[Sinopsis K-Drama] Full House Take 2 Episode 16 (END)


Episode 16

-Part 1-
Pengumuman pemenang We Are Rivals sesaat lagi akan diumumkan…
“hitungan akhir dari semua suara baru saja selesai,siapakah yang akan menjadi pemenangnya? Kami akan mengumumkannya sekarang”
5… 4… 3… 2… 1…
Take Two
Para fans pendukung Take Two bersorak gembira, hal yang sama pun dirasakan Tae Ik dan Go Dong. Mereka sama sekali tak menyangka jika merekalah yang terpilih sebagai pemenang. 
Sementara itu di sisi lain, lampu yang menyorot Kang Hwi perlahan padam dan sekilas terlihat bayangan beberapa orang melintas. Saat lampu kembali dinyalakan Kang Hwi sudah tidak berada di tempatnya dan akhirnya menimbulkan banyak spekulasi.
Aku tidak berpikir dia seperti itu tapi aku benar-benar kecewa. Bahkan jika dia merasa buruk karena kalah apakah tindakan keluar begitu saja baik. Mc juga sepenuhnya terperangah dan berbicara omong kosong, bahkan ekspresi Tae Ik menegang. Pada satu titik mereka pernah berada di tim yang sama dan hubungan mereka sepertinya tidak baik. Aku pernah mendengar jika Won Kang Hwi adalah orang yang kasar.
Pembicaraan seputar Kang Hwi sampai juga di telinga Direktur Lee yang masih berada di sekitar gedung acara. Direktur Lee menelepon asistennya dan meminta untuk memblok semua blog dan web yang mengulas kejadian yang terjadi pada Kang Hwi hari ini.
Belum selesai satu masalah, masalah yang lain kembali muncul… Manager Hwang tiba-tiba muncul dan mengingatkan Direktur Lee akan janjinya untuk memberikan Full House kepada Tae Ik jika Take Two menang namun seperti yang sudah kita ketahui mengenai watak Direktur Lee, dengan seenaknya Direktur Lee menolaknya dan meminta dibawakan bukti jika dirinya pernah menjanjikan hal tersebut. Persis yang pernah terjadi dengan Man Ok.
Tidak hanya Manager Hwang kemunculan Tae Ik membuat situasi semakin memanas. Tae Ik tidak menuntut penjelasan tentang janji Direktur Lee akan Full House tetapi penjelasan mengenai kondisi kesehatan Kang Hwi.
“kenapa? Apa karena Kang Hwi tidak dapat melihat kamu tiba-tiba menjadi simpati?” tanya Direktur Lee dan membuat Tae Ik menjadi tersudut
“jika sesuatu terjadi pada Kang Hwi aku tidak akan membiarkanmu” ucap Tae Ik emosi namun bukannya takut Direktur Lee justru mengabaikan peringatan Tae Ik dan memilih pergi karena banyak hal yang harus segera diurusnya akibat kejadian hari ini.
Manager Hwang, Man Ok dan Tae Ik menemui dokter yang merawat Kang Hwi. Satu-satunya jalan yang bisa menyelamatkan Kang Hwi adalah dengan donor kornea tapi hal tersebut sangat sulit mengingat donor kornea di Korea sangat sedikit. Dokter menyarankan agar menghubungi keluarga Kang Hwi terlebih dahulu.
Hwa Ming terkejut saat mendengar kabar dari Man Ok. Hwa Ming berusaha menenangkan dirinya agar bisa berpikir jernih dan hal pertama yang harus dilakukannya adalah menghubungi Direktur Lee.
Dan saat dihubungi, Direktur Lee justru berusaha menampakkan suara seolah tak terjadi apa-apa dan semuanya bisa diselesaikan. Tindakan Direktur Lee justru membuat emosi Hwa Ming semakin memuncak. Kesehatan adiknya jauh lebih penting dan sekarang Direktur Lee hanya bersikap santai dan lebih memikirkan bisnisnya. Hwa Ming mempertegas jika dirinya tidak akan berinvestasi di U Entertainment lagi.
Bukannya takut Direktur Lee justru balik mengancam Hwa Ming. Senjata utamanya tentu saja hubungan adik kakak antara Hwa Ming dan Kang Hwi. Direktur Lee bahkan menyeret-nyeret nama Tuan Won selaku Ayah Hwa Ming dan Kang Hwi.
“jadi kamu berani mengancam keluarga kami sekarang? itu tidak akan pernah terjadi sesuai yang kamu inginkan” tegas Hwa Ming dan menutup telepon dengan kasar
“jika itu yang kamu inginkan aku akan mengungkapkan semuanya ke publik” gumam Direktur Lee dan meminta asistennya untuk segera menyiapkan konferensi pers.
Rumah sakit
Kang Hwi masih belum sadarkan diri. Man Ok,Tae Ik dan Manager Hwang dengan setia menunggunya. Manager Hwang menyesalkan apa yang sudah terjadi pada Kang Hwi, jika saja dirinya mengetahuinya lebih awal tentu saja Manager Hwang akan segera menarik Kang Hwi dari jeratan Direktur Lee. Tae Ik berusaha menenangkan Manager Hwang jika ini bukan salah mereka begitupun dengan Man Ok yang meminta maaf karena tidak memberitahu semuanya. 
Tiba-tiba Go Dong muncul dengan nafas terengah-engah. Go Dong mengabarkan jika sebuah artikel telah keluar yang mengabarkan jika Kang Hwi akan mengalami kebutaan dan U Entertainment besok akan menggelar konferensi pers.
“konferensi pers… Direktur Lee tidak akan menciptakan masalah lain kan?” tanya Man Ok semakin khawatir. Sebuah suara memanggil nama Man Ok, suara yang berasal tepat di samping Man Ok.
“Bum Soo Hyung, Go Dong aku baik-baik saja” ucap Kang Hwi lemah saat terbangun dari tidurnya “bagaimana semuanya? Karena aku semuanya menjadi kacau kan?”
“apakah itu pertama kali kamu membuat semuanya kacau? Jangan khawatirkan hal itu” ucap Tae Ik dengan mata sendu
“benar.. tapi kemudian semua orang tahu tentang mataku” tambah Kang Hwi dengan tatapan kosong. Semua yang mendengarnya hanya bisa terdiam dan tak tahu harus bicara apa lagi.
Artikel, majalah, media online telah dibanjiri berita tentang Kang Hwi dan sesuai dengan jadwal hari ini U Entertainment diwakili oleh Direktur Lee akan menggelar konferensi pers guna menjernihkan semua masalah yang ada. Masalah kecil muncul dengan hadirnya ke 3 pengganggu yang tak lain adalah Tae Ik, Manager Hwang dan juga Go Dong. Mereka berusaha mencegah konferensi pers yang akan digelar tapi Direktur Lee mampu mengatasinya dengan mengerahkan anak buahnya.
Tapi tunggu dulu… kenapa ruang konferensi kosong. Bukannya hari ini adalah hari yang sudah ditentukan? Di mana para wartawan? Seorang pria paruh baya memasuki ruang konferensi. Direktur Lee seketika memberi hormat dan meminta pria tersebut untuk tak terlalu khawatir karena dirinya akan segera menyelesaikan semuanya.
Direktur Cha selaku pemilik U Entertainment sudah bosan dengan semua masalah yang diciptakan Direktur Lee. Ketidakhadiran wartawan pada konferensi pers yang sudah dijadwalkan adalah karena Direktur Cha membatalkannya. Dan yang harus dilakukannya sekarang pada pria sombong dihadapannya ini adalah memecatnya karena kerugian yang sudah disebabkannya pada Perusahaan sudah terlalu banyak.
“Ketua, kamu tidak dapat melakukan ini padaku” teriak Direktur Lee frustasi
“sampai akhir jika kamu tidak berencana untuk menghadapiku menyingkirlah saat ini juga” teriak Direktur Cha tak kalah emosinya.
Ya, itulah ganjaran untuk orang sombong dan menghalalkan segala cara untuk menggapai semua keinginannya. Mengorbankan orang-orang tak bersalah dan menyakiti hati siapapun yang dijumpainya. Kurasa Direktur Lee memang pantas mendapatkannya dan ketiga pria tangguh kita juga sepertinya setuju^^
Manager Hwang dan Tae Ik yang mendengarkan dan melihat semua tindakan Direktur Cha pada Direktur Lee sekarang berada di ruangan yang sama dengan Direktur Cha. Tujuan mereka ada untuk membicarakan tentang janji Direktur Lee pada Tae Ik.

Direktur Cha terlihat serius mendengarkan rekaman percakapan antara Tae Ik dan Direktur Lee. Ternyata sewaktu Tae Ik dan Direktur Lee membuat taruhan, Tae Ik merekam semua percakapan mereka. Tae Ik sepertinya tahu hal seperti ini akan terjadi dan memang benar. Brilliant
“jadi kamu memintaku untuk mengembalikan Full House padamu?” tanya Direktur Cha. “ini hal yang harus kamu bicarakan dengan Direktur Lee” tambahnya
“aku tahu tapi Full House dalam kepemilikan U Entertainment dan Tae Ik menjadi penyanyi untuk mendapatkan kembali Full House, anda juga mengetahuinya Ketua” jawab Manager Hwang dan Tae Ik yang duduk di sebelahnya memilih diam dan membiarkan Manager Hwang mewakilinya

“Direktur Lee mengenal Tae Ik karena aku” ucap Direktur Cha dan mengingat saat dirinya memperkenalkan Direktur Lee dengan keluarga Tae Ik beberapa puluh tahun silam

“Direktur Lee menjadikan Full House sebagai alasan untuk melakukan hal buruk pada Tae Ik, kita tahu ini sama dengan kontrak yang tidak adil. Sudah banyak keuntungan yang diberikan Tae Ik dan itu lebih dari cukup untuk mengambil kembali Full House jadi tolonglah”

Setelah berpikir beberapa saat, “baiklah aku akan mengembalikannya tapi dengan satu syarat, aku ingin kamu menjadi presiden U Entertainment” ucap Direktur Cha dan sontak membuat Manager Hwang terkejut terlebih Tae Ik.

Sementara itu
Rasa marah, sesal dan sedih dirasakan Direktur Lee. Dengan susah payah dirinya mencapai posisi ini dan sekarang dirinya harus meninggalkan posisinya. Direktur Lee ingat betul bagaimana Direktur Cha mengangkatnya sebagai Direktur dan memberikannya sebuah papan nama berukirkan namanya, membuatnya senang setengah mati. Tapi sekarang?

Kang Hwi sendirian di dalam kamar. Seseorang datang menjenguknya dan dia adalah Se Ryeong. Saat hendak pergi, Kang Hwi mengatakan sebuah kalimat positif pada Se Ryeong
“sebagai bintang internasional kamu paling cantik saat tampil percaya diri”

Saat berjalan meninggalkan rumah sakit Se Ryeong tanpa sengaja berpapasan dengan Tae Ik. Mereka memutuskan berbicara 4 mata dan hal yang dibicarakan adalah kegiatan mereka masing-masing hingga akhirnya
“aku ingin bertanya kepadamu sekali lagi, apakah kamu ingin pergi bersama denganku (Tae Ik terdiam), bahkan jika aku bisa membantumu menjadi lebih terkenal daripada sekarang? jika kamu menolak proposalku sekarang, kamu mungkin menyesal” ucap Se Ryeong sedih
“Se Ryeong apakah kamu menyesal meninggalkanku saat itu? Yang paling penting bagiku sekarang adalah hidup melindungi orang yang aku cintai dan kemudian aku tidak akan menyesal”
“jadi kamu mengatakan aku pasti bukan dia? Baik…. seperti Jin Se Ryeong aku akan membiarkanmu pergi” ucap Se Ryeong dan mengulurkan tangan untuk melakukan salam perpisahan dan disambut baik oleh Tae Ik. Se Ryeong memilih pergi terlebih dulu sebelum Tae Ik melihat betapa hancurnya hatinya saat ini. Pasti ini yang dialami Tae Ik saat dulu dirinya memilih pergi, rasanya sangat sakit.

Tae Ik duduk di salah satu kursi taman. Sebuah sms dari Se Ryeong tengah dibacanya
“Sebagai perpisahan aku akan memberitahumu sebuah rahasia. Ciuman dengan Won Kang Hwi 5 tahun lalu aku sengaja melakukannya agar kamu melihatnya dan aku memanfaatkan Kang Hwi. Won Kang Hwi mengkhawatirkanmu dan aku tidak tahan melihatnya. Persahabatan antara lelaki sangat mengesankan”

Tae Ik melangkahkan kaki memasuki kamar inap Kang Hwi namun yang didapatinya hanyalah tempat tidur yang kosong. Berselang beberapa detik kemudian terdengar derik langkah kaki dan disusul keluarnya Kang Hwi dari dalam kamar mandi. Tepat di saat Kang Hwi akan terjatuh, Tae Ik dengan sigap menahannya.

“jika kamu ingin ke kamar mandi harusnya kamu memiliki seorang ahjumma yang membantumu” ucap Tae Ik saat posisi mereka berdua untuk mengobrol telah nyaman. Kang Hwi kembali ke tempat tidurnya dan Tae Ik duduk manis di sampingnya
“tidak peduli seberapa sakit, bagaimana aku mengatakannya pada ahjumma yang ternyata adalah penggemarku” jawab Kang Hwi dan membuat Tae Ik tertawa kecil
“apakah kamu sudah merasa baikan?” tanya Tae Ik
“aku baik-baik saja”
“kapan kamu keluar?” tanya Tae Ik lagi
“besok” jawab Kang Hwi dan mereka berdua terdiam sesaat “ngomong-ngomong aku mendengar kamu kembali mendapatkan Full House, selamat”
“terima kasih”
“kemudian kamu akan segera bergerak”
“kupikir aku akan tinggal beberapa hari dulu, ada beberapa hal yang perlu aku urus”

“lalu aku harus segera mengosongkan kamarku, pemiliknya akan datang kembali. Jika aku tidak ingin dianiaya olehnya aku harus segera pergi. Aku tidak bisa mendapatkan pengobatan lagi jadi aku harus segera dioperasi. Ibuku menyuruhku kembali ke China dan aku merasa buruk karena membuat mereka khawatir. Pada awalnya aku sangat marah kenapa sesuatu seperti ini terjadi padaku, aku dalam keadaan menyerah pada diriku sendiri jadi aku harus mencoba segala sesuatu yang aku bisa”
“kamu berpikir dengan baik, aku minta maaf padamu Kang Hwi” ucap Tae Ik
“apa katamu padaku? Kamu minta maaf padaku?”
“aku telah salah paham selama ini, maafkan aku”
“hey! Mengapa kamu bertingkah seperti ini? Mereka mengatakan orang yang akan mati akan berubah tiba-tiba”
“5 tahun yang lalu kamu dan Se Ryeong, aku pikir kamu melakukannya dengan sengaja meskipun kamu sudah mengetahui hubunganku dan Se Ryeong”
“apa aku gila merebut pacar teman sendiri, lagipula aku tidak menyukai wanita seperti Se Ryeong daripada rubah aku lebih menyukai anjing yang manis” tambah Kang Hwi dan meminta agar Tae Ik mengabulkan permintaannya karena hanya Tae Iklah yang bisa melakukannya.

Full House
Sebuah mobil berwarna putih berhenti tepat di depan Full House. Seorang pria berjas hitam turun dan disusul kemudian oleh Kang Hwi. Kang Hwi tersenyum senang dan berhenti sesaat saat mencium aroma wangi yang berasal dari dalam rumah, rupanya Man Ok telah memasak hidangan special untuk menyambut kepulangan Kang Hwi.

Kang Hwi tengah berada di salah satu tempat favoritnya di Full House, sebuah ayunan. Walaupun saat ini Kang Hwi tak dapat melihat, tapi hal tersebut tak menjadi masalah baginya. Hari ini adalah hari yang sangat penting baginya dimana Kang Hwi akan melepaskan salah satu hal yang paling berharga yang tiba-tiba datang dan menyihirnya dengan pesonanya dan menguatkannya di saat dirinya putus asa tanpa adanya tempat untuk bersandar.

Seorang gadis menyodorkan teh raspberry pada Kang Hwi dan duduk di sebelah Kang Hwi. Mereka terlibat perbincangan singkat hingga akhirnya Kang Hwi mengeluarkan sebuah jepit rambut beserta amplop sebagai hadiah pada gadis tersebut.

“Man Ok, kamu mengatakan kamu tidak dapat memiliki keduanya, kamu tidak bisa memiliki segalanya. Aku pikir aku sudah tahu bagaimana perasaanmu. (Kang Hwi meminta Man Ok membuka amplop). Melihat rok yang kamu buat di China, Noona mengatakan kamu akan menjadi seorang designer yang baik. Aku sudah mendaftarkanmu karena aku berpikir sangat baik jika kamu bisa belajar secara formal, apakah kamu suka? Jika kamu menjadi seorang designer seperti Noona aku akan menjadi model eksklusifmu” ucap Kang Hwi tersenyum

“terima kasih Kang Hwi-nim” balas Man Ok

Tiba-tiba ekspresi wajah Kang Hwi berubah sendu, “aku juga berterima kasih padamu Man Ok. Kamu harus menjadi seorang designer yang baik. Selama berada di sampingku kamu sudah menderita sepanjang waktu, sekarang stylist Jang pergilah kemanapun kamu ingin pergi. Stylist Jang kamu dipecat sekarang”.

-Part 2 (Episode terakhir)-

Man Ok terlihat sedih saat melihat Kang Hwi dijemput Hwa Ming kakaknya. Hal yang sama pun dirasakan Kang Hwi saat berdiri di depan pintu mobil. Meskipun Kang Hwi tak dapat melihat Man Ok dengan jelas tetapi Kang Hwi dapat merasakan Man Ok saat ini sedang berdiri beberapa meter darinya dan terdiam.

Full House kembali sepi, Man Ok merasakan kesepian pasca rumah indah ini ditinggal Se Ryeong dan Kang Hwi. Bunyi bel pertanda ada seseorang yang datang membuat Man Ok sedikit terperanjat.
“Kang Hwi-nim?” panggil Man Ok namun yang muncul justru sosok Tae Ik-nim.

Man Ok sekarang berdiri di depan Man Ok Kwan. Tae Ik memaksanya untuk datang kemari meminta pengampunan dari Kakeknya atas sikapnya tempo lalu.

“Lee Tae Ik kamu tidak tahu Kakek. Jika Kakek marah dia benar-benar sangat menakutkan” tolak Man Ok saat Tae Ik terus menariknya masuk ke Man Ok Kwan
“lantas kenapa kamu memberontak melawan Kakek ketika kamu mengetahuinya? Tanpa rasa takut!” ucap Tae Ik dan terus memaksa Man Ok. Tiba-tiba pintu Man Ok Kwan terbuka, Kakek keluar dengan memasang wajah garam dan seketika membuat adegan tarik menarik antara Man Ok dan Tae Ik terhenti.

