[Sinopsis] It’s Okay, Daddy’s Girl Episode 7

Beberapa mobil berhenti di depansebuah gedung. Dari salah satu mobil, turunlah Ae Ryung dan Jin Goo.
“apa kamu tidak kedinginan?”tanya Ayah Jin Goo pada Ae Ryung, menantunya
“ya, Ayah. Aku baik-baik saja”jawab Ae Ryung dan tersenyum.
Ayah Jin Goo kemudian mengajaksemuanya masuk untuk merayakan pesta sederhana atas pernikahan Ae Ryung dan JinGoo.
Eun Khi Hwan kembali tak sadarkandiri dan kondisinya benar-benar drop. Dokter Hong dibantu beberapa susterkembali memeriksa kondisinya. Hyuk Gi yang menemukan Eun Khi Hwan terjatuh dilantai menjadi sedih melihatnya.
Kembali ke pesta pernikahan AeRyung dan Jin Goo
Di sela-sela acara, Ayah Jin Gooberbicara dan mengucapkan terima kasih kepada Ae Ryung karena telah menjadimenantunya dan kepada keluarga Ae Ryung karena telah berusaha untukmempersiapkan semuanya di tengah kondisi kesehatan Eun Khi Hwan yang memburuk.
Ayah Jin Goo juga menambahkankalau dia dan Dr Kang akan berusaha melakukan yang terbaik demi kesembuhanbesannya.
Tanpa disadarisemuanya, seorang wanita diam-diam memperhatikan mereka dan menatap merekadengan tatapan penuh arti.
Sook Heemengejar Ho Ryung yang tiba-tiba memutuskan meninggalkan pesta
“Ho Ryung, kamumau kemana? Ayahmu sedang tidak ada disini?”
“silahkanlanjutkan pestanya”
“kenapa kamumengatakan seperti itu, kamu bahkan belum makan sesuap pun”
“bagaimana akubisa makan sementara pikiranku terus saja memikirkan Ayah, aku harus pergimelihatnya” teriak Ho Ryung dan meninggalkan Sook Hee sendiri yang terus sajabergumam “astaga, benar-benar”.
Chae Ryungmenyusul Ibunya keluar
“apa yang kaulakukan disini? Mengapa kamu ikut keluar juga?” tanya Sook Hee sedikit kesal
“unniemenyuruhku menelepon rumah sakit dan menanyakan kondisi Ayah tapi tidak adaseorang pun yang menjawabnya”
“kamu pikirperawat akan stand by di kamar Ayahmu, banyak pasien yang harus mereka tangani.Sudah ayo cepat masuk”
Ho Ryungberjalan lesu menapaki jalan-jalan setapak. Wajahnya terlihat sedih memikirkanAyah dan Kakaknya. Sebuah mobil lewat dan tanpa sengaja mencipratkan airberlumpur ke pakaiannya.
Wanita di dalammobil tersenyum tipis dan perlahan-lahan memundurkan mobilnya mendekati HoRyung.
“Oh, aku mintamaaf, aku akan bertanggung jawab atas apa yang telah terjadi” ucap Jae Hee
“tidak apa-apa”jawab Ho Ryung sedikit kesal
“kamu tidakbisa seperti ini dengan pakaianmu yang basah, nanti kamu masuk angin. Ayo masukke dalam mobil, aku akan memberimu tumpangan” tambah Jae Hee
“tidak perlu”tegas Ho Ryung dan menepiskan tangan Jae Hee yang berusaha membantunya
Ho Ryungkembali berjalan. Jae Hee tidak tinggal diam dan mengikuti Ho Ryung
“camkanmanyo”teriak Jae Hee dan berlari kecil berusaha menyusul Ho Ryung “ini, jika kamumerasa kesepian dan butuh seorang teman silahkan hubungi aku. Cukup katakankalau kamu adalah orang yeng terkena genangan lumpur, maka aku akan datang”tambah Jae Hee dan menyelipkan kartu namanya di saku jas Ho Ryung. Jae Heeberjalan kembali ke mobilnya dan terhenti “aku akan ke Rumah sakit Manin, apakau tidak ingin ikut dan turun disana?”
