Sinopsis Harmony (K-Movie 2010)

Harmony

Details;
Judul : Harmony
    Judul Lain: Hamoni
    Hangul: 하모니
    Director: Kang Dae-Kyu
Penulis: Lee Seung-Yeon, Yoon Je-Gyun, Kim Whee
    Producer: Kim Nam-Su, Yoon Je-Gyun, Jae-Won Jeong
    Cinematographer: Kim Yeong-Ho
    Tanggal Rilis: 28 Januari 2010
 Durasi: 115 min.
    Genre: Drama / Penjara / Musik
    Distributor: CJ Entertainment
    Bahasa: Korea
    Negara: Korea Selatan
Pemain:
 Kim Yun Jin as  Hong Jeong-Hye,  Na Moon-Hee as Kim Moon-Ok, Gang Ye-Won as Kang Yu-Mi
Jang Yeong-Nam as Bang Kwang-Jang, Lee Da-Hee  as Kong Na-Yeong, Jung Soo-Young  as Ji Hwa-Ja, Park Jun-Myun as Kang Yeon-Sil            
 Note:
Setelah mengklik link, silahkan tunggu 5 detik sampai munculkotak bertuliskan “SKIP ADD” di bagian kanan atas halaman. Bila Halaman yangdituju tidak muncul, silahkan direfresh kembali halaman tersebut.
Review : 
Soundtrack:
Sinopsis : Part 1|Part 2 (End)   
source ; asianwiki

[Sinopsis K-Movie] Harmony Part 2 (END)

~[Sinopsis K-Movie] Harmony (END)~

Tatapan mencibir tidak diperdulikan Jeong Hye ketika dirinya dan Na Yeong tiba di rumah sakit. Hal yang terpenting sekarang adalah Min Woo segera diobati.

Min Woo akhirnya terlelap. Jeong Hye berusaha mengompres anaknya dengan tangan yang masih terborgol. Melihat keadaan Jeong Hye, Na Young tersentuh dan membuka borgol yang mengikat tangan Jeong Hye.
“Tangan seorang Ibu punya kekuatan penyembuh yang paling hebat” ucap Na Yeong.
Latihan kembali dilanjutkan tapi latihan hari ini tidak semulus latihan hari kemarin. Jeong Hye dan salah satu Napi (Napi yang pernah membuat masalah dengan Yoo Mi dan Min Woo) terlibat adu fisik dan akhirnya melebar pada napi lainnya. Alasannya karena napi tersebut yang diketahui bernama Gang Star berniat mengundurkan diri karena tidak suka diatur dan ditertawakan.

“Kamu bukan anak-anak lagi bersikaplah sesuai usiamu! Kamu harus membuka hatimu. Musik bukanlah apa-apa jika kamu tidak membuka hatimu, kalau ada yang belum siap membuka hatinya silahkan pergi sekarang” nasihat Moon Ok saat mengumpulkan para napi dalam beberapa barisan.

Moon Ok juga mengumpulkan semua napi dan membentuk lingkaran. Satu persatu Napi diminta menceritakan perihal mereka dijebloskan ke dalam penjara. Alasan unik pun bermunculan. Ada yang di penjara karena mencuri gerbang sekolah, membakar rumah selingkuhan suaminya, berhubungan dengan barang haram…

“Namaku Gang Star. Aku berada disini seperti yang lainnya, aku minta maaf sebelumnya” ucap Gang Star pada Moon Ok
“aku pegulat professional sebelum ada disini. Pelatihku menipuku dengan mengambil semua uangku, aku hanya ingin menakutinya dan tidak sengaja mematahkan lehernya” ucap Yeon Shil
“aku punya 2 anak, aku berurusan dengan lintah darat karena anak itu…” ucap Hwa Ja

“Namaku Hong Jeong Hye, umur 32 tahun. Aku dari Seoul, aku dihukum 10 tahun karena pembunuhan. Saat-saat bersama dengan anakku adalah saat yang paling bahagia dalam hidupku, tapi tidak lama lagi kita akan berpisah, jadi….. sampai hari itu datang aku ingin kamu mencintai dan menyayanginya” isak Jeong Hye dan memandangi Min Woo yang tersenyum padanya. Tanpa disadari Jeong Hye, Yoo Mi yang dulu sempat mengatainya pelacur ikut menangis seolah merasa bersalah atas semua yang pernah dikatakannya pada Jeong Hye.

Di aula yang tersisa hanya Jeong Hye dan Yoo Mi. Jeong Hye yang sedang sibuk mengepel sesekali melirik ke arah Yoo Mi yang duduk di pinggir panggung. Tiba-tiba Jeong Hye duduk disamping Yoo Mi dan berucap “apa aku bisa bernyanyi juga?”

Yoo Mi melatih Jeong Hye bernyanyi… dan pengurusan Min Woo diserahkan pada Yeon Sil, Hwa Ja dan Na Yeong. Pasca dikumpulkannya semua Napi dan bercerita tentang kehidupan masing-masing, suasana yang semula canggung perlahan mulai mencair. Latihan tidak semenakutkan seperti biasanya yang diwarnai dengan adu fisik dan teriakan.. yang terdengar adalah keceriaan dan canda tawa…

Jeong Hye pun tekun berlatih bernyanyi… dan latihannya selama ini dipraktekkan pada Min Woo yang sedang rewel… Hasilnya lebih dari apa yang dibayangkan, Min Woo tertidur pulas mendengar nyanyian Ibunya^^

6 bulan kemudian

Waktu yang ditetapkan Kepala Penjara akhirnya tiba juga. Raut wajah para Napi yang terlibat dalam paduan suara menunjukkan raut wajah cemas, grogi, takut jika mereka melakukan kesalahan sementara para napi yang lainnya yang duduk di deretan penonton terlihat malas-malasan menunggu performance grup paduan suara.

Moon Ok memberi instruksi, meminta mereka untuk menarik napas dan tersenyum. Na Yeong menekan tuts piano dan waktunya beraksi.

