[Sinopsis K-Movie] Harmony Part 2 (END)

~[Sinopsis K-Movie] Harmony (END)~

Tatapan mencibir tidak diperdulikan Jeong Hye ketika dirinya dan Na Yeong tiba di rumah sakit. Hal yang terpenting sekarang adalah Min Woo segera diobati.

Min Woo akhirnya terlelap. Jeong Hye berusaha mengompres anaknya dengan tangan yang masih terborgol. Melihat keadaan Jeong Hye, Na Young tersentuh dan membuka borgol yang mengikat tangan Jeong Hye.
“Tangan seorang Ibu punya kekuatan penyembuh yang paling hebat” ucap Na Yeong.
Latihan kembali dilanjutkan tapi latihan hari ini tidak semulus latihan hari kemarin. Jeong Hye dan salah satu Napi (Napi yang pernah membuat masalah dengan Yoo Mi dan Min Woo) terlibat adu fisik dan akhirnya melebar pada napi lainnya. Alasannya karena napi tersebut yang diketahui bernama Gang Star berniat mengundurkan diri karena tidak suka diatur dan ditertawakan.

“Kamu bukan anak-anak lagi bersikaplah sesuai usiamu! Kamu harus membuka hatimu. Musik bukanlah apa-apa jika kamu tidak membuka hatimu, kalau ada yang belum siap membuka hatinya silahkan pergi sekarang” nasihat Moon Ok saat mengumpulkan para napi dalam beberapa barisan.

Moon Ok juga mengumpulkan semua napi dan membentuk lingkaran. Satu persatu Napi diminta menceritakan perihal mereka dijebloskan ke dalam penjara. Alasan unik pun bermunculan. Ada yang di penjara karena mencuri gerbang sekolah, membakar rumah selingkuhan suaminya, berhubungan dengan barang haram…

“Namaku Gang Star. Aku berada disini seperti yang lainnya, aku minta maaf sebelumnya” ucap Gang Star pada Moon Ok
“aku pegulat professional sebelum ada disini. Pelatihku menipuku dengan mengambil semua uangku, aku hanya ingin menakutinya dan tidak sengaja mematahkan lehernya” ucap Yeon Shil
“aku punya 2 anak, aku berurusan dengan lintah darat karena anak itu…” ucap Hwa Ja

“Namaku Hong Jeong Hye, umur 32 tahun. Aku dari Seoul, aku dihukum 10 tahun karena pembunuhan. Saat-saat bersama dengan anakku adalah saat yang paling bahagia dalam hidupku, tapi tidak lama lagi kita akan berpisah, jadi….. sampai hari itu datang aku ingin kamu mencintai dan menyayanginya” isak Jeong Hye dan memandangi Min Woo yang tersenyum padanya. Tanpa disadari Jeong Hye, Yoo Mi yang dulu sempat mengatainya pelacur ikut menangis seolah merasa bersalah atas semua yang pernah dikatakannya pada Jeong Hye.

Di aula yang tersisa hanya Jeong Hye dan Yoo Mi. Jeong Hye yang sedang sibuk mengepel sesekali melirik ke arah Yoo Mi yang duduk di pinggir panggung. Tiba-tiba Jeong Hye duduk disamping Yoo Mi dan berucap “apa aku bisa bernyanyi juga?”

Yoo Mi melatih Jeong Hye bernyanyi… dan pengurusan Min Woo diserahkan pada Yeon Sil, Hwa Ja dan Na Yeong. Pasca dikumpulkannya semua Napi dan bercerita tentang kehidupan masing-masing, suasana yang semula canggung perlahan mulai mencair. Latihan tidak semenakutkan seperti biasanya yang diwarnai dengan adu fisik dan teriakan.. yang terdengar adalah keceriaan dan canda tawa…

Jeong Hye pun tekun berlatih bernyanyi… dan latihannya selama ini dipraktekkan pada Min Woo yang sedang rewel… Hasilnya lebih dari apa yang dibayangkan, Min Woo tertidur pulas mendengar nyanyian Ibunya^^

6 bulan kemudian

Waktu yang ditetapkan Kepala Penjara akhirnya tiba juga. Raut wajah para Napi yang terlibat dalam paduan suara menunjukkan raut wajah cemas, grogi, takut jika mereka melakukan kesalahan sementara para napi yang lainnya yang duduk di deretan penonton terlihat malas-malasan menunggu performance grup paduan suara.

