[Sinopsis TW-Drama] Fabulous Boys Episode 4

~Episode 4~
Jeremy memberondong Mei Nan dengan pertanyaan apa yang sebenarnya sedang disembunyikan Mei Nan? Kenapa Mei Nan bisa menjadi begitu akrab dengan Tai Jing padahal dulu hubungan mereka seperti kucing dan anjing? Mei Nan mengelak, tidak ada sesuatu hal pun yang disembunyikannya dari Jeremy. 
Sedikit kesal dengan jawaban dari Mei Nan, Jeremy menyemprot Mei Nan dengan air hingga membuat Mei Nan basah kuyup. Mei Nan berusaha menghindar tetapi Jeremy terus saja melakukan aksinya. 
Tindakan Jeremy terhenti ketika melihat Mei Nan yang basah kuyup dan terlihat sangat mempesona ditambah lagi dengan semprotan yang datang tiba-tiba dari arah kirinya. Xin Yu menyemprot Jeremy dan meminta Mei Nan untuk segera lari, wkwkwkwk
Mei Nan mengeringkan bajunya di wastafel. Seseorang memberikannya handuk dan disambut Mei Nan dengan senyuman… sama seperti Jeremy, Xin Yu ikut bertanya apa yang sudah terjadi antara Mei Nan dan Tai Jing?
“Itu adalah kesalahanku. Aku sudah kelewatan dan ingin menjadi vokalis seorang diri dan terus berusaha menyingkirkan Gao Mei Nan tapi kemudian Jie Ge meyakinkanku dan aku memutuskan untuk membiarkannya” ucap Tai Jing yang muncul tiba-tiba dan segera berlalu pergi.
Xin Yu masih merasakan ada kejanggalan. Perangai dan sifat Tai Jing sangat diketahuinya dengan baik, sesuatu memang sedang terjadi pada Tai Jing dan Mei Nan jika tidak mana mungkin Tai Jing melindungi Mei Nan sampai sebegitunya. 
Malam harinya
Sebagai rasa terima kasih kepada Tai Jing, Mei Nan membuatkan Tai Jing bubur bergizi. Tai Jing menatap Mei Nan sesaat dan memutuskan memakan makanan buatan Mei Nan yang terlihat sangat enak, tapi baru saja Tai Jing menyendok Tai Jing berhenti
“Apa ini?” Tanya Tai Jing
“Ini adalah udang” jawab Mei Nan tersenyum “Apa yang salah Tai Jing? kamu tidak suka udang?
“aku alergi terhadap udang, makan ini akan membunuhku” ucap Tai Jing
“benarkah? Aku minta maaf, aku tidak tahu. Tapi… itu hanya sedikit udang, apakah kamu benar-benar mati jika memakannya?” Tanya Mei Nan polos
“Apa kamu ingin melihat aku mati?” Tanya Tai Jing sedikit kesal dan dijawab Mei Nan tidak.
Mei Nan menjelaskan jika dirinya hanya ingin berterima kasih pada Tai Jing atas semua kebaikannya makanya Mei Nan memasakkan bubur untuknya. Bagi Tai Jing yang perlu dilakukan Mei Nan sekarang untuk balas budi adalah mempersiapkan diri untuk Asia Musik Festival, jika Mei Nan mengacaukannya segalanya, awas saja…
Keesokan harinya
Mark dan Ke Di menunduk lesu ketika menemui Mei Nan. Mereka sadar segala hal yang telah mereka lakukan adalah sebuah kesalahan karena memilih kabur dari masalah dan membiarkan Mei Nan menghadapinya seorang diri
“aku tahu kalian mengambil cuti karena ingin menghindari semua ini. Sebenarnya, aku juga telah memikirkan hal yang sama, melarikan diri seperti kalian tapi seorang bibi tua memberikan foto ini kepadaku tanpa sempat bertemu denganku. Aku yakin dia akan datang menemuiku lagi akhirnya aku memutuskan untuk tetap tinggal. Ketika dia datang lagi, aku mungkin harus menyusahkan kalian” ucap Mei Nan.
“Mei Nan, jangan khawatir kali ini, aku akan membantumu sampai akhir!” jawab Mark lega karena Mei Nan tidak marah ataupun menaruh dendam padanya.
Sementara itu wanita yang sedang mereka bicarakan yang tak lain adalah Bibi Mei Nan sedang berada di dalam penjara karena memiliki sangkutan hutang atau bisa dikatakan teman Bibi Mei Nan melarikan uang seseorang dan akhirnya dialah yang harus mempertanggung jawabkan.
Ke 4 pria tampan kita sedang berkumpul bersama menikmati pizza dan ayam goreng. Mei Nan terlihat sangat lahap memakan ayam dan tak memperdulikan ocehan Jeremy yang sedaritadi memuji kecantikan Liu Xin Ning si Peri Nasional. Jeremy bertanya bergantian kepada Xin Yu dan Tai Jing apakah mereka juga menyukai Xin Ning? Namun Xin Yu memilih mengabaikan pertanyaan Jeremy sedangkan Tai Jing menjawab jika Xin Ning bukan tipenya.
“lalu siapa tipe kalian?” Tanya Jeremy penasaran
“Gao Mei Nan, kamu terlihat sangat menjijikkan makan seperti itu, cepat lap” perintah Tai Jing…. Wkwkwkwk, Jeremy hampir saja mengira jika tipe ideal Tai Jing adalah Mei Nan.
Xin Yu memberikan tissue kepada Mei Nan sedangkan Mei Nan sendiri sibuk menjilati bibirnya dengan menyapukan lidahnya. Tindakan Mei Nan membuat Jeremy terdiam dan mulai berpikir yang tidak-tidak.
“Gao Mei Nan, bagaimana dengan kamu sendiri? kamu adalah seorang pria, seorang gadis cantik seperti Liu Xin Ning apakah kamu menyukainya?” Tanya Jeremy akhirnya pada Mei Nan, namun jawaban yang didapatkan Jeremy sungguh di luar dugaan. “Liu Xin Ning, siapa dia?”. Mark segera mengambil alih pembicaraan dan mengatakan jika Xin Ning adalah wanita ideal Mei Nan dan membuat semuanya terlihat seolah Mei Nan sedang bercanda. Mark dan Ke Di tertawa terbahak-bahak berusaha mencairkan suasana yang tiba-tiba berubah…. Wkwkwkwk.
Para fans berkumpul di depan A.N.Music untuk melakukan fansigning dengan para personel A.N.JELL. Gao Mei Nan hanya berdiri terdiam melihat ke 3 rekannya yang sibuk melayani fans mereka. Tiba-tiba salah seorang dari fans mendekati Mei Nan dan meminta tanda tangannya. Mei Nan tentu saja terkejut, bukannya dulu mereka sangat membencinya….
Tai Jing tanpa sengaja melihat ke arah Mei Nan yang sedang membubuhkan tanda tangan pada gambar dirinya. Tanda tangan Mei Nan terlihat sangat jelek,,…. Dan gantian Mei Nan sekarang memperhatikan Tai Jing dan juga tanda tangannya.
Malam harinya, Mei Nan mendatangi kamar Tai Jing dan meminta Tai Jing untuk membantu memilih tanda tangan mana yang bagus untuk dirinya… Tai Jing menatap kasihan pada buku yang berisikan tanda tangan Mei Nan.
“Bahkan jika itu hanya tanda tangan, itu harus memiliki keunikan tersendiri” ucap Tai Jing
“Itulah sebabnya aku ingin meminta bantuanmu untuk membuatkanku sebuah tanda tangan yang lebih modis” pinta Mei Nan
“Mengapa harus aku?” Tanya Tai Jing
“Karena kamu bilang aku harus menempatkan usaha terbaikku. Aku percaya bahkan dengan tanda tangan, aku harus bersungguh-sungguh jadi aku tidak tidak akan mengecewakan harapan fans… Tapi… jika kamu tidak nyaman, tidak apa-apa… Aku akan pergi memikirkannya sendiri” jawab Mei Nan dan buru-buru pergi dari kamar Tai Jing.
Selepas kepergian Mei Nan, Tai Jing terlihat berpikir dan kemudian mengambil sebuah pensil dan secarik kertas “Gao Mei Nan” gumam Tai Jing. Sedangkan Mei Nan sendiri memilih menyendiri di teras bawah, mencoba merancang tanda tangan untuk dirinya sendiri. Seseorang tiba-tiba muncul dan membuat Mei Nan sedikit terkesiap. Xin Yu mengambil buku Mei Nan dan mengatakan jika tidak ada yang special. Mendengar ucapan Xin Yu membuat Mei Nan sedikit cemberut dan berucap jika Tai Jing juga mengatakan hal yang sama. 
“kamu sudah memperlihatkannya pada Tai Jing? Lain kali, jika kamu memerlukan bantuan, kamu bisa datang menemukanku pertama” ucap Xin Yu
“Mengapa?” Tanya Mei Nan heran
“Karena aku pikir…Kita…” ucap Xin Yu dan merapatkan duduknya dengan Mei Nan. Xin Yu mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Mei Nan dan alhasil membuat Mei Nan terdiam sekaligus tegang karena kedekatan mereka yang sangat intim “….memiliki hubungan yang sangat dekat” lanjut Xin Yu sambil tersenyum.
Kembali ke Tai Jing
Di hadapan Tai Jing telah berjejer 10 lembar kertas yang berisikan 10 jenis tanda tangan yang berbeda. Tai Jing memilih satu yang terbaik dari 10 tanda tangan tapi kembali meletakkannya, dan kembali membuat tanda tangan.
“satu ini masih terlihat yang terbaik, tampak paling artistic… tapi tidak…dengan tingkat kemampuan Gao Mei Nan satu ini akan terlalu sulit baginya. Ini akan terlalu sulit baginya untuk menyalin. Lupakan saja” gumam Tai Jing pada dirinya sendiri
Mei Nan akhirnya memiliki sebuah tanda tangan. Semuanya berkat Xin Yu… Xin Yu kemudian bertanya siapa yang memberikan nama untuk Mei Nan, karena nama Mei Nan sangat sederhana dan mudah diingat.
“Ayah berkata bahwa ibu yang telah memberikan nama itu untukku. Sebenarnya, ibuku masih hidup ah tidak, aku harus mengatakan dia mungkin masih hidup. Aku percaya dia pasti punya beberapa masalah dan itulah sebabnya dia meninggalkanku tepat setelah aku lahir. Ibu adalah orang yang memberiku nama ini = = Jadi setelah aku menjadi terkenal, dia pasti akan mengenaliku dan datang mencariku. Sekarang, aku hanya harus menunggu hingga hari itu datang”
“Jadi itulah alasannya…. Mei Nan, kamu harus membuat tanda tangan yang baik sehingga setiap orang akan mengingatnya” pesan Xin Yu. Xin Yu akhirnya sedikit mengerti kenapa Mei Nan menyamar menjadi pria.
Saat kembali ke kamar, Mei Nan tanpa sengaja melihat Tai Jin yang berkeliaran di dekat kamarnya. Tujuan Tai Jing sebenarnya adalah hendak memberikan tanda tangan untuk Mei Nan tetapi begitu mendengar Mei Nan telah memiliki tanda tangan yang diajarkan Xin Yu padanya, wajah Tai Jing terlihat sedikit kesal dan akhirnya mengurungkan niatnya….
Personel A.N.JELL berkumpul di ruang santai… Mark mengatakan jika sebelum mereka menghadiri Asia Music Festival para personel harus berkunjung ke panti asuhan terlebih dahulu. Yang lainnya menyetujui tapi lain halnya dengan Tai Jing yang menolak mentah-mentah… Tai Jing tidak menyukai suatu hal yang diputuskan secara spontan. Hufffftttt
Mei Nan mencoba membujuk Tai Jing yang berada di halaman, tapi jangan sebut Tai Jing jika dengan sekali anggukan menyetujuinya. Melakukan program amal dengan menjadikan anak yatim sebagai objek sama saja mengambil keuntungan dari mereka.
“Jie Ge menyebutnya sebagai “kinerja amal” terdengar bagus memang… tapi dia hanya menginginkan kita untuk pergi melakukannya. Motif sebenarnya untuk bermain dengan anak-anak yatim adalah untuk mempublikasikan album baru kami. Berpura-pura menjadi teman dengan mereka adalah tujuanmu?Atau apakah kamu benar-benar ingin berteman dengan mereka? Beri mereka harapan dan harapan? Pada akhirnya kamu tidak akan pernah melihat mereka lagi, meninggalkan mereka merasa seperti mereka telah dimainkan… atau apakah kamu berpikir bahwa mereka semua bodoh?” ucap Tai Jing dan berlalu pergi. Tai Jing bahkan sempat berpapasan dengan Xin Yu yang berniat menemui Mei Nan menanyakan hasil pembicaraannya dengan Tai Jing namun Tai Jing hanya berlalu pergi.
Mengunjungi anak-anak panti dan berlatih untuk acara Asia Music festival adalah kegiatan yang dilakukan oleh A.N.Jell sekarang…. Ya kecuali Tai Jing yang menolak mentah-mentah mengunjungi panti asuhan. 
Mei Nan terlihat menikmati kegiatan hariannya begitupun dengan Xin Yu yang sesekali mengabadikan moment-moment tersebut dalam kamera handphonenya. Cie,cie,cie…. Meskipun sesekali Mei Nan harus bersabar karena Tai Jing terus mengawasinya bahkan kadang kala memarahinya saat berlatih vocal demi kesuksesan Asia Music Festival dan merupakan perform Mei Nan untuk pertama kalinya.
Tak hanya Tai Jing, Jeremy pun ikut mengerjai Mei Nan yang sedang tidur. 
Tai Jing terlihat sedikit kesal saat Xin Yu dan Jeremy terlihat sangat memperhatikan Mei Nan yang terlihat sedikit lelah saat bangun tidur. Tak hanya itu, Jeremy bahkan kembali membujuk Tai Jing agar mau ikut bersama mereka ke panti asuhan karena semuanya sangat menyenangkan tapi lagi-lagi Tai Jing menolak. 
Kondisi Mei Nan terlihat tidak baik… hal ini terjadi karena Mei Nan begadang demi merajut topi untuk anak-anak panti. Keadaan tersebut menarik perhatian Tai Jing dan bahkan membuatnya kesal karena Mei Nan tidak memperhatikan kondisi kesehatannya sedangkan acara Asia Music Festival sudah di depan mata. Saking kesalnya, aksi tarik-tarikan pun terjadi hingga akhirnya rajutan Mei Nan rusak. 
Mei Nan menangis, tapi bukan karena rajutannya rusak melainkan karena Mei Nan menyesal telah menyia-nyiakan kepercayaan Tai Jing. Mei Nan merasa bisa melakukannya semuanya bersamaan tetapi kenyataannya tidak. Xin Yu yang datang pada saat yang tepat berusaha membela Mei Nan bahkan menasehati Tai Jing
“Apakah kamu tahu mengapa Mei Nan begitu ngotot menghabiskan Natal dengan anak-anak? Apa yang kamu pikirkan memang benar, Jie Ge tidak hanya ingin menggunakan anak-anak sebagai promosi dan direktur panti asuhan tidak ingin dimanfaatkan, tapi Mei Nan mengatakan kepada kami… Ketika ia masih kecil di panti asuhan, dia menemukan mimpinya sendiri ketika seorang kakak pernah datang untuk melakukan amal… meskipun mereka tidak pernah datang ke panti asuhan lagi, tapi itu salah satu usaha masa depan Mei Nan dengan harapan untuk anak-anak yang tidak memiliki orang tua. Apa yang paling mereka butuhkan adalah mimpi dan harapan, kamu tidak harus menyetujui cara Mei Nan pemikiran tapi tolong jangan mengabaikan usahanya” ucap Xin Yu dan menarik Mei Nan pergi meninggalkan Tai Jing.
Malam harinya
Suara batuk terdengar dari kamar Mei Nan. Saat hendak keluar kamar mengambil segelas air, Mei Nan menemukan beberapa obat di depan pintu kamarnya. Siapa yang meletakannya?
Keesokan harinya
Xin Yu, Jeremy, Mark sedang mempersiapkan keperluan yang akan dibawa ke panti asuhan. Dari kejauhan terlihat Mei Nan dan Ke Di yang berjalan ke arah mereka. Mei Nan terus saja tersenyum dan berterima kasih kepada Xin Yu yang telah memberikannya obat. Raut wajah Xin Yu menunjukkan tanda tidak mengerti tetapi beberapa detik kemudian Xin Yu bisa menebak seseorang yang dimaksud Mei Nan.
Para personel A.N.Jell akhirnya tiba di panti… saat hendak menurunkan barang untuk anak-anak panti, sebuah mobil berhenti tak jauh dari mereka dan turunlah Tai Jing. Tujuan kedatangan Tai Jing adalah untuk mengembalikan topi rajutan Mei Nan yang tanpa sengaja dirusaknya (sepertinya Tai Jing membelinya, maybe) namun kesempatan ini dimanfaatkan Mei Nan dan yang lainnya mengajak Tai Jing bergabung dengan mereka…
Mei Nan merasa senang karena bisa menghabiskan malam natal dengan anak-anak panti dan tentunya para personel A.N.Jell
“kepala biara, Ini adalah pertama kalinya aku merayakan Natal setelah meninggalkan biara. Pada awalnya, aku berpikir akan merasa sangat kesepian… tapi aku tidak berharap bahwa Natal ini akan membuatku merasa begitu bahagia. Karena aku melakukan sesuatu yang benar-benar bermakna dan aku punya malaikat-malaikat besar dan kecil untuk menghabiskan semuanya, Itu benar-benar membuatku merasa sangat hangat” gumam Mei Nan
Seseorang menyampirkan jas di bahu Mei Nan saat mendapati Mei Nan bersin, dia adalah Tai Jing. Meskipun Tai Jing berusaha terlihat tidak perduli tapi Mei Nan bisa merasakan ketulusan dari hati Tai Jing. Buktinya, Mei Nan menemukan tanda tangan yang sempat disembunyikan Tai Jing tempo hari dalam saku jas yang dikenakan Mei Nan saat ini… “Jadi Tai Jing diam-diam membuatkan tanda tangan untukku. Mengapa dia tidak memberikannya kepadaku?”
Bibi Mei Nan akhirnya keluar dari penjara…. Tentu saja Bibi tak hentinya memamerkan tentang dirinya yang memiliki seorang keponakan yang saat ini sedang menjadi artis… andai saja Ayah Mei Nan masih hidup dia tentunya sangat senang melihat putranya saat ini mengikuti jejaknya menjadi seorang musisi. Teman Bibi Mei Nan lagi-lagi tak percaya jika ayah Mei Nan adalah seorang penulis lagu tapi Bibi Mei Nan mengatakan jika beberapa lagunya dinyanyikan Mu Hua Lan, seorang artis terkenal.
Dan kita bisa melihat seorang wanita yang sempat ditemui Tai Jing beberapa kali sedang melakukan wawancara di sebuah radio…. Mu Hua Lan mengatakan jika lagu ciptaan tuan Gao Cai Xian adalah lagu favoritnya.
“Meskipun lagu ini tidak digunakan sebagai lagu tema saat itu, ini benar-benar favoritku… aku menyukai lagu ini karena bercerita tentang memori dari seorang wanita yang pernah memiliki cinta yang murni” jelas Mu Hua Lan
Dan wawancara Mua Lan di radio membuat Tai Jing yang tengah mendengarkannya menjadi sedikit kesal dan memilih mematikan radionya.
Asia Music festival akhirnya digelar…. Member A.N.Jell mendatangi gedung acara dan tentu saja fans mereka telah menanti dengan begitu setia. Saat memasuki gedung, member A.N.Jell tanpa sengaja bertemu dengan Xin Ning yang akan menjadi mc. Jeremy terlihat sangat senang melihat Xin Ning dan meminta Xin Ning untuk memperkenalkan mereka dengan baik nanti… Xin Ning tersenyum dan menjawab jika dia adalah fans A.N.Jell dan menyapa satu persatu member hingga akhirnya tiba pada giliran Tai Jing, Xin Ning terlihat bingung dan berpura-pura melupakan nama Tai Jing, wkwkwkwk….
“Tidak hanya suka berbohong, dia juga sangat kekanak-kanakan” gumam Tai Jing dan memilih mengabaikan Xin Ning yang telah pergi terlebih dahulu….
Mei Nan terlihat kebingungan saat kembali dari kamar mandi. Gedung acara sangat luas dan Mei Nan tidak bisa menemukan ruang tata rias A.N.Jell padahal Mark tadi sudah memberitahukan letaknya. Saat melihat sebuah ruangan yang terbuka, Mei Nan memutuskan bertanya namun yang didapatkannya justru seorang wanita yang meminta Mei Nan memijat kepalanya yang sedang sakit. 
Mei Nan terlihat antusias ketika berhadapan dengan Mu Hua Lan… wanita yang tanpa sengaja ditemuinya tak lain dan tak bukan adalah Mu Hua Lan. Mei Nan mulai bercerita panjang lebar tentang kecintaan Tai Jing pada Mu Hua Lan.
“Ya, Tai Jing dan aku berada dalam kelompok yang sama. Tai Jing adalah orang yang sangat baik dan dia benar-benar menjagaku. Oh, ya… Tai Jing sepertinya menjadi penggemar setia anda, aku melihat banyak film di kamar Tai Jing serta CD. Aku pikir dia harus menjadi penggemar setia anda dan itulah sebabnya ia mengumpulkan mereka” ucap Mei Nan dan buru-buru pergi setelah sebelumnya Mu Hua Lan memberikannya foto yang telah dibubuhi tanda tangan untuk diberikan pada Tai Jing.
Mark kebingungan mencari Mei Nan yang menghilang entah kemana… acara sebentar lagi akan dimulai dan Mei Nan sama sekali belum muncul. Tak hanya Mark, hilangnya Mei Nan membuat Ke Di dan Jie Ge ikut panic… beruntung Mark berhasil menemukan Mei Nan.
Mei Nan telah selesai berganti kostum namun hatinya saat ini sedang galau…. Galau menunggu telepon dari Mark yang mengatakan ada seorang wanita setengah baya yang ingin menemuinya. Karena Mei Nan akan melakukan perform maka Mark yang akan mewakilinya dan meneleponnya begitu Mark bertemu dengan wanita tersebut. 
Kegalauan Mei Nan terlihat oleh Xin Yu dan Tai Jing…. Jika Xin Yu menyemangati Mei Nan lain halnya dengan Tai Jing… Tai Jing menegur atau bahkan lebih tepatnya memarahi Mei Nan yang tidak fokus saat gladi bersih tadi. Tai Jing menarik Mei Nan paksa ke balkon gedung.
“Berikan ponselmu” ucap Tai Jing kesal
“Mengapa kamu mengambil ponselku?” tanya Mei Nan ketika Hpnya sekarang berpindah tangan ke tangan Tai Jing
“Ketika kita sedang berlatih, kamu terus melihat Hpmu, jangan berpikir aku tidak melihatnya… Bukankah ini pertunjukan pertamamu? Kamu harus mengerahkan seluruh kemampuanmu, bukankah kamu mengatakan semua hal-hal besar sebelumnya? Apa kamu lupa? atau apakah kamu ingin ditendang keluar dari A.N.Jell?”
“Maaf, Tai Jing. Sebenarnya aku mungkin akan meninggalkan ANJELL segera”
“Apa yang kamu katakan?” tanya Tai Jing tidak mengerti
“Wanita tua yang membawa foto terakhir kali dia datang lagi mencariku, aku pikir, aku mungkin akan dapat menemukan ibuku segera”
“Itu bagus, jadi kamu akan mengikuti kesepakatan kita dan pergi?” tanya Tai Jing lagi
“Aku tidak akan memberikan masalah lagi. Aku benar-benar minta maaf Tai Jing tapi juga terima kasih atas toleransi dan perhatian yang kamu telah berikan kepadaku”
“Mampu melepaskan diri dari bencana yang kamu berikan, aku harus berterima kasih”
“Lalu Tai Jing, bisakah kamu memberikan kembali telepon saya? Mark telah pergi untuk menemui wanita itu. Dia mengatakan akan meneleponku saat ia menerima kabar”
“aku tidak akan mengembalikan telepon ini sebelum perform selesai, bahkan jika kamu ingin meninggalkan AN Jell, kamu harus tetap menyelesaikan semuanya. ini adalah apa yang telah kita sepakati dan kamu harus memegang ucapanmu”
“kamu benar, tolong berhati-hati menyimpannya… aku pasti akan melakukan yang terbaik dan melakukan yang terbaik” pesan Mei Nan
A.N.Jell melakukan perform pertama kali bersama dengan anggota baru yaitu Mei Nan. Reaksi yang diberikan di luar prasangka semuanya… tanggapan positif didapatkan dengan hadirnya Mei Nan dalam grup. Jie Ge terlihat sangat senang dan terus memuji penampilan Mei Nan tadi…
Tapi wajah Mei Nan menunjukkan hal sebaliknya, Mei Nan terlihat gusar terlebih ketidakhadiran Tai Jing bersama mereka selepas perform. Mei Nan sangat penasaran apa Mark telah bertemu dengan wanita tersebut atau tidak?
Sementara yang dicari justru berada di ruang make up… entah kenapa Tai Jing masih belum berniat memberikan Hp Mei Nan padahal ada sebuah pesan teks yang masuk.
Dan akhirnya Mei Nan memutuskan meminjam Hp Jeremy untuk menghubungi Mark dan jawaban yang didapatkannya dari Mark membuat Mei Nan terguncang. Mark memberitahukan jika kemungkinan besar mereka tidak bisa menemukan Ibu Mei Nan karena dia telah meninggal.
Jeremy terlihat panic saat mendapati Mei Nan di balkon sedang menangis… Jeremy memutuskan memanggil bantuan.
Seseorang menghampiri Mei Nan yang tengah terduduk lemas dan masih menangis.
“Gao Mei Nan” panggil Tai Jing
“Tai Jing, sepertinya aku tidak punya cara menemukan ibuku sekarang karena ternyata, dia tidak ada di bumi ini lagi. Apa yang harus aku lakukan? Aku tidak akan pernah melihat ibuku lagi,aku tidak akan pernah melihatnya lagi” isak Mei Nan
Tai Jing duduk berjongkok di hadapan Mei Nan dan menghapus air mata di wajah Mei Nan. Tai Jing mengulurkan tangan meminta Mei Nan berdiri.
“Silakan menangis, kalau kamu ingin menangis, kemudian menangis sebanyak-banyaknya yang kamu inginkan” ucap Tai Jing pada Mei Nan yang berada di pelukannya.
Jeremy akhirnya tiba di balkon bersama Xin Yu. Kekhawatiran jelas tergambar di wajah Jeremy begitupun dengan Xin Yu namun Xin Yu mengatakan kepada Jeremy untuk membiarkan mereka berdua. Akan ada waktu mereka bisa bertanya kenapa Mei Nan menangis. Xin Yu cembokor, hehehe…
Ke Di merapikan make up di wajah Mei Nan… Mei Nan tak hentinya meminta maaf pada Ke Di karena menambah pekerjaannya namun Ke Di berucap tidak apa-apa yang justru harus dikhawatirkan adalah Mei Nan. Mei Nan baru saja menghadapi sebuah beban berat dan sesaat lagi Mei Nan harus menghadapi konferensi pers dengan wartawan. Apa Mei Nan bisa? Dan dijawab Mei Nan dengan anggukan…
Namun Tai Jing berpikiran lain, Mei Nan tidak bisa menemui wartawan dengan kondisi seperti ini apalagi dengan mata yang sembab dan bengkak… bisa-bisa wartawan berpikir jika Tai Jing kembali mengintimidasi Mei Nan. Ada baiknya jika Mei Nan menemui Bibinya karena pastinya banyak hal yang ingin ditanyakan Mei Nan. Tapi yang sekarang menjadi masalah, bagaimana caranya Mei Nan keluar dari gedung sedangkan banyak wartawan yang berkeliaran di luar sana. 
Ke Di memilihkan salah satu pakaian wanita milik Xin Ning untuk Mei Nan, kebetulan sylist Xin Ning adalah teman baik Ke Di. Sementara di luar ruang make up Xin Ning, Tai Jing terlihat berjaga-jaga.
Dan tingkah Tai Jing yang mencurigakan tertangkap salah satu wartawan…. Omo.
Tai Jing memutuskan masuk ke ruang make up dan terkejut ketika melihat penampilan Mei Nan yang berbeda dari biasanya “Dia adalah seorang gadis. aku tidak terbiasa melihat penampilan aslinya” batin Tai Jing ketika keluar dari ruang make up.
Sebuah suara mengagetkan Tai Jing…. Belum lagi dengan keluarnya Mei Nan secara mendadak dari ruang make up Xin Ning…
=BERSAMBUNG=
Written & Image : DewiRf [Blog/Twitter]
Posted only : Pelangidrama.net
DON’T REPOST TO OTHER SITE!!!!

[Sinopsis K-Drama] Marry Him If You Dare Episode 2

Sinopsis Marry Him If You Dare Episode 2

Lihat episode 1 di sini.

Sejauh apapun Mirae berusaha menghindar, takdir itu tetap berlari menghampirinya…

 photo m1.jpg

Tabrakan antara mobil Mirae dan mobil Kim Shin tak dapat terelakkan. Kim Shin terlihat sangat kesal. Mirae yang awalnya kesal, mendadak antusias saat menyadari kalau Kim Shin adalah penyiar YBS dan berkali-kali bertanya untuk meyakinkan dirinya sendiri apa benar Kim Shin penyiar YBS. Dengan emosi Kim Shin membenarkan kalau ia penyiar YBS. “Lalu apa maumu?” bentaknya. Mirae tidak habis pikir kenapa Kim Shin masih marah?

 photo m2.jpg

Mirae terdiam, ia teringat sesuatu. Ia ingat kalau mobil Oppanya itu tidak memiliki asuransi yang berarti mobil itu tidak akan mendapatkan asuransi apapun jika terjadi kecelakaan. Belum lagi, ancaman Oppanya yang akan membunuhnya jika mobilnya sampai tergores saat dipakai Mirae. Mirae makin panik saat mengingat berita tentang ongkos perbaikan mobil impor dapat mencapai 40 juta won. Mirae melirik bemper depan mobilnya yang lumayan penyok, ia bingung apa yang harus ia lakukan agar ia tidak disuruh ganti rugi? Mirae mempunyai sebuah ide.

Sinopsis Marry Him If You Dare Episode 2

Tiba-tiba Mirae mengeluh kalau pinggangnya sakit. Tapi Kim Shin tidak percaya begitu saja, karena Mirae terlihat baik-baik saja sebelumnya. Mirae tidak mengindahkan protes Kim Shin, ia terus mengeluh kesakitan dan berkata kalau ia harus ke rumah sakit. Tiba-tiba Kim Shin mendekati Mirae. Ia memeluk pinggang Mirae lalu membantu Mirae berdiri dengan tegak. “Aku pernah menyiarkan prosedur darurat untuk pasien di lokasi. Dan pasien sungguhan tidak akan bisa meluruskan punggung mereka seperti ini,” tukas Kim Shin. Meskipun sudah ketahuan kalau ia sedang berpura-pura, Mirae tetap beralasan pinggangnya semakin sakit karena Kim Shin. Kim Shin makin kesal karena Mirae masih berpura-pura sakit pinggang dan tanpa sadar ia mulai mengeluarkan sumpah serapahnya.

Mirae kaget mendengar makian Kim Shin, “Memaki? Kau barusan memakiku? Tidak pantasnya seorang penyiar memaki orang lain.” Mirae lalu mengambil ponselnya di dalam mobil dan mulai memotret Kim Shin untuk dijadikan barang bukti karena memakinya. Kim Shin menurunkan ponsel Mirae dengan kesal, “Dasar. Aku hanya ingin penyelesaian baik-baik lewat asuransi. Tapi perempuan ini tidak bisa diajak kompromi.” Ia lalu mengajak Mirae ke kantor polisi. Mirae panik dan buru-buru menghalangi Kim Shin. Ia berkata kalau ia akan melepaskan Kim Shin dan anggap saja kecelakaan itu tidak pernah terjadi asalkan Kim Shin mau memberinya 20 juta untuk memperbaiki mobilnya. “Tidak bisa. Demi kebaikan masyarakat, wanita sepertimu harus masuk penjara,” tegas Kim Shin.

Sinopsis Marry Him If You Dare Episode 2

Kim Shin lalu menarik Mirae masuk ke mobilnya. Ia menyuruh Mirae jalan duluan ke kantor polisi dan ia akan mengikuti dari belakang. Awalnya Mirae menolak dan menganggap Kim Shin melakukan kekerasan padanya, tapi karena Kim Shin membentaknya agar segera memegang kemudi mobilnya, Mirae mengkeret takut dan buru-buru duduk di depan kemudi. Kim Shin lalu meminta SIM Mirae. Tanpa sengaja Kim Shin melihat buku-buku penulisan naskah program televisi di jok mobil Mirae. Ia bertanya apa Mirae seorang penulis program televisi?
“Kalau yang sepertimu masuk ke stasiun TV, siarannya pasti kacau balau semua,” cibir Kim Shin seraya melemparkan kartu nama dan SIM miliknya ke jok mobil Mirae. Mirae mengambil SIM Kim Shin dan terbelalak saat membacanya. Bel di kepala Mirae tiba-tiba berbunyi. Sepertinya ia mendapatkan sebuah ide.

 photo m5.jpg

Kim Shin dan Mirae tiba-tiba di kantor polisi. Di dalam lift, Kim Shin tertawa mengejek SIM Mirae dan mulai menyindirnya, “Aku menebak siapa yang menyetir serampangan. Ternyata seorang pemula.” Alih-alih marah mendengar sindiran Kim Shin, Mirae malah senyum-senyum gak jelas seraya menyindir balik Kim Shin, “Aku juga berpikir, ‘Siapa yang menyetir serampangan itu?’ Kau menyetir tanpa SIM?” Mirae menyodorkan SIM Kim Shin ke depan wajahnya, “Sudah lewat tanggalnya. Lewat setahun.” Kim Shin mengambil SIMnya dari tangan Mirae dan terbelalak kaget saat melihat masa berlaku SIM miliknya sudah lewat setahun.