Awalnya semua terasa biasa dan tidak ada seorang napi pun yang memberikan respon tetapi beberapa menit kemudian riuh tepuk tangan dan teriakan sorak sorai mulai terdengar… para Napi ikut berdiri dan bergoyang mengikuti suara dan dentingan piano…

Semuanya melebihi ekspektasi mereka… pertunjukan berlangsung sukses dan komisaris memuji ide Kepala Penjara karena ini pertama kalinya Komisaris melihat tahanan tertawa lepas dan bersenang-senang.

Kepala Sipir Bang terlihat tidak senang dengan lagu yang dibawakan para Napi. Kepala Bang memberitahukan hal tersebut pada Na Yeong dan mengingatkan Na Yeong jika hari adopsi akan segera tiba.

Jeong Hye berusaha tegar ketika mendengar berita hari adopsi dari Na Yeong… Ya, ini jauh lebih baik daripada Min Woo harus hidup dalam lingkungan penjara yang tidak baik untuk masa depannya..

Jeong Hye menyiapkan pakaian Min Woo sementara Yeon Shil terus saja menangis membayangkan Min Woo yang tidak ada lagi bersama mereka…. Hari ini akhirnya tiba juga. Moon Ok mengatakan tidak ada yang lebih menderita daripada Ibunya dan membuat Jeong Hye yang sedaritadi berusaha menahan air matanya akhirnya menangis juga.

Sesuai perjanjian, Jeong Hye mendapatkan satu hari agar dirinya bisa keluar berjalan-jalan dengan Min Woo tetapi di hari itu juga Jeong Hye harus merelakan Min Woo untuk diadopsi (sebenarnya Min Woo bisa tidak di adopsi, asalkan ada keluarga Jeong Hye yang bersedia merawat Min Woo).
Grup paduan suara sama sekali tidak bersemangat untuk berlatih. Selama ini setiap kali mereka latihan selalu ada Min Woo yang menemani mereka dan membuat mereka bersemangat dengan tingkah konyolnya… Moon Ok terpaksa menghentikan latihan dan bergumam “memangnya ada yang mati hari ini?”

Jeong Hye memberikan sebuah buku yang berisi 2 buah foto kepada petugas tempat Min Woo sementara dititipkan. Foto sewaktu Min Woo dilahirkan dan foto saat ulang tahun pertama Min Woo. Jeong Hye meminta kepada petugas untuk memberikan buku tersebut pada orang tua angkat Min Woo nantinya.

Berat rasanya bagi Jeong Hye untuk meninggalkan Min Woo. Saat hendak melangkah keluar gedung, Jeong Hye berbalik dan berlari menuju tempat penitipan Min Woo. Jeong Hye bisa melihat Min Woo menangis di pelukan Ibu angkatnya. Sesak dirasakan Jeong Hye saat melihat anak yang disayanginya harus terpisah darinya… (nangis lihat scene ini).

Kesedihan yang berlarut-larut membuat Jeong Hye tak memperhatikan kesehatannya. Akibat kehujanan Jeong Hye mengalami demam tinggi dan terus mengigau memanggil nama Min Woo.

“sampai kapan kamu akan terus seperti ini?” Tanya Moon Ok yang mengompres Jeong Hye
“hatiku seperti tercabik-cabik” isak Jeong Hye
“harapanmu sudah tidak ada, tentu kamu merasa seperti itu… tertawalah walaupun kamu ingin mati atau menangis, kamu harus tertawa jika ingin anakmu bahagia. Jika ditakdirkan kamu akan berkumpul lagi suatu saat nanti, kamu harus kuat sampai saat itu tiba, kamu mengerti?” pesan Moon Ok. Tangis Jeong Hye semakin kuat, Jeong Hye memeluk Moon Ok dan berucap “Ibu, Ibu”. Ya, Moon Ok sudah seperti ibu bagi semua Napi.

Jeong Hye kembali ikut berlatih paduan suara meskipun kesedihan masih menderanya. Usaha para teman-temannya untuk menghiburnya dengan meminta Na Yeong bernyanyi setidaknya membuahkan sedikit hasil… Jeong Hye perlahan-lahan mulai tersenyum.

Hari terus berganti… grup paduan suara semakin terlihat professional. Beberapa orang Napi sesekali datang melihat latihan mereka dan sebaliknya napi yang ikut tergabung dalam grup paduan suara menunjukkan bakat mereka kepada keluarga yang menjenguk mereka.

Tetapi ada beberapa hal juga yang masih belum berubah… Yoo Mi masih belum mau menemui Ibunya, Moon Ok masih terus menulis surat untuk anaknya meskipun dia sendiri tak yakin apa balasan dari suratnya akan ada sementara Jeong Hye sesekali masih melihat mainan Min Woo.

Musim dingin menjelang. Beberapa Napi yang ikut dalam grup paduan suara mengundurkan diri. Bukan karena tidak senang tetapi hari pembebasan mereka akhirnya tiba.
4 tahun kemudian
Na Yeong berlarian. Senyum kegembiraan tergambar jelas di wajahnya. Dengan nafas yang masih ngos-ngosan Na Yeong mengabarkan kepada grup paduan suara yang saat ini sedang berlatih jika mereka diundang ke kompetisi nasional wanita sebagai tamu special dan kabar gembira lainnya mereka bisa mengundang keluarga mereka sebagai tamu dan berbincang-bincang setelah acara.

Sementara itu Kepala Penjara dan Kepala Sipir Bang terlihat khawatir dengan ditetapkannya kembali moratorium hukuman mati bagi napi yang dijatuhi hukuman mati.

Selepas latihan Yeon Shil menitipkan surat pada Na Yeong. Yeon Shil meminta tolong kepada Na Yeong untuk mengirimkan surat tersebut kepada sahabat penanya. Yeon Shil tak tahu kapan lagi dirinya akan bisa keluar, Yeon Shil ingin memanfaatkan kesempatan tampil nanti untuk bisa melihat wajah sahabat penanya dari dekat.

