[Sinopsis] My Wife Is a Gangster 3 Part 1

My Wife Is a Gangster 3 Part 1 didekasikan untuk Dokter Ahn bwahahaha :lol

Di sebuah pertemuan antar mafia, seraya menunggu kedatangan seorang putri pemimpin gangster yang cantik disuguhi tarian para wanita seksi *bahasa saia bwahaha*.
Sang ayah yang melihat kedatangan putrinya sedikit lega.
“Tuan Lim, kudengar tarian pedang putrimu sangat bagus. Bisakah aku menyaksikannya?”ujar tuan Jo pimpinan kelompok Naga Hitam. Tn. Lim tertawa mendengarnya.
“Itu hanya kabar burung”sahutnya.
“Menurutku tidak begitu”. “Sesibuk apapun, aku tidak bisa mengabulkannya”ujar tuan Jo.
“Untuk kebaikan pertemuan ini, aku ingin melihat tariannya. Bagaimana menurut kalian?”lanjut tuan Jo meminta dukungan.
Putri tuan Lim menoleh ke arah ayahnya, tuan Lim pun mengangguk menyetujui.

Putri tuan Lim memainkan tarian pedang, namun ada seorang mafia yang berniat jahat padanya, ia menyebar serpihan kaca ke lantai. Kaki putri tuan Lim berdarah namun ia terus menari namun dari atas ada mafia yang menjatuhkan gelas sengaja hingga melukai kaki putri tuan Lim. Putri tuan Lim pun terjatuh. Orang-orang pun menertawakannya. Putri tuan Lim yang tak terima segera menghunuskan pedang ke meja mafia yang menyebar serpihan kaca tadi. Para mafia bersiap dengan senjata masing-masing.
“Jangan bergerak”teriak tuan Lim. Semua mafia menurut, namun mafia yang berbuat jahat pada putri tuan Lim tak terima, dengan sigap putri tuan Lim melibaskan pedangnya. Mati nggak ya ntu orang hehehe.

Keesokannya, seorang gadis cantik berpayung merah mengujungi sebuah tempat cukur yang di datangi Tuan Jo. Dan ternyata mafia tadi sekarat karena lehernya terlibas pedang. Wanita tadi mirip dengan putri tuan Lim.

Tuan Choi, yang juga seorang mafia mengunjungi rumah duka tuan Jo yang terbunuh di tempat cukur. Mafia tadi menemui mendiang istri tuan Jo.
“Apa benar putri tuan Lim membunuh suamiku?”tanya istri tuan Jo.
“Nyonya ada masalah dengan geng Hwabaekryun. Sebentar lagi akan terjadi perang. Kau harus meninggalkan Hong Kong untuk sementara waktu”.
“Kau merencanakan sesuatu,kan?”seru anak tuan Jo, ibunya menahan anaknya agar diam.
“Jangan khawatir, semua akan ada balasannya. Aku janji. Aku akan balas dendam pada mereka”ujar mafia Choi lalu bergegas pergi.

Mafia lain menemui tuan Lim
“Tuan Lim, kudengar putrimu terlibat dalam kejadian ini”tanya salah seorang mafia.
“Belum ada yang bisa memastikan itu”.
“Choi Guk Chong pimpinan sebenarnya naga hitam. Dia pria dengan ambisi besar”ujar mafia lain.
“Perlu ada pertemuan untuk meluruskan kesalahpahaman ini. Sudah terlambat saat tetua Naga Hitam kehilangan kekuatan”seru yang lain.
“Kau benar. Karena aku juga bersalah atas tindakan putriku. Aku akan menemui mereka untuk menyelesaikan masalahnya”jawab tuan Lim.

Sementara itu putri tuan Lim yang memperhatikan foto ibunya di bidik seseorang pria dengan selaras panjang.
Saat pria itu menekan pelatuknya tiba-tiba pesawat melintas di atas mereka, putri tuan Lim menengok ke atas,sadar ada yang mengincarnya, putri tuan Lim fokus, jadi saat pria itu menembak putri tuan Lim dapat menghindarinya. Gelas pun pecah terkena peluru nyasar hehehe.

“Sepertinya keadaan memburuk”ujar asisten tuan Lim. “Pihak Naga Hitam yakin kalau putrimu pelakunya”.
“Untuk mengambil alih Naga Hitam,Choi Guk Chong akan memanfaatkan dia sebagai tumbal”lanjutnya.
“Badai harus dihindari itu arti sebenarnya”jawab tuan Lim.
“Tapi..?”
“Carikan temmpat untuknya di Amerika”ujar tuan Lim.
Tiba-tiba putri tuan Lim datang dan berkata,”Jika untuk keselamatanku itu tak perlu”.
“Ini tidak semudah itu. Kau tahu ini semua tentangmu. Tinggalkan Hong Kong untuk sementara”jawab tuan Lim.
“Kau tahu? Kau selalu seperti ini. Kau selalu menghindari masalah”protes putri tuan Lim.
“Lakukan saja apa yang kukatakan”ujar tuan Lim.
“Baiklah. Kau boleh menginginkan aku pergi, tapi aku yang tentukan tempatnya”tukas putri tuan Lim lalu bergegas pergi.
“Menurutmu dia akan pergi kemana?”pikir tuan Lim.


Sementara itu dokter Ahn, eehhh bukan maksudnya Han Ki-chul menemui bosnya di atap gedung.
“Bos, aku di sini”serunya.
“Seseorang akan datang dari Hong Kong besok”.
“Kau ingin aku menguburnya?”jawab Ki-chul sok pede.
Bosnya terkejut dan berkata,”kau bodoh!”. “Jangan berlebihan”.
“Ya, bos. Bagaimana kalau mematahkan kakinya?”jawab Han Ki-chul percaya diri.
“Orang bodoh sepertimu yang membuat orang-orang benci gangster!”.
“Kau bisa bahasa China?”tanya bos Yang, bosnya Ki-chul.
“Ya, bos….aku pernah berdagang dengan orang China 3 tahun lalu”.
“Apa maksudmu ‘berdagang’? itu penyelundupan. Apa yang kau selundupkan?”.
“Banyak hal, seperti minyak perilla, wijen….”
“Oh begitu”. Namun Han Gi Chu menambahkan viagra.
“Sudah cukup”seru bosnya.
“Jahe”jawab Ki-chul lagi.
“Diam!”. “Karena hanya kau yang bisa bahasa China, kau yang memimpin”.
“Ya, boss!”jawab Ki-chul percaya diri. “Jadi aku hanya perlu menakutinya?”
“Bukan seperti itu. Kau akan menerima tamu, jadi kau harus jadi tuan rumah yang baik”jelas bos Yang. Ki-chul tertawa mendegarnya.
“Ayolah, bos. Pekerjaan seperti itu tidak cocok untukku”jawab Ki-chul geli.
“Ayolah! Ini merendahkanku…lagipula, aku bukan guide…Ayolah, bos”.
“Kau sudah besar sekarang, jadi kau tak mau melakukannya?”ancam bosnya.
“Tidak, aku mau bos”jawab Ki-chul berwibawa.

Ki-chul melihat catatanya, tentang kedatangan Lim Aryoung.
“Silahkan makan”seru Ki-chul pada kedua anak buahnya seraya merokok, jyahhh kenapa ahjusi merokok ni, imej dokter Ahn hancur berkeping-keping bwahahaha.
“Apa yang dikatakan bos besar?Kau sepertinya kurang sehat”ujar Do Mi.
“Selama 10 tahun menjadi gangster. Aku belum pernah dipermalukan untuk jadi guide”.

“Guide?”tanya Do Mi.
“Bodoh. Kau tidak tahu ‘guide’?Pernahkah kau berwisata?”ujar Gong Chi.
“Aku sering dalam pelarian”.
“Siapa yang akan kau pandu?”tanya Gong Chi.
“Seseorang dari Hong Kong. Bos besar memintaku menemaninya”jawab Ki-chul.
“Mungkin yang datang adalah seorang yang penting”tanya Gong Chi. Ki-chul pun nampak berpikir.

“Kudengar bos besar berencana memperluas bisnisnya. Aku yakin tamu itu adalah bagian dari rencana itu”tukas Gong Chi.
Ki-chul mengangguk mengerti.
“Ini kesempatan besar untukmu. Ambillah”kata Gong Chi memberi saran.
“Pahlawan memuja wanita. Bagaimana kalau mengenalkan seorang gadis padanya?”tanya Do Mi.
“Kau tahu gadis yang cantik?”tanya Ki-chul.
“Akan kucari gadis cantik yang bisa bahasa China”. Lalu Ki-chul mengajak kedua anak buahnya makan.

