[Sinopsis] Noriko Goes To Seoul Part 2 (End)

Noriko berjalan mondar mandir dengan amplop yang berisikan uang miliknya yang dikembalikan Minha. Hatinya sama sekali tidak bisa tenang dan menjadi semakin tidak tenang saat melihat Minha datang dengan wajah penuh luka lebam.
“apa yang terjadi? Kenapa bisa seperti ini?” tanya Noriko, namun Minha tidak menjawab dan berlalu menuju ke kamarnya
“kita harus ke rumah sakit” ucap Noriko mengikuti Minha namun Minha sekali lagi tidak menjawab dan menyuruh Noriko untuk pergi dengan lambaian tangannya
“apa tidak ada luka lain lagi?” tanya Noriko dan berusaha memeriksa tangan Minha
“tinggalkan aku” teriak Minha kesal dan mendorong Noriko hingga terjatuh

Noriko sama sekali tidak perduli dengan sikap Minha terhadapnya. Baginya, Minha masih tetap master baginya dan orang yang akan membantunya menuju ke Final. Noriko menengok isi kulkas dan mengeluarkan beberapa es batu dan memasukkannya ke dalam kantong es. Noriko ingin membantu mengompres luka Minha namun Minha yang masih kesal dengan Woo Jin merebut paksa es batu dari tangan Noriko dan mengompres lukanya sendiri.

Tiba-tiba terdengar suara seorang wanita yang berteriak memanggil nama Minha dan menyuruhnya untuk keluar dan menemuinya. Minha yang sepertinya sudah tahu hal seperti ini akan terjadi berjalan keluar dari kamar dengan langkah tegap.
“apa yang kau inginkan? Aku sudah berada disini?” tanya Minha dan merentangkan tangannya sebagai tanda bahwa dia sama sekali tidak takut dengan apapun (aku suka gaya kamu Hong Ki, cool abiest hehehehe….)
“oh, kau berani sekali, liat hasil perbuatanmu ini” ucap Ahjumma yang berteriak memanggil nama Minha dan dia tak lain adalah ibu dari Woo Jin (dasar Woo Jin, anak mami)

Paman Minha yang memang memiliki Hobby tidur, tiba-tiba keluar dari kamar Ibunya dan mulai mengeluh “siapa yang sudah membuat keributan disini?”, namun raut wajahnya tiba-tiba berubah ketakutan saat melihat wajah Ibu Woo Jin yang lebih menakutkan dari wajah seekor monster
“kau Ayahnya?” tanya Ibu Woo Jin
“ti…ti…tidak, aku pamannya” jawab Paman Minha dengan terbata-bata
“mana Ibunya?” tanya Ibu Woo Jin lagi
“dia tinggal bersama Neneknya” jawab Woo Jin dengan tangan berkacak pinggang
“dimana Neneknya?” tanya Ibu Woo Jin sekali lagi
“dia berada di toko kecil di depan jalan” jawab Woo Jin
“ayo kita kesana” ucap Ibu Woo Jin dan menarik tangan Minha. Minha hanya menurut saja, namun Pamannya berusaha menahan tangan Ibu Woo Jin dan meminta untuk berdamai.
“bagaimana mereka bisa mendidik anak seperti ini” ucap Ibu Woo Jin ketika menuruni tangga bersama Minha

