[Sinopsis] Drama Athena Episode 20 Final

Son Hyuk memerintahkan kepada anak buahnya untuk mengatur mesin penghitung waktu otomatis. Sementara itu disisi lain tepatnya di tangga terlihat Jae Hee mulai berjalan mengendap-endap mendekat ke arah Son Hyuk dan Son Hyuk sama sekali tidak menyadarinya.
Jae Hee bersembunyi di balik pilar. Saat melihat anak buah Son Hyuk, Jae Hee dengan cepat menembaknya. Semua sontak berbalik dan mengarahkan senjata kepada Jae Hee.

“Menjauh dari komputer,” ucap Jae Hee tegas dan menatap tajam Son Hyuk.Son Hyuk tertawa menyeringai dan perlahan-lahan maju ke arah Jae Hee. “Jangan bergerak!” teriak Jae Hee.
“Kau benar-benar sulit didekati, mengingat hubungan di masa lalu, aku ingin membiarkanmu hidup. Apa kau begitu ingin masuk ke dalam neraka? Kalaupun kau ingin melakukannya, juga tidak akan merubah segalanya, aku datang kemari tidak untuk keluar hidup-hidup, tapi untuk mati” ucap Son Hyuk tegas.
Son Hyuk kemudian berbalik dan memerintahkan anak buahnya untuk memencet tombol pemicu. “Jangan bergerak, kau akan mati!” teriak Jae Hee pada anak buah Son Hyuk yang memegang kendali kontrol.

“Lanjutkan!” perintah Son Hyuk. Baru saja anak buah Son Hyuk ingin memencet tombol pemicu, sebuah peluru bersarang di dadanya. Son Hyuk mendorong Jae Hee hingga terjatuh, namun Jae Hee lebih pintar. Jae Hee membawa lari komputer (kalau menurutku lebih tepatnya laptop) dan dengan cepat menuruni tangga. Anak buah Son Hyuk yang lain ingin menembak Jae Hee namun Son Hyuk menahan mereka.

Son Hyuk dengan tangannya sendiri menembak Jae Hee tepat di bahunya. Jae Hee tetap berlari menuruni tangga dan tidak memperdulikan darah yang terus mengalir dari bahunya.
Son Hyuk terus mengikuti Jae Hee yang mulai berjalan terseok-seok dan kembali meluncurkan sebuah timah panas tepat di kaki Jae Hee.

Dengan sisa-sisa kekuatan yang dimilikinya, Jae Hee berhasil sampai di lantai dasar, namun sebuah peluru kembali menancap di bahunya. Kali ini Andy yang turun tangan dan menembak Jae Hee dari lantai dua. Jae Hee terkulai lemah di lantai dengan tangannya yang memegang erat komputer.

“Serahkan komputer itu,” ucap Son Hyuk. Son Hyuk tersenyum tipis dan menyangka kalau Jae Hee sudah menyerah. Saat Son Hyuk ingin memungut komputer yang tergeletak di lantai, Jae Hee dengan cepat menembak komputer tersebut. Son Hyuk jelas terkejut. Tiba-tiba anak buah Son Hyuk datang dan mengatakan kalau dia akan mengambil alih peluncuran dengan menggunakan alat manual.

“Kau tidak akan berhasil” ucap Jae Hee dan tersenyum mengejek. Son Hyuk membalas senyuman Jae Hee dengan senyuman licik dan bersiap menembak Jae Hee hingga mati.

Ki soo datang tepat pada waktunya dan menggagalkan tindakan Son Hyuk. Son Hyuk segera memberi isyarat kepada anak buahnya untuk meninggalkan tempat ini sekarang juga. Son Hyuk memberitahukan kepada anak buahnya yang sudah berada di alat pengontrol manual untuk bersiap-siap sementara dirinya dan yang lainnya akan mencoba mengalihkan perhatian NTS.
Ki soo mendekat ke arah tubuh Jae Hee yang terkulai lemas.

“Jae Hee!” teriak Jung Woo yang baru saja masuk dari pintu. “Jae Hee sadarlah” teriak Jung Woo dan mengangkat tubuh Jae Hee “Panggil tim medis!” teriak Jung Woo lagi.
Jae Hee menangis dan tersenyum dipangkuan Jung Woo “Kau tidak boleh mati, kau tidak boleh mati,” ucap Jung Woo.

“Kau berencana untuk seperti ini terus,” kata Jae Hee lirih dan menutup matanya.
“Jae Hee, Jae Hee, bertahanlah” panggil Jung Woo. Jae Hee kembali membuka matanya.

Sementara itu di markas NTS, Direktur menanyakan pada agen analisis apa posisi rudal sudah ditemukan.
“Sudah,” jawab agen analisis.
“Kalau begitu kirim agen kesana dan tanyakan bagaimana keadaan Jae Hee” tambah direktur.

Joon Ho sampai di lokasi kejadian. Joon Ho melihat Jae Hee terbaring lemah di atas kasur yang sudah disiapkan tim medis. “Sunbae, kau baik-baik saja?” panggil Joon Ho ketika mendekat. Jae Hee tidak menjawab “Sunbae, ini aku Joon Ho, Sunbae” panggil Joon Ho dan menggerak-gerakkan tubuh Jae Hee. Tetap tidak ada reaksi dari Jae Hee. Joon Ho melihat ke arah tim medis untuk meminta penjelasan apa yang sebenarnya terjadi pada Jae Hee, namun tim medis hanya terdiam. Joon Ho melihat ke tim medis yang lain dan akhirnya menemukan jawabannya “Dia sudah meninggal”.

Joon Ho tidak percaya dengan apa yang didengarnya. Jae Hee selama ini yang dikenalnya adalah orang yang kuat dan tegar. “Sunbae, bangunlah!” teriak Joon Ho histeris “Aku adalah Joon Ho, buka matamu dan lihatlah aku, sebentar saja. Aku mohon, bukalah matamu Unnie…” tambah Joon Ho dan mulai menangis (Omooooo, nggak kuat ngeliatnya. Aku juga sampai menangis melihat adegan ini).

“Bukankah kau akan menungguku? Unnie, buka matamu.” Jae Hee tetap terdiam dan sama sekali tidak menjawab panggilan Joon Ho. Selamat tinggal Jae Hee……(Dewi Rf).

Para agen lapangan NTS mulai menyergap tempat persembunyian Son Hyuk. Baku tembak pun tidak bisa dihindari antara kubu Son Hyuk dan NTS.

Sementara itu di luar gedung, baku tembak pun terjadi. Satu persatu korban mulai berjatuhan dari kubu Son Hyuk dan NTS. Salju yang tadinya putih akhirnya terkotori dengan darah-darah korban yang tidak berdosa.Anak buah Son Hyuk yang berada di luar gedung sudah tidak berdaya. Kepala Hong memerintahkan kepada penembak jitu untuk masuk.

Namun naas, salah seorang anak buah Son Hyuk yang sedari tadi berjaga dibalik pilar memencet tombol pemicu Bom dan akibatnya NTS harus kembali kehilangan beberapa penembak jitunya.
Sementara itu baku tembak di dalam gedung masih terus berjalan dan baku tembak di luar gedung yang sempat terhenti kembali terjadi lagi.

Asisten direktur memberitahukan kepada Direktur kalau tenaga tambahan sudah dikirimkan ke lokasi.

Jung Woo melihat para penembak jitu mulai mengangkat jasad teman mereka yang sudah tidak bernyawa lagi. Jung Woo mengambil salah satu senjata dari tangan penembak jitu dan ikut membantu Kapten Hong.


Anak buah Son Hyuk yang sekarang memegang kendali manual memberitahukan kepada Son Hyuk kalau persiapan sudah selesai melalui alat penghubung. Dia sama sekali tidak menyadari kehadiran Jung Woo yang bersiap-siap menggagalkan rencananya.
Setelah melaporkan persiapan yang sudah selesai, dia baru menyadari kehadiran Jung Woo tepat di dihadapannya.
“Jangan lakukan itu!” teriak Jung Woo saat anak buah Son Hyuk ingin memencet tombol. Jung Woo terpaksa menembaknya hingga berulang kali hingga mati.

Son Hyuk mencoba menghubungi anak buahnya “Apa yang terjadi, jawab aku” ucap Son Hyuk “Sudah berakhir, sudah kukatakan, kau pasti akan mati di tanganku, tunggu aku, aku pasti akan menemukanmu,” ucap Jung Woo yang mengambil alih alat penghubung antara Son Hyuk dan anak buahnya.


Son Hyuk kesal karena rencananya lagi-lagi digagalkan oleh Jung Woo. Son Hyuk dengan emosi mulai menembaki anggota NTS yang tersisa dengan membabi buta. Son Hyuk bahkan tidak memperdulikan panggilan Andy yang mengatakan untuk meninggalkan tempat ini sekarang juga. Anak buahnya menarik Son Hyuk dengan paksa tepat disaat Ki soo datang dan menembak anak buah Son Hyuk yang masih tersisa.

Ki soo mulai menelusuri tempat yang baru saja dilewati Son Hyuk, namun hasilnya nihil. Son Hyuk berhasil meloloskan diri. Ki soo melaporkan kepada Jung Woo kalau Son Hyuk berhasil meloloskan diri lagi. Ki soo terlihat sedih dan kesal, karena lagi-lagi tidak bisa menangkap Son Hyuk, padahal alasannya untuk tinggal lebih lama di Korea selatan adalah untuk membalas dendam atas kematian Hyungnya.


Jung Woo melihat jenazah Jae Hee untuk yang terakhir kalinya sebelum dibawa ke dalam ambulans, sementara itu Joon Ho yang berdiri disamping jenazah Jae Hee tidak kuasa membendung air matanya. Jung Woo menatap Jae Hee yang sudah terbujur kaku, perlahan-lahan Jung Woo menutup kain putih ke wajah Jae Hee.

Direktur menelepon Jung Woo dan menanyakan Son Hyuk.
“Sedang dalam pengejaran,” jawab Jung Woo berusaha tegar
“Tidak peduli apapun, Son Hyuk harus tertangkap!” perintah Direktur. “Bagaimana keadaan Jae Hee?” tanya Dr.Kwon lagi. Jung Woo melihat jenazah Jae Hee mulai dimasukkan ke mobil ambulans.
“Han Jae Hee sudah meninggal” ucap Jung Woo. Direktur dan para agen terkejut mendengarnya. Direktur lagi-lagi harus kehilangan agen berbakat seperti Jae Hee. (kasihan Jae Hee padahal dia simpai keramat keluarganya -orang terakhir dalam keluarga-, tetapi Ia juga harus pergi menyusul keluarga yang lain lebih cepat 😦 — ooppie rf)
Joon Ho ikut masuk ke mobil ambulans, Joon Ho berusaha menahan air matanya agar tidak tumpah lagi, namun tetap tidak bisa.

Jung Woo kembali ke TKP dan bertemu dengan Kapten Hong. Kapten Hong memberitahukan kepada Jung Woo kalau Son Hyuk berhasil melarikan diri. Jung Woo memutuskan berjalan sendirian. Ingatannya kembali melayang saat dirinya pertama kali bertemu dengan Jae Hee setelah Ayah Jae Hee melarang mereka untuk bersama. Saat Jae Hee membantunya meloloskan diri dan senyuman terakhir dari Jae Hee sebelum meninggal. Hal itu membuat dadanya terasa sesak.

Direktur meletakkan bunga mawar putih di makam Jae Hee. Setelah itu Direktur kembali menggelar rapat bersama para agen lapangan yang tersisa. Direktur menanyakan tentang mobil yang mereka temukan.

“Kami sudah memeriksanya dan tidak ada hal yang mencurigakan,” ucap Kepala Oh.
“Sepertinya memang tidak ada rudal, ini hanya akal-akalan Son Hyuk untuk menjebak kita,” ucap Jung Woo.
“Kami sudah menutup perbatasan dan jalan untuk Son Hyuk melarikan diri ke luar negeri,” ucap asisten Direktur.

“Dalam waktu dekat ini tidak mungkin Son Hyuk akan melakukan perlawanan” tambah Joon Ho. Direktur tidak setuju dengan pendapat Joon Ho “Dia pasti sedang merencanakan sesuatu, tidak perduli apapun yang terjadi harus menangkapnya.”

Jung Woo menemui Hye in dan menanyakan pendapatnya tentang Son Hyuk. “Dia berharap ada orang yang bisa menghalanginya dan itu adalah aku,” ucap Hye in.

Oh So Kyung mentraktir ibu dan adiknya makan bersama. Hari ini bertepatan dengan ulang tahun ibu Oh So kyung.
“Bukannya kau tidak enak badan, kenapa masih ingin mengajak kami keluar,” ucap ibu Oh So kyung.
“Tidak apa-apa Omma,” ucap Oh So kyung dan tersenyum.
“Tahun depan, aku berharap bisa memiliki menantu, sekarang aku tidak pemilih lagi, asalkan dia orang yang baik” tambah Ibu Oh So kyung.
“Ibu ini benar-benar, aku juga tidak akan mencari sembarangan” ucap Oh So kyung cemberut. “Aku akan membawakan yang terbaik untukmu, tunggulah sebentar lagi,” tambah Oh So kyung dan memeluk ibunya dengan manja.
“apakah masih ada pria baik yang ingin menikah dengan wanita yang tidak pernah berpacaran,” ledek adik Oh So kyung. Mereka kemudian masuk ke dalam mobil.
Oh So kyung menelepon anak buahnya di NTS untuk mengabarkan kalau dirinya sedikit terlambat karena makan bersama dengan ibu dan adiknya.

Oh So Kyung sangat terkejut saat sebuah mobil tiba-tiba menghadangnya. “Ahhhh” teriak Oh So kyung, ibu dan adiknya bersamaan pada saat Oh So kyung mengerem mobil mendadak. Beberapa orang pria turun dari mobil tersebut.

Oh So kyung yang memang notabene anggota NTS, mengetahui kalau dirinya, ibu dan adiknya berada dalam bahaya dengan cepat memundurkan mobil. Namun sayang sebuah mobil lain datang dan menyergapnya. Para pria tersebut mendekat dan mengacungkan pistol kepada Oh So kyung dan keluarganya yang ketakutan di dalam mobil.

“Ada apa? Apa seseorang mengirim sinyal darurat?” tanya Asisten Direktur saat mendengar kabar dari agen analisis.
“Ya, Kepala Oh So Kyung mengirim sinyal darurat. Sebelumnya dia memberitahukan kalau dirinya akan terlambat datang,” jawab salah satu agen wanita.
“Suruh Joon Ho ke lokasi sekarang!” perintah asisten Direktur.

Oh So kyung dibawa ke sebuah gudang tua. “Tidak perlu khawatir, keluargamu aman” ucap salah satu dari pria tersebut yang tidak lain adalah anggota Athena dan merupakan anak buah Son Hyuk.
“Apa Son Hyuk yang mengirim kalian?” tanya Oh So Kyung dengan tangan terikat.
“Kau hebat sekali, kalau begitu kami akan langsung ke intinya saja, asal kau melakukan sesuai perintah, keluargamu akan baik-baik saja,” jawab pria tersebut.
“Apa yang kalian inginkan?” tanya Oh So kyung ketakutan.
“Sederhana saja, sambungkan server NTS dan matikan sensor keamanan di luar tembok gedung NTS”.
Sementara itu di tempat lain terlihat Son Hyuk dan anak buahnya yang lain mulai menjalankan rencana mereka.
“Meskipun sensor luar dimatikan, kalian juga tidak bisa melewati pintu keamanan,” ucap Oh So kyung berusaha berkelit
“Kami bisa mengurusnya sendiri, kau hanya perlu melakukannya sesuai perintah” jawab Pria tersebut.
“Aku tidak bisa melakukannya,” ucap Oh So kyung tegas. Tiba-tiba pria tersebut mengacungkan pistol ke arah Oh So kyung. Oh So kyung menutup mata dan pasrah jika dirinya nanti ditembak.
Pria tersebut tidak jadi menembak Oh So kyung dan perlahan-lahan menurunkan pistolnya. Dia mempunyai cara lain agar Oh So Kyung mau mendengarkan perintahnya.
“Seret kemari!” teriak Pria tersebut pada temannya. Oh So kyung perlahan-lahan membuka matanya dan sangat terkejut saat melihat adiknya diseret ke arahnya.
“Min Juu, kau baik-baik saja?” teriak Oh So kyung panik.
“Unnie, apa yang terjadi?” tanya Min Juu sambil menangis.
“Apa yang kalian lakukan?” tanya Oh So kyung pada pria tersebut. Pria tersebut tidak menjawab dan malah memberikan isyarat kepada temannya untuk menembak kaki adik Oh So kyung.
“Arggghhhhh” teriak Oh So kyung ketakutan dan Min juu yang kesakitan.
“Selanjutnya adalah kepala, tembak” perintah Pria tersebut kepada temannya. Oh So kyung jelas terkejut, rasa terkejutnya karena adiknya ditembak belum reda sekarang ditambah mereka ingin menembak kepala adiknya.
”Berhenti, hentikan, aku akan melakukannya” teriak Oh So kyung histeris.

Son Hyuk, Andy dan anak buahnya menunggu hingga lampu sensor dimatikan. Beberapa menit kemudian lampu sensor mati. Son Hyuk dan anak buahnya kembali bergerak dan mulai berpacu dengan waktu.

Sebuah mobil putih terlihat berhenti di lokasi kejadian tempat Oh So kyung dan keluarganya ditangkap. Joon Ho turun dari mobil dan disusul Tae hyun. Mereka mulai memeriksa TKP.
“Lihat bekas roda, Kepala Oh So kyung pasti mengerem mendadak disini” ucap Tae hyun mulai mengungkapkan analisanya
“Lalu kenapa mobil Kepala Oh bisa berada disini?” tanya Joon Ho dan mulai melihat ke sekeliling.

Tae hyun memeriksa tanah bekas roda mobil Oh So kyung. “Pasti dia melihat sesuatu dan mengerem mendadak, lalu saat dia memutar balik mobil terjadi sesuatu di belakang sehingga mobil terhenti di sini.”
“Tidak ada CCTV di daerah sini. Bahkan tidak ada kendaraan yang terekam dan dalam tempat yang luas ini tiba-tiba menginjak rem lalu berbalik, seharusnya ada sesuatu yang terjadi. Itu alasan yang dia lakukan”
Tae Hyun mengangguk, “Tidak ada yang membahayakan dan tidak terlibat dalam kecelakaan. Tidak ada bekas kerusakan, dalam mobil kondisinya baik”
“Kepala Oh pasti dalam keadaan bahaya,” kata Tae Hyun. Joon Ho menyetujui. Ia kemudian menghubungi NTS.

“Ini aku Kim Joon Ho. Sesuatu terjadi pada Kepala Oh,” lapor Joon Ho.
“Apa maksudnya?” tanya direktur. Anggota lain juga ikut mendengarkan dengan raut wajah penasaran.
“Setelah mengobservasi tempat kejadian, kemungkinan terbesar Ia diculik”
“Joon Ho, coba temukan jika ada saksi di tempat kejadian lalu cari petunjuk lainnya”
“Baiklah”
Direktur memanggil Lee Jung Woo dan memerintahkannya untuk ke tempat kejadian.

Son Hyuk dan anak buahnya sedang bersiap-siap melakukan penyerbuan. Seorang anak buahnya menghubungi penculik Kepala Oh untuk memulai langkah selanjutnya. Penculik itu mengiyakan kemudian sambungan telepon tertutup.

“Mulai menghentikan kerja NTS,” katanya pada ketua Wu. Ketua Wu menatap penculik itu, “Cepat!” Ketua Wu tidak melakukan apa-apa hanya menangis, penculiknya membentak untuk cepat. Ketua Wu melakukan perintah itu.

Anak buah Son Hyuk mendapat laporan bahwa penghentian kerja NTS sudah selesai. Son Hyuk memerintahkannya menyiapkan bom EMP (itu bom yang bisa mematikan seluruh alat elektronik -ooppie Rf). Bom EMP di set selama 20 detik, selesai mengaktifkan bom EMP. Son Hyuk dan anak buahnya berlari menjauh .

Semua sistem dan listrik di NTS padam. Para staf yang ada di pusat kendali NTS terkejut. Hye In yang sedang sendiri di ruangan para agen juga tak mengerti tiba-tiba listrik padam. Jung Woo yang hendak pergi, tiba-tiba mobilnya tak bisa keluar karena pintu gerbang menutup dan mobilnya juga tiba-tiba mati.
“Ada apa?” tanya asisten direktur.
“Semua sistem terhenti”
Jung Woo mencoba menyalakan mobilnya lagi, tetapi tidak ada tanda-tanda mau menyala. Ia menghubungi markas tetapi handsetnya tidak berfungsi.
“Ini pasti karenyanya -Son Hyuk-“
Jung Woo dan rekannya berbalik menuju markas dengan menggunakan penerangan senter.

Son Hyuk dan anak buahnya segera memasuki markas NTS. Hye In curiga dengan apa yang terjadi. Ia meninggalkan ruangan agen.

Penculik Ketua Wu mendapatkan laporan bahwa mereka berhasil masuk. Ia kemudian hendak menyusul. Ketua Wu menghentikannya dan meminta agar keluarganya dibebaskan. Saat Ia memohon, Ia melihat Tae Hyun sedang menghabisi anak buah penculiknya di pintu masuk.