Air mata menetes dari wajah Hwa Ja saat merekam suaranya pada boneka beruang pemberian suaminya.
“Jeong Min, Jeong Ah ini Ibu. Apa kalian menjadi wanita yang baik? Ibu sangat merindukan kalian”.
Jeong Hye kembali menangis saat melihat pakaian yang dikenakan Min Woo saat ulang tahun pertamanya… apa dirinya bisa bertemu Min Woo nanti? Apa benar takdir itu ada seperti kata Moon Ok?

Sedangkan Moon Ok sama seperti lainnya ingin mengabarkan kabar penampilannya nanti pada anaknya tapi entah kenapa Moon Ok membatalkannya.

“kamu sudah menghubungi Ibumu?” Tanya Moon Ok pada Yoo Mi namun Yoo Mi hanya terdiam. Ya, entah kapan Yoo Mi bisa membuka diri untuk bertemu dengan Ibunya.

Na Yeong memenuhi janjinya mengirimkan surat Yeon Shil pada sahabat penanya tak hanya itu Na Yeong juga memberikan undangan pada Ibu Yoo Mi dan anak Moon Ok (meskipun penolakan yang diterima Na Yeong). Sedangkan untuk Min Woo, terasa sangat sulit untuk dilakukan Na Yeong. Orang tua angkat Min Woo enggan untuk melakukannya.

Malam harinya
Penghuni sel no 5 tidak bisa tertidur. Hwa Ja khawatir apa anaknya masih mengenali dirinya sedangkan Moon Ok sendiri sedih karena anaknya pasti tidak akan datang di acara besok.

Keesokan harinya

Grup paduan suara berangkat ke Seoul. Para napi terkesima dengan keindahan kota Seoul yang mengalami banyak perubahan selama mereka di dalam penjara. Na Yeong menghadiahkan tongkat kepada Moon Ok dan membuat Moon Ok tersenyum senang tapi entah kenapa pemandangan tersebut justru membuat Kepala Sipir Bang sedih.

Grup paduan suara tiba di gedung pertunjukkan. Kepala sipir Bang dan sipir lainnya terlihat waspada pada segala kemungkinan yang terjadi. Menghilangnya Jeong Hye secara mendadak membuat emosi Kepala Sipir Bang naik.

Beruntung Jeong Hye bergegas kembali ke rombongan dan beralasan baru saja dari kamar mandi… padahal kenyataannya, Jeong Hye mengejar seorang anak yang bernama Min Woo tetapi sayang anak tersebut bukan Min Woo anaknya karena tidak ada tanda lahir berupa tahi lalat di tangan kirinya.

Para napi berjalan rapi menuju kamar mandi. Sesekali mereka merapat ke tembok setiap ada orang yang lewat (miris ngelihatnya).

Kemunculan mereka di kamar mandi membuat seorang wanita setengah baya yang sedang berada di tempat tersebut bergegas pergi karena tidak nyaman dengan situasi seperti ini. Dan tanpa disadarinya cincin berlian yang dilepaskannya sebelum mencuci tangan tanpa sengaja terjatuh.
Hilangnya cincin wanita setengah baya membuat kegelisahan pada para Napi. Petugas keamanan yang bertugas menjaga keamanan gedung memerintahkan mereka semua menghadap dinding dan memeriksa Napi satu persatu.

Dan yang lebih parahnya salah satu petugas yang jabatannya sama seperti Kepala Sipir Bang memerintahkan seluruh Napi melepaskan pakaian mereka satu persatu. Na Yeong yang sedaritadi hanya diam berusaha memberontak, jelas-jelas ini adalah pelanggaran hak asasi manusia… walaupun mereka Cuma Napi mereka jugas masih manusia.

Penampilan grup paduan suara pun dibatalkan dan membuat emosi Kepala Penjara memuncak berusaha meminta penjelasan dari Kepala sipir Bang tetapi Kepala Sipir Bang sendiri tidak yakin dengan apa yang terjadi.

Para Napi melepaskan baju mereka dengan linangan air mata dan amarah. Mereka merasa malu dan dilecehkan atas tuduhan asas praduga tak bersalah. Jeong Hye bersikeras tak ingin melepaskan pakaiannya… mereka sama sekali tak bersalah tetapi tindakannya tersebut mendapatkan perlawanan dari petugas.

Kepala Sipir Bang meminta kepada penanggung jawab acara untuk menampilkan kembali grup paduan suara mereka. Mereka tidak boleh seenaknya saja menuduh tanpa adanya bukti… Kepala Sipir Bang mengancam akan melaporkan hal ini pada Komisi HAM jika grup paduan suara tidak tampil.

Kepala penjara pun turun tangan… amarah yang sedari tadi ditahannya akhirnya keluar juga. Kepala Penjara menegaskan jika narapidana yang hadir pada hari ini adalah narapidana yang terpilih dan tidak mungkin melakukan tindak pidana pencurian.

Tangisan dan amarah masih dirasakan para grup paduan suara sekembalinya mereka ke ruang ganti… namun sepertinya tangisan tersebut harus mereka simpan ketika Kepala Sipir Bang muncul dan meminta mereka untuk bersiap-siap karena 10 menit lagi mereka akan tampil.

Grup paduan suara Cheong-ju Women’s Penitentiary- Harmony Choir akhirnya tampil. Para Napi mengedarkan pandangan mereka ke kursi penonton mencari keluarga mereka. Yeon Shil berhasil menemukan sahabat penanya yang duduk di deretan penonton, pemuda yang tampan dengan sebuket bunga di tangannya.. begitupun dengan Hwa Ja yang melihat suami dan 2 putri kecilnya, Ibu Yoo Mi yang menangis melihat Yoo Mi berdiri di atas panggung dan anak lelaki Moon Ok.

