[Sinopsis] It’s Okay, Daddy’s Girl Episode 6

Semuanya terkejut mendengar Ae Ryung ingin menikah dengan Jin Gu, orang yang selama ini selalu Ia tolak.
“Apakah kau benar-benar ingin menikah dengannya?” tanya Ibunya. Pamannya menduga kalau Jin Gu telah memberi Ae Ryung cincin permata yang besar tetapi pamannya tidak percaya dengan itu karena Ae Ryung bukan orang yang menginginkan harta
Ae Ryung dengan mata berkaca-kaca, “Aku bertanya padanya ‘apakah kau mau menikahiku?’ begitulah aku berkata padanya.”
Ibunya membesarkan hati Ae Ryung dengan berkata kerja bagus, itu menunjukkan kau anak tertua yang baik. Ibunya ingin memeluk Ae Ryung tetapi Ae Ryung mundur ke belakang. Pamannya mengerti perasaan Ae Ryung. Ia memeluk Ae Ryung dan memohon maaf karena Ia paman yang buruk. Ibunya menahan kesedihan tanpa memperlihatkan ekspresi apapun. Chae Ryung merasa kasihan dengan kakaknya.

Ibu Jin Goo kesal melihat rapot Se Yun. Ia kesal dengan nilai Se Yun yang hanya rata-rata dan sulit untuk melanjutkan lagi.
“Tidak bisakah ayah berbicara dengan pihak sekolah? Dia adalah dewan pengurus, jadi dia pasti bisa mengambil langkah”
“Jika ayahmu seperti itu, tentu saja kakakmu pasti sudah menjadi seorang dokter”
Tiba-tiba saja Jin Gu masuk ke dalam kamar dan berteriak-teriak dia sudah diterima. Ibunya sempat mengira kalau dia lolos dalam hal lain.
Jin Goo berteriak lagi bukan itu, tetapi ini benar-benar VICTORY! V-I-C-T-O-R-I
Se Yun membenarkan ejaan Jin Goo yang seharusnya Y bukan I tetapi Jin Goo tak peduli.

“Aku akan menikah dan kita tinggal menunggu persetujuan dari ayah lalu kita akan mempersiapkan upacara pernikahannya, bulan madu dan terdaftar dalam supermarket”
“Apa maksudnya terdaftar dalam supermarket?” tanya Se Yun.
“Kita bisa mempunyai kartu kredit baru tanpa ada batasan.” Jin Goo tersenyum senang pada Ibunya.
Se Yun berpikir bagaimana bisa perempuan itu mau menikah dengan begitu tiba-tiba. Rupanya Se Yun protes karena Ia hendak masuk universitas jadi waktunya tidak tepat. Jin Goo kesal karena hanya seperti itu, “Kau bisa kuliah dan aku menikah. Apa masalahnya?”
“Ibu harus membantuku mempersiapkanku masuk universitas, sementara jika kau menikah maka Ibu akan fokus hanya padamu!”
Jin Goo tetap tidak mau mengalah hingga akhirnya Se Yun meninggalkan kamar. Ibunya memukuli Jin Gu karena Ia bersikap seperti itu pada Se Yun.

Ae Ryung membersihkan wajah ayahnya yang masih terbaring. Ae Ryung tersenyum dan memuji ayahnya. Lalu tiba-tiba ayahnya memberi respon. Ae Ryung terkejut, Ia memastikan ayahnya telah siuman. Ki Hwan mencoba mengangkat tangannya dan Ae Ryung langsung menggenggam tangan ayahnya dan mengucapkan terima kasih karena ayahnya telah bangun.

Ae Ryung menghentikan mobil di depan rumahnya. Ia berbicara di telepon, Ia ingin meminjam uang. Ae Ryung memohon pada temannya, Ia akan mengembalikan uangnya kalau mobilnya sudah terjual. Ae Ryung masuk ke dalam rumah. Ia menghentikan langkahnya karena mendengar suara pamannya berbicara.

Ho Ryung sedang mengenakan baju wamilnya. “Ayahmu, yang membesarkan ketiga anaknya, membuatmu hidup di surga dan tumbuh. Seseorang sepertiku saja tahu tentang itu!” kata pamannya.
“Hentikan itu!”
“Mengapa kau berteriak seperti itu?”
“Berhenti membicarakan hal ini, aku tidak ingin bertemu dengan Ayah. Aku tidak ingin bertemu Ayah dengan kondisi seperti itu! Jika aku berpikir untuk bertemu Ayah aku akan menjadi gila.. Aku tidak bisa bertemu dengan Ayah” mata Ho Ryung mulai berkaca-kaca.
Ae Ryung masuk dan memarahi adiknya, “Kau tidak ingin memikul beban atau tidak ingin melihat ayah?!”
Ho Ryung buang muka, “Aku tak tahu, jangan tanya padaku. Waktuku benar-benar sulit”
“Kau berkorban dan mengalami waktu-waktu sulit… Tidak ada gunanya. Jadi, jika kau tidak melihat ayah, jika kau kembali nanti dan menyebabkan masalah pada Ayah, aku tidak akan membiarkanmu pergi! Aku tidak akan membiarkanmu bisa masuk rumah ini lagi. Tidak ada yang butuh anak laki-laki yang tidak mengenal ayahnya!”
“Kakak.. siapa kau? Siapa kau berani memutuskan orang yang masuk dan keluar rumah ini? Apa yang telah kamu lakukan pada kami? Pernahkah kau memberi makan kami dan peduli dengan kami?!” teriak Ho Ryung.

