[Sinopsis K-Drama] Arang and The Magistrate Episode 18

~Sinopsis Arang and The Magistrate Episode 18~
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 18
Gubernur dan pasukannya ‘ngontrog’ kantor kehakiman Miryang. Dengan tuduhan menyalahgunakan kekuasan untuk merencanakan penghianatan dan menghasut pemberontakan.
Tanpa perlu mencari tahu, Eun Oh tahu pasti siapa dalang di balik penjeblosannya ke dalam penjara. TUAN CHOI!…
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 18
Dugaan Eun Oh memang tak salah. Nampak Gubernur di rumah Tuan Choi. Gubernur sendiri agak bimbang, ia agak ragu dengan ‘aduan’ soal Eun Oh yang di kabarkan merongrong otoritas raja.
Tuan Choi bersumpah tuduhannya benar, ia bahkan minta Gubernur memeriksanya dengan teliti. Lalu untuk masalah Tuan Kim (Ayahnya Eun Oh), Tuan Choi meyakinkan kalau takkan ada masalah di kemudian hari, ia bahkan dengan yakin mengaku akan membuat Tuan Kim juga menerima hukuman yang sama. Tuan Choi yakin ia akan bisa balas dendam, secara Tuan Kim lah yang membuatnya lengser dari tampuk kekuasan.
Tanpa tahu sesuatu yang buruk menimpa Eun Oh, Arang menemui Moo Yeon. Ia datang untuk menanyakan apa yang dulu ibunya Eun Oh inginkan sebagai imbalan untuk membiarkan Moo Yeon menguasai tubuhnya.
Moo Yeon dengan gamblang menceritakan kalau yang diinginkan Ibunya Eun Oh adalah untuk membalas dendam pada Tuan Choi, agar Tuan Choi menghamba seumur hidup di bawah kakinya. Itu bukan hal yang berat bagi Moo Yeon, karena bagaimanapun, tanpa ibu memintapun, ia sudah menguasai Tuan Choi…
Moo Yeon jadi penasaran, jika Arang dalam posisi seperti Ibu Eun Oh (=baca=menyerahkan tubuhnya untuk di tukar dengan sesuatu), Apa yang Arang inginkan. “Apa membalas dendam pada orang yang membunuhmu? Atau perlindungan untuk seseorang yang paling berharga bagi mu?”
“Aku………………” Arang tak bisa melanjutkannya, ia tiba-tiba bangun dan segera keluar, melewati Joo Wal yang sedari tadi menunggunya di mulut gua.
Joo Wal mengejar Arang, Joo Wal mengingatkan soal perkataannya tempo hari agar Arang takkan menyerah pada dirinya sendiri walau apapun yang terjadi.
“Bagaimana bisa kau bersama wanita itu?” pertanyaan Arang ini membuat Joo Wal terhenyak. Ia hanya bisa menatap kepergian Arang.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 18
Joo Wal masuk ke dalam gua. Menemukan kalau Moo Yeon ngedumel soal Arang yang ‘susah’ ditaklukan. Tapi sepertinya ia memikirkan sesuatu, karena rencana untuk membunuh Eun Oh dibatalkan sementara. Setelah bertemu Arang barusan, Moo Yeon akhirnya tahu kenapa Joo Wal tak bisa memikat hati Arang.
Tuan Choi mengunjungi Eun Oh di penjara. Melihat Dol Sae, Tuan Choi mengejek kalau tak ada yang akan mengurus Eun Oh, apa ia perlu menyuruh seseorang merawat Eun Oh, si gadis hantu misalnya??? Kalau Eun Oh mati, sementara Arang takkan pernah mati, maka keduanya takkan bisa bersatu.
Eun Oh berusaha bersabar. Tapi begitu nama kakek juga ibunya di sebut, Eun Oh berteriak marah.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 18
Arang pulang ke kantor Hakim, ia bingung dengan banyaknya Petugas yang tak ia kenal. Dari Trio Petugas ia tahu kalau Eun Oh dipenjara oleh ulah Tuan Choi. Arang bergegas pergi ke penjara sementara Bang Wool juga menuju tempat yang sama.