Pertunjukan dimulai… tanpa disadari Moon Ok, anak perempuannya ternyata hadir di gedung dan melihat penampilannya dari sudut panggung dan di sudut lainnya Kepala Sipir Bang ikut bangga dan haru melihat penampilan para Napi.
Lampu mendadak padam dan dari kejauhan terlihat beberapa orang anak kecil yang berbaris lurus berjalan menuju panggung dengan lilin di tangan mereka. Nyanyian terdengar dari bibir mungil mereka. Jeong Hye mendadak terpaku ketika melihat anak kecil di deretan paling depan. Dan tanpa dikomando anak tersebut melangkah maju dan berdiri di samping Jeong Hye.

Seorang Ibu tak mungkin salah mengenali anak yang sudah dikandung dan dilahirkan selama 9 bulan begitupun dengan Jeong Hye. Dengan mantap Jeong Hye melihat tangan kiri anak tersebut dan ditemukannya tahi lalat seperti tahi lalat yang terdapat di tangan Min Woo kecilnya. Haru, gembira berbaur menjadi satu… Jeong Hye tak mampu menahan rasa bahagianya menyadari Min Woo kecilnya telah tumbuh menjadi anak yang sehat, kuat dan tampan.
Moon Ok yang daritadi memperhatikan Jeong Hye ikut gembira… Takdir kembali mempertemukan seorang Ibu dan anaknya.

Selepas pertunjukan
Sahabat pena Yeon Shil masih setia menunggu. Dari kejauhan Yeon Shil terlihat ragu antara ingin menemui sahabat pena sekaligus orang yang dicintainya ataupun membiarkannya begitu saja. Namun keraguan tersebut segera ditepis Yeon Shil. Yeon Shil yang awalnya mendekat dengan tujuan ingin bertanya dimana letak kamar mandi dengan serta merta memeluk sahabat penanya dan hanya mengucapkan terima kasih serta berlalu pergi.

Hwa Ja sendiri menangis bahagia akhirnya berhasil menemui ke 2 putri kecilnya dan suaminya begitupun dengan Moon Ok yang menangis terharu karena anak lelakinya mau menemuinya.

Dan sekali lagi tanpa disadarinya anak perempuannya mengintip dari balik tembok perjumpaan mengharukan tersebut.

Yoo Mi mengejar Ibunya yang hanya menitipkan sebuket bunga pada Na Yeong. Melihat perjumpaan Moon Ok dan anaknya membuat Yoo Mi tersadar jika Ibunya sangat, sangat menyayanginya.
“kenapa kamu pergi? Bukankah kamu datang ingin bertemu denganku?” Tanya Yoo Mi dan berlari memeluk Ibunya
“maafkan aku sayang”
“maaf Bu”

Di tempat lain
Jeong Hye juga berhasil menemui Min Woo. Meskipun nama Min Woo sekarang berubah menjadi Hoon tapi baginya Min Woo tetaplah Min Woo anaknya… walaupun sudah ada Ibu lain yang menggantikan dirinya baginya tidak ada seorang pun yang bisa menggantikan Min Woo di hatinya…
“aku menyayangimu, aku sangat menyayangimu”
Dan tiba saatnya harus berpisah dengan Min Woo, kembali dada Jeong Hye terasa sesak… tapi tidak sesesak sebelumnya… Mungkin karena dirinya bisa kembali bertemu dengan Min Woo kecilnya.

Sepanjang perjalanan kembali ke penjara, Jeong Hye membuka kado pemberian Ibu angkat Min Woo. Isinya adalah album yang berisi foto-foto Min Woo.
Pertemuan antara sipir, kepala sipir dan kepala penjara digelar sayang Na Young terlambat datang dan tak sempat mengikuti apa hasil pertemuan tadi. Suasana yang tak seperti biasanya membuat Na Young bertanya-tanya kepada Kepala Sipir Bang dan dijawab perintah eksekusi telah dikeluarkan.

Moon Ok sekarang berdiri di depan rumahnya bersama dengan Kepala sipir Bang. Moon Ok tak percaya jika dirinya bisa berada lagi di rumahnya. Saat memasuki rumah, ke 2 anaknya telah berdiri dan sedaritadi menunggunya. Tangis haru pun pecah ketika Moon Ok dan anak perempuannya bertemu.

Moon Ok dan ke 2 anaknya makan bersama dan tidur. Saat Moon Ok tertidur, anak perempuannya menggenggam tangannya dan beranjak ke kamar mandi. Tangisnya pecah, entah hal apa yang membuatnya sedih… apa karena ini pertama kali dirinya bisa makan dan tidur bersama lagi dengan Ibunya ataukah ada perihal lain???

Di sel no 5.. Hwa Ja dan yang lainnya terlihat senang melihat Moon Ok yang akhirnya berhasil bertemu dengan anak-anaknya tapi ada satu hal yang tak mereka sadari, sesuatu hal yang buruk akan terjadi…

Na Young menolak diajak ke suatu tempat oleh Kepala Sipir Bang. Tangisnya pecah dan seketika dipeluknya Kepala Sipir Bang.

Na Young berdiri di depan sel no 5. Para penghuninya sedang bercengkrama dan terlihat sangat senang. Na Young membuka pintu sel. Para penghuni menyambut Na Young dengan candaan karena wajah Na Young tak seperti biasanya. Na Young mengabarkan kepada Moon Ok jika ada tamu untuknya.

Ekspresi ceria perlahan berubah menjadi suram. Moon Ok berusaha menahan tangisnya dan menggenggam erat manik-maniknya.

