[Sinopsis ] The Greatest Love/Best Love Episode 13

T_T

Ae Jung bergegas ke rumah Dokko Jin, baru beberapa langkah keluar dari pagar rumah, Ae Jung bertemu Han Mi Na.

“Ae Jung onnie “panggil Mi Na yang langsung keluar dari mobil. Ae Jung menoleh ke belakang terkejut ternyata yang memanggilnya adalah Mi Na. Ae Jung tersenyum melihat Mi Na, sebaliknya Mi Na terlihat sedih.
“Onnie selamatkan aku “pinta Mi Na, Ae Jung hanya diam. Mi Na kembali memikirkan lagi pertemuanya dengan manajer Jang.

“Kau telah merubah namamu menjadi Han Hye Jin. Mengapa kau harus mengubah namamu ? Dan bersembunyi begitu lama dihidupmu?”tanya manajer Jang penuh selidik
“Aku ingin benar-benar meninggalkan masa laluku. Karena aku benar-benar meninggalkan industri hiburan.“jawab Mi Na .

“Untuk jenis pekerjaan ini, kau mungkin telah pergi, tapi kau akan tinggal dalam kenangan orang. Jadi kau tidak bisa, benar-benar meninggalkannya. Jika sesuatu terjadi pada Han Hye Jin sekarang, itu pasti akan muncul di koran besok pagi dengan nama NTG Han Mi Na.” Mendengar pernyataan Manajer Jang , Mi Na mengerti kemana arah pembicaraan mereka dimaksud.
“Apa alasan kau ingin bertemu denganku? “
“Aku ingin tahu, ketika NTG dibubarkan ,apa yang terjadi dengan Goo Ae Jung. Itu sebabnya aku ingin bertemu dengan kau. Menampar Kang Se Ri. Jika kalian telah menjelaskan dan kemudian berdamai , kalian tidak perlu bubar kan? Lalu apa sebenarnya alasan kalian harus bubar?”. Mi Na sedikit terkejut, tapi berusaha tenang dan menjawab lagi pertanyaan Manajer Jang.
“Aku sudah lupa tentang hal-hal di masa lalu”
“Kau selalu dekat dengan Goo Ae Jung, jadi kau seharusnya tahu? “
“Aku tidak tahu apa-apa”
“Apa sebenarnya yang membuat Goo Ae Jung bersembunyi ? Ada seorang pria yang mendukung dibelakangnya.”
“Ae Jung onnie bukan orang semacam itu”bantah Mi Na dengan cepat.
“Lalu, apa masalahnya dengan Han Mi Na?”. Wajah Mi Na mulai pucat. “Bahkan jika kau telah menghilang selama 10 tahun, hanya dengan satu berita, kau segera kembali menjadi sorotan. Jika kau ingin hidup tenang, katakan padaku apa yang kau ketahui.”ancam Manajer Jang
“Apa maksud sebenarnya Goo Ae Jung bersembunyi? Karena persahabatan kalian, kau tidak memberitahuku? Lalu lihatlah suamimu dan wajah anakmu. Kita akan bicara lagi”. ( Ckckck bener-bener deh manajer Jang ampe ke akar nyari kesalahan orang. Dia juga ga rugi banget kan! bencinya ma Ae Jung gitu banget. moga orang kya gini ada di drama doank) Flash back end.

Kita kembali ke Ae Jung dan Mi Na
“Sama seperti 10 th lalu, ketika kau tidak memberi tahu siapa pun tentang masalahku . Kau akan melindungi aku saat ini juga kan?”. Tampak keraguan diwajah Ae Jung “Tapi Mi Na, aku juga memiliki sesuatu yang harus kulindungi”
“Aku benar-benar menyesal bersembunyi dibelakangmu seperti seorang pengecut lagi. Tapi sekarang aku benar-benar bahagia, aku ingin melindunginya. Aku mohon, tolong bantu aku.”pinta Mi Na yang mulai berkaca-kaca matanya.
“ Hfttt.. aku berharap seorang wanita super, sehingga bisa melindungi semua orang “
Ae Jung tidak jadi bertemu Dokko Jin, dia duduk di beranda rumah memikirkan kembali masalah-masalah di depannya. Ae Jung menunduk lemas tanpa tahu Dokko Jin yang sudah hadapannya.

Dokko Jin mendekati Ae Jung dan duduk di sampingnya .“Dokko Jin ssi.. “ Ae Jung terkejut kehadiran Dokko Jin di sampingnya.
“ Tidak peduli berapa lama aku menunggu, kau tidak datang untuk menyelamatkanku. Jadi aku datang ke sini sendiri. Kau harus merasa tersanjung” (awalnya so sweat, mulai lagi deh dokko Jin hedehh)
“Mendengar kau mengatakan ini, sepertinya aku menjadi baik hati, mantra tidak berpengaruh sama sekali.”
“Satu-satunya yang memiliki efek padaku adalah lagumu. Kemari, nyanyikan lagu ‘Thum-Thump’ untukku.”
“Aku tidak menyanyikan lagu itu lagi. Kali ini aku ingin meninggalkan nama besar ‘Thump-Thump’ NTG. Aku akan merilis lagu.“
“Oh benarkah? Jika bukan ‘Thump-Thump. Apa akan bisa? Oh ini akan woo lung woo lung, kong dak kong dak? “ wkakak.
“Ini tidak akan menjadi seperti itu. Ini adalah lagu balad. Balad”, senyum Ae Jung langsung mengembang “ Apakah kau ingin mendengarkan? “

Kemudian mereka mendengarkan lagu balad Ae Jung dengan berbagi headset. ( aslinya lagu ini yang nyanyi Baek Ji Young, dan emang dijadiin ost yang baru)
Dokko Jin memejamkan mata merasakan suara penyanyi tersebut.
“ Wow.. penyanyi ini bernyanyi dengan sangat baik “( what?? Dokko Jin muji orang lain juga!! )
“Aku tahu, dia hanyalah seorang penyanyi demo, namun dia bernyanyi dengan sangat baik. Meminta aku menyanyikan lagu ini. Aku hanya akan dihina“, Ae Jung pesimis.
“Tidak apa-apa, karena kau bukan penyanyi yang benyanyi karena suaramu kan ?“, Dokko Jin memberi semangat Ae Jung (waw berbuat baik lagi si Dokko Jin hoho)

“Bagaimana kau tahu? Kecantikanku menang dengan penampilan dan tubuhku” wkkaka sekarang yang narsis jadi Ae Jung.
“Kecantikan.. ?”sewot Dokko Jin yang melihat Ae Jung dari atas sampai bawah. “Berdasarkan apa? “
“Dari atas kepalaku ke ujung jari kakiku, mereka semua bilang aku cantik. Dan tubuhku disebut sebagai harta karun nasional“. Ae Jung kembali membanggakan diri dan terdiam memikirkan seuatu. “Apakah kau tidak menyukaiku karena aku cantik?
“ Lupakan saja . Aku lebih suka tidak melihat”, Dokko Jin langsung menarik Ae Jung ke pelukannya. Posisi mereka sekarang tiduran.