Pintu lift terbuka, Kim Shin menatap bergantian SIM di tangannya dan ruangan kantor polisi di depannya. Mirae merampas SIM Kim Shin. “Nah, haruskah kita saling lawan satu sama lain?” sindir Mirae seraya tersenyum penuh kemenangan. Ia lalu menggerak-gerakkan pinggangnya seakan meledek Kim Shin, “Pinggangku sudah baikan.” Kim Shin termangu di tempatnya, berpikir. Mirae hendak melangkah keluar dari lift, tapi Kim Shin menahannya, “Tunggu. Tunggu sebentar.” Kim Shin lalu menekan tombol menutup kembali pintu lift.

 photo m6.jpg

Kim Shin membawa Mirae ke pelataran parkir kantor polisi. Alih-alih berunding, Kim Shin hanya mondar mandir sambil berpikir. Mirae yang lelah melihatnya, menegur Kim Shin, “Sudah sepuluh menit, maju-mundur. Kita bukan lagi di kebun binatang.” Mirae berkata ongkos perbaikan mobilnya 20 juta won, “Kalau kau berikan padaku maka selesai.” Kim Shin tidak mengindahkan ucapan Mirae, ia malah semakin mempercepat langkahnya. Mirae hanya bisa menutup wajah, pasrah melihat tingkah Kim Shin.

Langkah Kim Shin terhenti. Ia tiba-tiba teringat ucapan CEO Miranda yang menganggapnya tidak jeli dan tidak paham apa yang sedang terjadi di sekitarnya. Kim Shin mulai menyadari sesuatu. Mirae yang lelah melihat Kim Shin mulai mengajukan penawaran. “Baiklah, baik. Kuberikan diskon yang besar, 19 juta. Dan yang paling utama, seorang penyiar memaki, memanfaatkan cederaku untuk memelukku dari belakang, segala bentuk kekerasan, dan yang paling penting tanpa SIM. Aku akan melupakan semuanya, oke?” Saat Mirae mengucapkan penawarannya, Kim Shin menatap gedung kantor polisi dan mulai memperkirakan segala kemungkinan yang terjadi jika ia mengakui tentang SIMnya yang sudah tidak berlaku yang berarti ia menyetir tanpa SIM.

Kim Shin menoleh menatap Mirae, ia lalu memantapkan keputusannya, “Oke.” Mirae tercengang mendengar ucapan Kim Shin. Seakan tidak percaya sekaligus merasa lega karena Kim Shin menyetujui penawarannya. Mirae menghampiri Kim Shin dengan wajah sumringah dan meminta Kim Shin memberikan uang ganti ruginya. Alih-alih menuruti permintaan Mirae, Kim Shin dengan tegas berkata, “Aku akan masuk sendiri.” Ia lalu berjalan menuju ke kantor polisi untuk mengakui kesalahannya.

Sinopsis Marry Him If You Dare Episode 2

Mirae jelas panik dan buru-buru mengejar Kim Shin. Ia berusaha menghalangi Kim Shin agar tidak mengakui perbuatannya, ia merasa Kim Shin sudah gila. “Kau belajar jadi penulis program televisi, kan? Lihat baik-baik ketika kau melakukan pekerjaan televisi, di momen seperti ini. ‘Haruskah kukatakan kebenaran atau kebohongan?’ Pada saat itu maka kita harus memilih kebenaran,” tegas Kim Shin. Mirae memuji dedikasi Kim Shin yang sangat mengangumkan pada pekerjaannya. “Tapi aku sudah memutuskan untuk memaafkanmu dan menganggapnya tidak pernah terjadi,” ujar Mirae, tapi Kim Shin malah mengajukan tangannya di depan wajah Mirae memberi isyarat agar Mirae diam.
“Karena kau, penonton,” ujar Kim Shin seraya menunjuk Mirae. Mirae tertawa geli, aku? “Aku benar-benar tidak apa-apa.”
“Kalau begitu, ayo kita masuk sama-sama,” ajak Kim Shin seraya menarik tangan Mirae. Mirae terkejut dan menahan tangan Kim Shin, ia tidak habis pikir kenapa ia juga harus masuk ke kantor polisi. “Menyetir tanpa SIM dan kecelakaan mobil adalah kasus berbeda. Kau harus membayar kerusakannya,” tegas Kim Shin sembari menarik tangan Mirae. Mirae panik, ia memberontak, tidak mau ikut masuk ke kantor polisi. “Oh tidak, tunggu, tunggu. Aku ingin melihatnya!” seru Mirae tiba-tiba membuat Kim Shin menghentikan langkahnya. Kim Shin menatap Mirae bingung dengan maksud ucapan Mirae barusan.

“Aku melihat tayangan beritamu yang terakhir. Kau bilang ingin kembali menjadi penyiar berita. Aku sedih melihatnya. Sebenarnya, aku penggemarmu. Beritamu, tiap hari, aku hanya menonton acaramu. Jam 5. Iya, kan?” ujar Mirae. Kim Shin mulai tertarik mendengar penuturan Mirae. “Aku, sebagai penggemar, sangat menghormatimu. Tapi aku ingin melihatmu segera kembali membaca berita lagi. Dan menyetir tanpa SIM, bukan masalah sebenarnya. Karena kau sangat sibuk, kau pasti lupa, kan? Iya, kan?” ujar Mirae berusaha membujuk Kim Shin.

Mirae menunggu reaksi Kim Shin. Kim Shin menghela nafas berat. “Tapi aku seorang penyiar berita. Aku adalah orang yang dikenal masyarakat. Seharusnya aku tidak boleh punya catatan gelap….” aku Kim Shin namun Mirae memotong ucapannya, “Setahun lagi. setahun lagi, setelah kau kembali menjadi penyiar berita, kau bisa menjelaskannya. Penontonmu tidak bodoh. Jika mereka merasakan ketulusanmu, mereka pasti akan memahami isi hatimu,” ujar Mirae tulus. Kim Shin terdiam memikirkan ucapan Mirae. Mirae melirik Kim Shin, menunggu reaksinya.

Kim Shin menghela nafas lalu membuat keputusan. “Baiklah. Kalau begitu setelah setahun, pasti. Aku akan mengungkapkannya,” ujar Kim Shin membuat Mirae tersenyum lega. Namun senyumnya menghilang saat Kim Shin meminta nomor teleponnya. Mirae terkejut, apa? “Aku harus menerima biaya perbaikan mobilku 40 juta. Kau tidak perlu segera membayarnya, jadi minta nomor telponmu,” ucap Kim Shin. Mirae berusaha menyembunyikan kepanikannya. Ia tidak menyangka Kim Shin tetap saja mengungkit masalah ganti rugi di saat ia sudah berusaha membujuknya untuk tidak mengakui kesalahannya di kantor polis yang mengemudi tanpa SIM. Mirae beralasan akan memberitahu nomor telponnya setelah ia melihat ponselnya. Kim Shin merasa heran Mirae tidak mengingat nomor telponnya sendiri. “Memangnya ada alasan orang perlu menghubungiku? Dan juga, aku baru mengganti nomor hp-ku,” ujar Mirae beralasan.

Mirae buru-buru menuju mobilnya. Kim Shin mengikuti Mirae, menghampiri mobilnya. Mirae menyalakan mesin mobil membuat Kim Shin bertanya heran. Mirae beralasan untuk menyalakan lampu karena mobilnya gelap sekali dan ia tidak melihat ponselnya. Saat Kim Shin lengah, Mirae segera tancap gas kabur meninggalkan Kim Shin yang berteriak memanggilnya. Kim Shin kecolongan. Ia buru-buru menuju mobilnya untuk mengejar Mirae. Sialnya, mesin mobil Kim Shin tidak mau menyala. Mirae menyetir mobilnya dengan panik. Ia menelpon seseorang dan memberitahukan kalau ia kecelakaan. “Sekarang sedang genting, bicara nanti saja kalau sudah pulang.” Mirae lalu menutup telpon. Ia melirik ke spion, waspada kalau-kalau Kim Shin mengejarnya.

Kim Shin pulang naik taksi. Ia benar-benar kesal karena ditipu oleh Mirae. “Bagaimana mungkin dia melarikan diri pada situasi seperti itu? Benar-benar membuat gila,” gumam Kim Shin. Sebuah pesan masuk di ponselnya, dari nomor pribadi. Sms yang ternyata dari Mirae. Mirae meminta maaf karena melarikan diri. Sekarang ia benar-benar tidak punya uang. Mirae berjanji suatu hari nanti, ia pasti akan membayar Kim Shin. Kim Shin mencibir sms yang dikirimkan Mirae, “Lucu. Lalu kenapa kau menyembunyikan nomormu? Tunggu saja sampai tertangkap.”

Mirae tiba di rumah, ia benar-benar panik dan bingung apa yang harus ia lakukan. Tiba-tiba Madam Na masuk ke rumah dengan panik dan menanyakan keadaan Mirae. Ternyata, orang yang tadi ditelpon Mirae adalah Madam Na. Belum sempat Mirae menjawab, Ketua Tim Na keburu datang dan menatap mereka berdua. Ketua Tim Na merasa asing dengan kehadiran Madam Na dan bertanya siapa dia. Madam Na terpaku menatap ‘Oppanya’ itu hingga tanpa sadar menjatuhkan tasnya. Mirae buru-buru berkata kalau Madam Na adalah teman dekatnya yang bernama Hae Rim, Hae Rim Ahjumma. “Ada masalah dengan sewa rumahnya, jadi kusuruh dia tinggal di sini selama dua bulan,”ujar Mirae berbohong.

Sinopsis Marry Him If You Dare Episode 2

Ketua Tim Na menarik Mirae menjauh dari Madam Na dan berbicara dengan adiknya itu. Ketua Tim Na tidak setuju dengan apa yang Mirae lakukan, “Memangnya rumah ini kau yang beli? Kenapa tidak minta ijin dulu kalau mau bawa orang masuk?” Mirae beralasan kalau ia berhutang budi pada Madam Na. Mirae berkata kalau lantai 2 rumah mereka kosong, tak bisakah mereka mengijinkan Madam Na menginap? “Hutang budi? Kau bikin dosa, ya?” tuduh Ketua Tim Na curiga. Mirae jelas membantah hal itu.

Madam Na menatap Ketua Tim Na dengan mata berkaca-kaca. “Oppa,” panggil Madam Na tiba-tiba membuat Ketua Tim Na menoleh dan menatap heran padanya. Sebelum kakaknya curiga, Mirae buru-buru membuat alasan, “Katanya oppa mirip dengan orang yang dikenalnya. Jadi ketika kutunjukkan foto padanya, dia menangis tersedu-sedu.” Ketua Tim tetap penasaran kenapa Madam Na memanggilnya dengan sebutan ‘Oppa’, tapi Mirae buru-buru menarik Oppanya itu masuk ke kamar sebelum Oppanya itu semakin curiga padam Na. Madam Na menahan tangis berkali-kali memanggil Ketua Tim Na dengan panggilan ‘Oppa’. Ia terlihat sangat merindukan Ketua Tim Na.

Sinopsis Marry Him If You Dare Episode 2

Di dalam kamar, Ketua Tim Na terus bertanya tentang Madam Na yang memanggilnya ‘Oppa’. “Ahjumma itu tidak mengalami gangguan mental?” tanya Ketua Tim curiga. Mirae menepis hal itu dan berkata kalau Madam Na baik-baik saja. Ia lalu mengalihkan pembicaraan. “Sebelumnya, aku tidak ingin menyampaikan ini. Di stasiun TV, ada pekerjaan lebih tidak?” tanya Mirae. “Banyak sekali. Masalahnya adalah tidak ada yang tahu cara mengerjakannya dengan benar,” jawab Oppanya. Ketua Tim Na bertanya apa teman Mirae ada yang tahu menulis naskah? Ketua Tim Na menatap adiknya lalu berkata lupakan saja hal itu. “Memangnya temanmu akan berbeda? Kau saja seperti ini,” ucap Ketua Tim Na mencela adiknya. Mirae yang nampak antusias mendengar kabar itu, menawarkan diri untuk melakukannya. Tapi Ketua Tim Na malah menganggap Mirae sedang bercanda. “Kenapa? Kalau kau ajari aku, aku pasti bisa. Di SMA aku ambil kelas penyiaran. Aku juga menang kontes film,” ujar Mirae membela diri.
“Kau pikir dunia penyiaran sama dengan pelajaran SMA? Siapa yang tidak pernah menang kontes film? Dan juga, penulis adalah orang yang berpartisipasi dalam lomba menulis jurnalistik. Bagaimana mungkin kau bisa? Di SMA saja belajarmu tidak becus,” tukas Ketua Tim Na meremehkan adiknya sendiri.

Mirae cemberut mendengar ucapan Oppanya yang sangat meremehkan dirinya itu. “Siapa bilang aku mau ikut ujian masuk PD (Pelangi Drama, kah? :p)? Aku hanya ingin belajar dunia penyiaran dan bekerja paruh waktu,” terang Mirae sedih. Ketua Tim Na tidak mengacuhkan ucapan Mirae, ia malah mengancam akan menjungkirbalikkan Mirae kalau ia sampai mendengar adiknya itu kerja di stasiun TV lain. Mirae tiba-tiba berdiri dan protes dengan ancaman oppanya yang melarangnya bekerja di stasiun TV lain, kenapa? Kenapa tidak boleh? “Karena jelas sekali kau tidak akan mampu. Dan sebagai oppamu, aku akan malu. Jangan pernah terpikir pergi ke stasiun TV. Menikah sajalah, menikah, menikah. Kenapa kau terus menggangguku?” tukas Ketua Tim Na lagi-lagi meremehkan adiknya. Mirae nampak terpukul mendengar ucapan Oppa semata wayangnya itu.
 
Ketua Tim Na meminta kunci mobilnya yang dipegang Mirae. Mendengar kata ‘mobil’, Mirae jadi panik. Ia bertanya kenapa Oppanya itu meminta kunci mobil? Ketua Tim Na berkata kalau besok ia harus berangkat kerja menggunakan mobilnya. “Oh, ya. Meskipun ongkos transportasi tinggi, mulai sekarang aku akan terus membawanya ke kantor. Aku tidak tahan melihatmu berkeliaran dengan mobilku,” aku Ketua Tim Na. Ia lalu meminta kunci mobilnya. Mirae ragu-ragu memberikan kunci mobil Oppanya. Ia lalu mengutip salah satu pepatah seraya menyelipkan kunci mobil ke jari oppanya, “Oppa…kau tahu pepatah yang mengatakan nasib baik datang pada siapa yang bertahan. Semoga kau bernasib baik.” Mirae lalu berlari keluar dari kamar oppanya.”

Sinopsis Marry Him If You Dare Episode 2

Mirae naik ke loteng sembari membawa selimut untuk Madam Na. Mirae mengomel, ia bingung apa yang harus ia lakukan pada Kim Shin. Ia merasa besok pasti akan terjadi keributan karena ia sudah merusakkan mobil oppanya. Mirae menghampiri Madam Na yang sedang duduk termenung di kasur. “Ahjumma, mungkinkah yang akan mati Oppaku? Bagus sekali kalau dia,” ujar Mirae yang membuat Madam Na menoleh dan mendelik tajam padanya. Mirae berkata kalau ia hanya bercanda. “Meskipun dia pemarah, tapi hanya dia satu-satunya keluarga yang kupunya. Jadi dia tidak boleh mati,” ujar Mirae tulus. Tapi ada satu hal yang membuat Mirae penasaran, kenapa tadi Madam Na menangis saat melihat Oppanya? “Aku paham kau bahagia setelah lama tak melihatnya. Tapi menangis bukankah terlalu berlebihan?” Madam Na enggan menjawab pertanyaan Mirae, ia memberi isyarat tangan agar Mirae pergi.

Mirae mengerti. Ia tiba-tiba terbatuk-batuk karena debu di kamar yang lama tak ditempati itu. Ia lalu menyarankan untuk membuka jendela jika Madam Na mau debunya hilang. Mirae hendak membuka jendela, tapi tiba-tiba Madam Na menariknya dan berteriak, “Jangan dibuka. Biarkan saja,” membuat Mirae terjatuh karena kaget. Madam Na menatap Mirae lekat-lekat dan meminta berjanji satu hal padanya, “Tidak akan bekerja di stasiun TV.” Mirae berkata kalau bukan di YBS tidak apa-apa. Mendengar hal itu, Madam Na jadi ngambek dan mengancam mau pulang kembali ke asalnya dan melupakan semua hadiah yang akan Mirae dapatkan, apartemen, mobil dan lain-lain.

Mirae buru-buru menahan Madam Na. “Aku tidak akan ke sana,” janji Mirae.
“Sungguh,” tanya Madam Na berusaha meyakinkan dirinya. “Tapi, berikan aku waktu. Aku tidak akan bisa jadi PNS. Jadi bantu aku menemukan kerja lain yang sesuai,” pinta Mirae. “Selesaikan dalam 3 hari. Aku tidak punya waktu,” ujar Madam Na. Mirae merasa heran dengan maksud Madam Na yang tidak punya waktu? Padahal Madam Na bahkan ikut liburan bersamanya ke Pulau Jeju. “Sudah kukatakan sebelumnya, kan? Aku datang ke sini mempertaruhkan nyawaku. Bagiku, satu hari seperti satu bulan. Aku semakin tua,” terang Madam Na.

“Benar juga. Saat aku memasuki usia 30, waktu berjalan begitu cepat. Katanya secepat usia. Saat kau berusia 30 tahun, 30 km/jam. 40 tahun, 40 km/jam. Ajumma… Kelihatannya cepat. Tapi tetap harus hati-hati,” ujar Mirae. Mirae tiba-tiba berseru kalau ia lupa membawa bantal. Ia lalu turun ke lantai bawah mengambilkan bantal untuk Madam Na.

Sinopsis Marry Him If You Dare Episode 2 

Selepas kepergian Mirae, Madam Na beranjak menuju jendela. Ia lalu menyingkap tirai jendela. Dan tampaklah skema yang ia buat terpampang di kaca jendela. Madam Na menyandingkan foto Mirae dengan foto Se Joo, sedangkan foto Kim Shin dan Yu Kyung ia pisahkan. Di antara foto itu, terdapat foto Ketua Tim Na. Dibagian bawah foto tertulis permintaan maaf Madam Na untuk oppanya itu. “Sayang sekali, tapi dia sudah berlalu,” ujar Madam Na seraya memberikan tanda ‘X’ pada foto Se Joo. Ia sudah menyerah menjodohkan Se Joo dan Mirae karena tidak berhasil menemukan Se Joo (gak tau aja nih ahjumma kalo Se Joo udah ketemu ama Mirae).

 photo m12.jpg

Kim Shin datang ke kantor polisi dengan ragu-ragu. Ia sepertinya hendak mengakui soal SIMnya yang sudah kadaluarsa. Para petugas di kantor polisi yang mengenali Kim Shin sebagai penyiar berita, terkejut melihat kehadirannya. Kim Shin berusaha meyakinkan dirinya untuk menyerahkan diri dan mengakui kesalahannya. “Benar, serahkan saja dirimu. Jangan terpengaruh kata-kata bohong gadis aneh itu. Aku harus mengikuti prinsipku, kapanpun, dengan teguh,” batin Kim Shin. Salah seorang petugas polisi terkejut melihat kehadiran Kim Shin. Ia bertanya ada perlu apa Kim Shin pagi-pagi ke kantor polisi? Baru saja Kim Shin hendak mengatakan tujuan kedatangannya, matanya tiba-tiba tertumbuk pada koran di meja yang headlinenya memberitakan tentang salah seorang member boyband di tahan karena mengemudi tanpa SIM.

Ponsel Kim Shin berbunyi, Kim Shin buru-buru mengangkatnya. Dari ujung telpon, terdengar suara berat seorang pria yang menanyakan apa betul ia Kim Shin? Kim Shin membenarkan dan bertanya ada apa? “Ini kantor polisi,” ucap sang penelpon. Kim Shin terkejut dan celingukan mencari siapa penelponnya. “Karena segalanya sudah terungkap, lebih baik kau segera ke sini. Tuan Kim Shin…” tukas si penelpon. Kim Shin menghela nafas, ia merasa sudah ketahuan dan hendak menjelaskan keadaan yang sebenarnya, namun si penelpon memotong ucapan Kim Shin, “Ini aku. Detektif Lee Jae So.”

Ternyata yang menelpon adalah PD Lee Jae Soo. PD Lee memang sedang berada di kantor polisi. PD Lee dan dua orang polisi yang bersama tertawa geli karena berhasil mengerjai Kim Shin. PD Lee merasa heran kenapa suara Kim Shin terdengar gemetaran? Apa ia benar-benar melakukan kesalahan? Kim Shin menarik nafas lega, ia merasa kesal karena PD Lee mengerjainya. Kim Shin bertanya kenapa PD Lee melakukan hal itu? PD Lee menjelaskan kalau ia datang ke kantor polisi untuk mencari gambar idol yang tidak punya SIM, tapi para polisi itu tidak mau bekerja sama. Berhubung istri para polisi tersebut adalah penggemar Kim Shin, mereka meminta tanda tangan Kim Shin sebagai syarat agar PD Lee mendapatkan gambar idol tersebut. “Tak bisakah kau mengirimkan tanda tangan pakai fax?” pinta PD Lee di ujung telpon. Kim Shin makin kesal dan menolak melakukannya.

Kim Shin tidak habis pikir, untuk apa PD Lee mengambil foto anak kecil. PD Lee berkata kalau idol itu sangat terkenal dan sejak jam 1 pagi, idol tersebut menjadi nomor satu di daftar pencarian internet. PD Lee juga memberitahukan kalau semua yang sudah disiapkan untuk acara Kim Shin’s Morning Show sudah dibatalkan dan diganti soal mengemudi SIM. Ia menyuruh Kim Shin bergegas ke kantor YBS karena kondisi tim mereka sedang kacau balau. Kim Shin menutup telpon, ia nampak syok mendengar kabar yang baru saja ia terima. Ia harus membawakan tema tentang ‘Mengemudi Tanpa SIM’ di acaranya pagi ini, sementara ia sendiri melakukan pelanggaran tersebut. Aigoo….Kim Shin benar-benar berada dalam masalah besar. Kim Shin nampak berpikir. Petugas polisi yang menyambut Kim Shin bertanya untuk keperluan apa Kim Shin datang ke kantor polisi. Kim Shin mulai gugup, ia beralasan hanya mengecek apakah petugas tersebut aktif di Ilsung. Kim Shin lalu pamit pergi.

Kim Shin memasuki studio siaran. Para anggota Tim Morning Show sedang sibuk mempersiapkan studio sesuai dengan tema yang mereka angkat hari ini. Mereka menyapa Kim Shin yang baru saja tiba. Tampak Se Joo sedang merapikan gambar-gambar kecelakaan mobil yang dipajang di sisi studio. Ia menyapa Kim Shin lalu meletakkan peralatan di meja siaran. Penulis Bae terburu-buru menghampiri Kim Shin dan menyerahkan naskah untuknya. “Ini pendahuluannya. Kita mengganti topik menjadi pengemudi tanpa SIM,” terang Penulis Bae lalu berbalik pergi. Kim Shin duduk di kursinya dengan malas dan berkata, “Aku berpikir apakah kita benar-benar harus melakukan ini.” Dari ruang kontrol, Ketua Tim Na berkata kalau tema yang mereka angkat benar-benar isu yang hangat. Tiba-tiba Ketua Tim Na bertanya Kim Shin punya SIM, kan? Kim Shin terkejut karena Ketua Tim menanyakan hal itu dan dengan gugup beralasan kalau SIM-nya ketinggalan di rumah. Ketua Tim menyesalkan hal itu, “Akan lebih efektif kalau pembawa acaranya membawa SIMnya.”

30 detik lagi Kim Shin’s Morning Show mulai mengudara. Ketua Tim Na mulai menghitung mundur, “3 detik…2 detik…1 detik…Cue! Dan Kim Shin’s Morning Show mulai mengudara, live
“Selamat pagi. Saya Kim Shin di acara Kim Shin’s Morning Show.  Dini hari tadi, leader idol group terkenal kedapatan menyetir tanpa SIM. Walaupun dia menyatakan kesibukannya membuatnya tidak tahu SIM-nya sudah habis masa berlakunya, dan itu hanyalah kesalahan kecil, namun respon masyarakat tidak baik.”

Sinopsis Marry Him If You Dare Episode 2

Liputan tentang idol yang bermasalah tersebut saat digiring ke kantor polisi, mulai ditayangkan. Idol tersebut meminta maaf karena telah mengecewakan masyarakat dan fansnya.

Sinopsis Marry Him If You Dare Episode 2

Selama VCR tersebut berlangsung, Kim Shin memejamkan mata, berusaha menenangkan dirinya. Ia diliputi perasaan bersalah karena mesti membawakan berita tentang pelanggaran mengemudi tanpa SIM di saat ia sendiri melakukan pelanggaran itu. Ironi memang….

VCR berakhir, Kim Shin membuka mata lalu melanjutkan kata-katanya. “SIM tidak hanya bertujuan untuk kemanfaatan pengemudi sendiri. Tapi dapat berpengaruh pada hidup atau mati orang lain. Fakta bahwa seseorang mengabaikannya, adalah tanda ketidak-pedulian pada orang lain.” Dari ruang kontrol, Ketua Tim memuji Kim Shin dan meminta Kim Shin mengucapkan kata-kata yang lebih dahsyat lagi.

 photo m15.jpg

Kim Shin melanjutkan ucapannya, dengan melakukan penekanan di setiap kata. “Saya… ingin menyampaikan padanya, yang mengabaikan tanggungjawab sebagai tokoh masyarakat, atau sekedar warga kebanyakan… Kriminal jalanan. Bahwa dia mengendarai senjata pembunuh,” tukas Kim Shin mengakhiri ucapannya.

 photo m16.jpg

Berita mengejutkan datang dari Kim Shin yang digiring ke kantor polisi. Reporter melaporkan, penyiar berita yang dengan kasar menghina idol yang tidak memiliki SIM, Kim Shin, kedapatan mengemudi tanpa SIM, hingga membuat publik terkejut. Para wartawan mengerubunginya untuk mengambil foto Kim Shin. Kim Shin tertunduk menyadari kesalahannya.

Dan ternyata….semua itu hanyalah imajinasi Kim Shin semata. Saat ini Kim Shin duduk di tangga darurat sambil membaca sms dari Mirae. “Aku tetap harus menyerahkan diri. Ini benar-benar perilaku yang hina,” ujarnya.

Terdengar suara penyiar muda YBS yang melaporkan tentang pemecatan Kim Shin. “Pada saat yang bersamaan, Komite Etik Penyiaran melarangnya tampil di stasiun TV manapun lagi. Dan dia akan digantikan oleh aku,” ujar penyiar muda tersebut seraya tersenyum manis. Kim Shin menoleh dengan kesal padanya. Kim Shin bangkit, ia merasa semua itu tidak adil. “Ini adalah konspirasi. Pura-pura menghentikanku dari menyerahkan diri. Tapi sebenarnya menunggu kejadian yang sama agar muncul di TV untuk menghancurkanku,” duga Kim Shin curiga. Ia buru-buru keluar dari ruangan tangga darurat tersebut. Kim Shin menatap sms Mirae dengan emosi, “Aku harus menangkap gadis itu. Na Mi Rae.” Kim Shin lalu bergegas pergi ke suatu tempat.

Sinopsis Marry Him If You Dare Episode 2

Dan orang yang sedang dicari Kim Shin, sedang mengendap-endap masuk ke dalam kelas pelatihan penulisan naskah program televisi. Saat pengajar sedang menjelaskan, Mirae duduk di salah satu kursi hingga menimbulkan suara gaduh yang membuat semua yang ada di ruangan itu menoleh padanya. Pengajar itu merasa heran dengan kehadiran Mirae dan bertanya siapa dia. Mirae menjawab kalau ia hanya ingin mengobservasi kelas. Pengajar tidak setuju Mirae ikut belajar di kelasnya karena semua yang menghadiri kelasnya saat ini sudah membayar untuk itu. Mirae terdiam, tapi ia tidak kehabisan akal. Ia memanggil pengajar itu dengan sebutan ‘Guru’ dan beralasan kalau ia adalah penggemarnya, bahkan Mirae menyebut semua karya sang guru. Ia memohon agar diizinkan sekali ini saja mengikuti kelas guru itu. Sang guru tampak tersentuh dengan ucapan Mirae, ia lalu meminta persetujuan semua yang ada di ruangan itu. Mereka semua tidak merasa keberatan jika Mirae ikut belajar bersama mereka sekali itu meskipun Mirae tidak membayar. Mirae sangat senang dan berterima kasih pada mereka semua.

 photo m18.jpg

Sementara itu, Kim Shin ternyata pergi ke ruang meeting Tim Morning Show. Ia menelpon satu persatu orang yang bernama Na Mirae dari beberapa nomor telpon yang ia dapatkan dari kantor polisi berdasarkan SIM Mirae. Namun semuanya salah sambung. Di sebelahnya, Penulis Bae gelisah menunggu Kim Shin yang terus menelpon tidak mengindahkannya. Penulis Bae menunjukkan naskah bagian penutup yang Kim Shin minta dan berharap Kim Shin untuk melihatnya sebentar saja, tapi lagi-lagi Kim Shin tidak mengindahkannya dan kembali sibuk menelpon. Penulis Bae mulai kesal dibuatnya, “Penyiar Kim, aku harus mencari ide untuk siaran…aku sibuk sekali sekarang!”

Sinopsis Marry Him If You Dare Episode 2

Kim Shin mencoba menelpon sekali lagi, dan akhirnya tersambung ke Mirae. Kim Shin menyebut ciri-ciri Mirae, dan Mirae membenarkan. Mirae bertanya siapa ini? Kim Shin yang merasa lega sekaligus kesal karena berhasil menemukan nomor telpon Mirae, berseru kesal, “Hei, tabrak lari!” Kim Shin menyadari kalau Penulis Bae ada di sebelahnya, dan tidak ingin membuatnya mencurigai ucapannya,  memelankan suaranya, “Ini aku, 40 juta won!” Mirae terkejut setengah mati saat menyadari Kim Shin lah yang menelponnya. Ia buru-buru mematikan telponnya.

Kim Shin merasa heran karena Mirae mematikan telponnya. Ia kembali mencoba menghubungi ponsel Mirae, tapi tidak aktif. Sepertinya Mirae menonaktifkan ponselnya karena ketakutan. Penulis Bae yang tidak sabar lagi menunggu Kim Shin, berkata kalau ia juga sibuk, jadi ia akan membacakan bagian penutup itu untuk Kim Shin. “Cara terbaik untuk menghadapi musuh adalah menempatkannya di sisimu dan perhatikan orang itu,” ucap Penulis Bae. Kim Shin hendak mengumpat kesal karena merasa terganggu, namun urung karena merasa tertarik dengan kata-kata penutup yang dibacakan penulis Bae. “Amati. Jika orang itu ada di sisiku, semua akan jadi lebih baik,” tukas Penulis Bae. Kim Shin berusaha mencerna kata-kata itu dan seperti mendapatkan sebuah ide. Ia memuji tulisan Penulis Bae, “Bagus. Sangat bagus.” Penulis Bae tersenyum lega lalu keluar dari ruang meeting meninggalkan Kim Shin yang nampak berpikir.

 photo m20.jpg

Mirae mendapat omelan dari salah seorang petugas wanita di tempat pelatihan karena masuk ikut masuk belajar di ruang pelatihan tadi. Mirae meminta maaf, ia berkata sudah mencoba belajar sendiri, tapi mungkin karena otaknya bodoh, perlajarannya tidak melekat di otaknya. Ia kembali meminta maaf. Ponsel Mirae berdering, sebuah pesan masuk dari Kim Shin. Mirae hendak menghapusnya, namun urung saat membaca sms tersebut. ‘Ini kali ketiga aku mengirimimu SMS. Kau ingin jadi penulis naskah, kan? Akan kubantu kau mencapainya.  Jadi datanglah segera ke lobi YBS dan hubungi aku.’ Mirae nampak berpikir membaca sms Kim Shin.

 photo m21.jpg

Mirae berada di halte sedang menunggu bus. Bus yang ia tunggu akhirnya datang. Pintu bus terbuka, Mirae bertanya pada sang supir apakah bus itu lewat YBS? Supir bus membenarkan. “Katanya iya, bagaimana ini,” gumam Mirae ragu. Supir bus bertanya Mirae mau naik atau tidak? Bukannya naik, Mirae malah curcol, “Sebaiknya aku naik atau tidak? Kelihatannya seperti jebakan. Tapi aku benar-benar ingin jadi penulis naskah.” Supir bus yang merasa heran melihat tingkah Mirae, menutup pintu bus lalu menjalankan busnya, meninggalkan Mirae yang galau.

 photo m22-1.jpg

Akhirnya Mirae memutuskan datang ke kantor YBS. Ia terperangah melihat lobi YBS yang begitu megah. Tiba-tiba Bo Ra ‘Gag Concert’ (cameo) muncul bersama ketiga asisten lebaynya. Mirae menatap takjub padanya dan hendak mengambil foto dengan ponselnya. Tapi salah satu asisten Bo Ra melarangnya karena make-up Bo Ra sedang ketebalan (hahahahaha). Hal itu membuat Bo Ra mengeluarkan teriakan yang menjadi ciri khasnya ‘Jagiya (Sayang)!’. (Aku suka liat tingkah Bo Ra dan ketiga asistennya yang heboh. Dengan tingkah bak seleb papan atas, ia selalu memanggil semua orang dengan sebutan  ‘Jagiya (sayang)’ dan setiap berbicara, Bo Ra akan mengeluarkan sebuah pertanyaan yang dijawab dengan tingkah heboh + dodol ketiga asistennya..lol). Girlband rookie dengan helm unik dan ‘jumping’ yang menjadi ciri khas mereka, Crayon Pop (cameo), lewat di samping Mirae. Membuat Mirae semakin takjub.