Penculiknya hendak berbalik menuju arah Tae Hyun berada dengan segara Ketua Wu berteriak minta tolong untuk mengalihkan perhatian. Penculiknya kesal dan menodongkan pistol pada Ketua Tim. Ia hendak melepaskan pelatuk pistol. Ketika tiba-tiba Tae Hyun berhasil menembak tangan penculiknya. Joon Ho datang melindung Tae Hyun yang hendak ditembak anak buah penculik. Terjadi pertarungan. (Mereka berdua keren banget pas disini. Sepertinya ooppie mulai kesengsem ama mereka berdua. Muhahaha -ooppie Rf-)

Joon Ho menolong ketua Wu.
“Sekarang NTS sedang diserang,” kata Ketua Wu. “Cepat kembali!”
“Baiklah”
“Adik perempuanku tertembak”
“Aku sudah menelpon ambulans, mereka akan segera datang,” kata Tae Hyun.
Joon Ho berdiri, “Aku akan kembali ke NTS. Tolong jaga Kepala Oh.” Tae Hyun mengangguk.

Para anggota Athena mulai memasuki NTS. Mereka memasang handset di telinganya. Sebelumnya handset itu diletakkan di sebuah tempat yang sepertinya tahan akan pengaruh bom EMP.
“Bersihkan SRT terlebih dahulu!” perintah Son Hyuk setelah semua persiapan mereka selesai. “Ikuti aku” Beberapa orang mengikuti Son Hyuk dan sisanya menyebar. Ada agen yang mencoba menghentikan gerakan mereka. Tetapi Son Hyuk langsung menembaki mereka tanpa menghentikan langkahnya. Mereka memasukkan bom asap ke dalam kamar-kamar yang berjejer dan menembaki secara membabi buta di dalam kamar itu untuk memastikan apakah ada ruang lebih baik.
Direktur berlari keluar dari ruangannya menuju pusat kendali NTS.
“Apa yang terjadi?” tanyanya.
“Sistem gagal dan komunikasi juga terganggu,” jawab seorang staf.
“Semua alat elektronik tiba-tiba terhenti. Ini pasti karena serangan bom EMP,” lapor asisten direktur.
“Telah terjadi pertarungan di dalam. Kami tidak bisa mengetahui identitas penembak yang menyerbu,” kata staf lain.
“Yang bukan agen lapangan pergilah ke ruangan yang aman. Ini darurat. Persiapkan semuanya untuk bertarung!” perintah direktur.
Asisten direktur mengiyakan.

Direktur masuk lagi ke ruangannya dan mengambil pistol.

Jung Woo dan rekannya sampai di depan lift jalan masuk menuju kendali NTS. Tetapi lift tidak terbuka karena mesin lift juga mati.
“Ini pasti karena bom EMP. Tidak ada tempat lain yang mencurigakan,” kata teman Jung Woo sambil melihat sekeliling.
Jung Woo mencoba membuka pintu lift dibantu oleh temannya. Setelah pintu lift terbuka Jung Woo mencari tangga dan mulai menapakinya.

Son Hyuk sudah sampai di markas NTS. Baku tembak terjadi karena disitulah banyak agen yang berjaga-jaga. Athena menembak dengan membabi buta.
“Jangan tinggalkan seorang pun. Bunuh mereka semua!” perintah Son Hyuk.

Direktur datang ke pusat kendali NTS.
“Apa yang terjadi? Mengapa semua agen bukan lapangan masih belum pergi?” Direktur menghampiri seseorang, “Ketua Tim Jiang, kau bertanggungjawab membawa mereka ketempat yang aman.”
“Baiklah”
“Jika kalian tetap tinggal maka untuk bertarung”

Tiba-tiba tempat itu sudah ditembaki oleh para Athena. Para agen berlindung di bawah meja. Direktur menembak mengenai salah satu anggota Athena. “Cepat mundur!” perintahnya. Para agen berusaha lari menghindar. Namun ada satu agen yang terkena tembakan. Agen perempuan yang melihatnya segera mendekati agen yang tertembak, Ia pun juga ikut tertembak. Direktur dan asisten keluar paling akhir untuk melindungi agen yang mundur.

Hye In berjalan di koridor markas NTS. Ia melihat orang-orang yang terbunuh. Ia berlari pergi.
Jung Woo membuka pintu lift yang menghubungkan dengan markas utama NTS. Ia berjalan tanpa suara dan melihat orang yang terbunuh. Jung Woo menyiapkan pistolnya.

Tiba-tiba dari arah pintu masuk markas muncul orang Athena dan langsung menembakkan pelurunya ke arah Jung Woo dan rekannya. Tetapi Jung Woo berhasil menembak duluan.

Agen yang tadi diperintahkan Direktur membawa agen non lapangan sedang berusaha membawa mereka ke tempat aman. Tiba-tiba di depan mereka ada serangan. Agen lapangan dipaksa berjongkok dan anggota Athena hendak menembak satu persatu.

Saat peluru dimuntahkan, Hye In datang dan mengubah target tembakan serta merebut pistol mereka. Sehingga agen non lapangan tidak jadi tertembak. Hye In menodongkan pistol ada anggota Athena yang masih tersisa disitu. “Cepat pergi ke tempat yang aman!” katanya pada agen non lapangan.

Mereka segera pergi. “Dimana kau sekarang?” tanyanya pada agen Athena.
Agen lapangan lain membawa agen non lapangan ke tempat yang aman. Mereka di masukkan ke sebuah ruangan dengan kode.

Direktur dan asistennya juga sedang berjibaku dengan athena. Ia memerintahkan asistennya pergi ke tempat yang aman.
“Cepatlah pergi!” perintahnya ketika musuh-musuh itu sudah tertembak semua dan mereka berada di tempat aman.
“Aku tidak bisa pergi,” kata asisten.
“Pergilah, lindungi agen non lapangan!” teriak direktur.
“Aku tidak bisa!” asisten juga ikut berteriak.
“Masuklah!”
Direktur mendorong asisten masuk ke dalam dan menutup pintunya. Ia kemudian menembaki kotak kode agar orang lain tidak bisa membukanya lagi. Direktur turun ke bawah.

Jung Woo dan rekannya masih waspada. Mereka mendengar suara tembakan.
“Sepertinya suara itu terdengar dari ruang aman,” kata Jung Woo. Mereka mencoba mendekat.

Anak buah Son Hyuk sedang mencoba membuka pintu ruang aman. “Ini telah dirusak tidak bisa dibuka dari luar,” katanya pada Son Hyuk ketika datang.
“Kau tetap berjaga di sini, yang lain ikut denganku,” kata Son Hyuk. Mereka menuruni tangga. “Cari Yoon Hye In dan Lee Jung Woo”

Jung Woo dan temannya sudah sampai dekat ruang aman. Mereka menunggu dari bawah jika ada orang yang terlihat akan turun dari atas. Tiba-tiba ada orang yang muncul Jung Woo segera menembak. Rekan musuh yang lain menyadari dan hendak menembak Jung Woo tetapi Jung Woo sudah menembaknya duluan. Mereka langsung ke atas dan melihat ternyata kotak kodenya telah rusak.
“Ini pemikiran yang bagus mereka akan tetap berada di ruangan yang aman,” kata Jung Woo setelah melihat kotak kode yang rusak.

Son Hyuk berada di sebuah tempat dengan banyak pipa, seperti ruang kendali. Anak buahnya meletakkan tas koper. “Bunuh semua orang yang mendekat ke sini!” Mereka berempat segera pergi dari tempat itu meninggalkan Son Hyuk sendirian. Son Hyuk membuka koper itu dan melihat bom yang mereka siapkan (sepertinya itu bom hidrogen atau gg oksigen, daya ledak bom hidrogen lebih ampuh daripada oksigen).

Hye In masuk ke dalam ruang kendali. Ia bertemu dengan anak buah Son Hyuk.
“Minggir dari situ!” perintah Hye In.
“Kau tidak berada dalam posisi kami sekarang”
“Jangan hentikan aku. Aku tidak ingin melukaimu”
Anak buah Son Hyuk hanya tersenyum sinis dan menyuruh kawannya menghabisinya. Hye In segera menembakkan ke orang-orang yang mencoba menghalanginya. Ia berhasil menghabisi semua orang namun bahunya terkena tembakan.

Jung Woo dan rekannya juga sudah sampai di ruang kendali. Temannya menaiki tangga terlebih dahulu. Langkahnya terhenti. Ia melihat Jung Woo. Di bagian atas ternyata Andy sudah siap dengan pistolnya. Jung Woo menggelang pada temannya. Tetapi temannya tidak menghiraukan Jung Woo dan tetap berusaha menembak Andy. Ia tertembak dulu sebelum berhasil menembak Andy. Jung Woo langsung ke atas dengan membungkuk.

Andy masih menembaki tangga. Jung Woo menembak Andy dengan berlindung di tangga. Tembakannya mengenai kaki Andy. Andy terduduk dan masih berusaha menembak Jung Woo. Tetapi Jung Woo berhasil menembak duluan dan membuat Andy benar-benar tak bisa menembak lagi.

Son Hyuk hendak menekan tombol merah yang ada pada bom itu. Tapi tiba-tiba Ia melihat berkas sinar. Jung Woo datang menuju tempat Son Hyuk dengan diterangi senter. Ia melihat bom yang tergeletak tanpa ada Son Hyuk di situ.

Rupanya Son Hyuk berada di belakang Jung Woo. Jung Woo merasakan ada seseorang di belakangnya. Son Hyuk sedang menodongkan pistolnya, ketika itu Jung Woo langsung mengarahkan sinar senter tepat di mata Son Hyuk sehingga tembakan Son Hyuk meleset. Mereka bertarung hingga keduanya berada dekat. Kaki Son Hyuk terkena tembakan.

“Mengapa kau membunuh orang-orang tak bersalah. Ini tindakan gila”
“Sesuatu yang membuatku sedih, bahkan jika aku membunuh banyak orang. Tetapi, tidak ada seorang pun yang telah aku bunuh membuatku kehilangan dalam tingkat ini. Dan orang itu adalah kau. Lalu kau hidup hanya untuk menyesali itu. Jika masih ada kehidupan, seharusnya kau mati dengan menyedihkan” Mereka bertarung lagi.

Masing-masing saling menyerang dan membalas serangan. Son Hyuk berhasil menedang Jung Woo hingga Jung Woo terjatuh. Son Hyuk pun mendekati Jung Woo untuk menyerang lagi tapi dengan sigap Jung Woo bias menangkis tendangan Son Hyuk sehingga Son Hyuk pun berhasil dijatuhkan.


Ketika berjalan di lorong, Hye in tidak tahu ada musuh dibelakangnya sehingga Hye In pun dengan mudah ditembak. Hye In sudah terkepung dan akan ditembak lagi tapi beruntung Direktur NTS datang dan menembaki para penjahat tersebut dengan beruntun. Hye In juga memberitahu musuh datang dari belakang Direktur NTS dan dengan sigap Direktur NTS pun menebaki musuh-musuh tersebut. Direktur NTS langsung membantu Hye In berdiri dan memerintahkan Hye In untuk mencari Son Hyuk.

Sementara itu Jung Woo dan Son Hyuk masih saling menyerang satu sama lain hingga posisi Son Hyuk terjatuh. Son Hyuk berusaha berdiri tetapi Jung Woo langsung memberikan tendangannya sampai Son Hyuk terjatuh lagi. Tetapi diam-diam Son Hyuk mengeluarkan senjata dari dalam jasnya dan menodongkan kearah Jung Woo.
Son Hyuk merasa diatas angin karena Son Hyuk memegang senjata tetapi Jung Woo tak gentar sedikitpun dan mengatakan, “Kamu sudah gagal dan tidak ada tempat untuk lari dan sembunyi”
Lalu Son Hyuk membalas “Kalau begitu, sampai jumpa di neraka. Aku seharusnya bisa membunuhmu setiap waktu . . . “.

Tapi tiba-tiba datang Hye In dan menyuruh Son Hyuk untuk berhenti tetapi Son Hyuk dengan senjata ditodongkan kearah Jung Woo mengatakan tidak bisa berhenti karena sudah melangkah terlalu jauh. Dan dengan tanpa ampun Hye In pun langsung menebak Son Hyuk berturut-turut sampai Son Hyuk jatuh dan senjata Son Hyuk menembak Jung Woo.

Hye In mendekati Son Hyuk dan ikut duduk disampingnya. Son Hyuk yang kesakitan menatap Hye In dalam. Tiba-tiba Hye In menodongkan senjata kekepalanya sendiri. Son Hyuk pun langsung menarik tangan Hye In agar Hye In tidak menembak dirinya sendiri sampai Son Hyuk dan Hye In terjatuh bersamaan dengan suara senjata yang meletus. Jung Woo pun tak kalah terkejut melihatnya.

Son Hyuk dalam kesakitannya dengan menangis mengatakan kepada Hye In untuk tetap hidup dan ingin Hye In hidup untuk waktu yang lama. Tetapi Hye In dalam hatinya mengatakan maaf karena merasa Son Hyuk dan dirinya sudah tidak ada tempat di dunia ini.
Son Hyuk : “Aku tidak keberatan, tidak apa-apa karena hatiku berdetak karena dirimu” (sumpah aku mgetik sambil nangis lo di adegan in . .aidarf). Setelah mengatakan semuanya Son Hyuk dan Hye In sama-sama menutup mata dengan tangan mereka saling bersentuhan (sooooooooo saaad). Jung Woo pun tertunduk dengan lemah melihat kejadian tersebut.

Akhirnya markas NTS pun sudah bersih dari musuh dan Asisten Direktur memerintahkan yang terluka untuk dibawa ke rumah sakit. Sistem NTS baru bisa kembali berfungsi dengan baik dalam waktu lebih dari seminggu.

Jung woo duduk sendirian di rumah sakit menanti hasil pemeriksaan dari Hye In. Ketika dokter keluar dokter memberitahu kondisi Hye In yang sudah lepas dari masa krisis dan peluru sudah berhasil dikeluarkan sehingga nyawa Hye In sudah jauh dari bahaya tetapi masih membutuhkan waktu yang lama untuk penyembuhannya.

Hye In pun dibawa pergi oleh ambulan dan diantar oleh Jung Woo. Ternyata di dalam ambulan itu ada Ki Soo. Jung Woo menyuruh Ki soo untuk membawa Hye In pergi. Ki Soo sangat takjub pada Hye In yang masih bisa bertahan hidup dan tak habis fikir mengapa Hye In dan Jung Woo mengambil jalan seperti ini.
= NTS =

Direktur NTS berbicara dengan Jung Woo. Direktur NTS mengatakan apapun yang dilakukan Jung Woo tidaklah membabi buta. Jung Woo telah memegang keadilan dan melindunginya. Mungkin Jung Woo pun akan merasa lucu dan sangat membosankan oleh karena itu mereka hanya bisa bekerja dari tempat yang tersembunyi. Direktur NTS juga mengatakan kalau Jung Woo sudah bekerja dengan keras.

Jung Woo kembali keruanagannya dan kemudian menghubungi Ki Soo. Ia menanyakan tentang kondisi terakhir Hye In. Ki Soo menjawab semua baik-baik saja dan Hye In menitipkan sesuatu kepada Ki Soo untuk diberikan kepada Jung Woo dan Ki Soo menyuruh Jung Woo untuk mengambilnya pada asisten Ki Soo di tempat permainan mahyong. Jung Woo juga tak lupa menanyakan keadaan Ki soo dan Ki Soo pun menjawab bahwa Ki Soo akan pergi dan Ia akan hidup dengan baik. Kemudian sambungan telpon pun putus dan Ki Soo langsung membuang Hanphone nya ke dalam tong sampah.

Setelah mendapatkan titipan dari Hye In, Jung Woo mendengarkan pasan dari Hye In.
Hye In : “Sejak aku bertemu dangan Jung Woo, aku harus membuat keputusan dengan pilihan yang sulit. Kemana harus pergi sebenarnya. Aku sungguh-sungguh tidak tahu bagaimana untuk hidup melalui sisa waktuku, aku sungguh-sungguh tidak tahu. Aku juga masih berhutang kepada orang-orang yang aku sakiti dan menderita. Maafkan aku dan terima kasih”

Jung Woo pergi ke altar makam pasukan NTS yang telah gugur dan menaruh karangan bunga tepat dibawah foto Jae Hee. Jung Woo hanya bisa memandangi foto Jae Hee. Beberapa saat kemudian Joon Ho juga datang.

“Aku merasa sekarang aku ingin berlari kearah Sunbae, setiap orang selalu menyebut Sunbae, apakah Sunbae tidak akan kembali lagi? Dan apakan Sunbae pernah berfikir untuk kembali?” tanya Joon Ho sedih.

=Satu tahun kemudian =
Auckland, New Zealand

Jung Woo sampai di bandara dan langsung menghentikan taxi ke sebuah tempat. Di dalam taxi Jung Woo mengingat-ingat kata-kata Hye In.
“Satu-satunya kenangan yang paling bahagia dengan orangtuaku adalah ketika kami jalan-jalan ke New Zealand dan kemungkinan dikehidupan ini adalah kenanganku yang paling bahagia. Saat itu aku berumur 9 tahun dan masih jelas teringat dalam memoriku”

Jung Woo pun sampai ketujuannya dan sudah melihat Hye in berdiri dipinggir jalan ditepi pantai dari jauh kemudian dengan langkah yang pelan menghampiri Hye In.

Jung Woo pun memanggil Hye in dan ketika mendengar ada suara yang memanggilnya, Hye In segera menghadap kearah suara tersebut dan terkejut melihat Jung Woo. Jung Woo dan Hye In saling memandang dan memancarkan rasa rindu yang dalam dan kemudian munculllah kenangan-kenangan dari pertama bertemu dan kejadian yang sudah dilewati baik yang sedih maupun bahagia. Dan perlahan Hye In pun mendekat kearah Jung Woo.

= tamat =

NOTE
Dewi RF
Annyeonghaseyo . . .
Senang banget bias gabung di Pelangi Drama, senang bias mengenal unni dan saeng di Pelangi Drama. Walaupun kita terpisahkan jarak dan waktu, tapu g bias menghalangi rasa persaudaraan dan kebersamaan yang terbentuk. Ini adalah synopsis action pertama yang Dewi buat bareng unnie-unnie di PD. Terimakasih atas dukungan keluargaku di Rainbow Family dan buat para Readers yang selalu setia menunggu karya anak-anak PD. Kamsahamnida . . . . . .

Aida RF
Assalammu’alaikum . .
Akhirnya tamat juga synopsis Athena ini. Synopsis pertama saya juga dan Drama Athena ini sangat meninggalkan kesan yang dalam bagi say. Terimakasih buat fams yang udah bekerjasama hingga synopsis Athena ini bisa selesai juga. Terimakasih buat tim penulis dan editor . . . Asri, Dewi, Ooppie, Teh Nana, Unni Ai, Apni, Aru, dan para sesepuh n anggota RRF yang lainnya yang telah mendukung dan memberikan semangat dan semua Readers yang setia membaca sinopsis ini. GOMAWOYO . . . . .

Ooppie RF
Alhamdulillah selesai sudah bikin sinop Athena dan selesai juga dramanya. Yang paling berkesan di drama ini adalah ketaatan mereka terhadap pemimpin. Sesepele apapun perintah pemimpinnya mereka lakukan. Koordinasi yang baik juga diajarkan di sini. Athena VS NTS. Sama-sama memiliki sistem koordinasi yang kuat dan terorganisir. Tapi memang kejahatan yang terorganisir akan terkalahkan oleh kebaikan yang terorganisir. Itu sudah dituliskan dalam catatan garis kehidupan dan pasti hasilnya seperti itu. GOMAPTA untuk semuaaaaaalangue

[Sinopsis] Drama Athena Episode 19

Ki Soo sedang berpikir di ruang kerjanya. Dia mengambil ponselnya dan menelpon Jung Woo. Ki Soo mengatakan bahwa ada yang ingin ia bicarakan dengan Jung Woo sebelum Ia pergi meninggalkan Korea Selatan. Ia akan memberitahukannya jika mereka bertemu. Telepon ditutup. Jung Woo memasuki mobilnya dan pergi ke pusat penelitian energi nuklir. Ia turun dari mobil dan menunjukkan kartu identitasnya kepada para penjaga kemudian penjaga itu mempersilahkannya masuk.

“Joon Ho akan mencari dan menunggu di sini. Aku akan masuk dan memeriksa situasi secara langsung. Jae Hee dan Hye In, pergilah ke apartemen dan mendiskusikan rencana operasi dengan anggota lain,” kata Jung Wo pada Jae Hee sebelum Ia masuk ke dalam gedung.
“Baiklah aku tahu,” kata Jae Hee.
Jae Hee dan Hye In pergi, ketika mereka sudah keluar dari gerbang gedung penelitian, ternyata sebuah mobil telah menunggu mereka dan kemudian mengikuti keduanya.

Jung Woo masuk ke dalam menemui Joon Ho yang sedang bersama dengan Tae Hyun.
“Kami sudah menganalisa sebuah peti mati yang kami temukan,” kata Tae Hyun.
“Apa hasil yang keluar sebelumnya?”
“Kami menemukan sebuah lekukan dalam dengan menggunakan scanner. Kita harus bisa mengira-ira apa yang ada di dalam peti mati itu,” jawab Tae Hyun.
“Lalu?”
“Panjangnya sekitar 183 sampai 190 cm. Itu adalah ukuran laki-laki dewasa. Itu cocok dengan profil Son Hyuk,” kata Joon Ho.
“Tidak ada bekas bahan peledak atau bahan bakar roket,” lanjut Tae Hyun.
“Meskipun situasinya agak mencurigakan, tetapi kita tidak bisa mengkonfirmasi apakah Son Hyuk benar-benar ada di dalam,” kata Joon Ho sambil melihat Tae Hyun. Tae Hyun hanya diam sebagai pembenaran.

