[Sinopsis K-Drama] Arang and The Magistrate Episode 19

 ~Sinopsis Arang and The Magistrate Episode 19~
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 19
Ternyata kedatangan Eun Oh ke hutan, atas info salah satu hantu. Hantu itu mengaku tadi memanggil Arang tapi tak di gubris, jadi ia sempat mengikutinya sampai ke dekat sebuah gua batu. Ia tak berani mengikuti Arang lebih jauh karena kembali merasakan perasaan ngeri seperti saat di gubuk.
Hantu itu mengantar Eun Oh agak jauh dari gua. Saat hendak melanjutkan jalan, Eun Oh melihat Joo Wal.
Arang masuk ke Gua. Tanpa ia sadari, Moo Young menunggu di atas bebatuan mulut gua, bersiap dengan belatinya.
Moo Yeon tersenyum, “Selamat datang. Kau sudah menetapkan pikiranmu? Aku tidak memaksa siapapun, siapapun dia….”
“Jika aku memberikan tubuhku, berjanjilah kau akan mengembalikan Ibunya Hakim”
Moo Yeon berdiri, mendekat ke Arang. “Tentu saja. Bukankah itu janjiku sejak awal?”
“Aku akan menanyakan satu hal lagi. Jika kau masuk ke dalam tubuhku,….apa aku tidak akan bisa bertemu lagi dengan Hakim?”
“Kau tidak akan bisa bertemu dengannya… Apa kau takkan menyesalinya?”
Air mata Arang mulai berkumpul, lalu jatuh ke pipinya. Ia mengaku tak apa.
Moo Yeon minta Arang bersiap, menutup mata lalu mengosongkan hatinya dan hanya memikirkan apa yang Arang mau. Arang mengikuti perkataan Moo Yeon, ia memejamkan matanya. Moo Yeon menyentuh dahi Arang, ia konsentrasi.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 19
Suara Joo Wal membuyarkan semua, ia berusaha menarik Arang, tapi Arang tak mau. Joo Wal mengingatkan Arang kalau Moo Yeon berbohong. Walau Arang memberikan tubuhnya, Ibunya hakim tetap takkan selamat. Moo Yeon marah, ia menyerang Joo Wal yang langsung terkapar.
Moo Yeon kembali meyakinkan Arang, apa yang barusan dikatakan Joo Wal lah justru kebohongan. “Apa pilihanmu?” Moo Yeon mengingatkan tak masalah kalau Arang percaya Joo Wal, tapi kesempatan untuk menyelamatkan Ibunya Hakim tak ada lagi. Arang percaya pada Moo Yeon.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 19
Moo Yeon kembali bersiap masuk tubuh Arang, asap hitam ada di antara tubuh Arang dan Ibu. Moo Young tiba-tiba muncul, ia mengacungkan belatinya. Ibu kaget melihat Moo Young. Eun Oh muncul, ia mendorong Moo Young juga Moo Yeon. Moo Yeon terduduk di lantai gua, sementara Arang nampak shock lalu pingsan.
Eun Oh segera membawa Arang keluar dari Gua.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 19
Tanpa Moo Yeon keluar dari tubuh Ibu, belati Moo Young tak bisa bekerja. Moo Yeon menyeringai, ia menyingkirkan Moo Young dan segera berdiri hendak mengejar Arang.
Langkahnya di hentikan Joo Wal. Joo Wal telah siap dengan belatinya, “Aku akan menyingkirkanmu… dan aku juga akan mati…” Tapi belum sempat Joo Wal menusukkan belatinya, tubuh Ibu kembali bergetar dan nampak kesakitan.
Kini jiwanya ibu yang muncul, ia memanggil tuan muda pada Joo Wal.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 19
Arang akhirnya sadar setelah Eun Oh berulangkali membangunkannya. Ia segera memeluk Arang sekaligus menangis haru juga sambil mengomel, “Kau sungguh berpikir melakukan ini untukku? Sudah kukatakan jangan… Jangan!”
Dalam tangisannya, Arang mengaku hanya itu yang bisa ia lakukan. Lagipula ia akan menghilang dan takkan bisa melihat Eun Oh. Padahal Eun Oh membutuhkan ibunya.
