[Sinopsis] Hana Kimi Spesial Episode Bagian 1


Hana Kimi Spesial Episode

15 Agustus 2007 seorang gadis berambut pirang berlari-lari masuk gerbang sekolah Ohsaka Gakuen.
“Kamu, hey kamu!”seru penjaga sekolah mengejar gadis tadi. “Berhenti!. Jangan lari! Stop”, namun gadis tersebut tak mengindahkannya. Tiba-tiba terdengar teriakan gadis-gadis. Saat penjaga yang mengejar gadis itu akan menangkapnya ia segera berlari melihat ke mana gadis-gadis berlari.


Gadis berambut tadi menerobos kerumunan para gadis-gadis yang berteriak kegirangan.
“Apa ini? Ah! ramai sekali”guman gadis tersebut.
Ternyata dari gerbang keluar murid-murid laki-laki Ohsaka gakuen, ada Nakatsu, Nanba-senpai,Oscar yang digotong anak buahnya dan lain-lain.

“Terima kasih!”ucap Nakatsu yang tak lupa tebar pesona hahaha.

Tiba-tiba terdengar pengumuman dari Akiha-san.
“Sekolah khusus siswa-siswa tampan. Dan aku adalah penjual foto para siswa Ohsaka Gakuen! Dan lagi, hari ini adalah hari mereka kembali masuk sekolah. Maka foto-fotoku akan segera habis!”seru Akiha–san. Di samping Akiha-san terpampang foto-foto anak-anak asrama 1-3.
“Kau menjual barang tanpa ijin lagi”ujar seseorang.
“Suara itu…St. Blossom’s Hanayashiki Hibari bersama…”gerutu Akiha-san. Lalu keluarlah Hibari bersama gengnya.
“Hibari Three”seru mereka (lha bukannya empat?). Lalu melemparkan rumbai-rumbai yang mereka pakai buat cheerleader XD.
“Bukannya empat?”tukas Komari.
“Diam Komari!”seru tiga personil Hibari.
“Ah!kalian selalu menganggu”keluh Akiha-san.
“Misi kami adalah membawa kebahagian pada anak-anak Ohsaka Gakuen”jawab Hibari.
“Lucunya, kau lucu sekali!”seru Nanba tiba-tiba, Hibari mendekat, eh ternyata bukan dia melainkan gadis pirang tadi.

“Eh, tunggu, hey kau..nomor handphone-mu…mari kita bertukar nomor handphone”ajak Nanba.
“Ayo!berikan padaku”tambah Nakao. Namun gadis tersebut tak menggubris ia malah melangkah pergi.
“Ada apa?”tanya Nakao
“Hey”panggil Nanba,bukannya menjawab gadis tersebut menampar Nanba senpai terbang dan nyangkut di atas pohon bwahahaha.
“Senpai!”seru Nakao.

14 Februari 2008

Seperti biasa Ohsaka gakuen mengadakan lomba, sekolah ini mah ada acara sedikit langsung dilombakan hahaha, kali ini lomba kontes coklat valentine.
Wakil kepala sekolah mengumumkan lomba ‘King of Hottie’ dengan coklat dan wakil kepala sekolah mempersilahkan para peserta masuk. Semua gadis-gadis histeris menyambut para ikemen. Keluarlah para murid-murid tampan dari asrama 1-3, ada Sekime, Kayashima, Tennouji, Nakatsu, Sano, Oscar, Nanba, dll. Semua peserta menduduki tempat duduk masing-masing.

“Tsubaki-san, ibu kepala sekolah akan memberikan sambutan”seru wakil kepala sekolah mempersilahkan. Kepala sekolah pun memberikan sambutannya.
“Kegiatan hari ini akan menjadi kegiatan terakhir kalian sebelum kelulusan. Coklat kalian akan menjadi juri untuk menilai, siapa ‘King of Hottie’ tahun ini”seru kepala sekolah diiringi sorakan para gadis-gadis.
“Mari kita mulai”lanjutnya seraya bersiap menembakkan pistol ke udara, wakil kepala sekolah menutup telinga kepala sekolah, pistol pun ditembakkan ke udara. Para gadis menyerbu para ikemen dan memasukkan coklatnya ke kotak masing-masing peserta.


Oh ya, penampilan Sano di sini sudah berubah gaya rambutnya alamak.
“Di luar dugaan kau mau ikut kompetisi ini”celetuk Nakatsu.
“Berisik”sahut Sano.
Hibari sibuk menerobos para gadis-gadis lain untuk memberikan coklatnya ngpada Sano, Hibari melewati Oscar.
“Sayang, sudah ditentukan sejak awal”kata Oscar berlebay ria, namun Hibari bukannya memberikan coklatnya pada Oscar ia malah meludahi Oscar, poor Oscar !_!.
“Sano-sama!”seru Hibari. Lalu Hibari mencoba memasukkan coklat ke kotak Sano, namun coklat itu tk bisa masuk karena terlalu besar hahaha.
“Coklat tidak standar, tidak diterima!”seru wakil kepala sekolah.
“Bagaimana mungkin! Mengapa kau tolak coklat yang tak ternilai ini?”sahut Hibari, lalu ia dibawa pergi pengaman acara.
“Sangat tidak mungkin menghindar darinya”terawang Kayashima.

Masing-masing pasangan memberikan coklat untuk pasangannya, Tennouji mendapat coklat dari Kanna-chan. Begitupula Kayashima bahkan Yuujiro haha.
Erika bingung pada siapa coklat harus diberikan pada Sekime atau Noe, ia nampak mondar-mandir.
“Apa yang kau tunggu? Kita berpacaran kan”tanya Sekime.
“Eh! benarkah?”, Erika balik bertanya.
“Eh?”. “Masa kau pura-pura lupa”.
“Aku akan berikan ini pada Semento-kun”ujar Erika.
“Namaku Sekime! Kau sengaja mengatakannya”seru Sekime kesal. Eh teman Sekime yang disampingnya malah mengejeknya dan memanggil Sekime dengan sebutan Sekimen, Sekime pun menampar orang tersebut.
“Sudah kubilang namaku Sekime!”.

Komari memberikan coklatnya pada Nakatsu.
“Terima kasih”ucap Nakatsu, Komari pun senang mendengarnya.

“Sesungguhnya, dari semua coklat ini kau hanya ingin coklat dari Mizuki, bukan?”tanya Nakatsu.
“Tidak juga. Aku kurang suka makanan manis”elak Sano.
“Kau dingin seperti biasanya”. “Ah, aku sudah lama mau menanyakan ini padamu. Sejak kapan kau suka dengan Mizuki?”tanya Nakatsu.
“Huh? Bukan urusanmu”jawab Sano.
“Dasar bodoh. Tentu saja ini urusanku”. “Apa ketika kakaknya datang ke sini?”tanya Nakatsu.
“Tidak”
“Atau…ketika dia sedang di pantai?”, Sano menggeleng.
“Pasti ketika kau minta dia jangan kembali ke Amerika!”tebak Nakatsu.
“Bukan”seru Sano kesal.
“Tidak sulit menebakmu. Hidungmu selalu menyala-nyala bila berbohong. Menyala”ledek Nakatsu. Sano segera menutup hidungnya.
“Aku cuma bercanda. Menyala!”goda Nakatsu. Lalu Nakatsu coba mengingatnya.
“Ow iya…pasti saat itu…”guman Nakatsu.


