengah berjalan menuju apartemennya, lalu ada seorang pria yang sedang menunggunya.
“Kita bertemu lagi Kurosagi-san”ucap pria yang bernama Kashima Masaru itu, Kurosagi menatap tajam pria itu.

Sementara itu Tsurara baru saja keluar dari pintu apartemenya. Ia membawa lipatan kardus, Tsurara melihat Kurosagi dan Kashima, Akhirnya Tsurara menguping pembicaraan mereka.
“Ini sedikit mengejutkanku, kau menggunakan nama aslimu untuk mengelola sebuah gedung apartemen, Jika kita tidak datang setelahmu, aku akan menggunakan sewa apartemen sebagai penghasilanmu? Apakah kau pikir, karena kau membalas dendam keluargamu? Kami akan membiarkanmu pergi?”tanya Kashima.
“Balas dendam?”guman Tsurara.
“Bagaimanapun, terlepas dari apa yang aku katakan, ini masih konyol”kata Kashima.
“Ah, akhirnya aku ingat”seru Kurosagi senang sambil bertepuk tangan 2 kali.
“Kau adalah seorang polisi yang memberitahu ku tepat waktu, ketika aku hendak ditipu. Dan? Penipu itu, dia ditangkap?”tanya Kurosagi dengan wajah tanpa dosa. Kashima tertawa mendengarnya. Kurosagi terdiam mendengar tawa Kashima, sementara itu Tsurara juga terdiam.
“Aku hanya ingin mengatakan satu hal, Aku membenci orang-orang yang melakukan kejahatan untuk bermain game, aku berharap untuk menangkapmu suatu hari nanti’ kata Kashima lalu pergi meninggalkan Kurosagi.
Kurosagi terdiam dia melihat kepergian Kashima, Tsurara juga ikut terdiam mendengar apa yang seharusnya tidak didengar.

Kurosagi yang beraksi sebagai Kurosagi pergi kencan dengan Misaki ke tempat pameran lukis.
“Kau masih mengingat percakapan kita ketika pertama kali kita bertemu ketika minum teh?”tanya Kurosagi.
“Ah, satu hal tentang mimpiki untuk masa depan”jawab Misaki.
“Aku sungguh-sungguh serius tetang itu, Jika itu mungkin, aku ingin menikah dengan seseorang yang benar-benar aku cinta dan mengelola toko bersama”kata Kurosagi.
“Sebenarnya, Jika Shimazaki-kun berpikir aku sengaja merencanakan itu, aku akan merasa malu, sehingga tidak memberitahumu sebelumnya. Yang selalu menjadi impianku adalah membuka toko bunga, untuk itu, aku telah menyimpan uang ketika aku masih sekolah”tutur Misaki.

“Seberapa banyak yang kau miliki?”tanya Kurosagi.
“Jaga rahasia”kata Misaki, lalu wanita itu mendekatkan diri ke arah Kurosagi
“Sekitar 30 juta”ucapnya berbisik ditelinga Kurosagi, Kurosagi sedikit terkejut mendengarnya dan Misaki tersenyum penuh arti (Dan perang urat saraf yang sesungguhnya antara dua penipu dimulai)
“Apa yang kau pikirkan?”tanya Misaki ramah, lalu berjalan-jalan melihat lukisan
“Aku mempunyai paman yang mengelola perusahaan di Amerika”kata Kurosagi, Misaki terkejut
“Jika dikonversi ke mata uang Jepang, dia meninggalkan hampir 100 juta yen, semua itu telah menjadi milikku”kata Kurosagi yakin.
“100 juta?”tanya Misaki, Kurosagi membalikkan tubuhnya hingga mereka berhadapan lagi.
“Jika itu dibawa kembali ke Jepang, setengah dari uang itu akan dikenakan pajak, itulah mengapa aku menyimpannya di rekening Bank Amerika, Mari kita gunakan uang itu untuk mencapai impian Misaki dan aku”tipu Kurosagi, Misaki sedikit terperangah mendengarnya.
“Mari gunakan uang 30 juta-mu dan 100 juta-ku untuk membuka sebuah toko. Tidak apa-apa, aku akan menangani semua prosedur keuangan”tutur Kurosagi semangat.
“Tunggu sebentar, bukankah masalah ini sedikit jelas?”tanya Misaki.
“Masalah?”tanya Kurosagi balik.

