[Sinopsis J-Drama] My Boss My Hero Episode 3

Episode 3 : Tuan Muda Semangat Saat Ujian?!
Makio melangkah dengan gagah di sebuah kasino. Semua orang yang melihat Makio berbisik-bisik. “Itukan Makio si Tornado? Selain hebat dalam berkelahi dia juga hebat berjudi”.
Makio mendekati meja, menutup mata, dan langsung menebak bola kecil akan jatuh di angka 27. “Rouge 27″jawab Makio percaya diri. Kazuya memasang taruhan. Tebakan Makio tidak meleset. Tamu yang berada di dekat Makio menatap kagum serta tak percaya.
Dering telepon membuyarkan kepongahan Makio. “Tuan Muda, saatnya anda membuat PR!”sergah Kuroi. Hee?? Benar-benar perusak suasana, pasti pikir Makio.
“Kau harus belajar 15 kata “M” besok”lanjut Kuroi.
Namaku Sakaki Makio, aku sudah nakal sejak kecil. Umur 6 tahun aku dipanggil “Tuan Muda Pendek”. Umur 10 tahun aku dipanggil “Si Pisau Cukur”. Umur 15 tahun aku ditunjuk untuk membangun Kantou Sharp Fang. Saat umurku 19 tahun aku mengalahkan kelompok kuat di Chiba, biasa disebut “Masa Masa Macan Pemberani”. Sejak saat itu aku dipanggil Si Tornado.
Dan sekarang pada umur 27 tahun..Aku menyembunyikan identitas yakuzaku dan menyamar menjadi anak 17 tahun. Dan menjadi anak SMA.
Makio sibuk menghafal kata berawalan M, sedang Kuroi menilainya. Kuroi memuji Makio yang mulai bisa menghitung penjumlahan dan pengurangan pecahan. “Oh, aku sudah menggengam jantungnya pecahan! “kata Makio pongah.
“Jantungnya pecahan?”tanya Kazuya kebingungan. Makio pun menceritakan sebuah kisah angka pecahan. Denomintar adalah ibunya dan Numerator adalah anaknya. Ketika si anak bertambah dan semakin besar dari ibunya, dan si ibu tidak bisa membawa anaknya lagi, maka ibunya menendang si anak keluar dan menyadari si anak sudah dewasa.
Sinopsis My Boss My Hero Episode 3
“Ini acara perpisahan satu sama lain”kata Makio mengakhiri ceritanya sembari mengusap air mata di pelupuk matanya. Cerita yang bagus, aku juga akan diakui sebagai nomor 1. Dan aku akan lulus SMA dan menjadi bos.
Suasana kembali bersemangat. Kuroi menanyai Kazuya apa yang dia baca, buku mengenai perilaku remaja, dan edisi kali ini tentang zodiak. Kazuya menjelaskan.
“Bodoh, Yakuza tidak boleh percaya dengan yang namanya zodiak!” Makio menghardik Kazuya, “Jadi bagaimana dengan scorpio?” Makio serperti punya dua kepribadian. Kuroi hanya memandang tingkah laku mereka. “Scorpio..hemm..memiliki benda kecil berwarna pink akan membuat faktor cinta anda akan naik”. “Cinta?”gumam Makio. “Dan anda mungkin akan menemukan seseorang yang luar biasa”.
Makio bergegas mencari-cari benda pink. Musuh besarmu akan muncul memakai baju merah, lanjut Kazuya. Makio hanya mendengus dan menyatakan tidak takut dengan datangnya musuh besarnya.
Sinopsis My Boss My Hero Episode 3
Di manapun di dunia ini, tidak ada yang aku takuti! Makio berjalan di koordinor sekolah dengan rasa percaya diri tinggi, ya tidak ada yang dia takuti. Tiba-tiba..geng Hoshino yang dulu memalak Makio menghadangnya dan meminta uang.
Ah, maaf, ini..Makio menyodorkan uang dengan memasang muka sepolos mungkin. Hoshino dkk pergi dengan wajah sumringah. “Setelah aku lulus, aku benar-benar akan mencincangmu!”. Makio begitu kesal dan berjalan ke kelasnya.
Masuk ke kelas, Makio disambut dengan tawa anak-anak lain yang menganggap Makio bodoh karena memakai jas sekolah di saat musim panas. “Dia tak tahu apa-apa! Dia cuma murid pindahan”. Sakurakoji datang membelanya.
Salah satu murid masih saja menetertawakan Makio karena memakai kemeja lengan panjang. Makio melihat jam yang dikenakan murid tersebut berwarna merah. Lantas melihat kaos kaki Hoshino yang memalaknya juga bewarna merah!
Sinopsis My Boss My Hero Episode 3
Minami-sensei mengumumkan adanya ujian akhir secara dadakan. Dan akan gagal lulus jika nilai di bawah 30. Makio terlonjak berdiri mendengat kata-kata tidak lulus.
Makio melihat kertasnya, “Di bawah 30 maka kau akan meerima tanda merah”. “Merah?” Makio mengernyit, “Apa ini musuh terbesarku?”gumam Makio sambil melihat kertas ujiannya.