Flashback saat Ashiya akan kembali ke Amerika.
Sano menghampiri Ashiya.
“Aku belum melompat…di hadapanmu di event yang sesungguhnya”. “Jadi, jangan pergi!”ujar Sano.
“Tidak, tunggu! Mungkin saat Sano…”pikir Nakatsu, kembali flashback saat Nakatsu marah kesal pada Sano, kenapa Sano membiarkan Ashiya pergi.
“Mengapa tidak kau hentikan dia?”tanya Nakatsu seraya mencengkram kerah baju Sano. “Mizuki sudah berbuat banyak untukmu”.
“Terus kenapa jika dia tidak kuhentikan”jawab Sano balas berteriak.
“Itu sudah keputusannya. Aku tidak berhak melarangnya”tegas Sano.
Flashback end


“Jika kau tidak menghentikan Mizuki waktu itu”pikir Nakatsu.
“Huh?”
“Berarti semua gara-gara aku”. “Jika kau tidak menghentikan Mizuki, maka…Mizuki dan aku…Mizu…”tukas Nakatsu. Sano segera menutup muka Nakatsu.

Nakatsu mulai berpantomin ria hahaha.
“Aku butuh istirahat, topiknya adalah saat-saat Sano jatuh cinta dengan Mizuki ketika semester baru di mulai dia pernah mengatakan,’jangan biarkan sembarang orang meletakkan tangannya di bahumu’. ‘Kami tidak pacaran, idiot’ atau seperti itu. Dia sudah jatuh cinta sejak saat itu”pikir Nakatsu. “Aku berlaku seperti detektif. Aku tak mungkin berkutat di sini terus selama 2 jam seperti seorang penulis novel dektektif professional : buku harian Nakatsu. Jadi begitu ceritanya, aku tidak perlu menjadi detektif “. Nakatsu kembali menganalisa.

“Kembali ke topik semula. Berdasarkan analisa dektektif Nakatsu saat-saat jatuh cinta pada Mizuki adalah….antara waktu ini dan itu (pertengahan antara Sano melarang Ashiya balik ke Amerika dan saat F4 Ohsaka Gakuen melakukan pemotretan, Sano melarang Ashiya pakai baju Juliet di episode 7 dan 8 :P) minggu terakhir liburan musim panas”tukas Nakatsu lalu ia mencoba mengingat-ngingat.
“Mizuki adalah seorang perempuan. Aku Nakatsu Shuiichi”lanjut Nakatsu, tiba-tiba ia tersadar dan senyum-senyum sendiri.
“Tiba-tiba aku merasa seperti seorang protagonis”guman Nakatsu, tiba-tiba datang Sano memukul kepapa Nakatsu dengan boks coklat valentine hahaha.

Graduation and Episode 7 ½
Episode 7

Ashiya bersiap naik taksi ke bandara untuk kembali ke Amerika tiba-tiba datang Nakatsu.
“Kau benar-benar keras kepala!”seru Nakatsu
“Nakatsu”panggil Ashiya.
“Bisakah…kau tinggal di sini?”tanya Nakatsu .”Aku…masih ingin….menikmati masa sekolah bersamamu”. Ashiya tersenyum.
“Jadi….jangan pergi”pinta Nakatsu.
“Terima kasih, tetapi..”jawab Ashiya yang langsung di potong Nakatsu.
“Ah! Sudahlah…tapi apa? Tidak ada ‘Tapi’!”protes Nakatsu, lalu ia mendekat ke arah Ashiya.
“Sano…sudah melompat tapi..aku…”ucap Nakatsu terbata-bata.
Tiba-tiba terdengar suara Sano berkata, “Aku belum melompat”
“Aku belum melompat. Aku belum melompat dihadapanmu di event yang sesungguhnya. Jadi….jangan pergi”seru Sano seraya mendekat ke Ashiya.

Episode 7 ½

Sebelum pulang ke asrama Ashiya dan Nakatsu mampir ke kedai okonomiyaki, keduanya makan okonomiyaki seraya mengobrol tanpa mereka sadari dan tentunya author Hibari four berada tak jauh dari mereka kalau di episode biasa tak ada lho hahaha.
“Apa sungguh tidak apa-apa aku tinggal?”tanya Ashiya
“Tentu saja! Aku senang sekali”jawab Nakatsu antusias.
“Yeah, jadi dia sungguh seorang protagonis”guman Nakatsu.
“Eh?”tanya Ashiya agak terkejut.
“Oh tidak ada apa-apa”jawab Nakatsu. “Kali ini kita harus serius berlatih, hari terakhir musim panas. Lalu bagaimana kalau kau datang ke sana?”
Tiba-tiba terdengar teriakan Komari, “Dia tidak pernah mengajakku pergi”.
Nakatsu yang mendengarnya agak terkejut.
“I-i-ituu bukan masalah meski kau tak datang”ucap Nakatsu terbata-bata pada Ashiya.
“Tapi, aku akan datang melihat”
“Sungguh?”ujar Nakatsu tak percaya. “Okay, mengerti. Aku akan memenangkannya untukmu!”.
“Dia melakukannya untuk Ashiya!”seru Komari tiba-tiba, pas banget dengan apa yang dibilang Nakatsu hahahaha. Teman-teman Komari bukannya mendengar curhatan Komari tapi malah pada asyik makan :P.

“Meski aku bilang begitu…Maksudku, aku akan memenangkannnya untuk kalian semua”ralat Nakatsu yang mendengar keluhan Komari.
“Kau sungguh suka sepakbola ya?”tanya Ashiya
“Iya. Kau tahu, adalah impianku untuk terjun ke professional bermain di Piala Dunia”.
“Aku bahkan belum tahu impiannya”keluh Komari.
“Mari pulang”ajak Nakatsu.
“Dia pergi! Dia pergi”seru Komari yang tidak dipedulikan teman-temannya. Lucu juga ni keluhan Komari sama banget dengan jawaban ucapan Nakatsu.

Nakatsu dan Ashiya berjalan pulang ke asrama.
“Apa benar…kau putus dengan Komari chan?”tanya Ashiya
“Kau tidak selalu mendapatkan apa yang kau mau”.