Moon Ok memberi instruksi, meminta mereka untuk menarik napas dan tersenyum. Na Yeong menekan tuts piano dan waktunya beraksi.

Awalnya semua terasa biasa dan tidak ada seorang napi pun yang memberikan respon tetapi beberapa menit kemudian riuh tepuk tangan dan teriakan sorak sorai mulai terdengar… para Napi ikut berdiri dan bergoyang mengikuti suara dan dentingan piano…

Semuanya melebihi ekspektasi mereka… pertunjukan berlangsung sukses dan komisaris memuji ide Kepala Penjara karena ini pertama kalinya Komisaris melihat tahanan tertawa lepas dan bersenang-senang.

Kepala Sipir Bang terlihat tidak senang dengan lagu yang dibawakan para Napi. Kepala Bang memberitahukan hal tersebut pada Na Yeong dan mengingatkan Na Yeong jika hari adopsi akan segera tiba.

Jeong Hye berusaha tegar ketika mendengar berita hari adopsi dari Na Yeong… Ya, ini jauh lebih baik daripada Min Woo harus hidup dalam lingkungan penjara yang tidak baik untuk masa depannya..

Jeong Hye menyiapkan pakaian Min Woo sementara Yeon Shil terus saja menangis membayangkan Min Woo yang tidak ada lagi bersama mereka…. Hari ini akhirnya tiba juga. Moon Ok mengatakan tidak ada yang lebih menderita daripada Ibunya dan membuat Jeong Hye yang sedaritadi berusaha menahan air matanya akhirnya menangis juga.

Sesuai perjanjian, Jeong Hye mendapatkan satu hari agar dirinya bisa keluar berjalan-jalan dengan Min Woo tetapi di hari itu juga Jeong Hye harus merelakan Min Woo untuk diadopsi (sebenarnya Min Woo bisa tidak di adopsi, asalkan ada keluarga Jeong Hye yang bersedia merawat Min Woo).
Grup paduan suara sama sekali tidak bersemangat untuk berlatih. Selama ini setiap kali mereka latihan selalu ada Min Woo yang menemani mereka dan membuat mereka bersemangat dengan tingkah konyolnya… Moon Ok terpaksa menghentikan latihan dan bergumam “memangnya ada yang mati hari ini?”

Jeong Hye memberikan sebuah buku yang berisi 2 buah foto kepada petugas tempat Min Woo sementara dititipkan. Foto sewaktu Min Woo dilahirkan dan foto saat ulang tahun pertama Min Woo. Jeong Hye meminta kepada petugas untuk memberikan buku tersebut pada orang tua angkat Min Woo nantinya.

Berat rasanya bagi Jeong Hye untuk meninggalkan Min Woo. Saat hendak melangkah keluar gedung, Jeong Hye berbalik dan berlari menuju tempat penitipan Min Woo. Jeong Hye bisa melihat Min Woo menangis di pelukan Ibu angkatnya. Sesak dirasakan Jeong Hye saat melihat anak yang disayanginya harus terpisah darinya… (nangis lihat scene ini).

Kesedihan yang berlarut-larut membuat Jeong Hye tak memperhatikan kesehatannya. Akibat kehujanan Jeong Hye mengalami demam tinggi dan terus mengigau memanggil nama Min Woo.

“sampai kapan kamu akan terus seperti ini?” Tanya Moon Ok yang mengompres Jeong Hye
“hatiku seperti tercabik-cabik” isak Jeong Hye
“harapanmu sudah tidak ada, tentu kamu merasa seperti itu… tertawalah walaupun kamu ingin mati atau menangis, kamu harus tertawa jika ingin anakmu bahagia. Jika ditakdirkan kamu akan berkumpul lagi suatu saat nanti, kamu harus kuat sampai saat itu tiba, kamu mengerti?” pesan Moon Ok. Tangis Jeong Hye semakin kuat, Jeong Hye memeluk Moon Ok dan berucap “Ibu, Ibu”. Ya, Moon Ok sudah seperti ibu bagi semua Napi.