Di perjalananmenuju Rumah Sakit, Ho Ryung bertanya mengenai kartu nama yang diberikan JaeHee yang terbilang aneh karena hanya tertera nama dan nomor telepon saja.
“apa kamu takpernah melihat kartu nama seperti itu?” tanya Jae Hee
“tidak. Inikali pertama aku melihatnya, kamu sebenarnya bekerja di bidang apa?”
“Wanita malam”jawab Jae Hee “kenapa? Kamu tidak ingin berteman denganku? Dulu, aku adalahseorang dokter, pelaku seni dan sekarang beralih pofesi”
“kenapa kamumeninggalkan pekerjaanmu sebagai dokter?” tanya Ho Ryung
“aku menjadidokter karena Ayahku, menjadi seniman karena mengikuti langkah Ibuku danmenjadi wanita malam untuk Manin”
Mobil yangdikemudikan Jae Hee akhirnya sampai di rumah sakit Manin. Ho Ryung turun darimobil dan mengucapkan terima kasih kepada Jae Hee dan wajah Ho Ryung sedikitmerasa risih terhadap Jae Hee. Jae Hee hanya tersenyum dan dengan gerakantangan mengingatkan Ho Ryung untuk meneleponnya. Beberapa menit kemudiansetelah kepergian Ho Ryung, Jae Hee menelepon Yun Suh, sahabatnya danmengajaknya untuk bertemu.
Ae Ryungmenelepon rumah sakit untuk mencari tahu kondisi kesehatan Ayahnya. Wajah AeRyung terlihat senang ketika mendengar kondisi sang Ayah yang berangsur-angsurpulih.
“Ayah sudahkembali seperti dulu?” tanya Chae Ryung yang sedaritadi berada disamping AeRyung. Mereka menjauh dari riuhnya pesta dan memilih kamar mandi sebagai tempatpembicaraan.
Ae Ryungmengangguk dengan mata berkaca-kaca
“saat akumemberitahukan kalau Unnie akan menikah, Ayah hanya tersenyum dan aku merasakalau itu bukanlah dirinya. Tetapi sekarang dia telah meneteskan air mataberarti dia telah kembali menjadi Ayah kita yang dulu”
“jika aku takberada disamping Ayah dan terjadi sesuatu, hubungi aku sesegera mungkin. Bahkanjika Ibu mengatakan untuk tidak memberitahuku, jangan dengarkan ibu”
“aku mengerti.Kenapa? Mereka mengatakan kalau Ayah akan baik-baik saja” tanya Chae Ryung saatmelihat wajah Ae Ryung masih sedih
“Ayah dankamu…. Kita adalah keluarga. Aku harus tinggal di rumah yang berbeda sekarang”
“kecuali jikakamu tinggal di Busan maka itulah hal yang harus dikhawatirkan. Unnie bisadatang kapanpun juga seperti yang Unnie inginkan”
“baiklah, akumengerti”
“tapi, Unnie,adik kakak ipar menatapku dengan tatapan aneh seolah-olah dia tak setuju Unniemenikah dengan kakaknya”
Seorang gadis tiba-tibamasuk ke dalam kamar mandi dan dia adalah adik Jin Goo, Se Yun. Se Yun berbicara ketus terhadap Chae Ryung tanpamemperdulikan keberadaan Ae Ryung yang sekarang menjadi kakak iparnya.
“diabenar-benar” bisik Chae Ryung setelah Se Yun masuk ke dalam toilet
“sudahlah, ayokita pergi” ajak Ae Ryung
Ho Ryungakhirnya sampai di depan kamar Ayahnya. Ho Ryung sedikit terkejut saat melihattulisan “dilarang masuk, kondisi pasien sedang tidak stabil”. Ho Ryung mencobamengabaikan tulisan tersebut dan berniat masuk, namun sebuah tangan tiba-tibamenahannya.
“kamu tidakbisa masuk” tahan Hyuk Gi
“mengapa?Apakah terjadi sesuatu dengan Ayahku?”
“bukan. Ayahmumenangis terlalu banyak sehingga kondisinya menjadi tidak stabil”
“Ayahkumenangis?”
“Dia inginpergi ke pernikahan putrinya dan memintaku untuk membawanya sambil menangis”
“tapi,bagaimana kamu bisa mengenal Ayahku?”
