[Sinopsis K-Drama] History of The Salaryman Episode 10

Sinopsis History of The Salaryman Episode 10
“muuuaahhh…”

Yoo Bang maju menghadapi Peng Wol beserta pasukannya. “Siapa yang menyuruh kalian ke sini? Hang Woo? Bajingan tengik! Aku takkan minggir sampai mati”. Yoo Bang berada dibarisan depan siap mati menghadapi musuhnya.

Anak buah Peng Wol selesai menghitung, Peng Wol memberi aba-aba untuk menyerang. Yoo Bang tak gentar. Keduanyapun memulai peperangan antara pasukan Peng Wol dan karyawan Incheon.

Di tempat lain, Chun Ha grup mengadakan pesta. Hang Woo dan Yeo Chi berdansa bersama, tak jauh Woo Hee bermuram durja melihat kedekatan keduanya. Yang sebenarnya, Yeo Chi dan Hang Woo saling melempar kata-kata sinis. Yeo Chi menyindiri Hang Woo yang tak pandai dalam hal wanita. Hang Woo jelas kesal mendengarnya.

Pertempuran semakin sengit, karyawan Incheon kalah kuat. Bun Kwae dan Yoo Bang berusaha menyelamatkan kepala pabrik, namun Yoo Bang menerima pukulan tepat dikepala. Dia ambruk, berkali-kali mendapat pukulan.

“Aku suka wanita tahu!”sengit Hang Woo. Kau mengetesnya? Yeo Chi langsung berkata tajam, “kau bukan tipeku ok?!”. Hang Woo sekilas melihat Woo Hee memperhatikan dirinya, saat dirinya kepergok Hang Woo buru-buru pergi.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 10

Di dapur, Woo Hee kebagian tugas cuci piring. Dia sendiri tak keberatan, dia mencicipi sisa anggur. “Enak”gumam Woo Hee menikmati. Gelas kedua langsung dicegah Hang Woo yang mendadak muncul. “Jorok sekali”kecam Hang Woo.
“Jorok, kenapa? Ini champagne yang harganya lebih dari $1000 sebotol! Kapan lagi aku bias menikmatinya, OK ?”
“Kau sungguh cewe matre. Kau suka barang-barang mahal, kan?”
“Daripada barang murahan!”balas Woo Hee sengit dan mengusirnya dirasa mengganggu pekerjaanya. Tak disangka Hang Woo mengkelin kemejanya. Membantu Woo Hee mencuci piring.

Hang Woo menyindir Woo Hee yang tak mengucapkan terimakasih. “Yang harusnya bilang terimakasih. Bukan aku, tapi anda, Direktur. Aku adalah ilmuwan riset. Kau sudah kubantu bersih-bersih diluar jam kerja”.
“Terimakasih”pungkas Hang Woo tulus.

Telepon Woo Hee berdering. Bun Kwae mengabarkan bahwa Yoo Bang di rumah sakit, terluka. Woo Hee yang kaget langsung pergi dimana Yoo Bang berada.

Keesokan harinya Han Shin melaporkan kondisi di Incheon. Peng Wol dan anak buahnya tak berhasil mengusir karyawan. “Pada pagi hari pekerja lainnya bergabung. Jadi pagar pabriknya ditutup”.
“Preman tolol!”umpat Hang Woo emosi.
Beom Jeung berusaha menenangkan Hang Woo untuk tak merasa cemas, karena bagaimanapun yang memenangkan projek bakalan mereka.
“Yoo Bang telah disingkirkan?”
“Dia terluka dan dibawa ke RS. Dia bilang akan mempertahankan pabrik, lalu lari menerjang para preman itu”
“Aku tak tahu dia bodoh atau nekat. Kalau begitu kita bisa kirimkan surat PHK-nya tanpa dia harus datang ke kantor”, senyum kemenangan menghias Hang Woo.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 10

Dengan langkah tergesa-gesa Yeo Chi memasuki rumah sakit. Dia bertemu dengan Bun Kwae yang memasang muka sedih. Yeo Chi makin panik. Saat hendak membuka pintu terdengar suara Woo Hee wajah Yeo Chi berubah kecut,
“Sudah kubilang, kalau pabrik ditutup sekarang, itu adalah bencana. Kau mau melakukan apa di kantor?”tanya Woo Hee yang cemas karena Yoo Bang memaksa ke Chun Ha.
“Kita butuh sedikit lagi waktu dan bisa menyelamatkan pabrik. Aku harus cepat memberitahu Presiden”, Yoo Bang tertatih berjalan kelaur.

Yeo Chi membuka lebar pintu, “Sepertinya kau sudah sembuh. Kau begini karena kau takut dipecat kalau pabrik ditutup? Aku kan bisa menyelamatkanmu”.
“Para pekerja pabrik…Bisakah kau selamatkan mereka semua? Termasuk keluarganya, semuanya 500 jiwa. Bisakah kau menyelamatkan mereka?”
Balasan Yoo Bang menohok Yeo Chi, “kenapa aku harus menyelamatkan mereka?”. Yoo Bang tetap melangkah pergi.

