[Sinopsis] He’s Beautiful Episode 16 (Finale) Spoiler

Mi Nyu terus berjalan sedangkan A.N.JELL yang lain sedang mencari-cari dirinya.Tae Kyung dikerubuti fans. Tae Kyung tidak meuruti permintaan fansnya untuk berfoto dan memberi tanda tangan dia terus mencari-cari Mi Nyu.

Mi Nyu berhenti didepan sebuah toko dan melihat pernak-pernik bintang, Mi Nyu memotretnya. Mi Nyu melihat Tae Kyung. Tae Kyung juga melihat Mi Nyu, mereka saling berpandangan. Tae Kyung masih saja dikerubuti fans, dia ga bisa nemuin Mi Nyu.


Akhirnya Mi Nyu hanya menundukan kepala sebagai salam perpisahan (hiks..). Tae Kyung mengalihkan pandangannya sebentar saat dia melihat ketempat Mi Nyu berdiri, Mi Nyu sudah tidak ada lagi dia pergi. Tae Kyung menerobos kerumunan fans dan terus mencari Mi Nyu.
tapi fans malah bertambah banyak mengerumuni dirinya.
Tae Kyung: “dia pergi begitu saja tanpa berkata apapun?”
Mi Nyu terus berjalan tapi dia bertemu dengan Manager Ma.

Tae Kyung kecewa dan kembali kekantor agency A.N.JELL. Tae Kyung bertemu dengan presiden Ahn dan Stylish Wang. Tae Kyung bertanya pada presiden Ahn dimana Go Mi Nam?.
Presiden Ahn malah menjawab bukankah mereka bersama-sama. Tae Kyung berkata kalau dia kembali sendirian. Presiden Ahn berkata pada stylish Wang “Manager Ma bersama Go Mi Nam kan? coba telepon dia”.
Stylish nampak bingung untuk menjawabnya.
Manager Ma mengobrol dengan Mi Nyu di Cafe dan berkata pada Mi Nyu kalau kakaknya sedang ada pertunjukan di Jinju. Mi Nyu merasa kakaknya sibuk sekali. Mi Nyu ingin bertemu kakaknya karena ia akan berangkat ke Afrika untuk pekerjaan sosial. Manager Ma bertanya apa Mi Nyu bisa pergi tanpa berpamitan pada yang lain, Mi Nyu berkata ia selalu melihat mereka dari jauh. Manager Ma tanya apa ada masalah antara Tae Kyung dan Mi Nyu? Karena Tae Kyung tidak pernah menanyakan Mi Nyu, dan tidak pernah bicara dengan Mi Nam. Mi Nyu mengalihkan pembicaraan dengan menanyakan kapan kakaknya kembali. Manager Ma bilang setelah pertunjukannya selesai. Manager Ma mendapat telepon dari sepertinya dari stylish Wang. Dari telepon itu dia tahu kalau Presiden Ahn mencari Mi Nam.

Stylish Wang berkata kalau presiden Ahn minta Mi Nam segera dibawa kembali. Manager Ma berkata pada stylish Wang jika Mi Nam membatalkan pertunjukannya maka dia akan celaka.
Presiden Ahn bertanya pada Stylish Wang “apa Mi Nam di Jinju? manager Jo bilang dia melihat Mi Nam di Jinju,Apa kalian membuat jadwal diluar sepengetahuanku?”
Stylish Wang : “tentu saja tidak”
President Ahn : “kalau begitu telepon manager Ma dan suruh dia membawa Mi Nam padaku dalam 30 menit”

Manager Ma panik dia bersujud dihadapan Mi Nyu dan meminta Mi Nyu untuk menyamar menjadi Mi Nam sekali lagi. Mi Nyu keluar dari cafe pertanda dia tidak setuju dengan manager Ma. Manager Ma mengejar Mi Nyu dan terus memaksa. Tapi Mi Nyu tidak mau lagi menjadi Mi Nam karena dia pasti akan ketahuan. Mi Nyu terus berusaha kabur. Akhirnya manager Ma mengatakan kalau dia kan segera menjadi ayah dan butuh uang banyak untuk menghidupi istri dan anaknya. Manager Ma mengatakan kalau saat di Jepang dia dan Stylish Wang melakukan sesuatu sehingga stylish Wang hamil. Mi Nyu menghela napas dan akhirnya setuju
untuk menjadi Mi Nam lagi.
Tae Kyung masih memikirkan kenapa Mi Nyu menghilang dari pandangannya tadi. Tae Kyung berpikir kalau Mi Nyu tidak melihatnya. Kemudian Tae Kyung mengubah pikirannya dan berpikir kalau Mi Nyu tadi menyapa dan tak mungkin kalau Mi Nyu tidak melihatnya.
Tae Kyung malah mengira Mi Nyu pura-pura tidak melihatnya. Tae Kyung berpikir semuanya dari saat Mi Nyu mengucap sumpah menjadi biarawati, Mi Nyu akan menikahi Kim Dong Joon lalu jadi istri apoteker dan ada di barisan fans meneriakinya.
Tae Kyung berkata kalau Mi Nyu memang hanya ingin menjadi fans seharusnya dia minta tanda tangannya atau Mi Nyu sudah tidak jadi fansnya lagi. Tae Kyung merasa dicampakkan.
Mi Nyu menyamar menjadi Mi Nam dan bertemu dengan presiden Ahn. Presiden Ahn minta maaf pada manager Ma.
Presiden Ahn : “Mi Nam lakukan yang terbaik”
Manager Ma : “pasti, pasti,pasti”
Mi Nyu : “Apa yang melegakan?”
Stylish Wang : “Kita bisa melihat kau seperti ini lagi”
Stylish Wang kesal dan memukul manager Ma, Mi Nyu yang melihatnya menjadi khawatir dan berkata “Kumohon, jangan lakukan ini! Berhati-hatilah!
kau harus memikirkan bayi”
Stylish Wang bingung : “bayi?”
manager Ma : “nak, karena papah kau pasti lelah sekali” (pasti ini cuma akal-akalan manager Ma ajah, hehehe)
Mi Nyu mengucapkan selamat, Stylish Wang masih bingung. manager Ma hendak membawa Mi Nyu pergi tapi Jeremy menghentikan langkahnya.
Jeremy : “Mi Nam! Aku harus tahu hari ini. Di mana adikmu!? “
Stylish Wang membawa Mi Nyu pergi dan Manager Ma menghentikan Jeremy. (jujur ajah Manager Ma sama stylish Wang cocok juga jadi couple)
Stylish Wang dan Mi Nyu tiba-tiba dihentikan kembali langkah kakinya oleh Shin Woo.
Shin Woo : “Go Mi Nam, mari kita bicara untuk sementara waktu.”
Stylish Wang : “Mi Nam memiliki sesuatu yang mendesak untuk pergi”
Stylish Wang menyuruh Mi Nyu untuk segera pergi, Shin Woo mau mengejar Mi nam. Tapi Stylish Wang menariknya dan berkata kalau mereka harus bicara.

Tae kyung menyendiri diberanda kantor agency,
Tae Kyung merenung “Aku tidak mau mengakuinya, tapi aku sudah disingkirkan, Aku adalah satu-satunya yang dia pikir, dia akan kembali setelah baikan.
Babi-Kelinci tampak benar-benar baik. Aku sendiri yang mencemaskannya,
Sebelum aku melihat banyak kesedihan, Aku harus memberikan jawaban dan mengatakan aku baik-baik saja”

Mi Nyu melihat Tae Kyung dari belakang dan berkata ” Suster kepala, aku harus meninggalkan bintang ini dan pergi jauh, Tapi mengapa ia bersinar begitu
terang di depan mataku” Mi Nyu berbalik dan akan pergi tapi Tae Kyung menghentikan langkahnya.
Tae Kyung : “Go Mi Nam, Katakan pada adikmu bahwa aku menerima pesan bahwa dia baik-baik saja, jika aku melihatnya sendiri, aku mungkin akan merasa tidak enak, tapi sekarang setelah semuanya berakhir dengan baik, katakan padanya terima kasih. Aku melihatnya sekilas tadi,
tapi karena para fans, kami tidak bisa bertemu. Katakan padanya aku baik-baik saja.”
Mi Nyu sedih : “aku senang mendengar kau baik-baik saja, Aku juga …, akan melakukannya dengan baik”

Manager Ma bersama Mi Nyu dan berkata apa Mi Nyu benar-benar tidak bertemu dengan Tae Kyung,Manager Ma juga mengucapkan selamat tinggal karena Mi Nyu akan ke Afrika.
Mi Nyu : “Dia akan baik-baik saja, aku akan baik-baik juga, aku pikir akan lebih baik jika aku tidak melihat dia sebelum pergi”
Manager Ma : “Mereka tidak akan ada di televisi Afrika, kau tahu?”
Mi Nyu : “Tapi di Afrika, aku akan bisa melihat banyak bintang”
manger Ma menawarkan untuk mengantar Mi Nyu pergi tapi Mi Nyu menolaknya. Presiden Ahn datang lagi menemui Mi nyu (Sepertinya susah banget buat Mi Nyu melarikan diri dari situasi ini, hehehe)
Presiden Ahn berkata kalau dia sudah menyiapkan pertemuan yang sangat diinginkan Mi Nam. Mereka pun pergi, Mi Nyu menoleh kearah manager Ma. manager Ma malah berekspresi aneh tentang seorang bayi, hihihi

Ternyata Presiden Ahn membawa Mi Nyu bertemu dengan He Yi, sepertinya Mi Na menyukai He Yi. Mi Nyu kaget melihatnya.
Mi Nyu bertanya pada manager Ma apa orang yang disukai kakaknya itu Yoo He Yi?.
Manager Ma : “Mi Nam benar-benar baik padanya ..?”
Mi Nyu : “Apa yang harus aku lakukan jika dia mengenaliku?”
Manager Ma : “Aku merasa tidak enak untuk Mi Nam tetapi kau jangan berkata apapun pada He Yi, Jangan melihatnya dan bertindak seperti dia tidak ada ” Mi Nyu mengerti.
Mi Nyu duduk berhadapan dengan He Yi seperti sepasang kekasih.
He Yi : “Go Mi Nam, Kau benar-benar aneh, tidak cukup bagimu untuk mengejarku, jadi sekarang kau menggunakan Presiden Ahn? “
Mi Nyu : ” uhmm, Yoo He Yi”
He Yi : “Sekarang apa? Kau mencintaiku, kau menyukai aku? aku sudah bilang aku tidak menyukaimu, Aku tahu kau mengirimkan padaku tiket konser, Apakah kau akan mengaku di konser, seperti yang kau katakan? kekanak-kanakan, dan itu tiket dibaris depan, aku akan pergi ke konser, tapi jangan lakukan sesuatu yang bodoh seperti itu”
He Yi merasa penasaran dan bertanya lagi “Tapi apakah Hwang Kyung Tae tahu, bahwa kau mengejarku? apa dia tidak peduli”
He Yi bertanya lagi “kau tidak akan memberitahu Hwang Tae Kyung apaun tentang adikmu, kan? Jika Hwang Tae Kyung bertemu dengan adikmu lagi, aku tidak akan bertemu denganmu lagi, paham?”
Mi Nyu hanya mengangguk tanpa bicara apapun.

Di studionya Tae Kyung nampak gelisah, dia berpikir apakah Mi Nam manyampaikan kata-katanya pada Mi Nyu. Tae Kyung merasa dia tidak akan bertemu lagi dengan Mi Nyu jika Mi Nyu mengetahui kata-katanya. “apa yang harus aku lakukan?” kata Tae Kyung.

Manager Ma bersama presiden Ahn. manager Ma meminta mereka untuk segera pergi tapi Presiden Ahn menolaknya karena presiden Ahn sudah berjanji pada Mi Nam. Presiden Ahn juga berkata kalau dia menelepon Shin Woo dan Jeremy untuk datang ke Restaurant. Manager Ma mendapat telepon dari Tae Kyung. Tae Kyung bertanya dimana Go Mi Nam.

Tae Kyung, Jeremy dan Shin Woo mengendarai kendaraannya masing-masing menuju ke Restaurant.

Manager Ma menghampiri Mi Nyu dan memintanya untuk Minum soju. Mi Nyu berkata “Jika aku minum ini, aku akan mabuk!”
Manager Ma menjawab kalau itulah sebabnya Mi Nyu harus minum karena situasi sudah kacau jika Mi Nyu tidak minum, Mi Nyu akan mudah dikenali. Jika Mi Nyu minum dan mabuk, maka Manager Ma akan membawa Mi Nyu keluar dan mengurus semuanya. Mi Nyu menolak, tapi manager Ma berkata mungkin Presiden Ahn akan mengusulkan untuk pergi ke sauna bersama-sama, mau?! Mi Nyu ketakutan mendengarnya.
Mi Nyu meminum satu gelas soju sampai habis dan benar saja Mi Nyu langsung mabuk dan pingsan ditempat, hahaha

Jeremy tiba dia menghampiri Mi Nyu yang sedang mabuk dan pingsan, Lalu Shin woo juga tiba.
dan Tae Kyung yang terakhir datang.
Tae Kyung : “Apa ini? Kenapa dia seperti ini?”
Manager Ma : “Dia benar-benar mabuk”
He Yi mencoba membuat Tae Kyung cemburu tapi ga mempan, hehehe dan berkata “Mi Nam, kau baik-baik saja?”
He Yi juga menghampiri Mi Nyu dan merebahkan kepala Mi Nam dipangkuannya serta membelai Mi Nyu dengan sayang.
Presdien Ahn mengusulkan untuk minum dan melupakan Mi Nyu yang pingsan sampai dia bangun nanti.
Manager Ma menempatkan Mi Nyu didekat tembok dan menutupinya dengan jasnya. Manager Ma duduk diantara Mi Nyu dan Tae Kyung.
Tae Kyung bertanya pada manager Ma “kau pernah melihat dia bicara dengan adiknya?”
Manager Ma : “mungkin, mengapa?”
Tae kyung : “baiklah, apakah dia mengatakan sesuatu pada adiknya tentang aku?”
Manager Ma : “kau belum bicara tentang dia, sejak dia pergi, Aku pikir kau tidak peduli? Mengapa? “
Manager Ma mendapat telepon dan dia meninggalkan tempat duduknya. Ternyata Manager Ma mendapat telepon dari Mi Nam.

Mi Nam yang pingsan tiba-tiba bergerak dan jatuh dipangkuan Tae Kyung. Tae Kyung kaget dan kesal sekali, Tae Kyung merasa ada yang aneh, ia menyentuh tangan Mi Nyu dan merasa ia familiar dengan tangannya. Tae kyung mengingat semua kenangan saat memegang tangan Mi Nyu. Tae Kyung sadar ini Mi Nyu dan bukan Mi Nam, ia berusaha mengendalikan emosinya dan menutupi tubuh Mi Nyu dengan jas menager Ma tapi Shin Woo merasa ada yang aneh. Tae Kyung berkata pada semuanya kalau dia akan mengantar Mi Nyu pulang.
Manager Ma masih bicara dengan Mi Nam dia mengatakan pada Mi Nam kalau dia akan mengantar adiknya pulang. Dan minta Mi Nam menjaganya di rumah. Saat kembali ke meja makan Manager Ma kaget melihat Mi Nyu tidak ada ditempat. Shin Woo mengatakan pada Manager Ma kalau Shin Woo merasa Tae Kyung tahu siapa dia.

Tae Kyung tetap berada di tempat parkir sampai Mi Nyu bangun.
Mi Nyu terbangun dan bertanya “manager Ma, dimana ini?”
Tae Kyung menjawab “apa aku terlihat seperti manager Ma?”
Mi Nyu kaget melihat Tae Kyung disampingnya,
Mi Nyu : “Hyungnim”
Tae Kyung : “kau tampaknya benar-benar mabuk, jadi aku mengantarmu pulang”
Mi Nyu : “Dimana kita?”
Tae kyung : “apa yang kau lihat? kita sudah pulang”
Mi Nyu saking nervous nya berkata “Tolong biarkan aku pergi! Biarkan aku pergi! “
ternyata Mi Nyu mencoba keluar dari mobil tapi ga bisa karena dia belum membuka sit belt-nya
Tae Kyung menghela napas dan membantu Mi Nyu melepaskan sit belt-nya.
(kalau aku yang jadi Mi Nyu pasti malu berat, hahhaa)
Tae Kyung keluar dari mobil dan berkata pada dirinya, “aku menangkap basah Go Mi Nam menjadi Babi-Kelinci”

Mi Nyu merasa ia harus berterus terang tapi perutnya sakit, jadi ia bergegas ke kamar mandi dulu. Melewati Tae Kyung tanpa bicara apa-apa. Tae Kyung berhenti dan kesal “dia masuk begitu saja”.

Ketika Mi Nyu keluar kamar mandi, dia mau mengaku tapi dia haus sekali, akhirnya Mi Nyu cari minum dulu. Tae Kyung berkata kau harus sadar dulu, dan membuatkan teh madu.
Tae Kyung memberikan teh itu dan tanya apa ini, Tae kyung menunjukkan tangannya.
Dulu Tae Kyung tanya hal yang sama, waktu Mi Nyu jatuh sakit, Mi Nyu menjawab telapak tangan. Tae Kyung membenarkan, jawabannya lima. Sekarang Mi Nyu menjawab, lima. Tae Kyung berkata bukan, ini telapak tangan.

Mi Nyu akhirnya berkata, Tae Kyung sudah tahu. Tae Kyung berkata, tidak ada luka di tanganmu, dan ukuran sepatumu jauh lebih kecil dari kakakmu. Aku tahu banyak hal mengenai dirimu, apa kau pikir aku tidak akan mengenalimu?. Mi Nyu meminta maaf.

Tae Kyung tanya “apakah ada waktu lain kau berpura-pura menjadi kakakmu?”
Mi Nam : “setelah aku berhenti dan ini pertama kalinya”
Tae Kyung : “sungguh?”
Tae Kyung tanya lagi “lalu berapa lama kau menjadi Mi Nam hari ini? sebelumnya di beranda (kantor agency).. itu kau?”
Mi Nyu : “ya, pesan itu aku telah mendengarnya
Tae Kyung mau menjelaskan tapi Mi Nyu berkata “Aku senang mendengar kau baik-baik saja”
Tae Kyung tanya apa Mi Nyu berniat pergi tanpa melihatnya dulu,
Mi Nyu menjawab, “Aku berkata pada diriku sendiri, aku tidak bisa melihatmu, tapi kau orang yang menarik perhatian. Tapi jika aku menemuimu, rasanya sakit, dan membuat semua jadi sulit bagiku. Setelah hidup hanya di biara aku datang ke tempat bintang-bintang dan tersengat listrik, dan kehilangan akal sehatku. Aku terbang ke surga, dan lalu terhempas ke tanah. Kembang api meledak di kepalaku, dan tiba-tiba hujan badai melandaku. Sejak aku meninggalkan tanah bintang ini, aku melihat jalan yang akan kutempuh. Aku akan meninggalkan tanah bintang ini dan akan melihatnya dari jauh. Jika aku melihat bintang bersinar paling terang, bintang itu sangat membutakan dan rasanya sakit. Itulah mengapa aku akan pergi jauh.” (Hiks sedih.. sedih)
Mi Nyu menangis dan jatuh tertidur dimeja.
Tae Kyung berkata pada Mi Nyu yang sedang tidur “Apa kau benar-benar baik-baik saja atau kau masih sakit dan kesakitan?”
Tae Kyung menghapus air mata Mi Nyu dan berkata “kalau begitu aku tidak bisa menahanmu,
Aku berusaha untuk dapat melihatmu dengan jelas ketika kau datang .. bahkan dalam kegelapan, Aku bahkan makan wortel dan bayam yang aku benci setiap hari… Aku takut aku akan kehilangan dirimu dalam kegelapan, dan aku tidak ingin kehilanganmu … Tapi sekarang, meskipun aku bisa melihatmu begitu jelas, aku tidak bisa menahanmu” (april terharu Oppa.. tapi kesal sama kata-kata “aku tidak bisa menahanmu”)
Tae Kyung berkata pada manager Ma untuk membawa Mi Nyu pergi. Manager Ma mengingatkan jika Tae Kyung melepaskan Mi Nyu sekarang, maka ini akan selamanya berakhir. Karena Mi Nyu akan ke Afrika. Tae Kyung sudah bulat dengan keputusannya.

Dalam mobil, manager Ma memberikan tiket konser pada Mi Nyu, Mi Nyu tidak yakin apa dia bisa datang, dia akan mencoba.

Tae Kyung membawa boneka babi kelinci dan dia menyentuh piano tempat fanmeeting dengan Mi Nyu saat itu Tae Kyung mencium tangannya Dan akhirnya Tae Kyung menyimpan babi kelinci yang sekarang mengenakan kalung bintang didalam gudang, kalungnya bersinar dalam kegelapan gudang.