Son Hyuk sedang bersama dengan anak buahnya yang juga petinggi Athena. Mereka sedang berada di dalam lift.
“Apa yang dilakukan pemerintahan Korsel sekarang?”
“Sedang melacak informasi yang berkaitan dengan kita. Mereka mungkin akan gagal dan kalang kabut”
“Apakah truknya dijaga dengan baik?”
“Sampai saat ini kami telah menyelesaikan misi kami, tidak ada jalan untuk mereka menemukan itu”
“Persiapan?”
“Telah siap, silahkan Anda periksa sendiri”

Lift akhirnya terbuka. Nampak orang-orang sibuk dengan urusan masing-masing. Mereka sedang menjalankan tugas agar misi mereka segera terlaksana. Mereka memberi hormat saat Son Hyuk datang. Son Hyuk memeriksa sendiri kesiapan rencana.

Son Hyuk mendapatkan telepon dari anak buahnya. Anak buah itu yang mengikuti Jae Hee dan Hye In, ia melaporkan keberadaan Hye In. Son Hyuk menyuruh anak buahnya untuk tetap mengikuti Hye In. Telepon ditutup. Son Hyuk segera berjalan menuju lift kembali. Andy mengikutinya.
“Apa yang terjadi?” tanya Andy.
“Hye In, dia di sini sekarang,” jawab Son Hyuk datar.
Lift terbuka, Son Hyuk hendak ke mobilnya tetapi dihalangi oleh Andy, “Apa yang akan kau lakukan sekarang, dan alasan untuk itu. Aku tahu.”
“Minggir!”
“Jika posisi kita diketahui, upaya kita untuk berada di luar pengawasan pemerintah akan sia-sia”
Son Hyuk tidak memedulikan Andy, Ia tetap berjalan mendekati mobil. Andy mendahului Son Hyuk dan membukakan pintu. (uri Son Hyuk klo soal Hye In dia pasti nekad hiks-kim nana rf)
“Ini sangat berbahaya untuk pergi sendirian. Aku akan pergi denganmu”

Di markas NTS, direktur sedang mendengarkan laporan mengenai peti mati dari Jung Woo lewat video call.

“Dari jejak yang tertinggal dalam peti mati, ada kemungkinan bahwa Son Hyuk ada di sini,” lapor Jung Woo.
“Jejak apa yang kau temukan?” tanya direktur.
“Lekukan di sebelah kiri peti, konsisten dengan Son Hyuk”
“Apakah ada jejak lain untuk bahan peledak?”
“Tidak”
“Truk yang menghilang dari pelabuhan, apakah sudah terlihat di Kyeongju?”
“Sejauh ini tidak”
“Apa yang kita dapatkan tidak cukup. Kita membutuhkan bukti yang lebih jelas. Tolong lakukan itu”
“Baiklah”
Komunikasi berhenti. Asisten direktur mendatangi direktur dan melaporkan bahwa Blue House sekarang telah membentuk Cabinet darurat. Para pejabat telah diperintahkan untuk bertindak tegas terhadap serangan rudal. Apakah sudah ada pemerintah yang sudah berada di Kyeongju.
Direktur menjawab belum, masih ada cukup bukti dan meminta NTS untuk melakukannya lebih dahulu dengan meninggalkan Jin Xin tim dan membentuk tim yang lebih kecil di belakang. Tugaskan staf yang tersisa untuk menahan operasi darurat. Asisten direktur sudah memahami perintah lalu ia memohon diri.

Jung Woo mendapat telepon yang memintanya untuk bertemu. Jung Woo lalu menunggu ditempat yang telah disepakati dan mencari orang yang akan ditemuinya.

Jae Hee dan Hye In sudah sampai di apartemen.

Rupanya Ki Soo yang telah menelpon Jung Woo dan memintanya bertemu. Jung Woo menanyakan maksud dari pernyataan Ki Soo di telepon. Awalnya Ki Soo protes kenapa Jung Woo tidak menanyakan kabar sebagai seorang teman. Tetapi Jung Woo tak peduli dan menanyakan ada apa sebenarnya mengapa Ki Soo berniat untuk meninggalkan Korea Selatan.

Ki Soo menjelaskan bahwa Korea Utara sedang mencari dan menghabisi mantan agen elit mereka, dan Ki Soo memberitahu bahwa sekarang ia juga target mereka. Ia menceritakan beberapa agen datang ke tempatnya beberapa hari yang lalu dan mereka mencoba untuk membunuhnya. Jung Woo terkejut mendengar kisah Ki Soo dan menawarkan untuk melindungi Ki Soo semampunya. Tetapi Ki Soo menolak karena ini bukan sebuah perjanjian besar yang harus membawa nama NTS, ia tetap memutuskan untuk pergi. Tetapi sebelum Ki Soo pergi Ia ingin membalas dendam kepada Son Hyuk mengenai kematian Sung Chul dan meminta Jung Woo untuk mempertimbangkannya. Jung Woo menyanggupi.

Jae Hee bertemu dengan agen NTS lain di lobi apartemen. Jae Hee menanyakan keadaan disekitar apartemen, salah satu agen mengatakan bahwa tidak ada kegiatan yang tidak dikenal di sini. Agen itu menanyakan dimana Hye In dan ia menjawab Hye In sedang berada di kamar apartemen.

Jae Hee meninggalkan mereka dan berjalan menuju resepsionis. Tiba-tiba salah satu pegawai apartemen berlari panik dan menanyakan kereta barang yang sebelum ada di dekat situ. Jae Hee mendengarnya dan segera teringat dengan Hye In. Jae Hee menekan lift, tetapi lift itu sedang digunakan. Akhirnya Jae Hee berlari melewati tangga.

Hye In mengeluarkan kunci apartemen. Di belakangnya ada kereta barang. Di baliknya ada Son Hyuk yang menyamar sebagai petugas pengantar barang dengan memakai masker dan kacamata. Saat Hye In menemukan kamar yang ditujunya, Son Hyuk memanggil Hye In. Hye IN menengok ke belakang dan terkejut melihat Son Hyuk. Sementara itu Jae Hee masih menaiki tangga.

Son Hyuk melepas masker dan kacamatanya. Son Hyuk memeriksa sekeliling dan langsung mendekati Hye In. Ia meminta Hye In jangan berbicara cukup mendengarkannya saja. Son Hyuk meminta Hye In untuk meninggalkan tempat ini, tak masalah jika Hye In tidak kembali disisinya, tetapi Ia minta Hye In untuk meninggalkan tempat ini sebisa mungkin karena jika Hye In tidak pergi maka Hye In akan mati. Saat itu Jae Hee sudah berada di lantai yang sama.
“Jika oppa tidak menghentikannya, maka aku juga tidak akan berhenti!” kata Hye In nekad
“Dengarkan aku Hye In,” Son Hyuk mencoba menjelaskan tetapi Jae Hee sudah menemukan Son Hyuk. Son Hyuk tetap meminta Hye In untuk meninggalkan tempat ini (terharu dengernya hiks) segera kabur. Jae Hee mengejar Son Hyuk dan memanggil semua agen.

Son Hyuk lari menuruni tangga. Jae Hee memerintahkan semua agen untuk menutup jalan keluar. Son Hyuk lari menuju dapur, Ia membuang semua barang yang menyentuh tangannya untuk menghalang-halangi pengejaran. Jae Hee sampai di dapur dan para koki menunjuk pintu keluar yang langsung menuju parkir mobil. Son Hyuk langsung masuk mobil yang telah menunggunya. Jae Hee berusaha menembaki mobil yang dikemudikan Andy, tetapi saat itu juga tangannya gemetaran hingga Ia tak bisa menembak. Jae Hee lalu melaporkan bahwa Son Hyuk telah keluar dan plat nomornya 6971, Ia kesal karena tangannya tak berhenti bergetar.

Jae Hee duduk sendiri. Ia masih memegangi tangannya dan mengingat kejadian tadi. Ki Soo tiba-tiba muncul, Ia melihat Jae Hee yang sedang terduduk dan menyapanya. Jung Woo juga muncul di belakang Ki Soo.
“Dimana Hye In?” tanya Jung Woo langsung.
“Dia ada di lobi,” jawab Jae Hee.
“Dan Son Hyuk?”
Jae Hee hanya menggeleng sebagai jawaban.
“Laki-laki itu benar-benar seperti bola,” keluh Ki Soo. Jung Woo segera pergi. Ki Soo sempat mengajak Jae Hee berbicara tetapi Jae Hee mengacuhkannya.

Jung Woo mendatangi Hye In dan menanyakan keadaannya. Hye In hanya terdiam. Yang lainnya juga terdiam.

Jung Woo menelpon direktur memberitahukan peringatan Son Hyuk pada Hye In. Jung Woo menyimpulkan bahwa target Son Hyuk adalah pusat penelitian nuklir. Mereka harus berpacu dengan waktu dan meminta semua agen untuk fokus terhadap hal ini.
Direktur memberi tahu hal ini sudah di perluas hingga kabinet, tetapi mereka tidak akan mengalihkan pencarian dari menginvestigasi misil.
Jung Woo menunjukkan ketidaksetujuannya.
Direktur berjanji untuk melanjutkannya dan mencoba menambah bala bantuan dan hanya meminta JUng Woo untuk fokus pada pencarian Son Hyuk.
Jung Woo menyanggupi dan telepon ditutup.

Jae Hee dan Jung Woo ada di lobi hotel.
“Apa yang dikatakan Direktur?” tanya Jae Hee.
“Dia akan mengumpulkan dan mengirimkan bantuan, tetapi dia tidak bisa mengirim seluruhnya. Ini karena Son Hyuk. Dia sengaja membuat pimpinan salah”
Mereka terdiam sejenak.
“Ini ironis. Son Hyuk menjadi tidak masuk akal melakukan semua ini dan obsesinya terhadap Hye In mengingatkanku pada apa yang aku lakukan seperti itu. Hidup dengan rasa ketakutan kehilangan cinta membuatku benar-benar kehilangan. Khawatir dan takut sepanjang waktu benar-benar jalan hidup yang bodoh dan menggelikan. Ini membutuhkan waktu yang lama untuk aku bisa mengerti,” kata Jae Hee. Jung Woo menatap Jae Hee dengan rasa bersalah karena Ia yang telah menyebabkan Jae Hee seperti itu.
“Jangan melihatku seperti itu! Aku baik-baik saja,” kata Jae Hee kemudian sambil tersenyum pada Jung Woo.
Jung Woo melihat jam tangannya, “Aku harus kembali ke markas”
Jung Woo pergi.

Direktur NTS sedang memeriksa berkas laporan di ruangannya. Asisten direktur datang karena telah di panggil oleh direktur.
“Sekarang ini di Nts ada berapa agen yang masih tersisa?” tanya direktur.
“Hanya ada grup kedua”
“Tugaskan Hong Jin Su dan timnya ke Kyeongju”
“Apa? Tetapi komite darurat…”
“Utusan kepala dan kepala keamanan akan segera datang. Aku akan menghandle hal ini dengan komite darurat. Berangkatkan mereka terlebih dahulu”
“Aku mengerti” Asisten direktur kemudian pergi.

Hye In berada di sebuah ruangan sendirian. Ia mengingat memorinya bersama Son Hyuk. Saat itu Hye In baru saja lulus dari sekolah dan Ia ingin bergabung dengan Son Hyuk. Saat itu Son Hyuk menolak Hye In bergabung karena itu terlalu berbahaya. Tetapi Hye In tetap meminta untuk bergabung karena Ia ingin bersama Son Hyuk (adegan yang paling kusuka hye In kliatan manja banget sama son hyuk -nana rf-). Di sisi lain, setelah semuanya terjadi, Son Hyuk meminta maaf pada Hye In karena Ia telah membawanya pada dunia Athena, tetapi jika Hye In akan kembali itu tidak mungkin karena itu akan membuat mereka berpisah dan tidak baik. Son Hyuk meminta Hye In menunggunya sedikit lebih lama agar Ia bisa menyelesaikan semuanya. Hye In masih merenungkan percakapannya dengan Son Hyuk.

Son Hyuk sedang bersama anak buahnya mempersiapkan segala peralatan.
“Persiapan bertempur sudah selesai” lapor anak buahnya.
Son Hyuk membalikkan badan dan meminta semuanya pergi. Son Hyuk meneliti roket dan menyentuhnya. Pandangannya tak fokus.

Direktur NTS sedang merenung di ruangannya.

Sementara itu, Joon Ho sedang mencocokan data sedang Tae Hyun sedang meneliti foto yang ada dan menempelkannya di dinding. Ketua Wu sedang meneliti bersama asistennya. Semua orang di NTS sibuk.

Jae Hee memberikan instruksi kepada anak buahnya, “Mulai sekarang, perketat keamanan di sekeliling. Laksanakan!” Semuanya menyebar meninggalkan Jae Hee. Jung Woo sedang menyetir mobil dan berpikir. Ki Soo sedang merenung di dekat jendela. Hye In merenung sendirian di kamar hotel. Ini kok serba merenung atau nggak berpikir yaa?? haha

Son Hyuk sedang memikirkan Hye In. “Walaupun aku terbangun, aku masih bermimpi buruk, bagaimana aku bisa beristirahat?” tanya Hye In suatu hari pada Son Hyuk ketika baru bangun tidur dengan terengah-engah. Di lain sisi, Hye In pernah meminta Son Hyuk untuk membawanya pergi karena Ia tak ingin orang-orang memanggilnya Yu Jin. Ia takut jika identitasnya yang sekarang dan dulu diketahui. Son Hyuk ingat saat Ia memperingatkan Hye In di hotel. Dan saat itu Hye In menolaknya dan tetap tinggal. Hye In hanya akan menghentikan jika Ia juga menghentikan semua aksinya. Saat itu Son Hyuk sedang berada di dekat menara. Matanya berkaca-kaca. (its complicated)

Auckland, New Zealand, Di sebuah pekuburan. Kim Sun Hwa mendatangi makam anak dan suaminya. Ia meletakkan bunga dan boneka dan menangisi kepergian mereka. Ia mengingat serangan di rumahnya.

Ia berhasil mengalahkan semua pembunuh bayaran itu, tetapi anak dan suaminya juga ikut dibunuh oleh para pembunuh itu. Ia mengingat saat-saat bahagia dengan keluarga kecilnya itu. (Sekilas suaminya mirip ama Lee Min Ho 😀) Ia memutuskan untuk kembali ke Korea membalas dendam.

Di NTS sedang ada diskusi direktur dengan 2 orang dari komite darurat. “Bahkan jika Son Hyuk sudah mencapai di Kyeongju, apakah Ia tidak mengancam tempat strategis lainnya?” tanya seorang dari pertahanan negara. “Penyebaran dari jaringan anti-pesawat tempur dan pertahanan di zona bahaya, hanya bisa dalam situasi tertentu. Hari ini adalah hari Kekuatan
nuklir baru digunakan. Ini pertama kalinya di buka untuk publik”
“Bagaimana tentang kemungkinan misil di Kyengju, Apakah sudah ada berita?”
“Sejauh ini tidak ada,” kata direktur.
“Bagaimana dengan objek Son HYuk? Jika tidak ada bukti, kami hanya bisa mengutamakan pada situasi tertentu. Untuk mencegah kepanikan publik terhadap ancaman teror, kami emutuskan untuk tidak mengungkap itu sampai situasi berubah. Kyeongju tidak akan dikecualikan”
Direktur mencoba untuk membujuk lagi, “Jika tidak ada militer yang mendukung, kalau begitu
bantulah di bagian pesawat tempur dan tim patriot misil”
“Aku mengerti, aku akan membicarakannya dengan komite darurat”
“Ketua, tidak cukup waktu untuk membicarakannya. Tolong putuskan dengan cepat,” pinta Direktur memohon. Kedua orang itu saling berpandangan. Direktur melanjutkan perkataannya lagi, “Aku akan menelpon komite sekarang.” Direktur berlalu meninggalkan mereka.

Son Hyuk berjalan memandang anak buahnya satu-satu. Son Hyuk memerintahkan untuk memulai. Semua orang mengangguk patuh, semua orang pergi menjalankan tugas masing-masing. Anak buah Son Hyuk ada yang memasuki sebuah mobil dan satunya melepas label yang ada pada mobil ternyata di baliknya ada label lain bertuliskan OSBC. sepertinya itu nama sebuah media massa karena mereka akan menyamar sebagai wartawan

Jung Woo sedang menelpon. Ia diperintahkan untuk memeriksa semua jalan sepanjang Kyeongju dan tempat reaktor nuklir secara keseluruhan dalam segala transportasi yang memungkinkan. Ia mengerti. Ketika hendak menutup teleponnya Joon Ho masuk dan melaporkan bahwa kendaraan yang besar telah diketahui lokasinya dekat Pusat Kesenian. Joon Ho telah memeriksa sekitar tempat itu dan menemukan sesuatu.
“Apa?” tanya Jung Woo.
“Pusat kesenian memperbaiki beberapa mesin yang diperlukan dan tutup sementara dalam seminggu kemarin, para staff dihentikan”
“Apa kata manager utama?”
“Tidak ada tanda keberadaannya sejak dua hari yang lalu”
“Son Hyuk membuat persiapannya di Kyeongju 2 hari yang lalu, aku akan pergi dan melihatnya. Tetap tinggal di sini untuk berjaga-jaga”
“Oke”
Jung Woo mengambil jaketnya dan pergi.

Jalanan dijaga oleh para tentara. Untuk memasuki tempat reaktor nuklir harus menunjukkan ID. Anak buah Son Hyuk hendak masuk. Seorang tentara meminta kartu IDnya. Ia memberikan
sebuah kartu wartawan dan berkata bahwa mereka akan melakukan sebuah interview mengenai program baru pada reaktor nuklir.

Tentara itu meminta untuk melihat isi kendaraan. Mereka kemudian memeriksa isi mobil itu beserta barang yang ada di dalamnya. Para tentara itu tidak menemukan barang yang berbahaya mereka pun membiarkannya pergi.

Jung Woo datang bersama pasukan NTS. Ia membagi mereka dalam 2 kelompok, satu ditempatkan dipintu masuk dan satunya mengikuti Jung Woo masuk. Ada mobil di dekat tempat itu –Orang Son Hyuk– Ia melaporkan keadaan darurat. Jung Woo menyuruh anak buahnya masuk ke dalam.

Beberapa orang NTS masuk melewati pintu belakang, mereka melihat truk sampah yang hendak pergi. Orang-orang NTS itu menyuruh mereka bergegas pergi. Padahal para petugas truk sampah itu adalah anak buah Son Hyuk.

Andy tergesa-gesa mendekati Son Hyuk yang sedang duduk di sebuah tempat untuk pertunjukan.
“Ada apa?” tanya Son Hyuk.
“Tempat kita telah diketahui, NTS telah memasuki tempat ini,” jawab Andy
“Apakah segala muatan sudah dimasukkan ke dalam kendaraan?”
“Ya”
“Persiapkan segalanya dengan cepat lalu pergi. Aku akan tinggal di sini untuk beberapa waktu. Dalam 30 menit, aku akan menyusul ke tempat pertemuan”
“Aku akan tinggal di sini”
“Lakukan apa yang aku katakan” Andy terlihat keberatan, “Jangan khawatir, aku tidak akan mati dengan mudah”

Jung Woo dan anak buahnya sudah berada di dalam. Mereka berpencar memeriksa seluruh ruangan. Tiba-tiba ada serangan dari arah basement dan mengenai anak buah Jung Woo.
Jung Woo mendapat laporan itu dan memerintahkan anak buahnya untuk membantu mereka yang ada di basement. Tiba-tiba Jung Woo melihat Son Hyuk berada di atas. Jung Woo segera mengontak Joon Ho. Jung Woo memberitahu Ia hanya menemukan Son Hyuk.

Joon Ho segera memerintahkan Tae Hyun menghubungi Direktur untuk meminta bantuan. Joon Ho melaporkan pada Jae Hee dan agen lain bahwa Son Hyuk ditemukan di Pusat Kesenian. Jae Hee menjawab laporan Joon Ho lalu Ia meminta agen lain untuk tidak meninggalkan Hye In di hotel dan akan memperketat pengamanan. Jae Hee pergi. Asisten direktur memberitahu direktur bahwa Son Hyuk telah ditemukan. Direktur meminta untuk dihubungkan dengan Lee Jung Woo. Mereka melihat adegan baku tembak dari layar.

Jung woo sedang mengejar Son Hyuk ke atas. Son Hyuk juga sedang turun ke bawah. Jung Woo berhenti di lantai kedua sedang rekannya terus ke atas. Ia bersiaga dan berjalan memeriksa lantai itu. Son Hyuk berada tepat di depannya, tetapi Jung Woo tidak melihat karena terhalang oleh dinding. Son Hyuk segera memasuki lift.

Jung Woo melihat Son Hyuk dan tepat pada saat itu pintu lift tertutup. Jung Woo berlari ke bawah. Dia mendapat laporan Son Hyuk ada di pintu belakang. Son Hyuk berhasil keluar, Andy menembaki orang-orang yang menghalanginya dan memasuki mobil. Ia menjemput Son Hyuk dan pergi.
“Sebuah mobil hitam telah pergi,” lapor anak buah Jung Woo.
“Oke, aku tahu.” Jung Woo menghubungi NTS dan meminta kendaraan itu dilacak melalui satelit. NTS segera melacak keberadaan mobil hitam yang baru saja keluar dari Pusat kesenian Kyeonju, pemindaian satelit sedang berjalan.