“Hei Yoo Bang! Kau pikir dengan penampilan begitu, kau bisa menemui Presiden? “. Yeo Chi yang sebenarnya punya niat tulus membantu Yoo Bang, mungkin karena rasa suka?

Presdir Jin makan bersama jajaran direksi dan Yeo Chi. Mengangkat topik mengenai taruhan siapa yang kalah dalam projek harus mengundurkan diri. Perang urat syaraf pun terjadi.
“Sebenarnya tidak seserius itu. Hanya saling memberi motivasi”sanggah Jang Ryang yang merasa diujung tanduk.
“Bicaralah. Kau mau menyelamatkan harga dirimu, demi jabatanmu? Atau merelakan jabatanmu demi harga dirimu?”balas Hang Woo yang merasa menang mampu mendepak Jang Ryang.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 10

“Permainan belum selesai!”teriak Yoo Bang datang dengan tertatih-tatih. “Aku yang mengundangnya. Kenapa? Kenapa, ada yang keberatan?”sengit Yeo Chi saat Beom Jeung melarang Yoo Bang masuk.

Yoo Bang memohon sambil berlutut kepada Presdir Jin, mengagetkan semuanya atas tindakan Yoo Bang. “Mohon tunda penutupan pabrik. Sekarang ini, orang-orang pabrik sedang mengembangkan produk baru. Ketika selesai, pabrik Incheon bisa mendapatkan keuntungan lagi”.
“Jangan dengarkan, Presiden. Bajingan itu… Dia harus membuat surat pengunduran diri bersama Direktur Jang!”balas Beom Jeung penuh semangat.
“Tidak, bukan begitu. Aku hanya orang baru di sini. Tapi pekerja pabik telah bekerja sepanjang umur pabrik. Presiden, beri kami kesempatan”pinta Yoo Bang.
“Kau pikir perusahaan ini adalah kapal untuk menyelamatkan pengungsi? Perusahaan harus memotong anggota tubuhnya agar bisa berkembang lagi” ujar Hang Woo tajam.

Presdir Jin mengusir Yoo Bang keluar, Yoo Bang berusaha berontak memohon kesempatan sekali lagi karena produk baru hampir selesai. “Dasar pengemis…membuatku keringatan saja”. Presdir kesal sekali. Yeo Chi tak percaya pada sikap kakeknya.
Belum berhenti sampai di situ, Presdir Jin juga menyuruh Jang Ryang untuk membuat surat pengunduran diri. Taruhan tetap taruhan. Direktur Jang Ryang pucat pasi.

“Tutup segera pabrik itu dan segera jadikan gudang”. Perintah Presdir Jin kepada Hang Woo. Beom Jeung tak menyembunyikan senyum senang setelah Presdir Jin pergi, Jang Ryang harus menerimanya.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 10

Di ruangannya, Jang Ryang memberesi barang-barangnya. Yoo Bang tak enak melihatnya. Secarik foto terjatuh, Yoo Bang memungutnya. Foto keluarga Jang Ryang.
“Sejak petama kerja di Chun Ha Group. Aku selalu kerja tanpa istirahat. Syukur aku bisa sampai jabatan ini, lebih tinggi dari rekan seangkatanku. Tapi sebagai balasannya, aku kehilangan yang lebih berharga. Aku ke sini untuk membahagiakan anak dan istriku. Tapi sepertinya bukan ini yang diinginkan istriku. Setelah bekerja keras, Aku harus meninggalkan kantor ini…”ungkap Jang Ryang dengan suara serak.
“Maafkan aku, Direktur.”
“Ini salahku tidak bekerja dengan benar”

Bun Kwae datang dengan tergopoh-gopoh. Tak menyangka Direktur Jang harus mengundurkan diri. Lantas bagaimana dengan mereka? Bun Kwae merasa cemas jika ikut terdepak dari Chun Ha. “Hang Woo akan mementukan nasib kalian”.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 10

Bun Kwae menyeret Yoo Bang ke sebuah ruangan, mencengkram kerahnya. Kesal karena keputusan Yoo Bang yang membuat posisi mereka terjepit. “Hidupku akan amburadul, dan kau pikir aku tak bisa memukulmu?”geram Bun Kwae ingin melayangkan tinjunya ke Yoo Bang.

Lagi, Yoo Bang menyanyikam lagu kebangsaan kampungnya. Semangat Gunung Daegal, memberi semangat. Bun Kwae tak serta merta mengikuti.
“Terserah apa katamu, carilah solusi, brengsek !”seru Bun Kwae kehilangan kesabaran.
“Solusi? Hanya ada satu cara”pungkas Yoo Bang memicingkan mata, jelas memiliki ide.