“Aku menyerah, harus ada batasan untuk sebuah lelucon” jawab Misaki sambil berlalu pergi, Kurosagi mengejarnya.
“Sebenarnya kau tidak punya uang sama sekali kan?”tanya Misaki.
“Apa maksudmu?”tanya Kurosagi.
“Aku pikir ini sedikit memalukan, aku orang bodoh yang tertipu oleh kebohongan, mengapa kau tidak mencobanya pada orang lain?”tanya Misaki.
“Penipu? Mengapa aku menipumu?”tanya Kurosagi pura-pura tidak tahu, mereka terus bicara sambil berjalan.
“Cukup” kata Misaki.
“Tidak, ini kejam”kata Kurosagi menghadang laju langkah Misaki, hingga akhirnya mereka kembali berhadapan.
“Aku sungguh serius untuk membuka sebuah toko bersamamu”kata Kurosagi mencoba menggaet mangsanya.
“Tunjukan aku buktinya”tantang Misaki.
“Bukti?”tanya Kurosagi.
“Ya, beri aku bukti bahwa 100 juta yen itu benar-benar ada” jawab Misaki (Nah Lohh? Apa yang akan dilakukan Kurosagi kali ini? Ayo ikutin terus sinopsisnya, hehehehe)


Kurosagi dan Misaki berada di restoran, mereka duduk didepan layar laptop yang tersambung langsung ke Internet. Kurosagi sedang menunjukkan bukti rekening yang berisi 100 juta yen itu pada mangsanya.
“Lihat? Aku memilikinya,sekarang kau percaya padaku?”tanya Kurosagi, Misaki menatap shock pada Kurosagi lalu dia melihat layar laptop disana tertera angka $ 845.465.62.
Di sudut lain restoran itu, Kashima sedang mengintai aksi Kurosagi.

Kurosagi tengah berjalan diantara kerumunan orang yang juga tengah berjalan, lalu Kashima menghadang langkah Kurosagi.
“Kali ini targetnya adalah Akasagi? Bagaimana menyenangkan, mengejar Kurosagi akan selalu membawa ku ke penipu lainnya”kata Kashima, Kurosagi tertawa.
“Apa yang kau katakan?”tanya Kurosagi lalu pergi meninggalkan Kashima, Pria itu menatap punggung Kurosagi sambil tersenyum.

Di apartemennya, Tsurara sedang meracik makanan sambil menjawab telepon.
“Ah? Kau tidak datang?” tanya Tsurara lewat telepon.
“Maaf-maaf, tiba-tiba aku harus kerja paruh waktu” jawab Yukari yang sedang berjalan terburu-buru .
“Kau kerja paruh waktu?” tanya Tsurara.
“Kau ingin datang dan melihat? Ini menarik”tanya Yukari balik.

Yukari sudah berganti pakaian menjadi pakaian pelayan restoran.
“Selamat datang, Goshujin-sama”ucap Yukari, Tsurara yang datang ke tempat Yukari hanya melongo melihat tempat kerja Yukari.
“Benarkan? Ini sangat menarik?”tanya Yukari.
“Tapi, mengapa? Bukankah menjadi pelayan benar-benar menjengkelkan?”tanya Tsurara.
“Tidak seperti itu, ini karena aku ingin mendapatkan uang dengan cepat”jawab Yukari.
“Aku menggunakan kartu kredit keluarga ku, dan menghabiskan lebih dari 1 juta yen, jadi aku dihukum”kata Yukari lagi.
“1 juta? Mengapa kau membutuhkan uang sebanyak itu?”tanya Tsurara.
“Baiklah untuk ini dan itu”jawab Yukari.
“Apa “ini dan itu”?”tanya Tsurara.
“Ibu kekasihku sakit”jawab Yukari sambil mneghidangkan minuman untuk Tsurara
“Apa?”ucap Tsurara.
“Dia masih seorang pelajar dan ia tidak memiliki banyak kerabat, ia memiliki banyak masalah”jawab Yukari.
“Tapi, apakah dia tahu, kau bekerja paruh waktu seperti ini?”tanya Tsurara.
“Tidak perlu memberitahukannya, kan? Jadi nikmati waktumu di sini, okey?”ucap Yukari lalu pergi meninggalkan Tsurara.

Di kediaman Tanabe, Misaki dan Satoshi sedang membicarakan Kurosagi.
“Dia benar-benar memiliki 100 juta yen?”tanya Satoshi.
“Namanya Shimazaki Hiroshi dan pamannya benar-benar ada, dan uangnya di bank benar-benar nyata juga”jawab Misaki.
“Jadi kemunkinan dia bukan penipu?”tanya Satoshi sambil menghampiri kakaknya dan duduk di sebelahnya.
“Itu tidak munkin sepenuhnya benar, uang itu mungkin ada disana sengaja untuk tujuan itu” jawab Misaki.

“Untuk tujuan apa?”tanya Satoshi belum mengerti maksud kakaknya itu.
“Jika orang lain melihat ada uang 100 juta di sana, maka kau akan merasa aman mengambil uang mereka, benarkan?”tanya Misaki, Satoshi mengangguk paham
“Umpan bodoh, benar-benar bodoh, Penipu pernikahan tidak profesional”ucap Misaki.
“ Bagaimanapun aku akan menerima 100 juta”ucap Misaki dengan tatapan tajam.

Di sebuah restoran Kurosagi terlihat sedang memakan kentang goreng ditemani Satoshi, Satoshi menceritakan semua yang Misaki katakan pada Kurosagi (ckckckckckc Satoshi polos banget ya)
“Bukankah itu hebat? 100 juta”kata Satoshi.
“Memang hebat”ucap Kurosagi.
“Mengapa kau tidak mencobanya? Hidupmu akan berubah, kau tahu orang-orang yang bekerja keras sungguh idiot”kata Satoshi, Kurosagi hanya diam sambil memakan kentang gorengnya dengan menatap wajah Satoshi.