Ae Ryung kesal dengan adiknya. Ia memutuskan untuk pergi tetapi langkahnya dihentikan oleh pamannya.
“Ae Ryung, mengapa kau di sini?”
“Untuk mengganti pakaian, aku akan bertemu dengan Ayah Jin Gu.” Ae Ryung segera pergi. Ho Ryung yang mendengar menanyakan Jin Gu pada pamannya.
“Anak laki-laki direktur rumah sakit. Dia berkata dia akan menikah dengannya”
“Mengapa kakak mau menikah dengannya? Dia bertengkar dengan Ibu karena Ia tidak menyukainya. Jadi kita pergi berkaraoke untuk menenangkan tekanan yang buruk”
“Itulah, mengapa kau merasa terbaik hari ini? Bertanya padanya seperti tadi? Berkata dia tidak memberi makan dan tidak peduli pada kita?!”
Ho Ryung menyesal dengan perkataannya juga marah.

Ae Ryung sudah selesai berganti baju. Ho Ryung masuk dan melemparkan mantel ke kasur. “Kakak, apakah kau gila?! Apa kau pikir Ayah menginginkan ini? Hentikan melakukan hal yang tidak ada gunanya. Apa ini adalah solusi?!”
“Hidup ayah, rumah yang akan ditinggali ayah setelah Ia dipecat, uang Ibu, Chae Ryung, dan paman untuk menjaga ayah. Haruskah aku melanjutkan? Ketika kau pergi dan kembali ke rumah dan membawa ayah ke kamar mandi untuk membersihkan kakinya dengan air panas di kamar mandi… haruskah aku melanjutkannya?”
“Jika kau menikah dengan lelaki itu? Apakah dia berkata dia akan memberimu uang? Apakah kau akan menerima uang jika dia memberikannya padamu?”
“Kamu mendengar itu semua juga. Rumah kitaa hanya lapisan fisik saja, kita tidak memiliki uang untuk membayar bulan ini. Aku menjual mobilku, aku mengambil semua depositku, kita juga menjual semua furniture, berapa lama kau berpikir kita akan kehilangan semuanya? Jika kita membayar biaya obat dan semakin mahal maka dalam dua bulan kita bahkan harus berhutang.”
“Jadi, ini solusi kakak? Kita tidak perlu membayar tetapi kita menjual tubuh?”
Ae Ryung hendak menampar Ho Ryung tangannya sudah terangkat, tetapi Ia urung.

“Uang yang untuk membayar rumah sakit, bisa kita gunakan untuk membeli rumah di tempat lain. Tempat tidur ayah, kursi roda ayah. Kita harus membeli itu semua dan tidak bisa mengembalikan lagi. Jika aku mendapat pekerjaan, aku akan mencoba membayar semua hutang itu. Jadi kau! Jika kau keluar, jangan menuntut ruanganmu sendiri.Ibu perlu menjaga Ayah dan ChaeRyung, dia tidak tahu bagaimana caranya menghasilkan uang. Paman, meskipun diabisa menghasilkan uang, itu tak akan cukup” ucap Chae Ryung sedih dan bergegaskeluar kamar dengan membawa kesedihan di dalam hatinya.
Man Soo yang mendengarkanpertengkaran kakak beradik tersebut segera menghubungi temannya dan menyetujuiuntuk berinvetasi.

Wook Gi yang baru saja keluardari basecamp terkejut saat mendengar bunyi klakson aneh tepat dibelakangnya(omo, Donghae Oppa). Wook Gi tertawa saat mengetahui siapa yang membunyikanklakson.
“kemana kamu akan pergi?” tanyaYun Do sesaat setelah memarkirkan motor vespanya di depan Wook Gi (masih denganmotor yang sama ketika di heartstring, vespa)
“aku akan ke rumah sakit, putriEun Khi Hwan memintaku untuk kesana”
“aku akan ikut juga” ucap Yun Doantusias
“baiklah, ayo kita pergibersama-sama” ucap Wook Gi
“kalau begitu aku akan memberimutumpangan”
“dengan ini?” tanya Wook Gi danmenunjuk sebuah tempat penyimpanan makanan yang terletak di kursi belakang “akubukan kue beras pedas” tambah Wook Gi
“Wook Gi kamu sangatlah lucu”ucap Yun Do dan Wook Gi seketika tertawa

