[Sinopsis K-Drama] Arang and The Magistrate Episode 20 (End)

Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 20
~Sinopsis Arang and The Magistrate Episode 20 – end~
Penolakan Arang berakibat pada tak bisanya Moo Yeon masuk ke tubuh Arang, ia terpental mundur dimana Moo Young dengan sigap menangkapnya.
“Tidak! Tidak, Orraboeni, aku tidak mau mati! Tolong jangan bunuh aku, aku mohon!” Moo Yeon histeris mencoba melepaskan diri.
“Moo Yeon, karena telah lama membiarkanmu sendirian dalam penderitaan ini, aku minta maaf… Mari kita pergi bersama” Moo Young menarik Moo Yeon dalam pelukannya, “Hubungan antara kau dan aku,… mari kita akhiri di sini”

Seiring ucapan terakhir Moo Young, seiring itu pula belati di tancapkan ke jantung Moo Yeon lewat punggungnya… Moo Yeon kemudian menghilang, tersisa Moo Young dengan posisi tangan dan belati yang sama, ia menarik belati itu hingga menghujam tubuhnya sendiri.

Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 20
Arang shock melihatnya. Ia ingat pernah bertanya pada Moo Young soal apa Malaikat Maut juga bisa mati. Waktu itu, Moo Young menjawab diplomatis kalau di dunia ini tidak ada yang abadi, termasuk Malaikat Maut. Kalau Malaikat maut terbunuh, ia akan menghilang.
Joo Wal lewat, awalnya ia mendekat karena melihat Arang. Matanya mengikuti Arang yang bergerak, ternyata Arang mendekati Eun Oh yang tengah memanggil-manggil ibunya.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 20
Eun Oh memanggil-manggil Ibu sambil memeluknya dengan wajah berurai air mata. Ia kaget saat tusuk rambut yang menancap di dada ibu tiba-tiba menghilang. Mungkin Eun Oh takut kalau ibu juga akan pergi (=baca=mati).
Eun Oh lega setelah akhirnya ibu membuka mata dan menoleh padanya, tapi ibu terlihat menahan sakit yang luar biasa, ia kembali pingsan.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 20
Eun Oh segera membawa ibu pergi, ia bermaksud membawa ibu ke tabib. Arang ikut lari di belakang mereka. Ibu tiba-tiba minta diturunkan.
“Putraku…” Nampak senyum di wajah pucat ibu
Air mata mengalir di wajah Eun Oh, “Ibu… Maafkan aku!”
Ibu menggeleng, “Terima kasih…” Ibu lalu tersenyum ke Arang, hanya lewat kedipan mata dan anggukan kepala mereka bertegur sapa.
Tak lama, Ibu terkulai dan menghembuskan nafas terakhirnya…….
Eun Oh sambil menangis terus memeluk ibu…
Joo Wal mulai kehilangan pegangan saat tahu Moo Yeon sudah mati. Ia termenung di kamarnya. Tiba-tiba kelebatan ingatannya datang lagi, ia baru ingat kalau dialah yang membuang mayat Lee Seo Rim ke jurang. Joo Wal tersedu, berapa banyak hal lagi kejahatan yang pernah ia lakukan yang akan ia ingat. Ia mulai takut, rasa bersalah menggelayutinya, terutama rasa bersalah pada Arang.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 20
“Moo Young pada akhirnya menyelamatkan Moo Yeon” kata Raja neraka membuka percakapan.
Moo Yeon yang jadi ‘tiada’ sebetulnya juga adalah penebusan. Tapi Raja Surga yakin kalau sebenarnya Moo Yeon lebih suka di Neraka.
Raja Neraka bingung, “Apa yang sedang kau bicarakan?”
Ternyata Raja Surga menilai dari Moo Yeon yang mengaku bosan di Surga karena hasrat tak diperbolehkan. Jadi, dia pasti lebih memilih menahan rasa sakit, sebuah perasaan, dalam api neraka.
Raja Neraka yakin kalau Arang takkan bisa memecahkan masalah, jadi ia minta Raja Surga bersiap untuk menukar tubuh dengannya.
Arang menemani Eun Oh yang sedang menghormat pada kuburan ibunya, Arang bicara dalam hatinya, “Walaupun dia meninggal,’Lonceng Kebenaran’ tidak berdenting. Kebenaran tentang kematianku, sama sekali tidak ada hubungannya dengan ibunya Hakim. Bahkan jika aku tidak dapat menemukan kebenaran di balik kematianku dan aku harus pergi ke neraka tidak akan masalah. Karena Aku harus pergi ke neraka agar aku masih bisa mengingat dia”.
Eun Oh menautkan jari-jarinya di jari Arang, ia memberitahu bahwa Moo Young pernah mengatakan soal cara untuk menemukan kebenaran tentang Arang.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 20
Flashback,
Saran dari Moo Young itu adalah untuk melihat “Kitab Kehidupan dan Kematian” di dunia lain. Dalam kitab itu, tertulis semua kelahiran dan kematian seseorang, termasuk cara meninggalnya. Kitab milik yang hidup tersimpan di Surga, sementara yang meninggal ada di ruang penyimpanan yang ada di Hutan Hwang Chun (Hutan Dunia Kematian).
Flashback End…
Dari info Moo Young juga, sebelum waktunya Arang tiba (=kematiannya), Arang takkan bisa kemanapun yang berhubungan dengan dunia lain. Karena itulah Eun Oh dengan tegas mengatakan kalau ia yang akan melakukannya.
Arang menolak, ia jelas khawatir pada keselamatan Eun Oh, tapi ada hal lain yang ia lebih khawatirkan. Setelah meninggalkan Eun Oh yang terbengong-bengong, kita tahu kalau Arang khawatir kalau ia tak bisa mengenang Eun Oh…
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 20
Flashback…
Arwah Nenek buyutnya Bang Wol memberitahu kalau ke Surga, seseorang harus meninggalkan semua kenangan-kenangannya di dunia = baca= semua ingatan akan terhapus. Sebaliknya, jika ke Neraka, maka kenangan manusia yang masih hidup pada si mati yang akan terhapus…
Flashback End…
“Meski jika aku pergi ke Neraka,… aku ingin mengingat Hakim.”
Eun Oh menemui Bang Wol untuk membicarakan soal rencananya ke Hutan Dunia kematian. Dari Bang Wol, Eun Oh tahu kalau hal itu bisa saja di lakukan, tapi ada masalah yang lumayan berat, tak ada satupun orang hidup yang tahu mengenai jalan Hutan Dunia kematian, bisa-bisa Eun Oh tersesat. Biasanya arwah di tuntun oleh malaikat maut. Kecuali Arang, karena ia pernah lewat jalan itu.
Karena Arang tak bisa mendekati Dunia Lain sebelum lewat dari 3 kali purnama, mereka bisa mengirim kesadarannya saja. Jadi Arang bisa menemani dan mengawal Eun Oh…
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 20
Eun Oh mencoba membujuk Arang. Ia yakin kalaupun di Surga, Arang pasti akan menemukan cara untuk mengingat Eun Oh. “Coba pikirkan lagi, kenapa kau kembali ke sini…”
Malam itu Arang habiskan dengan berpikir, ia ingat dulu pernah mendatangi mayat Lee Seo Rim, dan berjanji akan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Lee Seo Rim.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 20
Sementara, Eun Oh yang kedatangan 4 hantu yang membantunya dulu, kini mendengarkan masalah mereka dan permintaan yang mereka ajukan.
Hantu satu: Ia meninggal karena kecelakaan kejatuhan batang kayu saat melakukan kerja paksa. Saat itu si istri sedang hamil dan akhirnya melahirkan tanpa dirinya. Si bayi adalah satu-satunya anak laki-laki di generasi ke 8 keluarga, tapi karena tak punya ayah, tak ada yang memberinya nama, jadi dia dinamai si ‘tanpa nama’. Si hantu minta tolong Eun Oh untuk memberi bayinya nama yang berarti doa kesehatan, umur panjang dan kemakmuran.
Hantu 2; Musim gugur lalu, hantu 2 tenggelam di sungai, tapi tidak ada yang bisa menemukan mayatnya. Ia ingin setidaknya ada batu nisan yang bisa di pakai untuk mengenangnya.
Hantu 3; Ia punya seorang ibu yang sudah tua dan buta. Musim dingin yang lalu, saat mencoba mencari buah Persik untuk ibunya, ia diserang oleh harimau. Ibunya sampai sekarang belum tahu anaknya sudah meninggal, ia masih menunggu. “Tolong beritahu ibuku untuk tidak menungguku lagi karena aku sudah pergi ke tempat yang lebih baik.”
Hantu 4; “Tolong…. nikahkan aku!”
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 20
Dalam sehari, Eun Oh mengabulkan permintaan ke empat hantu itu. Esok malamnya, keempatnya berpamitan pada Eun Oh…
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 20
Hari sudah berganti. Eun Oh mengajak Arang berjalan-jalan di sungai.
“Bahkan jika aku pergi, waktu di sini akan terus berlalu tanpa berhenti. Benar, kan?”
“Arang… Aku paling benci kata-kata ‘waktu berlalu seperti panah’. Karena waktu yang sulit selalu berjalan sangat lamban, lamban. Tapi…..saat seperti ini denganmu, waktu berlalu sangat cepat, aku sangat membencinya. Aku tidak percaya waktu yang tersisa bagi kita sangat pendek.”
Arang menatap Eun Oh, dalam hati Arang berucap, ”Di mana bunga gugur, bunga yang lain bermekaran lagi. Dan di mana angin bertiup, angin yang lain akan datang juga. Tapi… aku ingin bertahan pada perasaan cinta pertama itu, selamanya…… Jika aku pergi ke Surga, aku akan lupa segala hal tentangmu, dan jika aku pergi ke Neraka, kau akan melupakan aku… jadi di manapun kita tidak akan mengenal satu sama lain, tapi tetap saja dengan perasaan ini, aku akan menemukanmu..”
Eun Oh juga menatap Arang, “Jika kau melihat pria yang berhenti tiba-tiba saat dia melihatmu… ketika air mata menggenang, ketika jantung berdetak kencang lagi, maka, tolong kenalilah bahwa itu aku.”
“Arang… Saranganta…” Eun Oh menarik Arang dalam ciuman yang panjang…
Malamnya, Joo Wal berpakaian rapi. Setelah mematikan lilin di kamarnya, Joo Wal keluar. Tanpa Joo Wal lihat, dari kejauhan sang pelayan berpamitan pada tuan mudanya.
Joo Wal terus berjalan di bawah sinar rembulan, ia merasa hari gelap walau matanya terbuka, ia tak bisa memaafkan dirinya sendiri yang tak merasakan apapun setelah membunuh banyak orang. Joo Wal sudah ada di tepi jurang sekarang. Jurang yang sama tempat ia membuang mayat Arang.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 20
Joo Wal menatap sekelilingnya juga ke bawah, ia ingat tentang Arang, tentang jumpa pertamanya saat Arang menyamar dalam pakaian pengawal. Tentang ia yang kemudian membunuhnya, lalu tentang perasaannya, juga ingatan kalau ia lah pembunuh Arang bahkan sebelum Arang kembali jadi manusia (saat sebagai Lee Seo Rim).
“Nona, Jika ada kesempatan aku bertemu denganmu lagi….jika hal semacam itu diperbolehkan bagiku kali itu, aku hanya akan tinggal di belakangmu. Dari jauh, seperti bayangan hitam, aku hanya akan melihatmu dan hidup dalam penderitaan. Aku tidak akan berani mencintaimu…” Matanya yang sudah penuh dengan air mata mulai menutup, Joo Wal melompat. Ia memilih mati…
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 20
Pagi itu Eun Oh nampak tampan (sepeti biasanya, hehe). Ia di sambut Trio petugas dan Dol Sae yang memuji penampilannya. Eun Oh berterima kasih pada mereka karena telah membantunya dan mengurus kantor dengan sangat baik selama ini. Ia minta mereka tetap melakukan hal yang sama untuk ke depannya.
Ke empatnya curiga, “mengapa anda bersikap seolah-olah anda berencana akan pergi?”
“Ini waktunya bagiku untuk pergi. Tampaknya tugasku di sini sudah selesai”
“Apa kaki anda gatal lagi? Haruskah aku bersiap pergi juga?” tanya Dol Sae (=gatal ingin bepergian, Eun Oh kan terbiasa jalan ke sana kemari demi mencari ibunya).
“Tidak perlu” jawab Eun Oh sambil tersenyum. Ia minta Trio petugas membuat pengumuman resmi.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 20
Dan pengumuman itu adalah, “Berdasarkan Titah Raja, Hakim Miryang tidak akan dipertanyakan statusnya…siapapun yang menghargai kota ini, melayani rakyatnya dan tetap menjaga kepercayaan mereka, boleh menjadi Hakim. Oleh karena itu, penduduk dari kota ini boleh merekomendasikan siapapun yang layak dan memilih Hakim dari mereka sendiri”
Warga antusias membaca pengumuman itu…
Dol Sae dan Bang Wool sedang sweet-sweet-an, Dol Sae tak sabar karena Bang Wol berjalan di belakangnya. Bang Wol pun maju dan berjalan bersisian dengan Dol Sae. Tapi bagi Dol Sae, itu tak cukup, ia menggenggam tangan Bang Wol.
Bang Wol freeze! “Orang-orang melihat kita!” seru Bang Wol malu.
“Aku melakukannya agar mereka dapat melihatnya. Aku memegang apa yang menjadi milikku. Siapa yang akan berkata macam-macam?” sahut Dol Sae tegas.
“Ini sangat aneh. Aku sudah melewati jalan ini lebih dari ribuan kali. Tapi saat berjalan bersamamu… membuatnya benar-benar seperti jalan lain.” Bang Wol tersipu.
Dol Sae lalu mengajak Bang Wol ke pelukis dan minta lukisan masing-masing dari mereka.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 20
“Di mana lagi aku bisa menggunakan bahu bidang ini? Aku bahkan bisa menggendongmu, Bang Wol” sahut Dol Sae menolak Bang Wol membawa sendiri gulungan lukisannya, Dol Sae juga berniat menunjukkan kakinya, “Aku sangat kuat! Apa kau ingin aku menunjukkan betisku?”
“Sudah hentikan. Tidak pantas seorang pria membual tentang kekuatannya di siang bolong begini.”
“Begitukah?”
“Mungkin akan berbeda jika pada malam hari.” sahut Bang Wol enteng #Eh? Bang Wol tak sadar akan ucapannya, ia menelan ludah sementara Dol Sae senyum-senyum. Hihi lucu liat couple ini.