“Tidak apa-apa, jika kau ingin mengambil waktu untuk memikirkan hal itu”ucap Satoshi.
“Ini waktunya, aku akan pergi menemui umpanku sekarang, ia tampaknya menjadi gadis yang tidak mendapatkan banyak perhatian dari orang tuanya, tapi dia mempunyai banyak uang” kata Satoshi sambil melihat kantung yang dibawanya (sepertinya Satoshi lagi menipu Yukari nih?). Kurosagi menatap tajam Satoshi.

Ternyata benar, Satoshi pergi bertemu dengan Yukari di taman, Yukari menyerahkan sebuah amplop cantik.
“Ini, ambilah”kata Yukari menyodorkan amplopnya.
“Aku benar-benar buruk, kan? Melakukan hal ini pada gadis yang aku suka”kata Satoshi.
“Tidak apa-apa, keluargaku memiliki banyak uang, ini”kata Yukari menyerahkan amplopnya dan langsung diterima Satoshi setelah berbasa-basi ringan.
“Terima kasih”ucap Satoshi seraya memasukan amplop ke kantong celananya.
“Ini” kata Satoshi menyerahkan kantung yang dia bawa pada gadis itu, Yukari mengambil isinya, di dalamnya terdapat beberapa potong sandwich, Yukari sedikit terperangah.

“Di keluargaku, orang tuaku selalu masak bersama, jika aku menikah nanti, Aku pikir keluargaku bisa mencobanya”kata Satoshi, Yukari terharu mendengarnya, akhirnya gadis itu memutuskan untuk berlari memeluk Satoshi
“Setelah bertemu dengamu, aku akan mulai belajar memasak”kata Satoshi berdusta.
“Terima kasih”ucap Yukari
“Maaf, …” kata Satoshi belum selesai.
“Tidak, Aku berharap untuk memiliki keluarga semacam itu” kata Yukari.
“Tapi, lebih baik jika kau berhenti melihatku”kata Satoshi.
“Apa?”ucap Yukari terkejut, disisi lain Kurosagi melihat aksi Satoshi dari jauh.

Yukari bertemu dengan Tsurara, Yukari sedang membuka-buka majalah
“2 juta?”tanya Tsurara.
“Ibunya akan segera menjalani operasi”kata Yukari.
“Karena itu, kau harus membayarnya?”tanya Tsurara.
“Tapi kau sudah meminjamkan uang lebih dari 1 juta, kan?”tanya Tsurara lagi.
“Dia juga bekerja paruh waktu tentu saja, Tetapi jika kita berdua yang mengumpulkan uang, jadi akan lebih cepat”jawab Yukari masih fokus membaca majalah.
“Ah, di sini dikatakan bahwa mereka dapat membayar gaji di muka!”seru Yukari setelah mendapatkan lowongan pekerjaan yang dicarinya
“Apa benar ibunya dirawat di rumah sakit?”tanya Tsurara.
“Apa maksudmu?”tanya Yukari belum paham.
“Yukari, bisa saja dia menipumu”kata Tsurara, Yukari langsung menoleh setelah mendengar perkataan sahabatnya itu.
“Apa yang kau katakan?”tanya Yukari.
“Kau tidak menemukan suatu kejanggalan?”tanya Tsurara.
“Apa yang kau katakan?”tanya Yukari lagi.
“Bisakah seseorang meminta pacar mereka, yang masih mahasiswa, untuk meminjamkan uang mereka dalam jumlah banyak?”tanya Tsurara.
“Mungkinkah, karena dia tahu keluargamu kaya?”tanya Tsurara lagi.
“Hentikan”ucap Yukari lalu beranjak pergi, Tsurara mengejarnya.
“Tunggu”kata Tsurara.
“Mengatakan hal tersebut padaku benar-benar kasar”kata Yukari.
“Maaf, tapi….”kata Tsurara belum selesai.
“Tsurara, kau menjadi begitu sensitif, karena pamanmu tertipu, bagimana mungkin penipu ada dimana-mana”kata Yukari.
“Ini memalukan, tapi dia seorang penipu”kata Kurosagi yang tiba-tiba muncul diantara Tsurara dan Yukari yang sukses membuat kedua gadis itu berhenti berjalan, Kurosagi menghampiri mereka.

“Lagipula, Tanabe Satoshi tidak memiliki ibu”kata Kurosagi.
“Kau bohong”kata Yukari tetap berkilah.
“Ini benar” kata Kurosagi.
“Bagaimana kau tahu?”tanya Yukari.
“Mungkin kau tidak tahu, tapi penipu ada dimana-mana”kata Kurosagi, Yukari menatap tajam pria yang ada dihadapannya itu.
“Uang mu, aku akan membantumu menipunya kembali”kata Kurosagi.
“Aku tidak ingin percaya hal-hal seperti itu”kata Yukari dengan mata berkaca-kaca, lalu pergi meninggalkan Kurosagi dan Tsurara, Tsurara memanggil Yukari tapi gadis itu tetap pergi dan meminta Tsurara meninggalkannya sendiri.