Malamnya, Makio berjalan ditemani anak buahnya. Dia mengeluhkan akan datangnya ujian akhir. Dia belum ahli di mata perlajarana apa pun. “Aku benar-benar akan gagal dan tidak lucu jika tahun depan aku kembali lagi” keluh Makio.
Kuroi memanggil Kazuya dan menjauh sejenak dari Makio. Sepertinya berbicara sesuatu.
Seorang pria kecil memanggil Makio,dia merupakan pemilik klub malam. Makio diberitahu bahwa Keluarga Kumada, musuh bebuyutan Makio sering berkeliaran di wilayah mereka. “Aku rasa mereka menginginkan wilayah ini” ujar pria itu.
Makio mengerti dan berjanji akan mengatasinya.
Makio mengerutu dan mencaci maki Kumada yang sudah berani. Tanpa disadarinya seseorang memanggilnya, Makio menoleh dan langsung berteriak histeris langsung menutup wajahnya. Hoshino, teman sekelas Makio berdiri dihadapannya. Tampak merasa mengenali yakuza di depannya.
“Gawat!”. Kuroi reflek langsung menarik Makio. Anak sekolahan harusnya jangan beran-berani sok keren! Sebuah pukulan melayang di wajah Makio. Demi menutupi identitas Makio. Hoshino dkk malah merasa kagum, “orang-orang jahat memukuli orang jahat!”teriaknya.
Kuroi dan lain menakuti Hoshino, agar mereka lari. Selepas pura-pura mengejar Hoshino dkk. Kuroi dan lainnya langsung kembali ke Makio yang masih terbujur kaku di tumpukan sampah.
“Aniki! Apa kau baik-baik saja? Kau hampir ketahuan!”. Aniki itu Tuan Muda ya.
“Apa aku terlihat baik-baik saja?” Wajah Makio benar-benar mengenaskan. Anak buahnya langsung membungkuk meminta maaf.
Sebuah plester menempel di bibir Makio, “Sial, hidup seperti ini bisa menjadi kebiasaan!”. Mendengar keluhan Makio, Kazuya meminta Makio untuk cepat lulus.
“Kau benar, musuh terbesarku saat ini adalah ujian akhir”.
Kuroi datang dengan membawa seorang guru kharismatik. Seorang yang mampu memasukan murid didikannya ke Univ.Tokyo. Makio belajar di bawah bimbingannya beberapa saat, namun Makio muak karena merasa terlalu dilecehkan kemampuannya.
Kuroi dan Kazuya dikagetkan dengan melayangnya guru tersebut dilempar keluar oleh Makio. “Aku cincang kau!”teriak Makio emosi. Kuroi dan Kazuya mencoba menenangkannya.
Sinopsis My Boss My Hero Episode 3
Ruangan Makio sudah kayak kapal meledug. Makio berfikir, “Sialan! Jika begini aku harus memakai cara curang”.
Makio bersama Kazuya berada di semak-semak sekolahan. Makio penuh dengan gaya memakai kaca mata hitam yang malah menyulitkannya berjalan karena malam hari. Makio dan Kazuya menyelinap ke sekolah, tentu saja untuk mencuri kertas ujian. Makio masuk sendirian ke ruang guru, dan Kazuya berjaga-jaga.
Makio dengan keahiannya membuka brankas sekolah. Klik, berhasil namun belum sempat mengambilnya, Makio panik dengan kedatangan kepsek, wakil sekolah dan guru olah raga. Makio buru-buru masuk ke brankas. Mencoba mendengarkan pembicaraan mereka. Ternyata mereka tidak menyimpan kertas ujiannya di brankas.
“Lantas apa yang ada di dalam?”tanya guru olah raga. Sebuah patung kepala sekolah, yang di simpannya di brankas karena merasa tidak mirip dengannya. Makio mendonggak dan terpampang jelas patung kepala sekolah, wajah Makio kecut.
Sinopsis My Boss My Hero Episode 3
Keesokan harinya, Makio menghampiri salah seorang guru yang dulu pernah ditakuti dengan wajah sangar Makio. Makio menyeretnya ke pojokan dan memberikan segepok uang. Yeah, Makio mencoba menyuap. Guru tersebut takut dan berusaha menolaknya. Makio memasang muka angker lagi, “Aku minta kau ambil ini!”.
“Makky?!”panggil Sakurakoji tiba-tiba yang tak sengaja melihat Makio. Guru tersebut langsung lari setelah menyerahkan kembali uang Makio.
Sinopsis My Boss My Hero Episode 3
Di kantin Sakurakoji langsung memberikan ceramah untuk Makio, “Aku bisa mengerti jika mencontek, tapi penyuapan adalah untuk orang dewasa yang kotor kekuasaan. Itu payah!”.
Umemura dan salah teman kelas meraka menghampiri mereka. Kantin terlihat sepi ya, mungkin karena ujian. Celetuk salah satu teman Umemura. Keempatnya sontak melihat sekeliling, ya anak-anak sibuk belajar menghadapi ujian.