Minha reflex menarik tangannya ketika mendengar ucapan Ibu Woo Jin yang menurutnya keterlaluan
“beraninya kau mengatakan seperti itu, ini bukan salah Ibu ataupun Nenekku, ini adalah kesalahanku sendiri” teriak Minha
“beraninya kau berteriak seperti itu kepadaku, orang tua dan anak sama sekali tidak ada perbedaan, ayo kita jalan” ucap Ibu Woo Jin semakin marah dan kembali menarik tangan Minha dengan paksa
“HENTIKAN” teriak Noriko tiba-tiba. Noriko sedaritadi hanya bisa terdiam melihat Ibu Woo Jin berlaku semena-mena terhadap Minha, namun kali ini dirinya sama sekali tidak bisa tinggal diam
“kau juga seorang Ibu, bagaimana kau bisa melakukan hal seperti ini terhadap Minha kami. Putramulah yang memukul Minha terlebih dahulu dan bagaimana kau bisa seperti itu terhadap Minha. Kau sangat melindungi putramu dan aku juga akan melindungi Minha”
“Minha dan putraku tidaklah sama. Putraku adalah satu-satunya anak lelaki di tiga generasi keluarga kami dan aku tidak akan membiarkan seorang pun menyakitinya”
“Minha juga sangat berharga untukku dan keluarga ini, dia juga sangat pandai bernyanyi dan sangat tampan. Bagaimana wajah setampan ini bisa memiliki bekas luka. Minha sangat berharga untuk kami dan aku juga tidak akan tinggal diam melihat Minha diperlakukan seperti itu olehmu” teriak Noriko dengan nafas tersengal-sengal dan tanpa sadar mendekat hingga membuat Ibu Woo Jin mundur dan sedikit takut. Sedangkan Minha dan Pamannya hanya bisa menganga melihat Noriko yang memiliki semangat berapi-api.
“sudah, sudah” ucap Paman Minha tiba-tiba menarik Noriko masuk ke dalam rumah. Woo Jin juga melakukan hal yang sama menarik Ibunya untuk segera pergi dari kerumunan warga yang datang untuk menyaksikan pertengkaran seru mereka.

Noriko berusaha mengatur nafasnya. “Minum” ucap Minha dan menyodorkan segelas air pada Noriko. “gendang telingaku hampir hancur, suaramu besar sekali” tambah Minha dan duduk disamping Noriko “benarkah?” tanya Noriko tak percaya “begitu banyak lagu bagus” ucap Minha dan menatap Noriko yang masih berusaha mengatur nafasnya “suaramu baik-baik saja?” tanya Minha dan Noriko hanya menjawab dengan anggukan. Dari raut wajah Minha terlihat kalau Minha merasa sedikit bersalah dan tidak enak karena sudah bersikap tidak baik pada Noriko.

Paman Minha bergegas ke toko milik Ibunya dan dengan semangat 45 layaknya pejuang, Paman Minha menceritakan apa yang terjadi pada Ibunya dari akar hingga ke pucuknya. Nenek Minha tertawa senang mendengarnya dan tak menyangka jika Noriko bisa melakukan hal seperti itu layaknya seorang Ibu membela anaknya.
“lantas, ketika keponakanmu diintimidasi kau sendiri melakukan apa?”
“aku??? Aku… aku tentu saja berada disampingnya dan berusaha menengahi mereka” ucap Paman Minha sambil memakan sebuah es
“benarkah? Semua orang juga tahu kalau kau tidak mungkin seperti itu. Noriko benar-benar hebat” ucap Nenek Minha sangat senang

Noriko Goes to Seoul. Kesempatan yang didapatkan Noriko tak disia-siakannya dengan percuma. Insiden yang sempat terjadi beberapa hari yang lalu, sejenak dilupakannya demi menggapai impiannya melaju ke babak Final. Di tempat yang sering di datanginya bersama dengan Minha untuk latihan, disanalah kali ini Noriko berada.
“ini” ucap Minha dan menyodorkan sebuah buku yang berisi kumpulan note dan lagu hasil buatannya sendiri
“kau tidak bermaksud agar aku menyanyikan lagu di dalam buku ini kan?” tanya Noriko
“cobalah dulu”
“bukan seperti itu, tapi seperti ini” ucap Minha menghentikan nyanyian Noriko yang terdengar tidak bagus. “ya, seperti itu” Ucap Minha. Tiba-tiba Hp Minha berbunyi, seseorang mengajaknya untuk bertemu. Minha melirik sesaat kepada Noriko yang masih berlatih dan kembali berbicara dengan lawan bicaranya. Dan tanpa disadari Minha, Noriko mengetahui dan sudah bisa menebak kalau Minha sebentar lagi akan datang menghampirinya dan meminta untuk menghentikan latihan.
“untuk hari ini sampai disini saja” ucap Minha dengan wajah tegang
“oh,…… Guru akan menemui pacarnya”
“pacar?”
“ya, aku mendengar suara seorang yeoja”
“itu bukan pacarku. Hari ini cukup sampai disini saja ya…. mianhae” ucap Minha dan bergegas pergi