Keesokannya Ki-chul di temani kedua anak buahnya menunggu di bandara, Do Mi memagang kertas bertuliskan nama Lim Aryoung.
“Apa yang membuatnya begitu lama”keluh Do Mi.
“Hey, apa ini gerbangnya?”tanya Ki-chul.
“Ya, bos”jawab gong Chi. Dan beberapa saat kemudian Lim Aryoung yang berada di samping mereka tanpa mereka sadari ikut sibuk tengok sana-sini mencari penjemputnya. Oh ya Lim Aryoung ini putri tuan Lim.

Nah saat keduanya saling menoleh, Aryoung melihat kertas yang dipegang Do Mi. Aryoung mengambil dan menghempaskannya kembali.
“Bodoh”serunya.
“Siapa kau?”tanya Do Mi.
“Aku tidak percaya gadis ini. Kenapa denganmu. Apa kau menyukaiku?”tanya Gong Chi.
Aryoung hanya melihat sinis. “Maaf, tapi aku sedang sibuk”lanjutnya pede.
“Aku Lim Aryoung”ucap Aryoung dalam bahasa China.
“Apa? Kau Lim Aryoung?”tanya Ki-chul.
“Boss, apa tamunya perempuan?”tanya Gong Chi tak percaya.

“Berapa umurnya?”tanya Ki-chul m bertanya dalam bahasa China. Tapi Aryoung malah menendang kopernya ke tangan Ki-chul, busyet pas bangat hahaha. Ki-chul menyerahkannya pada Gong Chi, Gong Chi memberikannya pada Do Mi. Oper-operan tas :P.
“Apa ini? Mereka mengenaliku sebagai ‘orang paling sadis di daerah Bulgwang’”ancam Ki-chul, Aryoung tak peduli ia kembali melempar tas tentengnya dan Gong Chi menangkapnya.
Ki-chul kembali ngomel-ngomel, Aryoung melempar tas terakhirnya, tas wanita disebut apa ya? dan ditangkap Ki-chul.

Di dalam mobil, Ki-chul mencoba bertanya umur Aryoung dalam bahasa China namun Aryoung hanya diam saja.
“Sial, dia tidak menghiraukanku”guman Ki-chul.
“Hey!kau tahu boss-ku?”seru Do Mi. “Dasar perempuan pemarah”.
“Bos, dia cukup cantik dan sepertinya dari keluarga baik-baik. Bagaimana kalau kau berkencan dengannya?”tanya Gong Chi.
“Hey! Kau tidak tahu seleraku?”.

“Bos tidak suka masakan China, kalau aku makan semuanya!”ujar Do Mi, setelah berkata seperti itu Aryoung memukul leher Do Mi hingga Do Mi nyungsep ke kaca hahaha. Aryoung duduk tepat di belakang Do Mi.
Namun dengan anggun Aryoung hanya terdiam hahaha.
“Apa kau gila?”teriak Do Mi.
“Berhenti!”teriak Ki-chul. “Tenanglah. Dia tamu kita”.
“Dia membuatku kesal”. Lalu Do Mi memakai selt belt, biar kalau dipukul nggak nyungsep hahaha.
“Hey, tenanglah. Aku punya ide”ujar Gong Chi yang saat itu sedang menyetir.
“Bos. Apa kau sudah siap?”tanya Gong Chi.
“Siap untuk apa?”. Tidak menjawab, Gong Chi langsung mengerem mendadak.
Ki-chul menabrak kursi depan. “Dasar brengsek! Apa kau mencoba membunuhku?”.
Namun dengan anggun Aryoung tak bergerak sedikit pun, ia menggunakan kakinya berhak tinggi bertahan pada kursi di depannya.
“Dasar perempuan jalan”gerutu Ki-chul begitu melihatnya.

Ki-chul datang ke sebuah kasino menemui bos besarnya, tiba-tiba Ki-chul berhenti dan menahan Aryoung yang ingin terus berjalan.
“Selamat siang, tuan”sapa Ki-chul pada seseorang yang sepertinya pangkatnya lebih tinggi darinya seraya menunduk.
“Persetan denganmu dan siangmu”.
“Siapa dia?”tanyanya begitu melihat Aryoung.
“Dari Hong Kong”jawab Ki-chul.
“Hong Kong? Gadis Hong Kong”.
“Dia ke sini untuk menemui bos besar”jelas Ki-chul.
Namun orang tadi malah menendang tumit Ki-chul. “Diam, bodoh!”. Ki-chul kesakitan.
“Mereka sedang berbicara, jadi tunggu dulu”.
Aryoung dan Ki-Chul saling pandang.

Di ruangannya tuan Yang sedang berbicara dengan seseorang, orang itu memberikan sebuah amplop coklat di meja namun tuan Yang tak mau menerimanya.
“Ambil kembali”.
”Tolong lihatlah sebentar. Ini informasi tentang real estate di Yeoju”.
“Aku bilang ambil kembali”, tuan Yang keukeuh tak mau menerima.
“Aku tumbuh di bawah bimbinganmu. Jadi biarkan aku tetap sopan padamu”ancamnya.

Aryoung berjalan menuju ruangan tuan Yang,Ki-chul menahannya.
“Dia bilang mereka sedang berbicara”ucap Ki-chul.
“Dia benar-benar keras kepala. Kubilang tunggu!”jawab orang yang menendang tumit Ki-chul tadi. Namun Aryoung cuek ia tetap berjalan ingin menemui tuan Yang.
Saat orang tadi mengejarnya, Aryoung menyandung kakinya dengan sepatunya hingga orang tadi jatuh tersungkur membuka pintu ruangan tuan Yang.

“Maaf, boss”ucap Ki-chul menunduk.
“Ayo pergi”ajak Ki-chul seraya menarik Aryoung namun Aryoung melepaskan tangan Ki-chul.
“Aku di sini untuk menemui Tn. Yang”ujar Aryoung dalam bahasa China.
“Oh, kau sudah datang. Aku sedang rapat, bisakah kau tunggu sebentar”jawab Tn. Yang dalam bahasa China juga.
“Kau sepertinya sibuk, sebaiknya aku pergi. Tolong pikirkan lagi kau hanya punya 1 minggu”ujar orang yang bersama Tn. Yang tadi.
“Sebaiknya aku menemuimu dalam keadaan baik dan sehat meskipun lewat 1 minggu”ancamnya halus lalu ia melangkah pergi.

Tiba-tiba orang tadi menghentikan langkahnya.
“Oh, ya. Mereka bilang Yeoju tempat yang bagus untuk istirahat”ujarnya seraya memperagakan pose pengolf.
“Udaranya sangat bersih”lanjutnya sambil berlalu.
Orang tadi melihat Aryoung yang manyun dengan sinis.

Aryoung ngobrol dengan Tn. Yang dalam bahasa China seraya duduk, sedangkan Ki-chul berdiri.
“Bagaimana keadaaan Tn. Lim?”.
“Baik”jawab Aryoung.
Ki-chul yang kakinya pegal berdiri mencoba duduk di samping Aryoung dengan sok pede, namun bosnya menatapnya penuh arti, Ki-chul segera mengurungkan niatnya dan segera berdiri bwahahaha.
“Sebenarnya aku ingin menempatkanmu di hotel mewah tapi ayahmu memintaku untuk tidak melakukannya”.
“Tak apa-apa”.

“Mungkin tempat yang kusediakan terasa kurang nyaman”. Aryoung mengangguk mengerti.
“Jika perlu sesuatu, bilang padanya”. Aryoung menoleh ke arah Ki-chul.
“Dia tidak begitu pintar tapi cukup baik untuk disuruh-suruh”jelas Tn. Yang.
“Apa dia abnormal?”tanya Aryoung.
“Sedikit bodoh, tapi tidak se-abnormal itu”jawab Tn. Yang. Kasian banget ni Ki-chul di jelek-jelekin nggak tahu bwahaha.

Aryoung, Ki-chul dan kedua anak buahnya sampai di sebuah rumah.
Aryoung menghempaskan tasnya ke Gong Chi.
“Dasar kau…”gumannya lalu berlalu, Aryoung mah cuek-cuek aja bwahaha.
“Kita punya banyak tagihan lagi”ujar Gong Chi membaca tagihan yang diambilnya, lalu menaruhnya kembali.
“Ini benar-benar berat”keluh Do Mi seraya menyeret koper Aryoung.
Ki-chul memberi tanda pada Gong Chi agar mengantar Aryoung ke kamarnya.
“Hey, sini”ajak Gong Chi. Aryoung dengan enggan mengikutinya.

Gong Chi membuka sebuah ruangan yang berantakan dan pengap.
“Ini kamarmu. Kecil tapi nyaman bagaimana?”, Aryoung tak peduli ia membuka pintu kamar lain.

“Tidak! Ini bukan kamar!”ujar Gong Chi cepat-cepat. Aryoung segera menutup hidungnya begitu melihat kamar yang lebih berantakan dan sepertinya bau hehehe.
“Ini sangat memalukan”guman Gong Chi begitu Aryoung pergi.