“Kenapa harus ada ujian? Belajar matematika dan sastra menurut pengalamanku tidak membantu dalam hidup”ujar Makio. “Tapi setiap orang mengejar nilai baik, menurut aku itu bodoh”.
“Bukannya itu seperti melarikan diri?”pungkas Sakurakoji menjawab pernyataan Makio.
Walau belajar memang membosankan, dan tidak tahu tujuan ujian memang itu dibutuhkan usaha. “Karena itulah aku pergi ke sekolah walau menyakitkan, karena itulah ujian untuk menjadi dewasa yang sebenarnya”.

Makio merasa tertohok dengan pernyataan Sakurakoji yang membenci orang yang melarikan diri dan dewasa tanpa usaha. Sakurakoji beranjak pergi. Makio dan lainnya tak mampu berkata apa-apa.

Ujian akhir semester akhirnya datang..

Hari pertama ujian, Makio mendekati Sakurakoji langsung tahu Makio meminta membantunya, namun Sakurakoji menolak mentah-mentah. Makio sedikit panik ketika siswa lain mulai mulai mengerjakan soal ujian.

Makio mencoba untuk melongok ke siswa lain, clingak-clinguk yang langsung disambut deheman Minami-sensei. Makio langsung beringsut. Terpaksa melihat soalnya lagi. Dilihatnya soal pilihan ganda, Makio langsung teringat dengan permainan sebelumnya di kasino.

Dengan menggunakan pensil yang sudah di beri nomor, dia menjawab soal dengan cara menggulirkan pensilnya, dan akan menjawab nomor yang keluar sesuai nomor lemparan tadi. Good idea Makio! hhahha.