Minha hanya terdiam saat berhadapan dengan Sora. Sora membuka pembicaraan dengan meminta maaf atas kejadian yang terjadi beberapa waktu yang lalu dan menambahkan kalau dirinya tidak lagi berteman dengan Woo Jin dan temannya yang lain. Minha tersenyum mendengarnya, namun senyumnya memudar saat mendengar perkataan Sora selanjutnya yang ingin melihat Minha bernyanyi di atas panggung.
“itu tidak akan terjadi lagi” ucap Minha
“mengapa? Mengapa menyerah?”
“hanya tidak ingin menyanyi lagi” jawab Minha dan meminum segelas jus yang ada di dekatnya

Malam harinya
Noriko mencoba menghapal lirik lagu dari buku milik Minha. Dorongan pintu samar-samar terdengar dan Noriko bergegas menuju jendela dan mengeluarkan kepalanya agar bisa melihat Minha yang baru saja datang.
“guru, bagaimana kencannya? Kenapa wajahmu sesedih itu? Apa kalian bertengkar?”
“aku bilang dia bukan pacarku” ucap Minha dan menuju kamarnya. Noriko hanya terdiam dan tak berani untuk berkata-kata lagi ataupun mengejek Minha yang saat ini memiliki suasana hati yang buruk.

Keesokan harinya, terdengar bunyi suara panci, wajan dan bau harum dari dalam dapur.
“wah kelihatannya enak” gumam Paman Minha saat Noriko menghidangkan makanan yang terlihat sangat enak di meja makan.
“ini adalah barbekyu, sashimi, tempura, silahkan dimakan” ucap Noriko menjelaskan satu persatu makanan yang dimasaknya

Noriko melirik sekilas ke arah Minha dan mengambilkan beberapa lauk untuk Minha. “apa enak?” tanya Noriko pada Minha. Minha hanya mengangguk.
“ya,ya,ya, harusnya kau mengatakan sesuatu, jangan hanya mengangguk saja. Itu sama halnya kau tidak menghargai masakan orang” tegur Nenek Minha
“kau ini benar-benar anak nakal” ucap Paman Minha dan memasukkan sesumpit makanan ke dalam mulutnya (tau nggak chingu, sampai sekarang aku nggak pandai makan pakai sumpit). “astaga, ini enak sekali, aku tidak akan menyesal jika mati sekarang” tambahnya

Minha tak ingin kalah dari Pamannya dan ikut berkomentar dengan nada bicara yang dibuat-buat “oh, ini sangat lezat, aku juga tak akan menyesal jika mati sekarang”. Semua yang mendengarnya tertawa sedangkan Minha sendiri cemberut.

Noriko menelepon suaminya dan menyuruhnya menonton siaran tv Korea bersama dengan Miyuki. Hiroshi terkejut bukan main saat melihat Noriko di tv sebagai salah satu peserta audisi, sementara Noriko sendiri sedang menikmati buah-buahan yang sudah dikupas dan dipotong bersama Paman dan Nenek Minha. Hati Noriko saat ini sangat senang.