Ae Jung mulai berontak, “Hanya diam. Aku sudah lama tanpa ‘recharge’ jadi aku tidak punya tenaga”. Ae Jung mulai diam.
“ Dokko Jin ssi, jika kau rusak di sini (menujuk dada Dokko Jin) dan itulah mengapa selalu duk duk, bukankah matamu juga akan rusak untuk melihatku sebagai yang tercantik. Untuk mengatakan bahwa aku yang paling indah, mulutmu juga rusak. Dengan cara itu, ada tujuan seseorang yang rusak”.
“ Ya, aku rusak“. Dokko Jin mengingat kembali pertemuanya dengan Pil Joo.

“Goo Ae Jung akan terluka. Apakah kau tidak berpikir bagaimana jika terjadi sesuatu?”tanya Pil Joo yang khawatir masa depan Ae Jung
“Jadi apa yang ingin kau katakan adalah, aku harus mundur karena aku akan merawatnya ? Dengan begitu aku akan menyakitinya sedikit dan tidak akan sama sekali menyedihkan”.
“Sedikit menyakiti dia, lebih cepat dia akan pulih“
“Dokter oriental, aku terlalu terkenal. Aku tidak bisa tenang menghilang tanpa menyakitinya. Hal sesuatu yang terjadi padaku, aku pasti akan mati spektakuler. Bahkan setelah aku mati,aku tidak akan mudah dilupakan. Mengapa? Karena image yang aku tinggalkan, aku akan terus menyakitinya.“
“Apakah kau mengatakan bahwa dia mungkin tidak pernah lupa?”sambung Pil Joo menangkap maksud perkataan Dokko Jin. Flash back end.

Memikirkan hal ini, Dokko Jin semakin mengeratkan pelukannya. Seolah-olah tidak bisa melepaskan Ae Jung.
“Goo Ae Jung mataku yang rusak, sehingga kau yang paling indah di mataku. Mulutku juga rusak, jadi aku bisa mengatakan seperti omong kosong. Aku memujamu sampai mati“. Ae Jung tersenyum mendengar perkataan Dokko Jin.
“Apakah kau ketumpahan beberapa minyak karena kau rusak ? ini sangat berminyak, sehingga aku merasa seperti akan tergelincir. ( wah-wah….. ada arti ganda lagi dialognya hehe ayo-ayo ngerti kan? Wkakaka)
“Karena aku sudah berminyak pula, kita harus menyalakan api? “tambah Dokko Jin (ini mah niat Dokko Jin dari dulu wkakak)
“Haruskah kita? Haruskah kita bermain dengan api, atau haruskah kita meledakan bom, bukan? (wah-wah Ae Jung juga semangat rupanya)
“Mengapa kau seperti ini ?” (sekarang yang kebingungan Dokko Jin)
“Jangan pikirkan, Aku tidak dapat mengambil tangung jawab untukmu sampai akhir. Aku harus melindungimu.“
“Tidak ada yang melindungi.“
“Aku pasti akan melindungimu.“ mereka terdiam di bawah lagit yang bertabur bintang dan bulan. ( Asli suasananya romantis banget, tapi aku liat sceane ini jadi sedih. Apa aku yang lebay, apa emang sutrada menuntut pemirsa merasakan kesedihan tokohnya. Klo begitu sukses, buat aku sedih T_T )

Ae Jung mulai meneteskan air mata dipelukannya dan memanggil Dokko Jin. “Dokko Jin ssi..”. “Apa??”balas Dokko Jin
“Setelah kau stabil, kau bisa pergi kapan saja yang kau inginkan. Aku tidak ingin menangkapmu. Jika suatu hari aku tersadar, dan memintamu untuk membiarkan aku pergi. Kau harus membiarkan aku pergi juga.” Mereka terdiam sejenak… kemudian Ae Jung memberi jari kelingkingnya “ Janji, berjanjilah padaku“. Dokko Jin menyambut jari kelingking Ae Jung mereka saling berjanji. Ae Jung sekuat tenaga menahan air matanya yang sudah bergenang.

“Oke. Bahkan jika aku meninggalkanmu, jangan sakit hati hanya melepaskan dari sisiku. Kau harus menanggungnya”. Ae Jung mengangguk, air mata Dokko Jin sudah mengalir dan mengeggam tangan Ae Jung dengan erat T_T.

Sambil mengendarai mobil Pil Joo memikirkan percakapannya dengan Dokko Jin. (kita kembali kelanjutan pecakapan flashback Dokko Jin dan Pil Joo)
“ Jadi apa yang bisa ku lakukan, bukan untuk menyakitinya sedikit, tapi untuk mencintainya lebih sehingga dia akan mengatasi segala sesuatu. Jadi aku harus bersamanya setiap menit, setiap detik dan disisinya. Bahkan jika itu hanya satu menit atau detik, aku harus bersamanya. Ini mungkin waktu-waktu yang tersisa. Jadi biarkan dia pergi.”. Raut wajah Dokko Jin penuh kemarahan.
“Apakah itu ancaman? ”
“Dibandingkan dengan mengancam, mengemis akan lebih efektif padamu. Aku bisa memohon. Aku tidak memiliki waktu untuk khawatir tentang kebanggaanku. Bagiku waktu berjalan dengan cepat“. Flashback end potongan terakhir percakapan Dokko Jin dan Pil Joo.

