[Sinopsis K-Drama] History of The Salaryman Episode 17

[Salaryman Episode 17]
Sinopsis History of The Salaryman Episode 17

Mo Ga Bi menemui orang yang menuduhnya sebagai pembunuh Presdir Jin melalui fax. Ia pun pergi ke hotel Seoul ruang 1405 tempat pengirim itu berada. Dengan sikap tenang Ga Bi mengetuk pintu kamar 1405, dan seseorang membukanya orang itu tak lain adalah Yoo Bang!!!, yang menatapnya tajam. Ga Bi menyuruh Yoo Bang menjelaskan isi faxnya. “Insulin apa ?.. pembunuh apa ?”tanyanya. Tapi Yoo Bang malah balik bertanya apakah Ga Bi hanya menerima setengah dari fak itu karena di sana tertulis bahwa Ga Bi adalah pembunuh!. “Sudahi omong kosongmu ! Insulin. Jelaskan tentang itu”tegas Ga Bi tak gentar. “Bagaimana kau membunuh Presiden ?”tanya Yoo Bang to the point namun Ga Bi tetap tenang.
“Yang harus menjelaskan itu kau, bukan aku ! Apakah kau membunuhnya dengan insulin?”lanjut Yoo Bang yang terus menyudutkan Ga Bi, tiba-tiba ponsel Ga Bi berbunyi ia pun mengangkatnya. Ia mengatakan agar jangan mengirim polisi dulu karena ia belum yakin siapa pelaku pembunuhan Presdir Jin. “Jadi kau bawa-bawa polisi juga ?”tanya Yoo Bang.

“Dengan begitu kau bisa jaga bicaramu”jawab Ga Bi. “Kalau tidak kau akan diseret dari sini sebagai pembunuh”, Ga Bi malah balas menuduh Yoo Bang. “Kau ternyata tidak bodoh”, Yoo Bang menanggapi..
“Aku takkan memaafkan, siapapun yang telah membunuh presiden”ungkap Ga Bi, lalu bertanya apa hubungan kematian Presdir Jin dan insulin?.
“Aku mendapat bisikan. Bahwa kau yang membunuh Presiden Jin”jawab Yoo Bang. Ga Bi langsung bertanya siapa yang menyebarkan gosip itu.
“Identitasnya belum terungkap, tapi pasti orangnya tidak jauh darimu, bukan ? Seseorang yang melayanimu, atau seseorang yang mau melawanmu, dan ingin melihatmu masuk penjara”beber Yoo Bang. “Ini adalah sebuah penghianatan. Kau mau kubantu carikan ?”tawarnya. Ga Bi tak bergeming sedikit pun dengan tenangnya dia malah merobek-robek fax yang dikirim Yoo Bang.
“Kalau kau kirim fax seperti ini lagi, aku akan mengirimmu ke penjara”ancamnya lalu bergegas pergi.

Begitu Ga Bi keluar ruangan, Jang Ryang yang mendengarkan dari dalam kamar keluar. “Apa ku bilang…Mo Ga Bi tidak akan terkejut dengan perangkap ini”ujarnya.
“Dengan sikap seolah-olah tak bersalah, apakah kita tidak salah tuduh ?”pikir Yoo Bang. Jang Ryang mengatakan bahwa menurut dokter Choi Ga Bi lah hyang selalu mengurus insulin Presdir Jin.
“Tanpa bukti kuat, akan sulit mengungkapkannya”guman Yoo Bang.
“Kau tahu pepatah ‘honsumoeo’ ?”tanya Jang Ryang, Yoo Bang mencoba mengingatnya.
“Maksudmu, ’mengail di air keruh’ ?”.
“Kalau benar Mo Ga Bi yang membunuh presiden, dia akan mulai meng-kambing hitam-kan
orang-orang disekitarnya. Lalu kita masuk ke sana !”jelas Jang Ryang.

Dalam perjalanan pulang, Ga Bi terus berpikir siapa yang membisikkan desas-desus bahwa dia pembunuh Presdir Jin dan mencoba menghianatinya. Ga Bi melirik ke arah asistennya. “Tidak, dia tidak punya nyali. Kalau begitu…”pikirnya. Lalu tiba-tiba teringat pembicaraannya dengan Beom Jeung saat ia mengatakan bahwa ia akan menjadi wali Yeo Chi. “Beom Jeung bisa saja menghianatiku. Dia orang yang oportunitis”batin Ga Bi. “Siapa lagi ?. Seseorang yang lebih kuat daripada Beom Jeung dan bisa melindungiku. Waktunya untuk mengubah strategi”pikirnya. Lalu ia menyuruh asistennya mengantar ke tempat yang biasa dikunjungi Hang Woo setiap minggu.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 17

Hang Woo berziarah menemui almarhum pamannya, Choi Hang Ryang. Hang Woo menngatakan bahwa Presdir Jin telah wafat. “Aku sedang memikirkan suatu keputusan yang serius. Kuharap kau bisa mengerti”ucapnya, tiba-tiba saat ia akan mengelap figura foto pamannya Hang Woo melihat setangkai bunga krisan, Hang Woo mengambilnya dan dibawahnya ada sebuah cincin yang bertuliskan ‘love forever’. Hang Woo lalu bertanya pada penjaga makam, siapa yang menaruh bunga itu.
Penjaga makam mengatakan bahwa ada seorang wanita datang beberapa kali. Hang Woo bertanya apakah ia tahu siapa wanita itu. Penjaga menjawab tidak tahu dan mengatakan bahwa wanita itu selalu menangis sambil memegang foto almarhum. Hang Woo memberikan kartu namanya agar penjaga dapat mengubunginya kalau wanita itu datang lagi. Di balik tempok tak jauh dari mereka terlihat Ga Bi melihatnya dan tersenyum penuh ambisi, Hang Woo masuk perangkap!!!.

Para karyawan di bagian strategis berbisik-bisik mengenai Yeo Chi yang sampai berlutut dan memohon agar diijinkan bekerja di Chun Ha. Tiba-tiba Yeo Chi datang, otomatis mengejutkan mereka namun Yeo Chi malah langsung menuju meja kerjanya.
“Dia merendahkan orang lain karena dia cucu Presiden. Perlakukan dia sepantasnya !”ujar salah satu karyawan wanita.
“Kalau surat wasiat Presiden Jin menunjuk Baek Yeo Chi sebagai presiden, pasti kita semua sudah dipecat”sahut yang lain, diiyakan yang lainnya.
“Bayangkan bagaimana perasaan presiden Jin menjadikan sekretarisnya sebagai Presiden”balas yang lain. Yeo Chi tak mengubris bisik-bisik teman kerjanya ia malah minum alcohol yang dibawa dibotolnya.
Yeo Chi menawarkan ke teman-temannya, tapi teman-temannya tak mengurusinya mereka kembali ke meja kerja masing-masing. Beom Jeung memperhatikan tingkah Yeo Chi dari ruangannya.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 17

Di ruangannya Ga Bi terlihat memilih-milih aksesories yang akan dia kenakan. “Bagaimana Yeo Chi?”tanyanya pada Beom Jeung.
“Dia benar-benar terpuruk. Dia tak perlu dikhawatirkan lagi”.
“Bisa saja dia pura-pura. Semakin kau dekat dengannya,semakin mudah kau dibohonginya”ungkap Ga Bi. “Tidak semua orang sepertimu”balas Beom Jeung. Sontak Ga Bi bertanya apa maksud Beom Jeung
“Kau sudah jauh berubah”jawab Beom Jeung. Ga Bi mulai merayu Beom Jeung, “apa aku telah berbuat salah kepadamu ?”tanyanya.
“Mana mungkin aku bisa menyalahkanmu ?”jawab Beom Jeung. Ga Bi memeluk Beom Jeun, ia meminta maaf karena sibuk jadi lama ia tak memperhatikan Beom Jeung. Ga Bi juga mengajak Beom Jeung makan malam untuk meredakan kekesalan Beom Jeung.
“Baek Yeo Chi datang ke kantor…Tidak ada untungnya bagiku”ujar Ga Bi lalu menyuruh Beom Jeung melakukan sesuatu agar Yeo Chi mengundurkan diri.
“Dia takkan jadi pengganggu buatmu”jawab Beom Jeung.
“Orang yang bisa kupercaya…Hanyalah kau. Mengerti ?”pesan Ga Bi, Beom Jeung melepaskan diri dari pelukan Ga Bi dan keluar ruangan, ia sempat menghentikan langkahnya melihat Ga Bi sibuk memilih-milih baju melihat wanita yang disukainya sudah berubah 360 derajat.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 17

Ba Sa Yeol, direktur Taeyang group datang ke kantor Chun Ha membawakan Woo Hee bunga.
Lama tidak muncul. Sontak Woo Hee terkejut diberi bunga hehehe.
“Kenapa terkejut ini bukan yang pertama kalinya, bukan ?”ujar Sa Yeol.
“Kalau begitu…Rangkaian bunga-bunga itu…”tebak Woo Hee.
“Aku sering mengirimkan bunga kepadamu”jawab Sa Yeol. “Tapi ada tikus yang merampasnya ditengah jalan. Jadi aku bawa sendiri kepadamu”lanjutnya begitu Hang Woo keluar ruangannya. Jelas Hang Woo terlihat kesal ditambah Sa Yeol mengajak Woo Hee makan malam.
“Hey. Kau sudah datang ?”sapa Hang Woo cepat. “Kenapa tidak langsung masuk ?”.
Bukannya menjawab Sa Yeol malah memastikan apakah Woo Hee mau makan malam bersamanya. Woo Hee melirik ke arah Hang Woo.
“Apa ? Kau mau ikut dia ?”tanya Hang Woo, Woo Hee mengangguk lalu pergi bersama Sa Yeol hahaha.
Lalu Hang Woo memasukkan bunga pemberian Sa Yeo ke tempat sampah.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 17

Tapi ternyata Hang Woo malah ikut makan bersama wkwkwk, Sa Yeol dan Hang Woo saling menawarkan tempat duduk di samping masing-masing, Woo Hee sempat bingung akhirnya ia berniat duduk di samping Sa Yeol namun Hang Woo menyindirnya. “Kau senang jadi sekretaris di sini, Cha Woo Hee ?”, terpaksa Woo Hee duduk di samping Hang Woo. “Hidung belang”umpat Hang Woo.
Lalu Sa Yeol menawarkan apakah Woo Hee mau pindah kerja ke Taeyang Group?. Sontak Hang Woo kaget. “Daripada di Chun Ha Group…Akan kunaikkan pangkat dan gajimu”ujar Sa Yeol.
“Cha Woo Hee. Kau pernah dengar kan, kalau aku akan memberikanmu bonus ?”bisik Hang Woo. “Hari ini akan kuberikan !”. Sa Yeol tak kalah akal ia menanyakan besar bonus dan akan memberikannya 2x lipat dan jika ia bekerja di Taeyang ia tak perlu jadi sekretaris Sa Yeol.
“Sudah cukup, Bok Sa Yeol”potong Hang Woo.
“Pilih saja departemen mana yang kau suka”cerocos Sa Yeol tak mengubris Hang Woo.
“Hey, Bok Sa Yeol! Kau mau tetap mengejekku seperti ini ?”seru Hang Woo.
“Memangnya kenapa ?”jawan Sa Yeol santai. “Aku memberikan peluang besar kepada Woo Hee”.
“Kau ! Tawaranmu tidak masuk akal”ujar Hang Woo lalu mengancamnya Sa Yeol dengan pisau makan.
Sa Yeol membalasnya, Woo Hee dan pelayan tak percaya dengan tingkah keduanya yang kekanak-kanakan. “Kau mau semua pegawaimu kubajak ?”ancam Hang Woo.
“Silakan bajak saja ! Biarkan saja aku dan Nona Woo Hee”.
“Kau tetap memanggilnya ‘Woo Hee’? Memangnya Woo Hee nama kucingmu ?”tukas Hang Woo.
“Brengsek ! Jangan bandingkan dia dengan kucing”balas Sa Yeol, sampai pelayan minta keduanya tenang wkwkwk dasar WooWoo couple.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 17

Selesai makan Sa Yeol membawa Woo Hee ke mall. Sa Yeol ingin memberikan hadiah apa saja yang Woo Hee mau jadi woo Hee pilih sendiri saja. Tapi Woo Hee mengatakan tak perlu, Sa Yeol pun memilihkan tas wanita berwarna biru, Woo Hee senang namun Hang Woo mengatakan itu bukan selera Woo Hee.
Lalu Hang Woo mengambilkan tas wanita warna orange tapi Sa Yeol mengatakan itu tak cocok dengan Woo Hee. Woo Hee sudah jengah dengan tingkah keduanya, tapi keduanya malah menyuruh Woo Hee memilih tas pilihan Hang Woo apa Sa Yeol?.
“Dari tadi kusaksikan kalian berdua. Apa sih yang kalian inginkan dariku ?”tanya Woo Hee sedikit kesal. Lalu ia pamit pulang.
“Dia tambah cantik kalau sedang marah”guman Sa Yeol.
“Jangan coba-coba mendekati dia. Awas kau !”ancam Hang Woo.
“Hey, Choi Hang Woo! Jadi kau…suka padanya ?”tebak Sa Yeol.

Hang Woo mengendap-ngendap menaruh tas belanjaan di kait pintu rumah Woo Hee.
“Semua pria itu gombal, Cha Woo Hee. Jangan mau dibodohi oleh Bo Sa Yeol”ucap Hang Woo lirih, berarti Hang Woo juga donk?.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 17

Keesokan paginya saat Woo Hee keluar rumah ia melihat isi tas belanjaan yang dikaitkan di pintu, tentu saja ia ingat itu pilihan Hang Woo kemari.
“Darimana dia tahu seleraku !”gumannya lalu Woo Hee memeriksa isi tas siapa tahu ada notenya, tapi Hang Woo tak meninggalkan catatan apapun tapi sudah dimantrain kwkwkw..
“Aku ingin tahu bagaimana sebenarnya perasaannya”gumannya.

Paginya di kantor Yeo Chi menyapa teman-teman seruangannya dengan ceria.
“Hey, Baek Yeo Chi!”panggil salah seorang karyawan.
“Oh? Jadi kau mau bicara denganku sekarang ?”, ternyata orang itu meminta diambilkan kopi. Dengan terpaksa Yeo Chi mematuhinya.
Karyawan lain juga menyuruh Yeo Chi membawakan coklat panas dan the hijau. Yeo Chi pun mencatat pesanannya. “Ada lagi yang mau pesan ?”tanyanya. Lalu karyawan yang lainnya meminta Yeo Chi mengcopykan dokumen dan menghancurkan dokumen.
Yeo Chi pun mengantarkan minuman pesanan managernya, dan karyawan lain yang memesan namun yang dibawa Yeo Chi itu salah semua kopi hitam dibawakan kopi susu, Yeo Chi pun mengambil penggantinya, Hang Woo merasa simpati melihat Yeo Chi begitupula Woo Hee yang tampaknya sedikit cemburu melihat perhatian Hang Woo pada Yeo Chi.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 17

Bukan Yeo Chi kalau tidak membuat seluruh ruangannya gempar, salah satu manager kehilangan file presentasi di PCnya. Dan dokumen yang seharusnya Yeo Chi copy malah dihancurkan sedangkan dokumen yang seharusnya dihancurkan malah Yeo Chi copy mana softcopy file di PC manager hilang pula hahaha.
“Tenang, tenang. Belum kubuang, kok. Semua ada di sini”tukas Yeo Chi menenangkan memperlihatkan tempat penghancur yang isinya belum dibuang. “Tinggal di satukan saja lagi”lanjutnya.

Dan akhirnya Yeo Chi menyatukan kembali robekan-robekan kertas yang telah dihancurkan tadi.
“Itu lembaran presentasiku buat besok pagi”ujar manager melihat lembaran yang sudah disatukan Yeo Chi.
“Ini kan baru halaman pertama…”jawab Yeo Chi. Manager itu merebut kertasnya dan membuangnya.
“Kau mau aku dimarahi oleh Direktur ? Sekarang, cepat kembalikan semua ke keadaan semula”serunya marah. “Kalau besok pagi tidak siap, kau kupecat. Kau tahu artinya, kan?”teriaknya. “You fired!”balas Yeo Chi berteriak.
“Ya, fired! You fired! Hobimu itu ! Dasar otak udang !”maki managernya, Yeo Chi tak mengerti.
“Lalu, kalau bukan otak udang…Ini hasil kerjamu dari otakmu. Apa ini bukan pekerjaan otak udang?!”ujar manager seraya menoyor kepala Yeo Chi. Managernya tampak frustasi.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 17

Yeo Chi kembali minum alcohol di botolnya, Beom Jeung menegurnya.
“Tak seharipun tanpa kau berbuat ulah”ucapnya.
“Ya, aku tahu. Otak udang”jawab Yeo Chi menyalahkan diri sendiri.
“Kalau presentasi besok gagal gara-garamu. Aku kupecat kau”ancam Beom Jeung.
“Jadi begini rasanya mau dipecat”guman Yeo Chi lirih, Beom Jeung melangkah pergi. Begitu Beom Jeung mulai beraksi bahwa selama ini dia dalam keadaan sadar. Yeo Chi mengeprint file presentasi dari emailnya, ia teringat saat sebelum menghapus filenya dikomputer manager saat jam istirahat ia mengirim ke emailnya dulu.

Setelah itu Yeo Chi masuk ke ruangan Beom Jeung mengcopy suatu file, ia dikagetkan dengan bunyi ponselnya. Ternyata Yoo Bang yang meneleponnya. “Kenapa telepon sekarang !”bisik Yeo Chi.
“Kenapa kau marah tanpa alasan ? Sedang apa ?”tanya Yoo Bang, Yoo Bang mengira Yeo hi sedang nongkrong namun Yeo Chi mengatakan bahwa ia sibuk. Keren euy ahjusi pakai jas begini, seARATA ya kan Sakurai? Wkwkkw. “Sibuk apa ? Kau tidak sedang minum alkohol, kan ?”selidik Yoo Bang.
“Tidak. Aku ada di kantor. OK ?”jawab Yeo Chi, Yoo Bang mengatakan ia akan menjemput Yeo Chi yang dijawab Yeo Chi dengan terserah. Selesai mengcopy data Yeo Chi keluar ruangan.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 17

Yoo Bang dan Yeo Chi makan bersama, Yoo Bang menyuapkan makanan ke Yeo Chi, daging yang dibungkus selada itu apa ya namanya? Momen ini jadi ingat saat Bong Dal Hee mengupaskan kepiting untuk dokter Ahn wkkwkw. “Bagaimana ? Enak, kan ?”tanya Yoo Bang yang dijawab Yeo Chi dengan gurih dan mantap. “Daging Korea memang yang paling top !”tambah Yoo Bang. “Kenapa kau kembali ke Chun Ha Group?”.
“Kau mau aku terus jadi pengangguran ?”, Yeo Chi balik bertanya.
“Maksudku, kalau kau butuh pekerjaan, kau tinggal datang saja ke kantorku”jawab Yoo Bang. Tapi Yeo Chi malah mengatai Yoo Bang gila, karena mengajak kerja di tempat seperti bengkel hahaha.
“Jadi kau masih belum berpikir jernih. Kau serius kerja di tempat itu dimana orang-orang mencemoohkanmu ?”tanya Yoo Bang memastikan, yang diiyakan Yeo Chi. Yoo Bang bernya kenapa?.
“Itu perusahaan yang dibangun oleh kakekku. Kalau kutinggalkan begitu saja, maka sama
saja aku mengabaikan warisan dari kakekku. Sejujurnya, aku takut”ungkap Yeo Chi.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 17

“Akan kukembalikan Chun Ha Group kepadamu !”janji Yoo Bang.
“Kau pikir perusahaan itu permen di toko ? Bisa kau ambil sesuka hatimu ?”ucap Yeo Chi.
“Kau meremehkanku ? Mau lihat angka penjualan pabrikku ?”tantang Yoo Bang. Yeo Chi mengerti Yoo Bang sibuk oleh sebab itu ia tak ingin jadi beban untuk Yoo Bang.
“Keadaanmu seperti ini sudah menjadi beban buatku. Saking khawatirnya aku padamu sampai tak ada kerjaanku yang beres”ungkap Yoo Bang.
“Jangan khawatir, aku bisa melakukan ini”ujar Yeo Chi.
“Kenapa aku jadi repot mengkhawatirkanmu ? Memangnya aku siapa ?. Kenapa aku harus memperhatikanmu ?”beber Yoo Bang, karena kau sudah cinta dengan Yeo Chi ahjusi Yoo Bang wkwk. Lalu Yoo Bang mengambil soju untuk diminum namun Yeo Chi menahannya. “Hey! Kau bilang kau takkan minum lagi”ucapnya. “Ini mulutku sendiri”jawab Yoo Bang tak mengubris perkataan Yeo Chi.
Yeo Chi menyuruh Yoo Bang kembali ke klinik rehabilitasi !.
“Kau tahu apa yang tertulis di resepku ?”tanya Yoo Bang. Lalu menunjuk-nunjuk kepala Yeo Chi. “Katanya aku harus mengeluarkan kau dari otakku”lanjutnya lalu kembali meminum sojunya, wkwkw berarti epilog di akhir tiap episode drama itu beneran donk?. Dan tanpa mereka sadari asisten Ga Bi mengambil foto keduanya yang sedang berbutan botol soju ckckck.

Yeo Chi membawa Yoo Bang yang sudah mabuk ke kantornya yang sekaligus jadi kamarnya.
Yoo Bang mulai ngelatur tak jelas karena sudah mabuk.
“Kau siapa ? Kau si rambut merah yang membuatku jadi begini”beber Yoo Bang.
“Bingo”ucap Yeo Chi lalu memapah Yoo Bang berbaring di kasur lipatnya.
“Berhenti mengeluh dan pergi tidur”ujar Yeo Chi.
“Kau tak ikut tidur denganku ?”igau Yoo Bang yang langsung dijawab tidak oleh Yeo Chi.
Yoo Bang kembali bangkit dan berkata, “ada yang mau kukatakan padamu”. Dengan sekali sentakan mantra Yeo Chi Yoo Bang kembali tertidur seperti orang di hipnotis hahaha.
“Terimakasih, Yoo Bang. Kalau tak ada kau, bagaimana nasibku ?”ucap Yeo Chi seraya memperhatikan Yoo Bang yang tertidur pulas seraya tersenyum. Lalu Yeo Chi meminjam laptop di meja Yoo Bang untuk membuka file yang dicopynya di ruangan Beom Jeung tadi. “Tidak apa-apa, Yeo Chi. Ini baru permulaan”ucapnya memberi semangat.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 17

Beom Jeung menyodorkan approval tagihan pada Ga Bi yang sedang fitness mengenai tagihan mansion di California senilai $12juta, lalu Ga Bi menanyakan pembelian pesawat pribadinya . Beom Jeung nampak enggan melihat berapa nilai yang sudah Ga Bi habiskan apalagi ditambah pesawat pribadi lagi, tapi Ga Bi tak mau tahu ia ingin apa yang diinginkannya dasar OKB (Orang Kaya Baru).
Tiba-tiba datang Jang Ryang menyapa. “Kau beruntung! Bekerja dengan Presiden tercantik di Korea”puji Jang Ryang pada Beom Jeung.
“Ah, kau bisa saja”elak Ga Bi malu-malu.
“Ini pengakuan jujur. Kau harus terbiasa !”ungkap Jang Ryang. Lalu Ga Bi mempersilahkan Beom Jeung pergi, ia pun mengerti lalu melangkah pergi.
“Presiden, kau mau berlayar dengan yacht?”tawar Jang Ryang mulai melancarkan aksinya menghasurt Ga Bi supaya menghambur-hamburkan uangnya :P. Dan nampaknya Ga Bi tertarik, Beom Jeung nampak curiga kedekatang Jang Ryang dan Ga Bi.
Jang Ryang menjelaskan bahwa ia bergabung dengan komunitas papan atas para pencinta Yacht, kalau Ga B ikut mereka pasti senang menerima Ga Bi.
“Tapi aku tak punya yacht. Memangnya harganya berapa ?”tanya Ga mulai tertarik.
“Hanya sekitar $5 juta untuk selevel penghasilanmu”jawab Jang Ryang. Dan Ga Bi pun setuju membelinya satu.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 17

Beom Jeung yang kembali ke kantor nampaknya kesal, tiba-tiba ia dihampiri direktur So Ha.
“Dalam waktu dekat akan ada reorganisasi lagi dan Bagian Strategis semua akan dihapuskan”ungkap So Ha, Beom Jeung tak mengerti apa maksud So Ha.
“Bagian Strategis akan dilebur ke dalam bagian yang dipimpin Wakil Presiden. Itu artinya sebagian besar kekuasaan ada ditangan Hang Woo”jelas So Ha, Beom Jeung bertanya darima So Ha mendengar berita itu?. So Ha menjawab dari sekretariat jadi isu itu tak mungkin salah.
“Aku heran, apakah kau benar-benar sudah menjinakkan Mo Ga Bi ketika dia masih jadi Sekretaris Presiden ?”tanya So Ha. “Kalau orang lain sih tidak apa-apa, tapi ini adalah nasibmu!”lanjutnya, sontak kata-kata itu benar-benar menohok Beom Jeung.

Di mobilnya Beom Jeung mengambil surat wasiat Presdir Jin yang asli, ia teringat saat supir pribadi Presdir Jin memberikannya padanya. Ternyata Presdir Jin menitipkannya pada supir pribadinya karena Presdir Jin mempercayainya.

Teman seruangan Yeo Chi kasak-kusuk melihat Yeo Chi tertidur di mejanya seraya memegang botol minumannya, Hang Woo yang melihatnya menghampiri dan membangunkannya.
“Bangun, Baek Yeo Chi”ujar Hang Woo.
“Wakil Presiden, dia kelihatannya lelah, kenapa anda tidak…”ucap Woo Hee namun tak digubris Hang Woo. “Kau pikir ini rumahmu ? Bangun sekarang !”seru Hang Woo. Dengan malas-malasan dan enggan Yeo Chi membuka mata dan bertanya siapa yang berteriak itu. Yeo Chi melihat Hang Woo dihadapannya ia pun menyapanya. “Baek Yeo Chi, kau minum alkohol ?”tanya Hang Woo, Yeo Chi menjawab ia hanya minum sedikit. Hang Woo pun menyeret Yeo Chi ke ruangannya.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 17

Hang Woo menghempaskan Yeo Chi ke kursi. “Kenapa kau kerja dengan keadaan begini ? Kau sengaja mempermalukan dirimu sendiri ?”tanya Hang Woo.
“Apa pedulimu ?”jawab Yeo Chi yang bangkit duduk.
“Kau begini karena kau perlu uang ? Atau ada urusanmu yang belum selesai di sini ?”selidik Hang woo.
Yeo Chi bertanya kenapa, apakah Hang woo mau memberinya uang?. Lalu Hang Woo mengeluarkan cek berlembar-lembar dari dompetnya dan menghamburkannya ke arah Yeo Chi seraya berkata,“aku tak mau melihatmu dengan keadaan begitu”. Hang Woo juga menyuruh Yeo Chi pergi cepat dan kalau perlu lagi Hang Woo akan memberikannya lagi. Woo Hee melihatnya dari balik pintu. Yeo Chi yang masih setengah mabuk sepertinya berpura-pura mabuk tak percaya uang yang diberikan Hang Woo berjatuhan, Yeo Chi pun memungutinya.
“Kudapatkan semuanya. Terimakasih, Wakil Presiden”ucap Yeo Chi. Hang Woo tak percaya melihat tingkah Yeo Chi saat ini. “Kupikir kau benar-benar tidak tahu sopan-santun, tapi sekarang pun kau tidak tahu malu”ucapnya. “Mana Baek Yeo Chi yang angkuh itu ?”
“Oh, Baek Yeo Chi yang itu ! Baek Yeo Chi yang itu…sudah mati, Wakil Presiden”jawab Yeo Chi lirih. Yeo Chi bertingkah seperti orang linglung dan kekanak-kanakkan. “Ya Tuhan berapa banyak uang ini ? Ternyata kau kaya”ucapnya, Woo Hee yang melihat di muka pintu tampak berkaca-kaca entah karena cemburu atau?