Lain halnya dengan Hiroshi, Miyuki sama sekali tak terkejut melihat Ibunya menjadi salah satu peserta audisi. Miyuki memutuskan pergi dan lebih memilih untuk membuang sampah dan tanpa sengaja bertemu dengan temannya, Aya yang sudah menunggunya untuk bertemu dengannya.
“aku sudah meneleponmu, tapi teleponmu sama sekali tidak aktif” ucap Aya

Miyuki hanya terdiam

“Tim atletik terus mencarimu dan aku tidak bisa tinggal diam melihatmu seperti ini, kembalilah” tambah Aya dan Miyuki tetap terdiam dan memutuskan masuk kembali ke dalam rumah.

Keesokan harinya, disaat Hiroshi akan berangkat kerja, seorang teman kerja meneleponnya dan mengatakan kalau Hiroshi harus membawa file yang sudah dikerjakannya ke kantor. Hiroshi kembali ke rumah dan terkejut saat melihat Miyuki kembali ke rumah masih memakai pakaian sekolah.
“Miyuki, ada apa? Kenapa kau kembali lagi?”
“aku sakit” jawab Miyuki singkat
“kau bukannya tidak membolos kan?”
“tidak, di tengah jalan, perasaanku tidak enak, makanya aku pulang” ucap Miyuki dan berjalan ke kamarnya
“Miyuki,Miyuki” panggil Hiroshi, namun Miyuki hanya berhenti sesaat dan langsung masuk ke dalam kamar. Hiroshi sebenarnya ingin mencari tahu alasan sebenarnya kepulangan Miyuki, apa hanya kali ini saja Miyuki pulang ke rumah atau hanya berpura-pura berangkat ke sekolah dan kembali lagi ke rumah. Namun, waktu yang sangat tidak memungkinkan membuat Hiroshi lebih memilih pergi ke kantor daripada bertanya langsung pada Miyuki.

Kak Saa ada Jang Geun Suk 
Sementara itu di Korea, Noriko sedang sibuk berbelanja pakaian yang akan digunakannya untuk penampilannya di atas panggung. Minha yang menemaninya tak henti-hentinya mengeluh karena waktu yang dibutuhkan Noriko membeli beberapa lembar pakaian saja memakan waktu 2 jam. Belum lagi, saat Noriko berhenti di depan sebuah billboard yang memasang wajah para artis Korea.
“ah, Jang Geun Suk, tampannya”
“kau tidak bermaksud mengatakan kalau dia seperti Kim Hyun Jae kan?” tanya Minha kesal
“hah, Kim Hyun Jae” ucap Noriko terkejut dan mulai mencari wajah Kim Hyun Jae
“ayo kita pergi, tidak ada waktu lagi”
“aku mohon sekali saja, aku ingin berfoto disini” pinta Noriko
“lain kali saja, masih banyak waktu” ucap Minha dan berlalu pergi
“guru,guru” panggil Noriko namun Minha tak berhenti

Minha duduk di halte Bus sedangkan Noriko lebih tertarik untuk melihat poster kecil sebuah band bernama FT ISLAND yang sedang mencari vokalis baru. Noriko memanggil Minha untuk melihatnya dan mengatakan kepada Minha untuk mengikuti proses audisinya namun Minha menolaknya.
“kenapa kau tidak ikut serta?”
“tidak mau”
“mengapa? Suaramu sangat bagus begitupun dengan permainan gitarmu”
“aku tidak ingin menyanyi lagi dan aku sudah mengatakan kalau aku akan bekerja di Pabrik”
“kau sangat mudah menyerah, kau akan menyesal nantinya”
“Ahjumma mudah bagimu mengatakan seperti itu. Aku begitu mempercayaimu dan hari ini kau membuatku kecewa” teriak Minha emosi
“Kim Hyun Jae juga membutuhkan waktu 5 tahun agar bisa seperti sekarang ini”
“bagaimana bisa kau menyamakan aku dengannya Ahjumma, bagaimana bisa” teriak Minha semakin emosi
“mengapa kau tidak yakin pada dirimu sendiri? Mengapa? Kau benar-benar akan menyesal nanti” ucap Noriko tak kalah emosi
“menyesal?” ucap Minha dan berlalu pergi
“Babo, pengecut” teriak Noriko dan menghentikan langkah kaki Minha
“ya, benar… aku memang pengecut” ucap Minha dan pergi
“mengapa kau tidak percaya diri, aku sudah berusaha agar bisa sampai kesini, mengapa kau juga tidak bisa” teriak Noriko namun suaranya hanya terdengar seperti suara hembusan angin di telinga Minha yang semakin menjauh.