Man Ok duduk bersila di depan Kakek dan meminta maaf dengan tulus

“hanbeomman…. Maafkan aku Kakek kali ini” pinta Man Ok dan menggosok-gosokkan kedua tangannya seperti Super Junior dalam lagu Sorry Sorry^^

Kakek memilih meninggalkan Man Ok dan masuk ke dalam Man Ok Kwan. Man Ok dengan cepat mengikuti dan kembali meminta maaf. Di depan pintu ke 3 pahlawan super kita hanya berdiri menonton. Untuk kali ini mereka tidak bisa mencampuri urusan keluarga Jang.

“Kakek, kamu pernah mengatakan seorang teman sejati adalah yang tetap tinggal berada di sisi temannya ketika temannya berada dalam kesulitan. Aku, seperti yang aku pelajari dari kakek, aku hanya mengikutinya. Jadi Kakek tak bisakah memaafkan aku sekali ini saja” pinta Man Ok sekali lagi. Sekeras-kerasnya hati manusia pasti akan luluh juga. Hal yang sama pun berlaku pada Kakek, kemarahannya kemarin semata-mata karena dirinya takut terjadi sesuatu pada Man Ok, cucunya.

Man Ok merebahkan diri di tempat tidur kesayangannya. Tak mau kalah, Tae Ik yang membantu mengangkatkan koper Man Ok ke kamar pun melakukan hal yang sama dan membuat Man Ok sontak terkejut dan memutuskan bangun. Tae Ik sekali lagi melakukan hal yang sama dan tanpa sengaja kedua tangan mereka bersentuhan. Entah darimana munculnya keberanian tersebut, Tae Ik mendekatkan wajahnya ke wajah Man Ok dan tiba-tiba terdengar suara deheman Kakek. Sontak saja, Man Ok mendorong Tae Ik hingga terjerembab dari tempat tidur.

Dan tiba akhirnya Tae Ik, Manager Hwang dan Go Dong harus berpamitan pada Kakek. Ingatan Tae Ik melayang ke masa-masa di awal kedatangannya di Man Ok Kwan di mana Man Ok menyuruhnya tidur di dalam tenda dan ulang tahun Man Ok. semuanya terasa indah dan sangat menyenangkan. Sepertinya baru kemarin semuanya terjadi.

Dan di sinilah Tae Ik, Full House… rumah hadiah dari Ayahnya dan Tae Ik berhasil memenuhi janjinya untuk mendapatkan kembali Full House.

Tempat yang pertama kali ditujunya adalah ruang bawah tanah tempat Kang Hwi tidur.
“jangan pernah terpisah dan teruslah berada di sampingnya. Aku menyukaimu dan mengatakan hal-hal yang baik sehingga dia tidak akan pernah menangis, sehingga dia selalu bisa tersenyum. Jaga dia. Tidak peduli berapa banyak aku mencobanya itu adalah sesuatu hal yang tidak dapat aku lakukan dan kamu, kamu adalah orang yang dapat membahagiakan Man Ok”

Ucapan Kang Hwi sekaligus permintaannya untuk menjaga Man Ok kembali diingat Tae Ik. Dan sebagai seorang sahabat Tae Ik akan memenuhi permintaan tersebut bahkan tanpa diminta sekalipun.

Keesokan harinya

Man Ok tengah bersiap untuk olahraga pagi aka jogging. Sayang niatan tersebut sepertinya harus segera ditepiskannya karena Tae Ik telah berdiri di depan pintu dan menunggunya sedaritadi. Tae Ik hendak mengajak Man Ok ke suatu tempat, tapi tunggu dulu setidaknya biarkan aku berganti pakaian….

Full House? Tempat yang didatanginya bersama dengan Tae Ik adalah Full House. Tae Ik meminta Man Ok bergegas ke kamarnya dan di sana dirinya dapat menemukan pakaian ganti. Pakaian? Seingat Man Ok semua pakaiannya telah dibawanya dan tidak ada satupun yang tertinggal…

“pakaian apa?” oceh Man Ok dan ucapannya terhenti saat melihat tempat tidur yang pernah disinggahinya sekarang berhiaskan balon berwarna ungu dan hijau. Diatas seprai terdapat sebuah kotak yang dikelilingi bunga. Senyum seketika terhias di wajah Man Ok, di dalam kotak terdapat sebuah gaun berwarna biru tua dan terlihat sangat indah.

Di lantai dasar, meja makan yang semula kosong telah disulap Tae Ik penuh dengan makanan. Saat Man Ok menuruni tangga, terdengar dentingan piano dan sang pangeran kita menyanyikan sebuah lagu special untuk Man Ok. Makan pagi romantis pun dimulai dan Tae Ik tak pernah melepaskan pandangannya dari wajah Man Ok.

“kenapa kamu menatapku?” tanya Man Ok
“karena kamu cantik” jawab Tae Ik dan membuat Man Ok tersipu malu. “ketika kamu datang pertama kali dengan pakaian aneh, aku tidak membayangkan ini akan terjadi, wow aku gila!!!”
“ini sama juga bagi aku, aku juga gila!!!”
“tetaplah di sisiku. Aku mengatakan ini secara resmi kepada Jang Man Ok. Menjadi stylistku, aku tidak ingin berpisah darimu ketika aku berada di tempat kerja maupun di rumah” pinta Tae Ik namun Man Ok menolak karena dirinya akan mengikuti kelas designer. Ucapan Man Ok membuat Tae Ik kesal dan merajuk layaknya anak kecil. Ah satu lagi, kenapa Man Ok selalu memanggil Kang Hwi dengan tambahan nim sedangkan dirinya dengan tambahan si. Tae Ik juga ingin dipanggil dengan sebutan Tae Ik-nim. Tae Ik bahkan menirukan cara Man Ok memanggil Kang Hwi dan meminta Man Ok untuk mengikutinya. Bukannya menuruti permintaan Tae Ik, Man Ok justru tertawa dan dimulailah aksi kejar-kejaran.

6 bulan kemudian

Seorang pria tampan tertidur pulas. Seseorang terus saja memanggilnya agar pria tersebut bangun.

“Tae Ik-nim, Tae Ik-nim” panggilnya dan membuat Tae Ik menggeliat dan memeluk mesra seseorang di sampingnya.
“Hyungnim” panggil Go Dong dan berhasil membangunkan Tae Ik yang terkejut karena ternyata sedaritadi yang berada di sampingnya adalah Go Dong. Gaya bicara Go Dong telah berubah 180◦, setelah menjadi seorang Hallyu Star dan hal itu membuat Tae Ik menjadi ingin muntah.
Sebuah kiriman paket datang untuk Man Ok. Wajah Man Ok seketika berubah ceria ketika melihat nama si pengirim.
“Man Ok, apakah kamu baik-baik saja? Aku telah melakukan dengan baik dan chaton telah berubah menjadi kucing paling populer di lingkungan ini. Bagaimana dengan keadaan semuanya? Aku sangat ingin melihat mereka semua. Pokoknya Man Ok jangan sampai sakit dan makanlah yang banyak”

“Kang Hwi-nim semua di sini baik-baik saja. Apa kamu sudah mendengar kabar tentang Take Two? Go Dong telah menjadi benar-benar keren meskipun ada satu masalah, Go Dong meniru kamu terlalu banyak. Tampaknya Lee Tae Ik mengalami kesulitan karena itu dan Manager Hwang anio Presiden Hwang benar-benar sibuk karena bekerja di Perusahaan.

Take Two makin terkenal dan Style Go Dong 100 % menyerupai Kang Hwi
Presiden Hwang memimpin U Entertainment. Kepemimpinannya berbanding terbalik dengan Direktur Lee sebelumnya. Presiden Hwang jauh lebih bijaksana dan tenang.
Kakek sangat bahagia dengan meningkatnya murid Man Ok Kwan akhir-akhir ini. 

Temanku Han Ga Ryng masih tetap seperti dulu menulis artikel aneh namun akhir-akhir ini dia semakin membaik sedikit demi sedikit. SS Majalah atau apapun yang dia dirikan bersama kedua temannya juga semakin baik, aku membantu memberikan informasi Take Two pada mereka. 

Ah dan aku…. Pada siang hari aku mengajar anak-anak di Man Ok Kwan, pada sore hari aku belajar. Aku benar-benar sibuk tapi ini menyenangkan, aku pikir aku terlahir untuk memegang 2 pekerjaan, mengajar anak-anak dan belajar design semuanya menyenangkan. Tapi Kang Hwi-nim semua orang benar-benar ingin melihatmu, kapan kamu ke Korea?”

Kang Hwi mematikan recordernya. Suara Man Ok dan pertanyaannya membuat Kang Hwi terlihat berpikir. Seorang ahjumma berteriak dan mengatakan jika Kang Hwi memiliki seorang tamu.

“apa? Seorang tamu datang tapi kamu tidak meihatnya?” tanya Tae Ik dan membuat Kang Hwi sontak berbalik dengan raut wajah terkejut. “lama tidak bertemu Won Kang Hwi”

Ada yang ingin mengetahui kabar Direktur lee, ah salah Lee Joon? Lee Joon sekarang masih sibuk mempromosikan diri sebagai Direktur tetapi Direktur sebuah perusahaan hiburan baru, LJ Entertainment.

“ah ya, aku dengar kamu tertarik pada hiburan. Silahkan pikir baik, apa kamu pernah mendengar Hallyu Star?”.

Showcase Take Two resmi digelar hari ini

Tapi Showcase belum dimulai, Tae Ik sudah meminta yang macam-macam. Tae Ik meminta kepada Man Ok untuk membawakannya pakaian ganti dengan alasan pakaian yang dipakainya robek tetapi menurut Man Ok pakaian yang dipakai Tae Ik baik-baik saja? Sesaat sebelumnya kita bisa meihat seorang pria berambut kuning keemasan menyelinap ke dalam sebuah ruangan.

Take Two selesai melakukan perform untuk lagu pertama mereka berjudul “Hello, Hello”. Panggung mendadak gelap dan muncullah Tae Ik dengan memainkan piano.
“sekarang tahap yang sangat istimewa, untuk seorang teman yang paling penting bagiku… aku menyiapkan sebuah lagu untuknya”.
Setiap kali aku melihat matamu aku tidak bisa tertidur
Tonight
Ketika aku merasakan nafasmu, aku senang
Aku telah jatuh untuk kamu… sangat, lihatlah aku
Aku ingin memiliki kamu dengan lembut, semuanya begitu manis
Aku tidak berhenti sepanjang malam, aku ingin tertidur dalam pelukanmu
Berbisik dengan bibir lembab ke telingaku, aku ingin memelukmu
U can touch, be my girl
Let me love give for
U can touch, be my girl
U can fly , let me love, love you tonight
U make me cold, U make me hot
Aku menginginkanmu Baby tonight

Lampu di tengah panggung mendadak padam dan muncullah sosok yang sangat ingin dilihat fans Take two sejak lama. Dia adalah Kang Hwi. Single Take One yang berhasil merajai berbagai tangga malam ini kembali dibawakan kang Hwi dan Tae Ik. Para fans sontak histeris. Keinginan mereka untuk melihat Tae Ik dan Kang Hwi kembali berada di atas panggung akhirnya terwujud.

Di belakang panggung
Kang Hwi terlihat lelah selepas perform tadi. Tiba-tiba seorang gadis menyapanya dan dia adalah Man Ok. Man Ok terlihat sangat senang melihat Kang Hwi terlebih Kang Hwi pulang ke Korea tanpa sempat memberi kabar. Seseorang kembali menyambangi Kang Hwi, dia adalah Go Dong. Gaya bicara Go Dong kembali seperti semula dan kembali menjadi Go Dong si super star saat Kang hwi menegurnya. Wkwkwkw
Kang Hwi sangat merindukan Man Ok dan sebuah pelukan hendak diberikannya pada Man Ok namun sebuah tangan dengan cepat menariknya menjauh dari Man Ok. Kang Hwi kembali mengolong-ngolok Tae Ik dan meminta Man Ok untuk memilih karena sekarang belum terlambat. Aksi kejar-kejaran pun layaknya kucing dan anjing kembali dilakukan ke dua hallyu star kita.

Full House
Sedang diadakan pesta di Full House. Sepertinya pesta untuk menyambut kembalinya Kang Hwi. Terlihat Ga Ryun, Ji Seung, Nora, Kakek dan beberapa tamu lainnya. Saat pesta sedang berlangsung Tae Ik tiba-tiba mengajak Man Ok keluar.

“bukankah tempat ini membuat kamu memikirkan sesuatu?” tanya Tae Ik dan dijawab Man Ok –tidak yakin-
“chaton” ucap Tae Ik dan Man Ok mengulanginya
“idiot” tambah Tae Ik dan Man Ok tiba-tiba terpikirkan dengan sosok anak kecil yang dijumpainya dalam sebuah pesta beberapa tahun silam

“aku rasa aku ingat, anak laki-laki kasar” ucap Man Ok dan di depannya telah berdiri sosok Tae Ik kecil
“itu benar, anak laki-laki kasar dan gadis kecil yang sedang mencari Chaton, mereka bertemu lagi bukankah itu benar-benar menarik” ucap Tae Ik dan gentian sosok Man Ok kecil yang berdiri di depannya
“ini benar-benar menarik” ulang Man Ok dan suasana kembali seperti semula

Tae Ik meminta Man Ok memasukkan tangannya ke dalam lubang dan yang ditemukan Man Ok adalah sebuah keranjang berisi boneka kucing pemberian Tae Ik dan tersemat sebuah cincin di syalnya.
Tae Ik mengambil cincin tersebut dan memakaikannya di jari Man Ok, sangat indah… dan kabar baiknya Tae Ik juga telah memiliki satu di jari manis tangan kirinya. Tae Ik meminta Man Ok memanggilnya dengan sebutan Tae Ik-nim dan kali ini Man Ok menurut “Tae Ik-nim”.
“Jang Man Ok kamu sudah mengucapkannya. Jika kamu mengubahnya ke dalam bahasa inggris –Full House-. Kita dimaksudkan untuk menjadi seperti ini. Jang Man Ok mari kita tinggal di sini bersama-sama terus menerus, di sini, di Full House” ucap Tae Ik dan Man Ok mengangguk bahagia. Tae Ik mendekatkan wajahnya dan bisa ditebak selanjutnya apa yang mereka lakukan.

~TAMAT~
==============================================================

==============================================================

Alhamdulillah, akhirnya project sinopsis Full House Take 2 rampung juga… Ini adalah sinopsis terpanjang yang pernah aku buat. (32 episode jika dihitung dari Partnya^^).

Salah satu daya tarik dari drama yang satu ini adalah lokasi syuting yang menggunakan 3 negara yaitu China, Jepang dan Korea. Walaupun dramanya tidak sebooming pendahulunya “Full House” tapi overall aku suka, suka banget dengan drama ini. No Min Woo salah satu actor favoritku semenjak melihat aktingnya di k-drama Midas begitupun dengan Hwang Jung Eum di k-drama Can You Hear My Heart dan sekarang nambah satu lagi Park Ki Wong.^^

Dari drama ini aku belajar banyak hal di antaranya persahabatan yang kuat antara Tae Ik dan Kang Hwi. Sebencinya apapun mereka tetapi di saat salah satu dari mereka terluka yang lainnya merasa khawatir begitupun dengan kisah cinta Man Ok-Tae Ik…. Kalau jodoh mah nggak bakalan kemana, buktinya jauh sebelum Kang Hwi bertemu dengan Man Ok, Tae Ik sudah lebih dulu bertemu dengan Man Ok. Satu lagi dengan semangat Tae Ik untuk mendapatkan kembali kejayaannya. Aku jadi berpikir apa jadinya jika saat di China Man Ok menerima cinta Tae Ik, mungkinkah Tae Ik akan kembali menjadi seorang Hallyu dan mungkinkah sebuah Take 2 akan tercipta???

Ngomong-ngomong gimana ya dengan nasib Sang Dae? hehehe
Sedikit bocoran, episode favoritku adalah episode terakhir…. Benar-benar so sweet >_<
Trims to Author Pelangi Drama special buat Aida Unnie (yang sudah bantuin di episode 1 dan 3), Kak Saa, Arichan,Asri, Aii (udah bantuin di episode 6), Ann (nyumbang di episode 4)^^

Salah satu kebahagiaan dan kebanggaan seorang penulis adalah disaat bisa menyelesaikan tulisannya hingga akhir. Sampai jumpa di sinopsis-sinopsis lainnya, doakan para author tetap sehat.
Kamsahamnida^^
Written & Image : Dewi Rf [Blog]
Posted Only : pelangidrama.net
DON’T REPOST TO OTHER SITE!!!!