Berdua mereka menghalangi langkah Hang Woo yang sedang bersama Beom Jeung. Yoo Bang menghadangnya. “Tolong kami, Direktur !”, Yoo Bang Memohon agar diberi kesempatan, dan tak mendepak mereka. Yoo Bang berjanji akan membubarkan massa karyawan Incheon.
“Kuncinya adalah Kepala pabrik. Kalau dia bisa kita keluarkan, masalah akan segera bisa diselesaikan”ucap Yoo Bang memohon.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 10

Dia bahkan berlutut dihadapan Hang Woo, Bun Kwae mengikuti jejak Yoo Bang. Tentunya risih bagi Hang Woo dilihat karyawan lain. “Akan kulakukan apa yang kau mau. Merayap ditanah pun aku besedia. Tolong Direktur. Tolonglah kami. Apa untungnya bagimu memecat orang seperti kami ? Takkan kulupakan kebaikan hatimu. Sekali ini saja”.
Baik Bun Kwae dan Yoo Bang saling memeluk erat kaki Hang Woo. Pada akhirnya Hang Woo memberikan kesempatan sekali lagi.

Walaupun Hang Woo terpaksa tak jadi memecat mereka, dia akan melakukan dikesempatan mendatang tentunya.

Bun Kwae kegirangan karena dirinya merasa selamat. Hanya perlu memohon walau itu cukup memalukan. Sekarang hanya perlu menyakinkan kepala pabrik. Keduanya berjalan bersama, namun Yoo Bang diam seribu bahasa, sorot matanya mendadak tajam.

Keduanya dengan mudah masuk ke pabrik Incheon yang dijaga oleh anak buah Peng Wol. Tak jauh, Han Shin mematai gerakan keduanya dan menginformasikan pada Hang Woo.
“Kau tahu kalau mereka sedang menciptakan produk baru?” tanya Hang Woo penuh selidik.
“Menciptakan produk baru? Aku tidak tahu. Tapi kau akan kuhubungi kalau aku sudah dapat informasinya”sambut Han Shin jelas berbohong.

Han Shin sengaja berbohong karena kesal Hang Woo yang tak kunjung menepati janjinya untuk menjadikan dia pegawai tetap di Chun Ha. Di sampingnya terdapat blue print produk baru, tanpa mengetahui betapa pentingnya blue print tersebut bagi karyawan pabrik Incheon.

Yoo Bang mendesak untuk menemui kepala pabrik yang dihadang karyawan lain. Merasa Yoo Bang orang kantor pusat Chun Ha yang membuat mereka sengsara. Kepala pabrik muncul dan menemui keduanya.

Di ruang lab kecil milik kepala pabrik. “Produk baru itu…Berapa hari bisa selesai?” Yoo Bang segera mendesak kepala pabrik. Tak akan mudah, prototipenya rusak dan blue pritnya hilang.
“Dan masalah terbesarnya adalah aku tak tahu bagaimana memperbaiki ‘bug’-nya”balas kepala pabrik putus asa.
“Aku menggantungkan hidupku padamu. Kau juga begitu, kan?”sengit Yoo Bang mencoba membangkitkan semangat kepala pabrik. Dia berjanji akan mengulur waktu sampai produk baru selesai dirakit.

Lain halnya dengan niat Bun Kwae yang memaksa kepala pabrik menyerah dan meninggalkan pabrik. “Jangan dengarkan dia!”sanggah Bun Kwae.
“Kalau aku mau pergi. Aku sudah pergi dari dulu. Aku tak bisa meninggalkan teman-temanku hanya untuk keselamatan pribadi”

Sinopsis History of The Salaryman Episode 10

Yoo Bang langsung menghardik Bun Kwae yang berfikiran sempit. “Aku mengatakan ini karena aku punya rencana bodoh!”. Yoo Bang merasa masalah mereka akan teratasi jika produk baru selesai dikerjakan. Titik.
Amarah Bun Kwae memuncak, dia berniat pergi. “Penghianat. Aku pergi saja!”, Yoo Bang menahannya. “Siapa yang penghianat? Kau yang penghianat. Kalau kau pergi, Setelah Direktur Jang Ryang juga pergi, kau pikir mereka akan memikirkanmu? Kalau kau punya otak, dipakai dong! Dipakai!”

“Ya ampun! Hidupku hancur berantakan!”erang Bun Kwae.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 10

Hang Woo mendadak menghubungi Yoo Bang, serta merta Yoo Bang berusaha menipu Hang Woo mengatakan kalau mereka bersedia pergi setelah 5 hari. “Apanya yang 5 hari? 3 Hari !. Setelah 3 hari,tidak ada negosiasi”. Hang Woo setengah membanting teleponnya.

Bum Jeung yang di dekatnya merasa mereka membuang waktu saja. “Kenapa tak langsung menyingkirkan mereka?”, Hang Woo berfikir keributan besar tidak akan menghasilkan apa-apa. “Seperti yang dia bilang, kalau wartawan datang dan laporannya negatif, ini akan merusak project kita”.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 10

Akhirnya Direktur Jang Ryang menyerahkan surat pengunduran dirinya walau terasa berat. “Dengarkan. Jang Ryang!”, Presdir Jin kembali berdiplomasi sebelum kepergian Jang Ryang. “Kalau kau ingin marah…Marahlah pada dirimu sendiri. Tentu saja kau marah. Kantor ini adalah tempat kau mengubur masa mudamu. Lalu seketika kau harus keluar dari sini. Kalau kau tak marah, maka kau bukan manusia”.
“Alasan kau kalah sewaktu kompetisi, adalah karena kemarahan itu telah hilang. Kalau kau pendam amarahmu, maka korbannya adalah dirimu sendiri. Dan itu…Hadiah terakhirku untukmu.”