 
Batuk Noriko semakin bertambah parah. Disaat dirinya mencuci piring, Paman Minha mendekat dan menanyakan kondisi Noriko yang terlihat tidak sehat. Noriko hanya menggeleng dan mengatakan kalau dirinya baik-baik saja.

Malam harinya
Terdengar suara Noriko yang memanggil Minha dari balik pintu kamar. “Guru, Guru…. Minha, Minha” panggil Noriko dengan suara parau.
“Ahjumma, ada apa denganmu?” tanya Minha panik saat mendapati Noriko terduduk di depan pintu kamarnya
“bawa aku ke rumah sakit sekarang” lirih Noriko

Minha menunggui Noriko yang sedang diperiksa dokter. Dokter mengatakan kalau Noriko mengidap penyakit Pneumonia (berhubungan dengan saluran pernafasan) dan menyuruh Noriko untuk melakukan CT Scan dan pemeriksaan lebih lanjut. Noriko menjawab kalau dia sudah melakukannya sewaktu di Jepang dan hasilnya, dirinya mengidap kanker paru-paru.
Minha yang kebetulan berada tidak jauh dari tempat tidur Noriko, reflex berbalik.
“sebaiknya segera melakukan operasi” ucap dokter
“aku akan melakukannya begitu kembali ke Jepang” ucap Noriko

Sepeninggal dokter, Minha segera duduk disamping Noriko
“Ahjumma menderita kanker paru? Kenapa kau ikut audisi tersebut? Kau sudah gila ya? Apa keluargamu tidak menyuruhmu untuk segera melakukan operasi?”
“mereka sama sekali tidak tahu”
“jadi, menemui Kim Hyun Jae jauh lebih penting daripada dirimu sendiri, hah….?”
“ini bukan karena Kim Hyun Jae”
“jadi apa maksud dari semua ini? segera menelepon ke rumah dan kembalilah”
Noriko menatap Minha dan tersenyum. Noriko tahu kalau Minha sangat care terhadapnya walaupun terkadang sikap Minha yang gampang berubah setiap saat “aku harus ikut dalam audisi ini”
“apa bernyanyi jauh lebih penting daripada dirimu? Mengapa kau seperti ini? mengapa kau begitu naïf?”
“aku ingin membuat Miyuki kembali tersenyum. Hatiku terasa sakit melihatnya seperti itu. Atletik adalah impiannya dan dia begitu mudahnya menyerah hanya karena tidak yakin pada dirinya sendiri. Oleh karena itu aku ingin menyanyi dan membuatnya mendengarkan laguku. Aku ingin menunjukkan kepadanya kalau dia tidak boleh lari dan menyerah. Jika dia seperti itu terus, maka tidak ada yang bisa dilakukannya nanti. Aku akan mengatakan kalau Ibu bangga memiliki anak seperti Miyuki, bahkan ketika meninggalkan dunia ini, aku ingin Miyuki tersenyum”
Minha menangis mendengarkan ucapan Noriko. Akhirnya Minha mengetahui alasan Noriko dan semangatnya yang sangat menggebu-gebu adalah demi untuk Miyuki. Minha menggenggam tangan Noriko dan berusaha menguatkannya.

