[Sinopsis K-Drama] Full House Take 2 Episode 14

=Full House Take 2 Episode 14=

-Part 1-
Entah apa yang dilakukan Tae Ik berada di antara barisan penonton yang hendak memasuki gedung acara, mungkinkah Tae Ik ingin melihat debut pertama Kang Hwi sebagai model catwalk atau ingin bertemu dengan Man Ok?
Seorang gadis tiba-tiba mendekati Tae Ik, dia adalah Nora yang merasa mengenali sosok idolanya meskipun terselip rasa keraguan.
“itu kamu kan Oppa” tanya Nora pada Tae Ik yang berusaha menyembunyikan wajahnya dengan cara berpaling. Saking senangnya berhadapan langsung dengan Tae Ik, Nora seketika pingsan.
Dibantu beberapa penjaga, Tae Ik membopong Nora ke belakang gedung. Kesempatan tersebut tak disia-siakan Tae Ik, di saat para penjaga sibuk dengan Nora, Tae Ik menyelinap pergi. Dan di saat Nora terbangun yang didapatinya hanyalah para penjaga yang mengelilinginya karena khawatir. Mungkinkah tadi Nora cuma bermimpi melihat Tae Ik?
Pagelaran busana terbaru Win resmi dibuka. Satu persatu model berjalan di atas panggung menunjukkan karya terbaru Hwa Ming. Di antara model tersebut muncullah Kang Hwi dan Se Ryeong. Kemunculan mereka diwarnai dengan tatapan tajam salah seorang penonton yang kemudian memutuskan pergi saat menyadari kehadiran Direktur Lee.
Dan acara pun resmi ditutup, yang tertinggal hanyalah rasa lelah yang mendera setiap orang yang ikut ambil bagian dalam pagelaran kali ini. 
Tae Ik masih berkeliaran di belakang panggung. Sebuah suara yang memanggil namanya seketika mengagetkan Tae Ik.
“kamu gila. Bagaimana kamu bisa ada di sini? Bagaimana jika ada yang melihatmu?” tanya Se Ryeong saat mereka berada jauh dari keramaian
“itu bukan urusanmu” jawab Tae Ik
“kenapa kamu seperti ini? Kenapa kamu melakukan ini? Kenapa datang kemari? Kamu… mungkinkah karena wanita itu? Benarkah? Kamu datang jauh-jauh kemari karena wanita itu? Kamu benar-benar gila Lee Tae Ik. Jang Man Ok, kamu pikir dia berbeda? Wanita itu sama saja dengan wanita lainnya. dia hanya tertarik pada pria yang punya uang, kekuasaan dan wewenang”
“Jin Se Ryeong jangan menganggap semua wanita sama sepertimu! Kamu… benar-benar mengerikan sekarang”
“Jang Man Ok menipumu, kenapa wanita itu meninggalkanmu dan pergi ke Kang Hwi kamu tak ingin tahu? Kamu tak tahu Kang Hwi putra seorang Milyarder kan? Pemilik Brand Win adalah Won Hwa Ming dan dia adalah kakak Won Kang Hwi. Kakak tirinya. (aku tak peduli-Tae Ik). Bahkan jika Man Ok mengetahuinya? Kamu tahu apa artinya itu?”
Man Ok membantu membereskan noda yang melekat di pakaian Kang Hwi. Jarak yang sangat dekat di antara mereka membuat Kang Hwi memberanikan diri mendekatkan wajahnya kepada Man Ok. Mereka terdiam sesaat terlebih Man Ok dan akhirnya tersadar serta memalingkan wajahnya menjauh dari Kang Hwi. Siluet bayangan seseorang di depan pintu membuat Man Ok kembali berbalik. Sosok Tae Ik telah berdiri di sana dan sepertinya salah paham dan mengira jika Kang Hwi dan Man Ok tadi berciuman.
Man Ok berusaha mengejar Tae Ik namun Kang Hwi menahannya dan memintanya untuk tidak pergi dan terus berada di sampingnya. “Mianhae Kang Hwi-nim.” Kang Hwi terdiam, mematung, Man Ok meninggalkannya dan lebih memilih mengejar Tae Ik sahabatnya.
Setiap sudut gedung telah ditelusuri Man Ok tetapi sosok Tae Ik tak juga ditemukannya. 
Sementara itu
Tae Ik menghentikan sebuah taksi dan meminta sang supir pergi kemanapun. Tak diduga sang supir ternyata pandai berbahasa Korea dan mengikuti permintaan Tae Ik membawa Tae Ik kemanapun yang dikehendakinya.