Hang Woo pulang kerja duluan karena tidak mood, gara-gara dengan Yeo Chi tadi?. Hang Woo melihat Yeo Chi tertidur di teras depan kantor Chun Ha, ia pun menyenggol kaki Yeo Chi agar bangun.
“Jadi dia sudah tidak peduli dirinya ada di mana”ucapnya berlalu namun tiba-tiba ia menghentikan langkahnya melihat Yeo Chi yang diam saja kedinginan, Hang Woo segera memeriksa kening Yeo Chi yang ternyata demam, Hang Woo mencoba membangunnya namun tak ada jawaban ia pun segera menggendong Yeo Chi dari jauh Woo Hee melihatnya.

Hang Woo ternyata membawa Yeo Chi ke rumah sakit.
“Tubuhnya agak lemah. Mungkin karena trauma atas kematian kakeknya”ucap dokter Choi. Dokter Choi bertanya apakah Yeo Chi belum tahu kalau kematian kakeknya insulin ?.
“Jangan katakan padanya”pinta Hang Woo. “Dengan keadaannya yang seperti ini… dia malah mungkin akan shock mendengarnya”jelasnya. Dokter Choi mengerti jika itu untuk kebaikan Yeo Chi ia tak akan memberitahunya. Hang Woo yang merasa kasian pada Yeo Chi yang terbaring lemah dan tertidur mengelap keringatnya dengan sapu tangannya. Hal itu dilihat Woo Hee yang tentu saja jadi salah paham, ia pun kembali menutup pintunya tak jadi masuk. “Jadi, dia menyukai Baek Yeo Chi.
Kalau begitu kenapa dia membelikanku tas ?”guman Woo Hee tak percaya. “Aku takkan tertipu lagi olehmu, bajingan tengik ! Kau pikir hati orang mudah dipermainkan ?”, Woo Hee nampak berkaca-kaca.

Di ruangan Yeo Chi Hang Woo menelepon seseorang, ia berkata akan menerima tawarannya dan memutuskan kembali ke Amerika. “Lalu bagaiman adengan wanita yang kau bilang akan kau ajak serta?”tanya orang di seberang telepon.
“Aku belum melamarnya. Tapi aku pasti akan melamarnya”jawab Hang Woo yakin. Setelah itu Hang Woo menelepon Woo Hee dan menanyakan di mana Woo Hee sekarang.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 17

Woo Hee sedang minum di sebuah bar, Hang Woo menghampirinya.
“Sepertinya mood kita sama. Hari ini aku juga ingin minum”sapa Hang Woo ceria tanpa tahu keadaan hati Woo Hee. Hang Woo bertanya ada apa dengan mood Woo Hee?.
“Moodku selalu begini. 300 hari dalam setahun ?” jawab Woo Hee ketus.
“Jadi hanya 65 hari dalam setahun moodmu bagus ?”, Woo Hee menjawab ia tak ingat hari itu karena ia mabuk. Hang Woo tersenyum mendengarnya ia pun mulai menanyakan apa Woo Hee tertarik ke Amerika?. “Saat ini, aku ingin ke sana”jawab Woo Hee. Mendengar itu Hang woo segera menanyakan apakah Woo Hee mau ikut bersamanya, tapi Woo Hee malah menatap tajam ke arah Hang Woo.
“Apa arti tatapanmu yang silau itu ?”tanya Hang Woo.
“Kau tahu kenapa aku ingin ke Amerika ? Karena aku tak ingin melihatmu !”jawab Woo Hee kesal lalu menyuruh Hang Woo pergi dan jangan muncul dihadapannya lagi. Woo Hee segera bergegas pergi.
“Kenapa dia ? Katakan apa salahku ! Awalnya setuju tapi kemudian marah padaku ?”gerutu Hang Woo tak mengerti.

Ga Bi melihat foto Yeo Chi yang sedang bersama Yoo Bang jepretan asistennya. “Yoo Bang dekat dengan Yeo Chi…Aku jadi khawatir”ujarnya. Asistennya bertanya apakah Yoo Bang masih mencurigainya.
“Hari itu, dia mengejutkanku…Dia yakin betul bahwa aku adalah pelakunya”. Lalu Ga Bi bertanya pada asistennya apakah ia masih mencari surat wasiat Presdir Jin.
“Aku masih mencari, tapi kelihatannya, surat itu tak pernah ada”.
“Jangan jadi peramal”jawab Ga Bi cepat. “Kalau ada, temukan, dan musnahkan. Kalau tidak ketemu, terus cari sampai kau yakin bahwa memang tidak ada”. Asistennya pun mengerti, tiba-tiba pintu diketuk Hang Woo datang menemui Ga Bi. Ga Bi mempersilahkan asistennya keluar.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 17

“Ada yang ingin kudiskusikan denganmu. Paeng Seong Enterprise…”ujar Ga Bi namun segera dipotong Hang Woo. “Aku ingin bicara”ungkap Hang Woo lalu menyerahkan surat pengunduran dirinya.
“Kurasa aku sudah tak punya motivasi lagi tetap di sini”terang Hang Woo. Ga Bi langsung bertanya kenapa Hang Woo tiba-tiba mengundurkan diri ?
“Akhir bulan ini aku kembali ke Amerika. Banyak yang harus kudelegasikan,jadi besok pagi aku masih masuk kantor”ungkap Hang Woo yang tentu saja membuat Ga Bi geram, lalu Hang Woo pamit undur diri. “Choi Hang Woo, padahal aku sudah punya rencana terhadapmu. Kau pikir aku akan mudah melepaskanmu ?”guman Ga Bi lalu meremas-remas surat pengunduran diri Hang Woo.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 17

Di mobil Hang Woo tersenyum memperhatikan cincin pertunangan yang dibelinya. Tiba-tiba ia ditelepon dari tempat pemakaman mengabarkan bahwa wanita yang suka mendatangani tempat pamannya datang. Hang Woo pun mengucapkan terimakasih dan bergegas menuju sana.

Perlahan-lahan tapi pasti Hang Woo mendekati wanita yang di depan persemayaman almarhum pamannya. Hang Woo menyapanya, wanita itu menoleh dan wanita itu adalah Ga Bi!!!!!, yang bercucuran air mata palsu ckckckc. Sontak Hang Woo kaget. “Kenapa kau ada di sini ?”tanyanya.
“Tidak, kau sendiri mengapa kau di sini ?”tanya Ga Bi balik.

Keduanya lalu berbicara di lain tempat. “Apa hubunganmu dengannya”tanya Hang Woo to the point.
Ga Bi langsung melepaskan kalung yang berbandul cincin ‘love forever’ dan menyerahkannya pada Hang Woo, melihat cincin itu Hang Woo mengingat sesuatu.
“Hang Ryang…Menyukaiku. Sulit juga menyembunyikan hubungan kami dari rekan-rekan di kantor. Tapi kami menikmati saat-saat itu”ungkap Ga Bi.
“Pamanku itu tidak pernah mengatakan kepadaku kalau dia punya kekasih”ujar Hang Woo tajam.
“Aku juga tidak pernah tahu kalau dia punya keponakan”balas Ga Bi. Hal ini digunakan Ga Bi untuk menekan Hang Woo. “Kalau kau keponakan Hang Ryang, mengapa kau menghindar dari pekerjaanmu ? Hang Ryang meninggal ketika menolongmu. Orang yang mencintaiku ! Kau merenggutnya dariku”cerocos Ga Bi. “Dan sekarang, kau mau menghindar dari tanggung jawabmu. Kau pikir pamanmu akan senang ? Chun Ha Group… kau harus menjaganya”. Ga Bi menggunakan alasan paman Hang Woo sebagai orang yang cintainya untuk mengikat Hang Woo. “Aku tak punya ambisi lagi terhadap perusahaan ini. Karena Jin Shi Hwang sudah meninggal”seru Hang Woo.

“Kalau begitu, janganlah pergi, demi aku. Tolonglah aku, Hang Woo”pinta Ga Bi.
“Kalau aku masih di sini, hanya karena satu alasan. Yoo Bang”jawab Hang Woo.
“Aku juga…Aku tak bisa memaafkan Yoo Bang. Yang menyebabkan kematian pamanmu, adalah Yoo Bang”ucap Ga Bi berkaca-kaca. Yeee, pamannya mati gara-gara bunuh diri masa yang disalahin Yoo Bang. “Kalau Yoo Bang sudah kujatuhkan dan perusahaan sudah stabil, aku tak mau kau bergantung padaku lagi”ujar Hang Woo. Ga Bi pun lega dan mengucapkan terimakasih.

Perusahaan milik Yoo Bang terus menerima banyak pesanan.
“Apakah pesanannya bisa selesai akhir bulan ini ?”tanya Yoo Bang.
“ Kami telah kerja lembur sampai malam,tapi jumlahnya masih jauh”jawab Han Shin.
“Sampai pabrik kedua selesai,kita harus kerjakan ini sampai selesai”ucap Yoo Bang. Bun Kwae menambahkan pihak hina terus meminta agar mereka memenuhi pesanan tambahan.
“Kalau terus begini, apa tidak mungkin kita akan menjadi Konglomerat ?”beber Bun Kwae tak percaya.
“Itu yang aku khawatirkan. Bahwa kita akan menjadi konglomerat !”ucap Yoo Bang yang diikuti tawa ketiganya. Tiba-tiba datang karyawan menyerahkan surat, Han Shin membukanya. Yoo Bang mengira itu pesanan tambahan. “$30 juta ?”pekik Han Shin kaget.
“Pesanan senilai $30 juta ?”tanya Bun Kwae takjub.
“Lihat kan ? Apa aku bilang ? Aku takut kita akan menjadi kaya raya”tambah Yoo Bang, namun sayangnya itu bukan surat pesanan namun surat tuntutan kerugian. Yoo Bang sontak kaget membaca perusahaannya dituntut sebesar $30juta dari Chun Ha atas kasus pelanggaran hak cipta.

Tiba-tiba ponsel Yoo Bang berbunyi, Hang Woo meneleponnya.
“Apa kabar, Yoo Bang?”sapa Hang Woo. “Sudah terima surat tuntutan kami ?”.
“Permainan apa lagi yang kau mainkan sekarang ?”tanya Yoo Bang.
“Seperti yang tertulis di sana. Ganti rugi atas pelanggaran hak cipta”.
“Kami melanggar hak cipta ? Siapa yang melanggar siapa ?”tanya Yoo Bang.
“Aku tak mau berlama-lama. Tapi ingat baik-baik. Lebih dari 99 cara untuk menghancurkan Paeng Seong,
Tapi aku lebih suka cara gentlemen”ungkap Hang Woo. Tenang ahjusi Hang Woo punya 99 cara dikau 100 cara untuk menghadapainya :P.
“Cara gentlemen ? Kau yang menjiplak produk kami. Tapi kau yang menuduh kami menjiplak ? Itu kau bilang Gentlemen ?”balas Yoo Bang.
“Ini adalah deklarasi perang. Camkan dalam otak dungu kalian”ucap Hang Woo lalu menutup teleponnya. “Ini bukan cuma pembalasan biasa. Akan kulumat Paeng Seong Enterprise tanpa sisa!”gumannya.

Ketiga pentolan Paeng Seong (Yoo Bang, Bun Kwae dan Han Shin) nampak gelisah menghadapi tuntutan Chun Ha group. “Hang Woo sepertinya telah menajamkan pedangnya. Apa yang akan kita perbuat ?”ujar Bun Kwae. “Apa maksudmu ? Kita harus menang”ucap Yoo Bang optimis.
“Tuntutan $30 juta, kalau kita kalah…”tambah Han Shin pesimis.
“Kenapa kau belum apa-apa sudah putus asa ?”hardik Bun Kwae.
“Jangan putus asa. Kita hadapi dengan halus. Berpikirlah dengan jernih”ucap Yoo Bang menenangkan.
“Apa yang kita punya di sini ? Kantor kita yang sumpek ini. Beberapa telepon. Dan juga mesin fax”ujar Bun Kwae. “Tepat sekali ! Telepon dan Fax. Kita sebarkan berita tentang tuntutan hak cipta lewat media”ungkap Yoo Bang.
“Kita ini pihak yang dituntut”ujar Han Shin.
“Kenapa malah kita yang menyebarkan beritanya ?”tanya Bun Kwae.
“Jika lawan kita menggunakan kekuatan uang untuk melawan kita, kita menggunakan kekuatan komunikasi massa yang bebas. Kalau kita berdua ter-ekspos, siapa yang paling dirugikan ?”terang Yoo Bang. Bun Kwae paham, “Presiden Yoo benar”ucapnya lalu menyuruh Han Shin menggunakan telepon dan ia sendiri menggunakan fax.

Dan benar saja, berita itu muncul di berita ekonomi dengan headline ‘perang hak cipta antara Chun Ha group dan Paeng Seong Enterprise’ ibarat perang David dan Goliah. Seorang ahli ekonomi yang dihadirkan di berita berpedapat bahwa saat ini Paeng Seong Enterprise mengandalkan Taeyang Group, dan salah sedikit saja perang itu akan menjadi perang Chun Ha Group melawan Taeyang Group.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 17

Hal itu terbukti, Sa Yeol direktur Taeyang mendatangi Hang Woo keduanya saling mencengkram. Woo Hee berusaha menengahi dan menghentikannya.
“Kalian sedang apa sih ?”hardik Sa Yeol.
“Kenapa ? Apa kata-kataku salah ?”balas Hang Woo tak kalah sengit.
“Orang ini mau mati rupanya”seru Sa Yeol bersiap melayangkan tinjunya ke muka Hang Woo.
“Hey, berhenti bajingan !”teriak Woo Hee yang otomatis membuat Sa Yeol dan Hang Woo terkejut hahaha, wanita secantik Woo Hee bisa marah seperti itu.
“Maaf! Keceplosan…”ucap Woo Hee. “Hei ! Kalian itu lulusan Stanford, jangan begini !”
“Hey, Choi Hang Woo. Apa kau tak tahu betapa pentingnya project alat medis itu bagiku?”ungkap Sa Yeol. “Lalu ?”tanya Hang Woo santai. “Aku jadi penerus Taeyang Group atau tidak. Itu bergantung dari keberhasilan alat ini”jawab Sa Yeol. “Lalu kenapa kau ganggu bisnisku?”.
“Lalu kenapa kau tak berpartner denganku dari awal, brengsek !”.
“Bukankah kau sendiri yang bilang, takkan turut campur dalam bisnisku ini ?”tanya Sa Yeol.
“Sekarang ini kau yang mengganggu bisnisku”balas Hang Woo. Sa Yeol berlalu pergi dengan geram.
“Aku heran kenapa penerus Taeyang Group punya otak kecil seperti itu !”gerutu Hang Woo kesal.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 17

“Jadi ? Kalian sudah bicara baik-baik ?”tanya Yoo Bang pada Sa Yeol yang keluar dari kantor Chun Ha group dengan kesal.
“Dia itu tidak bisa dajak bicara !”jawab Sa Yeol ketus karena masih kesal.
“Aneh sekali”ucap Yoo Bang. “Maksudku telinganya kan tidak tuli, tapi dia tak bisa diajak bicara? Wah, berarti itu masalah”, Yoo Bang menjelaskannya dengan sedikit candaan. “Kalau begitu, apakah itu artinya, produk itu akan ditarik dari pasar…?”tanyanya.
“Apa ? Produknya, harus ditarik dari pasar”tanya Sa Yeol kaget.
“Sebenarnya kita perlu…Seperti Chun Ha Group…Menyewa penasihat hukum juga”jawab Yoo Bang.
Sa Yeol segera memerintahkan Yoo Bang menyewanya segera. “Tapi…Perusahaan kami belum punya uang cukup”ucap Yoo Bang.
“Aku yang tanggung semua biayanya, berapapun nilainya. Cepat cari penasehat hukum sekarang!”perintah Sa Yeol. Yoo Bang mengerti, Sa Yeol berlalu dengan keadaan masih kesal hahaha.

Berita ekonomi di televisi masih membahas seputar peperang Chun Ha group dan Paeng Seong Enterprise. Seorang ahli kembali berpendapat untuk kemenangan Paeng Seong masih ada satu kendala yaitu alat pemantau gula darah di produksi oleh Paeng Seong tapi diciptakan pertama kali di pabrik Chu Ha Group di Incheon yang artinya penemuannya ada di Chun Ha. Dan menurut pasal 10 undang-undang hak cipta, dalam kasus seperti ini hak cipta alat monitor gula darah, sepertinya harus menjadi milik Chun Ha Group.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 17

Yeo Chi menemui trio Paeng Seong di sebuah kedai.
“Kenapa bisa begini ? Kau tak tahu kalau alat itu sebenarnya dianggap diciptakan di Chun Ha?”tanya Yeo Chi. Ternyata strategi komunikasi masaa bebas yang dipilih Yoo Bang malah menjerumuskan dirinya sendiri, salah strategi hehehe.
“Darimana kutahu ? Aku bukan lulusan sekolah hukum”jawab Yoo Bang.
“Lulusan sekolah hukum saja belum tentu tahu”tambah Bun Kwae.
“Apa pendapat Taeyang Group ?”tanya Yeo Chi.
“Boksal atau siapa sih namanya. Mungkin masih marah, dia seharian tak mau menjawab teleponku”jawab Han Shin. “Lalu apa yang akan kau lakukan, Yoo Bang ?”tanya Yeo Chi halus.
“Sepertinya moodnya harus diberi ‘siraman’. Bisakan kau bantu pulihkan moodnya ?”tanya Bun Kwae pada Yeo Chi, Yeo Chi mengangguk, lalu Bun Kwae mengajak Han Shin pergi.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 17

Tinggalah Yoo Bang dan Yeo Chi berdua, Yeo Chi pindah duduk ke samping Yoo Bang.
“Sepertinya isunya semakin mengalir”ujar Yeo Chi.
“Aku sudah dengar pendapat konsultan hukum. Alasan Hang Woo cukup kuat”ungkap Yoo Bang.
“Aish, aku jadi tambah pusing”ucap Yeo Chi lalu mengambil soju tapi Yoo Bang menahannya.
“Hey, kenapa mau minum alkohol lagi ? Jangan pernah minum alkohol lagi !”, Yoo Bang melarang Yeo Chi minum-minum lagi. “Dalam kondisi seperti ini, kau memperhatikanku ?”tanya Yeo Chi tak percaya.
“Bagiku, kau wanita tangguh. Bisnisku sedang sekarat, aku pusing, tapi kau malah membuatku mengkhawatirkanmu”beber Yoo Bang, Yeo Chi tertawa kecil mendengarnya. Yoo Bang menghardik kenapa Yeo Chi malah tertawa. “Lalu, kau ingin aku menangis ? Kau ingin aku menangis agar kau merasa lega ?”tanya Yeo Chi, Yoo Bang menghela nafas berat.
“Aku memang harusnya menangis”ucap Yoo Bang, Yeo Chi menyodorkan pundaknya untuk menjadi tumpuan Yoo bang menangis. “Ini empuk dan hangat. Bersandarlah”, Yoo Bang hanya menatap dalam Yeo Chi. “Sejujurnya, yang seharusnya bersandar, adalah kamu. Presiden sudah meninggal. Dan kau menjadi sengsara”ungkap Yoo Bang prihatin.
“Tidak, sekarang aku sudah tidak apa-apa. Aku sudah tak seperti yang dulu. Aku bisa melupakan”ucap Yeo Chi, Yoo Bang malah menyandarkan kepala Yeo Chi ke bahunya.
“Tidak, aku datang untuk menghiburmu”ujar Yeo Chi tapi Yoo Bang malah menyuruh Yeo Chi diam saja.
“Kalau kau melakukan hal yang tidak biasa kau lakukan, kau akan dalam masalah!”ujar Yoo Bang.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 17

Di tempat lain tepatnya di apartemen Hang Woo, Hang Woo yang mengantuk jantuh di pundak Woo Hee karena kecapean memeriksa dokumen. Tapi Woo Hee malah mendorong kepala Hang Woo dengan pulpen hingga terbangun. “Kau marah padaku ?”tanya Hang Woo. “Belakangan ini kau tak pernah menatapku”.
“Dokumen dokumen ini…harus dirapikan, bukan, tuan ?”jawab Woo Hee ketus.
“Membuat atasan cemas adalah tanda-tanda sekretaris yang tidak becus”.
“Ini sudah larut malam. Bolehkan dokumen-dokumen ini kurapikan di rumah, tuan ?”jawab Woo Hee ketus lagi. “Memangnya kau tentara ? Kenapa bicara formal terus ?”tanya Hang Woo, tapi Woo Hee tetap menjawab dengan bahasa formal terus.
“Jeez, bikin orang jadi sarap”guman Hang Woo. “Lihat sini, Cha Woo Hee!”, tapi Woo Hee malah pamit pulang. Hang Woo menawarkan akan mengantarnya namun Woo Hee menolak, mau pulang sendiri.
“Pasti dia marah padaku. Apa salahku padanya ?”guman Hang Woo setelah Woo Hee pergi. “Sampai-sampai aku tak berani memberikan ini padanya”lanjutnya seraya melihat cincin yang dibelinya.

Yoo Bang menemu Jang Ryang yang bermain ‘baduk’ kalau di Jepang catur igo, jadi kangen anime Hikaru no go :P. “Kau memanggilku seakan-akan ada yang penting ! Tapi ternyata…mengajak main ‘Baduk’?”gerutu Yoo Bang.
“Kau tahu…Strategi apa yang terbaik dalam perang ?”tanya Jang Ryang. Yoo Bang bertanya apa itu?. “Bujeonyiseung (menang tanpa bertempur) kemenangan tanpa peperangan adalah kemenangan terbaik”jelas Jang Ryang. Yoo Bang langsung bertanya apakah Jang Ryang memiliki uang senilai $30juta, sontak Jang Ryang kaget sampai biji baduk yang dipegangnya jatuh. “Kau sedang memancingku ? Aku saja lagi bingung karena tunggakan sewa ruang kantor”jawab Jang Ryang. “Aku hanya bertanya. Karena aku juga lagi bingung”balas Yoo Bang. Jang Ryang mengeluarkan tasnya dan memberikannya ke Yoo Bang, Yoo Bang bertanya apa itu, apakah tas berisi uang?, Jang Ryang menyuruh Yoo Bang membukanya.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 17

“Ini bukan apa-apa”ucap Yoo Bang yang melihat isinya itu hanya dokumen mesin mobil.
“Waktu aku di Chun Ha Group…Kami pernah mencuri satu teknologi kendaraan dari Taeyang Group. Teknologi curian itu membuat Chunha langsung maju pesat”terang Jang Ryang, namun Yoo Bang masih belum mengerti maksud dengan dokumen tersebut.
“Ini…Dokumen bukti kasus tersebut”ungkap Jang Ryang.
“Kau mau berbuat apa dengan ini ?”tanya Yoo Bang. “Buat mobil lalu menjualnya ?”
“Kau tak dengar apa kataku tadi ? Kemenangan tanpa peperangan. Menang dari musuh tanpa harus berperang”hardik Jang Ryang. Yoo Bang nampak berpikir, sepertinya ia mulai paham maksud kata-kata Jang Ryang. “Jadi…Cara menang dari musuh tanpa berperang…”guman Yoo Bang, akhirnya ia tersadar. Jang Ryang mengajak Yoo Bang main baduk lagi namun ia malah mengaku kalah dan mengambil tas tersebut mengucapkan terimakasih dan bergegas pergi.
“Ternyata otaknya encer juga”puji Jang Ryang.

Hang Woo bersiap-siap ke pengadilan. Woo Hee mempersiapkan tas Hang Woo dengan diam seribu bahasa. “Kau masih mau terus bungkam ?”tanya Hang Woo, tapi Hang Woo malah berlalu tanpa kata kembali ke ruangannya. “Kalau ngambek lama sekali. Apa sih salahku ?”guman Hang Woo. Beom Jeung masuk, Hang Woo pun mengajaknya berangkat namun Beom Jeung mengatakan mereka tak perlu ke pengadilan. “Apa maksudmu ?”tanya Hang Woo.
“Taeyang Group membuat tuntutan kepada kita”jawab Beom Jeung lalu menyerahkan dokumennya. Hang Woo tak mengerti. “Teknologi mobil yang pernah kita curi dari Taeyang Group”ungkap Beom Jeung. Tiba-tiba ponsel Hang Woo berbunyi, Yoo Bang meneleponnya.
“Kau suka dengan surat tuntutan hak cipta itu ? Kalau kau tarik surat tuntutanmu. Mereka juga bersedia membatalkan. Bagaimana ?”ujar Yoo Bang. “Kau mau barter A dengan B?”, Yoo Bang tersenyum ke arah Sa Yeol.

Hang Woo dan Beom Jeung menemui Mo Ga Bi di ruangannya mengatakan bahwa mereka harus menarik kembali tuntutannya pada Paeng Seong enterprise karena kalau tidak mereka harus membayar ganti rugi yang lebih besar kepada Taeyang Group. Beom Jeung mengatakan jika mereka meneruskannya isi teknologi mobil itu bisa menghancurkan mereka. Hang Woo mengatakan dari 99 cara, mereka baru menggunakan satu. Jadi ia akan menggunakan cara yang lebih fatal.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 17

Yeo Chi menemui dokter Choi di rumah sakit. Dan akhirnya dokter Choi mengatakan penyebab kematian kakeknya. Selesai dari rumah sakit Yeo Chi langsung ke kantor Chun Ha. Yeo Chi merasa geram dan marah mengetahui seseorang telah memanipulasi insulin kakeknya dan insulin itu diurus oleh Mo Ga Bi.
Yeo Chi yang geram bergegas menghampiri Ga Bi yang bersama rombongannya.
“Ada urusan apa kau denganku ?”tanya Ga Bi melihat Yeo Chi menatapnya tajam. Yeo Chi bersiap melayangkan tinjunya namun dengan segera Yoo Bang membungkam Yeo Chi.

Epilog episode ini kembali WooWoo couple :P,
Hang Woo yang melihat bunga di meja Woo Hee kembali membuang bunga tersebut ke tong sampah, namun Woo Hee datang malah membawa 2 buket bunga hahaha. Woo Hee pun bertanya kenapa Hang Woo membuang bunganya, Hang Woo segera berpura-pura bahwa ia alergi bunga. Hang Woo segera membuang bunga di tangannya dan meminta maaf karena tak tahu Hang Woo alergi bunga. Ia pun segera mencari alat suntik alergi milik Hang Woo, Woo Hee yang menemukan itu di jas Hang Woo segera menyuntikkannya ke Hang Woo saat ia akan berbalik, mana tepat dibokongnya lagi kasian amat ni Hang Woo wkwkwkwk.

Written & Images by Ari Arata
Shared by pelangidrama
Indosub thanks to papario @islandsub
Don’t Repost to Other Site!!