Hyuk Gi terdiamsesaat “aku Kakak Choi Duk Gi, aku pergi dulu”
Baru beberapalangkah Hyuk Gi berjalan, Ho Ryung tiba-tiba berteriak “apa kamu anggotakeluarga dari korban kecelakaan?”. Hyuk Gi kembali terdiam dan menganggukkankepala.
Ho Ryungmengejar Hyuk Gi hingga ke loby rumah sakit
“mengapa kamudatang? Apakah kamu tahu jika kakakku menikah dengan anak kepala rumah sakitini dan kamu ingin meminta kompensasi lebih? Keluarga kami bangkrut setelahmemberikan uang kompensasi. Jadi tolong jangan datang kesini lagi”
“aku kesinibukan karena itu” jawab Hyuk Gi
“lalu mengapakamu disini? kamu tidak mengkhawatirkan kondisi kesehatan orang yang sudahmembunuh adikmu kan? Jangan datang kesini lagi, apapun alasannya”
Hyuk Gi hanyaterdiam dan tidak menjawab ataupun berusaha membela diri. Setelah memberisalam, Hyuk Gi meninggalkan rumah sakit dengan langkah gontai.
Di Basecamp SunDo
Sun Do sedangmemainkan keyboard disaat Hyuk Gi datang. Sun Do menjadi heran saat melihatraut wajah Hyuk Gi yang tak seperti biasanya.
“apa yangterjadi? Apa kondisi Eun Khi Hwan memburuk?”
“hari iniadalah pernikahan putri tertuanya”
“aku tidakberpikir, dia adalah tipe orang yang akan menikah tanpa kehadiran sang Ayah.Dia pasti menikah karena kondisi keuangan mereka selama ini”
“Sun Do, apayang harus aku lakukan agar bisa mendapatkan uang 500 juta? Bagaimana caranya agar aku bisamengembalikan uang itu. Jika aku bisa, aku ingin menjual anggota tubuhku danmembayar mereka kembali” keluh Hyuk Gi
“Wook Gi danaku akan mendukungmu, apa kamu akan melanjutkan studimu lagi?”
“aku tidak berpikiruntuk melakukan itu sekarang. Ah….. apa yang harus aku lakukan? Jika saja akubisa menemukan orang tuaku lagi”
“mengembalikanuang sebesar 500 juta sangatlah sulit sekarang. Membuat mereka mendapatkan apayang sudah hilang mungkin lebih muda daripada mendapatkan 500 juta, kita bisamemulainya dengan membayar biaya tagihan medis dan menjamin kehidupan mereka”.
Sementara itudi tempat lain, 2 namja cakep sedang sibuk mengumpulkan Koran dan mencatatsetiap kertas yang tertempel di dinding toko yang membutuhkan karyawan. Merekaadalah Yun Do dan Wook Gi. Saat Wook Gi sedang sibuk mencatat, Yun Do tanpasengaja melihat Dong Bo dan Sun Ae juga sedang melakukan hal yang sama.
Yun Domemberitahukan hal tersebut pada Wook Gi dan Wook Gi hanya tersenyum melihatnya.Yun Do mengatakan kepada Wook Gi jika Sun Ae sangat menyukai Hyuk Gi, itulahsebabnya dia rela membolos dari kuliahnya hanya untuk mencarikan pekerjaanuntuk Hyuk Gi.
“aku rasa diabenar-benar menyukai kakakmu. Hubungan antara lelaki dan perempuan tidakmemperdulikan apa yang dikatakan orang lain” ucap Yun Do
“bagaimana kamutahu?”
“janganmenganggap remeh diriku”
Yun Do mulaimembeberkan satu persatu fakta mengenai dirinya mulai dari gadis yang memotong rambutnya yang panjangmenjadi pendek hanya karena dirinya hingga seorang gadis yang memakai rokVietnam hanya karena dirinya.
“apa kamupernah mencium seseorang?” ucap suara seorang wanita tiba-tiba
“aku belum….”Ucap Yun Do dan ucapannya terhenti saat menyadari sumber suara
“aku tahu kautidak akan melakukannya” ledek Sun Ae dan Dong Bo bersamaan dan bergegas pergimelanjutkan pekerjaan mereka.