Mi Nyu tinggal di biara dia sedang melihat anak-anak kecil bermain sepak bola. Mi Nyu melihat photo bintang yang diambilnya.
Mi Nyu berkata pada dirinya sendiri “aku hanya menemukan satu bintang kemarin”
Murid Mi Nyu datang dan bertanya “Guru Gemma? Apakah Anda menemukan bintang lain?
Aku membawa bintang untuk diberikan kepada Guru Gemma!”
Ternyata Mi Nyu menjadi guru di panti asuhan, muridnya itu membeikan buku berisi bintang-bintang.
Mi Nyu : “Terima kasih. Setelah aku pergi, tolong temukan lebih banyak bintang”

A.N.JELL sedang mempersiapkan konsernya. Mi Nyu menemui Bibi Mi Ja.
Mi Nyu berpamitan dengan Bibi Mi Ja dan bibinya berkata bahwa AN.JELL pasti kecewa Mi Nyu pergi begitu saja. Bibi Mi Ja kemudian berkata ada seseorang lagi yang ingin bertemu denganmu. Ternyata Mo Hwa Ran ingin bertemu Mi Nyu.

Mi Nyu menemui Mo Hwa Ran. Hwa Ran mengucapkan terima kasih karena sudah menghubunginya dan meminta Mi Nyu duduk.
Hwa Ran : “Aku ingin menemuimu karena aku ingin memberikan ini padamu”
Hwa Ran menyerahkan CD Lee Soo Jin.
Mi Nyu : “apakah ini ibuku?”
Hwa Ran : “ya ini adalah lagu yang ibumu nyanyikan. Aku berusaha mengumpulkannya. ini lagu orang lain tapi setidaknya kau bisa mendengarkan suaranya.
Aku merasa aku harus melakukan ini sebelum aku bisa berkata aku minta maaf padamu. Saat ayahmu bersama dengan ibumu,
ia tidak pernah sekalipun menemuiku. Seperti yang kau katakan, ayahmu berkata cintaku bukanlah cinta sesungguhnya dan ia tidak menginginkannya.
Ibumu akan tahu bahwa orang yang dicintai ayahmu bukan aku tetapi dia.”
Hwa Ran sangat senang Mi Nyu bersedia menemuinya. Mi Nyu membenarkan, ini sangat berarti baginya, dia senang mendengar ini sebelum dia pergi.
Hwa Ran tanya apa Mi Nyu benar-benar mau pergi, jika Mi Nyu pergi, Tae Kyung tidak akan memaafkannya.
Bisakah kau menemui Tae Kyung dan berkata bahwa kau sudah memaafkan aku?
Mi Nyu berkata kalau Tae Kyung juga merindukan ibunya.
Hwa Ran : “Mengapa kau berkata ini kalau dia ada dalam hatimu? Jika aku bersama Tae Kyung, bukankah akan membuatmu lebih sulit bersamanya?”
Mi Nyu: “Karena membuat orang yang berharga pergi meninggalkanmu bukanlah cinta.”

Menjelang konser A.N.JELL. Jeremy bertanya pada Tae Kyung “apakan menurutmu Mi Nyu akan datang? Bagaimana jika dia datang dan pergi, dan kita tidak bisa melihatnya, Ah Hyung, aku pinjam boneka itu”
Tae Kyung bilang kalau dia sudah membuang bonekanya. Jeremy tanya “bukankah kau menungunya?”
Tae Kyung : “lalu apa gunanya menunggu seseorang yang tidak akan datang, semuanya sudah berakhir”
Jeremy kesal dan berteriak : “kenapa kau tidak menunggunya? Dasar kau, kerbau sombong!”
Jeremy marah dan pergi meninggalkan Tae kyung (bagus Jeremy Tae Kyung emang harus disadarin)

Tae Kyung bertemu dengan He Yi.
He Yi : “kudengar hubungananmu dengan adik Go Mi Nam sudah berakhir? apa perasaanmu padanya juga sudah berakhir?”
He Yi berkata lagi “kau bohong soal sudah berakhir kan? kau tidak malu karena ketahuan berbohong, tapi kau malu karena ketahuan benar, kan?
tetaplah angkuh dan berbohong sampai akhir. kau pasti akan sangat malu kalau ketahuan”

Tae kyung juga bertemu dengan Shin Woo.
Shin Woo : malamitu kau membawanya pulang Go Mi Nam, itu bukan Go Mi Nam.
Tae Kyung : “ya, itu Go Mi Nyu, karena ada sesuatu maka dia harus berpakaian seperti itu. Dia pergi sesudah itu”
Shin Woo : “kau membiarkan dia pergi?”
Tae Kyung : “Karena Dia bilang sulit jika dekat denganku, jadi aku membiarkannya pergi”
Shin Woo : “aku yakin kau tidak membiarkannya pergi, tapi kau membuatnya pergi.
Melepaskan seseorang hanya dilakukan jika kau sudah merengkuhnya sampai akhir. Apa kau merengkuhnya?
Saat di Jepang aku merengkuhnya sampai akhir. Aku pasti terlihat konyol bagimu, tapi aku tidak bisa melepaskannya.
tetaplah jaga harga dirimu yang tinggi itu dan diam sampai dia pergi darimu, Tae Kyung yang sombong!” (bagus Shin Woo terus bikin Tae Kyung sadar).

tae Kyung juga bertemu dengan Hwa Ran.
Hwa Ran : “Maafkan aku Tae Kyung, aku takut, kau akan meninggalkan aku. Aku berusaha untuk merengkuh putraku.

Aku mungkin tidak punya hak untuk mengatakan ini, tapi aku harap kau tidak akan pernah melepaskan orang yang sangat berharga untukmu dan menyesalinya”
tae Kyung : ” kenapa kau mengatakan ini padaku?”
hwa Ran : “Mi Nyu bilang, membuat seseorang yang sangat berharga pergi bukanlah cinta.
Memberitahu hal ini adalah pertanda perasaan cintaku padamu sebagai seorang ibu”
Tae Kyung : “Akutidak bisa mengatakan bahwa aku memaafkanmu sekarang.
Tapi aku akan datang beberapa kemudian untuk mendengar permintaan maafmu. Berhati-hatilah…ibu” (ahjumma kali ini aku suka padamu)

Tae Kyung lalu bergegas mencari manager, dia tanya dimana alamat panti asuhan.
Saat sampai di panti, ternyata anak-anak berkata Mi Nyu sudah pergi. Tae Kyung melihat sekeliling dan menyadari banyak bintang. Tae Kyung sadar, Mi Nyu selalu memikirkannya, dan Mi Nyu masih mencintainya. Anak perempuan itu melihat Tae Kyung dan menambahkan bahwa ada bintang yang paling bersinar, yang akan ditemui gurunya hari ini. Tae Kyung mengerti lalu bergegas kembali ke acara konser.

Tae Kyung kembali dan ia berkata pada yang lain, Mi Nyu ada di sini, di kelas festival.
Saat Tae Kyung diatas, ia tidak bisa melihat Mi Nyu. Tae Kyung langsung mengubah strategi, dan mulai menyanyi. Dia menyanyikan lagu “apa yang harus aku lakukan” ciptaan ayah Mi Nyu..
Tae Kyung bernyanyi sambil mencari Mi Nyu diantara ribuan penonton tapi dia tidak bisa menemukannya karena tempat penonton begitu gelap. Mi Nyu sudah akan meninggalkan arena konser. Tae Kyung berteriak “kau sedang mendengarnya kan? Disini sangat terang. tapi di tempatmu gelap,aku tidak bisa melihatmu. Tolong jangan berada ditempat dimana aku tidak bisa melihatmu. Beri aku ijin untuk melihatmu”

Mi Nyu menghentikan langkahnya dan berbalik menetes kan air mata. Sedangkan fans terus berteriak-teriak. Konser A.N.JELL ini konser terbuka jadi fans nya pun sungguhan dan histerianya juga memang alami ga dibuat-buat.Bisa dibayangin kan syuting adegan ini diantara ribuan orang.

Shin Woo yang baik hati meminta staf untuk mematikan lampu panggung dan menyalakan lampu penonton. Saat lampu padam Tae Kuyng dapat menemukan Mi Nyu. Dia berjalan ketepi panggung dan turun untuk mendekat ke arah Mi Nyu. Para fans membuka jalan bagi Tae Kyung sambil berteriak-teriak histeris.

Tae Kyung langsung menarik Mi Nyu kedalam pelukannya.
Tae Kyung : “Aku akan terus mengatakannya padamu, jadi dengarkan baik-baik setiap hari. Aku mencintaimu”
Mi Nyu menangis terharu, fans berteriak histeris mendengarnya.

Mi Nyu dan Tae Kyung melihat bintang diberanda rumah A.N.JELL. Mi nyu tetap akan berangkat ke Afrika (Tae Kyung jelas tidak suka), tapi Mi Nyu akan segera kembali dan minta Tae Kyung menunggunya.
Tae Kyung berkata, “Kau jadi sombong, apa kau tidak sedih meninggalkan bintang paling terang, paling tampan di langit?”
Mi Nyu berkata, “Tapi tetap saja aku tidak bisa membawamu bersamaku.”



Tae Kyung mengulurkan tangan seperti akan memetik bintang dan ia berkata, “Kau memetiknya seperti ini.”
Lalu ia membuka tangannya dan menunjukkan kalung bintangnya pada Mi Nyu.


Tae Kyung minta Mi Nyu memakainya. Mi Nyu menerimanya dengan senang dan berkata “Tae Kyung sudah berubah, kau sangat menyukaiku ya, sampai memetik bintang dari langit?”
Tae Kyung : “Kau jadi lebih sombong lagi. jika kau seperti itu, aku akan minta kembali, ayo kembalikan!”
Mi Nyu: “Tidak, tidak bisa! Ini milikku!”
Tae Kyung” “Mereka punya banyak permata di Afrika. Ayo kembalikan!”
Mi Nyu : “Aku tidak bisa! Aku tidak punya keahlian.”
Tae Kyung: “Jadi kau harus baik padaku saat aku disini.”

Tae Kyung akhirnya menarik Mi Nyu dan merangkul pundaknya.
Mereka melihat langit dan melihat bintang jatuh :
Mi Nyu : “Aku tidak akan pernah, tidak akan pernah melepaskan bintang yang sudah kurengkuh.”
Tae Kyung : “Yah, jangan pernah lepaskan. Aku hanya akan bersinar di depanmu.”

——————————The End———————-

My personal Opinion :

Jujur Drama ini asyik, ringan, soundtracknya bagus-bagus,
alur ceritanya juga bagus, para aktor dan aktris sangat pas memerankan karakter mereka, pokoknya menyenangkan banget. Suka duka dalam nulis sinopsis drama ini banyak banget.
Tapi masih lebih banyak sukanya sih. Scene-scene yang tak terlupakan adalah scene nya Hwang Tae Kyung & Go Mi Nam/Go Mi Nyu. April seneng banget dapat kesempatan nulis sinopsis ini buat RF dari ibu Koordinator, Teh Nana. Makasih ya teh Nana, Maksih buat semua pembaca yang selalu nunggu semua postingan-postingan RF. RF Keluarga yang april cintai. I Love You Rainbow Family. Buat pembaca semuanya, jangan lupakan HIB terutama Hwang Tae Kyung & Go Mi Nam/Go Mi Nyu.

Sinopsis by april RF
Photo by iis RF & Ari RF

[Sinopsis] He’s Beautiful(You’re Beautiful) Episode 15

mi nam menangis tersedu-sedu, ia teringat pertengkarannya dengan Tae Kyung di tangga tadi. Mi nam menangis sambil berpikir kalau gara-gara ayahnya, Mo Hwa Ran meninggalkan Tae Kyung. tapi karena Mo Hwa Ran juga, ayahnya pergi meninggalkan ibunya, kakak, dan dirinya. Mi nam berseru bohong jika bilang ia tidak sakit hati mengetahuinya. Melihat Tae Kyung akan menyakitkan, itulah sebabnya ia akan pergi meninggalkan bintangnya. Sementara itu Shin Woo memperhatikan dari belakang. Shin Woo juga ikut sedih melihat Mi Nam menangis.
Sementara itu Ta kyung juga menyendiri di studio. menurutnya jika dalam kegelapan maka ia tidak akan melihat apa-apa. mungkin ia berharap sakit hatinya akan hilang.
Reporter Kim mendesak He Yi untuk jujur mengenai Mi Nam. ” Mi Nam dan Mi Nyu adalah orang yang sama bukan?Seorang wanita? benar kan? jelas aja He Yi nolak memberikan keterangan, ia menyuruh Reporter Kim tanya langsung sama AN.JELL.
Reporter Kim mendesak He Yi dan mengancam jika berita yang sebenarnya telah di dapat ia akan mengaitkan He Yi ikut bersekongkol. Tiba-tiba He Yi pingsan (pura-pura kayaknya) membuat reporter Kim panik. mungkin karena takut disalahkan akhirnya ia bilang jika berita yang sebenarnya telah didapat maka ia tidak akan membawa He Yi ke masalah itu. He Yi yang masih pingsan pun langsung menganggukkan kepalanya.(padahal matanya juga masih tertutup, hebat euy aktingnya )
Shin Woo berbicara pada Manajer Ma bahwa Reporter Kim ingin mawawancarai Mi Nam dan Mi Nyu secara bersamaan. untuk menghindari hal itu Shin Woodan Manajer Ma berencana untuk membawa Mi Nam ke Jepang.
Shin Woo menemui Tae Kyung dan menyampaikan rencana ke Jepang. Tae Kyung menanggapi dengan dingin dan bilang berangkat saja duluan dan ia akan menyusul nanti. Shin Woo pun setuju dan pergi meninggalkan Tae Kyung.
Di kamarnya, Mi Nyu merapikan barang-barangnya ke dalam koper. manajer Ma bilang kepergian Mi nam ke jepang bersamaan dengan kedatangan Mi Nam yang asli, jadi bisa dianggap kepergian kali ini adalah perpisahan dengan AN.JELL.
Sementara itu Tae Kyung pulang dan berpapasan dengan Mi Nyu. Tae Kyung keliatan masih marah, melihat Mi nyu bawa koper berat tetep gak dibantuin. Tae Kyung malah pergi nyelonong ke kamarnya, kayaknya cuma pengen menghindari Mi Nyu. Shin Woo datang dan membantu mi nyu membawakan kopernya.
Setelah Mi Nyu dibantu Shin Woo, Tae Kyung hanya melihat dengan tatapan tajam. (pengen bantu tapi gengsi )
Shin Woo, Jeremi, Mi nyu, manajer ma, dan Stylish wang pergi ke jepang. Setibanya di sana Jeremi berbisik ke Shin Woo tentang Mi Nyu dan Tae Kyung tapi shin Woo menyuruh Jeremi untuk pura-pura tidak tahu.
Ternyata Reporter Kim mengikuti A.N.JELL ke jepang. ia masih mencari bukti dari dugaannya.
He Yi di RS memandangi gambar animasi Tae kyung di hpnya. ia ingin memberitahu Tae Kyung tentang reporter Kim. tapi ia urungkan karena ia ingat dirinya sakit saja Tae Kyung gak datang menjenguk.kayaknya dilema tuh si He Yi, mau bilang tentang Mi Nyu ke Reporter Kim juga gak tega ama Tae Kyung. jadi dia hanya bisa diam tidak melakukan apa-apa.(maaf yah scenes disini aku rada kurang ngerti maunya si He Yi apa? soalnya dia kasian ama Tae kyung tapi dendam ama Mi Nyu)
Mi Nyu masuk ke dalam kamarnya. ia tertegun melihat kamarnya penuh dengan aksesoris berbentuk bintang dari bantal, dll. jadi mengingatkan dia sama bintangnya, siapa lagi? pasti Tae Kyung lah 😀
Sementara itu Maanjer Ma dan Stylish Wang sedang berenang, mereka berdua sedang merundingkan siapa yang paling pantas untuk Mi Nyu. Mereka membayangkan jika Jeremi yang menjadi pasangan Mi Nyu maka akan jadi pasangan yang lucu.
lalu mereka membayangkan lagi jika Shin Woo yang jadi pasangan Mi Nyu pasti mereka berdua akan jadi pasangan yang paling romantis.
Lalu mereka membayangkan jika pasangan Mi Nyu adalah Tae Kyung, maka….
di bayangan mereka Mi Nyu dan Tae Kyung sedang ada di altar mau melaksanakn pernikahan, Tae Kyung bilang “Aku bersedia menerima kau menjadi isteriku” Mi Nyu sambil tersipu malu menjawab “terima kasih” tapi kemudian mereka bertengkar gara-gara Mi Nyu nanya ke Tae Kyung mau dipanggil apa? Suamiku atau jantung hatiku? Tae Kyung pergi meninggalkan altar disusul Mi Nyu di belakang. saking marahnya bunga yang dipegang Mi Nyu ditendang… hhahhaha. Mi Nyu terus ngejar Tae Kyung sambil terus bilang “Hyungnim”
Mi Nyu, Shin Woo, dan Jeremi pergi ke pantai melihat laut. Mi Nyu bilang ini pertama kalinya ia ke pantai. sambil memandang laut Mi Nyu bilang ia ingin sekali pergi jauh. tapi Jeremi menambahkan kalau bumi itu bulat sejauh apapun Mi Nyu pergi pasti akan kembali ke posisi awal.
Mi Nyu ingin pergi jalan-jalan melihat laut lalu Shin Woo menahan tangannya karena merasa khawatir dengan Mi Nyu. Tapi Mi Nyu bilang ia baik-baik saja dan hanya ingin jalan-jalan saja. ini pertama kalinya ia ke pantai, ia ingin menikmatinya. ia pun melepaskan tangan Shin Woo.
Sementara itu reporter Kim memotret semua kegiatan mereka dengan diam-diam. semangat banget yah si Reporter Kim kemana-mana diikutin.
di lain tempat Mo Hwa Ran bertemu Direktur Ahn dan Produser untuk membahas tentang lagu yang di Arransemen ulang sama Tae Kyung. lalu direktur Ahn bilang kalau lagu itu tadinya bukan untuk Mo Hwa Ran, produser pun membenarkannya karena ia dengar dari Go Jae Hyun kalau lagu itu untuk penyanyi pendatang baru. Mo Hwa Ran jelas aja marah dan bilang kalau lagu itu diciptakan untuk dirinya.
Mo Hwa Ran lalu menemui Tae Kyung untuk berterima kasih. Tae Kyung yang melihat Mo Hwa Ran mau keluar studio tapi dicegah oleh Hwa Ran. Mo Hwa Ran bilang kalau kejadian malam itu dia sedang mabuk sehingga lepas kontrol. lalu Tae Kyung menanyakan apakah Mo Hwa Ran tau tentang ibu Mi Nyu?setidaknya beritahu siapa nama Ibunya? Mo Hwa Ran lalu memberikan foto ibunya Mi Nyu dan bilang nama ibunya Mi Nyu.
Shin Woo menelpon dan minta Mi Nyu datang menemuinya. lalu Shin Woo jujur pada Mi Nyu tentang perasaannya. bahwa semua yang diceritakannya adalah benar bahwa ia sudah tahu kalau Mi Nyu wanita sejak malam pertama di Klub,dll. mendengar itu semua membuat Mi Nyu jadi serba salah dan kasihan pada Shin Woo. Tapi ia meneguhkan hatinya kalau ia tidak bisa menerima hati kak Shin Woo.
Sementara itu Tae Kyung datang ke Jepang ingin menyerahkan foto ibunya Mi Nyu. tapi karena tidak menemukan Mi Nyu di kamarnya maka Tae Kyung mencari Mi Nyu.
kita kembali ke Shin Woo dan mi Nyu. Shin Woo tiba-tiba saja menarik mi Nyu ke dalam pelukannya. dan ternyata saat itu Tae Kyung melihat kejadian itu. karena kesal Tae kyung pun langsung pergi dan menelpon Manajer Ma minta ketemuan karena ada sesuatu untuk Mi Nyu.
Sementara itu Mi Nyu meminta Shin Woo melepaskan pelukannya karena jawaban tetap sama. ia meminta Shin Woo untuk tidak menyukainya lagi lalu pergi meninggalkan Shin Woo. Shin Woo dengan wajah sendunya terus memandang punggung Mi Nyu yang pergi sambil berkata kalau ia tidak akan lagi melihat kearah Mi Nyu. (hiks… hiks…. kasian Shin Woo, cowok baik gitu di tolak lagi. pantesan aja Shin Woo udah berasa ditolak 100 kali sama Mi Nyu T_T Ayo RF kita hibur Shin Woo….)
Saat keluar Mi Nyu bertemu Stylish Wang dan ia ditarik oleh Stylish Wang karena Tae Kyung ingin memberikan sesuatu padanya. Tae Kyung Menunggu Manajer Ma di sebuah Aquarium (kalau di Indonesia kayak SeaWorld) saat mendengar langkah kaki dikiranya yang datang manajer Ma ternyata Mi Nyu.
pas ketemuan masih juga gengsi pake acara berdebat dulu. Tae Kyung mengira Mi Nyu Buru-buru karena sedang ditunggu Shin Woo secara tadi dia ngeliat Mi Nyu pelukan ama Shin Woo. Sementara Mi Nyu merasa Tae Kyung pasti sedih kalau melihatnya bahkan tidak mau melihatnya. ahkirnya Tae kyung memberikan foto ibunya Mi Nyu dan memberi tahukan namanya yaitu lee so jin. Mi Nyu menangis sedih melihat foto ibunya.
sementara itu Mo Hwa Ran ketemuan sama mantan penyanyi yang kenal sama Go Jae Hyun. Mo Hwa Ran ingin meyakinkan penyanyi tersebut kalau lagu itu diciptakan untuknya. tapi penyanyi itu bilang kalau Jae Hyun menciptakan lagu itu untuk isterinya sebagai bukti cinta kepadanya. tetapi Mo Hwa Ran merebutnya dengan uangnya. (emang enak Mo Hwa Ran sampai dibentak sama bapak itu :p ) lalu mantan penyanyi itu pergi meninggalkan Mo Hwa Ran. sedangkan Mo Hwa Ran terus saja berkata kalau Jae Hyun hanya mencintainya dengan mata yang berkaca-kaca.
Kembali ke Mi Nyu dan Tae Kyung (sebenernya dialognya banyak bgt tapi aku bingung ngutipnya.),
Tae Kyung lalu memberikan mp3 lagu ayahnya. Tae Kyung bilang gara-gara lagu itu ibunya pergi meninggalkannya. Mi Nyu menerimanya masih dengan wajah sedih. intinya mereka masih saling suka tapi gak bisa melihat satu sama lain karena masa lalu orang tua.
karena merasa Tae Kyung tidak mau melihatnya lagi, maka Mi Nyu lekas pergi keluar, Tae Kyung hanya memandangnya dengan mata yang berkaca-kaca.
Acara jumpa fans pun berlangsung ada sesi tanda tangan. yang dikerubuti fans so pasti Tae Kyung, Shin Woo, dan Jeremi. Mi Nyu hanya beberapa saja sehingga ia hanya melihat ketiga temanya itu.
Selesai acara jumpa fans Tae Kyung langsung pergi meninggalkan Jepang. ia bertemu He Yi dan mengatakan kalau sekarang Mi Nam asli akan muncul jadi sebaiknya segera akhiri hubungan pura-pura mereka. padahal He Yi mau mengajak Tae Kyung berlibur ke Bali.
Reporter Kim masih semangat membuntuti Mi Nyu dan anggota AN.JELL yang lain. Mi Nyu mengambil foto Jeremi dengan kamera instan yang langsung tercetak fotonya. Mi Nyu lalu meneraktir Shin Woo minum kopi dan bilang kalau Shin Woo hangat karena sudah banyak membantunya. ia juga minta maaf atas kejadian kemarin. Shin Woo bilang tidak apa-apa karena ia sudah pernah ditolak ratusan kali jadi semuanya bisa diatasi. saat minum kopi Shin Woo pun difoto untuk kenang-kenangan.
Tae Kyung sedang memperhatikan kalung bintang yang tadinya mau ia kasih ke Mi Nyu.
lalu Tae kyung berjalan mau keluar gedung. di tengah jalan ia berpapasan dengan Direktur Ahn dan Mo Hwa Ran. ternyata Mo Hwa Ran mau rekaman lagu, Direktur Ahn mengajak Tae Kyung tapi Tae Kyung menolak. ia pun berjalan menuruni tangga dan di bawah ia bertemu dengan produser yang bilang kalau Mo hwa Ran telah mencuri lagu nya Jae hyun yang dibuat untuk isterinya. Tae kyung kaget dan kembali naik menuju ruang rekaman.
saat mau rekaman, Tae Kyung datang lalu bicara pada Mo Hwa Ran melalui mikrofon. “lagu itu bukan untukmu kan? bukan dibuat untuk memintamu kembali padanya kan? Kau mencurinya, sehingga ia tidak bisa kembali ke isterinya kan?” Mo Hwa Ran yang mendengar itu langsung shock dan menangis.
sementara itu di Jepang Mi Nyu berpisah dengan yang lainnya. Manajer Ma menyuruh Mi Nyu tinggal seminggu lagi di Jepang agar tidak mencurigakan saat Mi Nam asli muncul. Manajer ma menyerahkan amplop kepada Mi Nyu untuk bekal hidup selama di Jepang. Mi Nyu mengucapkan salam perpisahan pada teman-temannya. Mi Nyu melambaikan tangan kepada Jeremi dan Shin Woo dengan wajah sedih.
saat semuanya sudah pergi menaiki eskalator bandara, Reporter Kim masih membuntuti AN.JELL. (koq bisa yah gak liat Mi Nyu?)