Kemudian Se Ri menelpon Pil Joo. Mereka bertemu di taman , keduanya menaiki ayunan dan mengobrol.

“Tentang waktu itu aku menyesal”, Se Ri membuka percakapan.
“Oke, kau benar. Aku benar-benar berpikir “
“Darimana kau datang ?”, Se Ri mencoba bicara lain.
“Aku merasa seperti datang dari dimensi lain”
“Dimensi lain ?”
“Apakah kau tahu komik ‘Petualangan Ajaib Paulus’?“
“Komik? Mengapa kau tiba-tiba menyebut komik?“tanya Se Ri yang terheran.
Pil Joo tidak mengubris pertanyaan Se Ri dia melanjukan cerita Paulus. “Ini adalah tentang seorang anak bernama Paulus dan bagaimana ia menyelamatkan Nina dari raja jahat negeri asing. Dia duduk di mobil ajaib dan bahkan membawa penolong. Apa kau tidak tahu tentang hal itu?”
“Aku rasa aku telah melihat sebelumnya“
“Ingin menyelamatkan Nina yang sedang menangis, Paulus dengan berani berlari ke sisinya. Tapi waktunya selalu salah, dan raja jahat yang menangkap Nina.”
“Semua komik anak-anak kecil seperti itu“potong Se Ri yang belum mengerti kisah Paulus sebenarnya siapa. “Jika dia menyelamatkan Nina, cerita ini berakhir”kata Se Ri lagi
“Tapi ada satu kali ketika Paulus berhasil meraih tangannya, dan akhirnya menyelamatkannya. Tapi Nina mengatakan raja yang jahat terlalu menyedihkan jadi dia melepaskan tangan Paulus. Jadi dia meninggalkannya dan kembali ke dimensi yang aneh.”
“Dia adalah gadis yang aneh“komentar Se Ri.
“Bahkan jika Paulus pergi ke raja yang jahat dan meminta dia untuk membiarkan Nina pergi, Nina mengatakan ia sangat senang di sana sekarang, dan tidak perlu siapapun untuk menyelamatkannya. Paulus seharusnya tidak kembali ke dimensi aneh dan berusaha untuk menyelamatkan Nina. Bahkan jika dia terus berusaha menyelamatkan Nina, Paulus benar-benar akan menjadi seorang pria aneh, kan?
“Apakah kau seorang Paulus dari cerita ini? (nahh akhirnya ngerti juga Se Ri) kau ingin menyelamatkan Goo Ae Jung yang tengah lari, dari cengkraman raja jahat Dokko Jin”, Pil Joo tersenyum (intermezo dalam hati Pil Joo: ahh Se Ri lama amat ngertinya wkakak)

Se Ri melanjutkan, “lalu siapakah aku?”tanya Se Ri yang pengen tahu jadi tokoh apa di cerita Paulus.
“Kang Se Ri ssi?”, ..Pil Joo berpikir sebentar, ehmmm Seorang peri jamur. “Dia dulu bekerja untuk raja jahat tetapi menjadi dekat dengan Paulus dikemudian hari.“
“Apakah mereka benar-benar menjadi dekat dikemudian hari?”. “
“Ya”.

Di kantor CM, Ae Jung kaget setelah diberi tahu oleh PD Kim kalau Pil Joo mengundurkan diri karena alasan pribadi. PD Kim dan nona Han menyuruh Ae Jung untuk membujuk Pil Joo agar tidak keluar dari program. Ae Jung menolak karena dia juga menginginkan CM berakhir. Ae Jung mengaku permintaan berakhirnya CM pertama datang dari Ae Jung bukan Pil Joo. Tim PD hanya bisa pasrah mendengar penjelasan Ae Jung dan kecewa. Di luar Ae Jung dan Ae Hwan bertemu manajer Jang, Ae Hwan yang emosi ingin membuat perhitungan langsung dicegah Ae Jung. Mereka pergi ke arah yang berlawanan.

Manajer Jang bertemu Se Ri mereka membahas Ae Jung dan Mi Na, di akhir pembicaraan manajer Jang mengancam Se Ri agar menggunakan Ae Jung sebagai penyebab putusnya dia dengan Dokko Jin. Manajer Jang berniat melawan Dokko Jin lewat Se Ri, dengan begitu Se Ri bisa terlepas dari skandal dengan NTG. Se Ri yang takut membawa Dokko Jin ke dalam skandal, Se Ri pergi ke rumah sakit Pil Joo berniat bertemu Mi Na, namun Mi Na sudah tidak lagi menjadi pasien di rumah sakit Pil Joo. Se Ri memutuskan pulang kembali, di pintu keluar Se Ri bertemu ibu Pil Joo, mulanya Se Ri judes membalas sapaan ibu Pil Joo. Saat Se Ri tahu yang menyapanya ibu Pil Joo langsung berubah bak putri baik hati.

Ibu Pil Joo mengajak Se Ri minum teh dipabriknya dan mengobrol, ibu Pil Joo yang memang ingin sekali menjadikan Se Ri sebagai menantu, selama percakapan selalu memuji Se Ri dan menyuruhnya untuk Se Ri main. Tahu ibu Pil Joo juga membenci Ae Jung, Se Ri yang diatas angin, ikut memprovokasi mengatakan Ae Jung sudah memiliki pacar dari kalangan selebritis juga. Se Ri pura-pura keceplosan bicara, dan menyuruh ibu Pil Joo tidak menganggap kabar tadi, tentu saja ibu Pil Joo menjadikan kabar tadi sebagai senjata.

Ibu Pil Joo langsung ke kantor PD dan marah-marah, menyalahkan tim menggunakan peserta yang sudah punya hubungan, kebetulan ada wartawan yang memang mencari berita acara CM, wartawan tadi langsung menguping pembicaraan ibu Pil Joo dan tim. Wartawan yang mencium dapat berita bagus, mengikuti ibu Pil Joo dan mewanwancarainya disambut juga oleh ibu Pil Joo.