Hari kedua..
Makio masih percaya diri dengan pensil andalannya. Ujian dimulai, Makio langsung tercengang saat melihat soal ujiannya. Bukan soal pilihan ganda! Ujian Bahasa Inggris lebih mengesalkan Makio, ujian listening. Makio hanya bisa terbengong saja. Semakin frustasi ketika melihat siswa lain sibuk mengerjakan soal, beda dengan Makio.

Sinopsis My Boss My Hero Episode 3

Makio pun teringat saat dia sekolah dasar, tak bisa mengerjakan soal ujian dan langsung berlari keluar. Ibunya terpaksa datang dan meminta maaf kepada gurunya. Lamunan Makio dibuyarkan dengan suara bel, tanda berakhirnya ujian.

Sinopsis My Boss My Hero Episode 3

Dengan muka muram, Makio mengumpulkan kertasnya. Umemura menyadari ekspresi Makio.

Hari diumumkannya hasil ujian pun tiba, Makio dengan langkah tak pasti menghampiri anak-anak yang sudah berkerumun di depan papan pengumuman. Makio berdiri paling belakang, mencari namanya. “Mereka yang tercantum disini yang ditandai merah, oleh karena itu harus mengikuti ujian ulang”gumam Makio dan melihat namanya ditandai dengan tanda merah.

Argh, Makio langsung mengerang. Tak diduga anak-anak lain sudah mengerumuninya. Hoshino langsung bergembira karena kini ada yang lebih bodoh dari dirinya. Dengan langkah gontai Makio berjalan di lorong sekolah.
“Itu dia kan? Orang yang ditandai merah? Aku dengar dia benar-benar bodoh. Nilainya di bawah 30. Bodohnya. Dia orang pertama yang gagal”. Bisik-bisik tetangga eh anak-anak satu sekolah. Tentu saja Makio cukup sedih dengan keadaannya.

Umemura tak sengaja mendengar Makio diceramahi oleh Minami-sensi di ruang guru. “Aku tak percaya ada anak di bawah 30 di kelasku. Aku minta kau belajar lagi untuk ujian ulang”.
“Tidak! Aku rasa tidak perlu mencoba lagi” Tolak Makio yang merasa sia-sia karena dia bodoh. Makio bermaksud menyerah saja.

Minami-sensi tetap bersikeras menyuruh Makio untuk belajar dan bekerja keras. Dengan menyerah sama saja Makio semakin mengeksploitasi kebodohannya, itulah pendapat Minami-sensi yang dikatakan dengan dinginnya.
“Wanita sialan!”desis Makio mulai emosi. Hah? Minami-sensei binggung tidak mendengar jelas. Makio bangkit dan menatap tajam Minami-sensi, “Aku tidak akan mengambil ujian ulang!”
“Apa?!”
“Aku tidak akan mengambilnya!”
“Tidak! Kau harus mengambilnya!”
Kedua saling berhadapan dan saling berteriak satu sama lain. Kepala sekolah langsung melerainya.

Makio berniat pergi, “Kau melarikan diri!”teriak Minami-sensei yang langsung menghentikan langkah Makio.
“Dari hal yang tidak baik dalam dirimu, banyak hal indah yang tersembunyi yang belum kau ketahui”
Makio tetap tidak mempedulikan omongan Minami-sensei dan berlalu begitu saja, Umemura langsung mengejar Makio.

Kepala Sekolah langsung mengatakan kepada Minami-sensei bahwa dirinya terlalu keras dan terlalu blak-blakan sehingga nyali pria manapun langsung menciut.
“Lagi pula ini masalah kepercayaan dalam dirinya sendiri”ujar Kepala Sekolah.

“Tanda merah?”tanya ayah Makio saat mendengar informasi dari Kuroi.
“Ya, dia rangking 122 di sekolahnya. Di tandai merah di B.Jepang, B.Inggris dan Matematika”
“Berapa banyak siswa di kelas 3?”
“122”ujar Kuroi sejelas mungkin. Kuroi juga memberi tahu bahwa Makio menjawab dengan cara menggulirkan pensil di soal pilihan ganda. “Dan nilainya lebih dari 30. Hampir sebuah keajaiban”.