[Sinopsis K-Drama] History of The Salaryman Episode 16


[Salaryman Episode 16]
Sinopsis History of The Salaryman Episode 16

Pengacara Park dan tuan Hong datang tepat sebelum Beom Jeung mengumumkan hasil pemungutan suara. “Di dalam tas ini ada surat wasiat Presiden Jin Shi Hwang”ucapnya, sontak semuanya terkejut.
“Kemana saja surat wasiat itu sehingga baru sekarang diumumkan ?”tanya Yoo Bang pada Jang Ryang yang duduk di sampingnya.

Woo Hee yang melihat hasil analisa insulin Presdir Jin kembali teringat kata-kata seorang dokter saat hari pemakaman Presdir Jin. “Sepertinya Presiden dekat dengan dokter itu”guman Woo Hee. “Tapi resep ini…Kenapa aku diminta untuk menganalisanya ?”tanyanya bingung. Woo Hee keluar dari toilet melewati ruang rapat dan mendengar pengacara Park membacakan surat wasiat Presdir Jin.

Pengacara Park mulai membacakan surat wasiat Presdir Jin yang isinya seluruh aset dan saham perusahaannya diwariskan kepada sekretarisnya, Mo Ga Bi dan jabatan presiden juga diserahkan padanya. Ga Bi tentu saja mengulum senyum mendengarnya, sementara mata yang lainnya pandangan tertuju ke arahnya. Sementara selain saham, maka seluruh properti real estate dan aset liquid seluruhnya diserahkan pada Baek Yeo Chi cucunya.

Setelah mendengar itu Tuan Hong pertama kali yang mengatakan bahwa ia mendukung Ga Bi sebagai Presiden yang baru, diikuti direktur So Ha yang lainnya. Dasar kakek-kakek, grrrrr.
“Apa yang akan terjadi sekarang ?”tanya Yoo Bang tak mengerti.
“Permainan telah berakhir. Bila saham Presiden adalah 25%…ditambah Tuan Hong dan seluruh saham manajemen, maka tidak perlu dilakukan pemilihan. Mo Ga Bi adalah Presiden yang baru”terang Jang Ryang.

Ga Bi naik ke podium dan memperkenalkan diri sebagai Presiden terpilih Chun Ha group. Tuan Hong memberikan applause diikuti yang lain. Woo Hee teringat saat tangan Presdir Jin terjulur keluar dari kursi roda dan Ga Bi memasukkannya kembali ke balik selimut.

Woo Hee menelepon ke RS Chun Ha dan mencari dokter Choi Wook Seon. Tapi sayangnya dokter Choi sedang keluar negeri, Woo hee pun berpesan agar dihubungi secepat mungkin begitu beliau kembali, Woo Hee menyebutkan namanya dan nomor teleponnya.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 16

Hari pengangkatan Ga Bi sebagai Presiden baru di Chun Ha group tiba. Beom Jeung memuji penampilan Ga Bi yang baru. “Aku sedang tidak bermimpi, kan ?”tanyanya. “Aku tidak tahu apa-apa. Aku merasa takut dan sedikit gamang”. Beom Jeung menenangkannya dengan mengatakan perasaannya akan lebih tenang begitu upcara pengangkatan Presiden selesai. Beom Jeung mengucapkan selamat dan Ga Bi mengucapkan terimakasih seraya memeluk Beom Jeung, ia pun segera melepaskan pelukannya begitu terdengar ada yang masuk ke ruangannya yang tak lain adalah asisten Ga Bi. Ia memberitahu bahwa waktunya tiba, Beom Jeung pamit pergi dulu.
“Hari eksekusi sekarang bukan?”tanya Ga Bi yang diiyakan asistennya.
“Setelah ini, Baek Yeo Chi akan menjadi gelandangan”lanjut Ga Bi.

Beberapa orang dari pengadilan datang ke apartemen ke Yeo Chi,mereka memaksa masuk, sementara di kantor Chun Ha, Ga Bi menyampaikan pidatonya sebagai Presiden Chun Ha yang baru.

Yeo Chi kesal melihat orang pengadilan terus menempeli barang-barang Yeo Chi dengan stiker merah.
Yeo Chi mencoba membuka stikernya namun salah seorang mengatakan jika Yeo Chi membuka stikernya, maka Yeo Chi akan dikenakan denda.

“Walaupun aku kurang pengalaman,kalau kekuatanku digabung dengan kalian semua maka masa depan yang gemilang akan kita dapatkan. Aku berani mengatakan itu”ucap Ga Bi mengakhiri pidatonya diiringi applause dari hadirin. Ga Bi mendapat kalung karangan bunga, dan ucapan selamat dari jajaran petinggi Chun Ha, termasuk Hang Woo walaupun ia terlihat kesal.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 16

Yoo Bang datang ke apartemen Yeo Chi berpapasan dengan orang-orang pengadilan yang keluar dari apartemen Yeo Chi. “Kenapa siang-siang begini pintu rumahmu terbuka ?”tanya Yoo Bang begitu masuk. Ia pun kaget melihat barang-barang Yeo Chi tertempel stiker.
“Apa yang harus kulakukan sekarang ?”tanya Yeo Chi lemah.

Woo Hee menemui Yoo Bang di sebuah restoran.
“Maafkan aku mengganggumu pada jam kerja”ucap Yoo Bang.
“Tak apa, aku juga kangen ingin lihat wajahmu”jawab Woo Hee. Lalu Yoo Bang menanyakan informasi yang dimintanya, Woo Hee menjawa investasi-investasi pribadi Presiden Jin semuanya gagal.
“ Selain di Paeng Seong Enterprise. Presiden punya investasi di tempat lain ?”tanya Yoo Bang.
“Ya, dan dia menjaminkan propertinya. Dan kini menjadi tanggungan nona Yeo Chi”. Yoo Bang bertanya berapa nilai kewajiban yang harus ditanggung Yeo Chi.
“Seluruh saham yang dimilikinya pun, sepertinya tidak cukup”jawab Woo Hee.
“Lalu ? Rumahnya dan semuanya, sudah bukan miliknya lagi”tanya Yoo Bang.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 16

Direktur So Ha menyerahkan laporan investasi Presiden Jin pada tambang berlian di Afrika selatan uang harus dipelajari terlebih dahulu. “Aku ingin menolongmu. Berapa saham yang bisa kugunakan ?”tanya Ga Bi yang tertuju pada Yeo Chi.
“Sepertinya tidak mungkin. Hanya cukup untuk hak manajemenmu. Tapi kalau sebagian sahammu…”jawab So Ha namun dipotong Yeo Chi.
“Jangan kuatir. Aku tak berhasrat menyentuh saham Direktur Mo”jawab Yeo Chi, Ga Bi mempersilahkan direktur So Ha keluar ruangan karena ia ingin berbicara secara pribadi dengan Yeo Chi.

“Biar kuatasi masalahku sendiri. Kau sudah bersusah payah untukku…”ungkap Yeo Chi namun segera dipotong Ga Bi. “Aku tidak punya waktu untuk memperhatikan urusanmu”ujar Ga Bi terus terang, Yeo Chi menoleh ke arah Ga Bi yang menatapnya rendah.
“Direktur Mo? Kau pikir aku masih Direktur yang picik ?”ungkap Ga Bi yang mulai memperlihatkan watak aslinya. “Kenapa kau tiba-tiba seperti ini ? Siapapun bisa salah ngomong”tanya Yeo Chi.
“Dengarkan aku baik-baik. Aku adalah Presiden Chun Ha Group. Di depan kakekmu kau bisa salah bicara.
Di depanku kau berani salah bicara ? Jangan kau berani datang ke hadapanku lagi”tegas Ga Bi setengah berteriak, lalu melemparkan beberapa lembar cek ke hadapan Yeo Chi dan menyuruh Yeo Chi pergi karena ia dan Yeo Chi sudah tak ada urusan lagi. “Aku dulu mempercayaimu. Kenapa kau bisa berubah begini ?”tanya Yeo Chi. “Seseorang tidak mungkin berubah dalam semalam. Inikah dirimu yang sebenarnya ? Seberapa sulitkah bagimu mengenakan topengmu di depan kakekku setiap hari ?”
“Hey, Baek Yeo Chi!”seru Ga Bi.
“Kakekku memberikan saham perusahaannya kepadamu. Aku jadi berpikir. Itu aneh sekali.
Pasti ada yang kacau di sini”ujar Yeo Chi mulai curiga.
“Kacau ? Dengan apa ? Secara hukum atau secara moral ?”tanya Ga Bi. “Merangkak selama puluhan tahun sebagai tangan dan kaki orang lain… Apakah kau tahu bagaimana rasanya ? Aku telah menerima semua tingkah dan temperamen kakekmu. Masa mudaku hilang menjadi debu. Kau tahu bagaimana rasanya ? Kau takkan mengerti itu, biarpun kau mati lalu reinkarnasi kembali”beber Ga Bi, lha kalau begitu kenapa nggak berhenti kerja terus hidup semaunya, orang yang aneh ckckck.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 16

“Selama ini kau hidup mendapatkan semua yang kau mau. Ini takdir, bukan kekacauan. Aku mendapatkan apa yang menjadi hakku”lanjut Ga Bi.
“Kau menyalahkan orang lain ? Kau sendiri yang memilih jalan hidupmu. Kau yang pilih kerja di sini.
Tak ada yang memaksamu. Presiden Mo Gabi ? Omong kosong !. Bagiku, kau adalah Direktur Mo yang
hanya bisa melempar senyum didepan kakekku. Tidak lebih dan tidak kurang”cerocos Yeo Chi yang langsung mendapat tamparan dari Ga Bi. Ga Bi menyuruh Yeo Chi pergi sebelum ia makin mempermalukannya lagi. “Terimakasih. Sudah lama aku penasaran, orang seperti apa sebenarnya dirimu”ucap Yeo Chi lalu bergegas pergi.
“Ternyata benar. Dia sama saja dengan kakeknya. Terimakasih, Baek Yeo Chi. Hampir aku lepas kontrol dihadapanmu”guman Ga Bi. Ihhhhh dasar rubah masa nyalahin orang lain lha wong dia sendiri yang milih jalan hidupnya.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 16

Yeo Chi nampak lesu ke ruangannya, orang-orang di ruangannya itu berkasak-kusuk tentang dirinya yang kini luntang-lantung begitu asetnya disita. Yeo Chi yang telah mengambil beberapa kertas hendak keluar bertemu dengan Hang Woo namun ia tak mengindahkannya dan melangkah pergi.
“Carilah dulu perusahaan di mana Presiden Jin berinvestasi. Lihat apakah benar-benar ada”ungkap Hang Woo yang menghentikan langkah Yeo Chi. “Siapa presidennya dan kenapa Presiden berinvestasi ke sana? Itu perintah pertama dalam bisnis”.
“Pandanganmu itu. Apa artinya ? Simpati ?”tanya Yeo Chi.
“Aku tak suka bersimpati kepada orang lain”jawab Hang Woo. “Presiden Mo Ga Bi, dia menjengkelkanku
kau juga merasa begitu, tapi…Baek Yeo Chi, kau begitu menyedihkan. Ketidaktahuanmu atas masalah dunia nyata, membuatmu begitu ‘pathetic’ “.
“Kenapa tempat ini penuh dengan orang-orang hebat ?. Semua di sini merasa hebat”beber Yeo Chi sengaja mengeraskan suaranya. “Atau mungkin aku saja yang memang tidak tahu”, Yeo Chi bergegas pergi.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 16

Yeo Chi kembali ke apartemennya dan menghela nafas, ia pun berbicara pada foto mendiang kakeknya.
“Katakan padaku. Kakek. Kenapa kau seperti itu ? Bisakah kau katakan yang sebenarnya ? Katakan kakek”mohon Yeo Chi, tangisnya pun pecah dan ia pun mendekap foto kakeknya dalam-dalam.

Beom Jeung berniat mengetuk pintu ruangan Ga Bi namun terhenti saat mendengar suara asisten Ga Bi yang memberitahukan bahwa semua saham Baek Yeo Chi sekarang dipegang para kreditor dan saham-saham itu sekarang menjadi milik Ga Bi karena ia membelinya dengan nama-nama mereka.
“Kau sudah urus para kreditor itu dengan baik, bukan ?”tanya Ga Bi.
“Kebanyakan mereka gelandangan atau orang hilang. Kau tak perlu khawatir”.
“Sekarang aku sudah bisa agak lega. Yeo Chi, berandalan itu sudah tidak ada urusan lagi denganku”.
“Kau memang hebat, Presiden”puji asistennya. Lalu Ga Bi bertanya apakah para manajemen masih membicarakan dirinya?.
“Sepertinya begitu”.
“Jin Shi Hwang bisanya bilang begini, ‘kalau kau tak dapat menghunus pedangmu pada waktunya, kau takkan dapat mengalahkan musuhmu’”ungkap Ga Bi, mendengar itu semua Beom Jeung bergegas pergi tak jadi menemui Ga Bi.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 16

Yoo Bang segera menemui Jang Ryang dan menanyakan apa yang dikatakannya di telepon tadi.
“Perusahaan tempat Presiden Jin berinvestasi semua palsu ?”tanya Yoo Bang.
“ Ini fax dari mantan mahasiswaku di Afrika Selatan”jawab Jang Ryang memperlihatkan faxnya pada Yoo Bang. “Katanya tambang berlian itu tidak pernah ada di Afrika Selatan”.
“Dia berinvestasi di perusahaan yang tidak pernah ada ? Tidak masuk akal”pikir Yoo Bang.
“Ini hanya perusahaan fiktif”jawab Jang Ryang.
“Lalu ? Dia ditipu ?”tanya Yoo Bang.
“Presiden juga manusia. Masa dia tak pernah berbuat kesalahan ?”
“Tapi ini perusahan fiktif. Sepertinya ada yang berencana untuk menghancurkan Yeo Chi”tebak Yoo Bang. “Banyak hal yang tidak mungkin”ucap Jang Ryang.
“Mana mungkin Presiden memberikan perusahaan kepada Mo Ga Bi. Buat apa dia menyuruhku melatih Yeo Chi ? Begitu, kan ?”
“Presiden berpura-pura buta juga karena itu. Untuk mendorong Yeo Chi ke kursi Presiden”imbuh Jang Ryang. Yoo Bang yakin pasti ada konspirasi di dalamnya. Yoo Bang mencoba menghubngi Yeo Chi namun ponselnya tak aktif.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 16

Tak dapat ditelepon, Yoo Bang mendatangi apartemen Yeo Chi karena khawatir.
Yoo Bang terus menggendor-gedor pintu apartemennya namun tak ada jawaban.
“Dia kan tak punya keluarga lagi. Mudah mudahan tidak terjadi apa-apa”gumannya lalu menggendor pintu apartemen dan memanggil-manggil Yeo Chi kembali.

Jajaran eksekutif Chun Ha mulai kasak-kusuk mengai re-organisasi yang dilakukan Ga Bi untuk memperkuat kedudukannya. Walaupun sebenarnya tidak semuanya percaya dengan surat asiat yang dibacakan. “Mana mungkin notaris mengumumkan surat wasiat palsu”ujar So Ha menanggapi, tiba-tiba beberapa orang yang berkasak-kusuk tadi menerima sms yang isinya mereka dipecat. Tiba-tiba Ga Bi masuk ke ruangan dengan angkuhnya.
“Sepertinya beberapa diantara kalian tidak seharusnya ada di ruangan ini”ujar Ga Bi.
“Maksudmu… SMS gelap ini…”ucap salah seorang yang menerima sms yaitu direktur Kim. Karena direktur Kim telah menerima SMS, Ga Bi mempersilahkannya keluar.
“Bagaimana bisa begitu !”serunya.
“Ini tirani. Kau diktator !”tambah yang lain yang juga mendapat sms pemecatan. Ga Bi segera menyuruh para pengawalanya membawanya keluar.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 16

“Mohon jelaskan apa yang terjadi, Presiden”pinta Hang Woo.
“Setelah kujelaskan nanti, kalian pasti akan setuju mereka dipecat. Dengan begini, akan mudah bagiku
untuk melakukan mutasi jabatan kalian. Kalau perlu, aku ingin melakukan perubahan drastic”jelas Ga Bi dengan angkuhnya. Tiba-tiba ia melihat lukisan kuda di dinding dan bertanya siapa yang meletakkannya di sana. Semua menoleh ke arah lukisan, dan jelas-jelas terlihat itu bukan kuda tapi rusa.
“Presiden…Itu bukan kuda tapi rusa”ucap So Ha memberitahu. Tapi dengan keukeuh Ga Bi mengatakan kalau itu lukisan kuda, dan dengan terpaksa So Ha pun mengakui itu lukisan kuda begitu hadirin peserta rapat yang lain. Hang Woo geram hingga menggebrak meja.
“Kalian semua sudah gila !! Sudah jelas itu lukisan rusa. Aku sudah muak melihat kalian semua”ujar Hang Woo kesal lalu bergegas meninggalkan ruangan rapat.

Di ruangannya Ga Bi bermain golf yang biasanya dimainkan presdir Jin. Tiba-tiba datang Beom Jeung dan langsung memeluknya sontak Ga bi kaget melihat kelancangannya.
“Kau hebat. Kau mengontrol para pejabat hanya dengan beberapa SMS”ucapnya. “Aku ingin mendiskusikan tentang rencana reorganisasi”. Ga bi segera melepaskan tangan beom jeung yang melingkar dipinggangnya. “Kenapa harus kudiskusikan ?”tanya Ga Bi, Beom Jeung tak mengerti apa maksud Ga Bi.
“Dengarkan aku, Direktur Park. Kenapa kau selalu tidak kompeten ? Kau bahkan tidak bisa mengendalikan gosip di kantor ini. Mendiskusikan denganku ?”cecar Ga Bi.
“Pikirkan baik-baik apa yang kuinginkan. Kalau kau tidak mampu,maka kau tidak pantas duduk di tempatmu sekarang”ancam Ga Bi secara halus.
“Aku tahu kesalahanku sebagai Direktur Strategis”ucap Beom Jeung dengan mata merah menahan amarah, ia bergegas pergi namun langkahnya terhenti mendengar kata-kata yang memperingatkannya.
“Di perusahaan ini…Aku ingin semua orang tahu di mana posisinya, Direktur Park Beom Jeung”ujar Ga Bi memperingatkan, Beom Jeung pamit dengan sirat kemarahan.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 16

Hang Woo menemui Beom Jeung yang menyendiri.
“Kurasa sudah saatnya kita bertindak. Setelah menjadi Presiden dia semakin keterlaluan”ungkap Hang Woo. “Jadi ? Maksudmu, kita dorong dia dari kursinya ?”tanya Beom Jeung.
“Sudah jelas Mo Ga Bi akan mengarahkan perusahaan ini menuju kehancuran, apakah kita akan duduk dan diam saja?”terang Hang Woo namun Beom Jeung diam saja. “Para manajemen pasti akan setuju.
Kita hanya perlu seseorang lebih dahulu menjadi pionir”. Tiba-tiba Beom Jeung langsung berkata kalau tim strategis perusahaan ada untuk kepentingan Presiden dan ia takkan mendukung apapun yang
bersifat pemberontakan. Beom Jeung melangkah pergi namun langkahnya terhenti.
“Berarti rumor itu benar”tebak Hang Woo, Beom Jeung bertanya apa maksud Hang Woo.
“Kau dan Presiden Mo Ga Bi. Kalian punya hubungan khusus”jawab Hang Woo yang menohok Beom Jeung. “Jaga mulutmu ! Biarpun semua tidak senang padanya, tapi kalau kau maju…”ujar Beom Jeung yang langsung dipotong Hang Woo.
“Tentang wanita, aku tahu lebih baik daripada kau”potong Hang Woo. “Presiden Mo jauh lebih buruk daripada kau”. Hal itu membuat Beom Jeung terdiam, Hang Woo melangkah pergi.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 16

Woo Hee menemui Hang Woo yang minum-minum di bar.
“Kalau memang mau memanggilku, harusnya bilang dari sore. Aku baru selesai mandi dan hendak tidur”ungkap Woo Hee.
“Kalau begitu tidur saja. Kenapa ke sini ?”ucap Hang Woo menanggapi.
“Kau tadi bilang akan mendobrak rumahku kalau aku tidak datang”balas Woo Hee. Hang Woo mempersilahkan Woo Hee minum, sontak Woo Hee terkejut melihat banyak wine yang diminum Hang Woo. “Kenapa ? Kau selalu mabuk. Memangnya aku tidak boleh ?”, Hang Woo membela diri.
“Kau tahu sudah berapa kali aku menggendongmu menanjaki bukit menuju rumahmu ?”keluh Hang Woo panjang lebar.
“Baiklah. Aku jaga kau dan kuantar sampai rumah, jadi minumlah sampai kau puas”ujar Woo Hee menenangkan, tentu saja Hang Woo tak percaya.
“Aku bawa mobil. Puas ? Aku tidak minum”jawab Woo Hee meyakinkan.
“Baiklah. Aku sekarang sedang marah dan kecewa. Aku percayakan malam ini padamu, kau bertanggung jawab atasku”tukas Hang Woo lalu minum wine langsung, Woo Hee yang melarangnya karena Hang woo minum alkohol seperti minum air biasa.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 16

Dan ternyata Hang Woo sudah KO, Woo Hee mengantarnya pulang sementara Hang Woo tertidur.
“Beberapa gelas saja sudah pingsan. Lalu kenapa menyuruhku datang ?”gerutu Woo Hee, lalu menepuk muka Hang Woo. Woo Hee terus menatap wajah Hang Woo. “Tapi kau tampan”gumannya, Woo Hee yang tak memperhatikan jalan malah memandangi Hang Woo menabrak jalan wkwkwk.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 16

Malang bagi Hang Woo tangan dan lehernya digips, ia menatap tajam ke arah Woo Hee yang menjenguknya. “Kenapa tidak makan ?”tanya Woo Hee.
“Aku mau… disuapin”jawab Hang Woo kesal, Woo Hee pun mulai menyuapi Hang Woo. Hang Woo segera minta diambil air karena kepanasan.
“Kenapa panas-panas dimasukkan ke mulutku !”ujar Hang Woo kesal. “Lidahku jadi melepuh !”.
Woo Hee meminta maaf. “Sudah cukup minta maafnya. Apa yang kau bilang kemarin ?
Kau bilang kau akan mejagaku. Lalu kenapa aku ada di sini ? Menurutmu aku ini aman dan baik-baik saja?”gerutu Hang Woo kesal hingga lehernya sakit. Woo Hee hanya bisa meminta maaf lalu ia menyuapkan kembali bubur namun Hang Woo tidak mau malah menyuruhnya membuangnya saja.
“Sebenarnya aku memang ingin membawamu dengan aman. Tapi aku juga nyaris mati”sesal Woo Hee seraya memakan bubur. “Kakiku sakit, kepalaku sakit”.

“Kau menangis, ya ? Baiklah, sudah cukup”ucap Hang Woo.
“Mobilku juga hancur lebur. Aku sudah mencoba untuk memperpanjang asuransi, tapi belum sempat”keluh Woo Hee sambil terus makan buburnya.
“Jorok ! Makan pakai sendok bekas…”guman Hang Woo, lalu menyuruh Woo Hee jangan menangis, Hang Woo juga meminta maaf karena tadi sudah membentak Woo Hee. Melihat Woo Hee asyik melahap buburnya, ia pun bertanya apakah buburnya enak.
“Aku tanya, enakkah ?”ulang Hang Woo.
“Mau ? Ada sedikit sisa”tawar Woo Hee, doenk tentu saja Hang Woo nggak mau ia berniat berbaring namun malah lehernya sakit. “Kau tidak apa-apa ?”tanya Woo Hee khawatir tapi malah dapat tatapan tajam dari Hang Woo hahaha.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 16

Yoo Bang memberikan selembar foto pada Han Shin untuk membantu pencariannya. Han Shin akan mengerahkan seluruh teman-temannya walaupun ia tak yakin bisa menarinya dengan foto seperti itu. Terlihat jelas gurat kekhawatiran Yoo Bang. Seling Han Shin keluar, Bun Kwae masuk. “Ketemu!”ucapnya.
“Di mana ? Mana Yeo Chi ssi”tanya Yoo bang antusias. Bun Kwae mengatakan ia tak menemukan Yeo Chi namun ia menemukan toko tempat yang biasa Yeo Chi datangi. Bun Kwae juga mendapatkan daftar teman-teman dekatnya sekaligus daftar pria yang dulu sering kencan dengannya. Yoo Bang segera mengambil daftar itu dan menyuruh Bun Kwae mengikutinya.
“Dulu kalau bertemu, mereka selalu bertengkar seperti kucing dan anjing. Kenapa sekarang peduli padanya ?”guman Bun Kwae tak mengerti.

Bun Kwae dan Yoo Bang mencoba bertanya ke teman-teman dekat Yeo Chi dan bar tempat Yeo Chi datangi namun tak ada.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 16

Terlihat Ga Bi sedang berbelanja di toko langganan Yeo Chi. Tiba-tiba terdengar suara Yoo Bang yang sedang menanyakan apakah Yeo Chi pernah datang ke sana. Namun sia-sia karena tak ada yang tahu, Bun Kwae melihat Ga Bi saat menoleh, ia pun memberitahu Yoo Bang.
Ga Bi menghampiri dan menyapanya. “Sepertinya itu foto Yeo Chi. Kenapa kau mencari Yeo Chi?”tanya Ga Bi. Bun Kwae menoel Yoo Bang untuk menyadarkannya dari lamunan.
“Senang bertemu anda, Presiden Chun Ha Group Mo Gaji (mogaji = leher atau dipecat ). Maaf, Mo Ga Bi”sapa Yoo Bang, tentu saja membuat Ga Bi kesal menahan marah. “Oh kau sedang membeli baju,
Presiden Mo Gaji. Aigo, maaf Presiden Mo Ga Bi”lanjut Yoo Bang yang pandai bersilat lidah hohoho.
“Aku tanya, kenapa kau mencari Yeo Chi?”.
“Tentu saja ada alasannya. Kau pikir aku mencarinya karena aku sedang bosan ?”jawab Yoo Bang santai.
“Oya karena kau tanyakan, Presiden Mo Gaji… Oh maaf, Presiden Mo Ga Bi, anda tidak tahu di mana Yeo Chi ?”.
“Ya, sudah lama dia tidak menelepon. Mungkinkah dia sedang marah padaku ?”jawab Ga Bi.
“Kenapa dia harus marah ? Korporasi besar yang dibangun oleh kakeknya. Dirampok semua darinya
lalu dia jadi gelandangan. Dari sudut pandang itu. Adakah yang harus membuatnya marah?”ungkap Yoo bang dengan andaan yang otomatis menyindir Ga Bi. Ga Bi tak menggubrisnya ia pun pamit pergi.
“Ya, sampai ketemu lagi, Presiden Mo Gaji. Ups maaf. Presiden Mo Ga Bi!”seru Yoo Bang, hahaha.

Ga Bi yang keluar bersama asistennya bertanya apakah ia masih mengawasi Yeo Chi yang diiyakan asistennya.