Keduanya nampak mengagumi lukisan mereka. Bang Wol berterima kasih atas apa yang Dol Sae lakukan hari itu.
“Aku melakukannya karena aku suka” sahut Dol Sae dengan wajah tak pernah lepas senyuman. Ia mengeluarkan cincin yang tadi dibelinya di pasar.
“Aku bilang aku tidak tertarik!”
“Tidakkah kau tahu? Aku tidak mendengar hal yang tidak ingin kudengar. Dan kebohongan tidak berlaku untukku.” Dari wajah Bang Wol tadi saat melihat cincin itu, Dol Sae tahu kalau sebenarnya Bang Wol suka pada si cincin tapi tak mau mengakuinya. Dol Sae bisa tahu ukuran tangan Bang Wol saat tadi bergenggaman tangan…
“Bang Wol… Bisakah kau menerima hatiku?”
“Apa yang membuatku tidak bisa menerimanya? Sebagai gantinya,….sampai kau meninggal, kau tidak boleh mengambil kembali hatimu.”
Owwwwwwww, so sweet..
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 20
Esoknya, prosesi untuk membuat roh Eun Oh masuk ke Hutan Dunia kematian di laksanakan. Tangannya juga tangan Arang di ikat dengan tali khusus yang berwarna merah. Bang Wol mengingatkan kalau loncengnya berbunyi, itu artinya keduanya harus segera kembali.
“Harap diingat. Sebelum hari beranjak terang,…..kalian harus keluar dari hutan. Jika tidak, Hakim akan…” Bang Wol tak melanjutkan perkataannya. Mungkinkah lanjutannya adalah MATI??
Prosesi dimulai, Bang Wol membaca mantra.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 20
Eun Oh dan Arang sudah ada di Hutan Kematian. Arang segera berlari membawa Eun Oh, langkah mereka terhenti karena beberapa hantu mendatangi mereka. Sesuai perkataan Bang Wol, ternyata memang banyak godaan di Hutan itu. Dan salah satunya adalah nenek pengasuh.
Arang tergoda, ia melepaskan tangannya mengikuti Nenek. Arang di perlihatkan masa kecilnya Lee Seo Rim, saat ibu kandungnya meninggal. Lee Seo Rim kecil menangis, begitupula Arang.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 20
Eun Oh berusaha membangunkan Arang yang tak sadarkan diri sambil terisak. Arang akhirnya membuka matanya. Arang mengaku kalau ia habis melihat Lee Seo Rim waktu kecil, “Aku melihat ibuku meninggal.”
Eun Oh mengingatkan mereka harus fokus. Ia membantu Arang berdiri dan langsung melanjutkan jalan.
Bangunan yang mereka cari sudah di temukan. Setelah melewati gerbang, tiba-tiba keduanya berada di sebuah bangunan yang amat berbeda dengan yang tadi. Kali ini suasana seperti malam. Nampak ada seorang penjaga di depan pintu.
Keduanya ditanya, siapa dan apa keperluan mereka. Hanya Eun Oh yang di ijinkan masuk, tapi ada batasan waktunya, dengan jumlah titik di punggung tangan. Jika melewati batas waktu, maka Eun Oh takkan pernah bisa kembali ke Dunia. Eun Oh menyanggupi.
Eun Oh bingung, di dalam teramat banyak buku, bagaimana ia bisa menemukannya tepat waktu? Sesuai pesan bahwa ia hanya bisa melihat tulisan atas pertanyaan yang ia ajukan saja, sesuatu yang amat ia ingin tahu, Eun Oh pun memohon dengan sungguh-sungguh.
Akhirnya si buku di temukan, Eun Oh kaget setelah membacanya, “Penyebab kematian Arang adalah… Arang… sendiri?”
Eun Oh bermaksud segera keluar, tapi ekor matanya menangkap namanya tertulis dalam sebuah kitab. Ia penasaran, kan katanya kitab itu hanya milik orang yang sudah meninggal…
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 20
Eun Oh kaget mengetahui kalau ia sudah meninggal saat usianya 6 tahun. Tiba-tiba ia teringat kalau Raja langit pernah membopong tubuh kecilnya dulu. (sesuai perkataan Raja Langit, kalau Eun Oh akan mengingat hari itu – lihat Episode11). Banyak pertanyaan di kepala Eun Oh, ia berteriak memanggil Raja langit.
Eun Oh tiba-tiba berada di taman surga.
“Katakanlah, Kim Eun Oh. Apakah yang kau inginkan?”
“Kaisar Langit, mengapa anda menyelamatkan aku waktu itu?”
“Itu karena kau adalah manusia yang kubutuhkan.”
“Maksud anda sebagai alat untuk menangkap bidadari itu?”
“Benar, itu juga… tapi bukan hanya itu.”
Eun Oh memastikan kalau ia yang menyelesaikan semua rencana Raja Langit, menusukkan tusuk rambut ke dada ibunya, itu murni pilihannya Eun Oh. Mendengar penuturan Eun Oh (=menyebutkan jasa yang pernah ia lakukan), Raja langit tahu kalau ada hal lain yang Eun Oh inginkan.
“Aku baru saja mengetahui bahwa penyebab kematian Arang adalah dirinya sendiri. Maka, karena tubuh Arang tak bisa mati, dia juga tak bisa membunyikan Lonceng Kebenaran. Mengapa kalian memberinya kesulitan macam ini?” Eun Oh marah karena menurutnya para dewa tak bersikap adil.
Raja Langit memberitahu kalau sejak awal, Arang datang menemuinya hanya mengetahui kebenaran di balik kematiannya, dan mengetahui siapa dia sebenarnya. Jadi tujuan utamanya memang bukan surga. “Jadi aku membiarkan apa yang ingin diketahui oleh anak itu, untuk diketahuinya. Jika Arang mengetahui itu sendiri,… maka dia akan tetap mendapatkan hadiahnya. Masalah tentang Surga dan Neraka akan menjadi urusan nantinya.”
Sekali lagi, raja Surga bertanya, “alasan apa sebenarnya yang membawamu kemari?”
Eun Oh telah kembali ke Ruang penyimpanan, ia segera keluar dan menarik tangan Arang pergi.
“Apa kau sudah melihat ‘Kitab Kehidupan dan Kematian’? Siapa penyebab kematianku?” tanya Arang beruntun.
“Aku akan memberitahumu nanti.”
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 20
Bang Wol mulai panik, berkali-kali ia membunyikan loncengnya, baik Arang maupun Eun Oh belum ada yang kembali. Apalagi hari mulai makin terang….
“Kalian berdua, tolong kembalilah…”
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 20
Saat tengah berlari, pegangan tangan Arang terlepas, ia terjatuh. Eun Oh berbalik, tapi Arang sudah tak nampak, yang terdengar hanya suaranya.
Bang Wol mulai menangis saking paniknya, ia terus menguncang tubuh dua tokoh utama kita.
Arang yang membuka matanya duluan. Ia kaget mendengar Bang Wol menanyakan Eun Oh. Arang segera menoleh ke arah Eun Oh. “Hakim, bangunlah… Hakim…”
Tak lama tubuh Arang mulai menghilang. Bang Wol yang melihatnya berusaha memegang tangan Arang, yang ia dapati hanya udara kosong.
Bang Wol histeris memanggil Eun Oh…
Tubuh Arang kembali muncul di halaman kamar Eun Oh. Sebuah lubang hitam mulai terbuka. Sudah saatnya Arang pergi, ia mulai bergerak seakan di tarik ke dalam lubang, tapi hanya satu yang ia khawatirkan. Sebelum pergi, setidaknya Arang ingin tahu apa Eun Oh baik-baik saja….
“Hakim Jaga dirimu baik-baik… alasan mengapa kau tidak dapat bangun adalah karena aku. Semuanya Semuanya karena aku. Yang membawa diriku pada kematian …adalah …aku sendiri. Itulah mengapa Hakim tidak memberitahuku. Karena aku tidak bisa mati …pada akhirnya aku harus pergi ke Neraka..”
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 20
Eun Oh akhirnya sadar juga, ia segera keluar segera setelah ia membuka matanya, “Araaaaaang!”
Arang menoleh. Nampak Eun Oh berlari sekuat tenaga, menyingkirkan Arang dari hadapan lubang, dan membiarkan dirinya sendiri masuk ke lubang itu.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 20
Flashback,
“Karena aku menangkap bidadari yang ingin kalian tangkap… ubahlah perjanjiannya agar Arang dapat membunyikan Lonceng Kebenaran.”
“Jika aku mengubah perjanjian tersebut,……apa yang akan kaulakukan?” tanya Raja Surga
“Aku akan menyerahkan hidupku.”
“Menyerahkan hidupmu saja tidak akan cukup… Apa kau bersedia pergi ke neraka menggantikan Arang?” Pertanyaan dari Raja Neraka ini membuat Eun Oh kaget….
Flashback End….
“Hakiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiim!” air mata mulai membasahi mata Arang, tubuh Eun Oh lenyap, begitu pula si lubang hitam. Arang menangis tersedu-sedu, ia kini juga menghilang….
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 20
Epilog…
Dol Sae kini sudah jadi hakim, dengan Trio Petugas yang kini menjalankan tugasnya dengan baik. Sementara itu, Bang Wol akhirnya bekerja sama dengan seorang ahjuma untuk bisnis resto. Dengan menu andalan daging kukus yang di makan bersama kimchi. (Menu yang di dapat dari Dol Sae).
Nampak restonya ramai, bahkan tak sedikit yang mesti antri…
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 20
Bang Wol peduli pada lingkungannya, terutama pada para hantu. Ia sengaja menyediakan semangkuk daging juga semangkuk kimchi. Begitu hitungan menginjak angka tiga dimana Bang Wol meletakkan mangkuk-mangkuknya, para hantu yang sedari tadi menunggu mulai berebut. Nampak ada Guh Dul dan tuan Choi di antara mereka. Err, maksude akhirnya Guh Dul di jatuhi hukuman mati gitu?
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 20
Setelah sikut sana-sikut sini, Guh Dul-lah yang berhasil mendapatkan makanan sesajennya Bang Wol.
“Sebentar” Tuan Choi mengejar dan memegang tangan Guh Dul. Tuan Choi minta Guh Dul untuk berbagi.
“Maksudnya kita harus berbagi ini? Jangan bicara omong kosong!”.
“Kau, budak berani bicara merendahkan padaku, seorang bangsawan?” Tuan Choi masih saja angkuh, padahal sudah jadi hantu.
“Mengapa? Tidak boleh? Bagi para hantu, tidak ada kelas lebih tinggi atau lebih rendah. Semua hantu hanyalah hantu.” Guh Dul lalu menghempaskan Tuan Choi dan langsung kabur untuk segera menikmati makanannya sendiri.
Dari percakapan dua penguasa tertinggi, kita tahu kalau Kim Eun Oh Oh akhirnya masuk Surga, tapi ia minta dilahirkan kembali sebagai manusia.
Topik berubah, Raja neraka melirik tubuh Raja Surga, walau ia menang taruhan, tapi menangnya tak mutlak, jadi ia tak bisa tukaran tubuh dengan Raja Surga. Hehe, ngiler liat tubuh yang masih terlihat ganteng dan muda??
Tapi sebagai gantinya, Raja Surga menyiapkan sebuah hadiah istimewa, “Moo Young” Raja surga memanggil Moo Young. Yang menengok adalah kambing. What?? Haha, Moo Young yang selalu berpakaian hitam-hitam kini jadi kambing yang putih bersih.
Raja Surga tahu kalau Moo Young lah favorit Raja Neraka dari sekian Malaikat maut anak buahnya, jadi untuk Moo Young Raja Surga buat pengecualian.
Raja Neraka memastikan akan selalu mengunjungi saudara kembarnya untuk melihat Moo Young.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 20
“Tapi, Malaikat Maut yang baru, apa mereka bekerja dengan baik?” tanya Raja Neraka menanyakan kinerja anak buahnya.
Raja Surga tersenyum, yang di tanyakan kembarannya telah datang. Dua malaikat maut melapor. Salah satu dari mereka adalah JOO WAL!
Kembali ke dunia, nampak seorang gadis kecil tengah menikmati bunga-bunga. Dari kejauhan, datang seorang bujang yang umurnya hampir sama. Si bujang tersenyum melihat si gadis, ia mendekatinya.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 20
Sementara itu terdengar suara yang memanggil-manggil Eun Oh, suaranya Bang Wol.
Si bujang mengajak si gadis merunduk untuk sembunyi, ia memberi tanda agar mereka tak berisik. Si bujang terlihat lega bisa lepas dari ibunya. Errrrrr Ternyata Bang Wol jadi ibunya Eun Oh????
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 20
“Mungkin sedikit tidak sopan tapi sepertinya ini bukan pertama kalinya kita bertemu. Karena itulah aku berbicara padamu. Hingga sekarang, aku sudah bertemu dengan banyak gadis,…..tapi aku belum pernah melihat gadis cantik sepertimu, Nona. Jadi, bolehkah aku bertanya siapa namamu?” Eun Oh si Raja Gombal. Melihat si Gadis diam saja, Eun Oh mengulang pertanyaannya, “Aku bertanya siapa namamu!”
“Aku Arang.”
“Arang?
“Coba lihat ini, Hakim! Aku sudah bilang jangan meminum air dari Sumur Pelupa. Tapi kau meminumnya, ya? Aku benar-benar tidak tahan. Apa yang akan kau lakukan? Apa gunanya jika hanya aku yang mengingatnya? Apa gunanya? Kau tidak ingat? Benar-benar tidak ingat? Apa yang akan kau lakukan, dasar Hilang Ingatan!”. Eun Oh kaget, ia terduduk.
Arang mulai cerita, “Pada jaman dahulu kala, ada sesosok hantu perempuan perawan bernama Arang dan seorang Hakim bernama Eun Oh……..” Arang kesal, “Ooh. Menjengkelkan! Menjengkelkan! Ceritanya panjang, di mana dan bagaimana aku harus memulainya?”
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 20
Arang dan Eun Oh sudah dewasa, masih dengan posisi yang sama, masih dengan Arang yang berusaha mengembalikan ingatan Eun Oh.
“Mengapa kau meminumnya? Apa yang akan kau lakukan?” tanya Arang kesal
Eun Oh senyum-senyum melihat Arang. Arang akhirnya memukuli tangan Eun Oh, “Kau masih tidak ingat juga? Mengapa kau meminum air dari Sumur Pelupa, mengapa? Berapa kali aku bilang jangan meminumnya?”
“Aku tahu. Kau sudah sering bilang padaku, jadi aku menghafal semuanya.”