Ayah Makio mengerti Makio terbiasa mendapatkan sesuatu yang bahkan dia tidak minta. Makio tidak pernah diajari untuk berusaha keras mendapatkannya. Masalahnya berawal dari situ. “Ini jelas merupakan musuh besar dari Tuan Muda. Kami ingin membantu..sebanyak yang kami bisa” ucap Kuroi.

Di ruang kesehatan, Makio sedikit curhat dengan Mizushima-sensei. Makio mengeluh merasakan ada yang tak beres dengan tubuhnya. “Kalo boleh aku mengatakan otakku begitu buruk”ungkap Makio tak bersemangat.

Umemura menawarkan teh kepada Makio untuk sedikit lebih lebih baik. “Tidak apa-apa Sakaki-kun, aku suka wajah pria yang menderita”balas Mizushima-sensei setengah bercanda.
Sakurakoji masuk dan kaget mendapati Makio. Keadaan menjadi canggung. Sakurakoji langsung ingin pergi, Makio langsung menahannya.

“Sakura-apa ajalah, kau bilang aku sedang melarikan diri?”
“Ya”
“Aku tidak pernah melarikan diri dari segala jenis musuhku, tapi hanya satu hal. Aku sudah melarikan diri sebelumnya di sekolah. Aku sudah bodoh sejak kecil. Aku benci sekolah dan lari”.
Ayah Makio tak berkata apa-apa waktu itu, namun ibunya menangis. Ibu Makio meninggal karena sakit.

“15 tahun kemudian, aku masih saja melarikan diri dari sekolah” kisah sedih di hari sekolah ini ceritanya.
“Hah? 15 tahun?”gumam Umemura heran. “Jadi sejak umur 2 tahun?”
Makio mengerjap-ngerjap tahu keceplosan, “Jangan pikirkan, itu hal kecil”.
Makio berujar rasa ketakutan itu juga menghinggapinya sampai sekarang. “Aku menyedihkan (a-wa-re) sehingga tak bisa menahannya”. Makio salah mengucapkan kata lagi.

“Jangan memikirkan masalah rangking. Aku pikir ibunya tidak peduli itu, dia hanya ingin kau menikmati masa sekolah” jelas Mizushima-sensei.
“Masa sekolah?”
“Peringkat hanya sementara, jika kau sudah tua maka tidak akan berguna lagi. Tapi kenangan yang menyenangkan itu..selamanya. Seperti : itu menyakitkan tapi aku berusaha keras. Atau : Selalu bersama-sama dengannya”
Ketiga murid itu pun merenungkan ucapan Mizushima-sensei. “Kenangan adalah harta yang tak tergantikan dari seorang siswa”

“Jika kau mau, apa kau benar-benar mau belajar untuk ujian ulang?”tanya Sakurakoji pada akhirnya. Mizushima-sensei tersenyum.

Di sore hari, ketiganya berjalan bersama. Sakurakoji menggerutu karena Umemura memaksa untuk ikut. “A-wa-re berarti penderitaan”gumam Makio tak menghiraukan keduanya.
“Sakaki-kun, dalam bahasa Jepang kuno, a-wa-re tidak hanya berarti penderitaan, bisa berarti emosional dan terkesan”.

Sinopsis My Boss My Hero Episode 3

Makio masih tidak begitu mengerti, Sakurakoji berusaha menjelaskan namun Umemura menjelaskan lebih sederhana, mereka bertiga melihat di ujung ufuk sore.
“Matahari terbenam hari ini sangata a-wa-re”. Umemura tersenyum melihat Makio mengerti.

Sementara itu Kazuya tergopoh-gopoh mengabarkan kepada Kuroi bahwa keluarga Kumada (musuh Makio) sedang bergerak. Kita harus memanggil Aniki, pinta Kazuya. “Tidak!”tegas Kuroi karena tahu Makio sedang sibuk belajar untuk ujian ulangnya.