Tae kyung berkendara menuju bandara, sementara He Yi juga berada Di Bandara akan pergi berlibur ke Bali. tapi saat ia liat ada Tae kyung yang dikerumuni fans, maka He Yi mengikuti Tae Kyung karena penasaran. Sementara itu Mi Nam asli sudah menunggu di bandara, ia ketiduran di bangku.

Shin Woo dan kawan-kawan tiba di bandara masih diikuti Reporter Kim. manajer Ma berusaha menelpon Mi Nam agar bertemu. pas banget ketemu Mi Nam, Tae Kyung dan He Yi sudah ada di lokasi. Reporter Kim yang melihat Mi Nam langsung berteriak ” Go Mi Nam” lalu dengan tergesa-gesa Reporter Kim membuka jaket Mi Nam dan bajunya.
mengira berhasil karena menemukan bukti, Reporter Kim tertawa senang dan bilang ” kau ketahuan olehku.” Tapi pas liat bagian depan badan Mi Nam, Reporter Kim langsung shock karenaa Mi Nam ternyata bener-bener pria. Tae Kyung dan He Yi yang melihatnya kaget.
Reporter Kim masih kebingungan lantas Manajer Ma menjelaskan bahwa mungkin Reporter Kim salah mengenali orang karena Mi Nam dan Mi Nyu itu saudara kembar. He Yi lalu menghampiri Reporter Kim dan menjelaskan bahwa Mi Nam itu memang seorang pria. (bernafas lega deh yang lainnya, karena tadinya takut He Yi akan membocorkan rahasia Mi Nam). lalu manajer Ma menarik Reporter menjauh dari A.N.JELL.
Akhirnya Mi Nam asli memperkenalkan dirinya pada anggota A.N.JELL yang lain. Jeremi masih kaget dan terpana betapa miripnya Mi Nam dengan Mi Nyu. (lha iya kan meranin orang yang sama)
Lalu Tae Kyung bertanya kalau yang dihadapan mereka ini Mi Nam asli, lalu dimana Mi Nyu? Shin Woo menjawab kalau Mi Nyu masih ada di Jepang.
Di Jepang, Mi Nyu keluar dari hotel membawa kopernya. ia melihat taksi dan menghentikannya. pas didekati ternyata dari dalam taksi malah keluar Tae Kyung.
Tae Kyung datang menemui Mi Nyu karena ingin memberitahu kalau lagu yang diciptakan ayahnya adalah untuk ibunya bukan untuk Mo Hwa Ran. mendengar itu semua Mi Nyu menangis terharu. Tae Kyung bilang lagi kalau Mo Hwa Ran sudah mencuri lagu itu dengan uangnya. Mi Nyu senang karena cerita sebenarnya telah terungkap. Ia pun meminta Tae Kyung agar tidak membiarkan Hwa Ran menyanyikan lagu itu. Jangan biarkan lagu itu dicuri lagi untuk kedua kalinya. Tae Kyung berjanji agar Mo Hwa Ran tidak dapat menyanyikan lagu itu.
selesai bicara Mi Nyu bermaksud pergi tapi Tae Kyung menahan tangannya. mereka berdua terdiam sesaat karena masih saling suka. tapi mereka merasa tidak mungkin bisa bersatu (hehehe…. lebay 😀 )
Mi Nyu melepaskan tangannya dari pegangan Tae Kyung dan berjalan pergi. Tae Kyung tidak bisa mencegahnya hanya dapat menahan air matanya. (sedih liat Tae Kyung nangis ….)
berita Yo He Yi dan Tae kyung putus menghiasi surat kabar.
Fans A.N.JELL berteriak histeris di depan kantor A.N.JELL. mereka kayaknya mulai mengidolakan Go Mi Nam karena cool seperti Hwang Tae Kyung, ramah seperti Shin Woo, dan lucu seperti Jeremi.
Jeremi melihat di laptopnya ternyata popularitas Mi Nam telah melampaui dirinya. Maksudnya pengen nulis catatan yang bisa buat fansnya kagum, eh dia malah liat ada kiriman video yang diupload dengan nama id user yang lucu yaitu piggy-rabbit.
Mendengar Piggy – rabbit membuat Tae Kyung yang tadinya tidur jadi langsung bangun. Akhirnya laptopnya diambil sama Tae Kyung karena penasaran. Tae Kyung melihat ada kiriman video yang berjudul “what I should do” yang dinyanyikan oleh Mi Nyu. Tae Kyung dapat mengenali Mi Nyu sehingga ketiganya berpikir tempat yang menyediakan jasa upload video langsung dimana? mereka menelpon Manajer Ma, lalu diberitahu letaknya di mana. mereka pun langsung menuju tempat itu.
Mi Nyu di sebuah karaoke sedang menyanyikan sebuah lagu.
Sesampainya di tempat yang dimaksud, Shin Woo dan Jeremi berpencar mencari Mi NYu. sementara Tae Kyung tetap menunggu di dalam mobil. Shin Woo dan Jeremi diiringi teriakan fans mengelilingi mereka. heboh deh pokoknya.
Tae Kyung yang tadinya menunggu di mobil jadi gak sabar dan memutuskan untuk ikut mencari Mi Nyu.
Tae Kyung mencari Mi Nyu, saat mencari masih juga dikerubuni fansnya.Padhal sempet beberapa kali papasan tapi gak saling liat. Sementara Mi Nyu keluar dari tempat karaoke tersebut tanpa tahu A.N JELL sedang mencari mereka.

[Sinopsis] He’s Beautiful(You’re Beautiful) Episode 14

Tae Kyung sangat senang sekali berhasil menemukan Mi Nam. Ia refleks memeluk Mi Nam. Mi Nam bingung dengan tingkah Tae-kyung.


Tae-kyung melepaskan pelukannya dan bilang kalau ia ingin mengatakan sesuatu padanya dan ia hanya akan mengatakan itu satu kali, jadi Mi-nam harus mendengarkannya baik-baik.
”Go Mi-nam, aku… kamu…” kata Tae-kyung.
Tiba-tiba datang bus anak-anak sekolah yang berteriak histeris melihat mereka.
Mi-nam berkata sebaiknya Tae-kyung berpura-pura mengantarnya, sehingga ia bisa bebas. Mi-nam mau pergi, Tae-kyung berpikir sebentar kemudaian mencegah Mi-nam pergi.
”Tunggu. Dengar aku dulu” kata Tae-kyung.

Tae-kyung kemudian mendekati Mi-nam dan berbisik ”AKU MENYUKAIMU”
Mi-nam kaget mendengarnya. Tae-kyung tersenyum dan menyuruh Mi-nam cepat pergi. Para fans datang mengerubuti Tae-kyung, Mi-nam pergi dalam keadaan setengah sadar.

Mi-nam menenangkan dirinya di halte bus. Ia mencoba mengingat apa yang dikatakan Tae-kyung tadi. Dalam ingatan Mi-nam Tae-kyung dengan jelas mengatakan kalau ia menyukai Mi-nam. Setelah yakin apa yang ia dengar, Mi-nam tersenyum malu-malu dan akhirnya tawanya pecah karena terlalu bahagia. Tae-kyung melihatnya tak jauh dari sana dan bergumam ”Sepertinya ia sudah mengerti, jadi aku tak perlu mengatakannya dua kali”.

Shin-woo naik pesawat sendirian. Ia memandangi kursi disebalahnya yang kosong dan bergumam ”Aku sudah tahu dia tidak akan datang. Tapi, aku sudah jujur padanya, itu sudah cukup”.
He-yi melihat berita mengenai Tae-kyug yang ada di bandara bersama Mi-nam. Ia kemudian melihat gambar karikatur Tae-kyung di hpnya dan bergumam. ”Huang Tae-kyung, kau sudah terlalu lucu. Kau sebetulnya sedang melaukan apa ?” kata He-yi kesal.
Jeremy tidak sengaja bertemu dengan temannya yang seorang penyiar radio. Temannya itu meminta Jeremy menjadi bintang tamunya lain kali. Jeremy berjanji setelah peluncuran album ke-6 ia akan menjadi bintang tamu disana. Tapi tiba-tiba Jeremy mengurungkannya dan berniat memberi kejutan untuk para fansnya hari itu juga. Temannya dengan senang hati menerimanya

Tae-kyung datang menjemput Mi-nam. Mi-nam kaget melihat Tae-kyung dan tersenyum malu. Di perjalanan pulang Mi-nam terlihat bingung bagaimana harus bersikap terhadap Tae-kyung.
”Apakah aku harus mengatakan kalau aku mendengar ucapanya tadi dan juga menerimanya”.
Mi-nam mebayangkan Tae-kyung menyangkal ucapanya tadi dan kesal kepadanya.
”Tidak bisa.. tidak boleh membuat kakak bersikap seperti itu” kata Mi-nam dalam hati.
”Kalau begitu aku bilang saja tidak mendengarnya dengan jelas dan memintanya mengatakannya sekali lagi” pikir Mi-nam.
Tapi Mi-nam membayangkan lagi dan di dalam bayangannya Tae-kyung marah kepadanya dan menyuruhnya melupakan apa yang sudah ia katakan.
”Tidak bisa, tidak boleh membatalkannya.. lebih baik menyembunyikannya dalam hati saja. Lagi pula jika mendengarnya lagi jangtungku tidak akan tahan” kata Mi-nam dalam hati.
Tiba-tiba Tae-kyung mengajak MI-nam pergi makan dulu sebelum pulang. Tae-kyung juga tanya apa Mi-nam suka makan mie. Mendengar kata suka Mi-nam jadi kaget dan cegukan. Tae-kyung mengulang pertanyaannya dan Mi-nam tetap cegukan. Tae-kyung berpikir sebentar dan akhirnya ia tahu kalau Mi-nam grogi mendengar kata suka. Ia lalu sengaja menanyakan Mi-nam suka makanana apa.
”Apa kau SUKA makan mie?” kata Tae-kyung.
Mi-nam terus cegukan.
”Apa kau SUKA makan sushi?” tanya Tae-kyung lagi.
Mi-nam masih cegukan. Tae-kyung senang dan mengatakan kalau ia suka makan sushi.
”Jawablah. Apa kamu SUKA?” perintah Tae-kyung.
Mi-nam menenangkan dirinya dan bilang kalau ia sangat suka makan.
Tae-kyung tersenyum senang dan berkata ”Baiklah, kalau begitu kita pergi makan sushi saja”.


Mo Hwa-ran yang sudah tahu kalu Mi-nam adalah Mi-nyu. Ia merasa Mi-nyu seperti ibunya dan hal ini membuatnya kesal. Ia lalu ingat kedekatan Mi-nam dengan Tae-kyung. Ia tersenyum dan bergumam ”Anakku dengan putri wanita itu, sengat membuat perasaan tidak nyaman”.
Di restoran sushi Mi-nam mengambil sushi-sushi bagian Tae-kyung yang tak bisa dimakannya (takut Tae-kyung alerginya kambuh). Tae-kyung sedikit kesal, ia minta Mi-nam mengganti sushinya dengan sushi yang tidak berbahaya milik Mi-nam. Mi-nam terlihat tidak rela, Tae-kyung akhirnya membatalkan niatnya karena ia takut nilai suka Mi-nam kepadanya akan berkurang. Mi-nam lalu mengalihkan pembicaraan dengan tanya apakah tidak apa-apa jika foto-foto mereka di bandara beredar.
”Tidak apa-apa. Bukanah Huang Tae-kyung pergi mengantar Mi-nam di bandara. Lagipula kita seperti ini, fans pun tidak akan ada respon apa-apa. Hari ini pasti akan keluar cerita baru lagi” kata Tae-kyung sedikit khawatir.
”Cerita apa?” tanya Mi-nam bingung.
”Para fans suka membuat cerita tentang kita. Lagi pula ada banyak cerita cinta yang bukan cinta pria-wanita” kata Tae-kyung.
“Cerita seperti itu!” tanya Mi-nam.
“Benar, ada cerita cinta segitiga antara aku, Shin-woo dan jeremy” kata Tae-kyung.
“Cnta segita!” teriak Mi-nam kaget.
Dalam bayangan Mi-nam. Tae-kyung bermain piano sendiri (diringi lagunya love in paris: Neoi gyeot-eulo/Your side by Ju Sung Mo) . Jeremy datang tiba-tiba menutup matanya dari belakang. Tae-kyung menyangka itu Shin-woo. “Sejak kapan kau memperhatikan kak Shin-woo?” tanya Jeremy kecewa. Tae-yung hendak pergi, namun Jeremy mencegahnya. Ia menarik tangan Tae-kyung dan menaruhnya di dadanya. “Di sini, hanya ada kau” kata Jeremy. Tiba-tiba terdengar suara gelas jatuh. Tae-kyung dan Jeremy menoleh ke sumber suara, ternyata di sana berdiri Shin-woo. “Kalian.. aku tidak akan melepaskan kalian” kata Shin-woo marah.




Di tempat lain Jeremy yang menunggu giliran on-air ternyata juga sedang membaca cerita fansficsion itu di internet. ”Aku tidak akan melepaskan kalian” kata Jeremy meniru ucapan Shin-woo. ”Wah. Akhirnya kak Shin-woo menyadari hubunganku dengan kak Tae-kyung. Cerita ini semakin menarik” katanya lagi.
Teman Jeremy memberitahu bahwa acaranya akan segera mulai dan ia akan memberitahu para penggemar bahwa hari ini Jeremy akan menyanyikan sebuah lagu. Jeremy membenarkan dan menyuruhnya berkata kalau hari ini Jeremy akan menyanyikan lagu penutup yang super manis. Temannya mengerti dan pergi untuk memulai acara. Jeremy kembali ke leptopnya ia melihat foto-foto Tae-kyung bersama Mi-nam di bandara. Ia merasa aneh dan mulai berpikir kalau Tae-kyung ada hubungan dengan Mi-nam.

Tae-kyung dan Mi-nam kembali ke studio. Manager Ma kaget melihat Mi-nam tidak jadi pergi ke Busan dan malah kembali bersama Tae-yung. Manager Ma memarahi Tae-kyung karena ikut campur urusan Mi-nam. Tae-kyung menyuruh manager Ma melihat dengan baik-baik. Tiba-tiba Tae-kyung memeluk Mi-nam, dan Mi-nam langsung membuat hudung babi. Manager Ma kaget melihatnya.
”Sudah lihatkan? Mulai dari sekarang aku bisa sangat sibuk. Disini aku serahkan kepada kalian” kata Tae-kyung senang dan kemudian pergi dari sana.
Manager Ma benar-benar kaget melihatnya, ia tanya Mi-nam dengan meniru membuat hidung babi.
”Ini.. Tae-kyung” kata manager Ma.
Mi-nam tersenyum malu, tapi kemudain ia sadar sesuatu dan tanya “Kakak. Apa dia tahu rahasia ini?”.

Jeremy minta ijin pergi sebentar pada stylish Wang. Stylish Wang tanya sebenarnya Jeremy mau pergi kemana. Jeremy bilang ia harus pergi untuk memastikan sesuatu pada Tae-kyung. Ia berkata jika belum memastikan itu, ia tidak bisa melakukan apa-apa. Stylish Wang akhirnya mengijikan, tapi ia minta agar Jeremy segera kembali setelah selesai karena jika ia tidak hadir maka pihak radio akan menyiakan berita kejadiannya. Jeremy mengerti dan segera pergi menggunakan motornya.
Manager Ma masih sangat kaget dan tidak percaya ternyata yang disuai Mi-nam adalah Tae-kyung bukan Shin-woo. Mi-nam pun kaget karena Tae-kyung ternyata sudah tahu rahasia hidung babinya. Jeremy sudah sampai di studio dan melihat Mi-nam bersama manager Ma. Manager Ma yang tidak menyadari keberadaan Jeremy bertanya kenapa Mi-nam bisa menyukai Tae-kyung yang galak dan bukan yang lainnya. Mi-nam berkata kalau ia juga tidak tahu sejak kapan ia menyukai Tae-kyung, ia hanya merasa tubuhnya seperti tersengat listrik jika bersama Tae-kyung. Jeremy terkejut mendengar semuanya. Mi-nam melihat Jeremy. Manager Ma tanya kenapa Jeremy ada disana dan bukannya berada di stasiun radio. Jeremy mendekati Mi-nam dengan perasaan kesal.
“Go Mi-nam, apa kamu menyukai kak Tae-kyung?” tanya Jeremy.
Mi-nam kaget dan hanya diam saja.
”Kamu juga sudah tahu?” tanya manager Ma.
”Suka tidak?“ teriak Jeremy.
Mi-nam kaget, manager Ma menutup mulut Jeremy dan menyuruhnya pelan-pelan agar tidak ketahuan. Jeremy melepaskan tangan manager Ma dan melihat Mi-nam dengan tatapan tajam. Mi-nam hanya mengangguk pelan. Jeremy sedih dan kecewa, ia langsung berlari pergi dari sana. Mi-nam dan manager Ma berusa mencegah tapi tak bisa.