Sesampainya di asrama, Ashiya agak ragu masuk ke kamarnya.
“Aku pulang”sapa Ashiya, namun ia langsung terkejut saat Sano memakan kue peninggalan Ashiya sebagai ucapan perpisahan.
“Ah, aku lapar sekali”ujar Sano.
“Uh…bagaimana dengan surat di dalamnya?”tanya Ashiya.
“Hmmm”lalu Sano memeriksa kotak kuenya dan ternyata memang ada kertas, Ashiya segera merebut dan mengunyah lalu menelannya wkwkwkkw.
“Bagaimana rasanya (kue)?”tanya Ashiya mengalihkan perhatian.
“Ah… tidak enak dan tidak berbau. Bahkan tidak ada rasanya sama sekali”, tapi kok habis ya hahaha.
“Ow begitu…”
“Tapi aku tidak suka manis, jadi biarlah”
“Sudah tidak mungkin dikembalikan”
“Agak aneh seorang laki-laki membuat kue seperti itu”ujar Sano cuek.
“Aneh…?”guman Ashiya lesu.
Tiba-tiba terdengar pengumuman dari wakil kepala sekolah untuk berkumpul di ruang makan.

Para siswa dari 3 asrama berkumpul di ruang makan. Tiba-tiba wakil kepala sekolah datang dengan dandanan nyentrik dan menanyakan liburan para siswa.
“Ini penampilanku pertama sejak liburan musim panas”seru wakil kepala sekolah, para siswa pun bertepuk tangan.
“Omong-omong kau tidak muncul di “Home of Sea” dan perburuan harta”seru Nanba
“Benar sekali. Aku akan mengumumkan event kali ini”.
Tiba-tiba Tennouji bersiap mengumumkan eventnya.
“Perlombaan setelah musim panas! Perlombaan mengambil bendera di kolam renang”. Anak-anak asrama menyambutnya dengan gembira.
“Bagus! Bagus! Bagus! Dan asrama yang menjadi pemenang akan mendapatkan…”seru wakil kepala sekolah. Dan taraaaaa…..pemenangnya akan mendapakan voucher okonomiyaki gratis selama setahun. Blenger, blenger deh itu asrama wkwkwk. Masing-masing asrama mengklaim bahwa mereka yang akan memenangkannya.

Ashiya masuk ke kamarnya, dilihatnya ternyata Sano sudah tertidur. Ashiya pun naik ke kamarnya, dari atas Ashiya memperhatikan Sano dan memanggilnya.
“Hey, Sano…”, namun tak ada jawaban dari si empunya nama.
“Kenapa…kau menghentikan (ku)?”tanya Ashiya, namun tetap tak ada jawaban.
“Sepertinya dia tertidur”guman Ashiya lalu bersiap tidur, tanpa Ashiya ketahui ternyata Sano membuka matanya, jadi dia pura-pura tidur hahaha.

Keesokan paginya, Ashiya mengunjungi dokter Umeda di ruang UKS.
“Jadi…kau kembali karena Sano menghentikanmu?”tanya dokter Umeda.
“Apa tidak apa-apa ya?”guman Ashiya.
Dokter Umeda meminta bantuan Ashiya untuk memasang sprei bangsal UKS.
“Yach, siapa tahu…karena kau memutuskan untuk tinggal sebaiknya kau mulai mencari tahu”saran dokter Umeda.
“Eh?”
“Mencari tahu apa yang ingin kau lakukan di sini? Untuk cinta atau untuk belajar”. Ashiya terdiam sejenak dengan penjelasan dokter Umeda.
“Jangan setengah-setengah”
“Apa yang ingin kulakukan….”guman Ashiya.
“Iya…”

Tiba-tiba Nanba masuk ke ruangan tersebut dengan muka babak belur hahaha. Ini lho lanjutan scene di awal tadi :P.
“Nanba-senpai, mukamu kenapa?”tanya Ashiya.
“Sesungguhnya…”jawab Nanba namun di potong dokter Umeda.
“Duduk…biar ku obati”suruh dokter Umeda. Ashiya mempersiapkan tempat duduk untuk Nanba senpai.
“TIDAK”tegas Nanba namun duduk dikursi juga hahaha. “Yang perlu disembuhkan adalah hati ini”.
“Huh”dokter Umeda tak mengerti begitu pula Ashiya
“Tadi pagi…aku bertemu dengan jodohku”jawab Nanba, lalu ia teringat pertemuannya dengan Julia.
“Rambutnya pirang, begitu menggoda dan tonjokannya sangat kuat. Bahasa Jepangnya sangat aneh. Tetapi…dia cantik sekali!”jelas Nanba sampai mimisan hahaha.
“Jangan ingusan dan mimisan bersamaan”seru dokter Umeda lalu memukul kepala Nanba dengan kotak tissue biar sadar 😛
“Pirang, bahasanya aneh…”guman Ashiya Nampak berpikir.
“Aku ingin melihatnya lagi”guman Nanba.

Malam harinya di asrama 2 khususnya kamar Nakatsu, ada seseorang yang menyusup di ranjangnya.
Lalu terdengar suara,”RA…..YA…SA…NO…O….NA!”. Yang otomatis mengejutkan Nakatsu, Nakatsu pun berteriak ketakutan dan segera turun dari ranjangnya, ia pun segera menyalakan lampu dan di susul Kayashima yang terbangun.
Keduanya Nampak ketakutan ditambah dari atas ranjang Nakatsu ada sesuatu yang bergerak-gerak.

“Apa ini?”tanya Nanba yang masuk kamar Nakatsu. Di susul penghuni asrama lainnya.
“Tiba-tiba ada yang naik ke ranjangku dan suaranya seperti sedang membaca mantra…Aku takut sekali”jelas Nakatsu yang memeluk kaki Kayashima hahaha.
Semuanya pun ikut terlonjak kaget saat melihat di atas ranjang Nakatsu ada yang bergerak.
“Seperti apa manteranya?”tanya Sekime. Nakatsu pun menirukan suara tadi.
Sekime dan Nakao mengucapkannya kembali.
“RAE…YA…SA….NO…O…NA!”, Nakao seperti tersadar.
“Apa kau Sano atau bukan?”teriak Nanba, lalu Ashiya mencoba memanggil Sano.

Semuanya makin Nampak ketakutan karena sesuatu makin bergerak-gerak.
“Seseorang yang suka pada Sano?”seru Nanba, lalu mencoba membuka selimut yang menutupi ranjang Nakatsu.
“Keluar!” Keluar!”serunya, dan taraaaaa dari balik selimut keluarlah Julia hahaha.
“KAU!! Kita benar-benar berjodoh…”guman Nanba tersenyum.
“Jangan mimpi”seru Julia lalu menonjok Nanba hingga terjatuh :P.