Yeo Chi yang berpenampilan seperti gelandangan dan mabuk-mabukkan melihat seorang anak sedang dibully. Yeo Chi pun menghampiri mereka, tapi anak-anak yang membully malah menyuruh Yeo Chi pergi. “Hey, anak badung ! Kalian sekolah di mana dan kelas berapa ? Siapa guru kalian ?”tanya Yeo Chi dengan baik-baik. Tapi mereka malah menganggap Yeo Chi gelandangan. “Gelandangan ? Berandalan… waduh…Hey ternyata bahasa kita berbeda, jadi kita tak mungkin saling mengerti”ujar Yeo Chi lalu meminum sojunya dan menyeburkannya hingga mengenai anak-anak badung tadi, kemudian Yeo Chi mengeluarkan kata sumpah serapahnya. “Kalian *^%^#%^* merasa hebat ? Memeras teman sendiri ?”
Yeo Chi mempersilahkan anak yang dibully pergi. “Nona manis, kau boleh pergi”ucapnya.
“Kalian mau kugigit ? Mau kujadikan daging panggang ?”anam Yeo Chi hingga anak-anak badung itu bergegas pergi. “Jadilah anak baik sewaktu masih muda. Kalau tidak kau akan seperti aku”pesan Yeo Chi dan ternyata Yeo Chi diawasi oleh orang suruhan asisten Ga Bi.

Yeo Chi yang tinggal di motel mengeluarkan botol-botol soju yang ke depan pintu. Anak buah suruhan asisten Ga Bi memeriksa dan melaporkannya. Ga Bi yang menerima laporan dari asistennuya bahwa Yeo Chi sepertinya sudah jadi alkoholik karena setiap hari kerjaannya hanya minum saja. Mendengar itu Ga Bi menyuruhnya menarik anak buahnya saja, tak usah mengawasi Yeo Chi lagi.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 16

Yeo Chi tahu dirinya diawasi makanya menaruh bekas botol2 soju itu diluar pintu. Di kamar yang berantakan Yeo Chi kembali beraksi di depan laptop dengan lampu seadanya dan tumpukan dokumen-dokumen. Yeo Chi menelepon seseorang dan mengatakan bahwa ia telah menerima laporan tentang tambang berlian di Afrika Selatan. Ia pun menanyakan apakah meraka bisa menemukan siapa orang
yang namanya dipakainya walaupun sulit Yeo Chi tetap butuh bantuanmu.
“Mo Ga Bi, kau pikir kau bisa merdeka begitu saja ? Kau, akan menyesal berperkara denganku”guman Ywo Chi.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 16

Karena tangan Hang Woo tidak bisa digunakan untuk beraktivitas, Woo Hee harus membereskan rumah Hang termasuk merapikan pakaian Hang Woo.
“Aku ini sekretarisnya, bukan pembantunya ! Ah, bikin marah saja !. Tapi sudahlah. Ini salahku dia jadi begini”keluh Woo Hee, Woo Hee kembali menghempaskan baju yang akan dilipatnya. “Tapi tetap saja !
Menyuruhku mencuci juga ? Memangnya aku ini babu-nya ?”gerutu Woo Hee kesal. Tiba-tiba bel panggilannya berbunyi, Woo Hee segera menghampiri Hang Woo yang terbaring di tempat tidur.
Hang Woo meminta Woo Hee membantunya bangun, Woo Hee bertanya Hang Woo mau pergi ke mana?. “Ke kamar mandi. Aku gatal-gatal. Kau bantu aku”jawab Hang Woo.
“Kau mau aku memandikanmu ?”tanya Woo Hee tak percaya. “Hmm, kalau kau memaksa…Aku akan menutup mataku dan membantumu”.
“Maksudku, membantuku keramas. Memangnya aku ini anak kecil ? Dimandiin ?”jelas Hang Woo yang membuat Woo Hee jadi salah tingkah hahaha. Woo Hee memapah Hang Woo ke kamar mandi.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 16

Di kamar mandi, Woo Hee mengeramasi Hang Woo, jadi ingat Kimi Wa Petto wkwkwk.
“Yang benar dong ! Bisa yang benar tidak ?”keluh Hang Woo, Woo Hee yang kesal malah makin keras mengeramasinya hingga leher Hang Woo sakit. “Memangnya kau sedang mencuci beras?!”hardik Hang Woo. Woo Hee menyuruh Hang Woo diam saja karena itu susah.
“Buatmu saja susah, kau tak pikir aku bagaimana !”jawab Hang Woo. Tiba-tiba terdengar ponsel Woo Hee berbunyi ia pun pamit sebentar padahal rambut Hang Woo belum disiram air masih penuh busa samphoo haha.

Ternyata yang menelepon Bun Kwae. Ternyata Bun Kwae meminta Woo Hee menemuinya saat itu juga, nasib Hang Woo gimana ya ntu? Wkwkkw.

Woo Hee menemui Bun Kwae yang telah menunggu dan menanyakan apa yang terjadi dengan Yoo Bang. “Aku tak tahu, dia seperti mau mati saja. Beberapa hari ini dia selalu mabuk di toko minuman di depan kantor”jawab Bun Kwae.
“Dia tersiksa karenaku ? Lalu aku harus bagaimana ? Aku harusnya lebih memperhatikannya”ungkap Woo Hee. Bun Kwae tak mengerti maksud Woo Hee.
“Ini karena Yoo Bang terlalu polos. Sejujurnya, bagiku, Yoo Bang itu…”terang Woo Hee namun dipotong Bun Kwae. “Ini bukan karenamu, Woo Hee”jelas Bun Kwae.
“Lalu ?”tanya Woo Hee. Bun Kwae menjawab karena beberapa hari ini Yeo Chi menghilang. Sontak Woo Hee kaget mendengarnya. Bun Kwae menjelaskan kemarin ada seorang wanita bunuh diri
di sungai Han mirip Yeo Chi walaupun itu bukan Yeo Chi tapi saat itu Yoo Bang jadi sering minum.
“Apakah Yoo Bang menyukai Yeo Chi ?”tanya Woo Hee.
“Dia itu menyukai kau, Woo Hee…”jawab Bun Kwae. “Tolong hentikan Yoo Bang. Kau tak tahu betapa aku menahan malu minta tolong padamu ?”. Keduanya pun bergegas pergi.

Di sebuah kedai Yoo Bang terus minum soju, sampai minta tambah lagi jika sudah habis. Saat ia mengocok soju tiba-tiba Yoo Bang melihat Yeo Chi dihadapannya yang memarahinya. “Aku bilang, berhenti minum *%$$#^#*! Kalau masih minum, kau kupecat ! You’re fired!”
“Yeo Chi”panggil Yoo Bang, namun itu bukan Yeo Chi melainkan Woo Hee yang datang bersama Bun Kwae.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 16

“Kau tidak apa-apa, Yoo Bang ?”tanya Woo Hee. Tapi dalam penglihatan Yoo Bang Woo Hee itu Yeo Chi, Woo Hee menghampiri Yoo Bang. “Oh, beberapa hari saja wajahmu kau jadi bertambah tua”guman Woo Hee lalu mencoba membantu Yoo Bang bangun namun Yoo Bang menolaknya.
“Kenapa kau tidak terus cari Yeo Chi”ujar Woo Hee.
“Sudah kucari kemana-mana”jawab Yoo Bang. “Dia sudah bersusah payah membujuk Presiden
untuk berinvestasi kepadaku. Bagaimana kalau dia benar-benar meloncat ke Sungai Han?”.
“Yeo Chi bukan wanita seperti itu”kata Woo Hee menenangkan.
“Itu karena kau tidak tahu, Woo Hee. Terusir dari rumahnya, dia takkan bisa berbuat apa-apa.
Dia tidak mati kelaparan, kan ?”tukas Yoo Bang khawatir.

Sementara yang diomongin di motel sedang melahap paha ayam dengan lahap wkwkwkwk.
“Kau harus bersabar. Sabarlah agar kau bisa menang”guman Yeo Chi yang terus menyikat beberapa paha ayam hingga ludes. Di lain tempat Yoo Bang masih mengkhawatirkan Yeo Chi yang tidak bisa makan sembarang padahal mah Yeo Chi asyik makan paha ayam goreng dan ramen :P.

Yeo Chi jogging pagi. “Kekuatan, aku butuh kekuatan. Untuk mengalahkan Mo Ga Bi, aku perlu kekuatan”ucap Yeo hi semangat, sementara Yoo Bang masih saja mengkhawatirkan Yeo Chi yang fisiknya lemah karena selama ini dia selalu terlindungi. Nggak tahu dia Yeo Chi semangat 45 olahraga hahaha.

Kembali ke Yoo Bang di kedai minuman.
“Ini semua kesalahanku. Aku harusnya lebih memperhatikannya. Aku sudah ceroboh”sesal Yoo Bang lalu kembali menuangkan soju ke mangkuknya. “Lihat tangannya gemetar. Dia sudah jadi alkoholik”ucap Bun Kwae melihat tangan Yoo Bang gemetar. Tiba-tiba datang Han Shin mengabarkan kalau dia sudah menemukan keberadaan Yeo Chi lewat teman-temannya.
“Di mana dia ? Dia masih hidup?”tanya Yoo Bang cepat.

Yoo Bang ditemani Bun Kwae dan Han Shin tiba di depan motel tempat Yeo Chi menginap.
“Dia hanya minum alkohol setiap hari. Gosipnya dia sudah jadi gila”ungkap Han Shin.
“Pada akhirnya… inilah yang terjadi padanya. Tapi memang, orang berakal sehat
akan sulit untuk menerima peristiwa ini”terang Yoo Bang yang menggigil kedingan.
“Tapi kenapa kau seperti itu ?”tanya Bun Kwae melihat Yoo Bang menggigil.
“Aku merasa dingin dan tak enak badan”jawab Yoo Bang.
“Oh tidak ! Itu efek dari alkohol”ujar Bun Kwae.
“Akan kutemui dia”uap Yoo Bang lalu menyuruh anak buahnya kembali.
“Sebenarnya siapa sih yang harus di cemaskan ?”seru Bun Kwae. “Presiden Yoo!”teriaknya namun Yoo Bang tak mengindahkannya.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 16

Yeo Chi nampak serius mempelajari dokumen-dokumen di kamarnya. Mendengar ada yang mengetuk pintu kamarnya ia segera menutup laptop, mematikan lampu dan menutupinya dengan selimut. Bahkan Yeo Chi menghambur-hamburkan sampah di ruangan kamarnya dan mengeluarkan botol-botol bekas minuman, serta mengacak-acak rambutnya layaknya alkoholic. Tentu saja Yeo Chi kaget saat pintu dibuka ternyata Yoo Bang yang dihadapannya. “Yeo Chi”panggil Yoo Bang.
“Kenapa kau ke sini ?”tanya Yeo Chi.
“Kenapa berantakan begini ?”tanya Yoo Bang balik melihat kamar Yeo Chi yang sudah seperti kapal pecah, belum sempat menjelaskan Yoo Bang malah langsung memeluk Yeo Chi.
“Aku tahu biarpun tak kau katakan. Kau tak tahu balau aku sudah mencarimu ke sana-kemari?”ungkap Yoo Bang. “Kecanduan alkohol itu bukan apa-apa. Luruskan pikiranmu dan kerja keras di panti rehabilitasi pasti akan berhasil. Kau paham ?”, Yeo Chi berkaca-kaca mendengar perhatian Yoo Bang. Yoo Bang menyuruh Yeo Chi ganti baju dan mengajaknya makan.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 16

“Orang hidup perlu makan. Kenapa kau hanya tenggelam dalam minuman keras ?”jelas Yoo Bang lalu merapikan rambut Yeo Chi yang berantakan. “Aigoo, wajahmu jadi layu karena minuman keras. Peot pula ?”keluh Yoo Bang, lha ini bukannya kebalik ya? Wkwkwk. “Sungguh mati, aku sedih sekali melihatmu”ungkap Yoo Bang yang kembali memeluk Yeo Chi.

Yoo Bang dan Yeo Chi makan di sebuah kedai, Yoo Bang menuangkan untuk bagian Yeo Chi.
“Kenapa tanganmu gemetar ?”tanya Yeo Chi melihat Yoo Bang gemetaran.
“Karena sudah lama tak melihatmu…”jawab Yoo Bang.
“Kau gemetaran setelah melihatku ?”, Yeo Chi tak percaya mendengarnya.
“Aku sudah gemetaran sejak pertama melihatmu”ungkap Yoo Bang, Yeo Chi tersenyum mendengarnya.
“Aku takut setengah mati”ucap Yoo Bang lalu menyuruh yeo Chi makan, namun Yeo hi belum lapar. Lha sudah makan paha ayam goring beberapa biji plus mie ramen wkwkwk.
“Makanlah, kalau perlu dipaksakan”ujar Yoo Bang, Yeo Chi pun menurut. Yoo Bang yang sudah alkoholic melihat pengunjung lain minum soju ia pun jadi ngiler hahaha.
“Kau tidak mau ?”tanya Yeo Chi.
“Alkohol ? Tidak.. tidak sudi !”tolak Yoo Bang salah paham dikiranya soju padahal mah Yeo Chi nawarin makan :P. “Setelah makan, kau harus ikut aku ke suatu tempat”ujar Yoo Bang.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 16

Dan ternyata Yoo Bang mengajak Yeo Chi joging, tapi Yoo Bang malah tertinggal jauh sempoyongan wkwkwk. “Kenapa ? Ayo ikut aku ?”ajak Yeo hi yang sudah di depan.
“Pelan-pelan saja”jawab Yoo Bang, Yeo Chi kembali menghampiri Yoo bang yang nampak kelelahan.
“Kau bilang kita mau latihan. Ah, kenapa kau payah ?”gerutu Yeo Chi.
“Diam. Aku memang payah”balas Yoo Bang. “Tapi ini baru 5 menit. Aku masih segar”ujar Yeo Chi semangat.
“Tapi Yeo Chi, kenapa tubuhmu cepat sekali bugar ? Ada yang aneh dengan tubuhmu”, Yeo Chi segera memapah Yoo Bang yang sudah tak kuat berjalan

Sinopsis History of The Salaryman Episode 16

Woo Hee hati-hati kembali ke apartemen Hang Woo agar tak membangunkan Hang Woo yang tertidur.
Tiba-tiba langkah Woo hee terhenti saat mengambil tasnya karena Hang Woo terbangun dan bertanya mau ke mana Woo Hee. “Aku mau menemui temanku”jawab Woo Hee.
“Apakah Yoo Bang ?”tebak Hang Woo. Woo Hee malah bertanya apakah Yoo Bang itu teman. Woo Hee pamit pulang dan akan datang lagi besok. Tapi Hang Woo menyuruh Woo Hee pulang jika ia sudah tidur. “Lalu kapan kau akan tidur ?”tanya Woo Hee. Hang Woo menyuruh Woo Hee menyanyikan lagu agar ia bisa tidur. “Aku tak bisa menyanyi”jawab Woo Hee. “Baiklah… satu lagu saja”. Dan benar saja suara Woo Hee makin ke sini makin fals wkwkwk, lagunya mirip lagu tanah airku?.

Tiba-tiba ponsel Woo Hee berbunyi, Hang Woo segera meraihnya.
“Dokter Choi? Ada berapa orang sih pacarmu ?”tanya Hang Woo. Woo Hee minta teleponnya dikembalikan tapi Hang Woo malah mengangkatnya.
Dokter Choi mengatakan kalau resep insulin untuk Presiden Jin itu, bukan buatannya. Hang Woo yang tak mengerti mengembalikan ponselnya ke Woo Hee. Woo Hee mengatakan Presiden Jin sendiri yang memintanya menganalisa kadar insulin di resep itu.
“Ditukar ?”tanya Woo Hee, Woo Hee sendiri juga tak tahu siapa,lalu pembicaraan pun berakhir.
“Tentang apa itu ? Menurutmu Presiden Jin dibunuh ?”tanya Hang Woo.
“Aku belum tahu pasti, tapi menurutku ada yang tidak beres di sini”jawab Woo Hee.
“Ceritakan padaku tanpa kurang sedikitpun”pinta Hang Woo.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 16

Yoo Bang mengajak Yeo Chi ke apartemennya.
“Kenapa kita ke sini ? Rumah ini dan isinya sudah lama dilelang”ujar Yeo Chi, tapi Yoo Bang membuka apartemen Yeo Chi dengan mudah tentu saja Yeo Chi kaget semuanya tertata rapi tanpa stiker.
“Kenapa ini ?”tanya Yeo Chi tak percaya.
“Semua yang dipelelangan, aku beli semua. Semua untukmu, Yeo Chi”ungkap Yoo Bang. “Aku mencoba atur persis seperti yang dulu. Mudah-mudahan kau senang”.
“Kau sendiri bagaimana ? Kau tinggal di mana ?”tanya Yeo Chi.
“Rumahku lebih besar dari ini. Jadi kau tak perlu kuatir”jawab Yoo Bang.
“Kau pasti masih tidur di kantor, kan ?”tebak Yeo Chi.
“Ah, kau ini ! Sudah kubilang tak usah mengkhawatirkanku”, Yeo Chi bertanya apakah Yoo Bang merasa kasihan padanya. “Memangnya aku sudah gila ?! Membelikan semua ini karena kasihan?”jawab Yoo Bang, Yeo Chi bertanya jika bukan kasihan lalu apa?.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 16

“Presiden memberiku investasinya. Aku membalas budi”jawab Yoo Bang. “Mobilmu yang dulu sudah kutemukan”, Yoo Bang lalu melemparkan kuncinya ke Yeo Chi. Yoo Bang pamit pulang dan berpesan agar Yeo Chi tidur yang nyenyak, setelah berminggu-minggu tak tidur nyenyak. Yoo Bang melangkah pergi, namun terhenti saat Yeo Chi memanggil namanya namun hanya tersenyum.
“Kalau manggil orang, bicara dong. Mengapa kau diam begitu saja ?”tanya Yoo Bang.
“Terimakasih”ucap Yeo Chi. “Peristiwa yang menimpaku ini tak bisa membuatku goyah. Aku takkan mengecewakanmu”.
“Kau cantik sekali ketika mengatakan itu tadi”puji Yoo Bang keduanya tersenyum, Yoo Bang pamit pulang.

Hang Woo menemui dokter Choi di rumah sakit memastikan penyebab kematian presdir Jin.
“Hypoglycemic cardiac shock?”tanya Hang Woo yang dibenarkan dokter Choi.
“Dan itu karena pengaruh insulin ?”tanya Hang Woo.
“Analisa kami begitu, tapi kami perlu bukti lain”jawab dokter Choi.
“Tentu saja. Masalahnya kita sudah tak dapat melakukan otopsi”tukas Hang Woo.
“Ngomong-ngomong, adakah seseorang yang kau curigai ?”tanya dokter Choi, tapi Hang Woo hanya mengatakan akan memberitahu dokter Choi begitu ia dapat bukti. Hang Woo pamit pergi.
“Tapi…Nona Yeo Chi harus diberitahu…”ungkap dokter Choi.
“Tentang itu…Serahkan saja padaku”jawab Hang Woo lalu pamit pergi.

Dalam perjalan Hang Woo menebak Mo Ga Bi yang membunuh Presdir Jin dan memalsukan surat wasiatnya.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 16

Yeo Chi datang ke kantor Chun Ha dalam keadaan urak-urakan. Yeo Chi menyapa Ga Bi dan rombongannya. “Kalian baik-baik saja ?”sapa Yeo Chi.
“Nona, kenapa kau di sini ?”tanya Ga Bi.
“Direktur Mo. Maaf, Presiden Mo. Aku minta tolong padamu”ucap Yeo Chi.
“Nona, kami sekarang sedang sibuk”ujar Beom Jeung.
“Aku tak punya rumah atau uang. Aku tak punya apa-apa lagi. Euhm.. tolong aku sekali ini saja”mohon Yeo Chi yang menghampiri Ga Bi. So Ha mencoba menahannya namun Yeo Chi minta dilepaskan.
“Berikan apa saja yang dia mau”ujar Ga Bi. Namun Yeo Chi tak mau uang karena nanti ia bisa kembali ke alcohol, jadi ia minta pekerjaan. “Mohon berikan aku pekerjaan”pinta Yeo Chi.
“Kau mau bekerja di kantor ini ?”tanya Ga Bi, Yeo Chi segera memohon di kaki Mo Ga Bi.
“Aku akan bekerja keras. Aku takkan menyusahkan lagi. Dan aku takkan terlambat. Aku takkan menyusahkan. Sekali ini saja”rengek Yeo Chi.
“Demi almarhum Presiden Jin…Kau harus menolongnya Presiden Mo”ujar direktur Bank.
Hang Woo melihat Yeo Chi memohon pada Ga Bi. Ga Bi menyuruh Yeo Chi bangun namun Yeo Chi tak mau sebelum permintaannya dikabulkan. Tak mau jadi tontonan, Ga Bi menyuruh Beom Jeung mengembalikan Yeo Chi ke bagian strategis. Yeo Chi lega, dan mengucapkan terimakasih berulang-ulang. “Benarkah ?”

Yoo Bang yang mendengarnya dari Jang Ryang tak percaya. “Apakah dia sudah jadi gila?”tanyanya. “Kakeknya kan sudah tidak menjabat di sana, kenapa masih pergi ke Chun Ha?”
“Kau bilang dia alkoholik.Mungkin dia sudah mulai kurang waras”jawab Jang Ryang.
“Apa yang sebenarnya terjadi”guman Yoo Bang. “Mungkin kita bawa saja dia ke panti rehabilitasi kecanduan alcohol”.
“Tapi untuk Yeo Chi, bukan rehabilitasi yang penting. Yang penting baginya adalah mengembalikan
semua yang telah diambil oleh Mo Ga Bi”.
“Seperti main Rugby. Kenapa bolanya mental kemana-mana ? Aku bisa gila”keluh Yoo Bang.
“Sejak pagi,aku diteror melalui telepon”ungkap Jang Ryang, Yoo Bang bertanya apa itu?.
“Kita juga harus proaktif”ucap Jang Ryang yang diiyakan Yoo Bang.
“Kau punya ide ?”tanya Jang Ryang.
“Pertama. Kau harus begerak terlebih dahulu, Direktur”jawab Yoo Bang.
“Aku?”ujar Jang Ryang tertawa. “Okelah kalau begitu”, lalu Jang Ryang bertanya bagaimana caranya.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 16

Dan langkah pertama yaitu Jang Ryang mendekati Ga Bi di tempat Ga Bi biasa fitnes, saat Ga Bi lewat Jang Ryang pura-pura selesai treadmill. “Oh, Presiden Mo”sapanya.
“Kau anggota di sini ?”tanya Ga Bi. Jang Ryang mengiyakan karena ia baru pindah rumah di sekitar sana.
Setelah berbasa-basi sebentar Ga Bi menanyakan bisnis Jang Ryang yang bagus belakangan ini.
“Ya, aku hanya berinvestasi ke sana dan ke sini dan memberikan berberapa konsultasi”jawab Jang Ryang.

Jang Ryang mempersilahkan Ga Bi kembali berlatih ia pun pamit.
Tiba-tiba ponsel Ga Bi berbunyi seseorang menelopannya, ia sontak kaget ada wartawan yang mengetahui pengunaan dan rahasia perusahaan.

“Darimana wartawan itu tahu tentang dana rahasia perusahaan ?”ujar Ga Bi kesal begitu sampai di kantor. “Mungkin ada yang membocorkan kepadanya”jawab asistennya.
“Hanya kau dan aku yang tahu bahwa tambang berlian di Afrika selatan itu fiktif. Siapa yang membocorkan informasi itu kepadanya ?”tanya Ga Bi.
“Yang pasti bukan aku, Presiden. Percayalah kepadaku”jawab asisten Ga Bi, Ga Bi pun menyuruh siapa yang membocorkan informasi itu. Begitu asistennya pergi, Ga Bi menerima faks yang menuduhnya sebagai pembunuh Presdir Jin, jika ia ingin tahu siapa yang mengirim maka Ga Bi harus menemuinya di hotel Seoul kamar 1405. Dengan langkah hati-hati Ga Bi mengetuk kamar 1405 ia pun terkejut saat Yoo Bang membuka pintu.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 16

Epilog episode ini,
Yoo Bang datang ke ahli terapi, ia pun terhipnotis.
“Apa yang terjadi dengan wanita yang membuatmu menjadi kecanduan alkohol ?”tanya psikiater.
“Pertama-tama, dia membuatku muak. Tapi kemudian aku jadi kasihan padanya”jawab Yoo Bang.
“Setelah itu ?”
“Kalau aku tak bertemu dengannya,aku merasa resah dan gelisah setengah mati”jawab Yoo Bang.
“Kau menyukainya ?”tanya psikiater lagi.
“Ya, kurasa itu penyebabnya”jawab Yoo Bang. Mendengar itu psikiaternya Yoo Bang menyuruhnya mengakui cintanya yang termanis di dunia dengan hipnotis ‘matahari merah’.
“Apa yang dikatakan oleh wanita yang kau sukai itu ?”tanya psikiater.
“Hey, *%&^&^$$*. Kenapa kau berani-berani *&^%^##$^* !”jawab Yoo Bang menirukan kata-kata Yeo Chi. Psikiaternya pun membangunkan Yoo Bang dengan menyebutkan kata ‘matahari merah’.

Jyah makin dodol ni kemarin2 Yeo Chi yang ke psikiater sekarang giliran Yoo Bang, yosh ahjusi fighting, tinggal satu episode lagi giliranku wkwkwkkw (Ep 21 setelah Episode 17 huehehe). Walaupun sedih berpisah dengan ahjusi karena sudah nggak menunggu ahjusi tiap minggu *belum rela berpisah wkwkwk* #tepok jidat.

Written & Images by Ari Arata
Shared by pelangidrama
Indosub thanks to papario @islandsub
Don’t Repost to Other Site!!

[Sinopsis K-Drama] History of The Salaryman Episode 15

Sinopsis History of The Salaryman Episode 15
“jangan pernah memperlihatkan tangismu di depan orang lain Yeo Chi-ah, karena mereka akan menganggapmu lemah”.

[Salaryman Episode 15]

Dengan sisa tenaganya Presdir Jin berusaha meraih ponselnya saat Yeo Chi menelepon. Presdir Jin memanggil-manggil nama cucu kesayangannya. Mo Ga Bi keluar dari ruangan Presdir Jin dengan langkah gontai, ia langsung kaget begitu melihat Woo Hee menunggu di luar ruangan Presdir Jin.
Setelah menenangkan diri Ga Bi bertanya untuk apa Woo Hee di sana. Woo Hee menjawab bahwa ia ingin memberikan sesuatu pada Presdir Jin. Tiba-tiba ponsel Ga Bi berbunyi, Yeo hi meneleponnya.
Yeo Chi bertanya kenapa kakeknya tak menjawab teleponnya. Ga Bi mengatakan kalau Presdir Jin sedang tidur jadi nanti ia akan memberitahukan begitu Presdir Jin sudah bangun. Woo Hee nampak mencoba melihat ke ruangan Presdir Jin, begitu selesai menjawab telepon Yeo Chi Ga Bi langsung bertanya pada Woo Hee apa yang ingin diberikannya pada Presdir Jin.
“Apa yang mau kau berikan ?”seru Ga Bi lagi.
“Yang dia minta padaku. Insulin…”jawab Woo Hee.
“Dia masih banyak pekerjaan,tinggalkan saja di sini”potong Ga Bi cepat. Woo Hee mengatakan Presdir Jin meminta ia sendiri yang menyerahkan padanya.
“Aku bilang tidak perlu !”seru Ga Bi, Woo Hee pun mengerti ia pun berlalu.