Tak terasa air mata mengalir di pipi Jang Ryang. Dia berbalik dan memberikan penghormatan terakhir untuk Presdir Jin.

Sepeninggalan Jang Ryang, presdir Jin merasa kesakitan. Dia mengambil obat di laci mejanya dan menyuntikannya.

Beom Jeung dan Hang Woo mendatangi pabrik Incheon. Masa negosiasi 5 hari telah selesai. Beom Jeung mulai cemas. Peng Wool berjanji akan menambah pasukannya untuk membubarkan masa.
“Hentikan pasokan listrik dan air. Mulai saat ini makanan dan minuman dilarang masuk”perintah Hang Woo.

Penghentian pasukan air dan listik sudah diduga Yoo Bang, kepala pabrik menyuruh menyalakan generator di gudang rahasia. Kini mereka bertumpu pada banyaknya minyak di pabrik. Bun Kwae mulai cemas kembali, gimana kalau pengembangan produk baru tak jadi-jadi?
“Tak perlu kuatir soal minyak. Akan kami belikan!”saut Yoo Bang meyakinkan.

Karena anak buang Peng Wol tak tahu langkah licik Yoo Bang, dan mengira Yoo Bang di pihak sama maka mereka membiarkan keduanya keluar masuk tanpa kendala.
Hal ini dijadikan kesempatan Yoo Bang untuk membeli kebutuhan pokok dan minyak.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 10

Yoo Bang meminta bantuan Woo Hee untuk mennyediakan data mengenai produk terbarunya. “Sepertinya dia sudah lama mengerjakan penciptaan produk baru itu. Kurasa ini akan menjadi produk yang banyak dicari di pasaran”papar Woo Hee.
“Tentu saja. Aku mempertaruhkan hidupku karena itu juga”
Namun Woo Hee sedikit pesimis mengingat waktu pennyelesaian yang memakan waktu lama. “Sudah hampir selesai. Tapi ada penjahat yang mencurinya”
Woo Hee pun simpati dan menawarkan bantuan kakak kelasnya yang dibidangnya untuk membantunya. “Kalau aku yang minta tolong, aku yakin dia akan bersedia.Waktu di kampus dulu dia naksir padaku. Setelah menikahpun sampai sekarang, dia masih…..”, Woo Hee langsung menghentikan omongannya.

“Wah kau pasti popular sewaktu kuliah dulu”puji Yoo Bang. Woo Hee tersipu malu sekaligus masam. Lantas kenapa dia selalu ditinggalkan?. “Apakah menurutmu wajahku membosankan?”, Woo Hee mengajukan wajah ke Yoo Bang sedekat mungkin. “Apakah menurutmu wajahku membosankan ?
“Ya ampun, Woo Hee. Aku masih mengidap efek samping obat baru itu. Kalau kau menggodaku seperti ini…Aku takkan sanggup…Menahan…” Yoo Bang menjadi nervous.

Memajukan bibirnya siap mencium Woo Hee sambil menutup matanya. Selanjutnya Woo Hee melepaskan sepatunya. Hah?
“Aku mau mengecek, kalau kau tetawa setelah kupukul, berarti kau benar”
“Tidak, aku sudah tidak apa-apa. Aigo, pikiranku sudah lurus sekarang”ujar Yoo Bang nyengir.

Selalu melihat keduanya di saat yang salah, Yeo Chi mendadak cemburu melihat keduanya dekat dan tertawa bersama. “Kenapa dia selalu bersama Cha Woo Hee?”.
“Hey Yoo Bang!”teriak Yeo Chi mendekati mereka. Yoo Bang langsung tawar.

Yeo Chi dan Yoo Bang mulai bertengkar lagi, Yoo Bang kesal karena Yeo Chi selalu menelepon dia setiap malam hanya untuk mengantarkan Yeo Chi pulang ke rumah. Betapa malunya Yeo Chi. Tak disangka Yoo Bang, pemilik apartemen Yoo Bang menelepon untuk mengeluarkan barang-baranagnya karena telat membayar.
Yoo Bang mendesah, “Pemilik kamar kos yang kusewa. Sudah beberapa hari aku tak membayar uang sewa kamar…semua barangku dikeluarkan dari kamar”.
“Bawa saja ke tempatku dulu”usul Woo Hee.

Yoo Bang tersenyum lega pada Woo Hee, sedang Yeo Chi mati-matian menahan rasa kesal bercampur cemburu.