[Sinopsis K-Drama] Full House Take 2 Episode 15

=Full House Take 2 Episode 15=
-Part 1-
Kemunculan Tae Ik, Go Dong dan Manager Hwang menemui Direktur Kim jelas membuat Kang Hwi dan Direktur Lee terkejut. Dan hal yang lebih mengejutkannya lagi, mereka berdua “Take Two” and “Only One” akan bersaing sebagai rival. Bagaimana mungkin? Semua orang mengetahui jika Tae Ik dan Kang Hwi dulunya adalah sebuah tim, mereka selalu kompak di atas panggung dan bekerjasama demi menghasilkan penampilan terbaik tetapi sekarang mereka akan menjadi lawan bahkan musuh di atas panggung.
Manager Hwang dengan tegas menyatakan tidak setuju begitupun dengan Tae Ik dan Go Dong. Menurut Direktur Kim ini akan menguntungkan kedua belah pihak dimana penjualan album mereka akan laris manis di pasaran tapi disisi lain jelas akan ada pemenang dan yang kalah. Salah satu pihak jelas akan terluka dan itu adalah hal yang sangat diantisipasi oleh Manager Hwang. Lagipula jika hal ini benar-benar terjadi dan dilaksanakan, Kang Hwi akan kalah!!!
Manager Hwang menambahkan alasan kenapa Take One dulu bisa sukses. Semuanya karena Tae Ik dan Kang Hwi bekerjasama atau karena adanya Sinergi Effectrom Kang Hwi-Tae Ik. Dengan bergabungnya Go Dong sebagai partner baru Tae Ik, justru membawa hawa baru untuk Tae Ik karena Tae Ik adalah tipe yang jauh lebih kuat jika berduet daripada solo tapi untuk Kang Hwi sendiri, ini adalah masalah besar karena Kang Hwi tentunya tidak dapat bersolo dan jelas Kang Hwi tidak mengetahui hal ini. Mungkinkah ini adalah salah satu rencana Direktur Lee lagi?
Kembali ke stasiun tv
Direktur Lee sedang berbincang dengan Direktur Kim. Asal muasal ide program rival ternyata adalah dari Direktur Lee.ckckckck… Demi mencegah debut Take Two mendahului Only One, Direktur Lee merencanakan semua ini. Kaget yang sempat ditunjukkannya tadi adalah sebuah kamuflase demi menutupi semua rencananya di hadapan Kang Hwi. “Tapi apakah nanti semuanya berjalan lancar?”tanya Direktur Kim… apa Direktur Lee sudah memikirkan konsekuensinya. Kemungkinan kemenangan Kang Hwi 50:50 dan tentunya hal tersebut akan memberikan dampak kerugian besar pada U Entertainment nantinya jika Kang Hwi sampai kalah. 
Direktur Lee bergegas ke mobil. Di dalam, Kang Hwi telah menunggu. Demi menutupi sebuah kebohongan dengan kebohongan lainnya, Direktur Lee berpura-pura meyakinkan Kang Hwi jika tidak ada cara lain lagi selain Kang Hwi harus mengikuti program rival ini. Dan anehnya bukannya menolak, Kang Hwi seketika mengiyakan dan setuju untuk mengikuti acara tersebut. Semuanya benar-benar di luar ekspektasi Direktur Lee.
“aku pasti akan melakukannya dan aku akan menang. Aku bisa melakukannya dengan baik bahkan jika aku sendirian” ujar Kang Hwi mantap tetapi dari raut wajahnya terlihat jika Kang Hwi menyembunyikan sesuatu. Dan kita bisa flashback ke beberapa menit sebelumnya. Saat Tae Ik, Manager Hwang dan Go Dong berbincang-bincang, beberapa potongan percakapan mereka tanpa sengaja terdengar oleh Kang Hwi
“Kang Hwi akan kalah”
Manager Hwang masih sibuk menghubungi beberapa stasiun tv untuk mengatur jadwal debut Take Two tapi tidak ada satupun stasiun tv yang bersedia dengan berbagai alasan (Direktur Lee telah mewanti-wanti para stasiun tv). Go Dong merasa khawatir sedangkan Tae Ik sendiri tiba-tiba berucap bagaimana jika mereka mengikuti saja acara rival kami?
Tiba-tiba Hp Manager Hwang berdering, seseorang memintanya untuk bertemu.
Manager Hwang bertemu dengan Direktur Lee. Tentu saja untuk membahas masalah program acara rival kami. Direktur Lee memberitahukan jika mereka akan mengikuti program ini dan semuanya karena keinginan Kang Hwi. Kang Hwi? Manager Hwang dan Tae Ik sedikit terkejut. Kang Hwi ingin mengikuti program rival, melawan sahabatnya sendiri. Ini bukan seperti sifat Kang Hwi.
Manager Hwang tetap teguh pada pendiriannya tidak akan mengikuti program rival tetapi jangan sebut Direktur Lee jika dengan mudahnya menyerah begitu saja. Direktur Lee memanas-manasi Manager Hwang dan Tae Ik, menganggapnya takut menghadapi Kang Hwi dan takut karena akan dikalahkan Kang Hwi.
“tunggu, bagaimana jika kami menang?” tanya Tae Ik tiba-tiba
“apakah itu mungkin?” ucap Direktur Lee dan menyesap minuman di hadapannya
“apakah ya atau tidak, kita dapat menunggu dan melihat tapi aku tidak bisa melakukannya begitu saja. Aku tidak tahu apa yang kamu lakukan tapi melihat sikapmu, kamu tampaknya membutuhkan bantuan kami. Kami tidak perlu terburu-buru, jika kita akan menjadi lawan, kurasa kita perlu membuatnya menjadi menarik” ucap Tae Ik terlihat serius
“baiklah, apa yang kamu inginkan?”
“Full House. Kenapa? Apa kamu takut?”
Direktur Lee berpikir keras “baiklah… jika kamu yang kalah apa taruhannya?”
“apa yang kamu inginkan?”
“bekerja denganku lagi”
Di perjalanan pulang, Tae Ik berusaha meyakinkan Manager Hwang untuk tidak khawatir karena Tae Ik yakin jika dirinya akan menang. Semua usaha dan upaya akan dikerahkan untuk acara nanti.
Berita duel maut antara Take Two dan Only One dalam program Rival telah menyebar luas. Para fans merasa penasaran dengan program tersebut nantinya, mereka bahkan bingung akan membela siapa nantinya “Tae Ik” atau “Kang Hwi” yang notabene pernah berada dalam grup yang sama. Belum lagi dengan pria misterius yang menjadi rekan duet Tae Ik? Benar-benar membuat penasaran?
Sementara itu di Full House
Se Ryeong yang baru saja pulang dari China meminta Man Ok untuk membersihkan kamarnya yang sudah sangat berdebu selama ditinggalkannya. Man Ok tentu saja menolak dan mempertegas omongan Se Ryeong tempo hari agar Man Ok menyadari posisinya sebagai seorang stylist dan Man Ok adalah stylist Kang Hwi dan bukan stylist Se Ryeong. Se Ryeong meradang mendengarnya dan bertanya siapa yang akan dipilih Man Ok dalam program Rival antara Tae Ik dan Kang Hwi? Melihat ekspresi Man Ok yang tiba-tiba menjadi bingung, Se Ryeong tertawa mengejek… Man Ok yang mengaku sebagai seorang stylist Kang Hwi bahkan tidak mengetahui hal yang berkaitan dengan Kang Hwi… ckckck
Dan ucapan Se Ryeong benar, Man Ok segera kembali ke kamar dan membuka internet. Berita duel maut antara Tae Ik dan Kang Hwi telah bertengger di jajaran berita hot lainnya.
Persiapan dari pihak Kang Hwi mulai dilakukan termasuk pemilihan lagu yang akan dinyanyikan Kang Hwi, lagu yang tak pernah diirilis sebelumnya. Hal yang sama pun dilakukan Manager Hwang bersama Take Two. Mereka tidak perlu repot-repot mencari seorang pencipta lagu baru karena mereka memiliki Sang Dae^^
Ga Ryun dan Ji Seong sedang bersiap-siap menyambut seorang tamu special. Tamu yang akan memberikan informasi seputar kehidupan Kang Hwi termasuk rumah yang didatanginya di China yang membuat Ga Ryun, Nora dan Ji Seung penasaran tingkat dewa.
Seorang gadis melangkahkan kaki memasuki sebuah ruangan. Ga Ryun dan Ji Seong tersenyum ketika melihatnya dan mempersilahkannya duduk. Tapi lain halnya dengan Nora yang seketika memborbardirnya dengan pertanyaan rumah siapa yang didatangi Kang Hwi?
“Hey! Han Ga Ryun, kamu bilang kamu menjadi seorang reporter tapi yang kamu lakukan sekarang adalah bekerja di kantor yang menyelidiki kehidupan pribadi seorang bintang. Dan kamu Nona Paris, kamu mengatakan jauh-jauh datang ke Korea karena kamu penggemarnya dan anda ahjussi, anda yang menghasut mereka bukan? Reporter adalah seseorang yang menulis sebuah artikel dan seorang wartawan bukanlah seseorang yang ingin masuk ke dalam kehidupan sang bintang. Apakah kamu tahu perasaan mereka, rasa sakit yang mereka rasakan saat membaca kalimat dan tulisan kamu” ucap Man Ok kesal. Man Ok bahkan mencabut semua foto yang terpajang di dinding tepat disampingnya. Foto-foto yang telah menarik perhatiannya sejak awal kedatangannya.
“Han Ga Ryun mengingat 15 tahun persahabatan kita aku tidak akan mengatakan apapun pada Bibi. Aku hanya memberi kamu waktu seminggu untuk keluar dari sini” tambah Man Ok dan bergegas pergi meninggalkan Ga Ryun dan yang lainnya.
Malam harinya
Ga Ryun mabuk dan mendatangi Man Ok Kwan.
“hey gadis jahat, aku tidak bisa menahannya lagi” gumam Man Ok dan entah kenapa Ga Ryun merasa melihat sosok Tae Ik sedang duduk tak jauh darinya. Ini bukan mimpi kan? Ga Ryun sekali lagi melebarkan matanya mencoba meyakinkan dirinya jika yang dilihatnya adalah benar Tae Ik dan hasilnya tetap sama, dia benar-benar Tae Ik.
Tanpa basa basi Ga Ryun mendekati Tae Ik dan kembali mengumpat karena hingga akhir Man Ok tetap membohonginya, membawa Tae Ik menginap di Man Ok Kwan dan terus berada di sekitar Kang Hwi. Tae Ik berlari seketika mencoba menjauh dari jangkauan Ga Ryun dan berhasil tapi tunggu dulu, Kakek tiba-tiba muncul dari dalam Man Ok Kwan karena mendengar keributan dari luar.
Ga Ryun memberi hormat dan menanyakan apa Man Ok ada di dalam dan dijawab Kakek tidak. Ga Ryun mulai mengambil kesimpulan jika Man Ok pasti sedang bersama dengan Kang Hwi dan akhirnya mengalirlah kata yang tak perlu disebutkan dan pada akhirnya disesali Ga Ryun.
Tae Ik mencoba menghubungi Hp Man Ok tapi sayang Man Ok sudah tertidur pulas. Tae Ik hanya ingin memperingatkan jika saat ini Kakeknya sedang menuju ke Full House untuk mencarinya. Ga Ryun tanpa sengaja mengatakan jika Man Ok menjadi stylist, terlibat pertunangan kontrak dan sekarang tinggal bersama seorang pria yang tak lain adalah Kang Hwi.
Kakek akhirnya sampai di Full House, tekadnya untuk menjemput paksa Man Ok tidak bisa dihalangi Ga Ryun ataupun waktu yang sudah sangat larut.
“Jang Man Ok, Jang Man Ok” panggil Kakek emosi
ne harabeochi” jawab Man Ok masih tertidur dan merapatkan selimutnya menutupi seluruh tubuh
“Jang Man Ok” sekali lagi suara Kakek memanggil Man Ok dan berhasil membuat Man Ok terkesiap dan bangun dari tidurnya
Kakek melangkahkan kaki ke dalam Full Hull House. Nama Man Ok terus diteriakkannya dan tepat disaat yang bersamaan Man Ok muncul dan disusul oleh Kang Hwi yang terkejut melihat kedatangan Kakek di tengah malam buta.
“Man Ok, kamu meminta Kakek untuk mempercayaimu tapi ini apa yang kamu lakukan? Kamu tinggal dengan seorang pria? Kamu menipu Kakekmu dan bekerja sebagai stylist” ucap Kakek marah dan Man Ok hanya menunduk lesu
“Kakek aku minta maaf, ini semua karena aku… Man Ok…” ucap Kang Hwi berusaha menjelaskan pada Kakek apa yang sebenarnya yang terjadi tapi…
“aku tidak memintamu berbicara. Jang Man Ok segera kemasi barangmu dan ikuti aku. Tentang apa yang terjadi aku akan bertanya di rumah nanti. Ga Ryun bantu Man Ok mengepak tasnya” ucap Kakek. Namun sebelum Ga Ryun sempat melakukannya, Man Ok duduk bersila di hadapan Kakek
“untuk tidak mengatakan semuanya secara terus terang aku minta maaf. Kakek tapi percayalah… aku tidak pernah melakukan hal yang membuat Kakek malu. Aku minta maaf,aku tidak bisa pergi sekarang”
“baiklah,,, sebaliknya jangan pernah berpikir untuk menginjakkan kaki di Man Ok Kwan lagi” ucap Kakek dan bergegas pergi.
Man Ok kembali ke kamarnya dengan perasaan sedih… kakek yang sangat disayanginya melarangnya kembali ke Man Ok Kwan dan hal tersebut menambah beban pikiran Man Ok. Man Ok bisa saja mengikuti ajakan Kakek kembali tapi bagaimana dengan Kang Hwi? Man Ok mengalihkan pandangannya ke Hp yang tergeletak di meja. Tae Ik meneleponnya dan membuat Man Ok mengangkatnya. Tae Ik mengingatkan jika Kakek kemungkinan besar sedang menuju ke Full House dan dijawab Man Ok jika Kakek sudah datang dan sekarang pergi. Saat hendak menutup telepon, Man Ok bertanya bagaimana persiapan Tae Ik menghadapi Kang Hwi nantinya dan kali ini Tae Ik menjawab bagaimana bisa stylist Kang Hwi menanyakan hal tersebut padanya dan mengakhiri percakapan.
Keesokan harinya
Kejadian semalam jelas memberikan dampak buat Kang Hwi. Kang Hwi terus saja memikirkan Man Ok dan sikap Man Ok yang lebih memilihnya daripada Kakeknya sendiri. Kang Hwi jadi merasa bersalah…. Petikan gitar yang saat ini sedang dimainkannya tetap tak mampu menghilangkan rasa sedihnya. Seseorang tiba-tiba datang dan bertanya jika Kang Hwi terlihat sangat menyukai lagu yang baru saja dimainkannya dan meminta Kang Hwi untuk mencoba menulis lirik lagunya.
Kang Hwi sedang mempersiapkan lagu yang dibawakannya pada program rival nanti, Manager Hwang dan Take Two juga sedang melakukan hal yang sama tapi dibawah bimbingan dan arahan Sang Dae.
Werewolf  House
Direktur Lee akhirnya tiba di rumah seorang pencipta lagu yang terkenal jenius di kalangan tertentu. Saat hendak turun dari mobil, Direktur Lee tanpa sengaja menangkap pandangan 3 orang pria yang sangat dikenalnya… Seketika matanya membulat. Mereka adalah Lee Tae Ik, Baek Go Dong dan Manager Hwang. OMG!!! Mungkinkah Direktur Lee menginginkan Sang Dae membuatkan lagu untuk Kang Hwi juga?
Malam harinya
Tae Ik terlihat sedang asyik menulis sesuatu di buku catatan kecil miliknya. Kemunculan Go Dong yang tiba-tiba membuatnya terkejut dan bergegas menyembunyikan catatan miliknya. Tujuan Go Dong ke tenda Tae Ik hanya ingin mengabarkan jika malam ini giliran Tae Ik mencuci piring dan tidak boleh digantikan… kalau tidak Kakek akan marah.^^
Go Dong sangat penasaran dengan buku catatan Tae Ik dan diam-diam mengambil dan membacanya di saat Tae Ik tak ada di tempat

Senyum kamu apakah hanya untukku?
Dibalik senyum manis
Tampaknya ada yang aku tidak tahu tentangnya Oh!
Mengapa kamu melakukan ini
Mengapa kamu melakukan ini, Jang Man?!!!
Sebuah diary milik Tae Ik tapi Go Dong justru mengira jika itu adalah lirik lagu. Jang Man? Mungkinkah Stylist Jang?
Man Ok tengah serius menjahit baju. Tiba-tiba rasa rindu melandanya, rasa rindu untuk Tae Ik dan hanya boneka kucing pemberian Tae Ik yang mampu menghiburnya.
Dan di tempat lain
Entah kenapa sekujur tubuh Tae Ik gatal, sedaritadi yang dilakukannya adalah menggaruk dan menggaruk. Tae Ik menyalahkan Go Dong yang mungkin saja membawa bulu bersamanya dan tentu saja disangkal Go Dong… (wkwkwkwk, rasa rindu Man Ok tersampaikan kepada Tae Ik akhirnya).
“kenapa kamu tidak masuk?” tanya Manager Hwang yang melihat Tae Ik hanya berdiri di depan pintu rumah Sang Dae
“pintunya dikunci” jawab Tae Ik dan meminta Manager Hwang untuk menghubungi Sang Dae.
Jawaban yang didapatkan Manager Hwang saat menanyakan keberadan Sang Dae sungguh tak dapat dipercaya. Sang Dae meminta maaf dan mengatakan telah memberikan lagu tersebut pada orang lain dan dia adalah Direktur Lee…
Sebuah mobil berwarna biru berhenti di depan U Entertainment. Tae Ik bergegas turun dari mobil dan menghentikan langkah Kang Hwi yang baru saja mau masuk ke dalam mobil.
“Apakah kamu ingin menang dengan melakukan cara seperti ini?” teriak Tae Ik emosi
“beritahu aku agar aku bisa mengerti” jawab Kang Hwi
-Part 2-
U Entertainment
Direktur Lee tersenyum penuh kemenangan. Lagu ciptaan Sang Dae untuk Take Two telah berada di tangannya. Menghancurkan Take Two dan membujuk Sang Dae sangatlah mudah. Hanya dengan iming-iming akan menjadikan Sang Dae seorang penyanyi seperti yang diimpikannya selama ini, Direktur Lee berhasil menghancurkan impian Take Two hanya dalam waktu semalam. Tapi apakah janji Direktur Lee itu benar adanya?
Sementara itu di pelataran parkir terjadi keributan antara Tae Ik dan Kang Hwi
“apakah kamu kurang percaya diri sehingga harus mencuri lagu orang lain?” tanya Tae Ik masih dengan raut wajah kemarahan
“apa yang kamu katakan? Apa yang aku curi?” tanya Kang Hwi balik tanda tak mengerti
“cukup, tidak ada lagi yang bisa dikatakan padamu” jawab Tae Ik dan berniat masuk ke U Entertainment
“tunggu, katakan apa yang sebenarnya… aku tidak mengerti. Mungkinkah? Apakah LJ melakukan sesuatu lagi?” tanya Kang Hwi mulai mengerti maksud ucapan Tae Ik. Tanpa berpikir panjang, Kang Hwi bergegas menemui Direktur Lee dan Tae Ik-Go Dong serta Manager Hwang memutuskan pergi. Mereka tidak mungkin menemui Direktur Lee membuat perhitungan dalam kondisi penuh amarah.
Kang Hwi meminta penjelasan dari Direktur Lee tentang maksud Tae Ik mencuri lagunya. Bukannya berkilah Direktur Lee membenarkan. Yang harus mereka lakukan sekarang adalah menang dan harus. Jika kondisi Kang Hwi saat ini baik bisa saja Direktur Lee tak melakukan hal tercela seperti ini tapi sekarang ini?
Jika kamu tidak ingin dilupakan kamu harus menjadi pemenang
Ucapan Direktur Lee terus saja menari-menari di benak Kang Hwi. Kang Hwi bukanlah tipe orang yang ingin menghalalkan segala macam cara untuk menjadikan semua sesuai keinginannya tapi di situasi seperti sekarang ini perkataan Direktur Lee mungkin ada benarnya…
Di sebuah Kafe
Man Ok terlihat mengobrol dengan Manager Hwang. Tujuannya menemui Manager Hwang untuk mencari tahu kebenaran tentang secarik kertas berisikan lirik lagu yang ditemukannya di ruang bawah tanah tempat Kang Hwi tidur. Disitu tertera nama Han Sang Dae, bukankah dia yang menciptakan lagu untuk Take Two tetapi kenapa sekarang lagu ciptaannya ada pada Kang Hwi?
Manager Hwang sedikit kesal mendengar nama Sang Dae, pria yang sangat dipercayainya dan berbalik menikamnya. Manager Hwang sendiri tak tahu apa yang sebenarnya terjadi tapi tepat sebelum melakukan proses rekaman, Sang Dae menghilang. Hanya itu yang bisa dikatakannya pada Man Ok. Manager Hwang mengingatkan Man Ok jika posisinya sekarang adalah stylist Kang Hwi yang notabene merupakan rival dari Tae Ik dengan kata lain Man Ok harus bisa menjaga jarak supaya tidak timbul kesalahpahaman di kemudian hari.
Malam harinya
Manager Hwang menghabiskan waktu dengan minum bersama Go Dong. Rasa kesal, bingung serta lelah menderanya. Apa yang akan mereka lakukan sekarang, hari debut semakin dekat.
“Hyungnim, aku akan menyanyikan sebuah lagu untukmu” ucap Go Dong berusaha menghibur Manager Hwang
Di dalam tenda Tae Ik juga merasakan hal yang sama dengan yang dirasakan Manager Hwang. Samar-sama Tae Ik mendengar suara seseorang yang sedang bernyanyi. Tae Ik bergegas menghampirinya.
“Hey Baek Go Dong, lagu apa ini? Ini pertama kalinya aku mendengarnya” Tanya Tae Ik
“benar, lagu yang baik… aku juga tidak pernah mendengar sebelumnya” tambah Manager Hwang dan fokus dengan gelas di hadapannya
Go Dong akhirnya mengatakan jika ini adalah lagu ciptaannya dan jawabannya membuat Manager Hwang tersenyum seketika dan melempari Go Dong dengan kacang karena kebodohan Go Dong yang baru mengatakannya sekarang.
“mari kita gunakan ini Hyung” usul Tae Ik
“tapi bagaimana dengan liriknya, kita tidak mungkin menemukan penulis lirik secepat yang kita bisa” ucap Manager Hwang
“Hyung-nim kamu harus menulisnya, aku melihat tulisan di buku harianmu. Aku pikir ini akan menjadi hebat jika menambahkannya sebagai lyric” tambah Go Dong dan membuat Tae Ik terkejut dan kesal karena Go Dong membaca buku hariannya… tapi kekesalan tersebut harus disimpan terlebih dahulu karena banyak hal penting yang harus dilakukan sekarang.
Proses diciptakannya lagu baru untuk Take Two akhirnya dimulai… Awalnya memang terasa sulit karena mereka harus mengumpulkan berbagai macam alat penunjang diantaranya alat-alat musik dan juga terus berlatih hapkido di bawah bimbingan Kakek.
Sementara itu Man Ok yang saat ini berada di Full House sangat merindukan sosok Tae Ik. Hanya sosok patung manekin yang bisa dijadikannya sebagai sandaran hati untuk saat ini seolah-olah dia adalah Tae Ik.
Saat penghuni Man Ok Kwan sedang makan malam bersama, sebuah kiriman paket datang untuk Tae Ik dan Go Dong. Paket yang berisi kostum panggung yang sengaja ditujukan untuk Tae Ik… Tapi siapa pengirimnya? Siapa yang mengetahui jika saat ini Tae Ik tinggal di Man Ok Kwan? Oh tunggu, terselip sebuah surat yang berisi pesan penyemangat dan juga selembar foto boneka kucing.
Hari yang ditunggu akhirnya tiba…
Take Two VS Only One
Tidak hanya suasana antara kedua tim yang memanas tetapi juga suasana di antara pendukung mereka. 
Acara pun resmi dimulai. MC memperkenalkan diri sebagai pembawa acara We Are Rivals hari ini dan mempersilahkan kepada penonton untuk melihat sejenak VCR Take One sebelum terpecah menjadi Only One dan Take Two. 
Take One, debut pertama kali tahun 2007 dengan nama Take One. 2 orang muncul seperti komet ke dunia music, Lee Tae Ik dan Won Kang Hwi. Pada puncak karir mitos Take One terdengar, kesulitan datang kepada mereka.