Kita ke rumah Dokko Jin, yang asik membantu PR Hyung Kyu bahasa Inggris. (ah aku suka scene klo Dokko Jin sama Hyung Kyu ^^)

“Terima kasih untuk mengajarkanku, ahjussi“
“Melihat PR mu yang banyak, aku takut kau tidak akan dapat pergi piknik. Itulah sebabnya aku membantumu“
“Oh, aku bisa juga datang bersama untuk piknik?“
“Benar, bibi dan aku akan piknik, dan aku membiarkanmu ikut untuk bertindak sebagai pemadam kebakaran. Ini sangat disayangkan, namun api tidak boleh keluar. (wkakka… perumpaan yang baik sodara-sodara) meskipun aku membiarkanmu bertindak sebagai pemadam kebakaran, tetapi selama beberapa momen penting, ketika kau melihat isyaratku, kau harus menghindari kita.“
“Apa ada momen penting ?”tanya Hyung Kyu yang wajahnya polos abies.. haha
Dokko Jin berhenti bicara dan berpikir, “Menjelaskan ini ke usia 7 tahun untuk melihat isyarat, itu benar-benar terlalu sulit , ahh aku akan memberikan sinyal, ketika aku mengatakan ‘Ding dong kau mengerti kan’ dan kemudian aku melakukan gerakan ini”

Dokko Jin membuat gaya andalanya (ehmm aku sebut tangan metal ato gaya tanduk banteng make tangan). “Kau menghindari kami untuk sementara waktu”.
“Oke”kata Hyung Kyu. Sekali lagi Dokko Jin memberi isyarat ke Hyung Kyu dan Hyung Kyu mengikuti tangan Dokko Jin seperti bertosan.

Hari piknik tiba, Dokko Jin menunggu di mobil putihnya bersama Jae Suk, kemudian Ae Jung dan Hyung Kyu juga datang. Selanjutnya kita akan melihat cara piknik ala seleb, lumayan juga buat diikutin walaupun rada ribet haha.

Dokko Jin memesan kopi untuk Ae Jung, Ae Jung juga memesan hot dog tapi mereka menanyakan keinginan satu sama lain lewat hp. Mereka kembali ke tempat duduk masing-masing, Dokko Jin meminta hot dognya. Nah di sini Hyung Kyu berperan sebagai kurir Ae Jung dan Dokko Jin.
“Hyung Kyu berikan ini ke ahjussi”, Ae Jung memberi kotak isi hot dog ke Hyung Kyu
“Oke”

Hyung Kyu berlari ke meja Dokko Jin,Hyung Kyu membawa kopi yang dibelikan Dokko Jin tadi, lalu balik lagi ke meja Ae Jung.

Jin-Jung (Dokko Jin dan Ae Jung) sama-sama membuka kotaknya, ternyata isinya tertukar kopi Ae Jung panas padahal Ae Jung lagi kepanasan, sedangkan hot dog Dokko Jin ada sausnya mintanya kan ga pake saus. Hyung Kyu kembali menukarkan semua kotak tadi. (ahahah, tahu gitu Hyung Kyu ga usah ikut tadi ^^). Setelah semua sesuai pesanan, mereka makan, Dokko Jin yang memang kelaparan makan sampai belepotan. Ae Jung yang mendengar suara Dokko Jin meminta tissue. Menyuruh Hyung Kyu mengelap wajah Dokko Jin.

Kabar Ae Jung memiliki pacar selebritis sudah menjadi headline di internet belum lagi judulnya yang negatif bagi Ae Jung ‘manusia sempurna ternyata tertipu dengan sempurna’ kepala Moon yang membaca berita menjadi panic dan menyuruh Ae Hwan untuk menghubungi Ae Jung. Sudah pasti hpnya sibuk terus, Dokko Jin sibuk berbelanja keperluan piknik di supermarket, Ae Jung dan Hyung Kyu sabar menunggu di meja pelanggan.

Dokko Jin bergegas kembali, Jae Suk yang baru dapat berita dari kepala Moon untuk mengamankan Dokko Jin dan Ae Jung langsung menghalangi jalan Dokko Jin. Mendengar berita tersebut Dokko Jin menyuruh Jae Suk tidak memberitahu dulu ke Ae Jung. Dokko Jin memberi isyarat ke Hyung Kyu, menyuruh pulang dengan Jae Suk. Melihat isyarat dari Dokko Jin, Hyung Kyu langsung mengerti dan pergi ke pelukan Jae Suk, tinggal Ae Jung yang bingung. Dokko Jin langsung menarik Ae Jung masuk ke dalam mobil, Ae Jung mau tak mau mengikuti tarikan Dokko Jin yang masuk ke mobil. Hyung Kyu dan Jae Suk melambai ceria ke pasangan kita Jin-Jung.

Para wartawan berbondong-bondong menyerbu ke rumah sakit Pil Joo meminta konfimarsi, bahkan sampai menerobos masuk. Salah satu suster melaporkan ke Pil Joo, kalau wartawan tidak akan pergi sebelum mewawancarai Pil Joo. Pil Joo tidak punya pilihan lain akhirnya mau diwawancarai

Pil Joo mendatangi kerumunan wartawan dengan wajah kesal, “ini rumah sakit, kalian membuat hal yang sulit bagi kami“
Salah satu wartawan langsung bertanya ke inti.
“Apakah kamu tahu berita tentang Goo Ae Jung punya pacar selebriti“.
Wartawan lain ikut bertanya ,“apakah kamu tahu siapa orang tersebut?, bagaimana perasaanmu sekarang?”. Pil Joo yang sudah tidak tahan pertanyaan wartawan langsung mengeluarkan statement, “ Tentang aku menyukai Goo Ae Jung, semua orang melihat dengan jelas pada program, Goo Ae Jung tidak menyembunyikan apapun dariku, dan kami memutuskan untuk mengakhiri program setelah berdiskusi satu sama lain”. Wartawan yang tidak puas statmen Pil Joo, bertanya lagi, “apa alasannya? Tolong beri tahu kami? Bagaimana perasaanmu sekarang ?”. Pil Joo hanya diam. Statmen Pil Joo langsung menghiasi internet, berbeda dengan statmen Pil Joo aslinya. Judulnya saja sudah memojokan Ae Jung. Pil Joo kesal melihat statmennya yang berbeda dijadikan berita, dan meminta PD Kim dan nona Han menemui wartawan dan menulis ulang beritanya. Pil Joo hanya mendapat saran agar bersabar, dan toleransi adalah sikap yang tepat menghadapi situasi ini. Pil Joo tidak habis akal, dia menemui Se Ri meminta bantuan.