Sebuah mobilberhenti di depan sebuah rumah. Di dalam mobil terlihat Jong Seok dan Bo Ra.Jong Seok menyuruh Bo Ra untuk segera turun karena dirinya harus kembali keapartemennya dan belajar. Bo Ra terlihat kecewa mendengar ucapan Jong Seok.Bagi Bo Ra hubungan mereka baru dimulai dan dia ingin menghabiskan waktu lebihbanyak lagi dengan Jong Seok tapi bagi Jong Seok justru sebaliknya.
“aku berpikirsebaiknya segera menikah seperti kakak Chae Ryung, kenapa? Kamu terlihat kagetmendengarnya?” tanya Bo Ra ketika melihat ekspresi wajah Jong Seok
“apakahkeluarga suami Ae Ryung tahu tentang kasus Ayah Chae Ryung?” tanya Jong Seokbalik
“tentu saja.Mereka kan sudah menikah” jawab Bo Ra
“aku rasatidak, mereka sepertinya belum mengetahuinya”
Sesampainya di apartemen,Jong Seok segera menyalakan laptopnya dan mencari tahu tentang informasikeluarga besan keluarga Eun. Jong Seok terus memperhatikan layar laptop danmerasa tak asing dengan wajah Ayah Jin Goo.
Jae Hee menemuidokter Hong di rumah sakit Manin. Rupanya Jae Hee dan dokter Hong adalahsahabat.
“kenapa kamutidak kembali ke Amerika dan menyelesaikan kuliahmu?” tanya dokter Hong sambilmemberikan segelas minuman kepada Jae Hee
“aku harusmenyelesaikan sebuah pekerjaan dulu disini”
“pekerjaanapa?” tanya dokter Hong sedikit heran
“pekerjaan yangmenyangkut mengenai kebahagiaanku dan masa-masa yang sudah kulewati dulu. Hanyakamu, Ayah dan aku yang tahu kalau adalah putri dari pemilik rumah sakit ini”.
Jae Hee terdiamsesaat dan menurunkan gelas yang digenggamnya ketika melihat Jin Goo, Ae Ryungdan lainnya masuk ke dalam rumah sakit. Tatapan Jae Hee dipenuhi rasa kebencianterutama pada Ayah Jin Goo dan Ae Ryung karena Ayah Jin Goo lebih mementingkanorang lain daripada dirinya. Ayahnya bahkan tertawa lepas dan terlihat bahagia,sementara dirinya hanya bisa bergelut dalam kesedihan.
“uri Appa,apakah dia tahu bagaimana cara tertawa seperti itu?” gumam Jae Hee dan tertawadipaksakan.
Ho Ryung yangmasih sedih karena tidak bisa masuk ke dalam kamar Ayahnya terkejut saatmelihat Ayah Jin Goo serta keluarganya sekarang berada di hadapannya. Ho Ryungmemberitahukan kalau dirinya tidak bisa masuk melihat Ayahnya dan menunjukpapan pengumuman. Ayah Jin Go tertawa dan mengajak Ho Ryung untuk masukseolah-olah kalau papan pengumuman tersebut hanya sebuah formalitas belaka.
Ae Ryungmenjadi sedih ketika melihat kondisi kesehatan Ayahnya yang terbaring lemah danketika menyadari sebuah sepatu yang pernah dibelikannya agar dipakai sang Ayahtersimpan rapi di atas meja.
Eun Khi Hwanperlahan-lahan membuka mata dan samar-samar melihat wajah seorang pria yangsudah tak asing lagi baginya.
“apakah andamengenalku?” tanya Ayah Jin Goo
“ya” jawab EunKhi Hwan dan berusaha bangun
Ayah Jin Goomenahannya dan menyuruh Eun Khi Hwan untuk tetap berbaring. Ayah Jin Gooberjanji akan memberikan perawatan yang terbaik untuk besannya kini danmengatakan kepada Eun Khi Hwan agar jangan terlalu banyak berpikir agar kondisinyatak drop lagi. Semuanya tersenyum termasuk Ae Ryung dan Chae Ryung saatmendengar ucapan Ayahnya yang mengatakan “komapsumnida”.