Manager Ma menghubungi stylish Wang. Stylish Wang berkata kalau Jeremy tidak datang kesana, ia minta manager Ma segera menemukannya karena giliran Jeremy akan dimulai kurang dari 1 jam. Manager Ma dan Mi-nam memutuskan untuk mencari dulu ke mess. Tapi saat perjalanan Mi-nam melihat bus, ia teringat dengan bus rahasia milik Jeremy. Ia minta turun dan akan mencarinya di bus-bus sementara manager Ma pergi ke mess. Mi-nam tak tahu bus jurusan mana yang biasanya di naiki Jeremy. Begitu ada bus datang Mi-nam langsung naik, tapi sayang tidak ada Jeremy di sana. Mi-nam memutuskan turun di halte berikutnya, tapi saat akan duduk ia melihat Jeremy di bus yang berlawanan arah dengan busnya. Mi-nam minta turun sama sopirnya. Lalu ia berlari mengejar bus Jeremy dan mencoba memanggil Jeremy, tapi sayang ia tidak mendengar.


Bus berhenti, Mi-nam naik, Jeremy masih terlihat sedih dan kecewa.
”Ini busku kamu turunlah!“ kata Jeremy.
Tapi Mi-nam tidak bergeming, ia merasa bersalah terhadap Jeremy.
”Saat kau masih menyamar sebagai laki-laki, aku tak masalah dengan itu. Setelah tahu kau wanita, aku pun tak masalah dengan itu. Tapi jika kau menyukai kak Tae-kyung, aku tidak bisa bilang aku tidak apa-apa. Kenapa? Kenapa bukan aku? Aku memberitahumu tentang bus rahasiaku, membiarkanmu dekat dengan Jolie, dan aku juga berencana menyanyikan sebuah lagu hanya untukmu. Kenapa kau tidak menyukaiku?” kata Jeremy sedih.
Mereka akhirnya duduk dalam diam. Mi-nam duduk di kursi yang bersebrangan dengan Jeremy, ia terus melihat Jeremy dengan sedih. Jeremy mendapat telepon dari stylish Wang yang memberitahu bahwa acara sudah mulai dan sekarang giliran Jeremy. Jeremy berkata kalau ia akan menyanyi lewat telepon saja.
Di studio opretaor memberitahu kalau Jeremy akan menyanyi lewat telepon. Teman Jeremy mengerti, acara dilanjutkan dengan Jeremy sebagai bintang tamu.
“Apa kabar semuanya? Aku adalah Jeremy. Ujian sudah berakhir, demi memberi semangat kepada semua murid yang ujian. Hari ini aku ingin memberikan sebuah lagu yang menyenangkan sebagai hadiah” kata Jeremy berusaha ceria tapi tetap menangis.
Stylish Wang lega karena semua masih terkendali. Penyiar mempersilahkan Jeremy untuk bernyanyi. Jeremy memulainya dengan kata-kata terlebih dahulu.
“Bagiku ini adalah kata-kata yang sangat bagus. Kata-kata yang sangat berharga, yang aku simpan sendiri. Tapi jika aku simpan terlalu lama, ini akan menjadi kata-kata yang tidak bisa aku ungkapkan lagi. Bagaimanapun juga, aku berharap ini bukan kata-kata yang tidak ingin kalian dengar, kata-kata yang tidak berguna, atau kata-kata yang membuatmu sedih” kata Jeremy sambil melirik Mi-nam.
Mi-nam menggelang sama seperti penyiar dan para pendengar yang ingin mendengar kata-kata itu.

Jeremy mulai bernyanyi dengan ceria tapi air matanya tetap tak berhenti (yok ikut nyanyi).

”Sarangheyo ihanmadi chan johun mal (“I love you” these words are really good words)

Uri shikku jago namyon (When our family goes to slep)
Jugo bannun mal (They give and receive these words
Saranghaeyo ihanmadi cham johun mal (“I love you” these words are really good words)
Jeremy do guaehante jugo shipun mal (Words that Jeremy wants to give to her too)
Imari johaso onjongil shini najiyo (I like these words and so I’m happy all day)
Imari johaso onjangil ilmat najiyo (I like these words and so I’m jofull all day)
Imari johaso onjongil gasumi (I lie these words and so all day my heart)
Kongdak kongdak indeyo (keeps on pounding)
Saranghaeyo ihanmadi cham johun mal (“I love you” these words are really good words)
Nanun nanun ihan madiga jongmal johayo (I.. I really like these words)
Sarang saranghaeyo (I love, I love you)”


Jeremy tak sanggup meneruskannya lagi dan langsung mematikan teleponnya. Mi-nam berkata dengan sedih “Tadi adalah kata-kata yang bagus”
”Tapi kata-kata yang tidak bisa kau terima. Benarkan, Go Mi-nam?” kata Jeremy
”Aku minta maaf, Jeremy” kata Mi-nam.
”Sekarang, aku tidak bisa bilang aku baik-baik saja. Tapi ketika bus ini kembali ke tempat semula aku akan baik-baik saja” kata Jeremy.
Mi-nam sedih mendengarnya.
Bus telah kembali ke tempat semula. Jeremy bergegas turun, dan Mi-nam mengikutinya. Tapi sebelum turun Jeremy memperingatkan bahwa setelah turun dari bus itu ia akan kembali ceria. Ia minta Mi-nam melupakan apa yang ia katakan tadi, karena jika Mi-nam masih mengingatnya ia tidak bisa kembali lagi. Mi-nam mengerti. Jeremy turun terlebih dahulu. Mi-nam melihatnya dari atas bus dengan sedih. Jeremy diam sebentar kemudian berbalik dan dengan ceria meminta Mi-nam turun. Mi-nam mengerti dan turun dari bus. Ia juga dengan ceria meminta es krim pada Mi-nam. Mi-nam tersenyum dan menurutinya. Jeremy kembali ceria dan melupakan perasaanya terhadap Mi-nam.

Tae-kyung bersama produsernya menemui seorang matan penyanyi yang kenal dengan Go Jae-hyun. Mantan penanyi itu berkata kalau ia ingat bahwa Go Jae-hyun itu dulunya adalah mantan kekasih Mo Hwa-ran. Tae-kyung tanya Go Jae-hyun itu orang seperti apa. Mantan penyanyi berkata kalau Go jae-hyun adalah orang yang tenang dan baik dengan Mo Hwa-ran. Mantan penyanyi itu juga berkata kalau mereka putus setelah Mo Hwan bertemu pria lain. Tae-kyung tanya lagi apakah mantan penyanyi itu tahu kalau Go Jae-hyun memiliki anak. Mantan penyanyi itu berkata kalau ia tidak terlalu tahu, tapi berkata kalau Go Jae-hyun sudah menikah dengan wanita lain seorang penyanyi baru. Produser menyimpulkan bahwa Go Jae-hyun membuat lirik itu demi kembali kepada Mo Hwa-ran dan meninggalkan wanita itu. Mantan penyanyi berkata kalau Mo Hwa-ran lah yang mengejar Go Jae-hyun. Tae-kyung terlihat seperti memikirkan sesuatu. Mantan penyanyi berkata kalau Mo Hwa-ran dulu suka mendeati banyak laki-laki termasuk dia. Tae-kyung pamit pergi duluan (sepertinya g suka dengar ibunya dijelek-jelekin nih..). Saat pergi Tae-kyung bergumam ”Cinta yang begitu berwibawa, di dengar dari mulut orang lain malah tidak berharga sama sekali”.

Mi-nam menemui Mo Hwa-ran. Mo Hwa-ran memberikan baju wanita untuk Mi-nam. Mo Hwa-ran berkata kalau ia sudah tahu kalau Mi-nam adalah Mi-nyu. Mi-nam kaget mendengarnya. Mo Hwa-ran berkata kalau ia tidak akan mempersulit Mi-nam, karena bagaimanapun Mi-nam adalah anak Go Jae-hyun. Mi-nam memohon agar Mo Hwa-ran berpura-pura tidak tahu sampai kakaknya kembali. Mo Hwan bertanya apakah anak-anak A.N.Jell tahu kalau Mi-nam seorang wanita karena ia melihat presiden Ahn belum tahu. Mi-nam berkata kalau masalah itu tidak ada hubungannya dengan anak-anak A.N.Jell. Mo Hwa-ran menyimpulkan bahwa anak-anak A.N.Jell sudah tahu dan membantu Mi-nam menyembunyikannya. Mo Hwa-ran berkata kalau Mi-nam melakukan hal yang sangat berbahaya.
”Sulit menjelaskan kepadamu, tapi Hwang Tae-kyung dan aku mememiliki hubungan spesial. Berhati-hatilah agar tidak terlibat dengannya dan membuat ini tambah rumit” kata Mo Hwa-ran sedikit kesal (kesal karena anaknya dekat sama anak wanita yang mengambil kekasihnya).
”Aku pasti tidak akan merepotkan Hwang Tae-kyung, aku pasti tidak akan membuatnya terluka” kata Mi-nam berjanji.
”Kamu sangat melindunginya. Jika aku berada diposisinya, tidak ada hubungan denganmu pasti akan merasa lebih baik” kata Mo Hwa-ran.
Mi-nam menjadi tidak enak setelah mendengarnya

Saat kembali ke mess, di dalam kamar Mi-nam merasa Mo Hwan bersikap seperti ibu yang mencemaskan anaknya. Ia juga merasa terjepit diantara Tae-kyung dan ibunya. Mi-nam melihat foto Mo Hwa-ran yang dulu ingin diberikan kepada Tae-kyung saat akan ulang tahun. ”Mengira dia adalah fans, hampir saja ulang tahun memberikan ini kepada kakak. Waktu itu kakak terlalu sedih, aku tidak bisa berpura-pura tahu semuanya. Terus merasa sedang membohongi kakak. Dalam hati sangat tidak nyaman” gumam Mi-nam.
Tae-kyung telah menyelesaian aransemen lagu untuk Mo Hwa-ran. Tae-kyung baru menyadari kalau ia bekerja hingga larut malam. Tae-kyung melihat hpnya dan merasa kesal karena Mi-nam sama sekali tak menghunginya hari itu. Tae-kyung ingat kalau ia minta Mi-nam jangan mengganggunya. ” pasti sudah menungguku seharian” gumam Tae-kyung (oppa kepedean nih…). Ia lalu menelpon Mi-nam tapi Mi-nam menjawabnya malas-malas seperti orang yang sedang tidur.
”Apakamu sedang tidur?” tanya Tae-kyung kesal.
”Masalahku hari ini sudah terlalu banyak, sudah terlalu lelah maka…” kata Mi-nam.
”Sudahlah teruskan tidur saja. Kamu ini kelinci yang cuma bisa tidur” kata Tae-kyung marah dan kemudian menutup teleponnya.
Tae-kyung ngomel-ngomel sendiri. Mi-nam tidak menghunginya balik. Tae-kyung cemas karena Mi-nam meneruskan tidurnya.
Akhirnya Tae-kyung menghubungi Mi-nam dan mengajaknya ke biokop. Mi-nam mengeluh karana ia benar-benar mengantuk tapi malah diajak nonton film. Tae-kyung berata kalau ia tidak mengajak Mi-nam menonton film bersamanya, ia hanya membutuhkan seseorang yang menuntun jalannya saat didalam ruang bioskop. ”Bukan membutuhkanmu tapi membutuhkan matamu” kata Tae-kyung menegaskan.


Tae-kyung dan Mi-nam memasuki ruang bioskop. Tae-kyung meminta Mi-nam menunjukan jalan untuknya. Mi-nam menurutinya, lalu menggenggam tangan Tae-kyung (ini pasti akal-akal Tae-kyung biar jalannya terus gandengan). Pertama Mi-nam menunjukan kursi dibagian depan. Mi-nam mau pergi, Tae-yung mencegahnya. Tae-kyung berkata kalau gambarnya terlalu dekat jadi ia minta dituntun lagi ke bagian belakang. Mi-nam menurutinya dan menuntun Tae-kyung kebagian belakang (masih gandengan). Tapi begitu sampai, Tae-kyung berkata kalau kursi itu terlalu dibelakang.
”Sebelah sini” kata Tae-kyung sambil menarik Mi-nam menuju kursi yang ia maksud.
”Kakak, apa sekarang kau sudah bisa melihat?” tanya Mi-nam heran.
Tae-kyung sadar dan pura-pura tidak ada apa-apa, kemudian ia berkata ”Mata Go Mi-nam, Mata Go Mi-nam, mata tidak bisa berbicara. Kamu jangan lupa!”.
Setelah dapat tempat duduk, Tae-kyung dan Mi-nam merasa tidak enak karena pasangan di depan mereka sedang bermesraan. Mi-nam mengantuk dan akhirnya tertidur. Tae-kyung mulai merasa lelah, ia menoleh dan melihat Mi-nam tertidur, ia akhrinya juga ikut tidur disamping Mi-nam.

Setelah selesai mereka pergi kebalkon.
”Hah.. sudah tidur dua jam, sekarang sudah sangat sadar. Apakah filmnya tadi menarik?” tanya Mi-nam pada Tae-kyung.
”Benar” kata Tae-kyung berbohong.
Mi-nam menoleh kelangit dan berkata kalau ternyata dari sana bisa melihat bintang. Tae-kyung berkata kalau ia bisa melihat pemandangan malam hari. Mi-nam tidak percaya, ia berkata kalau Tae-kyung tidak pernah melihat bintang jadi tidak tahu pemandangan malam dan bintang tidak sama. Tae-kyung kesal karena Mi-nam syok hebat karena bisa melihat. Mi-nam membalas Tae-kyung yang perpura-pura bisa melihat bintang juga hebat. Tae-kyung melirik tajam, Mi-nam pura-pura tak melihatnya.
”Tapi aku bisa membuat kakak juga bisa melihat bintang” kata Mi-nam tiba-tiba.
Mi-nam menghembuskan nafas di kaca dan kemudian menggambar bintang di kaca tersebut.
”Bintang” kata Mi-nam.
Ia lalu menunjukan kaosnya yang bergambar bintang, kemudain ia menemukan lampu berbentuk bintang di balkon itu.
”Disini juga ada bintang. Aku sudah menemukan 3 bintang” kata Mi-nam senang.
”Karena keberuntungan darimu aku sudah bisa melihat bintang, bagus sekali” kata Tae-kyung (mau berterima kasih tapi gengsi).
”Lihat seperti ini, walaupun bukan malam hari yang sangat gelap, disekitar kita juga ada sangat banyak bintang” kata Mi-nam sambil memandangi Tae-kyung.
”Tunggu sampai aku tidak menyamar sebagai Go Mi-nam. Saat berada di tempat yang jauh, aku akan mencari bintang sambil memikirkan kakak” kata Mi-nam lagi.
Tae-kyung kaget dan berkata ”Pergi ketempat yang jauh!?”.
”Jika kak Mi-nam sudah pulang maka semua masalah bisa kembali ke tempat semula. Aku merasa aku lebih baik pergi ketempat yang jauh” kata Mi-nam.
Tae-kyung berpikir sebentar dan berkata ”Kalau begitu berusahalah mengumpulkan bintang. Aku mau melihat kamu bisa mengumpulkan berapa banyak. Aku pasti akan pergi ketempatmu untuk memeriksa. Menantikan kamu bisa menemukan bintang lebih banyak” (duh oppa bilang aja g rela kalau Mi-nam pergi, tapi tadi oppa juga bilanng kalau Mi-nam pergi oppa akan menyusulnya.. mengecek banyaknya bintang hanya alasan saja.. hehe)
Mi-nam mengangguk senang (tapi sekaligus menahan sedih). Tae-kyung melihat kearah lain dan Mi-nam masih terus melihatnya.
”Tapi hanya satu bintang yang paling ganteng dan paling aku suka. Karena tidak bisa membawanya pergi, aku bisa sangat merindukannya” kata Mi-nam dalam hati.

”Go Mi-nam” panggil Tae-kyung tiba-tiba.
”Aku sekarang bisa membuatmu melihat bintang. Bagaimana, apa kau mau?” kata Tae-kyung lagi sambil menyuruh Mi-nam mendeakat. Mi-nam mendekat, senyum jail Tae-kyung keluar. Tae-kyung mengepalkan tangannya dan berkata.
”Jika dipukul sekali seharusnya bisa melihat sekitar 5 bintang. Cobalah!” kata Tae-kyung.
Mi-nam ketakutan. Tae-kyung mengambil ancang-ancang mau memukul Mi-nam.
”Apa kamu benar-benar mau memukulku?” tanya MI-nam.
Tangan Tae-kyung yang satu menahan agar Mi-nam tidak pergi dan yang satu bersiap-siap memukul. Mi-nam ketakutan sehingga menutup matanya



DAN AKHIRNYA….DRENG.. DRENG… TAE-KYUNG TIBA-TIBA MENCIUM MI-NAM… (wah kalau ini yang muncul bunga-bunga bukan bintang-bintang.. hehe). Mi-nam kaget sambil matanya melotot. Tae-kyung melepasan ciumannya dan melihat wajah Mi-nam yang kaget. ”Tidak boleh melakukan hidung babi” kata Tae-kyung kemudian menciumnya lagi (hehe.. ini pasti kena sensor kalau di tv).

Mo Hwa-ran membaca berita-berita mengenai Mi-nam dan Tae-kyung. Ia berkata sepertinya ia tidak bisa tidak peduli akan hubungan mereka. Ia lalu berniat memberi tahu Tae-kyung kalau Mi-nam adalah anak dari pria yang ia cintai.
Ketua fans berniat membelikan sepatu untuk anggota A.N.Jell. ”Kemarin di bandara mendapat tanda tanngan kak Tae-kyung. Malamnya mendengar lagu yang dinyanyikan kak jeremy. Masih lagi dapat uang dari ibu. Kemarin benar-benar sangat menyenangkan” kata ketua fans (duh siapa ya namanya.. ada yg tahu???). Temannya bergosip kalau tadi malam suara Jeremy bergetar saat menyanyi. Temannya tanya apa mungkin Jeremy memiliki orang yang disukai. Ketua fans marah sambil mengembalikan sepatu yang ia mau beli, ia tidak rela Jeremy memiliki kekasih. Setelah Tae-kyung dan Shin-woo memiliki kekasih, ia tidak rela Jeremy juga direbut dari mereka lagi.
Mi-nam membantu Jeremy memandikan Jolie dengan menggunakan jas hujan. Setelah selesai Mi-nam mau mengambilkan sisir di dalam rumah. Tapi tiba-tiba ia melihat seseorang datang. Mi-nam berbalik dan ternyata Shin-woo telah kembali dari Busan. Shin-woo heran melihat Mi-nam memakai jasa hujan. Mi-nam yang merasa tidak enak karena kemarin meninggalkan Shin-woo berkata kalau ia sedang membantu Jeremy memandikan Jolie. Shin-woo melihat Jeremy kemudian berkata ”Sepertinya sudah selesai. Masalah Jeremy kau lepaskan dulu dan bantu aku” kata Shin-woo. Shin-woo berjalan masuk, tapi Mi-nam hanya diam saja.
”Mi-nam, apa membantuku sekarang pun kau tolak? Sudah menola hatiku masih apa belum cukup” kata Shin-woo pura-pura marah.
Mi-nam hanya diam saja karena merasa tidak enak.
”Merasa bersalah kepadaku kah? Kalau begitu jangan menolak. Kemarilah bantu aku” kata Shin-woo lagi.