“Aku kehilangan kau… dan menemukan ibuku. Kaupikir aku akan jadi bahagia? Kau tak perlu melakukan apapun, sudah kukatakan aku akan melakukan semuanya. Aku akan mencari ibuku… Dan aku akan mengirimmu ke Surga. Biarkan aku melakukannya. Arang, percayalah padaku.”
“Aku… Aku juga tidak ingin pergi. Aku tidak ingin melepaskanmu. Meninggalkanmu… Aku tidak ingin pergi.” Keduanya kembali menangis dalam pelukan…
Moo Young menemui Raja Surga. Ia minta maaf atas kegagalannya membunuh Moo Yeon kali ini.
“Moo Young,… apa kau ingin menyelamatkan Moo Yeon? Ataukah kau ingin menyingkirkan dia?”
“Kaisar Langit,tentu saja aku…” Kenapa Raja Surga bertanya seperti itu? Karena dulu Moo Young tak bisa menusukkan belatinya pada Moo Yeon, lalu kini berusaha dengan keras untuk menusuknya (walau gagal). Dua hal itu menunjukkan kalau dalam diri Moo Young masih ada perasaan manusia, perasaan yang tak semestinya seorang Malaikat Maut miliki. Moo Young mencerna kata-kata Raja Surga. Ia pamit tanpa suara…
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 19
Raja Neraka menghampiri saudara kembarnya. “ benar-benar rumit. Ikatan takdir dan kasih sayang manusia. Sulit, sangat sulit.”
“Sangat sulit, karena itulah aku ada…… Tapi, apa yang akan kau lakukan dengan Moo Young?”
Raja Neraka melihat sekilas ke arah Raja Surga, tanpa jawaban….
Ibu yang tak sadarkan diri di bawa ke kamar bekas Tuan Choi (kayaknya). Joo Wal menatapnya, ia ingat wanita yang terakhir kali memanggilnya di gua adalah Ibunya Eun Oh, wanita yang sama yang membunuh Arang. Ia juga ingat detil pertama saat tubuh ibunya Eun Oh berganti kepemilikan, Moo Yeon.
Ingat Arang, ada kemarahan dalam diri Joo Wal, ia kembali ke kamarnya.
Ternyata Joo Wal marah pada dirinya sendiri. Arang alias Lee Seo Rim yang ia bopong mayatnya, lalu bertahun-tahun kemudian ia lihat mayatnya, bagaimana mungkin ia kini meminta hatinya? Bahkan ia menganggap penolakan Arang hanya karena Joo Wal dulunya pernah bertunangan. Joo Wal merasa bodoh, SANGAAAAAAAAAT bodoh. Ia berkali-kali mengatai dirinya sendiri bodoh.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 19
Malamnya, Arang terbangun dengan Eun Oh yang tertidur di sampingnya. Arang menelusuri-tanpa-menyentuh wajah Eun Oh, lalu menggenggam tangannya dan kembali memejamkan mata.
Eun Oh membuka matanya, ia menatap Arang dan membalas menggenggam tangan Arang.
Tengah malam, Eun Oh keluar dari kamar Arang dan menatap rembulan. Ia berbalik saat merasakan ada orang lain. Moo Young mendatanginya.
“Kim Eun Oh Oh, tujuanmu dan tujuanku tidaklah berbeda. Berapa kali harus kukatakan padamu?”
“Tidak, itu berbeda. Tujuanmu hanyalah menghancurkan makhluk itu.”
“Menghancurkan Moo Yeon adalah satu-satunya jalan menyelamatkan ibumu.” Apapun jalan yang akan di tempuh, Eun Oh minta jangan pernah melibatkan Arang.
Jika Eun Oh mengikuti caranya Moo Young, mengeluarkan Moo Yeon dari tubuh Ibunya Eun Oh, Eun Oh ingin tahu apa nyawa ibunya bisa selamat. Ternyata jawabannya adalah TIDAK… Mata Eun Oh berkaca-kaca…
Paginya, Arang ke kamarnya Lee Seo Rim menyapanya. Ia lalu ke kuburannya. Arang berterima kasih pada Lee Seo Rim, ternyata keberaniannya yang ia miliki sejatinya adalah keberaniannya Lee Seo Rim. Lee Seo Rim yang berani mempertaruhkan nyawanya untuk orang yang ia cintai.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 19
Joo Wal ternyata hendak ke makam Lee Seo Rim juga. Ia kaget melihat Arang dan hendak pergi. Tapi ia berubah pikiran.