“Perempuan”guman Nakatsu.
“Cantiknyaaa”puji Sekime, yang langsung mendapat tamparan dari Nakao hahaha.
“Ah! Sakit sekali”seru Julia. “Baju berkeringat ! Bau sekali”
“Hey, bagaimana caranya kau masuk?”seru Nakatsu.
“Lewat jendela itu…”tunjuk Julia.
“Wow, seperti spiderman”
“Di Amerika sudah biasa”
“Jangan samakan di sini dengan budayamu”protes Nakatsu.
“Kau tukang intip”tuduh Nakatsu.
“Siapa maksudmu?”
“Jangan berbicara bahasa aneh itu. Jangan kira aku akan memaafkanmu meskipun kau cantik”seru Nakatsu, namun Julia tak takut sedikit pun.


Tiba-tiba Ashiya datang membawa Sano. Ashiya pun terpana melihat perempuan di hadapannya.
“Julia”seru Ashiya.
“Hi! Mizuki!”balas Julia yang langsung menghampiri Ashiya.
“Kau kenal dia?”tanya Nakatsu. Julia langsung cipika cipiki dengan Ashiya yang membuat melongo teman-temannya.
“Ada apa ini?”tanya Ashiya.
“Aku khawatir padamu”. Lalu Julia seperti menyadari sesuatu, ia memandang sinis ke arah Sano.
“Apa dia ini…Sano Izumi”
“Kalau iya kenapa?”balas Sano.
“Eh…ternyata kau”selidik Julia.
“Huh…maaf. Ada hubungan apa kau dengan Ashiya?”potong Nanba senpai yang sudah sadar.
“Baiklah….”pikir Julia melihat ke arah Sano lalu terbesit ide. “Dia pacarku”
Semua orang terkejut, seluruh asrama sepertinya sampai Tennouji juga hahaha.
“Julia”seru Ashiya. Sano yang enggan mendengar keisengan Julia melangkah pergi, Ashiya mengintip kepergian Sano.

Sepulang sekolah, Julia dan Ashiya duduk di sebuah taman.
“Hey, Mizuki”
“Huh?”
“Kau jatuh cinta pada Sano, kan?”tanya Julia, namun tak ada jawaban dari Ashiya.
“Sudah ku duga. Bisa kulihat dari reaksimu semalam”. “Tapi kau pernah bilang, begitu Sano melompat lagi kau akan kembali ke Amerika”
“Itu…”jawab Ashiya ragu.
“Kau tinggal di sini karena kau jatuh cinta padanya. Itu tidak baik bukan?”tebak Julia
“Aku ke sini untuk membawamu pulang ke Amerika”
“Huh?”

“Pikirkan lagi. Sano mengira kau adalah laki-laki tidak mungkin dia jatuh cinta padamu”
“Meskipun begitu…”jawab Ashiya ragu.
“Aku mengerti perasaanmu untuk selalu dekat dengannya. Tapi untuk apa kau di sini jika tidak ada kemajuan?”tanya Julia.
”Meskipun begitu…”
“Sungguh keras kepala…”gerutu Julia.“Tetapi. Apa kau ingin tahu apakah Sano memikirkanmu atau tidak”
“Huh?”
“Aku ada ide”pikir Julia.

Ashiya dan Julia mendatangi tempat latihan Sano.
“Hey, Sano”sapa Ashiya.
“Hey”
“Kau seperti tidak ada semangat”ujar Ashiya, Julia pun menjalankan idenya.
“Mizuki, bisa kau perkenalkan dia?”rajuk Julia.
“Oh, ini Julia. Kami sudah dekat sejak di bangku SMP”, Ashiya memperkenalkan Julia pada Sano.
“Aku pacarnya Mizuki, namaku Julia”sapa Julia seraya merangkul Ashiya. Namun Sano hanya cuek bebek, lha kan Sano tahu Ashiya itu cewek, masa jeruk makan jeruk :P.

Ternyata yang kena tipuan Julia malah Nakatsu, ia meneropong Ashiya.
‘Night Walker’ jangan dekat-dekat dia”guman Nakatsu, tak lama kemudian korban Julia yang lain datang, siapa lagi kalau bukan Nanba senpai yang sedang fallin in love sama Julia hahaha. Nanba senpai dengan teropongnya menyanyi gembira.
“Nanba senpai”panggil Nakatsu. “Kau jatuh cinta pada’Night Walker’ itu?”.
Nanba senpai mengangguk sedih. “Ini pertama kalinya aku melihat wanita secantik itu”. “Aku harus memilikinya!”seru Nanba.
“Hmmm… jika itu maumu…sepertinya itu ide yang bagus”tukas Nakatsu, lalu keduanya berjabat tangan dan kembali mengintip dengan teropong masing-masing. Nakatsu berpikir jika Julia bersama Nanba senpai maka Mizuki bisa bersamanya hahaha.


Sano bersiap-siap latihan.
“Sepertinya bukan ide yang baik. Berpura-pura berpacaran untuk melihat reaksi Sano”guman Ashiya, Julia pun menyuruh Ashiya diam.
“Dengar….Jika Sano cemburu itu berarti dia suka padamu,kan?”jelas Julia pelan, lalu kedua berpose mesra di hadapan Sano, namun Sano terlihat cuek lha gimana enggak lha wong Sano tahu Ashiya itu cewek wkwkwkw.
Ashiya tersenyum, Julia menambahinya dengan memeluk erat Ashiya. Namun Ashiya tak mau berlama-lama :lol, ia melepaskan pelukan Julia.
“Jangan dekat-dekat”ujar Ashiya. “Apa kau kepanasan?”, lalu Ashiya menenggak minuman. Sano hanya melihat kemesraan dua sejoli ini dengan dingin.
Air yang diminum Ashiya tumpah dengan sigap Julia melap dengan haduk putih kecil.
“Ah, pelan-pelan nanti airnya tumpah”
“Maaf”ucap Ashiya. Ashiya tersadar, ditatap Sano dingin bertanya apakah Sano cemburu.
“Handuk itu…milikku”jawab Sano cuek, wkwkwkwk kasian Ashiya Sano bukannya cembokor tapi malah sayang handuknya 😛
“Maaf”ucap Ashiya, lalu Julia mengembalikan handuknya ke Sano. Sano masih memandang Ashiya dengan penuh tanda tanya.
“Kenapa? Nampaknya kau cemburu..”ujar Ashiya yang kembali menenggak air mineral di botol.
“Air yang kau minum itu, juga milikku”jawab Sano, wkwkwkwk.
“Maaf”ucap Ashiya. Lalu menaruh air mineralnya. Sano mengambilnya lalu melangkah pergi. Ashiya Nampak lesu melihat kepergian Sano, bagaimana Sano mau cemburu lha dia udah tahu Ashiya cewek :P.