Woo Hee membuka hasil pemeriksaan komposisi insulin yang ingin diberikan pada Presdir Jin, ia teringat saat Presdir Jin memanggilnya dan menyuruhnya melakukan analisa pada suntikan insulin miliknya. Presdir Jin menyadari insulinnya sudah ditukar?.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 15

Mo Ga Bi di ruangan Presdir Jin menulis kembali salinan surat wasiat yang telah dirobek-robek Presdir Jin. Ga Bi tidak menulis sesuai dengan permintaan Presdir Jin tapi ia malah menuliskan kalau seluruh aset dan saham perusahaan Presdir Jin diwariskan padanya beserta jababatan Presiden di Chun Ha group. Dan sisa harta Presdir Jin diserahkan pada Yeo Chi. Ga Bi tertawa menahan tangis saat menulisnya, nggak suka lihatnya dasar wanita rubah!!!!!!!!!. Begitu selesai menulis itu Ga Bi membubuhkan stempel Presdir Jin, anehnya kenapa ya di Korea stempel lebih syah daripada tanda tangan?, ingat 49 Days mengenai stempel Ji Hun. Lalu Mo Ga Bi menelepon pengacara Park Yong Man memberitahukan bahwa Presdir Jin telah meninggal, jadi mereka akan bertemu di RS Chun Ha satu jam lagi.

Ga Bi menghampiri Presdir Jin yang berusaha menyentuh ponselnya, Ga Bi pun membalikan badan Presdir Jin namun Presdir Jin telah telah terbujur kaku, meninggal!. Ga Bi terlonjak kaget saat melihat mata Presdir Jin masih terbuka, ia pun menutupnya. Ia pun menahan tangis bukan karena kematian Presdir tapi karena ambisinya terpenuhi ckckckck.

Di tempat lain Yoo Bang selaku presiden Paeng Seong Enterprise dan Sa Yeol selaku presiden Taeyang group menandatangani perjanjian kerjasama antara Taeyang Group dan Paeng Seong Enterprise. Bun Kwae, Jang Ryang, Yeo Chi nampak bergembira dengan kerjasama ini.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 15

Mo Ga Bi mendorong mayat Presdir Jin dengan kursi roda yang sebelumnya, Presdir Jin telah di dandani dengan syal, topi kacamata hitam dan diselimuti. Dan ternyata di dalam lift sudah ada Woo Hee, Woo Hee memberi hormat pada Presdir Jin walau sempat ragu akhirnya Ga Bi memutuskan selift dengan Woo Hee. Woo Hee tersenyum kea rah Presdir namun Presdir Jin diam saja, tiba-tiba ponsel Woo Hee berbunyi Hang Woo meneleponnya. Hang Woo bertanya di mana Presdir Jin, Woo Hee mengatakan bahwa sekarang Presdir Jin di sebelahnya. Ga Bi segera merebut ponsel Woo Hee saat Woo Hee mencoba menyerahkan ponselnya ke Presdir Jin. Ga Bi mengangkatnya dan mengatakan bahwa Presdir Jin telah menerima laporan tentang kerjasama dengan Taeyang Group. Ga Bi mengembalikan ponsel Woo Hee begitu selesai berbicara dengan Hang Woo. Tiba-tiba tangan Presdir Jin tergelotek menjulur keluar, Woo Hee agak merasa curiga, Ga Bi segera memasukkan kembali tangan Presdir Jin ke selimut.
“Presiden, di luar dingin”ucap Ga Bi seraya membenarkan posisi syal Presdir Jin.

Di mobil yang diantar Han Shin, Hang Woo nampak berpikiri kenapa Presdir Jin tak mau bicara padanya?
“Kurasa presiden Jin sangat marah, sampai dia tak mau menerima telepon”ungkap Beom Jeung. “Tidak apa-apa. Ini cuma kekalahan kecil”, Beom Jeung menenangkan namun Hang Woo masih geram atas kekalahannya dari ahjusi Yoo Bang wkwkkw.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 15

Di luar rumah sakit Chun Ha, Ga Bi menemui pengacara Presdir Jin. Pengacara Park dan Ga Bi mendengarkan isi rekaman suara wasita Presdir Jin tapi hanya sampai kata-kata bahwa surat wasiat itu akan ditulis oleh sekretarisnya, Mo Ga Bi dan menjamin surat wasiat itu asli.
“Sepertinya ada masalah”ungkap pengacara Park, Ga Bi bertanya masalah apa itu?.
“Presiden Jin tidak menyebutkan waktu dan tanggal pembuatan surat wasiat”jawab pengacara Park.
“Lalu ?”tanya Ga Bi. “Kalau saja ada…Kalau Presiden Jin memiliki wasiat otentik lain lalu keluarganya menuntut, maka kemungkinan besar kau akan kalah”. Ga Bi berpikir sebentar lalu berkata,”pertama, cantumkan waktu di surat wasiat ini. Karena tanggal kematian belum di umumkan”.
“Itu benar-benar serangan jantung, kan ?”tanya pengacara Park. Ga Bi tertawa simpul mendengarnya,”kenapa, kau curiga ?”tanyanya.
“Aku bisa menolongmu untuk surat wasiat ini, tapi…”, belum selesai melanjutkan kata-katanya Ga Bi segera merayu pengacara Park seraya berkata,”pengacara Park, jangan khawatir. Kau akan segera tahu, begitu RS mengumumkan secara resmi…Tidak ada yang aneh di sini”. Jika kalian membaca sinopsis ini bukan di pelangidrama maka sinop ini dicopas alias dicuri!

Hang Woo melampiaskan kekalahannya dengan bermain tinju di tempat fitness.
“Kurasa dia marah sekali karena kalah dari Paeng Seong Enterprise”guman Woo Hee yang sedari tadi memperhatikannya. “Tapi harusnya dia lebih kalem. Bagaimana kalau tangannya patah ?”. Hang Woo menoleh ke arah Woo Hee, Woo Hee segera memalingkan wajah berpura-pura juga sedang olahraga.
Lalu keduanya sit up bersama, lucu lihat scene ini hahaha. Setelah itu Hang Woo membantu memilihkan beban untuk Woo Hee, Woo Hee nampak keberatan. Tapi Hang Woo malah menggantinya dengan beban yang lebih berat wkwkwk. Keduanya pun kembali mencoba peralatan fitness yang lain bersama, namun Woo Hee tetap saja masih kalah dari Hang Woo. Keduanya tersenyum bersama, namun Hang Woo segera kembali cemberut.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 15

Hang Woo mengantar Woo Hee pulang, ternyata Woo Hee tertidur di mobil Hang Woo tersenyum melihatnya. Dan tiba-tiba Hang Woo mendekati Woo Hee dan menciumnya, Hang Woo segera berpura-pura tidur juga saat Woo Hee bereaksi. Namun saat ia membuka matanya Woo Hee masih pulas tertidur ia pun tersenyum.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 15

Yeo Chi sibuk merapikan dandanannya di kaca kecil. “Bond girl”ucapnya melihat dirinya terlihat cantik di kaca. Tiba-tiba Yoo Bang datang. “Kenapa meneleponku terus dan menyuruhku ke sini? Aku sedang makan malam dengan para pekerja dan aku ingin lihat bagaimana perasaan mereka…”cerocos Yoo Bang.
“Aku juga bosan di rumah. Makan malam denganku saja !”balas Yeo Chi, lalu Yeo Chi memperlihatkan hadiah untuk keberhasilan Yoo Bang. “Apa ini ?”tanya Yoo Bang, melihat yang terlihat di sana hidangan mewah ala barat padahal dulunya mereka minum soju. Yeo Chi memuji penampilan Yoo Bang data penandatangan kerja sama dengan Taeyang Group.
“Hidung Hang Woo pasti sakit karena terlalu melihat ke bawah, dikiranya kita hanyalah sekedar sebuah perusahaan kecil. Sekarang dia pasti sedang menderita karena tekanan darah tinggi”ujar Yoo Bang seraya menikmati jamuan yang disiapkan Yeo Chi. “Ya ampun… ini memalukan”ucap Yeo Chi malu, Yoo Bang bertanya apa itu. “Kau tahu apa kata kakekku ? Memikirkannya membuatku ingin tertawa…”jawab Yeo Chi tertawa.“Aigo kenapa mau tertawa ? Kau membuatku penasaran”tanya Yoo Bang.
“Tidak, kakekku, mungkin karena dia sudah tua…Katanya, pemenang kompetisi antara kau
dan Hang Woo, akan dijadikannya suamiku”.
“Suamimu ?”tanya Yoo Bang,yang diangguki dengan senyuman oleh Yeo Chi. Yoo Bang tertawa namun segera terdiam berpikir. “Lucu bukan ?”tanya Yeo Chi.
“Kenapa tiba-tiba Presiden berkata hal yang diluar jangkauan (pikiran) ?”ujar Yoo Bang tak mengerti.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 15

“Diluar jangkauan…Ekspresi yang bagus”guman Yeo Chi. Lalu Yoo Bang mengajak Yeo Chi minum.
“Kalau sedang merasa malu, minum adalah obat terbaik”ungkap Yeo Chi lalu keduanya bersulang.
“Tapi apa yang akan kau lakukan bila kakek benar-benar mau menjadikanmu suamiku ?”tanya Yeo Chi ingin tahu. “Kenapa bertanya hal yang di luar jangkauan ?”balas Yoo Bang yang malah balik bertanya.
“Makanya aku bertanya, karena diluar jangkauan… santai sajalah. Kau tak suka menikah denganku?”tanya Yeo Chi. Yoo Bang memandang Yeo Chi serius, “menikah ?”tanyanya. Yeo Chi kembali minum untuk menyiapkan mental mendengar jawaban Yoo Bang :P.
“Haruskah aku bicara jujur…Haruskah ?”. “Sejujurnya, Nona Yeo Chi. Aku…”ungkap Yoo Bang ingin menyatakan jawabannya namun tiba-tiba ponsel Yeo Chi berbunyi. Yeo Chi pun mengangkatnya karena yang menelepon Ga Bi. Ga Bi mennyuruh Yeo Chi segera datang ke RS Chun Ha dan jangan bilang ke siapa-siapa dulu. Ga Bi segera menutup teleponnya, Yeo Chi nampak cemas.
“Bicara langsung empat mata seperti ini, rasanya agak…Sejujurnya perasaanku kepadamu…”ungkap Yoo Bang namun terhenti. “Maaf”ucap Yeo Chi serius. “Katakan lain kali. Harus !”lanjutnya lalu ia bergegas pergi ke RS. “Apa? Dia minta jawaban tapi begitu mau diberikan… ?”guman Yoo Bang begitu Yeo Chi pergi.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 15

Yeo Chi tiba di RS dan langsung bertanya pada Ga Bi bagaimana keadaan kakeknya. “Dia pingsan lagi?”tanyanya. Namun Ga BI diam saja. “Ada apa ? Aku tanya, ada apa dengan kakek !”desak Yeo Chi.
“Dia sudah meninggal”jawab Ga Bi. Sontak Yeo Chi kaget tak percaya. “Pre… siden. Sudah meninggal!”jelas Ga Bi histeris. Tentu saja Yeo Chi tak percaya ia bergegas mencari kakeknya, tiba-tiba keluar tim dokter membawa mayat kakek Yeo Chi. Yeo Chi segera membuka kain yang menutupi jasad kakeknya, Yeo Chi melihat kuku kakeknya yang ia cat warna pink.
“Apa yang kau tunggu ?”tanya Yeo Chi pada dokter, kenapa ia tak segera menolong kakeknya. “Kakekku tidak gampang mati”.

Yeo Chi berteriak kenapa semuanya diam tak melakukan sesuatu, Ga Bi mencoba menenangkan Yeo Chi.“Kakek. Kau dengar, kan ? Aku Yeo Chi”ucap Yeo Chi di samping jenasah kakeknya. “Kakek. Kau takkan membuatku kesepian, kan ? Aku takut !Bangunlah, kakek !”mohon Yeo Chi. “Sadarlah”ujar Ga Bi menenangkan. Kain kafan kembali di tutup, Yeo Chi pun menangis histeris.

Ga Bi menghampiri Yeo Chi yang tertunduk sedih di kursi lorong RS.
“Ini semua kesalahanku”ungkap Ga Bi. “Kalau saja aku bisa lebih cepat…Presiden tentu tidak akan meninggal di kursi mobil. Maafkan aku, nona”sesal Ga Bi berpura-pura sedih.
“Aku tak bisa percaya ini. Ini bukan kenyataan”uap Yeo Chi yang masih syok. “Apa yang harus kulakukan? Apa yang harus kulakukan, Direktur Mo?”tanyanya.
“Aku akan membuat persiapan. Jangan khawatir, Nona”jawab Ga Bi dan memeluk Yeo Chi yang menangis. Namun dibalik itu Ga Bi tersenyum puas penuh kemenangan.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 15

Berbekal surat kuasa yang dibuatnya dengan stempel Presdir Jin, Ga Bi pergi ke deposit box tempat ia dan Presdir Jin kunjungi. Ga Bi tersenyum puas namun ia terkejut saat kotak safety box itu kosong.
“Apa sebenarnya yang anda cari ?”tanya petugas. “Seharusnya ada Surat Wasiat Presiden”jawab Ga Bi.
“Beberapa hari yang lalu, Presiden Jin datang mungkin beliau telah membawanya”jawab petugas. Ga Bi bertanya apakah saat itu Presdir Jin datang sendirian, petugas menjawab mungkin saja karena saat itu ia tak sedang bertugas.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 15

Di pinggiran sungai Ga Bi terlihat gelisah menunggu seseorang, tiba-tiba orang yang ditunggunya datang sepertinya orang suruhan Ga Bi. Lalu Ga Bi bertanya apakah dia sudah mencarinya.
“Sudah kucari di semua kotak deposit bank tempat Presiden Jin bertransaksi. Surat Wasiat itu tak ada”jawab orang itu. “Apakah mungkin…Surat Kuasa itu tidak pernah ada ?”lanjutnya. Ga Bi teringat kata-kata terakhir Presdir Jin yang mengatakan bahwa dirinya tak akan pernah mendapat apapun karena surat wasiatnya ada di lemari rahasia. “Jin Shi Hwang mungkin berbohong”batin Ga Bi, Ga Bi segera tersadar lamunannya saat anak buahnya menegurnya.
“Agar tidak timbul keraguan, kita harus nyatakan bahwa Surat Wasiat yang lama itu tidak pernah ada”jelas Ga Bi. “Akan kukerahkan para pegawai. Dan mencarinya di seluruh Bank di Korea”.
“Lakukan secara diam-diam, kalau rahasia ini bocor maka habislah kita”pesan Ga Bi yang diiyakan anak buahnya.
“Pengumuman kematian Presiden Jin… Kapan…”tanya anak buah Ga Bi.
“Tidak boleh terlalu lama. Harus diumumkan hari ini”jawab Ga Bi.

Di Paeng Seong Enterprise, telepon terus bordering banyak pesanan dari sana-sini. Han Shin dan Bun Kwae sibuk menjawab telepon hehehe. Begitu pula Yoo Bang yang memeriksa dokumen pemesanan dari Shanghai dan Jepang, wow. Tiba-tiba Jang Ryang masuk ke ruangan mereka, Yoo Bang senang dengan kedatangan Jang Ryang dan menunjukkan kontrak-kontrak yang didapatnya. Tapi Jang Ryang malah mengajak Yoo Bang pergi ke suatu tempat. Yoo Bang mencium ada masalah yang tak beres.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 15

Ternyata Jang Ryang mengajak Yoo Bang menghadiri pemakaman Presdir Jin. Jang Ryang dan Yoo Bang beserta Bun Kwae menaruh setangkai bunga sedap malam, di depan peti Presdir Jin. Jang Ryang tak kuasa menahan tangis. Jang Ryang menatap tajam ke arah Ga Bi. Selesai memberi hormat pada keluarga yang ditinggalkan, Yeo Chi. Yoo Bang teringat saat di dalam perjalanan Jang Ryang memberitahu bahwa uang yang diinvestasikan ke Paeng Seong Enterprise adalah uang Presdir Jin. Presdir Jin berubah pikiran karena Yeo Chi yang datang kepadanya dan memohon dengan sungguh-sungguh untuk membantu Yoo Bang. Yoo Bang memandang Yeo Chi yang nampak mencoba tabah, saat ia berbalik Yoo Bang menatap tajam ke arah Hang Woo.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 15

Hang Woo berjalan langkah gontai. “Keadaan berubah drastis. Musuh kita bukan lagi Jin Shi Hwang,
tapi Yeo Chi”ungkap Beom Jeung mengkompor-kompori. Namun melihat ekspresi Hang Woo yang datar-datar saja Beom Jeung bertanya kenapa ekspresi Hang Woo seperti itu?.
“Kau sekarang mengasihani Yeo Chi ?”tanya Beom Jeung.
“Sejujurnya, kematian ayahku bukan kesalahan wanita itu”jawab Hang Woo.
“Kau tahu algojo, kan…?”tanya Beom Jeung mengingatkan. “Kau tahu apa hukuman buat algojo yang
merasa kasihan kepada korbannya ? Kematian yang menyakitkan di ujung pedang. Sedikitpun kau punya simpati kepada Yeo Chi. Lehermu akan ditebas dengan pedang olehnya”terang Beom Jeung.
“Kursi CEO Chun Ha Group bukan untuk Yeo Chi. Perang ini masih belum selesai”, Beom Jeung memperingatkan Hang Woo.

“Hang Woo dan Beum Jeung. Mereka mulai me-lobi presiden bank dan pemegang saham lain”ungkap Jang Ryang pada Yoo Bang setelah melihat Hang Woo dan Beom Jeung pergi bersama pihak bank. Yoo Bang tak mengerti maksudnya.
“Tentu saja untuk merebut kedudukan Yeo Chi”terang Jang Ryang. “Dasar muka badak tidak tahu malu!”maki Yoo Bang.
“Bukan hanya Hang Woo. Direktur So Ha juga sedang menjilat para pemegang saham”ungkap Jang Ryang memperlihat So Ha yang sedang kasak kusuk dengan para pemegang saham.
“Keterlaluan sekali. Padahal tinta untuk menulis pengumuman kematian Presiden Jin saja belum kering”gerutu Yoo Bang.
“Yeo Chi yang paling perlu dikasihani”ujar Bun Kwae, Yoo Bang menoleh ke arah Yeo Chi yang mencoba tabah.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 15

“Kau lihat ? Seperti yang kubilang”bisik Ga Bi pada Yeo Chi.
“Manusia kotor”jawab Yeo Chi. “Boss mereka mati tetapi mereka malah berusaha mecari keuntungan pribadi. Betapa kesepiannya kakek”.
“Presiden tidak ingin melibatkanmu dalam perang yang kotor ini. Serahkan saja semua urusan kantor kepadaku”ujar Ga Bi.
“Tidak perlu”jawab Yeo Chi. “Aku akan melanjutkan tugas kakek. Terimakasih, Direktur Mo”ucap Yeo Chi. Ga Bi terlihat menahan kesal.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 15

Sementara di luar tempat duka, Woo Hee terburu-buru masuk. Tiba-tiba langkahnya terhenti saat mendengar cerocosan dokter Choi bahwa kematian Presdir Jin karena kesalahannya. Presdir Jin yang meninggal karena serangan jantung setelah gula darahnya naik mungkin di sebabkan dengan resep insulinnya yang terlalu tinggi. Dokter lain menenangkan bahwa resep dokter Choi sudah benar jadi dokter Choi jangan menyalahkan diri sendiri.

Harga saham Chun Ha terus merosot tajam dengan tersiarnya berita yang buruk-buruk mengenai Yeo Chi.
“Saham Chun Ha Group terus turun”ujar Bun Kwae melihat layar telivisi saat mobil berhenti di lampu merah. “Apakah semua ini kesalahan Yeo Chi ?”tanya Yoo Bang.
“Sentimen publik tidak bagus. Ini tidak akan berakhir, kecuali bila Yeo Chi menyerahkan posisi Presiden”jawab jang Ryang.

Para wartawan segera mengerubungi Yeo Chi dan Ga Bi yang tiba di kantor. Mereka segera memberondong dengan pernyataan bahwa semua penyebab saham Chun Ha jatuh karena Yeo Chi.
Yeo Chi dan Gab I terus menerobos kerumunan wartawan tak peduli.
“Nona Baek Yeo Chi, apakah anda merasa ‘qualified’ untuk menjadi Presiden Chun Ha?”cear salah seorang wartawan.
“Hentikan !”seru Beom Jeung. “Akan kujawab pertanyaannya. Presiden Baek Yeo Chi hanya sementara
menduduki jabatannya. Kami akan segera menyelenggarakan rapat Pemegang Saham untuk memilih Presiden berikutnya”. Beom Jeung tersenyum puas, Yeo Chi mencoba menahan kesal.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 15

Rapat pemegang saham diadakan, para pemegang saham yang diwakili presiden bank menganggap Yeo Chi tak mampu menjabat sebagai Presiden.
“Tapi kalian belum melihat kemampuanku”elak Yeo Chi penuh kesabaran. Tapi mereka keukeuh tak terima di tambah dengan gosip-gosip Yeo Chi di TV.
“Beri aku kesempatan satu tahun”pinta Yeo Chi. Presiden Bank menenangkan kasak-kusuk para pemegang saham. “Nona Baek Yeo Chi. Uang yang kami investasikan, bukan untuk anda belajar manajemen”ucapnya.
“Presiden Bank. Sepanjang pengetahuanku, tidak pernah terlambat membayar dividen”balas Yeo Chi yang diiyakan presiden bank.
“Aku ‘to the point’ saja. Kami tidak berminat untuk memberikan hak manajemen ke tangan seorang gadis yang masih ingusan”jelas Presiden Bank. “Kalau saham kami semua dikumpulkan, nilainya lebih besar dari sahammu, Nona Yeo Chi”.
“Lalu ?”tanya Yeo Chi. Presiden Bank mengatakan bahwa mereka telah memutuskan untuk memilih Presiden baru.
“Apakah itu berarti, Wakil Presiden Choi Hang Woo?”tanya Yeo Chi yang diiyakan Presiden Bank. Lalu Beom Jeung menyuruh Hang Woo masuk.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 15

“Sudah kuduga ternyata kau yang mengincar kedudukanku”ujar Yeo Chi.
“Kalau sudah tahu, kenapa tidak kau tangkal”jawab Hang Woo enteng. “Itu pelajaran pertama buatmu”. Beom Jeung nampak tersenyum penuh kemenangan. Bukan Yeo Chi namanya kalau gampang menyerah dan tunduk ia pun langsung berkata, “kita ketemu lagi di Rapat Pemegang Saham berikutnya. Antara aku
dan kalian, yang mendukung Wakil Presiden, selisih saham kita tidak jauh dari 50%…”.
“Jadi kau mau terjun ke dalam pertarungan ini ? Semakin kau ngotot, harga saham akan semakin turun”.
“Choi Hang Woo. Kau tidak perlu berlagak lebih peduli pada Chun Ha Group daripada aku. Itu menjijikkan”balas Yeo Chi lalu bergegas pergi diikuti Ga Bi.

Di ruangannya Yeo Chi menahan kesal. Dan bertanya pada Ga Bi apa yang diperlukannya untuk mengalahkan Hang Woo. Ga Bi mengatakan bahwa Yeo Chi harus mendapat dukungan dari pemegang saham yang tak hadir di rapat tadi. Yeo Chi pun tersadar orang penting yang harus ia temui adalah Tuan Hong.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 15

Yeo Chi segera menemui Tuan Hong di kediamannya, cukup lama Yeo Chi bersimpuh memohon sampai kakinya kesemutan. Tapi Tuan Hong malah menyuruhnya pergi.
“Karena anda, Nona. Aku tak bisa melukis anggrek dengan benar”ujar Tuan Hong.
“Aku tidak bisa pergi, bagaimanapun…sebelum anda memberikan jawaban yang jelas”jawab Yeo Chi.
Tuan Hong mengatakan bahwa ia punya 3 anak dan 5 cucu. “Tapi sampai sekarang tak seorangpun,
aku pernah duduk makan bersama mereka. Kau tahu maksudku ?”tanya Tuan Hong. “Setelah aku mati, coba rayu putraku. Dan bersikaplah selayaknya seorang Presiden”. Tuan Hong melirik ke ruangan sebelah tempat Ga Bi menunggu, Ga Bi tersenyum puas. Nampaknya sudah ada kospirasi antara Ga Bi dan Tuan Hong ckckck. Jika kalian membaca sinopsis ini bukan di pelangidrama maka sinop ini dicopas alias dicuri!

Sinopsis History of The Salaryman Episode 15

Yoo Bang menemui Jang Ryang, dan menanyakan keadaan Yeo Chi yang sudah separah itu kah?.
“Kenapa tidak segera kau beritahukan kepadaku ?”tanya Yoo Bang.
“Memangnya kalau kuberitahukan kepadamu ? Apa yang bisa dilakukan oleh orang super sibuk sepertimu ?”jawab Jang Ryang.
“Benar, aku akan segera ke China minggu ini”.
“Nah kan ! Kau sibuk. Lalu ?”ujar Jang Ryang. “Belakangan ini, Yeo Chi…Kurasa dia pun sedang depresi”.
“Depresi ?”tanya Yoo Bang tak percaya. “Dengan sifatnya itu, menderita depresi ?”
“Kenapa tidak ?”elak Jang Ryang. “Kakeknya tiba-tiba meninggal. Dan sekarang tak seorangpun yang memdukungnya”.
“Aku harus melakukan apa ? Aku mencemaskannya”ucap Yoo Bang cemas. Jang Ryang pun mencoba mengorek isi hati Yoo Bang dengan menanyakan pendapat Yoo Bang mengenai Yeo Chi.
“Dia bukan perempuan biasa”jawab Yoo Bang.
“Bukan itu maksudku. Sebagai pria, menurutmu Yeo Chi itu bagaimana ?”desak Jang Ryang.
“Sejujurnya,siapa yang bisa mengendalikan Yeo Chi di dunia ini ?”tanyaYoo Bang
“Kamu”jawab Jang Ryang.
“Kau sudah tahu kan ?! Benar sekali”ucap Yoo Bang. “Hanya aku. Kenapa ! Ini membuatku bingung setengah mati. Kenapa hanya aku !”pikir Yoo Bang bingung, mau kubantu jawab ahjusi? Itu karena yeo Chi menyukaimu wkwkwkw.
“Makanya kuminta kau menolong Yeo Chi karena hanya kamu yang bisa !”ungkap Jang Ryang.
Yoo Bang memberikan ide langkah pertama mereka harus membangunkan jati diri Yeo Chi yang sebenarnya. Jang Ryang membenarkan lalu langkah selanjutnya apa, namun hanya itu yang bisa Yoo Bang pikirkan. “Yeo Chi adalah tanggung jawabmu. Aku yang akan mengurus garda depan bisnis”ungkap Jang Ryang, Yoo Bang nampak berpikir.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 15

Selesai mandi di kamarnya Yeo Chi mengambil foto mendiang kakeknya. Ia teringat pesan kakeknya agar jangan menangis dihadapan orang lain, karena kalau menangis, ia akan lemah dan orang lemah akan dihabisi. “Kakek. Aku tak merasa yakin akan diriku sendiri. Apa yang harus kulakukan ? Aku tak merasa sanggup melalui ini”, Yeo Chi curhat pada foto kakeknya tiba-tiba ponselnya berbunyi. Yeo Chi segera menghapus air matanya begitu melihat siapa yang menelepon. Ternyata orang itu Yoo Bang dan ia bertanya apakah Yeo Chi baik-baik saja.