Sementara itu di rumah Noriko
Hiroshi yang baru saja pulang kerja mendatangi Miyuki yang asyik membaca komik di ruang tamu
“Miyuki hari ini kau tidak ke sekolah kan? Papa sudah menelepon ke sekolahmu dan mereka mengatakan kalau sudah beberapa hari ini kau tidak ke sekolah”
“sekolah?” ucap Miyuki menatap mata Hiroshi dan berlalu pergi menuju kamarnya
Hiroshi tak tinggal diam dan menyusul Miyuki “Miyuki, Miyuki” panggil Hiroshi dan mengetuk kamar Miyuki namun tak ada reaksi.

Hiroshi memutuskan menelepon Noriko dan meminta Noriko uantuk segera pulang ke Jepang.
“ada apa?” tanya Minha yang baru saja kembali dari mengambil air untuk Noriko
“Miyuki kembali mengurung diri dalam kamar”
“mengapa?”
“dia selalu melakukannya, dia adalah anak yang selalu bersedih, aku harus pulang” ucap Noriko dan berniat mencabut jarum infus di tangannya
“bukannya dia bersama Ayahnya?” tanya Minha dan berusaha mencegah Noriko
“dia mengatakan kalau aku harus kembali”
“tinggal dua hari lagi final akan digelar, kau tak boleh pergi. Bukannya kau ingin jika mereka melihatmu tampil di atas panggung. Dobrak pintunya dan paksa Miyuki keluar. Miyuki harus melihatmu di tv. Kau selalu mengatakan kepadaku untuk tidak menyerah dan kau juga jangan menyerah”.

Keesokan harinya
Nenek Minha terlihat sedikit marah saat melihat Noriko datang. Kemarahan Nenek Minha bukan tanpa alasan, dia sangat takut terjadi sesuatu pada Noriko. Noriko meminta maaf dan mengatakan kalau semuanya baik-baik saja. Paman Minha tersenyum tipis dan menunjukkan kalau dirinya dan Ibunya sedaritadi sedang membuat ucapan selamat datang jika Noriko pulang namun semua tak sesuai dengan harapan karena Noriko tiba-tiba muncul.

Nenek Minha kemudian membuatkan sup ginseng untuk Noriko.
Malam hari sebelum Final digelar, Noriko mengirimi Miyuki sms agar kembali bersemangat seperti dulu lagi.

Hari yang dinantikan Noriko akhirnya tiba. Semua orang tampak sibuk menyiapkan segalanya, termasuk Nenek Minha yang sudah menyiapkan secangkir minuman kesehatan dan Paman Minha yang mengelap sepatu Noriko hingga mengkilap.
“wah, Ahjumma…. Kau cantik sekali” ucap Paman Minha sedikit terkejut ketika Noriko keluar dari kamar
“ayo minum ini, ini bagus untuk suaramu” ucap Nenek Minha dan memberikan secangkir minuman kepada Noriko. Noriko tersenyum dan meneguk minuman dengan sekali teguk “Komapsumnida” ucap Noriko.
“ini” ucap Paman Minha dan menyerahkan sepatu Noriko yang sudah dibersihkannya
“biar aku Paman” ucap Minha “sudah siap?” tanya Minha pada Noriko
“ya” jawab Noriko dan mengangguk

Hiroshi sedang menyiapkan makan siang untuk Miyuki. Dari dasar tangga, Hiroshi berteriak kepada Miyuki jika sebentar lagi makanan akan siap. Tidak ada tanggapan ataupun jawaban teriakan dari Miyuki.

Hiroshi membuka sebuah lemari yang berisi peralatan makan dan tanpa sengaja menemukan medical report Noriko.

Sementara itu Noriko sendiri sedang berada dalam suasana hati yang tegang dan grogi. Final kompetisi menyanyi sudah di depan mata. Hp Noriko tiba-tiba berdering dan yang menelepon adalah Hiroshi.

Hiroshi meminta maaf atas semua yang sudah dilakukannya selama ini. Pekerjaan sudah membutakannya dan tak perduli tentang apa yang terjadi pada keluarganya.
“suami jangan menangis. Aku punya sesuatu hal yang baik untukmu. Dobrak pintunya dan bawa Miyuki keluar dari kamar” ucap Noriko.