“Kang Se Ri karena kau tahu banyak semua wartawan, aku harap kau membantuku memperjelas semua ini”
“Yoon Pil Joo ssi, jangan melakukan apa-apa dan hanya membiarkannya. Pokoknya fokus semua orang sekarang adalah pacar selebriti Goo Ae Jung. Kau tidak akan menjadi salah satu, yang mengatakan itu Dokko Jin kan?“. ( Se Ri maling teriak maling ihh)
“Hal yang aku ingin tahan dan tidak mengatakan tumbuh lebih besar dan lebih besar“
“Yoon Pil Joo ssi, berhenti berpikir tentang cerita petualangan Ajaib Paulus lagi. Tidak peduli apa yang terjadi dengan Nina, Raja Jahat akan mengurusnya”, Se Ri memberi nasihat.

Kembali ke pasangan Jin-Jung yang sedang di perjalanan.
“Kemana kita akan pergi? Kenapa kau tiba-tiba berubah pikiran ?“tanya Ae Jung
“Rencana asliku adalah ini. Aku sudah membicarakannya dengan Ding-dong, kau juga sudah mendengarnya kan? bahwa Ding dong mengerti“jawab Dokko Jin
“Bukankah kita akan pergi ke tempat yang direncanakan?”tanya Ae Jung kembali.
“Cuaca sangat baik, jadi pasti akan ramai. Kita perlu mencari tempat lain“
“Tempat lain di mana? ”
“Korea Selatan begitu luas, bagaimana bisa tidak ada tempat, di mana kita bisa mengobrol santai“. Ae Jung mulai menurut, Ae Jung mencari hpnya untuk menghubungi Hyung Kyu. Dokko Jin langsung tanggap dan merebut Hp Ae Jung lalu mematikannya.

“Apa yang kau lakukan ?”tanya Ae Jung yang kaget.
“Sampai piknik berakhir, tidak boleh menghidupkan Hp“. Dokko Jin memegang erat Hp Ae Jung. “Berikan padaku”rengek Ae Jung.
“Goo Ae Jung ini adalah pinik pertama dalam hidupku, sebelum kita melancarkan piknik ini, setiap pikiran lain dan komunikasi dilarang“. Dokko Jin mengembalikan lagi Hpnya, Ae Jung mengerti dan tidak lagi mengotak-ngatik Hpnya, tinggal Dokko Jin yang terlihat gugup.

Di kantor Jae Suk , Ae Hwan, dan kepala Moon sibuk menerima panggilan dari wartawan yang mencari keberadaan Ae Jung.

Berita tentang Ae Jung jadi perbincangan di kalangan masyarakat, semua ikut membahas Ae Jung dan hampir semua bahasannya mengritik Ae Jung. Bahkan ada pelajar sampai membuat poling siapa pacar rahasia Goo Ae Jung, tadinya salah satu kandidat Dokko Jin karena sangat beda kelas dan tingkat jadi dihapus deh. (wkakaka padahal emang bener eh dihapus).

Mobil Dokko Jin berhenti di pinggir pematang sawah.
“Karena pemandangan yang tidak baik, tidak ada seorang pun di sini. Itu baik, kita dapat piknik di sini, oke!“. Dokko Jin menatap Ae Jung meyakinkan.
Mereka pindah dan duduk di atas DAS. Dokko Jin sibuk menyiapkan makanan. “Kita harus makan yang enak di piknik,kan?”.
Sementara Ae Jung sibuk menutupi terik matahari yang menyengat wajahnya. “Karena tidak ada tempat berteduh. Ahh matahari ini terlalu panas“
Dokko Jin mengeluarkan payung dan meneduhi Ae Jung. “Itulah sebabnya tempat teduh akan ramai. Karena itu tidak ada satupun orang di sini, tidak ada yang akan mengganggu kita“
Ae Jung mengangguk lalu menujuk sapi, “sapi ! ada sapi di sini, dia melihat kita“
“Sapi melihat kita? Aku berharap sapi tidak akan memberitahu para wartawan“. Ae Jung tersenyum mendengar perkataan Dokko Jin. “Hei sapi jika kau mengatakan sesuatu, aku akan menuntutmu“teriak Dokko Jin kepada sapi.
Ae Jung melayani candaan Dokko Jin. “Berbicara dengan sapi seperti itu, menurutmu dia akan mengerti ? kau harus moo juga untuk berbicara“

“Oke, (Dokko Jin bicara bahasa sapi) moo, aku Dokko Jin moo. Aku sangat kaya moo, Jika kau mengatakan sesuatu, aku akan menuntutmu moo. Sudah negosiasi“, Ae Jung tertawa. “Tapi jika sapi di sini, bukan berarti pemiliknya ada di sini juga?”
“Benar, tidak mungkin itu sapi liar“. Dokko Jin menyetujui argumen Ae Jung.
“Maka sebelum pemilik datang lebih baik kita pergi ke tempat lain”. Ae Jung bergegas pergi. Dokko Jin langsung menahan lengan Ae Jung meminta untuk foto bersama, tadinya Ae Jung menolak karena akan menjadi bukti. Dokko Jin beralasan agar menjadi bukti bahwa dia pernah pergi piknik. Lalu mereka mengambil foto berlatar pematang sawah dan sapi tadi ^^, Dokko Jin seperti biasa bergaya andalan metal, Ae Jung bergaya V gaya standar Korea, Jepang juga. Saat kamera siap membidik tidak disangka Dokko Jin lari ke Ae Jung dan menciumnya.

Hasilnya Ae Jung tersipu malu, Dokko Jin penuh kemenangan bilang, “sukses” . Jin-Jung melanjutkan ber jalan-jalan di sekitar rumah penduduk tapi sepi koq, selama berjalan Dokko Jin terus memegang payung menutupi Ae Jung (ahhh aku ngirii).