Ternyata Yoo Bang menelepon dengan video call jadi Yoo Bang tahu apa yang dilakukan Yeo Chi. “Brengsek kau !”maki Yeo Chi lalu menjauhkan ponselnya.
“Ahahah.. maaf… maaf”ucap Yoo Bang. “Kenapa kau berpakaian seperti itu ? Aku kangen dirimu, tahu!”.
“Kenapa kau tertawa begitu? Cara tertawamu itu membuatku gila, tahu !”seru Yeo Chi.
“Hey! Nona Yeo Chi kelihatan lebih kurus. Aku jadi tersentuh”ledek Yoo Bang dengan maksud menghibur Yeo Chi , Yeo Chi pun memaki Yoo Bang.
“Kau sudah mulai memaki sekarang ? Aku jadi terpesona !”ucap Yoo Bang, Yeo Chi kembali memaki Yoo Bang. Yoo Bang bertanya bagaimana perasaan Yeo Chi setelah ia bisa memaki lagi, lalu Yoo Bang menyuruh Yeo Chi keluar.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 15

Ternyata Yoo Bang mengajak Yeo Chi kencan hahaha.
“Kemana kita ? Kau tak mau memberitahukanku ?”tanya Yeo Chi
“Kau tak mengangap ini kencan istimewa kita ? Kita mutar-mutar naik mobil saja. Dan mampir sebentar makan, mau kan ?”. Yeo Chi bertanya apa itu kencan?.
“Kau pikir apa ? Kau pikir ini tur melihat-lihat isi pabrik ?”, Yoo Bang balik bertanya.
Lalu Yooo Bang mengajak Yeo Chi mendengarkan musik, Yeo Chi balik bertanya musik apa?.
“Kalau tak mau, biar aku saja. Siap-siap tutup telingamu. Biar aku sendiri saja yang dengar”. Lalu Yoo Bang menyetel musik di mobilnya, Yeo Chi seraya mengantuk mendengarnya. Ternyata Yoo Bang menyetel musik tradisional gitu sejenis enka hahaha
“Yaa. sesukamulah.Musik apa ini ?”tanya Yeo Chi melihat Yoo Bang asyik menyanyi sendiri.
“Ini musik Trot. Lagu tradisional. Kau tidak tahu ? Ini bagus untuk mengembalikan moodmu”jawab Yoo Bang, Yeo Chi pun menggantinya dengan musik rock, tapi Yoo Bang balik menggantinya dengan musik trot seraya menyanyi, lihat ahjusi nyanyi wow. Tapi Yeo Chi mengantinya ke musik rock kembali, Yeo Chi segera menepis tangan Yoo Bang saat akan mengganti ke Trot lagi.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 15

“Jangan diganti”ujar Yeo Chi.
“Terserah ! Terserah apa maumu ! Dasar kau!”ujar Yoo Bang. “Buat apa beli mobil ini kalau tidak bisa
mendengarkan musik yang kau sukai !”gerutu Yoo Bang, walaupun belinya nyicil huehehe.
“Tapi…Apakah Woo Hee pernah naik mobil ini ?”selidik Yeo Chi. “Aku tak mau bilang. Kenapa ? Kau cemburu ?”.
“Cemburu apa ?”elak Yeo Chi.
“Wanita pertama yang pernah naik mobil ini adalah…Nona Yeo Chi !”jawab Yoo Bang, Yeo Chi tersenyum mendengarnya dan menikmati alunan musiknya. Melihat itu Yoo Bang memakai kacamatanya dan berjoget mengikuti irama musik, Yeo Chi tertawa melihatnya.
Yoo Bang mengajak Yeo Chi berjoget, Yeo Chi menolak namun akhirnya mereka malah berjoget menggerakkan-gerakkan tangannya mengikuti irama musik wkkwkw.

Yoo Bang memberhentikan mobilnya di pinggir sungai, tempat mereka pernah mengejar Hang Ryang ni lokasinya :P.
“Udaranya dingin. Kenapa ke sini ?”tanya Yeo Chi
“Bagaimana perasaaanmu ?”tanya Yoo Bang balik. “Kau rasakan dadamu begitu lapang sekarang?”
“Ya, lapang sekali, tapi dinginnya minta ampun”. Lalu Yoo Bang berteriak memanggil Presdir Jin.
“Kau bisa dengarkan aku ? Kau sudah tenang di sana bukan ?. Kau tidak merasa khawatir, bukan ?
Tak ada yang perlu kau khawatirkan ! Yeo Chi di sini baik-baik saja”teriak Yoo Bang. Yeo Chi tertawa kecil mendengarnya. “Yeo Chi itu cucunya siapa ? Dia itu cucunya Presiden Jin Shi Hwang ! Yeo Chi sama sekali tidak takut ! Dia akan menaklukkan dunia !”lanjut Yoo Bang. Gantian Yeo Chi yang berteriak.
“Jangan khawatirkan aku, kakek ! Aku akan bekerja dengan baik ! Aku akan melindungi perusahaan !
Aku bisa melakukan itu, kakek !”teriak Yeo Chi. Yeo Chi nampak lega walau mencoba menahan airmatanya, OSTnya sedih euy.

Di apartemennya Yeo Chi memasakkan Yoo Bang ramen.
“Aku tak yakin ini enak”ujar Yeo Chi seraya menghidangkan ramen untuk Yoo Bang.
“Sampai saat ini,aku sudah bisa menganggap diriku sukses. Bahkan aku bisa menikmati ramen
buatan Nona Yeo Chi”ungkap Yoo Bang. Namun Yoo Bang kaget saat membuka pancinya.
“Kenapa mienya nempel di dasar ? Yang kau buat ini mie goreng atau apa ?”tanya Yoo Bang, Yeo Chi menjawab mie biasa saja. “Kenapa? Ada yang aneh ?”tanya Yeo Chi.
“Tapi nikmatnya Ramen ada di rasa kuahnya ! Kuahnya mana ? Apakah pancinya bolong ?”cerocos Yoo Bang. “Oh, mungkin airnya kutuang terlalu sedikit”jawab Yeo Chi, lalu menyuruh Yoo Bang menccobanya dulu siapa tahu enak.
“Apa yang akan kau lakukan setelah kau menikah ?”ejek Yoo Bang. “Kau bahkan tak bisa memasak mie dengan benar”. Lalu Yoo Bang mencoba mencicipi ramen buatan Yeo Chi namun belum sempat ditelan Yoo Bang melepehkannya kembali. “Apa yang kau campurkan di sini?”tanyanya.
“Oh, biar wangi aku tambahkan minyak wijen”jawab Yeo Chi enteng. Sontak Yoo Bang geram mendengarnya, “kenapa tidak sekalian kau tambahkan madu biar manis ?!”.

Yoo Bang membeberkan bahwa masak ramen itu paling mudah tinggal mengikuti petunjukknya. Yeo Chi mengambil panic isi ramen dan berkata, “kalau begitu tak usah dimakan, brengsek !”, lalu bergegas pergi ke dapur. Yoo Bang menyuruh Yeo Chi biar juga merasakan sendiri.
“Ini masakan ramen pertamaku. Memangnya kenapa ? Kau sendiri bagaimana ? Memangnya kau lahir dengan sumpit di mulutmu ?”cerocos Yeo Chi tak terima dan memarahi Yoo Bang, Yoo Bang tersenyum mendengarnya siasat untuk membuat Yeo Chi kembali ceria berhasil.

Para pemegang saham Chun Ha dan jajaran eksekutifnya menerima undangan Hang Woo yang dikirim oleh Beom Jeung.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 15

Beom Jeung melaporkannya pada Hang Woo di apartemennya.
“Undangan sudah kukirim. Aku sudah menyiapkan pertemuan. Jadi tugasmu adalah meyakinkan mereka”ungkap Beom Jeung. Hang Woo mengucapkan terimakasih.
“Kenapa berterimakasih kepadaku ? Kau sudah melakukan pekerjaan hebat”puji Beom Jeung.
Han Shin yang juga berada disitu memberikan kopi yang dibuatnya, Beom Jeung menyapanya lama tak bertemu. Sempat bingung mau jawab apa, Hang Woo segera membantu Han Shin menjawab, bahwa Han Shin pergi membantu mengurus kebun ayahnya di kampong. “Kebun apa yang diurus pada musim dingin begini ?”tanya Beom Jeung sedikit curiga.
“Kebun rumah kaca, sudah mau panen”jelas Han Shin. Hang Woo mempersilahkan Han Shin pergi, Han Shin pun berlalu. “Sebentar lagi pemilihan Presiden. ‘Perhatikan daun yang jatuh’ “pesan Beom Jeung.

Melihat undangan dari kubu Hang Woo, Yoo Bang nampak geram. “Kita harus mempersiapkan rencana untuk melawan mereka”ungkap Yoo Bang.
“Apapun itu…Bukan satu orang yang mengincar kedudukan Nona Yeo Chi, tapi ratusan ribu !”sahut Bun Kwae. “Siapapun asal bukan Hang Woo”lanjut Han Shin. Lalu semuanya focus pada pepatah yang dikatakan Jang Ryang. Chu-mo-gu-ja. ‘Tiup rambutnya agar lukanya terlihat ‘.
“Kalau perlu, ‘tiup rambutnya’. Mengungkapkan kelemahan para pemegang saham”jelas Jang Ryang.
“Maksudnya, kita menggunakan kelemahan mereka sebagai senjata kita ?”tanya Yoo Bang.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 15

Membaca undangan yang disebar Beom Jeung, Ga Bi segera menelepon anak buahnya agar mengantarnya ke hotel Chun Ha. Tiba-tiba datang Yeo Chi mengeluh para pemegang saham yang menghindarinya. “Kurasa para manajemen menghindariku. Aku tak bisa mengkontak mereka”ujarnya. Ga Bi segera menyembunyikan undangan yang dipegangnya begitu Yeo Chi bertanya.
“Apa yang harus kulakukan ? Haruskah aku minta pertolongan Direktur So Ha?”pikir Yeo Chi.
“Akan kucoba bicara dengannya. Istirahatlah! Kau sepertinya lelah”ucap Ga Bi sok perhatian, Yeo Chi mengucapkan terima kasih. “Kuserahkan hari ini padamu”ucap Yeo Chi lalu berlalu, begitu Yeo Chi pergi Ga Bi menunjukkan ekspresi sebenarnya.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 15

Han Shin akan mengantar Hang Woo dan Beom Jeung menuju hotel Chun Ha, tapi sebelumnya Han Shin menabut sesuatu di mesin mobil, yang ternyata Jang Ryang mengawasi mereka. Dalam perjalanan tiba-tiba kecepatan mobil turun dratis alias mogok hahaha. Hang Woo bertanya ada apa dengan mobilnya.
“Mobilnya kehilangan akselerasi”jawab Han Shin hati-hati, Beom Jeung menambahkan mungkin bensinnya habis. “Masih banyak. Aneh…”jawab Han Shin, takut keduanya menyadari kejanggalannya.
Han Shin menepikan mobilnya di pinggir tol dan berpura-pura mengecek mesinnya.
“Ini masalah besar. Mana ada taksi di sekitar sini”ujar Beom Jeung. Tiba-tiba ketiganya dikejutkan dengan suara klakson mobil Jang Ryang yang lewat, tentu saja dengan sengaja hehehe.
“Ada apa ? Mobilnya mogok ?”tanya Jang Ryang basa-basi.
“Jang Ryang. Kau tepat pada waktunya”ujar Beom Jeung lega, lalu meminta Jang Ryang mengantarnya ke hotel Chun Ha. Beom Jeung mengajak Hang Woo masuk ke dalam mobil Jang Ryang namun pintunya masih dikunci Jang Ryang. “Kenapa kalian ke Hotel Chun Ha ?”tanya Jang Ryang, karena tak ada waktu Beom Jeung mengatakan akan menjelaskannya di jalan.
“Istriku… minta dijemput. Aku harus pergi”pamit Jang Ryang, yang membuat Beom Jeung dan Hang Woo kecut hahaha. Jang Ryang juga pamit pada Han Shin yang dibalas dengan V wkwkkwkw. Jang Ryang melenggang pergi dengan puas. Tiba-tiba ponsel Beom Jeung berbunyi, Ga Bi menelepon bertanya kenapa mereka belum sampai.

Selesai Ga Bi menelepon, So Ha menghampiri Ga Bi dan bertanya apa Beom Jeung belum sampai.
“Sebentar lagi sampai”jawab Ga Bi, So Ha berniat pergi namun ditahan Ga Bi. “Tapi, Direktur So. Kau masih marah padaku ?”tanyanya. So Ha mengiyakan walau sedikit.
“Karena kesehatan Presiden tidak bagus, waktu itu aku sedikit kasar”jelas Ga Bi. “Kau bisa mengerti, kan?”.
“Tidak ada yang perlu dijelaskan”ucap So Ha.
“Direktur. Kau memang baik”rayu Ga Bi, lalu keduanya tersenyum layaknya sahabat baik.

Yoo Bang dan Bun Kwae sampai di hotel Chun Ha bersama Jang Ryang, Jang Ryang menunggu diluar sementara keduanya masuk. Dengan penuh percaya diri Yoo Bang menuju podium dan menyapa hadirin yang datang. “Kenapa kau bisa ke sini ?”tanya So Ha.
“Direktur So Ha, kau baik-baik saja, kan ?”tanya Yoo Bang balik. So Ha bertanya kembali alasan Yoo Bang di sana, Yoo Bang pun menjelaskan alasannya dia disana karena meminta dukungan hadirin untuk mendukung Yeo Chi menjabat sebagai presiden Chun Ha group.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 15

Hadirin tertawa mendengar permintaan Yoo Bang, So Ha pun menyuruh Yoo Bang keluar.
Yoo Bang pun mulai membeberkan uang telah dikorupsi direktur So Ha, dan petinggi lainnya yang bungkam begitu Yoo Bang menyebutkan nominal-nominalnya. Namun Ga Bi terlihat hanya tertawa mengulum senyum.
“Korupsi yang telah kalian lakukan. Kalian harusnya hati-hati. Kalian bahkan bisa dituntut telah
melakukan perbuatan kriminal. Mengerti ?”ungkap Yoo Bang. So Ha tertawa mendengar gertakan Yoo Bang diikuti hadirin. “Informasimu sudah basi. Kami telah membereskan semua masalah itu”ujar Ga Bi, sontak Yoo Bang terkejut dan melirik ke arah Jang Ryang mengintip di pintu.
“Kapan dibereskannya ? Sepertinya usaha ini jadi sia-sia”guman Jang Ryang.
“Kau mau mempengaruhi orang dengan membawa perkara yang sudah dibersihkan ?”ledek So Ha yang diiringi tawa para hadirin. Bukan Yoo Bang kalau tidak bisa membawa diri wkwkwk.
“Kalian bukan orang yang bisa melakukan itu. Itu maksudku tadi. Aku hanya ingin bilang kalau kasus korupsi kalian harus segera dibersihkan”tanggap Yoo Bang.

Lalu Yoo Bang menyuruh Bun Kwae mengeluarkan barang yang dibawa, hadirin pun menghentikan tawanya. Ternyata itu majalah ekonomi yang bercover Yoo Bang. Bun Kwae membagikan pada para hadirin. “Beberapa waktu yang lalu Paeng Seong menang berkompetisi melawan Chun Ha Group…Kalian sudah tahu itu, kan ?”ungkap Yoo Bang.
“Siapa yang tidak tahu ? Kami di sini semua Manajemen Chun Ha Group”jawab So Ha.
“Sebenarnya kompetisi itu adalah… antara Choi Hang Woo dan Baek Yeo Chi”ujar Yoo Bang, So Ha pun bertanya apa maksud Yoo Bang. Yoo Bang pun mengatakan bahwa investor terbesar perusahaannya, Paeng Seong Enterprise tak lain dan tak bukan adalah Baek Yeo Chi.
“Jadi, dengarkan penjelasanku. Alasan kalian menolak Baek Yeo Chi adalah karena kalian anggap dia tidak kompeten, bukan ? Tapi lihat ini ! Aku ada di cover majalah ini. Aku ada di 34 halaman majalah ini”beber Yoo Bang seraya memperlihatkan majalahnya. “Perusahanku kini menjadi perusahaan besar !
Siapa yang cerdas menangkap peluang ini ? Hanya satu orang di Korea ini yang melakukannya! Yaitu Nona Baek Yeo Chi. Dia itu luar biasa ! Biarpun jagoan, Wakil Presiden Choi Hang Woo saja bisa dipermalukannya”lanjutnya. Yoo Bang menyudahi penjelasannya dan berpesan majalahnya dibagikan gratis jika masih kurang tinggal bilang padanya wkwkw, pukulan telak bagi para hadirin.

“Bagaimana kalau aku tadi tak membawa majalah itu ?”tanya Yoo Bang begitu keluar ruangan disambut Jang Ryang. Jang Ryang meminta maaf. “Aku biasanya tidak pernah berbuat kesalahan seperti ini. Pikiranku bercampur dengan urusan sewa-menyewa kantorku yang masih belum selesai”jelas Jang Ryang. Beruntungnya mereka berselisih jalan dengan Hang Woo dan Beom Jeung yang baru saja keluar lift, Yoo Bang dan timnya masuk lift sebelahnya.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 15

Beom Jeung dan Hang Woo berpapasan dengan hadirin yang keluar ruangan. Beom Jeung meminta maaf atas keterlambatannya dan bertanya kenapa mereka pergi.
“Kami sudah membuat kesepakatan. Kami pasti akan memberi pilihan pada rapat pemegang saham nanti”jawab So Ha lalu berlalu diikuti yang lainnya.
“Apa yang telah terjadi ?”tanya Hang Woo pada Ga Bi yang paling terakhir keluar.
“Aku sendiri tak tahu…”jawabnya enteng. “Tapi kalian tak perlu risau. Mereka takkan pernah memilih Baek Yeo Chi”lanjutnya, lalu berlalu seraya menyerahkan majalah bisnis yang bercover Yoo Bang pada Hang Woo, tentu saja Hang Woo makin kesal melihat majalah yang bercover Yoo Bang itu.

Ga Bi memasuki ruangan presdir Jin, ia duduk rileks di kursi kepresidenan. Menikmati duduk sebagai Presiden Chun Ha group. Tiba-tiba Presdir Jin mencekiknya dan meneriakkan bahwa Ga Bi adalah pembunuh. Ga Bi berusaha melepaskan diri.
Dan ternyata semua itu hanyalah mimpi buruk Ga Bi. Kenyataannya ia sekarang sedang di mobil dalam perjalan pulang diantar anak buahnya.
“Anda bermimpi buruk ?”tanya anak buah Ga Bi.
“Tidak. Bukan apa-apa”jawab Ga Bi menenangkan diri.
“Besok adalah rapat khusus pemegang saham. Apakah anda hanya akan menyaksikan saja ?”.
Ga Bi segera menelepon pengacara Park, mengingatkan bahwa besok adalah waktunya.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 15

Yeo Chi merubah penampilannya layaknya calon presiden dibantu tata rias. Selesai itu ia bersiap memilih bajunya, datang Mo Ga Bi. “Sudah waktunya, bukan ?”tanya Yeo Chi yang diiyakan Ga Bi.
Lalu Yeo Chi meminta Ga Bi mengacingkan kalungnya, Ga Bi melakukannya setelah itu ia menggengam tangan Yeo Chi yang nampak gemetar. “Nona Anda cemas ?”tanyanya, Yeo Chi menjawab bahwa ia baik-baik saja dan melepaskan tangannya dari genggaman Ga Bi.
“Dihadapanku kau tak perlu pura-pura kuat”ungkap Ga Bi.
“Kau benar. Sebenarnya aku gemetaran. Hasilnya sudah jelas. Tak seorangpun dari para pemegang saham…yang bisa kudapatkan simpati mereka”.
“Kalau memang sulit,tidak ada salahnya menyerah. Aku bisa membantumu mengatur perusahaan”saran Ga Bi. “Tidak, aku baik-baik saja. Aku akan berusaha sampai akhir”jawab Yeo Chi mantap, yang membuat Ga Bi tentunya kesal hahaha.

Hang Woo mempersiapkan diri dibantu Woo Hee.
“Kenapa… kau melihatku seperti itu ?”tanya Woo Hee melihat Hang Woo menatapnya dalam. Hang Woo pun memeluk Woo Hee dan mengucapkan sesuatu. Hang Woo pun melepaskan pelukannya.
“Kau sudah bekerja keras”puji Hang Woo. Woo Hee tak mengerti maksud Hang Woo, Hang Woo menjelaskan bahwa ia mengucapkan mantra yang sudah terbiasa sejak kecil untuk pidatonya nanti .
“Kenapa melakukannya padaku. Kenapa tidak dengan tembok, atau tiang ?”tanya Woo Hee.
“Kenapa ? Kau tidak suka ?”tanya Hang Woo Balik. Woo Hee menjawab ia merasa tak pantas dan bertanya mantra apa yang Hang Woo ucapkan karena ia hanya berguman saja.
“Nanti. Akan kuberitahu kalau waktunya tiba”jawab Hang Woo tersenyum lalu berlalu dan Woo Hee tentu saja mencibir kesal hahaha. Jika kalian membaca sinopsis ini bukan di pelangidrama maka sinop ini dicopas alias dicuri!

Kubu Yeo Chi yang ditemani Ga Bi dan Hang Woo yang dibacking Beom Jeung saling menatap tajam, Yeo Chi berlalu tanpa sepatah kata pun. Beom Jeung memberitahu Hang Woo bahwa ia sudah menghungi para pemegang saham jadi 95% mereka pasti akan menang. Kesenangan keduanya sirna melihat kedatangan Yoo Bang dan Jang Ryang.
“Kenapa kau ke sini ?”tanya Beom Jeung tak senang. Jang Ryang tertawa mendengar pertanyaan Beom Jeung, “Kau lupa ya ? Aku sudah berhenti jadi Direktur. Tapi aku masih pemegang saham”jawabnya.
“Dan kau sebagai apa ?”tanya Hang Woo pada Yoo Bang.
“Aku adalah aku”jawab Yoo Bang tegas. “Aku juga pemegang saham. Aku sudah membeli beberapa saham. Iya kan Wakil Presiden Yoon?”. Bun Kwae mengiyakan dan menyebutkan nominalnya yang senilau $750. “Jangan disebutkan jumlahnya!”bisik Yoo Bang pada Bun Kwae hahaha.
“Kenapa, kau takut pada semut-semut kecil ?”ledek Yoo Bang tersenyum lalu berlalu pergi.

Rapat dimulai, Beom Jeung mempersilahkan dua kandidat Presiden Chun Ha yang baru Yeo Chi dan Hang Woo untuk memberikan sambutan, Yeo Chi memberi sambutan yang pertama.
Yeo Chi tahu para pemegang saham khawatir dengan masa depan Chun Ha dan ragu dengan kemampuannya maka Yeo Chi meminta waktu satu tahun.
“Berikan aku satu tahun kesempatan. Kalau selama itu aku tidak memuaskan. Semua sahamku,
Akan kuserahkan kepada perusahaan”pinta Yeo Chi. Para pemegang saham pun segera kasak-kusuk mendengar permohonan Yeo Chi. Giliran Hang Woo menyampaikan orasinya, ia membeberkan pernah bekerja di Wall Street New York, pusat ekonomi dunia dan Hang Woo datang ke Korea dengan satu mimpi yaitu membangun Wall Street yang baru di Republik Korea tepatnya menjadikan Chun Ha sebagai Wall Streetnya Korea ckckckck.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 15

Pemilihan Presiden baru Chun Ha dilakukan, mirip kayak pilpress di Indonesia hahaha. Yeo Chi nampak tegang, Hang Woo dengan penuh keyakinan akan menang begitupula Beom Jeung. Ga Bi gelisah menunggu kedatangan pengacara Park. Beom Jeung akan mengumumkan hasilnya belum sempat memberitahukan siapa pemenangnya datang pengacara Park. “Tunggu sebentar !”ucapnya. semua hadirin menoleh kea rah sumber suara, Pengacara Park yang didampingi Tuan Hong maju ke depan.
“Di dalam sini…Ada surat Wasiat Presiden Jin Shi Hwang”serunya seraya memperlihat tasnya, tentu semuanya terkejut terkecuali Mo Ga Bi yang tersenyum penuh kemenangan.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 15

Epilog kali ini WooWoo couple lagi.
Di dalam lift Hang Woo marah-marah karena mantel yang sudah lama dipesan baru ada sekarang. Tiba-tiba Woo Hee masuk, Hang Woo pun mencoba menyuruh Woo Hee mengambilnya namun Woo Hee salah dengar mantel menjadi mantra. Woo Hee pun memeluk Hang Woo, sebagai mantra penenang hahaha. Hang Woo menyuruh Woo Hee mempererat pelukannya.
“Kurasa sudah cukup. Bagaimana kalau ada yang masuk ?”tanya Woo Hee.
“Itu artinya sedang sial. Tenang sajalah”balas Hang Woo diiringi senyumnya.

Wahhh persaingan makin seru, musuh dalam selimut segera muncul Ga Bi akan membuka topengnya sendiri hehehe. Tapi tenang Yoo Bang punya 1001 cara menanganinya wkwkw.

Written & Images by Ari Arata
Shared by pelangidrama
Indosub thanks to papario @islandsub
Don’t Repost to Other Site!!

[Sinopsis K-Drama] History of The Salaryman Episode 14

Sinopsis History of The Salaryman Episode 14
“Goodbye harabuji, karaktermu di akhir-akhir episode membuat aku terpesona..”

Dengan gemetar Mo Ga Bi memberanikan diri masuk ke kamar di mana Presdir Jin dirawat. Mo Ga Bi langsung meminta maaf kepada Presdir Jin, “ada hal-hal yang tidak kulaporkan kepadamu. Para pejabat telah melakukan korupsi. Penggelapan dana dan laporan penjualan palsu. Dan mereka sudah mulai mengeruk keuntungan pribadi”.
“Kenapa baru kau laporkan sekarang?!”tanya presdir Jin.

Mo Ga Bi mencari-cari alasan kesehatan Presdir Jin yang lemah membuatnya bungkam, lain di mulut lain di hati. Presdir Jin tak berkutik. “Hampir saja aku mencurigaimu”.
“Apa maksudmu?”
“Aku ingin menghukum mereka dengan setimpal. Tapi belum waktunya aku melangkah ke sana. Kau perkuat jiwamu. Agar korupsi tidak semakin jauh”.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 14

Mo Ga Bi tersenyum licik, kini dia selamat. Presdir Jin kembali mempercayakan Mo Ga Bi untuk menyelesaikan masalah. “Ada pepatah, Serigala dalam kulit singa. Serigala yang meminjam kekuatan singa, juga bisa menjadi raja”ujar Presdir Jin. Mo Ga Bi pun menyarankan biar dia yang mengurus aset Presdir Jin yang bermasalah. Mo Ga Bi kembali tersenyum penuh kemenangan, sedang Presdir Jin sepertinya punya rencana sendiri karena sorot matanya tidak sepenuhnya percaya pada Ga Bi.

Mo Ga Bi keluar dari kamar Presdir Jin, “serigala dalam kulit singa? Apa itu! Aku sudah menjadi raja. Kaulah yang serigala tua, Jin Shi Hwang”.

Woo Hee bertemu dengan Yoo Bang di kantor Chun Ha, Yoo Bang rupanya ingin bertemu dengan Hang Woo. Dia pun menerobos masuk ke ruangan Hang Woo yang membuatnya tak senang.
“Aku datang untuk bicara empat mata denganmu. Kakiku sakit. Aku mau duduk, tidak apa-apa, kan?”ujar Yoo Bang tanpa tedeng aling-aling.
Hang Woo terpaksa meladeni, yang sebelumnya menghardik Woo Hee untuk menahan tamu yang belum buat janji temu.