Tae Ik hanya terpaku melihat pemandangan yang tak biasa dihadapannya. Sang sopir mengajaknya ke tempat bermain Mahyong. Hal yang sangat jarang dilakukan Tae Ik. Awalnya semuanya berjalan lambat karena Tae Ik terlihat ogah-ogahan dan masih terbawa suasana sedih namun lambat laun Tae Ik terlihat sangat antusias memainkan permainan Mahyong bahkan menikmatinya terlebih ketika dirinya menang.
Tak hanya itu, sang supir yang mengetahui jika Tae Ik memiliki masalah mengajak Tae Ik makan bubur nasi dan mengantar Tae Ik pulang ke hotel.
“ini pertama kalinya kita bertemu, aku berutang banyak padamu hari ini”
“… ada kalanya kamu tak bisa maju karena jalan yang gelap gulita namun dengan berjalannya waktu semuanya akan terselesaikan. Situasi saat ini mungkin tak seburuk itu jadi berjuanglah Tae Ik”
“bagaimana bisa?” ucap Tae Ik terbata-bata karena sang sopir ternyata mengenalnya dan mengetahui namanya.
“putriku adalah penggemarmu. Saat putriku sakit dia sangat terhibur dengan musikmu jadi aku mengenalmu dengan baik. Bahkan putriku menantikan penampilanmu lagi, berjuanglah aku juga akan mendukungmu. Semangat”
Tae Ik terharu dan bahkan mulai bisa tersenyum. Tak disangka seorang supir yang baru pertama kali dikenalnya bukan hanya menjadi pria yang mengantarnya kemana saja tetapi juga menjadi penghibur dan memberikan dorongan semangat baru untuknya lagi. Sayang kemunculan Man Ok yang sedaritadi menunggunya kembali merusak mood Tae Ik.
Man Ok berusaha mengajak Tae Ik bicara tapi Tae Ik menolaknya dengan tegas lagipula Man Ok telah melupakan kejadian di malam ulang tahunnya, salah satu hal yang sangat berarti bagi Tae Ik.
“apa maksudmu, melupakannya? Aku suka padamu Lee Tae Ik. Hari itu, aku tak begitu mengingatnya tapi aku suka padamu, aku tak ingin ada salah paham!” ucap Man Ok
“aku tak tahu, aku benar-benar tak tahu siapa kamu, siapa yang mengatakan sebenarnya aku benar-benar tak tahu” ucap Tae Ik
“kamu benar-benar tak peduli jika aku pergi seperti ini? Apa hubungan kita hanya seperti ini? Kenapa kamu menilai dan berpikir sesuka hatimu tanpa mendengarkanku? Kenapa kamu sangat jahat? Kamu sangat jahat! Kamu membuatku marah” ucap Man Ok terisak dan mulai meneteskan air mata.
Memang benar apa kata pepatah, senjata utama wanita adalah air mata. Melihat Man Ok menangis, akhirnya Tae Ik luluh dan mengajak Man Ok berbicara di sebuah kafe. Man Ok menjelaskan jika dirinya tak bisa menjelaskan semuanya sekarang, alasan Man Ok pergi diam-diam dan berdiri di samping Kang Hwi sekarang tapi satu yang perlu Tae Ik ketahui jika Man Ok sangat mencintai Tae Ik dan Man Ok bukanlah seperti apa yang dipikiran Tae Ik, Man Ok bukanlah Jin Se Ryeong. 
Pembicaraan mereka yang dipenuhi dengan perdebatan akhirnya harus berakhir. Tae Ik meninggalkan Man Ok disaat Hp Man Ok berdering, Kang Hwi menelepon Man Ok.
Man Ok dan Tae Ik sekarang berada di jalan yang berbeda. Keadaan dan waktu memaksa mereka untuk berpisah. Salah paham, rasa tidak percaya menjadi penyebabnya. Yang tersisa hanyalah rasa sakit dan air mata. Tak hanya mereka berdua tetapi hal tersebut berlaku juga pada Kang Hwi yang merindukan sosok Man Ok.
Tae Ik menghabiskan malam dengan minum. Hpnya berbunyi. Manager Hwang terus saja menghubunginya karena Tae Ik menghilang secara tiba-tiba. Manager Hwang memarahi Tae Ik karena Tae Ik selalu bersikap ceroboh dan tak memikirkan perasaan orang-orang di sekitarnya. Mulai sekarang Manager Hwang tidak peduli dengan apapun yang akan dilakukan Tae Ik.