Di lift, ketiganya kebetulan bertemu dengan Hang Woo. Jelas sekali Yoo Bang dan Woo Hee merasa kikuk. Sepanjang turun ke bawah, Hang Woo melirik tajam ke Woo Hee, cemburu.
Hang Woo menanyakan keadaan pabrik, Yoo Bang menjelaskan mereka semakin lemah karena pasokan air dan listrik sudah diputus.
Tiba-tiba, Hang Woo menyadari seharusnya kan Yoo Bang di pabrik?. “Setelah makan malam, tentu saja aku akan kembali ke pabrik”. Yoo Bang tentu saja bermaksud makan dengan Woo Hee saja.

“Dengan siapa kau akan makan malam?” tanya Hang Woo penuh selidik.
Woo Hee kembali tegang, Yeo Chi menyerobot mengusulkan makan bersama saja. Aku sedang ngiler membayangkan daging barbeque.
Sepertinya Yoo Bang kembali santai, sedang Yeo Chi makin jeles begitu juga Hang Woo. Ketiganya memutuskan makan bbq.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 10

Yoo Bang memanggang daging, “Yang pertama dimasak. Ayahku bilang, ini harus diberikan kepada orang yang disayangi.Ini, ahhh. Direktur, makan yang banyak”.
Padahal Woo Hee dan Yeo Chi sudah membuka mulut mereka mengira akan diberikan kepada mereka. Woo Hee memuji Yoo Bang yang pandai memanggang daging, membuat darah Hang Woo kembali mendidih, dia seenaknya mengambil daging dan memanggang. Dihardiknya oleh Yoo Bang. Hang Woo kesal. “Ah, memangnya penting bisa memanggang?”.

Kembali ke acara memanggang daging. “Kau keren sekali pandai memanggang daging. Aku suka dengan pria yang pandai memanggang daging”. Woo Hee kembali memuji. Yoo Bang tertawa sumringah, Hang Woo rasanya mungkin ingin memanggang Yoo Bang hidup-hidup.

Keesokan harinya, Yoo Bang membawa senior Woo He ke pabrik dengan dalih dia keponakan kepala pabrik. Han Shin yang memata-matai Yoo Bang menginformasikan kepada Hang Woo yang datang ke pabrik. Yoo Bang berpihak kepada mereka? Hang Woo akhirnya yakin.
Dengan penuh kemarahan karena ditipu Hang Woo menelepon Yoo Bang, “Bagaimana perkembangannya?”
“Ya, dia memintaku 3 hari lagi”balas Yoo Bang.
“Hey, kau pikir aku ini apa ?! Setelah ini, kami akan mendobrak masuk. Kalau kau tak membubarkan mereka sekarang, kau akan ditangkap sebagai pemimpin demo!”ancam Hang Woo.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 10

Yoo Bang langsung menutup hubungan dengan Hang Woo. Hang Woo sudah mencium gelagat kita. Di luar Hang Woo meminta Peng Wol memanggil polisi untuk membubarkan paksa karyawan.
Namun Hang Woo merasa ada yang janggal. Apa sebenarnya yang sedang direncanakan Yoo Bang? Apa mungkin…mereka sedang menyelesaikan produk baru itu? Hang Woo semakin yakin. Sedang Beom Jeung berpendapat lain, walau Yoo Bang berusaha menyelesaikan produk baru tidaklah mudah.
“Aku pernah berada di departemen riset. Aku yakin itu tidaklah mudah.Walaupun mungkin, dengan melakukan di pabrik seperti itu…Bagaimana bisa ? Tak usah kuatir”jelas Beom Jeung menenangkan Hang Woo.

Hang Woo menyuruh Han Shin untuk mencari tahu. “Si tolol Yoo Bang… berani dia menipuku ?”


Pasukan polisi datang lengkap dengan persenjatannya mereka. Sedang karyawan Chun Ha Incheon masih tetap bertahan sambil beryel-yelkan untuk tidak menindas buruh. Pintu gerbang dibuka, pasukan polisi menyerbu, tembakan gas air mata diluncurkan. Yoo Bang dan lainnya berpegang erat agar mampu bertahan. Ini baru permulaannya saja..

Sinopsis History of The Salaryman Episode 10

Di Seoul, direktur Jin, sekretaris Mo dan Yeo Chi menyaksikan siaran tv mengenai ricuh demo di anak perusahaan Chun Ha di Inceon.
-Pabrik Farmasi Chun Ha di Incheon jatuh ke dalam labirin yang dalam. Serikat buruh pabrik telah memberikan pernyataan mereka sore tadi. Menuntut penghentian penutupan pabrik dan penempatan kembali pekerja lepas- Reporter menjelaskan.
Lalu muncul kepala pabrik, “Kenapa pabrik kami harus ditutup ? Kami sudah bekerja setengah mati. Kenapa kami harus dibuang ke jalan? Dan barang yang kami produksi, mengapa dikirim ke Vietnam tanpa penjelasan terlebih dahulu. Presiden Jin Shi Hwang harus datang sendiri dan menjelaskasn kepada kami!”