Kepala asrama 3 Oscar, menengaskan bahwa mereka harus berusaha memenangkan pertandingan. Oscar sepertinya mempunyai sebuah ide. Salah satu anak buah Oscar memberitahu bahwa mereka sudah selesai. Ternyata mereka berbuat curang dengan mengaliri listrik pada palang yang akan dipakai untuk pertandingan. Salah seorang anak buah Oscar menyolokkan listrik yang terpasang pada palang.
“Tiada seorang pun yang bisa menangkap bendera itu”guman Oscar lalu mencoba mengecek palang, namun tiba-tiba kesetrum diikuti anak buahnya yang mencoba menariknya wkwkkwkw, senjata makan tuan ni ye :P.

Belum lengkap kalau asrama satu juga tidak ikutan, di asrama 1 Tennouji melatih anak buahnya dengan melakukan sit up sebanyak 1000 kali ckckckc.
“Dengar yang kita butuhkan adalah kekuatan fisik”ujar Tennouji memberi wejangan yang diiyakan anak buahnya.
“Jangan pulang ke asrama hingga kau mencapai hitungan 20.000”seru Tennouji lagi, anak buahnya kembali melanjutkan sit upnya namun beberapa hitungan anak buah Tennouji sudah tak sanggup lagi hahaha.

Ashiya termenung di temani Julia di tangga.
“Sekarang kau percaya kan? Sano tidak memikirkan apapun tentang Mizuki”tanya Julia. Ashiya tak mau menjawab pertanyaan Julia, ia mengambil tasnya dan melangkah pergi. Julia menyusul Ashiya.
“Tapi…suka atau tidak itu masalah yang berbeda. Ini bagus, bukan?”

Sampai di depan gerbang Ashiya bertemu Nanba, Nakao dan Nakatsu.
“Ada apa, Mizuki?”
“Oh yeah aku tahu…”ujar Nakatsu yang langsung berlari menghampiri Ashiya.
“Night Walker ini memaksamu kan?”tanya Nakatsu.
“Tidak”seru Julia.
“Jadi kalian putus?”tebak Nanba hahaha. “Jadi aku ada kesempatan kan?”
“Tidak mungkin”jawab Julia ogah.
Tiba-tiba datang Tennouji dan kroni-kroninya :lol
“Kalian semua! Kalian tidak bersiap-siap”tanya Tennouji
“Tidak apa. Aku tidak ikut karena aku alergi dengan chlorine”jawab Nanba,
“Eh, begitukah?”sahut Nakatsu
“Iya, iya jadi aku percayakan pada Ashiya”. “Jika kau kalah, Julia jadi milikku”jelas Nanba, wahhh ini mah enak di Nanba ga enak di Julia wkwkwk.
“Aku tidak mau”jawab Julia cuek lalu melangkah pergi bersama Ashiya.

“Ashiya”panggil Tennouji. “Kau tidak punya otot?”, lalu Tennouji coba memeriksa tangan Ashiya yang langsung dihempaskan Julia.
“Pelecehan”seru Julia. Tennouji langsung memasang kuda-kuda hahaha.
“Julia”ujar Ashiya, Julia pun tersadar langsung menutup mulutnya.
“Apa mungkin…”pikir Nanba, Ashiya dan Julia nampak takut rahasia Ashiya terbongkar.
“Di Amerika, pria bersentuhan dengan pria dihitung pelecehan?”tanya Nanba.
Julia pun membenarkan.
Semuanya pun terkejut.
“Aku..melecehkan….”guman Tennouji.
“Aku mau beli juice…”ujar Ashiya pergi menghindar. Julia yang mencoba menyusul ditahan Nanba.

“Kau boleh melecehkanku kapan saja. Aku tidak keberatan”.
“Aku hanya tertarik pada Mizuki”tegas Julia seraya mencengkram kerah Nanba.
Nakatsu yang mendengarnya tak terima.
“Gadis ini…melakukan ini dan itu demi Mizuki..”sergah Nakatsu, Nakao segera menutupi muka Nanba.
“Berpandangan mata dengan Nanba senpai”tambahnya.

Lalu datang Oscar menyapa Julia, namun tak ada balasan semuanya cuek. Oscar yang menyedihkan kembali menyentuh palang yang dialiri listrik alhasil kena setrum lagi deh wkwkwk, eh Nakatsu ikutan bwahahaha.
Nakao yang mencoba menolong, ikut terkena begitupula Nanba wkwkwk ditambah Tennouji jadilah pentola-pentolan ketiga asrama kena setrum wkwkwk. Julia pun melenggang pergi.

Ashiya tidur-tiduran santai di kursi panjang taman, Julia sampai di sana.
Julia duduk di kursi sebelahnya.
“Perasaan Sano padamu sudah jelas”tukas Julia. “Aku tidak bisa membiarkanmu tinggal di kebun binatang seperti ini”. Ashiya hanya terdiam.
“Aku telah memutuskan saat liburan selesai aku akan membawamu kembali ke Amerika”tegas Julia.
“Eh?”, Ashiya terbangun.

Februari 2008

Di kamar Sano, Nakatsu menginterogasi Sano.
“Sekarang semuanya jelas kebenaran terungkap dengan pasti saat-saat kau jatuh cinta dengan Mizuki adalah ketika kau memakan kue yang dibuat oleh Mizuki”seru Nakatsu.
“Huh?”
“Kau, orang yang tidak suka makanan manis. Setelah memakan kue buatan Mizuki yang tanpa rasa itu kau mulai suka makanan manis”selidik Nakatsu.
“Karena itulah aku jadi jatuh cinta padanya?”sahut Sano.
Nakatsu pun tak percaya.
“Yeah, benar. Balik ke kamarmu jika kau sudah puas”ujar Sano.
“Tidak heran aku di sebut detektif Nakatsu!”seru Nakatsu memuji dirinya sendiri. “Aku bisa tahu kejadian sesungguhnya. Pasti, pasti karena itu!”serunya.
Sano pun mematikan lampu kamarnya.

Begitu keluar dari kamar Sano, Nakatsu tersadar.
“Tapi aku sama sekali tidak makan kue itu”serunya. Ia pun pasrah, lalu dilihatnya papan pengumunan.
“’King of Hottie; tahun ini adalah…..”gumannya, lalu ternyata posisi pertama di isi oleh Yuujirou wkwkwkwk padahal nomor dua Sano :P.
“Hah? Kau lagi?”.

Nakatsu mampir di kandang Yuujirou, dilihatnya ada anak Yuujirou.
“Youjirou…Junior”. “Eh? Kapan ini terjadi?”pikir Nakatsu.

Berlanjut di Episode 7 1/2

Ashiya bermain bersama Yuujirou dengan membawa kotak kuenya, ia teringat kata-kata Julia yang akan membawanya kembali ke Amerika saat liburan berakhir.
“Apa yang harus kulakukan”guman Ashiya.
“Eh? Kau yang buat itu?”tanya Sano yang tiba-tiba lewat dan melihat kotak kue yang dipegang Ashiya.
“Yeah, itu kueku. Tapi aku tidak memakannya”
“Aku mengerti”ucap Sano lalu mendekat ke arah Yuujiro.
“Huh?”
“Ah? Nah…Kau berikan padanya (Yuujirou)?”ujar Sano
Namun, Ashiya yang melihat Yuujiro sepertinya tidak sehat segera menghambur ke arahnya.
“Yuujirou sakit? Kau tidak apa-apa?”tanya Ashiya.