Aryoung membuka kamar lain, yang tak lain kamar Ki-chul, dan lebih parahnya Ki-chul sedang ganti baju hahaha, Ki-chul tak menyadari yang membuka pintu Aryoung.
“Apa dia suka kamarnya?”tanya Ki-chul yang tak menyadari celananya mau melorot.
“Dia seperti bocah nakal. Dia harus menderita untuk belajar”lanjutnya. Aryoung mengalihkan pandangannya ke tempat lain.
“Gong Chi, kau lihat wajahnya?”, lalu Ki-chul menoleh ke arah pintu, dan bwahahaha.
“Hey, kau! Apa yang kau lakukan?”serunya seraya segera menarik celananya yang sudah melorot dan mamakainya.


Ki-chul menghampiri Aryoung yang cuek di depan pintu.
“Kau cabul ya? aku tidak percaya ini”. Aryoung mengambil tasnya yang ada di tangan Gong Chi lalu segera masuk kamar dan menutup pintu.
‘Bocah nakal”gerutu Ki-chul.
Lalu tiba-tiba Aryoung membuka pintu melempar jas Ki-chul ke muka Ki-chul dan menutup pintu kembali.
“Gong Chi, aku merasa was-was. Apa masa depan kita akan suram?”ujar Ki-chul, Gong Chi mengambil jas yang menutupi muka bosnya.
“Kita harus tunjukkan padanya siapa bosnya”.
“Aku akan mengurus itu, bos”jawab Gong Chi.

Kedua anak buah Ki-chul, Gong Chi dan Do Mi berpura-pura berperang dengan memperlihat tato-tato mereka. Mereka berteriak-teriak hingga mengusik Aryoung.
Tanpa sengaja senjata Gong Chi benar-benar mengenai temannya (senjata Gong Chi senjata yang suka dipakai Bruce Lee, nggak tahu namanya saia wkwkkw).
Do Mi menahan sakit.
“Kau tidak apa-apa?”tanya Gong Chi.
“Dasar brengsek”. Do Mi tak terima dan mencoba membalasnya dengan menyerang Gong Chi membabi buta dengan tongkat kayunya.
“Hentikan! tenanglah, bung!”Gong Chi berusaha menghentikan temannya.
“Itu hanya kesalahpahaman”.
“Kepalaku hampir pecah, brengsek!”

“Apa yang kau lakukan?”tanya Ki-chul yang tiba-tiba datang.
“Boss”jawab Do Mi seraya menoleh ke arah Ki-chul, refleks ia terkena senjata Gong Chi lagi.
“Selamat pagi, bos”sapa Gong Chi.
“Apa yang kau lakukan? Bermain sirkus atau apa?”tanya Ki-chul.
“Kami menakut-nakuti penyihir China itu”jawab Gong Chi.
“Menurutmu itu akan berhasil?”tanya Ki-chul tersenyum.

Lalu ketiganya bersiap berakting dengan berpura-pura Ki-chul menghajar kedua anak buahnya dengan memukul pantat mereka dengan tongkat baseball.
“Bos, ini akan berhasil?”tanya Gong Chi.
“Menurutku..”. “Percaya pada peribahasa ‘Pukul perempuan dan sandbags tiga kali sehari’.
“Tapi kenapa kami yang dipukul”tanya Do Mi.
“Itu hanya istilah bodoh. Yang perlu kita lakukan adalah membuatnya mengerti kita terbuat dari apa”tukas Ki-chul.

“Ini dia…”ujar Ki-chul memulai berteriak tanpa memukul pantat anak buahnya.
“Apa kami kena?”tanya Do Mi, Gong Chi memukul muka Do Mi memberi isyarat.
Do Mi berpura-pura melonglong kesakitan. Gantian Ki-chul berpura-pura memukul Gong Chi, Gong Chi melonglong kesakitan.
Ki-chul terus berpura-purra memukul dan marah-marah, dan kedua anak buahnya berpura-pura kesakitan (ngakak guling-guling).

Aryoung keluar membuka pintu melihatnya, kedua anak buah Ki-chul memberitahu Ki-chul. Ki-chul untuk benar-benar memukul pantat kedua anak buahnya. Kedua anak buahnya kesakitan tak puas memukul, Ki-chul menjedotkan kepala Gong Chi ke pagar.
“Bos, ada apa ini?”tanya Do Mi kebingungan yang tiba-tiba dihajar, bosnya menghanjar tak tanggung-tanggung bwahahaha.
“Diam!”seru Ki-chul lalu menendangnya.
Ki-chul beteriak pada kedua anak buahnya agar kembali ke posisi semua, dan mulai memukul pantat Do Mi, Ki-chul juga marah-marah dan memukul-mukul Do Mi, kasian banget dah pokoknya Do Mi selalu jadi tumbal hahaha.


Aryoung merebut tongkat pemukul dari tangan Ki-chul.
“Kau belum tahu caranya memukul”ujarnya dalam bahasa China tentunya.
“Jika kau memukul seperti ini, hanya akan mengerluarkan suara keras bukan rasa sakit”jelas Aryoung seraya memukul pantat Gong Chi hingga terdengar bunyi keras, namun Gong Chi tak kesakitan. Padahal Do Mi sudah berteriak hahaha.
“Ini tidak sakit”ujar Gong Chi.
“Tapi jika kau memukul seperti ini, rasanya benar-benar sakit”lanjut Aryoung lalu memukul pantat Do Mi hingga Do Mi ini kesakitan, tuh kasian dia jadi tumbal terus hahaha. Padahal mukulnya cuma pluk gitu.

“Dasar penyihir jahat”seru Ki-chul lalu merebut tongkat baseballnya.
“Apa sakit?”tanya Gong Chi pada Do Mi seraya membandingkan pantatnya dengan pantat Do Mi.
“Ada banyak teknik dan trik untuk menangkis”ujar Aryoung lalu ia memperlihatkan caranya dengan menghempas-hempaskan diri ke tumpukan balok, tepatnya isinya apa kurang tahu juga tapi bentuknya seperti balok.
“Boss, dia sudah gila”tanya Do Mi melihat tingkah Aryoung.
“Latihan ini bagus untuk otot punggung”jelas Aryoung dalam bahasa Cina. “Lihat”lanjutnya seraya mempraktekkannya lagi.

Dan tepat saat itu, Yong Hi sang penerjemah datang ketakutan saat melihat Aryoung menghempaskan diri ditambah Ki-chul memegang tongkat baseball.
“Kudengar kau butuh penerjemah”ujar Yon Hi terbata-bata .”Maaf”. Lalu dengan buru-buru Yon Hi kembali menutup pagar .

Dan beberapa saat kemudian Yon Hi sudah dalam rumah, minum air putih dengan tangan gemetar.
“Sepertinya aku mendatangi rumah yang salah”ucap Yon Hi.
“Tidak, itu memang di sini”jawab Gong Chi.
“Maaf, tapi sepertinya aku tidak bisa melakukan ini”.
“Hey!”teriak Ki-chul lalu memukulkan tongkat baseballnya ke meja. Yon Hi ketakutan.
“Simpan ini di kamarku”ujar Ki-chul seraya melemparkan tongkat baseballnya ke Gong Chi namun Gong Chi tak berhasil menangkapnya.
“Aku akan menggunakannya bila waktunya tiba”. “Hey. Tadi kau bilang apa?”.
“Aku akan melakukan ini dengan sepenuh hati”jawab Yon Hi, kasian banget ni wkwkwk, tunggu saja pembalasan Yon Hi :P.

“Terjemahkan padanya”pinta Ki-chul, lalu ia meminta menerjemahkan, ‘Jika kau tamu, bersikaplah seperti tamu’. Namun Yon Hi menerjemahkan lain, Yon Hi menerjemahkannya menjadi,’sepertinya kau tadi terluka…apa sekarang kau tidak apa-apa?’.
“Tidak apa-apa”jawab Aryoung, namun Yon Hi menerjemahkan lain untuk Ki-chul .
“Dia bilang itu karena dia belum mengenal Korea”kata Yon Hi menerjemahkan jawaban Aryoung. Lalu Ki-chul meminta Yon Hi menerjemahkan lagi,’kenapa kau datang ke Korea?’. Dan kali ini terjemahannya benar hehehe.

“Kenapa kau datang ke sini?”.
“Bukan urusanmu”jawab Aryoung, Yon Hi agak ketakutan menerjemahkannya untuk Ki-chul, ia pun menerjemahkan lain.
“Dia datang ke sini mencoba masakan baru, mencari teman baru dan berkeliling-liling untuk mendapatkan pengalaman baru”.
Gong Chi seperti menyadari yang aneh, kenapa jawabannya pendek tapi artinya panjang bener hahaha.
“Jawabannya sangat singkat kenapa artinya sangat panjang”pikir Gong Chi.