Dua gadis bersedih atas keadaan masing-masing orang yang di cintainya. Eun Oh minta Arang segera pergi sebelum Tuan Choi melihatnya dan tinggal sementara di tempat Bang Wool.
Pengumuman yang menyebutkan Hakim adalah pengkhianat pun di pasang. Warga tahu pasti kalau tuduhan itu palsu, tapi mereka tak bisa berbuat apa-apa. Jika mereka protes atau melakukan sesuatu, justru hal itu akan menguatkan anggapan Hakim sebagai kepala pemberontak.
Joo Wal menerima kabar dari pelayannya soal kejadian yang menimpa Eun Oh. Ia bergegas ke kantor Hakim saat mendengar orangnya Eun Oh ikut di penjara. Padahal maksudnya si pelayan itu adalah Dol Sae, tapi Joo Wal mikirnya Arang.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 18
Tuan Choi datang. Interogasi segera di mulai, Eun Oh dan Dol Sae dengan badan terikat di gelandang. Banyak warga yang melihat. Arang juga Bang Wool nampak di sana.
Ih, geregetan ama Arang, kenapa gak pergi aja sih??
Eun Oh menolak semua tuduhan yang di berikan padanya, termasuk Tuan Kim yang dilibatkan. Di sebut-sebut Eun Oh jadi Hakim untuk menggalang kekuatan untuk menyokong rencana ayahnya.
Arang tak terima, ia berusaha maju untuk protes, Trio petugas menghalanginya. Mereka khawatir sedikit saja ada celah, justru membahayakan Eun Oh. Arang mengerti, ia mundur.
“Aku tak berniat untuk mengakui kejahatan yang tidak kulakukan. Memenjarakanku atau mengeksekusiku, silahkan saja jika aku memang bersalah atas dari kejahatan yang anda sebutkan … Aku akan senang menerima hukuman yang layak.”sahut Eun Oh lantang, ia menolak segala tuduhan yang di tujukan padanya.
Tuan Choi tak mau ada celah Eun Oh untuk lolos, ia memanfaatkan Arang. Arang di paksa mendekat ke Tuan Choi. Joo Wal yang sedari tadi hanya melihat dari kejauhan, bermaksud maju, tapi ia dihalangi Petugas.
Dengan alasan kalau Hakim bisa mengendalikan hantu, Tuan Choi ingin menjadikan Arang bukti kalau Arang bukanlah manusia, karena ia tak bisa mati. Ia sudah bersiap mengayunkan pedangnya. Warga mulai kasak-kusuk ngeri…..
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 18
“Tunggu!”. Teriakan Eun Oh menghentikan ayunan pedang Tuan Choi. Ia terpaksa mengakui segala tuduhan tadi demi untuk menyelamatkan Arang. Mata Joo Wal dan Arang berkaca-kaca untuk alasan yang berbeda….
Tuan Choi tak puas dengan pengakuan Eun Oh, ia tetap berniat melanjutkan aksinya. Untungnya Gubernur menghentikannya.
Trio petugas berkumpul bertiga setelah acara interogasi selesai. Mereka ketakutan hal buruk terjadi pada Eun Oh tak lama setelah mereka memutuskan berpihak pada Eun Oh. Mereka pun memikirkan cara untuk membantu Eun Oh. Tentu saja backing dibalas backing. Kalau Tuan Choi di backing oleh Gubernur, maka Eun Oh bisa di backing oleh ayahnya. Segera seorang utusan di kirim membawa surat ke rumah Tuan Kim, hari sudah mulai gelap saat utusan itu sampai di sana.
Dua gadis menatap bulan sepotong. “Aku tak mengerti mengapa orang punya derajat berbeda, padahal kita mendapat cahaya bulan dari langit yang sama….”
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 18
Esoknya, hukuman akan di jatuhkan, Eun Oh dan Dol Sae kembali dibawa ke hadapan Gubernur juga Tuan Choi. Tuan Choi yang mengaku tak tenang semenjak kedatangan Eun Oh, kini dengan lantang mengaku akan segera menikmati lagi hidup tenangnya….