Tiba-tiba datang Sekime langsung memeriksanya.
Nanba senpai datang dengan jarum suntiknya hahaha.
“Ada apa ini? Youjirou sakit?”tanya Nanba
“Tidak, dia tidak nafsu makan”jawab Ashiya.
Tiba-tiba datang Nakao membawa jam pasir dan berkata,”mungkin waktunya tak lama lagi”. Anak-anak asrama makin kacau, ada yang minta di datangkan ambulance, Kayashima dengan pakaian dokter siap mengoperasi, ada yang memanggil istri Yuujiro, sampai membawa boneka-bonekaan bayi hahaha. Sampai anjing lain yang mirip Youjirou. Karena mereka tidak ingin Youjirou meninggal tanpa keturunan maka mereka menikahkan kedua anjing tersebut didandani ala pengantin pula ckcckck.

Mereka pun bersorak-sorak dengan pernikahan Youjirou ini.
Ada seorang wanita memotret kedua pengantin.
“Menyenangkan sekali”serunya.
Oscar mendekati wanita itu.
“Kita boleh panggil anaknya, Youjirou junior?”tanya Oscar
“Boleh juga”.
“Semudah itu yaa kita panggil Youjirou Junior?”sahut Nakatsu.
“Ibu, sedang apa kau di sini?”seru Nakatsu tiba-tiba pada wanita tadi, oh ternyata itu ibunya Nakatsu to hahaha.
“Karena dia ada anjing betina di rumah”sahut Oscar
“Tapi kau tidak bisa membawanya ke sini tanpa pengetahuanku”ujar Nakatsu.
“Aku ibunya Nakatsu. Terima kasih sudah menlindunginya selama ini”tukas ibu Nakatsu pada Nanba seraya memberikan oleh-olehnya.

Nakatsu segera menarik ibunya menjauh, yang jadi ibunya Nakatsu jadi ibunya Ren di Ikemen Desu Ne 😛
“Kenapa kau bawa anjing ini jauh-jauh dari Osaka”protes Nakatsu.
“Mengapa tidak? Jika bukan karena dia, aku tidak mungkin bertemu denganmu”
“Cukup, kau boleh pergi sekarang”
“Sikap seperti apa ini…”seru ibu Nakatsu.
“Maafkan kami…”ucap anak-anak asrama lain, gara-gara mendengar seruan ibu Nakatsu.Ibu Nakatsu tersenyum.
“Apa yang aneh dengan dialek daerah?”tanya ibu Nakatsu.
“Di sini tidak ada yang mengerti bahasa itu”jawab Nakatsu. “Aku mau terjun di sepak bola”.
“Kau buruk dalam sepak bola…menurutlah pada orang tuamu sekali-kali supaya kau tidak kecewa”
“Aku serius! Aku akan terjun ke professional ketika lulus”
“Bicara apa kau? Kau harus meneruskan usaha ayahmu. Bagaimana dengan perusahaan keluarga kita”tegas ibu Nakatsu.
“Tidak peduli”ucap Nakatsu lalu melangkah pergi.
“Hey, tunggu!”panggil ibunya, Ashiya melihat pertengkaran kedua orang ini.

Tiba-tiba terdengar teriakan salah satu anak asrama.
“Youjirou kencingi istrinya!”.
Ibu Nakatsu lalu segera menghampiri anjingnya dan mendorong Youjirou.
“Ini baju yang mahal”
“Tolong tenang!”bujuk Tennouji
“Bagaimana aku bisa tenang. Kalian harus ganti rugi”
“Eh? Ganti rugi”, anak-anak asrama kaget.
“Iya, aku akan kirim tagihannya pada kalian”ujar ibu Nakatsu. Lalu mengajak Kanako (nama anjingnya) pergi.

“Apa yang harus kita lakukan?”keluh Nanba.
“Kurasa tidak ada jalan lain selain bayar ganti rugi”lanjut Tennouji.
“Siapa yang bayar ganti rugi?”protes Oscar. “Yang mengusulkan ini semua adalah asrama satu”, lalu Oscar memukul Tennouji dengan hadiah dari ibu Nakatsu gentian Tennouji memukulkannya ke Nanba hahaha.
“Mereka yang harus bayar. Pemilik Youjirou adalah asrama 2!”seru Tennouji. Gantian Nanba mengembalikan hadiah dari ibu Nakatsu ke Oscar.
“Asrama 3 yang menghubungi ibu Nakatsu”
“Kau yang bertanggung jawab! Otsukare!”tambah Tennouji seraya menampar Oscar.
Oscar tak terima, “Siapa Otsukare? Namaku Oscar!”. Lalu memukul kepala Tennouji dengan boks hadiah.“Sebut nama yang benar..manusia bodoh!”
“Dan aku bukan seorang penggoda (Nanpa)! Aku Nanba!”seru Nanba marah.
“Kalau begitu! Kita tentukan lewat pertandingan!”lanjutnya.
“Ide bagus!”sahut Oscar.
“Jadi adil dan tidak ada yang keberatan”tambah Tennouji. Semuanya pun bersorak tanda setuju.

Kompetesi pertandingan antar asrama ke 3127 dimulai, di auditorium kolom renang telah banyak berkumpul penonton, tak lupa Hibaru Four the gank, Hibari mengelu-elukan nama Sano.
Julia juga duduk di bangku penonton, Nanba mendekatinya dan duduk di belakangnya.
“Aku alergi chlorine, karena itu aku tidak bisa ikut”ujar Nanba.

Wakil kepala sekolah memanggil para peserta, namun sebelumnya mereka distelkan di layar TV besar pertunjukan anak-anak asrama satu, pertunjukan iklan kekuatan hahaha. Lalu masuklah anak-anak asrama satu dengan dandanannya kribo-kribo dan warna-warni wkwkwwk menari di iringi lagu jadul. Tapi keren lagunya hahaha.

Pengantar asrama 2 tak kalah heboh, mereka mengklaim asrama dua penuh ikemen. Potongan-potongan adegan yang penuh cinta dan perjuangan mereka perlihatkan terutama scene Sano, Nakatsu dan Ashiya :P.
Team asrama dua pun masuk, mereka memakai pakaian pantai biasa, nah kalau ini kostumnya wajar hahaha. Mereka pun menari diiringi lagu lama dan meneriakkan yel-yelnya. Lalu wanita-wanita seksi menghampiri mereka.