Ki-chul menatap Aryoung, Aryoung cuek-cuek saja.
“Kau menganggap kami apa?”tanya Ki-chul, Ki-chul menyuruh Yon Hi menerjemahkan pertanyaan.
“Kau menganggap kami apa?”.
“Aku tak peduli”jawab Aryoung singkat. Yong Hi mengelap keringatnya.
“Dia bilang kau seperti pebisnis”ujar Yon Hi menerjemahkan. Ki-chul mengangguk paham.
“Mendekati tapi hidup kami lebih keras dari itu”. “Kau tidak harus menerjemahkan itu”tukas Ki-chul saat Yon Hin bersiap menerjemahkan. Yon Hi mengerti lalu ia bertanya pada Aryoung.

“Ada yang ingin kau kunjungi di sini?”tanya Yoon Hi.
“Tidak, aku tidak mau”jawab Aryoung.
“Bagaimana dengan polisi?”. Gong Chi agak curiga dengan percakapan Yon Hi dan Aryoung.
“Tidak perlu. Mereka orang-orang bodoh”.
“Apa?”.
“Hey. Tidak boleh menggosip di tempatku”seru Ki-chul. Yoon Hi dan Aryoung terdiam.
“Tidak ada yang tidak bisa kuselesaikan”ujar Ki-chul, Yoon Hi menerjemahkannya menjadi ‘jika kau punya masalah, bilang padanya’. Aryoung nampak berpikir.

Beberapa saat kemudian, Aryoung memperlihat foto ibunya.
“Cari wanita yang ada di foto itu”. Yoon Hi menerjemahkannya untuk Ki-chul.
“Dia memintamu mencari seorang wanita”.
“Jika kau gagal, kau mati”ujar Aryoung. Yoon Hi terlonjak kaget, namun ia menerjemahkan lain untuk Ki-chul.
“Dia meminta bantuanmu secara baik-baik dan akan menghadiahimu”.
“Lihat? Gong Chi? Inilah kenapa perundingan itu penting”tukas Ki-chul. “Pekerjaan ini untukmu”.
“Ya,bos”

“Pasti ada kesalahpahaman”ujar Ki-chul lalu mengulurkan tangannya mengajak Aryoung berjabat tangan. Aryoung membalasnya.
“Baik-baiklah pada kami, maka kau akan baik-baik saja, mengerti?”. Yoon Hi kembali menerjemahkan lain bwahahaha.
“Dia bilang akan melakukannya dengan baik, jadi jangan khawatir”.
“Jika kau mau hidup, sebaiknya kau menemukannya”jawab Aryoung.
Yoon Hi terkejut, Gong Chi agak curiga.
“Apa itu?”tanya Ki-chul.
“Dia bilang kau sangat tampan”jawab Yoon Hi. Ki-chul tertawa mendengarnya.
“Dia akhirnya mengerti”. Lalu Ki-chul tertawa keras, diikuti kedua anak buahnya.

Setelah itu Do Mi mengancam Yoon Hi dengan wajan batu penanak nasi?
“Apa ini?”tanya Do Mi.
”Pot”. Do Mi menggeleng, namun Yoon Hi tak tahu jawabannya.
”Pot nasi. Pot batu”jelas Do Mi. “Masak nasi menggunakan pot ini”.
Lalu meletakkan pot nasi tadi ke atas kompor, Yoon Hi agak takut.
“Dan cuci sebelah sini”.
“Tunggu. Aku di sini hanya untuk menerjemahkan”ucap Yoon Hi. Do Mi menggertak, ia memukul galon air hingga mengenai tembok Yoon Hi ketakutan.
“Ada dua wanita sehat di rumah ini. Apa masuk akal aku juga yang harus masak?”
“Jangan mempermasalahkan gender…”.
“Hey!”teriak Do Mi
“…Sekarang ini”.

“Kukira kau gadis baik ternyata aku salah. Dengar. Bisakah kau hidup tanpa uang?”ujar Do Mi. Yoon Hi menggeleng.
“Apa dunia akan berputar?”lanjutnya seraya meletakkan uang 4 lembar ke atas meja.
“Dengar. Bisa kau temukan gadis ini?’tanya Do Mi, Yoon Hi menggeleng.
“Tidak. Ratu Sejong?”, Yoon Hi kembali menggeleng.
“Tentu tidak. Dengar, inilah hukum di dunia ini”serunya seraya menunjuk-nujuk lembaran uang di meja. Lalu Do Mi mengambil semua uang yang di atas meja dan berlalu.
“Sana masak nasi”.
“Ibu, aku akan selamat keluar dari tempat ini”ucap Yoon Hi walaupun sesak nafas hahaha.

Yoon Hi mempersiap makan di meja makan.
“Akankah bos menyukai masakannya?”tanya Gong Chi. “Mungkin lebih enak dari masakanmu”.
“Aku sangat lelah!”guman Do Mi. “Bos masakannya sudah siap”.
“Baunya sepertinya enak”. “Ini sup apa?”tanya Ki-chul seraya mengatur kursi duduknya.
“Sup tauge”jawab Do Mi.
“Ya? kelihatannya enak. Biar kucoba”tukas Ki-chul lalu duduk, namun Aryoung duduk terlebih dulu bwahaha.
“Kau gila…”guman Do Mi. Lalu Gong Chi menyuruh Aryoung pindah.
“Hey, itu tempat duduk bos. Bangun”.
“Tidak apa-apa. Tenang”ucap Ki-chul lalu duduk di samping Aryoung.
“Dia tamu kita”.
“Dia dianggap tamu hanya kalau dia bersikap selayaknya tamu”gerutu Do Mi.
“Waktunya makan”seru Do Mi seraya memainkan sendoknya, namun ia tersadar bahwa sendoknya plastik.
“Tidak ada sendok lagi. Silahkan makan”jawab Yon Hi.
Do Mi menghempaskan sendoknya hingga terjatuh lalu mengancam Yon Hi.
“Jika ini terjadi lagi, kita akan piknik bersama. Mengerti”.

Yon Hi agak takut, ia mengambil sendok yang terjatuh lalu mamakai sendok itu.
“Kau suka?”tanya Yon Hi pada Aryoung.
“Lumayan”. “Omong-omong siapa namamu?”.
“Yon Hi”.
“Yon Hi. Asal”tanya Aryoung lagi.
“Kilrimsung”. Aryoung mengangguk paham.
“Kau tidak takut?”tanya Yon Hi. “Tolong berhati-hatilah.
“Hey!”seru Gong Chi. “Kau sepertinya menghina kami”.
“Tidak, tidak sama sekali’jawab Yon Hi cepat-cepat.
“Matamu…”.

“Apa itu yang di dinding?”tanya Aryoung menujuk ke arah dinding.
Yon Hi menoleh lalu berkata,”Dia bertanya apa artinya tulisan itu?”.
“Apa kau benar-benar orang China?”. Lalu Ki-chul meminta Gong Chi menjelaskan.
“Itu motto kami. Itu artinya pria bukanlah pria”jelas Gong Chi.
“Itu artinya pria bukanlah pria”kata Yon Hi pada Aryoung.
“Sampai dia menjadi pria sejati”lanjut Gong Chi, Yon Hi kembali memberitahu Aryoung. Begitu mendengarnya Aryoung tak dapat menahan tawa hingga menyemburkan makanan yang dikunyahnya ke muka Gong Chi dan Do Mi bwahahaha.
“Dia punya banyak trik”guman Do Mi.

Do Mi dan Gong Chi menemui seorang penjahit.
“Ayolah Tn. Noh. Kau membuat kami verada di posisi sulit”ujar Do Mi. Tn. Noh meminta Do Mi tenang dan memberinya minum.
Tiba-tiba Yon Hi dan Aryoung tiba di tempat.
“Apa yang mereka lakukan di sini?”tanya Do Mi.
Do Mi dan Gong Chi saling lirik terbesit ide, mereka berpura-pura berbuat kasar. Mereka bukan hanya berteriak-teriak tapi mengobrik-abrik barang juga, Aryoung melihatnya dengan santai.
”Tidakkah sebaiknya kita pergi dari sini?”tanya Yon Hi yang ketakutan.
“Jangan khawatir. Mereka baik”jawab Aryoung.
“Kau tidak lihat apa yang mereka lakukan?”
“Lihatlah mata mereka, mereka bodoh”jawab Aryoung santai, mana bisa Aryoung dibohongin lha wong musuh-musuhnya mafia kelas atas :XD.
“Tolong jaga mulutmu, itu bisa membuatku terkena masalah”.
“Baiklah”jawab Aryoung santai.