Ketiga sampai di rumah Sakurakoji. “Oh begini ya kamar anak SMA?”tanya Makio.
“Makky, kau punya saudara laki-laki?”tanya Sakurakoji.
“Dari acara bertukar cangkir (acara inisiasi yakuza), aku punya 200 saudara”.
“200?” Umemura langsung mendelik mendengar ucapan makio.
“Ah tentu saja itu cuma lelucon”. Makio mengungkapkan dirinya punya adik yang bernama Mikio.

Umemura mengeluarkan pensil kesayangannya, dan meletakannya di depan Makio. Makio langsung terkejut, benda pink?? Ibu Sakurakoji berteriak bahwa ada teman Makio di depan rumah.

Rupanya Kazuya yang bergaya ala anak remaja, menyerahkan puding kesukaan Makio. Kazuya tak tega mengatakan hal yang sebenarnya kepada Makio. “Oh semoga sukses belajar”akhirnya kata Kazuya.

Sakurakoji dan Umemura datang dan bertanya siapa dia. “Di.di..di..dia salah satu keluargaku”jawab Makio terbata-bata.
“Oh ini jadi Mikio?”Sakurakoji asal menebak.
“Sialan, siapa yang kau panggil Mikky?”bentak Kazuya yang langsung disambut jitakan Makio padanya.
“Ah ya ini adikku” Makio langsung menyeret Kazuya keluar.

Makio langsung mencengkram Kazuya dan menyuruhnya menjaga ucapannya. “Bagaimana bisa kau menjadi adikku ditempat seperti ini??”.
“Maaf”
“Adikku jauh lebih tampan dan lebih cerdas”geram Makio.
“Ya Maaf” Makio menyuruh Kazuya untuk pulang dan berterimakasih atas pudingnnya.
Tetap saja Kazuya tidak terima Makio dipanggil Makky. “Aku bunuh dia 2 kali”geram Kazuya. yeaahh..

Kazuya langsung masuk ke kediaman Makio. Dan di sana Kuroi dan anak buah yang lain sudah bersiap-siap. “Apa tuan muda sedang belajar?”tanya Kuroi. “Ya”jawab Kazuya. Kuroi mengerti, mereka siap untuk menghadang keluarga Kumada yang sedang ingin mencari gara-gara.
“Kita ada perkelahian hebat besok”.

Sinopsis My Boss My Hero Episode 3

Keesokan harinya, saatnya ujian ulang bagi Makio. Makio terduduk di kelasnya, grogi. Umemura datang dan meminjamkan pensil kesayangannya. Aku menggunakannya saat ujian, jadi cobalah yang terbaik. Umemura menyodokan pensilnya dan terlihat Sakurakoji tersenyum melihat keseriusan Makio.

Minami-sensei datang dan menyuruh anak-anak lain yang tak berkepentingan pulang. Tentunya kecuali Makio. Tak lupa teman dekat Makio memberi semangat.
Minami-sensei mendekati Makio, “Kau tidak lari kan?” Minami-sensei menyodorkan kertas ujian. Bersiap, mulai.

Makio membaca soal ujiannya. “Jangan lari, lawan!”batin Makio. Satu demi satu mata pelajaran Makio kerjakan. “Lawan! lawan! Katakan kepada otakku, untuk melakukan yang terbaik!”.

Hari menjelang sore, Makio sudah mulai kusut. Untuk menjadi bos. Aku tidak boleh kalah dari ini! Makio mencamkan kata-kata itu berkali-kali dibenaknya. Minami-sensei pun bisa merasakan kesungguhan Makio.

Ujian ulang akhir selesai, Makio mencuci mukanya agar lebih segar. “Aku melakukan segalanya yang aku bisa”gumam Makio. Makio membuka telepon genggamnya, mencoba menghubungi Kuroi dam Kazuya namun tak aktif. Makio langsung menyadari sesuatu sendang terjadi. Tidak mungkin..