“aku akan melakukannya. Semua yang ingin kujaga, aku tak akan membiarkan seorang pun mengambilnya lagi. Aku akan menyanyi, aku akan merebut semuanya lagi. Semuanya. Aku akan pulang besok dan kita bicarakan lagi” ucap Tae Ik mantap. Ya, itulah seharusnya yang dilakukan Tae Ik dari awal, merebut kembali Full House dan merebut kembali posisinya sebagai Hallyu Star.
Kembalinya semangat Tae Ik sama halnya dengan semangat membara yang ditunjukkan Direktur Lee dalam mempersiapkan album solo Kang Hwi. Tak hanya itu semangatnya untuk mencari tahu jati diri Kang Hwi membawanya ke sebuah kenyataan jika Kang Hwi adalah saudara Hwa Ming dan anak seorang Milyarder.
Tak hanya Direktur Lee, Nora, Ga Ryun dan Ji Seung pun sangat penasaran dengan rumah yang didatangi Kang Hwi. Hasil foto Nora dapat mereka publikasikan nantinya tapi tunggu dulu informasi yang mereka dapatkan masih kurang. Sebenarnya rumah siapa yang didatangi Kang Hwi?
Go Dong terlihat asyik menyanyi. Suara indahnya terdengar sampai keluar. Cukup dengan bantuan alat vacuum cleaner yang menjadi mic dadakan, Go Dong menjelma menjadi selebriti rumahan. Tepukan ringan Manager Hwang di pundaknya menyadarkan Go Dong untuk kembali fokus membersihkan Man Ok Kwan karena sebentar lagi Tae Ik akan pulang.
“tidak perlu melakukannya” ucap sebuah suara
-Part 2-
Kemunculan Tae Ik di Man Ok Kwan membuat Manager Hwang dan Go Dong senang. Semangat Tae Ik yang menggebu-gebu untuk merebut kembali semua yang seharusnya menjadi miliknya membuat Manager Hwang bangga. Tapi tunggu dulu, sebuah rencana telah dipersiapkan Manager Hwang dan sepertinya Tae Ik tak menyetujuinya.
“Untuk album ini kalian akan berduet” ucap Manager Hwang mantap saat mengumpulkan Tae Ik dan Go Dong di ruang tamu Man Ok Kwan.
“apa?” ucap Tae Ik
“Hyungnim apa yang kamu bicarakan” tanya Go Dong tak kalah terkejutnya
“Go Dong, kamu akan melakukan debut dengan berduet bersama Tae Ik”
Manager Hwang memaparkan hasil analisanya terhadap perkembangan industri musik. Sangat jarang anggota sebuah grup berhasil debut sebagai soloist terlebih ketika melihat kemampuan Tae Ik. Manager Hwang telah memikirkannya matang-matang termasuk bagaimana perasan Tae Ik yang tentunya tak akan setuju dengan idenya ini. Tae Ik dan Go Dong akan sukses jika mereka berduet dan sebagai bahan pertimbangan Tae Ik, Manager Hwang memberikannya sebuah mp3 yang di dalamnya berisi rekaman suara Go Dong.
Keesokan harinya
Tae Ik sedang bersantai. Sebuah suara yang berasal dari saku celananya membuatnya terdiam. Man Ok meneleponnya dan yang dilakukan Tae Ik justru menolak panggilan Man Ok. 
Panggilan darinya diabaikan Tae Ik jelas merupakan hal yang sangat menyakitkan bagi Man Ok. Pilihan berkebun pun tak mampu menghilangkan rasa kesedihan tersebut.
“aku tak tahan dengannya! Bagaimana bisa dia tak menjawab ponselnya? Kenapa dia sangat jahat? Bodoh! Berpikiran sempit! Tanaman ini sudah mulai tumbuh, jika dia melihat ini dia benar-benar senang” ucap Man Ok sedih sekaligus kesal. Tepat di belakang Man Ok, Kang Hwi yang sedaritadi memperhatikan Man Ok mendadak ikut sedih… bukan karena Tae Ik yang mengabaikan telepon dari Man Ok tapi Man Ok yang seolah-olah akan segera pergi meninggalkan dirinya. Kang Hwi bahkan curhat pada Chaton, kucing pemberian Man Ok.