Sementara itu Son Hyuk masih di sekitar jalanan keluar dari Pusat Kesenian Kyeongju. Ia melewati mobil-mobil yang parkir berjajar. Ada celah kosong di antara mobil-mobil itu, mobil Son Hyuk diam-diam bergeser dan menempati parkiran kosong. Kemudian muncul mobil hitam yang sejenis dengan mobil Son Hyuk melaju terus mengecoh NTS. (Pinter juga, mana mobilnya canggih bener bisa geser 180 derajat.)
Pemindaian satelit selesai. Staf NTS mengatakan bahwa mereka sedang menuju arah Barat Kyeongju. Jung Woo mendengar itu, dan segera memacu mobilnya. Jung Woo melewati jajaran mobil tempat Son Hyuk dan Andy bersembunyi, tapi Ia tidak memperhatikan mobil-mobil itu
dan berlalu begitu saja.

Jae Hee sedang menyetir mobilnya. Ia juga mendapat laporan Son Hyuk ada di wilayah Barat.

Para wartawan memasuki pusat energy nuklir. Termasuk anak buah Son Hyuk yang menyamar
sebagai wartawan. Pemandu menjelaskan tentang cara tempat itu mengoperasikan nuklir. Kedua anak buah Son Hyuk saling melirik.

Sementara itu, NTS sudah menemukan tempat persembunyian Athena yang ternyata baru saja ditinggalkan. Mereka menemukan sebuah proyektil. Melalui kamera, Tae Hyun dan Joon Ho menyaksikan penggeledahan itu. Tae Hyun memperhatikan proyektil itu.

Ia menyadari sesuatu. “Itu perangkap!!!” teriak Tae Hyun. Tepat setelah itu, gambarpun menghilang. Di NTS orang-orang juga sedang menyaksikan dan terkejut saat gambar tiba-tiba menghilang. Jung Wo kaget karena di belakangnya tiba-tiba ada ledakan. Tepat di Pusat Kesenian yang baru saja Ia tinggalkan.
“Orang-orang kita berjalan menuju jebakan,” lapor Joon Ho pada Jung Wo dengan tatapan nanar.
“Apa yang hilang dari kita?”
“Itu belum bisa dipastikan”
Jung Woo geram dengan kejadian itu.

Di hotel beberapa agen berbagi tugas. Ki Soo datang setelah para agen berpisah dan tersisa 2 orang agen.
“Aigoo.. sudah lama kita tidak bertemu sejak terpisah di Itali,” kata Ki Soo kepada 2 agen.
“Kau tidak datang untuk bermain di tempatku?” tanya Ki Soo pada agen laki-laki.
“Aku tidak punya waktu”
“Mengapa semua orang gelisah?”
“Sekarang mereka sedang mengejar Son Hyuk”
“Kau menemukannya?”
“Ya, dia mencoba untuk kabur”

Mobil hitam itu masih melaju menghindari pengejaran NTS. Di sebuah jembatan mereka terperangkap. Jung Woo keluar dan menodongkan pistol. Para agen lain juga sudah melakukannya. Anak buah Son Hyuk keluar dengan mengangkat tangan. Salah satunya tersenyum pada Jung Woo karena berhasil mengecohnya.
“Dimana Son Hyuk?!!” teriak Jung Woo. Keduanya saling memberi aba-aba dan berusaha untuk
menyerang. Tetapi dihentikan oleh agen lain. Mereka tertembak. Jung woo mencoba mendekati sambil terus menodongkan pistol. Ia memeriksa mobil dan tidak menemukan keberadaan Son Hyuk.
“Bagaimana keadaan di Pusat Kesenian?” tanya Jung Woo ke NTS.
“Walaupun masih belum jelas tetapi sepertinya kehilangan kita tidak kecil,” jawab asisten
direktur.
“Orang-orang sebelum kami yang melakukan aksi cari mereka sebisa mungkin”
“Baiklah,” jawab staf NTS.
“Aku akan menghubungi lagi nanti.”

Di depan pusat reaktor nuklir, para wartawan sedang berkumpul. Mereka mendengarkan jubir sedang menceritakan bahwa nuklir akan menjadi energi negeri ini. Menjadi energi yang efisien dan aman. Mereka berjalan memasuki gedung kembali.


Staf NTS sedang berbicara melalui layar dengan Joon Ho dan Tae Hyun. “Aku melihat video rekaman dari kejadian tadi dan menemukan ini” Muncul gambar anak buah Son Hyuk sedang membawa sebuah kotak. Joon Ho memintanya berhenti sebentar dan meminta memperbesar pada kotak itu. Tae Hyun mengenalinya bahwa itu adalah bunker peledak bom.
“Bunker peledak bom?” tanya Jung Woo memastikan dari lapangan.
“Definisi itu tidak salah”
Walaupun terlihat bentuknya rusak, itu adalah salah satu proyek terbaru dari militar US.
Tipe baru GBU-28,” jelas Joon Ho.

“Itu benar,” kata Ketua wu.
Direktur meminta penjelasan lebih banyak.
Tae Hyun menjelaskan, “Unit bom dengan laser digunakan oleh tentara udara. Itu bisa dijadikan sebuah misil,”
“Jika serangan dengan bunker bom peledak, jarak jangkauan, berapa skalanya?”
“Tentu saja, kekuatan merusak paling dahsyat berada di bagian hulu ledak. Masalah besar adalah jika apa yang kita miliki di sini, mungkin diproduksi sendiri”
“Maksudnya, mereka akan menjadikan nuklir sebagai misil?” tanya asisten direktur.
“Berdasarkan rekaman video sekarang, kami tidak bisa mengkonfirmasi tipe hulu ledak
itu,” kata Joon Ho.

Direktur berpikir keras. “Ketua tim Wu, masukkan kemungkinan hulu ledak sebuah nuklir dan semua hulu ledak yang memungkinkan, dan simulasikan seberapa besar kerusakannya.”
“Baik, aku akan melakukannya.” Ia lalu pergi.
“Jika kau tahu misil yang umum dipakai, mungkin itu bisa jadi prediksi tempat peluncurannya. Lebih banyak informasi akan sangat diperlukan. Cari lagi banyak video rekaman, dan kirimkan kemari,” pinta Joon Ho. Sambungan di tutup.
“Baiklah, kita harus menggunakan kekuatan militer. Gunakan anti serangan udara dan misil patriot untuk mendukung,” kata direktur pada asistennya.
“Aku mengerti, aku akan kembali ke markas sekarang.”

Jung Woo melihat sebuah truk sampah melintasi tempat itu. “Apakah sebuah truk sampah termasuk ke dalam daftar inspeksi?” tanya Jung Woo. Joon Ho memeriksa daftar dan mengatakan tidak. Mereka telah dilarang.
“Tolong konfirmasi lagi apakah ada truk sampah yang meninggalkan Pusat Kesenian.”
Joon Ho langsung mencari, “Ya, ada truk sampah yang meninggalkan tempat itu sebelum
kita mencari bom”

FLASHBACK
NTS menyuruh truk sampah segera pergi. Di dalamnya ada anak buah
Son Hyuk.

“Itu dia! Son Hyuk memindahkan misilnya menggunakan truk sampah. Teliti semua truk sampah yang ada di area Kyeongju.”
“Baik”

“Truk sampah?” tanya Jae Hee. Ia melihat truk sampah yang melintas di depannya. Jae Hee
segera memutar balik mobilnya mengikuti sebuah truk sampah.

Direktur mengadakan pertemuan. Mereka berkomunikasi melalui layar.
“Berdasarkan dorongan sistem roket dan kapasitasnya, misil membakar dalam jarak 15 kilometer. Dorongan itu relatif lemah jika dibakar dari tanah. Berbeda jika misil di luncurkan daritempat yang tinggi,” kata Joon Ho.
“Dua set misil patriot telah siap. Apa kemungkinannya jika itu tidak efektif?”
“Dengan perkiraan penyerangan, waktunya singkat untuk penerbangan. Ada kurang lebih 10% kesempatan target akan terkena. Kita bisa mengasumsikan tidak mungkin untuk mengenai target dengan misil patriot,” kata Tae Hyun.
“Untuk mencegah serangan misil, terlepas dari mengetahui tempat launchingnya, tidak ada jalan
lain.”

Truk sampah sudah sampai di tempat peluncuran. Mereka menurunkan barang bawaan. Jae Hee menemukan mereka. Ia melaporkan pada Jung Woo. Mereka berada di Expo Park.
“Baiklah. Aku akan mengirim bantuan dengan segera. Tetap siaga dan tunggu sampai mereka
sampai”
“Baiklah”
Jae Hee melihat sekeliling. Ia juga melihat mobil hitam yang kemungkinan membawa Son Hyuk
tadi.

Joon Ho dan Tae Hyun sedang menganalis data. Joon Ho bangkit dari tempat duduknya, Ia meminta Tae Hyun untuk mengambil alih komando di tempat itu. Joon Ho segera pergi, Ia hendak ke tempat kejadian. Kayaknya Ia punya firasat buruk tuh..

Ketua Wu selesai mensimulasikan hulu ledak yang ada. Ia memperlihatkan kepada direktur. Direktur nampak khawatir dengan hasil yang akan tercapai apabila itu meledak. Ia kemudian meninggalkan ketua Wu yang juga nampak terkejut dengan kekuatan serangan hulu ledak itu. Semua staf NTS yang berada di markas gelisah menunggu kabar.

Di Expo Park, anak buah Son Hyuk yang satu-satunya perempuan sedang menset misil dengan laptopnya. Seseorang sedang berjaga-jaga. Seorang lagi membenahi koneksi misil. Jae Hee
melihat orang-orang mondar-mandir mempersiapkan. Ia tidak bisa tinggal diam. Akhirnya Ia memutuskan untuk bergerak terlebih dahulu sambil menunggu bantuan datang. Jae Hee berjalan mengendap-endap.
“Bagaimana persiapannya?” tanya Son Hyuk pada anak buahnya yang baru saja datang.
“Dalam 5 menit, kita bisa meluncurkannya.” Mereka masih mempersiapkan misilnya. Sementara itu para wartawan masih mendengarkan penjelasan tentang proyek reaktor nuklir. Jae Hee menjatuhkan penjaga. Anak buah Son Hyuk mengatakan mereka sudah siap. Son Hyuk menyuruh untuk memasang target laser.

Anak buah Son Hyuk yang menyamar sebagai wartawan menekan kameranya dan keluar laser yang diarahkan pada tangki nuklir. Pengaturan target telah siap.
“Ada gelombang elektrik statis, mungkin butuh sedikit lebih lama”
Son Hyuk mendekati anak buahnya, “Cepatlah”
“Baik aku mengerti”

Jae Hee sudah sampai di tempat Son Hyuk berada. Ia menembak anak buah Son Hyuk yang mendekat. Mendengar suara tembakan, mereka semua bersiaga dan mengarahkan pistolnya pada Jae Hee. Son Hyuk sudah ditodong pistol oleh Jae Hee. Jae Hee menyuruh untuk menjauhi komputer. Son Hyuk dengan tenang mendekati Jae Hee. Son Hyuk berbalik dan menyuruh anak buahnya tetap bekerja. Jae Hee mengancam jika Ia tetap meneruskan maka Son Hyuk akan Ia tembak. Anak buah Son Hyuk sempat bingung tapi Ia meneruskan pekerjaannya kembali. Jae Hee menembak anak buah Son Hyuk. Son Hyuk yang berada tepat di depan Jae Hee dan membelakangi Jae Hee segera mendorong Jae Hee hingga jatuh. Jae Hee menembaki orang-orang yang berlindung. Jung Woo mendengar suara tembakan. Ia memanggil-manggil Jae Hee tetapi tidak ada jawaban. Jung Woo melaporkan bahwa Ia tidak bisa mengontak Jae Hee. Jung Woo bertanya berapa lama lagi tim bantuan akan datang. Ia terkejut saat mendengar jawaban. Dan berteriak untuk cepat.

Jae Hee lari sambil membawa laptop. Anak buah Son Hyuk hendak menembak Jae Hee tetapi
Son Hyuk melarangnya. Jae Hee berlari menuruni tangga. Son Hyuk akhrinya menembak Jae Hee dan mengenai punggung Jae Hee. Jae Hee terus menuruni tangga tanpa mempedulikan lukannya. Son Hyuk mengikuti Jae Hee dan menembak kaki Jae Hee. Darah mengucur dari tubuh Jae Hee tetapi Ia berusaha terus berjalan. Son Hyuk turun mengikuti.(ga tega liatnya -nana rf). Dari atas Andy menembak Jae Hee hingga Jae Hee tak bisa berdiri. Son Hyuk sudah berada di dekat Jae Hee dan meminta Jae Hee untuk menyerahkan laptopnya. Jae Hee melemparkannya. Son Hyuk hendak mengambil tetapi Jae Hee lebih dulu menembak laptop itu.

Son Hyuk terlihat shock dengan ulah Jae Hee. Anak buah Son Hyuk mendekati Son Hyuk dan akan melakukan operasi manual, Ia membutuhkan waktu selama 10 menit. Son Hyuk menyuruhnya melakukan.
“Jika aku memiliki kekuatan untuk menghancurkan komputer itu, aku tidak akan menggunakan
peluru terakhirku di jalan itu”
“Benar-benar kasihan”
“Kau tidak akan pernah berhasil”
Son Hyuk mengarahkan pistolnya pada Jae Hee. Tiba-tiba Ki Soo datang menembaki Son Hyuk. Anak buah son Hyuk yang berada di atas menembaki Ki Soo. Son Hyuk memberi aba-aba untuk segera pergi. Ki Soo melihat Jae Hee yang terkapar. Ia mendekati Jae Hee.

Jung Woo masuk ke dalam. Ia melihat Jae Hee yang terkapar. Jung Woo segera berlari dan meneriakkan tim medis. Ki Soo segera menghubungi tim medis. Jung Woo mengangkat Jae Hee, saat itu Jae Hee masih sadar. Jae Hee berbicara tentang misil dan keberadaannya ada di Kyeongju Tower dengan kontrol manual. Jae Hee hendak menutup matanya tetapi Jung Woo memanggil-manggil Jae Hee.

Jae Hee bangun lagi dan memanggil nama Jung woo. Jae Hee meneteskan air mata dan tersenyum pada Jung Woo memintanya untuk segera menghentikan. Jung Woo melaporkan keberadaan misil itu dan memanggil Jae Hee lagi. Jae Hee sempat membuka matanya dan kemudian menutup lagi. Jung Woo masih memanggil-manggil Jae Hee.

written & image by Ooppie [FB]
Posted only on pelangidrama.net
Don’t Repost to Other site!!!

[Sinopsis] Athena Episode 18

Jung woo, Hye In dan Jae Hee masuk ke markas Athena. Mereka menerobos masuk dan menyerang anak buah Son hyuk yang mereka temui. Anak buah Son Hyuk yang lain di ruang kontrol/data bergegas menyelamatkan data-data yang penting. tapi terlambat Jung Woo dan Hye In masuk ke ruangan control mengatasi anak buah Son Hyuk tersebut. Mereka mencari Son Hyuk, Ternyata Son Hyuk sudah tidak ada di markas tersebut. Jung Woo juga menanyakan kebaradaan Son Hyuk pada Jae Hee, tapi Jae Hee juga tak menemukan Son Hyuk. Hye in terlihat khawatir mendengarnya.
Di tempat lain Andy melapor kepada son hyuk bahwa markas mereka sudah ditemukan oleh NTS.Son hyuk ternyata saat itu berada di markasnya yang lain. Dia mengemati kejadia di markas yang diserang lewat monitor. betapa terkejutnya dia saat melihat ada Hye In di tengah-tengah para agen NTS.
Son Hyuk lalu menyambungkan dirinya dengan markas itu melalui teleconference. Dia menatap Jung Woo dan Hye In tanpa berbicara sepatah kata pun dengan wajah yang marah. Karena kesal pada Jugn Woo dia lalu megnarahkan senjatanya pada gambar Jung Woo dan menembak layar komputernya. Hye In syok Son Hyuk pun memerintahkan pada anak buahnya untuk memulai serangan.

Jung Woo melapor ke markas NTS bahwa Son Hyuk tidak mereka temukan di tempat itu. Lalu Jun Ho ingin melacak keberadaan Son Hyuk dan meminta Jung Wo untuk megnirimkan data komputer yang ada disana dengan markas NTS melalui HPnya.

Hye In hafal tempat tersebut, lalu menuju ruangan tempat son hyuk biasa berada. Di meja ruangan itu dia melihat gelas pecah. Hye In dengan sedih bisa mebayagnkan pasti son hyuk engan marah memecahkan gelas itu.

Jun Hoo masih berusaha melacak Son Hyuk dari cache momory yang mungkin masih ada di komputer. Ternyata setelah diperiksa keberadaan tempat Son Hyuk ternyata sudah tidak bisa terlacak karena sudah terlambat. Direktur NTS pun memerintahkan Jung Woo untuk menarik kembali pasukannya dari tempat itu.

= NTS=
Jung Woo menanyakan hasil analisa markas Son Hyuk kepada Kepala Lab.

“kami baru saja mulai”, kata kepala lab
” cepatlah karena sangat dibutuhkan”, desak Jung Woo. Jung Woo juga menanyakan apakah perlengkapan yang ditemukan bisa digunakan sebagai alat untuk menemukan lokasi Son Hyuk.
” Kami akan mengusahakan semaksimal mungkin tapi terlalu berharap”

Jung Woo menghadap Direktur NTS dan melapor bahwa ketika berada di markas Athena sebenarnya Son Hyuk berada dilokasi lain dan lokasi tersebut dugunakan untuk tujuan yang berbeda. Dan dari penelitian Kepala Lab bahwa lokasi yang didatangi oleh pasukan NTS hanya memiliki peralatan dasar saja dan kemungkinan rencana teroris dilakukan ditempat yang lain. Direktur NTS pun memerintahkan Jung Woo untuk menemukan Son Hyuk secepat mungkin.

Jae Hee duduk sendirian sedang mengingat kejadian ketika ayahnya ditembak oleh para anggota Athena dan ketika bom yang dipasang di badannya akan dijinakkan. Tangan Jae Hee sampai bergetar mengingat semua kejadian yang dilaluinya. Jun Ho datang ke ruangan dan melihat tangan Jae Hee yang gemetaran.
Jun Ho tahu ada sesuatu yang tidak eres ternjadi pada Un. Jae Hee
“Sejak kapan itu terjadi?!”, tanya Jun Ho prihatin
Jae Hee terkejut lalu menyembunyikan tangannya. Jun hoo lalu menghampiri Jae Hee dan duduk di depan Jae Hee.
Jun Ho melanjutnkan “ aku mengenal gejala/simpton ini dengan baik. Memory tiba-tiba muncul begitu saja dan kamu akan lebih baik mati daripada mengingat semuanya. Jantung akan berdetak cepat dengan tiba-tiba dan tangan mulai gemetaran tak terkendali. Bahkan kamu akan merasa depresi ketika kamu ingin melupakannya dan semuanya akan terus tetap berputar dalam fikiranmu” .
Jae Hee menyangkal semua yang dikatakan Jun Ho. Tetapi Jun Ho terus melanjutkan kata-katanya. “ karena aku menembakkan peluru, sandera meninggal di depan mataku. Beberapa tahun setelah itu, aku tidak bisa memegang senjata “

Jae Hee mengatakan kalau itu semua bukan salah Jun Ho. Jun Ho “ dia memohon aku untuk menyelamatkannya dan di mati menyedihkan melihat kearahku. Aku tidak bisa menghapusnya dari fikiranku dan merupakan beban terberatku. Untukku ini adalah suatu hal yang sangat menyedihkan dan aku merasa ini terjadi kepada Sunbae sekarang seperti yang pernah aku alami. Seperti sunbae yang pernah menolongku maka berikan aku kesempatan untuk mencoba menolong sunbae “.
Jae hee mengatakan untuk sekarang ini satu-satunya jalan untuknya dan paling efektif menyembuhkannya hanya ada satu cara adalah dengan menangkap Son Hyuk sendiri. Jae Hee lalu pergi dan Jun Ho hanya diam dan sedih melihat Jae Hee.

Ki Soo menghawatirkan anak buahnya yang terus makan ramen saja dan memarahi anak buahnya yang tetap di club padahal sudah dikirim untuk pergi liburan. Ki Soo pun mengingat ketika Park Shun Chul tertembak dan meninggal (ini scene dimana aku mewek juga).Ki Soo jg mengingat ketika kejadian di rumah Seon Hwa. Ki Soo rasanya ingin membalas dendam.

Ki Soo lalu menelpon Jung Woo dan menanyakan apakah Son Hyuk sudah ditangkap dan jung Woo berjanji untuk menangkap Son Hyuk sesegera mungkin dan menyuruh Ki Soo untuk bersabar.

Son Hyuk di antar And datang ke sebuah tempat. Di tempat itu, petinggi athena, Philip ingin menemuinya. Son Hyuk menghormat pada atasannya.