Presdir Jin tak senang mendengarnya dan menyuruh untuk mematikan siaran tersebut. Berhenti! Cegah Yeo Chi saat melihat aksi mogok makan Yoo Bang disiarkan.
“Si kutu kupret itu… kenapa dia ada di sana?”tanya Presdir Jin tak menyangka.
Di siaran Yoo Bang mulai diwawancara, Yoo Bang memperlihatkan otobiografi Presdir Jin, “Lihatlah, kau bilang korporasi adalah SDM di dalamnya. Alasan Chun Ha Group menjadi perusahaan besar hari ini, Adalah karena pengorbanan para pekerjanya. Anda sendiri menulis di sini, mengingatnya saja anda berlinang air mata”
Mendengar suara Yoo Bang Yeo Chi langsung tersenyum.

“Kutu kupret ! Hey, apa benar aku menulis seperti itu? Juru tulis yang menuliskannya!”. Presdir Jin keceplosan dihahadapan cucunya dan sekretarisnya.

Yoo Bang kembali melanjutkan orasinya, “Gaji para buruh adalah periuk nasi mereka. Kalau perusahan hidup mereka tetap hidup. Kalau perusahaan mati, mereka juga mati. Kita ini satu keluarga. Aku bukan apa-apa bagi perusahaan. Tapi tidak bijaksana memberhentikan orang-orang yang rajin ini. Dengan kekuatanmu membubarkan mereka, energimu itu dapat kau gunakan untuk mencari cara agar kita semua bisa hidup. Bapak Presiden, sekali ini saja”

Presdir Jin menyuruh untuk mematikan siaran. Adakan rapat penting segera!

Gebrakan meja terdengar menyontakan dewan direksi lain, “yang sedang protes, usir mereka keluar. Kalau tenaga polisi kurang, kita sewa saja sendiri,dan basmi mereka semua!”ujar Presdir Jin berapi-api.
Namun dewan direksi berpendapat jika mereka menggunakan kekerasan maka berita akan mejadi buruk untuk Chun Ha.
“Kalian ini aneh. Aku tanya karena aku penasaran. Kenapa kalian tidak bicara langsung pada mereka? Bukankah itu yang mereka inginkan? Kalian tak berani keluar dan bertemu mereka?”sela Yeo Chi.

Yeo Chi kembali mencerocos karena dia pikir Chun Ha yang mempekerjakan mereka namun Chun Ha juga yang mengusir, tak mau berbagi keuntungan! Beom Jeung menjelaskan bahwa kerugian pabrik Incheon sudah parah jadi ditutup ada jalan yang terbaik.
“Kalau memang kerugiannya parah, kenapa gaji kalian terus naik setiap tahun? Kenapa dividen pemegang saham terus naik?”sindir Yeo Chi.
Yeo Chi pikir mengurangi gaji eksekutif yang gila tingginya bisa jadi jalan. Sayang Presdir Jin memaksa Yeo Chi untuk keluar.

Mereka melanjutkan rapat. Hang Woo menyarankan untuk menunggu sampai musuh kelelahan, karena ada blokade energi ke pabrik. “Kalau kita desak secara psikologis,
kurasa mereka akan lebih cepat lelah. Serang ke pusat ketika energi mereka habis”. Jelas Hang Woo ada rencana untuk memukul mereka. “Pay day, hari yang mengembirakan sekaligus kelemahan mereka”.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 10

Keadaan Yoo Bang begitu baik, dia tetap mogok makan. Bun Kwae mencoba membujuknya untuk makan. Alih-alih menerimanya, Yoo Bang mencemaskan perkembangan produk baru. “Akan susah karena tidak ada blue printnya”.

Di luar pintu gerbang, para ibu dan istri para pekerja mencoba merangsek masuk untuk memberikan makanan dan minuman, terlihat Woo Hee juga mencoba untuk menemui Yoo Bang. Yeo Chi punya niat sama rupanya, namun dia masih di dalam mobil.

Woo Hee akhirnya masuk mobil demi menghindari Hang Woo. Yeo Chi melihat Woo Hee membawa bekal. Tahu itu untuk Yoo Bang.
“Kau begitu setia. Deputy Cha, apa yang kau harapkan dari pria ayam sayur itu..Tapi itu bukanlah urusanku”ucap Yeo Chi menutupi rasa cemburunya.

Dia bahkan mengelak dari tuduhan Woo Hee bahwa dia datang untuk bertemu Yoo Bang. Untuk kepentingan perusahaan sebagai cucu pemilik Chun Ha, demikian alasannya.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 10

Hang Woo menyampaikan pesan untuk seluruh karyawan melalui mikrofon. Yoo Bang langsung terbangun. “Kepada semua anggota keluarga Chun Ha, hari ini adalah hari gajian. Saat ini, bukalah pintu dan kembalilah ke pelukan anggota keluarga yang ada di luar. Atas kebaikan Presiden, pekerja yang keluar sekarang dianggap mengundurkan diri, akan diberikan pensiun dan gaji 3 bulan sekaligus. Ini pilihan terakhir. Kembalilah kepada keluarga kalian”.

Maka inilah yang diinginkan Hang Woo dan lainnya, memukul pada sasarannya. Sebagian karyawan memilih untuk berhenti dan menerima tawaran, mereka cukup lelah. Beberapa orang mencoba menahan mereka.