Sementara itudi luar kamar, Man Soo, Dr Kang dan Jin Goo sedang mengobrol. Man Soo merasasudah menjadi bagian keluarga Jin Goo meminta kepada Jin Goo agar mencarikannyapekerjaannya. Jin Goo hanya terdiam mendengarkan apa yang dikatakan Paman AeRyung. Seorang berpakaian putih tiba-tiba melintas.
“ dokter Hong,kenapa kamu tak datang ke pernikahanku?”
“hyaaa, jikasemua orang datang ke pernikahanmu lalu siapa yang akan menjaga UGD?” jawabdokter Kang sementara dokter Hong hanya melemparkan sebuah senyuman dan memberisalam kepada Jin Goo.
Baru saja,dokter Hong ingin membuka pintu kamar Eun Khi Hwan, Ayah Jin Goo tiba-tibakeluar dan memuji usaha yang sudah dilakukan dokter Hong.
“ah, jikamenantuku ingin tinggal lebih lama bersama Ayahnya biarkan saja. Besok aku akanmenghadiri seminar di Amerika, jadi sampai bertemu di rumah. Oh ya, kamu janganterlalu sering disini, pulanglah” ucap Ayah Jin Goo pada Jin Goo dan berlalupergi. Sepeninggal Ayahnya, Jin Goo memeluk dokter Kang karena keputusannyauntuk menikah tidaklah salah.
Di rumah JinGoo sendiri, Ibunya tak kalah bahagianya dengan Jin Goo, karena anaksatu-satunya akhirnya menikah dengan gadis yang sangat disukai suaminya. Se Yunterus saja mengeluh dan mengatakan kalau Ibunya tak boleh terlalu senang karenasemuanya baru dimulai.
“jangan terlalusenang dulu Ibu. Aku sangat tidak menyukai adik kakak Ipar”
“kenapa?” tanyasahabat Ibunya yang kebetulan berada di rumah Jin Goo dan merupakan penghubungterjalinnya pernikahan antara Jin Goo dan Ae Ryung.
“ adiknyamengatakan ingin memukulku dan mereka berdua bergosip di kamar mandi”
“kamu janganmengatakan sembarangan, aku sama sekali tidak percaya kepadamu”
Kesal denganIbunya dan sahabat Ibunya yang tak percaya dengan apa yang diucapkannya, Se Yunmemutuskan meninggalkan mereka yang masih sibuk berbicara.
Kembali kerumah sakit
Di kamar EunHki Hwan tinggal Ae Ryung seorang
“apakah kamumenikah karena Ayah?” lirih Eun Khi Hwan
“tidak, initidak seperti itu Ayah. Kenapa Ayah mengatakan hal seperti itu. Ayah melihatnyabukan, Ayah mertua sangat baik kepadaku dan Jin Goo juga sangat baik terhadapku.Ayah jangan memikirkan hal lain”
“aku inginmembawa putriku berjalan menuju altar dan melihatnya mengenakan pakaianpengantin. Aku sudah lama mengharapkan ini. aku minta maaf, aku sangat menyesal”
“Ayah hentikan,Ayah tidak boleh menangis. Ketika Ayah sembuh, kita bisa mengadakan pesta yanglebih meriah” ucap Ae Ryung sedih dan menghapus air mata di wajah Ayahnya “Ayahpernah mengatakan kepadaku, agar jangan lupa untuk selalu bersyukur danmemaafkan, tidak perduli seberapa tinggi jabatan seseorang, tidak perduliseberapa kaya dirimu”
“Putriku,selamat atas pernikahanmu. Aku minta maaf tidak bisa menghadirinya”.
Ae Ryungsemakin sedih mendengar apa yang diucapkan Ayahnya. Perlahan-lahan air matamenetes di wajahnya yang cantik. Ae Ryung memeluk sang Ayah dan menangis dipelukannya.
Ae Ryungmenghampiri Jin Goo, Ho Ryung dan Chae Ryung yang sedang mengobrol. Ae Ryungmenyuruh Ho Ryung untuk masuk ke dalam kamar dan mengingatkan Ho Ryung kalaujangan mengatakan hal yang membuat Ayah sedih.
Selepaskepergian Ho Ryung, Jin Goo melemparkan sebuah senyuman kepada Ae Ryung yangsekarang menjadi istrinya. Jin Goo menyuruh Ae Ryung duduk di tempat yangsebelumnya diduduki Ho Ryung.