“ada apa? Kamu iri denganku?” ucap Moon Ok dan menata buku serta pensilnya ke posisi semula. Moon Ok bangkit dan membuat Jeong Hye mendorong Na Young keluar dan menutup pintu sel.
“katakan kepada mereka jika kamu tidak mau bertemu” isak Jeong Hye
“aku akan baik-baik saja”
“tolong jangan pergi” pinta Jeong Hye
“maaf aku tidak bisa disini sampai akhir” jawab Moon Ok
“jangan katakan maaf! Kenapa? Jangan katakan maaf sekarang”
“aku tidak apa-apa, berhentilah menangis” ucap Moon Ok dan memeluk Jeong Hye
“Ibu, ibu” isak Jeong Hye semakin keras. Moon Ok sudah dianggapnya seperti Ibunya sendiri. Saat dirinya kehilangan Min Woo, Moon Ok lah yang selalu menghiburnya.

“Jeong Hye aku akan baik-baik saja. Aku tidak pergi dengan perasaan malu jadi tidak apa-apa” ucap Moon Ok. Yoo Mi ikut memeluk Moon Ok.

Moon Ok melangkah keluar sel dengan mantap. Moon Ok meminta Na Young untuk memborgol tangannya. Na Young melakukannya meskipun terasa sangat berat untuknya.

Kepergian Moon Ok diiringi nyanyian dari Napi lainnya.
=THE END=
Don’t Judge The Book by It’s Cover
Sepertinya itu kalimat yang tepat untuk menggambarkan diriku yang sama sekali tidak tertarik buat menonton film yang satu ini… Maklum pemainnya sama sekali tidak terlalu terkenal (aku lihat berdasarkan sampul dvd ya fams)… Pas nonton filmnya, aku mulai mengenali satu persatu sosok hebat dibalik film yang satu ini^^.
Penggambaran tiap karakter yang disuguhkan secara gamblang, plot cerita yang berjalan perlahan membuat penonton diajak untuk menikmati scene demi scene dan konflik yang tersaji dengan begitu sempurna adalah daya tarik untuk film yang satu ini.
Aku jadi ingat waktu pertama menonton film yang satu ini, Min Woo kecil adalah salah satu magnet yang membuatku betah berlama-lama di layar komputer. Belum lagi dengan aksi konyol para napi, kekeluargaan dan persahabatan yang mengajarkan kepada kita jika sahabat dan keluarga tidak hanya dijumpai di dunia luar tapi juga di tempat yang sepi dan gelap, dan mungkin dalam pandangan kita adalah tempat yang menyeramkan serta menakutkan…
Aku sangat merekomendasikan film yang satu ini untuk kalian nonton, terutama buat para wanita (bukan berarti pria tidak boleh menonton ya^^).
NB : Siapin tissue
Written & Image by : DewiRf [Blog]
Posted only : Pelangidrama.net
DON’T REPOST TO OTHER SITE!!!!

[Sinopsis K-Movie] Harmony Part 1

Annyeonghaseyo…
Jongmal mianhae baru sempat posting lagi, kemarin notebook ngambek.
Lihat Reviewnya dulu ya sebelum membaca sinopsisnya, dengan begitu kalian bisa mengetahui dan mengenal lebih dekat karakter para wanita hebat dalam Film Harmony^^



~[Sinopsis K-Movie] Harmony Part 1~
Seorang wanita terlihat tengah berjuang melahirkan bayi yang dikandungnya ke dunia. Bukan hal yang mudah karena sudah lebih dari sejam wanita tersebut terus berkuat. Peluh membanjiri wajahnya, seluruh tenaga telah dikeluarkannya sedaritadi tapi sang bayi tak kunjung lahir. Dokter terus menyemangatinya begitupun dengan suster yang memintanya untuk terus berjuang. 
Senyum terkembang di wajah wanita tersebut ketika melihat anaknya lahir ke dunia. Anak berjenis kelamin lelaki yang nantinya akan menjadi kekuatannya untuk menghadapi dunia dan alasannya untuk terus berjuang.
=1 tahun kemudian=

Seorang wanita paruh baya tersenyum melihat hasil jahitannya sementara di tempat lain seorang sipir muda pun melakukan hal yang sama tersenyum pada sebuah benda di tangannya.
2 orang wanita setengah baya tengah sibuk mengumpulkan hadiah dari para napi. Mereka kesal karena salah satu Napi hanya bisa menyiapkan cincin dari rumput buat perayaan ulang tahun pertama Min Woo.

Min Woo? Nugu?