Setelah saling menyapa Philip mengatakan kepada Son Hyuk kalau Son Hyuk bisa berkata jujur didepan Philip karena Son Hyuk biasanya tidak pernah gagal jadi son hyuk psti tidak merasa nyaman.
Son Hyuk mulai merasa curiga dengan kedatangan philip
“Ini semua belum berakhir”, kat Son Hyuk Diplomatis “Kau ke sini pasti bukan membawa berita baik khan:, sindr son hyuk
“Hentikan semuanya, karena Hye In semuanya yang kau bangun bisa jadi bencana”
“Aku dan Hye In yang membangunnya!”,

Son Hyuk kesal dan ingin melawan Philip. Namun anak buah Philip sudah sigap dan menodongkan pistolnya pada Son Hyuk Son Hyuk terkejut ketika melihat Andy juga ternyata sudah ditangkap anak buah Philip.

Son Hyuk dibawa ke markasnya. Di markasna Son Hyuk tambah terkejut ketika melihat ternyata salah satu anak buahnya ternyata menghianatinya dan diam-dian berkomplot dengan Philip.

Philip mengumumkan kepada semuanya bahwa son Hyuk sudah tidak memimpin operasi dan akan dipimpin langsung oleh Philip.

Philip juga mengancam siapapun yang mneolak perintahnya akan senasib dengan son Hyuk dan langsung melihat kearah Andy. Andy pun langsung ke pihak Philip. Son Hyuk sangat terkejut karena tidak akan menyangka andy akan menghianatinya (oppa Son Hyuk jangan hawatir, walopun semua menghianati oppa, teh nana dan un ai akan selau setia sama oppa . .ya kan teteh n un ai?? wkwkwkwk- ya iya dong, aida -nana rf-).

Philip pun memerintahkan semua kembali bekerja dan memerintahkan untuk membawa kembali (menangkap. red) Hye In. mendengar Phlip mengatakan untuk menangkap Hye In kembal.i Son Hyuk merasa nyawa Hye In dalam bahaya dia pun mengamuk dan berteriak. Philip langsung memerintahkan anak buahnya untuk membawa pergi Son Hyuk ke tahanan.

Di NTS, Hye In memperhatikan Jung Woo yang sedang menyelidiki peristiwa bom di subway.

Jung Woo berencana pergi ke lokasi, Hye In langsung menawarkan diri untuk ikut serta (aku geregetan sama Jung Woo di sini, emang Jung Woo udah ga cinta ma Hye In apa ya kok rada2 kaku skr -nana rf-)
“Mungkin aku bisa menemukan hal-hal yang luput dari pernglihatan NTS”, bujuk Hye In.

Jung Woo akhirnya membawa Hye In ke lokasi bekas pemboman.

Di tempat itu banyak dipajang ucapan bela sungkawa, dan bunga bagi para korban, juga foto dan benda-benda kenangan yag sengaja disimpan oleh keluarga korban. Hye In ikut merasa bersalah karena athena banyak korban yang tak besalah berjatuhan. Hye In lalu berdoa di sana untuk para korban.

Jung Woo tahu Hye In merasa terbebani melihat hal itu.
“Kamu tidak apa-apa, aku tahu ini akan brat buatmu , makanya tadi aku ragu membawamu ke mari”
“Tidak apa-apa, aku akan baik2 saja. aku pantas merasakannya, “
Namun Jung Woo lalu melihat kondisi Hye In krang baik, dia lalu mengajak Hye In minum teh di restoran.

Setelah sekian lama Jung Woo dan Hye In bisa bicara berdua lagi.
Jung Woo bertanya tentang orang tua Hye In

“Aku juga tidak terlalu ingat, mereka dulu sibuk bekerja, pergi pagi dan pulang larut malam. aku sering merasa kesepian. Namuna ada kenangan yang paling berkesan saat mereka mengajakku liburan ke New Zealand. Saat itu musim semi, umurku 9 tahun tapi aku masih bisa mengingatnya seakan itu terjadi kemarin”
Setelah lbiuran selsai dan kembali ke amerika tak lama kemudia terjadi kerusuhan LA yang menyebabkan Hye In kehilangan orang tuanya.
“Suatu hari aku ingin kembali ke New Zealand, di mana aku pernah merasakan hal yang paling membahagiakan”

Tak jauh dari restoran tempat Hye In minum, orang-orang athena suruhan Philip, termasuk Andy bersiap-siap menangkap Hye In.

Hye In dan Jung Woo baru saja akan keluar restoran saat sekelompok orang (athena) menyerbu dan melepaskan tembakan di restoran. Jung Woo segera melindungi Hye In dan segenap orang di sana, dan membalas tembakan para penyerang dari athena.

Namun sayangnya Hye In tertangkap dan disandera orang athena, mereka lalu membawa Hye In pergi.
Jung Wo berusaha mengejar dan menembaki mobil yang membawa Hye In, sayang mobil itu telah pergi terlalu jauh.

Mobil yagn membawa Hye In lalu berhenti , Andy menodongkan senjatanya pada Hye In.

“Maafkan aku”, kata Andy pada Hye In
Tapi itu rupanya hanya taktik Andy saja, ia menembak anggota athena lain dan membebaskan Hye In. (Andy emang favorit teteh nih selain cakep setia ama son Hyuk..-nana rf-)
sebelum pergi Andy membisikkan hal penting pada Hye In

“Direktur Son Hyuk ditahan, mereka mengirim Philip dari kantor pusat”

Hye in sontak terkejut. Andy melihat Jung woo mulai mendekat dan buru-buru masuk kembali ke mobil meninggalkan Hye in yang masih tidak percaya dengan apa yang didengarnya.
Jung Woo lega menemukan Hye In
“Kamu tidak apa-apa?” tanya Jung woo
“Ya” jawab Hye in lemah

Phillip masuk ke ruangan tempat Son hyuk dikurung. Son hyuk berdiri dari kursinya dan mencoba melakukan negosiasi dengan Phillip.

“Sampai sekarang aku sangat menghormati dan setia pada Organisasi, begitupun dengan Hye in. Tolong beri Hye in kesempatan sekali lagi” pinta Son hyuk.
Phillip menyipitkan matanya “Apa kau masih tidak menyadari keadaan sekarang, kamu bergabung dengan organisasi dan tidak pernah mengalami kegagalan, banyak orang yang menginginkan posisimu, tapi aku telah menginjak harga diri mereka. Dan karena kesetiaanmu pada organisasi, aku sangat bangga dengan hal itu. Kamu masih memiliki kesempatan dan hal ini bergantung pada apa yang kamu lakukan. Gunakan kesempatan sebaik-baiknya untuk membuktikan dirimu, tapi kau harus melepaskannya, anak itu, dia pergi ke tempat yang seharusnya dia tidak pergi”
“Tolong beri dia kesempatan, beri aku waktu, aku akan memastikan dia menjadi dirinya yang seperti dulu dan menyelesaikan operasi ini” pinta Son hyuk sekali lagi
“Jika itu yang terjadi, aku tidak akan berada disini” ucap Phillip dan meninggalkan Son hyuk sendirian.

Phillip kemudian menelepon dan memerintahkan kepada anak buahnya untuk membunuh Son hyuk ketika semuanya sudah beres dan pertempuran dimulai.

Andy kemudian masuk dan memberikan laporan jika dirinya gagal untuk membawa Hye in. Hal itu membuat Phillip menjadi marah dan memukul wajah Andy.
“Tangkap kembali!” perintah Phillip.

Begitu kembali ke NTS, Jung woo meminta tolong kepada Kepala Oh untuk memeriksa tempat kejadian.

Jae hee masuk ke ruang forensic dan menanyakan keadaan Jung woo “apa kamu baik-baik saja?” tanya Jae hee terlihat khawatir
“Em” jawab Jung woo singkat dan mengajak Jae hee ke ruangan yang lain.
“Dari apa yang saya dengar, Yoon Hye in hampir mati dan Son hyuk berusaha membunuhnya, bukankah itu aneh?” ucap Jae hee mengeluarkan pendapatnya
“Aku juga berpikiran yang sama” ucap Jung woo
“namun…. Sesuatu yang besar pasti terjadi diantara mereka” tambah Jae hee.

Dr.Kwon dan para agen kembali menggelar rapat.

Kepala Oh memperlihatkan data yang sudah diambil dari hard disk dan terdapat kode yang sangat kompleks. Hye in menambahkan kalau butuh senjata yang sangat besar untuk melakukan hal tersebut dan Jung woo menambahkan kalau Son hyuk pasti belum memilikinya. Sedangkan Jun ho mengatakan kalau pelabuhan sudah dijaga sangat ketat. Hasil dari rapat, Dr.Kwon mengatakan kepada para Agen kalau mereka tetap harus siaga dan mengetahui barang apa yang akan digunakan Son hyuk untuk rencananya kali ini.

Sementara itu di markas Athena, Andy mempunyai rencana diam-diam.

Andy mengatakan kepada anak buah Phillip kalau dia mempunyai sesuatu yang ingin diperlihatkan kepada Phillip. Anak buah Phillip menaruh kecurigaan pada Andy dan menuyuruh salah satu rekannya untuk menemani Andy menemui Phillip.

“Ada apa?”tanya anak buah Phillip dan Andy kemudian berbalik dan melemparkan semua kertas yang dipegangnya ke udara dan memukul perut anak buah Phillip.

Andy kemudian masuk ke ruangan tempat Son hyuk dikurung dan melepaskan Son hyuk. Andy menaruh sebuah senjata di atas meja
“Silahkan Anda keluar”, kata Andy
“Bagaimana dengan Yoon Hye in?” tanya Son hyuk
“Dia baik dan aman” jawab Andy.
Tanpa ragu-ragu, Son hyuk mengambil senjata yang diberikan Andy dan membunuh penjaga yang menjaga pintu tempat dirinya dikurung.

Andy kembali masuk ke markas dan memberikan kode kepada teman-temannya. Beberapa menit kemudian Phillip ikut masuk ke markas dan menanyakan tentang kedatangan kargo. Phillip kemudian memerintahkan untuk segera menyingkirkan Son hyuk.

Baru saja anak buah Phillip ingin membuka pintu, tiba-tiba Son hyuk muncul dan menembaknya. Anak buah Son hyuk yang lain ikut bereaksi dan mengacungkan senjatanya ke arah Phillip dan anak buahnya yang terkejut dan tidak menyangka akan terjadi hal seperti ini.
“Jangan melakukan hal bodoh, ini adalah perintah organisasi” ucap Phillip.
Son hyuk menyeringai dan mengatakan kalau ini bukan perintah organisasi tetapi keinginan ambisius Phillip dan DOR, Phillip jatuh ke tanah dengan sekali tembakan dari Son hyuk.
“Bagaimana dengan mereka (sisa anak buah Philip.red)?” tanya anak buah Son hyuk. Son hyuk terdiam sesaat kemudian menuju pintu keluar dan mengangkat tangannya yang artinya bunuh semua. (Keren………….wkwk dewi ngebunuhin orang dibilang keren ya -kim nana rf-)

Di tempat lain tepatnya di bawah laut terlihat sebuah kapal selam yang sedang bergerak menuju suatu tempat.
sementara itu di atas air sebuah kapal juga sedang berlayar dan siap bergerak jika perintah sudah turun.

Andy yang berada di atas kapal mulai melihat ke dalam air dengan menggunakan teropong 3 dimensi
“kami sudah melihatnya” ucap Andy pada earphone penghubung “mempercepat” ucap rekannya yang lain. “titik telah tiba di tujuan, bersiaplah untuk memulai dalam 1 menit” ucap rekan Andy yang lain.
Kapal yang membawa Andy melaju semakin cepat dan berhenti tepat di dekat kapal selam “mari kita mulai” ucap Andy dan perlahan-lahan tali mulai diturunkan dan barang yang tidak lain adalah rudal diangkut ke atas kapal.

Ki soo yang berada di tempat mahyongnya kembali mengingat ucapan Letnan Korea Utara

“Seon hwa dalam bahaya dan kamu juga”. Ki soo sama sekali tidak menyadari kehadiran beberapa orang utusan Korea Utara yang membawa senjata dan siap untuk membunuhnya. Mereka mulai berpencar dan mencari keberadaan Ki soo dan parahnya, saat itu Ki soo sedang mabuk.

Salah satu dari mereka akhirnya menemukan Ki soo, namun Ki soo ternyata lebih hebat(walaupun mabuk tetapi masih bisa focus dan konsentrasi. -dewi- Ki soo teteh gitu loh dewi wkwkwk -kim nana rf-). Ki soo mengambil pistol paku dan menahan salah satu dari mereka sebagai perisai untuk melindungi dirinya dari tembakan beruntun ditujukan kepadanya.
“Siapa kalian?” tanya Ki soo dan bersembunyi
“Kami biro keamanan” jawab salah satu dari mereka sepertinya pemimpin penangkapan Ki soo
“Aku tidak ingin membunuhmu, cepat kembali, katakan saja kalau kau tidak menemukanku” teriak Ki soo . Pemimpin kemudian menyuruh anak buahnya untuk menyergap Ki soo yang kebetulan bersembunyi di balik dinding, namun gagal. Ki soo kembali menembaki anak buah Korea Utara yang masih tersisa.

Sekarang tinggal pemimpin dan Ki soo. KI soo bersembunyi di balik meja bartender dan melihat sebuah pisau yang tergeletak tidak jauh darinya. Saat Ki soo siap-siap untuk melempar pisaunya, pemimpin sudah berdiri di hadapan Ki soo dan siap untuk menembaknya.

Tiba-tiba dari arah yang berlawanan, Letnan Korea Utara, Park Chyo Young datang pada saat yang tepat dan membantu Ki soo.

Letnan Korea utara kemudian mengajak Ki soo berbicara empat mata.
“Aku tidak pernah menyangka kalau mereka akan datang secepat ini, maaf” ucap Letnan Korea Utara
“Tidak apa-apa, dimana Seon hwa sekarang?” tanya Ki soo yang masih terlihat shock
“Aku masih mencarinya dan itu tidak mudah. Ki soo ikutlah denganku, meskipun saat ini keadaan masih kacau” ucap Letnan Korea utara
“Hyung-nim, aku juga pernah berpikir seperti itu kalau suatu hari nanti aku akan kembali” ucap Ki soo “Bagus, pertama kamu dan aku akan menemukan siapa pembunuh mayor Gyun dan harus menghilangkan Athena” ucap Letnan Korea Utara
“Aku akan tetap disini untuk mengurus hal itu dan aku punya alasan lain untuk melakukannya, setelah hal ini selesai aku akan kembali, tolong beri saya waktu” pinta Ki soo.

Salah satu agen analisis memperlihatkan kepada temannya gambar sinyal gelombang listrik yang dikirim dari laut barat beberapa jam yang lalu dan dengan cepat melaporkannya kepada Dr.Kwon.

Para agen kembali mengadakan rapat. Mereka melaporkan kepada Dr.Kwon jika mereka sudah memeriksa pelabuhan dan kemungkinan bisa menemukan lokasi persembunyian Athena. Kepala Oh menambahkan kalau di lokasi kejadian ditemukan persiapan rudal dan jejak truk yang mengangkut rudal dan bisa ditempatkan di 20 tempat terpisah. Hal itu membuat Dr.Kwon menjadi resah. Dr.Kwon kemudian menyuruh para agen untuk lebih meningkatkan keamanan dan mencari tahu truk yang melarikan diri dari lokasi kejadian.

Dr.Kwon kemudian memperlihatkan rekaman cctv beberapa truk kepada anggota parlemen.

menurut perkiraannya kemungkinantruk tersebut membawa rudal dalam jumlah yang banyak. Dr Kwon bertanya apa yang akan dilakukan selanjutnya oleh pemerintah sebagai tindakan antisipasi. Anggota parlemen yang terlihat terkejut mendengar laporan dari Dr.Kwon mengatakan akan melakukan koordinasi dengan Amerika dan akan memperketat keamanan di semua titik yang menjadi sasaran Athena.

Jung woo, Jae hee dan Hye in berkumpul bersama. Jung woo mengemukakan rasa anehnya karena informasi mengenai Athena dapat diakses dengan begitu mudah.

“Bagaimana jika Son hyuk tidak bertindak sesuai dengan suruhan Athena dan bagaimana jika mayat yang ditemukan adalah mayat Phillip, kamu mengatakan bahwa Phillip adalah atasan Son hyuk, jika Son hyuk membunuh Phillip itu artinya Son hyuk sekarang tidak mengikuti perintah Athena. Jika itu diluar kendali Athena mungkin saja ini ide Son hyuk” ucap Jae hee dan memandang Jung woo dan Hye in bergantian yang terlihat berpikir keras dan mencoba mencerna ucapan Jae hee yang ada benarnya (Jae hee pintar).

Jung woo kembali memeriksa rekaman cctv truk yang keluar dari pelabuhan.

Jung woo melihat ada yang aneh pada rekaman cctv tersebut. Di rekaman cctv terlihat sebuah mobil hitam yang turut keluar bersamaan dengan keluarnya truk dari pelabuhan.

“perbesar gambar ini” ucap Jung woo pada agen analisis.

Keamanan di jalanan diperketat. Salah satu tentara menahan dan ingin memeriksa sebuah mobil yang mengangkut peti mati.

Sang tentara dan memerintahkan kepada temannya untuk memeriksa mobil dengan alat detector.
“terima kasih Pak, maaf sudah menjalankan keamanan anda” ucap tentara setelah memastikan mobil tersebut aman dan mempersilahkan lewat. Pengemudi tersebut tersenyum licik begitu menjauh dari para tentara.
Andy yang sedari tadi menunggu mobil yang mengangkut peti mati datang, memerintahkan kepada temannya untuk menurunkan peti mati. Begitu peti mati dibuka keluarlah sesosok makhluk yang tidak lain adalah Son hyuk dengan sebuah senjata di tangannya (hehehehe).(dewiiii…son hyuk-ku dibilang makluk geleng-geleng mode on -kim nana rf)
“Kerja yang bagus, maaf sudah menyusahkan kalian semua” ucap Son hyuk.

Jun ho melaporkan kepada Jung woo dan Jae hee kalau mobil yang ikut keluar bersama dengan truk sudah ditemukan. Hal itu membuat Jung woo dan Jae hee terkejut. Jung woo dengan cepat melaporkan kepada Dr.Kwon.

Dr. kwon sama terkejutnya dengan Jung woo dan Jae hee ketika mendengarnya.
“Mobil yang ikut bersama dengan truk sudah ditemukan di Kyongju dan hal ini membuktikan kalau target Athena adalah Reaktor nuklir baru, izinkan aku ke Kyongju sekarang” pinta Jung woo
“Ini adalah keadaan darurat nasional, jika kita tidak dapat menemukan rudal itu atau memiliki bukti, situasi ini tidak dapat diterima” ucap Dr.Kwon
“Direktur” ucap Jung woo
“aku tahu, kita harus memiliki anggota dan tim dan meminta bantuan dari polisi terdekat, meskipun ini sulit, kita coba saja” ucap Dr.Kwon.

Jung woo, Jae hee dan Jun ho mulai berdikusi mengenai mobil yang sudah ditemukan.

Jung woo, Jae hee dan Jun ho merasa sedih karena mereka tidak bisa terlalu proaktif dalam misi kali ini sebelum menemukan bukti kalau Son hyuk yang berada dibalik layar, apalagi semua tim dan SRT sudah ditempatkan di 20 titik yang diduga sasaran Athena. Jung woo meminta kepada Jun ho untuk kembali memanggil temannya Tae hyun membantu dalam misi kali ini.
Jung woo berpapasan dengan Hye in di lorong.

“Aku ingin pergi juga, aku sudah berbicara dengan Direktur” ucap Hye in
“Kamu tidak perlu untuk terus membantu, kamu sudah melakukan banyak hal. Apakah Son hyuk ada atau tidak belum dikonfirmasi” , Jung Woo khawatir (ehm ehm…so sweet -kim nana rf-)
“Tapi kamu yakin Son hyuk berada disana khan? jadi biarkan aku ikut bersamamu” pinta Hye in.

Tae hyun mendatangi lokasi kejadian, tempat ditemukannya mobil yang berisi peti mati. (ehm..kangen changminnya, ini pikku khusus buat syaoran -kim nana rf-)

Tae hyun mulai memeriksa setiap sisi dari mobil dengan bantuan senternya “suruh semuanya menjauh, mungkin ada mobil di dalamnya” perintah Tae hyun.

Ki soo melihat tempat mahyongnya yang hancur berantakana kibat ulah para agen Korea Utara.

Ki Soo lalu mengajak bicara Min Gu, anak buahnya
“Min gu sudah berapa lama kau bekerja denganku?” tanya Ki soo,
Min gu terkejut dan mulai menghitung
Kita harus mengakhiri semua ini” ucap Ki soo terlihat sedih
“Hyung-nim, aku tidak mempunyai mimpi lain, aku selalu mengikuti Hyung-nim, apa kau ingin memecatku?” tanya Min gu sedih
“Aku tidak ingin memecatmu, aku ingin mengakhiri semua ini dan tidak ingin berada di bisnis ini lagi, aku ingin bepergian” jawab Ki soo
“bagaimana dnegan tempat ini?” tanya Min gu lagi
“kamu bisa menjalankannya, gunakan kemampuanmu dan otakmu” ucap Ki soo dan berlalu pergi meninggalkan Min gu sendirian menuju ruang kerjanya.

Ki soo kemudian menelepon Jung woo dan menanyakan dimana keberadaannya sekarang.

“aku sekarang lagi bertugas”
“Jung woo…. Aku mungkin akan kembali ke Korea tetapi sebelum itu ada yang harus aku urus dan aku membutuhkan bantuanmu. Aku akan memberitahumu ketika kita bertemu nanti” ucap Ki soo.