Do Mi dan Gong Chi masih terus berpura-pura galak tiba-tiba geng gangster lain datang.
“Ikan Mandarin lama tidak bertemu”sapa Gong Chi. “Apa yang kau lakukan di sini?”.
“Untuk mengumpulkan uang”.
“Mengumpulkan uang?”tanya Gong Chi. Aryoung menatap cuek pada gangster yang baru datang.
“Pamer di depan gadis-gadis? Sangat memalukan”
“Apa? Apa kau menantangku?”seru Do Mi.

“Hey, anak kecil”seru gangster tadi lalu muncul beberapa anak buahnya yang seram dan membawa tongkat pemukul baseball.
“Lepaskan dia”lanjutnya lalu maju menghampiri kedua anak buah Ki-chul.
Dengan gesit Aryoung mendorong kursi hingga semua angggat gangster terjatuh, keadaan berbalik kedua anak Ki-chul memanfaatkan kesempatan itu untuk menghajar gangster tadi.

Seorang anak buah Tn. Yang datang melapor.
“Menagih hutangnya ditunda. Mereka sepertinya menghindari kita”.
“Bagaimana kasino?”tanya Tn. Yang.
“Semakin maju. Tapi Chopper memasuki daerah kekuasaan kita”.
Ki-chul yang sedari berada tak jauh dari mereka datang menyela.
“Aku tidak berhak berbicara, tapi ini jelas-jelas pembajakan”sela Ki-chul.
“Pembajakan? Memangnya kita berada di kapal, bodoh?”tanya anak buah Tn. Yang tadi.
“Bos, apa kau akan diam saja?”tanya Ki-chul pada anak buah Tn. Yang tadi, mungkin dia boss kedua atau boss kecil gitu jadi otomatis jadi atasan Ki-chul juga.
“Ini absurd. Aku tidak bisa memaafkan…”tegas Ki-chul.
“Diam! Jaga bicaramu”. Ki-chul terdiam, Tn. Yang nampak berpikir.

Di sebuah pub, kedua anak buahnya ditemani Aryoung dan Yon Hi pergi minum soju dan makan malam.
“Kenapa kau belum makan? Kau tak lapar?”tanya Do Mi. Yo Hi ketakutan mencoba bersulang, Aryoung cuek meminum sojunya. Tiba-tiba Ki-chul datang.
“Oh, halo bos!”sapa Do Mi lalu mempersiapkan tempat duduk untuk Ki-chul.

“Aku sangat sibuk, maaf aku telat untuk makan malam”ucap Ki-chul. Do do e walaupun dokter Ahn jadi gangster tapi perhatian banget bwahahaha.
“Tidak, tidak apa-apa”sahut Do Mi. Ki-chul meminta Yon Hi menerjemahkannya.
“Dia bilang maaf atas keterlambatannya”.
“Aku benci kalau pria terlambat”jawab Aryoung.
Namun Yon Hi yang menerjemahkan lain pada Ki-chul.
“Dia senang pria yang sibuk”.
“Ada apa dengannya?”tanya Ki-chul menunjuk Aryoung.
“Kita sudah memberinya pelajaran”jawab Gong Chi.
“Benarkah?”tanya Ki-chul, lalu tertawa diikuti kedua anak buahnya sedangkan Aryoung hanya cuek.
“Jadi dia sudah dewasa sekarang huh? Bagus”ucap Ki-chul.

“Ada masalah dengan mereka?”tanya Ki-chul seraya menepuk pundak kedua anak buahnya dan meminta Yon Hi menerjemahkannya.
“Jika aku bisa mengunyahnya, aku akan senang sekali”kata Yon Hi menerjemahkan untuk Aryoung. Aryoung menatap anak buah Ki-chul lalu tersenyum dan mengangguk.
“Tidak ada”ujar Yon Hi.
“Kau yakin?”tanya Ki-chul. “Kalau begitu saat kau menemui bos besar nanti katakan padanya. Sulit mencari orang hebat seperti kami”. Ki-chul tertawa diikuti kedua anak buahnya.
“Orang kotor seperti mereka memikat orang kotor”bisik Yon Hi pada Aryoung.
“Kau pasti sangat kesal”jawab Aryoung, Yon Hi menerjemahkan lain untuk Ki-chul.
“Dia bilang kau sangat menakjubkan”.

Ki-chul dan kedua anak buahnya makin tertawa keras. “Kau benar-benar terus terang. Baiklah, bersulang unutk kita! Cheers”ujar Ki-chul. Mereka pun bersulang, namun Yon Hi agak takut.
“Hey, kau tidak tahu caranya bersulang?”tanya Do Mi pada Yon Hi.
“Aku tidak bisa minum”jawab Yon Hi.
“Kau tidak bisa masak dan minum”tanya Gong Chi, lalu Gong Chi mulai menggoda Yon Hi, namun Yon Hi tak paham. Gong Chi menjelaskan namun Yon Hi tetap tak mengerti. Ki-chul dan kedua anak buahnya malah menertawakannya.

Beberapa saat kemudian Gong Chi menemani bosnya yang muntah-muntah di kamar mandi gara-gara mabuk.
“Makan babi goreng panas lalu muntah benar-benar menyiksa”ujar Ki-chul. Gong Chi yang menemani jadi ikut mual-mual.
“Kau tidak apa-apa, bos?”tanya Gong Chi melihat bosnya terus muntah-muntah. Ki-chul keluar dari kamar mandi dalam keadaan teler.
“Bos. Kami berkelahi dengan anak buah bos Parrottish hari ini. Mereka meremehkan kita”lapor Gong Chi.
“Jangan panggil dia bos”jawab Ki-chul.
“Lagipula ada yang aneh. Mungkinkah kita ada di pihak yang benar?”tanya Gong Chi.
“Hey,bocah. Sekali kau memulai, kau teruskan”tukas Ki-chul di depan muka Gong Chi. Gong Chi menahan mual karena nafas muntahan bosnya.
“Lihat aku, kita laki-laki dan aku Han Ki-chul sekali aku memulai, kuteruskan selamanya”teriak Ki-chul. Ki-chul menahan mual karena mau muntah lagi, begitu pula Gong-chi. Tak tahan Ki-chul kembali ke dalam kamar mandi dan muntah-muntah hahaha.

Parrotfish dan anak buahnya datang ke pub yang di datangi Ki-chul.
“Oh! Gadis-gadis”sapanya.
“Parrotfish, apa yang kau lakukan di sini?”tanya Do Mi.
“Dasar brengsek, kau menghajar anak buahku?”tanya Parrotfish.
“Tidak”jawab Do Mi yang melangsung mendapat tendangan dari salah satu anak buah Parrotfish hingga tersungkur jatuh.
Yon Hi berdiri ketakutan.
“Hey, botak. Masih tidak tahu apa yang sedang terjadi?”.
Namun tiba-tiba Aryoung menarik lengan Parrotfish hingga bajunya robek saat Parrotfish mendekati Do Mi.
“Keluar”ujar Aryoung.
“Dia bilang untuk pergi”kata Yon Hi menerjemahkan.
“Kebetulan sekali! Ini dia gadis Hong Kong itu”tukas Parrotfish memperhatikan Aryoung.
“Kita terlalu sering bertemu. Bukankah begitu?”lanjutnya seraya memegang pundak Aryoung namun dekat cepat Aryoung menghempaskannya hingga terjatuh.
Parrotfish tertawa lalu ia melepaskan kemejanya dan menyerahkannya ke Yon Hi.
Parrotfish mulai jungkir balik menarik perhatian Aryoung, anak buahnya memuji Parrotfish.
”Dia benar-benar menyenangkan”ujar Parrotfish lalu mendekati Aryoung namun dengan cepat Aryoung menendangnya hingga terjerembab jatuh bersama anak buahnya.

Aryoung denggan cuek kembali ke tempat duduknya dan meminum minumannya.
“Kau sebaiknya pergi dari sini”ujar Aryoung, Yon Hi menerjemahkan lain.
“Jika kau menyerang dia lagi, dia akan mencabikmu”jelas Yon Hi menerjemahkan hingga tanpa sadar ia merobek baju Parrotfish yang dipegangnya hahaha.
Salah satu anak buah Parrotfish mengeluarkan pisau.
“Kau mau mati?”ancamnya.



Aryoung memberi aba-aba dengan menginjak Do Mi agar ia pura-pura tak melihat, Do Mi pun pura-pura pingsan. Dan dengan cepat Aryoung melempar tempat sumpit di meja hingga mengenai Parrotfish dan anak buahnya, semuanya terjatuh. Lalu Aryoung mulai menghajar satu persatu. Do Mi dan Yon Hi yang melihatnya terkagum-kagum.