Dengan sebuah palu ditangannya, Hiroshi mulai merusak pintu kamar Miyuki. “Miyuki, ini Papa. Jangan takut. Papa akan membuka pintu ini dan membawamu keluar dari kamar ini”.
Hiroshi masuk ke dalam kamar Miyuki dan melihat Miyuki terduduk di lantai dengan boneka dipelukannya. “Miyuki jangan takut, ini Papa” ucap Hiroshi perlahan-lahan mendekati Miyuki. “Papa” ucap Miyuki sedih dan memeluk Hiroshi erat.
Miyuki menceritakan semua yang terjadi pada dirinya. Dengan bantuan Hiroshi, Miyuki menemui Aya dan meminta maaf atas semua yang terjadi selama ini dan sikapnya yang terlalu kekanak-kanakan.

Di belakang panggung tepatnya di ruang rias, para peserta audisi sedang bersiap-siap. Minha datang dan meletakkan sebotol air mineral disamping Noriko.
“gumawo” ucap Noriko yang sedang berdandan
“Kim Hyun Jae tidak akan datang, sekarang dia di China. Pesawat tidak dapat berangkat karena cuaca buruk” ucap Minha dan membuat Noriko terlihat sedih dan menghela nafas “bukannya kau ikut acara ini demi Miyuki dan bukan karena Kim Hyun Jae”
“tapi…..”
“aku sudah menulis lagu untukmu, mengajarkanmu bernyanyi, menemanimu membeli pakaian, bahkan menemanimu selama di rumah sakit, apa itu kurang? Apa Kim Hyun Jae lebih penting dariku?” ucap Minha. Noriko tertawa begitupun dengan Minha “teleponmu berbunyi”.

Noriko menatap layar ponselnya. Tertera nama Miyuki
“Mama, maafkan aku karena tidak bisa melihatmu secara langsung. Sekarang, aku dan Papa sedang duduk di depan tv untuk melihatmu. Mama, aku mencintaimu”
“aku juga mencintaimu Miyuki, Mama akan segera kembali” ucap Noriko sedih dan mengakhiri pecakapan video call dengan Miyuki

“benar apa yang kukatakan kan, semua pasti akan baik-baik saja” ucap Minha
“benar, guru memang hebat”
“Miyuki sangat mirip denganmu” ucap Minha dan tersenyum

Noriko berjalan dengan anggun ke tengah panggung, balutan gaun warna putih membuatnya semakin cantik. Di deretan penonton terlihat Nenek dan Paman Minha bertepuk dan bersorak sambil sesekali meneriakkan nama Noriko.

Denting piano perlahan-lahan mulai terdengar. Beberapa detik kemudian terdengar alunan suara indah Noriko dari atas panggung. Minha menatap Noriko diantara deretan penonton. Usahanya untuk membawa Noriko berdiri di atas panggung dan disaksikan Miyuki dan Hiroshi tercapai juga.

Nenek Minha terlihat sibuk menjelaskan makanan yang sudah disiapkannya untuk Noriko. “ini adalah kimchi, kalau ini adalah salad mentimun, di kantong ini ada rumput laut. Tapi kenapa, aku selalu merasa melupakan sesuatu….. hah……….aigoo, aku lupa memasukkan Miso”
“di Jepang juga banyak Miso” ucap Paman Minha
“tapi itu tidaklah sama, Miso ini hasil buatanku sendiri” keluh Nenek Mina
Noriko hanya tertawa mendengarnya sementara Minha terus saja menghela nafas.
“jaga kesehatanmu dan kau harus kuat” pesan Nenek Minha
“setelah selesai berobat, kembalilah lagi kemari” tambah Paman Minha
“terima kasih banyak” ucap Noriko dengan mata berkaca-kaca

Noriko memandangi Minha yang hanya terdiam dan tak mengucapkan sepatah katapun. Minha menyadari tatapn Noriko dan berucap “aku tahu”.
Lambaian tangan Paman dan Nenek Minha mengiringi langkah kaki Noriko. Noriko menatap Minha begitupun dengan Minha. Minha dan Noriko tak bisa menyembunyikan kesedihan mereka. Walaupun Cuma sesaat tetapi pertemuan diantara mereka memberi arti tersendiri di hati Noriko dan Minha.