=Pembangkit Listrik tenaga Nuklir=
Jung woo, Jae hee dan Hye in akhirnya sampai di gedung pembangkit listrik tenaga nuklir. Jung woo menyuruh Jae hee dan Hye in menunggu di apartemen dan menyusun rencana dan memberitahu mereka kalau Jun ho sekarang sudah berada di dalam. Jung woo kemudian menemui Jun ho dan Tae hyun (ehm..cakep dua jejer)

“Bagaimana, apa sudah ditemukan?”
“kami telah menganalisa peti yang kami temukan. Sebuah jejak ditemukan dalam peti, tinggi peti antara 183 cm dan 190 cm dan itu sama dengan tinggi Son hyuk” jawab Jun ho
“Tidak ditemukan jejak rudal ataupun bahan bakar roket” tambah Tae hyun dan hal itu membuat Jung woo terkejut.

Son hyuk dan anak buahnya sampai di tempat persembunyian baru.
“bagaimana dengan pemerintahan Korea Selatan?” tanya Son hyuk
“Mereka sedang melacak semua informasi yang kita bocorkan dan mereka tidak akan mungkin bisa menemukan kita”, jawab anak buahnya
“bagaimana dengan persiapannya?”

“Sudah dimulai, Anda silakan periksa”
Son Hyuk lalu masuk ke sebuah gudang di mana tersimpan sebuah rudal yang besaaarr.
“Dalam beberapa menit rudal bisa siap diluncurkan”, lapor anak buahnya

bersambung….
Nantikan ketegangan 2 episode terakhir hanya di Pelangi Drama!

written by aida rf & dewi rf@pelangidrama.net
pic by aida rf@pelangidrama
edited by kim nana rf@pelangidrama.net

Terimakasih telah membaca di Pelangi Drama, mohon untuk tidak mencopas isi sinopsis ini.

[Sinopsis] Drama Athena Episode 17

Jung woo masih berada di pemakaman dan masih memandangi foto Sung chul senior sekaligus sahabat baiknya. Jung woo masih belum percaya kalau Sung chul sudah tidak ada. Terlihat jelas dari raut di wajahnya, penuh rasa dendam pada Son hyuk dan rasa bersalah.

Sementara itu di tempat lain, tepatnya di ruang interogasi NTS, Hye in juga merasakan hal yang sama. Hye in merasa bersalah karena dirinyalah sekarang NTS dan Jung woo kehilangan orang yang sangat mereka cintai. Hye in memencet tombol yang berada di meja dan minta dipertemukan dengan Dr.Kwon.
Dr.Kwon : kau ingin berbicara denganku?
Hye in: (terdiam sesaat) ya
Dr.Kwon : Untuk apa?
Hye in : Aku bertanya-tanya apakah aku bisa pergi ke pemakaman Kapten Tim, Park Sung chul. Aku ingin pergi dan… melihatnya.

Ki soo berusaha menghilangkan kesedihannya dengan minum. Ki soo pun mengajak Jung woo.
Ki soo : aku tahu ini tidak pantas dilakukan di pemakaman, tapi….
Jung woo : ketika aku pertama kali bergabung di NTS, Hyung Sung chul adalah atasanku. Dia mengajarkan semuanya kepadaku dari awal
Ki soo : apa yang kau bisa pelajari dari dia?
Jung woo : banyak, dia mengajarkan kepadaku cara untuk melindungi diri, dia mengajarkan kepadaku cara membesar-besarkan kasus kecil dan membuat mereka tampak signifikan, aku belajar semuanya darinya
Ki soo : wow, dia pasti menjadi guru yang membanggakan untukmu, apakah kamu melihat anak-anaknya? Dia memelihara mereka dengan baik, kau tahu apa kata-kata terakhirnya? Dia mengatakan kepada saya untuk menjaga dan mengurus anak-anaknya, dia harusnya mencoba bertahan dan tetap hidup demi anak-anaknya. Dia selalu menyusahkan orang lain baik ketika hidup maupun sudah meninggal. Namun Jung woo… (Ki soo mulai menangis) kita seharusnya tidak membiarkannya mati seperti itu. Seharusnya aku yang pergi saat itu, aku seharusnya tidak membiarkan dia pergi seperti itu… aku seharusnya….

Dr.Kwon, Asistennya dan beberapa agen mendatangi lokasi pemakaman untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Agen Park Sung chul. Jung woo tiba-tiba muncul dan ikut berdiri bersama Dr.Kwon dan agen lainnya.
Sebuah mobil terlihat berhenti di depan gedung lokasi pemakaman. Dua orang turun dari mobil dan kemudian selanjutnya disusul Hye in dengan tangan masih terborgol. Hye in dibawa masuk ke lokasi pemakaman dan bertemu dengan Dr.Kwon dan Jung woo. “buka borgolnya” perintah Dr.Kwon “jangan ragu,masuklah” ucap Dr.Kwon berusaha menguatkan Hye in yang terlihat lemah.
Hye in mengambil sekuntum bunga dan meletakkannya di depan foto Sung chul. Hye in berusaha melihat foto Sung chul, namun dia tidak sanggup. Air matanya perlahan-lahan menetes dan Hye in sama sekali tidak menyadari Jung woo yang berdiri di belakangnya dan melihatnya. “maafkan aku” lirih Hye in pada foto Sung chul.
Son hyuk juga sedang bersedih. Berbeda dengan NTS yang sedang berkabung karena kehilangan salah satu orang kebanggan mereka, Son hyuk bersedih karena lagi-lagi harus kehilangan Hye in. Son hyuk kembali mengingat kejadian sewaktu di Jepang saat Hye in lebih memilih masuk ke dalam gudang yang hampir meledak demi menyelamatkan Jung woo, saat Hye in meminta Son hyuk untuk melepaskannya dan membiarkannya pergi dan saat Hye in melindungi Jung woo dari Son hyuk yang ingin menembak Jung woo.

Terutama perkataan terakhir Hye in yang masih terus terbayang di benak Jung woo.
“mimpi apa?ujung jari saya tidak pernah bersih dari noda darah. Aku memejamkan mata, tetapi masih terbayang wajah orang yang sudah kubunuh, jadi mimpi apa? Ini bukan mimpi saya”
Son Hyuk menggengam erat gelas yang sedang dipegangnya hingga pecah berkeping-keping. Son hyuk hanya memandangi darah yang terus menetes dari tangannya dan sama sekali tidak memperdulikan sakit di tanganya sekarang, hatinya jauh lebih sakit karena sudah kehilangan Hye in, Jantung hatinya (hiks,hiks,hiks, kasihan oppanya teh nana dan teh ai).
Ki soo kembali ke tempat mahyongnya. “Hyungnim selamat datang kembali” sapa Min go yang saat itu sedang makan ramen. Ki soo berhenti berjalan dan mengatakan kepada Min goo untuk tidak membuka tempat mahyong hari ini dan mengingatkan kepada Min go agar tidak sering-sering makan ramen dan menggantinya dengan nasi.
Ki soo kemudian ke ruangan kerjanya. Baru saja Ki soo duduk, Letnan Korea Utara meneleponnya dan mengajaknya bertemu.

Letnan : Ki soo aku ingin kau pergi ke New Zealand”
Ki soo : tapi mengapa tiba-tiba?
Letnan : kami menemukan lokasi Kim Seon Hwa
Ki soo : (sedikit terkejut) Seon hwa….bisakah kita meninggalkannya sendirian dan tidak mengganggunya lagi. Aku mendengar dia hidup baru disana dan aku berpikir lebih baik, dia seperti itu
Letnan “ aku juga berpikiran yang sama, tetapi jika kita tidak menemukannya, dia akan berada dalam bahaya, di bawah arahan Pimpinan Kim, Korea Utara akan mengambil mantan agen mereka dan membunuhnya, bukan hanya Seon hwa tetapi kamu juga, pergi kesana dan peringatkan dia.

Dan tanpa disadari Letnan dan Ki soo, anak buah Letnan ikut mendengarkan pembicaraan mereka dari mobil (rupanya anak buah Letnan sudah memasang alat penyadap di ruangan tersebut).
=NTS=

Jung woo duduk di ruangannya dan memandangi kursi Sung chul yang sekarang kosong. Tiba-tiba salah satu agen analisis memberitahunya kalau Son hyuk menelepon dan ingin berbicara dengannya. Dr.Kwon dan asistennya ikut mendengarkan juga.

Jung woo : ini Lee Jung woo
Son hyuk : kau pernah berkata bahwa aku seseorang yang memiliki hati tanpa jiwa, kau orang yang tidak tahu diri. Itu semua tidak benar, tidak, tepatnya hilang. Sekarang aku sangat menderita dan tidak sebanding dengan rasa sakit kamu akibat kematian Sung chul.
Jung woo : apapun yang kamu lakukan, ingat satu hal, aku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri
Son hyuk : kau begitu dendam padaku dan aku juga sama sepertimu. Dengarkan baik-baik Jung woo, kamu akan melihat sesuatu yang tidak pernah kamu bayangkan sebelumnya di tengah Kota Seoul, aku akan menunjukkan kepadamu apa yang bisa aku lakukan, tunggu dan lihatlah.
Jung woo dan Dr.Kwon saling berpandangan.

Dr.Kwon dan para Agen mengadakan rapat dan mulai memprediksi tempat-tempat yang akan menjadi sasaran Son hyuk. Asisten Dr.Kwon memberitahukan bahwa mereka sudah menjalin kerja sama dengan semua departemen keamanan dan NIS. Jung woo juga ikut mengeluarkan pendapat dan mengatakan kalau reactor nuklir yang sekarang ini sedang dikerjakan mungkin bisa menjadi sasaran Athena. Akhir dari rapat, Dr.Kwon berpesan untuk tetap focus dalam menjaga keamanan dan terus mencari sasaran Athena. “Lee Jung woo ke ruangan saya” perintah Dr.Kwon
Dr.Kwon memberitahukan mengenai rencananya yang ingin memanggil kembali Hye in sebagai agen NTS karena sudah banyak korban yang berjatuhan terutama kejadian baru-baru ini di lokasi kereta bawah tanah. Dr.Kwon kemudian memerintahkan Jung woo untuk berbicara langsung dengan Hye in, karena Hye inlah sekarang harapan satu-satunya bagi mereka, karena Hye in jugalah yang lebih mengenal Athena dan Son hyuk dibanding siapapun.
“aku mendengar bukan kamu yang menembak Ketua Han (Ayah Jae hee), mengapa tidak mengatakannya padaku. Jika kamu mengatakannya, aku mungkin tidak akan menderita seperti ini” ucap Jung woo
“maafkan aku” ucap Hye in dan terus menunduk
“Son hyuk menghubungi kami, dia memperingatkan kami bahwa dia akan melakukan serangan teroris di pusat Kota Seoul, saat ini kami sedang berusaha untuk mencegahnya, tapi kami belum yakin tentang target Son hyuk. Banyak rakyat sipil yang menjadi korban sewaktu terror bom bawah tanah dan masih terus bertambah, kita harus menghentikan semua ini. Direktur ingin kamu bergabung dalam penyelidikan ini dan itulah sebabnya aku datang kesini untuk meyakinkanmu, tapi aku tidak tahu apa yang harus aku katakan untuk meyakinkanmu. Aku tidak memaksa atau memintamu, itu sepenuhnya tergantung padamu, aku akan menunggu” ucap Jung woo
“aku akan melakukannya” ucap Hye in tegas dan terlihat sudah memikirkannya matang-matang. “tidak ada niat lain, aku hanya tidak ingin ada korban lain yang berjatuhan karena dia” tambah Hye in dan kali ini menatap mata Jung woo.

Sementara itu Dr.Kwon yang melihat dari kamera cctv tampak tersenyum, pilihannya untuk meminta Jung woo membujuk Hye in tidak salah. “kumpulkan agen di ruang konferensi” perintah Dr.Kwon pada Jung woo begitu selesai berbicara dengan Hye in.

Jung woo, Jun ho dan Jae hee sedang berbincang-bincang mengenai target Athena saat Dr.Kwon masuk ke ruangan rapat bersama dengan Hye in. Dr.Kwon tahu mereka semua terkejut (kecuali Jung woo) melihat Hye in dan memberitahukan kalau Hye in akan bergabung dalam tim investigasi.

Hp dan semua barang milik Hye in dibawa ke ruangan lab forensic untuk dianalisa. Salah satu agen lab forensic mulai memeriksa Hp milik Hye in dan menemukan sesuatu yang mencurigakan. “Kepala OH coba lihat ini, Hye in menyuruh kami untuk memeriksanya”. Kepala Oh memakai kacamatanya dan mulai melihat ke layar computer yang tersambung dengan Hp Hye in “ini adalah info rinci pada komposisi dinding beton dan ini adalah manual untuk keadaan darurat, selanjutnya…. Ini terlihat seperti peta satelit yang dipandu, dimana ini? Coba perbesar” Kepala Oh terlihat terkejut dan segera melaporkan hal tersebut kepada Dr.Kwon.

Dr.Kwon memberitahukan kepada beberapa anggota parlemen bahwa target Athena selanjutnya adalah pembangkit energy nuklir yang sekarang sedang dikerjakan. Salah satu anggota parlemen terlihat tidak percaya, karena sebelumnya Dr.Kwon mengatakan kalau target Athena selanjutnya ada di pusat Kota Seoul. Dr.Kwon membenarkan hal tersebut, tetapi setelah diperiksa lebih lanjut Athena ingin menghentikan penelitian energy nuklir di Korea. Anggota parlemen yang lain ikut berkomentar, dia seakan tidak percaya dengan kerja NTS karena NTS sendiri pernah disandera, dan bagaimana NTS bisa meyakinkan mereka. Dr.Kwon yang pada dasarnya orang yang sangat bijak dan arif berusaha menegaskan kalau NTS akan berusaha sebaik mungkin.

Jung woo dipercaya oleh Dr.Kwon untuk memimpin penyelidikan kali ini. Jung woo memerintahkan kepada agen lainnya untuk mencari tahu jenis bom yang dibawa Andy ke NTS dan kesediaan NIS untuk membantu mereka. Jung woo melihat Jae hee yang hanya duduk terdiam di kursinya “apa kamu baik-baik saja?apa kamu sudah menemui konseling, mereka khawatir terhadapmu” tanya Jung woo terlihat khawatir “aku baik-baik saja” jawab Jae hee sambil tersenyum (kalau menurutku senyum yang dipaksakan) “mengapa kau tidak beristirahat?” tanya Jung woo lagi “tidak, aku baik. Aku akan pergi untuk memeriksa ke laboratorium Sains” ucap Jae hee dan beranjak pergi.

Jae hee tidak sengaja berpapasan dengan Tae hyun (wah, namjanya siapa nich????) ketika ingin masuk ke dalam lift “kita bertemu lagi, aku ingin berterima kasih sekarang untuk apa yang sudah kamu lakukan padaku sebelumnya” ucap Jae hee “tidak masalah” jawab Tae hyun “tapi, apa yang membawamu kesini?” tanya Jae hee “aku dihubungi untuk menjadi agen cadangan” jawab Tae hyun.
Choi Tae hyun memperkenalkan dirinya kepada semua agen. “perkenalkan aku adalah Choi Tae hyun, agen dari NIS” “aku pikir kamu ahli dalam masalah bom?” tanya Jae hee “sebenarnya agen ini multi talented, tidak hanya seorang specialist bom tetapi ia juga seorang specialist peralatan khusus” jawab Jun ho yang kebetulan berdiri disamping Tae hyun “saya kebetulan punya beberapa kepentingan, saya berpikir tidak mungkin bagi mereka untuk menargetkan pabrik nuklir dari luar, hal ini dilindungi oleh lima lapisan firewall, saya tidak berpikir mereka bisa melakukannya, reactor nuklir sendiri memiliki dinding beton yang melindunginya” ucap Tae hyun setelah selesai memperkenalkan dirinya. Jun ho juga berpikiran yang sama dengan Tae hyun. Jung woo kemudian bertanya bagaimana jika mereka melakukan hal yang sama seperti di NTS. Tae hyun juga sempat berpikir seperti itu, tetapi Athena tidak mungkin bisa menembus penjagaan yang sangat ketat bahkan stuck snap (salah satu virus yang bisa merusak sistem reactor) tidak dapat menembus reactor nuklir. Jae hee setuju dengan apa yang dikatakan “mereka tidak bisa menyerang dari luar maupun dalam, lalu apa yang mereka rencanakan?” tanya Jae hee (Son hyuk punya banyak akal Jae hee, hehehehe…..).
Di tempat lain, Andy memberitahukan Son hyuk kalau rencana sudah dimulai. Son hyuk kemudian melihat anak buahnya dan menyuruh mereka untuk menyelesaikannya secepat mungkin.
=Auckland, New Zealand=

Ki soo akhirnya sampai di New Zealand dan duduk di salah satu kafe di pinggir jalan. Di tangan Ki soo sudah ada beberapa lembar foto Seon hwa (kemungkinan diberikan oleh Letnan Korea Utara). Ki soo melirik jam tangannya kemudian bergegas pergi dengan menggunakan mobil.
Ki soo berhenti di depan sebuah sekolah dan dari kejauhan dia melihat Seon hwa yang sedang membuka bagasi mobilnya. Ki soo melaporkan hal tersebut kepada Letnan Korea Utara “aku sudah menemukannya”.
Seon hwa tersenyum sambil mondar-mandir menunggu anaknya yang akan pulang sekolah. Wajahnya berubah pucat ketika melihat Ki soo yang berjalan ke arahnya. Seon hwa seperti melihat hantu di siang bolong.

Baru saja Ki soo ingin mendekat ke arah Seon hwa, anak Seon hwa tiba-tiba keluar dan berteriak memanggil “Ibu”. Ki soo spontan menjauh apalagi saat itu suami Seon hwa juga berada disana dan Seon hwa juga sempat memberi tanda agar jangan mendekat.
Seon hwa menggendong anaknya kemudian memberikannya kepada suaminya. Dengan alasan ada sedikit urusan, Seon hwa pamit kepada suaminya dan berjalan ke arah Ki soo. Seon hwa kemudian memberikan secarik kertas kecil yang diselipkan ke tangan Ki soo “temui aku disini jam 10 nanti”.
Seon Hwa dan keluarganya pergi kesebuah tempat rekreasi, mereka terlihat sangat bahagia. mereka menghabiskan hari itu dengan bersenang2. Usai seharian bermain bersama anak perempuannya, Seon Hwa menemani anaknya hingga ia tertidur. setelah itu Seon Hwa pergi ke kamarnya.
“Kau sudah siap tidur? Tanya suami Seon Hwa. “Ya” jawab Seon Hwa sambil membuka sweternya. suami Seon Hwa mendekat dan memeluknya. Seon Hwa menatap suaminya. “Ya ya ya,, aku tahu kau besok sangat sibuk” kata suami Seon Hwa.
Sementara itu segerombolan pria memakai pakaian hitam bersenjata mendekati rumah Seon Hwa. Mereka menutup muka mereka dengan kain hitam dan bersiap menuju rumah Seon Hwa.
Seon Hwa yang menunggu suaminya tertidur tiba2 ia merasa ada seseorang yang datang ke rumahnya. Ia akhirnya pergi keruang dapur dan memeriksa seluruh ruangan. Tiba2 dari arah belakang ada seseorang yang mengarahkan pistol dikepalanya dan dengan sigap Seon Hwa berhasil menghindar. Mereka berdua terlibat pertarungan sengit hingga Seon Hwa dapat menaklukannya (wah keren banget, walaupun cewek tapi tetep keren). Namun tanpa Seon Hwa sadari suaminya telah melihat apa yang dilakukan Seon Hwa, Suami Seon Hwa sangat shock melihatnya.
Dari arah belakang suami Seon Hwa datang seorang pria yang akan menyerang, dan dengan sigap Seon Hwa melemparkan pisau kearah pria itu. Suami Seon Hwa masih terpaku melihat apa yang terjadi. “Segera bawa anak kita pergi, cepat” teriak Seon Hwa. Suami Seon Hwa lalu berlari ke lantai 2.
Seseorang kembali datang menembakkan pistolnya kearah Seon Hwa, untuknya Seon Hwa bisa berlindung di samping meja. Seon Hwa menggunakan meja untuk menghindari tembakan pria itu. Seon Hwa kembali bertarung dengan pria itu dan berhasil melumpuhkannya. Seon Hwa duduk terengah2, ia baru sadar dengan keadaan suaminya. Ia kemudian berlari ke lantai 2.
Ternyata dilantai 2 ada seseorang yang sudah menanti dengan pistol menengadah, Seon Hwa pun berhasil melumpuhkannya. Ia kemudian berlari ke kamar anaknya. Betapa terkejutnya ia melihat darah bercucuran di lantai. Seon Hwa terpaku melihat anak dan suaminya telah mati terbunuh. Seon Hwa menangis histeris.
Sementara itu disuatu tempat, Ki Soo menunggu kedatangan Seon Hwa dengan gelisah karena jam sudah menunjukkan pukul 22.30 padahal mereka janjian bertemu pukul 22.00
Seon Hwa mengangkat ponsel salah satu pria yang terbunuh. “Dimana kau? Tanya seorang pria. Seon Hwa terlihat mengenali suara itu, ia kemudian membuka penutup muka pria itu dan betapa terkejutnya dia. “Mengapa kau tidak menjawabku?” kata suara dalam telepon. “Jendral” jawab Seon Hwa lirih. (ternyata pria yang menelepon adalah jendral pimpinan korea utara). “Seon Hwa, mengapa kau yang menjawab telepon ini? dimana Zhang Yingzhe?Tanya Letnan. “Mengapa kau melakukan ini padaku, suamiku tidak tahu apa2 tentang masa laluku, ketika anakku lahir, dia mengatakan terima kasih padaku. Itu pertama kalinya ada orang yang mengatakan terima kasih padaku” kata Seon Hwa penuh amarah. “Seon Hwa, apa yang terjadi? Tanya jendral tak mengerti. “Apakah membunuh ibu dan adikku tidak cukup, bahkan kau pun membunuh orang yang tak tahu apa, bagaimana kau bisa membunuhnya? Teriak Seon Hwa. “Seon Hwa, dengarkan aku” kata jendral. “Aku akan membalas dendam, ingat baik baik” potong Seon Hwa. “Kim Seon Hwa, Kim Seon Hwa” teriak Letnan. Seon Hwa masih terdiam dan menangis
Seon Hwa yang tak kunjung datang membuat Ki Soo melacak keberadaan Seon Hwa dengan menggunakan GPS. Ia pun tiba dirumah Seon Hwa dengan keadaan rumah yang sudah berantakan. Ki Soo mengerluarkan pistolnya dan mentelusuri rumah Seon Hwa, Seon Hwa telah pergi.
Ki Soo menelepon jendral dan mengabarkan keadaan rumah Seon Hwa. “Situasinya sangat buruk, aku tak tahu apa yang terjadi pada Seon Hwa dan keluarganya” kata Ki Soo. “Ya, aku mengerti” jawab Letnan.
=NTS=
Semua para anggota NTS melakukan rapat tentang kerja Athena. Hye In sebagai mantan anggota sangat banyak memberikan informasi terkait cara kerja dan system yang mereka gunakan.