Ae Jung mendorong payung ke arah Dokko Jin agar gantian menutupinya. “Wajah bintang top kita menjadi cokelat“
“Seorang bintang yang membuat uang dengan penampilanya harus baik diurus“ Dokko Jin kembali mendorong payung ke Ae Jung.
“Goo Ae Jung, kemana kau ingin benar-benar pergi?“tanya Dokko Jin
“Mengapa?“sahut Ae Jung
“Haruskah aku menerima wanwancara dari TV Section? Kemana kau ingin pergi ke program syuting?“
“Kau telah melakukan wawancara sekali, melakukannya lagi akan terlalu jelas“
“Kemudian aku akan menerima wawancara TV Section dan mengungkapkan bahwa aku priamu. Bagaimana tentang itu ? dengan begitu kita tidak harus pergi ke tempat-tempat seperti pertanian, pabrik. Lalu kita bisa pergi ke tempat dengan pemandangan yang indah. Bagaimana?“
Ae Jung terdiam, “apakah kau menderita stroke panas, kau harus minum air es. Aku akan memberi beberapa botol dan membawanya”. Ae Jung meninggalkan Dokko Jin. Dokko Jin terlihat khawatir dan sedih.

Ae Jung diam-diam menyalakan Hp. Dokko Jin menunggu cemas Ae Jung yang belum kembali membeli air.

Lalu ada nenek-nenek mengenali Dokko Jin, Dokko Jin yang heran masih dikenali nenek-nenek, meminta ke nenek tadi untuk berpura-pura tidak melihat Dokko Jin di tempat ini.

Nenek tadi tidak memperdulikan perkataan Dokko Jin dan meminta foto bersama. Dokko Jin yang tambah heran bilang gini, “kapan semua warga Negara kita menjadi paparazzi“. Dokko Jin yang menyindir nenek tadi kalau latar foto tidak bagus, pasti nenek tidak akan memperlihatkan foto asli. Tapi jawaban nenek tidak sesuai harapan Dokko Jin, nenek malah berniat menyebarkan fotonya dengan teman-teman, saudara-saudara, dan cucunya yang ada di Seoul wkakak. Mau tak mau Dokko Jin terpaksa juga senyum pas kamera membidik mereka, padahal kesalnya minta ampun ^^.

Ae Jung sudah melihat berita dirinya lewat Hp, kemudian menelpon Jenny, dari Jennylah Ae Jung mengetahui situasi yang terjadi di Seoul, bahkan semua selebriti yang berspekulasi pacar Ae Jung semua membantah dan tidak senang ikut terseret menjadi pacar Ae Jung. Ae Jung bergegas ke Dokko Jin.
“Kau tahu sebelumnya tentang ini, bukan?“. Ae Jung menunjukan HPnya ke Dokko Jin. “Ini akan merusak suasana piknik“, Dokko Jin mengganti topik.
“Aku harus cepat kembali. Dan tentang hal yang kau katakan sebelumnya, kau tahu bagaimana konyolnya itu, kan? Jangan penah melakukan hal itu. Piknik berakhir di sini, mari kita cepat kembali“. Ae Jung langsung masuk mobil.

Dokko Jin bicara sendiri, “Dokko Jin, Jika kau ingin melindungi Goo Ae Jung, kau harus jujur kepadanya”. Dokko Jin kembali memegang dadanya.

Di kamar, Ae Jung curhat ke Jenny kalau Dokko Jin berniat mengumumkan hubunganya dengan dia. Jenny langsung tidak setuju kalau akan diumumkan akan lebih bagus jika diumumkan segera menikah dengan begitu masarakat lama-lama akan menerima, lain halnya jika diumumkan berkencan semua masyarakat pasti menunggu kapan putusnya. Ae Jung yang logis menolak argumen Jenny menyuruhnya menikah di saat seperti ini. Ae Jung optimis karena berjalannya waktu masalah akan reda karena bagi dirinya masalah seperti ini pernah dialami sebelumnya. Jenny yang ikut gugup mengenai Ae Jung karena sekarang Ae Jung lebih menjadi sorotan.

Manajer Jang menyebarkan rumor lagi untuk Ae Jung ke wartawan, membuka kembali masalah NTG dan memberi informasi yang bohong ke wartawan ( ihh ini mah fitnah, bener-bener deh manajer Jang ) semua wartawan terhasut oleh manajer Jang. Serangkaian berita tentang Ae Jung yang negatif mengisi internet.

Ae Jung disidang oleh kepala Moon hanya karena Ae Jung punya pacar selebritis, masalah menjadi merembet kemana-mana, kepala Moon menyuruh Ae Jung untuk membuka dirinya yang sebenarnya. Yang intinya memeberi tahu situasi keluarganya seperti apa. Dengan kata lain menjual keluarganya dan juga menceritakan kejadian sebenarnya NTG bubar. Jika Ae Jung tidak mau membukanya, kepala Moon memohon Ae Jung supaya jangan menyeret Dokko Jin bersamanya. Ae Jung mengangguk mengerti T_T.

Dokko Jin menemui dr. Joeng berkonsultasi kondisi persiapan operasi,

“Kondisi sangat baik sekarang, persiapan operasi akan baik pula“jelas dr. Joeng.
“Tidak ada waktu yang tesisa“
“Aku mendengar bahwa nona “Thump-Thump” mu berada dalam situasi yang sangat sulit baru-baru ini“
“Ini bukan waktunya bagimu untuk browsing berita hiburan“
“Karena ini sangat penting untuk pasien VIPku, aku mengikuti berita. Apakah karena kau tidak dapat menjamin hasil operasimu, itu sebabnya kau bersembunyi?“
“Ini tidak ada hubungannya dengan hasil, aku mencari cara untuk melindunginya”
“Melihat situasi sekarang , jika aku benar-benar menyelamatkan hidupmu, kau kemungkinan besar akan menjalani kehidupan yang sangat panjang. Jika rumor dari kalian berdua menyebar, kau kemungkinan akan dibenci oleh seluruh dunia“
“Ada pepatah ‘lebih baik kehidupan yang buruk daripada kematian yang baik‘ baru-baru ini, aku ingin melanjutkan hidup, dan hidup dengan wanita gila itu“.

Hyung Kyu sedang membeli snack di luar toko dia mendengarkan kalau bibinya menjadi bahan gosip, belum lagi terus menjelekan dan membenci Ae Jung. Hyung Kyu langsung menangis mendengar bibinya dijelek-jelekkan di depannya. Tinggal ibu tadi yang ngegosip langsung bingung menanyakan Hyung Kyu yang menangis keras. (kasian Hyung Kyu harus mendengar kata yang seharusnya tidak di dengar).