Jeong Hye kembali ikut berlatih paduan suara meskipun kesedihan masih menderanya. Usaha para teman-temannya untuk menghiburnya dengan meminta Na Yeong bernyanyi setidaknya membuahkan sedikit hasil… Jeong Hye perlahan-lahan mulai tersenyum.

Hari terus berganti… grup paduan suara semakin terlihat professional. Beberapa orang Napi sesekali datang melihat latihan mereka dan sebaliknya napi yang ikut tergabung dalam grup paduan suara menunjukkan bakat mereka kepada keluarga yang menjenguk mereka.

Tetapi ada beberapa hal juga yang masih belum berubah… Yoo Mi masih belum mau menemui Ibunya, Moon Ok masih terus menulis surat untuk anaknya meskipun dia sendiri tak yakin apa balasan dari suratnya akan ada sementara Jeong Hye sesekali masih melihat mainan Min Woo.

Musim dingin menjelang. Beberapa Napi yang ikut dalam grup paduan suara mengundurkan diri. Bukan karena tidak senang tetapi hari pembebasan mereka akhirnya tiba.
4 tahun kemudian
Na Yeong berlarian. Senyum kegembiraan tergambar jelas di wajahnya. Dengan nafas yang masih ngos-ngosan Na Yeong mengabarkan kepada grup paduan suara yang saat ini sedang berlatih jika mereka diundang ke kompetisi nasional wanita sebagai tamu special dan kabar gembira lainnya mereka bisa mengundang keluarga mereka sebagai tamu dan berbincang-bincang setelah acara.

Sementara itu Kepala Penjara dan Kepala Sipir Bang terlihat khawatir dengan ditetapkannya kembali moratorium hukuman mati bagi napi yang dijatuhi hukuman mati.

Selepas latihan Yeon Shil menitipkan surat pada Na Yeong. Yeon Shil meminta tolong kepada Na Yeong untuk mengirimkan surat tersebut kepada sahabat penanya. Yeon Shil tak tahu kapan lagi dirinya akan bisa keluar, Yeon Shil ingin memanfaatkan kesempatan tampil nanti untuk bisa melihat wajah sahabat penanya dari dekat.

Air mata menetes dari wajah Hwa Ja saat merekam suaranya pada boneka beruang pemberian suaminya.
“Jeong Min, Jeong Ah ini Ibu. Apa kalian menjadi wanita yang baik? Ibu sangat merindukan kalian”.
Jeong Hye kembali menangis saat melihat pakaian yang dikenakan Min Woo saat ulang tahun pertamanya… apa dirinya bisa bertemu Min Woo nanti? Apa benar takdir itu ada seperti kata Moon Ok?

Sedangkan Moon Ok sama seperti lainnya ingin mengabarkan kabar penampilannya nanti pada anaknya tapi entah kenapa Moon Ok membatalkannya.

“kamu sudah menghubungi Ibumu?” Tanya Moon Ok pada Yoo Mi namun Yoo Mi hanya terdiam. Ya, entah kapan Yoo Mi bisa membuka diri untuk bertemu dengan Ibunya.

Na Yeong memenuhi janjinya mengirimkan surat Yeon Shil pada sahabat penanya tak hanya itu Na Yeong juga memberikan undangan pada Ibu Yoo Mi dan anak Moon Ok (meskipun penolakan yang diterima Na Yeong). Sedangkan untuk Min Woo, terasa sangat sulit untuk dilakukan Na Yeong. Orang tua angkat Min Woo enggan untuk melakukannya.

Malam harinya
Penghuni sel no 5 tidak bisa tertidur. Hwa Ja khawatir apa anaknya masih mengenali dirinya sedangkan Moon Ok sendiri sedih karena anaknya pasti tidak akan datang di acara besok.

Keesokan harinya

Grup paduan suara berangkat ke Seoul. Para napi terkesima dengan keindahan kota Seoul yang mengalami banyak perubahan selama mereka di dalam penjara. Na Yeong menghadiahkan tongkat kepada Moon Ok dan membuat Moon Ok tersenyum senang tapi entah kenapa pemandangan tersebut justru membuat Kepala Sipir Bang sedih.