Yon Hi pergi melapor ke Ki-chul yang berada di kamar mandi, ternyata Ki-chul dan Gong Chi ngepel muntahan Ki-chul bwahahaha.
“Bos!”panggil Do Mi. “ Bau apa ini?”, Do Mi menutup hidungnya.
“Apa ini?”tanya Ki-chul.
“Bos, gadis itu… Maksudku nona Lim Aryoung”lapor Do M terbata-bata.
“Nona siapa?”tanya Gong Chi.
“Menurutku, tadi itu mungkin 10 detik. Bagaimanapun, sangat cepat”ujar Do Mi.
“Apa yang kau bicarakan?”tanya Ki-chul tak mengerti.
“Dia mengalahkan Parrotfish hanya denhgan satu serangan”jawab Do Mi.
Ki-chul dan Gong Chi cuek mendengarya dan tak percaya omongan Do Mi.


“Dia pasti mabuk dan jadi gila”pikir Gong Chi.
“Tidak, kali ini percaya padaku. Dia melemparkan sumpit ini dan menancapkan di dahi mereka. Sekitar 10 orang jatuh bersamaan”jelas Do Mi seraya mempraktekkannya dengan sumpit yang ia pegang.
“Lalu nona Lim Aryoung loncat ke udara”lanjutnya namun tiba-tiba pluk, Ki-chul menampar wajahnya.
“Berhentilah minum untuk sementara”pesan Ki-chul.
“Aku tahu sepertinya aku terlalu melebih-lebihkan, tapi…”, namun Ki-chul malah menamparnya lagi.
“Diam”serunya, lalu melangkah pergi.
“Berpikirlah jernih”tambah Gong Chi, kemudian menyusul bosnya.
Do Mi menahan tangis.

Parrotfish dengan wajah lebam-lebam dan biru-biru menemui bos mafia yang bertemu dengan Tn. Yang saat Aryoung datang.
“Kenapa dengan wajahmu?”tanya asisten bos itu.
“Maafkan aku”.
“Siapa itu?”
“Di pub kemarin malam, Ki-chul…”jawab Parrotfish.
“Ki-chul?”guman bos yang menemui Tn. Yang.
“Gadisnya Ki-chul yang dari Hong Kong..”jawab Parrotfish.
“Jadi kau membiarkan anak kecil menghajarmu?”tanya asistern, Parrotfish hanya bisa membungkuk minta maaf.
Bos yang menemui Tn. Yang memandang Parrotfish sinis, ia pun menghindari tatapan bosnya.
“Dunia berjalan atas dua hal. Satu melalui kepalan tangan dan satu lagi melalui kepala”ujar boss yang menemui tuan Yang.
“Panggil bos besar”lanjutnya.

Ki-chul mendapat telepon dari Tn. Yang.
“Sudah kubilang untuk merendah. Berisik-berisik apa ini?”ujar Tn. Yang diseberang telepon. Sepertinya Parrotfish mengadu pada Tn. Yang.
“Apa?. Bos pasti ada kesalahpahaman”jawab Ki-chul. Ki-chul menutup teleponnya setelah diberi nasihat.
Ki-chul nampak berpikir. “Ada apa bos?”tanya Gong Chi.
“Bos besar bilang aku menghajar Parrotfish tadi malam”jawab Ki-chul. “Ingat sesuatu?”.
“Tidak terjadi apa-apa saat aku di sana”.
“Kau menghajar boss Parrotfish”tanya Ki-chul.
“Tidak juga”jawab Gong Chi.
“Aku juga tidak. Ini aneh”ucap Ki-chul.

“Apa kau mencari ibunya Aryoung?”tanya Yon Hi tiba-tiba.
“Ibu? Wanita di foto itu ibunya?”tanya Ki-chul.
“Ya, menurutku seperti itu”.
“Ada kemajuan?”tanya Ki-chul pada Gong Chi.
“Aku menemukan alamatnya tapi dia sudah pindah dan tidak ada informasi apa-apa lagi”jawab Gong Chi. “Apa kita harus melakukan ini bos?”.
“Tidakkah kau sedikit tidak bertanggung jawab?’seru Yon Hi.
“Apa kau gila?”hardik Gong Chi, Yon Hi hanya mencibir.
“Dia benar. Seorang pria harus bertanggungjawab atas apa yang telah dia katakana”potong Ki-chul. “Mintalah bantuan detektif Kim. Dia ahli dalam mencari orang”.
“Mungkin ini tidak ada kaitannya. Tapi ibuku meninggalkan rumah saat aku masih kecil”ucap Gong Chi sedih. Do Mi dan Yon Hi merasa prihatin mendengarnya.
“Apa tidak mungkin menemukan orang yang meninggalkan rumah dengan kemauan sendiri?”lanjutnya.
“Apa kau bilang tadi?”tanya Ki-chul tak mengerti.

“Siapa lagi yang bisa membantunya selain kita?”protes Do Mi.
“Ada apa denganmu?”seru Gong Chi.
“Dia ibunya! Bukan orang lain!”teriak Do Mi.
“Diam. Yang akan menemukan dia detektif Kim, bukan kau”.
“Kau benar bos”ucap Do Mi.
“Suap, maksudku beri detektif Kim bayaran yang bagus untuk mencarinya”. Gong Chi mengangguk mengerti.
“Jika kau tidak cepat jangan salahkan aku atas apa yang akan terjadi padamu. Berhati-hatilah!”ancam Yon Hi, Do Mi tersenyum mendengar ancaman Yon Hi, kan keduanya sudah tahu kekuatan Aryoung :lol.
“Sangat hati-hati!”pesan Yon Hi lalu melangkah pergi.
“Apa?. Kenapa tidak ada pesanan di tempat ini?”tanya Ki-chul.


Sementara itu bos yang menemui dan asistennya melihat foto-foto Lim Aryoung.
“Ya. Aku tidak bisa berhenti memikirkan gadis ini. Dan kenapa bos besar menyerahkannya pada Ki-chul”pikirnya.
“Saham kasino Hong Kong milik seorang pria bernama Hwang So-myeong”lanjutnya.
“Tidakkah dia terlihat seperti juru kuasa?”tanya asistennya.
“Juru kuasa?”.
“Dia bukanlah gadis biasa”celetuk Parrotfish.
“Bagaimana kau tahu itu?”tanya asisten.
“Karena aku dikalahkan olehnya”, namun Parottfish sadar ia salah bicara.
“Dikalahkan olehnya?”tanya bosnya.
“Maaf, bos”ucap Parrotfish.
“Gangster dikalahkan perempuan? Kau percaya itu?”tanya bos pada asistennya.
Asisten meminta maaf dan ia juga tak percaya.
“Maksudku bukan begitu. Ini menyenangkan. Ayo kita temui mereka”.

Keesokannya saat Ki-chul sampai dekat rumahnya ia telah dihadang asisten bos yang menemui Tn. Yang. Ki-chul keluar dari mobilnya.
“Bos Flatfish, apa yang kau lakukan di sini?”tanya Ki-chul.
“Bos Chopper ingin bertemu”, ohh namanya chopper yang menemui Tn. Yang.
“Kenapa?”tanya Ki-chul, Aryoung dan Yon Hi ikut keluar dari mobil.
“Karena kau mengalahkan Parrotfish”
“Sepertinya ada kesalahpahaman. Aku tidak mengalahkan bos parrotfish”.
Sementara Ki-chul ngobrol dengan bos Flatfish, Yon Hi berbisik menerjemahkan pada Aryoung.
“Jika kau tidak datang, orang-orangmu akan mati”ancam bos Faltfish.
“Hey, pulang bersamanya”ujar Ki-chul pada Yon Hi, Yon Hi bersiap mengajak Aryoung pergi, namun Faltfish menahannya.
“Tunggu bos Chopper mengundang gadis Hong Kong itu juga”. Yon Hi berbisik menerjemahkan untuk Aryoung.
“Kenapa dia?”tanya Ki-chul. “Dia tidak ada hubungannya dengan ini”.
“Ya, ada. Tanya dia”.
“Dia ingin membawamu pergi”bisik Yon Hi menerjemahkannya pada Aryoung.

“Sebuah kesopanan untuk menerima undangan”jawab Aryoung lalu masuk ke mobil Flatfish.
“Hey! Ada apa dengannya? Apa dia menyukainya?”tanya Ki-chul.
“Dia hanya memenuhi undangan saja”jawab Yon Hi.
“Aku tidak tahan lagi dengan tingkahnya!”gerutunya.
“Aku akan menunggumu di rumah”ucap Yon Hi pamit lalu bergegas pergi.
“Apa?. Hey! Hey!”ujar Ki-chul lalu mengejar Yon Hi dan menangkapnya.
“Aku tidak bisa bicara dengannya tanpamu”tukas Ki-chul seraya memasukkan Yon Hi ke dalam mobil lalu mengikuti mobil Flatfish.