Eun Oh menyindir Tuan Choi yang dengan gampangnya mengakhiri kehidupan seseorang dengan membungkam mereka dan menumpuk kekayaan dengan memeras perut rakyat yang kelaparan. Jadi Eun Oh mengingatkan Tuan Choi untuk bersiap menghadapi hari untuk menerima hukuman dari langit.
Tuan Choi murka, ia menendang-nendang Eun Oh, menurutnya, dialah hukum juga penguasa langit. Tak lama setelah Tuan Choi berhenti, Tuan Kim datang.
Tuan Choi menyindir Tuan Kim yang berusaha menghentikan jalannya urusan pemerintah, juga berusaha membela kepala pemberontak. Mungkinkah kalau Tuan Kim juga terlibat?
Tuan Kim sudah kesal melihat tingkah srigala tua di depannya, “Gubernur Park. Bersiaplah untuk menerima perintah kerajaan.”
“Perintah kerajaan?”
Semua terpaksa menunduk, Perintah kerajaan sama dengan Raja itu sendiri.
Perintah kerajaan itu memerintahkan Gubernur untuk membebaskan Eun Oh sekaligus memberitahu khusus di Miryang jabatan Hakim tidak akan dibatasi oleh kelas atau peringkat. Tapi berdasarkan kemampuannya.
Selain itu, laporan mengenai upaya Eun Oh untuk menghasut, tidaklah terbukti. Sebaliknya, justru Rakyat Miryang memujinya karena telah meningkatkan kehidupan mereka menjadi lebih baik.Untuk itu tuduhan terhadapnya dihapuskan.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 18
Air mata nNampak turun di wajah lelah Eun Oh, dan kebahagaiaan terpancar dari wajah yang lainnya kecuali Tuan Choi.
Setelah acara di bubarkan, Bang Wool dan Arang menanti dua pria mereka. Bang Wool langsung menghambur ke pelukan Dol Sae, sementara Arang mendekat dengan perlahan. Eun Oh memeluk Arang dalam keharuan.
Eun Oh segera memakai baju Hakimnya dan menghormat pada Ayah.
Ayah menceritakan surat perintah Raja itu turun atas bantuan para mentri lainnya, mentri-mentri yang dulu tak bisa mencegah kehancuran keluarga kakeknya Eun Oh. Detil laporan dari Eun Oh soal kejahatan Tuan Choi lah yang bisa meyakinkan mereka.
Eun Oh meyakinkan ayahnya kalau ia akan terus menggali semua kesalahan Tuan Choi dan mengabarkannya ke khalayak. Saat di tanya mengenai ibu, Eun Oh tak terus terang. Ia hanya mengatakan kalau ia akan menemukan di mana ibunya.
Ayah mengaku menyesal karena membiarkan Eun Oh menerka-nerka apa yang sebenarnya terjadi pada ibunya, ia beralasan karena terlalu mengkhawatirkan Eun Oh.
Sementara itu, Arang memikirkan Eun Oh yang punya ayah, ibu, juga Dol Sae. Punya kantor di Miryang, juga punya rumah di Kimhae. Pokoknya, Eun Oh punya hidupnya sendiri. Oh tidak, Arang mulai memikirkan pertanyaan Moo Yeon.
Sementara itu tubuh ibu yang dipakai Moo Yeon bergetar, ia nampak kesakitan. Kulit pungung tangannya nampak mengerut. Moo Yeon menyebut nama Moo Young. Yang di sebut, tak lama muncul. Moo Yeon mendekatinya dan meminta tolong. Moo Young hanya diam, lalu pergi….
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 18
Langkah pertama Eun Oh setelah kembali memangku jabatannya adalah menangkap Tuan Choi. Sebelum pergi, ia menyapa Trio petugas yang kini benar-benar jadi petugas.
Prajurit Tuan Choi cukup banyak, sehingga terlihat banyak perkelahian dengan Petugas kehakiman di halaman rumahnya.