Yoo Bang langsung pada inti permasalah Chun Ha group yang ingin membuat perjanjian dengan Tae Yang group. “Bagaimana mungkin bisa kau lakukan dengan alat yang persis sama dengan alatku?!”.
“Produk kami juga memiliki paten. Tidak ada hukumnya kalau hanya kalian sendiri yang punya kerjasama bisnis dengan mereka”jelas Hang Woo santai.
“Paten apa? Orang mempatenkan supaya hanya ada satu. Mana mungkin bisa ada paten untuk barang yang sama?”. Yoo Bang mulai panas.

Tersenyum enteng, Hang Woo berkilah kalau hukum dibuat untuk dihindari. Jadi dia tetap akan mematenkan produknya. “Bagaimana kalau kau serahkan saja perusahaanmu kepadaku? Jangan buat dirimu berdarah-darah dalam perang yang tak mungkin bisa kau menangkan. Akuilah kekalahanmu di sini”.
“Bisakah kau hentikan kata-katamu yang menyedihkan itu? Kau ingin menang melalu peperangan?”tanya Yoo Bang.
“Bukankah itu wajar?”
“Aku hanya melakukan perang yang dapat kumenangkan. Perang ini ? Aku yang akan menang. Mengerti?”. Yoo Bang menatap tajam Hang Woo.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 14

Bun Kwae, Yoo Bang dan Woo Hee minum-minum di sebuah kedai. Bun Kwae meradang karena tanpa uang bagaimana purusahaan bisa dijalankan?. Yeo Chi yang tahu keberadaan Yoo Bang berniat bergabung, sedikit sewot karena ada Cha Woo Hee.

“Bagaimana kalau minta pada nona Yeo Chi lagi? Ini bukan waktunya untuk kehilangan muka”. Bun Kwae memberi usul. Dan Yeo Chi yang mendengarnya terhenti langkahnya.
Yoo Bang yang mendengar usul konyol Bun Kwae seketika marah-marah. “Baek Yeo Chi, Presiden Jin atau
Choi Hang Woo, mereka itu satu tim!”.

Perkataan Yoo Bang membuat Yeo Chi mengurungkan niatnya bergabung. Woo Hee menengahi mereka yang bertengkar. “Sekarang waktunya kita ciptakan sendiri kesempatan buat kita. Tidak ada jalan lain. Kita harus ciptakan sendiri”. Yoo Bang memang punya pendirian kuat.

Keesokan harinya Yeo Chi menemui kakeknya, bertanya kenapa tidak memberikan investasi kepada Yoo Bang?. Presdir Jin kini tahu potensi Yoo Bang. “Dia memang naif tapi hebat. Tak tergoda sedikitpun biarpun kulempar daging umpan, dia tetap memilih untuk lapar”.
“Jadi kau akan tetap diam saja dan menyaksikan usaha Yoo Bang runtuh? Hah, Kakek?”

Predir Jin menoleh ke arah Yeo Chi, dia merasa kasihan kepada Yoo Bang atau yang lain? Yeo Chi buru-buru menjelaskan karena merasa kasihan. Presdir Jin rupanya antara 2 jalan, di satu sisi projek Hang Woo sebentar lagi selesai. “Dia akan berkompetisi dengan Yoo Bang, Pemimpin gila mana yang maju ke depan sendirian menembakkan senjatanya pada musuh? Jika itu hanya kasihan, hentikan perhatianmu itu!”.

“Bagaimana jika bukan karena kasihan padanya? Tapi karena alasan lain?”, Yeo Chi sedikit mengaku. Presdir Jin menghadap langsung ke Yeo Chi. “Kau… menyukai Yoo Bang?”. Dan pertanyaan kakeknya tidak pernah diakui oleh Yeo Chi.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 14

Yoo Bang menemui Jang Ryang sebagai jalan terakhir, meminta dicarikan investor lain. Jang Ryang yang tahu perusahaan Yoo Bang akan menghadapi Chun Ha, menasehati untuk mundur. Yoo Bang tak terima.
“Tapi mereka mempatenkan produk jiplakan dari produk kita. Produk kita adalah yang asli. Menghindar ? Itu yang harus mereka lakukan! Bukan kita!”.
“Tapi dalam hal bisnis, kekuatan adalah kekuasaan. Kekuatan adalah hukum”.

Yoo Bang rasanya menyia-nyiakan waktu untuk membujuk Jang Ryang. Diakhir kata, Jang Ryang memberikan saran lain, jual alat pemantau gula darah, walau pabrik tutup dia tetap akan menerima hasil banyak.
Yoo Bang hampir saja menyiramkan air minum. “Biarpun aku hidup dari orang tua yang melarat, Tak pernah sekalipun kami menganiaya orang lain untuk kepentingan diri sendiri. Kekuatan adalah segalanya, kau bilang? Tegakkan kepalamu dan hiduplah dengan prinsipmu itu! Walaupun dia hidup dengan kekuatan…Tapi yang paling kukagumi adalah ayahku”.

Yoo Bang berniat pergi namun kata-kata Jang Ryang menahannya, “Maksudku, berapa banyak investasi
kau butuhkan untuk pabrikmu?”. Yoo Bang menatapnya tak percaya.

Akhirnya perjanjian ditandatangani. $4,5 juta diinvestasikan. Betapa leganya Yoo Bang dan Bun Kwae. Jang Ryang pun turut senang. “Kau harus berhasil bermitra dengan Taeyang Group dan ciptakanlah uang yang banyak”.
“Akan kukalahkan Chun Ha Group. Dan tentu saja membalas jasamu”. Yoo Bang bersuka cita.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 14

Keduanya telah pergi, Jang Ryang meminum minumannya dan menoleh ke belakang. “Apa alasanmu yang sebenarnya menolong Yoo Bang?”. Disertai Yeo Chi, Presdir Jin rupanya yang memberikan dana talangan. “Hang Woo dan Yoo Bang. Aku…Ingin melihat kedua bajingan itu berperang dengan senjata langkap”.
“Aku juga”saut Yeo Chi.
“Paling tidak, aku harus memberikan Yoo Bang sebuah senjata. Aku tak bisa membiarkannya bertempur
dengan tangan kosong”.

Jang Ryang berfikir pertarungan itu tetap seimbang. Lain difikirkan Presdir Jin, jika seimbang maka tidak akan menarik. Dan lagi Hang Woo tidak memiliki apa yang Yoo Bang punya, dan itu senjata andalan Yoo bang. “Aku rasa..aku tahu itu apa”ucap Yeo Chi diselimuti senyuman. (Jika kalian membaca sinopsis ini bukan di pelangidrama maka sinop ini dicopas alias dicuri!)

Yoo Bang kembali ke pabrik dan mendapati karyawannya berkumpul. Berniat untuk memberikan gaji mereka demi kelangsungan perusahaan. Han Shin angkat bicara, “Semua pegawai telah setuju. Sampai perusahaan stabil, kami rela tak digaji”.
“Kami percaya pada janjimu, Presiden. Kau bilang kau takkan memecat kami. Jadi mana mungkin kami menyusahkan perusahaan?”
“Tetap semangat, Presiden! Kami mendukung dari belakang. Lagi pula kami pernah menganggur. Kami takkan mati bila tak digaji hanya beberapa bulan”.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 14

Yoo Bang sungguh terharu, mana bisa kaya kalau begini caranya! Berkaca-kaca Yoo Bang mengatakan akan memberikan gaji sesuai jadwal karena dia mendapatkan investor. Semua bersorak sorai. “Chun Ha Group? Akan kita kalahkan dan kita akan menang!”teriak Yoo Bang.

Para Direktur Departemen tidak senang Mo Ga Bi memanggil rapat seenak jidatnya, kemudian Mo Ga Bi masuk dan duduk di tempat Presdir Jin. Mulai sekarang semua dia ambil kendali, karena stempel milik pribadi Presdir Jin berada ditangannya.
“Agar kalian paham…Bahwa kalian ada di bawah pengawasan beliau. Aku yang akan menjadi mata bagi beliau. Untuk menyelidiki kebenaran. Semuanya yang kulakukan ini atas perintah Presiden Jin sendiri.”

Jang Ryang masih mempertanyakan kepercayaan Presdir Jin kepada Mo Ga Bi. Rupanya Presdir Jin akan mengetes Mo Ga Bi untuk terakhir kalinya. “Ini cuma firasat, Mo Gabi tertarik dengan surat wasiatku”.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 14

Woo Hee senang mendapatkan bunga, sepertinya dari laki-laki yang naksir dirinya. Tak jauh Hang Woo melihatnya dengan penuh tidak suka. Doa mendekatinya. Bertanya siapa yang mengiriminya? Woo Hee mengaku tak tahu.
“Kau tak tahu siapa yang mengirimkanmu bunga ini? Dan kau terima saja?”
“Kenapa jadi sewot, Wakil Presiden?”. Hang Woo semakin benci karena mengira dia dari Yoo Bang.
Sepeninggal Hang Woo, Ba Sa Yeol datang berniat menemui Hang Woo.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 14

Hang Woo langsung meletakkan cangkir kopinya, begitu mendengar kata-kata Ba Sa Yeol. “Kau mau mengadu produkku dengan produk dari Paeng Seong Enterprise?”. Hang Woo tak mengerti karena setahu dia, Paeng Seong akan bangkrut!
“Kudengar mereka sekarang punya penyandang dana baru”. Kemarahan tiba-tiba menyergap Hang Woo.

Hang Woo langsung menemui Beom Jeung, menanyakan siapa yang berinvestasi? Jang Ryang?. Namun Beom Jeung berfikiran lain, Jang Ryang tidak punya uang sebanyak itu. Hang Woo mengernyit, “Lalu? Itu uang Presiden Jin?”. Hang Woo menyuruh Beom Jeung untuk mencari tahu.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 14

Dan tak perlu waktu lama, Beom Jeung menemui Jang Ryang. Mencemoohnya karena dianggap bodoh berinvestasi kepada Paeng Seong group. “Aku tidak mendanai Paeng Seong Enterprise. Aku mendanai Yoo Bang”ucap Jang Ryang.
Untuk meyakinkan Beom Jeung, Jang Ryang berbohong bahwa dia pernah meminta uang kepada Presdir Jin dan menggunakan uang itu untuk Yoo Bang.
“Presiden tidak tahu kalau uangnya diberikan kepada Yoo Bang, maksudmu?”tanya Beom Jeung.
“Tidak masalah jika dia sudah tahu, toh uangnya sudah tidak ada padaku lagi”jawab Jang Ryang enteng.

Dengan emosi Hang Woo menemui Yeo Chi, “Itu perbuatanmu, kan? Investornya Paeng Seong Enterprise!”. Yeo Chi tenang-tenang saja, kalau iya kenapa??
“Hatimu sudah dibutakan oleh seorang pria,
dan kau tahu apa yang telah kau lakukan? Ini penghianatan. Kau penghianat!”bentak Hang Woo sambil menunjuk-menunjuknya.
“Begitu tak percaya dirikah kamu?Kau takut dengan Paeng Seong Enterprise? Dibandingkan dengan Chun Ha Group, itu cuma sepotong biskuit. Tahu biskuit? Itu seperti gajah lawan biskuit. Kenapa gajah takut kepada biskuit?”
“Jangan memancing aku. Semakin kau seperti ini, semakin aku akan menjungkir balikkan si Yoo Bang itu tanpa ampun!”
(Jika kalian membaca sinopsis ini bukan di pelangidrama maka sinop ini dicopas alias dicuri!)

Sinopsis History of The Salaryman Episode 14

Yeo Chi berdiri, menatap Hang Woo tak mau kalah. “Rupanya kau sudah salah pengertian. Aku berinvestasi kepada Paeng Seong bukan karena aku menyukai Yoo Bang. Pertarungan yang adil antara
Yoo Bang dan Choi Hang Woo. Itu membuat aku begitu penasaran”.
“Kenapa?”
“Karena aku akan menjadi pemimpin tertinggi Chun Ha Group. Aku perlu seseorang yang benar-benar kompeten. Kalau kau tak mau menyerahkan kursimu kepada Yoo Bang, maka kau harus lebih mengasah otakmu”. Selesai berbicara Yeo Chi langsung pergi begitu saja, meninggalkan Hang Woo dalam keadaan panas. Dia menggebrak meja.

Woo Hee masuk ke ruangan Hang Woo dan mendapati dia sedang tidur di kursi. Melihat luka ditangan,dia mengolesi lukanya dengan obat. “Kau juga berpihak pada Yoo Bang, kan? Cha Woo Hee, kau juga. Kau juga berharap Yoo Bang bisa menang”ujar Hang Woo tetap memejamkan mata.

Sudah seharusnya dia membela Hang Woo karena dia sekretarinya, itu pikiran Hang Woo. Woo Hee diam sejenak, “aku akan memihakmu”balas Woo Hee akhirnya. Hang Woo langsung memegang tangan Woo Hee menahan agar tak pergi. Hampir menciumnya, namun Woo Hee menolehkan wajah. Hang Woo akhirnya melepaskan tangannya. Menyuruhnya pergi.

Menatap kepergian Woo Hee dengan sedih, merasa ditolak. Sedang Woo Hee bersandar pada pintu, hatinya tak karuan.

Tak berselang lama, Hang Woo mulai menyusun rencana, dia mencari tahu siapa yang akan menjadi juri kompetesi produk mereka. “Aku minta rincian data pribadi ketiga orang itu. Data Pribadi, hobi, keluarga, Semuanya..”. Staff Hang Woo memberitahu pabrik mereka di Vietnam menginginkan contoh produk dari Paeng Sang group. Berhubung belum dipasarkan, Hang Woo tentunya punya rencana sendiri untuk mendapatkan produk tersebut. Hang Woo menekan nomor Han Shin.

Ketiganya sibuk di pabrik Paeng Sang. Yoo Bang, Bun Kwae dan Han Shin mendapat fax bahwa kompetesi produk akan dilakukan akhir bulan. Ditengah-tengah Han Shin mendapat telepon dari Hang Woo yang langsung dimatikan. Hang Woo menelepon lagi. Han Shin berkelit mau ke kamar mandi.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 14

Han Shin menerima telepon Hang Woo yang dia hanya katakan sangat singkat, ingin bertemu Han Shin di apartemennya lalu ditutupnya.

Saat menoleh dikagetkan dengan hadirnya Yoo Bang dan Bun Kwae. Berbohong dia mendapat telepon dari wanita pemilik bar. Yoo Bang merebut handphonenya lalu mengeceknya, Choi Hang Woo ada didaftar panggilan. Han Shin menyakinkan bahwa dia tidak pernah bermaksud berkhianat.

“Kenapa Hang Woo menelepon?”tanya Yoo Bang. Han Shin mengatakan Hang Woo ingin bertemu dengannya dan keberadaannya di Paeng Song juga tak diketahuinya. Yoo Bang berfikir sejenak, kalau begitu temui dia.

“Hah?”, Bun Kwae dan Han Shin sama-sama terkejut. “Temui dia dan dengarkan apa yang dikatakannya..Ikuti keinginannya”. Han Shin menoleh kepada keduanya, “Terimakasih sudah percaya padaku, Presiden”.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 14

Yoo Bang cukup percaya kepada Han Shin karena jika dia bermaksud berkhianat dia akan membawa pergi blueprint untuk Chun Ha group. Bun Kwae tetap masih cemas. “Tapi bagaimana kalau setelah dia bertemu
Choi Hang Woo, kalau dia berubah…?”
“Kau tahu ‘Jang-Gye-Chui-Gye’?”
“Temukan taktik lawan, dan kembalikan sebagai senjata makan tuan. Apa itu?”
“Kalau Hang Woo mau menjebak kita lagi, kita gunakan tipuannya itu untuk melawannya”.

Gugup, mungkin itu yang dirasakan Han Shin saat menemui Hang Woo. Dia mencoba berbasa-basi sejenak. Hang Woo menawarkan pekerjaan di kantor cabang Chun Ha. “Aku perlu bantuanmu terlebih dahulu”.
“Tinggal disebutkan. Akan kulakukan”
“Yoo Bang, dan Paeng Seong Enterprise…adalah satu kesatuan. Aku ingin kau mengambilkanku sesuatu dari sana”.

Yoo Bang terlonjak kaget saat diberitahu Han Shin. “Dia minta kau membawa produk baru itu kepadanya?”. Han Shin mengiyakan, “Ya, kupikir pabrik mereka di Vietnam mau mengecek kinerjanya”.
“Dasar para perampok! Kita harus memperkuat penjagaan di sekitar pabrik. Chief Han, beritahu kepada para pekerja untuk…”
“Berikan kepadanya”ujar Yoo Bang menyela Bun Kwae yang ngamuk-ngamuk. Yoo Bang juga menyuruh Han Shin untuk selalu dekat dengan Hang Woo. Memata-matainya. “Itu keahlianku! Kau sudah merasakannya”balas Han Shin.

Ada pepatah mengatakan: Po-Jeon-ln-Ok [Melempar bata untuk mendapatkan Giok]. Melempar umpan ikan kecil untuk mendapatkan ikan besar. Melempar bata untuk mendapatkan Giok. Lalu kita akan mendapat keuntungan. Yoo Bang punya rencana yang briliant sepertinya.

Bersama Beom Jeung dan Hang Woo, Han Shin memperlihatkan produk pengukur gula darah dari Paeng Seong Group. Han Shin menyuruhnya mencoba, dan fantastik langsung bisa mengukur! “Kinerjanya hebat, kan? Aku tadi sudah mencobanya”. Han Shin terlalu berseru-seri sehingga dihardik Hang Woo yang pasang muka bete sangat parah.

“Segera dekati para juri. Arahkan mereka ke pihak kita”,perintah Hang Woo pakai akal licik. ”Begitu lebih meyakinkan. Sebagus-bagusnya alat mereka, para jurilah yang akan menilai”dukung Beom Jeung.

Benar saja, Hang Woo dan Beom Jeung mulai menjalankan renana mereka, mendekati para juri dan menyuapnya dengan nilai tinggi. Para juri sudah mulai……masuk perangkap Chun Ha Group, lapor Han Shin pada Yoo Bang. “Kalau saja aku bisa memotret mereka, maka kita punya bukti Yaah tapi apa dayaku…”

Yoo Bang tak panik, tetap tenang dan meminta barang pesanan dirinya dari Han Shin. Alat pemantau gula darah milih Chun Ha. Yoo Bang meminta Dokter Hong (Senior Woo Hee yang selama ini membatu Yoo Bang) untuk membuat produk Paeng Seong dibentuk sama dengan produk Chun Ha.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 14

Yeo Chi membantu memotongkan kuku kakeknya, terjadi obrolan ringan mengenai siapa yang akan menang dipertarungan nanti. Yoo Bang ataukah Hang Woo yang lulusan Stanford? Yeo Chi tetap mendukung Yoo Bang. “Kenapa kau menyukai Yoo Bang?”tanya kakeknya tiba-tiba.
“Kakek ini apa-apaan sih? Kapan aku bilang aku menyukainya?”sanggah Yeo Chi yang mulai mencat kuku kakeknya dengan kuteksnya.
“Kalau dia bisa mengalahkan Hang Woo, maka dia akan kujadikan suami cucuku”.
“Kau sudah gila, kek?”teriak Yeo Chi masih asik mengkuteks kakeknya.
“Jangan kuatir, nak. Karena dia tidak mungkin menang. Kalau dia bisa membuat mungkin yang tak. Tak ada alasan bagiku untuk menolaknya menjadi suami cucuku”ujar Presdir Jin bersungguh-sungguh.

Yeo Chi selesai mengkuteks kuku kakeknya dan langsung pergi. Presdir Jin melihat jari kukunya dan tertawa terbahak-bahak, tak disangka mungkin ini tawanya yang terakhir.

Yoo Bang terlihat senang makan daging BBQ lagi bersama Woo Hee dan sempat menawarkan pekerjaan di Paeng Seong group, berhenti menjadi sekretaris Hang Woo. Alih-alih menerima, Woo Hee berjanji jika Paeng Seong sudah sebesar Chun Ha dia akan ke sana.

Saat ditinggal Yoo Bang sebentar bayangan Hang Woo yang hendak menciumnya berkelebatan, Woo Hee gusar. “Aku bisa gila. Choi Hang Woo, apa yang telah kau lakukan padaku? Kenapa kau ada dalam kepalaku sepanjang hari? Keluar! Cepat keluar dari kepalaku!”

Sinopsis History of The Salaryman Episode 14

Di pagi yang dingin, Yeo Chi menyempatkan diri ke pabrik Paeng Seong. Di papan namanya dia tempel erat-erat permen besar-besar. Dan berdoa. Yoo Bang datang dan ngamuk-ngamuk melihat papan namanya dirusak oleh Yeo Chi.

“Kenapa kau tempel permen di plat nama perusahaan orang? Kau menyuruhku ‘menjilat-jilat’ sebelum memulai kompetisi?”sewot Yoo Bang. Yeo Chi tak berusaha menjelaskan dan ikutan kesal,menyumpalkan permen ke mulut Yoo Bang lalu pergi.

“Apa dia menyuruhku makan permen seharian? Tapi itu…Kenapa dia bawakan aku barang-barang ini padahal aku akan berkompetisi dengannya?”, Yoo Bang keheranan.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 14

Yoo Bang dan Bun Kwae datang ke Chun Ha untuk berkompetisi penilian produk mereka. Bertemu dengan kelompok Hang Woo di lift. Perang dingin benar-benar terasa.
“Tak pernah aku bermimpi akan berkompetisi denganmu seperti ini”ejek Beom Jeung.
“Benarkah? Kalau kami kalah itu adalah hal kecil, kalau perusahaan raksasa seperti Chun Ha Group
kalah dengan perusahaan kelas bengkel…Dampaknya akan sampai ke luar negeri. Apakah kata-kataku benar, Wakil Presiden Yoon?”ucap Yoo Bang penuh percaya diri dan langsung ditanggapi Bun Kwae.
Hang Woo yang mendengarnya tak tahan, “Bicara apa kau, brengsek?”ucap Hang Woo kasar. “Brengsek? Kau pikir aku ini juniormu atau lebih rendah darimu? Aku ini sekarang Presiden sedangkan kau adalah Wakil Presiden. Apakah kata-kataku benar, Wakil Presiden Yoon?”
“Anda benar, Presiden”balas Bun Kwae cekikikan.
“Dengar itu ? Dia memanggilku “presiden”, kan?”
“Lihat saja apakah kau masih bisa arogan begitu hasil kompetisi keluar”.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 14

Baik Yoo Bang dan Hang Woo maju ke depan, sama-sama mengeluarkan produk mereka. Ba Sa Yeol heran karena produk mereka sama. “Tapi produkmu tidak seperti ini”Sergah hang Woo.
“Dari mana kau tahu? Kami belum pernah mempublikasikannya. Kau memata-matai pabrikku, ya?”balas Yoo Bang yang langsung membungkam Hang Woo.

Karena juri sulit membedakan saat pengetesan, Yoo Bang menyarankan untuk memberi nama di produk masing-masing. Yeo Chi masuk dan melihat paling belakang. Hang Woo terlihat yakin dirinya akan menang.

Juri menilai di produk Chun Ha dan terlihat begitu senang, namun saat melihat produk Paeng Seong terlihat mengeleng-gelengkan kepala. Yoo Bang dan Yeo Chi terlihat was-was.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 14

Di ruangan Presdir Jin, dia sedang asyik main golf mini, tahu sekretaris Mo Ga Bi masuk, dia langsung berpura-pura latihan. Mo Ga Bi yang tak curiga mengatakan dia telah menginventaris aset-aset Presdir Jin. Lalu presdir Jin memerintahkan Mo Ga Bi untuk semua karyawan pulang, dan tidak boleh ada yang mondar-mandir di sekitar ruangannya.

“Kau akan merubah surat wasiatmu?”tanya Ga Bi. “Tentu saja. Pertama, aku perlu alat perekam. Dan kau bisa bantu menuliskannya. Lalu tentang notaris…Itu bisa nanti saja, kita susun dulu wasiatnya”ujar Presdir Jin.

Anak Presdir Taeyang group, Ba Sa Yeol maju ke podium. Penilaiannya berdasarkan fungsionalitas, nilai ekonomis, kualitas dan ketuntasan. Dia lalu mengumumkan hasil nilainya, Paeng Seong Enterprise. Dari 40 poin maksimum,
mendapat point total sebesar tiga puluh….. satu poin. Chun Ha Group, dari 40 poin maksimum, Mendapat poin sebesar tiga puluh……delapan poin.

Sontak Hang Woo dan Beom Jeung merasa kegirangan. Tertawa kemenangan. “Tunggu sebentar, kau bilang produk ini mendapat nilai tertinggi?”tanya Yoo Bang sambil menunjuk produk bernamakan Chun Ha. dan Diiyakan salah seorang juri.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 14

Yoo Bang mengambil produknya dan melepas namanya, “Produk kami Perinisial P.S yang artinya Paeng Seong. Lihat, P.S. Ini produk kami!”teriak Yoo Bang di depan juri dan wartawan. Hang Woo tak percaya dan mengambil produk satunya, Bun Kwae langsung merebut dan memperlihatkan bahwa produk satunya berinisial C.H.

“Kenapa produknya bisa tertukar?”gumam Juri pusat pasi karena memberikan nilai tinggi pada produk yang dikira milik Chun Ha. Hang Woo tak berkutik begitu juga Beom Jeung.

Kenapa bisa begitu? Kembali ke adegan saat di lift. Selagi Beom Jeung, Hang Woo dan Yoo Bang saling adu mulut dan perang dingin, di belakang mereka Bun Kwae dan Han Shin saling menukar produk. Demikianlah produk yang dinilai tinggi yang diberi nama Chun Ha sebenarnya adalah milik Paeng Seong group.
(Jika membaca sinopsis ini bukan di blog pelangidrama maka sinopsis ini telah dicopas,alias dicuri!)

Sinopsis History of The Salaryman Episode 14

Predir Taeyang grup mengumumkan bahwa mitra kerjanya sudah diputuskan yaitu Paeng Seong group. Sontak Bun Kwae dan Yoo Bang giliran teriak kegirangan, begitu juga Yeo Chi. Sedang Hang Woo dan Beom Jeung harus menelan pil pahit.

Jin Shin Hwang mulai mendiktekan surat wasiatnya kepada Mo Ga Bi yang harus mencatatnya dan merekamnya. Alih-alih mencatat apa yang didiktekan dia malah merubah sesuai kehendaknya. Dan liciknya dia mematikan rekaman agar tak ada bukti.

Seluruh aset dan saham perusahaanku kuwariskan kepada sekretarisku, Mo Ga Bi. Dan kuserahkan jabatanku sebagai Presiden…kepada sekretarisku Mo Ga Bi. Tulis Mo Ga Bi, dan semuanya tak disisakan untuk Baek Yeo Chi. Dan surat wasiat palsu pun di stempel oleh Presdir Jin dan kekuatan hukumnya menjadikan surat wasiat yang sah.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 14

Presdir Jin berkeringat, dia meminta Mo Ga Bi mengambilkan air dingin. Selagi Mo Ga Bi pergi, buru-buru Presdir Jin membacanya, buram karena kondisi matanya Presdir Jin langsung memakai kaca mata. Syok bercampur marah ketika mengetahui isi surat.

“Apa yang kau lakukan… sekarang?”, Mo Ga Bi langsung membeku ketika melihat Presdir Jin membaca surat wasiatnya. “Akhirnya kutemukan setan itu! Biarpun…semua orang melakukannya, tapi tak kusangka kau pun menghianatiku! Kau, Seperti yang lainnya… Mo Ga Bi!”
“Kau salah mengerti, Presiden!”sanggah Mo Ga Bi sangat ketakutan.