Ki-chul diajak menemui Chopper, Ki-chul melihat kedua anak buahnya babak belur. Yon Hi terus berpegangan erat pada Aryoung.
“Maaf, bos”sapa Ki-chul. “Sepertinya ada kesalahpahaman. Tolong biarkan anak buahku pergi”pinta Ki-chul seraya membungkuk.
“Tidak, ada yang menaham mereka”sahut Flatfish.
Chopper mempersilahkan minum Ki-chul seraya menyodorkan gelas.
Aryoung ingin ikut maju namun Yon Hi menahannya.

“Kau tidak apa-apa?”tanya Ki-chul pada kedua anak buahnya.
“Maaf boss”ucap mereka.
“Tidak. Aku mabuk dan membuat masalah, jadi ini salahku”ucap Ki-chul.
“Bukan itu yang terjadi”sahut Do Mi. “Malu karena dikalahkan Aryoung, Parrotfish berbohong pada bos Chopper”.

“Apa?”, Ki-chul menoleh ke arah Aryoung.
“Apa yang dia lakukan padanya?”tanya Ki-chul pada Do Mi.
“Parrotfish tidak bisa menyentuhnya sedikitpun”jawab Do Mi.
“Kenapa kau tak mengatakan itu”.
“Aku sudah mengatakannya tadi malam. Bos, si penerjemah juga melihat semuanya”. Yon Hi mengangguk membenarkan.
“Lalu kenapa dia menghajar kalian berdua?”tanya Ki-chul.
“Kami juga tidak tahu”jawab Gong Chi.


“Hey! Cukup sambutannya cepatlah kemari”celetuk Chopper. “Kalian semua tidak tahu dengan apa yang sedang terjadi”. Ki-chul dan anak buahnya tertawa.
“Ki-chul. Aku menyukaimu. Biarkan bos besar istirahat dengan damai. Jika kau bekerja untukku,kau bisa menyelamatkannya nyawa mereka. Mari kita jadi tim”jelas Chopper.


Ki-chul mengambil minuman yang disodorkan Chopper tadi dan meminumnya sampai habis.
“Bos”panggil Ki-chul. “Kau harus berhati-hati mulai sekarang”.
Tak terima Flatfish mengeluarkan pisau, namun Chopper menahannya.
“Siapa tahu salah satu dari mereka…”lanjut Ki-chun, lalu menyodorkan gelasnya yang telah kosongnamun malah mengenai tumpukan lilin dan api mulai sedikit membesar.


“..suatu saat akan membakar rumahmu?”lanjut Ki-chul seraya memadamkan api yang menjalar ke jasnya. Ki-chul juga meniup-niup api yang mulai membesar agar padam.
Yon Hi ketakutan di balik Aryoung. Api semakin lumayan besar tak ada yang membantu Ki-chul memadamkannya.
“Apa yang harus kulakukan?”serunya seraya berusaha memadamkan api. Akhirnya api padam.
“Aku tahu sulitnya beekrja dengan preman yang tidak meghargai perkerjaannya”tukas Ki-chul seraya melepas jasnya.
“Aku tidak akan melawan kalian satu persatu. Ayo maju semua”tantang Ki-chul, sok jagoan ni Ki-chul hahaha.
“Tidak, tidak. Kau ingin melawanku bukan begitu?”sahut Chopper, seraya bersiap.
“Jika aku tidak bisa mengalahkanmu sampai rokok ini habis kau menang. Puas?”lanjut Chopper seraya menyerahkan rokoknya agar dihisap anak buahnya.
“Jangan menganggu”pesan Chopper.

Ki-chul dan Chopper saling bersiap bertarung, Ki-chul maju siap menyerang namun dengan cepat Chopper menonjok Ki-chul hingga terhuyung.
Yon Hi ketakutan, Aryoung menyuruhnya diam. Ki-chul yang terhuyung jatuh menyenggol Yon Hi dan Aryoung, otomatis mereka ikut terjatuh.
Ketiganya pun serempak berdiri dan menngibas-ngibaskan lukanya.
Yon Hi mengajak Aryoung pergi dan Ki-chul menyerang Chopper lagi namun sayang sekali lagi-lagi Ki-chul kena tonjokan coper hingga terhuyung.
Aryoung tak mau pergi, ia minta Yon Hi melepaskan pegangan tangannya.
Dan lagi-lagi Ki-chul yang terhuyung jatuh bersama Aryoung dan Yon Hi. Bangunnya serempak lagi.
“Mau ikut olimpiade?”tanya Chopper melihat keseragaman ketiga orang ini dari tadi.

Ketiganya berdiri, Ki-chul bersiap, Aryoung melepaskan tangannya dari Yon Hi lalu mengambil kacang dan menjentikkannya ke mata Chopper hingga mengenainya, bersamaan dengan itu Ki-chul menyerangnya, Ki-chul pun berhasil menonjok muka Chopper hehehe.

“Apa yang kalian tunggu?”seru Flastfish memberi aba-aba agar menyerang Ki-chul. Mereka pun mengeroyok Ki-chul.
“Lakukan apapun semaumu, tapi jangan sentuh dia (Aryoung). Jika kau menyentuhnya matilah kau”seru Ki-chul. Anak buah Chopper mulai menyerang Ki-chul, karena dikeroyok banyak orang Ki-chul kewalahan namun ia masih bisa berdiri.
“Ini peringatan terakhirku. Jangan setuh dia”ancam Ki-chul walaupun dirinya sendiri terluka. “Aku tidak akan mengatakannya lagi. Jangan membuatku marah!”.
Anak buah chopper mulai menyerang satu-satu memukul Ki-chul dengan tongkat baseball.

Ki-chul kembali berdiri dan mencoba melindungi Aryoung.
“Minggir. Bersembunyilah di belakangku”ujar Aryoung dalam bahasa China dan anehnya jawaban Ki-chul benar hahaha.
“Jangan cemaskan aku”jawab Ki-chul.

Anak buah Chopper bersiap menyerang Ki-chul, dengan gesit Aryoung melepaskan diri dari Yon Hi dan Ki-chul, lalu menyerang anak buah Chopper hingga terjatuh, malahan Ki-chul di dorong agar ngak kena pukulan anak buah Chopper.
Aryoung dikepung para anak buah Chopper yang bersenjatakan tongkat baseball, namun dengan gesit Aryoung dapat mengalahkan mereka satu persatu tak ada satu orang pun yang dapat menyentuhnya.
Ki-chul dan kedua anak buanya takjub, Yon Hi yang ketakutan bersembunyi di bawah batal sofa hahaha.

Semua anak buah Chopper terkapar tak berdaya, Aryoung datang menghampiri Chopper yang juga tak berdaya, Yon Hi ikut menghampiri Aryoung untuk menerjemahkan kata-katanya.
“Ini akhir dari perang”ujar Aryoung, namun Yon Hi menerjemahkan lain hahaha.
“Jika kau menggangguku lagi. Aku akan membunuhmu”kata Yon Hi menerjemahkan.
“Jangan sentuh mereka (Ki-chul dan anak buahnya)”lanjut Aryoung menunjuk Ki-chul.
“Jika kau menganggu mereka sekali lagi saja, kau, keluargamu, sepupu, peliharaan, akan kucabik sampai habis”jelas Yon Hi menerjemahkannya secara berlebihan, Aryoung merasa aneh mendengarnya. Aryoung pun mengajak Yon Hi pergi, namun Yon Hi masih ada kata yang mau disampaikan.
“Bahkan jika mereka tertabrak mobil atau tersambar petir itu adalah salahmu”ancam Yon Hi lalu bergegas menyusul Aryoung.

Ki-chul dan yang lainnya tidak langsung pulang mereka mampir di sebuah kedai kaki lima.Mereka pun memesan mie.
“Kau punya pukulan keras, bos”puji Gong Chi melihat bosnya frustasi dibantu perempuan hahaha. Yon Hi tertawa mendengarnya.
“Jika musuhmu banyak. Kalahkan pimpinannya maka semua selesai. Kau lihat yang terjadi tadi, ya kan?”tukas Ki-chul.
“Lagipula, jika bukan karena kau Aryoung pasti dalam bahaya”tambah Gong Chi.
“Ya”jawab Ki-chul. Lha bukannya kebalik ya bwahahaha. Yon Hi tak dapat menahan tawa.
“Terserah katamu, dasar pengecut”ujar Yon Hi. Ki-chul dan kedua anaknya terdiam.
“Ki-chul”panggil Aryoung.

“Ya”jawab Ki-chul keras, mungkin karena ketakutan bwahaha.
“Beritahu aku jika ada yang menganggumu”. Namun lagi-lagi Yon Hi menerjemahkan lain.
“Jangan sampai kau dihajar orang, dasar pengecut”.
Ki-chul melampiaskannya dengan ingin minum.