“Tuan Muda. Kau baik-baik saja?” tanya Arang melihat Joo Wal yang tanpa gairah.
“Dulu ada seorang yang bodoh dan seorang gadis yang bahkan tak berani ia tatap. Gadis itu mencintai si bodoh, sementara dia, si bodoh itu tak mengetahuinya. …. Akan tetapi, demi si bodoh, si gadis rela mati… Demi menyelamatkan orang yang melakukan perbuatan yang tak semestinya dilakukan manusia, ia menyerahkan hidupnya… Saat gadis itu kembali hidup, si bodoh bahkan tak mengenali wajahnya…” Joo Wal mulai menangis, ia bersimpuh penuh penyesalan. Arang ikut jongkok di depan Joo Wal, “Tuan muda”
Joo Wal merasa malu, malu karena mestinya hatinya penuh penyesalan saat melihat Arang, tapi sebaliknya hatinya malah berdegup dan merasakan cinta tiap melihat Arang. Joo Wal menangis, ia mohon agar Arang tak memaafkannya. Arang ikut menangis, tanpa bicara ia menyentuh tangan Joo Wal.
(Ternyata yang membuat Joo Wal tak berani minta maaf pada Arang adalah, bahwa ia tak hanya tak ingat wajah orang yang pernah mati demi menyelamatkannya, tapi karena ia juga pernah mencoba kembali membunuh Arang dengan menusukkan pisau ke jantungnya………)
Joo Wal meminta maaf karena ia merasa kata “Aku minta maaf” tak layak ia ucapkan. Sepanjang perjalanan pulang, Joo Wal menangis..
Joo Wal pulang menemukan Ibunya Eun Oh duduk di beranda rumah. Ia membimbing ibu kembali berbaring di tempat tidur.
“Tuan Muda. Hari di mana aku bisa bertemu lagi denganmu akhirnya datang.” Terdengar suara lemah dari mulut ibu Eun Oh. Ternyata Ibu Eun Oh kembali bisa menguasai tubuhnya karena Moo Yeon sedang lemah karena kejadian di Gua.
Tapi itu sementara, Moo Yeon akan kembali kapan saja saat kekuatannya kembali.
Ibu merasa menyesal karena menyerahkan tubuhnya hanya karena dendam. Andai ia menerima saja apa yang takdir gariskan padanya, setidaknya ia dan putranya akan hidup bahagia bersama walau jadi budak.
Ibu mulai berkaca-kaca, “Tuan Muda. Bisakah kau menyampaikan ini pada putraku? Bahwa aku tak sekalipun melupakan wajahnya. Aku yang tak bisa memeluknya erat saat dia merasa sakit. Aku yang tak pernah bersikap hangat selayaknya seorang ibu. Aku minta maaf untuk itu. Tolong sampaikan itu padanya. Aku minta bantuan darimu.” Selesai mengatakannya, Ibu kembali pingsan.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 19
Joo Wal disambut dingin oleh Eun Oh. Eun Oh percaya-tak-percaya apa yang di bilang Joo Wal bahwa Ibunya kembali bangun di tubuhnya sendiri.
Joo Wal menunggu di luar, sementara Eun Oh menemui Ibu. Nampak Ibu tidur. Ibu membuka mata saat merasa ada yang menatapnya, ia berusaha bangun sambil memanggil nama Eun Oh saat melihat anaknya itu. Ibu gagal bangun karena terlalu lemah. Sementara Eun Oh yang masih tak percaya kalau yang ada di hadapannya itu ibunya, hanya menatapnya.
“Kau tak bisa mempercayai semua ini, kan?.. Dengan apa aku bisa membuktikan aku adalah ibumu?”
“Apakah masuk akal seorang ibu tidak mengenali putranya sendiri?” sahut Eun Oh dingin
“Ini salahku karena telah meninggalkanmu. Kau dulunya tersenyum dengan tampannya, tetapi… aku membuatmu jadi sesedih ini.”