“dimana Ibu?”tanya Ae Ryung
“dia menemuipaman” jawab Chae Ryung
“aku rasa adasesuatu hal yang terjadi dengan paman” tambah Jin Goo.
Dan benar saja.Sook Hee dan Jin Goo sekarang sedang berada di kafetaria. Wajah Sook Heesungguh menyedihkan ketika mengetahui kenyataan jika adiknya kembali ditipu.Keraguan Sook Hee selama ini ternyata memang benar. Hal yang bisa dilakukanSook Hee hanyalah menangis sementara Man Soo mengutuki dirinya sendiri karenadirinya selalu bernasib malang.
Tiba-tibasebuah ide terlintas di benak Sook Hee. Ditengah kegalauan yang terjadi padadirinya dan Man Soo, Sook Hee menyuruh Man Soo untuk menjual rumah yang sekarangmereka tempati dan membeli rumah sederhana. Sisa hasil penjualan rumah akandigunakan untuk membayar uang yang sudah mereka pinjam di rentenir danpersiapan untuk mengejar Woo Sub, orang yang sudah menipu Man Soo.
Sementara ituHo Ryung
“Ayah, aku akankeluar wamil minggu depan. Ayah percaya padaku, aku akan menggantikan posisiNoona dan bertanggung jawab untuk keluarga ini”.
Jin Goomenerima telepon dari Ricardo. Ricardo mengajak Jin Goo untuk keluar danbersenang-senang. Jin Goo menolak dan mengatakan kalau dirinya sama sekalitidak bisa karena hari ini adalah hari pernikahannya. Beberapa detik kemudianterdengar bunyi dari Hp Jin Goo. Rupanya itu adalah kiriman video dari Marcoyang menunjukkan gambar seorang gadis yang sedang menari. Seperti cacing kepanasan,Jin Goo kembali berbicara dengan Ricardo dan menanyakan dimana gadis tersebutsekarang. Belum sempat Ricardo menjawab, terdengar langkah kaki di belakang JinGoo. Sook Hee menuju kamar suaminya dengan langkah gontai.
“aku akanmeneleponmu nanti” ucap Jin Goo dan menutup telepon.
Sook Heemenggenggam erat tangan putrinya, Ae Ryung.
“terima kasihputriku kamu sudah melakukan hal yang baik”
Ae Ryung hanyatersenyum dan berusaha menahan tangisannya.
Jin Goo yangberdiri di samping Ho Ryung seketika mendekati Sook Hee
“Ibu sebaiknyaibu pulang saja bersama Ho Ryung dan Chae Ryung. Lihat wajah Ibu sudah sangatlelah” ucap Jin Goo
“benar,dengarkan menantumu” ucap Eun Khi Hwan dari tempat tidurnya
Jin Gooseketika berbalik dan menuju ke tempat tidur Eun Khi Hwan
“Ayah terimakasih sudah mendukungku”
Sebuah mobilberwarna putih berhenti di depan rumah keluarga Eun. Dari dalam mobil turunlahJin Goo, Ae Ryung, Chae Ryung dan Sook Hee. Wajah Ae Ryung sangat sedih ketikaharus mengantarkan Ibu dan Adiknya kembali ke rumah sementara dirinya haruskembali bersama Jin Goo.
Ae Ryung memelukerat adiknya seolah-olah tidak ingin berpisah. Berat rasanya bagi Ae Ryunguntuk hidup di rumah seseorang yang sangat asing baginya dan tidak dicintainya.
Ae Ryungberusaha menahan tangisan saat Sook Hee melambaikan tangan dan menyuruhnyasegera pergi. Sekuat apapun Ae Ryung berusaha kuat, Ae Ryung tetaplah Ae Ryungseorang gadis biasa dan telah menjadi istri sah dari Jin Goo. Air mata perlahan-lahan menetes di wajah AeRyung saat melihat bayangan Ibunya dan adiknya perlahan-lahan menghilang daripandangannya.
Ae Ryungterkejut saat mendapati beberapa sepatu tergeletak di depan pintu rumahnya.Belum hilang rasa keterkejutan Ae Ryung beberapa detik kemudian terlihatPamannya, Man Soo turun dari tangga dengan beberapa orang mengikutinya.