“Apakah ingat dan hafal adalah hal yang sama?” Arang ngambek.
Eun Oh merayu Arang, “Bagaimanapun,… inilah masa terpenting dalam kisah kita.”
Kata-kata yang sukses membuat Arang tersenyum dan mengecup Eun Oh. “Kau tidak ingat?”
“Aku tidak yakin…kupikir mungkin aku bisa mengingat sesuatu…”
Arang kembali mencium Eun Oh, gantian Eun Oh membalasnya.
“Apa kau ingat sekarang?” tanya Arang lagi.
“Kukira begitu…”
IIIh, aa Ijunk bilang ‘gak inget’ terus biar di cium sama Shin Min Ah tuuuuuuh….. 
ARAAAAAAAAAAAAAANG!!! TAMAAAAAT!!!!
written by Ai Rf (Blog)
image by Ika (FB | Blog)
only posted on PelangiDrama
DON’T REPOST TO OTHER SITE OR FP!!!

ika’s note : hanya menulis sepersekian dari keseluruhan episode.hahaha. Tapi akhirnya kelar jua…. unpredictable drama. gak nyangka kalo akhirnya seperti ini (kirain bakal sad ending, tapi happy ending seperti ini tetep masuk akal sih), gak nyangka kalo ternyata jawaban yang dicari Arang adalah dirinya sendiri (kalo gitu ngapain susah-susah nyari yak..). eniweys, thanks to teh Ai yang daebak banget bisa ngerjain sinopsis ini sampai berepisod-episode (jadi kerjaan aku rada ringan,hahaha). thanks to kak ari as seo editor and editor. thanks  to all readers who supporting us..kamsahamnida.. sampai ketemu di drama-drama yang lain. *big hug*

Ai:  A Ijunk pulang wamil makin ganteng n manly yah??????? kayaknya dia yang jadi penyemangat aku bikin sinop, heeeee…. Sayang si Aa gak nunjukkin perut sixpack ala veteran wamil, soale di latar ceritanya Arang kan gada yang mandi pake shower. (=contoh perut sixpack ala veteran wamil = adegan mandi Lee Dong Wook di Scent of a Woman).
Actually, aku tertarik liat pemeran Bang Wol, ginuk-ginuk gimana gitu, jadi inget sama Yoo In Na pas di Greatest Love.
Spesial thanks buat Ari, Asri, Apni dan As-Tea (?5A?), buat semua supportnya ^^ Muaaaach….

[Sinopsis K-Drama] Arang and The Magistrate Episode 19

 ~Sinopsis Arang and The Magistrate Episode 19~
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 19
Ternyata kedatangan Eun Oh ke hutan, atas info salah satu hantu. Hantu itu mengaku tadi memanggil Arang tapi tak di gubris, jadi ia sempat mengikutinya sampai ke dekat sebuah gua batu. Ia tak berani mengikuti Arang lebih jauh karena kembali merasakan perasaan ngeri seperti saat di gubuk.
Hantu itu mengantar Eun Oh agak jauh dari gua. Saat hendak melanjutkan jalan, Eun Oh melihat Joo Wal.
Arang masuk ke Gua. Tanpa ia sadari, Moo Young menunggu di atas bebatuan mulut gua, bersiap dengan belatinya.
Moo Yeon tersenyum, “Selamat datang. Kau sudah menetapkan pikiranmu? Aku tidak memaksa siapapun, siapapun dia….”
“Jika aku memberikan tubuhku, berjanjilah kau akan mengembalikan Ibunya Hakim”
Moo Yeon berdiri, mendekat ke Arang. “Tentu saja. Bukankah itu janjiku sejak awal?”
“Aku akan menanyakan satu hal lagi. Jika kau masuk ke dalam tubuhku,….apa aku tidak akan bisa bertemu lagi dengan Hakim?”
“Kau tidak akan bisa bertemu dengannya… Apa kau takkan menyesalinya?”
Air mata Arang mulai berkumpul, lalu jatuh ke pipinya. Ia mengaku tak apa.
Moo Yeon minta Arang bersiap, menutup mata lalu mengosongkan hatinya dan hanya memikirkan apa yang Arang mau. Arang mengikuti perkataan Moo Yeon, ia memejamkan matanya. Moo Yeon menyentuh dahi Arang, ia konsentrasi.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 19
Suara Joo Wal membuyarkan semua, ia berusaha menarik Arang, tapi Arang tak mau. Joo Wal mengingatkan Arang kalau Moo Yeon berbohong. Walau Arang memberikan tubuhnya, Ibunya hakim tetap takkan selamat. Moo Yeon marah, ia menyerang Joo Wal yang langsung terkapar.
Moo Yeon kembali meyakinkan Arang, apa yang barusan dikatakan Joo Wal lah justru kebohongan. “Apa pilihanmu?” Moo Yeon mengingatkan tak masalah kalau Arang percaya Joo Wal, tapi kesempatan untuk menyelamatkan Ibunya Hakim tak ada lagi. Arang percaya pada Moo Yeon.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 19
Moo Yeon kembali bersiap masuk tubuh Arang, asap hitam ada di antara tubuh Arang dan Ibu. Moo Young tiba-tiba muncul, ia mengacungkan belatinya. Ibu kaget melihat Moo Young. Eun Oh muncul, ia mendorong Moo Young juga Moo Yeon. Moo Yeon terduduk di lantai gua, sementara Arang nampak shock lalu pingsan.
Eun Oh segera membawa Arang keluar dari Gua.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 19
Tanpa Moo Yeon keluar dari tubuh Ibu, belati Moo Young tak bisa bekerja. Moo Yeon menyeringai, ia menyingkirkan Moo Young dan segera berdiri hendak mengejar Arang.
Langkahnya di hentikan Joo Wal. Joo Wal telah siap dengan belatinya, “Aku akan menyingkirkanmu… dan aku juga akan mati…” Tapi belum sempat Joo Wal menusukkan belatinya, tubuh Ibu kembali bergetar dan nampak kesakitan.
Kini jiwanya ibu yang muncul, ia memanggil tuan muda pada Joo Wal.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 19
Arang akhirnya sadar setelah Eun Oh berulangkali membangunkannya. Ia segera memeluk Arang sekaligus menangis haru juga sambil mengomel, “Kau sungguh berpikir melakukan ini untukku? Sudah kukatakan jangan… Jangan!”
Dalam tangisannya, Arang mengaku hanya itu yang bisa ia lakukan. Lagipula ia akan menghilang dan takkan bisa melihat Eun Oh. Padahal Eun Oh membutuhkan ibunya.
“Aku kehilangan kau… dan menemukan ibuku. Kaupikir aku akan jadi bahagia? Kau tak perlu melakukan apapun, sudah kukatakan aku akan melakukan semuanya. Aku akan mencari ibuku… Dan aku akan mengirimmu ke Surga. Biarkan aku melakukannya. Arang, percayalah padaku.”
“Aku… Aku juga tidak ingin pergi. Aku tidak ingin melepaskanmu. Meninggalkanmu… Aku tidak ingin pergi.” Keduanya kembali menangis dalam pelukan…
Moo Young menemui Raja Surga. Ia minta maaf atas kegagalannya membunuh Moo Yeon kali ini.
“Moo Young,… apa kau ingin menyelamatkan Moo Yeon? Ataukah kau ingin menyingkirkan dia?”
“Kaisar Langit,tentu saja aku…” Kenapa Raja Surga bertanya seperti itu? Karena dulu Moo Young tak bisa menusukkan belatinya pada Moo Yeon, lalu kini berusaha dengan keras untuk menusuknya (walau gagal). Dua hal itu menunjukkan kalau dalam diri Moo Young masih ada perasaan manusia, perasaan yang tak semestinya seorang Malaikat Maut miliki. Moo Young mencerna kata-kata Raja Surga. Ia pamit tanpa suara…
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 19
Raja Neraka menghampiri saudara kembarnya. “ benar-benar rumit. Ikatan takdir dan kasih sayang manusia. Sulit, sangat sulit.”
“Sangat sulit, karena itulah aku ada…… Tapi, apa yang akan kau lakukan dengan Moo Young?”
Raja Neraka melihat sekilas ke arah Raja Surga, tanpa jawaban….
Ibu yang tak sadarkan diri di bawa ke kamar bekas Tuan Choi (kayaknya). Joo Wal menatapnya, ia ingat wanita yang terakhir kali memanggilnya di gua adalah Ibunya Eun Oh, wanita yang sama yang membunuh Arang. Ia juga ingat detil pertama saat tubuh ibunya Eun Oh berganti kepemilikan, Moo Yeon.
Ingat Arang, ada kemarahan dalam diri Joo Wal, ia kembali ke kamarnya.
Ternyata Joo Wal marah pada dirinya sendiri. Arang alias Lee Seo Rim yang ia bopong mayatnya, lalu bertahun-tahun kemudian ia lihat mayatnya, bagaimana mungkin ia kini meminta hatinya? Bahkan ia menganggap penolakan Arang hanya karena Joo Wal dulunya pernah bertunangan. Joo Wal merasa bodoh, SANGAAAAAAAAAT bodoh. Ia berkali-kali mengatai dirinya sendiri bodoh.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 19
Malamnya, Arang terbangun dengan Eun Oh yang tertidur di sampingnya. Arang menelusuri-tanpa-menyentuh wajah Eun Oh, lalu menggenggam tangannya dan kembali memejamkan mata.
Eun Oh membuka matanya, ia menatap Arang dan membalas menggenggam tangan Arang.
Tengah malam, Eun Oh keluar dari kamar Arang dan menatap rembulan. Ia berbalik saat merasakan ada orang lain. Moo Young mendatanginya.
“Kim Eun Oh Oh, tujuanmu dan tujuanku tidaklah berbeda. Berapa kali harus kukatakan padamu?”
“Tidak, itu berbeda. Tujuanmu hanyalah menghancurkan makhluk itu.”
“Menghancurkan Moo Yeon adalah satu-satunya jalan menyelamatkan ibumu.” Apapun jalan yang akan di tempuh, Eun Oh minta jangan pernah melibatkan Arang.
Jika Eun Oh mengikuti caranya Moo Young, mengeluarkan Moo Yeon dari tubuh Ibunya Eun Oh, Eun Oh ingin tahu apa nyawa ibunya bisa selamat. Ternyata jawabannya adalah TIDAK… Mata Eun Oh berkaca-kaca…
Paginya, Arang ke kamarnya Lee Seo Rim menyapanya. Ia lalu ke kuburannya. Arang berterima kasih pada Lee Seo Rim, ternyata keberaniannya yang ia miliki sejatinya adalah keberaniannya Lee Seo Rim. Lee Seo Rim yang berani mempertaruhkan nyawanya untuk orang yang ia cintai.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 19
Joo Wal ternyata hendak ke makam Lee Seo Rim juga. Ia kaget melihat Arang dan hendak pergi. Tapi ia berubah pikiran.
“Tuan Muda. Kau baik-baik saja?” tanya Arang melihat Joo Wal yang tanpa gairah.
“Dulu ada seorang yang bodoh dan seorang gadis yang bahkan tak berani ia tatap. Gadis itu mencintai si bodoh, sementara dia, si bodoh itu tak mengetahuinya. …. Akan tetapi, demi si bodoh, si gadis rela mati… Demi menyelamatkan orang yang melakukan perbuatan yang tak semestinya dilakukan manusia, ia menyerahkan hidupnya… Saat gadis itu kembali hidup, si bodoh bahkan tak mengenali wajahnya…” Joo Wal mulai menangis, ia bersimpuh penuh penyesalan. Arang ikut jongkok di depan Joo Wal, “Tuan muda”
Joo Wal merasa malu, malu karena mestinya hatinya penuh penyesalan saat melihat Arang, tapi sebaliknya hatinya malah berdegup dan merasakan cinta tiap melihat Arang. Joo Wal menangis, ia mohon agar Arang tak memaafkannya. Arang ikut menangis, tanpa bicara ia menyentuh tangan Joo Wal.
(Ternyata yang membuat Joo Wal tak berani minta maaf pada Arang adalah, bahwa ia tak hanya tak ingat wajah orang yang pernah mati demi menyelamatkannya, tapi karena ia juga pernah mencoba kembali membunuh Arang dengan menusukkan pisau ke jantungnya………)
Joo Wal meminta maaf karena ia merasa kata “Aku minta maaf” tak layak ia ucapkan. Sepanjang perjalanan pulang, Joo Wal menangis..
Joo Wal pulang menemukan Ibunya Eun Oh duduk di beranda rumah. Ia membimbing ibu kembali berbaring di tempat tidur.
“Tuan Muda. Hari di mana aku bisa bertemu lagi denganmu akhirnya datang.” Terdengar suara lemah dari mulut ibu Eun Oh. Ternyata Ibu Eun Oh kembali bisa menguasai tubuhnya karena Moo Yeon sedang lemah karena kejadian di Gua.
Tapi itu sementara, Moo Yeon akan kembali kapan saja saat kekuatannya kembali.
Ibu merasa menyesal karena menyerahkan tubuhnya hanya karena dendam. Andai ia menerima saja apa yang takdir gariskan padanya, setidaknya ia dan putranya akan hidup bahagia bersama walau jadi budak.
Ibu mulai berkaca-kaca, “Tuan Muda. Bisakah kau menyampaikan ini pada putraku? Bahwa aku tak sekalipun melupakan wajahnya. Aku yang tak bisa memeluknya erat saat dia merasa sakit. Aku yang tak pernah bersikap hangat selayaknya seorang ibu. Aku minta maaf untuk itu. Tolong sampaikan itu padanya. Aku minta bantuan darimu.” Selesai mengatakannya, Ibu kembali pingsan.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 19
Joo Wal disambut dingin oleh Eun Oh. Eun Oh percaya-tak-percaya apa yang di bilang Joo Wal bahwa Ibunya kembali bangun di tubuhnya sendiri.
Joo Wal menunggu di luar, sementara Eun Oh menemui Ibu. Nampak Ibu tidur. Ibu membuka mata saat merasa ada yang menatapnya, ia berusaha bangun sambil memanggil nama Eun Oh saat melihat anaknya itu. Ibu gagal bangun karena terlalu lemah. Sementara Eun Oh yang masih tak percaya kalau yang ada di hadapannya itu ibunya, hanya menatapnya.
“Kau tak bisa mempercayai semua ini, kan?.. Dengan apa aku bisa membuktikan aku adalah ibumu?”
“Apakah masuk akal seorang ibu tidak mengenali putranya sendiri?” sahut Eun Oh dingin
“Ini salahku karena telah meninggalkanmu. Kau dulunya tersenyum dengan tampannya, tetapi… aku membuatmu jadi sesedih ini.”