Shin-woo masuk duluan dan tak lama kemudian Mi-nam ikut masuk. Mi-nam bertanya Shin-woo mau dibantu apa, tapi Shin-woo malah menyuruh Mi-nam melihat sebuah hadiah terlebih dahulu. Shin-woo berkata kalau hadiah itu adalah hadiah dari ibunya untuk Mi-nam. Shin-woo berkata kalau ia tidak bisa menjelaskan yaang sesungguhnya pada ibunya, maka ia menyuruh Mi-nam menerima hadiah itu. Mi-nam merasa bersalah kepada ibu Shin-woo. Shin-woo berkata kalau semua itu adalah kesalahannya. Ia berkata kalau ia sejak awal sudah tahu Mi-nam adalah seorang wanita, tapi demi menjadi kakak yang baik ia tidak memberitahu Mi-nam. Shin-woo juga berkata kalau mulai saat itu ia ingin dilihat sebagai lelaki yang sesungguhnya (bukan kakak). Mi-nam merasa tidak enak. ”Kau merasa tidak enak? Bagus, karena jika kau merasa tidak enak bersamaku.
”Sekarang melihatku sudah ada sedikit perasaan panikkah? Ini bagus, dulu kau dan aku saling memanggil saudara, sehingga tidak ada perasaan panik. Makanya tidak ada perkembangan. Go Mi-nam, kau harus terus bersikap seperti itu. Lihat aku bisa seberapa baik padamu dan bisa melakukan hal bodoh samapai langkah” kata Shin-woo tidak menyerah.
Mi-nam tidak enak, ia meminta Shin-woo tidak melakukan hal bodoh (ditolak alagi maksudnya).
”Apa kau sekarang sudah mulai mencemaskanku? Bagus, gunakan cara seperti ini. Pelan-pelan menghadap padaku” kata Shin-woo lagi. (duh oppa pantang menyerah ya..).
Mi-nam merasa tidak enak dan pergi dari sana tanpa membawa hadiah dari ibu Shin-woo. (artinya Mi-nam benar-benar menolak Shin-woo dan juga menolak hadiahnya).
Saat Mi-nam sudah pergi, Shin-woo bergumam ”Dulu demi membuatmu nyaman, aku mundur selangkah. Sekarang aku maju selangkah demi membuat diriku nyaman”.
Presiden Ahn sangat senang sekali karena penjualan album Mi-nam sukses besar. Ia lalu ingin membuat showcase untuk Mi-nam. Semua orang senang dan bersemangat dengan ide itu.
Manager Ma datang ke studio latihan A.N.Jell. Ia memberitahu kalau jadwal kepulangan Mi-nam asli sudah dapat dipastikan yakni sehari sebelum acara showcase. Manager Ma sangat senang sekali dengan kabar ini, tapi anak-anak A.N.Jell terlihat tidak senang mendengarnya. Jeremy tanya seperti apa Mi-nam yang asli. Manager Ma yang sedang gembira mengatakan kalau Mi-nam asli itu memiliki sifat kepemimpinan seperti Tae-kyung, sifat ramah dan baik hati seperti Shin-woo, serta sifat ceria seperti Jeremy. ”Dia ada semuanya. Jika dia sudah pulang kalian pasti sangat panik” kata manager Ma. Anak-anak A.N.Jell benar-benar tidak ssenang mendengar berita itu.

Di sebuah rumah sakit di Amereka terlihat sosok Mi-nam yang sedang bersantai didatangi oleh dokter yang mengatakan kalau ia sudah bisa pulang ke korea. Mi-nam tersenyum mendengarnya.
Manager Ma pergi karoke bersama Stylish Wang. Manager Ma yang sangat senang dan lega karena Mi-nam asli akan segera kembali, dan Mi-nam palsu Mi-nam palsu sekarang berpacaran dengan Tae-kyung. Stylish Wang kaget mendengar kalau Mi-nyu palsu berpacaran dengan Tae-kyung. Manager Ma dengan dengan perasaan senang menjelaskannya.

Stylish Wang bertemu dengan He-yi. Ia memberitahu kalau ia sudah tahu bahwa He-yi hanya pacar bohongan Tae-kyung dan pacar asli Tae-kyung adalah Mi-nam. He-yi marah karena tidak terima dibilang seperti itu dan juga sedih karena Tae-kyung lebih memilih Mi-nam daripada dia. Stylish Wang ketakutan, He-yi membuang semua peralatan makeupnya dan menangis histeris.

Mi-nam bertemu Tae-kyung untuk menunjukan bintang yang ia temukan hari itu. Tae-kyung menganggap Mi-nam tidak begitu merinduan bintang karena ia hanya menemukan 3 bintang hari itu.
”Sekarang bintang yang paling aku suka bukankah setiap hari ada disampingku” kata Mi-nam malu-malu. Tapi kemudian Mi-nam sadar dan pura-pura kalau akhir-akhir ini ia bisa melihat bintang itu dilangit. Tae-kyung curiga ia minta Mi-nam menunjukan bintang itu ada dimana.
”Bukankah kakak tidak bisa melihat bintang jadi tida perlu tahu bintang itu ada dimana” kata Mi-nam gugup.
”Karena kamu terus memujinya, maka aku sudah membeli teropong bintang. Jika menggunkan itu aku juga bisa melihatnya” kata Tae-kyung.
”Benarkah sudah membelinya?” tanya Mi-nam kaget.
”Benar, Bintang yang kamu sukai seperti apa, malam ini aku akan menemanimu melihatnya” kata Tae-kyung.
MI-nam setuju dan pamit pergi.

Tae-kyung memandang kelangit dan merasa nanti malam tidak bisa melihat bintang karena cuaca yang buruk siang itu.
”Sudahlah bukankah bintang paling baik adalah aku. Go Mi-nam seharusnya tida mungkin tidak melihat bintang ini” gumam Tae-kyung sendiri.
Tae-kyung kemudian mengeluarkan kalung dengan liontin bintang yang ia siapan untuk Mi-nam.
”Kalung ini menandakan aku” kata Tae-kyung sambil tersenyum.
Mi-nam bingung harus menjelaskan bagaimana tentang bintang itu kepada Tae-kyung karena sebenarnya bintang itu adalah Tae-kyung. Tiba-tiba presiden Ahn datang mengejutan Mi-nam. President Ahn mengajak Mi-nam menemui produser untuk membahas masalah showcase. Presiden Ahn dan Mi-nam akhirnya pergi ke studio. Presiden Ahn langsung berbincang dengan produser yang sedang mendengarkan aransemen Tae-kyung untuk lagu Mo Hwa-ran. Mi-nam mengenali lagu itu adalah lagu ayahnya. ”Malam ini aku akan memberitahu semua masalah ayah kepadanya“ gumam Mi-nam sendiri. Tiba-tiba ia melihat asbak berbentuk bintang. Mi-nam senang sekali bisa menemukan bintang disana, ia lalu mengambil asbak itu. Prodeuser berkata pada presiden Ahn kalau ia dengar pencipta lagu itu dan Mo Hwa-ran memiliki hubungan khusus. Perhatian Mi-nam langsung teralihkan kepada pembicaraan kedua orang itu. Presiden Ahn membenarkan perkataan produser tadi dan berkata kalau sepertinya hubungan mereka adalah hubungan cinta. Mi-nam terkejut mendengarkannya dan melepas asbak yang ia pegang hingga hancur berkeping-keping karena jatuh (seperti hati Mi-nam yang hancur mendengar berita itu).

Dengan wajah pucat Mi-nam menemui bibinya untuk minta penjelasan. Bibi Mi-nam berkata kalau sebenarnya ia tidak terlalu jelas. Tapi ia membenarkan berita itu dan berkata kalau ia menyembunyikan berita itu karena ia takut Mi-nam menyalahkan ayahnya karena meninggalkan ibunya demi Mo Hwa-ran. Mi-nam benar-benar tidak bisa menerima berita itu karena kemarin Mo Hwa-ran hanya berkata alau ia hanya berteman dengan atahnya. Ia lalu pergi mencari Mo Hwa-ran untuk bertanya lebih jauh.

Tae-kyung dengan senyum lebar terus memandangi kalung yang ia siapkan untuk Mi-nam. Malam tiba Tae-kyung menunggu Mi-nam di balkon mess. ”Cepatlah datang Go Mi-nam” kata Tae-kyung sambil tersenyum.

Asisten Mo Hwa-ran berkata kalau Mi-nam ingin menemui Mo Hwa-ran. Mo Hwa-ran yang sudah sengah mabuk merasa Mi-nam sudah tahu hubungannya dengan ayahnya maka malam-malam mendesak mencarinya. Mo Hwa-ran lalu merasa bahwa inilah saatnya memberitahu Tae-kyung.
Tae-kyung mulai kesal karena menunggu Mi-nam terlalu lam. Tiba-tiba teleponnya berbunyi.
”Aku mau bertemu anak itu sekarang. Kamu kemarilah!” kata Mo Hwa-ran.
”Jangan mencampurkan aku dengan urusanmu” kata Tae-kyung.
”Kamu mengenalnya” kata Mo Hwa-ran. Tae-kyung terdiam keget.
”Oeang yang kamu kenal, aku takut kamu merasa tidak terlalu leluasa setelah mengetahuinya maka harus memberitahumu terlebih dahulu” kata Mo Hwa-ran.
”Orang yang aku kenal! Siapa?” kata Tae-kyung.
”Wanita yang bernama Go Mi-nyu, kemarilah melihatnya” kata Mo Hwa-ran.
Tae-kyung bagai tersambar petir, terdiam kaku.

Mi-nam menemui Mo Hwa-ran. Tae-kyung mencari identitas Mi-nam dikamarnya. Tae-kyung menemukan foto keluaga mI-nam dan juga foto ibunya. Tae-kyung kaget melihatnya, ia lalu membaca tulisan dibalik foto itu.
”Kakak selamat ulang tahun. Kamu adalah fans Mo Hwa-ran, ini adalah hadiah ulang tahunmu” tulis Mi-nam. Tae-kyung memikirkan sesuatu.

Di hotel.
”Bukankah kau bilang hunganmu dangan ayahku adalah teman. Benarkah itu? Katakan yang jelas kepadaku!” kata Mi-nam.
”Awalnya ingin menyembunyikannya. Tapi bukankah kau sudah tahu makanya datang kemari” kata Mo Hwa-ran.
”Aku mohon beritahu aku ini bukan kenyataan” kata Mi-nam sedih.
”Tidak hanya teman tapi ada hubungan pasangan kekasih yang teramat sulit untuk dilupakan” kata Mo hwa-ran.
Tae-kyung sampai di hotel dengan perasaan marah yang meluap-luap (hehe lebay ya aku..).
”Karena kalian saling mencintai makanya ayah meninggalkan ibu kami. Kamu juga meninggalkan Huang Tae-kyung. Benarkah?” tanya Mi-nam.
”Apa! Kamu dari awal sudah tahu masalah Tae-kyung adalah anakku” kata Mo Hwa-ran kaget.
”Mengetahui kamu melukai orang yang paling harus dihargai di dunia ini (Tae-kyung). Cinta yang dikatakan orang seperti ini. Aku tidak bisa mempercayainya” kata Mi-nam.
Mo Hwa-ra terus melihat Mi-nam.
”Itu bukan cinta!” kata Mi-nam kesal.
Mo Hwa-ran tertawa kemudain berkata ”Kata-kata yang sama yang dulu ibumu ucapakan. Ia tidak percaya ayahmu bisa kembali kesampingku lagi”.
Mo Hwa-ran berdiri untuk mengambil minumannya yang habis.
”Karena kamu meninggalkan semabarangan… orang yang sembarangan memperlakukan orang lain, makanya aku tidak dapat mempercayaimu. Algipula aku juga tidak percaya ayahku memncintai orang sepertimu” kata Mi-nam kesal.
Mo Hwa-ran menatap Mi-nam tajam kemudian mengambil cd yang dibuat Tae-kyung.
”Apakah tetap tidak percaya walaupun di sini ada buktinya” kata Mo Hwa-ran sambil menunjukan cd itu.
”Lagu yang diciptakan Tae-kyung untukku adalah lagu yang diciptakan ayahmu untuk memanggilku kembali. Lagu yang diciptakan ayahmu, aku yang menyanyikan. Maka ibumu pergi setelah mengakuinya” kata Mo Hwa-ran tak kalah kesal.
”Kau berbohong..” kata Mi-nam sedih.
”Semua sudah jelas” teriak Mo Hwa-ran kesal.

”Kenapa, apa kamu tidak ingin mengakuinya. Anakku Tae-kyung walaupun tidak paham tapi sudah mengakuinya. Makanya ia mengaransemen ulang lagu ini untukku. Aku pernah bilang padanya bahwa aku pernah melihat kalian waktu kecil. Jika ayahmu tidak begitu cepat meninggal. Aku ada kemungkinan menjadi ibumu. Tae-kyung juga tahu hal ini. Aku juga pernah berpikir mengganti menjaga dia dengan menjaga kalian. Apa kau tidak pernah mendengarnya dari bibimu?” tanya Mo Hwa-ran.
”Mengganti?” kata Mi-nam kaget.
”Benar. Tae-kyung juga tahu hal ini. Aku akan memperlakukan kalian dengan baik. Aku sudah memberitahu dia semuanya. Tapi kamu tidak mengatakan kapadanya Tae-yung kalau kamu adalah anak Go Jaeh-yun?! Apa kau memberitahu dia kalau kau mengetahui dia adalah anakku?!” kata Mo Hwa-ran tersenyum senang.
Mi-nam hanya diam.
”Sampai ini juga tidak dikatakan, jadi apsti kamu juga tidak bilang kalau au tahu kamu adalah seorang wanita” kata Mo Hwa-ran lagi.
”Bukan ingin menyembunyikannya. Tapi aku baru akan mengatakannya” kata Mi-nam.
Mo Hwa-ran tertawa dan berkata ”Coba saja katakan padanya. Lihat dia percaya atau tidak”.
Tiba-tiba terdengar pintu terbuka, ternyata Tae-kyung sudah datang. Mi-nam kaget melihat Tae-kyung. Tae-kyung menatap Mi-nam tajam kemudian menatap ibunya. Mo Hwa-ran mendekati Mi-nam dan memperlihatkannya pada Tae-kyung sambil berkata “Anak ini adalah anak dari pria yang aku cintai”.
Tae-kyung menatap Mi-nam tajam.
“Dia bilang bukan ingin menyembunyikan darimu tapi baru mau mengatakannya kepadamu” kata Mo Hwa-ran lagi.
Tae-kyung tidak percaya apa yang ia dengar dan langsung pergi dari sana.
Mi-nam cemas dengan perasaan Tae-kyung tapi ia tidak bisa berlari mengejarnya.
“Lihatkan dia lebih percaya kapadaku. Apa kau sekarang tidak bisa mengakui keberadaanku? Sama seperti ibumu. Kamu juga mengakulah dan menyerahlah” kata Mo-Hwa-ran.
Mi-nam berpikir sebentar kemudian lari keluar mengejar Tae-kyung.

Wartawan Jing mulai merangkai kemungkinan-kemungkinan dari foto yang ia dapat. Setelah berpikir cukup lama, ia jadi yakin kalau Mi-nam dan Mi-nyu adalah orang yang sama karena jika Mi-nam ada maka Mi-nyu tidak ada, begitu sebaliknya jika Mi-nyu ada maka Mi-nam tidak ada. Wartawan Jing mencoba mengkomfirmasi itu sama He-yi. Tapi He-yi tidak mau berhubungan dengan A.n.Jell lagi. Wartawan Jing memaksa jika He-yi berkata jujur kepadanya ia tidak akan melibatkan He-yi dengan masalah ini. He-yi tanya masalah apa. Wartaman Jing beranya apa Mi-nam dan Mi-nyu adalah orang yang sama. He-yi hanya kaget mendengarnya.

Di studio president Ahn berbicara dengan Shin-woo. Ia minta Shin-woo mengatur agar wartawan Jing bisa bertemu Mi-nam dan Mi-nyu sekaligus. Shin-woo mengeti dan pergi dari sana.
Saat akan pergi ia melihat Tae-kyung baru saja datang ke studio. Dan ta lama kemudian ia melihat Mi-nam berlari mengejar Tae-kyung sambil sedih. Mi-nam berhasil mengejar Tae-kyung. Ia minta Tae-kyung mendengar penjelasannya terlebih dahulu. Tae-yung meminta Mi-nam menjawab pertanyaannya terlebih dahulu baru ia mau mendengar penjelasan Mi-nam.

“Dari kapan kau mengetahui hubunganku dengan ibuku?” tanya Tae-kyung.
”Sejak ulang tahunmu” kata Mi-nam sedikit takut.
”Mulai saat itu? Hah.. tidak aneh setiap kali merasa pusing karena masalh ibuku, kau selalu ikut campur, ternyata semua ada alasannya” kata Tae-kyung kesal.
”Dari kapan kau tahu lagu yang aku aransemen ulang adalah lagu ciptaan ayahmu?” tanya Tae-kyung .
”Beberapa waktu yang lalu baru tahu” kata Mi-nam masih ketakutan.
”Apa mulai saat itu kau bertemu dengan ibuku?” tanya Tae-kyung lagi.
”Benar” kata Mi-nam sambil menunduk.
”Ibuku bilang karena terlalu mencintai ayahmu, maka meninggalkanku dan menjadi ibumu. Apa kau juga sudah mendengarnya?” tanya Tae-kyung.
”Hari ini aku baru mendengarnya, aku…” kata Mi-nam tapi dipotong Tae-kyung yang sudah marah.
”Dia bilang waktu kecil hubungan kalian baik bahkan oa membuat kue untuk kalian. Apa kau ingat?” teriak Tae-yung marah.
Mi-nam kaget dan ketakutan. Ia hanya bisa diam.
”Seterusnya kalian bersamalah dengan baik-baik. Tapi jangan menggabunganku” kata Tae-kyung kesal. Ia kemudian pergi dari sana, Mi-nam berusaha mencegah.
”Dengarkan kata-kataku dulu” kata Mi-nam sambil memegang tangan Tae-kyung.
Tae-kyung menghempaskan tangan Mi-nam dengan kasar dan berkata ”Jangan muncul dihadapan mataku dan sekitarku. Aku tidak ingin melihatmu”.
Tae-kyung naik kelantai atas. Mi-nam terjatuh kelantai sambil menangis histeris sambil melihat Tae-kyung pergi.

Tae-kyung sendiri setelah samapi diatas bersembunyi dibalik kolom dan juga menangis karena hal itu.

Di sisi lain Shi-woo melihat hal itu semua sejak tadi.

[Sinopsis] He’s Beautiful(You’re Beautiful) Episode 13

Tae Kyung ada didepan Mi Nam.

“Hwang Tae Kyung” kata Mi Nam terkejut
“Go Mi Nam, mulai sekarang aku mengizinkanmu, ijin untuk menyukaiku” kata Tae Kyung
“Benarkah? apa aku benar-benar bisa menyukaimu?” tanya Mi Nam
“Bukankah itu konyol dan kau merasa tidak enak?” tanya Mi Nam lagi dengan mata berkaca-kaca
“Baiklah, aku terkejut dan merasa sedikit aneh, tapi lumayan.” jawab Tae Kyung
“kau yakin kau tidak akan terganggu olehku yang menyukaimu?” tanya Mi Nam lagi
“Go Mi Nam, Aku orang yang mendapatkan cinta dari banyak orang. itulah pekerjaanku. Untuk menerimamu sebagai fan di klub Fansku. itu tidak akan membebaniku, itulah aku jadi kau bisa menyukaiku, dan tidak ada masalah” kata Tae Kyung bangga
“terima kasih, terima kasih yang membiarkanku menyukaimu walau sebagai fans, terima kasih” Kata Mi Nam ( aku jadi terharu)
“fan? tidak masalah.” kata Tae Kyung
“Go Mi Nam kemari” kata Tae Kyung, Mi Nam berjalan mendekati Tae Kyung.

Tae Kyung menyodorkan tangannya untuk berjabat tangan untuk menyambut Mi Nam di Fansclubnya. Mi nam membalas uluran tangan Tae Kyung. Kemudian Tae Kyung menarik Mi Nam kedalam pelukannya.

“karena kau adalah penggemar istimewa, sebaiknya kau tahu itu (pelukan) sebuah kehormatan!” kata Tae Kyung bangga + seneng

Mi Nam menangis terharu, Tae Kyung tersenyum bangga dan gembira.

Reporter Kim masih mencari jejak Mi Nam dirumah kaca itu. Reporter Kim menjelajahi seluruh tempat untuk mencari jejak Mi Nam, Reporter Kim berpikir apa yang dilakukan Mi Nam dan Shin Woo ditempat itu. Reporter Kim menemukan sebuah foto. Dan itu adalah foto Mi Nam saar berpakaian perempuan. Reporter Kim senang karena telah menemukan foto itu. Reporter Kim merasa familiar dengan sosok didalam foto dan dia menyadari bahwa itu Mi Nam. Reporter Kim menyimapan foto itu.

Mi Nam berpamitan pada suster kepala. Mi Nam berterima kasih karena suster sudah menghiburnya. Suster kepala bertanya pada Mi Nam apa itu (Tae Kyung) bintangnya?. Mi nam menjawab sambil menoleh ke arah Tae Kyung “ya, dia seperti bintang yang jauh bagiku”. Tae Kyung memberi hormat pada suster kepala.

Suster kepala mengamati Mi Nam dan Tae Kyung dari jauh dan berkata “bintang yang jauh itu datang kesini untuk mencari Gemma (Gemma itu nama Mi Nam sewaktu di gereja) Mereka berdua bersina begitu cemerlang dan indah, bantu mereka untuk bersinar lebih terang dalam kegelapan,bahkan ketika kegelapan mendatangi mereka.Aku berdoa agar mereka tidak pernah kehilangan sinar mereka”.

Mereka berdua akhirnya pulang.