Keluarga Goo berkumpul di ruang TV, Ae Hwan membuka suara memberi tahu Ae Jung agar beristirahat dari semua program, dan pembatalan rilis album juga. Ae Jung disuruh intropeksi dahulu oleh pemilik program. Ae Jung bertanya kepada ayah dan kakaknya.

“Apa yang kulakukan salah bahwa aku harus intropeksi ? Apa yang kulakukan sehingga seluruh negeri membenciku? (Ae Jung mulai menangis) Apakah aku benar-benar melakukan sesuatu yang begitu menjijikan? Aku hanya melakukan pekerjaanku dengan tekun, tersenyum saat aku sedih, dan tersenyum sedikit lebih saat aku bahagia, aku telah hidup dengan cara ini (Hyung Kyu juga menagis) Apakah hidup seperti ini jahat?. Apa sebenarnya yang aku lakukan salah? Apa sebenarnya yang kulakukan salah?”. Tangis Ae Jung pecah, Hyung Kyu juga ikut menagis.

Pil Joo menemui Han Mi Na.
“Seorang dokter membaca catatan pasien dan menemukan alamat pasien. Bukankah itu dianggap tidak bermoral?“
“Kau sendiri berkata Goo Ae Jung adalah penyelamatmu, tapi ketika dia dalam kesulitan. Kamu bahkan tidak peduli sama sekali . Mengabaikan dan hanya peduli dirimu sendiri, aku tidak berpikir itu adalah hal yang benar untuk dilakukan.“
“Aku tidak punya sesuatu untuk dikatakan, aku hanya bisa meminta Ae Jung onnie untuk terus tutup mulut tentang peristiwa masa lalu. Aku tidak bisa melakukan hal lain“ . Pil Joo tidak percaya Mi Na akan megatakan demikian. “Jadi itulah sebabnya, sama seperti 10 tahun yang lalu dan bahkan sekarang, kau ingin dia menanggung semua tanggung jawab, membiarkan 1 orang terluka untuk mengatasi itu semua? Bagaimana bisa semua orang begitu egois. Bagaimana kau bisa seorang wanita yang lemah bertanggung jawab dan menderita semuanya sendiri? Tak satupun dari kalian punya tempat lain untuk bersembunyi?“. Pil Joo sudah lepas kendali, Mi Na hanya diam mendengarkan Pil Joo.

Ae Jung berada di restoran Jenny menarik napas memandang ke atas dengan tatapan kosong, Ae Jung meminta pendapat Jenny apa dia harus membuka dirinya dan keluarga, agar diampuni masyarakat dan mendapat simpati. Jenny langsung setuju, Jenny juga bersedia membeberkan masa lalu antara Se Ri dengan Ae Jung. Ae Jung bingung tidak bisa mengambil keputusan benar di saat seperti ini. Tidak lama ada wartawan datang juga ke restoran Jenny , Jenny dengan cepat menyuruh Ae Jung pergi.

Wartawan tadi mendatangi meja Jenny, Jenny yang hanya fokus ke Ae Jung yang melarikan diri, wartawan langsung melihat arah padangan Jenny, dan menemukan Ae Jung. Wartawan langsung mengejar Ae Jung, Ae Jung yang lari terjatuh karena panik. Wartawan tadi bukanya membantu malah sibuk memotret dan mengajukan pertanyaan, tidak peduli keadaan Ae Jung. Lalu datang Paulus kita.

“Apa yang kalian lakukan”teriak Pil Joo, mendatangi Ae Jung dan membantunya berdiri . “Apakah kau baik-baik saja?“, wartawan tadi mengenali Pil Joo. “Goo Ae Jung tidak akan mengatakan“. Pil Joo membawa pergi Ae Jung ke rumahnya dan mengobati luka dilutut Ae Jung.

“Ini tidak bisa diabaikan“. Pil Joo melihat lutut Ae Jung (sebenarnya perkataan Pil Joo punya 2 makna tentang masalah Ae Jung dan lutut).
“Ini akan menjadi lebih baik, dengan berjalannya waktu itu akan pulih“, Ae Jung juga memegang lututnya.

Pil Joo sekarang menatap Ae Jung. “Kau benar-benar membuatku kesal. Mengapa kau selalu mengabaikannya dan berpikir itu akan pulih dengan sendirinya. Itulah mengapa kau memiliki bekas luka yang tidak akan pernah sembuh selama bertahun-tahun“, suara Pil Joo juga meninggi.
“Tapi apa lagi yang bisa aku lakukan. Dengan cedera kecil , jika aku terus menggali lebih dalam, mungkin menjadi lebih serius, seluruh kakiku bahkan mungkin lumpuh“
“Hanya berjalan keluar. Pergi dari tempat ini (dunia entertainment) yang hanya memberimu luka. Tidak peduli itu Dokko Jin atau industri hiburan. Mungkin kau telah terpesona dengan kehidupan itu. Tapi kau selalu terluka , selalu dirugikan oleh orang lain. Dan kau selalu mempersiapkan diri untuk terluka lagi, jika perlu kau dapat memintaku untuk meninggalkan tempat itu. Aku akan membantumu untuk pergi jauh“, Pil Joo menunjuk dirinya.
“Jika aku pergi, Aku tidak bisa melindunginya. Meskipun aku terluka di sepanjang jalan, ada beberapa hal yang harus dilindungi. Jika aku lari, aku tidak mampu melindungi apa-apa“. Ae Jung mengatakanya dengan menahan tangis, Pil Joo diam mendengar kata-kata Ae Jung.

Ae Jung sudah berada di kamar lagi, dia mendapat mms dari Dokko Jin. Isi mmsnya foto mereka saat piknik. Melihat mms tadi Ae Jung sudah membuat keputusan.

Hari konferensi pers tiba, Ae Jung menemui kepala Moon, memutuskan tidak mengungkapkan kejadian yang sebenarnya dan mengundurkan diri dari dunia industri. Berita Penyebab NTG bubar terbit di koran, Jenny menyesal karena tidak tahu masalah sebenarnya sehingga tidak bisa mengungkapkan kejadian sebenarnya di depan wartawan. Nona Han masih tidak percaya apa berita yang ditulis di koran, dia menanyakan Se Ri yang ada di sampingnya. Se Ri hanya berkomentar, ”sekarang Ae Jung onnie terus menjadi sasaran panah”. Mi Na juga membaca koran tentang NTG, Mi Na meminta maaf ke Ae Jung lewat jauh.