“Kau bukanlah ibuku. Tak pernah sejenak pun ibuku melihatku di saat aku tersenyum” Eun Oh berbalik hendak pergi
“Aku minta maaf. Karena mengatakan padamu untuk jangan mencariku. Karena mengatakan padamu agar jika kau mati, matilah di rumah ayahmu.” Terlebih lagi, karena semua yang di katakan ibu tadi justru ia katakan pada saat Eun Oh memberikannya sebuah hadiah dengan segenap hatinya.
Eun Oh berbalik, “Hadiah?”
“Jika saja aku bisa mengenakan tusuk rambut itu untuk menunjukkannya padamu…”
“Tusuk rambut apa?” Hati Eun Oh mencelos ketika Ibu memberitahu tusuk rambut berukir Mo Shim Jam = ‘Mother’s Heart’. Ia melangkah mendekati ibu, “Ibu… Mengapa kau membuatku sesulit ini bahkan untuk memanggilmu Ibu?”
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 19
Ibu yang masih menangis menggenggam tangan Eun Oh, Ia mengaku melakukan semuanya demi agar Eun Oh hidup bermartabat dan bukan putra seorang budak. Itu kenapa Eun Oh dikirim ke ayahnya.
“budak atau bangsawan, mengapa itu jadi masalah? Aku hanya ingin hidup bersama Ibu. Mengapa tak mendengarkanku?”
“Aku ingin mencegah kau menjadi budak dari balas dendam yang menguasaiku. Aku pergi demi kau…” Ibu mengakui kesalahannya yang telah terbutakan oleh dendam, untuk itu ia minta maaf. Atas semua kesepian dan sakit yang Eun Oh rasakan. “Kau pasti membenciku…”
“Aku tidak membenci ataupun memandang rendah Ibu. Aku hanya sangat merindukanmu”.
Ibu minta Eun Oh berjanji untuk membunuh makhluk itu jika ia telah kembali menguasai tubuh ibu. Walau itu berarti Ibu harus mati. Bagaimanapun, hidup ibu bukanlah hidup yang sebenarnya, ia minta Eun Oh menyelamatkannya dari siksaan itu. Eun Oh berjanji akan menyelamatkan ibunya…
Keduanya menangis penuh haru juga kesedihan…
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 19
Eun Oh pamit pada Joo Wal yang ada di luar, “Aku berhutang padamu…”
Kata-kata Joo Wal menghentikan Eun Oh, “Nona… Jangan menyerah atas dirinya.”
Eun Oh baru selangkah berjalan saat ia kembali mendengar suara Joo Wal, “Bagaimana bisa kau, … punya semua yang aku inginkan?” = Ibu juga gadis….
Wew, kasihan Joo Wal, hayoo, ada yang mau nampung???
“Apa yang akan kulakukan mulai sekarang?” tanya Joo Wal pada pelayannya. Si pelayan mengaku kalau ia akan segera meninggalkan Miryang. Joo Wal ingat si pelayan pernah cerita soal mereka yang pernah punya panggilan sama di waktu kecil, ‘Gol Bi Dan Ji’.
Kini Joo Wal menyadari betapa pilihannya salah (=pilihan untuk mengikuti keinginan Moo Yeon). Saat kecilnya dulu, ia sangat benci pada rasa lapar, apa lagi ia juga tak punya orang tua. Ternyata ada orang (contohnya si pelayan) yang memilih jalan hidup yang berbeda, dan orang itu lebih baik dari dirinya. Si pelayan menghibur Joo Wal, jalan hidup tiap orang berbeda, takdirnya juga berbeda-beda.
Eun Oh nggelosor di lantai memikirkan ibunya, ia bertanya-tanya apa memang tak ada jalan untuk menyelamatkan sang ibu? “Guru (Raja Surga)…,…tidak bisakah kau membantuku?” Eun Oh memejamkan mata frustasi.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 19
Eun Oh bingung karena tiba-tiba ia terbangun di tempat yang asing dalam keadaan terbaring. Kemudian sepasang anak kecil memeluknya dan memanggilnya ayah.
“Apa? Ayah?”
Keduanya melepaskan Eun Oh saat ibu mereka masuk membawa semeja makanan.
“Arang… apa yang sedang kaulakukan?”
“Huh? Apa maksudmu? Aku baru saja kembali dari dapur untuk menyiapkan makanan.” sahut Arang santai.
“Dapur? Makanan?” Eun Oh makin bingung.
Arang menyerahkan sumpit, “Jika kau tidak menghabiskan makananmu,aku tidak akan melepasmu!”
‘Apa semua ini? Aku… bersama Arang… dan anak-anak ini…’ Saat makan itu, Arang memberitahu kalau Ibunya Eun Oh pergi ke kantor hakim untuk menemui Shaman. Ia mengingatkan Eun Oh untuk menjemput ibu juga memesan buah persik.
‘Ibu masih hidup?’ Eun Oh terus berpikir kalau ia pasti sedang mimpi…
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 19
Tapi semua terlihat dan terasa nyata. Eun Oh ke kantor hakim. Dol Sae dalam pakaian Hakim menyapanya. Di antara semua hal, yang ingin tahu selain Arang adalah soal Ibu, ia menanyakan ibunya. Tak lama yang di tunggu datang. Bahkan Trio Petugas pun ada, mereka menyiapkan hadiah, kebetulan hari itu Ultahnya Ibu. Nampak senyum bahagia di wajah ibu.
“Ibu…”
“Huh?” Ibu menoleh
“Ibu…”
“Kenapa? ? Anak ini serius sekali…”
Eun Oh segera memeluk Ibu, “Ibu…”
Ibu melepaskan pelukan Eun Oh, “Eun Oh Oh,… dengarkan kata-kata Gurumu dengan baik.”
Pow, Ibu berubah jadi Raja langit. “K…kau siapa?” tanya Eun Oh bingung
“Aku Kaisar Langit. Dan juga gurumu.”
Kesempatan itu di gunakan Eun Oh untuk menanyakan soal menyelamatkan ibunya.
Raja langit mengingatkan soal benda yang pernah ia berikan, mungkin tak dapat menyelamatkan ibunya Eun Oh, tapi setidaknya bisa menolong dia. Eun Oh diminta memkirkan apa yang paling ibunya inginkan…
Raja langit tiba-tiba menghilang.
Dan Eun Oh pun terbangun…….
Ia terus memikirkan kata-kata raja langit.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 19
Ibu terbangun dengan mata yang galak, bisa jadi itu Moo Yeon. Joo Wal melihatnya dari luar kamar…
Trio petugas berkumpul. Mereka membicarakan soal nasib Tuan Choi yang ibarat ‘Daun gugur oleh hembusan angin musim gugur’. Bicara soal pihak, kini Trio petugas yang memilih di pihak Eun Oh tak khawatir. Mereka akan cukup lama memihak Eun Oh, karena Sersan Dol Sae sepertinya punya kans besar untuk jadi Hakim yang berikutnya. Tampan dan berkepribadian baik, membuat Dol Sae makin tenar dan ketenarannya itu hampir menyamai Hakim. Wew…
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 19
Dari mimpi dan petunjuk juga memori, Eun Oh menyimpulkan kalau tusuk rambut pemberian Guru lah yang akan bisa menyelamatkan ibunya. Eun Oh menceritakan mimpinya pada Arang, soal ia ketemu dengan Guru juga soal ia yang tak bisa menyelamatkan ibunya tapi masih bisa menyelamatkan jiwanya. Membebaskan jiwa ibu yang menderita dalam tubuh itu.
Hari sudah gelap saat Eun Oh menemui Moo Young, dan mengatakan ia sudah menetapkan hatinya untuk mengikuti rencana Moo Young.
Saat akan kembali ke kamarnya, Eun Oh melihat Joo Wal menunggunya. Joo Wal memberitahu kalau Moo Yeon sudah kembali menguasai tubuh Ibu.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 19
Esok paginya, Tuan Choi dan Guh Dul hendak di kirim ke Hanyang. “Menurut Anda apa yang membedakan manusia dengan binatang? Manusia, tergantung dari apa yang mereka perbuat kemarin,… maka akan tersusun bagaimana mereka akan hidup hari ini. Bahkan jika dosa diperbuat tanpa diketahui,orang itu harus bertanggung jawab.”
Sedang Tuan Choi? menjebak orang tak bersalah, mencabik-cabik daging mereka, dan mengambil nyawa mereka??? Bagaimana bentuk pertanggungjawabannya. Dalam hukum manusia, yang Eun Oh bisa lakukan hanyalah mengirimnya ke Pengadilan tinggi di Hanyang.
Sepanjang perjalanan, Tuan Choi terus ngedumel pada Guh Dul si bajingan yang membuat hidupnya seperti sekarang. Guh Dul sendiri berusaha tenang, ia mengaku hanya melakukan apa yang tuannya perintahkan, tak lebih. Akhirnya dua orang tuan dan pelayan ini saling menyalahkan, dan terlibat saling sindir.
Tuan Choi yang memang tak pernah Insyaf, tetap congkak walau dibawa dalam kerangkeng pesakitan. Rakyat Miryang yang benci pada Tuan Choi merusak kerangkeng dan menyeret Tuan Choi turun.Guh Dul yang sedari tadi menahan amarah pada Tuan Choi mengambil kesempatan dalam kekacauan itu untuk menarik pedang salah satu petugas dan menebaskannya ke dada Tuan Choi. Tuan Choi ambruk. Joo Wal yang kebetulan ada di sana, hanya diam melihatnya….
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 19
Eun Oh sudah bersiap pergi saat Arang datang.
“Kau akan baik-baik saja?” tanya Arang
“Memangnya aku siapa?”
“Kau harus kembali sama seperti saat kau pergi, paham?”
“Tentu. Aku akan kembali tanpa tersentuh sehelai pun rambut di tubuhku.”
Arang menggenggam tangan Eun Oh, “Harus itu…”
Eun Oh memeluk Arang sebelum pergi…
Eun Oh dan Moo Young bertemu di depan rumah Tuan Choi, Moo Yeon bisa merasakan kedatangan mereka.
Oh tidak, Kenapa Arang nyusul datang???
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 19
Eun Oh menyerang Moo Yeon, tapi ia terjungkal. Begitupula Moo Young. Eun Oh kembali mengumpulkan kekuatannya dan mendesak Moo Yeon, ia mengarahkan si tusuk rambut ke jantung Moo Yeon.
“Kau berencana menikam ibumu?” tanya Moo Yeon, ia berusaha membuat Eun Oh goyah
“Iya, Ibu…. Aku akan… Aku akan menolongmu.” Eun Oh menusukkan si tusuk rambut… lalu lebih dalam lagi…
Terlihat dua orang yang kesakitan. Ibu dalam tubuhnya, juga Moo Yeon.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 19
Eun Oh menghambur ke Ibu. Sementara Moo Yeon berlari lurus menyingkirkan Moo Young ke arah Arang.
“Sirrrreeeoooooooooooooooooo” teriak Arang.. 
~Bersambung ke episode terakhir~
Ika’s note : kalau menurut aku episode ini episode paling sedih, episode paling penuh ironi. Arang dan Eun Oh yang tidak ingin terpisahkan, walaupun harus berpisah. Joo Wal – aku paling kasihan lihat Joo Wal, mencintai orang yang seharusnya mencintai dia juga, tapi pilihan dia sendiri menolak cinta tulus itu. Lalu saat Eun Oh mimpi, dia dan Arang mempunyai keluarga bahagia dengan ibu Eun Oh yang juga sehat wal afiat mendampingi Eun Oh. Aku rasa ini yang paling miris saat tahu itu benar-benar hanya mimpi dan tak akan pernah jadi kenyataan. Huhuhu…
written by Ai Rf (Blog)
image by Ika (FB | Blog)
only posted on PelangiDrama
DON’T REPOST TO OTHER SITE OR FP!!!!!

[Sinopsis K-Drama] Arang and The Magistrate Episode 18

~Sinopsis Arang and The Magistrate Episode 18~
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 18
Gubernur dan pasukannya ‘ngontrog’ kantor kehakiman Miryang. Dengan tuduhan menyalahgunakan kekuasan untuk merencanakan penghianatan dan menghasut pemberontakan.
Tanpa perlu mencari tahu, Eun Oh tahu pasti siapa dalang di balik penjeblosannya ke dalam penjara. TUAN CHOI!…
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 18
Dugaan Eun Oh memang tak salah. Nampak Gubernur di rumah Tuan Choi. Gubernur sendiri agak bimbang, ia agak ragu dengan ‘aduan’ soal Eun Oh yang di kabarkan merongrong otoritas raja.
Tuan Choi bersumpah tuduhannya benar, ia bahkan minta Gubernur memeriksanya dengan teliti. Lalu untuk masalah Tuan Kim (Ayahnya Eun Oh), Tuan Choi meyakinkan kalau takkan ada masalah di kemudian hari, ia bahkan dengan yakin mengaku akan membuat Tuan Kim juga menerima hukuman yang sama. Tuan Choi yakin ia akan bisa balas dendam, secara Tuan Kim lah yang membuatnya lengser dari tampuk kekuasan.
Tanpa tahu sesuatu yang buruk menimpa Eun Oh, Arang menemui Moo Yeon. Ia datang untuk menanyakan apa yang dulu ibunya Eun Oh inginkan sebagai imbalan untuk membiarkan Moo Yeon menguasai tubuhnya.
Moo Yeon dengan gamblang menceritakan kalau yang diinginkan Ibunya Eun Oh adalah untuk membalas dendam pada Tuan Choi, agar Tuan Choi menghamba seumur hidup di bawah kakinya. Itu bukan hal yang berat bagi Moo Yeon, karena bagaimanapun, tanpa ibu memintapun, ia sudah menguasai Tuan Choi…
Moo Yeon jadi penasaran, jika Arang dalam posisi seperti Ibu Eun Oh (=baca=menyerahkan tubuhnya untuk di tukar dengan sesuatu), Apa yang Arang inginkan. “Apa membalas dendam pada orang yang membunuhmu? Atau perlindungan untuk seseorang yang paling berharga bagi mu?”
“Aku………………” Arang tak bisa melanjutkannya, ia tiba-tiba bangun dan segera keluar, melewati Joo Wal yang sedari tadi menunggunya di mulut gua.
Joo Wal mengejar Arang, Joo Wal mengingatkan soal perkataannya tempo hari agar Arang takkan menyerah pada dirinya sendiri walau apapun yang terjadi.