Tinggalah, Tsurara dan Kurosagi berdua, Tsurara menampar Kurosagi (yes akhirnya mereka berduaan, ahahahaha)
“Apa?”tanya Kurosagi
“Aku berkata padanya, bukan kau” kata Kurosagi pergi, Tsurara mengejarnya.
“Sekarang kau akan membuat Yukari menjadi seorang kriminal, kan?”tanya Tsurara
“Itu saja”jawab Kurosagi.
“Bisakah kau berhenti untuk melakukan hal-hal yang membahayakan temanku?”pinta Tsurara.
“Teman? Huh”ucap Kurosagi.
“Apa?” tanya Tsurara, mereka saling berhadapan di sebuah lorong.
“Kata itu benar-benar berguna”jawab Kurosagi.
“Tidak masalah jika kau membuka kembali luka lama karena jika itu teman, kau akan dimaafkan. Dan sebagai teman baik, kau akan diberi saran”kata Kurosagi lagi.
“Mengapa logika mu begitu berbelit? Bahkan kau mempunyai teman, kan?”tanya Tsurara
“Aku tidak punya, jadi apa yang bisa kau lakukan untuk teman pentingmu?”tanya Kurosagi.
“Kau perlu mengerti sekarang, kau tidak bisa melakukan apapun”kata Kurosagi, lalu ia pergi meninggalkan Tsurara yang menatap tajam kepergiannya.

Sementara itu, Yukari sedang merenung di rumahnya, lalu ia pergi untuk menelepon
“Hallo, ini rumah sakit Midorigaoka”ucap operator rumah sakit
“Permisi, apakah Tanabe Keiko-san dirawat di rumah sakit anda? Aku ingin membayar dan mengunjunginya”kata Yukari.
“Tolong tunggu sebentar”ucap operator, Yukari menunggu dengan cemas.

Tsurara baru saja tiba di apartementnya, ia melihat Yukari datang.
“Ibunya tidak dirawat di rumah sakit”ucap Yukari menahan air mata yang mulai tertahan dipelupuk matanya, Tsurara pun begitu. Yukari memunggungi Tsurara.
“Ini terasa seperti kejahatan kuno, aku benar-benar jatuh ke dalamnya”kata Yukari, lalu ia berbalik menghadap Tsurara.
“Tidak apa-apa, lagipula dia berkata akan membantuku mendapatkan uangku kembali”kata Yukari bergerak maju ke arah pintu Kurosagi.
“Yukari!” panggil Tsurara mencoba mencegah Yukari.
“Jangan hentikan aku,pergi ke kantor polisi tidak berguna, kan? hal terakhir yang aku ingin lakukan adalah untuk mundur”kata Yukari tajam.

Yukari sudah berada di apartemen Kurosagi yang seperti kapal pecah. Kurosagi berdiri menyender disisi lemari dengan kedua tangan yang masuk ke saku celananya, sementara itu Yukari berdiri diambang pintu.
“Tolong hancurkan orang itu”pinta Yukari dengan mata-mata berkaca-kaca.

Di Universitas Saiwa….Tsurara sedang bertanya pada gurunya.
“Ibu Guru Yunko?”panggil Tsurara.
“Apa benar hukum tidak bisa melindungi orang, apakah itu Yukari atau pamanku, aku tidak bisa melakukan apa-apa untuk orang-orang yang penting bagiku! Aku tidak ingin menerima ini…. Aku tidak ingin”jerit Tsurara sambil terisak….

Di restoran Kurosagi dan Misaki kembali bertemu.
“Ini tentang hal yang kita bicarakan terakhir kali, apa kau telah mempertimbangkannya?” tanya Kurosagi.
“Walaupun begitu, aku benar-benar senang atas perasaan yang kau punya, jika aku tidak bisa menerima 100 juta yen, Tapi kemudian jika kau membayar pajak karena aku, aku jadi merasa bersalah”kata Misaki basa-basi.
“Jadi begitu?”ucap Kurosagi pelan.
“Tapi ada satu cara untuk mu menghindari membayar pajak dan masih bisa mentransfer 100 juta yen ke Jepang”kata Misaki bertaktik.