Ia lalu duduk di salah satu sofa sembari memandangi Bo Ra yang duduk tak jauh darinya. Ia benar-benar takjub, karena selebriti yang selama ini hanya ia lihat di TV, kini ada di hadapannya. Seseorang menghampiri Mirae dan memanggil namanya, “Na Mi Rae.” Mirae menoleh dan terkejut mendapati Kim Shin berdiri di hadapannya. Mirae buru-buru berdiri dan dengan takut-takut menyapa Kim Shin dan menanyakan kabarnya. “Kabarku tidak terlalu baik, gara-gara kau,” jawab Kim Shin seraya duduk di sofa. Mirae jadi tidak enak hati. Ia buru-buru mengeluarkan sesuatu dari tasnya. Ia menyodorkan buku tabungan beserta stempelnya pada Kim Shin. “12.700.000, sisanya pasti akan kubayar. Setiap bulan 300.000,”ujarnya. Kim Shin berkata itu tidak masalah, ia malah meminta cv Mirae. Mirae merasa heran dengan reaksi Kim Shin, kenapa? “Kau baca SMS-nya dan datang ke sini. Aku bisa membantumu agar bisa kerja di sini,”terang Kim Shin. Mirae semakin heran dibuatnya, tapi kenapa?

Sinopsis Marry Him If You Dare Episode 2

“Karena kau melarikan diri. Bagaimana mungkin orang yang ingin bekerja di dunia penyiaran berlaku seperti itu? Jadi kusuruh kau datang agar aku sendiri yang mengajarimu. Untuk menunjukkanmu bahwa ini dunia penyiaran sungguhan,” terang Kim Shin. Mirae nampak ragu, ia menebak apa ia di tim Morning Show juga? Kim Shin membenarkan. Mirae jadi bingung, ia teringat ancaman kakaknya kalau ia bekerja di YBS. Tiba-tiba Mirae teringat nasihat Madam Na yang memintanya memikirkan baik-baik apa yang ingin ia lakukan dan apa bakatnya. Mirae akhirnya memantapkan diri dan membuat keputusan. “Aku bersedia. Tolong pekerjakan aku,” ujar Mirae seraya membungkuk pada Kim Shin. Kim Shin tidak menduga reaksi Mirae yang begitu cepat membuat keputusan, “Sepertinya aku begitu bersungguh-sungguh memintamu.”

Mirae lalu menyerahkan CV-nya pada Kim Shin. Kim Shin memuji CV Mirae yang terlihat sederhana namun berkualitas. Dahi Kim Shin berkerut saat membaca jurusan yang Mirae ambil, “Jurusanmu… Emosi berdasar wilayah? Jurusan seperti ini ada di universitas?” (saya juga bingung ahjushi, emang ada jurusan kayak gitu ya? Masuk dalam fakultas apa ntu. Aku tahu perbedaan analisis setiap wilayah. Aku ahlinya!h? Psikologi ya?) Mirae membenarkan dan dengan antusias menjelaskan tentang jurusannya, “Semacam menganalisa emosi dari berbagai wilayah. YBS stasiun TV nasional, kan? Dan yang paling utama…” Kim Shin memotong penjelasan Mirae, “Cukup. Berjanji saja padaku… Dalam setahun, kau beri aku kesempatan untuk menyerahkan diri atas kasus tidak ada SIM.”
“Sederhananya, jangan laporkan sebelum itu”? tebak Mirae. “Aku tidak terlalu suka mencampuri kehidupan orang lain. Aku tidak terlalu suka mencampuri kehidupan orang lain,” tukas Mirae. Kim Shin merasa lega dibuatnya. Kim Shin lalu berdiri, bersiap untuk pergi. Ia bertanya Mirae tahu membuat naskah pratinjau, kan? “Ya, aku dengar dari Oppa…” hampir saja Mirae keceplosan menyebut nama Ketua Tim Na, ia buru-buru meralat ucapannya, “Tidak, aku tidak tahu. Apa itu? Sulitkah? Sesulit emosi berdasar wilayah?” Kim Shin jadi kesal dibuatnya, “Bahkan yang dasar….” Kim Shin hendak pergi tapi Mirae buru-buru menahannya.

Sinopsis Marry Him If You Dare Episode 2

“Akan kuselesaikan! Jika pratinjau merupakan dasar penyiaran, akan  kupelajari. Aku tidak akan sekedar mengerjakan apa yang kau suruh. Akan kucari tahu sendiri. Jika kau suruh mengerjakan sepuluh, akan kukerjakan 20. Jika kau suruh menggali 10 meter, akan kugali 100 m, 1000 m, lebih dalam lagi. Karena itu adalah dasar sesungguhnya,” ujar Mirae sungguh-sungguh. Kim Shin nampak berpikir melihat kesungguhan Mirae.

 photo m25.jpg

Kim Shin membawa Mirae ke ruang editing menemui Penulis Bae. Ia memberitahu Penulis Bae kalau ia menemukan orang yang bisa membuat pratinjau, ada kemampuan, tipe Penulis Bae dan tahu dasar-dasar. Bukannya merasa senang, Penulis Bae malah tertawa kesal seakan tidak percaya Kim Shin membawakannya orang yang bahkan tidak tahu bagaimana menulis pratinjau. “Jika kau ajari aku akan berusaha,” ujar Mirae. “Di sini semuanya berusaha, masalahnya adalah kemampuan yang baik,” terang Penulis Bae. “Kim Shin ini, membawa orang yang awam saat semua sibuk setengah mati,” omelnya kesal. Mirae hanya bisa terdiam.

Penulis Bae tiba-tiba menoleh dan menatap Mirae curiga. “Jangan-jangan… kau pacaran dengan Kim Shin?” tebak Penulis Bae yang dibantah oleh Mirae. Penulis Bae lalu meletakkan flashdisk berisi naskah di meja. “Kau bisa mengerjakannya di sini. Atau menyimpannya di laptop dan mengerjakannya di tempat lain.” Mirae mengerti, ia lalu menanyakan satu pertanyaan yang membuat Penulis Bae memukul meja saking gemesnya, “Tapi naskah pratinjau itu apa?”

Biarpun merasa kesal, Penulis Bae akhirnya menjelaskan dengan sabar pada Mirae apa yang dimaksud pratinjau. “PD merekam gambar. Lalu ada yang mengeditnya. Tapi karena mereka merekam semuanya, kau tidak tahu ada di mana yang dibutuhkan. Na Mi Rae, kau harus menatanya. Agar kita tahu yang kita butuhkan ada di mana,” terang Penulis menepuk pelan pundak Mirae menyemangatinya. Mirae mencatat semua penjelasan Penulis Bae. “Ini penting. Jadi segeralah,” ujar Penulis Bae seraya keluar dari ruangan. Mirae buru-buru mengejar Penulis Bae dan menanyakan di mana toilet untuk Morning Show. Penulis Bae menujukkan arah toilet, di depan sana. Mirae jadi panik, ia merasa oppanya ada di sana.

Penulis Bae yang hendak pergi, dengan kesal menghampiri Mirae yang hanya berdiri ragu di depan pintu ruangan editing. “Aku memberimu kerja bukan karena aku menyukaimu,” tegas Penulis Bae. Mirae terdiam mendengar ucapan penulis Bae.

Sinopsis Marry Him If You Dare Episode 2

Madam Na ke biro jodoh untuk mencarikan jodoh yang menurutnya sesuai untuk Mirae. Petugas biro jodoh membaca CV Mirae yang seorang pengangguran, dan menurutnya berada di level yang rendah. Ia hendak melihat daftar yang cocok di level D, tapi Madam Na memintanya mulai dari A. “A adalah bagian khusus, untuk para eksekutif muda, atau putra-putri pemilik perusahaan,” terang petugas tersebut. Madam Na tetap ngotot meminta petugas terebut memperlihatkan daftar di level A. “Tidak ada kepastian bisnis akan berjalan lancar,”ujarnya hingga membuat petugas tersebut terpaksa memberikan daftar di level A. Madam Na memeriksa level A dan tercengang kaget karena mengenali orang-orang di daftar tersebut hanyalah para penjahat dan daftar tahanan. Hal itu membuat petugas biro jodoh hanya bisa melongo tak percaya.

Madam Na lalu meminta diberikan yang level B. “B berisi para dokter, pengacara dan yang sejenisnya,” terang petugas tersebut. Madam Na menolak untuk melihatnya, karena menurutnya mereka semua akan bangkrut karena jumlahnya terlalu banyak. Petugas biro jodoh menawarkan level D, tapi Madam Na menolak dan meminta diperlihatkan level E. Petugas biro jodoh menatap heran Madam Na yang menolak level A tapi malah meminta diperlihatkan level yang paling rendah. “Keluarga mereka kurang baik, pekerjaannya juga kurang bagus,” terang petugas biro jodoh. “Kau tidak tahu bahwa naga bisa keluar dari celah batu?” ujar Madam Na.

Ia lalu memeriksa daftar di Level E dan terkejut karena para pria di level E dikenalinya sebagai pria-pria sukses. Mulai dari fotografer terkenal, sutradara terkenal yang malang melintang di Hollywood, hingga Sekjen PBB. Petugas biro jodoh mengeryitkan kening mendengar ucapan Madam Na yang terdengar aneh. Madam Na tampak antusias melihat daftar itu. Ia meminta petugas biro jodoh membuat copyan daftar level E dan meminta dibuatkan pertemuan dengan mereka. Ia tidak lupa berpesan satu hal pada petugas tadi, “Juga, semua orang yang berhubungan dengan dunia penyiaran, singkirkan.”

Mirae mulai menyelesaikan tugas pertamanya, membuat pratinjau di ruangan editing. Ia menyalakan laptopnya dan mencolokkan flashdisk pemberian Penulis Bae yang berisi video bahan materi. Mirae tiba-tiba teringat sesuatu. Ia mengambil ponselnya dan mengganti nama kontak Kim Shin di ponselnya menjadi ‘Penyiar Berita Kim Shin’. Mirae tersenyum, ia lalu merenggakan badannya dan mulai membuat pratinjau.

 photo m27.jpg

Kim Shin mengunjungi Seo Yu Kyung di rumah sakit seraya membawa karangan bunga.Di lobi rumah sakit, langkahnya terhenti saat melihat televisi yang sedang menayangkan berita yang dibawakan penyiar berita muda yang menggantikan Kim Shin. Penyiar muda itu beberapa kali melakukan kesalahan pengucapan (lidahnya belibet), hingga raut wajah Kim Shin berubah kesal. Kim Shin teringat ucapan CEO Miranda tempo hari padanya.

= Flashback=

Sinopsis Marry Him If You Dare Episode 2

Hari dimana Kim Shin menemui Miranda di ruangannya untuk mengetahui apa alasan sebenarnya ia digantikan oleh penyiar muda tersebut. CEO Miranda bertanya apa ia harus mengatakan dengan jujur kenapa Kim Shin tidak bisa lagi menjadi penyiar utama?
“Karena kau sudah tua, dan yang diinginkan orang zaman sekarang bukan berita. Berita, di internet sudah banyak. Alasan orang masih melihat berita adalah…penyiarnya. Penampilan, gaya, dan suara penyiar!” terang CEO Miranda.

Kim Shin protes, apakah penampilan, gaya dan suaranya jelek? CEO Miranda berkata tentu saja Kim Shin luar biasa, tapi ada yang lebih baik yang datang, jadi ia harus bagaimana?
“Di bagian mana dia lebih baik daripadaku? Pengucapannya tidak bagus, selalu mengulang kesalahan,” protes Kim Shin lagi. CEO Miranda berkata kalau penyiar itu masih sangat muda hingga membuat orang ingin menontonnya. Dan walaupun penyiar muda itu membuat banyak kesalahan, tapi dia imut. Apa Kim Shin tidak tahu, karena cara pengucapan penyiar muda itulah jadi semakin banyak orang yang menonton berita YBS, hingga berita mereka menjadi no.1 kali ini.

Kim Shin tidak setuju dengan pendapat CEO Miranda, “Jurnalisme bukan seperti itu. Dari sejumlah fakta, seseorang harus memilih mana yang paling bermanfaat bagi pemirsa…” CEO Miranda tiba-tiba meninggikan suaranya dan memotong ucapan Kim Shin, “Itulah masalah sesungguhnya dalam penyiaran kita hari ini. Mengutamakan seks!” Kim Shin lagi-lagi tidak setuju dengan pendapat CEO Miranda yang terlihat lebih mengutamakan rating daripada kualitas sebuah berita. “Aku tidak mengatakan kita harus mengajarkan orang, tapi berikan pada mereka setidaknya kepercayaan. Karena itulah di luar negeri, penyiar berita yang tua lebih…”  CEO Miranda kembali memotong ucapan Kim Shin. Ia membenarkan ucapan Kim Shin, tapi tetap saja di luar negeri ada gadis2 yang memakai bikini (maksudnya, meskipun para penyiar tua lebih dihargai di luar negeri, tapi tetap saja berita yang ditampilkan terkadang  bersifat vulgar).

“Presiden YBS adalah aku. Jadi buktikan padaku kemampuan Kim Shin. Jika rating morning showmu minimal 15%, akan kujadikan kau penyiar untuk berita jam 5. Tunggu, akan kujadikan penyiar berita jam 9,” janji CEO Miranda.

= Flashback End =

Sinopsis Marry Him If You Dare Episode 2

Kim Shin tiba di depan kamar inap Yu Kyung. Perawat yang sedang membersihkan kamar Yu Kyung. Ia memuji Kim Shin yang selalu datang menjenguk Yu Kyung. Ia menerka mungkin saja nanti tiba-tiba ada berita kalau Kim Shin dan Yu Kyung menikah. Kim Shin menyangkal hal itu, ia merasa harus bertanggung jawab karena sudah menabrak Yu Kyung. Perawat itu memberitahu kalau Yu Kyung sedang check-up.

Tiba-tiba terdengar seruan, “Sunbae!” Kim Shin menoleh ke arah suara tadi dan mendapati Yu Kyung yang baru saja selesai check-up tersenyum manis padanya. Kim Shin ikut tersenyum seraya menunjukkan karangan bunga yang dibawanya.

Sinopsis Marry Him If You Dare Episode 2

Mirae sibuk mengerjakan tugas pertamanya. Ia mencatat hal-hal penting dari materi video yang harus dibuat pratinjaunya. Tiba-tiba wajah Se Joo nongol di layar laptopnya. Se Joo mengeluhkan lensa kameranya yang berasap. Video itu adalah video materi yang direkam oleh Se Joo. Terlihat Se Joo mengarahkan orang-orang sebelum melakukan pengambilan gambar.

Sinopsis Marry Him If You Dare Episode 2

Mirae mulai kelelahan. Ia tidak punya ide sama sekali. Ia lalu menutup laptopnya dan keluar ruangan. Mirae memeriksa beberapa ruangan untuk bertanya hal yang tidak ia ketahui tentang pratinjau yang dibuatnya. Ia malah melihat beberapa orang yang sedang dimarahi di ruangan yang ia lewati. Di depan ruang rias, ia yang hendak bertanya malah dibentak oleh seorang karyawan wanita yang sedang menangis karena habis dimarahi atasannya. Mirae meminta maaf lalu permisi pergi. Mirae berjalan di koridor dan tanpa sengaja berpapasan dengan PD Na Joo Hyun a.k.a Ketua Tim Na, Oppanya. Mirae panik dan segera ambil langkah seribu. Ketua Tim Na buru-buru mengejar adiknya itu.

Mirae yang panik masuk ke dalam ruang editing dan bersembunyi di kolong mejanya. Se Joo yang berada di ruangan itu, merasa heran melihat Mirae dan bertanya siapa dia. Tapi Mirae memberi isyarat agar Se Joo diam. Se Joo sepertinya mengerti, ia lalu menutup pintu ruangannya. Sementara itu, Oppanya memeriksa setiap ruangan untuk mencari Mirae.

Sinopsis Marry Him If You Dare Episode 2

Mirae memohon agar Se Joo membantunya bersembunyi sekali ini saja. Se Joo menatap Mirae, ia merasa seperti mengenal Mirae. Se Joo akhirnya ingat kalau Mirae adalah wanita yang tempo hari dilihatnya sedang berenang di laut saat malam hari di Pulau Jeju. Baru saja Se Joo hendak mengkonfirmasi hal itu, tiba-tiba pintu ruangannya terbuka hingga membuat Se Joo refleks berbalik dan menutupi Mirae yang sedang bersembunyi di belakangnya.

Dengan nafas terengah-engah, Ketua Tim Na bertanya apa ada gadis yang datang ke ruangan Se Joo? Se Joo pura-pura bertanya, siapa?
“Seorang idiot. Matanya bulat dan berambut keriting,” terang Ketua Tim Na. Se Joo bertanya apa gadis itu cantik? “Kalau cantik, kenalkanlah padaku.” Ketua Tim Na tidak menanggapi ucapan Se Joo. Ia merasa yakin kalau gadis yang dilihatnya tadi adalah adiknya, Na Mi Rae. “Lihat saja kalau dia benar-benar ke sini, aku akan menendangnya keluar rumah. Lalu mengeluarkannya dari kartu keluarga,” ujar Ketua Tim Na kesal seraya pergi dari ruangan Se Joo.

Merasa Oppanya sudah pergi, Mirae keluar dari tempat persembunyian dan mengintip dari balik pintu. Ia buru-buru bersembunyi di samping pintu saat melihat Ketua Tim Na kembali ke ruangan Se Joo. Ketua Tim Na meminta Se Joo menelponnya jika ia melihat Mirae. Ia lalu pergi seraya mengomel. Mirae buru-buru menutup pintu sebelum kakaknya melihatnya. Mirae akhirnya bernafas lega, ia kira akan mati.

Sinopsis Marry Him If You Dare Episode 2

“Namamu Na Mirae?” tanya Se Joo. Mirae membenarkan. Ia menatap Se Joo dan merasa seperti mengenalinya. “Oh! Kau laki-laki itu!” seru Mirae. Se Joo yang mengira kalau Mirae mengenalnya di Pulau Jeju, bertanya apa Mirae mengingatnya? Mirae mengiyakan, ia menirukan ucapan Se Joo saat membersihkan lensa kameranya yang berasap. Se Joo berusaha mengingatnya, ia akhirnya tertawa geli dan berkata kalau ia yang merekam video yang sedang ditata oleh Mirae itu. Mirae memuji Se Joo karena video yang direkam Se Joo keren sekali. “Aku tidak menyangka yang muncul di video, orang yang sama dengan yang ada di depanku. Sungguh menakjubkan,” ujar Mirae senang.
“Aku juga takjub. Kukira aku tidak akan pernah melihatmu lagi. Tapi sekarang aku melihatmu seperti ini,” ujar Se Joo menatap Mirae penuh arti. Mirae merasa bingung dengan maksud Se Joo. Se Joo buru-buru mengalihkan pembicaraan. Ia bertanya kenapa Ketua Tim Na  bersikap seperti tadi. Mirae cuman bisa nyengir, “Itu….”

 photo m34.jpg

Madam Na berada di kamar lotengnya. Ia menyibak tirai jendela dan tempat ia memajang foto-foto strateginya. Ia mendesah menatap foto Mirae dan foto Se Joo yang sudah ditandai X. Di bagian bawah, terlihat 5 buah foto pria yang akan madam Na jodohkan dengan Mirae. Di antara semua foto-foto itu, juga terpajang foto Ketua Tim yang dibawahnya tertulis kata ‘maaf’ dari Madam Na (entah apa maksudnya ini). Ia lalu menatap kesal foto Yu Kyung. Madam Na jalan menjauh dari jendela. Ia lalu mengomel, “Meskipun gadis itu (Yu Kyung) tidak ada di sini…menyerah saja. Bukannya burung puyuh malahan dapat ayam (mungkin maksudnya : bukannya dapat yang sedang, malah dapat yang besar…CMIIW). Sekjen PBB boleh juga.”

Sinopsis Marry Him If You Dare Episode 2

Ponsel Madam Na berbunyi, dari Ketua Tim Na yang menanyakan apakah Madam Na melihat Mirae? Madam Na tidak tahu, bukannya Mirae sedang di kantor? Ketua Tim menjelaskan kalau Mirae sudah berhenti kerja, ia menduga kalau Mirae bekerja di stasiun TV. Madam Na yang panik menanyakan alasannya. Ketua Tim Na menjelaskan kalau ia baru saja melihat orang yang mirip sekali dengan Mirae. “Mirip sekali? Sampai-sampai kau mengenalinya?” tanya Madam Na panik. Ketua Tim Na jadi curiga mendengar ucapan Madam Na, ia semakin yakin kalau Mirae bekerja di stasiun TV. Madam Na buru-buru menyangkal hal itu, menurutnya seharusnya Mirae sedang belajar sekarang untuk persiapan ujian jadi PNS level 7. “PNS level 7 dengan kemampuannya? Level 9 saja sulit,” ujar PD Na meremehkan adiknya sendiri.

“Kali ini dia benar-benar teguh pendirian, jadi cobalah percaya padanya,” bujuk Madam Na. Ia meminta Ketua Tim Na untuk tidak khawatir karena ia yakin Mirae tidak mungkin ke stasiun TV. Ketua Tim Na mengerti, ia lalu menutup telponnya. Madam Na merasa kesal. Ia lalu mengambil tasnya dan buru-buru keluar untuk mencari Mirae.

 Sinopsis Marry Him If You Dare Episode 2

Orang yang sedang Madam Na dan Ketua Tim Na cari sedang berjalan menuju lobi bersama Se Joo. Se Joo tidak habis pikir kenapa Ketua Tim Na meremehkan adiknya sendiri. Mirae beralasan kalau itu karena ia memakai dan merusakkan mobil Oppanya itu. Mereka berdua menoleh saat mendengar keributan di lobi. Terlihat Madam Na yang ingin memeriksa daftar pengunjung hari itu, sedang berdebat dengan petugas resepsionis karena tidak diperbolehkan. Ia menoleh dan melihat Mirae. Mirae yang ketahuan oleh Madam Na menutup wajahnya dengan laptop dan bersembunyi di belakang Se Joo. Madam Na terlihat kesal dan hendak melabrak Mirae. Madam Na berusaha mengejar Mirae yang terus berlindung di balik punggung Se Joo. Se Joo yang kebingungan melihat tingkah mereka berdua, bertanya siapa Madam Na? Tanpa menatap Se Joo, Madam Na berkata kalau dia adalah ibunya Mirae.

Sinopsis Marry Him If You Dare Episode 2

Madam Na berhenti mengejar Mirae. Ia menengadah dan terkesiap saat melihat orang yang selama ini ia cari dalam perjalanan waktunya, kini berdiri tepat di hadapannya. “Park Se Joo!” ucap Madam Na tanpa sadar saking terkejutnya. Tiba-tiba Se Joo terlihat bercahaya di mata  Madam Na, tampak seperti malaikat. Madam Na tampak terpukau beberapa saat, hingga Se Joo bertanya apa Madam Na mengenalnya? Madam Na pun tersadar dari pesona Park Se Joo. Kali ini ia berbicara dengan lembut, tidak seperti saat ia mengejar Mirae tadi. Madam Na beralasan bahwa saat orang tua Park Se Joo berada di luar negeri, mereka bertetangga. Se Joo tampak antusias dan menebak, apa saat di Belgia. Madam Na mengiyakan. Mirae hanya menatap heran mereka berdua.

Madam Na yang masih terpesona, memuji Se Joo yang masih saja berwajah imut. Ia bertanya, apa Se Joo sudah pindah ke Korea? Se Joo memperkenalkan dirinya sebagai VJ di tim 3 Kim Shin’s Morning Show. Madam Na terkejut. Ia tiba-tiba teringat sesuatu.

= Flashback =

Sinopsis Marry Him If You Dare Episode 2

Flashback ke tahun 2015, di perayaan ulang tahun ke-20 YBS. Park Se Joo dan Seo Yu Kyung sedang di wawancarai di sebuah talkshow. Se Joo menjelaskan kalau ia menjadi VJ untuk sementara waktu karena ia harus mengambil alih stasiun TV nantinya. Jadi ia ingin belajar dari bawah. Ia berhasil mengelabui banyak orang tentang identitasnya. Termasuk Yu Kyung. Se Joo tertawa geli mengingat hal itu.

= Flashback End =

Sinopsis Marry Him If You Dare Episode 2

Madam Na akhirnya menyadari hal itu. Ia bertanya apa Se Joo dan Mirae sedang berkencan? Se Joo tertawa menyangkal hal itu. Mirae yang merasa tidak enak pada Se Joo, buru-buru mengajak Madam Na pergi. Tapi Madam Na tidak beranjak dari tempatnya dan bertanya pada Se Joo, “Seseorang yang kau jatuh cinta padanya di pandangan pertama?” Se Joo menatap Mirae dan tersenyum penuh arti (ciiiieee…). Madam Na semakin penasaran dan kembali bertanya, “Ada seseorang. Dia seorang reporter?” Se Joo buru-buru menyangkal hal itu. Madam Na kembali bertanya untuk meyakinkan dirinya sendiri kalau ‘love at the first sight’-nya Se Joo bukanlah seorang reporter a.k.a Seo Yu Kyung, dan jawaban Se Joo tetap sama.

Mirae berseru memohon agar Madam Na berhenti mengintrogasi Se Joo, tapi lagi-lagi Madam Na mengabaikannya. Madam Na meminta maaf pada Se Joo karena terlalu banyak bertanya di pertemuan pertama mereka. “Lalu kau bersama orang ini di Tim Morning Show?”tanya Madam Na lagi seraya memegang tangan Mirae. Se Joo mengiyakan. Madam Na merasa lega mendengar jawaban Se Joo. Ia lalu meminta izin Se Joo untuk berbicara dengan Mirae sebentar. Se Joo mempersilahkan.

Sinopsis Marry Him If You Dare Episode 2

Madam Na menarik Mirae untuk berbicara empat mata di taman. Mirae meringis kesakitan karena tangannya di pegang kuat oleh Madam Na. Madam Na mendudukkan Mirae di salah satu bangku taman. Tanpa babibu lagi, ia bertanya apa hubungan Mirae dengan Se Joo? Mirae merasa bingung, hubungan apa? Ia baru saja bertemu Se Joo. Mirae meminta maaf karena sudah membohongi Madam Na. Madam Na memaklumi hal itu, apa yang Mirae lakukan dengan bekerja di YBS itu sudah bagus. Madam Na buru-buru meralat ucapannya, “Maksudku bagian berbohongnya tidak bagus….”. Madam Na menyadari sesuatu, ia tidak habis pikir kenapa Se Joo tidak mengenal Yu Kyung? Madam Na mulai bergumam sendiri mneghubungkan antara Se Joo yang tidak mengenal Yu Kyung yang semestinya menjadi ‘love at the first sight’nya dan Kim Shin yang juga bekerja di YBS. Mirae bertanya heran apa yang sedang Madam Na lakukan? “Aku sedang membangun hidup untukmu! Ini juga hidupku!” tukas Madam Na.

Madam Na mendapat ide, ia tiba-tiba duduk di samping Mirae dan memegang tangannya. Ia berkata kalau Park Se Joo sekarang ada di tim Morning Show. Mirae membenarkan dan berkata kalau Se Joo adalah VJ. Madam Na membantah hal itu, ia berkata kalau Se Joo bukan sekedar VJ. “Dia adalah orang yang super kaya. Sebentar lagi di sini. Dia akan membuat kerajaan media dan menggoncangkan negara ini dengan tangannya,” ujar Madam Na antusias. Mirae merasa heran, kenapa orang macam itu kerja di YBS sebagai VJ? Mirae penasaran dan menebak, jangan-jangan orang yang hampir menabraknya di hari kemerdekaan dan yang akan membunuh orang yang ia cintai adalah Park Se Joo? Madam Na membantah dengan tegas dugaan Mirae. “Dengarkan aku baik-baik. Dia adalah orang yang harus kau nikahi. Dan orang yang hampir tabrakan denganmu, harus kau hindari. Tapi masalahnya orang itu juga ada di tim Morning Show,” ujar Madam Na.

Mirae terkejut mendengar ucapan Madam Na yang berkata kalau orang yang harus ia hindari ada di tim yang sama dengannya dan bertanya siapa orangnya? Madam Na yang keceplosan buru-buru meralat ucapannya. Ia beralasan kalau ia sudah tua hingga lidahnya jadi terbalik-balik. Ia berbohong kalau itu bukan Morning Show, tapi drama pagi. Mirae menebak-nebak, jika bukan oppanya dan penulis…

Madam Na tiba-tiba memarahi Mirae hingga Mirae tersentak kaget, “Kau! Kebohongan dan stasiun TV! Sudah kukatakan untuk hindari YBS tapi apa ini?” Madam Na ngambek, ia mengancam kalau Mirae bersikap begitu, ia mau pergi saja. Tidak akan ada undian dan hadiah untuk Mirae dan juga ia tidak akan memberitahu Mirae, ia akan pergi begitu saja. Mirae buru-buru menahan tangan Madam Na dan bertanya penasaran, “Sesuatu akan terjadi padaku, ya?” Madam Na menegaskan kalau Mirae ingin tahu, kerjakan apa yang ia suruh.
“Untuk saat ini, bagaimanapun caranya, pikat Park Se Joo,” tukas Madam Na. Ucapan Madam Na membuat Mirae terlonjak kaget, “Pikat?” Madam Na membenarkan. Madam Na bertanya Mirae tahu kan kalau semua konglomerat sudah merencanakan kawin kontrak? Mirae mengangguk mengiyakan. “Pernikahan konglomerat dan orang biasa, saat ini dan di masa depan, hanya akan terjadi dalam drama. Park Se Joo adalah satu-satunya yang mencetak legenda. Konglomerat menikahi reporter televisi,” ujar Madam Na. Tapi ada yang membuat Madam Na merasa heran, katanya Park Se Joo jatuh cinta pada pandangan saat liburan di Jeju. Tapi saat ia berbicara dengan Se Joo tadi, Se Joo bilang kalau ia single. Madam Na menyadari sesuatu dan merasa senang karenanya, “Artinya masa depan kita sedang mulai berubah. Dengan kata lain kesempatan telah datang padamu.” Mirae menatap bingung Madam Na.

Madam Na memegang bahu Mirae dan menatapnya lekat-lekat. “Percayalah padaku. Park Se Joo, adalah tiket Cinderella yang terakhir. Kita harus mendapatkannya. Aku akan menangkap si Teripang (Kim Shin ato Seo Yu Kyung, kah?) itu. Kau harus memikat Park Se Joo bagaimanapun caranya,” pinta Madam Na. Ia lalu menyuruh Mirae bergegas pergi dan memikat hati Se Joo. Mirae hanya bisa berjalan pergi sambil sekali-kali berbalik menatap  heran Madam Na. Saat Mirae sudah menjauh, raut wajah Madam Na terlihat merasa bersalah

 photo m41.jpg 

Madam Na duduk di bangku taman seraya mengeluarkan potongan foto pernikahannya. Ia memandangi foto suaminya itu dengan perasaan bersalah, “Maaf, suamiku. Tapi, kurasa aku tak bisa hidup seperti itu lagi.”
 
Mirae celingak celinguk di perpustakaan audio YBS mencari-mencari seseorang. Ia berjalan di antara rak hingga akhirnya ia menemukan orang yang dicarinya sedang duduk bersandar di salah satu rak cd. Mirae tersenyum dan mendekati Se Joo yang sedang memeriksa berkas sembari mendengarkan lagu dari laptopnya. Melihat kehadiran Mirae, Se Joo melepas headsetnya dan bertanya apa ibu Mirae sudah pergi? Mirae menjawab kalau Madam Na bukanlah ibunya, hanya saudara jauh. Mirae memuji ruangan itu yang terlihat keren. Ia tiba-tiba khawatir kalau-kalau oppanya tiba-tiba muncul di ruangan itu. Se Joo menenangkan Mirae, ia berkata kalau Ketua Tim tidak akan ke ruangan itu karena sekarang ini mereka bisa mengunduh lagu langsung dari komputer kantor. Mirae merasa lega karenanya.