“Bagaimana bisa kau bersama wanita itu?” pertanyaan Arang ini membuat Joo Wal terhenyak. Ia hanya bisa menatap kepergian Arang.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 18
Joo Wal masuk ke dalam gua. Menemukan kalau Moo Yeon ngedumel soal Arang yang ‘susah’ ditaklukan. Tapi sepertinya ia memikirkan sesuatu, karena rencana untuk membunuh Eun Oh dibatalkan sementara. Setelah bertemu Arang barusan, Moo Yeon akhirnya tahu kenapa Joo Wal tak bisa memikat hati Arang.
Tuan Choi mengunjungi Eun Oh di penjara. Melihat Dol Sae, Tuan Choi mengejek kalau tak ada yang akan mengurus Eun Oh, apa ia perlu menyuruh seseorang merawat Eun Oh, si gadis hantu misalnya??? Kalau Eun Oh mati, sementara Arang takkan pernah mati, maka keduanya takkan bisa bersatu.
Eun Oh berusaha bersabar. Tapi begitu nama kakek juga ibunya di sebut, Eun Oh berteriak marah.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 18
Arang pulang ke kantor Hakim, ia bingung dengan banyaknya Petugas yang tak ia kenal. Dari Trio Petugas ia tahu kalau Eun Oh dipenjara oleh ulah Tuan Choi. Arang bergegas pergi ke penjara sementara Bang Wool juga menuju tempat yang sama.
Dua gadis bersedih atas keadaan masing-masing orang yang di cintainya. Eun Oh minta Arang segera pergi sebelum Tuan Choi melihatnya dan tinggal sementara di tempat Bang Wool.
Pengumuman yang menyebutkan Hakim adalah pengkhianat pun di pasang. Warga tahu pasti kalau tuduhan itu palsu, tapi mereka tak bisa berbuat apa-apa. Jika mereka protes atau melakukan sesuatu, justru hal itu akan menguatkan anggapan Hakim sebagai kepala pemberontak.
Joo Wal menerima kabar dari pelayannya soal kejadian yang menimpa Eun Oh. Ia bergegas ke kantor Hakim saat mendengar orangnya Eun Oh ikut di penjara. Padahal maksudnya si pelayan itu adalah Dol Sae, tapi Joo Wal mikirnya Arang.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 18
Tuan Choi datang. Interogasi segera di mulai, Eun Oh dan Dol Sae dengan badan terikat di gelandang. Banyak warga yang melihat. Arang juga Bang Wool nampak di sana.
Ih, geregetan ama Arang, kenapa gak pergi aja sih??
Eun Oh menolak semua tuduhan yang di berikan padanya, termasuk Tuan Kim yang dilibatkan. Di sebut-sebut Eun Oh jadi Hakim untuk menggalang kekuatan untuk menyokong rencana ayahnya.
Arang tak terima, ia berusaha maju untuk protes, Trio petugas menghalanginya. Mereka khawatir sedikit saja ada celah, justru membahayakan Eun Oh. Arang mengerti, ia mundur.
“Aku tak berniat untuk mengakui kejahatan yang tidak kulakukan. Memenjarakanku atau mengeksekusiku, silahkan saja jika aku memang bersalah atas dari kejahatan yang anda sebutkan … Aku akan senang menerima hukuman yang layak.”sahut Eun Oh lantang, ia menolak segala tuduhan yang di tujukan padanya.
Tuan Choi tak mau ada celah Eun Oh untuk lolos, ia memanfaatkan Arang. Arang di paksa mendekat ke Tuan Choi. Joo Wal yang sedari tadi hanya melihat dari kejauhan, bermaksud maju, tapi ia dihalangi Petugas.
Dengan alasan kalau Hakim bisa mengendalikan hantu, Tuan Choi ingin menjadikan Arang bukti kalau Arang bukanlah manusia, karena ia tak bisa mati. Ia sudah bersiap mengayunkan pedangnya. Warga mulai kasak-kusuk ngeri…..
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 18
“Tunggu!”. Teriakan Eun Oh menghentikan ayunan pedang Tuan Choi. Ia terpaksa mengakui segala tuduhan tadi demi untuk menyelamatkan Arang. Mata Joo Wal dan Arang berkaca-kaca untuk alasan yang berbeda….
Tuan Choi tak puas dengan pengakuan Eun Oh, ia tetap berniat melanjutkan aksinya. Untungnya Gubernur menghentikannya.
Trio petugas berkumpul bertiga setelah acara interogasi selesai. Mereka ketakutan hal buruk terjadi pada Eun Oh tak lama setelah mereka memutuskan berpihak pada Eun Oh. Mereka pun memikirkan cara untuk membantu Eun Oh. Tentu saja backing dibalas backing. Kalau Tuan Choi di backing oleh Gubernur, maka Eun Oh bisa di backing oleh ayahnya. Segera seorang utusan di kirim membawa surat ke rumah Tuan Kim, hari sudah mulai gelap saat utusan itu sampai di sana.
Dua gadis menatap bulan sepotong. “Aku tak mengerti mengapa orang punya derajat berbeda, padahal kita mendapat cahaya bulan dari langit yang sama….”
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 18
Esoknya, hukuman akan di jatuhkan, Eun Oh dan Dol Sae kembali dibawa ke hadapan Gubernur juga Tuan Choi. Tuan Choi yang mengaku tak tenang semenjak kedatangan Eun Oh, kini dengan lantang mengaku akan segera menikmati lagi hidup tenangnya….
Eun Oh menyindir Tuan Choi yang dengan gampangnya mengakhiri kehidupan seseorang dengan membungkam mereka dan menumpuk kekayaan dengan memeras perut rakyat yang kelaparan. Jadi Eun Oh mengingatkan Tuan Choi untuk bersiap menghadapi hari untuk menerima hukuman dari langit.
Tuan Choi murka, ia menendang-nendang Eun Oh, menurutnya, dialah hukum juga penguasa langit. Tak lama setelah Tuan Choi berhenti, Tuan Kim datang.
Tuan Choi menyindir Tuan Kim yang berusaha menghentikan jalannya urusan pemerintah, juga berusaha membela kepala pemberontak. Mungkinkah kalau Tuan Kim juga terlibat?
Tuan Kim sudah kesal melihat tingkah srigala tua di depannya, “Gubernur Park. Bersiaplah untuk menerima perintah kerajaan.”
“Perintah kerajaan?”
Semua terpaksa menunduk, Perintah kerajaan sama dengan Raja itu sendiri.
Perintah kerajaan itu memerintahkan Gubernur untuk membebaskan Eun Oh sekaligus memberitahu khusus di Miryang jabatan Hakim tidak akan dibatasi oleh kelas atau peringkat. Tapi berdasarkan kemampuannya.
Selain itu, laporan mengenai upaya Eun Oh untuk menghasut, tidaklah terbukti. Sebaliknya, justru Rakyat Miryang memujinya karena telah meningkatkan kehidupan mereka menjadi lebih baik.Untuk itu tuduhan terhadapnya dihapuskan.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 18
Air mata nNampak turun di wajah lelah Eun Oh, dan kebahagaiaan terpancar dari wajah yang lainnya kecuali Tuan Choi.
Setelah acara di bubarkan, Bang Wool dan Arang menanti dua pria mereka. Bang Wool langsung menghambur ke pelukan Dol Sae, sementara Arang mendekat dengan perlahan. Eun Oh memeluk Arang dalam keharuan.
Eun Oh segera memakai baju Hakimnya dan menghormat pada Ayah.
Ayah menceritakan surat perintah Raja itu turun atas bantuan para mentri lainnya, mentri-mentri yang dulu tak bisa mencegah kehancuran keluarga kakeknya Eun Oh. Detil laporan dari Eun Oh soal kejahatan Tuan Choi lah yang bisa meyakinkan mereka.
Eun Oh meyakinkan ayahnya kalau ia akan terus menggali semua kesalahan Tuan Choi dan mengabarkannya ke khalayak. Saat di tanya mengenai ibu, Eun Oh tak terus terang. Ia hanya mengatakan kalau ia akan menemukan di mana ibunya.
Ayah mengaku menyesal karena membiarkan Eun Oh menerka-nerka apa yang sebenarnya terjadi pada ibunya, ia beralasan karena terlalu mengkhawatirkan Eun Oh.
Sementara itu, Arang memikirkan Eun Oh yang punya ayah, ibu, juga Dol Sae. Punya kantor di Miryang, juga punya rumah di Kimhae. Pokoknya, Eun Oh punya hidupnya sendiri. Oh tidak, Arang mulai memikirkan pertanyaan Moo Yeon.
Sementara itu tubuh ibu yang dipakai Moo Yeon bergetar, ia nampak kesakitan. Kulit pungung tangannya nampak mengerut. Moo Yeon menyebut nama Moo Young. Yang di sebut, tak lama muncul. Moo Yeon mendekatinya dan meminta tolong. Moo Young hanya diam, lalu pergi….
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 18
Langkah pertama Eun Oh setelah kembali memangku jabatannya adalah menangkap Tuan Choi. Sebelum pergi, ia menyapa Trio petugas yang kini benar-benar jadi petugas.
Prajurit Tuan Choi cukup banyak, sehingga terlihat banyak perkelahian dengan Petugas kehakiman di halaman rumahnya.
Guh Dul segera berlari ke kamar Tuan Choi dan memberitahu kedatangan Hakim. Ia mengajak Tuan Choi pergi, tapi Tuan Choi malah membentaknya mengatakan Guh Dul itu hama. Ia menyebut telah memberi Guh Dul makan juga menyelamatkan hidupnya, jadi kini Guh Dul harus membayarnya dengan cara menghentikan Hakim dan para prajuritnya. Tuan Choi nampak sibuk mengumpulkan emas-emasnya.
Joo Wal juga di beritahu oleh pelayannya. Joo Wal segera ikut pergi menyelamatkan diri dengan pelayannya itu.
Seluruh prajuritnya Tuan Choi, termasuk Guh Dul, berhasil di lumpuhkan. Mereka di giring ke kantor Hakim.
Tuan Choi sudah mengumpulan emasnya ke dalam peti, ia bersiap pergi, namun Eun Oh muncul. Tuan Choi menjatuhkan petinya saking kagetnya. Tuan Choi ditangkap atas tuduhan berlapis, pembunuhan Nenek pengasuh, punya tentara pribadi yang dilarang oleh hukum, juga tuduhan atas pengeksplotasian warga Miryang dengan menjadi rentenir berbunga tinggi.
Seluruh isi gudang Tuan Choi termasuk senjata juga bahan makanan, disita dan dipindahkan ke kantor Hakim. Untuk makanan, langsung di bagikan kepada warga tak mampu.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 18
Dua penguasa langit melihat semua kejadian.
“Keinginan tidak selalu buruk. Jika kau menggunakannya dengan salah, itulah yang terjadi. Kadang, keinginan dapat jadi kekuatan untuk menggerakkan dunia. Jika semua manusia memiliki penilaian yang baik dan berkepala dingin seperti itu, dewa seperti kita tidak akan pernah menderita sakit kepala….”
Joo Wal kembali pulang, ia masuk kamar Tuan Choi dan melihatnya berantakan. Nampak peti emasnya tergelak dengan beberapa isinya yang menghambur. Hm, kenapa gak disita sama Eun Oh juga ya?
Joo Wal kaget saat ternyata Eun Oh kini ada berada di belakangnya. Tapi tujuan Eun Oh mencari Joo Wal hanya untuk tahu bagaimana ibunya bisa berubah menjadi makhluk itu. Eun Oh memohon…
Joo Wal tak menjawab pertanyaan Eun Oh, ia justru memberitahu kalau Arang menemui Moo Yeon. Eun Oh kaget. Joo Wal mengingatkan soal Moo Yeon yang mengincar tubuh Arang, track recordnya adalah ia tak pernah melepaskan targetnya. “Aku tidak tahu apa yang Nona Arang pikirkan. Tapi pastikan dia tidak akan menyerah pada dirinya sendiri karena kau…..”
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 18
Eun Oh segera pulang, kebetulan ia berpapasan dengan Arang di halaman kantor. Eun Oh segera mengkonfirmasi info dari Joo Wal.
Segera setelah mereka di ruangan Eun Oh, Eun Oh memberondongnya dengan pertanyaan-pertanyaan… Arang tak mengelak, bagaimanapun menurutnya ini langkah yang pas. Jika ia masuk Surga, ia tak akan ingat Eun Oh. Sebaliknya jika ia masuk Neraka, Eun Oh takkan bisa mengingat Arang. Lagipula ia ingin melakukan satu hal untuk Eun Oh. Menyelamatkan ibunya Eun Oh.
Eun Oh melarang Arang, “Apa kau sadar kau membuatku terlihat seperti pengecut? Apa kau pikir itu apa yang ku inginkan?” Eun Oh marah pada rencana Arang. Ia memilih pergi.
Malam itu di habiskan Arang dengan melamun, sementara Eun Oh minum-minum sambil menangis.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 18
Arang lalu terlihat membuat surat, yang ternyata di tujukan pada Joo Wal. Entah apa isinya, yang pasti Joo Wal meremas surat itu, ia terlihat marah…
Kemudian Arang Nampak sibuk memasak. Arang, KAU SIBUUUK SEKALI #nyanyi ala Sinchan#.
Arang menyediakan makanan untuk Eun Oh. Melihat Eun Oh yang enggan makan dan masih terlihat marah, Arang memberitahu kalau ia akan mendengar apa yang Eun Oh bilang. Lagipula yang tadi itu anggap saja kalau Arang sedang berpikir bodoh…
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 18
Sementara itu. Dol Sae nampak akur dengan Trio petugas. Mereka minum bersama. Dol Sae berterima kasih karena mereka berinisiatif mengirim surat pada Tuan Kim. Sebagai traktiran, Dol Sae  memperkenalkan makanan baru kreasinya, daging di bungkus kimchi yang rasanya langsung disukai oleh Trio petugas.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 18
Hari masih pagi saat Arang pergi dari kantor Hakim. Ia sempat membetulkan letak sepatu Eun Oh sebeum pergi. Nampak wajah Arang menahan tangis. Sekali lagi ia menoleh ke belakang.
Arang mendatangi Bang Wool. Arang ke sana ternyata untuk menitipkan surat buat Eun Oh. “Aku tahu aku telah mengganggumu. Memintamu melakukan ini dan itu. Bang Wool, kau orang yang baik. Aku bahkan masih meminta kebaikanmu sampai akhir…..”
Seperginya Arang, Bang Wool masih mencerna kalimat Arang. “Terakhir?”. Bang Wool yang sadar ada yang tak biasa pada Arang pun segera menemui Eun Oh, memberikan surat itu.