Grup paduan suara tiba di gedung pertunjukkan. Kepala sipir Bang dan sipir lainnya terlihat waspada pada segala kemungkinan yang terjadi. Menghilangnya Jeong Hye secara mendadak membuat emosi Kepala Sipir Bang naik.

Beruntung Jeong Hye bergegas kembali ke rombongan dan beralasan baru saja dari kamar mandi… padahal kenyataannya, Jeong Hye mengejar seorang anak yang bernama Min Woo tetapi sayang anak tersebut bukan Min Woo anaknya karena tidak ada tanda lahir berupa tahi lalat di tangan kirinya.

Para napi berjalan rapi menuju kamar mandi. Sesekali mereka merapat ke tembok setiap ada orang yang lewat (miris ngelihatnya).

Kemunculan mereka di kamar mandi membuat seorang wanita setengah baya yang sedang berada di tempat tersebut bergegas pergi karena tidak nyaman dengan situasi seperti ini. Dan tanpa disadarinya cincin berlian yang dilepaskannya sebelum mencuci tangan tanpa sengaja terjatuh.
Hilangnya cincin wanita setengah baya membuat kegelisahan pada para Napi. Petugas keamanan yang bertugas menjaga keamanan gedung memerintahkan mereka semua menghadap dinding dan memeriksa Napi satu persatu.

Dan yang lebih parahnya salah satu petugas yang jabatannya sama seperti Kepala Sipir Bang memerintahkan seluruh Napi melepaskan pakaian mereka satu persatu. Na Yeong yang sedaritadi hanya diam berusaha memberontak, jelas-jelas ini adalah pelanggaran hak asasi manusia… walaupun mereka Cuma Napi mereka jugas masih manusia.

Penampilan grup paduan suara pun dibatalkan dan membuat emosi Kepala Penjara memuncak berusaha meminta penjelasan dari Kepala sipir Bang tetapi Kepala Sipir Bang sendiri tidak yakin dengan apa yang terjadi.

Para Napi melepaskan baju mereka dengan linangan air mata dan amarah. Mereka merasa malu dan dilecehkan atas tuduhan asas praduga tak bersalah. Jeong Hye bersikeras tak ingin melepaskan pakaiannya… mereka sama sekali tak bersalah tetapi tindakannya tersebut mendapatkan perlawanan dari petugas.

Kepala Sipir Bang meminta kepada penanggung jawab acara untuk menampilkan kembali grup paduan suara mereka. Mereka tidak boleh seenaknya saja menuduh tanpa adanya bukti… Kepala Sipir Bang mengancam akan melaporkan hal ini pada Komisi HAM jika grup paduan suara tidak tampil.

Kepala penjara pun turun tangan… amarah yang sedari tadi ditahannya akhirnya keluar juga. Kepala Penjara menegaskan jika narapidana yang hadir pada hari ini adalah narapidana yang terpilih dan tidak mungkin melakukan tindak pidana pencurian.

Tangisan dan amarah masih dirasakan para grup paduan suara sekembalinya mereka ke ruang ganti… namun sepertinya tangisan tersebut harus mereka simpan ketika Kepala Sipir Bang muncul dan meminta mereka untuk bersiap-siap karena 10 menit lagi mereka akan tampil.

Grup paduan suara Cheong-ju Women’s Penitentiary- Harmony Choir akhirnya tampil. Para Napi mengedarkan pandangan mereka ke kursi penonton mencari keluarga mereka. Yeon Shil berhasil menemukan sahabat penanya yang duduk di deretan penonton, pemuda yang tampan dengan sebuket bunga di tangannya.. begitupun dengan Hwa Ja yang melihat suami dan 2 putri kecilnya, Ibu Yoo Mi yang menangis melihat Yoo Mi berdiri di atas panggung dan anak lelaki Moon Ok.