“Penghianat! Penghianat!” menggema di penjuru pabrik, para keluarga mereka membujuk agar keluar. Yoo Bang berlari ke depan mereka. Mencoba menahan mereka pergi. “Kita bisa selamatkan pabrik. Kita harus selamatkan sampai akhir!”

Namun sebagian sudah terlalu lelah, dan karena mereka takut jika diusir malah tak mendapat kompensasi. Teriakan para keluarga karyawan pabrik makin keras. Hentikan! teriakan kepala pabrik menghentikan mereka. “Yang mau tinggal, tinggal. Yang lainnya silakan pergi! Itu lebih baik daripada bertengkar antara kita sendiri”.

Kepala pabrik tahu, mereka hanya ingin melindungi keluarga mereka. Namun dia tetap bertahan di pabrik, berjuang sampai darah titik penghabisan. Bahkan dia tak menghiraukan ajakan istinya yang mengabarkan ibunya sakit. Karena dia tahu, tanggung jawab kepala pabrik untuk bertahan.

Tepat setelah kejadian mengharukan, suara peluit melengking tinggi. Pasukan keamanan menyerang karyawan pabrik yang sudah lemah namun tetap bertahan. Yoo Bang hanya terpaku melihat semuanya tepat di depan matanya. Hang Woo tersenyum kecil penuh kemenangan.

Sekretari Mo dan direktur Beom Jeung semakin dekat, mereka berada ditempat fitnes bersama. Mo Ga Bi heran bagaimana Beom Jeung mampu menaklukan Hang Woo.
“Aku tahu siapa ayah Choi Hang Woo”beber Mo Ga Bi.
“Apakah Presiden tahu hal ini?”tanya Beom Jeung sedikit cemas
“Aku tak memberitahukannya”
Keduanya kini sama-sama mempunyai ambisi yang besar.

Keadaan Jang Ryang tak kalah menyedihkan. Sang direktur benar-benar kehilangan wibawanya di depan Mo Ga Bi dan Beom Jeung yang ditemuinya di restoran. Mendadak Yeo Chi meneleponnya untuk datang ke pabrik Incheon. Yeo Chi sedang berada di supermarket membeli kebutuhan pokok.

Yoo Bang menutup mulutnya. Kepala pabrik dan senior Woo Hee merasa kelelahan karena belum berhasil. “Aku sudah mengerti semuanya tapi tapi ‘bug’ yang kau katakan, agak sulit kuatasi. Kalau aku bisa lihat blueprintnya,aku yakin bisa menyempurnakannya”.
Dan keadaan semakin mengkhawatirkan karena generator pabrik hanya mampu menyuplai listrik 2 hari. Han Shin mengawasi keduanya dari jendela luar.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 10

Yeo Chi bersama Jang Ryang. Mewanti-wanti agar jati diri cucu Presiden Chun Ha agar tidak bocor karena bisa bahaya bagi Yeo Chi yang mencoba masuk pabrik. “Aku tak menyangka kau tertarik kepada orang miskin dan orang menderita”. Keduanya masuk ke dalam pabrik.

Hang Woo syok ketika diberi kabar bahwa Yeo Chi pergi ke dalam pabrik.

Beom Jeung dan Bun Kwe mengeluarkan bahan pokok dan obat-obatan yang dibawanya bagi karyawan.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 10

Yeo Chi dan Woo Hee menemukan Yoo Bang dalam keadaan lemah. Yoo Bang langsung terjatuh saat berusaha bangkit, Yeo Chi langsung memegangi. “Woo Hee-ssi”, panggil Yoo Bang menatap Woo Hee. Yeo Chi sontak mendorong Yoo Bang, merasa kesal dirinya invisible dimata Yoo Bang.
“Kau tak melihatku. Kau hanya melihat Deputy Cha”
“Apa maksudmu? Kau yang kulihat pertama kali”seloroh Yoo Bang.

Woo Hee menjelaskan bahwa mereka datang dengan membawa bantuan, ini semua berkat Yeo Chi. “Buat orang yang tak makan beberapa hari, kau kelihatan baik-baik saja. Karena sedang mogok makan,kau tak boleh makan”ujar Yeo Chi setengah kesal.
“Sekarang kau yang paling cantik, Yeo Chi”puji Yoo Bang.
“Gombal…Kau sadar kalau kau sudah tak makan selama beberapa hari?”
Keduanya sama-sama tersenyum.

Yeo Chi kembali manyun dan cemburu melihat Yoo Bang malu-malu ketika akan diperiksa oleh Woo Hee.

Yeo Chi melihat-lihat karyawan pabrik yang sedang bertahan dengan kondisi yang mengenaskan. “Tak ada minyak, jadi malam hari sangat dingin. Banyak rekan kami di sini menderita flu. Kamar mandi pun tak ada air panas. Jadi semua kedinginan. Mohon ceritakan pada dunia apa yang terjadi di sini”. Yeo Chi terenyuh melihatnya.