Ae Jung di ruang rapat mencoba menghafal kata-kata untuk konfrensi pers nanti. “Aku menyesal, aku tidak dapat mengatakanya, aku akan merenungkan diriku sendiri“. Ae Jung terus mengulang perkataan tadi, lama-lama Ae Jung menangis dan semakin keras (ahh onnie aku juga jadi ikutan kan!! T_T ). Dokko Jin datang juga ke kantor. Kepala Moon langsung menghentikan langkahnya.

“Kau mau kemana?. Goo Ae Jung apakah dia akan menyeretmu ke bawah, setelah semua ini ?“
“Aku berencana menyeret Goo Ae Jung dibawah denganku“
“ Dokko, kau belum dijalan buntu. Jangan memutuskan sendiri dan jangan jatuh karena hal ini“
“Aku juga ingin terus hidup . Itulah mengapa aku harus jatuh bersamanya“. Dokko Jin meninggalkan kepala Moon. Dokko Jin sudah membulatkan tekad.
Saat Ae Jung sudah siap berdiri, Dokko Jin masuk

“Mengapa kau di sini?“
“Goo Ae Jung, jangan bicara tentang hal-hal lain dan hanya bicara tentang aku“
“Apa?”
“Kau dan aku. Hanya berbicara tentang kau dan aku. Beritahu semua orang. Selama kau setuju kalau kau wanitaku, aku akan mengakui semuanya“
“Lupakan saja. Bahkan jika mereka berkata omong kosong, itu sudah cukup bagiku, Jangan bercanda lagi“
“Aku tidak bercanda. Apa yang aku katakan tadi bukan lelucon. Aku mengatakan ingin segera mengumumkan hubungan kita, bukan lelucon. Memintamu sekarang untuk menikah, bukan lelucon”.
“Terima kasih untuk tidak bercanda“jawab Ae Jung.

Dokko Jin berhenti sebentar dengan ragu melanjutkan kata-katanya. “Dan, ini yang paling serius, aku bisa mati dan menghilang selamanya, ini bukan lelucon“, Ae Jung terpana.
“Goo Ae Jung, aku rusak serius dan tidak mungkin bisa diperbaiki“, Ae Jung terdiam.

Ruang konferensi pers telah disiapkan, spanduk ‘kebenaran tentang rumor Goo Ae Jung dipasang‘, semua wartawan telah datang dan menyiapakan kamera, pertanyaan, mic dll.

Di ruang rapat Ae Jung terduduk kembali mencerna perkataan Dokko Jin, Dokko Jin mendekati ke jendela membelakangi Ae Jung. Ae Jung kembali berdiri menatap ke arah Dokko Jin,

“Jadi kau mengatakan, bahwa kau akan mati, sehingga bagus untuk mengungkapkan segala sesuatu tentang kita. Apakah itu yang kau katakan?“

Dokko Jin terdiam sejenak dan berbalik.“ ‘Lebih baik hidup buruk daripada kematian yang baik‘ aku benar–benar merasakan hal itu sekarang, bahkan jika aku harus meninggalkan dunia ini, aku pasti tidak akan membiarkanmu menderita, atau membiarkanmu bergantung pada diri sendiri“
“Katakan kau bercanda “
“Kau tidak perlu menjual orang lain, hanya menjualku. Untuk menutupi semua masalahmu Dokko Jin cukup mahal, dan aku memberikannya kepadamu, jadi hanya menjual diriku“
“Katakan kau bercanda kepadaku“, Ae Jung kembali mengulang.
“Untuk mencapai itu, biarkan aku menjadi priamu“

Ae Jung membentak Dokko Jin. “Katakan kau bercanda kepadaku”. Dokko Jin tampak kaget melihat reaksi Ae Jung.

Lanjut ke eps 14 T_T, episode ini adalah klimaksnya dapet banget feelnya, backsoundnya, ahh semua dehh nonton eps ini rasanya nano-nano. Bentar nangis bentar ketawa, kesel juga ia, semua jadi satu, apa yang terjadi di eps selanjutnya kita tunggu di PD, onnie Ai FIGHTING ^_^ dan Kamsahamnida readers PD sudah setia nunggu GL ding dong…ding dong…. ding dong…. ^_^

Iklan

17 pemikiran pada “[Sinopsis ] The Greatest Love/Best Love Episode 13

  1. Asyiikkk..Yang di tunggu dah muncul..

    Hmmm wlo dah liat tp te2p baca sinopsis PD..biasalah kadang ddvd artiny terlalu baku jd susah dicerna..:)

    Makasih karna sangat membantu..

    Te2p semangat n shat slalu..^^

    Suka

  2. makasih mba rheni dan mba ai,for episode 13. suka banget sama karakternya ae jung,yg rela berkorban demi sahabatnya (mina),padahal berdampak buruk untuk nama baiknya. ditunggu lanjutannya,as soon as possible ^_^

    Suka

  3. terimakasih eonni IyaRF 🙂
    kalo boleh tau, lagu yang di denger Dokkojin dan Ae Jung lewat ipod judulnya apa dan siapa yang nyanyi ya..? aku search di Pelangi Drama bagian download OST kayaknya bukan salah satu dari antara 6 lagu yang disediakan..
    gomawo eonni..

    Suka

  4. Antie: itu lagunya Baek Ji Young – I Can't Drink..

    by the way RF, mana lanjutan sinopsis The Greatest Love (Best Love) nya? aku udah nggak sabar niih.. padahal episode” akhir itu yg paling seru.. kl nonton dvd subs nya kurang dimengerti, jd kan bisa lebih dipahami setelah baca sinop nya.. kl bisa tuntasin aja langsung semuanya sekali, hehe.. fighting!

    Woona

    Suka

  5. GAMSAHAMNIDA… Nice sinopsis,walopun sbnrnya blm nton episode yg ini,soalnya gak nahan penasaran bgt,, tp msh bs nahan kok bwt gak bca smpe episode terakhir,biar lbh seru ntonnya ntar mlm,,

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s