Se Joo menunjukkan pratinjau yang dibuat Mirae dan berkata kalau ia sudah memeriksanya. Ia merasa bahasa Inggris Mirae agak kacau. Ia lalu membenarkan istilah2 yang ditulis Mirae, seperti ‘Big Screen’ yang seharusnya ‘Full Shot’. Se Joo merasa kagum bagaimana bisa Mirae tahu istilah ‘Rolling Shot’? Mirae berkata kalau ia hanya menebak. Ia sendiri tidak menyangka kalau bahasa Inggris di dunia penyiaran ternyata sangat sederhana. Se Joo bertanya apa yang disebut full shot 130 layar? Apa Mirae menghitung semuanya? Mirae mengangguk mengiyakan membuat Se Joo merasa kagum. Se Joo kembali bertanya, lalu apa yang dimaksud ‘higlight marks’? Kelihatannya penting. Menurut Mirae, bagaimana kalau mereka mengkompilasikan berdasarkan urutan yang ia buat? Se Joo tampak bingung, kenapa? “Dari apa yang sudah kulihat, sepertinya bercerita tentang masa tua yang bahagia. Tapi sepertinya terlalu kaku. Kurasa akan lebih menyenangkan kalau dibuat seperti itu…” terang Mirae.

Namun Mirae tiba-tiba meminta maaf, ia merasa tidak enak karena idenya. Tapi Se Joo meminta Mirae jangan begitu, ia merasa ide Mirae lumayan, “Menyenangkan”. Mirae merasa senang mendengarnya. Ia berkata keren sekali melihat video yang belum di edit dan membayangkan akan seperti apa jadinya. Mirae bertanya apa Se Joo terpikirkan musik apa yang akan digunakan? Se Joo mengiyakan, ia menunjukkan cd musik yang sedang ia dengarkan. Mirae terkejut karena cd itu adalah cd album yang juga ia pikirkan dan menebak apa kebetulan Se Joo memilih track nomor 3? Se Joo membenarkan. Mereka berdua merasa itu hal yang menakjubkan karena selera mereka sama. Se Joo menawarkan untuk mendengarkan lagu itu bersama seraya menyodorkan headsetnya. Mirae setuju. Mereka lalu mendengarkan lagu pilihan mereka bersama-sama.

Sinopsis Marry Him If You Dare Episode 2

Mirae melirik Se Joo yang sedang memeriksa pratinjau buatannya. Ia tergiang ucapan Madam Na yang mengatakan bahwa Se Joo adalah orang yang super kaya yang akan membuat kerajaan media dan akan mengguncangkan Korea. Dalam hati Mirae merasa hal itu tidak masuk akal. Walaupun Se Joo tampan, tapi untuk apa orang super kaya jadi VJ? Mirae berusaha mengenyahkan hal itu. Setidaknya, ia merasa kalau Se Joo adalah orang yang baik. Saat Se Joo menoleh pada Mirae, Mirae buru-buru mengalihkan pandangannya. Se Joo tersenyum menatap Mirae penuh arti. Karena asyik mendengarkan lagu, Mirae tidak mendengar panggilan masuk di ponselnya, dari Penulis Bae.

 photo m43.jpg

Karena SIMnya mati, Kim Shin terpaksa naik taksi kemana-mana. Kim Shin yang sedang dalam perjalanan pulang, di telpon Penulis Bae yang memberitahukan kalau Mirae tidak menjawab telponnya. Penulis Bae menduga kalau Mirae sedang sembunyi. Ia sendiri merasa aneh karena seorang penyiar (Kim Shin) merekomendasikan Mirae. Kim Shin meminta agar Penulis Bae terus menghubungi Mirae, “Jangan bilang tidak bisa, akan berbahaya.”

Kim Shin membuka tabletnya dan memeriksa naskah yang dikirimkan Penulis Bae. Ia merasa heran kenapa Penulis Bae merubah pernyataan di baris ke-3. Penulis Bae memeriksa naskah yang dimaksud Kim Shin di komputernya. “Baris yang berisi cara terbaik menangani musuh adalah membuatnya berada disisiku?” tanya Penulis Bae, “Itu, kelihatannya tidak masuk akal di realita.” Jelas saja hal itu membuat Kim Shin tersentak kaget dan menanyakan alasannya. “Mata untuk mata, gigi untuk gigi, itu yang efektif,” tukas Penulis Bae. Kim Shin berseru kesal, kenapa penulis Bae baru mengatakannya sekarang? Ia lalu menutup telpon. Kim Shin mulai menduga kalau Mirae menipunya dan  ia bergumam kesal, “Tentu saja, dia (Mirae) datang sangat tenang dengan satu pesan.” Kim Shin meminta supir taksi memutar taksinya kembali ke stasiun TV.

Kim Shin kembali ke YBS dan masuk ke ruang rapat tim 3 Morning Show menemui Penulis Bae. Ia bertanya pada Penulis Bae apa sudah ada kabar dari Mirae. Penulis Bae menjawab kalau ia sudah menghubungi Mirae hingga 3.582 kali, tapi hasilnya nihil. Kim Shin dan Penulis Bae merasa kesal karenanya. Telpon di ruangan itu berbunyi, Penulis Bae mengangkatnya. Ternyata Madam Na yang menelpon dari lobi. Ia mengaku sebagai ibunya Mirae dan mencari Mirae karena ia sudah menghubungi Mirae beberapa kali tapi ponselnya tidak aktif. Madam Na meminta Penulis Bae menyampaikan pesannya pada Mirae, “Katakan padanya masalahnya sudah selesai, arah yang baik sudah ditentukan,” dan meminta Penulis Bae menyuruh Mirae turun ke lobi untuk menemuinya. Penulis Bae tidak yakin bisa menyampaikan pesan Madam Na, karena ia juga tidak bisa menemukan Mirae.

Sinopsis Marry Him If You Dare Episode 2

Mendengar nama Mirae disebut, Kim Shin bertanya siapa yang menelpon mencari Mirae. Sembari menutup gagang telpon dengan tangannya ucapannya tidak kedengaran oleh Madam Na, Penulis Bae memberitahu bahwa yang menelpon adalah ibunya Mirae. Ia merasa kalau Madam Na mengatakan sesuatu yang aneh. Madam Na lalu mengatakan pesan Madam Na untuk Mirae pada Kim Shin dan menduga kalau Madam Na dan Mirae merencanakan sesuatu. Kim Shin nampak berpikir, ia mulai curiga karena pesan Madam Na. Ia merebut telpon dan berbicara dengan Madam Na. Kim Shin bertanya di mana Madam Na sekarang. Tanpa mengetahui siapa yang sedang berbicara dengannya, Madam Na menjawab kalau ia ada di lobi. Kim Shin berkata akan turun menemui Madam Na di lobi, ia lalu menutup telpon.

Tanpa mengetahui siapa orang yang akan ia temui, Madam Na duduk menunggu di cafe lobi sambil memandang ke arah luar jendela. Orang yang Madam Na tunggu pun tiba dan berdiri di depannya. Madam Na menoleh. Betapa terkejutnya ia saat mengetahui kalau orang yang hendak menemuinya dan kini berdiri di hadapannya adalah suaminya, Kim Shin. Madam Na seperti tercekat menatap Kim Shin yang kini duduk di sofa di depannya. Pandangannya tak lepas dari wajah ‘suaminya’ itu. Ia tampak menahan emosi.

Sinopsis Marry Him If You Dare Episode 2

Kim Shin mengemukakan alasannya menemui Madam Na. Ia berkata kalau ia ada masalah dengan Mirae, yang setahu Kim Shin adalah putri Madam Na. Kim Shin menyinggung masalah kecelakaan mobilnya dengan mobil Mirae tempo hari. “Aku agak curiga padanya, tapi karena dia lebih muda dariku, aku mencoba membantunya. Aku mengenalkannya pada pekerjaan di stasiun TV. Untuk hari pertama kerjanya, seharusnya dia merespon jika aku menghubunginya. Tapi sekarang aku bahkan tidak bisa menghubunginya. Ini lebih daripada masalah yang serius,” terang Kim Shin.

Madam Na yang sedari tadi berusaha menahan emosinya, berseru kesal, “Masalah apa? Masalah yang sesungguhnya adalah dirimu.” Kim Shin mengerutkan dahi mendengar ucapan Madam Na. “Orang-orang mungkin akan terbodohi oleh tipuanmu, tapi kebenaran akan terungkap. Betapa keras kepalanya dirimu! Betape egoisnya! Demi menjadi penyiar berita jam 9, kau begitu termotivasi, kan? Tapi bagaimana? Sekarang mungkin puncakmu. Penyiar berita? Omong kosong. Nantinya kau hanya akan turun gunung,” ujar Madam Na emosional.

Terang saja Kim Shin semakin bingung dengan maksud ucapan Madam Na. Ia menerka, apa itu yang Madam Na dengar dari Mirae? Kim Shin berpikir dan menyadari sesuatu. Ia menuding Madam Na dan Mirae berkonspirasi untuk menjebaknya. Ia bertanya kapan mereka akan mengungkapkannya (tentang SIM Kim Shin yang sudah lewat masa berlakunya). Alih-alih menjawab pertanyaan Kim Shin, Madam Na malah semakin emosional. “Kenapa kau membunuhnya? Kau ingin mengatakannya sebagai kecelakaan. Tapi bukan. Kau sengaja melakukannya,” tangis Madam Na akhirnya pecah. Kim Shin sampe melongo mendengar tudingan Madam Na terhadapnya terdengar tak masuk akal. Ia malah salah paham dan mengira Mirae mengatakan pada Madam Na kalau Mirae hampir ditabrak mobil Kim Shin. “Kau membunuhnya,” tuding Madam Na sembari menangis pilu. Kim Shin semakin melongo melihatnya. Ia hanya bisa mendengus kesal.

Mirae dan Se Joo berjalan di koridor. Mirae bertanya haruskah mereka ke ruang editor untuk melihat hasil editan mereka? Tapi ia tiba-tiba merasa takut kalau-kalau ia bertemu Oppanya di ruangan itu. Se Joo menenangkan Mirae dengan berkata kalau Ketua Tim Na mungkin sedang rapat dengan penulis Bae. Tiba-tiba ponsel Se Joo berdering. Se Joo yang menerima telpon dari penulis Bae berkata kalau Penulis Bae ingin bertemu dengannya. Mirae memeriksa ponselnya karena mengira ponselnya yang berdering, terkejut saat melihat banyak panggilan tak terjawab dari Penulis Bae. “Mungkin, mereka protes denganmu,” duga Se Joo. Ia merasa cemas lalu mengajak Se Joo buru-buru menemui Penulis Bae.

Kim Shin menelpon Penulis Bae, ia meminta Penulis Bae menyalakan alarm darurat kantor YBS dan memerintahkan seluruh orang mencari Na Mirae. Ia lalu beranjak dari kursinya dengan kesal. Tanpa menatap wajah Kim Shin, Madam Na tiba-tiba bertanya bagaimana Kim Shin mengenal dan memikat Mirae? “Memikat? Semuanya rencanamu, kan?” tuduh Kim Shin. Madam Na mendongak menatap Kim Shin bingung. “Kau membeberkan semua rencana, kan? Mengetahui aku menyetir tanpa SIM…” Kim Shin menghentikan ucapannya dan melihat ke sekeliling, takut ada yang mendengar ucapannya, ia lalu merendahkan suaranya, “Kau mengetahui rahasia. Menungguku berangkat kerja lalu menabrakkan mobilku. Berpura-puralah kecelakaan agak parah, dia berkhayal apakah harus menuntut atau mengancamku,” kesal Kim Shin.

Sinopsis Marry Him If You Dare Episode 2

Madam Na yang tidak mengerti masalah sebenarnya, terperanjat mendengar penuturan Kim Shin. “Mirae benar-benar menabrak mobilmu?” tanya Madam Na panik. Ia terbelalak kaget menyadari kalau kecelakaan mobil yang harus dihindari Mirae, malah tetap terjadi di luar rencananya. Kim Shin yang mengira Madam Na sedang berpura-pura tidak mengetahui tentang kecelakaan itu, menyindir Madam Na, “Kenapa kau melakukan ini? Ibu dan anak adalah hubungan yang sangat dekat, Nyonya.” Madam Na tidak mengindahkan ucapan Kim Shin, ia malah bergumam panik, “Kenapa begini? Sudah cukup, cukup.” Kim Shin yang mengira kalau rekayasa Mirae dan Madam Na terhadapnya sudah ketahuan, berkata kalau ia akan menggugat Mirae karena telah mengancamnya. “Kenapa tidak melanjutkan permainanmu ke meja sidang?” tukas Kim Shin lalu berjalan pergi.
“Kalau kau ingin menggugat, gugat aku. Jangan dekati dia, dan jangan bikin masalah dengannya!”seru Madam Na membuat Kim Shin menghentikan langkahnya. Kim Shin menoleh dan mencibir Madam Na agar tidak khawatir, karena ia akan segera mengenyahan Mirae. Kim Shin lalu pergi meninggalkan Madam Na yang memandangi kepergiaannya dengan pikiran berkecamuk.

 photo m47.jpg

Di dalam lift menuju ruang meeting, Mirae tampak panik mengira masalah yang akan ia hadapi karena pratinjaunya. Se Joo menenangkan Mirae. Saat pintu lift terbuka, betapa terkejutnya Mirae saat melihat Oppanya sedang berbicara dengan Penulis Bae di depan lift. Ketua Tim Na menoleh dan terkejut melihat adiknya yang sedari tadi ia cari, ada di depan matanya. Mirae panik, ia memberikan pratinjaunya pada Se Joo lalu buru-buru menekan tombol untuk menutup pintu lift. Tapi Ketua Tim Na dengan sigap menahan pintu lift agar terbuka.

Mirae jadi takut menghadapi Oppanya yang mengerikan itu. Ia berlindung di belakang Se Joo dan meminta maaf pada Oppanya karena sudah merusak mobilnya. Ia memberitahu kalau ia bekerja paruh waktu di YBS. Penulis Bae terkejut mengetahui kalau Mirae dan Ketua Tim Na ternyata adik kakak. Ketua Tim Na tidak peduli, ia terus berusaha menangkap adiknya itu. Mereka malah kucing-kuncingan di belakang punggung Se Joo, hingga membuat Se Joo kewalahan. Se Joo berusaha membela Mirae dengan berkata kalau pratinjau yang dibuat Mirae bagus. Tapi Ketua Tim Na malah menyuruhnya diam. Ketua Tim Na berhasil menangkap Mirae dan menyeretnya ke ruang meeting. Penulis Bae dan Se Joo hanya bisa saling berpandangan melihat tingkah kakak beradik itu.

Sinopsis Marry Him If You Dare Episode 2

Di ruang meeting, Ketua Tim Na mulai mengintrogasi Mirae. Ia terus memaksa Mirae mengakui bagaimana cara ia bisa masuk ke YBS. Dengan polosnya Mirae menjawab kalau ia lewat pintu depan. Ketua Tim Na merasa kesal  dan hendak memukul Mirae dengan buku karena adiknya itu sempat-sempatnya bercanda. Penulis Bae yang sedang memeriksa pratinjau yang dibuat Mirae berkata kalau Kim Shin yang datang menemuinya. Ketua Tim Na terkejut mendengarnya dan merasa heran bagaimana Mirae bisa mengenal Kim Shin? Mirae menjawab kalau ia tidak sengaja mengenalnya.

 Seakan tahu apa yang ada dipikiran Oppanya, Mirae buru-buru berseru, “Cukup!” membuat Penulis Bae menoleh dan tersenyum geli melihat mereka berdua. Dan benar saja, Ketua Tim Na menerka kalau Mirae pacaran dengan Kim Shin. Mirae membantah hal itu dan meminta Oppanya  itu tidak bicara omong kosong. Ketua Tim Na meminta adiknya membereskan barang-barangnya dan melanjutkan pembicaraan mereka di rumah.

 photo m49.jpg

Penulis Bae menginterupsi pembicaraan kakak beradik itu. Penulis Bae memuji pratinjau yang dibuat Mirae. “Tulisannya bagus. Sepertinya dia berbakat. Kalau kau memaksanya keluar, kau harus membawa gantinya,” ancam Penulis Bae membela Mirae. Ketua Tim Na terlihat tidak setuju Mirae bekerja di YBS karena Mirae adalah adiknya. Penulis Bae mengerti hal itu. “Aku di sini karena kerjaan. Aku bahkan tidak bisa menghadiri pesta ulang tahun anakku. Kurasa kau berpikiran sama denganku. Bagi kita, kerja lebih penting daripada keluarga. Iya, kan?” tukas Penulis Bae. Ketua Tim Na masih terlihat enggan menerima adiknya bekerja bersamanya, ia mengungkit tentang bahasa Inggris Mirae yang menurut Penulis Bae jelek. “Istilah yang bisa kau pelajari dalam sehari tidak penting. Yang penting bagi kita adalah integritas, kan?” tukas Penulis Bae lagi membela Mirae. Ia juga memuji Mirae yang menunjukkan integritasnya pada pratinjau yang ia buat. Mirae merasa tersanjung dan berterima kasih karenanya.

Ketua Tim Na jelas semakin kesal dibuatnya. Apalagi saat Penulis Bae memberi isyarat agar segera membuat keputusan tentang Mirae karena ia sedang buru-buru. Ketua Tim Na akhirnya membiarkan adiknya untuk sementara ini. Ia lalu beranjak dari kursinya dengan wajah kesal dan hendak keluar ruangan. Langkah Ketua Tim Na tiba-tiba terhenti, ia lalu menoleh pada adiknya dan berkata dengan kesal, “Bagaimanapun, jika kerjamu sudah selesai di sini, kenapa tidak pulang ke rumah saja?” Setelah mengatakan itu, ia lalu berbalik pergi meninggalkan Mirae yang mengomel kesal di belakangnya. “Kau pasti bersandar padanya?”tebak Penulis Bae. Mirae hanya bisa tersenyum simpul karena tebakan Penulis Bae memang benar adanya.

Sinopsis Marry Him If You Dare Episode 2

Kim Shin mondar mandir dengan gelisah di ruangan editor menunggu Na Mirae yang tak kunjung muncul menemuinya. Ia bertanya pada Se Joo yang sedang mengedit video apa ia belum memanggil Mirae. Se Joo menjawab kalau Mirae akan segera kesini karena sekarang ia sedang bersama dengan Ketua Tim Na. “Karena itulah kau harus menghubunginya sekarang. Dia penipu,” seru Kim Shin kesal. Se Joo nampak tidak senang mendengar ucapan Kim Shin, “Hyung, jangan begini. Bagiku, dia anggota timku. Benar jika dia harus menemui Ketua Tim dulu.” Kim Shin menatap kesal Se Joo yang menasehatinya dan mencibir ucapan Se Joo, “Bukankah benar kalau dia (Mirae) harus menemuinya (Ketua Tim Na) dulu?” Se Joo memejamkan mata, berusaha menahan emosinya mendengar ucapan Kim Shin. Ia lalu berbalik dan membungkuk meminta maaf pada Kim Shin, “Sepertinya benar apa yang kau katakan.”

Kim Shin tersenyum sinis dan mulai menunjukkan rasa tidak sukanya pada Se Joo. “Kau pikir kau siapa? Umurmu baru 26 tahun dan cuma seorang VJ. Kau mengajarkan apa yang benar pada pembawa acara? Sekarang mau mencoba mengusikku,” ujar Kim Shin merendahkan Se Joo. Se Joo semakin emosi mendengar ucapan sinis Kim Shin apalagi saat Kim Shin mulai menyebut-nyebut nama neneknya, CEO Miranda. “Kau pikir kau bos di sini? Kau saudaranya Miranda? Kau mata-mata?” Se Joo tidak bisa lagi menahan emosinya, ia lalu berdiri dan berhadapan dengan Kim Shin. Alih-alih marah, Se Joo malah tersenyum seraya meminta maaf pada Kim Shin, ia beralasan tidak tahu hal itu. Ia malah menawarkan akan membelikan minuman vanila kesukaan Kim Shin. Kim Shin tidak menjawab dan hanya menatap kesal Se Joo.

Se Joo keluar ruangan untuk membelikan Kim Shin minuman. Saat sudah di luar ruangan, senyum di wajah Se Joo menghilang berganti dengan raut wajah yang tampak menahan marah.

 photo m51.jpg

Mirae berterima kasih pada Penulis Bae karena menerimanya dan hendak bertanya tentang program tapi Penulis Bae memotong ucapannya dan berkata kalau pratinjau Mirae bisa digunakan. Penulis Bae lalu menghampiri Mirae dan duduk di kursi di depannya. “Aku tahu kau bekerja keras. Menyembunyikan bahwa pimpinan tim adalah Oppamu. Dan isu dengan penyiar Kim, aku tidak suka,” tukas Penulis Bae.
“Aku bukan ingin menyembunyikannya,” ujar Mirae tapi Penulis Bae memotong ucapannya, “Yang lebih penting, kau 32 tahun. Kau terlalu tua. Aku penulis utama, 30 tahun. Memaksa penulis baru bekerja keras, aku tidak suka. Kau bisa mendorongku dengan keras juga.” Mirae berusaha membela diri, “Mungkin aku tua, tapi….aku merasa tidak nyaman,” tapi Penulis Bae dengan kesal lagi-lagi memotong ucapannya, “Kenapa kau tidak berhenti, sekarang.” Penulis Bae lalu keluar ruangan meninggalkan Mirae yang tampak terpukul mendengar ucapannya.

Sinopsis Marry Him If You Dare Episode 2

Mirae menuju ruang editing dengan wajah sedih. Ia tergiang ucapan Oppanya yang menyuruhnya keluar dari rumah. Belum lagi Penulis Bae yang pada awalnya membela dirinya di depan Oppanya dan mengira kalau Penulis Bae menerimanya, ternyata malah menyuruhnya berhenti bahkan sebelum ia memulai. Hal ini membuat Mirae semakin sedih. Ia berusaha menahan air matanya dan menguatkan dirinya.

 photo m53.jpg

Langkahnya terhenti di depan ruang rias. Mirae menatap dirinya di cermin dan berkata dalam hati, “Tetap saja, aku dipandang rendah di penyiaran. Memangnya hanya ini stasiun TV yang ada? Baik. Aku akan mencoba menghindari YBS. Aku bisa bekerja di stasiun TV lain.” Mirae menarik nafas dan tersenyum seraya berseru menyemangati dirinya sendiri. Ia lalu berbalik dan melangkahkan kakinya menuju ruang editing.

Sinopsis Marry Him If You Dare Episode 2

Mirae membuka pintu ruang editing dan meminta maaf karena terlambat. Ia lalu menutup pintu, dan saat ia berbalik, tiba-tiba Kim Shin menyiram wajahnya dengan segelas air. “Sudah bangun sekarang? Haruskah kugunakan air dingin saja?” sindir Kim Shin ketus. Mirae jelas syok mendapat sambutan tak terduga seperti itu. “Jadi, sejauh mana rencanamu? Kau mungkin sudah menyampaikannya pada Ketua Tim yang kubenci. Apa yang kau inginkan, uang? Atau predikat penulis?” sindir Kim Shin lagi. Mirae mengusap wajahnya yang basah dan tampak menahan emosinya. “Malam ini aku akan menyerahkan diri. Dan juga mengungkapkan ancaman-ancamanmu. Aku juga ingin menuntut,” ancam Kim Shin.

Sinopsis Marry Him If You Dare Episode 2

Mirae menatap tajam Kim Shin dan ingin menyakinkan satu hal, “Aku juga ingin menanyakan sesuatu. Kau mengalami kecelakaan pada malam sebelum 15 Agustus?” Kim Shin menatap heran Mirae, bagaimana ia tahu hal itu? Mirae tersenyum sinis karena tebakannya benar, “Terjadi di jalur lambat Jembatan Seongsan.” Kim Shin semakin menatap bingung Mirae. Mirae semakin yakin kalau dugaannya, bahwa Kim Shin lah orang yang harus ia hindari, benar adanya. “Kaulah orangnya, brengsek. Yang membunuh orang yang kucintai. Kau pikir akan lebih baik jika membunuhku? Di dunia ini, yang paling kucintai adalah diriku sendiri. Tapi, bagaimana? Aku takkan lagi berpura-pura bahagia.” Tanpa mereka sadari, Se Joo yang baru saja tiba dari membeli minuman, tanpa sengaja mendengar ucapan Mirae.

“Mata untuk mata, gigi untuk gigi. Aku akan mendapatkan apa yang kuinginkan, bagaimanapun caranya. Aku akan bertahan sampai akhir. Tapi, kemudian kau membunuhku? Aku mencoba bangkit sedikit demi sedikit. Sekarang kau membunuhku lagi? Hentikan saja. Aku akan bertahan sampai akhir. Oppaku yang memandangku hina, dan teman-temanku. Akan kutunjukkan pada semua orang kalau aku bisa berhasil, brengsek.”

 photo m56.jpg

Setelah melampiaskan emosinya, Mirae keluar dari ruang editing dan masuk ke dressing room. Se Joo yang sedari tadi menguping, mengikuti Mirae. Mirae menarik nafas berkali-kali, berusaha mengendalikan emosinya. Se Joo lalu masuk ke dressing room dan menutup pintu. Ia yang berpura-pura tidak mendengar apapun, bertanya apa Mirae sudah bertemu Kim Shin. Mirae tidak menjawab pertanyaan Se Joo. Ia yang tak ingin terlihat menyedihkan di depan Se Joo, berbalik pergi, namun Se Joo menahan tangannya. Se Joo bertanya apa Mirae baik-baik saja. Dengan nada sedih, Mirae menjawab kalau ia baik-baik saja.

Namun Mirae tak sanggup lagi menyembunyikan kesedihannya, “Tidak. Aku tidak baik-baik saja,” tangisnya pun pecah, “Aku tidak akan lagi berpura-pura baik-baik saja.” Se Joo hanya bisa menatap iba gadis di hadapannya itu.

Sinopsis Marry Him If You Dare Episode 2

+++ Bersambung +++

Author’s Note :
Poor Mirae….Hidupnya benar-benar malang. Di saat ia ingin memulai awal baru dari hidupnya yang tersia-siakan, mentalnya malah dijatuhkan. Kakak laki-laki satu-satunya yang mestinya mendukung dan menyemangatinya, malah meremehkannya. Penulis Bae yang dikiranya menerimanya menjadi seorang penulis naskah, malah menyuruhnya berhenti bahkan sebelum ia memulai. Dan Kim Shin….yang awalnya berniat mengasah kemampuan Mirae, hanya karena sebuah kesalahpahaman, malah merendahkan Mirae, bahkan dengan tega menyiramkan air ke wajahnya. Mirae seakan tidak berarti di mata mereka. Hanya sang Pangeran penyelamat lah yang senantiasa mendukung Mirae dan menghiburnya, serta mengakui bakat dan kemampuan yang Mirae miliki, Park Se Joo.

Dan mengenai takdir, manusia takkan pernah mampu mengubah takdir yang sudah tertulis. Sekeras apapun usaha Madam Na agar Mirae tidak bertemu dengan Kim Shin, pada akhirnya, takdir tetap mempertemukan mereka dalam sebuah kecelakaan mobil yang berbeda (bukan di jembatan Seongsam) dan dalam situasi yang lebih ribet (bukannya saling jatuh cinta, malah jadi kayak kucing dan anjing). Ya….sejauh apapun kaki berlari menjauh, takdir tetap menghampiri.

Dan tentang skema yang dibuat Madam Na, ada satu hal yang membuatku penasaran. Permintaan maaf Madam Na yang tertulis di bawah foto Oppanya, berarti apa? Selain itu, siapa sebenarnya orang yang sudah di bunuh Kim Shin di masa mendatang? Semuanya masih menjadi misteri. Intinya…misteri yang sebenarnya, terletak pada Madam Na.

Makin penasaran…tunggu di episode berikutnya…tetap di Pelangi Drama pastinya ^

Written and captured picture by : Ann (Twitter)
Only posted on pelangidrama.net
DON’T REPOST TO OTHER SITE/Fanpage FB!!

[Preview K-Movie] Secretly Greatly/Covertness (2013)

Anyyeong fams ^^

Ann kali ini bakal ngebahas preview Korean Movie yang saat ini lagi tayang di beberapa bioskop di Indonesia. Movie yang berhasil mematahkan rekor penonton terbanyak di hari pertama tayang di negara asalnya, Korea Selatan. Cekidot…..

Judul : Secretly Greatly/Covertness
Romanisasi : Eunmilhage Widaehage
Director : Jang Cheol-Soo
Penulis : Hun (comic)
Tanggal Rilis : 5 Juni 2013
Genre : Action/Comedy
Distributor : Showbox/Mediaplex
Bahasa : Korea
Negara : Korea Selatan

Berawal dari sebuah webtoon yang sangat fenomenal karya Hun, Covertness. Webtoon yang pertama kali dipublikasikan tanggal 30 Juni 2010 hingga 4 Mei 2011 di situs Daum ini, telah mencapai 40 juta viewers. Webtoon ini kemudian diangkat ke layar lebar dengan judul, Secretly Greatly/Covertness.

“Aku terlahir seperti anjing liar. Dibesarkan sebagai monster….”
 
 

Mengisahkan tentang kehidupan seorang pejuang revolusi Korea Utara yang dikirim ke Korea Selatan sebagai mata-mata. Adalah Mayor Won Ryu Hwan, seorang Komrad  Angkatan Darat Korea Utara yang sangat berbakat. Ia bertugas sebagai Pasukan Rahasia Khusus 5446 bentukan pimpinannya, Jenderal Lee Mu Hyeok, dan dikirim ke Korea Selatan sebagai mata-mata. Selama bertugas sebagai mata-mata di Korea Selatan, Won Ryu Hwan menyamar menjadi seorang idiot bernama Bang Dong Gu. Ia hidup bersama seorang janda tua berusia 58 tahun bernama Jeon Soon Im yang membuka toko kelontong dan bekerja menjaga toko kelontong ahjumma tersebut. Ahjumma menyembunyikan identitas asli Won Ryu Hwan dan merawatnya seperti putranya sendiri.

 
 

Ryu Hwan tidak sendirian menjadi mata-mata di Korea Selatan, ada beberapa rekannya yang juga bertugas menjadi mata-mata. Ada Seo Sang Goo, seorang komrad yang menyamar sebagai tukang pos. Suatu hari, Ryu Hwan dikejutkan dengan kehadiran seorang rekan sekaligus rivalnya, Komrad Lee Hae Rang. Lee Hae Rang juga berada dalam Pasukan Rahasia Khusus 5446 dan bertugas melakukan penyamaran sebagai bintang Rock.

 

Bukan hanya itu saja kejutan yang diterima Ryu Hwan, munculnya seorang komrad muda, Lee Hae Jin, yang diutus oleh pimpinan mereka untuk menyelidiki dan mengawasi gerak gerik Ryu Hwan dan Hae Rang, apakah mereka tetap melaksanakan tugas mereka dengan benar atau malah berpaling dan menjadi seorang pengkhianat revolusi. Tugas Hae Jin yang sebenarnya adalah….menembak mati komrad yang berpaling dan dianggap sebagai pengkhianat revolusi!!

Cast
Kim Soo Hyun as Won Ryu Hwan/Bang Dong Gu

Mayor Won Ryu Hwan adalah Pejuang Revolusi Korea Utara berusia 24 tahun. Seorang Komrad berbakat yang menguasai 8 seni bela diri, memiliki keahlian di bidang kedokteran, kimia dan fisika, menguasai 5 bahasa serta memiliki keahlian menganalisa keadaan di sekitarnya dengan sangat cepat, tepat dan akurat. Ironisnya, di balik kejeniusannya itu, Ryu Hwan adalah orang yang mengerikan yang tumbuh sebagai mesin pembunuh. Ia dipilih dalam unit khusus Pasukan Rahasia 5446 dan dikirim sebagai mata-mata ke Korea Selatan. Dalam tugasnya, Ryu Hwan menyamar sebagai seorang pemuda idiot bernama Bang Dong Gu yang selalu mengenakan celana training dan jaket berwarna hijau.

Park Ki Woong as Lee Hae Rang

Komrad Lee Hae Rang, berusia 24 tahun. Seorang pejuang Revolusi Korea Utara, rekan sekaligus rival Ryu Hwan. Keahliannya, setingkat di bawah Ryu Hwan. Ia adalah putra hasil hubungan Jenderal Lee Mu Hyeok, Jenderal yang membentuk Pasukan Rahasia Khusus 5446, dengan kekasih gelapnya. Hal itu pulalah yang membuat Hae Rang menjadi bahan cemooh rekan-rekannya di kamp pelatihan. Dengan modal wajah tampannya, tugas Hae Rang adalah lolos casting dan menjadi seorang bintang rock! Tapi sayangya, Hae Rang sama sekali tidak pandai bermain gitar.

Lee Hyun Woo as Lee Hae Jin

Komrad termuda berusia 17 tahun. Ia dikirim ke Korea Selatan untuk mengawasi para komrad yang berada dalam Pasukan Rahasia Khusus 5446, termasuk Won Ryu Hwan dan Lee Hae Rang. Dalam menjalankan tugasnya, Hae Jin melakukan penyamaran sebagai siswa SMA dan bekerja paruh waktu di Pom Bensin. Lee Hae Jin sangat mengagumi Won Ryu Hwan dan menjadikan Ryu Hwan sebagai motivasi hidupnya. Hae Jin berada dalam dilema saat ia mendapatkan tugas untuk membunuh motivatornya tersebut.

 
 
 

Film ini benar-benar wajib tonton. Diselingin dengan adegan-adegan kocak Ryu Hwan saat menyamar menjadi Dong Gu. Juga alasan sebenarnya mengapa Won Ryu Hwan terpaksa menerima tugas penyamaran ini. Padahal ia tahu, tugas ini sangat berat. Dimana setiap komrad yang dikirim melakukan penyamaran ke Korea Selatan, sama saja dengan mengirim diri mereka untuk mati. Harapan mereka untuk kembali hidup-hidup ke Korea Utara amat-sangat-sangat tipis. Selain resiko tertangkap oleh pemerintah Korea Selatan, hanya ada dua kemungkinan yang membuat mereka bisa kembali ke Korea Utara : Reunifikasi tanah air (bergabungnya kembali Korea Utara dan Korea Selatan) atau saling membunuh satu sama lain (peperangan).