Wook Gi menunggu Yun Do di depansebuah kedai penjual kue beras pedas. Wook Gi merasa heran ketika melihat YunDo keluar dengan sebuah kunci mobil di tangannya dan ekspresi Yun Do yangsedikit bingung ditambah dengan suara teriakan seorang ahjumma “apa kamu bisamenyetir?”.
“biar Hyung yang menyetir” ucapWook Gi
“ah, tentu saja” jawab Yun Dosenang dan ekspresinya wajahnya kembali berubah bingung “biar Hyung yangmenyetir?” ulang Yun Do
“tentu saja, aku Hyungmu, aku 24tahun dan kamu 20 tahun. Kamu memiliki ijin menggunakan mobil ini dan aku akanmengemudikannya” ucap Wook Gi dan merebut kunci dari tangan Yun Do yang masihbingung dan tiba-tiba tersenyum malu.
Selama perjalanan, Yun Do terusberbicara kalau Wook Gi lumayan hebat karena bisa mengemudikan mobil. Wook Gihanya tersenyum dan menjawab kalau dia sudah bekerja disegala bidang termasukmenjadi supir truk.
Yun Do kembali berkata kalau WookGi juga sangat beruntung bisa bertemu dengan putri Eun Khi Hwan. Wook Gikembali tersenyum dan menambahkan kalau putri Eun Khi Hwan biasa meneleponnyadan begitupun sebaliknya. Jawaban Wook Gi membuat Yun Do cemberut.
“jika orang-orang melihatnya,pasti mereka mengira kalian berpacaran” keluh Yun Do
“apa kamu tidak ingat bagaimanakami bisa bertemu?” tanya Wook Gi “ah, kamu pasti berpikir kalau aku seringberhubungan dengan putri ketiganya kan?”
“ah” ucap Yun Do mengerti dantersenyum senang
Sook Hee menemui mantan Bossuaminya sekaligus sahabat Eun Khi Hwan, Ji Woo. Sook Hee mencoba meminjam uangdarinya dan berjanji akan membayarnya. JI Woo menolak dan mengatakan kalaukondisi keuangan perusahaan juga saat ini sedang tidak stabil, apalagi mantankaryawan yang dulu bekerja di perusahaan membawa kabur uang perusahaan.
Jong Seok terkejut setengah matisaat Ayahnya tiba-tiba datang ke apartemennya.
“anda seharusnya meneleponsebelum datang kesini? Mengapa anda datang kesini? Dan anda seharusnya membunyikanbel dan tidak membuka pintu begitu saja” ucap Jong Seok panik dan berusahamenahan Ayahnya yang berniat masuk.
Jong Seok berusaha menyembunyikanpakaian wanita yang berserakan di lantai namun naas Jong Seok tak menyadarisebuah pakaian dalam wanita yang tergeletak di meja samping tempat tidur danmembuat kemarahan Ayahnya semakin memuncak. Ditambah dengan teriakan seorangwanita yang keluar dari kamar mandi
“yeobo, siapa yang datang?”
Jong Seok menghela nafas danmengutuk dirinya sendiri karena terlalu ceroboh.
Ayah Jong Seok benar-benar kesalmelihat sikap Jong Seok yang sama sekali tidak berubah dan dewasa, terutamasetelah masalah yang terjadi pada dirinya.
“keluar dari rumah ini dan jangantemui anakku lagi” teriak Ayah Jong Seok
“aku tidak mau, aku dan Jong Seoksaling mencintai”
“tidak Ayah, kami tidak salingmencintai” ucap Jong Seok sebelum wanita kencannya berbicara lebih jauh lagi.
Wanita kencan Jong Seok menatapJong Seok tajam. Tanpa menunggu lama, dia segera mengambil semua pakaiannya danbergegas pergi.
“terima kasih atas semua uangyang telah kau berikan pada anakmu. Aku harap kau menjaga anakmu baik-baiksebelum semua rahasianya aku bocorkan termasuk gelar yang dia dapat dariAmerika dengan cara membayar” ucapnya sesaat sebelum pergi
Ayah Jong Seok menatap Jong Seok
“kamu tidak puas dengan pemerasanyang dilakukan Shin Byung Chun dan sekarang ditambah olehnya. Apa kamu jugatidak puas setelah membunuh seseorang? Apa kamu ingin melihat Ayahmu meninggalkarena tekanan darah tinggi? Kamu seharusnya belajar yang rajn agar bisamenjadi pengacara. Kami sengaja membelikanmu apartemen ini bukan untuk membawagadis-gadis kemari dan menempatkanku dalam situasi sulit seperti ini. kamubenar-benar….. aigoo”
Ayah Jong Seok mengurungkan niatnyamemukul Jong Seok dengan tangannya sendiri dan lebih memilih mengambil sebuahtongkat golf.
“Ayah, Ayah, aku mohon beri akukesempatan sekali lagi. Ini tidak akan pernah terjadi lagi, aku mohon Ayah”ucap Jong Seok dan berlutut dikaki Ayahnya
“aigoooo, oh…..” ucap Ayah JongSeok kesal dan membuang tongkat golf ke lantai
Ho Ryung tak tinggal diam melihatkondisi keluarganya yang memprihatinkan. Ae Ryung, sang kakak sudah berkorban begitu banyak demi keluargamereka dan sekarang adalah gilirannya. Ho Ryung menemui Ayah pacarnya danmeminta Ayah pacarnya untuk mengembalikan semua uang yang sudah diberikan AyahHo Ryung padanya.