“Apa?”tanya Kurosagi terkejut tapi senang, Misaki memberi isyarat agar Kurosagi mendekat k earahnya.
“Pertama, buat sebuah perusahaan palsu di Amerika, kemudian transfer uang 100 juta ke rekening bank perusahaan yang legal, kemudian di Jepang, buka cabang perusahaan dengan nama palsu, kemudian transfer 100 juta ke rekening cabang utama. Karena mentransfer uang dengan nama perusahaan yang sama, kenyataan kau harus membayar pajak menjadi rahasia, kan? akhirnya, mentransfer uang 100 juta ke rekeningmu, selesai dilakukan, mudah, kan?”tanya Misaki setelah menjelaskan panjang lebar
“Itu tidak mungkin” jawab Kurosagi gugup atau pura-pura bodoh., lalu duduk agak menjauh dari Misaki.
“Perusahaan palsu…aku tidak bisa melakukannya”kata Kurosagi, Misaki berjalan mendekati tempat duduk Kurosagi.
“Ada seseorang yang aku tahu, ia benar-benar bagus untuk melakukan sesuatu seperti ini, serahkan pada mereka dan semua akan baik-baik saja”rayu Misaki yang kini sudah duduk disisi Kurosagi.
“Shimazaki-kun..Kau hanya perlu mentransfer uang 100 juta ke rekening bank perusahaan palsu, jika kau bisa mempercayaiku dengan hal seperti itu, aku juga bisa mempercayaimu juga”kata Misaki terus berusaha meyakinkan Kurosagi yang seorang penipu ulung, Kurosagi nampak berpikir.

“Mungkin ini tidak mungkin”kata Misaki pura-pura marah. Kurosagi tersenyum kecil.
“Tidak, aku mengerti”kata Kurosagi yakin, Misaki tersenyum puas.
“100 juta itu, aku akan membawanya ke Jepang tanpa kehilangan satu sen pun dan kita berdua bisa menggunakannya”kata Kurosagi dengan gaya orang ditipu karena cinta, hehehehe
“Sungguh?” tanya Misaki dengan senyum mengembang.
“Sungguh” jawab Kurosagi mantap.
“Terima kasih”ucap Misaki lalu bersandar di bahu Kurosagi.
“ Kita akan memliki toko impian, kan?”tanya Misaki.
“Kita”jawab Kurosagi, Misaki tersenyum penuh arti, begitupun Kurosagi memasang ekspresi penuh arti.

Malam hari di kediaman Tanabe, Satoshi sedang mencuci piring, sedangkan Misaki sedang menerima telepon.
“Apa? Dengan uangku?”tanya Misaki yang ternyata sedang berbicara dengan Kurosagi ditelepon.
“Aku berkata pada ibuku tentang idemu, ia merasa tidak aman dengan pembayarannya dan ia ingin sesuatu mengatur keamanan dananya”jawab Kurosagi.
“Keamanan dana?”tanya Misaki.
“Sebelum mentransfer uang 100 juta ke rekening palsu perusahaan, aku ingin kau mentransfer uang mu 30 juta ke rekening ku, setelah konfirmasi aku memiki 100 juta, aku akan memberi 30 juta kembali padamu dengan segera”kata Kurosagi dengan tatapan tajam, Misaki juga menatap tajam.

“Laki-laki itu, benar-benar penipu pernikahan kelas rendah setelah semuanya”kata Misaki.
“Apa? apa yang terjadi?”tanya Satoshi.
“Aku memberitahu padanya bagaiman cara mentrasfer 100 juta yang ia tunjukkan padaku, tapi pertama dia ingin aku mentransfer 30 juta-ku ke rekening banknya. Sehingga ia kemudian bisa meloloskan diri dengan uangku”jawab Misaki kesal lalu meminum anggurnya.
“Benarkah? apa yang akan kau lakukan?”tanya Satoshi.
“Aku akan berpura-pura sedang ditipu dan mentransfer 30 juta-ku,tapi aku tidak akan membiarkan ia lolos sampai ia mentransfer 100 juta ke Jepang”kata Misaki (Misaki mulai masuk perangkap Kurosagi tanpa dia sadari).
“Haruskah aku menutup mata darinya?”tanya Satoshi.
“Tidak apa-apa. Aku akan membuatnya menyesal pernah bertemu dengan ku anak nakal”kata Misaki tertawa.

Kurosagi berbicara dengan Toshio yang sedang membaca koran.
“Semuanya bergerak, bantu aku membuat rekening yang aku minta sebelumnya”pinta Kurosagi, Toshio menurunkan korannya dan mengangguk sambil memakan pisang. Kurosagi mengeluarkan tatapan tajamnya.

Di Universitas Seiwa, terlihat Tsurara yang sedang mencari Yukari, ia bertanya pada teman-temannya. Tapi temannya bilang Yukari tidak masuk hari ini.

Di lain tempat ternyata Yukari sedang menunggu Satoshi.
“Yukari!”panggil Satoshi, Yukari menoleh.
“Aku merasa lebih baik setelah kau meneleponku, aku memintamu untuk melakukan sesuatu yang memalukan, Aku pikir kau membenciku dan itu tidak dapat dihindari”kata Satoshi, lalu ia berusaha menyentuh Yukari, namun gadis itu menolak.
“Apa yang salah?”tanya Satoshi.
“Aku…menelepon rumah sakit, Mereka berkata tidak ada Tanabe Keiko-san yang dirawat di sana, apa ini?”tanya Yukari menatap Satoshi.
“Rumah sakit mana yang kau telepon?”tanya Satoshi.
“Rumah sakit Midorigaoka, Ibu mu di sana, kan?”tanya Yukari, Satoshi tertawa
“Bukan, bukan di Rumah Sakit Midorigaoka. Tapi Rumah sakit Sougo” jawab Satoshi, lalu ia tersenyum dan memeluk Yukari.
“Maaf, kau benar-benar tidak aman tentang hal ini, aku tidak memerlukan uangmu lagi, aku berharap kau masih disisi ku, aku serius”ucap Satoshi terus berusaha meyakinkan Yukari.