Giliran asrama 3 kacau again hahaha, di Tv layar besar muncul demotransi Oscar dan kroni-kroninya menari balet hahaha. Anak-anaka srama 3 pun masuk dengan kostum ballerina wkwkwkw, mereka menari balet dengan iringan lagu sendu, lagu ini familiar tapi lupa judulnya, jenis-jenis enka gitu :lol. Lagu mereka sampai membuat personil Hibari four tertidur wkwkwkw.

Wakil kepala sekolah pun mengumumkan acara pertandingan di mulai, dan memperkenalkan masing-masing asrama yang ikut pertandingan.
“”Inilah photographer ekslusif asrama, sekaligus ketua panitia”seru wakil kepala sekolah memperkenalkan Hara Akiha dan memintanya memeberikan sambutan.
“Di kompetisi ini, siswa yang paling aktif akan mendapatkan gelar MVP dan dia akan mendapatkan keuntungan untuk mencium seseorang yang disukainya”seru Akiha yang disambut sorakan peserta dan penonton.
Wakil kepala sekolah segera meralatnya, “Tidak ada keuntungan seperti itu”.
“Jangan dihilangkan, justru itu akan membuat pertandingan ini lebih menarik, bukan”.
“Akiha-san usiamu hampir 30 tahun…”ucap wakil kepala sekolah yang langsung mendapat tatapan dingin Akiha.
“Lalu apa hubungannya”.
“Okay, semuanya! Berusahalah untuk mendapatkan gelar-gelar MV itu!”seru Akiha yang disambut sorak sorai peserta dan penonton.

“Baik..baik…baik dan Ashiya cepatlah berganti pakaian renang”seru wakil kepala sekolah yang melihat Ashiya masih memakai pakaian lengkap.
Ashiya nampak gugup.
“Pakaian renangku menghilang”sahut seorang peserta. “Ada apa? Mengapa kau selalu aneh bila berhubungan dengan berenang”
“Ini aku pinjami celana renangku”tambah Teenouji.
“Tidak, tidak Tennouji-san. Mizuki tidak pernah pakai pakaian bekas orang lain”potong Nakatsu. “Aku sudah duga ini akan terjadi”, lalu Nakatsu mengeluarkan baju renang perempuan.
“Surprise”ujarnya.
“Siapa yang mau pakai pakaian seperti itu”sahut Ashiya.
“Aku dikecewakan lagi…”ucap Nakatsu frustasi.
“Meskipun agak sedikit ketinggalan jaman, kau harus memakainya, Pakai ini”ujar Nakao. Para peserta pun bahu membahu agar Ashiya memakai pakaian itu. Tak ada jalan lain Nakao memaksa Ashiya berganti pakaian, Nakao mencoba membuka baju Ashiya. Para penonton pun bersorak, Julia nampak khawatir, Ashiya berusaha melepaskan diri.
Nah saat Nakao bersiap membuka kancing baju Ashiya, dengan sigap tangan Nakao diplintir Sano yang datang.


“Ah, sakit. Sano. Kau menyakitiku”keluh Nakao. Nakao pun minta dilepaskan.
Ashiya menatap Sano, Sano melepaskan Nakao. Wakil kepala sekolah menanyai Sano.
“Hey, sedang apa kau di sini?”
“Dia sedang demam (Ashiya)”
“Demam?”
“Dia tidak ingin kalian semua khawatir, jadi dia memaksakan diri untuk tampil bersama kalian. Karena itu biarkan dia menonton dari pinggir kolam”jelas Sano.

Lalu Sano mengajak Ashiya menyingkir ke pinggir kolam, dan ia pun bergegas pergi.
Wakil kepala sekolah mengumumkan bahwa Ashiya akan menonton dari pinggir kolam. Ashita tersenyum menatap kepergian Sano. Julia segera pergi dari tempat duduknya yang diikuti Nanba.
“Ah, sayang sekali. Jika aku tidak alergi, jika aku menang aku bisa mencium Julia”guman Nanba.

Dan saat Nanba berbalik, Nakao menyiram muka Nanba dengan seember air.
“Pada hitungan ke 3 aku akan terlihat bodah lalu pingsan…”ujar Nanba lalu ia memulai menghitung dari satu kemudian pingsan hahaha.
“Aku tidak akan membiarkan Nanba senpai mendekati orang lain!”seru Nakao, lalu Nakao mulai bersiap memberikan nafas buatan untuk Nanba senpai, hueks wkwkwkkw.


Pertandingan siap dimulai.
“MVP boleh mencium siapa saja, Aku dan Erika cha,.,,,”guman Sekime.
“Aku dan Kanna”ucap Tennouji.
“Nanba senpai”lanjut Nakao hahaha.
“Aku dan…”pikir Nakatsu lalu menoleh ke arah Ashiya yang memanggil namanya.
“Mizuki”tunjuk Nakastu.
Akiha-san pun bersiap menembakkan pistol ke udara tanda dimulainya pertandingan.
Dan para peserta berlomba-lomba mencapai palang tempat bendera di letakkan, Akiha-san sibuk memotret momen tersebut.

Julia berhasil menyusul Sano yang sampai di asrama.
“Hey, kamu! Kau tahu bukan? Tentang rahasia Mizuki”tanya Julia.
“Bicara apa kau?”
“Jangan pura-pura. Mengapa kau menolong Mizuki barusan?”. “Dia tidak demam…”ujar Julia.
“Apa sebenarnya maksudmu?”tanya Sano.
“Kau sebenarnya sudah tahu siapa Mizuki”jawab Julia .”Tetapi mengapa saat itu kau hentikan dia pergi”.

Di arena lomba, Ashiya teringat kata-kata dokter Umeda apa tujuannya ia tetap di tinggal di sekolah. Lalu ia memperhatikan para peserta dari 3 asrama yang berebut menjadi pemenang.


“Mizuki kembali ke Jepang untuk melihatmu melompat lagi. Dan kau sudah melakukan itu” . “Lalu untuk apa kau minta dia tinggal?”tanya Julia. Namun Sano tak menjawab ia sibuk dengan pikirannya sendiri.
“Kau seharusnya tahu perasaan Mizuki padamu”kata Julia gusar. “Kau minta dia tinggal, untuk kau permainkan?”.
“Tidak”seru Sano.
“Lalu?, Sano apa yang kau inginkan darinya?”tanya Julia.
Sano masih bingung dengan apa yang dia rasakan.
“Kau tidak bisa jawab…”ucap Julia. “Kau hanya menyakitinya…kau manusia tidak punya perasaan”.

Akiha-san melihat Ashiya yang melamun.
“Ada apa? Wajahmu murung begitu”tanya Akiha.
“Tidak apa-apa…”jawab Ashiya. “Aku…aku mencari tahu apa yang harus kulakukan di sini”.
“Kau mengingatkanku tentang masa mudaku”ujar Akiha. “Untukku…aku senang memotret mereka. Tapi pada awalnya aku hanya melakukan pekerjaan perlahan-lahan, aku mulai menyukainya. Mungkin jawaban yang ingin kau cari ada hubungannya dengan apa yang ada di sekelilingmu”.