Ayah pacar Ho Ryung bersikukuhtak ingin mengembalikannya karena Eun Khi Hwan memberikannya secara Cuma-Cuma, namunHo Ryung mengancam akan melaporkan hal tersebut ke kantor polisi.
“kau berani mengancamku hah, aku tidak takut” teriak Ayah pacar Ho Ryung
Ae Ryung berlari keluar darirumah sakit tepat disaat mobil yang dikemudikan Wook Gi tiba.
“maaf, selalu meminta kamu datangkemari” ucap Ae Ryung
“tidak apa-apa, ini adalah…..”
“aku Hwang Yun Do, saksi selamainvestigasi pelecehan terhadap Chae Ryung” jawab Yun Do dan jawabannya membuatAe Ryung terdiam “dimana Chae Ryung?” tanya Yun Do berusaha mengalihkanpembicaraan
Orang yang dimaksud Yun Do sedangberada di samping Eun Khi Hwan. Chae Ryung kembali menangis disamping sang Ayah
“Ayah, aku mengatakan ini disaatkamu tertidur. Jika aku tidak memberitahumu, aku berpikir aku tidak ingin hiduplagi. Kamu adalah orang tempat dimana aku bisa bertanya jika aku salah. Unnieakan menikah. Kita tidak punya apa-apa, jadi…. Aku berkata untuk menyelamatkanAyah. Jika, kamu ingin menyelamatkan Ayah, kamu harus menikah dengan Jin Goo,itu saja Ayah…. Itu saja….”
Dan tanpa disadari Chae Ryung,seseorang diam-diam mendengarkan apa yang dia katakan. Ucapan Chae Ryung membuatnyasemakin sedih dan merasa bersalah.
Jin Goo mengajak Ae Ryung menemuiAyahnya.
“Ayah, ini adalah Ae Ryung” ucapJin Goo
“kamu keluar” ucap Ayah Jin Goo
Ayah Jin Goo tak henti-hentinyamemperhatikan Ae Ryung yang hanya terdiam dan tertunduk. Sejak melihatnyapertama kali meskipun dari kejauhan, Ayah Jin Goo sudah menyukai Ae Ryung dansekarang Ae Ryung berdiri di hadapannya sebagai calon menantunya membuatnyasemakin senang.
“aku gelisah, bagaimana dengananda?” tanya Ayah Jin Goo membuka pembicaraan
Ae Ryung tetap diam “akumenyembunyikan sesuatu dari anda, bagaimana dengan anda?”
Ae Ryung masih terdiam “karenakamu tidak bisa menjawab, kamu bukanlah tipe gadis yang angkuh tapi kamu jugabukan gadis yang jujur”
“cwesonghamnida” ucap Ae Ryungdan memberi hormat
“aku ingin mengatakan sesuatu kejujuranpadamu, kamu adalah calon menantu yang baik tapi tidak sebagai istri Jin Goo”
“aku akan berusaha keras, JinGoo-si, aku akan membuatnya menjadi seperti apa yang anda harapkan”
“lalu, apa yang harus aku lakukanuntuk anda? Pengobatan Ayahmu?”
“cwesonghamnida” ucap Ae Ryungsekali lagi
“jika aku menjamin biayapengobatan Ayahmu, kamu akan menikah dengan Jin Goo?”
“ne” jawab Ae Ryung singkat
“kamu bisa pergi sekarang. Oh…..aku berharap, aku tidak pernah mendengar kalimat cwesonghamnida lagi (ucapanpemintaan maaf) jika kita hidup bersama”
“komapsumnida, komapsumnida untukmenyetujui pernikahan kami. Aku tidak bisa jujur sekarang, aku sangat menyesal.Di masa yang akan datang aku akan mengatakan semuanya kepada anda danakan menjadi gadis yang jujur untuk anda”
Ayah Jin Goo mengangguk“pergilah”
Jin Goo yang menunggu diluarlayaknya cacing kepanasan terlihat senang saat Ae Ryung keluar dari ruang kerjaAyahnya dan memberitahukan kalau Ayah menyetujui pernikahan mereka. Jin Goobahkan berteriak sekencang-kencangnya dan terdiam saat melihat seorang sustermelintas dan menatapnya dengan tajam seolah-olah tatapannya mengatakan kalauini adalah rumah sakit.
Dr Hong tiba-tiba lewat disampingJin Goo
“Dr Hong” sapa Jin Goo pada DrHong yang sibuk membaca sebuah dokumen “kami…. akan menikah”
Dr Hong menatap Ae Ryungbegitupun dengan Ae Ryung. Ae Ryung mungkin tidak akan sedih jika yang akanmenjadi pendamping hidupnya kelak adalah Drr Hong, orang yang diam-diam dikaguminya.
Dr Hong hanya memberi salam danmasuk ke dalam ruangannya
“aku pikir dia cemburu” ucap JinGoo “ah, Ae Ryung aku akan memberitahu Ibuku dan kamu juga segera memberitahukeluargamu. Jika ada sesuatu yang tidak kamu sukai katakan saja kepadaku danjangan menyimpannya dalam hati, arachi? Janji ya” tambah Jin Goo dan bergegaspergi.
Ae Ryung menatap Jin Goo yangperlahan-lahan mulai menjauh. Ae Ryung berusaha menguatkan hatinya kalau semuaakan baik-baik saja dan keputusannya untuk menikah dengan Jin Goo adalah halyang terbaik.