“Omma, apa yangterjadi?” tanya Chae Ryung heran
“tenanglah”ucap Sook Hee pada Chae Ryung “mari ikut saya untuk mengurus surat-suratrumahnya” tambah Sook Hee pada pembeli
“Omma” teriakChae Ryung
“tenanglahsedikit” teriak Sok Hee dan berjalan keluar rumah
Seorang priaterlihat berdiri di depan gerbang rumah Jin Goo. Jin Goo yang baru saja tibadengan Ae Ryung sedikit heran. Lain halnya dengan Ae Ryung, wajahnya seketikaberubah pucat ketika melihat mantan pacarnya sekarang berdiri di depan rumahsuaminya.
“siapa dia?”tanya Jin Goo pada Ae Ryung “tinggallah disini, aku akan berbicara dengannya,jangan khawatir” tambah Jin Goo dan segera turun dari mobil. Ae Ryung pun taktinggal diam dan ikut turun.
“nuguseyo?”tanya Jin Goo
“aku adalahpria yang berjanji untuk menikahinya”
Jin Goo tertawakecil “kenapa kamu disini? bagaimana kamu tahu?”
“professor Chamengatakan kepadaku melihatmu di aula pernikahan menikah. Aku inginmembuktikan ucapannya”
“pergi sekarangjuga” teriak Ae Ryung
“kenapa kamumenyuruhku pergi?”
Jin Goobereaksi mendengar mantan pacar Ae Ryung meneriaki istrinya
“kenapa kamu sepertiini padahal kalian hanya membuat janji untuk menikah? Mengapa kamu hanyaberjanji dan tidak menikahinya? Apa kamu takut sesuatu akan terjadi? Seorangwanita muda yang kamu temui setelah Ae Ryung atau karena orang tua Ae Ryungsakit? Apakah aku salah?”
“kamu janganmengatakan hal yang melewati batas”
“aku pikirkamulah yang melewati batas. Pada usia muda, kalian mungkin bisa berjanji untukmenikah nanti. Mengapa kamu berada di rumah mertua mantan pacarmu? Jika akumengatakan untuk segera membawanya pergi, apa kamu akan melakukannya? Kamupasti tidak akan melakukannya kan? Lalu apa yang kamu inginkan disini? kamusudah meninggalkanku tapi jangan lupakan aku, jangan hidup dengan baik, itu kanyang ingin kamu katakan pada Ae Ryung?” ucap Jin Goo “masuk ke dalam mobil”ucap Jin Goo pada Ae Ryung
“kamu memilikiseorang pria, tetapi kamu marah ketika aku bertemu dengan anak Dean Lee”
“oh, kamumeninggalkan Ae Ryung hanya untuk anak pemilik sebuah universitas? Tidakperduli seberapa besar universitas tersebut, Mertua Ae Ryung adalah direktur dan pemilik Rumah sakit Manin,Ibu Mertuanya adalah pemilik Manin Art Center dan aku akan mewarisi semuanya.Jika aku menjadi dirimu, aku akan memilih Ae Ryung. Aku jauh lebih baik karenabisa menikahi Ae Ryung dan tidak hanya mengumbar janji saja. Bukankah hal inimemalukan? Lebih baik kamu pergi sekarang” ucap Jin Goo dan mengakhiriucapannya.
Mobilperlahan-lahan memasuki area rumah. Mantan pacar Ae Ryung hanya bisa berteriakkesal.
Ibu Jin Gooterlihat senang melihat kedatangan Ae Ryung dan Jin Goo tapi lain halnya denganAyah Jin Goo.
“kenapa kamudisini?, aku sudah mengatakan untuk tinggal dengan Ayahmu”
“Ayah dan Ibumenyuruh kami pulang beristirahat” jawab Jin Goo
“oh, baiklahkalau begitu. Menantuku pasti lelah, ajaklah dia naik ke atas dan beristirahat”ucap Ayah Jin Goo
“bisakah akumemberikan pengormatan kepada kalian terlebih dahulu, aku….” Ucap Ae Ryungnamun ucapannya dipotong oleh Ibu dan Ayah Jin Goo yang menyuruhnya untuksegera naik dan beristirahat.