Misaki menatap tajam ke arah Kurosagi.
“Kau yakin ada disana? 30 juta-ku?”tanya Misaki.
“Ya, terima kasih, aku akan melaporkannya pada ibuku dan memintanya segera mentransfer 100 juta”jawab Kurosagi, lalu ia hendak pergi tapi Misaki dengan sigap menahan lengan Kurosagi.
“Karena kita di sini, kenapa kita melakukanya sekaligus dan transfer 100 juta-mu ke rekening perusahaan palsu?”tanya Misaki sambil mengeratkan cengkramannya.
“Ini mudah kita bisa menggunakan internet banking, tidak jauh dari sini ada Internet Banking”kata Misaki lagi.
“Apa?”ucap Kurosagi.
“Apa ini? ada sesuatu yang merepotkan?”tanya Misaki lagi.
“Tidak”jawab Kurosagi terlihat sedikit kikuk, Misaki menatapnya puas, Kurosagi secara sembunyi juga menunjukan tatapan tajamnya.

Sementara itu Yukari dan Satoshi masih dalam posisi saling berpelukan.

Kurosagi dan Misaki sudah berada di Internet Banking, Kurosagi sedang mengetik username atas nama “Shimazaki Hiroshi” dan mengetik passwordnya. Misaki dengan setia berdiri mengawasi disampingnya. Kurosagi sudah selesai mengetik jumlah transfer sebesar 100 juta, namun saat akan mengklik kata “Kirim Uang”, Kurosagi nampak enggan melakukannya, Misaki menyadari hal itu.
“Apa yang salah? kau tidak akan bisa berpikir melarikan diri tanpa mentransfer uang, bisakah kau? itu tidak akan bisa, jika kau melakukannya, maka ini penipuan, kan?”kata Misaki mencoba menakut-nakuti. Kurosagi memejamkan matanya sedangkan Misaki menatap dengan pandang tajam bercampur sinis.

Kembali pada Yukari dan Satoshi yang lagi-lagi masih berpelukan itu.
“Satoshi”ucap Yukari.
“Bisakah kau bicara padaku tanpa kemarahan?”tanya Yukari.
“Hem” gumam Satoshi bingung, tiba-tiba Yukari langsung menendang bagian alat vital atau lutut Satoshi dengan kakinya (april ga lihat dengan jelas hahahahahaha), Yukari memutar-mutar lengannya. Satoshi meringis kesakitan.
“Aku dengar kartu ID rumah sakit itu mudah dipalsukan, seseorang berkata pada ku kau memiliki banyak kartu berbeda dari rumah sakit yang berbeda dan aku harus hati-hati jadi itu benar setelah semuanya”kata Yukari.
“Kau diberi tahu? oleh siapa?”tanya Satoshi.
“Kurosagi-san”jawab Yukari.
“Kurosagi?”tanya Satoshi tak percaya.

“Teman sekolah SMA-mu, kan? tapi sekarang dia harus menggunakan nama Shimazaki dan ia bertemu dengan kakakmu, kan?”tanya Yukari (Ini bagian dari taktik Kurosagi “sekali tepuk dua lalat mati”, hahahahaha)
“Hah?”Satoshi terperangah, Yukari langsung melayangkan tinjunya ke wajah Satoshi dan itu menyakitkan, membuat tubuh Satoshi terpental dan mengeluarkan darah disudut bibir Satoshi. Yukari menatapnya tajam.
“BODOH!”ucap Yukari telak.

Sementara itu Kurosagi akhirnya mengklik kata “Kirim Uang” dan semuanya complete. Misaki tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya.

Kurosagi bertemu dengan Yukari.
“Mengapa kau mentransfernya? aku menghentikannya, sehingga dia tidak bisa melarikan diri”kata Yukari.
“Tidak apa-apa, aku menggunakan rekening palsu, aku membelinya dari seorang pria bernama Shimazaki”kata Kurosagi.
“Rekening palsu?”tanya Yukari (Rekening palsu Shimazaki sesuatu yang tidak disadari oleh Misaki sendiri)
“100 juta itu adalah deposito 100 juta yen, itu akan dibayarkan ketika Shimazaki mengambil pinjaman dari bank, uang itu dikelola oleh bank, jadi tidak ada seorangpun yang bisa menggunakannya”kata Kurosagi.

“100 juta itu akan disimpan, Dengan kata lain, 100 juta itu ada tapi tidak tersedia”kata suara Kurosagi tapi berlatar kepanikan Misaki, Satoshi yang baru datang menyadarinya.
“Kurosagi? kenapa?”gumamnya.
“Jumlah yang ditransfer adalah jumlah yang tersisa setelah dikurangi 100 juta paling banyak hanya sekitar $100” kata suara Kurosagi ditengah-tengah keterpurukan Misaki ($100 berarti sekitar 1 juta rupiah ya).
“Kenapa? Shimazaki? 100 juta”ucap Misaki lirih.