Ae Ryung menuju ke ruangperawatan Ayahnya dan terkejut saat mendapati tempat tidur sudah kosong. Salahsatu suster yang sedang berjaga memberitahukan kepada Ae Ryung jika Ayahnyatelah dipindahkan ke kamar.
Sementara itu di kamar
Dokter bagian kesehatan mentalsedang memeriksa Ayah dan memperhatikan Ayah yang terus saja meminta maaf padaWook Gi yang dianggapnya sebagai Duk Gi. Ae Ryung tiba-tiba masuk.
Dokter menggeser Wook Gi danmenarik Yun Do maju mendekat kepada Ayah
“apa kamu mengenalnya?”
“aku tidak tahu” jawab Ayah
“lalu apakah kamu tahu siapaini?” tanya dokter dan kali ini menarik Chae Ryung mendekat
Ayah menatap Chae Ryung danberucap “dia putriku, Chae Ryungku”
“lalu siapa dia?” tanya Dokteruntuk kesekian kalinya
“dia putriku, Ae Ryungku. Akumerasa bersalah padamu nak”
“Ayah, mengapa kamu mengatakanseperti itu?” tanya Ae Ryung sedih sekaligus senang karena Ayahnya masih bisamengenalinya
“karena kamu mengatakan telahmembuatku susah. Kamu seharusnya bisa naik pesawat untuk melanjutkan studymu,tapi kamu mengurungkan niatmu nak, mianhae, mianhae” lirih Ayah
“apa itu benar?” tanya Dokter danAe Ryung mengangguk. Wook Gi dan Chae Ryung menatap Ayah dengan rasa sedihsedangkan Yun Do menatap Chae Ryung dan berniat untuk menyabarkan Chae Ryungnamun diurungkannya.
Begitu keluar dari rumah sakit,Yun Do refleks berkata kalau dia akan memperlakukan Wook Gi lebih baik darisebelumnya karena Wook Gi sudah mengalami masa yang sulit terutama pascakematian Duk Gi. Wook Gi hanya tersenyum mendengarnya dan pikirannya kembaliteringat pada Eun Khi Hwan.
Jin Goo berlari tergesa-gesamenuju ruangan kerja Ibunya. Dengan wajah senang, Jin Goo mengabarkan kalauAyahnya menyetujui pernikahannya dengan Ae Ryung dan dari ekspresi wajahnya, Ayahnyasangat menyukai Jin Goo.
“Omma, kita harus mengangkattangan 3 x dan berteriak bansai”
“tentu saja”
Jin Goo dan Ibunya mengangkattangan dan berteriak bansai sebanyak 3 x. Puas berteriak, Jin Goo kemudianmeminta uang dan kartu kredit dari Ibunya karena dirinya telah berhasilmeyakinkan Ayahnya dan akan menikah dengan Ae Ryung.
Mata Jin Goo seketika melototketika Ibunya mengeluarkan beberapa lembar uang dan sebuah credit card. Tanpamenunggu lama, Jin Goo bergegas mengemudikan mobilnya dan menelepon sahabatnya,Marco dan Ricardo untuk bertemu di klub.
“selamat, selamat” ucap Marco danRicardo bergantian.
terima kasih, terima kasih” jawab Jin Goo danmenenggak segelas minuman “tapi kenapa dia tidak datang?” tanya Jin Goo
Belum sempat Marco dan Ricardo menjawab,seorang wanita cantik yang mengenakan pakaian merah selutut masuk ke dalamruangan. Marco dan Ricardo tentu saja senang, tapi lain halnya dengan Jin Goosaat mengetahui sosok wanita yang selama ini dipuji dan disanjung ke duasahabatnya adalah Jae Hee.
“Jin Goo, kamu akan menikahlagi?” tanya Jae Hee kesal
“apa yang kamu lakukan disini?”tanya Jin Goo balik dan tak memperdulikan pertanyaan Marco dan Ricardo yangpenasaran bagaimana bisa Jae Hee mengenal Jin Goo “dan pakaian apa yang kamu pakai?”
“hya” ucap Jae Hee
“ayo kita pergi dari sini” ucapJin Goo pada ke dua sahabatnya
“kirimi aku undangan” ucap JaeHee sesaat sebelum Jin Goo keluar
“ayo pergi sekarang” teriak JinGoo
Marco meminta maaf atas tindakanJin Goo kepada Jae Hee.
“jangan samakan aku dengan JinGoo”
“jika kamu memberitahu akutentang pernikahan Jin goo aku tidak akan membencimu”
“aku akan memberitahu segalasesuatu yang aku tahu”
“termasuk tempat Jin Goo membeligaun pengantin”
“baiklah, percaya padaku” ucapMarco senang dan bergegas pergi, sementara Jae Hee terlihat berpikir dansepertinya merencanakan sesuatu.
Sook Hee dan Chae Ryung sedang berdiskusi tentang hadiah apa yang akan mereka berikan kepada keluarga Jin Goo di tengah kondisi keuangan mereka yang serba kekurangan.
“bagaimana kita akan mendapatkan uang? Uang untuk pengobatan Ayah saja tidak tahu akan didapat darimana?” tanya Chae Ryung
Seorang pria tiba-tiba masuk dan memberikan sebuah kertas yang berisikan surat tagihan medis untuk perawatan Ayah Chae Ryung.
“apa itu?” tanya Chae Ryung ketika pria tersebut pergi
“0 dolar” jawab Sook Hee
“benarkah?” tanya Chae Ryung dan mengecek sendiri kertas tagihan medis “Ayah akan mendapatkan vasilitas VIP” tambah Chae Ryung senang