“Kau bukanlah ibuku. Tak pernah sejenak pun ibuku melihatku di saat aku tersenyum” Eun Oh berbalik hendak pergi
“Aku minta maaf. Karena mengatakan padamu untuk jangan mencariku. Karena mengatakan padamu agar jika kau mati, matilah di rumah ayahmu.” Terlebih lagi, karena semua yang di katakan ibu tadi justru ia katakan pada saat Eun Oh memberikannya sebuah hadiah dengan segenap hatinya.
Eun Oh berbalik, “Hadiah?”
“Jika saja aku bisa mengenakan tusuk rambut itu untuk menunjukkannya padamu…”
“Tusuk rambut apa?” Hati Eun Oh mencelos ketika Ibu memberitahu tusuk rambut berukir Mo Shim Jam = ‘Mother’s Heart’. Ia melangkah mendekati ibu, “Ibu… Mengapa kau membuatku sesulit ini bahkan untuk memanggilmu Ibu?”
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 19
Ibu yang masih menangis menggenggam tangan Eun Oh, Ia mengaku melakukan semuanya demi agar Eun Oh hidup bermartabat dan bukan putra seorang budak. Itu kenapa Eun Oh dikirim ke ayahnya.
“budak atau bangsawan, mengapa itu jadi masalah? Aku hanya ingin hidup bersama Ibu. Mengapa tak mendengarkanku?”
“Aku ingin mencegah kau menjadi budak dari balas dendam yang menguasaiku. Aku pergi demi kau…” Ibu mengakui kesalahannya yang telah terbutakan oleh dendam, untuk itu ia minta maaf. Atas semua kesepian dan sakit yang Eun Oh rasakan. “Kau pasti membenciku…”
“Aku tidak membenci ataupun memandang rendah Ibu. Aku hanya sangat merindukanmu”.
Ibu minta Eun Oh berjanji untuk membunuh makhluk itu jika ia telah kembali menguasai tubuh ibu. Walau itu berarti Ibu harus mati. Bagaimanapun, hidup ibu bukanlah hidup yang sebenarnya, ia minta Eun Oh menyelamatkannya dari siksaan itu. Eun Oh berjanji akan menyelamatkan ibunya…
Keduanya menangis penuh haru juga kesedihan…
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 19
Eun Oh pamit pada Joo Wal yang ada di luar, “Aku berhutang padamu…”
Kata-kata Joo Wal menghentikan Eun Oh, “Nona… Jangan menyerah atas dirinya.”
Eun Oh baru selangkah berjalan saat ia kembali mendengar suara Joo Wal, “Bagaimana bisa kau, … punya semua yang aku inginkan?” = Ibu juga gadis….
Wew, kasihan Joo Wal, hayoo, ada yang mau nampung???
“Apa yang akan kulakukan mulai sekarang?” tanya Joo Wal pada pelayannya. Si pelayan mengaku kalau ia akan segera meninggalkan Miryang. Joo Wal ingat si pelayan pernah cerita soal mereka yang pernah punya panggilan sama di waktu kecil, ‘Gol Bi Dan Ji’.
Kini Joo Wal menyadari betapa pilihannya salah (=pilihan untuk mengikuti keinginan Moo Yeon). Saat kecilnya dulu, ia sangat benci pada rasa lapar, apa lagi ia juga tak punya orang tua. Ternyata ada orang (contohnya si pelayan) yang memilih jalan hidup yang berbeda, dan orang itu lebih baik dari dirinya. Si pelayan menghibur Joo Wal, jalan hidup tiap orang berbeda, takdirnya juga berbeda-beda.
Eun Oh nggelosor di lantai memikirkan ibunya, ia bertanya-tanya apa memang tak ada jalan untuk menyelamatkan sang ibu? “Guru (Raja Surga)…,…tidak bisakah kau membantuku?” Eun Oh memejamkan mata frustasi.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 19
Eun Oh bingung karena tiba-tiba ia terbangun di tempat yang asing dalam keadaan terbaring. Kemudian sepasang anak kecil memeluknya dan memanggilnya ayah.