Ashiya nampak berpikir lalu ia berdiri dan member semangat Nakatsu yang berusaha meraih bendera dengan peserta lainnya. Dan ternyata Nakao yang mendapatkan bendera tersebut hahaha.

“Begitu musim panas berakhir, aku akan membawa Mizuki kembali ke Amerika”tegas Julia. “Akan terlambat jika identitasnya diketahui”
“Sebenarnya apa yang dia lakukan di sini?”tanya Sano.
“Jika kau tidak ada perasaan apapun pada Mizuki, jangan bicara seperti itu”jawab Julia gusar. “Apa kau tahu apa yang ada di pikirannya saat mau masuk ke sekolah ini? Menyamar sebagai laki-laki, berusaha keras sedemikian keras, sehingga penyamarannya tidak diketahui semua untukmu, bukan?”. Sano hanya terdiam.
“Mungkin kau memang tidak minta dia melakukan ini untukmu. Tetapi karena kau menyuruhnya tinggal saat itu. Kau harus siap dengan suatu jawaban!”desak Julia, Sano hanya memandang Julia dengan sinis. Julia yang gusar bergegas pergi meninggalkan Sano yang terdiam dengan kemelut di pikirannya.

Nakao mendapat medali penghargaan, teman-teman asramanya berbahagia dengan kemenangan Nakao termasuk Ashiya yang ikut menghampirinya. MVP Okonomiyaki setahun pun jatuh ke asrama 2 :lol.
“Aku tidak makan Okonomiyaki”ujar Nakao dengan simbolis MVPnya, Nakatsu memandangnya dengan sinis, lalu Nakao seperti teringat sesuatu ia pun segera berlari mencari Nanba-senpai, sampai-sampai kepala Nakatsu kena palang simbolis MVP hahaha.

Nakao pun menemukan Nanba yang masih pingsan.
“Senpai, aku hampir lupa’ujar Nakao, lalu bersiap mencium Nanba wkwkwkw. Nanba menikmati ciuman itu, dikira Julia kali. Namun begitu ia tersadar wkwkwkwk, ia langsung menghempaskan Nakao. Nakao memperlihatkan simbolis voucher Okonomiyaki.
“Luar biasa”puji Nanba.
“Aku menang, aku menang jadi aku bisa menciummu”tukas Nakao lalu menarik Nanba.

Nakao dan Nanba dari bangku penonton meneriakkan banzai-banzai diikuti teman asramanya yang masih di arena pertandingan begitu pula Ashiya.

Di kantin sekolah, Kagurazaka menyiapkan bekal makanan dengan riang.
“Sedang apa kau di sini?”tanya Sano yang sedang lewat.
“Tidak, aku memuatkan makan siang. Aku ingin makan bersama dengannmu”jawab Kagurazaka. “Duduklah”.
“Untuk apa?”
“Apa maksudmu untuk apa?”ujar Kagurazaka malu-malu.
“Itu….”, lalu Kagurazaka memegang bibirnya dan teringat ciumannya dengan Sano wkwkwwk. Kagurazaka tersenyum mengingatnya, lalu ia membukakan bekal yang disiapkannya, bekalnya bentuk doki-doki wkwkwkwk dan mempersilahkan Sano memakannya.
“Kau tahu….ciuman dapat….membuat seseorang menjadi gila”kata Kagurazaka malu-malu.
“Ciuman? Apa maksudmu? Kau baik-baik saja?”tanya Sano tak mengerti.
“Eh?Kau…kau tidak ingat?”, ternyata Sano lupa nggak ingat, kan waktu itu dia mabuk.
Kagurazaka pun syok,”Kejam!”serunya lalu berlari pergi namun ia lupa membawa tasnya. Ia pun mengambilnya.
“Itu ciuman pertamaku. Kau kejam”serunya lalu berlari pergi.

Ashiya dan teman-temannya membersihkan pinggiran kolam renang.
“Ashiya! Nampaknya kau sehat-sehat saja”ujar salah satu temannya melihat Ashiya bersemangat menyikat lantai.
“Tidak, itu tidak benar”jawab Ashiya lalu pura-pura batuk.
“Mari kita periksa! Mari kita periksa!”seru Nakao yang disetujui teman-temannya, 3 orang teman Ashiya pun memeganginya.
“Hentikan! Lepaskan!”seru Nakatsu. “Dia sakit atau tidak…mari kita buktikan”. Gubraks, jyah sama aja gelonya ni Nakatsu.
Nakatsu menyuruh yang lainnya minggir, ia yang akan memeriksa Ashiya.
Nakatsu mendekat ke arah Ashiya seperti mau menciumnya, Nakao segera menghentikannya mengadu kepalanya dengan kepala Nakatsu hingga Nakatsu jatuh pingsan?.
“Kau homo kah?”tanya Nakao. Tentu aku mengerti perasaanmu”.
“Aku bukan homo”jawab Nakatsu lalu pingsan lagi wkwkwk.

Nakao memandang Ashiya, Ashiya nampak ketakutan. Tiba-tiba tep, Nakao menyetuh dahi Ashiya dan dahinya untuk memastikan apakah Ashiya demam.
“Ya, temperaturnya normal”seru Nakao.
“Yaa, waktunya hukuman”seru teman-temannya. Lalu mereka menggotong Ashiya dan menyeburkan Ashiya ke kolam.

Ashiya pun berusaha naik ke permukaan, namun ia tersadar baju dalamannya terlihat. Untungnya teman-temannya sibuk membereskan papan-papan bekas pertandingan.
Ashiya pun kembali menyelam, ia berusaha menahan nafas.


Sano melewati kolam renang, ia melihat sesuatu yang mengapung.
Sadar itu Ashiya, ia segera mencebur ke kolam dan menarik Ashiya ke permukaan.
Ia pun memanggil Ashiya mencoba menyadarkannya. Sano pun berusaha memberikan pertolongan pertama pada Ashiya dan memberinya nafas buatan :P.

Bersambung…………..

Akhirnya sempat juga nulis ini :P, arigatou na buat Daniel-san untuk indosub Hana Kimi Spesialnya 🙂

Written & Image by: あり あきな @PelangiDrama
Shared by: Pelangidrama.net
DON’T REPOST TO OTHER SITE
Iklan

5 pemikiran pada “[Sinopsis] Hana Kimi Spesial Episode Bagian 1

  1. @Arai=hahahaha, iya ni lg sempat dan karena kangen nakatsu n ashiya kwkwkkw, iya pantesan pas lihat ikemen agak familiar gitu tapi ga ingat dimana eh pas nonton ulang ternyata dia jadi emaknya Nakatsu hahahaha
    @Anonim= 😛

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s