Moon Ok, Yeon Sil, Hwa Ja dan Na Yeong tengah berkumpul menunggu Min Woo selesai didandanin oleh Jeong Hye, Ibunya.
Beberapa menit kemudian, Jeong Hye keluar sambil membimbing Min Woo yang mengenakan baju hasil jahitan Moon Ok menuju tante dan Neneknya. Tak lupa, Jeong Hye menyanyikan lagu selamat ulang tahun buat Min Woo. Tapi apa yang terjadi, bukannya Min Woo senang dia justru menangis mendengar suara Ibunya sendiri… wkwkwk
Moon Ok, Yeon Sil, Hwa Ja dan Na Yeong mulai bernyanyi lagu ulang tahun untuk Min Woo… Jeong Hye memilih diam dan hanya mengeluarkan suara teriakan yeee saja… Min Woo kemudian bertepuk tangan dan meniup lilin yang sengaja disiapkan untuknya…nich anak pintar banget
Acara dilanjutkan dengan meminta Min Woo untuk memilih salah satu dari barang yang disiapkan Tante, Ibu dan Neneknya. Di atas meja terdapat uang, alat suntik mainan dan berbagai benda lainnya tapi anehnya yang dipilih Min Woo justru borgol. Wow, anak pintar^^
Na Yeong kemudian memotret Jeong Hye, Moon Ok, Yeon Sil, Hwa Ja dan tentu saja Min Woo. Ulang tahun pertama Min Woo terasa sangat berkesan walaupun mereka hanya merayakannya dalam sel penjara.
Terdengar suara langkah kaki dan Na Yeong bisa merasakannya. Na Yeong meminta semuanya untuk kembali memakai baju tahanan sebelum hal yang buruk terjadi. Dan disaat yang bersamaan pintu sel terbuka, Kepala Sipir Bang muncul dan meminta seluruh penghuni sel nomor 5 untuk keluar dan mulai memeriksa setiap sudut sel mereka.
Jeong Hye, Moon Ok, Yeon Sil, Hwa Ja merapat ke dinding. Min Woo berusaha menghibur Ibunya dengan tersenyum lucu tetapi cara tersebut tidak berhasil. Sipir Bang menemukan foto yang baru saja diambil Na Yeong dan merobeknya tepat di depan wajah Jeong Hye.
“kenapa kamu kesal? Seharusnya kamu jangan melakukan kejahatan kalau kamu tidak mau melalui hal ini, bukankah begitu” ucap Kepala Sipir Bang
“ini ulang tahun Min Woo, kami hanya ingin merayakannya saja” bela Moon Ok
“siapa yang menyuruhmu melahirkan di tempat ini?” sela kepala Sipir Bang
“itu terlalu kasar kepala sipir Bang” ucap Moon Ok dan memilih kembali diam ketika menyadari tatapan tajam Kepala Sipir Bang.
“aku akan mengawasi kalian, terutama kamu (Jeong Hye). Tidak ada perlakuan khusus untuk seorang Ibu, mengerti” jelas Kepala Sipir Bang dan meminta Na Yeong untuk mengikutinya.
Moon Ok berusaha menghibur Jeong Hye akibat ulah Kepala Sipir Bang tadi. Moon Ok mengatakan jika Kepala Bang hanya iri karena dia tidak memiliki anak dan meminta Jeong Hye untuk tidak mengambil pusing ucapannya tadi.
Jeong Hye kemudian bertanya pada Moon Ok apa suaranya memang sangat jelek sehingga setiap kali dirinya menyanyi Min Woo akan menangis… Moon Ok tidak setuju dan Jeong Hye meminta Moon Ok untuk melihat reaksi Min Woo sekarang. Jeong Hye menyanyi. Min Woo yang awalnya senang, tertawa mendadak menangis mendengar suara Ibunya… Lol
Sel No 5 kedatangan penghuni baru. Jeong Hye yang awalnya menari gaje diiringi gelak tawa Min Woo mendadak berhenti. Yeon Shil mulai pasang aksi, meminta penghuni baru untuk memperkenalkan diri tapi sepertinya usahanya sia-sia karena penghuni baru tersebut hanya duduk diam dengan tatapan wajah kosong.
Min Woo mendekati penghuni baru seolah ingin mengajaknya berkenalan tetapi apa yang terjadi Min Woo justru menangis karena didorong oleh penghuni baru. Jeong Hye yang tak terima anaknya diperlakukan seperti itu memberikan perlawanan ditambah ucapan si penghuni baru yang mengatainya pelacur karena melahirkan di dalam penjara.
=flashback=
Jeong Hye hanya duduk terdiam di dalam mobil dengan posisi tangan terborgol. Salah seorang pria yang duduk di kursi depan (sepertinya polisi) meminta Jeong Hye untuk berbicara menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi namun Jeong Hye memilih tetap bungkam. Ingatan Jeong Hye melayang beberapa jam sebelumnya.
Seorang pria memukuli Jeong Hye dengan membabi buta. Tak hanya itu, pria tersebut juga menendangi perut Jeong Hye hingga berulang kali padahal saat itu Jeong Hye tengah hamil tua. Jeong Hye berusaha menghindar dan berdiri dengan berpegangan pada lemari. Dalam hitungan detik, Jeong Hye berlari dan mendorong pria yang tak lain adalah suaminya ke meja kaca.
=flashback end=
Keringat dingin membanjiri sekujur tubuh Jeong Hye. Mimpi buruk baru saja dialaminya. Hal yang sama sekali tidak ingin diingatnya lagi kembali harus dimimpikannya.
Sementara itu di sel terpisah (karena masalah pertengkaran tadi, Jeong Hye dan panghuni baru harus mendekam di sel berbeda)
Penghuni baru sel no 5 berteriak histeris dan berulang kali membenturkan kepalanya ke tembok hingga berdarah. Na Yeong dan Kepala sipir Bang bergegas datang untuk menghentikan tindakan yang bisa membahayakan nyawa penghuni baru.
=flashback=
Seorang gadis berusaha memberontak dari belenggu seorang pria setengah baya yang berniat bertindak tidak senonoh pada dirinya. Gadis tersebut bernama Yoo Mi dan pria setengah baya adalah ayah tirinya. Tak tahan terhadap tindak tanduk Ayah tirinya yang entah untuk berapa kali diterimanya, Yoo Mi melayangkan sebuah patung pahatan ke kepala Ayah tirinya. Seketika pria setengah baya tersebut ambruk dan tak sadarkan diri. Ibu Yoo Mi yang baru saja datang hanya bisa termangu melihatnya.
=flashback end=
Na Yeong membawa Jeong Hye kembali ke lapas no 5. Di perjalanan Na Yeong menceritakan asal usul Yoo Mi dan sebab muasal kenapa Yoo Mi bisa di penjara serta percobaan bunuh diri yang terus dilakukannya. Bukannya merespon Jeong Hye hanya terdiam dan lebih memikirkan Min Woo anaknya.
Sementara di Lapas no 5
Na Yeong datang membawakan surat kepada para penghuni sel. Yeon Sil mendapatkan surat dari sahabat pena, wajahnya terlihat sangat berseri… begitupun dengan Hwa Ja yang mendapatkan kiriman surat dan boneka yang bisa merekam dari suami dan anaknya, air mata membasahi wajahnya. Lain halnya dengan Moon Ok yang tidak mendapatkan surat selembar pun.
Untuk menghilangkan kesedihan teman-teman selnya, Jeong Hye mengajak mereka makan semangka (hebat loch, mereka membelah semangka dengan benang, bisa dicontoh nich klo g nemuin pisau). 