Kurosagi memperlihatkan segepok uang pada Yukari.
“Ini adalah biaya informasi”ucapnya.
“Ini tentang jumlah yang kau ditipu, kan?”kata Kurosagi meninggalkan segepok uang dan pergi, Yukari mengambil uangnya dan mengejar Kurosagi.
“Terima kasih”ucap Yukari (Yukari mulai jatuh cinta kayanya).
“Mungkin kau sedikit naïf, benda-benda yang kau beli pada akhirnya akan pecah, jadi kenapa kau tidak mencoba untuk mengharagai sesuatu yang lain?”kata Kurosagi ceramah.
“Ahhh lagi pula, aku tidak punya hak untuk mengajarimu tentang hal ini”ucap Kurosagi lalu pergi, Yukari tersenyum.
“Dia benar-benar keren setelah semuanya”kata Yukari.

Kurosagi datang menemui Toshio, ia mengeluarkan bergepok-gepok uang.
“Ini adalah biaya informasi untuk waktu itu”kata Kurosagi lalu pergi tapi Toshio menghentikannya.
“Aku melihatmu menghancurkan teman baikmu”kata Toshio, Kurosagi menoleh manatap pria tua itu, Toshio tersenyum.
“Bagaimana rasanya?”tanya Toshio, lalu ia mengoleskan sesuatu dilidahnya dan ia melepehkannya karena rasanya tidak enak, Kurosagi menatapnya, mungkin seperti itu yang dirasakan Kurosagi saat ini, menghancurkan teman baiknya sendiri itu sungguh menyakitkan. (ckckckckckck parah nih Toshio).

Tsurara sedang berbicara dengan Yukari di apartemenya.
“Maaf, aku tidak bisa melakukan apapun untuk membantumu”ucap Tsurara, Yukari menggeleng.
“Tidak, aku minta maaf karena membuatmu khawatir”ucap Yukari lalu sedikit membungkukan badannya.
“Tapi ini sungguh mengagumkan, penipu tidak akan mudah mengambil milik temannya, untuk alasan ini aku rasa Kurosagi-san adalah simbol keadilan”ucap Yukari, Tsurara memikirkan perkataan Yukari.

Sementara itu Kashima mendapatkan sebuah paket rekaman video dari seseorang (mungkin Kurosagi). Kashima memutar Video itu dan ternyata didalamnya berisi rekaman saat Satoshi mengatakan semua hal tentang profesinya pada Kurosagi direstoran tempo hari. Seluruh pihak kepolisian melihat Video itu.

Kemudian Misaki dan Satoshi diciduk dari kediamannya. Saat akan masuk ke dalam mobil Misaki berkata “Sebuah rekaman tidak dapat digunakan sebagai bukti”.
“Itu tidak masalah, kami akan menanyai mu tentang itu, ketika kita kembali ke markas” jawab Petugas kepolisian, Misaki jadi takut.
“Masuk”ucapnya lagi, akhirnya Misaki masuk ke dalam mobil.

Sementara itu Satoshi juga digiring dari kediamannya, ia berjalan dengan sangat santai, lalu ia melihat Kurosagi duduk bersandar pada pohon di dalam lapangan.
“Kurosagi!”ucap Satoshi lalu menghampiri Kurosagi, Kashima ikut menoleh ke arah Kurosagi. Salah satu petugas berniat menghentikan Satoshi namun petugas itu ditahan oleh Kashima.
Kurosagi dan Satoshi saling berhadapan walau terpisah pagar.
“Kau bohong padaku, kan?”teriak Satoshi sambil mencengkram pagar .
“Aku memperlakukanmu sebagai teman, aku sungguh senang melihatmu, kenapa?”tanya Satoshi tak percaya sahabatnya sendiri mengkhianatinya.

Kurosagi bangun dari duduknya yang menyender dan mendekatkan diri ke arah Satoshi.
“Karena kita teman”jawab Kurosagi menahan perasaanya tanpa menoleh pada Satoshi, lalu ia mengubah posisinya hingga berhadapan dengan Satoshi.
“Karena aku tidak ingin melihatmu menjadi penipu”kata Kurosagi, Satoshi menangis mendengarnya, Kurosagi.
Lalu Kashima datang dan mencengkram kepala Satoshi, Kashima membenturkan kepala Satoshi ke pagar, Kurosagi sedikit terkejut melihatnya, tapi ia segera mengendalikan perasaanya.

“Jadi mengapa kau datang ke sini?”tanya Kashima.
“Menyelamatkannya dengan melompati pagar ini?”tanya Kashima lagi, Kurosagi menatap lurus mata Kashima.
“Kurosagi”panggil Satoshi, Kurosagi menatap Satoshi dan mengingat saat Satoshi melompati pagar dulu, lalu Kurosagi berbalik dan meninggalkan Satoshi.
“Kurosagi”teriak Satoshi.
“Terima kasih banyak untuk semuanya”ucap Kurosagi dalam hati, Kashima menatap tajam punggung Kurosagi.