 
 

Selama melakukan penyamaran, banyak sekali tantangan yang harus Won Ryu Hwan, Lee Hae Rang dan Lee Hae Jin hadapi dan juga pelajaran yang mereka petik. Mereka harus menghadapi tekanan emosional, belum lagi pengaruh-pengaruh budaya Korea Selatan yang sangat berbeda dengan Korea Utara, membuat mereka harus bertahan dan tak terpengaruh dengan budaya Korea Selatan apalagi menumbuhkan minat terhadap Korea Selatan. Mereka harus tetap menjaga rasa nasionalismenya. Jika tidak, mereka harus siap mendapat cap sebagai pengkhianat revolusi dan harus melakukan harakiri a.k.a bunuh diri atau…dibunuh!

 
 
 
 

Selain semua tantangan tersebut, ada hal lain yang membuat mereka tersentuh selama menjalankan tugas mereka masing-masing, rasa kekeluargaan, persahabatan dan cinta! Ya, hal yang tak pernah mereka rasakan selama berada di Korea Utara. Kehangatan dan kebahagiaan berkumpul bersama keluarga, betapa berartinya sebuah persahabatan dan manisnya cinta, semua mereka rasakan selama menyamar di Korea Selatan. Jauh berbeda saat mereka di Korea Utara, dimana mereka tumbuh menjadi sebuah mesin pembunuh yang tak pernah merasakan kebahagiaan seperti yang mereka rasakan kini. Hal itu pulalah yang membuat hati mereka tergerak dan ingin membuat kebahagiaan itu tetap mereka rasakan, menjalani kehidupan normal.

Lee Hae Rang : “Kapten, jika dilahirkan kembali, kau ingin jadi orang seperti apa?”
Won Ryu Hwan : “Aku? Aku ingin terlahir di negara biasa. Aku ingin terlahir di keluarga biasa. Lahir untuk hidup. Seperti itu.”
Lee Hae Jin : “Aku hanya ingin…dilahirkan sebagai…seorang kapten biasa.”
Lee Hae Rang : “Aku ingin gadis cantik lahir sebagai tetanggaku. Jadi aku bisa bersenang-senang bersamanya….”

Namun tanpa mereka sadari, sebuah kejutan besar menanti mereka bertiga….

Film ini mengajak kita mengenal potret buram para revoulusioner Korea Utara. Jika ditelusuri lebih dalam lagi, film ini cukup mengharukan. Dua negara yang bersaudara namun mesti terpisah karena peperangan dan menjadi musuh hingga sekarang, memiliki nasib yang jauh berbeda. Jika di Korea Selatan rakyatnya hidup makmur, bahkan menjadi salah satu negara maju, berbanding terbalik dengan Korea Utara yang rakyatnya harus hidup miskin dan hidup dalam kepemimpinan yang diktator dan mendapat julukan negara komunis. Jika di Korea Selatan para pemudanya berlomba-lomba menjadi seorang entertainer dan idol atau menempuh pendidikan di luar negeri, para pemuda Korea Utara harus rela menghabiskan masa muda mereka di kamp-kamp militer dan menjadikan diri mereka mesin pembunuh, miris memang.

Dua negara bersaudara yang dipisahkan Zona Demiliterisasi di Panmunjom, berupa pagar dan sebuah jembatan sebagai penghubungnya. Kapankah jembatan itu menjadi penghubung reunifikasi kedua negara tersebut? (Atau mungkinkah jembatan itu kelak di lewati para pemuda Korea Utara yang hendak mengikuti casting menjadi seorang idol di Korea Selatan? Hehehehe ^^).

So, fams, film ini bener-bener daebak! Wajib tonton! Film ini berhasil menjadi Box Office dan  memecahkan rekor penonton terbanyak di Korea Selatan di pemutaran perdananya, 498.284 tiket, mengalahkan ‘The Thieves’ dan ‘Transformer 3’. Belum lagi akting ketiga aktornya, benar-benar Daebak!

Tunggu sinopsisnya di Pelangi Drama ya ^^

Sampai jumpa di preview selanjutnya. Ann pamit…Anyyeong ^,^ *membungkuk…BOW!*

Written by : Ann [Twitter]
Source & Image by : AsianWiki , hancinema & Google Image
Only Posted on pelangidrama.net
DON’T REPOST TO OTHER SITE!!

[Sinopsis TW-Drama] Fabulous Boys Episode 2

 photo Fabulous-Boys-large.jpg


Lihat episode sebelumnya di sini


 photo 1.jpg

Mei Nan mulai mabuk di pesta penyambutan yang diadakan untuknya. Ia berada di atap bersama personel A.N.Jell lainnya. Mei Nan naik ke meja dan menunjuk ke langit seraya terus meracau. “Aku berharap kau di sisiku, ibu..” racau Mei Nan. Ia berbalik dan hampir terjatuh, ketiga personel A.N.Jell dengan sigap berusaha menangkap Mei Nan. Waktu seakan berhenti. Mei Nan membuka matanya dan tampak takjub….
 photo 2.jpg

Mei Nan dengan rambut panjangnya, berada di taman biara. Tai Jing, Xin Yu dan Jeremy mengenakan baju putih sembari mengelilingi Mei Nan. Mei Nan terpukau, ia merasa dirinya sedang bermimpi. Ketiga orang itu tampak seperti malaikat di mata Mei Nan. Mereka berempat berbaring di taman, tertidur pulas. Mei Nan terus bertanya…apakah ia masih bermimpi sekarang?

 photo 3.jpg

Mei Nan membuka matanya, ia tersenyum lega karena ia yakin hanya bermimpi. Mei Nan menoleh dan mendapati para personel A.N.Jell tertidur pulas di sampingnya, seperti dalam mimpi. Mei Nan panik, ia langsung berlari keluar rumah. Di luar rumah, Mei Nan melihat penampilannya sangat kacau. Ia merasa bingung dan berusaha mengingat apa yang terjadi sebelumnya. Ia ingat kalau semalam ia mabuk. Mei Nan memegang bibirnya yang terluka, ia berusaha mengingat darimana ia mendapatkan luka itu. Mei Nan kembali panik, ia ingat kalau bibirnya terluka saat ia terjatuh dan tanpa sengaja mencium bibir salah satu personel A.N.Jell. Tapi ia tidak ingat bibir siapa yang ia cium. Bibir Jeremy, Xin Yu, atau Tai Jing? Mei Nan makin panik.

 photo 4.jpg

Mei Nan merasa kalau dirinya sedang bermimpi saat ini. Ia lalu memutuskan berdoa untuk menenangkan dirinya dan berharap agar segera terbangun dari mimpi buruknya itu. “Semuanya akan baik-baik saja. Ketika aku membuka mataku, aku akan kembali berada di kamarku di biara,” doa Mei Nan. Ia terus mengulangi doanya berkali-kali.

 photo 5.jpg

Perlahan suasana di sekitar Mei Nan berubah menjadi biara. Mei Nan terus berdoa sambil memejamkan mata. Tiba-tiba terdengar suara pria yang bertanya apa Mei Nan yakin ia baik-baik saja? Mei Nan mengiyakan. Ia yang merasa terganggu dengan asal suara tersebut, menoleh ke kanan. Mei Nan merasa lega karena tidak mendapati siapapun dan merasa itu hanya mimpi. Ia kembali mendengar suara yang menanyakan tentang luka di bibirnya. Mei Nan hendak menjawab, tapi ia merasa ada yang aneh. Perlahan, suasana di sekitar Mei Nan kembali normal. Ia membuka mata dan menoleh ke samping. Betapa terkejutnya Mei Nan saat mendapati Jeremy sedang menatap tajam ke arahnya sambil memakan apel.

Mei Nan mulai gugup karena Jeremy menyinggung masalah ‘bibir’. Mei Nan tanpa sengaja menatap bibir Jeremy yang sibuk mengunyah apel. Ia panik dan berseru kalau ia tidak mengingat apapun. Jeremy tidak percaya begitu saja. Dengan kesal ia memegang dagu Mei Nan dan mengomelinya. Jeremy berkata kalau ia tidak akan membiarkan Mei Nan minum alkohol lagi dan melukai bibir orang seperti itu. Mei Nan tampak bingung dengan maksud Jeremy. Jeremy menjelaskan kalau Mei Nan harus meminta maaf pada orang yang bibirnya sudah Mei Nan lukai. Mei Nan mulai menyadari sesuatu, ia bergegas masuk ke dalam rumah meninggalkan Jeremy yang tampak kesal. Jeremy merasa ada yang aneh saat memegang wajah Mei Nan yang tampak cemberut. Jeremy menduga kalau Mei Nan adalah anak yang manja.

 photo 6.jpg

Mei Nan masuk ke dalam rumah dan mendapati Xin Yu sedang sarapan. Xin Yu mengajak Mei Nan minum teh bersama seraya menuangkan secangkir teh untuk Mei Nan. Mei Nan lalu duduk di samping Xin Yu dan menyeruput tehnya. Xin Yu berkata kalau Mei Nan mendapatkan masalah besar semalam. Mei Nan mengamati bibir Xin Yu dan mulai gugup. Ia meminta maaf dan menjelaskan kalau ia tidak pernah menduga akan menimpa seseorang semalam dan ia hanya menganggap kalau ia hanya menimpa beton. Mei Nan mengira kalau orang yang ia timpa semalam adalah Xin Yu dan meminta agar Xin Yu hanya menganggap kalau ia ditimpa oleh batu. Xin Yu hanya tersenyum geli mendengar permintaan maaf Mei Nan. Mei Nan terus menunduk, tidak berani mengangkat wajahnya untuk menatap Xin Yu.

Tiba-tiba Jeremy datang dan mengagetkan Mei Nan. Jeremy mengomeli Mei Nan, bukankah ia menyuruh Mei Nan untuk meminta maaf, tapi Mei Nan malah asyik minum teh dengan Xin Yu. Mei Nan bingung, bukankah ia harus minta maaf pada Xin Yu? Jeremy mulai kesal, ia merasa kalau Mei Nan masih mabuk. Xin Yu tersenyum geli, ia berkata kalau orang itu adalah Huang Tai Jing, bukan dirinya. Mei Nan jatuh terduduk, ia merasa lemas menghadapi kenyataan bahwa ia jatuh menimpa Tai Jing dan bibir yang ia cium adalah bibir Tai Jing!

= Flashback =

 photo 7.jpg

Mei Nan berbalik dan hampir terjatuh, tapi dengan sigap ketiga personel A.N.Jell bersiap menolongnya. Bukannya ditangkap oleh ketiganya, Mei Nan malah jatuh menimpa Tai Jing dan tanpa sengaja mencium bibirnya. Ketiga personel A.N.Jell jelas syok melihat pemandangan di depan mereka, terutama Tai Jing. Parahnya lagi, Mei Nan merasa mual dan muntah tepat di bibir Tai Jing. Jeremy bergegas menyingkirkan Mei Nan dari tubuh Tai Jing. Tai Jing yang syok berat, pingsan dengan suksesnya.

= Flasback End =

 photo 8-2.jpg

Xin Yu menjelaskan kalau Tai Jing adalah orang yang sangat mencintai kebersihan. Jeremy menakut-nakuti Mei Nan kalau Tai Jing akan menjadi gila jika ada orang yang tidak menaruh kembali barang ke tempatnya dengan rapi. Menurut Xin Yu, Tai Jing yg mengalami kejadian dimuntahi seperti itu, jelas saja akan pingsan. Jeremy semakin menakuti Mei Nan dan berkata kalau Mei Nan kali ini akan mati. Mei Nan jelas saja merasa ketakutan. Xin Yu menyarankan, jika Mei Nan ingin meminta maaf pada Tai Jing, Tai Jing ada di kamarnya. Tapi ia tidak yakin Tai Jing akan memaafkan Mei Nan. Mei Nan semakin lemas mendengarnya.

 photo 9.jpg

Di youtube, beredar video saat Tai Jing dan Mei Nan yang pingsan dibopong ke dalam van. Trio cewek fans A.N.Jell yang menonton video itu di cafe warnet, menduga kalau Tai Jing dan Mei Nan terlibat perkelahian. Mereka merasa kesal pada Mei Nan yang baru saja bergabung di A.N.Jell namun sudah membuat masalah. Mereka bersumpah, kalau terjadi sesuatu pada Tai Jing, mereka tidak akan memaafkan Mei Nan.

 photo 10-1.jpg

Tai Jing berdiri di depan cermin, mengamati luka di bibirnya. Ia merasa syok mengingat kejadian semalam. Ia benar-benar kesal pada Mei Nan yang muntah tepat di bibirnya. Mengingat hal itu, Tai Jing merasa mual. Ia lalu mencium bau badannya dan merasa kalau ia masih berbau muntahan Mei Nan. Ia lalu memutuskan mandi kembali.

 photo 11.jpg

Mei Nan masuk ke kamar Tai Jing seraya membawakan teh untuk Tai Jing. Tai Jing yang masih marah, tidak suka melihat kehadiran Mei Nam di kamarnya dan menyuruhnya keluar. “Maaf. Aku benar-benar menyesal tentang semalam. Bisakah kau memaafkanku?” pinta Mei Nan takut-takut. Tai Jing merinding mengingat kejadian semalam, ia merasa dirinya masih berbau muntahan dan akan kembali mandi. Tai Jing menghentikan langkahnya saat Mei Nan bertanya apa itu Tai Jing bersedia memaafkannya? Tai Jing balik bertanya kenapa ia harus memaafkan Mei Nan. Mei Nan beralasan Tai Jing akan memaafkannya karena Tai Jing orang yang baik.

Tai Jing terlihat kesal, ia lalu berjalan menghampiri Mei Nan, “Intuisiku selalu akurat. Orang-orang yang kubenci pada pandangan pertama, aku akan selalu membenci mereka. Karena mereka selalu melakukan hal-hal yang kubenci.” Sama seperti ia membenci Mei Nan sejak pertama kali ia melihatnya, apalagi Mei Nan selalu melakukan hal-hal yang ia benci. “Jadi aku percaya, kau akan selalu membuatku membencimu. Jadi pengampunan, sekarang, di masa depan dan selamanya, aku tidak akan pernah bisa memaafkanmu!” tukas Tai Jing memelototi Mei Nan. Tai Jing mengusir Mei Nan dari kamarnya. Mei Nan tampak syok mendengar ucapan Tai Jing, ia merasa sedih.

Di kamar mandi, Tai Jing terus mengomel. Ia menciumi aroma tubuhnya yang berbau muntahan Mei Nan dan merasa jijik. Mei Nan ternyata tidak langsung keluar dari kamar Tai Jing. Ia berteriak kalau ia meletakkan teh khusus yang ia siapkan untuk Tai Jing di meja. Ia juga membawakan lilin aromaterapi untuk menghilangkan bau. Tai Jing berteriak dari kamar mandi, apa Mei Nan belum pergi? Mei Nan berkata kalau ia akan segera pergi, tapi tanpa sengaja Mei Nan menjatuhkan cairan panas dari lilin ke lantai. Mei Nan segera membersihkannya dengan tangannya dan malah kepanasan.

 photo 12.jpg

Tanpa sengaja Mei Nan menyenggol rak buku di belakangnya hingga membuat rak buku itu hampir terjatuh. Beruntung Mei Nan segera menahannya agar tidak jatuh. Mei Nan menghela nafas lega. Saat ia berbalik, rak buku di belakangnya terjatuh. Mei Nan menahan rak buku itu dengan badannya, namun Mei Nan tidak bisa menahan buku-buku yang terjatuh ke lantai dan menimbulkan suara gaduh. Oow…..

Mei Nan panik, apa yzng harus ia lakukan. Remote Ac terjatuh dari rak hingga membuat AC di ruangan itu otomatis menyala dan membuat kertas partitur yzng ada di meja kerja Tai Jing beterbangan dan terjatuh ke lantai hingga hampir mengenai lilin yzng tergeletak di lantai. Mei Nan semakin panik, ia takut partitur itu mengenai lilin dan terbakar. Mei Nan berusaha meraih remote AC dengan kakinya, tapi gagal. Mei Nan mencoba berbagai cara untuk memadamkan lilin itu. Mulai dari berusaha meniupnya dari jauh, mengibaskan rambutnya agar keringatnya terjatuh dan mengenai lilin, namun semuanya gagal. Sementara itu, Tai Jing hampir selesai mandi.

Mei Nan tidak kehabisan akal. Ia mencoba cara terakhir, meludahi lilin itu dan hampir berhasil. Mei Nan lalu mengumpulkan ‘segenap dahaknya’ agar ia bisa mematikan lilin itu. Tepat saat Mei Nan meludahi lilin itu, Tai Jing keluar dari kamar mandi dan melihat semuanya. Lilin itu berhasil padam, tapi api di hati Tai Jing justru semakin menyala (hahaha…lebay deh). “Gao Mei Nan!” seru Tai Jing kesal. Mei Nan panik karena ketahuan, ia mengatakan yang sebenarnya pada Tai Jing kalau ia hanya berusaha memadamkan api dengan ludahnya. Tai Jing tidak peduli dengan alasan Mei Nan. Ia tampak geram dan berjalan menghampiri Mei Nan.

 photo 13.jpg

Mei Nan mulai ketakutan dan memejamkan matanya saat Tai Jing menghampirinya dan menahan rak di belakang Mei Nan dengan kedua tangannya. Mei Nan gugup sekaligus panik karena Tai Jing menatapnya seakan ingin melahapnya mentah-mentah. Mei Nan hendak ngeloyor pergi lewat bawah, tapi Tai Jing berteriak menyuruhnya berdiri. Tai Jing bertanya apa yang Mei Nan lakukan di kamarnya? Mei Nan beralasan kalau ia hanya ingin meminta maaf pada Tai Jing. Tai Jing tidak habis pikir, apa begitu cara orang yang ingin meminta maaf (menghancurkan kamarnya)? Mei Nan tidak berkutik, ia hendak meminta maaf dengan menundukkan kepalanya, tapi yang ada malah kepalanya mengenai lengan Tai Jing. Tai Jing semakin kesal dibuatnya.

 photo 14-2.jpg

Tai Jing menggoyangkan rak dan tanpa sengaja sebuah piagam penghargaan terjatuh dan menimpa kepala Mei Nan. Mei Nan langsung tak sadarkan diri. Kali ini, Tai Jing yang panik,  ia berusaha menyadarkan Mei Nan. Tai Jing mengambil piagam yang menimpa kepala Mei Nan dan menatapnya heran. Mark yang naik ke kamar Tai Jing karena mencari Mei Nan, terkejut saat melihat Mei Nan pingsan dengan Tai Jing yang memegang piagam di tangannya. Mark menuding Tai Jing memukul Mei Nam dengan piagam itu hingga membuat kepala Mei Nan berdarah.

 photo 15.jpg

Mark terus menuding Tai Jing hingga membuat Tai Jing kesal dan berdiri mengangkat tangannya. Mark langsung berlutut memohon agar Tai Jing tidak memukulnya juga. Tai Jing heran dengan tingkah Mark, namun ia sadar tangannya sedang memegang piagam dan posisinya seakan-akan hendak memukul Mark.

 photo 16.jpg

Mei Nan dilarikan ke rumah sakit dengan ambulans. Di dalam ambulans Mei Nan akhirnya sadar. Mark menanyakan kondisinya, namun Mei Nan sulit untuk menjawab. Mark yang kesal berkata kalau mereka akan ke rumah sakit untuk memeriksakan kondisi Mei Nan agar mereka bisa menuntut Tai Jing. Mendengar kata rumah sakit, Mei Nan mulai panik. Ia berbisik pada Mark, kalau mereka ke rumah sakit, bukankah identitas Mei Nan yang sebenarnya bisa ketahuan? Mark tampak berpikir, tiba-tiba ia berteriak agar ambulans itu berhenti.

 photo 17.jpg

Mark memutuskan untuk merawat sendiri luka Mei Nan daripada identitas Mei Nan sebagai seorang gadis diketahui orang lain. Mereka berhenti di sebuah taman untuk mengobati luka Mei Nan. Mark memberikan es krim pada Mei Nan dan menyuruhnya untuk mengompres lukanya dengan es krim itu. Mark merasa kesal karena menurutnya Tai Jing sudah keterlaluan. Ia berniat melaporkan Tai Jing pada Direktur Jie Ge dan akan menuntut Tai Jing. Mei Nan membela Tai Jing. Mark tidak habis pikir Mei Nan masih membela Tai Jing yang sudah membuat kepalanya luka seperti itu. Menurutnya Mei Nan belum sepenuhnya menjadi biarawati tapi malah berhati Budha seperti itu dan tidak menyalahkan Tai Jing. Mei Nan tampak bingung dengan maksud Mark.

Tai Jing menelpon ke ponsel Mark. Mark mengangkatnya dan mulai memarahi Tai Jing. Ia melebih-lebihkan ucapannya dengan berkata kalau Mei Nan mengalami cedera serius dan harus mendapat perawatan intensif. Mark berkata akan menuntut Tai Jing melalui pengacaranya. Tai Jing tidak terlalu menanggapi ucapan Mark, ia meminta Mark memberikan telponnya pada Mei Nan. Awalnya Mark menolak, namun akhirnya ia memberikan ponselnya pada Mei Nan.

 photo 18.jpg

Mei Nan terlihat takut menjawab telpon Tai Jing. Tai Jing menanyakan kondisi Mei Nan. Mei Nan menjawab kalau ia sudah baikan. Tai Jing merasa heran, bukankah Mark bilang kalau Mei Nan mendapat perawatan intensif. Mei Nan jadi gugup karena berbohong, tapi ia mengiyakan dan berkata kalau kondisinya baik-baik saja sekarang. Mei Nan merasa heran Tai Jing menelpon apa karena mengkhawatirkannya? Ia bertanya sekarang Tai Jing berada di mana?

Ternyata Tai Jing menelpon dari rumah sakit. Ia berniat menjenguk Mei Nan sekaligus menjelaskan kepada Mark kalau ia tidak memukul Mei Nan. Tai Jing tiba di depan ruang perawatan intensif, ia ditegur oleh perawat tidak boleh menggunakan ponsel di ruang perawatan intensif. Tai Jing mulai curiga, bukankah Mei Nan bilang ia di rawat di ruang intensif tapi kenapa masih bisa menelpon? Mei Nan mulai panik. Belum sempat ia menjawab, tiba-tiba lewat mobil tukang las kaca yg mengiklankan usahanya melalui speaker. Mark dan Mei Nan panik, Mark pura-pura berteriak menyuruh perawat memperbaiki kaca jendela. Tai Jing semakin curiga, ia bertanya dimana Mei Nan sekarang? Belum sempat Mei Nan menjawab, lagi-lagi lewat penjual ubi bakar yang berteriak menjajakan jualannya. Mereka berdua semakin panik karena ketahuan berbohong. Mark lalu menutup telponnya dengan alasan kalau mereka sedang makan ubi bakar. Tai Jing mulai kesal karena Mei Nan berani membohonginya.

 photo 19-1.jpg

Mei Nan dan Mark ke kantor A.N Music untuk menjelaskan kepada Direktur Jie Ge kesalahpahaman yang terjadi antara Mei Nan dan Tai Jing. Mereka dihadang oleh seorang pria paruh baya yang memperkenalkan dirinya sebagai reporter dari China Daily Report, Reporter itu Jin Da Pai. Mark berkata kalau mereka sedang terburu-buru dan sedang tidak ingin diwawancarai. Tapi Jin Da Pai menghalangi mereka dan bertanya tentang hubungan Mei Nan dan Tai Jing yang terlihat tidak akur dan sering terjadi konflik di antara mereka berdua. Ia juga mengkonfirmasi kebenaran soal video di youtube tentang dugaan perkelahian mereka. Mei Nan mengelak semua tuduhan itu. Jin Da Pai melihat luka di bibir dan dahi Mei Nan, ia segera memotretnya. Mark berusaha menutupi luka Mei Nan.

Tak lama kemudian Tai Jing datang dan melihat mereka. Jin Da Pai melihat luka yang sama di bibir Tai Jing. Ia menerka luka yang mereka berdua dapatkan karena mereka berkelahi. Tai Jing salah paham, ia mengira kalau Mei Nan sedang diwawancarai dan menuduhnya melukainya. Mei Nan jadi tidak enak hati dan berusaha menjelaskan pada Tai Jing, tapi Tai Jing keburu pergi dengan perasaan marah.

 photo 20-1.jpg

Berita tentang kasus pemukulan Tai Jing terhadap Mei Nan beredar luas di internet. Trio fans A.N.Jell yang melihat berita itu, tidak percaya kalau Tai Jing bisa melakukan hal itu. Mereka menduga Mei Nan sengaja menjebak Tai Jing untuk mencari perhatian. Trio fans itu mulai emosi dan membenci Mei Nan.

 photo 21-1.jpg

Para Fans A.N.Jell demo di depan kantor A.N Music, menuntut agar Gao Mei Nan keluar dari A.N.Jell. Mei Na menyaksikan demo itu dari atap gedung bersama Mark. Mei Nan merasa risau karena terjadi hal yang tidak diinginkannya. Mark sibuk mengutak atik ponselnya. Ia terkejut karena daftar pencarian teratas di internet adalah tentang kasus Mei Nan dan Tai Jing : ‘Gao Mei Nan, Tai Jing memukul Mei Nan, Fabulous Boys,Gao Mei Nan berhenti dari A.N.Jell, Gao Mei Nan menyakiti’. Mark merasa  meskipun berita tentang Mei Nan semuanya berita negatif, setidaknya Mei Nan terkenal sekarang.

 photo 22-1.jpg

Mei Nan tidak bisa menerima hal itu. Ia berniat menghampiri para fans itu dan menjelaskan yang sebenarnya. Mei Nan berbalik pergi. Langkahnya terhenti saat Mark bertanya apa Mei Nan yakin akan pergi ke sana? Mei Nan nampak ragu. Ia lalu menghampiri Mark dan mengiyakan. Mark memberi isyarat agar Mei Nan melihat apa yang akan ia lakukan.

 photo 23-1.jpg

Mark membuka jaketnya, ia lalu menoleh ke kerumunan fans yang sedang demo itu dan berteriak kalau ia sedang memegang jaket Mei Nan. Mark lalu melemparkan jaket itu ke bawah dan disambut dengan amukan para fans A.N.Jell yang menginjak-injak jaket Mark dan mencabiknya hingga menjadi potongan kecil. Mei Nan merasa ngeri melihatnya. Mark kembali bertanya apa Mei Nan masih mau menemui para fans itu? Mei Nan dengan tegas menggeleng, ia terlanjur ngeri melihat sikap para fans yang sedang marah itu.

 photo 24-1.jpg

Di rumah, Tai Jing melihat berita tentang dirinya di internet melalui ponselnya. Ia tidak menyukai istilah ‘Fabulous Boys’ yang disematkan pada mereka sekarang karena masalah ini.  Tai Jing merasa sangat kesal karena seakan-akan dialah yang jahat karena tuduhan memukul Mei Nan.

 photo 25.jpg

Jeremy tampak iba melihatnya dan berniat menghampiri Tai Jing, tapi Xin Yu buru-buru menahannya. Xin Yu memperingatkan Jeremy tentang sifat Tai Jing yang akan menjadikan Jeremy ‘bantal’ pelampiasan kekesalannya jika Jeremy mendekatinya sekarang. Jeremy mengerti, ia merasa semua ini karena kesalahan Mei Nan. “Dia menyebabkan kekacauan sejak dia bergabung dengan kita,” ujar Jeremy. Jeremy akhirnya mengerti arti lain dari nama Mei Nan yg berarti juga ‘Fabulous Boys (laki-laki terkenal)’. Ia merasa Mei Nan-lah yang jahat.

 photo 26.jpg

Mei Nan pulang ke rumah dengan langkah lesu. Ia disambut dengan timpukan boneka anjing oleh Jeremy. Jeremy merasa kesal, ia berkata boneka-boneka itu adalah hadiah dari fans Tai Jing dan ia menggunakannya untuk menghukum Mei Nan. Jeremy tidak habis pikir, setelah semua masalah yang Mei Nan lakukan pada Tai Jing, apa sekarang Mei Nan ingin media berpikir bahwa Tai Jing memukul orang lain? Mei Nan membantah dengan tegas tudingan Jeremy. Ia berkata akan membersihkan kamar Tai Jing. Mei Nan lalu berjalan masuk ke dalam rumah.

Jeremy merasa heran melihat sikap Mei Nan yang mengabaikannya. Ia tiba-tiba memeluk Mei Nan dari belakang, membuat Mei Nan berteriak histeris. Mei Nan melepaskan pelukan Jeremy dan berlari ke dalam rumah. Jeremy semakin heran melihat sikap Mei Nan yang menurutnya agak berlebihan. Jeremy merasa Mei Nan itu sangat aneh.

 photo 27.jpg

Mei Nan tampak ketakutan karena dipeluk Jeremy. Ia merasa kesal pada dirinya sendiri karena tidak pernah melakukan sesuatu dengan benar. Xin Yu tanpa sengaja mendengar ucapan Mei Nan dan berniat menghampirinya, tapi ia malah menabrak Mei Nan yang berjalan ke arahnya. Xin Yu melihat luka di dahi Mei Nan yang tertutup perban dan hendak menyentuhnya, tapi Mei Nan malah menghindar. Xin Yu merasa heran melihat sikap Mei Nan yang selalu bergeming setiap ingin di sentuh. Ia menerka kalau Mei Nan bersikap seperti itu karena merasa gugup. Mei Nan ygan awalnya gugup beneran karena takut rahasianya terbongkar, buru-buru membenarkan ucapan Xin Yu. Xin Yu tersenyum dan menempuk  pundak Mei Nan seraya berjalan pergi. Mei Nan tersenyum lega. Ia tiba-tiba teringat kalau ia harus buru-buru membersihkan kamar Tai Jing sebelum ia kembali.

 photo 28.jpg

Mei Nan mulai merapikan rak buku Tai Jing. Ia mengumpulkan koleksi album milik Tai Jing yg semuanya adalah album dari penyanyi Mu Hua Lan. Mei Nam menduga kalau Tai Jing adalah fans dari Mu Hua Lan. Mei Nan menemukan selembar foto anak laki-laki bersama seorang wanita di antara tumpukan album itu. Mei Nan menerka kalau anak laki-laki itu adalah Tai Jing.

 photo 29.jpg

Tai Jing naik ke kamarnya dan terkejut melihat Mei Nan. Ia tidak suka melihat Mei Nan ada di kamarnya apalagi melanggar aturan ketiganya: Dilarang menyentuh barang-barang Tai Jing. Tai Jing menyeret Mei Nan keluar dari kamarnya. Jie Gen dan Mark ygan baru saja datang, terkejut melihat Tai Jing memperlakukan Mei Nan seperti itu dan menegur Tai Jing. Tai Jing meminta Mei Nan pindah dari rumah itu. Jie Ge berusaha menenangkan Tai Jing, ia beranggapan Tai Jing akan memperburuk keadaan jika Mei Nan pindah. Tapi Tai Jing tidak peduli, jika Mei Nan tidak mau pindah, ia yang akan pindah dari rumah itu. Tai Jing pun berlalu pergi membuat semua yang ada di ruangan itu terkejut melihat sikapnya. Xin Yu  berpendapat kalau Mei Nan da Tai Jing memang tidak akan akur jika bersama, akan lebih baik jika salah satunya pindah. Mei Nan yang khawatir memutuskan mengejar Tai Jing.

 photo 30.jpg


Mei Nan mengejar Tai Jing ke halaman. Tai Jing tiba-tiba berhenti membuat Mei Nan tanpa sengaja menubruknya. Tai Jing jelas makin kesal dibuatnya. Tai Jing menyebut ‘Aturan pertama Tai Jing’ : Jangan menyentuhnya sembarangan’. Ia juga melarang Mei Nan berlari ke arahnya karena ia paling membenci hal itu. Tai Jing merasa saat Mei Nan ada di sekitarnya, selalu saja terjadi hal-hal yang ia benci. Tai Jing memperingatkan Mei Nan, jika Mei Nan membuatnya marah lagi, ia akan menghancurkan Mei Nan. Mei Nan tampak ketakutan mendengar ancaman Tai Jing. Tai Jing pun berlalu pergi meninggalkan Mei Nan yang terlihat sedih.

 photo 31.jpg

Mei Nan merenung di halaman. Mark yang bersamanya menegur Mei Nan yang tampak muram, ia merasa langit tidak jatuh. “Langit memang belum jatuh, tapi aku merasa seperti aku tidak bisa menahannya lagi,” ujar Mei Nan sedih. Mei Nan merasa baru sehari ia bergabung di A.N.Jell, tapi rasanya sudah setahun dan ia merasa sangat lelah akan hal itu. Mark berusaha menghibur Mei Nan agar tidak bersikap seperti itu, setidaknya Mei Nan sudah melewati satu hari. “Seperti yanang mereka katakan, awal yg baik adalah setengah dari keberhasilanmu,” ujar Mark berfilosofi. Ia meminta Mei Nan tidak terlalu memikirkan ha itu. Tapi tetap saja Mei Nan merasa bersalah karena ia beranggapan kalau Tai Jing pergi karena Mei Nan selalu melakukan hal-hal yang Tai Jing benci hingga membuatnya marah.