Tae Ik mencoba memejamkan mata tetapi anehnya bukannya tertidur, Tae Ik justru terjaga. Pandangan Tae Ik menangkap sebuah benda berupa mp3 dan akhirnya entah angin apa yang merasukinya, Tae Ik memutuskan mendengarkan Mp3 dari Manager Hwang.
Di luar tenda, Go Dong mencoba berbicara, meyakinkan Tae Ik jika dirinya akan berusaha sebaik mungkin.
“Hyungnim, Manager Hwang mengatakan besok kita akan memulai latihan vocal. Aku tak ingin menghalangimu, tapi aku yakin kamu tahu semua orang mengatakan aku tak bisa jadi penyanyi karena penampilanku. Aku terbiasa mendengar bagaimana buruk dan noraknya diriku, tapi Hyungnim… Bum Soo Hyung percaya padaku. Ini adalah kesempatanku, aku yakin kamu pasti tak senang dengan ini tapi aku takkan menyerah. Aku akan melakukan yang terbaik. Bisakah kamu mempercayaiku sekali ini saja. Jika kamu tak suka padaku, kamu bisa memecatku kapan saja, kumohon beri aku kesempatan”.
Entah Tae Ik mendengarnya atau tidak, tapi jika dilihat dari ekspresinya sepertinya iya^^
Keesokan harinya
Go Dong terlihat sedih saat keluar dari Man Ok Kwan. Manager Hwang berusaha menghiburnya dan mengatakan semuanya akan baik-baik saja, Manager Hwang kembali akan mencoba berbicara dengan Tae Ik. Saat berjalan menuruni tangga, seseorang telah menunggu mereka di dekat mobil.
Tae Ik menyerahkan mp3 kepada Go Dong. “suaramu… cukup bagus, aku akan mempercayaimu kali ini. Baek Go Dong yang norak” ucap Tae Ik… Yeeeeeee, akhirnya.
Semangat Tae Ik semakin lama semakin berkobar. Latihan vocal serius dijalaninya. Sikapnya pun perlahan mulai melunak terhadap Sangdae, guru vokalnya. Tae Ik meminta saran dan nasihat apa yang harus dilakukannya.
“apa dia Tae Ik yang kita kenal?” gumam Manager Hwang
“setidaknya dia tahu sikap untuk belajar sekarang” tambah Sangdae
Sepulang dari latihan, Manager Hwang-Tae Ik-Go Dong minum-minum bersama untuk merayakan kembalinya Tae Ik dan dimulainya debut Go Dong-Tae Ik. Manager Hwang bahkan meluncurkan sebuah nama baru untuk grup baru mereka, TAKE TWO!!!
Kegembiraan Take Two tak dirasakan Man Ok. Sikap Tae Ik membuat Man Ok uring-uringan dan memutuskan minum soju hingga setengah mabuk. Seorang pria datang menghampirinya dan merasa khawatir dengan tindakan Man Ok sekarang yang tak seperti biasanya.
“apa ini karena Tae Ik? Ada apa dengan kalian berdua, aku tak sempat bertanya sebelumnya… alasan kamu kembali ke U Entertainment. Kamu punya masalah yang tak bisa kamu bicarakan denganku?” tanya Manager Hwang
“sebenarnya… aku ingin memberitahukannya padamu, aku sangat tertekan tapi aku tak bisa melakukannya. Dia bukan satu-satunya yang sedang kesusahan, tidak bisakah dia menungguku dan percaya padaku? Kenapa dia membuatku sangat marah? Yang ini bahkan tak tahu bagaimana perasaanku, yang ini aku tak bisa mengabaikannya. Aku benar-benar tak tahu apa yang harus kulakukan?” oceh Man Ok.
Tiba-tiba Go Dong muncul disusul Tae Ik. Tae Ik sontak terkejut melihat kehadiran Man Ok di kedai. Bukannya alasan mereka keluar adalah untuk merayakan semuanya bersama dengan Manager Hwang?
Manager Hwang yang mengetahui situasi sulit antara Tae Ik dan Man Ok menarik Go Dong pergi dengan alasan hendak membelikan obat untuk Man Ok yang sedang mabuk.
Man Ok yang merebahkan kepalanya di meja seketika terbangun begitu Tae Ik menghentakkan tangannya ke meja. “Hei, kaki ayam.. sudah kukatakan ini bukan seperti yang kamu pikirkan. Kenapa kamu tak mau percaya padaku. Hah… kamu bahkan tak menjawab teleponku” teriak Man Ok dan mulai menangis histeris
“Jang Man, kamu mabuk? Hentikan” ucap Tae Ik terkejut menyadari Man Ok menangis dikarenakan sikapnya.