Eun Oh segera membuka surat itu,
“Hakim, Seseorang pernah berkata ketika ia bangun dari mimpi menjadi kupu-kupu dia tidak yakin apakah dia adalah kupu-kupu atau kupu-kupu adalah dia… Saat aku bersamamu, aku juga merasakan hal yang sama. Aku hampir lupa apakah aku hantu yang menjadi manusia, atau manusia yang menjadi hantu…….. Waktu berlalu seolah-olah itu adalah mimpi. Hari-hari yang kulewati sebagai manusia, berisi perasaan sedih dan bahagia. Aku bahagia karena ternyata aku berharga untukmu, terima kasih untuk membuatku hidup dengan perasaan berharga. Sama seperti angin dingin yang menghapus tempat di mana bulan tumbuh gelap, tempat di mana aku pernah berada juga akan hilang……. Tapi, aku tidak akan memintamu untuk melupakan aku. Tolong ingatlah nama Arang…Hakim, aku mencintaimu…”
Eun Oh segera melesat mencari Arang. Walau ia sendiri tak tahu ke mana Arang sebenarnya…
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 18
Ternyata surat untuk Joo Wal juga berisi pemberitahuan kalau Arang akan menemui Moo Yeon, dan permintaan agar Joo Wal mau mengantarnya.
“Apa kau benar-benar akan pergi?” tanya Joo Wal berusaha mengubah tekad Arang.
“Jika kau tak mau mengantarku, aku akan pergi ke sana sendiri”
Mata Joo Wal mulai berkaca-kaca, “Nonaku, kau begitu kejam padaku. Bagaimana bisa kau tak mempertimbangkan perasaan dalam hatiku?”
Arang tetap tak mau mundur, ia memaksa pergi sendiri, Joo Wal menarik Arang hingga Arang menubruk Joo Wal.
Seketika kelebatan masa lalu muncul. Joo Wal ingat tentang Lee Seo Rim yang menubruknya demi melindunginya dari tikaman Ibunya Eun Oh….
Makin melelehlah air mata Joo Wal. Arang melepaskan diri, ia langsung berlari ke tempat tujuannya.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 18
Moo Yeon tersenyum, ia bisa merasakan kedatangan Arang. Nampak Arang berjalan menuju gua dengan tekad yang sudah bulat.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 18
Sementara itu, Eun Oh sudah masuk ke hutan, masih terus berlari mencari Arang…………….
~Bersambung~
written by Ai Rf (Blog)
image by Ika (FB | Blog)
only posted on PelangiDrama
DON’T REPOST TO OTHER SITE OR FP!!!

[Sinopsis K-Drama] Arang and The Magistrate Episode 17

~Sinopsis  Arang and The Magistrate Episode 17~
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 17
Moo Yeon tetap berusaha menyentuh Arang, Eun Oh segera membuka kipasnya. Moo Yeon yang mengenali kipas itu milik Raja surga, mundur ketakutan. Tapi ternyata kipas itu tak berpengaruh pada Moo Yeon. Ia memastikan kalau ia takkan pernah mengembalikan tubuh Ibunya Eun Oh, kecuali di tukar dengan satu hal, TUBUHnya ARANG!.
Moo Yeon menusukkan tusuk rambutnya pada kipas Eun Oh, hilanglah kekuatan kipas itu. Ia kemudian bermaksud menusukkannya lagi pada Eun Oh, tapi Arang maju melidungi Eun Oh. Arang yang tertusuk.
Aw, kenapa Arang mesti di tusuk saat melindungi lelaki-lelaki yang di cintainya??
Moo Yeon minta Eun Oh pergi untuk menyembuhkan Arang, ia tertawa sambil berjalan masuk ke pondoknya.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 17
Eun Oh segera membopong Arang pulang, dan meletakkannya di kamarnya. Eun Oh minta Arang istirahat dan tak memikirkan perkataan tadi (soal menukar tubuh).
Tapi Arang punya hal yang ingin ia beritahukan, yang baru saja diingatnya saat melihat wanita tadi. Sambil menangis Arang memberitahu kalau yang menusuknya dulu adalah ibunya Eun Oh.
Eun Oh terperangah, ia kembali ke kamarnya dengan terhuyung. Eun Oh terjatuh dan menangis. Menangisi semua harapannya untuk ibunya yang tak terwujud, alih-alih masih hidup dan dalam keadaan baik, Eun Oh harus menerima kenyataan bahwa ibunyalah yang membunuh wanita yang kini dicintainya, juga telah merelakan tubuhnya untuk di pakai si ‘makhluk’.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 17
Tak hanya Eun Oh yang menangis hari itu, tapi juga Joo Wal. Joo Wal menangis ketakutan karena tiba-tiba semua ingatannya tentang pembunuhan yang ia lakukan pada gadis-gadis korban kembali muncul. Air matanya masih bercucuran saat pelayan mengetuk kamarnya. Si pelayan datang untuk memberitahu kalau ‘nyonya’ memanggilnya.
Arang sudah kembali sehat, ia mengganti pakaiannya. Nampak bekas darah dari lukanya menempel di bantal dan kasurnya. Ia lalu ke kamarnya Lee Seo Rim.
Arang terus berpikir, memang ibunya Eun Oh yang menusuknya, tapi ia tahu itu tidaklah di sengaja. Arang galau, apa yang ia temukan sudah final atau belum? Ia ingat pesan Raja Surga, lonceng akan berbunyi hanya jika orang yang membunuhnya mati.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 17
Eun Oh Oh menemukan Arang di kamar Lee Seo Rim, ia dengan jujur mengakui kalau ia tengah galau. Apa ia harus meminta maaf mewakili ibunya, atau bersumpah akan mengirim Arang ke surga dengan membalaskan dendam Arang, atau harus memohon pada Arang untuk memaafkan ibunya?
Arang minta Eun Oh jangan galau, masih ada waktu sampai malam purnama di tambah Raja Surga takkan semudah itu memudahkan menyelesaikan semua. Jadi Arang yakin pasti ada kebenaran yang masih harus mereka pecahkan.”Jadi, jangan khawatir. Kau harus memikirkan dulu cara untuk menyelamatkan ibumu”.
Sepertinya Eun Oh setuju, ia akan mulai dari Joo Wal, karena berdasarkan ingatan Arang, Joo Wal ada di tempat yang sama dengan Ibunya Eun Oh.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 17
Eun Oh terpaksa menyelinap dengan melompati pagar, karena rumah Tuan Choi kini di lengkapi penjaga. Eun Oh masuk ke kamar Joo Wal, tak ada Joo Wal di sana, ia malah menemukan sketsa Arang yang memakai baju prajurit. Eun Oh membawa gambar itu —-pasti Eun Oh cemburu, secara dia kan ga bisa gambar, heee
Eun Oh terus menyelidik, ia kaget dengan banyaknya penjaga, di tambah gudang senjata!. Eun Oh tak sengaja terkurung di gudang senjata saat sedang menyelidikinya. Sayangnya ia menyenggol sesuatu hingga para penjaga itu mendengarnya. Usaha Eun Oh untuk sembunyi sia-sia. Kini ia harus menghadapi mereka. Eun Oh terkena sabetan di lengan atasnya. Untungnya ia bisa mengalahkan 3 penjaga yang mengepungnya itu dan kabur sebelum ketahuan oleh yang lain.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 17
Arang menemui Bang Wool. Bang Wool kaget mendengar ‘makhluk’ yang hidup berpindah dari satu tubuh ke tubuh lain. Ia mengerti kenapa tempo hari Eun Oh menanyakan hal yang sama. Apa sebenarnya Makhluk itu?
Arang mengaku tak tahu, tapi makhluk itu adalah seorang gadis yang sangat cantik. Karena Bang Wool mengaku tak tahu cara mengeluarkan si gadis dari badannya ibunya Eun Oh, Arang minta tolong agar Bang Wool menanyakannya pada nenek leluhurnya yang ke 9.
Bang Wool dengan terpaksa akhirnya menyanggupi, tapi syaratnya mereka harus berdiri di atas atap, ckckck. Arang memegang pakaian yang pernah di pakai si nenek dengan tangan kirinya, sementara yang kanan di taruh di pinggang. Lalu menghadap ke utara dan mengucapkan mantra keras-keras.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 17
Cara itu berhasil, si nenek akhirnya datang. Nenek minta agar Bang Wool jangan sering memanggilnya, ini saja ia datang dengan diam-diam. Karena Bang Wool tak bisa mendengar suara nenek, ia bingung, “Apa yang dia katakan?”
Arang baru membuka mulut hendak menjawab saat nenek menanyainya, kenapa ia di panggil. Arang menanyakan apa bisa menarik jiwa lain dari tubuh seseorang.
Sebelum menjawab pertanyaan Arang, nenek menebak kalau gadis yang bertanya itu adalah Arang. Ternyata di Dunia lain Arang itu terkenal, bahkan banyak di antara mereka yang taruhan. Taruhan apa Arang akan nasuk Surga atau Neraka gitu??
“Apa yang dia katakan?” Lagi-lagi Bang Wool bertanya.
Arang hendak menjawab, tapi lagi-lagi nenek memotongnya, “Jadi, kau ingin pergi ke surga?” Nenek bercerita kalau surga itu tempat yang menyenangkan. Tapi ada hal yang pasti harus di lalui orang yang mau masuk Surga, “kau harus meninggalkan semua kenangan masa lalumu” Jadi Arang takkan ingat apapun dari kehidupan ini. Begitu pula jika mesti ke neraka, apalagi neraka terdalam, kenangan akan hancur begitu juga keberadaan orang yang masuk neraka itu takkan ada dalam kenangan orang lain.
“Apa yang dia katakan?” Ketiga kalinya Bang Wool bertanya, kali ini nenek menjawabnya dengan pukulan di kepala. Bang Wool langsung bangkit setelah terjengkang, “Kenapa kau memukulku?”
“Untuk membuka telingamu, Kenapa?”
“Mengapa kau memukulku begitu keras?” Kekesalan Bang Wool berubah jadi kebahagian, ia kini bisa mendengar suara nenek.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 17
Balik lagi ke pertanyaan Arang, apa bisa si ‘makhluk’ dikeluarkan dari tubuh orang yang di masukinya? Nenek menjawab tak tahu pasti, tapi jika ada kemauan keras dari jiwa yang pertama, maka jiwa yang kedua bisa dipisahkan, lalu setelah di pisahkan, ia harus segera di tusuk dengan belatinya Raja Langit. Tapi, bukan sembarang orang yang dapat melakukan penusukan.
Nenek segera pergi setelah mengingatkan hal yang pertama Arang lakukan adalah mencari hal yang Ibunya hakim paling hargai.
Bang Wool berteriak berterimakasih atas bantuan neneknya…
Joo Wal bertanya kenapa ingatannya tentang pembunuhan-pembunuhan yang ia lakukan tiba-tiba muncul. Moo Yeon mengaku itu karena kekuatannya lemah. Tapi ada satu hal yang bisa menghakhiri semuanya, Arang!. Setelah Moo Yeon mendapatkan tubuh Arang, semuanya akan berakhir (= semua kenangan pembunuhan yang dilakukan Joo Wal akan hilang selamanya). Kalau tidak, Joo Wal mesti hidup dengan ingata ingatan pembunuhan-pembunuhan itu dan hidup sebagai pembunuh.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 17
Air mata mengalir di pipi Joo Wal. Ia melangkah gontai ke arah pintu, kemudian menatap cincinnya, “Apakah ini … harga dosa-dosa ku?”. Joo Wal sepertinya sudah mengambil keputusan ia kembali duduk di hadapan Moo Yeon, “Apa yang harus aku lakukan?”
“Singkirkan Kim Eun Oh”. Karena Eun Oh lah jiwa ibunya kini terus berontak, padahal setiap ia berontak, setiap itu pula kekuatan Moo Yeon melemah.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 17
Arang sedang memikirkan hal yang paling Ibunya Eun Oh inginkan, saat Eun Oh datang dalam keadaan terluka. Arang bingung harus melakukan apa, tapi ia juga di larang untuk memberitahu Dol Sae. Eun Oh menyuruhnya mengambil sesuatu untuk membungkus luka itu dari kamarnya.
Arang membuka-buka lemari Eun Oh, ia menemukan kipas yang bolong akibat tusuk konde Moo Yeon sebelum menemukan kain pembungkus luka.
Arang termangu ngeri melihat luka Eun Oh, ia bingung harus melakukan apa. Eun Oh menyuruhnya membebat luka itu. Selama Arang membebat luka Eun Oh, ia tahu kalau Eun Oh sedang menatapnya. “Apa yang kau pikirkan?” Eun Oh mengaku kalau ia sangat berterima kasih pada Arang. Banyak hal yang terjadi tiba-tiba, Arang, ibunya, dan tempat itu (=baca= Eun Oh jadi hakim). Arang terdiam, ia menatap Eun Oh.
Eun Oh terbiasa dengan hidup tanpa peduli orang lain. Makanya itu ia sangat marah karena di anugerahi dapat melihat dan mendengar hantu (=bisa melihat dan mendengar hantu berarti akan ada banyak hantu yang datang untuk minta tolong).
Berkat Arang, kini Eun Oh bisa ber~empati pada orang lain, bisa mengerti rasa sakit yang di rasakan ibunya, juga bisa mengerti rasa sakit orang lain. Selain itu, ia juga sadar kalau ia dalam posisi bisa membantu mereka.
“Tidak, harusnya aku yang berterima kasih” sahut Arang yang kini melanjutkan membebat tangan Eun Oh. Eun Oh justru sudah melakukan banyak hal untuknya, padahal sebaliknya Arang tidak, walau itu hanya segelas air madu. Arang juga mengaku salah karena menyangka kalau Eun Oh takkan mampu menanggung perpisahan setelah memberikan segenap hatinya.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 17
Padahal menurut Bang Wool, cinta itu sendirilah yang akan menjadi kekuatan untuk bertahan. Salah sangkanya itu yang membuat Arang menjauh dari perasaannya Eun Oh, dan pura-pura tidak menyadarinya.
“Aku tidak bisa berbagi kehangatan denganmu, atau tinggal bersamamu untuk waktu yang lama, atau hidup sebagai pasangan menikah yang bahagia seperti orang lain. Yang bisa aku lakukan adalah membantumu memakaikan pakaianmu…. Aku mungkin akan kehilangan semua kenangan tentangmu saat aku meninggalkan dunia ini …” Arang akhirnya mengucapkan kata pamungkas, “Aku mencintaimu”.
Arang yang sedari tadi lebih banyak tertunduk, kini pamit untuk ke kamarnya. Eun Oh sendiri masih terpaku mendengar pengakuan cinta dari Arang. Ia menahan tangan Arang dan menariknya. Memberi ciuman yang di sertai derai air mata…..