Mark malah memuji Mei Nan. Ia berpendapat kalau Mei Nan tetap tinggal di rumah itu, ia akan aman. Belum lagi jika ia semakin dekat dengan Tai Jing, bisa saja Mei Nan menjalin hubungan yang lebih serius dengan Tai Jing. Tapi Mei Nan yang polos sama sekali tidak mengerti maksud Mark yang sebenarnya. Ia hanya bertanya apa Mark yakin jika ia tetap di rumah itu ia akan aman? Mark membenarkan, setidaknya jika Mei Nan tetap bertahan berarti ia telah melakukan sesuatu yang besar untuk kakaknya. Mei Nan hanya tersenyum simpul mendengarnya. Mark berkata meskipun beberapa orang dan para fans A.N.Jell tidak mendukung Mei Nan, setidaknya ia berada di pencarian nomor 1 di internet sekarang. Mei Nan tersenyum simpul, “Benar. Aku telah menjadi penipu paling terkenal di negara ini.” Mark meminta Mei Nan jangan berkecil hati, dengan terkenalnya Mei Nan, ada sisi baiknya juga, Mei Nan dengan mudah bisa bertemu ibunya. Mei Nan tidak yakin, apa ibunya akan mengenali mereka.

 photo 32.jpg

Seorang wanita berpenampilan glamour yang tak lain adalah Mu Hua Lan, berjalan memasuki lobi hotel. Asistennya menghampiri Mu Hua Lan seraya memberikan kunci kamarnya. Asistennya berkata kalau ia sudah memberitahu resepsionis, agar menolak semua panggilan dan pengujung yang tanpa persetujuan dari Mu Hua Lan. Mu Hua Lan tidak ingin media tahu kalau ia secara diam-diam telah kembali ke Taiwan. Tai Jing juga berada di hotel yang sama dengan Mu Hua Lan. Ia masuk lewat parkiran dan naik ke lift sembari menerima telpon dari Jie Ge yang menanyakan keberadaannya. Tai Jing berkata ia tidak akan menonaktifkan ponselnya.

 photo 33.jpg

Mu Hua Lan hendak naik ke lift. Lift terbuka dan terkejut karena mendapati Tai Jing berada di dalam lift. Tai Jing tampak tidak suka melihat kehadiran Mu Hua Lan yang selift dengannya. Mu Hua Lan menyapa Tai Jin, ia berkata melihat berita tentang Tai Jing bahkan saat ia berada di luar negeri dan merasa Tai Jing kini menjadi seorang selebritis. Tai Jing menyidir Mu Hua Lan, ia berkata tidak melihat berita tentang Mu Hua Lan kembali ke Taiwan, “Secara jelas perlahan orang-orang mulai melupakanmu, Nyonya.” Mu Hua Lan terkejut karena Tai Jing memanggilnya secara formal, namun ia berusaha menyembunyikannya.
“Setidaknya saat kau kecil kau memanggilku ‘Ibu’,” ujar Mu Hua Lan. 
“Itu karena aku tidak mengenalmu dengan baik, aku pikir orang yang melahirkanku adalah ibuku,” tukas Tai Jing. Mu Hua Lan nampak terpukul mendengar ucapan putra satu-satunya itu.

Pintu lift terbuka. Tai Jing keluar dari lift dengan perasaan kacau. Ia menghentikan langkahnya saat Mu Hua Lan yang tak lain adalah ibu kandungnya itu, berseru memanggilnya. Tanpa menoleh Tai Jing dengan sinis meminta agar Mu Hua Lan tidak mendekatinya. “Saat aku masih kecil, aku harus bersikap seperti aku tidak mengenalmu karena kau terlalu terkenal. Sekarang aku sangat terkenal. Bersikap terlalu dekat denganku akan menyebabkan kesulitan untukku,” tukas Tai Jing lalu beranjak pergi.

 photo 34.jpg

Jie Ge meeting bersama Mark dan Ke Di. Jie Ge menyampaikan kalau A.N.Jell akan menjadi duta di acara amal tahun ini, yang mana acara ini sekaligus menjadi debut bagi Mei Nan. Mark panik mendengarnya, ia beralasan kalau Mei Nan belum siap. Ke Di ikut membenarkan dan beralasan kalau style Mei Nan juga belum siap. Jie Ge tidak sependapat dengan mereka. Ia merasa yakin dengan kemampuan Mei Nan, Jie Ge juga yakin dengan kemampuan Ke Di styling Ke Di yang hebat, mampu mengubah style Mei Nan. Mark dan Ke Di tidak bisa berkata apa-apa lagi.

Untuk menghilangkan rumor negatif  yang beredar, ia berniat membuat Tai Jing dan Mei Nan berada dalam satu panggung agar mereka berdua terlihat akrab. Jie Ge memerintahkan Ke Di untuk segera mengubah style Mei Nan. Ia juga memerintahkan asistennya segera melakukan pemotretan untuk promosi. Jie Ge merasa sangat senang karena debut Mei Nan ini akan sukses. Mark dan Ke Di jelas kelimpungan dibuatnya.

 photo 35-1.jpg

Mark dan Ke Di menjemput Mei Nan di rumah untuk melakukan pemotretan di studio. Mei Nan protes, kenapa ia harus melakukan promosi sekarang? Bukankah Mark hanya menyuruhnya tinggal di rumah itu selama sebulan dan membiarkan kakaknya, Mei Nan yang asli, melakukan sisanya sekembalinya nanti? Mark menyuruh Mei Nan agar tidak berisik, ia takut personel A.N.Jell yang lain akan mendengar ucapan Mei Nan. Mark menjelaskan kalau terjadi sesuatu dan Mei Nan harus segera debut. Mei Nan menolak, tapi Mark terus berusaha menyakinkannya. Ke Di menatap kesal Mark yang terus berusaha membujuk Mei Nan.

Tiba-tiba…Plakkk!! Ke De memukul kepala Mark seraya mengomelinya. Ia sudah memperingatkan tentang hal ini sejak awal tapi Mark tidak mendengarkannya. Dan karena Mei Nan bilang tidak mau melakukannya, apa yang akan mereka lakukan sekarang? Ke Di terus mengomeli Mark seraya memukulinya. Mei Nan nampak ketakutan melihat kemarahan Ke Di (Ke Di kalo marah seram juga…lol). Ia buru-buru menahan tangan Ke Di agar berhenti memukuli Mark. Mei Nan akhirnya setuju untuk ikut pemotretan. Sepertinya Mei Nan takut Ke Di akan memukulinya juga. Mark menenangkan Mei Nan, ia berkata kalau Ke Di memang  wanita yang kejam, tapi Ke Di tidak akan pernah memukuli orang lain kecuali dirinya (Poor Mark…). Mark lalu mengajak Mei Nan yang terlihat ogah-ogahan untuk segera berangkat.

 photo 36-1.jpg

Tanpa mereka sadari, sedari tadi Xin Yu menguping pembicaraan mereka dari atas balkon. Xin Yu memandangi kepergian Mei Nan. “Sangat menarik,” gumamnya. Jeremy menghampiri Xin Yu dengan wajah jahilnya. Ia bertanya apa yang sedang Xin Yu lihat? Xin Yu menjawab tidak ada. Jeremy tidak percaya, jika Xin Yu tidak melihat apa-apa, lalu kenapa Xin Yu mengatakan ‘menarik’? 
“Kau harus menemukan hal yang menarik pada dirimu sendiri. Jika aku memberitahumu, itu akan membosankan. Tapi…kau sangat lambat. Aku pikir bagimu untuk mencari tahu sendiri, mungkin butuh waktu,” ujar Xin Yu sembari beranjak masuk ke dalam rumah. Jeremy bingung dengan maksud Xin Yu yang menyebutnya lambat. Ia lalu mengikuti Xin Yu untuk meminta penjelasan.

 photo 37.jpg

Jeremy merajuk, ia sangat penasaran hal ‘menarik’ apa yang Xin Yu maksud. Jeremy menebak pasti tentang Gao Mei Nan. Ia merasa kalau kemarin Mei Nan benar-benar sangat lucu. Xin Yu tampak bingung apa yang Jeremy maksud. Jeremy berkata sejak Tai Jing marah dan pergi dari rumah, Mei Nan terus menangis. Xin Yu terkejut mendengar Mei Nan menangis karena Tai Jing. “Dia bukan seorang gadis muda. Di sana dia menangisi hal kecil seperti ini. Tidak tahu apa yang ia tangisi,” ujar Jeremy. Jeremy merasa suatu hal yang biasa bagi seorang pria bertubuh kurus. Tapi sosok Mei Nam begitu rapuh, begitu lembut saat disentuh, bahkan kulit Mei Nam sangat halus. Jeremy merasa tidak nyaman karenanya. Xin Yu beranggapan kalau saat ini banyak artis pemula yang seperti itu. Jeremy merasa kalau Xin Yu memberi banyak  alasan untuk ucapannya. Ia merasa curiga dan menebak kalau Xin Yu menyukai Mei Nan.  Apalagi semenjak hari itu, Xin Yu terus memperhatikan Mei Nan. Xin Yu hanya tersenyum simpul mendengar ocehan Jeremy.

= Flashback =

 photo 38-1.jpg

Hari dimana Mei Nan mabuk dan memuntahi Tai Jing. Jeremy menggendong Tai Jing yang pingsan di punggungnya, sementara Xin Yu memapah Mei Nan. Xin Yu meminta Jeremy berhati-hati agar tidak terlihat oleh siapapun. Xin Yu berusaha menyadarkan Mei Nan. Tanpa sengaja Xin Yu melihat ke arah leher Mei Nan, ia merasa aneh karena Mei Nan tidak memiliki jakun. Mei Nan hampir terjatuh, untung saja Xin Yu segera menahannya.

Tanpa sengaja dada Mei Nan menyentuh  lengan Xin Yu membuat Xin Yu terkejut karena merasakan sesuatu yang aneh. Xin Yu mulai curiga, ia memegang bahu Mei Nan untuk memastikan sesuatu. Xin Yu tercengang karena bahu Mei Nan terasa lembut seperti bahu wanita. Xin Yu akhirnya menyadari kalau Mei Nan adalah seorang wanita!

=Flashback End =

 photo 39-1.jpg

Xin Yu tersenyum simpul mengingat hal itu. Jeremy menerka Xin Yu tidak keberatan dengan pria feminim. Xin Yu hanya merasa kalau Mei Nam itu menarik. “Aku ingin lihat, hal menyenangkan apa yang akan terjadi selanjutnya,” ujar Xin Yu seraya berbalik pergi. Jeremy nampak antusias dengan ‘hal menyenangkan’ yang Xin Yu maksud. Jeremy tiba-tiba punya ide. Ia mengejar Xin Yu dan berkata kalau ia memikirkan sesuatu yang menyenangkan. “Mei Nan ada pemotretan hari ini. Haruskah kita pergi ‘membantu’ ?” bujuk Jeremy seraya tersenyum jahil.

 photo 40-1.jpg

Mei Nan melakukan pemotretan untuk promosi debutnya. Karena tidak terbiasa, ia nampak kaku di depan kamera. Mark mengajarkan beberapa pose yang terlihat aneh, membuat Ke Di merasa kesal dan memukul kepala Mark. Akhinya Ke Di yang mengajarkan beberapa pose ‘cool’ untuk Mei Nan. Tak lama kemudian Jeremy datang dengan senyum jahilnya. Ia bersama Xin Yu. Jeremy lalu menunjukkan beberapa pose untuk ditiru Mei Nam. Jeremy lalu melemparkan sesuatu ke arah Mei Nam, Mei Nam menangkapnya. Mei Nam menjerit saat melihat yang ditangkapnya adalah kecoa. Jeremy lalu mengejar Mei Nam dengan kecoa plastik yang dibawanya untuk mengerjai Mei Nam. Ternyata ‘membantu’ yangg Jeremy maksud adalah mengerjai Mei Nan. Mark memungut salah satu kecoa plastik Jeremy untuk menakuti Ke Di. Alih2 berteriak ketakutan, Ke Di malah menggeplak kepala Mark karena kesal (hahahahah…lucu juga liat nih orang dua).

 photo 41-1.jpg

Mei Nam yang histeris, tiba-tiba melompat ke gendongan Xin Yu dan memeluknya erat. Xin Yu tampak syok, jantungnya berdebar dipeluk seperti itu oleh Mei Nan. Xin Yu hendak menurunkan Mei Nan, namun Mei Nan menahan tangan Xin Yu dan semakin mempererat pelukannya. Mei Nan benar-benar takut dengan kecoa. Melihat Mei Nan yang gemetar ketakutan, Xin Yu mengurungkan niatnya menurunkan Mei Nan. Jeremy kembali usil, ia menyodorkan kecoa itu pada Mei Nan. Otomatis Mei Nan melompat dari gendongan Xin Yu dan berlari ketakutan karena dikejar kecoa oleh Jeremy.  Xin Yu masih diam terpaku di tempatnya. “Apa yang terjadi denganku?” batin Xin Yu.

 photo 42-1.jpg

Mei Nan beristirahat di ruang tunggu. Ia masih sedikit ketakutan karena ‘kejutan menyenangkan’ Jeremy. Xin Yu memanggil Mei Nan seraya melemparkan sebotol isotonik pada Mei Nan. Mei Nan agak terkejut saat menangkapnya, ia masih trauma gara-gara kejutan kecoa tadi. Mei Nan berterima kasih, ia berjanji akan melakukan yang terbaik dan tidak akan membuat masalah lagi untuk A.N.Jell. Xin Yu tampak tidak peduli. Namun saat ia berbalik pergi, tersungging seulas senyum di wajahnya.

Jeremy tiba-tiba muncul di depan Xin Yu sembari menunjukkan kecoa plastik di kedua tangannya. Jeremy bertanya haruskah mereka mengerjai Mei Nan lagi. Xin Yu berkata sudah cukup. Ia mengambil kecoa plastik dari tangan Jeremy lalu mengajaknya pergi.

 photo 43.jpg

Mei Nan, Mark dan Ke Di ke kantor A.N Music untuk latihan koreografi. Mereka disambut barisan fans A.N.Jell yang  demo menuntut Mei Nan keluar dari A.N.Jell. Dibantu beberapa petugas keamanan, Mei Nan akhirnya berhasil masuk ke dalam kantor dengan sehat walafiat tanpa cakaran sedikitpun.  Di toilet, Ke Di membantu Mei Nan memasang perban untuk menutupi dada Mei Nan. Mei Nan terlihat risau. Ia memadangi botol minuman pemberian Xin Yu.

 photo 44.jpg

Mei Nan cs ke studio tari. Mei Nan terlihat takut, ia terus memegang erat botol minuman pemberian Xin Yu. Mark dan Ke Di membujuk Mei Nan agar ikut latihan. Mei Nan akhirnya ikut bergabung bersama yang lain. Gerakannya kaku, Mei Nan sama sekali tidak bisa menari. Mark akhirnya turun tangan membantu Mei Nan. Alih-alih mengikuti gerakan dengan benar, Mark malah membuat gerakan Mei Nan menjadi kacau balau. Sementara itu, para fans A.N.Jell terus berdemo hingga malam hari. Mei Nan terus latihan tanpa bantuan Mark. Ia masih sulit mengikuti gerakan . Tapi Mei Nan tidak putus asa, ia terus berusaha mencoba menari dengan benar.

Di ruang konferensi, Jie Ge sedang berbicara dengan Repoter Jin Da Pai di telpon. Ia berusaha menyakinkan reporter itu kalau hubungan para personel A.N.Jell baik-baik saja dan rumor yang beredar akhir-akhir ini hanyalah sebuah fitnahan. Ia juga memberitahu kalau Mei Nan akan debut. Untuk menyenangkan hati Reporter Jin Da Pai yang selalu meliput berita A.N.Jell, Jie Ge mengajak Reporter Jin Da Pai makan malam sekaligus membahas tentang A.N.Jell.

 photo 45.jpg

Tai Jing sedang sibuk menciptakan lagu di kamar hotel tempatnya menginap. Ponselnya berdering, dari Jie Ge, tapi Tai Jing mengabaikannya. Kesal karena telponnya tidak diangkat, Jie Ge mengirimi Tai Jing sms untuk membuka internet dan melihat berita tentang Mei Nan.

 photo 46.jpg

Mei Nan melihat berita tentang dirinya di internet. Ia menghela nafas berat. Ke Di menghampiri Mei Nan yang terlihat murung. “Diserang jutaan rasa sakit yang buruk, huh?” tanya Ke Di. Awalnya Mei Nan mengelak, namun akhirnya ia mengiyakan. Ia merasa sedih karena untuk pertama kalinya begitu banyak orang memarahinya. Ke Di merasa iba melihat Mei Nan. Ke Di menilai seberapa sedih Mei Nan saat ini, Mei Nan tetap tidak melarikan diri dan menurutnya itu tidak buruk. “Karena jika aku melarikan diri, aku tidak punya kesempatan untuk membuatnya terjadi. Aku juga tidak punya pilihan selain berbohong kepada semua orang sekarang. Tapi saat kakakku kembali dan semuanya akan kembali normal. Aku akan menjelaskannya sendiri pada semua orang dan meminta maaf pada semua orang,” ujar Mei Nan. Ke Di tersenyum mengerti.

Mata Ke Di tiba-tiba tertumbuk pada celana Mei Nan yang terlihat mengembung di bagian selakangan. Ke Di mengerti kalau hati Mei Nan sedang marah, tapi ia merasa penasaran apa Mei Nan tidak merasa terganggu dengan isi celananya. Mei Nan berkata kalau Mark yang menyuruhnya untuk mengisi celananya hingga penuh. Ke Di menyarankan agar Mei Nan cukup mengisinya dengan dua bola saja. Mei Nan mengangguk mengerti.

 photo 47-1.jpg

Tai Jing berbicara dengan Jie Ge via skype. Tai Jing berkata kalau ia sudah melihat berita tentang Mei Nan, lalu apa yang harus ia lakukan? Jie Ge meminta Tai Jing menghapus rumor buruk yang beredar dengan cara berdamai dengan Mei Nan demi kelancaran peluncuran album baru A.N.Jell. Ini semua bukan hanya tentang Tai Jing, tapi juga keseluruhan A.N.Jell dan juga perusahaan. Dengan ekspresi dinginnya, Tai Jing berkata ia mengerti dan akan memikirkannya. Jie Ge tidak habis pikir, apa lagi yang harus dipikirkan padahal jadwal syuting video klip dan seluruh acara A.N.Jell mendatang sudah keluar. Jie Ge lalu mengirimkan jadwal A.N.Jell ke email Tai Jing dan meminta Tai Jing membukanya saat itu juga. Dengan setengah hati Tai Jing mengiyakan.

 photo 48.jpg

Mei Nan masih latihan koreo, kali ini gerakannya sudah selaras dengan gerakan teman-temannya. Semua bertepuk tangan dengan keberhasilan Mei Nan di latihan koreo pertamanya itu. Mei Nan ber-high-five dengan teman-temannya. Saat ia melompat, sebuah bola mini terjatuh dari ujung celananya dan menggelinding mengenai kaki Ke Di. Ke Di merasa heran bola apa itu? Mark merasa heran, bukankah itu bola yang baru saja ia beli untuk Mei Nan? Mereka berpandangan dan menyadari sesuatu. Itu adalah bola yang digunakan Mei Nan untuk membuat celananya terlihat penuh. Mark dan Ke Di menatap ke arah Mei Nan dengan tatapan spechless.

Tai Jing membuka email dari Jie Ge. Ia tertawa geli membaca email yang ternyata berisi surat cinta dari kekasih Jie Ge. Jie Ge buru-buru meralatnya dan mengirimkan email jadwal A.N.Jell. Jie Ge tiba-tiba teringat sesuatu, ia buru-buru pergi. Tapi sebelumnya ia mengingatkan Tai Jing agar tidak menutup skype-nya. Jie Ge lalu keluar ruangan, meninggalkan laptopnya dalam keadaan menyala.

 photo 49.jpg

Tai Jing sedang membaca jadwal A.N.Jell saat Mei Nan dan Ke Di masuk ke dalam ruang konferensi dengan tergesa-gesa. Tai Jing merasa curiga melihat sikap mereka yang terlihat aneh. Tai Jing yang sedang minum terkejut hingga menyemburkan minumannya saat melihat Ke Di menggerayangi celana Mei Nan. Ia mulai salah paham dan mengira Ke Di dan Mei Nan melakukan hal tak senonoh. Padahal yang sebenarnya Ke Di sedang membantu Mei Nan memasang kembali ‘bola’nya yang terjatuh. Ke Di mematikan lampu, itu membuat Tai Jing semakin curiga apalagi mereka mengatakan hal-hal yang membuat Tai Jing semakin penasaran.

 photo 50.jpg

‘Urusan’ Mei Nan sudah selesai, Ke Di kembali menyalakan lampu. Mereka tidak sadar kalau laptop Jie Ge menyala dan saat ini Tai Jing menyaksikan apa yang sedang mereka lakukan. Mei Nan merasa yakin kalau ‘bola’nya itu akan baik-baik saja. Ke Di meledek Mei Nan yang memiliki dada serata landasan pesawat, membuat Mei Nan merasa risih. Ke Di tidak habis pikir, mereka sama-sama perempuan tapi ukuran dada mereka berbeda. Tai Jing terkejut mendengar ucapan Ke Di dan menyadari sesuatu, “Gao Mei Nan seorang perempuan?” Tai Jing buru-buru merekam percakapan Mei Nan dan Ke Di. 
“Dengan ini, tak seorang pun akan mengetahui bahwa aku seorang perempuan,” ujar Mei Nan. Ke Di buru-buru mengajak Mei Nan keluar dari ruangan konferensi sebelum ada orang yang melihat mereka. Tai Jing yang menyaksikan apa yang mereka berdua lakukan sedari tadi, nampak berpikir.

 photo 51.jpg

Tai Jing memacu mobilnya menuju kantor A.N Music. Ia menelpon Jie Ge dan bertanya apa masih ada orang di studio tari, ia akan segera sampai di sana. “Aku punya sesuatu yang penting untuk dikonfirmasikan pada semua orang,” ujarnya.

 photo 52.jpg

Tai Jing masuk ke studio tari saat Mei Nan sedang latihan. Ia menghampiri Mei Nan yang sedang berlutut dan menatap Mei Nan. Melihat kehadiran Tai Jing, Mei Nan langsung nyengir aneh, membuat Tai Jing merasa senyum Mei Nan terlihat jelek. Tai Jing lalu mengulurkan tangannya pada Mei Nan. Mei Nan menyambut uluran tangan Tai Jing yang dikiranya adalah uluran tangan perdamaian. Alih-alih berjabat tangan, Tai Jing menarik Mei Nan ke dalam pelukannya untuk mengkonfirmasi sesuatu. Tai Jing tercengang menyadari kecurigaannya bahwa Mei Nan benar-benar seorang wanita terbukti adanya. Ia hendak bertanya pada Mei Nan, tapi urung karena Jie Ge tiba-tiba muncul bersama reporter Jin Da Pai yang memotret ‘keakraban’ mereka.

Jie Ge merasa senang karena Tai Jing memenuhi janjinya untuk berdamai dengan Mei Nan. Ia lalu menyuruh Jin Da Pai memotret Tai Jing dan Mei Nan. Jeremy merasa ada yang aneh dan menayakan hal itu pada Xin Yu. Xin Yu juga merasa aneh, ia nampak berpikir. “Apa dia sudah tahu?” gumam Xin Yu curiga kalau Tai Jing sudah tahu bahwa Mei Nan adalah seorang perempuan. Jeremy mendengar gumaman Xin Yu dan bertanya tahu apa? Xin Yu hanya tersenyum dan berkata tidak ada.

 photo 53.jpg

Jie Ge terus menjelaskan pada Jin Da Pai tentang keakraban Mei Nan dan Tai Jing. Awalnya Jin Da Pai ingin memotret Tai Jing berdua dengan Mei Nan, tapi Jie Ge menyarankan akan lebih baik jika A.N.Jell berfoto bersama. Dua personel A.N.Jell lainnya lalu bergabung bersama Mei Nan dan Tai Jing untuk berfoto bersama. Jin Da Pai meminta Tai Jing berfoto lebih akrab dengan Mei Nan. Tai Jing lalu merangkul bahu Mei Nan agar terlihat lebih akrab.

 photo 54.jpg

Mark menarik Mei Nan keluar studio tari. Mark menarik nafas lega. Ia sempat panik karena mengira Tai Jing akan memukul Mei Nan. Mei Nan juga merasakan hal yang sama. Sekarang ia merasa lega karena setidaknya Tai Jing sudah memaafkannya. “Tapi aku masih berpikir mata Tai Jing bahkan lebih pembunuh dari sebelumnya,” ujar Mei Nan merinding. Mark menenangkan Mei Nan, ia menilai itu karena gaya Tai Jing yang memang sekeren itu dan meminta Mei Nan tidak terlalu memikirkannya. Berhubung yang lain masih latihan, Mark menyarankan agar Mei Nan segera mandi di lantai 2. Mei Nan awalnya menolak, namun setelah di jelaskan kalau teman-temannya yang lain mandi di kamar mandi di sebelah studio, ia akhirnya mengiyakan dan segera ke kamar mandi di lantai 2.

 photo 55.jpg

Tai Jing mengikuti Jie Ge berusaha menjelaskan tentang kondisi Mei Nan yang sebenarnya. Tapi Jie Ge menyarankan agar Tai Jing berbicara besok saja, karena saat ini ia harus menjamu reporter Ji Da Pai. Tai Jing setuju, tapi dengan syarat Jie Ge harus berjanji untuk mengeluarkan Mei Nan dari A.N.Jell. Jie Ge tidak habis pikir dengan sikap Tai Jing, bukankah ia baru saja berdamai dengan Mei Nan. “Jie Ge, kau tidak mengerti Gao Mei Nan sama sekali. Sebenarnya Gao Mei Nan….” ucapan Tai Jing terpotong karena Jin Da Pai tiba-tiba muncul dan memanggil Jie Ge. Jie Ge meminta Jin Da Pai menunggunya, ia kembali berbicara dengan Tai Jing. Ia berkata akan berbicara dengan Tai Jing besok dan meminta Tai Jing untuk bersikap tenang. Jie Ge lalu pergi bersama Jin Da Pai.

 photo 56.jpg

Latihan koreo sudah selesai. Dengan hanya mengenakan sehelai handuk yang menutupi tubuhnya, Jeremy yang hendak mandi menghampiri teman-temannya di studio tari dan memberitahukan kalau air di ruang loker tidak menyala. Mereka lalu berinisiatif untuk mandi di kamar mandi di lantai 2, tanpa tahu kalau Mei Nan sedang mandi di sana. Jeremy menghampiri Xin Yu. Ia merasa heran karena Mei Nan menghilang entah kemana, padahal Mei Nan berlatih hingga berkeringat tapi ia tidak mandi. 
“Tai Jing benar, Gao Mei Nan kotor!” ujar Jeremy merasa geli. Ia lalu pergi mengikuti teman-temannya ke lantai 2. Xin Yu nampak berpikir, ia juga merasa heran dimana Mei Nan mandi?

Mei Nan mandi di ruang loker lantai 2. Di depan ruang loker, Mark menungguinya sembari menelpon seseorang. Saat Ke Di muncul, Mark buru-buru berdiri. Ke Di merasa curiga pada Mark yang menelpon seseorang. Ia lalu berlalu pergi. Mark kembali berbicara di telpon. Ia terkejut karena orang yang ia telpon saat ini ada di depan pintu kantor A.N.Jell. Mark buru-buru turun ke lantai bawah untuk menemui orang itu, melupakan tugasnya untuk berjaga-jaga di depan pintu.

 photo 57.jpg

Mei Nan selesai mandi. Ia hendak keluar saat tiba-tiba terdengar suara teman-temannya memasuki ruang loker. Mei Nan terkejut, ia buru-buru bersembunyi di balik tembok. Salah seorang rekannya yang hendak masuk ke kamar mandi, melihat Mei Nan yang sedang bersembunyi. Ia merasa heran apa yang sedang Mei Nan lakukan? Ia menerka kalau Mei Nan mandi duluan, tapi ia merasa heran kenapa Mei Nan tidak keluar. Mei Nan beralasan kalau ia akan segera keluar. Rekannya itu hanya memandang heran pada Mei Nan sembari berjaan menuju kamar mandi. Mei Nan panik, ia harus segera keluar dari ruangan itu, jika tidak ia akan berada dalam kesulitan.

 photo 58.jpg

Mei Nan akhirnya memberanikan diri, ia hendak berlari keluar dari ruang loker. Langkahnya terhenti di depan loker saat melihat rekan-rekannya telanjang. Ia panik dan berbalik, bersembunyi di balik tembok. Mei Nan syok, ia berdoa agar bisa keluar dari situasi itu.

Jeremy menghampiri Mei Nan yang bersembunyi. “Kau benar-benar menyelinap ke sini untuk mandi sendiri. Dan aku pikir kau tidak akan mandi,” ujar Jeremy salah paham. Mei Nan memalingkan wajahnya, tidak berani menatap Jeremy yang hanya memakai sehelai handuk untuk menutupi tubuhnya. Tiba-tiba Jeremy menarik handuknya lalu melengos pergi ke kamar mandi. Mei Nan langsung syok melihat Jeremy yang triptis di depannya. Mei Nan terpaku dengan mulut terbuka. Tiba-tiba sebuah handuk menutupi wajahnya. Sang pangeran penyelamat akhirnya datang menolong Mei Nan. Xin Yu mengajak Mei Nan keluar dari ruang loker. “Jika kau tinggal di sini, aku tidak akan bisa mandi,” ujar Xin Yu beralasan. Xin Yu tersenyum memandang kepergian Mei Nan.

 photo 59.jpg

Mei Nan akhirnya bisa keluar dari ruang loker berkat bantuan Xin Yu. Ia berlari ketakutan di sepanjang koridor. Mei Nan merasa lega karena hampir saja ia ketahuan. “Apa kau yakin belum ketahuan?” tanya Tai Jing yang tiba-tiba muncul di hadapannya. “Gao Mei Nan. Berapa lama lagi kau berencana berbohong?” tanya Tai Jing kesal. Mei Nan pura-pura tidak mengerti maksud ucapan Tai Jing. Tai Jing lalu memperlihatkan bukti rekaman video saat Ke Di dan Mei Nan di ruang konferensi. Mei Nan syok hingga menjatuhkan ember yang dibawanya. Tai Jing tersenyum sinis, “Apa yang akan kau katakan sekarang?” Mei Nan gelagapan, bingung harus menjelaskan apa pada Tai Jing. “Gao Mei Nan, kau selesai!” ujar Tai Jing seraya berbalik pergi.

 photo 60.jpg

Mei Nan panik, ia berusaha mengejar Tai Jing untuk memberi penjelasan. Mei Nan memohon agar Tai Jing mendengar penjelasannya, tapi Tai Jing menolak. Bahkan ia mendorong Mei Nan dengan kasar saat Mei Nan menahan lengannya. Jeremy yang baru saja selesai mandi, tanpa sengaja melihat pertengkaran mereka. Ia buru-buru bersembunyi untuk melihat apa yang terjadi. Tai Jing masuk ke lift, Mei Nan buru-buru menahan pintu lift agar tidak tertutup. Beberapa rekan mereka yg baru selesai mandi, merasa heran melihat tingkah Jeremy. Jeremy terkejut melihat mereka, ia buru-buru menarik teman-temannya menjauh dengan alasan lift sedang rusak. Ia tidak ingin teman-temannya melihat pertengkaran Mei Nan dan Tai Jing.

Mei Nan terus memohon pada Tai Jing agar memaafkaannya, tapi Tai Jing menolak.
“Aku mengambil video ini untuk Jie Ge, kau bisa menjelaskan kepadanya. Aku pikir kita tidak akan bertemu lagi, Nona Gao Mei Nan,” tukas Tai Jing sinis. Ia lalu menutup pintu lift. Mei Nan panik sambil memandangi ponsel di tangan Tai Jing, apa yang harus ia lakukan? Tepat sebelum pintu lift tertutup, Mei Nan merampas ponsel Tai Jing lalu melarikan diri. Tai Jing terkejut, ia lalu mengejar Mei Nan. Mereka kejar-kejaran di tangga darurat. Tai Jing berhasil mengejar Mei Nan dan menarik tangannya. Mei Nan panik, ia bingung bagaimana caranya menghapus video itu dari ponsel Tai Jing.

 photo 61.jpg

“Kau pikir menghapus video itu akan membuatnya baik-baik saja? Kau pikir bahwa dengan menghapus video itu, kau tidak akan menjadi seorang perempuan?” seru Tai Jing kesal. Mei Nan terdiam, ia menyadari ucapan Tai Jing itu memang benar adanya, “Bahkan jika aku menghapus video ini, aku masih seorang perempuan.” Mei Nan terlihat putus asa. Kesempatan itu digunakan Tai Jing untuk merampas ponselnya dari tangan Mei Nan. Tapi Mei Nan tidak mau menyerahkan ponsel Tai Jing begitu saja. Ia tiba-tiba menjilat layar ponsel Tai Jing lalu menyodorkannya pada Tai Jing. Tai Jing yang pecinta kebersihan jelas saja merasa jijik memandangi ponselnya. Mei Nan terus menyodorkan ponsel itu ke depan wajah Tai Jing yg terlihat jijik. Tai Jing menepis tangan Mei Nan yg akibatnya membuat ponselnya terlempar dari tangan Mei Nan dan jatuh ke dalam mobil yang jendela atapnya terbuka. Mei Nan dan Tai Jing langsung panik. Ooww….