Pertunjukan dimulai… tanpa disadari Moon Ok, anak perempuannya ternyata hadir di gedung dan melihat penampilannya dari sudut panggung dan di sudut lainnya Kepala Sipir Bang ikut bangga dan haru melihat penampilan para Napi.
Lampu mendadak padam dan dari kejauhan terlihat beberapa orang anak kecil yang berbaris lurus berjalan menuju panggung dengan lilin di tangan mereka. Nyanyian terdengar dari bibir mungil mereka. Jeong Hye mendadak terpaku ketika melihat anak kecil di deretan paling depan. Dan tanpa dikomando anak tersebut melangkah maju dan berdiri di samping Jeong Hye.

Seorang Ibu tak mungkin salah mengenali anak yang sudah dikandung dan dilahirkan selama 9 bulan begitupun dengan Jeong Hye. Dengan mantap Jeong Hye melihat tangan kiri anak tersebut dan ditemukannya tahi lalat seperti tahi lalat yang terdapat di tangan Min Woo kecilnya. Haru, gembira berbaur menjadi satu… Jeong Hye tak mampu menahan rasa bahagianya menyadari Min Woo kecilnya telah tumbuh menjadi anak yang sehat, kuat dan tampan.
Moon Ok yang daritadi memperhatikan Jeong Hye ikut gembira… Takdir kembali mempertemukan seorang Ibu dan anaknya.

Selepas pertunjukan
Sahabat pena Yeon Shil masih setia menunggu. Dari kejauhan Yeon Shil terlihat ragu antara ingin menemui sahabat pena sekaligus orang yang dicintainya ataupun membiarkannya begitu saja. Namun keraguan tersebut segera ditepis Yeon Shil. Yeon Shil yang awalnya mendekat dengan tujuan ingin bertanya dimana letak kamar mandi dengan serta merta memeluk sahabat penanya dan hanya mengucapkan terima kasih serta berlalu pergi.

Hwa Ja sendiri menangis bahagia akhirnya berhasil menemui ke 2 putri kecilnya dan suaminya begitupun dengan Moon Ok yang menangis terharu karena anak lelakinya mau menemuinya.

Dan sekali lagi tanpa disadarinya anak perempuannya mengintip dari balik tembok perjumpaan mengharukan tersebut.

Yoo Mi mengejar Ibunya yang hanya menitipkan sebuket bunga pada Na Yeong. Melihat perjumpaan Moon Ok dan anaknya membuat Yoo Mi tersadar jika Ibunya sangat, sangat menyayanginya.
“kenapa kamu pergi? Bukankah kamu datang ingin bertemu denganku?” Tanya Yoo Mi dan berlari memeluk Ibunya
“maafkan aku sayang”
“maaf Bu”

Di tempat lain
Jeong Hye juga berhasil menemui Min Woo. Meskipun nama Min Woo sekarang berubah menjadi Hoon tapi baginya Min Woo tetaplah Min Woo anaknya… walaupun sudah ada Ibu lain yang menggantikan dirinya baginya tidak ada seorang pun yang bisa menggantikan Min Woo di hatinya…
“aku menyayangimu, aku sangat menyayangimu”
Dan tiba saatnya harus berpisah dengan Min Woo, kembali dada Jeong Hye terasa sesak… tapi tidak sesesak sebelumnya… Mungkin karena dirinya bisa kembali bertemu dengan Min Woo kecilnya.

Sepanjang perjalanan kembali ke penjara, Jeong Hye membuka kado pemberian Ibu angkat Min Woo. Isinya adalah album yang berisi foto-foto Min Woo.
Pertemuan antara sipir, kepala sipir dan kepala penjara digelar sayang Na Young terlambat datang dan tak sempat mengikuti apa hasil pertemuan tadi. Suasana yang tak seperti biasanya membuat Na Young bertanya-tanya kepada Kepala Sipir Bang dan dijawab perintah eksekusi telah dikeluarkan.

Moon Ok sekarang berdiri di depan rumahnya bersama dengan Kepala sipir Bang. Moon Ok tak percaya jika dirinya bisa berada lagi di rumahnya. Saat memasuki rumah, ke 2 anaknya telah berdiri dan sedaritadi menunggunya. Tangis haru pun pecah ketika Moon Ok dan anak perempuannya bertemu.