Ayah Jin Gootersenyum senang melihat Jin Goo dan Ae Ryung naik ke lantai atas. Apa yangdiimpikannya selama ini akhirnya terjadi juga, Jin Goo menikah dengan wanitayang disukainya.
Jin Goomengajak Ae Ryung masuk ke dalam kamar pengantin mereka. Ae Ryung mengedarkanpandangannya ke sekeliling kamar dan terkejut saat Jin Goo tiba-tiba memegangpundaknya.
“Chagia, sampaikamu bisa menyesuaikan dengan rumah ini…. Anio, sampai kamu mengatakan aku dankamu bisa menggunakan kamar ini bersama-sama, mari kita merahasiakan pada Ayahdan Ibu. Aku akan menggunakan kamar lamaku. Anggaplah rumah ini sebagai rumahmusendiri dan buatlah dirimu nyaman dan lupakanlah semua hal tentang pria tadi,mengerti?”
“gumawoyo” ucapAe Ryung
“terima kasihapa? Aku melakukannya sebagai suamimu”
“Jin Goo-si,aku merasa bersyukur dan meminta maaf, aku tidak akan melupakan semua ini”
“aku jugaberterima kasih karena kamu mau menikah denganku” jawab Jin Goo dan mengambiltangan Ae Ryung dan menggenggamnya “aku sangat senang bisa mempunyai temansepertimu”.
Sementara itudi ruang kerja Ayah Jin Goo
Suasana hatiAyah Jin Goo saat ini sedang baik, namun semua itu berubah ketika istrinyamasuk ke dalam ruangannya. Seperti hal yang sudah-sudah, lagi-lagi Ibu Jin Gootidak bisa menahan ucapannya.
“tepat 20 tahunkamu tidak menyukai Jin Goo dan umur Se Yun juga sekarang 20 tahun”
“aisshhhh” ucapAyah Jin Goo
“aku tahu, akuakan menjaga mulutku dan pergi tidur sekarang” ucap Ibu Jin Goo tersenyum danbergegas keluar
Baru saja SeYun ingin mengetuk pintu kamar Jin Goo dan Ae Ryung, sebuah suara music mengalihkanperhatiannya. Dari sebuah kamar tepat didepan kamar Ae Ryung dan Jin Goo, sumber suara tersebut berasal. Sumber suaratersebut berasal dari Hp Jin Goo yang sedang asyik melihat kembali video kiriman Marcoyaitu seorang gadis yang sedang menari.
“astaga, kaumembuatku terkejut” ucap Jin Goo terkejut
“tidak adaseorang pun yang bisa berubah dalam sehari” ucap Se Yun
“janganmemberitahu kakak ipar”
“tenang saja,jangan khawatir”
Di dalam kamaryang terasa asing baginya, Ae Ryung hanya duduk terdiam di tempat tidur. Hanyafoto keluarganya yang menjadi pelipur hati bagi Ae Ryung terutama saat Ae Ryungmemandang wajah sang Ayah.
Sook Hee memandangirumah baru yang akan ditempatinya bersama Man Soo, Chae Ryung dan Ho Ryung.Rumah yang jauh berbeda dari rumahnya sebelumnya, jauh lebih kecil dan dihunioleh beberapa sekawanan kecoa.
“aku tidakingin tinggal di rumah ini” teriak Chae Ryung sambil menangis
Chae Ryung yangnotabene adalah anak bungsu keluarga Eun dan dikenal manja, mendatangi kamarAyahnya dan mengadu kepada Ayahnya yang saat itu sedang tertidur.
“Ayah” ucapChae Ryung sedih dan merebahkan kepalanya di badan Ayahnya. Eun Khi Hwanseketika terbangun ketika mendengar suara yang tak asing baginya dan merupakan suaragadis kecilnya
“Ayah, aku takingin pindah, aku tak ingin hidup miskin, apa yang harus aku lakukan?”
“Jika Ayah mati,semua masalah akan terpecahkan” ucap Eun Khi Hwan dan membuat Chae Ryung terkejut.
Iklan

4 pemikiran pada “[Sinopsis] It’s Okay, Daddy’s Girl Episode 7

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s