Reprter Kim membawa bukti foto-foto Mi Nam ke kantor agency A.N.JELL. Dari foto yang waktu diajak lari Tae Kyung, foto diacara peluncuran single Mi Nam saat ditolong Shin Woo dan foto di rumah kaca. Disana ada Presiden Ahn, Manager ma, Shin Woo, Jeremy dan Stylish Wang. Semua orang terdiam saat melihat foto-foto itu. Reporter Kim bertanya kalau semua yang difoto itu adalah wanita yang sama. Reporter Kim bertanya pada Shin Woo siapa wanita itu dan minta penjelasan darinya. Shin Woo terdiam.

Diperjalanan pulang. Mi Nam memakan jeruk yang diberikan suster kepala tapi rasanya asam. Mi Nam meminta Tae Kyung untuk tidak memakannya. Tae Kyung menjawab “aku suka yang asam, kau tahukan aku suka limau?”. Tae Kyung minta satu pada Mi Nam. Mi Nam membrikan jeruk pada Tae Kyung tanpa mengupasnya dulu.

“Go Mi Nam, Aku sedang menyetir sekarang dan tidak bisa mengupasnya” kata Tae Kyung (bilang ajah minta disuapin, hehehe)
“ah,maaf” kata Mi Nam, dia mengupas jeruknya untuk Tae Kyung. Mi Nam memberikan jeruknya yang masih satu buah penuh.
Tae Kyung mangap minta disuapin. Mi Nam menyuapi Tae Kyung. Tae Kyung keasaman dan ekspresinya lucu banget.
Mi Nam berkata kalau Tae Kyung benar-benar suka buah yang asam dan dia akan mencarikan buah yang belum masak dan asam untuk Tae Kyung (hehehehe). Tae Kyung sepertinya tidak mau Mi Nam melakukan itu.
“Go Mi Nam, mulai sekarang jangan berpakaian sepeti itu dengan Shin Woo” Pinta Tae Kyung mulai protektif sama Mi Nam.
“kau bilang itu tidak cocok untukku dan kelihatan lucu kan?” tanya Mi Nam
“aku seharusnya ambil beberapa pakaian pria dan ganti baju sebelum kita pulang.”kata Mi Nam lagi
“tidak masalah didepanku, tapi jangan seperti itu didepan Shin Woo. Karena Kordi Wang dan manager Ma bahkan aku juga berpikir kau menyukai Shin Woo” kata Tae Kyung cemburu
“itu yang dipikirkan semua orang? aku menempatkan Shin Woo kedalam situasi yang aneh, dan dia begitu baik” kata Mi Nammerasa menyesal terhadap Shin Woo
“aku seharusnya lakukan yang lebih baik mulai sekarang untuk kepentingan Shin Woo” Kata Mi Nam mantap
“Berbaik paa Shin Woo? Bagaimana kau bisa berkesimpulan begitu?” kata Tae Kyung kesal
Mi Nam mendapat telepon dari Shin Woo.

Mi Nam dan Tae Kyung bertemu dengan Shin Woo. Mereka bertiga berhadapan (Cinta segitiga, eh segi lima kurang Jeremy sama He Yi,hehehe).

Mi Nam bertanya pada Shin Woo apa reporter menemukan fotonya. Shin Woo menjawab iya sekarang Mi Nam sudah ketahuan. Mi Nam menoleh kearah Tae Kyung.

Dikantor A.N.JELL reporter Kim akhirnya tahu kalau wanita yang difoto itu adik kembarnya Go Mi Nam. Manager ma berkata “kembar,putra dan putrilahir pada hari yang sama.puas?”

Reporter Kim berspekulasi kalau Mi Nam muncul dikonser kakaknya. Reporter Kim bertanya ” jadi Kang Shin WOo sedang pacaran dengan adiknya Go Mi Nam?” (ini reporter bikin kesel ajah). Manager Ma membenarkannya. Presiden Ahn bilang pada reporter Kim kalau Shin Woo akan membawa pacarnya kekantor.

Kembali pada Tae Kyung, Mi Nam dan Shin Woo. Shin Woo berkata “sudah tidak ada waktu lagi, kita harus pergi”. Mi Nam menoleh kearah Tae Kyung lagi dam merasa takut apakah dia bisa melakukannya dengan baik dan tidak ketahuan.

Tae Kyung berkta kalau Mi Nam hanya harus mangalihkan perhatian Reporter dan meminta Shin Woo yang menjawab semua pertanyaan.

Tae Kyung memegang bahu Mi Nam dan berkata “kau bisa lakukan dengan baik”

“kau pikir dia bisa menganggap aku sebagai gadis sungguhan dan bukan sebagai Go Mi Nam?” tanya Mi Nam (Mi Nam kan gadis sungguhan bukan palsu, hehhe)
Tae Kyung memberkan jepitanya pada Mi Nam dan berkata “Dimataku, kau benar-benar seorang gadis” Mi Nam mengangguk yakin.

Shin Woo menghampiri Mereka dan mengambil tangan Mi Nam dan berkata pada Tae Kyung “mulai sekarang, dia pacarku,aku akan menjaganya”.Sorot mata Shin Woo tajam pada Tae Kyung.

Shin Woo membawa Mi Nam pergi meninggalkan Tae Kyung. Tae Kyung berkata pada dirinya sendiri ” itu tidak bisa dihindari, tapi aku harus mendengar itu lagi, wanitaku??”

Shin Woo dan Mi Nam tiba dikantor A.N.JELL. Reporter Kim langsung memotret mereka berdua. Reporter Kim merasa senang karena mendapat berita bagus. Mi Nam merasa tidak nyaman dengan keadaan seperti ini. Shin Woo menggenggam erat tangan Mi Nam.

Shin Woo berkata kalau Mi Nam adalah orang biasa, jadi Mi Nam cukup gugup. Shin Woo juga minta tolong untuk tidak terlalu mengekspos Mi Nam, Mi Nam akan terungkap karena Shin Woo. Reporter Kim berkata dia akan menulis dengan benar. Reporter Kim berkata pada Shin Woo “kau berjanji padaku sebuah wawancara eksklusif”
Reporter Kim juga berkata pada presiden Ahn kalau berita ini akan dimuat di koran akhir pekan sebagai berita eksklusif.

Presiden Ahn mengahampiri Tae Kyung dan berkata kalau Tae Kyung tahu segalanya. Tae Kyung mengangguk.

“Shin Woo pasti benar-benar mencintai adiknya Mi Nam” kata Presiden Ahn
“Begitu ya?” tanya Tae Kyung (cemburu tuh)
“Dia memberikan sepatunya sebagai hadiah ketika dia menyatakan cintanya,kurasa dia ingin membuatnya menjadi cinderella” kata Presiden Ahn
“sepatu harus cocok untuk cinderella” kata Tae Kyung
“jangan hanya fokus dalam kencan, beri perhatian kepada fansclubmu” pinta Presiden Ahn
Presiden Ahn menasihati Tae Kyung dengan berkata “Para fans adalah orang-orang yang bisa menangisi dan berteriak-teriak bahwa mereka menyukaimu tapi pada akhirnya mereka menikah dengan pria lain. itu adalah batasan cinta yang diperoleh seorang bintang”
Presdien Ahn menepuk bahu Tae Kyung dan meninggalkannya. Tae Kyung berkata pada dirinya sendiri “ya, cinta seorang penggemar bisa berubah dengan mudah. dan bisa pergi ke pria lain kapan saja, Tapi kau tak boleh bertengkar dengan fans. Apa yang harus aku lakukan?”

Shin Woo menunggu Mi Nam yang sedang ganti baju dimobilnya. Mi Nam menghampiri Shin Woo.

Shin Woo: “aku ingin bersama pacarku lebih lama, kakak ipar (Mi Nam) muncul dengan cepat”
Mi Nam : Shin Woo Hyung, aku benar-benar menyesal”
Shin Woo: “Tapi kau tidak membuat kesalahan apapun dan melakukan wawancara dengan baik”
Mi Nam : “Shin Woo Hyunf melakukan segalanya, aku begitu gugup dan aku tak bisa berkata apa-apa”
Shin Woo : “Kau seperti itu, kau benar-benar canggung, kita seharusnya bersiap jika sesuatu seperti ini terjadi lagi” (Shin Woo ngarep, hehehe)
Mi Nam: “Aku akan melakukan yang terbaik dalam segala hal”
Shin Woo : “kalau begitu, kita harus membuat cerita cinta yang canggung tentang Kang Shin Woo dan Go Mi Nyu”
Mi Nam : “cerita cinta?” mereka berdua berjalan bersama
Shin Woo : “apa kita harus mulai ketika kita bertemu?”

Shin Woo menceritakan yang sebenarnya terjadi pada Mi Nam. Mi Nam dan Shin Woo bermain ditaman. Mi Nam menaiki mainan yang diputer-puter april ga tahu namanya apa dan Shin Woo yang memutarnya

Shin WOoo : “kau dan aku pertama bertemu diatap klub” Mi Nam dan Shin Woo main di taman
Shin WOo : “hari itu ketika Go Mi Nam menjadi anggota dari A.N.JELL, itu ketika pertama kali bertemu”
Mi Nam : “aku ingat hari itu juga”
Shin Woo : “karena kau minum bir banyak sekali, kau menjadi mabuk dan kau tak bisa kontrol diri”
Mi Nam : “karena aku mabuk hari itu, aku benar-benar hilang ingatan waktu itu”
Shin Woo menghentikan putarannya dan Mi Nam jatuh kepelukan Shin Woo.Shin Woo berkata “Karena kau minum, kau jatuh dan aku memegang tanganmu” (ini semua sungguhan yang terjadi di episode 1 dan 2 saat Shin Woo tahu kalau Mi Nam itu wanita)
Shin Woo : “itu ketika aku pertama bertemu denganmu sebagai seorang perempuan” Mi Nam bingung
Shin Woo : “Halo, Go Mi Nyu, aku bilang secepatnya aku bertemu denganmu. jadi kita bisa mulai sebagai seorang pria dan wanita”
Mi Nam : “Jika kau memanggilku nona Go Mi Nyu, lalu aku panggil kau apa?”
Shin Woo : ” sudah kubilang untuk memanggilku kakak, kau panggil aku Shin Woo Oppa, dan kita jadi akrab”
Mi Nam : “Shin Woo Oppa, aneh untuk memulainya”
Shin Woo melanjutkan ceritanya “hubungan kami berkembang cepat dan aku memintamu pergi ketaman hiburan”
Mi Nam : “ah,aku ingat, kau bilang kau menyukai taman hiburan kan?”(Ini cerita saat Shin Woo mengajak Mi Nam pergi ke taman hiburan tapi Mi Nam malah menemani Tae Kyung)
Shin Woo terus bercerita bahwa mereka pergi ke Myungdong, makan mie dan es krim bersama, lalau pergi belanja. Mi Nam ingat semuanya.

Mi Nam naik ayunan dan Shin Woo yang mendorong ayunanya. Akhirnya Shin Woo berkata kalau mereka pasti ditanya kapan melakukan ciuman pertama. Mi Nam menjawab agar mereka jujur saja kalau mereka belum pernah melakukannya.

Shin Wo mencium dua jarinya dan menempelkannya dibibir Mi Nam dan Shin Woo berkata “kiata katakan saja pada mereka bahwa terjadi hari ini, aku sangat menyukaimu dan aku memutuskan untuk mengakui perasaanku padamu”

Shin Woo dan Mi Nam berdiri didepan tembok yang memantulkan bayangan mereka

Shin Woo : “aku menyewa seluruh restoran dan menunggumu datang. aku ingin berdiri didepan kaca dan memperlihatkan padamu,inilah orang yang kusuka, lalau kau terkejut dan terdiam. kemudian kau berkata aku tahu sejak awal dan sudah melihatmu selama ini, aku benar-benar menyukaimu”

Mi Nam mengira semua itu hanyalah pura-pura untuk kepentingan interview saja, padahal Shin Woo secara ga langsung menceritakan segalanya pada Mi Nam

Mi Nam : “jadi aku harus menjawab seperti ini, aku juga menyukaimu shin Woo Oppa”
Mi Nam berkata dia tidak bisa melihat ekspresi Shin Woo dalam bayangan, sedangkan shin Woo dapat melihat ekspresi gembira Mi Nam.
shin Woo : “apa kau tidak apa-apa karena Tae Kyung menyusahkanmu?”
Mi Nam : “sebenarnya dia tahu perasaanku, tapi dia tidak marah dan aku jadi lega”
Shin Woo menjawab dengan sedih “begitu ya, memang seperti itu, tampakanya sekarang kukira aku tidak akan melihatmu menangis lagi”
Mi Nam menoleh kearah Shin Woo dan Shin Woo tersenyum menyembunyikan kepedihan hatinya. Shin Woo berkata bahwa kisahnya akan happy ending.

Bibi Mi Ja menemui Hwa Ran, dia idak terima pengakuan Hwa Ran yang mengtakan kalau Hwa Ran dan Go Jae Hyun (ayah Mi Nam) berpisah karena kesalahn Hwa ran sendiri dan Hwa ran juga berkata kalau dia dan Jae Hyun terus saling mencintai.

Bibi Mi Ja: “ya , kau benar, adik iparku meninggal karena kau”
Hwa Ran : “itulah mengapa aku berkata aku akan membayar hutangku pada anak-anak itu”
Bibi Mi Ja : “ya, anak-anak itu akan sangat senang karenanya. mendengar lagu yang ditulis ayah mereka yang telah meninggalkan ibu mereka demi bisa bersamamu, seharusnya membuat mereka menari karena gembira”
Bibi Mi Ja menginjak CD lagu Hwa Ran (bibi aku suka padamu, meski kadang menyebalkan)
Hwa Ran berteriak : “aku akan memberikan 1/2 warisanku pada mereka! jika Jae Hyun tidak meninggal, aku akan jadi ibu mereka.jadi kuharap bawa mereka padaku dan bantu akau membayar hutangku” (hei ahjumma 1/2 warisan lagi untuk siapa? Tae Kyung?)

Bibi Mi Ja minum sendirian dan berpikir kalau Mi Nam dan Mi Nyu tidak akan suka bertemu dengan Hwa Ran tapi mereka juga pantas mendapatkan warisan dari Hwa Ran.

Malam itu dikamarnya, Tae Kyung mengecek Fan cafe-nya, dia ingin tahu apa banyak fans nya yang keluar. Tae Kyung berkata pada boneka kelinci-babi “kau tak boleh begitu,tidak setia seperti itu dan keluar”

Tae Kyung mengingat saat Shin Woo mencium kening Mi Nam saat Mi Nam bergelayut di tiang dan Mi Nam terjatuh karena ciuman itu (scene waktu main badminton) “waktu itu dia jatuh, ahhh kenapa kau harus mengatakan fans dan membuatku merasa susah? lupakan saja biarkan dia menjadi penggemar. aku baru saja memikirkannya. Bagaimana bisa aku setia kepada orang yang tidak tahu berterima kasih?”

Tae Kyung terkejut saat menerima anggota baru yang masuk dengan username kelinci-babi. itu adalah Mi Nam.

Mi Nam mengirim pesan di fan cafe “aku gabung hari ini, aku akan lakukan yang terbaik”
Tae Kyung : “apa dia benar-benar bergabung di fansclub yang sebenarnya?”

Dikamarnya Mi Nam sedang duduk didepan notebooknya dan berkata : jadi siapa saja bisa bergabung dengan mudah? dan juga mudah untuk keluar dari keanggotaan”

Mi Nam mendapat pesa dari admin a.k.a Tae Kyung Fan cafe ” kau harus melewati ujian keanggotaan”. Mi Nam mengikuti ujiannya.
Mi Nam membalas “jiak aku tidak lulus akau tidak bisa gabung?” Tae Kyung senang karena Mi Nam sudah masuk perangkapnya.
Tae Kyung membuat pertanyaan dan mengirimnya pada Mi Nam “masukan skormu, seberapa banyak kau tahu tentang Hwang Tae Kyung?”
Mi Nam berpikir “kupikir 6, bukan, 7 dari 10?…7”
Tae Kyung terkejut “7! hanya 7? dia tidak tertarik padaku, aku akan lega jika 9”
Tae Kyung membuat pertanyaan lagi dan mengirimnya “masukan skormu dalam seberapa keren Hwang Tae Kyung?”
Mi Nam berpikir “seberapa keren yang harus aku katakan?”
Tae Kyun mendapatkan jawabanya dan terkejut “5. 5?!? s artinya aku cuma rata-rata? kelinci aku akan…tidak aku tak bisa bertengkar dengan fans. aku seharusnya pastikan ini dan itu.
Tae Kyung membuat pertanyaan lagi dan Mi Nam berturut-turut menjawab 4, 7 (Tae Kyung merasa 7 adalah skor tertinggi) dan yang terakhir Mi Nam menjawab 2, jawaban itu benar-benar membuat Tae Kyung shock.
Tae Kyung mengurutkan hasilnya dan rata-rata jawabanya adalah 5. Tae Kyung berpikir Mi Nam akan berhenti jadi fans jika terguncang sedikit.

Tae Kyung memutuskan untuk memberikan pertanyaan pamungkasnya. Tae Kyung mengirim pertanyaannya pada Mi Nam ” tolong katakan padaku, seberapa besar kau menyukai Hwang Tae Kyung?”

Tae Kyung mendapatkan jawabanya dia melihat jawabannya dengan hati-hati ternyata jawaban Mi Nam “100!!”. Tae Kyung senang bukan main dia memeluk boneka kelinci babinya.
Sementaraitu Mi Nam menunggu hasil tesnya apa dia lulus atau tidak.

Mi Nam mendapat sms dari Tae Kyung yang memanggilnya dengan alasan fan meeting. Mi Nam menemui Tae Kyung yang sedang main piano dengan memainkan lagu kelinci.

Mi Nam : ” kupikir kau membenci lagu itu”
Tae Kyung : “aku sudah menaklukan traumaku terhadap kelinci”
Mi Nam : “apa arti pertemuan dengan fans?”
Tae Kyung :” itu adalah ketika aku mengundang semua orang yang menyukaiku dan membuat mereka merasa senang”

Tae Kyung meminta Mi Nam menentukan satu lagu. Mi Nam berpikir kalau dia harus cepat-cepat memutuskan sebelum Tae Kyungberubah pikiran.

Akhirnya Mi Nam memilih lagu Fly Me to The Moon dan mereka bernyanyi bersama.

Bibi Mi Ja membawa Mi Nam menemui teman ayahya. Sementar itu Tae Kyung sedang melihat berkas dan dia menemukan berkas Go Jae Hyun, dia bertanya pada seorang kaka tentang siapa saja penyanyi yang menyanyika lagu karangan Go Jae Hyun. Tae Kyung tahu kalo Go Jae Hyun lah orang yang menyebabkan dia ditinggalkan ibunya. Mi Nam terkejut sekali melihat Hwa Ran karena dia tahu Hwa Ran itu ibunya Tae Kyung.hwa Ran juga sama terkejutnya karena dia tidak menyangkan kalau Go Mi Nam adalah anak yang dicarinya.

Mi Nam tanya apa Hwa Ran benar teman ayahnya. Hwa Ran menjawab iya mereka berteman. Hwa Ran ingin menyanyikan lagi lagu itu karena dia merasa kasihan melihat ayah Mi Nam berjuang keras padahal dia berbakat. Mi Nam mengijinkan Hwa Ran menyanyikanya dan berterima kasih padanya.
hwa Ran juga meminta Mi Nam untu tidak memberitahu Tae Kyung kalau lagu itu adalah ciptaan ayahnya. Mi Nam berjanji. Mi Nam bertanya apa Hwa Ran tahu sesuatu tentang ibunya.Hwa Ran terkejut dan dia menjawab tidak ada yang bisa dikatakan tentang ibunya.
Hwa Ran bertanya tentang adiknya Mi Nam dan meminta bertemu. Mi Nam menjawab bahwa situasinya sulit sekarang.

Hwa Ran menyentuh Mi Nam dengan lembut, dia merasa aneh kalau Mi Nam (pria) dia pasti akan menghindar tapi anak ini tidak. Hwa Ran berpikir apa ini yang wanita?.

Hwa Ran menguji Mi Nam dengan meminta tolong Mi Nam mengancingkan resletingnya dan Mi Nam melakukannya dengan lancar. Hwa Ran tahu ini pasti anak yang perempuan dan bukan Mi Nam.

He Yi berusaha menghubungi Tae Kyung tapi tidak bisa. He Yi memutuskan untuk datang ke rumah A.N.JELL dan membawa bahan-bahan makanan dia berkata kalau dia datang untuk membuat makan siang. He Yi berkata Go Mi Nam tidak ada dan itu bagus. Tae Kyung mengajak makan diluar saja. Tae Kyung juga berkata kalau dia sudah menyuruh peri palsu untuk tidak datang kerumahnya lagi. He Yi berkata dia datang kesini untuk mengambil foto untuk diletakkan di Mini Home Page nya. Tae Kyung menolak dan berkata “pakai photoshop saja” (palsu dong fotonya). He Yi mengancam dan mereka terpaksa setuju.

Mereka berfoto dengan menggunakan celemek sesuai warna mereka masing-masing. Usai berfoto ke 3 A.N.JELL pergi dengan cemberut untuk memasak. He Yi berkata bahwa hari ini spaghetti.