Moon Ok dan ke 2 anaknya makan bersama dan tidur. Saat Moon Ok tertidur, anak perempuannya menggenggam tangannya dan beranjak ke kamar mandi. Tangisnya pecah, entah hal apa yang membuatnya sedih… apa karena ini pertama kali dirinya bisa makan dan tidur bersama lagi dengan Ibunya ataukah ada perihal lain???

Di sel no 5.. Hwa Ja dan yang lainnya terlihat senang melihat Moon Ok yang akhirnya berhasil bertemu dengan anak-anaknya tapi ada satu hal yang tak mereka sadari, sesuatu hal yang buruk akan terjadi…

Na Young menolak diajak ke suatu tempat oleh Kepala Sipir Bang. Tangisnya pecah dan seketika dipeluknya Kepala Sipir Bang.

Na Young berdiri di depan sel no 5. Para penghuninya sedang bercengkrama dan terlihat sangat senang. Na Young membuka pintu sel. Para penghuni menyambut Na Young dengan candaan karena wajah Na Young tak seperti biasanya. Na Young mengabarkan kepada Moon Ok jika ada tamu untuknya.

Ekspresi ceria perlahan berubah menjadi suram. Moon Ok berusaha menahan tangisnya dan menggenggam erat manik-maniknya.

“ada apa? Kamu iri denganku?” ucap Moon Ok dan menata buku serta pensilnya ke posisi semula. Moon Ok bangkit dan membuat Jeong Hye mendorong Na Young keluar dan menutup pintu sel.
“katakan kepada mereka jika kamu tidak mau bertemu” isak Jeong Hye
“aku akan baik-baik saja”
“tolong jangan pergi” pinta Jeong Hye
“maaf aku tidak bisa disini sampai akhir” jawab Moon Ok
“jangan katakan maaf! Kenapa? Jangan katakan maaf sekarang”
“aku tidak apa-apa, berhentilah menangis” ucap Moon Ok dan memeluk Jeong Hye
“Ibu, ibu” isak Jeong Hye semakin keras. Moon Ok sudah dianggapnya seperti Ibunya sendiri. Saat dirinya kehilangan Min Woo, Moon Ok lah yang selalu menghiburnya.

“Jeong Hye aku akan baik-baik saja. Aku tidak pergi dengan perasaan malu jadi tidak apa-apa” ucap Moon Ok. Yoo Mi ikut memeluk Moon Ok.

Moon Ok melangkah keluar sel dengan mantap. Moon Ok meminta Na Young untuk memborgol tangannya. Na Young melakukannya meskipun terasa sangat berat untuknya.

Kepergian Moon Ok diiringi nyanyian dari Napi lainnya.
=THE END=
Don’t Judge The Book by It’s Cover
Sepertinya itu kalimat yang tepat untuk menggambarkan diriku yang sama sekali tidak tertarik buat menonton film yang satu ini… Maklum pemainnya sama sekali tidak terlalu terkenal (aku lihat berdasarkan sampul dvd ya fams)… Pas nonton filmnya, aku mulai mengenali satu persatu sosok hebat dibalik film yang satu ini^^.
Penggambaran tiap karakter yang disuguhkan secara gamblang, plot cerita yang berjalan perlahan membuat penonton diajak untuk menikmati scene demi scene dan konflik yang tersaji dengan begitu sempurna adalah daya tarik untuk film yang satu ini.
Aku jadi ingat waktu pertama menonton film yang satu ini, Min Woo kecil adalah salah satu magnet yang membuatku betah berlama-lama di layar komputer. Belum lagi dengan aksi konyol para napi, kekeluargaan dan persahabatan yang mengajarkan kepada kita jika sahabat dan keluarga tidak hanya dijumpai di dunia luar tapi juga di tempat yang sepi dan gelap, dan mungkin dalam pandangan kita adalah tempat yang menyeramkan serta menakutkan…
Aku sangat merekomendasikan film yang satu ini untuk kalian nonton, terutama buat para wanita (bukan berarti pria tidak boleh menonton ya^^).
NB : Siapin tissue
Written & Image by : DewiRf [Blog]
Posted only : Pelangidrama.net
DON’T REPOST TO OTHER SITE!!!!
Iklan

3 pemikiran pada “[Sinopsis K-Movie] Harmony Part 2 (END)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s