“aku senang memiliki putri seperti Ae Ryung yang berbakti kepada orang tuanya dan calon menantu seperti Jin Goo. Keputusan yang sudah kuambil sangatlah tepat” ucap Sook Hee
Man Soo tiba-tiba masuk ke dalam ruangan perawatan dan memanggil Sook Hee untuk keluar sebentar.
Chae Ryung sama sekali tidak memperdulikan apa yang akan dilakukan oleh Ibu dan Pamannya, sekarang hati Chae Ryung sangat senang karena keluarganya tidak akan memikirkan lagi bagaimana cara membayar biaya perawatan Ayahnya.
“Ayah, aku ingin menarik kata-kataku yang mengatakan kalau Unnie menikah dengan Jin Goo adalah sebuah kesalahan. Aku yakin Unnie akan bahagia karena Jin Goo dan keluarganya akan menjaga Unnie dengan baik. Unnie adalah anak Ayah yang sangat baik, benarkan Ayah?” gumam Chae Ryung dan mencium pipi Ayahnya yang masih tertidur.
Alasan Man Soo memanggil Sook Hee keluar adalah untuk mengajaknya berinvetasi. Sook Hee jelas-jelas menolak namun Man Soo terus memaksanya dan mengatakan kalau investasi kali ini akan berhasil dan mereka akan mendapatkan hasil 10x lipat. Sook Hee akhirnya setuju meskipun di dalam hatinya masih terdapat keraguan.
Sook Hee, Ae Ryung menemui Jin Goo dan Ibunya untuk membahas masalah pernikahan. Ibu Jin Goo mengatakan kalau pernikahan bisa diadakan bulan depan. Sook Hee dan Ae Ryung saling memandang
“tapi itu terlalu cepat, kami belum mempersiapkan apa-apa termasuk undangan” ucap Sook Hee
“itu tidak perlu, kita adakan pernikahan yang sederhana saja. Lagipula Ayah mertua masih sakit, jika keadaannya sudah membaik kita akan membuat acara yang meriah” ucap Jin Goo
“jika kamu mengkhawatirkan hadiah pernikahan, aku sudah mengurusnya. Kalian hanya perlu mempersiapkan diri saja” tambah Ibu Jin Goo ketika melihat ekspresi Sook Hee
“oh….. terima kasih” ucap Sook Hee sedih
“Ibu Mertua, jangan mengatakan hal seperti itu lagi” ucap Jin Goo dan mengedipkan sebelah matanya kepada Ae Ryung.
Wook Gi tak hentinya merapatkan jaket dan sesekali meniup kedua tangannya yang kedinginan. Senyum terkembang di wajah Wook Gi ketika melihat orang yang ditunggunya akhirnya tiba di stasiun kereta.
“Hyung” teriak Wook Gi mengagetkan Hyuk Gi yang turun dari tangga dan mengenakan pakaian seragam
“Oh, Tuan Wook Gi, aku telah menyelesaikan Wajib militeku pada tanggal 13 december 2010” ucap Hyuk Gi dan memberi hormat pada Wook Gi yang tak henti-hentinya tersenyum
“oke”
“kenapa kamu mengatakan seperti itu, harusnya kamu mengatakan “Hyung, kamu baik-baik saja?”. Apa kamu sehat? Bagaimana dengan yang lainnya?”
“ehmmm, semuanya baik-baik saja. Ayo kita pergi dari sini, Yun Do mengatakan kalau dia akan mempersiapkan makanan untukmu”
“kamu sepertinya akrab dengan Yun Do”
“dia sangat lucu. Dia memperlakukanku seolah-olah umur kami sama”
“apa yang terjadi dengan Paman?”
“aku sudah 2 kali kesana dan Paman sudah dipindahkan ke kamar. Paman selalu mengira kalau aku adalah Hyung Duk Gi”
Chae Ryung membuka penutup piring satu persatu dan sesekali tersenyum pada Ayah. “Ayah, waktunya makan. Emmm, sepertinya enak” ucap Chae Ryung. Chae Ryung menyelipkan sumpit di tangan Ayah namun Ayah menjatuhkannya
“dimana kakakmu?” lirih Ayah
“dia sedang memilih gaun pengantin dengan Ibu dan Jin Goo”
“mengapa kakakmu ingin menikah?”
Chae Ryung terdiam sesaat “itu karena…. Meskipun Ayah tidak ingat, Jung Jin Goo sangat baik kepada Unnie dan keluarga kita. Aku juga akan menikah nanti. Daripada menunggu 2 tahun hingga Ayah benar-benar pulih, menikah sekarang jauh lebih baik untuk Unnie dan Jin Goo. Lagipula umur Unnie akan bertambah, itulah sebabnya aku menyuruhnya untuk menikah. Ayah, mengerti dengan semua yang kukatakan kan?”
Ayah terdiam sesaat dan tiba-tiba mengatakan sesuatu yang tak pernah diduga Chae Ryung sebelumnya jika pernikahan bukan hanya menyatukan dua buah keluarga tetapi juga harus dilandasi dengan sebuah rasa yang bernama “CINTA”.
“apa kakakmu mencintainya?”
“dia menyukainya” jawab Chae Ryung singkat
“jika kakakmu menyukainya, maka aku akan menyukainya juga”
Raut wajah Chae Ryung berubah drastic menjadi sedih “Ayah, kamu mungkin tidak dapat memahami apa yang sebenarnya terjadi dan hal apa yang tidak bisa aku dan Unnie ceritakan. Aku dan Unnie berharap, Ayah cepat sembuh”.