He Yi memerintahkan Jeremy untuk menyiapkan sayuran, Shin Woo membuat sausnya dan Tae Kyung memotong sementara he Yi akan mengawasi dan makan dengan nikmat.

Jeremy mengupas bawang hingga menangis, He Yi menghampirinya dan meminta Jeremy untuk lebih bersih lagi. Jeremy kesal.
Shin Woo sedang mengaduk saus, he Yi menghampirinya dan mencicipinya, dia berkata rasanya tidak enak. Shin Woo kesal dan berkata “nafsu makanmu hilang”, hehehe
Tae Kyung sedang memotong, He Yi menghampirinya dan berkata “apa aku harus membantumu?” Tae Kyung menjawab sambil mengacungkan pisaunya ” aku sedang memegang pisau” hihihi

Spaghettinya sudah jadi dan dihidangkan untuk He Yi. He Yi meminta Jeremy megambil fotonya.

Shin Woo berbisik pada Jeremy “agak sedikit asin, aku taruh segumpal garam”
Jeremy menjawab ” kau juga? aku taruh gula”
Tae Kyung ” aku juga melakukan sesuatu” Mereka saling tersenyum.

Saat He Yi akan memakannya tiba-tiba Mi Nam pulang. Semuanya tampak tidak senang dengan kepulangan Mi Nam karena kan mengacaukan rencana mereka.

He Yi menyuruh Mi Nam untuk mencoba spaghettinya. Mi Nam akan memakannya. ke 3 A.N.JELL menggelengkan kepala mereka. Saat Mi Nam akan benar-benar memakannya Jeremy menghentikannya.

Jeremy ” tunggu, ini, aku akan memakannya, aku benar-benar suka ini”
Jeremy memakanya dengan ekspresi yang tidak meyakinkan. shin Woo dan Tae Kyung merasa menyesal untuk Jeremy.
Jeremy : “Tae Kyung hyung, cuka?” ternyata tae Kyung mencampurkan cuka dalam jumlah yang banyak, hahaahaha
Mi Nam ; “Jeremy bukankah itu enak?” Mi Nam menawarkan diri untuk makan bersama Jeremy tapi Tae Kyung melarangnya.

Shin Woo berbisik pada Tae Kyung “kita tak bisa melakukan apapun tentang situasinya Jeremy kan?”

Tae Kyung menjawab “ayo lakukan lagi dengan nasi goreng”
Tae Kyung memotong, Jeremy memecahkan telur,Shin woo memasak. selesai lah nasi goreng ala A.N.JELL dan He Yi memotretnya.
Mi Nam berkata pada Tae Kyung kalau Bayam dan wortel itu bagus untuk matanya. Tae Kyung menjawab kalau dia tidak menyukai semua itu. Mi Nam tetapi meminta Tae Kyung memakannya.
He Yi mengarahkan kameranya ke arah Mi Nam dan melihat Shin Woo memperhatikan Mi Nam dan dia merasa ada sesuatu. Shin Woo ke mobilnya untuk mengambil teh.

Shin Woo ke mobilnya dan dibagasinya terdapat sepatu dan keranjang bunga. Shin Woo mengambil sepatunya dan memperhatikannya. Saat He Yi datang menghampirinya dia menyembunyikan semuanya.

He Yi bertanya tentang wawancara Shin Woo dan Mi Nam, dia juga berkata “sedang memainkan kekasih palsu?”(bukannya sama ya He Yi, hehehe)
Shin Woo menjawab apa itu menyenangkan untuk He Yi. He Yi jwab tidak. He Yi melihat sesuatu dan bertanya apa itu hadiah dari fansnya. Shin Woo berkata “jangan sentuh”
He Yi : “Kang Shin Woo, bukankah kau bilang kau akan mengerti apa yang dilakukan Go Mi Nam dan itu tidak akan mengganggumu? lalu kau tahu, Go Mi Nam menyukai Hwang Tae Kyung. Bukankah itu membuatmu merasa buruk?”
Shin Woo menjawab ” Bicara padamu membuatku merasa buruk” hahahhaha Shin Woo good answer.

He Yi mengambil kunci mobil Shin Woo diam-diam. Dia mengajak Mi Nam bicara dan He Yi meminta Mi Nam mencoba sepatunya. he Yi berkata jika sepatunya pas itu berarti milik Mi Nam dan diberikan untuk Mi Nam. Mi Nam tidak mengerti, tapi dia tetap mencobanya dan ternyata pas. He Yi langsung menarik Mi Nam masuk kedalam rumah.

Shin Woo terkejut melihat Mi Nam memakai sepatu dan membawa bunga. Mi Nam masih tidak mengerti.

He Yi : “sepatu yang dibeli Kang SHin Woo yang ada dibagasi mobil, nampaknya sepatu itu untuk seseorang, jadi aku mengeluarkannya, dan sepati itu cocok untuk Go Mi Nam”

Tae Kyung mengingat percakapannya dengan presiden Ahn tentang sepatu cinderella Shin Woo. He Yi bertanya kenapa Shin Woo belum memberikannya. Shin Woo meremas tangannya.

Mi Nam berkata sambil melepas sepatunya ” ini bukan punyaku, ada pemilik lainnya, Shin Woo Hyung, maafkan aku” he Yi terus mendesak Shin Woo untuk mengatkan untuk siapa sepatu itu.
Tae Kyung menyeret He Yi keluar karena dia tahu ini semua ulah peri palsu. Shin Woo masih terdiam shock. Mi Nam berkata dia menyesal.
Jeremy menanyakan keadaan Shin Woo apa dia baik-baik saja. Shin Woo berkata “aku seharusnya..membuangnya, Mi nam, kau buang untukku”

Diluar Tae Kyung bicara dengan He Yi dan memintanya untuk tidak datang lagi. He Yi mengancamnya akan memberitahu semuanya.

Tae Kyung : “lalu apa? Bagaimana peri Korea Yoo He Yi tahu itu?”
He Yi terdiam sejenak dan menjawab “aku aka berpura-pura tidak tahu”
Tae Kyung : “Tapi aku akan bersikap sepertinya kau sudah tahu. tidakkah kau takut apa yang akan kulakukan? pergilah”

Mi Nam mendekati Shin Woo yang duduk menyendiri dan berkata ” kau adalah penghiburku saat aku sedang dalam kesusahan. aku ingin menghiburmu juga hanya aku tidak tahu caranya”

Shin Woo meminta Mi Nam duduk disampingnya, Shin Woo memandangi Mi Nam. Shin Woo berterima kasih. Mi Nam bertanya apa shin woo sudah merasa lebih baik?.
Shin Woo “aku memberikan seluruh hatiku dalam hadiah-hadiah itu, tapi melihat barang-barang itu seperi tad,aku merasa tidak baik” (so sweet Shin Woo)
Mi Nam meminta maaf atas tindakan bodohnya dan meminta Shin woo untuk tidak membuang sepatunya karena sepatunya terlalu bagus. Mi Nam juga bilang kalau dia akan membersihkan sepatunya dan Shin Woo bisa mengatakan perasaannya pada orang itu.
Shin Woo mendesah “aku tak bisa mengungkakannya, tapi aku pikir aku sudah ditolak ratusan kali. Sekarang walau aku ditolak, aku tidakmerasa aku akan malu”
Mi Nam : “Shin Woo Hyung kau punya seseorang yang kau sukai, aku cuma pembuat masalah yang banyak dimarahi, aku cuma mendapat ijin untuk menyukai seseorang, bahkan ada seseorang untuk orang bodoh seperti aku, Shin Woo Hyung jangan malu”
Shin Woo : “kita benar-benar bodoh”
Mi Nam : “tidak masalah untuk menjadi orang bodoh yang keren”
Shin Woo : “walau wanita itu tidak pernah menatapku, aku bisa keren sampai akhir?”
Shin Woo : “walau kau keren, kau akan sedih. kau tidak boleh memaksakan dia untuk mencintaimu, itu tidak mungkin”

Tae Kyung melihat Shin Woo dan Mi Nam. Tae Kyung berpikir apa sepatu itu punya Mi Nam dan apa berarti Go Mi Nam untuk Kang Shin Woo. Jeemy datang dan bertanya bagaimana keadaan Shin Woo.

Hwa Ran menemui presiden Ahn untuk menanyakan perkembangan lagunya dan bertanya mengenai Mi Nam ada presiden Ahn. Presiden Ahn berkata kalau Hwa Ran bisa melihat keduanya distudio, Tae Kyung dan Mi Nam , keduanya teman baik. Hwa Ran kaget

Mi Nam menemani Tae Kyung distudionya. Tae Kyung sedang membuat lagunya Mo Hwa Ran.

Tae Kyung : “pekerjaan ini membuatku merasa tidak enak, Go Mi Nam sebagai fans tetaplah disisiku”
Mi Nam : “aku harus pergi ke Busan”
Tae Kyung terkejut “apa? Busan?”
Mi Nam : “ya, sebelum beritanya keluar,Shin Woo harus menjelaskan kepada orang tuanya, aku harus ikut dan jelaskan juga, Manager Ma, Stylish Wang dan Jeremy juga ikut, kita akan makan dan bersenang-senang. Hyungnim kenapa kau tidak ikut juga?”
Tae Kyung : “aku sibuk dengan rekaman jadi aku tidak bisa ikut, kau pergi hari ini dan kembali hari ini kan?”
Mi Nam : “tidak, kami akan kembali besok, Shin Woo Hyung bilang dia akn belikan aku belut”
Tae Kyung : “Go Mi Nam, di Seoul juga ada belut. Jika kau kembali hari ini dan cepat kembali. aku akan bawa kau ketempat yang benar-benar bagus” (Tae Kyung cemburu)
Mi Nam : “Tapi mereka bilang belut di Busan yang terbaik”
Tae Kyung : “apa kau pernah coba makan belut yang ada di Seoul?”
Mi Nam : “Hyungnim, apa kau pernah ke Busan?”
Tae Kyung dengan bangga menjawab “tentu saja, banyak tempat yang sudah aku kunjungi didunia ini”
Mi Nam : “begitu ya, kalau begitu kau sudah pernah ke Uganda?”
Tae Kyung : “Uganda? belum pernah.

Hwa Ran melihat Tae Kyung dan Mi Nam dia berpikir “jika dia tahu itu anak Go Jae Hyun, dia tidak akan repot-repot bicara dengannya,sampai lagunya jadi, aku akan pura-pura tidak tahu”. (Yoo He Yi Peri Palsu, Mo Hwa Ran Ratu dari peri palsu, hehehe)

Hwa Ran sadar, apa benar Tae Kyung tidak tahu bahwa anakitu perempuan?

Manager Ma, Shin Woo dan Mi Nam ada di bandara. Manager Ma berkata karena jadwalnya Jeremy padat, dia dan Jeremy tidak jadi iktu ke Busan.

Shin Woo dan Mi Nam pergi berdua. Manager Ma meminta Shin Woo menjaga Mi Nam. ternyata Manager Ma sengaja melakukan itu agar Mi Nam dan Shin Woo bisa berduaan.

Dikoridor kantor TaeKyung bertemu dengan Jeremy, stylish Wang dan manager Ma. Tae Kyung bertanya mengapa mereka masih disini. Jeremy menjawab kalau dia ada jadwal.

Tae Kyung bertanya lagi tentang rencana Ke Busan. Jeremy menjawab “kami tak bisa pergi. Shin Woo dan Go Mi Nam pergi bersama”
Tae Kyung melihat manager Ma yang sedang senyum-senyum dengan tampang aneh. Tae Kyung kesal dan merah lebih tepatnya cemburu, hehehe

Shin Woo dan Mi Nam membahas rencana mereka. Mi Nam akan ganti baju wanita dan bertemu diam-diam.

Shin Woo : “Nanti kalau sampai Busan, apa kau mau berkata bahwa kita benar-benar berkencan? kau adalah seorang perempuan, jika kau dan aku benar-benar pacaran, berita yang sesungguhnya akan keluar juga”
Mi Nam : “kita masing-masing memiliki seseorang yang kita sukai”
Shin Woo : “bagaimana kalau kita melupakan orang-orang yang tidak menyukai kita dan memulai bersama-sama?” (Shin Woo masih usaha)
Mi Nam: “memulai?”
Shin Woo : “seandainya kau menyukaiku? aku akan menyukaimu kembali” Mi Nam terdiam bingung.

Tae Kyung berpikir “Go Mi Nam memberikan aku nilai 100, mengapa alu masih merasa tidak tenang? karena mungkin dia tidak akan selalu memberiku nilai 100, apa yang harus aku lakukan?aku harus beritahu padanya kalau aku suka suka mendapat nilai 100 dan bahkan aku tidak mau kehilangan 1 nilaipun” Tae Kyung meraih jaketnya dan pergi.

Kembali pada Mi Nam dan shin Woo. Shin Woo berkata kalau dia tidak meminta Mi Nam menaruh semua hatinya tapi dia berpikir kalau Mi Nam mau memberikannya sedikit demi sedikit itu akan jadi permulaan, aku sudah mulai, aku akan pergi duluan. Jika kau pikir kau bisa mulai memberi hatimu padaku, pergilah denganku. aku akan menunggumu” Shin Woo memberikan tiketnya pada Mi Nam. Shin Woo masuk kebandara.

Tae Kyung tiba di bandara dia mencari Mi Nam dan Shin Woo. Kenapa Tae Kyung ga coba nanya petugas atau ga lihat papan pengumuman keberangkatan. Tae Kyung tidak berhasil menemukan Mi Nam dan Shin Woo.Sementara itu Shin Woo menunggu Mi Nam di bandara tapi Mi Nam tidak datang akhirnya dia masuk sendiri ke bandara.

Tae Kyung keluar dari bandara dia merasa kecewa dan berkata pada dirinya sendiri “Ketika mereka kembali, apa bukan 100? bagaimana kalau turun 1 nilai saat mereka di Busan? aku tidak dapat mengatakannya ketika nilainya 100. bagaimana aku bisa mengatakannya ketika nilaiku turun? baik jika aku cepat-cpat sekarang aku bisa sampai disana dalam 5 jam.

Tae Kyung bergegas pergi tapi dia terkejut melihat Mi Nam ada dihadapannya “Go Mi Nam, kau tidak pergi!” Tae Kyung menghampiri Mi Nam.

Mi Nam : “kenapa kau disini?”
Tae Kyung mendekati Mi Nam dan memeluknya “Go Mi Nam, aku memberikan nilai yang sama untukmu” (cie..cie jadian deh)


by april RF

[Sinopsis] He’s Beautiful(You’re Beautiful) Episode 12

Hwan Tae Kyung dan Go Mi Nam sama-sama terkejut setelah mereka berciuman. Tae Kyung tampak shock dan melepaskan ciumannya sambil memikirkan apa yang baru saja ia lakukan. Ia tampak bingung karena telah mencium Mi Nam. Mi Nam juga terkejut, ia segera menekan hidungnya begitu menyadari apa yang telah terjadi tadi.
Tae Kyung lemas dan mencoba untuk mencerna kejadian tadi. “Ha. Ha? HA! Go Mi Nam, kau sangat lucu,” katanya dengan terbata-bata. Ia segera pergi keluar gedung dengan langkah lemas. “Aku hanya terlalu parah sehingga hilang akal. Aku tidak mungkin berbuat seperti itu. Mengapa aku melakukan hal itu?” gumamnya sendiri.

Di dalam gedung, Mi Nam masih bingung dan berdoa, “Suster Kepala, bintang di hatiku meledak menjadi ribuan. Apa yang harus kulakukan?” Mi Nam berjalan masuk ke dalam gedung dengan langkah tersaruk-saruk dan duduk di bangku. “Sepertinya ada kembang api di dalam hatiku. Aku bingung,” ucapnya pelan.

Shin Woo menelepon, Mi Nam berkata kalau ia berniat untuk menemui Shin Woo. Namun ucapan Mi Nam tidak jelas dan hanya samar-samar karena dia masih shock. “Di mana aku? Ada banyak kembang api,” racaunya. Shin Woo berkata agar Mi Nam tenang, Shin Woo akan menuju ke sana.
Mi Nam memikirkan alasan Tae Kyung menciumnya, ia membuat beberapa kemungkinan. Apakah itu karena Tae Kyung marah? Namun sebelum ini Tae Kyung sering marah namun ia tidak pernah mencium Mi Nam. Ataukah Tae Kyung hanya menggodanya? Namun Tae Kyung bukan tipe laki-laki seperti itu.

He Yi datang ke kantor agensi, masih berniat untuk mengusir Mi Nam pergi. Ia mempertimbangkan untuk memberi tau Tae Kyung kalau Mi Nam adalah calon biarawati, namun segera mengurungkannya. He Yi melihat Tae Kyung keluar dari gedung namun Tae Kyung tidak menyadari kehadiran He Yi. He Yi menyangka Tae Kyung masih marah padanya.

Tae Kyung berkata bahwa ia tidak marah, ia juga merasa tidak ada hal yang perlu mereka bicarakan.
“Apakah aku tidak berarti apapun untukmu? Bagaimana bisa wanita sepertiku tidak berarti apa-apa untukmu? Aku cantik dan terkenal. Kita adalah pasangan paling serasi di Korea. Bagaimana bisa kau tidak menyukaiku?” tanya He Yi.
Tae Kyung berkata bahwa He Yi memang cantik dan terkenal, namun He Yi adalah pembohong, “Jadi jangan salah sangka,” kata Tae Kyung.
“Bagaimana bila Go Mi Nam juga salah sangka dan berkata kalau ia menyukaimu?” tanya He Yi.
Tae Kyung terdiam beberapa saat. “Itu tidak mungkin terjadi, tidak mungkin selama ia masih mempertahankan harga dirinya. Aku yakin,” jawab Tae Kyung. Namun ia tidak terdengar terlalu meyakinkan, ia berkata kalau Mi Nam menyukai Shin Woo.

He Yi melihat Mi Nam keluar dari gedung, dan merasa bahwa saat ini adalah saat yang tepat untuk bertanya pertanyaan penting pada Tae Kyung mengenai kehadiran Mi Nam. He Yi memastikan kalau Mi Nam akan mendengar semua pembicaraan itu. He Yi mengingatkan Tae Kyung agar tidak salah paham kepada Mi Nam. “Go Mi Nam adalah seorang laki-laki. Jangan sampai salah menganggapnya wanita,” kata He Yi.

“Aku tidak mungkin salah paham. Go Mi Nam bukan seorang wanita,” jawab Tae Kyung.
“Lalu mengapa kau membelikan ia jepit rambut, baju baru, dan melindunginya. Apakah itu tidak berarti apa-apa?” tanya He Yi lagi.
“Ya, itu tidak berarti apa-apa. Aku hanya melakukannya. Itu tidak berarti apa-apa,” jawab Tae Kyung.
Tae Kyung tidak menyadari kalau Mi Nam mendengar semua pembicaraan itu dan terpuruk dalam kesedihan. He Yi bertanya apakah Tae Kyung yakin bahwa semua itu juga tidak berarti bagi Mi Nam? Tae Kyung berusaha meyakinkan dirinya sendiri, “Itu tidak berarti apa-apa untuknya,” jawab Tae Kyung. “Bagaimana bisa itu tidak berarti baginya? Lupakan, hal itu juga tidak berarti bagiku,” lanjut Tae Kyung lagi.

Shin Woo berusaha menghubungi Mi Nam, namun Mi Nam tidak mendengar suara teleponnya. Ia sedang menangis di dalam studio yang kosong dan gelap. Setelah Tae Kyung berkata bahwa Mi Nam tidak berarti apapun, Mi Nam merasa putus asa dan hancur.

Shin Woo khawatir kalau-kalau Mi Nam sakit dan segera pergi ke kantor agensi. Shin Woo masuk ke studio setelah mendengar suara isakan Mi Nam. Namun Mi Nam menyuruhnya berhenti sebelum Shin Woo sempat menghidupkan lampu. “Aku ingin tetap gelap. Aku merasa sangat malu. Aku ingin bersembunyi dalam kegelapan,” isak Mi Nam.

“Sampai kapan kau akan menangis seperti ini? Setelah kau selesai menangis, maukah kau bersamaku? Aku tau kau sudah melupakanku. Namun aku selalu menunggumu dan berlari ke sini karena mengkhawatirkanmu. Aku seperti orang bodoh!” marah Shin Woo.

Mi Nam meminta maaf karena tidak menetapi janjinya dan karena keegoisannya. Shin Woo berkata bahwa ia sudah lelah selalu memikirkan Mi Nam. “Kau akan bisa melihat perasaanku dalam cahaya lampu,” kata Shin Woo lalu ia menghidupkan lampu untuk menunjukkan kesedihannya pada Mi Nam. Namun di tengah cahaya, Shin Woo semakin dapat melihat kesedihan yang dirasakan oleh Mi Nam dan kemarahannya mereda. Mi Nam meminta maaf pada Shin Woo dan Shin Woo meminta maaf karena telah marah pada Mi Nam.