Won Kang Hwi digulingkan
Pengunduran diri sukarela Lee Tae Ik
Take One, 2 laki-laki dimulai dengan satu nama dan mereka kembali dengan nama baru. Pertempuran mereka di mulai sekarang.
Di belakang panggung
Kang Hwi sedang bersiap-siap dan Man Ok sedang membantu merapikan pakaian Kang Hwi. Tiba-tiba Kang Hwi merasakan degungan yang sangat hebat di telinganya, kepalanya terasa sangat pusing dan saat membuka mata Kang Hwi tak dapat melihat apapun.
“Man Ok, apa yang harus kulakukan? Aku tak dapat melihat apapun” ucap Kang Hwi panik
Tae Ik meminta ijin kepada Go Dong untuk keluar sebentar mencari udara segar. Rasa gugup serta takut menyelimutinya. Jelas, karena Ini adalah titik balik sekaligus penentuan karir masa depannya. Saat berada di balkon tanpa sengaja Tae Ik menangkap sosok yang sangat dikenalnya tengah duduk berjongkok.
“ada apa? Apa yang salah?” tanya Tae Ik dan Man Ok perlahan mengangkat wajahnya berusaha menghapus air mata yang mengaliri wajahnya “kenapa kamu menangis?” tanya Tae Ik khawatir
“Lee Tae Ik-si eottokaeyo?” 
Tae Ik berjalan cepat menuju ruang ganti Kang Hwi. Man Ok berusaha menghentikannya karena Kang Hwi mengatakan jika dirinya saat ini ingin sendirian tapi Tae Ik segera menepiskan tangan Man Ok dan kembali berjalan.
“kamu harus tenang” gumam Kang Hwi dan menggenggam erat ke dua tangannya “ini pernah terjadi sebelumnya” lanjut Kang Hwi dan perlahan membuka mata namun yang didapatinya hanyalah kegelapan. Frustasi dan sedih, Kang Hwi menghempaskan tangannya ke atas meja dan berhasil menyapu seluruh benda di atasnya. Tak cukup sampai di situ, Kang hwi membanting meja dan duduk terkulai lemas.
Kejadian yang baru saja dilihatnya membuat Tae Ik menjadi sedih terlebih ketika melihat dan mendengar langsung isak tangis Kang Hwi, sahabatnya.
“dia mengatakan tidak bisa melihat apa-apa.. Kang Hwi-nim, matanya… dia mengatakan tidak bisa melihat apa-apa” ucap Man Ok
Ucapan Man Ok di balkon tadi membuat Tae Ik semakin sedih… ini tidak mungkin, kenapa harus Kang Hwi? Kenapa hal mengerikan seperti ini bisa terjadi…. Kenapa harus Kang Hwi sahabatnya? Sebenci apapun Tae Ik pada Kang Hwi, baginya Kang Hwi adalah seseorang yang dulu selalu menemaninya, selalu bersamanya dalam keadaan suka dan duka.
Saat seperti ini Tae Ik tidak boleh bersedih… tanpa ragu Tae Ik memberikan sebuah alat komunikasi kepada Kang Hwi. Tae Ik sadar tampil di atas panggung kembali adalah impian Kang Hwi dan juga janjinya kepada para fans.
Dan tibalah saatnya Kang Hwi untuk tampil
“Won Kang Hwi kamu mendengar suaraku? Apakah kamu ingat panggung yang sempat membuatmu celaka dulu? Pengaturan panggung serupa dengan saat itu. Pertama setelah intro mulai kamu perlu melangkah 7 langkah, jangan gugup aku di depan panggung, aku akan melihatmu” ucap Tae Ik yang berada beberapa meter di depan panggung dan berusaha mengarahkan Kang Hwi. 
Musik dimulai dan Kang Hwi memulai penampilannya. Wajah Direktur Lee seketika berubah dan refleks berbalik ke belakang tepat ke arah Tae Ik, entah apa yang dipikirkannya.
Teriakan penonton para fans Kang Hwi menjadi sumber penyemangat Kang Hwi. Semangatnya yang sempat luntur kembali berkobar begitupun dengan ucapan Tae Ik di akhir penampilan Kang Hwi “Kamu yang terbaik Won Kang Hwi”.
Penampilan kedua sekaligus terakhir adalah Take Two, tapi tunggu dulu dimana Tae Ik? Manager Hwang dan Go Dong semakin panik karena 2 menit lagi Take Two akan perform. Man Ok muncul dan meminta keduanya untuk tenang karena Tae Ik pasti akan muncul.
Suasana panggung mendadak gelap, Go Dong berjalan perlahan ke tengah panggung dan berbalik memunggungi penonton yang sangat penasaran dengan sosok dirinya. Intro dimulai dan muncullah Tae Ik. Lagu yang mereka bawakan berjudul Hello, Hello….
Sesaat setelah penampilan Take Two, Direktur Lee terlihat berada di sisi panggung. Terlihat marah dan melampiaskan semua kekesalannya karena sesaat sebelum naik ke atas panggung Kang Hwi dengan sengaja mengganti lagunya tanpa seizinnya terlebih dahulu.
Man Ok menjadi semakin khawatir dengan kondisi Kang Hwi terlebih Direktur Lee baru saja memarahinya. Wajah Kang Hwi pucat dan tubuhnya sedikit limbung. MC kemudian meminta Kang Hwi untuk naik ke atas panggung menyusul Take Two yang telah terlebih dahulu menempati posisinya.
“hitungan akhir dari semua suara baru saja selesai (sistem vote), siapakah yang akan menjadi pemenangnya? Kami akan mengumumkannya sekarang”
5… 4… 3… 2… 1…
****BERSAMBUNG****

OMG, siapa yang menyematkan cincin di jari manis Man Ok? Nantikan Sinopsis K-Drama Full House Take 2 Episode 16 (episode terakhir) hanya di Pelangi Drama^^
Written & Image : DewiRf [Blog]
Postde Only : Pelangidrama.net
DON’T REPOST TO OTHER SITE!!!!