Joo Wal tampak berpikir keras, ia membuat keputusan untuk melakukan yang Moo Yeon inginkan, tapi setelah itu ia akan melakukan apa yang ia inginkan = Membawa Arang pada Moo Yeon dan menghapus kenangan menyakitkannya Joo Wal, lalu setelahnya Joo Wal yang akan menghapus Moo Yeon.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 17
Paginya Arang mengetuk pintu Eun Oh, dan minta ijin untuk masuk. Eun Oh heran, tidak biasanya Arang begitu, biasanya masuk mah masuk aja…
Arang senyum malu-malu. Ia ke sana untuk menyampaikan hal yang belum sempat ia beritahukan kemarin, info dari nenek buyutnya Bang Wool. Mereka harus mencari hal yang paling di inginkan oleh Ibunya Eun Oh, agar jiwa ibunya Eun Oh menguat. Setelah itu si ‘Makhluk’ dapat ditarik keluar lalu harus ditikam dengan belati milik Raja Surga.
Arang juga mengutarakan niatnya untuk menemui Joo Wal, untuk bertanya mengapa ia ada di sana malam itu dan menanyakan hubungannya dengan ibunya Eun Oh. Eun Oh melarang, ia yang harus melakukan itu. Arang keukeuh, ini juga bagian dari ‘kebenaran’ yang harus ia cari.
Eun Oh memberitahu pada Dol Sae mengenai keadaan ibunya sekarang. Ia minta Dol Sae membawa pasukan untuk ‘menjemput paksa’ makhluk itu.
Sayangnya Dol Sae hanya menemukan pondok kosong, karena Moo Yeon sendiri sedang dipindahkan oleh Joo Wal ke sebuah gua batu.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 17
Joo Wal pulang dan menemukan Arang menunggunya. Awalnya Joo Wal seperti hendak menolak, tapi ia kemudian bersedia menjawab. “Dia adalah bidadari… Di dunia ini, dia bisa hidup dengan menggunakan tubuh orang lain. Dia hanya bisa masuk ke tubuh yang pemiliknya mengijinkannya. Makhluk itu memberi apapun yang di inginkan si pemilik tubuh, dengan imbalannya tubuhnya.”
“Lalu, apa yang ibu hakim inginkan?”
Joo Wal mengaku tak tahu, hanya sebatas itulah yang ia tahu.
“Kalau begitu aku akan menemuinya sendiri dan bertanya padanya.”
“Nona…” Joo Wal berusaha mencegah.
Tuan Choi murka saat tahu yang menyelinap ke rumahnya kemarin di pastikan Eun Oh si Hakim. Ia pun segera menyuruh penjaganya untuk mengeluarkan Guh Dul dari dalam penjara.
Guh Dul berhasil dibawa kabur. Tuan Choi memerintahkannya untuk bersembunyi di suatu tempat. Pada saatnya dibutuhkan, ia akan memanggil Guh Dul kembali.
Paginya Eun Oh mendapat laporan ganda, pertama soal Guh Dul yang lari, lalu yang kedua seorang pria yang datang memohon minta Hakim menyelamatkan anaknya. Anaknya hanya bocah berumur 8 tahun yang diambil untuk di jadikan budak karena ayahnya tak bisa bayar hutang pada tuan Choi.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 17
Para warga takut-takut melihat Prajurit Tuan Choi yang memaksa membawa anak di maksud. Si anak berhasil kabur setelah menggigit orang yang memeganginya. Para Prajurit itu mengejar si bocah. Si bocah berpapasan dengan rombongan Eun Oh. Eun Oh memangkunya.
Setelah memberikan si anak pada ibunya, Eun Oh membawa mereka pergi. Prajurit tuan Choi tak terima, mereka melawan tapi kalah jumlah.
Keluarga si bocah berkongtow mengucapkan terima kasih pada Eun Oh. Dari mereka Eun Oh tahu kalau kejadian itu sudah sering terjadi, karena mereka tak bisa membayar hutang pada Tuan Choi.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 17
Tuan Choi lagi-lagi murka dengan kelakuan Eun Oh. Tapi ia punya rencana tersembunyi untuk menjatuhkan Eun Oh….
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 17
Setelah kejadia itu, warga mulai berduyun-duyun mendatangi kantor hakim untuk minta pertolongan. Eun Oh pun mulai populer, beberapa anak kecil mengambar figur Eun Oh di dinding seorang warga…
Duo petugas masih galau, apa mereka harus terus memilih tuan Choi atau ikut Hyung Bang yang sudah memilih Hakim?
Arang masih menunggu Joo Wal untuk mengijinkannya bertemu Moo Yeon.
“Mengapa kau melakukan ini?” tanya Joo Wal heran, kenapa Arang bisa keukeuh
“Aku harus bertemu dengannya dan bertanya sesuatu. Tolong bawa aku padanya”
“Apa kau bertindak sejauh ini untuk Hakim tersebut?”
Arang tak menjawab, tapi sepertinya Joo Wal tahu jawabannya. Ia menyanggupi membawa Arang ke sana.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 17
Eun Oh memutuskan untuk membuat jabatan Dol Sae resmi, sebagai sersan. Dol Sae kini memakai seragam yang menurutku bagus.
Eun Oh mengumpulkan semuanya dan memberitahu tentang posisi baru Dol Sae. Walau Dol Sae aslinya adalah pelayannya Eun Oh, tapi kinerjanya sangat bagus. Hal itu juga berlaku untuk yang lain. Barang siapa yang melakukan hal yang seharusnya, orang itu akan di anggap unggul dan akan mendapat jabatan penting di kantor.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 17
Dol Sae mendatangi rumah Bang Wool untuk pamer seragam barunya. Tapi Bang Wool mengaku lebih suka Dol Sae yang biasa daripada Dol Sae yang sekarang. Bang Wool kaget, beberapa hantu sedang memperhatikannya, err tepatnya mengincarnya. Padahal kan barusan ada insiden ia dan Dol Sae berpelukan??
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 17
Moo Young tahu kalau ia butuh bantuan Eun Oh untuk mengeluarkan Moo Yeon dari tubuhnya Ibunya Eun Oh. Raja neraka muncul memberitahukan Moo Young kini sudah di perbolehkan ke dunia manusia, karena masa percobaannya telah dicabut.
Dan kerja Moo Young yang pertama adalah menangkap hantu-hantu yang kini sedang mengganggu Bang Wool. Sambil memegangi Dol Sae yang pingsan setelah di pukul hantu, Bang Wool menatap Moo Young, mungkinkah ia malaikat mautnya Arang?
Moo Young menemui Eun Oh, ia memberitahu cara untuk menyelamatkan ibunya Eun Oh. Ia juga memberitahu perihal roh yang merasuki Ibunya Eun Oh, Moo Yeon, adiknya. “Kita tidak bisa memaksanya keluar dari tubuh ibumu. Dia harus keluar dari tubuh sendiri.”
“Bagaimana kita melakukan itu?”
“Kau sudah tahu caranya…”
“Apa? Maksudmu untuk memberikan tubuh Arang ? aku tidak bisa melakukan itu”
“Kupikir tujuanmu adalah untuk menyelamatkan ibumu. Kau dan aku harus bekerja sama. Dengan cara itu kau bisa menyelamatkan ibumu … dan aku dapat menyelamatkan adikku.”
Eun marah, “Berhenti mengatakan hanya Aranglah satu-satunya cara untuk menyelamatkan ibuku…Temukan cara yang lain, baru kau datang. Aku pasti akan membantumu sebanyak kau mau!”
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 17
Moo Yeon menerawang ke masa lalunya. Dulu ia adalah manusia yang pernah juga merasakan cinta. Flashback,
Moo Young dan Moo Yeon bersama di padang bunga. Mo Yeon memetik bunga, sementara Moo Young hanya tersenyum memperhatikannya. Sayangnya mereka tak bisa bersatu…
Lalu keduanya kembali bereinkarnasi sebagai saudara kandung, meskipun waktu berubah dan nama berubah, tapi Moo Yeon masih mencintainya. 
Lalu saat keduanya bertemu lagi sebagai malaikat kematian dan bidadari surga, Moo Yeon ternyata masih terus mencintainya. Ternyata Moo Yeon tak mau tiggal di langit, karena di sana mereka tidak diperbolehkan memiliki cinta. Ia sudah minta Moo Young turun ke dunia, tapi ia menolak…
Flashback end
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 17
Joo Wal dan Arang sudah di depan mulut gua. Setelah mengucapkan terima kasih, Arang bermaksud langsung masuk, tapi Joo Wal menahannya. Joo Wal galau, padahal ia telah memutuskan untuk mengikuti keinginan Moo Yeon. “Jangan dengarkan apa yang wanita itu bilang” Hanya itu pesan yang di sampaikan Joo Wal.
Kantor hakim kedatangan banyak tamu. Tamu itu adalah prajurit kiriman Gubernur. Mereka datang untuk menangkap Eun Oh juga Dol Sae…
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 17
Sementara itu, Arang sudah bertatapan muka dengan Moo Yeon…….. 
~Bersambung~
written by Ai Rf (Blog)
image by Ika (FB | Blog)
only posted on PelangiDrama
DON’T REPOST TO OTER SITE OR FP!!!!

[Sinopsis K-Drama] Arang and The Magistrate Episode 16

~Sinopsis Arang and The Magistrate Episode 16~
Arang kaget karena kilasan kenangannya barusan bertempat di rumah di Gunung terabaikan….
“Apa Joo Wal membawa Ibunya Hakim ke sana?”tanyanya pada dirinya sendiri.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 16
Eun Oh menunggu Arang di depan kamarnya, ia merasa bersalah dan sempat tidak berani cerita karena kemungkinan kematian Arang ada hubungannya dengan ibunya. Tapi kini ia sudah membulatkan tekad untuk menceritakannya.
Arang akhirnya pulang, tapi pikirannya bertanya-tanya mengapa Lee Seo Rim bisa bersama Joo Wal di Pondok kosong itu? Arang menatap kamar Eun Oh.
Eun Oh yang barusan dari kamar Arang melihat Arang, “Dari mana kau larut malam begini?”
Keduanya kini di kamar Uun Oh, mereka akhirnya bicara, mengeluarkan temuannya masing-masing. Eun Oh yang duluan cerita.
“Benarkah? Dia benar-benar ibumu?” Arang kaget mendengar cerita Eun Oh. Bagaimana bisa hal seperti terjadi?
Eun Oh mengaku belum tahu, tapi yang pasti ia harus menemukan ibunya sebelum membereskan semua masalah. Eun Oh mendesah mendengar cerita Arang, ia masih tidak percaya kalau gurunya itu adalah Raja langit. Ia pikir ucapan malaikat maut hanya omong kosong.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 16
Arang mulai mengambil kesimpulan; “semua hal yang kita alami sekarang sepertinya bukanlah kebetulan. Orang yang mengajarkanmu cara untuk menyingkirkan hantu adalah Raja Langit, dan orang yang mengirimku kembali ke dunia sebagai manusia adalah Raja langit. Lalu yang menjadikan kita bersama adalah tusuk rambutnya Raja Langit……. Sepertinya, tujuanku untuk menemukan kebenaran kematianku, dan tujuanmu untuk menemukan ibumu, semua adalah bagian dari Rencana Raja langit” Tapi yang Arang belum faham adalah mengapa dia melakukan itu? Apapun alasannya, Arang yakin akan menemukannya…
Arang menutup pembicaraan malam itu dengan minta tolong agar Eun Oh mencari pembunuh nenek pengasuhnya..
Eun Oh mengantar Arang ke kamarnya, ia minta Arang tak usah khawatir soal Nenek pengasuh.
Tapi ternyata Arang tak cerita semua, kilatan ingatannya soal Ibunya Eun Oh dan Joo Wal, tidak Arang ceritakan. Arang bermaksud mengingatnya lebih jelas sebelum memberitahu Eun Oh.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 16
Paginya Eun Oh memerintahkan prajurit kehakiman mencari mayat si nenek. Nampak si Hyung Bang lah yang peduli. Akhirnya dari Trio petugas menyebalkan itu, ada satu yang sudah menentukan pilihan, pilihan untuk berpihak pada Eun Oh.
“Apa yang dia lakukan? Itu pekerjaanku…” seru Hyung Bang kesal karena Dol Sae yang kini memimpin para Prajurit itu. Ia pun segera bertindak menyuruh ini dan itu, tapi tak ada yang mendengarnya. “Apa kau tidak dengar?” serunya marah karena di –cuekkin.
“Siapa kau?” tanya si prajurit bingung.
“Aku petugas Hyung Bang. Apa kau tidak mengenalku?” Haha, kasian, makanya kalo punya kerjaan, kerjain sebaik-baiknya.
Dol Sae  menepuk pundak hyung Bang, mungkin ia berusaha menghiburnya. Tiba-tiba terdengar teriakan pemberitahuan sudah ada yang menemukannya. Dol Sae segera meminta Hyung Bang untuk memanggil hakim.
Yes sir!” jawabnya refleks, #eh? Hyung Bang bingung, harusnya tidak seperti itu.
Nenek bukanlah orang asing baik itu bagi Eun Oh maupun bagi Dol Sae, jelas mereka sedih. Karena itu Eun Oh tak mengijinkan Arang melihat jasad nenek. Arang jadi teringat saat ia jadi hantu, Eun Oh pernah juga melarangnya untuk melihat jasadnya sendiri. Mungkinkah Arang merasa Eun Oh peduli padanya sudah sejak lama?
Arang tetap memaksa melihat nenek, air matanya terjatuh. “Kau pasti kedinginan…”
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 16
Eun Oh mendekat, ia minta Arang mencari tag identitas yang disebut nenek, Arang menemukannya. Sebelum pergi, Eun Oh minta Dol Sae membereskan semuanya dan membawanya ke kantor.
Setelah turun gunung, hal yang pertama yang Dol Sae lakukan adalah menangkap Pelayannya Tuan Choi, Guh Dul. Warga terlihat lega melihat Gul Duh ditangkap, mereka bisa merasakan bahwa mereka memang punya seorang hakim.
Sebaliknya Tuan Choi murka.
Setelah mengantar kepergian Putri nenek yang datang membawa bayinya, keduanya kini mengobrol. Arang mengaku baru menyadari kesedihan mendalam nenek pengasuh saat melihat mayatnya dulu, ia baru bisa merasakannya kini saat ia melihat jasad si nenek. Arang sedih karena baru menyadari ada orang lain yang ternyata menangis untuknya. Andai ia tahu dari sebelumnya, ia akan lebih mudah mengetahui tentangnya dan Joo Wal = bertanya langsung pada nenek.