Hwa Ja mulai meledek Yeon Sil karena mengirimkan foto palsu kepada sahabat penanya dan menggunakan alamat Na Yeong sebagai alamatnya… Hwa Ja juga menertawakan Yeon Sil karena tanpa sengaja membunuh lawannya dengan tekhnik kuncian leher… Ya, Yeon Shil adalah atlet gulat.
Percakapan mereka terhenti seiring kedatangan Yoo Mi. Min Woo yang sejak awal terlihat sangat senang dengan kedatangan Yoo Mi walaupun Yoo Mi sempat membuatnya menangis berusaha mendekati Yoo Mi dan memeluknya… kurang lebih satu menit Min Woo melakukan hal tersebut dan Yoo Mi hanya menunduk dan tak melakukan apa-apa.
Moon Ok menekan beberapa angka di telepon. Beberapa detik kemudian terdengar suara di seberang sana, tetapi sayang percakapan tak berlangsung lama karena si penerima telepon langsung menutup telepon begitu mengetahui siapa yang meneleponnya. Moon Ok sedaritadi berusaha menahan air mata saat berada di sel. Kiriman surat yang berdatangan untuk teman-temannya tak kunjung dapat dirasakannya…
Para tahanan dikumpulkan di sebuah aula untuk mendengarkan nyanyian kelompok paduan suara yang sengaja didatangkan. 
Selama pertunjukkan Jeong Hye terlihat terkesima dan menyarankan kepada kepala penjara agar dibentuk juga kelompok paduan suara untuk para Napi. Hal tersebut sangat bagus mengingat kehidupan di penjara sangat membosankan.
Malam harinya
Jeong Hye memberitahukan hal tersebut kepada yang lainnya. Bukannya terlihat senang yang lainnya justru tidak setuju mengingat Jeong Hye sama sekali tidak bisa bernyanyi dan malah berniat membentuk kelompok paduan suara. Min Woo saja menangis mendengar suara Jeong Hye.
Tapi jangan sebut Jeong Hye jika dengan mudahnya dia menyerah. Iming-iming mendapat satu hari bisa keluar dari penjara bersama Min Woo membuat Jeong Hye semakin bersemangat.
Keesokan harinya
Na Yeong menempelkan pengumuman di salah satu sudut penjara. Semua napi terlihat penasaran… Jeong Hye tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut dan berkata tak perlu bisa bernyanyi untuk dapat bergabung dalam grup paduan suara, yang terpenting kalian menyukai musik. Jeong Hye juga menambahkan jika mereka nantinya akan dikirim keluar untuk bernyanyi… Na Yeong mengingatkan Jeong Hye untuk tak mengatakan hal sembarangan, jika Kepala Sipir Bang mendengarnya bisa kacau semuanya… 
Tidak hanya membujuk para Napi lainnya untuk ikut bergabung, Jeong Hye juga membujuk Moon Ok untuk menjadi pelatih mereka mengingat dulunya Moon adalah seorang professor musik.
Scene beralih
Moon Ok mendapat kunjungan dari anaknya… bukannya gembira, Moon Ok justru menangis karena anak perempuan yang dimilikinya meminta Moon Ok untuk tak menghubunginya lagi ataupun mengganggu kehidupannya. Rasa malu mendapat predikat sebagai putri pembunuh sudah menjadi beban untuknya.
Sementara itu tepat di luar ruangan kunjungan, seorang wanita terlihat sedang menunggu sesuatu… dia adalah Ibu Yoo Mi. Sayang Yoo Mi tak ingin menemui Ibunya dan hal tersebut disesalkan Yeon Sil karena dirinya sangat ingin ada yang mengunjunginya.
Moon Ok berusaha menghilangkan kesedihannya dengan bermain piano… Ya, sebelum dirinya menjadi penghuni penjara, Moon Ok adalah seorang professor music.
=flashback=
Moon Ok terlihat berlatih piano di sebuah studio. Seorang wanita cantik berdiri di sampingnya dan sedaritadi menunggunya. Moon Ok tanpa sengaja melihat sepatu wanita tersebut yang tampak lusuh dan tua. Moon Ok berjanji akan membelikannya.
Suara cekikikan terdengar dari sebuah kamar. Suara tersebut tanpa sengaja terdengar oleh Moon Ok dan anak-anaknya yang baru saja datang dari bepergian. Sepasang sepatu lusuh dan tua tertata rapi di depan pintu dan Moon Ok sangat mengenali sepatu tersebut yang tak lain adalah sepatu sahabatnya.
Seorang wanita keluar dari sebuah rumah dan menghampiri seorang pria setengah baya yang sedaritadi menunggunya. Tak beberapa jauh dari mereka terlihat Moon Ok yang sedang berpikir keras dan memegangi setir mobil. Pandangan di hadapannya membuat hatinya sakit. Suami dan sahabatnya mengkhianatinya dengan berselingkuh di hadapannya.
=flashback end=
Moon Ok merasa sakit jika mengingat semua hal yang terjadi dalam hidupnya. Suaminya berselingkuh dengan temannya dan anak-anaknya membencinya. Jika saja dirinya bisa berpikir jernih dan tidak melakukan tindakan nekat (menabrak suami dan sahabatnya) mungkin saja semuanya tidak akan menjadi seperti ini… ya, nasi sudah menjadi bubur dan penyesalan selalu datang belakangan.
Tepuk tangan terdengar begitu Moon Ok selesai bermain piano. Moon Ok tentu saja terkejut dan tak menyangka jika Jeong Hye dan Na Yeong sudah duduk di deretan kursi mendengarkan permainan pianonya sedaritadi. Jeong Hye sekali lagi meminta kepada Moon Ok untuk melatih mereka namun Moon Ok tetap pada pendiriannya.. 
Jeong Hye bingung dengan apa yang harus dilakukannya lagi agar Moon Ok setuju sementara itu tanpa disadari Jeong Hye, Min Woo lagi-lagi mendekati Yoo Mi dan memeluknya. Min Woo memilih mengabaikan para napi lain yang ingin mengajaknya bermain.
Sekelompok napi lama mendekati Yoo Mi dan mendorong Min Woo dengan kasar  hingga terjatuh ke tanah dan menangis dengan keras… Yoo Mi yang melihatnya meminta mereka untuk membangunkan Min Woo namun mereka sama sekali tak mau mendengar dan terkesan mengabaikannya. Perkelahian pun tak dapat terelakkan terlebih ketika Jeong Hye menyadari anaknya diperlakukan semena-mena.
Kepala sipir Bang marah dan melampiaskan kekesalannya pada Na Yeong. Sipir Bang bahkan mengancam akan melaporkan kejadian hari ini pada Kepala Polisi.
Yeon Sil, Hwa Ja, Jeong Hye mengalami luka memar tak terkecuali Yoo Mi yang masih terbaring di tempat tidur. Moon Ok merasa kasihan melihat kondisi Yoo Mi apalagi Jeong Hye bercerita jika Yoo Mi terus saja melakukan percobaan bunuh diri.
Aula
Moon Ok memikirkan permintaan Jeong Hye untuk melatih grup paduan suara… Hidupnya memang akan dihabiskan dalam penjara dan hukuman mati sewaktu-waktu bisa datang kapan saja kepadanya. Tetapi perkataan Jeong Hye