“kamu benar-benar jahat” teriak Man Ok lebih histeris. Tae Ik kembali berusaha menghentikan Man Ok dan ucapan ngawurnya. Sekarang semua mata memandangi mereka terutama Tae Ik karena telah membuat seorang wanita menangis.
Tae Ik tertatih menaiki tangga menuju rumah Man Ok, jika hanya dirinya sendiri tentunya tak masalah, tapi sekarang ada Man Ok di gendongannya. Saat membaringkan Man Ok di tempat tidur, Hp Man Ok berbunyi. Wajah Tae Ik seketika kesal ketika melihat id si penelpon yang tak lain adalah Kang Hwi. Dengan berusaha menahan amarah, Tae Ik menjawab telepon Kang Hwi dan mengatakan agar Kang Hwi kembali menelepon besok karena Man Ok baru saja tertidur.
Keesokan harinya
Kang Hwi terkejut ketika melihat Man Ok telah berada di dapur dan menyediakan sarapan untuknya. Man Ok terlihat berusaha menjelaskan alasan kenapa semalam dirinya tidak pulang namun Kang hwi enggan mendengarnya dan berusaha mengalihkan pembicaraan.
Berlanjut ke scene lain dimana Kang Hwi menemui Direktur Lee guna membahas perkembangan album solo Kang Hwi. Entah karena ingin merebut kembali kesuksesan sebagai penyanyi ataukah karena ingin membuktikan kepada Man Ok serta Tae Ik, Kang Hwi menegaskan kepada Direktur Lee jika dirinya menginginkan staff, pemasaran, koreografi dan penata terbaik.
“ini mungkin yang terakhir kali bagiku, aku tidak ingin kalah dengan siapapun, jadikan aku yang terbaik” pinta Kang Hwi
Kang Hwi memulai latihan demi kesuksesan album solo miliknya. Melihat semangat Kang Hwi, Man Ok menjadi khawatir karena sahabatnya itu terlalu memporsir semua tenaganya dan tak mempedulikan kesehatannya termasuk pengobatan untuk matanya.
“aku akan menjalani pengobatan tapi tidak sekarang… siapa yang akan tahu kapan aku bisa kembali lagi ke atas panggung. Jadi Man Ok, untuk saat ini aku hanya akan fokus pada penampilanku sampai aku tak bisa melihat lagi, sampai aku tak bisa melakukan apapun. Tak perlu terlalu khawatir, kamu tahu aku adalah Won Kang Hwi yang terbaik di alam semesta. Aku akan menyukseskan comebackku dan menjalani pengobatan”.
Semangat Take Two juga tak kalah dari Kang Hwi. Hingga larut malam Tae Ik dan Go Dong masih sibuk berlatih dan tepat di samping mereka, Manager Hwang sudah terlelap. Kedatangan Kakek mengagetkan mereka. Kakek mengajak mereka ke sebuah tempat, tempat di mana tenaga Tae Ik dan Go Dong bisa kembali seperti semula, mencurigakan??? Apakah mungkin akan dilatih Hapkido ataukah latihan yang jauh lebih berat???
Dan ternyata tempat yang dituju Kakek adalah rumah makan.
“saat kamu mempunyai kekuatan di perutmu kamu akan mempunyai kekuatan pada suaramu” ujar Kakek. Wkwkwkwk, benar banget Kek
Di saat semua bersiap untuk makan, Tae Ik hanya memandangi makanannya. Kilasan kejadian masa lalu kembali menari di kepalanya. Rumah makan yang mereka datangi sekarang adalah rumah makan di mana Man Ok pernah mengajaknya. Go Dong dan Manager Hwang saling pandang, mereka sangat tahu kalau Tae Ik tidak bisa makan sembarang makanan jika tak terbuat dari bahan organik. Tapi tunggu dulu, Tae Ik tiba-tiba mengambil sendok dan mulai memasukkan makanan ke dalam mulutnya….^^
Tugas Tae Ik, Go Dong dan Kang Hwi adalah berlatih keras dan menunjukkan performa yang maksimal di hadapan public dan tugas Manager serta Direktur mereka adalah mempromosikan debut mereka sebagai artis setelah kasus yang menimpa silih berganti. Hal itulah yang sekarang dilakukan Manager Hwang dan Direktur Lee.