Sementara itu Tsurara tengah duduk sendiri di tangga apartemen, mungkin menunggu Kurosagi pulang. Tsurara sedang mengingat perkataan Kurosagi waktu itu “Kau perlu mengerti sekarang, kau tidak bisa melakukan apapun”lalu Tsurara juga mengingat perkataan Yukari, “Untuk alasan ini, aku rasa Kurosagi-san adalah simbol keadilan”.

Kurosagi akhirnya datang, Tsurara langsung berlari menghampirinya.
“Aku…” kata Tsurara, Kurosagi berjalan melewati Tsurara, ia tidak memperdulikan gadis itu.
“Aku tidak setuju dengan caramu menjalani hidup setelah semuanya”ucap Tsurara, Kurosagi berhenti melangkah, Mereka saling memunggungi.
“Memang benar, sekarang aku tidak bisa melakukan apapun, tapi meskipun begitu aku tidak ingin hidup seperti mu”kata Tsurara lagi.
“Aku sudah mendengar hal itu dari mu berkali-kali”kata Kurosagi melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti.
“Apa kau? bahkan jika kau seorang penipu, bagaimana bisa kau menipu teman baikmu?”tanya Tsurara, Kurosagi berhenti melangkah lagi, Tsurara membalikan tubuhnya dan ia melihat punggung Kurosagi.
“Mengapa kau begitu membenci penipu?”tanya Tsurara lagi.
“Apa ini karena pembalasan dendam keluargamu?”tanya Tsurara, Kurosagi memejamkan matanya.

Kurosagi mengingat kembali saat-saat dimana ayahnya membunuh ibu dan saudaranya. Kurosagi tak dapat menahan lagi air matanya yang sudah ia tahan dari tadi. Kurosagi meneteskan air matanya, ia memejamkan matanya untuk menahan agar air mata itu tidak jatuh lebih banyak lagi, Tsurara menghampiri Kurosagi yang diam membatu.
“Hey…kau kenapa?”tanya Tsurara, gadis itu terhenyak melihat sosok Kurosagi yang selama ini terlihat kuat dan keras kepala, kini menangis.
“Kau….pikir aku meminta maaf tentang ini, tapi bisakah kau pindah?”tanya Kurosagi.
“Aku pikir akan lebih baik jika kita tidak saling melihat satu sama lain”kata Kurosagi memejamkan matanya sejenak.
“Sampai kau menemukan tempat baru untuk tinggal, kau bisa melanjutkan tinggal di sini”kata Kurosagi lagi lalu ia mulai menaiki tangga,
“Mengapa kau menjadi penipu?”tanya Tsurara.
“Pergi dari sini segera”kata Kurosagi tetap melanjutkan langkahnya, Tsurara masih diam mematung di bawah….

The next target Kurosagi “Seorang penipu berlian”…*bang!!!*

Episode 3 akan ditulis oleh Ka Arai…Ka Arai Semangka (Semangat Kaka!!! *abaikan*, hehehehee), Gomennasai kalau banyak salah nulis. sampai bertemu denganku di episode 5 dan 8…. ^^

Pesan Ari untuk copaster, sudah copas jangan seenaknya juga upload gambarnya ambil link urlnya donk, kerja dikit lah download gambar baru diupload sendiri, jangan memberikan kami beban lagi, upload piku dan nata piku itu juga perlu waktu, tolonglah hargai waktu kami yang sangat terbatas ini, kalau kami sudah bisa mengumpulkan $24 untuk album piku kami, tak apa-apa kalian upload dari link url tapi jangan sekarang, karena sekarang kami dengan susah payah berusaha mengumpulkan $24 agar tidak terkena banned dari PB dan tidak mengulang pekerjaan yang berulang-ulang.

Mbok yo jangan nambah beban kami khususnya saia sangat terluka akan hal itu*curcol, setiap mau upload piku mengecek PB yang kosong dan bisa digunakan, agar PD tak berat saat loading untuk kenyamanan pembaca dan menyajikan gambar terbaik, tiba-tiba belum lama sudah muncul banned, gara-gara limit bandwith PB kami dicuri copaster* OOT pelampiasan uneg-uneg menjelang sidang muhaha* ~gomennasai kalau ada yang tersinggung, bersyukur kalau dia terketuk hati nuraninya, amin* ~diwakili oleh maki dan mpi muhaha*

Iklan

6 pemikiran pada “[Sinopsis J-Drama] Kurosagi Episode 2

  1. eh ada yang nunggu kurosagi juga ta muhaha *tengok kanan kiri lihatin maki no neechan kakaka*, maki no neechan nyokkkkk sebagai rasa syukuran putusnya mpi dgn lawan main nya di BB kita buat couple yamaki di kurosagi*tiba2 amnesia dengan hana kimi*nyungsep di kolong tempat tidur kakaka

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s