“Apa? Ayah?”
Keduanya melepaskan Eun Oh saat ibu mereka masuk membawa semeja makanan.
“Arang… apa yang sedang kaulakukan?”
“Huh? Apa maksudmu? Aku baru saja kembali dari dapur untuk menyiapkan makanan.” sahut Arang santai.
“Dapur? Makanan?” Eun Oh makin bingung.
Arang menyerahkan sumpit, “Jika kau tidak menghabiskan makananmu,aku tidak akan melepasmu!”
‘Apa semua ini? Aku… bersama Arang… dan anak-anak ini…’ Saat makan itu, Arang memberitahu kalau Ibunya Eun Oh pergi ke kantor hakim untuk menemui Shaman. Ia mengingatkan Eun Oh untuk menjemput ibu juga memesan buah persik.
‘Ibu masih hidup?’ Eun Oh terus berpikir kalau ia pasti sedang mimpi…
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 19
Tapi semua terlihat dan terasa nyata. Eun Oh ke kantor hakim. Dol Sae dalam pakaian Hakim menyapanya. Di antara semua hal, yang ingin tahu selain Arang adalah soal Ibu, ia menanyakan ibunya. Tak lama yang di tunggu datang. Bahkan Trio Petugas pun ada, mereka menyiapkan hadiah, kebetulan hari itu Ultahnya Ibu. Nampak senyum bahagia di wajah ibu.
“Ibu…”
“Huh?” Ibu menoleh
“Ibu…”
“Kenapa? ? Anak ini serius sekali…”
Eun Oh segera memeluk Ibu, “Ibu…”
Ibu melepaskan pelukan Eun Oh, “Eun Oh Oh,… dengarkan kata-kata Gurumu dengan baik.”
Pow, Ibu berubah jadi Raja langit. “K…kau siapa?” tanya Eun Oh bingung
“Aku Kaisar Langit. Dan juga gurumu.”
Kesempatan itu di gunakan Eun Oh untuk menanyakan soal menyelamatkan ibunya.
Raja langit mengingatkan soal benda yang pernah ia berikan, mungkin tak dapat menyelamatkan ibunya Eun Oh, tapi setidaknya bisa menolong dia. Eun Oh diminta memkirkan apa yang paling ibunya inginkan…
Raja langit tiba-tiba menghilang.
Dan Eun Oh pun terbangun…….
Ia terus memikirkan kata-kata raja langit.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 19
Ibu terbangun dengan mata yang galak, bisa jadi itu Moo Yeon. Joo Wal melihatnya dari luar kamar…
Trio petugas berkumpul. Mereka membicarakan soal nasib Tuan Choi yang ibarat ‘Daun gugur oleh hembusan angin musim gugur’. Bicara soal pihak, kini Trio petugas yang memilih di pihak Eun Oh tak khawatir. Mereka akan cukup lama memihak Eun Oh, karena Sersan Dol Sae sepertinya punya kans besar untuk jadi Hakim yang berikutnya. Tampan dan berkepribadian baik, membuat Dol Sae makin tenar dan ketenarannya itu hampir menyamai Hakim. Wew…
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 19
Dari mimpi dan petunjuk juga memori, Eun Oh menyimpulkan kalau tusuk rambut pemberian Guru lah yang akan bisa menyelamatkan ibunya. Eun Oh menceritakan mimpinya pada Arang, soal ia ketemu dengan Guru juga soal ia yang tak bisa menyelamatkan ibunya tapi masih bisa menyelamatkan jiwanya. Membebaskan jiwa ibu yang menderita dalam tubuh itu.
Hari sudah gelap saat Eun Oh menemui Moo Young, dan mengatakan ia sudah menetapkan hatinya untuk mengikuti rencana Moo Young.
Saat akan kembali ke kamarnya, Eun Oh melihat Joo Wal menunggunya. Joo Wal memberitahu kalau Moo Yeon sudah kembali menguasai tubuh Ibu.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 19
Esok paginya, Tuan Choi dan Guh Dul hendak di kirim ke Hanyang. “Menurut Anda apa yang membedakan manusia dengan binatang? Manusia, tergantung dari apa yang mereka perbuat kemarin,… maka akan tersusun bagaimana mereka akan hidup hari ini. Bahkan jika dosa diperbuat tanpa diketahui,orang itu harus bertanggung jawab.”