Sinopsis My Boss My Hero Episode 3

Di sebuah parkiran basement gedung, kelompok Kumada mangatakan dengan lantang bahwa pajak gedung tersebut masuk sebagai pajak mereka. Kumada mengancam pemilik gedung. Sial bagi Hoshino, dia berada di tengah tempat yang salah. Anak buah Kumada memberi pelajaran buat Hoshino yang langsung tak sadarkan diri.

Kuroi dan anak buahnya yang lain datang, meminta Kumada untuk menyingkir dari wilyah mereka. “Di mana Sakaki?”tanya Kumada.
“Untuk urusan seperti ini tidak perlu melibatkan Sakaki”jelas Kuroi.

Sinopsis My Boss My Hero Episode 3

Kumada pun memerintahkan anak buahnya untuk menyingkirkan Kuroi dkk. Perkelaihan pun tak terelakan. Kazuya mengajak Kumada untuk berkelahi namun dikagetkannya saat Kumada menodongkannya sebuah pisau. Kuroi menarik Kazuya.

Sinopsis My Boss My Hero Episode 3
Kumada!! teruiak Makio lantang. Kuroi dan Kazuya terkejut dengan datangnya Makio.
“Bagaimana dengan sekolah?”
“Kenapa kau tak bilang?!” seru Makio menanggapi Kuroi.
“Bagaimana dengan ujian ulang?”
“Jangan khawatir aku sudah selesai” ujar Makio berjalan mendekati mereka dengan langkah berani.
Rasa terkejut juga dirasakan Kumada begitu melihat pakaian Makio.
“Ini pakaian musim panasku sialan!”
Kumada berfikir Makio mencoba bersikap sok keren dengan datang terlambat.
Ah, ini salahku, aku sedang bertempur dengan musuh besarku. Makio membinggungkan Kumada, siapa lagi musuh besar Makio selain dirinya??. Aku tak perlu mengatakannya, tapi itu pertempuran yang sangat bagus!Aku melakukan yang terbaik dan tak menyesal. Ntah bagaimana mengatakannya, perasaan indah itu (a-wa-re), sialan!! Makio langsung menerjang mereka, musuhnya. haiiiaaatt..
“Hoshino-kun! Hoshino-kun!” panggil temannya mencoba menyadarkan Hoshino. Matanya tak percaya, di depan mereka sudah tumbang musuh Makio semua. Ah, tentu saja Hoshino mengira dirinyalah yang mengalahkan mereka semua.
Sinopsis My Boss My Hero Episode 3
Keesokan harinya, Makio dengan wajah sumringah datang kekelasnya. Didengarnya Hoshino sedang membanggakan diri kalau dirinya berhasil mengalahkan yakuza. Makio hanya tersenyum sekilas. Jadi mulai sekarang, panggil aku ‘Tornado Hoshino’, ujar Hoshino pede. Keren! teriak yang lain. Heh?? Makio cuman bisa terbenggong saja. Ya iyalah, itukan julukan dirinya. Lol.
Sinopsis My Boss My Hero Episode 3
Di ruang guru, para guru yang memberikan ujian ulang kepada Makio memberikan hasil nilaninya. B.Inggris 8 poin. yang lain 12 poin, bahkan ada yang 0 poin. Ah, berarti dia gagal, ujar wakil kepala sekolah.
“Namun kalau aku bandingan dengan ujian yang sebelumnya, aku bisa lihat..usahanya ada di sini” sanggah guru lain. Karena inilah para guru lain memberikan point lebih dan memperbolehkan Makio mengikuti bimbingan belajar musim panas.
Minami-sensei sangat senang mendengar keputusan tersebut. Kepala sekolah tersenyum mendengarnya sambil menyirami bunga-bunganya yang sedang mekar.
Di toilet wanita, Minami-sensei mencoba menggunakan lensa kontak. Mizushima-sensei memergokinya. Lensa kontak? Minami-sensei beralasan dia juga harus bisa melihat titik kekurangan dia. Mizushima-sensei tak mengerti. Cinta, ujar Minami-sensei. Aku tak punya ikatan cinta, menikah sebelum umur 30 tahun kemungkinannya kurang dari 1. Aku harus berjuang, dan tidak boleh lari. Minami-sensei sedikit curhat.