[Sinopsis K-Drama] Full House Take 2 Episode 14

=Full House Take 2 Episode 14=

-Part 1-
Entah apa yang dilakukan Tae Ik berada di antara barisan penonton yang hendak memasuki gedung acara, mungkinkah Tae Ik ingin melihat debut pertama Kang Hwi sebagai model catwalk atau ingin bertemu dengan Man Ok?
Seorang gadis tiba-tiba mendekati Tae Ik, dia adalah Nora yang merasa mengenali sosok idolanya meskipun terselip rasa keraguan.
“itu kamu kan Oppa” tanya Nora pada Tae Ik yang berusaha menyembunyikan wajahnya dengan cara berpaling. Saking senangnya berhadapan langsung dengan Tae Ik, Nora seketika pingsan.
Dibantu beberapa penjaga, Tae Ik membopong Nora ke belakang gedung. Kesempatan tersebut tak disia-siakan Tae Ik, di saat para penjaga sibuk dengan Nora, Tae Ik menyelinap pergi. Dan di saat Nora terbangun yang didapatinya hanyalah para penjaga yang mengelilinginya karena khawatir. Mungkinkah tadi Nora cuma bermimpi melihat Tae Ik?
Pagelaran busana terbaru Win resmi dibuka. Satu persatu model berjalan di atas panggung menunjukkan karya terbaru Hwa Ming. Di antara model tersebut muncullah Kang Hwi dan Se Ryeong. Kemunculan mereka diwarnai dengan tatapan tajam salah seorang penonton yang kemudian memutuskan pergi saat menyadari kehadiran Direktur Lee.
Dan acara pun resmi ditutup, yang tertinggal hanyalah rasa lelah yang mendera setiap orang yang ikut ambil bagian dalam pagelaran kali ini. 
Tae Ik masih berkeliaran di belakang panggung. Sebuah suara yang memanggil namanya seketika mengagetkan Tae Ik.
“kamu gila. Bagaimana kamu bisa ada di sini? Bagaimana jika ada yang melihatmu?” tanya Se Ryeong saat mereka berada jauh dari keramaian
“itu bukan urusanmu” jawab Tae Ik
“kenapa kamu seperti ini? Kenapa kamu melakukan ini? Kenapa datang kemari? Kamu… mungkinkah karena wanita itu? Benarkah? Kamu datang jauh-jauh kemari karena wanita itu? Kamu benar-benar gila Lee Tae Ik. Jang Man Ok, kamu pikir dia berbeda? Wanita itu sama saja dengan wanita lainnya. dia hanya tertarik pada pria yang punya uang, kekuasaan dan wewenang”
“Jin Se Ryeong jangan menganggap semua wanita sama sepertimu! Kamu… benar-benar mengerikan sekarang”
“Jang Man Ok menipumu, kenapa wanita itu meninggalkanmu dan pergi ke Kang Hwi kamu tak ingin tahu? Kamu tak tahu Kang Hwi putra seorang Milyarder kan? Pemilik Brand Win adalah Won Hwa Ming dan dia adalah kakak Won Kang Hwi. Kakak tirinya. (aku tak peduli-Tae Ik). Bahkan jika Man Ok mengetahuinya? Kamu tahu apa artinya itu?”
Man Ok membantu membereskan noda yang melekat di pakaian Kang Hwi. Jarak yang sangat dekat di antara mereka membuat Kang Hwi memberanikan diri mendekatkan wajahnya kepada Man Ok. Mereka terdiam sesaat terlebih Man Ok dan akhirnya tersadar serta memalingkan wajahnya menjauh dari Kang Hwi. Siluet bayangan seseorang di depan pintu membuat Man Ok kembali berbalik. Sosok Tae Ik telah berdiri di sana dan sepertinya salah paham dan mengira jika Kang Hwi dan Man Ok tadi berciuman.
Man Ok berusaha mengejar Tae Ik namun Kang Hwi menahannya dan memintanya untuk tidak pergi dan terus berada di sampingnya. “Mianhae Kang Hwi-nim.” Kang Hwi terdiam, mematung, Man Ok meninggalkannya dan lebih memilih mengejar Tae Ik sahabatnya.
Setiap sudut gedung telah ditelusuri Man Ok tetapi sosok Tae Ik tak juga ditemukannya. 
Sementara itu
Tae Ik menghentikan sebuah taksi dan meminta sang supir pergi kemanapun. Tak diduga sang supir ternyata pandai berbahasa Korea dan mengikuti permintaan Tae Ik membawa Tae Ik kemanapun yang dikehendakinya.
Tae Ik hanya terpaku melihat pemandangan yang tak biasa dihadapannya. Sang sopir mengajaknya ke tempat bermain Mahyong. Hal yang sangat jarang dilakukan Tae Ik. Awalnya semuanya berjalan lambat karena Tae Ik terlihat ogah-ogahan dan masih terbawa suasana sedih namun lambat laun Tae Ik terlihat sangat antusias memainkan permainan Mahyong bahkan menikmatinya terlebih ketika dirinya menang.
Tak hanya itu, sang supir yang mengetahui jika Tae Ik memiliki masalah mengajak Tae Ik makan bubur nasi dan mengantar Tae Ik pulang ke hotel.
“ini pertama kalinya kita bertemu, aku berutang banyak padamu hari ini”
“… ada kalanya kamu tak bisa maju karena jalan yang gelap gulita namun dengan berjalannya waktu semuanya akan terselesaikan. Situasi saat ini mungkin tak seburuk itu jadi berjuanglah Tae Ik”
“bagaimana bisa?” ucap Tae Ik terbata-bata karena sang sopir ternyata mengenalnya dan mengetahui namanya.
“putriku adalah penggemarmu. Saat putriku sakit dia sangat terhibur dengan musikmu jadi aku mengenalmu dengan baik. Bahkan putriku menantikan penampilanmu lagi, berjuanglah aku juga akan mendukungmu. Semangat”
Tae Ik terharu dan bahkan mulai bisa tersenyum. Tak disangka seorang supir yang baru pertama kali dikenalnya bukan hanya menjadi pria yang mengantarnya kemana saja tetapi juga menjadi penghibur dan memberikan dorongan semangat baru untuknya lagi. Sayang kemunculan Man Ok yang sedaritadi menunggunya kembali merusak mood Tae Ik.
Man Ok berusaha mengajak Tae Ik bicara tapi Tae Ik menolaknya dengan tegas lagipula Man Ok telah melupakan kejadian di malam ulang tahunnya, salah satu hal yang sangat berarti bagi Tae Ik.
“apa maksudmu, melupakannya? Aku suka padamu Lee Tae Ik. Hari itu, aku tak begitu mengingatnya tapi aku suka padamu, aku tak ingin ada salah paham!” ucap Man Ok
“aku tak tahu, aku benar-benar tak tahu siapa kamu, siapa yang mengatakan sebenarnya aku benar-benar tak tahu” ucap Tae Ik
“kamu benar-benar tak peduli jika aku pergi seperti ini? Apa hubungan kita hanya seperti ini? Kenapa kamu menilai dan berpikir sesuka hatimu tanpa mendengarkanku? Kenapa kamu sangat jahat? Kamu sangat jahat! Kamu membuatku marah” ucap Man Ok terisak dan mulai meneteskan air mata.
Memang benar apa kata pepatah, senjata utama wanita adalah air mata. Melihat Man Ok menangis, akhirnya Tae Ik luluh dan mengajak Man Ok berbicara di sebuah kafe. Man Ok menjelaskan jika dirinya tak bisa menjelaskan semuanya sekarang, alasan Man Ok pergi diam-diam dan berdiri di samping Kang Hwi sekarang tapi satu yang perlu Tae Ik ketahui jika Man Ok sangat mencintai Tae Ik dan Man Ok bukanlah seperti apa yang dipikiran Tae Ik, Man Ok bukanlah Jin Se Ryeong. 
Pembicaraan mereka yang dipenuhi dengan perdebatan akhirnya harus berakhir. Tae Ik meninggalkan Man Ok disaat Hp Man Ok berdering, Kang Hwi menelepon Man Ok.
Man Ok dan Tae Ik sekarang berada di jalan yang berbeda. Keadaan dan waktu memaksa mereka untuk berpisah. Salah paham, rasa tidak percaya menjadi penyebabnya. Yang tersisa hanyalah rasa sakit dan air mata. Tak hanya mereka berdua tetapi hal tersebut berlaku juga pada Kang Hwi yang merindukan sosok Man Ok.
Tae Ik menghabiskan malam dengan minum. Hpnya berbunyi. Manager Hwang terus saja menghubunginya karena Tae Ik menghilang secara tiba-tiba. Manager Hwang memarahi Tae Ik karena Tae Ik selalu bersikap ceroboh dan tak memikirkan perasaan orang-orang di sekitarnya. Mulai sekarang Manager Hwang tidak peduli dengan apapun yang akan dilakukan Tae Ik.
“aku akan melakukannya. Semua yang ingin kujaga, aku tak akan membiarkan seorang pun mengambilnya lagi. Aku akan menyanyi, aku akan merebut semuanya lagi. Semuanya. Aku akan pulang besok dan kita bicarakan lagi” ucap Tae Ik mantap. Ya, itulah seharusnya yang dilakukan Tae Ik dari awal, merebut kembali Full House dan merebut kembali posisinya sebagai Hallyu Star.
Kembalinya semangat Tae Ik sama halnya dengan semangat membara yang ditunjukkan Direktur Lee dalam mempersiapkan album solo Kang Hwi. Tak hanya itu semangatnya untuk mencari tahu jati diri Kang Hwi membawanya ke sebuah kenyataan jika Kang Hwi adalah saudara Hwa Ming dan anak seorang Milyarder.
Tak hanya Direktur Lee, Nora, Ga Ryun dan Ji Seung pun sangat penasaran dengan rumah yang didatangi Kang Hwi. Hasil foto Nora dapat mereka publikasikan nantinya tapi tunggu dulu informasi yang mereka dapatkan masih kurang. Sebenarnya rumah siapa yang didatangi Kang Hwi?
Go Dong terlihat asyik menyanyi. Suara indahnya terdengar sampai keluar. Cukup dengan bantuan alat vacuum cleaner yang menjadi mic dadakan, Go Dong menjelma menjadi selebriti rumahan. Tepukan ringan Manager Hwang di pundaknya menyadarkan Go Dong untuk kembali fokus membersihkan Man Ok Kwan karena sebentar lagi Tae Ik akan pulang.
“tidak perlu melakukannya” ucap sebuah suara
-Part 2-
Kemunculan Tae Ik di Man Ok Kwan membuat Manager Hwang dan Go Dong senang. Semangat Tae Ik yang menggebu-gebu untuk merebut kembali semua yang seharusnya menjadi miliknya membuat Manager Hwang bangga. Tapi tunggu dulu, sebuah rencana telah dipersiapkan Manager Hwang dan sepertinya Tae Ik tak menyetujuinya.
“Untuk album ini kalian akan berduet” ucap Manager Hwang mantap saat mengumpulkan Tae Ik dan Go Dong di ruang tamu Man Ok Kwan.
“apa?” ucap Tae Ik
“Hyungnim apa yang kamu bicarakan” tanya Go Dong tak kalah terkejutnya
“Go Dong, kamu akan melakukan debut dengan berduet bersama Tae Ik”
Manager Hwang memaparkan hasil analisanya terhadap perkembangan industri musik. Sangat jarang anggota sebuah grup berhasil debut sebagai soloist terlebih ketika melihat kemampuan Tae Ik. Manager Hwang telah memikirkannya matang-matang termasuk bagaimana perasan Tae Ik yang tentunya tak akan setuju dengan idenya ini. Tae Ik dan Go Dong akan sukses jika mereka berduet dan sebagai bahan pertimbangan Tae Ik, Manager Hwang memberikannya sebuah mp3 yang di dalamnya berisi rekaman suara Go Dong.
Keesokan harinya
Tae Ik sedang bersantai. Sebuah suara yang berasal dari saku celananya membuatnya terdiam. Man Ok meneleponnya dan yang dilakukan Tae Ik justru menolak panggilan Man Ok. 
Panggilan darinya diabaikan Tae Ik jelas merupakan hal yang sangat menyakitkan bagi Man Ok. Pilihan berkebun pun tak mampu menghilangkan rasa kesedihan tersebut.
“aku tak tahan dengannya! Bagaimana bisa dia tak menjawab ponselnya? Kenapa dia sangat jahat? Bodoh! Berpikiran sempit! Tanaman ini sudah mulai tumbuh, jika dia melihat ini dia benar-benar senang” ucap Man Ok sedih sekaligus kesal. Tepat di belakang Man Ok, Kang Hwi yang sedaritadi memperhatikan Man Ok mendadak ikut sedih… bukan karena Tae Ik yang mengabaikan telepon dari Man Ok tapi Man Ok yang seolah-olah akan segera pergi meninggalkan dirinya. Kang Hwi bahkan curhat pada Chaton, kucing pemberian Man Ok.
Tae Ik mencoba memejamkan mata tetapi anehnya bukannya tertidur, Tae Ik justru terjaga. Pandangan Tae Ik menangkap sebuah benda berupa mp3 dan akhirnya entah angin apa yang merasukinya, Tae Ik memutuskan mendengarkan Mp3 dari Manager Hwang.
Di luar tenda, Go Dong mencoba berbicara, meyakinkan Tae Ik jika dirinya akan berusaha sebaik mungkin.
“Hyungnim, Manager Hwang mengatakan besok kita akan memulai latihan vocal. Aku tak ingin menghalangimu, tapi aku yakin kamu tahu semua orang mengatakan aku tak bisa jadi penyanyi karena penampilanku. Aku terbiasa mendengar bagaimana buruk dan noraknya diriku, tapi Hyungnim… Bum Soo Hyung percaya padaku. Ini adalah kesempatanku, aku yakin kamu pasti tak senang dengan ini tapi aku takkan menyerah. Aku akan melakukan yang terbaik. Bisakah kamu mempercayaiku sekali ini saja. Jika kamu tak suka padaku, kamu bisa memecatku kapan saja, kumohon beri aku kesempatan”.
Entah Tae Ik mendengarnya atau tidak, tapi jika dilihat dari ekspresinya sepertinya iya^^
Keesokan harinya
Go Dong terlihat sedih saat keluar dari Man Ok Kwan. Manager Hwang berusaha menghiburnya dan mengatakan semuanya akan baik-baik saja, Manager Hwang kembali akan mencoba berbicara dengan Tae Ik. Saat berjalan menuruni tangga, seseorang telah menunggu mereka di dekat mobil.
Tae Ik menyerahkan mp3 kepada Go Dong. “suaramu… cukup bagus, aku akan mempercayaimu kali ini. Baek Go Dong yang norak” ucap Tae Ik… Yeeeeeee, akhirnya.
Semangat Tae Ik semakin lama semakin berkobar. Latihan vocal serius dijalaninya. Sikapnya pun perlahan mulai melunak terhadap Sangdae, guru vokalnya. Tae Ik meminta saran dan nasihat apa yang harus dilakukannya.
“apa dia Tae Ik yang kita kenal?” gumam Manager Hwang
“setidaknya dia tahu sikap untuk belajar sekarang” tambah Sangdae
Sepulang dari latihan, Manager Hwang-Tae Ik-Go Dong minum-minum bersama untuk merayakan kembalinya Tae Ik dan dimulainya debut Go Dong-Tae Ik. Manager Hwang bahkan meluncurkan sebuah nama baru untuk grup baru mereka, TAKE TWO!!!
Kegembiraan Take Two tak dirasakan Man Ok. Sikap Tae Ik membuat Man Ok uring-uringan dan memutuskan minum soju hingga setengah mabuk. Seorang pria datang menghampirinya dan merasa khawatir dengan tindakan Man Ok sekarang yang tak seperti biasanya.
“apa ini karena Tae Ik? Ada apa dengan kalian berdua, aku tak sempat bertanya sebelumnya… alasan kamu kembali ke U Entertainment. Kamu punya masalah yang tak bisa kamu bicarakan denganku?” tanya Manager Hwang
“sebenarnya… aku ingin memberitahukannya padamu, aku sangat tertekan tapi aku tak bisa melakukannya. Dia bukan satu-satunya yang sedang kesusahan, tidak bisakah dia menungguku dan percaya padaku? Kenapa dia membuatku sangat marah? Yang ini bahkan tak tahu bagaimana perasaanku, yang ini aku tak bisa mengabaikannya. Aku benar-benar tak tahu apa yang harus kulakukan?” oceh Man Ok.
Tiba-tiba Go Dong muncul disusul Tae Ik. Tae Ik sontak terkejut melihat kehadiran Man Ok di kedai. Bukannya alasan mereka keluar adalah untuk merayakan semuanya bersama dengan Manager Hwang?
Manager Hwang yang mengetahui situasi sulit antara Tae Ik dan Man Ok menarik Go Dong pergi dengan alasan hendak membelikan obat untuk Man Ok yang sedang mabuk.
Man Ok yang merebahkan kepalanya di meja seketika terbangun begitu Tae Ik menghentakkan tangannya ke meja. “Hei, kaki ayam.. sudah kukatakan ini bukan seperti yang kamu pikirkan. Kenapa kamu tak mau percaya padaku. Hah… kamu bahkan tak menjawab teleponku” teriak Man Ok dan mulai menangis histeris
“Jang Man, kamu mabuk? Hentikan” ucap Tae Ik terkejut menyadari Man Ok menangis dikarenakan sikapnya.
“kamu benar-benar jahat” teriak Man Ok lebih histeris. Tae Ik kembali berusaha menghentikan Man Ok dan ucapan ngawurnya. Sekarang semua mata memandangi mereka terutama Tae Ik karena telah membuat seorang wanita menangis.
Tae Ik tertatih menaiki tangga menuju rumah Man Ok, jika hanya dirinya sendiri tentunya tak masalah, tapi sekarang ada Man Ok di gendongannya. Saat membaringkan Man Ok di tempat tidur, Hp Man Ok berbunyi. Wajah Tae Ik seketika kesal ketika melihat id si penelpon yang tak lain adalah Kang Hwi. Dengan berusaha menahan amarah, Tae Ik menjawab telepon Kang Hwi dan mengatakan agar Kang Hwi kembali menelepon besok karena Man Ok baru saja tertidur.
Keesokan harinya
Kang Hwi terkejut ketika melihat Man Ok telah berada di dapur dan menyediakan sarapan untuknya. Man Ok terlihat berusaha menjelaskan alasan kenapa semalam dirinya tidak pulang namun Kang hwi enggan mendengarnya dan berusaha mengalihkan pembicaraan.
Berlanjut ke scene lain dimana Kang Hwi menemui Direktur Lee guna membahas perkembangan album solo Kang Hwi. Entah karena ingin merebut kembali kesuksesan sebagai penyanyi ataukah karena ingin membuktikan kepada Man Ok serta Tae Ik, Kang Hwi menegaskan kepada Direktur Lee jika dirinya menginginkan staff, pemasaran, koreografi dan penata terbaik.
“ini mungkin yang terakhir kali bagiku, aku tidak ingin kalah dengan siapapun, jadikan aku yang terbaik” pinta Kang Hwi
Kang Hwi memulai latihan demi kesuksesan album solo miliknya. Melihat semangat Kang Hwi, Man Ok menjadi khawatir karena sahabatnya itu terlalu memporsir semua tenaganya dan tak mempedulikan kesehatannya termasuk pengobatan untuk matanya.
“aku akan menjalani pengobatan tapi tidak sekarang… siapa yang akan tahu kapan aku bisa kembali lagi ke atas panggung. Jadi Man Ok, untuk saat ini aku hanya akan fokus pada penampilanku sampai aku tak bisa melihat lagi, sampai aku tak bisa melakukan apapun. Tak perlu terlalu khawatir, kamu tahu aku adalah Won Kang Hwi yang terbaik di alam semesta. Aku akan menyukseskan comebackku dan menjalani pengobatan”.
Semangat Take Two juga tak kalah dari Kang Hwi. Hingga larut malam Tae Ik dan Go Dong masih sibuk berlatih dan tepat di samping mereka, Manager Hwang sudah terlelap. Kedatangan Kakek mengagetkan mereka. Kakek mengajak mereka ke sebuah tempat, tempat di mana tenaga Tae Ik dan Go Dong bisa kembali seperti semula, mencurigakan??? Apakah mungkin akan dilatih Hapkido ataukah latihan yang jauh lebih berat???
Dan ternyata tempat yang dituju Kakek adalah rumah makan.
“saat kamu mempunyai kekuatan di perutmu kamu akan mempunyai kekuatan pada suaramu” ujar Kakek. Wkwkwkwk, benar banget Kek
Di saat semua bersiap untuk makan, Tae Ik hanya memandangi makanannya. Kilasan kejadian masa lalu kembali menari di kepalanya. Rumah makan yang mereka datangi sekarang adalah rumah makan di mana Man Ok pernah mengajaknya. Go Dong dan Manager Hwang saling pandang, mereka sangat tahu kalau Tae Ik tidak bisa makan sembarang makanan jika tak terbuat dari bahan organik. Tapi tunggu dulu, Tae Ik tiba-tiba mengambil sendok dan mulai memasukkan makanan ke dalam mulutnya….^^
Tugas Tae Ik, Go Dong dan Kang Hwi adalah berlatih keras dan menunjukkan performa yang maksimal di hadapan public dan tugas Manager serta Direktur mereka adalah mempromosikan debut mereka sebagai artis setelah kasus yang menimpa silih berganti. Hal itulah yang sekarang dilakukan Manager Hwang dan Direktur Lee.
Mereka tanpa sengaja bertemu di sebuah stasiun tv. Aura persaingan mulai terasa apalagi saat Manager Hwang memperkenalkan artis barunya yang tak lain adalah Tae Ik. Jangan sebut Direktur Lee jika tak ambil tindakan. Dengan serta merta Direktur Lee mengejek Manager Hwang yang hendak menelurkan Tae Ik artis buangannya sebagai idola kembali, maldo andwae. (menurut Direktur Lee, Tae Ik adalah artis buangannya tetapi bagi Tae Ik sendiri dirinya keluar secara terhormat).
Manager Hwang terlihat sabar menghadapinya dan dengan santai mengingatkan Direktur Lee untuk bersiap menghadapi anak-anak asuhannya.
Hari peluncuran album semakin dekat. Tae Ik, Go Dong dan di sisi lain Kang Hwi serius berlatih vocal dan koreografi. Informasi seputar kemunculan Take Two telah menghiasi media online begitupun dengan lahirnya kembali Only One (Kang Hwi).
Dan akhirnya tanggal comeback Take Two telah keluar dan hari tersebut bertepatan dengan tanggal comeback Only One. Sayang masalah muncul dari pihak Kang Hwi. Beberapa hari menuju comeback album yang akan diproduksi bermasalah, ada kerusakan suara pada albumnya dan satu-satunya jalan adalah menghentikan produksi album dan menarik album yang telah dijual di pasaran. Bisa dibayangkan betapa marahnya Direktur Lee. 
Man Ok yang mendengar berita tersebut ikut khawatir. Yang bisa dilakukannya adalah menghibur Kang Hwi sebagai seorang sahabat. Tak dapat dipungkiri Kang Hwi pasti sedih, seberapa hebat pun Kang Hwi berusaha menyembunyikan rasa kekecewaannya pada Man Ok, Man Ok dapat merasakannya.
Dan dampak dari tertundanya comeback Kang Hwi berimbas pula pada Take Two. Entah sabotase apa yang sudah dilakukan Direktur Lee demi menggagalkan performance Take Two.
“bagaimana bisa mereka melakukan ini, kita sudah berlatih dengan keras” keluh Go Dong ketika mereka bertiga berada di kedai
“Lee Joon… dia pasti tak ingin melihat kita melakukan comeback sebelum Kang Hwi” tambah Manager Hwang
“tadinya aku merasa heran LJ tak berbuat apa-apa. Kita tak pernah berpikir semuanya akan berjalan dengan lancar kan? Hyung pasti tak menyerah karena LJ kan?” ucap Tae Ik menambahkan
“tentu saja tidak, aku tidak akan menyerah. Kalian jangan khawatir, aku akan memastikan kalian berdua berdiri di atas panggung” tegas Manager Hwang.
Manager Hwang frustasi atas apa yang sedang terjadi saat ini. Niatnya untuk menghubungi Direktur Kim selaku pemilik stasiun tv tempat Take Two rencananya akan melakukan debut tak dinanya justru Direktur Kim yang meneleponnya terlebih dahulu.
Keesokan harinya
Pagi-pagi buta Manager Hwang sudah mengajak Tae Ik dan Go Dong ke suatu tempat. Go Dong terus saja menguap dan bertanya akan dibawa kemana mereka? Tae Ik juga merasa penasaran. Niat ingin memberi kejutan, Manager Hwang akhirnya mengatakannya terlebih dahulu. Take Two akan melakukan comeback di sebuah program khusus dan bukan di program music seperti yang biasa dilakukan penyanyi-penyanyi rookie lainnya. Tema acaranya adalah Rivalitas dimana pihak stasiun tv memilih dua tim untuk bertanding dan program tersebut akan disiarkan selama sejam penuh.
“jika kami melakukannya siapa lawan kami?” tanya Tae Ik dan terlihat berpikir keras. Dan jawaban dari Manager Hwang, aku juga tak tahu.
Teka teki dari pertanyaan Tae Ik akhirnya terjawab saat mereka tiba di stasiun tv. Sebuah suara yang berasal dari Kang Hwi sungguh mengagetkan mereka tak terkecuali dari pihak Kang Hwi sendiri.
“kalian adalah dua tim yang akan muncul pertama pada program siaran baru kami, Only One dan Take Two” ucap Direktur Kim tersenyum simpul.

=BERSAMBUNG=
Written : DewiRf [Blog]
Posted Only : Pelangidrama.net
DON’T REPOST TO OTHER SITE!!!