Ayah mengangguk dan tersenyum. Chae Ryung pun berusaha tersenyum demi sang Ayah yang sangat dicintainya. “apakah enak?” tanya Chae Ryung ketika menyuapkan sesendok sup hangat kepada Ayah dan dijawab dengan sebuah anggukan oleh Ayah.
Di sebuah butik pakaian pengantin terlihat Jin Goo, Ae Ryung dan Sook Hee sedang memilih gaun pengantin untuk mempelai wanita yaitu Ae Ryung. Pelayan toko menawarkan sebuah gaun pengantin terusan dengan beberapa renda di pinggangnya namun Jin Goo dengan cepat menyingkirkannya dan mengambil sebuah gaun pengantin yang terlihat simple namun mini.
Ae Ryung melirik sekilas pakaian pilihan Jin Goo namun dengan cepat berbalik karena baginya gaun pilihan Jin Goo sama sekali bukan gaya Ae Ryung.
“itu tidak cocok untukmu” ucap Jin Goo dan kembali menyingkirkan sebuah gaun yang dilihat Ae Ryung “ini jauh lebih baik untukmu” tambah Jin Goo dan masih tetap kukuh dengan gaun mini pilihannya
“jangan seperti itu, mari kita coba yang ini” ucap Sook Hee mencoba menengahi. Jin Goo hanya mengangguk sementara Ae Ryung masuk ke ruang ganti mencoba gaun yang dipilihkan Ibunya.
Mata Jin Goo seketika hijau saat melihat seorang wanita cantik sedang melakukan pemotretan tak jauh darinya dan dia adalah sahabat Jae Hee.
“siapa pengantin prianya?” tanya Jin Goo pada pelayan butik
“dia bukan pengantin, tapi seorang siswa lulusan sekolah tari ternama” ucap pelayan butik “sebaiknya anda mengelap liur anda karena calon pengantin anda akan segera keluar”.
Tepukan ringan terdengar dari tangan Jin Goo ketika Ae Ryung keluar dari ruang ganti
“bagaimana? Apakah kamu pernah melihat pengantin secantik ini?” tanya Sook Hee meminta pendapat Jin Goo yang masih membayangkan sosok gadis cantik
“cantik sekali, nafasku…. Nafasku serasa berhenti” puji Jin Goo terbata-bata, namun pujian itu bukanlah ditujukan untuk Ae Ryung melainkan ditujukan kepada gadis cantik yang dilihatnya melalui pantulan kaca dihadapan Ae Ryung.
Sun Do, Yun Do, Wook Gi sedang mempersiapkan makanan untuk Hyuk Gi tepat disaat Dong Bo (akhirnya aku mengetahui nama teman Yun Do) dan Sun Ae datang.
“aku disini” teriak Sun Ae ketika masuk ke basecamp kakaknya
“kenapa kau disini?” tanya Sun Do heran
“mungkin dia datang kesini karena merindukanku” jawab Dong Bo dan tertawa terbahak-bahak.
Sun Ae mengerucutkan bibirnya ketika mendengar pertanyaan Sun Do dan jawaban Dong Bo. Memang bukan kebiasaannya mendatangi Basecamp kakaknya. Tetapi semuanya berubah saat Hyuk Gi dan Wook Gi tinggal bersama Sun Do.
Begitupun dengan hari ini. Mata Sun Ae terbelalak saat melihat Hyuk Gi keluar dari kamar mandi dan hanya mengenakan t-shirt berwarna hitam dan memperlihatkan otot lengannya yang berotot.
“Omo, Oppa bagaimana ototmu bisa seperti ini? Kamu memiliki otot popeye” ucap Sun Ae senang dan tak ingin melepaskan tangannya dari otot Hyuk Gi
“apa yang ia lakukan” bisik Hyuk Gi pada Yun Do, Sun Do dan Wook Gi yang hanya bisa tertawa melihat Hyuk Gi memiliki penggemar baru. sementara Dong Bo terlihat cemberu melihat yeoja yang disukainya menyukai Hyuk Gi.
Sook Hee terlihat senang saat melihat hadiah yang dikirimkan keluarga Jin Goo (tradisi pernikahan di Korea, jika sepasang kekasih akan menikah, maka mempelai wanita akan mengirimkan hadiah ke rumah mempelai pria tetapi di pernikahan Ae Ryung malah terjadi hal sebaliknya).
“astaga, kenapa mereka mengirimkan hadiah sebanyak ini?” tanya Man Soo dan mencoba sebuah jas
“mereka mengatakan kalau kita sangat sibuk mengurus Ayah, sehingga mereka yang menyiapkan segalanya” jawab Chae Ryung
“Ae Ryung pantas mendapatkan semua ini” tambah Sook Hee “Ho Ryung, ayo coba pakaianmu”
“Unnie akan menikah tetapi tidak ada satupun hadiah untuknya” ucap Ho Ryung terlihat berpikir
“benar apa yang dikatakan Hyung, tidak ada satupun hadiah untuk Unnie” ucap Chae Ryung
“mungkin di pernikahan nanti, mereka akan memberikan hadiah untuk Ae Ryung. Benarkan?” tanya Sook Hee pada Man Soo
“aku tidak terlalu yakin dengan hal tersebut. Aku akan ke rumah sakit membawakan sepatu dan setelan jas untuk kakak ipar” jawab Man Soo
“mengapa kamu melakukannya? Apa kamu berpikir dia akan mengenakan sepatu itu?” tanya Sook Hee