Di meja terlihat sebuah poster FT ISLAND yang sedang mencari vokalis baru dan sebuah amplop yang bertuliskan “aku adalah penggemar pertamamu”. Seseorang mengambil amplop tersebut dan berjalan menuju toko music untuk membeli gitar yang dipajang di etalase toko.

=1 tahun kemudian=

Beberapa CD Album FT Island berserakan di meja. Di sampul album terlihat foto beberapa orang pria dan diantara pria tersebut terdapat sosok Minha yang sedang memegang mic.

Noriko Goes To Seoul ===> Minha Goes To Japan

Seorang pria sedang mengendarai mobil sport dan menyusuri jalan-jalan di Jepang. Sebuah kaca mata dan tindikan di telinga semakin membuatnya terlihat gentle dan cool.

“Ahjumma” ujarnya begitu sampai di depan sebuah rumah yang terlihat asri.

Sang pemilik rumah terlihat bingung. Pria tersebut melepaskan kacamatanya dan melemparkan sebuah senyuman termanis yang dimilikinya pada Ahjumma yang dipanggilnya yang tak lain adalah Noriko.

“bagaimana? Kau tidak bahagia melihatku?”
“bagaimana kau tahu aku disini?”
“kau tidak mengenalku ya? Aku sudah mengajarimu dan sekarang kau begitu mudahnya melupakanku”
“tidak mungkin aku melupakanmu guru, sekarang kau benar-benar berbeda”

Minha memandangi Noriko dari ujung kaki hingga ke ujung kepala. 

“masih sakitkah?”
“tidak…. Hanya, rambutku” ucap Noriko tertawa dan menunjukkan kepalanya yang ditutupi topi
“terlihat bagus”
“kau sekarang jauh lebih tampan, tapi kau tetap tidak bisa menandingi Kim Hyun Jae” ledek Noriko
“oh…. Tapi aku adalah Minha dan tak bisa disamakan dengan Kim Hyun Jae”
Miyuki tiba-tiba berbicara “Mama, jangan membiarkan tamu berdiri”
“ayo mari masuk” tambah Hiroshi dan mendekati Minha. Minha tersenyum dan memberikan salam pada Hiroshi.
“terima kasih sudah mengunjungiku” ucap Noriko
“terima kasih juga untuk semua yang telah kau lakukan untukku, terima kasih banyak”.

^THE END^
Nambah :
10 Jempol dech untuk mini drama yang satu ini. Pesan yang disampaikan drama yang satu ini banyak banget dan satu lagi, Lee Hong Ki cakep banget (beda banget sewaktu menjadi Jeremy di K-Drama You’re Beautiful).
Kita nggak akan pernah menyadari dengan siapa kita akan bertemu nanti dan apa yang akan terjadi dengan hidup kita nanti. Bisa saja sebuah senyuman tulus yang kita berikan pada orang lain memberi dampak yang sangat besar untuk orang lain tanpa pernah kita sadari.
Tetap Semangat dan jangan takut untuk bermimpi, karena bisa saja Impianmu suatu saat nanti menjadi kenyataan seperti Kang Minha dan Mori Noriko.

See u next time….. ^___”

Written by : DewiRf @ pelangidrama.net
Pictures by : DewiRf@ pelangidrama.net
DON’T REPOST TO OTHER SITE

Iklan

8 pemikiran pada “[Sinopsis] Noriko Goes To Seoul Part 2 (End)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s