= Bersambung =
Note :

Minggu pertama Mei Nan bergabung dengan A.N.Jell benar-benar penuh kekacauan. Masalah demi masalah bermunculan setiap Mei Nan berada di dekat Tai Jing. Hal itu juga yang bikin Tai Jing sangat membenci Mei Nan. Untung saja, selalu ada Prince Xin Yu yang menyelamatkan Mei Nan. Identitas asli Mei Nan akhirnya ketahuan oleh Xin Yu dan Tai Jing (walaupun terasa sedikit lebih cepat dari drama aslinya). Tai Jing yang memang membenci Mei Nan, berniat menjadikan hal itu sebagai alasan untuk mendepak Mei Nan dari A.N.Jell. Jeremy yang belum mengetahui kalau Mei Nan adalah seorang perempuan, masih bersikap kasar pada Mei Nan. Apa yang akan Mei Nan lakukan untuk membujuk Tai Jing agar tidak membocorkan identitas aslinya pada Jie Ge? Tunggu di episode selanjutnya fams ^^.

Written & Image by Ann 
Only Posted on pelangidrama.net
DON’T REPOST TO OTHER SITE!!!

[Sinopsis K-Movie] Love 911/Band-Aid Part 2

Liat part sebelumnya di sini.
Sinopsis Love 911/Band-Aid Part 2

=== Sinopsis Love 911/Band Aid Part 2 ==== 
 
Regu penyelamat Pemadam Kebakaran (Damkar) bersiap menuju ke tempat kejadian. Di dalam mobil, Mi Soo dan Kang Il yang duduk berdampingan malah tertidur. Ketua Tim menoleh pada mereka, ia tampak kesal. Ketua Tim mengambil microphone lalu menghubungi markas. “Hari yang indah untuk berpacaran! Sialan!” umpat Ketua Tim yang membuat Kang Il dan Mi Soo tersentak kaget. Alih-alih terbangun, mereka berdua malah kembali tertidur.
Mi Soo dan Kang Il akhinya berkencan. Mereka berdua sedang berada di apartemen Kang Il. Kang Il menunjukkan bekas luka di sekujur tubuhnya yang ia dapat saat menjalankan tugas menyelamatkan orang lain. Mi Soo tampak khawatir melihat luka di sekujur tubuh Kang Il itu. Mi Soo meminta Kang Il berjanji satu hal padanya. Kang Il bertanya janji apa?

Sinopsis Love 911/Band-Aid Part 2

“Jangan paksakan tubuhmu saat bekerja. Saat kau takut, larilah. Kalau terlalu berbahaya, hindarilah. Jangan seperti ngengat yang terus maju,” ucap Mi Soo khawatir. Kang Il merasa itu seperti Mi Soo menyuruhnya berhenti menjadi petugas pemadam kebakaran. Mi Soo malah menganggap itu ide yang bagus. Kang Il berkata kalau ia berhenti bekerja darimana mereka akan makan. Mi Soo menyarankan Kang Il menjadi penjaga rumah saja, memasak, mencuci dan menganti popok anak-anak. “Aku…mendapatkan banyak uang,” ucap Mi Soo.

Kang Il tersenyum geli menyetujui ucapan Mi Soo. Mi Soo mengangkat jari kelingkingnya, meminta Kang Il untuk berjanji. Karena Kang Il hanya terdiam, Mi Soo akhirnya menarik tangan Kang Il dan menautkan jari kelingkingnya, sebagai simbol Kang Il harus menjaga janjinya.
Tiba-tiba terdengar teriakan Yong Soo dari luar apartemen yang mengajak Kang Il ke pemandian air panas. Kang Il panik, ia tidak ingin Yong Soo melihat Mi Soo ada di apartemennya. Ia menyuruh Mi Soo bersembunyi, tapi Mi Soo menolak. Kang Il terpaksa menarik Mi Soo dan menyembunyikannya ke dalam kamarnya. Ia lalu pergi menemui Yong Soo.
Mi Soo tertegun memandangi isi kamar Kang Il. Tampak foto-foto pernikahan Kang Il di dinding dan kosmetik almarhum Ji Yeon tertata rapi di meja rias, seakan Kang Il masih menjaga dengan baik semua barang peninggalan almarhum istrinya itu. Mi Soo mengambil salah satu foto pernikahan Kang Il yang terpajang di atas meja rias.
Mi Soo pulang sendirian dengan bus. Ia termenung memikirkan hubungannya dengan Kang Il. Ponselnya berbunyi, telpon dari Pengacara Park. Mi Soo menghela nafas, ia hanya memandangi ponselnya. Sementara itu, Kang Il yang baru pulang dari pemandian air panas, terkejut melihat kondisi kamarnya yang berubah. Ia mendapati barang-barang peninggalan Ji Yeon sudah dikemas di dalam kardus oleh Mi Soo, bahkan foto-foto pernikahannya pun diturunkan dari dinding. Mi Soo ingin membuat Kang Il move on dari kenangan akan almarhumah istrinya itu. Kang Il hanya bisa terpekur melihatnya.
Di rumah sakit, kondisi istri Tuan Kim semakin memburuk. Direktur Rumah Sakit berkata pada Tuan Kim kalau mereka sudah berusaha sebaik mungkin menyembuhkan istri Tuan Kim, namun mereka tidak bisa menghentikannya. Direktur menunjukkan berkas donor organ yang sudah diajukan oleh istri Tuan Kim sebelum ia koma. Tuan Kim terkejut membaca laporan tersebut. “Ini mungkin sulit diterima, tapi jika anda bisa membuat keputusan, banyak orang yang bisa diselamatkan,” terang Direktur. Direktur memberikan kesempatan beberapa hari untuk Tuan Kim, “Gunakanlah untuk membuat keputusan.” Tuan Kim tampak terpukul mendengar penjelasan Direktur. Ia mulai menangisi kondisi istrinya.
Sinopsis Love 911/Band-Aid Part 2
Mi Soo menemui Pengacara Park. Pengacara Park berkata kalau Mi Soo harus bisa tegar menghadapi masalahnya. Jika Tuan Kim tidak bisa dituntut, hanya akan ada satu pelaku, yaitu Mi Soo. Mi Soo merasa dilema, ia bertanya apa tidak ada jalan lain. Misalnya persetujuan dari kedua belah pihak. Pengacara Park berkata kalau pihak yang lain ingin agar Mi Soo dihukum, jadi itu diluar pertanyaan. “Saat ini, satu-satunya jalan adalah membuat pihak yang satu dalam masalah,” terang Pengacara Park. Mi Soo menghela nafas berat, ia benar-benar bingung menghadapi tuntutan hukum yang menderanya. Pengacara Park bertanya, apa Mi Soo sadar kalau kondisi istri Tuan Kim semakin memburuk. Mi Soo terkejut, apa maksud Pengacara Park dengan ‘memburuk’?
Sinopsis Love 911/Band-Aid Part 2
Tuan Kim sedang menunggui istrinya yang terbaring koma. Di belakangnya, Direktur Rumah Sakit dan seorang dokter lainnya, menunggu Tuan Kim membuat keputusan.
“Satu hari…Tidak bisakah kau memberikanku satu hari lagi?” pinta Tuan Kim dengan pandangan kosong, ia tampak benar-benar terpukul harus membuat keputusan untuk melepaskan peralatan medis yang membuat istrinya bertahan hidup. Direktur merasa tidak ada gunanya lagi menunda hal itu.
Tuan Kim berkata kalau besok adalah hari ulang tahun istrinya. “Sampai sekarang, kami bahkan belum melakukan upacara pernikahan. Bahkan cincin yang umum itu pun, aku belum memberikannya padanya. Meskipun aku pulang setiap hari ke istri yang menggerutu, dia tetap orang yang menghabiskan 10 tahun hidupnya, bersama orang yang tidak berguna sepertiku. Aku tidak bisa melepaskannya seperti ini. Tanpa apapun…aku tidak bisa meninggalkannya seperti ini,” tukas Tuan Kim seraya menangis terisak. Tanpa mereka sadari, ternyata sedari tadi Mi Soo berdiri di luar kamar mendengarkan semua ucapan Tuan Kim. Ia tampak merasa sangat bersalah.
Sinopsis Love 911/Band-Aid Part 2
Mi Soo yang merasa stres, mengajak Kang Il minum di cafe. Dalam kondisi setengah mabuk, Mi Soo curhat pada Kang Il. “Dulu aku hanya berfokus pada studiku. Kupikir akan rileks dan menikmati hidup setelah kuliah. Tapi sebelum menikmati hidup, aku mulai bekerja. Orang-orang di sekitarku terus memujiku, mereka bilang aku pintar dan bisa diandalkan. Dan aku menyia-nyiakan waktuku yang berharga.” Mi Soo mendesah pelan, ia tampak risau. Melihat kondisi Mi Soo yang seperti itu, Kang Il bertanya apa yang sedang terjadi? Mi Soo menjelaskan kalau istri dari orang yang memukul wajah Kang Il, sedang koma saat ini. “Ini salahku. Aku membuat kesalahan. Kapanpun, mereka mungkin akan melepas respiratornya…” ujar Mi Soo sedih, ia merasa sangat bersalah pada istri Tuan Kim. Kang Il menghabiskan minumnya lalu menarik tangan Mi Soo, mengajaknya ke suatu tempat.
“Sudah terlambat,” ujar Mi Soo saat keluar dari cafe. Kang Il tahu ini sudah terlambat, ia mengajak Mi Soo ke rumah sakit menemui Tuan Kim untuk meminta maaf. “Tapi kau tidak bisa menunggu dan menangis di sini, kan?” tukas Kang Il. Mi Soo berkata kalau Tuan Kim sudah menuntutnya dan pengadilannya dalam beberapa hari lagi. “Pengadilan akan menentukan hidupku ke depan,” tukas Mi Soo. “Lalu bagaimana dengan hidup yang kau hancurkan?” tanya Kang Il kesal. Mi Soo terdiam, ia berlalu pergi namun kembali berbalik dan menjawab pertanyaan Kang Il. “Itu sebuah kesalahan. Sebuah kesalahan, kataku!” seru Mi Soo. Kang Il mulai marah karena Mi Soo tetap saja mempertahankan keegoisannya dan tetap menganggap kejadian itu hanya sebuah kesalahan.
Sinopsis Love 911/Band-Aid Part 2
Kang Il bertanya, saat istri Tuan Kim meninggal, apa yang akan Mi Soo lakukan?
“Jika masalah ini selesai dengan baik…Di masa depan, kedua tangan ini akan bisa menyelamatkan sepuluh nyawa, bahkan ratusan! Aku berjanji padamu, huh,” ujar Mi Soo. Ia menganggap semua masalah akan beres jika seperti itu. “Apa kau kira kau akan bisa tenang dengan melakukan ini? Kau akan pergi dengan beban ini di sisa hidupmu,” bentak Kang Il sembari memukul pelan dadanya. Kang Il takut Mi Soo akan diliputi perasaan bersalah seumur hidup, sama seperti yang ia rasakan karena kematian istrinya. Mi Soo tampak terpukul mendengar ucapan Kang Il.
“Tidak bisakah kau memberikan sedikit konsolidasi? Aku juga ingin meminta maaf padanya agar bisa dimaafkan. Tapi kalau aku melakukannya, aku akan mengakui semuanya, dan tak bisa menjadi dokter lagi!” terang Mi Soo emosional. “Jadi lakukanlah!” pinta Kang Il. Mi Soo bertanya bagaimana kalau ia tidak bisa melakukannya? “Orang seperti itu….Aku tidak menginginkannya di sebelahku,” tukas Kang Il. Mi Soo nampak terkejut mendengar ucapan Kang Il. Ia berpikir sesaat, lalu memilih berjalan pergi meninggalkan Kang Il. Kang Il hanya bisa menghela nafas lalu berjalan pergi ke arah sebaliknya.
Mi Soo pulang ke apartemennya. Ia menyentuh buku-buku kedokterannya yang tersusun rapi di rak buku. Matanya tertumbuk pada sebuah kotak di rak bawah. Mi Soo membuka kotak itu yang berisi barang peninggalan ayahnya dan foto Mi Soo remaja bersama ayahnya yang menggunakan baju pasien. Mi Soo memandangi foto itu dengan perasaan sedih. Di apartemennya, Kang Il melakukan hal yang sama. Ia memandangi foto pernikahannya. Kang Il merasa sangat sedih, ia teringat hari di mana istrinya meninggal.
Sinopsis Love 911/Band-Aid Part 2
= Flashback =
Terjadi sebuah kecelakaan beruntun di jalan tol. Petugas Damkar berusaha memadamkan api dan menyelamtkan para korban. Suasana benar-benar sangat kacau. Kang Il berusaha menyelamatkan seorang wanita yang terjepit badan mobil. Saat Kang Il mengangkat serpihan badan mobil dari leher korban, tiba-tiba darah muncrat dari leher korban dan mengenai wajah Kang Il, refleks Kang Il menutup luka di leher korban dengan jarinya agar darah tidak keluar. Ponsel Kang Il tiba-tiba berbunyi, dari Ji Yeon, istrinya. Kang Il mengangkat telponnya dan berkata kalau ia sedang sibuk sekarang. Di ujung telpon, terdengar Ji Yeon menangis kesakitan. Mendengar Ji Yeon kesakitan, Kang Il panik. Ji Yeon meminta Kang Il pulang sekarang, tapi Kang Il tidak bisa. Kang Il meminta istrinya untuk menahan sakitnya sebentar saja.
Sinopsis Love 911/Band-Aid Part 2
Hyun Kyung menghampiri Kang Il untuk membantunya. “Aku rasa kau sedang menekan arteri carteroid-nya. Jika kau melepaskannya sekarang, dia akan mati,” terang Hyun Kyung yang melihat Kang Il menekan luka di leher korban. Kang Il mulai gusar, antara menolong korban atau menyelamatkan istrinya di rumah. Kang Il lalu meminta Hyun Kyung mengirimkan satu ambulans ke rumahnya. Hyun Kyung berkata kalau semua ambulans di area itu berada di lokasi kejadian, bagaimana caranya mengirim satu ambulans ke rumah Kang Il? Kang Il tiba-tiba menarik kerah baju Hyun Kyung dan berteriak frustasi, “Aku tidak peduli jika dari rumah sakit swasta, panggil saja satu, b******k!”
= Flashback end =
Kang Il tampak frustasi mengingat kenangan dimana ia tidak bisa menyelamatkan istrinya demi menyelamatkan orang lain.
Ha Yoon dan Mi Soo berada di lift rumah sakit hendak menemui Tuan Kim. Mi Soo bersandar sembari melamun. “Aku tidak yakin jika hal ini benar dilakukan,” ujar Ha Yoon. Mi Soo terdiam tidak mengindahkan ucapan Ha Yoon. Pintu lift akhirnya terbuka. Saat mereka keluar, mereka mendapati perawat Jin Joo (di part sebelumnya aku kira dia dokter yang menangani istri Tuan Kim) di meja resepsionis tampak panik menelpon seseorang. Mi Soo dan Ha Yoon merasa heran, apa yang sedang terjadi?
Sinopsis Love 911/Band-Aid Part 2

Mereka berdua berlari menuju kamar tempat istri Tuan Kim dirawat. Di depan kamar tampak orang berkerumun. Dokter pria yang bertugas menangangi istri Tuan Kim berusaha mendobrak pintu kamar yang terkunci dari dalam. Mi Soo yang panik bertanya apa yang terjadi. Alih2 menjawab pertanyaan Mi Soo, dokter itu malah merasa heran apa yang Mi Soo lakukan di sini? Jika Tuan Kim melihatnya maka…Mi Soo memotong ucapan dokter dan bertanya apa yang terjadi. Dokter itu menjelaskan kalau Tuan Kim menggunakan sesuatu untuk mengunci pintu sehingga tidak mau terbuka. Mi Soo mencari-cari sesuatu untuk membuka pintu itu. Ia lalu mengambil alat pemadam dan menggunakannya untuk merusak kunci pintu.


Pintu itu akhirnya terbuka. Betapa terkejutnya mereka saat menemukan Tuan Kim gantung diri. Mereka bertiga berlari menyelamatkan Tuan Kim. Mereka menurunkan Tuan Kim dan membaringkannya di lantai. Mi Soo memeriksa detak jantung Tuan Kim dan tampak panik, “Tidak ada detak jantung.” Ha Yoon bergegas keluar ruangan untuk mengambil defibrilator (alat kejut jantung). Sementara itu, Mi Soo segera memberikan CPR untuk Tuan Kim. Ia menaikkan leher Tuan Kim lalu menekan dada Tuan Kim beberapa kali, sementara Dokter yang satu memberikan alat bantu pernafasan pada Tuan Kim. Ha Yoon akhirnya datang membawa defibrilator.
Sinopsis Love 911/Band-Aid Part 2
Mi Soo menggunting baju bagian depan Tuan Kim agar  Ha Yoon bisa memasang  detektor di dada Tuan Kim. Mi Soo kembali menekan dada Tuan Kim, “Jangan mati. Tolong kau jangan mati.” Ha Yoon menatap pilu sahabatnya itu. Ia segera menyalakan alat kejut jantungnya, 200 volts. Mi Soo lalu meletakkan alat kejut jantung itu di dada Tuan Kim, “Clear. Shock.”  Tidak ada perubahan, Mi Soo meminta ditambah 100 volts. Ia kembali menyalakan alat itu hingga 2 kali, tapi tetap saja tidak ada perubahan. Mi Soo mulai frustasi, ia meminta ditambah 100 volts lagi. Ha Yoon menghalanginya, apa Mi Soo sudah gila? Tapi Mi Soo tetap ngotot ditambah 100 volts lagi. Ha Yoon menahan tangan Mi Soo dan berusaha mengambil alat kejut jantung itu Mi Soo. Mi Soo malah membentak Ha Yoon agar melepaskan tangannya. Mi Soo menatap tajam Ha Yoon.
Dengan kasar Mi Soo menepis tangan Ha Yoon lalu kembali menekan dada Tuan Kim berkali-kali. Karena jantung Tuan Kim tidak juga berdetak, Mi Soo malah memukul dada Tuan Kim dengan kepalan tangannya. Ha Yoon berusaha menghalangi Mi Soo melakukan hal itu, baginya Tuan Kim sudah tidak bisa diselamatkan. “Hentikan!” teriak Ha Yoon menahan tangan Mi Soo, berusaha menyadarkannya. Mi Soo menatap pilu sahabatnya itu. “Ayo coba sekali lagi,” pinta Mi Soo. Ha Yoon terdiam menatap iba Mi Soo. Ia lalu memutuskan membantu sahabatnya itu dan kembali menyalakan defibrilator.
Mi Soo mencoba sekali lagi mengejutkan jantung Tuan Kim. Ketiganya memandangi layar monitor dengan perasaan harap-harap cemas. Dan sedetik kemudian, layar monitor menunjukkan detak jantung Tuan Kim kembali berdetak normal. Mereka semua akhirnya bisa bernafas lega. 
Mi Soo keluar dari ruangan itu dengan langkah berat. Beberapa perawat dan pasien yang melihat kejadian tadi, menatapnya. Mi Soo terus berjalan sembari menangis terisak.
Sinopsis Love 911/Band-Aid Part 2
Mi Soo dan Ha Yoon kembali menjalani pelayanan masyarakatnya di pemadam kebakaran. Kali ini ada kejadian di rel kereta api. Regu penyelamat Damkar mulai bersiap. “Hei, ini kecelakaan yang besar, jadi waspadalah dan lakukan dengan benar, ayo!” seru Ketua Tim menyemangati anak buahnya. Mereka lalu naik ke mobil bersiap untuk berangkat. Ada yang berbeda, Mi Soo dan Kang Il yang biasanya duduk berdampingan di mobil pemadam, kini naik mobil yang berbeda. Mi Soo naik mobil ambulans, sedangkan Kang Il naik mobil pemadam. Mereka hanya saling bertatapan sebelum naik ke mobil masing-masing.
Di mobil pemadam, Ketua Tim melaporkan ke markas bahwa terjadi kecelakaan di mana dua mobil saling bertabrakan dan salah satunya tergeletak di rel kereta. Ketua Tim meminta markas menghubungi stasiun kereta dan memeriksa jika ada kereta yang datang dan minta stasiun untuk menghentikan kereta. Regu penyelamat akhirnya tiba di tempat kejadian. Terlihat sebuah mobil melintang di tengah rel dan sebuah mobil lainnya terbalik tak jauh dari rel dengan kondisi mesin terbakar. Ketua Tim mulai membagi tugas. Yong Soo dan yang lainnya bertugas memadamkan api di mobil yang terbalik, sedangkan Hyun Kyung bertugas memeriksa keadaan rel kereta. Ketua Tim menyuruh  Kang Il dan Mi Soo mengikutinya untuk mengecek mobil yang berada di rel kereta.
Sinopsis Love 911/Band-Aid Part 2

Mereka lalu memeriksa mobil itu dan menemukan seorang wanita tak sadarkan diri di jok depan. Ketua Tim menyuruh Mi Soo memeriksa kondisi korban. Mi Soo melihat sebuah besi menembus perut korban dan tidak bisa ditarik. Detak jantung korban juga sangat lemah. Ketua Tim mulai gusar. Kang Il meminta Ketua Tim untuk minggir dan mulai memotong pintu mobil untuk mengeluarkan korban. Tiba-tiba Hyun Kyung berteriak memanggil mereka. Hyun Kyung berkata mereka harus evakuasi. Koneksi mati karena api, sehingga mereka tidak bisa menghubungi kereta yang akan lewat. Ketua Tim kurang paham maksud Hyun Kyung. “Kubilang, kita tidak tahu kapan kereta akan datang!” teriak Hyun Kyung. Mereka bertiga mulai risau memikirkan kondisi korban. Ketua Tim bertanya pada Mi Soo berapa besar kemungkinan korban untuk bertahan. Mi Soo mulai menjelaskan kondisi korban tapi Ketua Tim memotong ucapannya dan berteriak, “Kemungkinan bertahan! Kemungkinan!” Mi Soo menatap Ketua Tim dan menggeleng, “Tidak banyak harapan.”

Sinopsis Love 911/Band-Aid Part 2
Mobil terbalik yang sedang dipadamkan apinya oleh Yong Soo cs meledak secara tiba-tiba tepat di belakang Mi Soo. Beberapa petugas pemadam terjatuh, orang-orang menjerit ketakutan. Ketua Tim memerintahkan anak buahnya untuk segera memadamkan api dan segera mengevakuasi korban. Ketua Tim menoleh ke korban wanita yang masih berada di dalam mobil. Ia merasa bingung apa yang harus ia lakukan, namun kemudian ia memilih pergi dan membantu Yong Soo memadamkan api. Mi Soo pun memilih mengikuti Ketua Tim. Kang Il nampak ragu haruskah ia meninggalkan korban? Ia pun memilih menarik mesin bor-nya dan mengikuti Ketua Tim. Baru beberapa langkah berjalan, ia mendengar suara korban memanggilnya, “Ahjushi.” Kang Il terkejut, ia bergegas menghampiri korban dan menanyakan keadaannya. “Selamatkan aku…tolong,” rintih korban.
Sinopsis Love 911/Band-Aid Part 2
Kang Il hendak memberitahu Ketua Tim bahwa korban masih hidup. Namun karena Ketua Tim tengah sibuk memadamkan api, ia lebih memilih menyelamatkan korban sendirian. Kang Il mulai mengebor pintu mobil korban. Di kejauhan, terdengar suara kereta api mendekat. Mi Soo dan Ketua Tim mulai panik karena Kang Il berada di tengah rel berusaha menyelamatkan korban. Ketua Tim meneriaki Kang Il agar segera menyingkir, namun Kang Il tidak mengindahkan ucapan Ketua Tim dan berteriak kalau korban masih hidup. Melihat Kang Il terus berusaha mendorong mobil korban, Ketua Tim pun akhirnya turun tangan membantu Kang Il. Ia memanggil anak buahnya untuk membantu mengangkat mobil korban ke pinggir rel. Beberapa pria yang berada di pinggir rel pun turun tangan membantu Regu Penyelamat mengangkat mobil itu ke tepi rel. Mobil korban akhirnya berada di pinggir rel.
Kereta semakin mendekat, Ketua Tim menyuruh mereka semua agar segera menyingkir. Namun sayang, Kang Il tidak sempat menyingkir saat kereta lewat tepat di belakangnya. Helm yang Kang Il kenakan terlempar membuat Mi Soo menjerit. Kang Il berpegangan erat pada mobil korban agar tidak terlempar saat kereta lewat, semua orang terperangah melihat hal itu. Akhirnya kereta pun lewat. Kang Il jatuh lemas, ia akhirnya bernafas lega, setelah melawan maut barusan. Mi Soo dan Regu Penyelamat merasa lega karena Kang Il baik-baik saja.
Korban akhirnya dinaikkan ke ambulans. Kang Il bertanya pada Mi Soo apa korban akan selamat? Mi Soo tidak menjawab, ia hanya menatap tajam Kang Il. Kang Il tampak kecewa dengan diamnya Mi Soo, ia lalu berbalik pergi.
Ambulans melaju membawa korban ke rumah sakit. Di dalam ambulans, Ha Yoon memberikan bantuan pernapasan pada korban, sementara Mi Soo tampak melamun. Tiba-tiba  detak jantung korban di layar monitor menunjukkan garis lurus. Mi Soo mengambil suntik dan mengisinya dengan cairan obat. Ha Yoon nampak terkejut melihat hal itu dan bertanya apa yang akan Mi Soo lakukan? Mi Soo berkata kalau ia akan menyelamatkan korban. Ha Yoon tidak habis pikir, bagaimana cara Mi Soo menyelamatkan orang yang sudah mati? Alih-alih menjawab pertanyaan Ha Yoon, Mi Soo malah memeriksa pembuluh darah di leher korban dan hendak menyutikkan cairan injeksi ke leher korban, namun Ha Yoon menahan tangan Mi Soo dan menegurnya. Mi Soo menepis tangan Ha Yoon dan kembali hendak menyuntik korban.
“Dia sudah berhenti bernafas. Meskipun kau menyelamatkannya, dia akan cacat,” ucap Ha Yoon mengingatkan. Mi Soo terdiam mendengar ucapan Ha Yoon. Ia menatap korban yang kini sudah terbujur kaku. Mi Soo menjatuhkan jarum suntiknya, ia tampak menahan tangis. Mi Soo memandangi tangannya yang gemetaran.
Sinopsis Love 911/Band-Aid Part 2
Mi Soo menemui Kang Il di markas Damkar untuk memberitahukan bahwa korban meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit. Kang Il tampak terpukul mendengar kabar tersebut. Mi Soo berkata kalau itu bukan salah Kang Il. Kang Il yang masih kecewa pada Mi Soo, tidak memperdulikan ucapan Mi Soo dan beranjak pergi. Mi Soo pun mengikuti Kang Il. “Ini tak terhindarkan. Sampai kapan kau akan seperti ini?” seru Mi Soo membuat Kang Il berbalik menatap tajam padanya. “Berhenti. Tanpa kau seperti ini, aku sudah lelah,” tukas Kang Il. “Kau pikir hanya kau yang lelah? Aku juga lelah. Aku juga…Aku sangat lelah sampai membuatku gila!” ujar Mi Soo berusaha menahan tangisnya.
“Kalau begitu, ayo kita akhiri. Jadi tidak ada yang merasa lelah lagi. Ayo kita akhiri di sini dan sekarang,”ujar Kang Il lalu berbalik pergi. Mi Soo terdiam mendengar ucapan Kang Il, ia nampak berpikir. “Yeah, ayo kita akhiri,” ucap Mi Soo membuat Kang Il menghentikan langkahnya. “Dari awal aku sudah sadar kalau ini akan sulit. Tapi karena kita sudah memulainya, kupikir bagaimana jadinya ke depan. Tetapi tetap saja seperti ini. Ayo kita akhiri,” ujar Mi Soo. Kang Il tampak terpukul mendengar ucapan Mi Soo, namun ia menguatkan tekadnya dan berjalan pergi. Sepeninggal Kang Il, Mi Soo mulai menangis. Ia seakan tidak percaya kalau hubungan asmara yang baru saja ia rajut dengan Kang Il, kini berakhir sudah.
Kang Il dan Yong Soo minum-minum di kedai. Mereka mulai mabuk. Yong Soo menegak minumannya lalu beranjak dari kursinya. Ia menuangkan soju ke gelas Kang Il, lalu menepuk bahu sahabatnya itu berusaha menguatkannya. Ia lalu beranjak pergi meninggalkan Kang Il yang tampak frustasi.
Markas Damkar tampak lengang. Kang Il berada di kantin sedang menatap keluar jendela. Ketua Tim datang dan memanggil Kang Il, “Kang Il-ah.” Kang Il pun berbalik. Ternyata Ketua Tim mengajak Kang Il ke pemandian air panas. Ketua Tim mulai bercerita, apa Kang Il masih ingat Pak Jang yang meninggal di kebakaran klub malam? “Malam sebelum ia meninggal, ia mengajakku memancing. Saat itu, ia tiba-tiba bertanya: Jika ibu dan ayahmu jatuh ke air, siapa yang akan kau selamatkan terlebih dahulu? Jadi aku berkata padanya: ibuku seorang penyelam. Saat itu aku menertawakannya,” ujar Ketua Tim. Ketua Tim lalu bertanya, jika ayah dan ibu Kang Il jatuh ke air, siapa yang akan terlebih dahulu ia selamatkan? Kang Il hanya menjawab, entahlah. Ketua Tim ngedumel mendengar jawaban Kang Il, ia tidak habis pikir kenapa ia bisa mempercayai orang seperti Kang Il, “Melompat ke dalam neraka, aku pasti sudah gila.” Ketua Tim lalu menanyakan pertanyaan yang sama pada salah satu anak buahnya, Ki Man, yang sedang memijat rekannya. Ki Man nampak berpikir, ia lalu menjawab, “Tentu saja yang paling dekat.” Ketua Tim membenarkan jawaban Ki Man.
Ketua Tim lalu menoleh pada Kang Il, “Aku hanya bilang untuk menyelamatkan orang yang paling dekat dulu.” Ketua Tim lalu keluar dari kolam, meninggalkan Kang Il yang tampak memikirkan kata-katanya.
Sinopsis Love 911/Band-Aid Part 2
Mi Soo dan Ha Yoon berada di danau dekat apartemen Mi Soo. Ha Yoon meminta Mi Soo melupakan semuanya. Mi Soo berkata tentu saja ia harus melakukannya. “Tapi kupikir aku tidak bisa hanya melakukannya,” aku Mi Soo. Ia mulai menangis. Ha Yoon merasa iba, ia pun memeluk sahabatnya itu, berusaha menghiburnya. Ha Yoon lalu mengajak Mi Soo pulang. Saat akan berdiri, Mi Soo tiba-tiba pusing. “Apalagi masalahnya sekarang?” tanya Ha Yoon khawatir.
Ha Yoon lalu mengajak Mi Soo ke rumah sakit untuk menjalani CT-Scan di kepalanya. Dokter yang juga teman mereka, menunjukkan pada Ha Yoon hasil CT-Scan Mi Soo di layar monitor. ”Pada bagian kontras di sini, apa kau melihat benjolan di sini?” tanya Dokter seraya menujuk bagian otak Mi Soo di monitor, “Jika tekanan intrakranial terlalu besar, benjolannya akan menekan saraf. Karena itu dia pingsan dari waktu ke waktu.” Ha Yoon menerka, apa itu sebuah tumor? Dokter mengiyakan, ia meminta Ha Yoon untuk tidak khawatir, “Ini bersifat jinak. Tidak akan ada masalah setelah kita mengangkatnya.” Dokter berkata kalau Mi Soo harus menjalani operasi. Ha Yoon menyetujui hal itu. Mi Soo hanya terdiam mendengar ucapan kedua temannya itu.
Hari mulai hujan. Sepulang dari rumah sakit, Mi Soo dan Ha Yoon berteduh di sebuah cafe sembari menikmati secangkir kopi. Mi Soo memanggil Ha Yoon, “Ha Yoon-ah.” Ha Yoon menoleh mendengar panggilan sahabatnya itu. “Aku punya satu permintaan,” ucap Mi Soo. Ha Yoon terdiam memandangi Mi Soo.
Ternyata permintaan Mi Soo adalah menemui Tuan Kim di rumah sakit. Ha Yoon menunggu di luar kamar, ia membiarkan Mi Soo sendiri yang menemui Tuan Kim. Di ranjangnya, istri Tuan Kim terbaring koma dengan selang terpasang di mulutnya. Tuan Kim memandang keluar jendela, berdiri agak jauh dari Mi Soo. Tuan Kim berkata kalau ia sudah mendengar bahwa Mi Soo lah yang menyelamatkan nyawanya.
Sinopsis Love 911/Band-Aid Part 2
“Setelah kembali dari kematian, akhirnya aku sadar. Bisa hidup adalah kebahagiaan itu sendiri. Jika dia (istrinya) memiliki kesempatan untuk tahu, dia pasti akan lebih bahagia. Sampai aku mati, aku tidak akan memaafkanmu. Setiap aku memikirkannya, aku merasa marah padamu. Kurasa ini sudah waktunya untuk melepasnya….” Tuan Kim tidak mampu melanjutkan ucapannya, ia menangis tersedu-sedu karena harus merelakan istrinya pergi untuk selamanya. Mi Soo juga menangis, ia merasa sangat bersalah karena kelalaiannya lah, istri Tuan Kim koma dan Tuan Kim harus kehilangan istri yang sangat dicintainya itu.
“Karena kau yang memulainya, jadilah orang yang mengakhirinya. Bisakah kau matikan tombolnya?” pinta Tuan Kim menyuruh Mi Soo mematikan tombol peralatan medis yang membuat istrinya tetap bertahan hidup. Ia sudah ikhlas melepaskan istrinya. Mi Soo menangis pilu mendengar permintaan Tuan Kim. Ia merasa tidak sanggup menanggung beban seberat itu. “Maafkan aku. Maaf..Maafkan aku…Maafkan aku..” tangis Mi Soo. Ha Yoon yang mendengar percakapan mereka dari luar kamar pun, tertunduk sedih.
Mi Soo menyerahkan surat pengunduran dirinya pada Direktur Rumah Sakit. Ia lebih memilih melepaskan karirnya sebagai seorang dokter daripada harus melepaskan alat medis yang menopang hidup istri Tuan Kim. Direktur tercengang menerima surat pengunduran diri Mi Soo.
Di markas 119 (sebelumnya aku sebut Markas Damkar). Regu penyelamat sedang makan siang di kantin. Hyun Kyung tiba-tiba menghentikan makannya dan meminta izin pada Ketua Tim bisakah ia pulang hari ini? Ketua Tim menanyakan alasannya.
“Aku ada kencan buta hari ini,” aku Hyun Kyung. Rekan-rekannya terdiam mendengar ucapan Hyun Kyung dan menghentikan makannya. Mereka semua nampak terkejut dengan apa yang mereka dengar barusan dan menoleh pada Yong Soo. Yong Soo juga nampak terkejut. Hyun Kyung lalu pamit pergi dan beranjak dari kursinya. Ketua Tim terpaksa mengijinkan Hyun Kyung. Yong Soo memandangi kepergiaan Hyun Kyung. Ketua Tim yang melihatnya merasa kesal pada Yong Soo. Yong Soo, merasa heran melihat kekesalan Ketua Tim padanya.
Sinopsis Love 911/Band-Aid Part 2

Hyun Kyung keluar dari ruang ganti dengan dress mini khaki-nya. Ia terlihat sangat cantik dan sangat feminim. Berbeda dengan imej yang selama ini melekat di dirinya, gadis tomboy di Regu Penyelamat. Hyun Kyung berpapasan dengan Kang Il di depan tangga. Kang Il pangling melihat penampilan Hyun Kyung yang berbeda dari biasanya. Hyun Kyung melirik jam tangannya, ia sudah terlambat. Ia lalu turun ke lantai bawah, Kang Il mengikutinya seraya bertanya apa Hyun Kyung benar-benar pergi ke kencan buta? Hyun Kyung mengiyakan. Kang Il bertanya bagaimana dengan Yong Soo? “Dia bilang tidak menyukaiku. Akulah yang mengejarnya selama 3 tahun. Aku sudah melakukan apa yang kubisa,” ujar Hyun Kyung.