Guh Dul segera berlari ke kamar Tuan Choi dan memberitahu kedatangan Hakim. Ia mengajak Tuan Choi pergi, tapi Tuan Choi malah membentaknya mengatakan Guh Dul itu hama. Ia menyebut telah memberi Guh Dul makan juga menyelamatkan hidupnya, jadi kini Guh Dul harus membayarnya dengan cara menghentikan Hakim dan para prajuritnya. Tuan Choi nampak sibuk mengumpulkan emas-emasnya.
Joo Wal juga di beritahu oleh pelayannya. Joo Wal segera ikut pergi menyelamatkan diri dengan pelayannya itu.
Seluruh prajuritnya Tuan Choi, termasuk Guh Dul, berhasil di lumpuhkan. Mereka di giring ke kantor Hakim.
Tuan Choi sudah mengumpulan emasnya ke dalam peti, ia bersiap pergi, namun Eun Oh muncul. Tuan Choi menjatuhkan petinya saking kagetnya. Tuan Choi ditangkap atas tuduhan berlapis, pembunuhan Nenek pengasuh, punya tentara pribadi yang dilarang oleh hukum, juga tuduhan atas pengeksplotasian warga Miryang dengan menjadi rentenir berbunga tinggi.
Seluruh isi gudang Tuan Choi termasuk senjata juga bahan makanan, disita dan dipindahkan ke kantor Hakim. Untuk makanan, langsung di bagikan kepada warga tak mampu.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 18
Dua penguasa langit melihat semua kejadian.
“Keinginan tidak selalu buruk. Jika kau menggunakannya dengan salah, itulah yang terjadi. Kadang, keinginan dapat jadi kekuatan untuk menggerakkan dunia. Jika semua manusia memiliki penilaian yang baik dan berkepala dingin seperti itu, dewa seperti kita tidak akan pernah menderita sakit kepala….”
Joo Wal kembali pulang, ia masuk kamar Tuan Choi dan melihatnya berantakan. Nampak peti emasnya tergelak dengan beberapa isinya yang menghambur. Hm, kenapa gak disita sama Eun Oh juga ya?
Joo Wal kaget saat ternyata Eun Oh kini ada berada di belakangnya. Tapi tujuan Eun Oh mencari Joo Wal hanya untuk tahu bagaimana ibunya bisa berubah menjadi makhluk itu. Eun Oh memohon…
Joo Wal tak menjawab pertanyaan Eun Oh, ia justru memberitahu kalau Arang menemui Moo Yeon. Eun Oh kaget. Joo Wal mengingatkan soal Moo Yeon yang mengincar tubuh Arang, track recordnya adalah ia tak pernah melepaskan targetnya. “Aku tidak tahu apa yang Nona Arang pikirkan. Tapi pastikan dia tidak akan menyerah pada dirinya sendiri karena kau…..”
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 18
Eun Oh segera pulang, kebetulan ia berpapasan dengan Arang di halaman kantor. Eun Oh segera mengkonfirmasi info dari Joo Wal.
Segera setelah mereka di ruangan Eun Oh, Eun Oh memberondongnya dengan pertanyaan-pertanyaan… Arang tak mengelak, bagaimanapun menurutnya ini langkah yang pas. Jika ia masuk Surga, ia tak akan ingat Eun Oh. Sebaliknya jika ia masuk Neraka, Eun Oh takkan bisa mengingat Arang. Lagipula ia ingin melakukan satu hal untuk Eun Oh. Menyelamatkan ibunya Eun Oh.
Eun Oh melarang Arang, “Apa kau sadar kau membuatku terlihat seperti pengecut? Apa kau pikir itu apa yang ku inginkan?” Eun Oh marah pada rencana Arang. Ia memilih pergi.
Malam itu di habiskan Arang dengan melamun, sementara Eun Oh minum-minum sambil menangis.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 18
Arang lalu terlihat membuat surat, yang ternyata di tujukan pada Joo Wal. Entah apa isinya, yang pasti Joo Wal meremas surat itu, ia terlihat marah…
Kemudian Arang Nampak sibuk memasak. Arang, KAU SIBUUUK SEKALI #nyanyi ala Sinchan#.