Anggota NTS mulai melakukan investigasi dengan arahan Hye In. mereka pergi kesebuah pabrik dan melakuakan beberapa penyelidikan dengan sembunyi2, sementara Hye In dan Jung Woo menunggu laporan dari markas NTS.
Mereka berdua gelisah menunggu kabar dari anggota NTS lainnya. Untuk mengurangi kegelisahan Jung Woo keluar ruangan dan pergi membuatkan makanan kecil dan kopi untuk Hye In. “Sejak kau berparisipasi dalam investigasi ini, aku belum makan apapun” kata Jung Woo sambil emnyodorkan makanan pada Hye In. “Terima kasih” seru Hye In. tiba2 laptop Hye In mendapatkan kiriman data.
“Namanya adalah Wu Dazhi, kepala organisasi, di Italy dia berpartisipasi dengan Athena. Dia masuk dalam level A” jelas Hye In dalam rapat NTS. “Siapa managernya? Tanya direktur. “Li Taixian, kita bisa menemukannya di shanghai cina” jawab Hye In.
=Shanghai, Cina=
Jae Hee pergi ke Shanghai untuk menyamar sebagai wanita penggoda. Ia mulai menggoda Li Taixian dan Li Taixian mengajaknya ke kamar. Didalam kamar Jae Hee mulai beraksi dan dapat melumpuhkan Li Taixian. Ia mengambil handphone dan kartu kredit Li Taixian.
=Seoul=
Jin Young datang ke tempat Ki Soo. “Ada apa? Tanya Jin Young. “Jendral mempunyai sesuatu untukmu” jawab Ki Soo. Ki Soo lalu pergi meninggalkan Jin Young. Jin Young lalu mendapatkan sebuah telepon. “Aku tak mendapatkan kabar darimu, dimana kau, bagaimana dengan Seon Hwa? Apakah sudah selesai? Tanya Jin Young pada seseorang ditelepon. “Halo Halo Halo” kata Jin Young karena tak ada jawaban. “Mengapa kau lakukan ini” kata Ki Soo tiba2 datang. (emm ternyata hp suruhan Jin Young dibawa Ki Soo dan digunakan untuk memastikan apakah benar dia yang memerintahkan untuk membunuh Seon Hwa).
Jin Young pun menyadari jika telepon itu dari Ki Soo, “Karena Kim Seon Hwa adalah penghianat korea utara, itulah takdirnya” jawab Jin Young santai. “Suami dan anaknya tidak mengetahui apapun, mereka tak bersalah. Dasar kau brengsek,,” teriak Ki Soo sambil mengarahkan pistol kearah Jin Young. “Aku harap kita tak bertemu lagi, jika itu terjadi, aku tak tahu apa yang akan aku lakukan padamu” kata Ki Soo sangat marah.
Hye In menggunakan Handphone dan kartu Li Taixian untuk membuka sebuah data. (duh mian gak ngerti apa yang dibuka, yang telas setelah dapat membukanya, ada dari pihak Athena yang bergerak). Dan Jung Woo pun bersiap pergi.
Jae Hee mengatakan pada Jung Woo untuk tidak pergi, karena Athena telah mengenali wajah Jung Woo. Namun Jung Woo bersikeras, karena dia ingin segera menemukan markas mereka.
Jung Woo pergi dengan berpakaian rapi, dan berkaca mata, sementara itu dari kejauhan Jae Heed an Hye In memantau keadaan.
Para anggota NTS, Jun Hoo, direktur memantau dari markas. “Kekuatan akan standbay diluar dengan jarak 1 km” kata Jun Hoo memberikan info.
Setelah beberapa saat menunggu, ada sebuah mobil datang menghampiri Jung Woo. “apakah kau benar utusan Li Taixian? Tanya pria dalam mobil. “Ya” Angguk Jung Woo. Jung Woo lalu masuk ke dalam mobil. Sementara itu Hye In dan Jae Hee mulai mengikuti mereka. Sedangkan direktur memerintahkan untu bergerak.
Didalam mobil Jung Woo diberikan beberapa pertanyaan tentang tim harri dan keberadaan Charlie Zheng oleh pria yang ada didalam mobil. Jung Woo sedikit terkejut dengan pertanyaan itu, apalagi Hye In tak mengetahui tentang keberadaan Charlie Zheng.” Apakah aku mengetesku? Kata Jung Woo. “Ini hanya beberapa prosedur yang harus dilakukan” kata pria itu. Sementara itu di markas berusaha mencarikan jawaban atas pertanyaan itu dan ketemu, Charlie Zheng berada ditaiwan. “dia ada ditaiwan”jawab Jung Woo santai.
Jung Woo diturunkan disuatu tempat. “Apakah ini benar tempatnya? Tanya Jung Woo. “Sayangnya Charlie Zheng telah mati” kata pria itu sambil menodongkan pistol. Untung saja Hye In dengan sigap menembak orang itu. Mobil itu lalu melaju pergi. Mobil Hye In datang dan Jung Woo masuk kedalam mobil.
Mobil mereka berusaha mengikutinya dan mereka kehilangan jejak, Jung Woo meminta bantuan markas untuk melacaknya dan akhirnya ketemu. Mobil Jung Woo berhasil membuntuti mobil tersebut dan membawa mereka ke markas Son Hyuk. “Kapan bantuan tiba? Tanya Jung Woo. “1 menit lagi” jawab Jun Hoo.
Jung Woo, Hye In dan Jae Hee tiba di markas Son Hyuk. Hye In memohon agar dia diikutkan untuk melakukan penyerangan. Akhirnya mereka masuk dengan pasukan lengkap. Mereka mulai menyerang dan menembaki para anak buah Son Hyuk.
Sementara itu andy mengatakan pada Son Hyuk bahwa NTS berhasil menemukan markas mereka dan telah melakukan penyerangan.
Jung Woo mengontak Jae Hee, “Apa kau menemukan Son Hyuk?. “Tidak, aku tak menemukannya” jawab Jae Hee. Sementara itu dilayar kaca Son Hyuk melihat Hye In yang turut hadir dalam mengepungan markas mereka, Son Hyuk sangat terkejut.

WARNING

Mohon tidak meng-Copy Paste tulisan dari blog kami, bila ingin men-share di blog/ FB cukup link nya saja.Tolong hargai kerja keras tim penulis, terimakasih….

[Sinopsis] Drama Athena Episode 16

Andy masuk dengan menodongkan pistol agen NTS yang telah menangkapnya. Sedangkan rekan satunya (rekannya itu yang cewek tuh) menodongkan pistolnya kepada asisten direktur.

“Apakah ini alasan mengapa kalian menyerah?”tanya direktur NTS yang melihat mereka semua dari lantai 2.
Andy tidak peduli dengan ucapan direktur NTS, Ia menyuruh rekan yang menodong pistol kea rah asisten direktur untuk memulainya. Perempuan itu mengalihkan pistolnya kepada agen yang menangani data rahasia NTS dan menyuruhnya minggir dari tempat ia berdiri.

Rekan Andy segera duduk dan mulai menggunakan komputer NTS, Ia segera menekan tombol untuk mengunci semua gerbang markas NTS.
“Penguncian telah selesai”ucapnya.
Para agen NTS yang berada di ruangannya terkejut melihat ruangan mereka dikunci.

Dari layar besar muncul Son Hyuk.
“Direktur NTS, ini suatu kebanggaan bisa melihatmu, apa yang kau lakukan?”tanya Son Hyuk basa-basi.

Son Hyuk memperlihatkan sesuatu, “Apakah kau tahu apa ini?”. Semua orang yang ada di dalam ruangan memperhatikan Son Hyuk termasuk Direktur NTS. Para agen yang berhasil keluar menodongkan pistol kepada orang-orang Son Hyuk bertepatan juga dengan Andy dan rekannya yang membuka jas mereka, ternyata mereka memasang bom pada rompi yang mereka kenakan. Para agen tidak bisa berbuat apa-apa.

“Bom yang telah dipasang ditubuh mereka bisa membuat NTS menjadi tanah yang datar,” lanjut Son Hyuk. “Juga, ini adalah remote control”
Direktur NTS mendekati Son Hyuk, “Apa yang kau inginkan?”
“Bebaskan Yoon Hye In,” jawab Son Hyuk.
“Yoon Hye In tidak lama dibawah NTS, aku tidak bisa memberikan keputusan”.
“Kau membuat kesalahan padaku, aku tidak akan bernegosiasi denganmu atau membantumu, karena saat ini aku memegang NTS sebagai sandera”.
Andy memerintahkan rekannya untuk kembali ke ruang interogasi Hye In.

Jae Hee mendatangi Hye In dengan terburu-buru.
“Ada apa?”tanya Hye In.
Jae Hee membuka borgol Hye In, “Kita harus meninggalkan tempat ini segera, aku akan menjelaskan padamu nanti”.

Rekan Andy memasuki laboratorium. “Pergi dari sini sekarang!” serunya sambil menodongkan pistol. Mereka segera keluar, kepala laboratorium keluar terakhir sambil diam-diam mengambil hasil penemuan kumbangnya.
Rekan Andy mencari di lorong. Saat Ia pergi, Jae Hee ternyata ada di balik lorong itu bersama Hye In.

Jae Hee menelpon Jung Woo. “Situasi kode biru, Andy membawa rompi peledak ke dalam NTS. Direktur NTS dan anggota yang lain sedang di sandera”.
“Di mana kau sekarang? Apakah kau baik-baik saja?”
“Aku ada dibagian keamanan”.
“Baiklah, aku sedang dalam perjalanan.”

Jung Woo segera menuju markas NTS dengan mobilnya.

“10 menit selanjutnya aku akan melanjutkannya lebih cepat dan lebih menyakitkan daripada 10 menit yang lain”kata Son Hyuk.
“Tidak akan ada kesempatan bahkan jika kau menyelesaikan ini”kata Direktur NTS.
“Aku tidak berpikir seperti itu, jika aku jadi kau, aku mungkin tidak akan berkompromi dengan situasi ini. Tetapi, tolong lihat sekitarmu. Para anggota NTS tercintamu melihat dengan harapan memintamu membiarkan mereka pergi, mati sendiri jika kau menginginkannya”.

Jae Hee berjalan dengan Hye In di lorong NTS.
“Apa maksudmu ketika kau berkata Andy telah menguasai NTS?”tanya Hye In.
“Dia membawa bahan peledak di tubuhnya”jawab Jae Hee.
“Ayo kita ke sana. Aku akan berbicara dengannya”kata Hye In.
“Tidak bisa walaupun tempat ini ditutup, ada beberapa tempat untuk jalan keluar”.
“Jae Hee” Hye In berusaha membujuk Jae Hee.
“Kita akan kehabisan waktu, ikut denganku cepat”. Jae Hee berjalan diikuti Hye In.

“Aku agen lapangan NTS Lee Jung Woo. Jalan Ming Bao FA30473. NTS sedang dalam kondisi darurat permintaan untuk membackup” kata Jung Woo sambil menyetir.

Blue House, Kediaman Presiden

Sekpres masuk ke dalam ruangan presiden dan melaporkan bahwa NTS sedang di bawah kekuasaan Athena. Presiden sangat terkejut hingga ia berdiri dari kursinya.
“Direktur NTS dan anggotanya sedang disandera”jelas Sekpres.
“Bagaimana bisa terjadi hal itu?”
“Anggota Athena mempersiapkan untuk menyerah, memasuki NTS dengan bahan peledak”
“Panggil kepala departemen pertahanan militer sekarang!” perintah presiden.
“Baik”
Sekpres meninggalkan ruangan presiden. Presiden tampak khawatir dengan kejadian ini.

NTS (National Anti-Terror Service)

Son Hyuk melihat jam tangannya, “Hanya ada 3 menit lagi sekarang”.
Direktur NTS melihat seluruh anggotanya, “Baiklah, aku akan membawa Hye In kemari. Tetapi Yoon Hye In tidak ada di sini. Aku membutuhkan tambahan waktu”.
Son Hyuk melihat jam tangannya lagi, “Sudah 30 detik berlalu, tinggal 2 menit 30 detik”. Itu artinya Son Hyuk tidak memberikan tambahan waktu.

Jae Hee sedang melihat denah gedung NTS mencoba mencari celah untuk keluar. Diam-diam Hye In juga menekan key board yang ada disebelahnya dan melihat para anggota NTS yang sedang disandera. Hye In segera pergi, Jae Hee terkejut dan segera menyusul Hye In mencoba untuk membawanya kembali.

“10 detik lagi” kata Son Hyuk melihat jam tangannya. Son Hyuk sudah akan menekan tombol pemacunya.

Hye In datang menghentikan Son Hyuk. “Ayo bawa aku pergi, aku akan pergi denganmu. Tolong hentikan” kata Hye In pada Son Hyuk.
“Ayo kita mulai”kata Son Hyuk pada Andy.
“Baik”jawab Andy.
“Ini sudah siap”kata rekan Andy.
“Akhirnya, Andy akan memasang peralatannya pada orang lain”Andy melepas rompinya. “Siapa yang akan memainkan permainan ini?”tanya Son Hyuk. Andy mencari orang.
“Lakukan padaku”kata direktur NTS.
“Tidak, kau tidak bisa”.
“Mengapa?”tanya direktur NTS dengan berteriak karena geram dengan perbuatan Son Hyuk.
Jae Hee maju, “Biarkan aku yang melakukannya”
“Kau juga tidak bisa melakukan itu”kata Son Hyuk. “Ambil orang yang berdiri di sebelah kanannya”.
Andy memegang tangan kepala laboratorium. Jae Hee semakin maju, “Biarkan aku saja yang melakukannya!”.
Son Hyuk menatap Jae Hee dan tersenyum sinis, “Baiklah, kau bisa melakukannya. Setiap orang akan mati jika itu meledak. Jadi jangan membuat perbedaan — Pakaikan padanya”

Jung Woo masih mengendarai mobilnya.

Andy selesai memasang rompi bom di tubuh Jae Hee. “Tidak ada yang harus mati bahkan jika kau dihukum mati. Cukup bekerja sama denganku dalam 3 hal. Pertama, jangan mencoba untuk melepaskan. Perpindahan akan memicu ledakan. Kedua, aku akan memonitoring kalian, tolong jangan berupaya untuk membubarkan. Ketiga, sebelum Yoon Hye In sampai, jangan melakukan usaha apapun. Ada sedikit gerakan akan mengakibatkan hasil yang tak terelakkan. Tolong pertimbangkan tiga hal itu. Bawa dia keluar dari sana” Son Hyuk menjelaskan peraturannya.
“Ayo”kata Andy.
Hye In menatap Direktur NTS. Direktur mengangguk kepada Hye In.

Hye In mengikuti Andy yang beranjak pergi. Kepala laboratorium menaruh sesuatu pada pundak Hye In secara diam-diam, ia menempelkan kumbang hasil penelitiannya.
Andy menodongkan pistol pada Sung Chul, “Sopir kendaraan di sini!” Sung Chul terkejut kemudian berlalu menuju tempat parkir. Mereka semua terdiam dan tampak bingung. Direktur memegang handphonenya dan mengirimkan suatu kode.

Di dalam sebuah mobil seseorang mendapatkan sinyal darurat NTS. Rupanya dia orang yang dulu pernah bertarung dengan Son Hyuk di toilet. Son Hyuk mengira ia sudah mati, padahal ia sekarang masih hidup. (Itu mata kirinya aneh. Kayak kelereng di cemplungin ke bola mata, berkilauan gitu. wkwkwk)

Jung Woo mendapat telepon. “Di mana kau sekarang?”
“Sedang dalam perjalanan menuju NTS”jawab seseorang diseberang.
“Aku menerima laporan bahwa Hye In telah melarikan diri, tetapi sekarang aku tidak bisa menghubunginya. Konfirmasi kondisinya pada saat kedatangan, aku akan sampai segera”.

Sung Chul menunggu Andy dan rombongannya. Andy mempersilahkan Hye In masuk ke dalam mobil.
“Bawa mobil ini!” perintah Andy.
“Kau bisa membawanya sendiri, mengapa memintaku…”
Perkataan Sung Chul berhenti karena ditodong pistol oleh Andy. Akhirnya ia pun menyetir mobil itu. Rekan Andy membuka pintu NTS dengan hpnya. Mereka keluar dengan ditodong pistol oleh satuan pasukan pimpinan Joon Ho. Operator Son Hyuk memperlihatkan mobil mereka sedang dihadang oleh anggota NTS yang berada di luar.
“Tunggu beberapa saat”.
Son Hyuk berbicara pada direktur NTS, “Jangan lakukan sesuatu yang tak ada artinya. Buat jalan dan jangan mengikuti. Hanya biarkan kami pergi”.
“Jangan membersihkan kami semua, karena suatu saat kami akan menangkapmu”kata Jae Hee.
“Aku akan memutuskan. Cepat beri jalan!” Son Hyuk sudah memperlihatkan lagi pemicunya.

Direktur NTS mengontak Joon Ho dan memintanya untuk membiarkan mereka lewat. Mobil pun kembali berjalan dan rekan Andy menutup kembali gerbangnya. Direktur dan anggota NTS terisolir.
“Peralatan telah dihentikan. Tampak seperti terkunci”kata asisten kepada direktur NTS. Namun direktur hanya diam saja.
“Direktur sebelumnya akan berkata ‘kamu menang dan aku kalah'”kata Son Hyuk dengan congkak.
“Hmm.. lalu bagaimana dengan ini?”tanyanya sambil menunjukkan alat pengendali bom. “Jangan berpikir hanya karena kau tidak bisa melihatku. Aku tidak bisa melihatmu juga”.
Para agen saling melihat satu sama lain.

“Mulai sekarang kau akan berjaga di sini. Laporkan padaku jika terjadi sesuatu hal”kata Son Hyuk kepada bawahannya. Ia sendiri berlalu pergi.

“Apa alasanmu datang ke Korea Selatan lagi?”tanya Ki Soo kepada kepala pertahanan Korea Utara.
“Aku di sini untuk menyelidiki tentang masalah Dr. Kim”.
“Apakah kau menyelidiki permasalahan personal Dr. Kim?”
“Sepengetahuanku, Korea Selatan akan menekankan kesalahan kepada Athena”.
Kepala pertahanan Korea Utara menatap Ki Soo. “Tetapi masalahnya adalah Dr. Kim memang memiliki hubungan dengan Athena. Korea Selatan telah menemukan adanya bukti Dr. Kim telah mengontak Athena sebelum percobaan pembunuhan presiden”.
“Apakah maksudmu, Dr. Kim terlibat dengan percobaan pembunuhan terhadap presiden Korea Selatan?”.
“Aku tidak tahu apa motif Dr. Kim melakukan itu. Tetapi jika itu bisa terbukti dia ada hubungan dengan hal tersebut lalu Korea Utara tidak bisa menggeser kesalahan.”

Jung Woo sampai di tempat para anggota NTS berkumpul (anggota NTS yang berada di luar). Joon Ho menyambut Jung Woo dan memberitahukan bahwa Andy hanya membawa Hye In pergi dan ketua tim Park Sung Chul sebagai sandera mereka.
“Siapa yang berada di akhir?”tanya Jung Woo turun dari mobil.
“Tidak ada. Ada bom di dalam NTS. Dan mereka berkata jika mereka mencoba untuk mengikuti mereka akan meledakkan bomnya.”
“Lalu, bisakah kita masuk ke dalam?”
“Tidak, kita tidak bisa. Penguncian diaktifkan dan peralatan berhenti bekerja. Ini seperti mereka menyabotase peralatan kita, tetapi kita masih bisa terhubung dengan jaringan komunikasi.”
Jung Woo nampak berpikir, “coba kontak mereka”
“Baik.” Joon Ho segera menekan tutsnya dan menghubungkan Jung Woo pada direktur NTS.
“Ini Lee Junn Woo. Aku berada di depan pintu masuk. Aku dengar tentang ledakan, bagaimana kondisinya sekarang?”.
Jae Hee yang menjawab, “Jangan khawatir tentang kami, carilah Hye In dengan cepat. Mereka belum jauh”.
Direktur mengambil alih, “NTS tidak bisa memback up sekarang. Walaupun ini sulit, tapi kami berharap kau bisa menyelesaikan situasi ini.”
“Baiklah.” Komunikasi diputus. Jung Woo menyerahkan semuanya yang ada di sini kepada Joon Ho. Ia akan pergi menyusul Hye In.