Eun Oh menghibur, itu sudah rencananya Raja langit. Bisa saja kalau Arang menemukannya lebih cepat, Arang pasti sudah jatuh cinta padanya. Seperti Lee Seo Rim dulu.
“Mungkin itu yang akan terjadi” sahut Arang tanpa pikir panjang.
“Apa? mungkin itu yang akan terjadi?” hehe, Eun Oh gampang kepancing cemburunya.
Pembicaraan beralih topik pada Tuan Choi. Kenapa Tuan Choi penasaran dengan identitas Arang, juga apa Joo Wal sebenarnya tahu apa yang terjadi?
Dalam hatinya Arang menjawab pertanyaan Eun Oh, “Joo Wal? Tidak mungkin. Tak mungkin Lee Seo Rim mencintai orang yang seperti itu. Pasti ada alasan yang lain…”
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 16
Sementara itu, Joo Wal memikirkan pertanyaan Arang yang ingin tahu apa Joo Wal tidak penasaran dengan kematian Lee Seo Rim. Ia pun segera menemui Moo Yeon untuk tahu jawabannya. Ia ingin tahu apa ia juga yang telah membunuh Lee Seo Rim? Moo Yeon mengiyakan. Saat itu Lee Seo Rim mengikuti Joo Wal ke Pondok kosong dan melihat semuanya. Karena itulah ia harus mati.
Selama ini Joo Wal tak ingat apapun soal pembunuhan yang dilakukannya, itu karena Moo Yeon yang menghapus ingatan itu. Itu Moo Yeon lakukan atas permintaan Joo Wal sendiri agar Joo Wal bisa terus hidup normal,
Flashback
Pada suatu malam setelah untuk yang kesekian Joo Wal membunuh gadis korbannya, ia menggigil ketakutan. Moo Yeon datang menawarkan untuk menghapus ingatan Joo Wal. Ia meletakkan tangannya di kepala Joo Wal..
Flashback end
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 16
“Lee Seo Rim… mengapa dia ada di sana? “
“Bagaimana aku bisa tahu? Tanyakan padanya saat kau bertemu dengannya lagi” sahut Moo Yeon dingin. Joo Wal pergi dengan tanpa kesadaran penuh. Ia mengabaikan pelayannya yang sedari tadi menunggunya di luar. Ternyata Moo Yeon sengaja tak memberitahu kalau Arang itu adalah Lee Seo Rim.
Raja Surga mengakui kalau ia tak bisa memprediksi segala sesuatu. Salah satunya adalah Ibunya Eun Oh yang ternyata begitu kuat hingga bisa membantu melemahkan kekuatan Moo Yeon..
“Btw, Moo Young masih dalam masa percobaan kan?” tanya Raja Neraka menyelidik.
Kita tak tahu jawaban Raja Surga, karena sekarang adegan memperlihatkan Moo Young yang masih galau soal Moo Yeon.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 16
Flashback
“Oraboenni”
“ Jangan panggil aku itu” Hubungan sebagai manusia terputus saat mereka jadi mahluk langit.
“Oraboenni….Apa kau menyukai tempat ini? Bolak-balik sungai styx untuk membawa orang mati selama setiap hari, kau menyukainya?”
“Mengapa kau membenci tempat ini?”
“Mereka mengatakan ‘jangan punya apapun!’ Apa salahnya ingin memiliki sesuatu? “ Ternyata Moo Yeon ingin kembali jadi manusia karena di Surga, keinginan dan ambisi tidak di perkenankan.
Flashback End
“Kehidupan yang kau mau di dunia manusia, apakah kehidupanmu sekarang yang seperti Monster?” Moo Young mendesah.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 16
Arang bertekad menemukan kembali ingatannya, ia akan mencoba kembali datang ke Gunung terabaikan dengan harapan ada ingatannya yang akan kembali. Ia bengong saat Joo Wal sudah ada di sana. Joo Wal juga datang ke tempat itu karena Lee Seo Rim. Ia ingin mengingat Lee Seo Rim yang katanya mencintainya.
Keduanya terlihat kaku. Arang yang berusaha menyelidik, sebaliknya Joo Wal berusaha menghindar. Joo Wal pamit, tapi pertanyaan Arang menghentikannya, “Saat Lee Seo Rim meninggal, apa kau ada di sana?”
Nafas Joo Wal memburu, ia tak menjawab pertanyaan itu dan memilih pergi…
Arang melangkah dengan gontai dan mulai menangis…
Ayahnya Eun Oh yaitu Tuan Kim, datang. Trio petugas heboh menyambutnya.
Kedatangan tuan Kim karena penasaran pada surat Eun Oh yang menanyakan soal Tuan Choi. Akhirnya meluncurlah kisah masa lalu Eun Oh. Kakeknya Eun Oh adalah wakil perdana mentri. Pada saat itu, ada banyak keluhan tentang Tuan Choi, hakim pada saat itu.
Jadi, kakeknya Eun Oh mencoba menghukum Tuan Choi atas kejahatannya. Tapi sebelum dijatuhi hukuman, Tuan Choi menciptakan skenario konspirasi dimana kakek Eun Oh dilibatkan. Semua keluarga terbunuh, hanya Ibunya Eun Oh yang selamat.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 16
“Eun Oh, kau harus memahami ibumu. Mungkin sulit baginya walau hanya melihatmu. Bisa jadi penyesalan karena telah mengabaikan anaknya yang membuat ibumu memutuskan pergi. Dia membawa semua beban penyesalan yang menyakitkan dan menghilang….”
Sebelum pergi, Tuan Kim berpesan; “Mengurus negara ini, sama seperti mengurus rakyat. Kau harus berdiri di sisi mereka dan mendengarkan cerita mereka…….. Jangan lupa ini”
“Aku takkan melupakannya”.
“Jika sesuatu terjadi, kirimkan segera surat padaku… aku akan membantumu…”
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 16
Saat keluar dari gerbang, Tuan Kim bertanya di dalam hatinya, “Apa kau benar-benar datang ke sini? Apa kau datang ke sini untuk mencoba membunuhnya?”
Malamnya, Eun Oh memikirkan ibunya. Sementara Arang masuk ke kamar Lee Seo Rim. Ia bicara pada Lee Seo Rim dengan melihat wajahnya sendiri di cermin, “Lee Seo Rim, mengapa mencari orang yang membunuhmu lalu hampir menemukan kebenarannya, mengapa begitu menyakitkan?” memikirkan ia bisa masuk ke Surga dengan syarat harus membunuh pembunuhnya begitu menyakitkan, jadi Arang bertanya, “apa itu juga yang kau inginkan, Lee Seo Rim?”
Eun Oh datang, ia heran melihat Arang gelap-gelapan di kamar Lee Seo Rim. Walau Arang menghapus air matanya, Eun Oh menyadarinya. Ia bertanya kenapa, tapi melihat Arang yang kelihatan enggan bercerita, Eun Oh mencoba mengerti. Jangan cerita kalau memang tak mau cerita. “Aku tak tahu apa yang mengganggu pikiranmu, tapi sampai tiba saatnya kau pergi ke surga, jangan lupa bahwa aku selalu di sampingmu..”
Paginya Eun Oh datang ke tempat orang yang mau buka mulut soal Tuan Choi. Dari orang itu, ia tahu kalau ibunya 3 tahun yang lalu memang datang ke rumah Tuan Choi untuk bekerja sebagai tukang masak. Ibu bekerja di dapur selama beberapa hari. Tapi kemudian karena ketahuan mencoba meracuni mangkuk sup Tuan Choi, ia di tangkap dan menghilang setelahnya. Hal itu aneh karena biasanya Tuan Choi takkan pernah membiarkan hal seperti itu.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 16
Sesampainya di kantor, Eun Oh minta Dol Sae untuk mencari tahu soal budak tenaga kerja, dimana banyak orang yang bukan budak tapi di paksa jadi budak tenaga kerja.
Sesudahnya, beberapa penduduk berani mengadukan masalah mereka pada Eun Oh. Mereka yakin kalau Eun Oh akan membantu mereka. Semua masalah terjadi karena kekejaman Tuan Choi.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 16
Tuan Choi marah besar, saat Lee Bang datang memberitahu masalah Prajurit baru yang kini di latih Dol Sae, soal di tangkapnya Gul Duh karena membunuh nenek pengasuh, juga para penduduk yang selalu datang ingin bertemu hakim.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 16
Dol Sae heran saat melihat Hyung Bang akhir-akhir ini sering dekat dengan Hakim, ia curiga dan mengingatkan agar Hyung Bang tak mengganggu Hakim.
Hyung Bang justru meyakinkan Dol Sae kalau ia kini memihak hakim, “Aku memilih tuan hakim, karena ia adalah Tipeku”
“Apa? Tipe?” Dol Sae salah sangka, ia pikir Hyung Bang suka dengan Hakim, “Dulu hantu sekarang Pria?”
Lee Bang dan temannya mendatangi Gul Duh untuk menyampaikan pesan Tuan Choi. Sia-sia harapan Gul Duh berharap Tuan Choi mengeluarkannya dari penjara. “Apa kau ingin hidup tebal tapi pendek atau ingin hidup tipis tapi panjang?” = baca = Tutup Mulut!! Tuan Choi yang mulai kretar-ketir pada Eun Oh, segera menyuruh salah satu prajuritnya mengirim surat pada Gubernur Kyungseong.
Bang Wool kesal pada leluhurnya yang hanya memberikan kemampuan setengah-setengah. Ia merajuk, “Ambil lagi saja!”
Roh ibu juga leluhurnya sedang makan dari meja sesembahan, mereka bergosip soal Dol Sae. Tapi yang dilihat Bang Wool adalah mereka makan daging dengan di bungkus kimchi. Bagaimana mereka tahu? Apakah mereka melihatnya bersama Dol Sae? Bang Wool menangkupkan muka menahan malu.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 16
Eun Oh memberitahu Arang info terbaru soal ibunya. Ibu yang datang ke rumah Tuan Choi dan di tangkap karena hendak meracuninya. Entah bagaimana caranya, Ibu kemudian tinggal di rumah ‘makhluk’ itu. Yang mulai mereka pikirkan adalah, apa hubungan Tuan Choi dengan si ‘Makhluk?’. Eun Oh menghubungkan info dalam pikirannya, ia menarik kesimpulan kalau ‘Makhluk’ itu sudah ada bahkan sebelum Tuan Choi datang. Jadi bisa jadi Tuan Choilah yang kini memindahkan ‘makhluk’ itu.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 16
Para hantu yang dulu katanya mau membantu Eun Oh, muncul kembali. Mereka mengaku takut dekat rumah Tuan Choi karena iblis keluar masuk rumah itu. Kini mereka kembali karena kabarnya para Iblis sudah tak ada. “Tentu saja, tidak ada karena aku!”
Pantas ada rumor tentang Eun Oh di antara para hantu. Apa itu? “Hakim lebih menakutkan daripada hantu”.
Haha, Eun Oh mingkem. Ia minta empat hantu itu untuk kembali mengawasi rumah Tuan Choi.
Tugas itu membuahkan hasil, dua hantu mengikuti pelayan Joo Wal yang pergi membawakan makanan ke pondok di tengah hutan. Mereka ketakutan setelah melihat pondok itu.
Keduanya merajuk pada Eun Oh yang membohongi soal tak ada lagi iblis. Buktinya ada yang menakutkan, yang memiliki energi yang kuat, hantu seperti mereka tidak berani mendekat. Eun Oh tahu, itu yang ia cari.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 16
Moo Yeon keluar dari persembunyiannya karena bisa merasakan kehadiran Arang. Arang dari awal berdiri di belakang Eun Oh sesuai perintah Eun Oh. Ceritanya Arang maksa ikut dengan alasan waktu tersisa untuk mereka bersama-sama makin sedikit. Moo Yeon tersenyum, ia menyapa Arang.
Arang ingat kalau wanita ini adalah wanita dari rumah Tuan Choi yang mengaku sebagai bibinya Joo Wal, “Bibinya Joo Wal?”
Eun Oh kaget mendengar Arang. Gantian ia yang disapa. Moo Yeon mendekati Eun Oh dengan berpura-pura tidak mengenali anaknya sendiri karena lama tak jumpa.
Moo Yeon mendekati Eun Oh, tapi matanya tak lepas dari Arang. Ingatan Arang tiba-tiba ada yang muncul.
Flashback
Ada orang lain lagi. Seorang nyonya berpakaian bagus menghampiri Joo Wal dan Ibunya Eun Oh. Ia melangkah tertatih.

Sesuatu yang gelap tiba-tiba berpindah dari si Nyonya ke Ibunya Eun Oh. Si Nyonya ambruk. Ibu Eun Oh sepertinya berubah pikiran, ia berusaha berontak dan mencoba membunuh dirinya sendiri dengan belati yang ia rebut dari Joo Wal. Joo Wal menahannya, belati itu terjatuh. Ibu Eun Oh kembali mengambil belatinya, ia mengancam Joo Wal yang berusaha mendekat. Terjadi pergolakan hebat dalam rangka mengakuisisi tubuh. Antara Ibunya Eun Oh dengan Moo Yeon. Ibu yang saat itu dalam posisi lebih kuat, kembali mengancam Joo Wal yang mendekat, ia yang merasa terdesak akhirnya berniat menikam Joo Wal, tapi yang tertikam bukanlah Joo Wal, melainkan Lee Seo Rim.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 16
Lee Seo Rim yang ambruk masih sempat memanggil Joo Wal, sebelum ia benar-benar terpejam. Moo Yeon akhirnya bisa menguasai badannya Ibu. Lee Seo Rim lalu di letakkan di meja persembahan. Moo Yeon tak ingin hantu gadis di depannya menceritakan soal apa yang di lihatnya barusan, ia pun menghilangkan ingatannya Lee Seo Rim. Moo Yeon pergi dan berpesan agar Joo Wal mengurusnya. Joo Wal memindahkan jasad Lee Seo Rim, terdengar suara sesuatu yang jatuh, tusuk rambut ibunya Eun Oh.
Flashback End…
Pantas saja Arang jadi hantu tanpa ingat siapa dirinya..
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 16
Air mata Arang mulai menggenang, tangan Moo Yeon dalam tubuh ibu berniat menyentuh wajah Arang, Eun Oh menghentikannya………..
~Bersambung~
written by  Ai Rf (Blog)
image by Ika (FB | Blog)
only posted on PelangiDrama
DON’T REPOST TO OTHER SITE OR FP!!!