Gong Chi dan Do Mi menggotong papan tempat tidur bertingkat ke luar ruangan.
“Hey, ini tidak benar”gerutu Gong Chi, lalu mencoba menggedor pintu kamarnya yang sekarang telah ditempati Yon Hi. Yon Hi sendiri malah asyik menarii dalam kamar hahaha.

Aryoung dan Ki-chul melanjutkan minum-minumnya di luar.
Ki-chul menuangkan bir ke dalam dua gelas dan memberikannya satu untuk Aryoung, Aryoung tersenyum menerimanya.
“Yah…”ucap Ki-chul namun bingung melanjutkannya.
Lalu keduanya malah berkata bersamaan, Ki-chul paham ia pun membiarkan Aryoung berkata terlebih dahulu tentunya dalam bahasa yang berbeda.
“Sebenarnya…”ucap Aryoung.
“Apa?”tanya Ki-chul.
“Apa?”tanya Aryoung balik.
“Tidak, apa…kau tidak bisa bahsa Korea”jawab Ki-chul.
“Dia juga tidak bisa bahasa China”sahut Aryoung, walaupun saling tak memahami tapi jawaban keduanya nyambung :lol.


Entah karena kebanyakan minum ato apa, Ki-chul malah mencoba mengintip belahan dada Aryoung hahaha. Ki-chul pun agak kaget saat Aryoung menoleh ke arahnya.
“Apa kau menemukan wanita yang kuminta carikan?”tanya Aryoung dalam bahasa China.
“Apa? Aku tidak mencarinya?”.
“Kau tidak mencarinya. Kau menyembunyikan sesuatu, bukan begitu?”tanya Aryoung seraya menyentuh dadanya yang membuat Ki-chul salah paham kakaka.
“Tolong percaya padaku, aku bukan pria seperti itu”tukas Ki-chul.


“Kau sudah janji, apa kau lupa?”ujar Aryoung seraya menunjukkan jari kelingking tanda janji.
“Apa? Apa kau mengutukku menggunakan bahasa isyarat”tanya Ki-chul.
“Oh, saudaraku. Aku bersumpah tidak melihat apapun”.
“Berjanjilah kau akan menemukannya”pinta Aryoung.
“Aku bersumpah demi bulan”ucap Ki-chul.
“Tidak perlu sampai seperti itu”ujarAryoung tersenyum.

“Kau tersenyum”. Aryoung menoleh ke arah Ki-chul tersenyum.
“Lihat? Kau kelihatan lebih cantik saat tertawa”puji Ki-chul lalu Ki-chul memberikan minuman buat aryoung, keduanya bersulang.

Ki-chul meminum minumannya sampai habis hingga menyisakan busa di bibir atasnya, Aryoung tersenyum melihatnya.
“Yah…”ucap Aryoung.
“Apa?”.
Aryoung memberi tanda bibir. “Bibirmu”ucapnya.
“Apa maksudmu?”tanya Ki-chul tak mengerti.
Aryoung memberinya penjelasan agar Ki-chul mengelap bibirnya dengan Aryoung mempraktekkan menjulurkan lidahnya mengelap bibirnya. Ki-chul salah paham.
“Apa itu?”tanya Ki-chul.
“Usap bibirmu seperti ini”jawab Aryoung seraya mempraktekkan seperti tadi.
“Sekarang?”tanya Ki-chul.
“Ya, lumat itu”jawab Aryoung seraya mengelap bibirnya dengan tangannya.

“Ini tidak bisa dipercaya”guman Ki-chul. Aryoung berdiri dari duduknya, hingga membuat Ki-chul terjatuh ke tanah.
“Tunggu, aku belum siap…”ujar Ki-chul terbata-bata,dikiranya Aryoung mau menciumnya wkkwwkwk. Ki-chul mengelap bibirnya, busa pun hilang.
“Sudah hilang, selamat malam”ucap Aryoung lalu masuk ke dalam rumah.
“Apa ini berari secara tidak langsung kita berciuman?”guma Ki-chul.

Keesokan paginya, kedua anak buah Ki-chul mengeluh kesakitan.
Keduanya terburu-buru bangun dari ranjang saat Aryoung keluar dari kamar dan menoleh ke arah mereka. Yon Hi yang juga sudah bangun menyapa Aryoung.
“Apa tidurmu nyenyak?”tanya Aryoung. Yon Hi menerjemahkannya dengan benar.
“Ya”jawab kedua anak buah Ki-chul.
“Apa kalian sudah sarapan?”tanya Aryoung. Ini kesempatan Yon Hi untuk balas dendam, ia pun menerjemahkan lain.
“Dasar bodoh, dia lapar”seru Yon Hi.
Kedua anak buah Ki-chul kalang kabut, hingga Do Mi terjatuh hahaha.


Do Mi dan Gong Chi selesai menyiapkan sarapan.
Ki-chul dan Aryoung sampai di meja makan.
Dengan cepat Do Mi mempersiapkan kursi kebesaran untuk bos pada Aryoung.
Ki-chul hanya menatap Do Mi tajam. Yon Hi datang langsung menempati posisinya.
“Mana sumpitku?”tanya Yon Hi.
“Ada didepanmu”jawab Gong Chi.
“Mana? Aku tidak bisa melihatnya”tanya Yon Hi seraya memperhatikan mejanya, padahal di mejanya ada sumpit kayu hahaha.
Ki-chul memberi isyarat agar Gong Chi memberikan sendok dan sumpit miliknya, dengan terpaksa Gong Chi memberikannya, dan ia memakai sumpit milik Yon Hi.
Aryoung mengajak mereka makan, semuanya makan bersama.



Do Mi dan Gong Chi makan dengan hati-hati mereka takut mengambil lauk hahaha. Saat Do Mi mengambil laut, saat itu juga Aryoung ingin mengambil lauk yang sama dengan Do Mi, sumpit Aryoung jadi sumpit raksasa hahaha. Do M gemetar ketakutan dan melepaskan sumpitnya. Dan begitu giliran Gong Chi, Yon Hi ingin mengambil lauk, Yon Hi memberi isyarat agar Gong Chi mengalah hahaha. Gong Chi berniat pergi.
“Jangan takut”ujar Aryoung.
“Kembali ke kursimu sekarang!’seru Yon Hi menerjemahkan, dengan cepat Gong Chi kembali ke tempatnya.
“Tolong lupakan yang kau lihat kemarin malam”ujar Aryoung, namun Yon Hi menerjemahkannya lain.

“Jika kau masih ingin hidup, pegang sumpitnya”kata Yon Hi, kedua anak buah Ki-chul dengan sigap langsung memegang sumpitnya.
“Aku belajar bela diri sudah lama”ucap Aryoung, namun lagi-lagi Yon Hi menerjemahkan lain.
“Kenapa kau tidak tersenyum sedikit pun?”kata Yon Hi. Do Mi dan Gon Chi pun tersenyum.
“Terima kasih sudah mengerti”ucap Aryoung.
“Sekarang kau sudah tahu siapa aku. Karena rahasiaku terbongkar maka aku tidak akan bersikap baik lagi”jelas Yon Hi.
“Kuharap kita bisa berteman”tambah Aryoung, namun Yon Hi menerjemahkan lain.

“Kalau aku tidak ada, bicaara pada Yon Hi”ujar Yon Hi, kedua anak buah Ki-chul mengangguk.
“Hey, apa kau menerjemahkan dengar benar?”tanya Ki-chul.
“Kenapa kau tidak makan?”tanya Aryoung.
“Apa kau membantahku?”seru Yon Hi seraya menatap sinis ke arah Ki-chul, namun Ki-chul membalasnya.
“…itu yang dikatakannya”jelas Yon Hi tersenyum. “Sekarag mari kita makan, godfather”ajak Yon Hi.

Note :Wahhhh nggak rugi downloadnya penuh perjuangan lucu habis ni film, ternyata dokter Ahn eh maksudnya ahjusi LBS nggak kalau keren di ini gara-gara SBDH*sudah amnesia yang diingat dokter Ahn terus*, jadinya image dokter Ahn belum hilang walaupun sudah lihat ni film, ohtoke?

Bersambung………………
Iklan

6 pemikiran pada “[Sinopsis] My Wife Is a Gangster 3 Part 1

  1. @Dewi=yup setuju soalnya sudah membuat ari dan asri mabok ahjusi ini bwahahaha
    @Teh ai=kalau buat sandaran Ki-chul enggak banget juga teh, kalau dr. ahn siapa yang nolak wkwkwkwk, tapi aktingnya di sini keren juga, tapi ari malah bukannya ilfil tapi makin suka ahjusi lb wkwkwk
    @Asri=hahahaha, malah ntar kena karman makin lengket ama ahjusi ni wkkwkw

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s