[Sinopsis K-Drama] Full House Take 2 Episode 13

=Full House Episode 13=
=Part 1=
Kang Hwi mengajak Man Ok ke ruang bawah tanah, tempat favoritnya dan juga merupakan kamar tidur baginya. Kang Hwi berusaha terlihat baik-baik saja di depan Man Ok tapi tetap saja hal tersebut membuat Man Ok khawatir. Besok Kang Hwi akan berangkat ke China untuk pemotretan dan mengajak Man Ok untuk menemaninya tetapi hanya kata maaf yang terucap dari bibir Man Ok yang berarti penolakan.
Niat Kang Hwi mengantarkan Man Ok pulang juga kembali ditolak Man Ok. Dari kejauhan Man Ok memperhatikan Kang Hwi yang berjalan kembali ke Full House dengan perlahan-lahan dan sesekali hampir terjatuh. 
Dan akhirnya di depan pagar Full House, Man Ok berjongkok. Ke dua tangannya mendekap ke dua lututnya. Air matanya kembali jatuh, dada Man Ok terasa sesak mendapati kondisi Kang Hwi yang sangat memprihatinkan. Pertahanan yang sedaritadi dibangunnya pada akhirnya runtuh jua. Ucapan Se Ryeong benar tentang Kang Hwi dan sekarang apa yang harus dilakukannya untuk membantu Kang Hwi, sahabatnya…
Tak hanya itu, Man Ok juga harus menghadapi kekesalan Tae Ik karena tindakannya yang pergi begitu saja tanpa sempat berpamitan pada Tae Ik dan bahkan mengabaikan teleponnya.
“ada apa? Apa terjadi sesuatu?” tanya Tae Ik mendapati Man Ok yang hanya diam dan tak membalas ocehannya seperti yang biasa dilakukannya “ekspresimu tak terlihat seperti itu?” tanya Tae Ik lagi namun Man Ok hanya menjawab jika dirinya hanya lelah. Aneh….
Dan kejanggalan terus dirasakan Tae Ik bahkan hingga di meja makan saat semua penghuni Man Ok Kwan makan malam bersama. Man Ok hanya mengeluarkan beberapa patah kata saat makan dan meminta ijin masuk ke kamarnya terlebih dulu di saat semuanya masih makan. 
Di dalam kamar
Man Ok terus memandangi boneka kucing pemberian Tae Ik, tetapi tiba-tiba saja pikirannya melayang pada Kang Hwi. Sementara itu
“apa sebenarnya yang terjadi? Aku hanya bisa tahu jika dia memberitahuku” gumam Tae Ik di dalam tenda. Tae Ik sama sekali tidak bisa memejamkan mata.
Dan hal tersebut tak hanya dirasakan Tae Ik dan Man Ok tetapi juga Kakek… ucapan Manager Hwang di meja makan tadi yang mendorong Tae Ik untuk terus semangat untuk mendapatkan Full House membangkitkan ingatan masa lalunya tentang Full House.
=flashback=
Kakek sedang bersama seorang pria yang tak lain adalah muridnya. Latihan baru saja selesai mereka gelar dan sang murid terlihat senang saat menceritakan tentang rumah yang sedang dibangunnya sebagai hadiah untuk keluarganya. Sebuah rumah yang akan diberinya nama ‘FULL HOUSE’ nama yang disalinnya dari nama Man Ok Kwan, rumah Kakek…. Yang berarti rumah penuh atau bisa diartikan rumah yang di dalamnya terdapat kebahagiaan. 
=flashback end=
Lamunan Kakek terhenti ketika Man Ok muncul dan hendak membicarakan sesuatu hal yang sangat penting.
Keesokan harinya
Kang Hwi memegang 2 buah tiket pesawat, satu tiket miliknya dan satunya lagi untuk Man Ok. Puas menatap tiket di tangannya, Kang Hwi memutuskan pergi dengan sebuah koper di tangan kirinya dan sebuah tiket pesawat di tangan kanannya. Tapi kenapa hanya satu? Ternyata satunya lagi, telah bertengger manis di tempat sampah, ya Kang Hwi telah membuangnya.
Kang Hwi sekarang berdiri di tempat di mana Tae Ik terakhir kali berdiri memandangi Full House sebelum pergi… pandangannya diedarkan ke sekeliling sama persis yang dilakukan Tae Ik, tunggu dulu… seseorang berdiri dan tersenyum padanya… Kang hwi tak salah mengenali, dia adalah Man Ok, gadis yang dicintainya.
Dan di saat Kang Hwi bahagia karena kehadiran Man Ok, Tae Ik justru uring-uringan karena tak melihat Man Ok sedaripagi bahkan hingga latihan bela diri.
China
Nama Kang Hwi terus saja diteriakkan. Para fans terlihat sangat gembira dengan kembalinya Kang Hwi ke jagad hiburan. Mereka dengan setia memberikan support kepada Kang Hwi yang melakukan pemotretan. Tak hanya para fans, Man Ok pun senang melihat Kang Hwi yang kembali bangkit dari keterpurukan meskipun kembali terselip kekhawatiran pada kondisi Kang Hwi.
Hp Man Ok berdering dan yang menelepon tentu saja Tae Ik. Tae Ik menanyakan keberadaan Man Ok sekarang dan tiba-tiba saja sebuah suara mengejutkan mereka berdua, suara Kang Hwi yang muncul tiba-tiba. Ekspresi Tae Ik seketika berubah di seberang sana… Man Ok bersama dengan Kang Hwi, bagaimana mungkin? Baru saja Tae Ik ingin meminta penjelasan, percakapan mereka terputus… ternyata Hp Man Ok lowbath.
Sementara alasan Kang Hwi sengaja menemui Man Ok lagi di sela-sela pemotretan adalah berusaha meminta bantuan Man Ok agar dirinya tetap fokus ke arah kamera.
“Kang Hwi, kamu terlihat hebat secara alami bahkan jika kamu diam saja di depan kamera. Jangan gugup dan lakukan seperti biasa ya” pesan Man Ok
“kamu tak akan pergi kemanapun kan? Aku akan menyelesaikan pemotretan ini secepatnya jadi jangan pergi kemanapun. Kamu harus tetap di sini di mana aku bisa melihatmu” ucap Kang Hwi dengan tatapan mata penuh arti dan Man Ok tersenyum mengiyakan.
Selepas kepergian Kang Hwi, Man Ok memandangi Hpnya dan bergumam “maafkan aku, aku akan menceritakan semuanya nanti”.
Tae Ik masih berada dalam zona tak nyaman. Man Ok pergi secara tiba-tiba dan teka teki keberadaan Kang Hwi dengan Man Ok saat ini masih menjadi pertanyaan yang harus segera dipecahkannya. Tae Ik akhirnya menemukan jawaban atas semua kegelisahannya saat tak sengaja mendengar percakapan antara Manager Hwang dan Go Dong. “Rupanya Stylist Jang telah memutuskan kembali bekerja di U Entertainment dan sekarang Stylist Jang sedang menemani Kang Hwi untuk melakukan pemotretan.”
Kembali ke Man Ok
Baru saja Man Ok mencoba menikmati pekerjaannya, kemunculan Se Ryeong membuat moodnya menjadi buruk. Seperti biasa, Se Ryeong melayangkan cacian dan hinaan pada Man Ok yang menurutnya plin plan. Tetapi kondisi ini jauh lebih baik bagi Se Ryeong, Man Ok bersama Kang Hwi, terus bersama Kang Hwi sebagai seorang stylist…
Pemotretan Kang Hwi dan Se Ryeong berjalan mulus. Pesona bintang mereka terpancar dengan jelas dan mampu membuat yang melihatnya akan terpesona… sayang saat pemotretan dengan baju ke 3, Kang Hwi mendadak pusing. Se Ryeong yang berada di sampingnya berusaha mengarahkan Kang Hwi kemana arah kamera namun Kang Hwi menanggapinya dengan dingin.
“aku hanya sedikit gugup karena sudah lama tak melakukan ini” ucap Kang Hwi dan mengucek matanya beberapa kali.
Man Ok mendekati Kang Hwi yang sedang duduk di atas hamparan rumput yang hijau. Tujuan Man Ok adalah berusaha menghibur Kang Hwi dengan memperlihatkan hasil pemotretan tadi di mana Kang Hwi terlihat sangat pas mengenakan baju hasil rancangan Win dan bahkan terlihat baju itu seolah-olah dibuat hanya untuk Kang Hwi. Hal tersebut berhasil membuat Kang Hwi sedikit tersenyum.
Lain Kang Hwi, lain pula Tae Ik. Tae Ik saat ini sedang berusaha menikmati kesendiriannya tanpa ditemani sosok Man Ok. kenangan ulang tahun Man Ok yang mereka rayakan bersama kembali berkelebat di pikiran Tae Ik di mana Man Ok menyatakan rasa sukanya dalam kondisi Man Ok. Saat itu Tae Ik sangat senang walaupun keesokan harinya Man Ok sama sekali tak mengingatnya. Panggilan telepon dari Manager Hwang diabaikan Tae Ik bahkan ketika Manager Hwang datang menyambanginya.
Sikap diam Tae Ik tak luput dari pandangan Kakek.
=flashback=
“untuk beberapa waktu aku akan pergi dari Man Ok Kwan. Aku tak bisa memberitahu semuanya tapi ada seseorang yang benar-benar membutuhkan bantuanku sekarang Kakek” ucap Man Ok semalam saat meminta ijin pada Kakeknya.
“lalu bagaimana dengan mereka, kamu yang memanggilnya kemari?” tanya Kakek
“aku tak mengkhawatirkan hal tersebut, Manager Hwang akan mengurus segalanya. Kakek dimanapun aku berada, aku tak akan membuatmu khawatir. Kumohon percaya padaku dan ijinkan aku pergi. Saat aku tak di sini, tolong jaga mereka dengan baik” pinta Man Ok
=flashback end=
Keesokan harinya
Kakek memaksa Tae Ik yang masih berada dalam balutan selimut untuk segera bangun dan mengajaknya latihan di luar rumah dan alhasil membuat Tae Ik ngos-ngosan. Saat beristirahat Kakek tiba-tiba berucap jika nama Tae Ik berarti Rentangkan sayap besarmu yang dimaksudkan agar Tae Ik dapat terbang mengelilingi dunia luas dengan bebas. Kakek menambahkan jika Tae Ik sangat jauh berbeda dengan Ayahnya yang sangat fokus dan bukan seperti Tae Ik yang bertingkah seperti perempuan (maksud di sini sepertinya Tae Ik kebanyakan mengeluh). 
Ekspresi muka Tae Ik seketika berubah heran dan sedikit penasaran, Kakek mengenal Ayahnya? Ya, Kakek adalah guru Hapkido Ayah Tae Ik dan sewaktu rumah baru Tae Ik selesai dibangun, Kakek mengunjungi rumah Tae Ik. Sekelebat bayangan masa kecil berusaha kembali digali Tae Ik dan ingatannya berhasil menemukan sosok Kakek Man Ok dan juga Man Ok kecil.
Kamu tak bisa melakukan apa-apa hanya dengan pikiran saja. Apapun yang terjadi, berdasarkan keinginanmu, jika ada sesuatu yang harus kamu hadapi kamu harus menghadapinya dan menang agar kamu takkan malu di depan Ayahmu yang bangga padamu 
Tae Ik kembali mengunjungi Full House. Pandangannya diedarkan ke seluruh penjuru Full House, rumah yang seharusnya menjadi miliknya.
“aku akan merebutnya kembali, Ayah! Rumah ini dan juga Jang Man!”
Sementara itu di Negeri Tirai bambu
Man Ok masih gelisah, baterai Hpnya habis… dan dirinya juga tak punya keberanian untuk menghubungi Tae Ik terlebih dahulu. Lagipula apa yang akan dikatakannya pada Tae Ik, tak mungkin jika Man Ok memberitahukan kondisi kesehatan Kang Hwi di saat kondisi Tae Ik sendiri sedang terpuruk.
“apa kamu baik-baik saja?” tanya Man Ok pada boneka kucing pemberian Tae Ik. Sebuah ketukan terdengar di pintu kamar. Seorang petugas layanan kamar datang membawa sarapan pagi untuk Man Ok dan membuat Man Ok bingung karena dirinya sama sekali tidak memesannya. 
Tiba-tiba petugas layanan kamar membuka topi yang dikenakannya dan ternyata dia adalah Kang Hwi yang sedang menyamar. Kang Hwi mengajak Man Ok sarapan bersama dan setelah itu mereka akan ke suatu tempat bersama-sama. 
Kemana? Dan tempat yang dituju Kang Hwi adalah butik milik Hwa Ming. Man Ok seketika shock sekaligus bahagia karena akan bertemu dengan desainer idolanya yang tak lain dan tak bukan adalah kakak Kang Hwi (dan hal tersebut tak diketahui Man Ok).
Kang Hwi memperkenalkan Man Ok kepada Hwa Ming dan sebaliknya. Seringnya Kang Hwi menggunakan bahasa Korea dengan Hwa Ming membuat Man Ok bertanya apa Hwa Ming mengerti dengan semua ucapan Kang Hwi? Kang Hwi dan Hwa Ming sama-sama tersenyum. “Hwa Ming walaupun tidak bisa berbahasa Korea dengan lancar tetapi dirinya sangat mengerti dengan bahasa Korea,” jelas Kang Hwi.
Pertemuan mereka berlangsung dengan baik meskipun terjadi insiden kecil di mana Man Ok tanpa sengaja menumpahkan minuman ke roknya. Kang Hwi kemudian mengajak Man Ok berkeliling kota. Banyak hal menarik yang mereka jumpai di antaranya adalah berkenalan dengan seorang anjing tanpa pemilik yang membuat Man Ok mengetahui cinta pertama Kang Hwi adalah seekor anjing #gubrak.
Dan tak selamanya senyuman itu akan terus menghiasi wajah seseorang, ada kalanya kita harus mengalami kesedihan dan kerinduan. Hal tersebut juga berlaku pada Man Ok, saat mendapati foto Tae Ik yang terjejer rapi di sebuah kios. Kang Hwi yang melihatnya menjadi ikut sedih. Raga Man Ok memang berada di dekatnya tetapi hatinya justru berada jauh, yang sangat sulit dijangkaunya. 
Dan saat kembali ke Hotel tepatnya di Loby, langkah Man Ok terhenti saat mendengar seseorang yang memanggil namanya. Suara yang sangat familiar dan sangat dirindukannya.
Tae Ik menarik paksa tangan Man Ok dan anehnya Man Ok menurut dan tak melakukan perlawanan.
“kenapa kamu bisa ada di sini?” tanya Man Ok ketika dirinya dan Tae Ik berada jauh dari keramaian
“dirimu sendiri bagaimana?” tanya Tae Ik balik. “tanpa memberitahuku datang ke sini dan melakukan hal ini… apa karena Kang Hwi?”
“kamu jauh-jauh datang kemari hanya untuk menanyakan hal ini?”
“kamu takkan mungkin melakukan ini tanpa berkata apapun padaku karena aku tahu, kamu pasti memiliki alasan” jawab Tae Ik
Man Ok terdiam sesaat, “hanya saja,,, ini pekerjaanku”
“hei, kamu pikir itu masuk akal. Kamu tahu benar apa yang dilakukan LJ pada kita selama berada di Full House dan kamu kembali kesana untuk bekerja. Setelah membayar kembali hutangmu dengan susah payah? Kamu memintaku untuk mempercayai itu?” ucap Tae Ik sedikit emosi mendengar jawaban tak masuk akal Man Ok
“percaya atau tidak, hanya itu yang bisa kuberitahu Lee Tae Ik. Tapi apa kamu datang setelah memberitahu Manager Hwang. Kamu datang tanpa memberitahunya? (Tae Ik hanya terdiam dan itu artinya Tae Ik pergi secara diam-diam tanpa memberitahu siapapun) kenapa kamu sangat tak dewasa? Manager Hwang banyak menderita karenamu” cecar Man Ok
“Jang Man Ok” teriak Tae Ik kesal dan berhasil membungkam mulut Man Ok. “apa itu masalahnya sekarang?” tanya Tae Ik namun sebuah sms dari Kang Hwi yang mengabarkan 5 menit lagi mereka akan berangkat mengalihkan perhatian Man Ok dari Tae Ik
Tae Ik kembali menarik paksa tangan Man Ok dan berhasil membuat Man Ok berhenti. “ada apa denganmu? Apa kamu benar-benar tidak tahu atau pura-pura tidak tahu? Baiklah, karena kamu benar-benar tidak mengingatnya aku akan memberitahumu sekali lagi. Aku… suka padamu”.
=Part 2=
Pengakuan cinta Tae Ik membuat Man Ok terdiam “…….. aku tak mau wanita yang kusukai berada di sebelah orang lain, jadi Jang Man, aku ingin kamu berada di sampingku. Aku datang untuk mengatakan ini” ucap Tae Ik mengakhiri ucapannya. Man Ok masih saja terdiam, Tae Ik segera menarik tangan Man Ok dan menuliskan hotel tempatnya menginap dan memintanya untuk bertemu nanti malam tepat pukul 8. 
Gladi bersih untuk acara peluncuran pakaian terbaru Hwa Ming digelar. Di belakang panggung terlihat Kang Hwi dan Man Ok. Kang Hwi sedaritadi tak bisa menyembunyikan rasa gugupnya dan juga rasa nyeri yang terus menyerang matanya. Man Ok menjadi khawatir namun Kang Hwi berusaha meyakinkan jika dirinya baik-baik saja.
Sementara itu Hwa Ming sedang berbincang dengan Direktur Lee dan Se Ryeong. Di saat Se Ryeong pergi karena akan melanjutkan latihan, seorang wanita muncul dan terlihat akrab dengan Hwa Ming. Mereka terlibat percakapan yang cukup serius. 
Di belakang panggung
Se Ryeong terlihat sangat lelah menjalani gladi bersih dan memutuskan beristirahat sejenak di café sedangkan Kang Hwi sendiri mendapat kabar dari Hwa Ming jika ibu tiri (Ibu Kang Hwi) berada di China dan sangat ingin berjumpa dengannya.
Kang Hwi terlihat berlarian menuju sebuah kafe. Seorang wanita setengah baya sedang menunggunya dan sangat senang ketika Kang Hwi muncul. Percakapan ringan pun terjadi hingga akhirnya sampailah ke pembicaraan utama dimana Ayah Kang Hwi sangat ingin bertemu dengan Kang Hwi, anak lelaki satu-satunya.
Senyum di wajah Kang Hwi perlahan memudar. Bujukan ibunya tak mampu menggoyahkan hati Kang Hwi yang telah membatu. Berat rasanya bagi Kang Hwi untuk melangkahkan kaki ke rumah Ayahnya di mana semua orang membencinya (kecuali Hwa Ming) walaupun kondisi Ayahnya yang saat ini sedang tidak sehat.
Seorang wanita yang duduk tak jauh dari tempat Kang Hwi sebelumnya mendadak terdiam. Kepergian Kang Hwi dan Ibunya membuatnya menurunkan majalah yang digunakannya sebagai pelindung wajahnya sedaritadi. Dia adalah Se Ryeong.
Kang Hwi masih memikirkan perkataan Ibunya. Sebuah sms dari Hwa Ming membuatnya kembali berpikir
“Kamu sudah bertemu Ibumu? Kamu akan pulang ke Korea setelah acara ini. Sebaiknya berkunjunglah ke rumah sebelum pulang, Ayah sedang sakit parah”
Kang Hwi berjalan meninggalkan Hotel. Tanpa disadarinya seseorang diam-diam membuntutinya
“Kang Hwi-nim apa yang harus kulakukan” 
Sementara itu di Korea
Ga Ryun terus memandangi foto Kang Hwi yang beredar di internet. Foto yang berhasil dibadikan fans China aka fancam. Ji Seung tiba-tiba muncul dan meminta Ga Ryun untuk tak memandangi terus foto Kang Hwi namun Ga Ryun terlihat acuh dan kembali fokus pada kegiatannya. Tiba-tiba, Ji Seung menangkap sosok yang sangat mereka kenali, sosok yang tanpa sengaja ikut tertangkap kamera bersama dengan sekumpulan fans Kang Hwi… Nora!!!
Nora tengah fokus mengendarai mobil mengikuti mobil di hadapannya. Sebuah pesan suara masuk di Hpnya dan tentu saja berasal dari Ga Ryun yang menuntut penjelasan kenapa Nora bisa berada di China. Nora tak punya pilihan lain selain menelepon balik Ga Ryun dan menjelaskannya jika mereka tak mungkin melepas Kang Hwi sendirian ke China apalagi ini debut pertamanya setelah sempat vakum beberapa saat. Dan untuk meredakan amarah Ga Ryun, Nora berjanji akan segera mengirim gambar Kang Hwi kepada Ga Ryun. Ji Seung yang ikut mendengarkan percakapan ikut menenangkan Ga Ryun. Anggap saja Nora sedang melakukan liputan di luar negeri.
Sesaat sebelum menutup pembicaraan, Nora memberitahukan jika dirinya melihat sahabat malang Ga Ryun yang tak lain dan tak bukan adalah Man Ok.
Seorang pemuda terlihat menatap pagar yang menjulang tinggi di hadapannya. Jepretan kamera dari beberapa orang wartawan yang tiba-tiba muncul tak menggoyahkan langkahnya. Teriakan para bodyguard yang berusaha menghentikan para wartawan dan merebut paksa kamera milik mereka pun tak dipedulikannya. Satu yang harus dilakukannya, menemui pemilik rumah yang saat ini tengah terbaring sakit.
Senyuman terus terlihat di wajah pria baya yang hanya bisa berbaring di tempat tidur. Kedatangan putra semata wayangnya membuatnya melupakan sejenak sakit yang tengah dideritanya. Hanya ucapan maaf yang terucap dari bibirnya meskipun terdengar lirihan lemah.
“maafkan aku karena aku gagal jadi ayah yang baik untukmu”
Kang Hwi berjalan lesu menuju ruang tamu. Dua orang wanita sedaritadi menunggunya, mereka adalah Ibu kandung Kang Hwi dan Ibu tiri Kang Hwi. Kedatangan Kang Hwi kembali ke rumah yang sama sekali tak ingin dipijaknya lagi membuat seorang gadis yang tak lain adalah adik tiri Kang Hwi meradang dan meminta Kang Hwi untuk segera pergi.
“Kang Hwi mianhae” sebuah suara berhasil menghentikan langkah kaki Kang Hwi. Ibu kandung Kang Hwi terlihat menangis dan meminta maaf atas semua yang terjadi pada Kang Hwi, satu-satunya anak yang dimiliknya.
“kenapa ibu, kenapa Ibu meminta maaf padaku?” teriak Kang Hwi. Sang ibu menggenggam tangan Kang Hwi dan hanya bisa menangis. “aku pergi” sambung Kang Hwi dan melepaskan genggaman Ibunya.
Dari awal tak ada yang mengharapkan kembali kehadirannya di rumah keluarga Won… Ya, mungkin hanya Hwa Ming, ibu kandungnya dan Ayahnya yang sakit. Selebihnya, mereka hanya menggangap Kang Hwi sebagai parasit. Statusnya sebagai hallyu star yang digilai setiap wanita tak mampu mematahkan pandangan keluarga Won jika dirinya adalah anak dari istri ke dua Tuan Won. 
Man Ok memandangi tulisan Tae Ik di telapak tangannya-alamat hotel tempat Tae Ik menginap. Rasa ragu tiba-tiba muncul di hati Man Ok antara mengikuti kata hatinya untuk pergi atau menuruti logikanya untuk melupakan sejenak Tae Ik dan fokus membantu Kang Hwi.
Waktu sudah menunjukkan pukul 7, artinya masih ada waktu 1 jam lagi bagi Man Ok bertemu Tae Ik. Sayang, di saat Man Ok telah mempersiapkan diri, berdandan secantik mungkin Hpnya tiba-tiba berbunyi. Kang Hwi meminta Man Ok untuk segera menemuinya… “aku terluka Man Ok…”
Sedaritadi yang bisa dilakukan Tae Ik adalah menunggu. Sesekali Tae Ik berjalan mondar mandir dan ketika lelah duduk adalah pilihan terakhirnya. 
Man Ok akhirnya sampai di tempat Kang Hwi. Entah kenapa Man Ok merasa harus menemui Kang Hwi sebelum menemui Tae Ik. Saat bertemu Kang Hwi, Man Ok merasakan aura kesedihan terlebih ketika Kang Hwi mengajaknya berdansa mengikuti seorang ibu dan anaknya yang sedang menari tak jauh dari mereka. 
Kang Hwi membenamkan kepalanya di pundak Man Ok. pertahanan yang sedaritadi dibangunnya akhirnya runtuh juga di hadapan Man Ok, gadis yang diam-diam dicintainya. Entah kenapa hanya di depan Man Ok, Kang Hwi bisa menangis, menumpahkan segala rasa perih yang dirasakannya sedaritadi.
Kesadaran Kang Hwi telah melemah di bawah pengaruh minuman. Man Ok berusaha mengajak Kang Hwi pergi tetapi Kang Hwi justru menahan Man Ok dengan cara menggenggam tangannya. “sekarang aku akan memberitahumu semuanya, rahasia tentang Won Kang Hwi, siapa sebenarnya aku”.
Tae Ik terus berusaha menghubungi Hp Man Ok tetapi tidak diangkat. Kesabaran Tae Ik telah habis dan akhirnya memilih pulang.
Direktur Lee tanpa sepengetahun Kang Hwi menyuruh seseorang membuntuti Kang Hwi tetapi hasil yang didapatkannya hanyalah informasi yang sangat minim. Satu-satunya yang bisa membantu adalah clue di mana Kang Hwi siang tadi mendatangi rumah keluarga Won, orang yang sangat terkenal di China.
Lain Direktur Lee lain pula Se Ryeong. Kemunculan Ibu Kang Hwi di studio Hwa Ming dan percakapan yang tanpa sengaja didengarnya sewaktu berada di kafe tadi membuatnya mulai merangkai satu persatu benang merah penghubung di antara Hwa Ming, Kang Hwi dan wanita setengah baya di studio Hwa Ming. Bingo!!!
Se Ryeong mengajak Hwa Ming bertemu dan jawaban yang diterimanya tak pernah ada dibayangannya… Hwa Ming dengan tegas mengatakan jika Kang Hwi adalah saudara tirinya.
Man Ok memapah Kang Hwi yang tak sadarkan diri kembali ke kamarnya. Kebanyakan minum alcohol membuat Kang Hwi tertidur. Man Ok melirik jam tangannya dan waktu telah menunjukkan pukul 12 malam. Tae Ik pasti sudah pulang, tak mungkin dia masih menunggu sampai saat ini.
“kenapa kamu keluar dari kamar itu selarut ini?” tanya Se Ryeong saat tanpa sengaja berpapasan dengan Man Ok di lorong Hotel. “aku bertanya karena aku benar-benar penasaran. Kamu melakukan itu karena merasa kasihan pada Kang Hwi atau karena memiliki maksud tersembunyi”
“apa maksudmu?” tanya Man Ok. niat awalnya untuk tak mempedulikan Se Ryeong diabaikannya ketika mendengar tuduhan Se Ryeong
“kamu tahu apa yang aku maksud, misalnya karena latar belakang keluarga Kang Hwi”