Sedang Tuan Choi? menjebak orang tak bersalah, mencabik-cabik daging mereka, dan mengambil nyawa mereka??? Bagaimana bentuk pertanggungjawabannya. Dalam hukum manusia, yang Eun Oh bisa lakukan hanyalah mengirimnya ke Pengadilan tinggi di Hanyang.
Sepanjang perjalanan, Tuan Choi terus ngedumel pada Guh Dul si bajingan yang membuat hidupnya seperti sekarang. Guh Dul sendiri berusaha tenang, ia mengaku hanya melakukan apa yang tuannya perintahkan, tak lebih. Akhirnya dua orang tuan dan pelayan ini saling menyalahkan, dan terlibat saling sindir.
Tuan Choi yang memang tak pernah Insyaf, tetap congkak walau dibawa dalam kerangkeng pesakitan. Rakyat Miryang yang benci pada Tuan Choi merusak kerangkeng dan menyeret Tuan Choi turun.Guh Dul yang sedari tadi menahan amarah pada Tuan Choi mengambil kesempatan dalam kekacauan itu untuk menarik pedang salah satu petugas dan menebaskannya ke dada Tuan Choi. Tuan Choi ambruk. Joo Wal yang kebetulan ada di sana, hanya diam melihatnya….
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 19
Eun Oh sudah bersiap pergi saat Arang datang.
“Kau akan baik-baik saja?” tanya Arang
“Memangnya aku siapa?”
“Kau harus kembali sama seperti saat kau pergi, paham?”
“Tentu. Aku akan kembali tanpa tersentuh sehelai pun rambut di tubuhku.”
Arang menggenggam tangan Eun Oh, “Harus itu…”
Eun Oh memeluk Arang sebelum pergi…
Eun Oh dan Moo Young bertemu di depan rumah Tuan Choi, Moo Yeon bisa merasakan kedatangan mereka.
Oh tidak, Kenapa Arang nyusul datang???
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 19
Eun Oh menyerang Moo Yeon, tapi ia terjungkal. Begitupula Moo Young. Eun Oh kembali mengumpulkan kekuatannya dan mendesak Moo Yeon, ia mengarahkan si tusuk rambut ke jantung Moo Yeon.
“Kau berencana menikam ibumu?” tanya Moo Yeon, ia berusaha membuat Eun Oh goyah
“Iya, Ibu…. Aku akan… Aku akan menolongmu.” Eun Oh menusukkan si tusuk rambut… lalu lebih dalam lagi…
Terlihat dua orang yang kesakitan. Ibu dalam tubuhnya, juga Moo Yeon.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 19
Eun Oh menghambur ke Ibu. Sementara Moo Yeon berlari lurus menyingkirkan Moo Young ke arah Arang.
“Sirrrreeeoooooooooooooooooo” teriak Arang.. 
~Bersambung ke episode terakhir~
Ika’s note : kalau menurut aku episode ini episode paling sedih, episode paling penuh ironi. Arang dan Eun Oh yang tidak ingin terpisahkan, walaupun harus berpisah. Joo Wal – aku paling kasihan lihat Joo Wal, mencintai orang yang seharusnya mencintai dia juga, tapi pilihan dia sendiri menolak cinta tulus itu. Lalu saat Eun Oh mimpi, dia dan Arang mempunyai keluarga bahagia dengan ibu Eun Oh yang juga sehat wal afiat mendampingi Eun Oh. Aku rasa ini yang paling miris saat tahu itu benar-benar hanya mimpi dan tak akan pernah jadi kenyataan. Huhuhu…
written by Ai Rf (Blog)
image by Ika (FB | Blog)
only posted on PelangiDrama
DON’T REPOST TO OTHER SITE OR FP!!!!!

4 pemikiran pada “[Sinopsis K-Drama] Arang and The Magistrate Episode 19

  1. Betul setuju, ep 19 paling menguras air mataku… jalinan cinta yg terjadi antara ibu dan anak serta laki-laki dan perempuan tergambarkan secara nyata di ep. ini

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s