Setelah Mi Nam selesai menangis, Shin Woo duduk di sebelahnya dan bercerita kalau ia hendak menyatakannya perasaannya kepada ‘wanita itu’. Shin Woo telah menyiapkan bunga, sepatu, dan lagu untuk ‘wanita itu’. Ia menggoda Mi Nam dengan berkata kalau karena kesalahan Mi Nam ia gagal, namun ia lalu tersenyum dan berkata, “Ini bukan kesalahmu. Aku rasa dia belum siap menerima perasaanku,”

Shin Woo tidak memiliki hadiah atau bunga sekarang, maka ia mengambil gitarnya. Ia menyuruh Mi Nam mendengarkan. Liriknya menceritakan perasaan Shin Woo yang merasa bagai orang bodoh yang selalu perhatian walaupun selalu merasa sakit dan kecewa.

A Song for A Fool

Nan ba bo ra so gu ron ga bwa
A pu ge he do gwen chan hun ga bwa
Mot nan sa rang i ra no lyo de do
O jol su om nun ba bo ra so …
Ne ga won he jal he jwot don gol
Gu gom a nu ro heng bok het don gol
Han bo ni ra do u so ju myon
Gu mi so ro heng bok he …
Gu nyo ga sa rang han sa ram op get da ji
I rok e gu nyo gyo te so i sul pu nya
Jul su i so heng bok ha sa rang i ra
A mu got do ba ra ji an a …
On je dun so ne mi nyon da hul gu go se
On je dun bu lo jun myon du lil gu go se
Pyon ham ob shi gu go se i so jul ge
Gu nyo sa rang ha ni ka …
Nan ba bo ra so …

– english translated –

I must be like this because I’m a fool

It seems alright even when I’m hurt

Even when I’m teased about my pitiful love

Because I’m a fool beyond help …

It was good to her because I wanted to be

I was happy with just that

If she smiles just once

I’m happy with that smile …

Thinking “this girl doesn’t have a person she likes”

I simply stay by her side like this

Because this is a love where I’m happy to be giving

I don’t expect anything in return …

A place from where I can reach her

Any time she holds out her hand

A place from where I can visit her

Any time she calls for me

I’ll stay there without changing

Because I love her

Because I’m a fool

Walaupun ia tidak sadar kalau itu lagu untuknya, Mi Nam berkata bahwa lagu itu adalah lagu yang bagus. “Kau tidak malu pada perasaanmu sendiri, atau menyesalinya. Kau sangat menyukai gadis itu. Meskipun kau bodoh, kau tetap keren. Tidak ada yang lebih keren daripada kau,” kata Mi Nam.

“Meskipun orang lain tidak mengetahuinya, namun tanpa cinta hidup ini hampa,” jawab Shin Woo.

Tae Kyung kembali ke studionya. Di sana ia berusaha memahami mengapa ia mencium Mi Nam?

“Karena aku marah. Kenapa aku marah? Karena Go Mi Nam terus mengejar Shin Woo seperti orang bodoh. Mengapa aku menghentinkannya? Karena aku tidak ingin ia terluka. Mengapa aku tidak ingin ia terluka? Apa arti Go Mi Nam untukku? Ugh, hal ini sangat rumit dan membingungkan. Aku harus menemui Go Mi Nam dalam cahaya terang dan meluruskan masalah ini,” omel Tae Kyung.

Saat dalam perjalanan mencari Go Mi Nam, ia melihat Mi Nam pergi dengan Shin Woo. Shin Woo menyuruh Mi Nam mentraktirnya karena telah ingkar janji. Melihat mereka bersama, Tae Kyung berpikir, “Melihatnya di tengah cahaya terang membuatku semakin bingung. Apa atinya dia untukku?”

Tae Kyung pergi makan malam bersama Presiden Ahn dan Hwa Ran. Presiden Ahn sangat terkejut karena Hwa Ran berhasil meyakinkan Tae Kyung untuk meremake lagu ‘What Should I do?’ dan ia semakin terkejut saat tau Hwa Ran telah mengurus masalah hak cipta dengan pencipta lagu itu. Tae Kyung juga kaget karena ia belum tau bahwa sang pencipta lagu telah meninggal. Hwa Ran berkata bahwa mungkin ia akan bisa menemukan satu dari saudara kembar itu, dan berkata bahwa anak itu mungkin masih mengingatnya. Hwa Ran teringat saat mereka kecil, mereka sering bertengkar untuk merebutkan kue yang dibawa oleh Hwa Ran.

Saat Presiden Ahn pergi, Tae Kyung berkata dengan kasar kalau Hwa Ran dan pencipta lagu itu adalah orang yang sama. Hwa Ran adalah wanita yang rela meninggalkan putranya demi cinta, sedangkan pencipta lagu itu adalah pria yang mau menciptakan lagu untuk wanita kejam macam Hwa Ran. Hwa Ran tidak mau dianggap perebut, ia berkata bahwa ibu si kembar telah meninggal setelah melahirkan si kembar.

Tae Kyung menyeringai, “Jadi karena itu kau berpura-pura menjadi ibu mereka? Membawakan mereka kue,”

“Ya, karena aku sangat mencintai ayah mereka, aku dapat menjadi ibu bagi mereka,” jawab Hwa Ran. “Kalau saja dia belum meninggal, mungkin kau akan menjadi saudara mereka,” lanjut Hwa Ran lagi.
Tae Kyung menjawab dengan sinis, “Bagi mereka, memiliki orang sepertimu sebagai ibu adalah hal yang mengerikan,”
“Ya, cintaku memang hal yang mengerikan,” jawab Hwa Ran.

Mi Nam mengkhawatirkan perasaan Tae Kyung namun ia terlalu malu untuk mengganggu Tae Kyung. Mereka berpapasan di lobi depan kamar dan keduanya mematung. Mi Nam berjalan kembali ke kamarnya tanpa berkata apa-apa. Melihat reaksi Mi Nam, Tae Kyung merasa sedikit lega. “Dia pasti tidak merasakan apa-apa,” pikir Tae Kyung.

Mi Nam bingung antara berpura-pura tidak terjadi apa-apa atau meminta maaf pada Tae Kyung. Akhirnya Mi Nam mengambil keputusan kalau meyakinkan Tae Kyung bahwa ia baik-baik saja dan tidak merasa terganggu atas kejadian itu.
Mi Nam mengirim SMS yang berbunyi, “Kakak, aku baik-baik saja,” Ternyata Mi Nam salah mengetik SMS sehingga yang terkirim malah, ‘Ciumannya terasa bagus’. Mi Nam panik saat menyadari kesalahannya.

Mi Nam memutuskan bahwa ia harus menghapus SMS itu sebelum Tae Kyung sempat membacanya, lalu Mi Nam mengendap-endap ke kamar Tae Kyung. Kamar Tae Kyung kosong, pasti ia sedang ada di kamar mandi. Mi Nam melihat HP Tae Kyung ada di atas tempat tidur. Ia mengendap-endap mengambilnya tepat saat Tae Kyung keluar dari kamar mandi. Mi Nam segera berguling ke sisi lain tempat tidur.

Sialnya, HP Tae Kyung terkunci. Mi Nam tidak tau kode PINnya. Mi Nam mencoba beberapa kombinasi angka namun gagal. “4820,” kata Tae Kyung.

Mi Nam segera memasukkan angka 4820 sebelum sadar kalau Tae Kyung sudah menyadari kehadirannya. Dengan cemas, Mi Nam melihat Tae Kyung yang ternya sudah membaca SMS itu. Tae Kyung mengejek Mi Nam.

Tae Kyung bertanya apakah Mi Nam benar-benar baik-baik saja, dan saat Mi Nam menjawab, “iya,” Tae Kyung menghapus SMS itu. “Semua yang terjadi hari ini sudah terhapus,” kata Tae Kyung.

Tae Kyung melihat dahi Mi Nam berwarna kemerahan karena terantuk saat bersembunyi di dekat tempat tidur tadi. Tae Kyung mengobati Mi Nam. Tidak sengaja obat itu terkena mata Mi Nam. Tae Kyung segera memberi air ke mata Mi Nam.

Mi Nam kesulitan untuk naik ke kamarnya karena ia masih tidak dapat membuka matanya. Tae Kyung meraih tangan Mi Nam lalu membimbingnya menaiki tangga.

Dengan mata tertutup, Mi Nam bertanya, “Apakah kau masih marah padaku?”

“Bagaimana kau tau kalau aku marah padahal kau tidak melihat?” tanya Tae Kyung.
Mi Nam menjawab karena Tae Kyung selalu marah padanya.
“Pada awalnya iya. Namun sekarang …” Tae Kyung menghentikan ucapannya. Mi Nam menjamin kalau iya sudah baik-baik saja. “Sekarang aku sedang tersenyum. Aku tidak marah padamu,” lanjut Tae Kyung.


Keesokan harinya, mereka melakukan photo session bersama He Yi untuk persiapan konferensi pers besok. Setelah para anggota A.N.Jell mengetahui belangnya He Yi, mereka jadi malas berdekatan dengan He Yi. He Yi melihat keakraban para anggota A.N.Jell dan Mi Nam sambil cemberut. “Padahal aku yang mengenakan pakaian putri tapi dia yang mendapat perlakuan seperti seorang putri,” omel He Yi kesal.

He Yi meyakinkan dirinya sendiri kalau Mi Nam telah pergi, Tae Kyung akan menjadi miliknya. Dan hal itu tidak akan lama lagi, karena Mi Nam harus kembali ke biara secepatnya.

He Yi meminta Tae Kyung, Jeremy, dan Shin Woo membantunya. Ia mengancam akan membuka identitas Mi Nam bila mereka tidak menurut. Mereka menurut dengan kesal. He Yi melakukan itu agar mereka bertiga jauh dari Mi Nam.

Stylist Wang memuji kecantikan He Yi, membuat Mi Nam merasa iri karena ia selalu memakai pakaian laki-laki.

Tae Kyung memperlakukan he Yi dengan menyebalkan. “Kau tau, saat aku sedang kesal biasanya aku banyak bicara,” ancam He Yi pada Tae Kyung. Jeremy dan Shin Woo menyuruh Tae Kyung diam.

Stylist Wang berkata kalau Mi Nam pasti iri pada He Yi akan kecantikannya. Karena Mi Nam pasti ingin tampak cantik di depan Shin Woo. He Yi terkejut mengetahui Mi Nam menyukai SHin Woo.
Hal ini membuat He Yi senang. Ia segera membuat rencana baru. Ia ingin membuat Mi Nam bersama Shin Woo sehingga ia memiliki waktu dengan Tae Kyung. He Yi meminta bantuan Stylist Wang.

He Yi berkata kalau Mi Nam pasti senang bila dapat berpenampilan cantik di depan pria yang disukainya. Karena itu, saat turun hujan dan shooting ditunda, Stylist Wang mengajak Mi Nam pregi untuk didandani sebagai perempuan. Stylist Wang berkata kalau ia ingin membuat Mi Nam senang. “Saat hujan, kau dapat menjadi gadis yang cantik. Dan saat hujan reda, kau dapat kembali menjadi Go Mi Nam,” kata Stylist Wang.

Stylist Wang meyakinkan Mi Nam bahwa ia akan aman karena crew ada di dalam dan mereka berdua ada di greenhouse yang terpisah dari gedung tempat para crew.

Mi Nam sangat senang melihat wajahnya yang cantik dan Stylist Wang memotonya agar Mi Nam dapat terus melihatnya walaupun ia berpenampilan laki-laki. Stylist Wang keluar sebentar dan datang kembali bersama Shin Woo.

Melihat kedatangan Shin Woo, Mi Nam merasa tidak nyaman dan berniat untuk kembali berpenampilan laki-laki. Shin Woo melarangnya. “Bila tidak ada yang melihatmu, maka semua akan sia-sia. Mi Nam kau sangat cantik,” puji Shin Woo.

“Kau seperti tokoh dalam dongeng. Saat hujan, kau menjadi wanita. Dan saat hujan berhenti, kau kembali menjadi pria,” kata Shin Woo. Shin Woo bercerita ia pernah mendengar cerita seperti itu di suatu tempat, lalu menyebut Mi Nam putri angsa yang menjadi angsa saat siang hari dan putri di malam hari.

Di saat yang sama, He Yi mengajak Tae Kyung pergi bersama. He Yi berkata bahwa saat mereka berjalan bersama seperti adegan sebuah film. Tae Kyung mengiyakan, “Film horror,” katanya. He Yi mengajak Tae Kyung ke greenhouse untuk berteduh. Padahal ia sudah tau ada siapa di dalam.

He Yi dan Tae Kyung masuk dan melihat Shin Woo sedang bersama Mi Nam. He Yi memuji betapa cocoknya mereka berdua dan berkata bahwa mereka dapat menjadi pasangan yang serasi. “Mi Nam, kau sudah bekerja keras demi tampak cantik di depan Kang Shin Woo. Manis sekali. Tidakkah ia tampak cantik?” kata He Yi.

Melihat pemandangan ini membuat Tae Kyung kesal. Ia mengejek Mi Nam. “Kau tidak cocok berdandan seperti itu. Konyol,” lalu ia pergi meninggalkan Mi Nam yang tampak shock. He Yi mengejarnya. “Pergi,” usir Tae Kyung.
He Yi heran dengan reaksi Tae Kyung, “Kenapa ia begitu marah?”

Mi Nam terdiam. Ia shock karena komentar Tae Kyung. “Ia benar. Aku tidak cocok dengan pakaian ini. Aku sangat konyol. Aku berkata pada diriku kalau ini tidak akan memalukan. Aku yakin kalau aku akan baik-baik saja. Aku lebih bodoh daripada orang bodoh,”

Shin Woo berkata pada Mi Nam agar tidak menangis. “Jangan menangis karena Tae Kyung,” kata Shin Woo. “Aku tau kau menangis karena Tae Kyung. Kau menyukainya,”
“Aku tidak ingin membuat semuanya berat bagimu. Tapi aku tidak suka melihatmu menangis,” kata Shin Woo.
“Aku kira aku dapat menyembunyikannya selama ini. Kau mengetahuinya?” tanya Mi Nam.
“Ya. Karena aku selalu melihatmu,” jawab Shin Woo.
“Perasaanku pasti terlihat,” keluh Mi Nam.
“Tae Kyung tidak dapat melihat perasaanmu. Apa kau ingin menunjukkannya?” tanya Shin Woo.
“Tidak. Aku tidak ingin mengejutkannya atau membuatnya merasa tidak tenang. Jangan khawatir. Aku akan menjaga perasaanku dan yakin kalau tidak akan terlihat. Aku akan mengganti pakaianku dan kembali menjadi pria,” kata Mi Nam.

Reporter Kim berkeliling lokasi syuting untuk mencari tau siapa wanita rahasia A.N.Jell, dan ia melihat Shin Woo keluar dari greenhouse. Reporter Kim mencurigai telah terjadi sesuatu di greenhouse. Tepat saat itu He Yi masuk kembali ke greenhouse dan memarahi Mi Nam karena bersikap bodoh.

“Semua ini adalah kesalahmu. Kau seharusnya tetap di biara dan menjadi biarawati. Saat kau telah selesai menjadi Go Mi Nam, apa kau akan kembali ke biara? Mengapa kau tidak pergi ke Roma dan menjadi biarawati? Kembalilah!” marah He Yi.

“Yoo He Yi, meskipun aku telah kembali ke biara, semua tidak akan semudah itu,” jawab Mi Nam.
“Aku bilang, kembalilah ke tempat asalmu!” bentak He Yi.
“Nona Yoo He Yi,” mohon Mi Nam.
“Pergi dan tinggalkan Hwang Tae Kyung. Kau ingin bersamanya agar dia bisa melihatmu, kan? Bila ia berbuat baik padamu, harapanmu akan melambung. Kau berpura-pura tidak padahal sebenarnya kau berharap, kan? Apa kau ingin dia melihat kebodohanmu? Apa kau ingin dia tau?” bentak He Yi lagi.
“Aku tidak ingin ia melihatku menjadi orang bodoh. Aku tidak ingin ketahuan,” jawab Mi Nam.

Tiba-tiba Reporter Kim datang dan melihat mereka berdua. Melihat dua wanita itu dan Shin Woo yang baru saja keluar, ia merasa mendapat petunjuk. Mi Nam segera berbalik untuk menyembunyikan wajahnya.

He Yi menyuruh Mi Nam segera pergi. Jadi Mi Nam segera keluar dari greenhouse itu meninggalkan He Yi yang sedang menahan Reporter Kim.

Crew masih ada di dalam gedung untuk berteduh. Manajer Ma merasa Tae Kyung tampak sakit. “Kau tampak sedang sakit dan terluka,” kata Manajer Ma. Tae Kyung menjawab kalau ia tidak sakit. Ia sedang marah dan shock. “Kau melihat sesuatu yang tidak kau sukai, sehingga kau merasa shock, marah, dan terluka,” tebak Manajer Ma.

“Aku ingin menyanggahnya namun ia benar. Aku terkejut melihat Mi Nam seperti itu, dan marah karena ia bersama orang lain, dan itu menyakitkan,” gumam Tae Kyung pada dirinya sendiri.
Manajer Ma menata foto dan melihat foto Mi Nam membuat gerakan hidung babi. “Dia masih melakukannya,” kata Manajer Ma.
Hal ini menarik perhatian Tae Kyung. “Mi Nam selalu berbuat seperti itu. Apa maksudnya?” tanya Tae Kyung. Manajer Ma bercerita bahwa ia menyuruh Mi Nam melakukan hidung babi bila Mi Nam berada di dekat orang yang disukainya. Manajer Ma berpendapat pasti Mi Nam sedang ada di dekat Shin Woo saat gambar itu diambil.

“Jadi itu maksudnya,” kata Tae Kyung. Tae Kyung mencari foto yang kira-kira cocok dengan foto Mi Nam itu dan ternyata foto Shin Woo tidak cocok. Malah fotonya yang cocok dengan foto Mi Nam. “Ia melihatku,” gumam Tae Kyung.

Manajer Ma masih tidak menyadarinya dan malah mengomeli Tae Kyung karena sering bersikap kasar pada Mi Nam. Manajer Ma meminta Tae Kyung bersikap lebih ramah pada Mi Nam karena Mi Nam memperhatikannya. Bahkan Mi Nam terus berusaha mencari jepit rambut yang dibelikan Tae Kyung walaupun jepit itu murahan dan sudah rusak.
Tae Kyung mengambil tas Mi Nam dan mencari sesuatu di dalamnya. Kemudian ia menemukan jepit rambut yang telah rusak itu. “Dia mencarinya lagi?” gumam Tae Kyung kaget.

Bibi Mi Nam bertanya mengapa Hwa Ran sangat ingin menemui si kembar. Bibi Mi Nam mengira ia adalah ibu si kembar. Hwa Ran tertawa. “Aku mencari mereka karena aku merasa bersalah pada mereka. Karena aku, mereka kehilangan ibunya,”

Mi Nam pergi menemui Suster Kepala untuk menceritakan masalah hatinya.

“Ia seperti bintang yang terang. Saat aku terkena cahayanya, aku merasa semakin bercahaya namun di sisi lain juga semakin gelap. Saat ia bersinar aku merasakan harapan, dan saat ia redup aku merasa kecewa. Aku membenci diriku karena ini dan merasa malu,” isak Mi Nam.
“Saat kau mengenal cinta, kau terlihat semakin cantik,” hibur Suster Kepala.

Beberapa saat kemudian, Mi Nam duduk di luar melihat bintang. Ia tidak dapat menghentikan air matanya. “Karena air mataku terus turun, aku tidak dapat melihat bintang dengan jelas. Bila aku tidak dapat melihatnya, aku tidak akan merasakan harapan dan kecewa lagi. Aku harap aku tidak dapat melihatnya lagi,” isak Mi Nam.

Tiba-tiba datanglah sebuah mobil. Mi Nam melihat mobil itu dan sinar dari lampu mobil itu menyorotnya.

Tae Kyung keluar dari mobil itu dengan tetap membiarkan lampunya hidup.

“Go Mi Nam, aku dapat melihatmu dengan jelas sekarang. Kau tidak dapat melihatku karena terlalu terang, kan? Ketika aku tidak dapat melihatmu, apakah kau selalu menangis seperti sekarang?” tanya Tae Kyung.
“Aku tidak akan menangis lagi. Berpura-puralah kau tidak melihatku,” isak Mi Nam.
“Bagaimana bisa aku berpura-pura padahal aku dapat melihatmu dengan jelas? Go Mi Nam, kau selalu memperhatikanku selama ini, kan? Aku tidak dapat melihatmu karena itu aku tidak tahu,” kata Tae Kyung.

“Berpura-puralah tidak tahu. Aku tidak akan memperhatikanmu lagi,” kata Mi Nam.

“Jangan berhenti memperhatikanku. Tetaplah memperhatikanku seperti yang selama ini kau lakukan,” kata Tae Kyung.
“Hwang Tae Kyung …”
“Go Mi Nam, mulai sekarang kau kuizinkan untuk menyukaiku,”