Arang menyediakan makanan untuk Eun Oh. Melihat Eun Oh yang enggan makan dan masih terlihat marah, Arang memberitahu kalau ia akan mendengar apa yang Eun Oh bilang. Lagipula yang tadi itu anggap saja kalau Arang sedang berpikir bodoh…
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 18
Sementara itu. Dol Sae nampak akur dengan Trio petugas. Mereka minum bersama. Dol Sae berterima kasih karena mereka berinisiatif mengirim surat pada Tuan Kim. Sebagai traktiran, Dol Sae  memperkenalkan makanan baru kreasinya, daging di bungkus kimchi yang rasanya langsung disukai oleh Trio petugas.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 18
Hari masih pagi saat Arang pergi dari kantor Hakim. Ia sempat membetulkan letak sepatu Eun Oh sebeum pergi. Nampak wajah Arang menahan tangis. Sekali lagi ia menoleh ke belakang.
Arang mendatangi Bang Wool. Arang ke sana ternyata untuk menitipkan surat buat Eun Oh. “Aku tahu aku telah mengganggumu. Memintamu melakukan ini dan itu. Bang Wool, kau orang yang baik. Aku bahkan masih meminta kebaikanmu sampai akhir…..”
Seperginya Arang, Bang Wool masih mencerna kalimat Arang. “Terakhir?”. Bang Wool yang sadar ada yang tak biasa pada Arang pun segera menemui Eun Oh, memberikan surat itu.
Eun Oh segera membuka surat itu,
“Hakim, Seseorang pernah berkata ketika ia bangun dari mimpi menjadi kupu-kupu dia tidak yakin apakah dia adalah kupu-kupu atau kupu-kupu adalah dia… Saat aku bersamamu, aku juga merasakan hal yang sama. Aku hampir lupa apakah aku hantu yang menjadi manusia, atau manusia yang menjadi hantu…….. Waktu berlalu seolah-olah itu adalah mimpi. Hari-hari yang kulewati sebagai manusia, berisi perasaan sedih dan bahagia. Aku bahagia karena ternyata aku berharga untukmu, terima kasih untuk membuatku hidup dengan perasaan berharga. Sama seperti angin dingin yang menghapus tempat di mana bulan tumbuh gelap, tempat di mana aku pernah berada juga akan hilang……. Tapi, aku tidak akan memintamu untuk melupakan aku. Tolong ingatlah nama Arang…Hakim, aku mencintaimu…”
Eun Oh segera melesat mencari Arang. Walau ia sendiri tak tahu ke mana Arang sebenarnya…
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 18
Ternyata surat untuk Joo Wal juga berisi pemberitahuan kalau Arang akan menemui Moo Yeon, dan permintaan agar Joo Wal mau mengantarnya.
“Apa kau benar-benar akan pergi?” tanya Joo Wal berusaha mengubah tekad Arang.
“Jika kau tak mau mengantarku, aku akan pergi ke sana sendiri”
Mata Joo Wal mulai berkaca-kaca, “Nonaku, kau begitu kejam padaku. Bagaimana bisa kau tak mempertimbangkan perasaan dalam hatiku?”
Arang tetap tak mau mundur, ia memaksa pergi sendiri, Joo Wal menarik Arang hingga Arang menubruk Joo Wal.
Seketika kelebatan masa lalu muncul. Joo Wal ingat tentang Lee Seo Rim yang menubruknya demi melindunginya dari tikaman Ibunya Eun Oh….
Makin melelehlah air mata Joo Wal. Arang melepaskan diri, ia langsung berlari ke tempat tujuannya.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 18
Moo Yeon tersenyum, ia bisa merasakan kedatangan Arang. Nampak Arang berjalan menuju gua dengan tekad yang sudah bulat.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 18
Sementara itu, Eun Oh sudah masuk ke hutan, masih terus berlari mencari Arang…………….
~Bersambung~
written by Ai Rf (Blog)
image by Ika (FB | Blog)
only posted on PelangiDrama
DON’T REPOST TO OTHER SITE OR FP!!!

2 pemikiran pada “[Sinopsis K-Drama] Arang and The Magistrate Episode 18

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s