Mizushima-sensei kembali keruang kesehatannya, cinta..dia tersenyum mengingat perbincangannya dengan Minami-sensei. Lalu dia melihat sekilas sebuah mobil, dia melihat melalui teropongnya, terkejut karena merasa mengenal sosok di dalam mobil tersebut.
“Apa pesawatnya tiba dengan selamat? Ya,. aku bergantung padamu” ujar ayah Makio berbicara via telepon dengan seseorang.
Makio datang dengan terburu-buru dan langsung menyerbu sarapannya. Ayahnya heran, bukannya ini liburan musim panas? Makio menjelaskan mulai besok, namun dia akan ada bimbingan musim panas.
“Kau belajar di musim panas..ibumu di surga..pasti sangat terkejut”.
“Yang pasti aku sudah mengalahkan semua musuh merahku” balas Makio sambil melahap makanannya.
Sinopsis My Boss My Hero Episode 3
Di bandara Narita, seorang lelaki muda berjalan dengan membawa koper dan berbaju merah, ok baju merah. Tak sengaja dia menyonggol segerombolan preman. Orang-orang tersebut tak terima. Ah lebih baik kalian tidak menyentuhku, aku tidak suka kekerasan, ujarnya dengan senyu tetap terpasang.
Tak lama, rombongan lain datang dengan mobil mentereng. Keluar seorang lelaki tua yang biasa bekerja di kediaman Makio. “Tuan Mikio, kami datang untuk menjemputmu” ujarnya.
“Terimakasih, apa ayah dan kakak baik-baik saja?” balas Mikio. Ugh, adik kakak akhirnya akan bertemu kembali. Masih ingatkan betapa Makio cemas kalau adiknya akan menggeser kedudukan dia sebagai calon bos berikutnya? Apa lagi kini Makio harus duduk kembali di bangku SMA.Lol.
Di kelas, Minami-sensei mengumumkan datangnya liburan musim panas. Umemura dan kawannya memuji penampilan senseinya yang kini beda tanpa kaca mata. Mungkin dia sedang jatuh cinta, celoteh yang lain.
Minami-sensei mengumumkan hasil nilai ujian.
Sinopsis My Boss My Hero Episode 3
Akhirnya, entah bagaimana aku berhasil melewati semester pertamaku, batin Makio lalu memandang pensil milik Umemura yang bewarna pink. Ok sekali lagi..PINK! Makio menoleh kearah Umemura dan sebaliknya Umemura menoleh ke arah Makio.
Juga musim panas ini, bagi ku..ini musim panas yang takkan pernah terlupakan. Batin Makio lagi sambil menggenggam erat pensil Umemura..
Dan lagu penutup Sono fune by Tokio pun mengalun menandakan episode 3 sudah selesai..see you next episode.:D
Note :
Oh iya, ntar episode selanjutnya si Makio jatuh cintaaa..ok,sama siapa?hhaha, ding dong..ama acie! haha. *Ah aku masih setia sama dr.Ahn kok. LOL..
written & pictures by asri Rf @pelangidrama
Iklan

6 pemikiran pada “[Sinopsis J-Drama] My Boss My Hero Episode 3

  1. @teh ai=kalau di jepung ahjushi salah satunya ya om nagase ini ama om kimutaku wkwkwkw, jadi kangen sorafune wkwkwk soalnya selama ini yang nemplok di hp ost sbdh ama mgiag3 plus druken truth wkwkwk, ass lihat akting yuya si sakurakoji ama maki deh di film amnesiac..bla…bla keren juga lho wkwkkw, trus ternyata minami sensei selain di yukan club main juga di innocent love ama maki juga, sayang disini dia agak jahat perannya tapi bagus disana kelihatan masih muda dan cantik XD

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s