“Apakah kau cucu presiden? Kaukan Direktur Chun Ha Group”.
“Benar! Dia cucu presiden!”saut para karyawan yang menyambangi Yeo Chi yang sedang berkunjung ke kantin memberikan bahan pokok. Jang Ryang berusaha mengelak.

“Benar, terus kenapa?!”lantang Yeo Chi tak merasa takut. Caci maki tak pelak tertuju pada Yeo Chi. “Kau membuat kami kelaparan lalu membawa beberapa roti,kau bilang mau menolong kami? Kudengar kau terkenal busuk dan kejam kepada orang lain. Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya”.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 10

Yeo Chi memutuskan pergi. “Berhenti! Minta maaf! Karena kau, kami dipecat. Minta maaf kepada orang-orang yang sudah menderita. Minta maaf!”. Namun salah satu karyawan mengambil telur melemparkannya tepat ke arah Yeo Chi.

Yeo Chi mendapat lemparan telur bertubi-tubi akan tetapi tetap tak bergeming. Jang Ryang, Bun Kwae bahkan Woo Hee syok tak menyangka demikian. Tepat disaat itu Yoo Bang muncul, kemarahannya memuncak melihat keadaan Yeo Chi. Lantas membawanya keluar..

Sinopsis History of The Salaryman Episode 10

Note Author :

“Gaji para buruh adalah periuk nasi mereka. Kalau perusahan hidup mereka tetap hidup. Kalau perusahaan mati, mereka juga mati. Kita ini satu keluarga. Aku bukan apa-apa bagi perusahaan. Tapi tidak bijaksana memberhentikan orang-orang yang rajin ini. Dengan kekuatanmu membubarkan mereka, energimu itu dapat kau gunakan untuk mencari cara agar kita semua bisa hidup. Bapak Presiden, sekali ini saja”

It’s their story..
Sekitar November tahun lalu, Batam mencekam untuk 3 hari. Ribuan pekerja dari penjuru Batam, terutama pekerja industri (Mostly dari Industri Muka Kuning, Industri terbesar di Batam) mengadakan demo besar-besaran di depan gedung Wali Kota. Berjalan kaki sekitar 7-8 km, berbondong-bondong. Tujuannya hanya satu, memprotes kenaikan UMK 2012, dimana kenaikannya yang tidak layak dan tidak sesuai dengan KHL, berkisar 55rb. Trust me, jika kau hidup di sini, kenaikan 55rb setahunnya hampir tidak ada artinya dibandingkan tingkat inflasi di Indonesia. Dan percayalah, mereka tidak akan anarkis jika mereka didengarkan, mereka hanya ingin didengarkan pendapat mereka..
Perjuangan mereka sedikit tak sia-sia, pemerintah merevisi keputusan mereka dan menaikan sekitar 4x lipat dari rencana semula walau tidak sesuai dengan tuntutan para buruh..

Seandainya saja para pengusaha mencoba mengerti, karyawan/pegawai/buruh merupakan partner mereka dalam bekerja.. 😀

It’s my story..
Suatu hari di siang ketika sibuk bekerja, seorang karyawan perusahaan saia bekerja datang menghampiri mejaku. Menyerahkan berkas perpanjangan Jamsostek. Aku pikir bapak ini kenapa harus jauh-jauh dari Galangan ke kantor pusat untuk menyerahkan ini? bukannya bisa pakai kurir kita? Tersenyum, tidak apa-apa mbak..maka kami mengobrol sejenak. Bapak ini hanya seorang satpam, berfikir tanpa jamsostek dia tahu akan sulit jika harus berobat dengan uang sendiri. Berkeluh kesah dengan gaji dia, kehidupan sehari-hari dia.
Betapa tak adilnya aku pikir, 10 tahun mengabdi namun salary yang standar dengan karyawan yang baru masuk? ya..saia tahu gaji setiap karyawan, karena saya yang menghitungnya setiap bulan. Miris selalu, kesal kadang melihatnya..namun saia bukan orang yang bisa mengambil keputusan mengenai mereka. Ketika atasan tak peduli dengan nasib bawahan, maka kami benar-benar kecewa..miris ketika protesku hanya disambut seperti kicauan burung. :Lol
You khow, sometimes being the salaryman is’nt great at all..

Written & images By Asri Sakurai @pelangidrama
Shared @pelangidrama
Thank to Papario @islandsub for Indosub
Don’t take this out please.

3 pemikiran pada “[Sinopsis K-Drama] History of The Salaryman Episode 10

  1. ceritamu mengingatkan sesuatu pada beberapa tahun yang lalu as, sama persis kalo ari mah sampe2 ngelego sesuatu akakakak #pengalaman berharga, yach beginilah nasib salaryman, selama kita masih jadi salaryman upah kita ada periuk nasi kita wkwkwk

    Suka

  2. Sebenarnya Ahjussi Yoo Bang sukanya sama siapa ya? Yeo Chi apa Woo Hee? Abis belum pernah liat Ahjussi ini merasa cemburu~
    Artinya apa tuh Pria Ayam Sayur? Kkkkkkk~~
    Katanya biaya hidup di Batam sama kayak di Jakarta ya, sama2 mahal.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s