Mereka tanpa sengaja bertemu di sebuah stasiun tv. Aura persaingan mulai terasa apalagi saat Manager Hwang memperkenalkan artis barunya yang tak lain adalah Tae Ik. Jangan sebut Direktur Lee jika tak ambil tindakan. Dengan serta merta Direktur Lee mengejek Manager Hwang yang hendak menelurkan Tae Ik artis buangannya sebagai idola kembali, maldo andwae. (menurut Direktur Lee, Tae Ik adalah artis buangannya tetapi bagi Tae Ik sendiri dirinya keluar secara terhormat).
Manager Hwang terlihat sabar menghadapinya dan dengan santai mengingatkan Direktur Lee untuk bersiap menghadapi anak-anak asuhannya.
Hari peluncuran album semakin dekat. Tae Ik, Go Dong dan di sisi lain Kang Hwi serius berlatih vocal dan koreografi. Informasi seputar kemunculan Take Two telah menghiasi media online begitupun dengan lahirnya kembali Only One (Kang Hwi).
Dan akhirnya tanggal comeback Take Two telah keluar dan hari tersebut bertepatan dengan tanggal comeback Only One. Sayang masalah muncul dari pihak Kang Hwi. Beberapa hari menuju comeback album yang akan diproduksi bermasalah, ada kerusakan suara pada albumnya dan satu-satunya jalan adalah menghentikan produksi album dan menarik album yang telah dijual di pasaran. Bisa dibayangkan betapa marahnya Direktur Lee. 
Man Ok yang mendengar berita tersebut ikut khawatir. Yang bisa dilakukannya adalah menghibur Kang Hwi sebagai seorang sahabat. Tak dapat dipungkiri Kang Hwi pasti sedih, seberapa hebat pun Kang Hwi berusaha menyembunyikan rasa kekecewaannya pada Man Ok, Man Ok dapat merasakannya.
Dan dampak dari tertundanya comeback Kang Hwi berimbas pula pada Take Two. Entah sabotase apa yang sudah dilakukan Direktur Lee demi menggagalkan performance Take Two.
“bagaimana bisa mereka melakukan ini, kita sudah berlatih dengan keras” keluh Go Dong ketika mereka bertiga berada di kedai
“Lee Joon… dia pasti tak ingin melihat kita melakukan comeback sebelum Kang Hwi” tambah Manager Hwang
“tadinya aku merasa heran LJ tak berbuat apa-apa. Kita tak pernah berpikir semuanya akan berjalan dengan lancar kan? Hyung pasti tak menyerah karena LJ kan?” ucap Tae Ik menambahkan
“tentu saja tidak, aku tidak akan menyerah. Kalian jangan khawatir, aku akan memastikan kalian berdua berdiri di atas panggung” tegas Manager Hwang.
Manager Hwang frustasi atas apa yang sedang terjadi saat ini. Niatnya untuk menghubungi Direktur Kim selaku pemilik stasiun tv tempat Take Two rencananya akan melakukan debut tak dinanya justru Direktur Kim yang meneleponnya terlebih dahulu.
Keesokan harinya
Pagi-pagi buta Manager Hwang sudah mengajak Tae Ik dan Go Dong ke suatu tempat. Go Dong terus saja menguap dan bertanya akan dibawa kemana mereka? Tae Ik juga merasa penasaran. Niat ingin memberi kejutan, Manager Hwang akhirnya mengatakannya terlebih dahulu. Take Two akan melakukan comeback di sebuah program khusus dan bukan di program music seperti yang biasa dilakukan penyanyi-penyanyi rookie lainnya. Tema acaranya adalah Rivalitas dimana pihak stasiun tv memilih dua tim untuk bertanding dan program tersebut akan disiarkan selama sejam penuh.
“jika kami melakukannya siapa lawan kami?” tanya Tae Ik dan terlihat berpikir keras. Dan jawaban dari Manager Hwang, aku juga tak tahu.
Teka teki dari pertanyaan Tae Ik akhirnya terjawab saat mereka tiba di stasiun tv. Sebuah suara yang berasal dari Kang Hwi sungguh mengagetkan mereka tak terkecuali dari pihak Kang Hwi sendiri.
“kalian adalah dua tim yang akan muncul pertama pada program siaran baru kami, Only One dan Take Two” ucap Direktur Kim tersenyum simpul.

=BERSAMBUNG=
Written : DewiRf [Blog]
Posted Only : Pelangidrama.net
DON’T REPOST TO OTHER SITE!!!

3 pemikiran pada “[Sinopsis K-Drama] Full House Take 2 Episode 14

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s