“kalau kita berhasil mereka akan memberikan aku dan Min Woo waktu satu hari untuk keluar. Dia belum pernah melihat dunia luar sejak dia lahir, kumohon tolong aku”.
Keesokan harinya
Audisi dimulai. Semua napi diminta menunjukkan kemampuannya dalam bernyanyi. Ada yang memiliki jenis suara Alto, Mezzo tapi untuk jenis suara soprano sama sekali belum ada. (Penasaran dengan lagu yang dibawain Yeon Shil, familiar dengan lagu tersebut) Moon Ok meminta Jeong Hye untuk bernyanyi. Jeong Hye tertawa dan menitipkan Min Woo yang sedang tertidur pada Kepala Sipir Bang.
Min Woo yang awalnya tertidur mendadak terbangun dan menangis, ya karena mendengar suara Jeong Hye ibunya sendiri (padahal sedaritadi para Napi bergantian bernyanyi tetapi Min Woo adem ayem saja), wkwkwkwk
Jeong Hye dipanggil menemui Kepala penjara. Jeong Hye diberikan waktu 6 bukan untuk membentuk paduan suaranya, jika tidak ada perubahan sama sekali maka grup paduan suara akan dibubarkan… Jeong Hye merasa sedikit lega, setidaknya Kepala Penjara jauh lebih bijak dari Kepala sipir Bang yang selalu saja berusaha membubarkan grup paduan suara.
Saat berjalan kembali ke sel, Jeong Hye tanpa sengaja mendengarkan suara seseorang yang sedang bernyanyi. Suara tersebut berasal dari sebuah sel yang didalamnya dihuni Yoo Mi.
Keesokan harinya
Latihan hari pertama berlangsung. Moon Ok masih merasa sulit karena jenis suara soprano sama sekali tidak ada dalam paduan suara mereka. Jeong Hye tiba-tiba berucap saat semua napi telah kembali ke sel jika mereka memiliki seseorang yang bisa bersuara soprano.
Moon Ok menemui Yoo Mi di aula. Dari balik pintu, Na Yeong dan Jeong Hye menunggu jawaban dari Yoo Mi. Tetapi sayang semuanya tidak berjalan dengan apa yang mereka harapkan, Yoo Mi sama sekali tidak berminat bergabung dengan grup paduan suara karena sebentar lagi dirinya dan tentu saja Moon Ok akan mati… Moon Ok geram dengan jawaban Yoo Mi dan serta merta menampar Yoo Mi.
Yoo Mi tanpa sengaja melihat sosok Ibunya yang baru saja keluar dari penjara. Ya, sampai saat ini Yoo Mi masih belum ingin menemui Ibunya… Hanya air mata yang menetes membasahi wajah Yoo Mi, dirinya sangat ingin melakukannya, memeluk ibunya tapi hatinya masih terasa sakit dan malu.
Pintu aula terbuka… Yoo Mi datang bersama dengan Na Yeong. Yoo Mi ingin meminta maaf atas tindakan kasarnya pada Moon Ok yang usianya tak jauh berbeda dengan Ibunya.
Itu sulit kan? Ini tidak lebih mudah untukku . Mari kita coba menjalani sisa hidup kita dengan senyuman, kalau kamu terlalu merindukannya , kalau terlalu sulit untuk ditahan, mari kita menjadi penghibur antara satu sama lain dan saling berbagi bahu untuk menangis.
Keesokan harinya
Semua terpukau dengan suara Yoo Mi. Suara soprano yang mampu membius siapapun yang mendengarnya. Rupanya sebelum Yoo Mi dipenjara, Yoo Mi selalu berlatih menyanyi siang dan malam tak seperti Hwa Ja yang hanya bernyanyi di siang hari dan menyebut dirinya penyanyi professional.
Tengah malam
Jeong Hye berteriak memanggil penjaga. Min Woo memuntahkan semua makanannya dan membuat Jeong Hye panik. Na Yeong bertindak cepat, membawa Min Woo ke rumah sakit tetapi Jeong Hye meminta kepada Na Yeong agar dirinya bisa ikut juga. Na Yeong sebenarnya tidak bisa melakukannya karena aturan penjara tidak mengijinkan napi untuk keluar tapi karena alasan kemanusiaan Na Yeong mengabulkan keinginan Jeong Hye dengan syarat tangan Jeong Hye harus diborgol!!!

=BERSAMBUNG=

Written & Image by : DewiRf [Blog]
Posted Only : Pelangidrama.net
DON’T REPOST TO OTHER SITE!!!!!!!
Hargai Kerja Keras Penulis