Hwa Ming adalah saudara tiriku. Ayahku benar-benar kaya di China (Man Ok kembali mengingat percakapannya dengan Kang Hwi tadi)
“jadi benar, kamu sudah mengetahuinya. Tentu saja”
“dengar Jin Se Ryeong. Jangan salah paham dan berpikir setiap orang di dunia ini sepertimu, aku berbeda denganmu”
Man Ok kembali ke kamarnya. Ucapan Se Ryeong dianggapnya sebagai angin lalu dan sekarang yang dikhawatirkannya adalah Tae Ik.
“apa dia sudah tidur?” gumam Man Ok dan memandangi layar ponselnya. Niat untuk mengirim sms kepada Tae Ik setidaknya untuk memberitahukan alasannya tidak datang tadi dibatalkan Man Ok. “Maafkan aku”.
Tae Ik terbelakak dan tak percaya dengan isi sms dari Man Ok. Hanya tulisan maafkan aku… maldo andwae, setelah dirinya menunggu selama beberapa jam tanpa kepastian dan Man Ok hanya mengirimkan sms maafkan aku tanpa ada penjelasan apapun.
Keesokan harinya
Pagelaran busana Win digelar hari ini. Para penonton di antaranya penggemar Kang Hwi telah memadati tempat acara. Diantara mereka terlihat satu sosok pria yang terus menatap poster Kang Hwi dengan tajam. Dia adalah Tae Ik.
=BERSAMBUNG=


Written & Image By : DewiRf [Blog]
Posted Only : Pelangidrama.net
DON’T REPOST TO OTHER SITE!!!!

[Sinopsis K-Drama] Full House Take 2 Episode 12

=Full House Take 2 episode 12=
Part 1
Kang Hwi tidak dapat mempercayai dengan apa yang dilihatnya saat ini. Tae Ik sekarang ada di rumah Man Ok.

Berusaha menjauh dari Man Ok, Tae Ik mengajak Kang Hwi berbicara 4 mata di luar. Kang Hwi seketika mencecar pertanyaan kenapa Tae Ik bisa berada di rumah Man Ok, hal tersebut bisa menimbulkan masalah baru untuk Man Ok ke depannya. Kenapa Tae Ik tidak membicarakannya terlebih dulu dengannya?
Emosi Tae Ik ikut tersulut, saat Kang Hwi bersembunyi di rumahnya apa dulu dia juga meminta ijin darinya.. “Itu karena situasinya?” jawab Kang Hwi, “dan begitupun denganku sekarang” ucap Tae Ik. Dan hal yang lebih disesalkan Tae Ik kenapa Kang Hwi kembali bersama dengan Direktur Lee setelah semua yang dialaminya?
Kang Hwi bersikap cuek atas pertanyaan Tae Ik, baginya cukup dirinya saja yang mengetahui alasan kembalinya bergabung dengan U Entertainment. Hal yang paling penting sekarang adalah Tae Ik harus keluar dari Man Ok Kwan dan Kang Hwi akan membantunya. Sayang Tae Ik dengan tegas menolak dan membuat Kang Hwi mengambil kesimpulan jika Tae Ik sekarang sudah jatuh cinta pada Man Ok. 

Hanya sebuah senyuman sinis yang ditunjukan Tae Ik

“kenapa, apa kamu ingin mencurinya lagi?” tanya Tae Ik
“apa yang kucuri?” tanya Kang Hwi semakin emosi dan menuntut agar Tae Ik menjawab pertanyaannya tapi Tae Ik malah melengos pergi. Kilasan bayangan masa lalu kembali diingat Kang Hwi.

=flashback=

Dua orang pemuda tengah berlatih dance dengan keras. Lelah, mereka berdua memutuskan beristirahat. Salah satu dari mereka tiba-tiba tersenyum saat menerima sms dari sang kekasih hati, dialah Lee Tae Ik yang menerima sms dari Se Ryeong yang menanyakan kapan dirinya akan pulang. Melihat tingkah laku temannya yang sedang kasmaran membuat sahabat Tae Ik bertanya-tanya siapa gerangan gadis tersebut dan dijawab Tae Ik jika dia adalah Se Ryeong. Wajah sahabat Tae Ik seketika berubah mendengar nama Se Ryeong, entah apa yang disembunyikannya.

Malam harinya

Se Ryeong merasa tidak senang ketika menerima sebuah peringatan untuk tak mempermainkan hati Tae Ik. Peringatan dari Kang Hwi, pemuda yang satu management dengannya dan juga Tae Ik.
Kang Hwi tak main-main, dia bisa melihat siapa sebenarnya Se Ryeong yang hanya ingin bermain-main saja dengan Tae Ik dan Kang Hwi tidak akan membiarkan Tae Ik, sahabatnya terluka. Bukannya menyetujui, Se Ryeong tiba-tiba mencium dirinya dan tanpa disadari Kang Hwi, Tae Ik melihatnya dan sejak saat itulah Tae Ik mulai membencinya dan menganggapnya sebagai pengkhianat yang sudah merebut gadis yang dicintainya.
=flashback end=

Kesalahpahaman itu masih terjadi sampai saat ini. Tae Ik masih belum bisa memaafkan Kang Hwi. Dan Kang Hwi sendiri dengan jelas mempertegas lebih untuk dirinya sendiri jika dirinya sama sekali tidak menyukai Se Ryeong dan justru dirinya yang dimanfaatkan oleh Se Ryeong sebagai kambing hitam.

Di dalam Man Ok Kwan

Man Ok bertanya dimana Kang Hwi pada Tae Ik dan dijawab Tae Ik jika dia sudah pergi. Daripada memikirkan Kang Hwi, lebih baik jika kita membicarakan kejadian yang semalam terjadi.
“apa aku melakukan sesuatu yang aneh? Bukankah kita hanya tertidur setelah mabuk?” tanya Man Ok dan membuat Tae Ik hanya menghela nafas dan menundukkan kepala. Man Ok melupakan kenangan indah mereka semalam.

Man Ok memutuskan mengejar Kang Hwi sebelum Kang Hwi menjauh namun belum sempat Man Ok beranjak, Kang Hwi muncul dengan senyuman manisnya. Kang Hwi meminta Man Ok untuk menyiapkannya makanan dan hal tersebut membuat Tae Ik kesal, enak saja meminta makanan di rumah orang.

Keributan mereka terdengar hingga keluar. Kakek yang baru saja pulang dari mendaki bukit menegur mereka berdua karena sudah membuat keributan di Man Ok Kwan. Kakek merasakan kehadiran orang asing di sini… Kang Hwi akhirnya memperkenalkan diri jika dia adalah teman baik Tae Ik dan Man Ok. Manager Hwang yang baru saja datang sedikit terkejut ketika melihat Kang Hwi.

“anak muda ini selalu tersenyum tidak seperti seseorang yang selalu cemberut” ucap Kakek dan tatapan matanya tertuju pada Tae Ik. Tiba-tiba suara aneh terdengar, suara dari perut Kang Hwi…

Makanan sudah dihidangkan di meja. Kang Hwi merasa sangat senang melihatnya. Saat ingin melahap makanannya, Tae Ik tiba-tiba muncul dan duduk persis di samping Kang Hwi. Tae Ik meminta Man Ok untuk memberikannya semangkuk nasi juga tapi sayang nasi yang sekarang berada di hadapan Kang Hwi adalah nasi terakhir. Lagipula bukannya Tae Ik tadi sudah makan bersama Man Ok, Manager Hwang dan Kakek? Tae Ik beralasan jika sarapan tadi tidak ada telur dadar yang disajikan untuknya sedangkan Kang Hwi mendapatkan telur dadar.

Dimulailah perebutan semangkuk nasi antara Tae Ik dan Kang Hwi. Layaknya anak kecil mereka bertengkar memperebutkan hal yang sebenarnya bisa dibagi. Man Ok mulai kesal dan menyuruh mereka diam. Man Ok pergi dan kembali lagi dengan sebuah mangkuk dan membagi nasi menjadi dua, satu untuk Tae Ik dan satunya lagi untuk Kang Hwi.

“Man Ok, kenapa dia sangat menakutkan?” bisik Kang Hwi pada Tae Ik
“dia berteriak sesuka hati karena ini rumahnya” jawab Tae Ik
“aku tahu, aku tahu sulitnya tinggal di rumah orang lain. Tapi ini jauh lebih baik, pemilik rumah tempat tinggalku sebelumya dia seorang pria yang kasar, aku telah banyak menderita” bisik Kang Hwi lagi. Tae Ik yang baru saja ingin memasukkan sepotong telur dalam mulutnya mendadak berhenti. Pria kasar yang dimaksud Kang Hwi pasti adalah dirinya
“kamu” teriak Tae Ik dan membuat Man Ok berteriak “lagi”.

Sementara itu di Full House
Suasana panas sudah terasa di sana padahal hari masih sangat pagi. Direktur Lee sangat geram saat mendengar dari Go Dong jika Kang Hwi tidak ada di ruang bawah tanah. Kekesalannya pun dilampiaskan kepada Go Dong selaku manager Kang Hwi karena tidak memperhatikan Kang Hwi dengan serius.

Selepas kepergian Go Dong, Se Ryeong turun dari lantai 2 dan bertanya kenapa di hari sepagi ini Direktur Lee sudah ribut. Se Ryeong kembali bertanya tentang kondisi kesehatan Kang Hwi terutama matanya dan membuat Direktur Lee sedikit terkejut. Kang Hwi sering menabrak barang-barang yang dilewatinya dan kadangkala terjatuh. Sikap Direktur Lee juga terhadap Kang Hwi sangat berbeda, Direktur Lee terlihat sangat perhatian.
Bukannya menjawab, Direktur Lee justru mengalihkan pembicaraan yang menyudutkan Se Ryeong. Direktur Lee ingin Se Ryeong mengambil drama/film karena sudah terlalu lama Se Ryeong bersantai. Walaupun Se Ryeong adalah bintang internasional, Direktur Lee ingin meraup keuntungan dan bukan kerugian.

Go Dong masih sibuk menghubungi Kang Hwi yang entah dimana rimbanya sementara itu di tempat lain, Kang Hwi yang baru saja mengaktifkan Hpnya mendapati banyak pesan suara yang semuanya berasal dari Go Dong.
“kamu dimana Hyungnim, Presiden mencarimu cepatlah pulang”
Bukannya menjawab atau menelpon balik Go Dong memberi kabar keberadaannya, Kang Hwi justru kembali mematikan Hpnya dan memutuskan bermalam di kediaman Man Ok.

Betapa terkejutnya Tae Ik ketika mendapati Kang Hwi berada di tenda tempat tidurnya. Kang Hwi menunjukkan wajah memelasnya agar diijinkan tidur di tempatnya malam ini saja, namun bukannya setuju Tae Ik menyuruh Kang Hwi untuk segera pergi.

Keributan kecil mereka memancing perhatian Man Ok yang baru saja ingin tidur. Karena tidak diijinkan tidur di tenda Tae Ik, Kang Hwi pun meminta kepada Man Ok agar mengijinkannya untuk tidur di kamar (memasang selimut di samping tempat tidur Man Ok). Tae Ik tentu saja segera beraksi, dirinya seolah-olah tak mengijinkan seorangpun mendekati ataupun berada di sekitar Man Ok, gadis yang dicintainya,…. Tae Ik mendorong Kang Hwi dengan kasar kembali ke dalam tenda dan artinya Kang Hwi boleh tidur di tendanya^^

Di dalam tenda
Kang Hwi mengajak Tae Ik mengobrol. Kang Hwi mengingat masa lalu mereka di mana mereka dulu sering tidur bersama.
“ini mengingatkanku akan masa lalu, tapi… apa yang kamu katakan sebelumnya jika aku mencuri sesuatu darimu kupikir kamu telah salah paham” ucap Kang Hwi namun apa yang didapatkannya, Tae Ik membelakanginya… poor Kang Hwi

Keesokan harinya
Kang Hwi memutuskan pulang tanpa berpamitan pada yang lainnya. Namun suara Man Ok menghentikan langkahnya dan memaksanya untuk tinggal sejenak dan mengobrol beberapa patah kata dengan Man Ok.
Man Ok terlihat berusaha mengatur susunan kata yang keluar dari bibirnya saat menanyakan untuk kesekian kalinya alasan Kang Hwi kembali bekerja di U Entertainment? Kang Hwi kali ini tak diam ataupun berusaha mengalihkan pembicaraan. “Aku hanya ingin terus berada di atas panggung, aku tak bisa hidup seperti orang biasa dan hanya Direktur Lee yang bisa menerimaku…” itulah jawaban yang terlontar dari mulut Kang Hwi. Kang Hwi memutuskan pergi dan terlihat enggan untuk melanjutkan pembicaraan dengan Man Ok apalagi menyangkut keputusannya kembali bergabung dengan U Entertainment.