Kang Il berkata bahwa Yong Soo melakukan hal itu dengan sengaja, bahkan Hyun Kyung tahu hal itu. Menurutnya, Yong Soo tidak pintar mengekspresikan perasaanya. Hyun Kyung menghentikan langkahnya mendengar ucapan Kang Il, ia nampak berpikir. “Oppa, menurutku kau tidak punya hak untuk mengatakannya,” tukas Hyun Kyung seraya berjalan pergi. Kang Il sepertinya gagal untuk meyakinkan Hyun Kyung akan perasaan Yong Soo yang sebenarnya.
Hyun Kyung keluar dari gedung markas 119. Ia berdiri di halaman saat tiba-tiba terdengar suara yang berseru memanggilnya. Hyun Kyung mendongak dan mendapati Yong Soo berdiri memandanginya dari balkon. “Jangan pergi,” pinta Yong Soo. Hyun Kyung merasa heran kenapa ia tidak boleh pergi ke kencan buta itu. “Ayo pergi ke VIPS (restoran mahal),” ajaknya lalu masuk ke dalam kantor. Hyun Kyung bertanya apa pergi bersama rekan-rekannya yang lain? “Tentu saja hanya kita berdua, idiot,” ujar Yong Soo kesal. Hyun Kyung nampak berpikir, ia kemudian menyadari kalau itu adalah ajakan kencan dari Yong Soo. Hyun Kyung memutuskan membatalkan kencan butanya dan memilih berkencan dengan Yong Soo. Ia kembali ke markas dan berpapasan dengan Kang Il yang menatapnya heran. Hyun Kyung menjelaskan kalau Yong Soo mengajaknya ke restoran mewah. Kang Il ikut senang mendengarnya. Hyun Kyung teringat kalau ada seseorang yang menunggu Kang Il di luar.
Sinopsis Love 911/Band-Aid Part 2
Kang Il keluar menemui orang yang Hyun Kyung maksud. Kang Il menoleh dan mendapati Mi Soo berdiri tak jauh darinya. Awalnya Kang Il tampak ragu melihat Mi Soo. Mi Soo tersenyum padanya, mau tidak mau senyuman Mi Soo mencairkan kebekuan di hati Kang Il. Kang Il pun tersenyum.
Kang Il dan Mi Soo berjalan-jalan di taman. Mi Soo menanyakan keadaan Kang Il. Kang Il menjawab seperti biasanya, bermain bola dan kadang menangkap anjing liar. Kang Il balik menanyakan keadaan Mi Soo. “Dari hari ke hari, seperti itu,” ujar Mi Soo. Mereka berdua tersenyum mengetahui kabar masing-masing. Langkah mereka terhenti di depan sebuah gereja.
Sinopsis Love 911/Band-Aid Part 2
Mereka berdua lalu masuk ke dalam gereja tersebut. Kang Il berjalan di depan Mi Soo. Mi Soo tiba-tiba berkata kalau ia ingin mengatakan sesuatu, membuat Kang Il berbalik. “Aigoo, tapi memikirkan apa yang ingin kukatakan, sedikit memalukan,” aku Mi Soo seraya duduk di salah satu deretan kursi. Kang Il menatap heran Mi Soo. Mi Soo terdiam sesaat, ia berusaha menguatkan dirinya. Ia lalu menyuruh Kang Il untuk berbalik, menghadap altar. Kang Il tersenyum menolak, tapi Mi Soo berseru padanya agar berbalik. Kang Il pun menuruti perintah Mi Soo dan  berbalik.

Mi Soo mulai bercerita, “Sejak aku kecil, semua bilang aku pintar, sampai aku juga berpikir bahwa aku pintar. Lalu aku sadar kalau aku bodoh. Akhirnya aku sadar. Setelah aku sadar, aku merasa seperti aku menyerahkan segala yang kupunya. Termasuk kamu.” Kang Il hendak berbalik, namun urung karena mendengar ucapan Mi Soo barusan. Mi Soo lalu melanjutkan ceritanya. “Tapi setelah dipikir-pikir, aku belum pernah memilikimu sebelumnya. Jadi aku rasa setidaknya aku harus bilang padamu…Aku mencintaimu,” aku Mi Soo dengan mata nanar. Ia tersenyum miris. “Apapun yang kau katakan, atau yang kau pikirkan….Aku tetap mencintaimu,” tukas Mi Soo. Air mata perlahan membasahi pipinya.
Sinopsis Love 911/Band-Aid Part 2
Kang Il nampak terkejut dengan pengakuan Mi Soo, ia hanya terdiam dan berpikir. Mi Soo memandangi punggung orang yang ia cintai itu. Ia menghela nafas seraya tersenyum miris. “Jika aku datang mencarimu lagi, tolong sembunyi. Sembunyilah dariku. Karena aku tidak mempunyai kepercayaan diri lagi,” aku Mi Soo. Mi Soo lalu pamit pergi. “Selamat tinggal,” ucapnya seraya beranjak dari kursinya dan keluar dari gereja meninggalkan Kang Il yang terdiam di tempatnya. Kang Il tidak berusaha mengejar Mi Soo. Ia hanya terdiam berusaha menahan air matanya agar tidak tumpah karena pengakuan Mi Soo.
Sinopsis Love 911/Band-Aid Part 2

Ada kejadian lagi, Regu Penyelamat bersiap menuju tempat kejadian. Ketua Tim bertanya di mana Kang Il. Yong Soo dan Hyun Kyung keluar dari ruangannya seraya merapikan baju mereka. Yong Soo juga heran kemana perginya Kang Il.

Kang Il kembali ke markas sembari melamun tepat saat mobil pemadam hendak keluar menuju ke lokasi kejadian. Ketua Tim menghentikan mobilnya. “Sekarang waktunya bekerja, kau pikir kau mau kemana?” bentak Ketua Tim. Ia lalu memerintahkan Kang Il segera naik ke mobil.
Lokasi kejadian cukup jauh. Sebuah bangunan yang baru sedang dalam pembangunan terancam runtuh. Seluruh pekerja di evakuasi. Seorang regu penyelamat menunjukkan pada Ketua Tim peta bangunan yang akan runtuh tersebut. Ia berkata kalau seluruh pekerja sudah dievakuasi, namun masih ada satu yang belum. Ketua Tim merasa heran kenapa anak buahnya itu belum masuk ke dalam gedung dan mengevakuasi pekerja yang tersisa? Ketua Tim lalu menyuruh Yong Soo dan Kang Il masuk ke dalam gedung untuk memeriksa pekerja yang tersisa.
 Mereka berdua lalu masuk ke dalam gedung mencari pekerja yang tersisa. Saat berjalan di koridor, tiba-tiba dari langit-langit gedung itu mulai retak dan serpihannya hampir mengenai Kang Il. Kang Il tampak khawatir melihatnya, ia pun bergegas mengikuti Yong Soo. Mereka akhirnya menemukan pekerja yang tersisa di basement. Seorang pekerja pria terbaring tidak sadarkan diri dengan kaki tertimpa material bangunan. Yong Soo berusaha menyadarkan ahjushi itu. Ahjushi itu tersadar, Kang Il dan Yong Soo merasa lega karena ahjushi itu masih hidup.
Sinopsis Love 911/Band-Aid Part 2
Di luar gedung, Ketua Tim bersama seorang anak buahnya sedang mengamati peta bangunan. Tiba-tiba terdengar suara Yong Soo dari walkie talkie yang memberitahu kalau dinding yang menahan langit-langit basement sudah runtuh. Ia merasa mereka harus menggunakan kantong udara. Ketua Tim melarang hal itu, menurutnya jika mereka menggunakan kantong udara, bisa menyebabkan tanahnya runtuh. Kang Il mulai menyalakan lampu penerangan. Ketua Tim bertanya berapa lama kira-kira mereka bisa bertahan. Kang Il menerka 10 menit, tidak lebih. Ketua Tim bertanya apa tidak ada cara lain seperti memotong dengan gergaji? Kang Il menjelaskan kalau korban terkubur sampai pahanya, “Jangan sampai kehilangan darah lebih dari ini.”
Ketua Tim mulai panik, “Coba dengan paksa atau pikirkan sesuatu.”
Kang Il dan Yong Soo mulai berusaha menarik korban dari runtuhan bangunan yang menimpa kakinya. Kang Il berusaha mengangkat reruntuhan sedangkan Yong Soo menarik ahjussi itu. Ahjussi berteriak kesakitan. Semakin ahjussi itu berteriak, langit-langit bangunan itu mulai menjatuhkan serpihannya. Karena reruntuhan bangunan yang menjempit kaki ahjussi itu terlalu berat, mereka pun gagal menarik ahjussi. Yong Soo pun memberitahukan hal itu pada Ketua Tim. Ketua Tim mulai pusing, ia lalu menghubungi Hyun Kyung dan memerintahkannya membawa peralatan hidrolik ke basement. Hyun Kyung bertanya untuk apa? “Kita pasang peralatan hidroliknya untuk sementara,” terang Ketua Tim.
Yong Soo tidak setuju karena berat semennya lebih dari 20 ton, bagaimana caranya menahan berat itu? Ketua Tim berkata tidak bisa dengan peralatan, tidak bisa dengan menariknya, apa mereka mau terkubur? Yong Soo tercengang mendengar ucapan Ketua Tim barusan. Ia menatap ahjussi itu lalu berjalan menjauh dan berbicara dengan Ketua Tim. “Sialan, apa yang sedang kau katakan? Kau akan membiarkannya terkubur?” tanya Yong Soo panik. “Biarkan dia memasang peralatannya, lalu pergi dari situ. Biarkan langit yang memutuskan sisanya,” tukas Ketua Tim. Yong Soo terdiam mendengar ucapan Ketua Tim, ia menoleh menatap iba ahjussi yang terbaring lemah.
Sinopsis Love 911/Band-Aid Part 2
Hujan mulai turun. Hyun Kyung, Yong Soo, dan Kang Il mulai memasang pompa hidrolik untuk menahan agar langit-langit basement tidak runtuh. Ahjussi yang bingung dengan apa yang mereka lalukan, meminta penjelasan apa yang akan terjadi. “Sebentar lagi akan runtuh. Saat ini anda tidak bisa diangkat ataupun ditarik. Jika runtuh, peralatan ini akan menahannya,” terang Hyun Kyung tidak tega. Ahjussi itu mulai ketakutan, apa mereka menyuruhnya tinggal di tempat itu sendirian? Mereka semua terdiam, tidak tahu harus berkata apa. Yong Soo lalu berdiri dan menghampiri ahjussi. “Hanya ini satu-satunya cara. Maafkan kami,”ujar Yong Soo pilu. Yong Soo berdiri hendak pergi, namun ahjussi memanggilnya. “Tolong, biarkan aku membuat sebuah panggilan,” pinta ahjussi.
Di luar gedung, saat orang-orang berlarian menghindari hujan, Ketua Tim justru berdiri di tengah-tengah hujan deras. Ia menengadah menatap langit seraya bergumam, “Benar-benar cuaca yang buruk untuk menyelamatkan orang, sial.”
Sinopsis Love 911/Band-Aid Part 2
Kembali ke basement, ahjussi ternyata menghubungi istrinya. Ahjussi berusaha menahan tangisnya, ia berbicara seakan ia baik-baik saja. Ahjussi bertanya apa yang sedang istrinya lakukan? “Terjadi sesuatu. Kupikir aku akan sedikit telat.” Ahjussi menanyakan anak-anaknya. Ahjussi tidak bisa menahan tangisnya, ia menjauhkan telponnya agar istrinya tidak khawatir. Ahjusshi menarik nafas berusaha menenangkan diri, lalu kembali berbicara dengan istrinya. Ia meminta istrinya untuk tidak menunggunya. Ahjusshi lalu menutup telpon, ia mulai menangis. Yong Soo merasa terharu mendengar percapakan ahjussi dengan istrinya. Ia meraih tangan ahjussi dan menggenggamnya dengan erat. “Kami pasti kembali untuk menyelamatkan anda,” janji Yong Soo. Ahjussi mulai terisak. Kang Il memandangi ahjussi dan nampak berpikir.

Yong Soo dan Hyun Kyung bersiap keluar dari basement sembari membawa kotak peralatan. Alih-alih ikut keluar, Kang Il malah mengambil kotak peralatan dari tangan Yong Soo. Ia menghampiri ahjussi dan menjelaskan kalau mereka mengangkat beton yang menimpa ahjussi, seluruh basement bisa runtuh. “Apa anda masih mau mencobanya?” tanya Kang Il. Ahjussi mengangguk mengiyakan.Yong Soo dan Hyun Kyung tidak habis pikir dengan apa yang Kang Il lakukan sekarang, apa ia sudah gila? Kang Il dengan tenang berkata ini adalah keputusannya. Yong Soo berseru kalau bukan itu masalahnya. Menurut Hyun Kyung, meskipun langit-langit itu runtuh, masih ada kesempatan untuk menyelamatkan ahjussi. Ia tidak setuju dengan apa yang akan Kang Il lakukan.
Sinopsis Love 911/Band-Aid Part 2
“Apa kemungkinan dari itu? Aku bisa melakukan ini sendirian. Kalian bisa pergi,” ujar Kang Il seraya mempersiapkan peralatan yang akan ia gunakan untuk mengangkat beton yang menimpa ahjussi. Yong Soo mulai kesal, ia menarik Kang Il dan memperingatkannya kalau ia dan ahjussi bisa mati saat langit-langit itu runtuh. Kang Il meminta agar Yong Soo tidak membuat keributan, karena ia tidak ingin ahjussi mendengarnya. Kang Il ingin memberi harapan untuk ahjussi. Kang Il  berkata akan mengangkat beton itu sedikit, ada kemungkinan untuk menarik ahjussi keluar. Kang Il ingin melanjutkan pekerjaannya, tapi Yong Soo menarik kerahnya bajunya dengan kasar, “Apa kau ingin mati?” Langit-langit basement mulai runtuh, Hyun Kyung mulai ketakutan. Ia melirik kedua sunbae-nya itu.
“Aku tidak punya banyak waktu. Aku harus mengeluarkannya dengan cepat,” ujar Kang Il , tapi Yong Soo malah menariknya hingga membuat Kang Il berteriak marah. “Kubilang aku tidak punya waktu untuk itu, sialan!” Yong Soo terkejut mendengar ucapan Kang Il. Kang Il menepis tangan Yong Soo dari bajunya, ia lalu menyuruh Yong Soo membawa Hyun Kyung keluar. Alih-alih menuruti ucapan Kang Il, Yong Soo malah melayangkan tinjunya ke wajah Kang Il hingga Kang Il terjatuh. Ahjussi menangis melihat mereka bertengkar. Sementara itu, langit-langit semakin runtuh. Kang Il berdiri dan menantang Yong Soo, namun Hyun Kyung segera melerai mereka.
Hyun Kyung lalu menghampiri ahjussi dan berlutut di depannya dan meminta ahjussi mempertimbangkan kembali keputusannya. “Aku masih ingin hidup. Tolong aku,” pinta ahjussi mengiba. Hyun Kyung tidak bisa berbuat apa-apa lagi mendengar permintaan ahjussi. Langit-langit basement semakin runtuh. Yong Soo menangis menatap Kang Il. Kang Il tersenyum, “Akan kubuat cepat. Dan membawanya keluar.” Kang Il lalu beranjak pergi untuk melanjutkan pekerjaannya. Yong Soo dan Hyun Kyung menangis, mereka khawatir akan keselamatan Kang Il. Yong Soo lalu mengajak Hyun Kyung keluar.
Hyun Kyung dan Yong Soo keluar dari basement. Mereka berjalan tanpa semangat. Ketua Tim menanyakan kondisi di basement. Ia merasa heran karena tidak melihat keberadaan Kang Il. Ketua Tim menyadari sesuatu, ia mulai marah dan hendak menemui Kang Il di basement. Tapi Yong Soo menahannya. Ketua Tim berteriak marah agar Yong Soo melepaskannya, yang ada Yong Soo malah menangis pilu. Hyun Kyung terisak. Mereka semua tidak bisa berbuat apa-apa untuk menghalangi Kang Il.

Kang Il mulai memasang pengungkit untuk mengangkat beton yang menimpa kaki ahjussi. Di antara langit-langit yang semakin runtuh, ahjussi mulai bercerita, “Aku selalu seperti ini. Seseorang yang berkata, ‘Tidurlah lebih cepat’, sesuatu seperti itu.” Ia lalu menoleh pada Kang Il dan bertanya apa ia punya ‘Belahan jiwa’? Kang Il terdiam mendengar pertanyaan ahjussi. Ia teringat pada Mi Soo yang memintanya berjanji untuk tidak membahayakan dirinya sendiri saat bekerja. Kang Il tersenyum miris mengingat hal itu. Kang Il menghela nafas mengingat Mi Soo, “Aku merindukanmu…”
Sinopsis Love 911/Band-Aid Part 2
“Jika gagal, akan sulit untuk keluar hidup-hidup, kan,” ujar Ahjussi yang mulai terlihat lemah. Kang Il menghampiri ahjussi, menggenggam tangannya dan berusaha menguatkannya, “Aku tidak akan gagal. Tentu saja tidak.” Ahjussi mengangguk mengiyakan. Kang Il berkata ia akan segera memulainya. Kang Il lalu menyalakan pengungkit yang terhubung dengan kompresor. Perlahan beton itu terangkat, ahjussi berteriak kesakitan. Kang Il meminta ahjussi bertahan. Semakin beton itu terangkat, langit-langit basement semakin runtuh. Beton itu terangkat sedikit, Kang Il segera menarik keluar ahjussi. Kang Il menanyakan kondisi ahjussi, ahjussi berkata ia baik-baik saja. Kang Il membopong ahjussi yang tidak bisa berjalan. Batu-batu semakin berjatuhan dari langit. Ahjussi terjatuh di koridor, ia berteriak kesakitan. Kang Il menoleh mencari jalan keluar yang mulai tertutupi reruntuhan. Terdengar suara gemuruh, Kang Il mendongak dan melihat langit-langit runtuh tepat di atasnya dan menimpa mereka berdua. Basement itu pun akhirnya runtuh dan menimbulkan ledakan hingga membuat regu penyelamat yang berada di luar gedung terkejut.
Ketua Tim tampak terpukul, Hyun Kyung dan Yong Soo tak henti-hentinya menangis. Mereka menduga Kang Il tidak selamat dan meninggal karena reruntuhan gedung. Regu penyelamat hanya bisa menundukkan kepala, sedih.
Keesokan harinya. Ha Yoon mengantar Mi Soo menuju rumah sakit untuk melakukan operasi. Karena jalanan macet, Ha Yoon tidak yakin ia bisa mengantar Mi Soo tepat waktu untuk menjalani operasi. Mi Soo seakan tidak mengindahkan ucapan Ha Yoon, ia malah melamun memandang keluar jendela. Tiba-tiba penyiar radio yang sedang mereka dengarkan menyampaikan berita utama: “Pagi ini, di tempat konstruksi Eunpyeong-gu, bangunan runtuh di tempat. Seorang pemadam kebakaran dengan nama terakhir ‘Jung’ terjebak dalam puing-puing. Ini sangat sedih untuk di dengar. Semoga, dia bisa diselamatkan.” Mi Soo dan Ha Yoon terkejut mendengarkan berita itu, mereka saling berpandangan.
Di tempat konstruksi, Yong Soo sedang melamun memikirkan nasib Kang Il. Yong Soo menoleh dan melihat sebuah excavator berjalan memasuki lokasi konstruksi untuk mengangkat reruntuhan bangunan. Yong Soo mulai emosi, ia berlari menghampiri excavator itu, menyuruhnya berhenti. Yong Soo tidak habis pikir, siapa yang memanggil excavator itu. Seorang petugas dari Tim lain menghampiri Yong Soo dan berkata kalau ia yang memanggilnya. Menurutnya, jika mereka mencari korban secara manual, mereka tidak akan bisa menemukan korban dalam tiga hari. Yong Soo yang emosi menarik kerah baju petugas itu. “Apa kau tidak tahu jika menggunakan peralatan, kita tidak akan bisa menemukan tubuhnya secara utuh?!” ujar Yong Soo kesal.
Tiba-tiba seorang rekannya berteriak kalau mereka sudah menemukan korban. Yong Soo dan yang lainnya bergegas masuk ke dalam basement yang runtuh. Mereka menemukan Kang Il dan ahjussi di antara reruntuhan. Kang Il menggunakan tubuhnya untuk melindungi ahjussi dari reruntuhan. Ahjussi dalam keadaaan sadar. Yong Soo menanyakan kondisi ahjussi. Ahjussi berkata kalau ia baik-baik saja, tapi Kang Il…Yong Soo segera memeriksa denyut nadi Kang Il, masih berdenyut. Kang Il masih hidup.
Mi Soo dalam perjalanan ke rumah sakit, menelpon Yong Soo. Yong Soo berkata kalau mereka sedang dalam perjalanan ke rumah sakit dan ia tidak tahu apa yang akan terjadi pada Kang Il. Di dalam ambulans menuju rumah sakit, di layar monitor, detak jantung Kang Il terlihat normal. Yong Soo dan Hyun Kyung yang ikut bersamanya, terlihat sedih melihat kondisi rekannya itu. Yong Soo menangis sembari menggenggam erat tangan Kang Il. Dalam tidurnya, Kang Il mulai bermimpi.
Sinopsis Love 911/Band-Aid Part 2
Ia berada di sebuah bus, matanya terpejam, ia tertidur. Di belakangnya, duduk Mi Soo yang tersenyum jahil ke arahnya. Mi Soo lalu menggelitiki telinga Kang Il dengan rumput yang dipegangnya. Kang Il merasa terganggu. Kang Il menoleh dan mendelik kesal pada Mi Soo. Mi Soo jadi mengkerut melihatnya. Kang Il kembali melanjutkan tidurnya. Mi Soo bergumam kalau Kang Il tidak bisa diajak bercanda. Kang Il tersenyum geli mendengar ucapan Mi Soo.
Sinopsis Love 911/Band-Aid Part 2
Kembali ke alam nyata. Yong Soo dan Hyun Kyung menangis sembari berdoa agar Kang Il segera sadar. Kang Il tiba-tiba membuka mata dalam sekali hentakan nafas. Ia melirik Yong Soo dan Hyun Kyung yang menangis tersedu-sedu, merasa heran melihat keduanya. Kang Il tiba-tiba duduk hingga membuat Yong Soo melompat kaget. Mereka seakan tidak percaya Kang Il tiba-tiba sadarkan diri. Dengan suara parau, Kang Il meminta air. Yong Soo segera memberikan sebotol air mineral untuk Kang Il dan Kang Il menghabiskannya sekaligus.
Kang Il bertanya mereka mau kemana. Yong Soo berseru, tentu saja ke rumah sakit. Kang Il merasa heran karena ambulans itu tidak bergerak. Yong Soo merasa terharu melihat rekannya itu baik-baik saja. Ia berkata kalau mereka terjebak macet. Kang Il menanyakan kondisi ahjussi yang ia selamatkan. “Dia masih hidup. Kakinya juga baik-baik saja,” terang Yong Soo tersenyum haru. Kang Il merasa lega mendengarnya. Kang Il memegangi kepalanya yang terasa pusing.
Kang Il tiba-tiba membuka pintu ambulans dan turun dari mobil. Yong Soo merasa heran dan bertanya Kang Il mau kemana? “Mencari Mi Soo..” ujar Kang Il sumringah. Yong Soo tersenyum mendengarnya, ia merasa Kang Il sudah gila. Dengan kondisinya yang seperti itu, ia masih berniat mencari Mi Soo. Kang Il lalu menutup pintu ambulans lalu berjalan pergi. Di jok depan, Ketua Tim panik karena macet tidak juga berkurang. Ia mengkhawatirkan kondisi Kang Il. Orang yang ia khawatirkan tiba-tiba berjalan di hadapannya. Ketua Tim yang terkejut berteriak Kang Il mau kemana?
“Pergi…Aku akan menemuimu nanti,” jawab Kang Il seraya berlari-lari kecil.
Sinopsis Love 911/Band-Aid Part 2

Kang Il lalu berlari menyusuri jembatan Sungai Han, untuk menemui Mi Soo. Di pusat kota, kemacetan sama parahnya. Mi Soo dan Ha Yoon juga terjebak macet. Mi Soo yang mengkhawatirkan kondisi Kang Il, mulai panik. Mi Soo tiba-tiba turun dari mobil Ha Yoon. Ha Yoon yang heran bertanya Mi Soo mau kemana? Padahal mereka sudah hampir tiba di rumah sakit. Mi Soo memutuskan berlari di sepanjang trotoar menuju rumah sakit. Ia panik dan mengkhawatirkan kondisi Kang Il. Kang Il juga berlari menuju rumah sakit untuk menemui Mi Soo. Bedanya, jika Kang Il berlari sambil tersenyum, Mi Soo berlari sambil menangis.

Kang Il tiba duluan di rumah sakit. Ia tampak kelelahan berlari. Kang Il menghampiri meja resepsionis dan bertemu dengan Dokter Young Joo dan perawat Jin Joo. Kang Il berkata kalau ia mencari Dokter Go Mi Soo. Perawat Jin Joo merasa heran karena yang ia tahu Mi Soo sudah mengundurkan diri beberapa hari yang lalu. Kang Il terkejut mendengar hal itu.
Sinopsis Love 911/Band-Aid Part 2
Kang Il berdiri di pinggir trotoar. Ia merasa bingung di mana harus mencari Mi Soo. Tiba-tiba Kang Il melihat Mi Soo berlari di trotoar di seberang jalan. Kang Il berteriak memanggil namanya, namun Mi Soo tidak mendengar dan terus berlari. Kang Il berteriak memanggil Mi Soo sekali lagi. Mi Soo berhenti berlari karena kelelahan. Ia menoleh dan melihat Kang Il melambai padanya di seberang jalan. Kang Il lalu memberi isyarat pada Mi Soo untuk mengikutinya.
Mereka berdua menuju zebra cross. Lampu pejalan kaki akhirnya menyala. Kang Il segera menyebrang dan menjemput Mi Soo. Ia menarik tangan Mi Soo untuk menyebrang. Tiba di trotoar, Mi Soo tiba-tiba menangis. Kang Il merasa heran kenapa Mi Soo menangis?

“Kukira kau sudah mati!” seru Mi Soo seraya menendang tulang kering Kang Il. Kang Il meringis kesakitan memegangi kakinya. Mi Soo tampak khawatir dan bertanya apa Kang Il sakit? Kang Il menggeleng seraya tersenyum. Kang Il tersenyum menatap Mi Soo dalam. Mi Soo bertanya Kang Il mau kemana? “Menemuimu,” jawab Kang Il.
 “Apa yang kau rencanakan setelah menemuiku?” tanya Mi Soo. Kang Il lalu mengecup pipi Mi Soo. Mi Soo menatap heran Kang Il.
Sinopsis Love 911/Band-Aid Part 2

Kang Il tiba-tiba mengangkat Mi Soo dan memutarnya. Mi Soo merasa risih. Mi Soo menatap dalam Kang Il. Ia lalu mencium Kang Il. Ha Yoon dan Regu Penyelamat yang melihat mereka dari seberang jalan berseru senang melihat mereka berdua kini bersatu kembali. Kang Il lalu menurunkan Mi Soo dan menarik tangannya. Mereka lalu berjalan pergi. Kang Il bertanya, ia mendengar kalau Mi Soo berhenti dari rumah sakit. Mi Soo mengiyakan. Mi Soo mengeluh, kini mereka harus hidup dari mana? Kang Il berkata menjadi penjaga rumah, mencuci, memasak dan mengganti popok anak-anak, sama seperti rencana Mi Soo sebelumnya.

= Prolog =
Hyun Kyung berjalan keluar dari ruangannya sembari membawa lembar lokasi kejadian. Seorang rekannya tiba-tiba merangkul bahu Hyun Kyung. Sepertinya ia orang baru di Regu Penyelamat. Hyun Kyung merasa kesal dan menyuruh rekannya itu menurunkan tangannya, tapi rekannya itu menolak dan berkata kalau ia tidak takut apapun. “Baiklah. Lakukan apapun maumu,” ujar Hyun Kyung kesal.

Sinopsis Love 911/Band-Aid Part 2

Kali ini ada kejadian lagi. Hyun Kyung tidak habis pikir, mereka mendapat laporan adanya beruang di gunung Bukhan. Ia dan rekannya lalu turun ke parkiran menuju mobil pemadam. Mereka bertemu dengan Ketua Tim yang berkata kalau mereka harus menangkap beruang kali ini. Yong Soo tiba-tiba muncul seraya membawa sebuah box hewan. Ketua Tim berkata kalau itu tidak akan muat untuk seekor beruang. Yong Soo meletakkan box itu. Ia tampak emosi melihat pemandangan di depannya.

Rekan Hyun Kyung yang merangkulnya bertanya pada Hyun Kyung apa besok ia ada acara? Sepertinya ia naksir Hyun Kyung. Alih-alih menjawab pertanyaannya, Hyun Kyung malah memperingatkannya rekannya, “Kau akan dihajar nanti, aku tidak bercanda.” Rekannya itu bertanya siapa yang akan menghajarnya? “Aku!” bentak Yong  Soo sembari memukul kepala juniornya itu. Juniornya terdiam karena kaget. Hyun Kyung lalu bergelayutan manja di lengan Kang Il, “Oppa, dia terus menggodaku.” Mereka lalu berjalan menuju mobil pemadam. Sebelum naik ke mobil, Yong Soo menatap Hyun Kyung dan mengungkapkan perasaannya pada Hyun Kyung, “Aku mencintaimu.”
“Aku juga,” balas Hyun Kyung. Mereka berdua lalu naik ke mobil.
Di dalam mobil, Ketua Tim yang duduk di jok depan, mulai mengomentari salah satu anak buahnya yang terus tidur sepanjang hari seperti kucing kesakitan. Ia menyurh Kang Il membangunkan rekannya itu. Kang Il membangunkan rekannya yang duduk tepat di sebelahnya. Rekannya itu lalu mengangkat topi yang menutupi wajahnya. Ternyata itu adalah Go Mi Soo. Setelah mengundurkan diri di rumah sakit, Mi Soo lebih memilih bekerja di pemadam kebakaran. Ia dan Kang Il tertawa geli, Ketua Tim tersenyum melihatnya.
Sinopsis Love 911/Band-Aid Part 2

Mereka siap berangkat. Seperti biasa, Ketua Tim selalu melakukan ritual sebelum berangkat, meneriakkan jargon khas 119. Tapi kali ini berbeda. Bukan lagi dengan teriakan lesu seperti biasanya, tapi dengan teriakan penuh semangat, bahkan Kang Il juga ikut berteriak….

“Hari yang INDAH….untuk menyelamatkan orang!”
= The End=
Alhamdulillah…akhirnya kelar juga  ^^
Written by : Ann (Twitter
Image by +ari airi [Twitter]
Only Posted on pelangidrama.net
DO NOT REPOST TO OTHER SITE!!! 
Thanks for reading with us ^^