“Dimana ahli penjinak bom?”tanya direktur NTS setelah melepas komunikasi dengan Jung Woo.
“Penjinak bom tidak bisa datang kemari”jawab asisten direktur.
“Segera aktifkan semua peralatan spesial. Semua personil pergi ke bawah untuk berlindung.
Kepala laboratorium dan stafnya segera pergi. “Hong Jin-shi, apa yang membuatmu masih berada di sini?”
“Baik”.
“Kau bawa semua staff untuk berlindung. Cepat pergi!”
Mereka semua akhirnya pergi meninggalkan direktur. Beberapa masih bertahan, berusaha mengaktifkan peralatan.

“NTS berusaha untuk bergerak”lapor anak buah Son Hyuk yang bertugas mengawasi NTS.
“Bagaimana situasinya sekarang?”.
“Situasi tetap”.
“Berarti itu baik.” Son Hyuk menutup teleponnya.

NTS memantau mobil yang membawa Hye In dan melaporkan pada Jung Woo. Andy dan yang lain sudah sampai di suatu tempat. Semua turun kecuali Sung Chul yang masih di dalam kemudi. Andy menyuruh temannya membawa Hye In masuk. Ia mengambil pistolnya dan hendak membunuh Sung Chul, tetapi Hye In menghentikannya. Andy tidak jadi menembak Sung Chul, ia menyuruh Sung Chul untuk masuk ke dalam bagasi lalu memberikannya rompi berisi bom di dalamnya. Mereka bertiga masuk ke dalam.

Joon Ho menghubungi Jung Woo, Joon Ho berkata bahwa Ketua Tim Wu (ketua laboratorium) hendak berbicara pada Jung Woo.
“Jung Woo, ini aku. Ketika Hye In keluar aku menaruh kamera padanya. Kau bisa melacaknya di sini sekarang”.
Joon Ho melihat peta digital dan tanda itu menghilang di suatu tempat. Ketua Tim Wu menyuruh Joon Ho untuk melacak sinyalnya. Joon Ho menemukan dan mengaktifkan kameranya. Di situ nampak gambar tempat di mana Hye In berada. Ia segera mengirimkannya kepada Jung Woo. Jung Woo segera menyusul ke stasiun.

Kereta datang. Hye In disuruh masuk oleh Andy. Hye In sempat ragu-ragu, tetapi Andy mengancam jika Hye In tidak segera masuk ia akan meledakkan NTS. Terpaksa Hye In masuk. Andy berada di belakang Hye In, ia melihat ada benda asing di punggung Hye In lalu diambilnya benda seperti kumbang itu. Andy kesal karena itu pasti milik NTS. Ia melihat sekitar, membuang kumbang itu dan menginjaknya. Kereta berangkat.

Di layar hp, Jung Woo sudah tidak dapat menangkap gambarnya. Ia segera berlari dan melihat kereta yang berangkat. Jung Woo menghubungi para agen untuk menunggu di stasiun selanjutnya. Jung Woo hendak kembali ke mobilnya, tetapi ia menemukan mobil yang dipakai oleh Andy. Jung Woo memeriksa mobil itu. Saat membuka bagasi, ia menemukan Park Sung Chul. Pelan-pelan Jung Woo membantu Sung Chul keluar dari bagasi karena disitu ada bom yang akan meledak jika terlalu banyak pergerakan. Jung Woo melaporkan telah menemukan ketua tim dan bomnya.

Joon Ho sedang meneliti denah NTS. Ia menemukan tempat dimana jarang orang melewatinya. Joon Ho meminta izin kepada direktur NTS untuk memeriksanya. Joon Ho segera membawa laptopnya dan masuk ke dalam gedung NTS melewati pipa-pipa besar.

Sementara itu, para agen menunggu di stasiun pemberhentian selanjutnya. Saat ada kereta yang berhenti mereka memeriksa satu persatu gerbong. Tetapi hasilnya nihil. Mereka keluar dari kereta lalu mendapat laporan dari petugas stasiun bahwa kereta diberhentikan di tengah perjalanan. Para agen melaporkan kepada Jung Woo.
“Tolong carikan aku tempat keluar dari stasiun di dekat sini”pinta Jung Woo pada Sun Chul di sebelahnya.
“Baiklah” Sung Chul segera menghubungi NTS. “Hello, Ini Agen NTS Park Sung Chul, aku membutuhkanmu untuk hal penting.”
“Apakah ini benar-benar penting?”tanya lawan bicara Sung Chul diseberang.
“Ya, ini sangat penting”

Hye In, Andy, dan rekannya berjalan menyusuri rel di bawah tanah. Mereka di sambut oleh petinggi Athena yang akan membawa mereka keluar. Saat hendak keluar mereka dihentikan oleh seseorang. Rombongan Athena terbagi 2, Hye In dibawa pergi menjauhi pintu keluar, sedang beberapa orang Athena menghalangi orang itu.

Pertarungan 1 lawan sekian orang. Dia adalah agen suruhan Direktur NTS yang dulu sempat pernah dikira mati oleh Sun Hyuk saat bertempur dengan Sun Hyuk di toilet, tetapi ternyata direktur berhasil menyelamatkannya. Ia berhasil melumpuhkan semua orang hingga tersisa 1 orang, Ming Hao. Mereka bertarung tanpa senjata. Tiba-tiba seseorang berhasil bangun dan hendak menembak agen itu, tetapi Jung Woo lebih dulu menembaknya. Jung Woo hendak menembak Ming Hao, tetapi karena Ming Hao dan agen itu sedang bertarung Jung Woo kesulitan menembak target. Tanpa Jung Woo sadari, di belakangnya ada seorang petinggi Athena yang kembali karena ia khawatir dengan adiknya Ming Hao. Ia mengarahkan pistolnya kepada Jung Woo, agen itu melihatnya dan segera membuang Ming Hao lalu melindungi Jung Woo dari timah panas dengan tubuhnya. Jung Woo berhasil menembak petinggi itu sebelum ditarik oleh Andy yang ternyata juga menyusul dan menariknya pergi.
“Ketua tim, tolong hubungi tim penyelamat kemari, kau handle di sini!” kata Jung Woo dari teleponnya ia meninggalkan agen itu untuk segera menyusul Hye In.
Agen itu dengan sisa tenaga mengangkat telepon dari NTS.
“Direktur, maafkan aku dan juga terima kasih”. Ia berbicara dengan terengah-engah dan akhirnya mati. Direktur NTS sangat sedih saat tahu sahabatnya telah pergi.

Ki Soo menelepon Sung Chul menanyakan di mana Sung Chul sekarang. Sung Chul mengatakan bahwa hari ini benar-benar sulit digambarkan. Ki Soo bertanya lagi dimana ia sekarang.

Jung Woo keluar dari lorong stasiun bawah tanah. Sung Chul menghampiri Jung Woo dengan mobil.
“Apakah kau tahu kemana mereka lari?”
“Ya ke arah barat”
Jung Woo segera masuk mobil. Mereka terus mencoba mengejar.

Diam-diam Hye In membuka handphone nya yang ia ambil dari rekan Andy saat baku hantam tadi. Hye In menelpon Jung Woo dan kemudian Ia masukkan lagi ke kantongnya tanpa menutup teleponnya.

Jung Woo menerima telepon dari Hye In. Ia tak mendengar suara Hye In. Tetapi ia mendengar percakapan Andy yang akan pergi menuju ke suatu tempat. Jung Woo menyuruh Sung Chul untuk menyetir ke arah Mt. Nan.

Joon Ho menemukan kotak pengendali sistem NTS. Ia berusaha memulihkan sistem NTS dengan laptopnya. Di dalam NTS sistem sudah kembali normal. Tetapi Athena masih bisa mengawasi mereka. Direktur NTS meminta agar jangan mematikan pengawasan mereka, ia meminta kepada operatornya untuk membuat agar di NTS tidak terjadi perubahan yang signifikan. Beberapa mobil sudah bisa memasuki NTS.

Son Hyuk menelepon anak buahnya dan menanyakan bagaimana keadaan di NTS. Anak buahnya melaporkan bahwa tidak ada perubahan yang berarti di NTS. Padahal saat itu anak Son Hyuk hanya melihat rekaman ulang suasana NTS saat sistem mereka belum di recoveri.

Joon Ho memberi salam kepada Direktur NTS. Ia terkejut melihat Jae Hee yang dipasangi rompi bom. Jae Hee hanya tersenyum sedih. Direktur NTS mengontak Jung Woo.
“Kami kehilangan jejak mereka. Tapi aku masih terhubung dengan telepon. Tolong lacak sinyalnya”lapor Jung Woo pada Direktur.
“Telepon siapakan itu?”tanya Direktur.
“Yoon Hye In”
Direktur segera meminta operatornya untuk melacak keberadaan sinyal Hye In.
“Bagaimana dengan NTS?”tanya Jung Woo.
“Kami sudah berhasil membuka dan menguasai sistemnya”jawab Joon Ho dengan wajah yang khawatir melihat Jae Hee.
“Bagaimana dengan bomnya?”
“Kami sudah mengatasinya, jangan khawatir. Tetaplah fokus dalam pengejaran, kami akan mengirimkan bantuan untukmu, jangan melakukan apapun hingga kami sampai”kali ini yang menjawab Jae Hee.
Direktur berbicara lagi dengan Jung Woo dan setelah itu sambungan ditutup. Semua yang ada di NTS masih menampakkan raut khawatir karena Jae Hee ternyata belum terbebas dari bom.

Jung Woo mendapat laporan tempat Hye In dibawa. Mereka membawa Hye In ke sebuah gudang. Tempat markas Athena sekarang berada.

Seseorang memasuki NTS. Saat itu NTS sedang berusaha menjinakkan bom ditubuh Jae Hee. Jae Hee meminta Direktur untuk membawanya keluar saja agar tidak membahayakan yang lain. Tetapi Direktur menolaknya karena bom itu bom yang sensitif terhadap gerakan.
Orang itu masuk dan melihat bom dari layar pindai para penjinak bom. Ia mengatakan bahwa bom ini memiliki tiga prosedur dan terdiri dari banyak lapisan. Dan menurutnya ini cukup sulit untuk dijinakkan. Semua orang memandangnya dengan tanda tanya.
Joon Ho menengok ke belakang, “Kau disini”katanya kepada orang itu.
“Siapa dia?”tanya Ketua Wu.
“Dia datang dari biro polisi. Mereka mengirimnya ke sini karena ada panggilan darurat”.
Orang itu memberi salam kepada Direktur NTS, “Aku Choi Tae Hyun. Aku datang ke sini setelah menerima panggilan darurat” (kak Syaoran!! ayang na tuh yang jadi . si Changmin TVXQ. Musti seneng banget tuh ampe dipelototin mulu.)
“Terima Kasih” .Mereka bersalaman.
Asisten mendekati Direktur, “Semua orang telah dievakuasi”.
Direktur mengangguk, “Kau juga harus ikut dengan mereka”.
“Direktur, kau pergi dengan mereka”.
“Kau harus bergerak cepat”.
Direktur masih menolak ajakan Asisten. Jae Hee juga meminta agar Direktur segera pergi dari sini. Karena jika ini gagal dan meledak tidak ada waktu untuk lari. Direktur tetap pada pendiriannya. Ia menyuruh agar semua orang pergi dari sini untuk evakuasi. Semua orang berdiri melihat keseriusan direktur. Akhirnya asisten direktur pergi bersama dengan yang lain. Yang tinggal disitu hanya para penjinak bom, Jae Hee, Tae Hyun, Joon Hoo dan direktur.

Hye In dibawa menemui Son Hyuk. Jung Woo dan Sung Chul sampai di tempat. Bersamaan dengan kedatangan Ki Soo. Mereka memasuki gudang lewat pintu yang berbeda. Hye In sedang bertemu dengan Son Hyuk.
“Hye In ikutlah denganku”ajak Son Hyuk dan mulai berbalik jalan.
“Hentikan itu!”ucap Hye In. Son Hyuk membalikkan badannya lagi.
“Ada apa denganmu? Apakah aku menculikmu? Atau apakah menyelamatkanmu? Kita memulai ini karena mimpi lainnya. Masih ada sedikit kehidupan”.
“Apa itu mimpi? Aku tidak bisa menghapus darah di tanganku. Bahkan jika aku menutup mata, wajah dari orang-orang yang telah aku bunuh tidak dapat lenyap begitu saja. Apakah mimpi itu pasti?”.Hye In terdiam sejenak dan melanjutkan, “Mimpiku tidak di sini”.
Jung Woo menyusup ke dalam. Ia melihat beberapa orang yang sedang berjaga-jaga.
“Jangan membuatku merasa tidak senang jika kau tetap seperti itu, senjata ini untuk sementara akan dengan senang menyukaimu dan meninggalkanmu” kata Son Hyuk menunjukkan pengendali bomnya. Hye In kalut melihat Son Hyuk masih membawa kendali bomnya.

Orang-orang sedang sibuk melumpuhkan bom yang ada di NTS dan di mobil tempat Sung Chul disekap. Tinggal satu langkah lagi untuk menjinakkan bom itu.

Ki Soo berhasil melumpuhkan satu orang. Jung Woo juga melumpuhkan satu orang tetapi ada orang lain yang tahu dan berusaha menembak Jung Woo. Jung Woo sudah mendahuluinya dengan menembak orang itu. Suara pistol Jung Woo membuat terkejut semua orang yang ada di gudang. Mereka siaga penuh dan segera mencari dimana penyusup itu berada.
Hye In berhasil merebut pistol dari seseorang yang saat itu berhasil lari disebelahnya. Pistol itu diarahkan Hye In kepada Son Hyuk dan mengancamnya untuk memberikan detektor itu. Son Hyuk mendekati Hye In dan menempelkan pistol di dadanya.
“Tembak aku!”. Hye In masih terdiam. “Tembak aku, jantungku berdetak hanya untukmu”. Air mata Hye In mengalir dan ia menurunkan pistolnya.

Jung Woo melihat Hye In dan Son Hyuk. Ia segera menerjang Son Hyuk membuat detektor itu terlepas dari Son Hyuk. Tetapi detektor itu jatuh tak jauh dari Son Hyuk, Ia segera mengambilnya.

Di NTS, mereka akan menjinakkan bomnya. Tinggal memutuskan kabel dan bom akan berhenti. Tetapi semua itu belum pasti. Tae Hyun meminta Joon Ho untuk menghitung sampai 3. Direktur Wu menyemprotkan sesuatu pada bom itu sambil ikut menghitung.

Son Hyuk tersenyum menang dan menekannya.

Tepat disaat Son Hyuk menekan tombolnya, Tae Hyun juga memutus kabelnya. Bom tidak jadi meledak. Namun bom yang ada di stasiun terlambat untuk dijinakkan.

Baku hantam tembakan akhirnya terjadi. Jung Woo membawa Hye In ke tempat yang aman. Sung Chul dan Ki Soo datang. Jung Woo meminta Hye In untuk pergi dengan Sung Chul. Jung Woo keluar belakangan untuk melindungi mereka.

Direktur NTS memberikan ucapan selamat kepada semua orang. Tiba-tiba Ia mendapatkan telepon dan mendapat laporan bahwa bom yang ada di stasiun meledak dan korbannya cukup banyak. Direktur menghela napas mendapat laporan itu, raut wajahnya berubah sedih.

Baku hantam masih terjadi. Ki Soo meminta Sung Chul untuk mencari jalan. Sung Chul sempat keberatan tetapi akhirnya ia melakukan. Saat Sung Chul hendak berbelok tiba-tiba Son Hyuk muncul dan langsung menusuk Sung Chul. Hye In dan Ki Soo terkejut. Son Hyuk menyuruh Hye In pergi. Tetapi Hye In justru maju ke depan. Jung Woo datang dan berteriak agar Hye In jangan bertingkah sembarangan.

Son Hyuk sangat shock melihat Hye In yang telah berubah. Andy meminta Son Hyuk untuk segera pergi karena mereka telah dikepung. Ia menarik Son Hyuk untuk membiarkan mereka. Bantuan telah datang, mereka mengejar anak buah Son Hyuk yang masih tersisa. Beberapa berhasil mereka tembak. Son Hyuk dibimbing Andy masuk mobil. Tetapi mereka tidak bisa keluar karena jalanan telah ditutup. Andy menyuruh rekannya untuk memimpin jalan. Mobil jalan, Jung Woo mengejar mereka dan menembaki mobil mereka. Mereka berhasil kabur dari Jung Woo. Rekan Andy menabrak kumpulan kardus memberi jalan pada mobil di belakangnya. Ia terjebak tetapi mobil yang membawa Son Hyuk berhasil lolos.

Ki Soo masih memanggil-manggil Sung Chul. Hye In hanya menatap dari tempatnya ia berdiri tanpa berani mendekat.
“Bagaimana ini bisa terjadi padamu? Aku membuatmu terluka seperti ini. Maafkan aku, seharusnya aku yang memimpin jalan, hyung…” Ki Soo begitu panik.
“Ini terlihat seperti aku harus mati hari ini”kata Sung Chul dengan sisa tenaganya.
“Jangan berkata seperti itu” Ki Soo menangis melihat hyungnya.
“Kau dan aku memiliki persetujuan. Sekarang kau harus menjaga anakku”.
“Ok, aku tahu. Aku akan menepati janjiku”

Jung Woo datang dan melihat Sung Chul dengan sedih.
“Jung Woo”panggil Sung Chul.
“Sang Chul hyung”
“Jung Woo.. Jung Woo.. Selama jangka waktu ini, kau harus lari dengan laki-laki seperti tanpa prospek. Kau telah bekerja keras. NTS tidak akan mampu kehilanganmu seorang agen penting dan mampu. Lebih dari itu, kau juga tampan. Kau memiliki rasa keadilan yang baik. Tetapi kau terlalu temperamental kau harus membenahi itu. Jung Woo aku benar-benar minta maaf. Jung Woo semangat”.Sung Chul sepertinya kehabisan tenaga untuk terus bertahan.
“Sang Chul hyung…”panggil Jung Woo tetapi tidak ada respon. Jung Woo menggerak-gerakkan badan Sung Chul.
“Hyung!! Bangun!!” Ki Soo berteriak tetapi Sung Chul tetap tidak memberikan reaksi apa-apa.
Jung Woo berteriak-teriak memanggil Sung Chul dan terus menggerak-gerakkan tubuh Sung Chul. Ia baru berhenti ketika Ki Soo memanggil namanya dan memberikan isyarat bahwa Sung Chul benar-benar tiada. Agen lain datang dan melihat Sung Chul telah tiada. Salah satu agen membawa Hye In pergi.

Di rumah duka, Jung Woo menangisi kepergian Sung Chul. Ia mengingat-ingat saat kebersamaannya dengan Sung Chul baik di kantor maupun saat menjalankan misi.

Hye In kembali ke tempat interogasi. Ia memikirkan kematian Sung Chul. Hye In menekan tombol dan meminta untuk bertemu dengan Direktur NTS. Direktur menerima telepon di ruangnya setelah itu beranjak dari tempat duduknya.

Direktur menemui Hye In, “Apakah kau ingin bertemu denganku?”
“Ya,” jawab Hye In.
“Ada apa?”
“Pemakaman ketua Tim Park Sung Chul. Aku ingin memberikan belasungkawa. Aku ingin pergi ke sana dan melihatnya.”

Direktur NTS datang dengan agen yang lain. Mereka memberikan ucapan belasungkawa. Jung Woo datang dan berada di barisan paling belakang. Direktur NTS melihat foto Sung Chul yang dipajang di altar, “Ketika aku pertama kali menjadi agen CIS. Apakah kau tahu motoku? Kita bekerja di dunia penjahat. Menghentikan bencana yang terjadi di antara manusia. Aku benci analogi ‘dunia penjahat’ tetapi tujuanku masih menjadi seorang laki-laki yang bekerja di dunia penjahat selama hidupku. Patriotik dan setia. Hanya berdasarkan perasaan untuk bertahan. Ini sungguh kehidupan yang menyakitkan”. Direktur berbalik dan berbicara kepada agennya, “Eksekusi Son Hyuk dan Athena. Ini jalan satu-satunya untuk membawa kembali arti hidup yang telah dibinasakan.”

Sebuah mobil datang di rumah duka. Hye In keluar dari mobil dengan tangan terborgol.

-Note-
Yeeiii!!!! selesai bikin ini sinop Athena episode 16. Sempet bingung gara-gara nggak tahu tokohnya siapa aja. Akhirnya nonton Athena dari awal, eh malah jadi kepincut terus ama ceritanya. Gomawo bupim Apni yang sudah bagi-bagi sembako di cl. Jadi ooppie bisa langsung bikin sinopnya. hoho.. Seneng deh ini sinop ke-2 yang ooppie bikin di PD. Semoga para pembaca senaaaang ^_^

written & image by Ooppie [FB]
Posted only on pelangidrama.net
Don’t Repost to Other site!!!