“aku tak bisa memberitahumu sekarang, hanya Direktur Lee yang kubutuhkan sekarang dan aku juga berharap kamu berada di sampingku. Kamu tak harus menjawabnya sekarang hanya saja pikirkan dengan baik sekali saja, kumohon” ucap Kang Hwi dan beranjak pergi.

Se Ryeong tengah asyik menikmati segelas teh di pagi hari. Kedatangan Kang Hwi membuatnya berhenti sejenak. Se Ryeong mengatakan kepada Kang Hwi jika Kang Hwi sekarang sudah berani membantah Direktur dan Direktur juga sudah mengetahui dengan jelas jika Kang Hwi telah jatuh cinta kepada Man Ok dari Hp jelek yang selalu dibawa Kang Hwi. Mwo?

Di U Entertainment
Go Dong mendapat ultimatum dari Direktur Lee, jika hal seperti ini terjadi lagi (menghilangnya Kang Hwi secara tiba-tiba) maka Go Dong akan dipecat.

Sementara itu kabar baik datang dari pihak Tae Ik. Manager Hwang sangat senang ketika menemui Hoobaenya dan menerima berita jika ada seseorang yang bersedia menjadi investor untuk Tae Ik.

Dan selanjutnya adalah tugas Tae Ik yaitu belajar vocal dari seseorang bernama Sangdae yang tidak terlalu terkenal tetapi merupakan penulis lagu dan pelatih vocal terbaik di Korea. Manager Hwang memberi nasihat kepada Tae Ik agar bersikap sabar menghadapi orang yang akan mereka temui nanti yaitu Sangdae.

Manager Hwang memperkenalkan Tae Ik pada Sangdae begitupun sebaliknya tetapi sayang… seperti yang telah kita ketahui bagaimana sikap Tae Ik yang egois dan selalu memandang remeh sesuatu hal, hal itupun yang dilakukannya pada Sangdae. Sangdae meminta Tae Ik untuk bernyanyi sebelum Sangdae memutuskan akan mengajar Tae Ik atau tidak tapi Tae Ik meminta Sangdae menunjukkan bakatnya terlebih dulu agar Tae Ik tahu apa pria yang duduk dihadapannya sekarang layak mengajar seorang hallyu star seperti dirinya.

Dan Sangdae pun selesai menunjukkan bakatnya pada Tae Ik namun Tae Ik hanya terdiam. Petikan gitar dari Sangdae sebagai pengiring Tae Ik tak membuat Tae Ik bergeming. Akhirnya keluar juga suara dari bibir Tae Ik tetapi bukan suara nyanyian tetapi suara protes karena Sangdae memainkan gitar setengah kunci lebih rendah dari lagu aslinya. Tindakan Sangdae sama saja dengan meremehkan dirinya apalagi Sangdae mengatakan jika Tae Ik tak ubahnya seperti penyanyi baru.

“apa kamu merasa terintimidasi? Karena aku seorang bintang? Kamu menatapku seperti itu sekarang. ‘meskipun aku punya bakat aku tak bisa berhasil tapi seorang yang dibantu alat bisa menjadi penyanyi dan bintang’. Kamu pikir seseorang bisa menjadi bintang hanya karena dia tampan? Dalam bidang ini bakat belum tentu membuatmu berhasil, tampilkan apa yang disukai orang-orang dan sembunyikan apa yang tidak disukai, tertawa jika kamu menyukainya dan tertawa jika kamu juga tak menyukainya. Untuk mencapai apa yang telah kuraih aku juga berusaha melakukan yang terbaik, jadi jangan menilaiku seolah kamu sudah sangat mengenalku”.
Emosi Sangdae tersulut mendengar perkataan Tae Ik. Tae Ik sendiri berusaha menepis tangan Man Ok yang berusaha menahannya agar tak melakukan hal yang akan disesalinya dan akhirnya memutuskan pergi meninggalkan Sangdae dan Manager Hwang.
“sampai jumpa… kamu juga sama saja, jangan meremehkan Tae Ik karena dia akan berhasil kembali” pesan Manager Hwang pada Sangdae.

Di perjalanan pulang, Tae Ik lebih banyak diam bahkan hingga tiba di rumah Man Ok. Man Ok menjadi khawatir namun Manager Hwang mengatakan jika Tae Ik jauh lebih kuat dari apa yang kita lihat.

Begitu tiba di depan pintu rumah, Man Ok berusaha menguatkan Tae Ik. Man Ok bahkan mengolok-ngolok Sangdae dan mengatakan jika Sangdae hanya iri padanya. Tae Ik tiba-tiba menjulurkan tangan dan entah kenapa Man Ok menyambut uluran tangan Tae Ik yang membuat mata Tae Ik membulat seketika.
Part 2

Tae Ik tertawa melihat tangan Man Ok menggenggam tangannya. Maksud Tae Ik adalah meminta kunci skuter Man Ok, Tae Ik ingin mencari udara segar. wkwkwk

Dan tujuan Tae Ik adalah Full House. Tae Ik terus memandangi Full House, rumah yang sangat dicintainya dan alasannya terus berjuang menjadi penyanyi…

“aku bisa melakukannya. Bisakah kamu merebutnya kembali Lee Tae Ik?” gumam Tae Ik pada dirinya sendiri.
Sementara itu di dalam Full House
Kang Hwi merasa sedikit terganggu dengan suara teriakan Go Dong yang terus memanggil namanya. Titah dari Direktur Lee untuk selalu mengawasi Kang Hwi membuat Go Dong over protektif dan selalu mengawasi setiap hal yang dikerjakan Kang Hwi bahkan Go Dong sampai ikut saat Kang Hwi melakukan sauna dan facial emas.

Go Dong menjelaskan jika dia tidak punya pilihan lain selain mengikuti perintah presiden. Go Dong tak ingin dipecat, jika dirinya dipecat kemana dirinya akan pergi. Kang Hwi akhirnya mengalah dan berjanji tak akan kemana-mana tanpa sepengetahuan Go Dong tetapi dengan satu syarat!!!

Dimulailah aksi spy Go Dong. Matanya terus waspada terhadap keadaan sekitar termasuk memasang wajah polos ketika bertemu dengan asisten Direktur Lee… Go Dong harus menemukan Hp milik Man Ok sebagai syarat agar Kang Hwi tak beranjak kemanapun tanpa sepengetahuannya. Awalnya semuanya berjalan mulus walaupun keringat dingin membanjiri wajah Go Dong dan berakhir pada ditemukannya Hp milik Man Ok di laci meja kantor Direktur Lee tetapi kemunculan mendadak Direktur Lee di hadapannya membuat Go Dong mematung.

Direktur Lee meminta Go Dong segera pergi dan menyimpan Hp di tempatnya kembali tetapi Go Dong bersikeras jika dirinya harus memberikan Hp kepada Kang Hwi. Emosi Direktur Lee terpancing, Go Dong lebih mendengar ucapan Kang Hwi daripada ucapannya yang jelas-jelas adalah Bosnya dan orang yang menggajinya selama ini.

Ucapan yang tak seharusnya terlontar pun pada akhirnya membuat hati Go Dong sesak. Direktur Lee mengatakan inilah sebabnya Go Dong hanya bisa menjadi manager perjalanan karena tak becus bekerja, bagaimana dirinya bisa melakukan debut jika terus seperti ini… tapi bukankah Direktur Lee dulu pernah berjanji untuk mendebutkannya? Hanya tawa mengejek yang terdengar, tampang seperti Go Dong ingin melakukan debut sementara di luar sana, banyak anak muda dengan tampang mempesona dan bakat luar biasa yang jauh lebih baik darinya.

Go Dong menemui Manager Hwang dan meluapkan segala isi hatinya. Konsekuensinya karena tak mendengarkan ucapan Direktur Lee adalah Go Dong angkat kaki dari U Entertainment, lagipula tak ada harapan untuknya terus bertahan di tempat memuakkan dan berselimutkan topeng.
Manager Hwang berusaha menguatkan Go Dong, seorang lelaki tak pantas menangis… lagipula keluarnya Go Dong dari U Entertainment adalah hal yang sangat bagus karena sudah lama memang Manager Hwang ingin Go Dong keluar dari sana…
“Go Dong maukah kamu percaya padaku dan mengikutiku?”

Dan tujuan Manager Hwang sekarang adalah Man Ok Kwan. Go Dong terlihat gembira dan memeluk erat Tae Ik seolah sudah lama mereka tak bersua.
Manager Hwang dan Go Dong meminta ijin agar Man Ok membiarkan mereka tinggal di rumahnya untuk sementara waktu dan Man Ok setuju. Manager Hwang bahkan memberikan uang hasil menjual kamarnya kepada Man Ok agar Man Ok bisa melunasi hutangnya pada Direktur Lee.

Tae Ik yang tak mengerti maksud hutang pada Direktur Lee menjadi bingung dan akhirnya mendapat penjelasan dari Manager Hwang jika Man Ok masih memiliki hutang akibat penyalahgunaan foto Tae Ik (lihat di episode 1). Bagaimana bisa? Bukankah itu telah dianggap lunas dengan pertunangan kontrak Tae Ik dan Man Ok? Manager Hwang menambahkan jika bagi Direktur Lee tak berlaku perjanjian lisan…
Dan pada akhirnya Man Ok menerima uang dari Manager Hwang karena dipaksa Tae Ik, semua yang terjadi pada Man Ok adalah kesalahan Tae Ik juga… dan sebagai gantinya, Tae Ik berjanji akan menghasilkan uang beratus-ratus kali lipat untuk menggantikan uang Manager Hwang dan kerja keras mereka semua.

Keesokan harinya
Kakek melatih ke 3 murid dadakannya plus Man Ok latihan bela diri Hapkido dasar. Kakek tiba-tiba melakukan serangan mendadak pada Tae Ik dan Tae Ik mampu menghindarinya dengan cepat dan membuat yang lainnya merasa takjub. Ayahku dulu adalah seorang master Hapkido pemegang sabuk hitam, pamer Tae Ik dan tak menyadari serangan yang kembali dilancarkan Kakek dan berhasil membuat Tae Ik terjerembep dan kesakitan.
“Dimana ada kemauan, Disitu ada Harapan”.

Kang Hwi menelepon Direktur Lee berusaha meminta penjelasan alasan Go Dong dipecat… seharusnya yang bertanggung jawab atas masalah ini adalah Kang Hwi dan bukan Go Dong, tetapi Direktur Lee tetap pada pendiriannya, menyingkirkan orang yang sudah tak berguna lagi. Baiklah, Direktur Lee berpegang teguh pada pendiriannya maka Kang Hwi pun akan melakukan hal yang sama, dirinya tak akan bekerja jika Man Ok tak menjadi stylistnya sesuai perjanjian awal.

Man Ok menemui Direktur Lee, menyelesaikan semua sangkutan yang selama ini membelenggu dan membuatnya terikat dengan U Entertainment. Namun bukanlah hal yang mudah menyelesaikan semuanya, Direktur Lee membuatnya menjadi berbelit-belit dengan memberatkan hutang Man Ok menjadi 3 kali lipat karena telah melanggar kontrak plus dendanya. Kali ini Man Ok tak tinggal diam, dia mengancam Direktur Lee akan membeberkan semua yang terjadi padanya pada wartawan, ya Man Ok menjual nama Gae Ryun sahabatnya. Tidak mudah meyakinkan Direktur Lee namun Man Ok tetap pada pendiriannya akan melaporkan semuanya walaupun dirinya tak memiliki bukti dan ucapan meyakinkan Man Ok mampu membuat Direktur Lee kehilangan akal.

“kamu pikir aku melakukan ini karena aku membutuhkanmu? Ini semua untuk Kang Hwi. Kang Hwi memiliki masalah serius” ucap Direktur Lee untuk terakhir kalinya sesaat sebelum Man Ok pergi tapi Man Ok tak menanggapinya.

Saat berjalan keluar dari U Entertainment, Hp Man Ok berbunyi dan siapa lagi yang menelepon jika bukan Tae Ik. Tae Ik menanyakan penyelesaian hutang piutang Man Ok pada Direktur Lee dan dijawab jika semuanya sudah clear. Tak hanya itu, Tae Ik menambahkan embel-embel jika dirinya sangat menginginkan makan buah organik dan dada ayam. Sepertinya tujuannya menelepon Man Ok adalah untuk meminta dibelikan buah organik dan menanyakan kabar hutang Man Ok hanyalah intermezzo, Maybe… (buktinya Tae Ik sedaritadi berdiri di depan kulkas dan terus melihat ke dalamnya), wkwkwk

Dan tanpa disadari Man Ok, percakapannya dengan Tae Ik di Hp terdengar oleh Se Ryeong.
“Apa? Berarti Tae Ik tinggal di rumah wanita itu” gumam Se Ryeong tak percaya

Tanpa perlu menunggu waktu lebih lama lagi, Se Ryeong bergegas ke kediaman Man Ok. Wajah terkejut, sedikit kaget tergambar jelas di wajah Se Ryeong saat melihat pemandangan tak biasa di hadapannya. Pria yang disukainya tengah membersihkan kediaman Man Ok.
“Maldo andwae, apa ini Tae Ik yang kukenal? Ikut denganku sekarang! semua yang kamu inginkan aku akan melakukannya untukmu. Jika kamu ingin kembali bernyanyi, jika kamu menginginkan Full House aku juga akan melakukannya, jadi cepat tinggalkan tempat ini bersamaku!” ucap Se Ryeong dengan suara bergetar dan air mata yang berusaha ditahannya agar tidak tumpah

Tae Ik menepis tangan Se Ryeong yang menggenggam tangannya “hentikan, berapa lama lagi kamu akan seperti ini. Kamu dan aku sudah tidak memiliki hubungan lagi. Aku… tak memiliki perasaan lagi kepadamu” tegas Tae Ik
“kenapa? Kenapa kamu melakukan ini? Mungkinkah karena wanita itu… Jang Man Ok (dan Tae Ik membenarkannya). Tidak, kamu masih marah padaku! Itu sebabnya kamu melakukan ini . Lee Tae Ik, kamu pergi dan menyerahkan Full House karena dia. Kamu memintaku untuk mempercayai itu? Jangan berbohong” teriak Se Ryeong semakin tak percaya. Tebakannya ternyata tepat pada sasaran, tetapi kenapa? Dulu Tae Ik tak seperti itu ketika bersamanya… dulu Tae Ik lebih memilih Full House daripada dirinya walaupun memang kenyataannya Se Ryeonglah yang mencampakkan Tae Ik tapi kenapa? Hanya karena seorang wanita seperti Man Ok, Tae Ik rela melepaskan semuanya….
“aku tak bohong. Bagiku sekarang dia lebih penting dari Full House, aku sudah lama melupakanmu, jadi.. kamu juga harus berhenti sekarang” jelas Tae Ik
“tidak, ini belum berakhir bagiku. Aku takkan pernah menyerah” ucap Se Ryeong dan berjalan meninggalkan Tae Ik.

Di depan pintu rumah Man Ok, Se Ryeong berusaha menahan beban tubuhnya agar tak seorangpun melihat betapa hatinya sekarang sedang sakit. Tangis yang sedaritadi ditahannya tak bisa dibendung lagi. Seseorang memanggil namanya dan dia adalah penyebab semua kesedihan yang terjadi pada dirinya saat ini.

“Jang Man Ok tampaknya kamu senang melakukan ini, menyuruh bintang top tinggal di tempat seperti ini, menyuruhnya membersihkan rumah dan bermain rumah-rumahan dengannya (Se Ryeong melirik tas plastik yang dibawa Man Ok). Kamu pikir Lee Tae Ik sama denganmu? Kamu seharusnya punya hati nurani atau setidaknya terus terang mengatakan kamu suka padanya. Menguncinya di tempat seperti ini apa yang kamu lakukan, Lee Tae Ik membersihkan rumah? Kamu bertindak seolah orang paling baik di dunia, kamu tak tahu telah menyakiti banyak orang kan? Aku benci orang sepertimu. Kamu berpindah dari satu orang ke yang lainnya”
“kalau begitu, kamu senang menipu, meremehkan dan menyakiti orang lain. Aku tak pernah melakukan apapun hingga layak mendapat perlakuan seperti itu darimu jadi jaga bicaramu! Jika kamu berbicara seperti itu lagi, aku tidak akan tinggal diam” balas Man Ok dan berlalu meninggalkan Se Ryeong namun langkahnya terhenti ketika mendengar ucapan Se Ryeong
“jadi kamu tak peduli apapun yang terjadi pada Kang Hwi? Tentu saja, karena kamu sibuk bermain dengan Tae Ik. Matanya sedang sakit, Won Kang Hwi tak bisa melihat, Won Kang Hwi sebentar lagi akan buta”

Di dalam rumah
Tae Ik hanya duduk termenung. Sebuah suara di luar rumah menyadarkannya. Sebuah kantong plastik dengan beberapa buah terhambur di lantai tepat di depan pintu dan dari kejauhan Tae Ik bisa melihat sosok Man Ok yang pergi dengan menaiki skuternya. Teriakan Tae Ik tak mampu menghentikan Man Ok.

Dan laju kendaraan skuter membawa Man Ok ke Full House, tempat di mana Kang Hwi sekarang berada. Sepanjang perjalanan, pikiran Man Ok terus tertuju pada Kang Hwi dan kilasan hal yang pernah terjadi pada dirinya dan Kang Hwi. Tak terasa air mata Man Ok menetes membasahi pipi.

Di depan pagar Full House, Man Ok terdiam sesaat dan memberanikan diri memencet bel. Tak ada reaksi dan membuat Man Ok memutuskan masuk. Hal yang membuatnya terkejut adalah saat melihat Kang Hwi berada dalam kegelapan dan memanggil namanya dengan nama Jin Se Ryeong begitu Man Ok menyalakan lampu.
“cepat matikan lampunya Jin Se Ryong!!! Kamu tak mendengarku” teriak Kang Hwi kesal karena merasa kegiatannya mencoba berjalan dalam kegelapan sedikit terganggu
“Kang Hwi-nim, ini aku… kamu tak bisa melihatku?” ucap Man Ok sedih

=BERSAMBUNG=
Kasihan sama Tae Ik dan Kang Hwi. Jika aku jadi Man Ok aku juga bakalan bingung untuk memilih yang mana, sahabat atau orang yang kita cintai? Seperti makan buah simalakama.
Wah udah masuk episode 12 aja, 4 episode lagi berarti ya? Aku udah buat sekitar 20 menit untuk episode 13nya…^^

Written & Image by : DewiRf [Blog]
Posted only : Pelangidrama.net
DON’T REPOST TO OTHER SITE!!!