“tidak, aku hanya ingin kakak ipar merasa kalau dia juga menghadiri pernikahan Ae Ryung”
“benar. Ayo kita pergi bersama-sama Paman” ucap Chae Ryung.
Malam harinya terlihat dua orang pria sedang memperhatikan Wook Gi bekerja di klub tempat Duk Gi bekerja dulu
“dia bekerja sangat rajin. Dia bekerja untuk Duk Gi dan mendengar sesuatu hal tentang Duk Gi pasti sangat sulit untuknya. Aku salut padanya karena dia sama sekali tidak pernah mengeluh. Kamu membesarkan adikmu dengan sangat baik” ucap Sun Do dan menyenggol Hyuk Gi
“aku sama sekali tidak melakukannya, dia seperti itu karena dirinya sendiri”
“Wook Gi berusaha mencari tahu tentang Shin Byung Chul, tapi sama sekali tidak ada petunjuk. Aku berpikir, Bung Chul bersembunyi di sebuah tempat rahasia. Aku juga berpikir kalau bukan Eun Khi Hwan yang sudah menyebabkan Duk Gi mati, tetapi di kehidupan nyata dan pengadilan tidak ada cara untuk membuktikan kalau dia tak bersalah”
“ara. Itu sebabnya aku harus mencari cara untuk mengembalikan uang tersebut”
Keesokan harinya
Sook Hee, Man Soo, Ho Ryung dan Chae Ryung terkejut saat melihat gedung pernikahan yang sangat kecil dan sama sekali tidak sesuai dengan apa yang ada dibenak mereka
“apa ini? Bagaimana para tamu akan cocok dengan ruangan ini. Kita memang tidak mengundang siapapun tetapi mereka memiliki banyak kolega”
“itu benar. Direktur tidak suka mengumumkan pernikahan dan selalu membuatnya hanya seperti pertemuan keluarga saja” ucap teman Ibu Jin Goo yang tiba-tiba muncul di belakang Sook Hee
“apa maksudnya selalu?” tanya Man Soo ketika teman Ibu Jin Goo pergi
“bukankah ini pernikahan pertama Jin Goo?” tambah Ho Ryung
“mungkin dia menikahkan anak keluarganya” ucap Man Soo
“ah, iya” ucap Sook Hee dan melirik ke arah Chae Ryung yang hanya mengangkat bahu sebagai tanda tak tahu harus menjawab apa.
Sementara itu di ruang rias terlihat Ae Ryung yang sedang menelepon seseorang. Mungkin bagi sebagian besar wanita di dunia, pernikahan adalah hal terindah dalam hidup mereka. Tetapi bagi Ae Ryung, pernikahannya adalah hari yang sangat menyedihkan untuknya. Selain karena dia menikah dengan orang yang tak dicintainya yang tanpa diketahuinya memiliki masa lalu yang kelam yaitu Jin Goo, Ayah yang sangat dicintainya pun tak bisa menghadiri pernikahannya.
“saranghae Appa” ucap Ae Ryung sedih dan mengakhiri percakapan di telepon dengan sang Ayah.
Eun Khi Hwan sama sekali tidak bisa tenang. Percakapannya dengan Ae Ryung kembali terngiang di kepalanya.
=Flashback=
“aku hanya berharap satu hal, aku ingin menikah dengan pria yang Ayah sukai. Jika dia baik kepada Ayah maka dia juga akan baik terhadapku dan akan memahamiku”
“Ayah akan berjalan bersamamu menuju Altar dan kamu tidak akan menyesal dengan pria yang akan menikah denganmu nanti”
=Flashback end=
“Ae Ryung, Ae Ryung” lirih Eun Khi Hwan
Ae Ryung berjalan menuju altar bersama dengan Jin Goo. Semua orang tersenyum dan bertepuk tangan melihat pasangan Ae Ryung dan Jin Goo. Tapi lain halnya dengan Ae Ryung, raut wajahnya terlihat sedih di hari bahagia yang seharusnya menjadi hari yang penuh senyuman untuknya.
Disaat Ae Ryung berusaha menguatkan hatinya, Ayah juga sedang melakukan hal yang sama. Ayah berusaha turun dari tempat tidur hingga akhirnya terjatuh. Ayah berusaha menggapai sepatu dan jas yang sengaja disiapkan Man Soo untuknya. Seseorang tiba-tiba masuk dan terkejut saat mendapati Ayah tertidur di lantai dengan sebuah sepatu ditangannya.
“anda baik-baik saja? Kenapa anda seperti ini? Kenapa anda sendirian disini?” tanya Hyuk Gi
“tolong bawa aku menemui putriku, tolong bawa aku ke pernikahan putriku. Aku ingin menghadiri pernikahan putriku juga . aku harus membawanya menuju Altar. Putriku pasti sedang menungguku, tolong bawa aku ke pernikahan putriku” pinta Eun Khi Hwan sedih. Hyuk Gi yang mendengarnya hanya bisa meneteskan air mata.
Ae Ryung pun seperti itu. Air mata perlahan-lahan menetes di wajahnya saat melihat kursi disamping Ibunya yang seharusnya ditempati oleh Ayahnya kosong tak berpenghuni.

Created by : Oopie Rf dan Dewi Rf @pelangidrama.net
Picture by : Dewi Rf @pelangidrama.net

Iklan

6 pemikiran pada “[Sinopsis] It’s Okay, Daddy’s Girl Episode 6

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s