Predir Jin langsung menyobek-nyobek surat wasiatnya, membuat Mo Ga Bi menjerit. “Kenapa? Keserakahanmu…langsung hilang begitu saja, dan terasa merobek-robek jantungmu?”teriaknya. Namun karena ketegangan yang dirasakan membuat penyakit Presdir Jin kambuh. Dia berusaha menggapai coklat penenangnya namun terjatuh dan menggelinding di kaki Mo Ga Bi.

Presdir Jin kolaps ke lantai, “Cepat berikan padaku”pinta Presdir Jin. Mo Ga Bi mengambilnya, namun tak memberikannya. “Pada akhirnya, kau tak mempercayaiku. Kau akan serahkan semuanya kepada Baek Yeo Chi?”, Mo Ga Bi tertawa, “Lalu aku ? Aku ini kau anggap apa?! Puluhan tahun melayanimu tanpa istirahat seharipun? Bukan cucumu, Baek Yeo Chi, tapi aku! Aku!”

Sinopsis History of The Salaryman Episode 14

“Aku yang berhak mendapatkan Chun Ha Group, Itu adalah keadilan!”ucap Mo Ga Bi kesetanan dan mengambil insulin yang dosisnya 2x lipat. “Sekarang… beristirahatlah dengan tenang, Presiden”.

“Tidak! kau takkan mendapat apa-apa. Surat Wasiatku yang baru telah kusimpan dalam lemari rahasia. Aku adalah Jin Shi Hwang! Kau…? Tak seorangpun dapat mengalahkanku. Tak seorangpun!”tegas Presdir Jin untuk yang terakhir kalinya sebelum Mo Ga Bi menyuntikkan insulin ke Presdir Jin. Lalu keluar.

Tubuh Presdir Jin bergetar hebat, teleponnya berdering. Baek Yeo Chi menelepon. Presdir Jin dengan sisa tenaga berusaha menggapainya namun gagal. Di seberang Yeo Chi masih dengan wajah sumringah tanpa menyadari apa yang sedang terjadi pada kakeknya. “Kakek, dia menang! Yoo Bang menang! Kau sedang mendengarkan aku sekarang? Kakek!”panggil Yeo Chi yang rupanya diangkat oleh Mo Ga Bi, lalu menutupnya dan membuangnya di lantai begitu saja.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 14

Di luar ruangan, Woo Hee berdiri di depan ruangan Presdir Jin, hanya diam seribu bahasa. Mo Ga Bi terkejut melihatnya.

Dan telepon berdering kembali, Yeo Chi berusaha memanggil lagi. Namun Presdir Jin yang tadinya tak sadar kini tersadar kembali. Melihat telepon didekatnya berdering, “Yeo Chi..”gumam Presdir lirih. Lalu tak sadarkan kembali.

***Bersambung***

Sinopsis History of The Salaryman Episode 14

Epilog :
Baek Yeo Chi dan kakeknya, Predir Jin duduk berdua di sebuah restoran.
Presdir Jin : Yeo Chi, kenapa kau menyukai Yoo Bang?
Yeo Chi : Aku juga heran.
Presdir Jin : Apakah dia sekolah di sekolah ternama ?
Yeo Chi : Dia lulusan Pabal College.
Presdir Jin : Apakah keluarganya kaya ?
Yeo Chi : Keluarganya melarat.
Predir Jin : Dia baik padamu ?
Yeo Chi : Tidak, dia jahat. Aku ingin sekali menghajarnya.
Presdir Jin : Lalu kenapa kau terpikat dengan Yoo Bang?
Yeo Chi : Dia tampan ! Juga tinggi. Dan… Dan aksennya… seksi. Kakek, ada apa? Mau aku panggilkan ambulans?
Predir Jin : Kaulah yang perlu ambulans! Kau lebih sakit dari pada aku! Kenapa sih kau ini? Waduh! Anak yang aneh! Kenapa kau…?
Yeo Chi : Aku ini punya standar tinggi, tahu! *Mengkhayalkan Yoo Bang lagi*

Written & Images by Asri Sakurai
Shared by pelangidrama
Indosub thanks to papario @islandsub

[Sinopsis K-Drama] History of The Salaryman Episode 13

Sinopsis History of The Salaryman Episode 13
“Manajer sejati atau pemimpin adalah orang yang bisa mengendalikan orang orang lain untuk mencapai tujuannya” ~Ayo Yeo Chi semangat belajar, Fighting!!!!!!!

Ga Bi tertawa puas menduduki kursi kepemimpinan presdir Jin seakan-akan itu sudah menjadi miliknya, tiba-tiba ponselnya berbunyi. Ga Bi pun menanyakan pada orang yang menghubunginya siapa yang ditemui Presdir Jin. Orang yang meneleponnya tak lain adalah Beom Jeung yang sedang bersama supir Presdir Jin. Beom Jeung memberitahukan bahwa orang yang ditemui Presdir Jin adalah Jang Ryang.
Jang Ryang.
“Apa alasan dia menemuinya ?”tanya Ga Bi.
“Katanya dia ingin bicara dengan seseorang, tapi kita tetap harus mengawasinya”jawab Beom Jeung, lalu menyuruh Ga Bi tak usah khawatir karena supir pribadi Presdir Jin yang akan mengawasinya.
Selesai menutup teleponnya Beom Jeung menyerahkan amplop pada supir Presdir Jin untuk jasa informasinya.
“Tapi hari ini Presiden Jin kemana ? Kenapa dia tak mengajakmu ?”tanya Beom Jeung.
“Beliau kencan dengan Nona Yeo Chi”jawab supir Presdir Jin. Beom Jeung nampak berpikir mendengar jawaban itu.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 13

Sementara itu ahjusi Yoo Bang mempersiapkan diri bertemu dengan investornya yang belum diketahui siapa itu. Yoo Bang menanyakan penampilannya pada Bun Kwae yang setia menemaninya.
“Kau mau menghadiri upacara pernikahan ? Kenapa rapi sekali ?”tanya Bun Kwae.
“Katanya ini investor kelas paus ! Sekali kibas dia bisa membuat sebuah perusahan kecil menjadi enterprise”jawab Yoo Bang. Kalau kelas teri atau hiu gimana ya wkwkwk#abaikan.

Presdir Jin yang di antar Yeo Chi tiba, Han Shin mempersilahkan masuk. Yeo Chi membuka pintu, Yoo Bang dan Bun Kwae pun bangkit dari duduknya sontak keduanya terkejut yang datang Yeo Chi.
“Yoo Bang!”, Yeo Chi tak kalah terkejutnya. Sementara Presdir Jin hanya tersenyum.
“Apa yang kau lakukan di sini ?”tanya Yoo Bang pada presdir Jin.
“Pertanyaan apa itu, brengsek ! Kau bilang mau bertemu dengan investormu ?”jawab Presdir Jin.
“Lalu orang yang tertarik dengan perusahaanku adalah…”, belum selesai Yoo bang berbicara langsung dipotong Yeo Chi.
“Apa ?, jadi orang yang mau kau beri uang adalah Yoo Bang?”celetuk Yeo Chi.
“Belum diputuskan”jawab Presdir Jin. “Aku harus melihat dengan mata kepalaku sendiri apakah orang ini pantas menerima uangku”.
“Jadi kau membuat perusahaan, sementara aku kau perlakukan seperti alien ?”kata Yeo Chi pada Yoo Bang.

Lalu Bun Kwae mengantar Presdir Jin dan Yeo Chi melihat proses produksi. Yoo Bang menelepon Jang Ryang yang sedang fitness. “Kenapa tidak bilang kalau orangnya adalah Presiden Jin ?”tanya Yoo Bang.
“Oh. Aku belum memberitahukanmu, ya ? Oh, maaf, maklum saja, aku kan sudah tua”elak Jang Ryang. “Tapi memangnya kenapa ?”.
“Kau benar-benar tidak tahu ? Kau pikir aku bisa percaya dengan Presiden Jin ?”jawab Yoo Bang.
“Pertamanya aku juga curiga, tapi setelah bicara dengannya, kupikir dia serius. Kalau dia mau kan dia bisa melahap begitu saja perusahaan sekelas Paeng Seong Enterprise”jelas Jang Ryang.
“Terimakasih sudah kau ingatkan ! Lalu kenapa dia mau berinvestasi padaku ? Itu lebih mencurigakan lagi. Asal kau tahu saja, aku masih belum sepenuhnya percaya padanya”, lalu Yoo Bang menutup ponselnya.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 13

Yoo Bang menemui Yeo Chi dan kakeknya, Yoo Bang menyodorkan kertas dan pena agar dibuat perjanjian tertulis.
“Kau mau kami membuat perjanjian tertulis ?”tanya Presdir Jin yang diiyakan Yoo Bang.
“Janji bahwa kalian tidak akan mengambil perusahaan kami”jelas Yoo Bang.
“Kau sudah gila ? Untuk perusahaan sekecil ini kau minta perjanjian tertulis ?”ledek Yeo Chi melihat ruangan kantor Yoo Bang. “Kakek, bubarkan saja perusahaan ini”.
“Jadi kau belum percaya padaku”tanya Presdir Jin.
“Mengingat hubungan kita di masa lalu. Tidak salah kan, kalau aku minta seperti ini ? Untuk jaga-jaga agar sejarah tak terulang lagi. Benar ?”.
“Kau memang penuh perhitungan”ujar Presdir Jin yang diiyakan Yoo Bang.
“Setelah berkeliling, kulihat rencana bisnismu lemah, siapa yang mau berinvestasi kalau
caranya keadaannya seperti itu ?”
“Kalau begitu apa lagi yang mau kau lihat ?”tanya Yoo Bang. Presdir Jin mengatakan bahwa ia tidak berinvesasi dengan cara itu.
“Lalu dengan cara apa kau mau berinvestasi ?”tanya Yoo Bang. Presdir Jin menyuruhnya semuanya keluar kecuali Yoo Bang dan Yeo Chi padahal di ruangan itu sudah tak ada siapa-siapa lagi. Yeo Chi menyenggol tangan kakeknya memberi isyarat, Yoo Bang juga berkata bahwa di sana sudah tak ada orang jadi Presdir Jin bisa bicara.
“Aku ingin kau memberikan latihan manajemen kepada Yeo Chi”ungkap Presdir Jin, baik Yeo Chi dan Yoo Bang kaget mendengarnya.
“Kakek ! Aku sudah mendapat pelatihan dari Choi Hang Woo, bukan ? Pelatihan manajemen apa lagi?”keluh Yeo Chi. Yoo Bang tertawa mendengarnya. “Wah, kalau tugas lain, aku akan bekerja keras.
Tapi kalau disuruh menangani Yeo Chi…”ucapnya yang langsung dipotong Yeo Chi.
“Bisa apa dia ! Paling hanya bisa mengajarkan Saturi ! (salah satu Dialek bahasa korea)”ejek Yeo Chi.
“Mulai hari ini. Berapa besar investasi, tergantung hasil, pahami itu”tegas Presdi r Jin.

Yeo Chi mulai belajar manajemen bersama Yoo Bang di ruangannya. Yeo Chi mendapatkan tugas pertama dari Yoo Bang dengan tumpukan banyak kertas.
“Kenapa ruangan ini hawanya dingin ? Apa pemanas ruangannya mati ?”keluh Yeo Chi.
“Kenapa tidak pulang saja ?”balas Yoo Bang.
“Tadi kau melarangku pulang kalau ini belum dijumlahkan semuanya”elak Yeo Chi.
“Masa hanya beberapa lembar, seharian ini belum kelar”ejek Yoo Bang. “Apa kau sengaja ingin selalu dekat denganku ?”tebaknya.
“Apa ? Coba saja ini sendiri. Kau pikir gampang ?”elak Yeo Chi, ketahuan ni oh kamu ketahuan, mau dekaat-dekat dengan ahjusi wkwkwk.
“Ya, sepertinya memang susah. Kau kan tak pernah memakai otakmu seumur hidupmu”.
“Apa ?!”, Yeo Chi tak terima. “Otakku kupakai untuk memikirkanmu ketika kau hampir mati kedinginan.
Dan memikirkanmu apakah kau kelaparan di jalan. Aku memikirkan hal-hal itu, bajingan tengik!”
“Aku juga banyak memikirkanmu”balas Yoo Bang.
“Benarkah ?”, Yeo Chi terpana yang diiyakan Yoo Bang.
“Memikirkan bagaimana kau akan hidup bila kau tak menjadi ahli waris perusahaan. Memikirkanmu kapan dan di mana kau akan mabuk lagi. Memikirkan sumpah serapah apa lagi yang kau ucapkan”cerocos Yoo Bang. “Sudah cukup ! Kau tak perlu memikirkanku sampa sejauh itu, OK ?”sahut Yeo Chi. “Benar ? Makanya aku berhenti memikirkan itu. Karena kau pasti takkan suka”jawab Yoo Bang enteng.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 13

“Barangkali aku memang sudah mulai gila. Duduk di sana lalu berhalusinasi”guman Yeo Chi. Yoo Bang bertanya halusinasi apa itu?.
“Tak usah kau hiraukan ! Kerja saja”jawab Yeo Chi, Yoo Bang lalu melihat jam tangannya dan memperbolehkan Yeo Chi pulang karena ia juga mau tidur.
“Kau tak pulang ?”tanya Yeo Chi. “Ini rumahku, mau kemana lagi ?”jawab Yoo Bang.
“Kau tidur di kantor ? Kau kan sudah jadi Presiden ?”
“Sebelum penjualan mencapai $10 juta, kantor ini adalah rumahku”jawab Yoo Bang. Lalu Yoo Bang menyuruh Yeo Chi datang pagi-pagi sekali karena besok sore mereka akan sibuk. Yoo Bang bersiap tidur di kasur lipatnya, pengen kayaknya praktis ntu hahaha.
“Tapi besok pagi aku harus bertemu Choi Hang Woo”.
“Benarkah ? Bagus. Kalau begitu kau ke Hang Woo saja”jawab Yoo Bang.

Asisten Kim memperlihatkan katalog alat pemantau gula darah yang baru mereka terima dari Vietnam. Hang Woo menanyakan produknya, asisten Kim mengatakan bahwa sudah ada orang lain yang mempatenkannya, Hang Woo pun menyuruh mematenkan produk mereka juga.
Patenkan produk kita juga. Asisten Kim tak mengerti maksud Hang Woo.
“Tapi alat kita mirip sekali dengan alat milik Paeng Seong Enterprise”ungkap asisten Kim.
“Dengarkan aku, Deputy Kim. Ini apa ?”tanya Hang Woo seraya memperlihatkan sebuah pulpen.
“Pulpen”jawab asisten Kim.
“Kalau Yoo Bang bisa mempatenkan ini, kita juga bisa mempatenkan biarpun bentuknya kotak dan warnanya berbeda”ungkap Hang Woo. “Kau mengerti maksudku ? Cepat diskusikan ini dengan Bagian Legal !”. Asisten mengerti ia pun pamit, namun langkah terhenti saat Hang Woo menanyakan kenapa Yeo Chi belum juga datang. Asistem Kim menjawab bahwa tadi Yeo Chi sudah menelepon dan minta pertemuannya diadakan sore hari saja.

Yoo Bang sarapan seraya memberi pelajaran pada Yeo Chi.
“Tentu saja tiap orang punya cara sendiri untuk menjalankan bisnis. Tapi bagiku, karakter itu sangat penting”ungkap Yoo Bang. Yeo Chi meminta Yoo Bang lebih pelan karena kecepatan.
“Karakter itu penting. Garis bawahi”ulang Yoo Bang lalu menyuruh memberinya warna merah, tebal dan miring. Yeo Chi menulis semuanya.
“Beri tanda saja. Kenapa ditulis semua ?”ujar Yoo Bang, tiba-tiba ponsel Yeo Chi berbunyi . Yeo Chi pun mengangkatnya ternyata Hang Woo yang meneleponnya. Hang Woo bertanya di mana Yeo Chi.
“Oh, sedang di luar”jawab Yeo Chi pelan. Yoo Bang mengingatkan bahwa selama belajar dilarang menyalakan telepon, jadi Yeo Chi harus mematikan ponselnya.
“Bukannya sudah kubilang kalau kau harus datang 10 menit sebelum rapat”, Hang Woo mengingatkan.

“Ya, ada hal mendesak mendadak”jawab Yeo Chi. Yoo Bang merebut ponsel Yeo Chi.“Hey, aku bilang matikan !”serunya. Yoo Bang lalu melihat nama yang tertera di layar ponsel Yeo Chi, Yoo Bang pun mengangkatnya.
“Aku juga sibuk. Kau pikir aku punya waktu untuk…”seru Hang Woo yang langsung dipotong Yoo Bang.
“Kalau begitu kenapa nelpon, kunyuk !”seru Yoo Bang tak kalah sengit lalu mematikan teleponnya.
“Apa aku tidak salah dengar ? Itu tadi suara Yoo Bang”guman Hang Woo lalu mencoba menghubungi ponsel Yeo Chi lagi namun sudah tak aktif.
“Apa-apaan ini ? Dia mengabaikanku hanya untuk bertemu Yoo Bang ?”guman Hang Woo tak percaya.

Yoo Bang kembali mengajari Yeo Chi mengenai manajemen perusahaan.
“Siapa orang yang paling tolol ? Orang yang bekerja sendiri karena menganggap hanya dirinya yang paling baik”jelas Yoo Bang, nyindir Hang Woo ni hahaha. Yoo Bang menjelaskan bahwa yang mengendalikan mesin disebut teknisi, bukan operator bisnis karena manajer sejati adalah orang yang bisa mengendalikan orang orang lain untuk mencapai tujuannya. Yeo Chi bukannya menulisnya di note hpnya tapi malah menggambar kepala ahjusi wkwkwwk.

Selesai belajar dengan Yoo Bang, Hang Woo kembali belajar dengan Hang Woo mengenai manajemen.
“Kenapa operator bisnis berada di posisi atas ? Karena dia layak untuk ditempatkan di sana.
Dia layak karena dia kemampuannya. Kemampuannya harus melebihi anak buahnya agar benar-benar diakui sebagai operator bisnis”ungkap Hang Woo, Yeo Chi sibuk mencatatnya.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 13

Yeo Chi kembali belajar bersama Yoo Bang. Yoo Bang menjelaskan sifat pemimpin mulai dari Yongjang (berani), Jijang (berilmu) dan Deokjang (berbudi luhur). Yongjang (berani) adalah yang terakhir karena apa dia bisa hidup sendiri ? ketika semua anak buahnya mati, dia juga akan mati.
“Pemimpin tertinggi adalah Deokjang (berbudi luhur)”ungkap Yoo Bang. “Kau tahu Deokjang (berbudi luhur), bukan ?”.
“Tempat orang berternak ayam ?”jawab Yeo Chi. Yoo Bang memperhatikan Yeo Chi serius.
“Ayam ? Deok? Dok dok ?”lanjut Yeo Chi. Yeo Chi nggak tahu kalau gurunya marah wkwk.

Seperti biasa selesai belajar dengan Yoo Bang, Yeo Chi kembali belajar dengan Hang Woo.
Hang Woo menjelaskan mengenai Deokjang (budi luhur).
“Mengontrol anak buah dengan budi luhur. Dengan kata lain, memimpinlah dengan Kharisma.
Itu kepercayaanku. Kharisma adalah kekuatan tertinggi”ungkap Hang Woo.
Yeo Chi teringat saat Yoo Bang menjelaskan mengenai kharisma,yaitu kotoran yang berlagak.
“Kotoran yang berlagak ? Siapa yang mengajarimu itu ?”tanya Hang Woo. “Kharisma mengalir keluar secara otomatis”. Hal itu malah membuat Yeo Chi bingung ditambah Yoo Bang dan Hang Woo menyuruhnya membuangnya, Yoo Bang bermaksud menyuruh Yeo Chi membuang pelajaran mengenai kharisma sedangkan Hang Woo menyuruh Yeo Chi membuang kata-kata kotoran .
“Argg, ya ! akan kubuang kalian semua, *%@#*”umpat Yeo Chi. Yeo Chi keluar dari ruang belajar sampai mimisan. “Yang diajarkan sama, tapi kenapa caranya berbeda ? Apa yang kakek ingin aku pelajari?”guman Yeo Chi. Yeo Chi tersadar hidungnya berdarah.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 13

Presdir Jin kembali menemui Jang Ryang.
“Apakah… antara Yoo Bang dan Hang Woo ada yang ingin kau jodohkan dengan nona Yeo Chi?”tanya Jang Ryang.
“Aku tidak yakin”jawab presdir Jin. “Yang paling penting adalah kompetensi. Tapi aku tak tahu bagaimana perasaan Yeo Chi. Dia sendiri yang bilang kalau dia lebih menyukai karakter”.
“Kalau begitu sudah pasti bukan Yoo Bang”, Jang Ryang menanggapi. Presdir Jin mengambil gula untuk ditaruh di cangkirnya, Jang Ryang tentu saja kaget melihat Presdir Jin mengambilnya dengan tepat. Jang Ryang pun menyingkirkan cangkir gula tentu saja Presdir Jin tahu, Jang Ryang pun tersadar penglihatan Presdir Jin sebenarnya masih baik.
“Dasi ungumu tidak cocok dengan jasmu”ungkap presdir Jin menyakinkan tebakan Jang Ryang. “Aku belum buta”lanjutnya. Jang Ryang menanyakan alasan Presdir Jin berpura-pura.
“Dalam waktu dekat, penglihatanku akan segera hilang. Aku berpikir-pikir apa yang akan terjadi kemudian”jelas Presdir Jin. Jang Ryang mengerti lalu presdir Jin menunjukkan berkas-berkas yang diminta para direktur untuk ditandatangani begitu mendengar Presdir Jin buta.

“Kau lihat saja sendiri, siapa yang mencoba memperdayaku”ujar Presdir Jin.
“Semua kerjaan ini…adalah pekerjaan Direktur Mo”jawab Jang Ryang. “Jadi, kau pun tak percaya pada Direktur Mo ?”tanyanya. “Direktur yang lain, bukan ancaman buatku. Tapi penghianatan Mo Ga Bi adalah hal yang fatal buatku”.
“Ya memang. Karena dia yang paling dekat denganmu”.
“Dokumen-dokumen ini. Direktur Mo yang menggantikan tanda-tanganku. Dan karena itu, aku mulai mencurigainya. Alasanku melibatkanmu di sini adalah karena aku masih ingin mempercayai Direktur Mo”ungkap Presdir Jin, Jang Ryang mengerti maksud presdir Jin.

Beom Jeung menelepon supir pribadi Presdir Jin memastikan bahwa Presdir Jin menemui Jang Ryang.
“Apakah sopir itu bisa dipercaya ?”tanya Ga Bi yang sedari tadi mondar-mandir tak tenang.
“Aku yang dulu mempekerjakan dia sebagai supirnya Presiden. Dia akan patuh padaku, tak usah khawatir”jawab Beom Jeung.
“Sikap presiden padaku belakangan ini aneh”ungkap Ga Bi, Beom Jeung bertanya apakah Ga Bi dicurigai?.
“Kurasa dia bertemu Jang Ryang bukan untuk sekedar ngobrol. Coba awasi dengan lebih seksama”pesan Ga Bi.

Hang Woo membagi dua tim untuk mensurvei barang-barang yang akan di jual periode saat itu. Tim satu Yeo Chi dan tim dua karyawan lainnya.
“Jadi aku kerja sendiri tanpa ditemani ?”tanya Yeo Chi.
“Bagi operator bisnis, yang terpenting adalah kemampuan. Sudah lupa ?”tanya Hang Woo.
“Seberapa pentingnya kemampuan itu”ujar Yeo Chi.
“Harus kau tunjukkan Kemampuan diatas yang lainnya”lanjut Hang Woo.”Kalau tidak, aku takkan melanjutkan latihanmu”ancamnya. Yeo Chi hanya bisa ngedumel sendiri.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 13

Hang Woo menemui Beom Jeung di ruangannya.
“Kau memberikannya pelatihan yang pantas”ujar Beom Jeung yang memperhatikan Yeo Chi dari ruangannya. “Dia pasti menyerah”jawab Hang Woo.
“Beberapa hari yang lalu, Yeo Chi menghadiri acara perjodohan dengan anak konglomerat”ungkap Beom Jeung.“Benarkah ?”tanya Hang Woo.
“Jangan sia-siakan waktu. Introspeksi lagi kenapa kau masuk perusahaan ini”, Hang Woo tak suka Beoum Jeung mengungkit-ungkit itu lagi.
“Kalau Yeo Chi jadi bertunangan,kerja keras kita selama ini akan sia-sia”tegas Beom Jeung. “Mulai sekarang, hal ini takkan kusinggung lagi. Kau sendiri yang bisa menilainya”. Hang Woo nampak berpikir dengan kata-kata Beom Jeung yang ada benarnya.

Walaupun sendirian tanpa rekan, Yeo Chi bersiap pergi dengan barang-barang yang akan di survey. Ia berpapasana denga Hang Woo belum selesai melanjutkan kata-kata Yeo Chi langsung berkata agar Hang Woo tak usah khawatir. “Aku takkan menyerah seperti yang kau pikirkan”sengit Yeo Chi lalu berlalu.

Yeo Chi nampak kedinginan menjajakan barang-barang yang yang akan disurvey.
Ini survey. Yeo Chi mencoba menawarkan produk barunya namun terbata-bata jadi tak seorang pun tertarik. “Ah.. dasar gembel. Masa mau jadi manager harus begini ?”keluh Yeo Chi. “Apa aku harus berkeliling satu persatu”. Tiba-tiba Woo Hee datang dan bertanya apa yang dilakukan Yeo Chi. Yeo Chi menyuruh Woo Hee minggir saja.
“Kau melakukan survey, ya ?”tebak Woo Hee. “Kenapa sendirian ?”.
“Lebih baik kau pergi saja sana !”jawab Yeo Chi, lalu Woo Hee mengambil beberapa sample dan mulai menawarkan pada orang yang berjalan kaki di sekitarnya. Woo Hee memanfaatkan kecantikannya untuk merayu orang lewat dan itu berhasil. Woo Hee kembali merayu pejalan kaki lain, Yeo Chi memperhatikan apa yang dilakukan Woo Hee.
“Wow. Sedingin ini dia bisa membuat orang lumer. Tetap saja tak ada yang istimewa di wajahnya”guman Yeo Chi. Orang tadi pun tertarik, sudah empat orang yang mengisi formulir.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 13

Tiba-tiba ponsel Woo Hee berbunyi sepertinya Hang Woo yang menelepon. Woo Hee pamit masuk ke dalam kantor dan berpesan pada Yeo Chi melakukan seperti apa yang dia lakukan tadi.
“Fighting !”ucap Woo Hee memberi semangat. Yeo Chi melepaskan ikatan rambutnya agar tergerai.
“Udaranya dingin, ya ?. Kami punya banyak contoh, tolong formulir surveynya diisi. Akan kuberi kalian banyak hadiah”ucap Yeo Chi dengan gaya seimut mungkin. Namun orang-orang tadi bukannya tertarik malah pergi hahaha.

Direktur radiasi Taeyang Group sekaligus putra Presiden Taeyang Group datang ke kantor Yoo Bang.
Begitu tahu itu Yoo Bang lalu mempersilahkan orang itu duduk dan menyuruh wakil presiden Yoon aka Bun Kwae membelikan kopi dengan memberi Bun Kwae receh wkwkwk.
“Presiden, masa dia diberikan kopi dari ‘vending machine’ ?”bisik Bun Kwae.
“Tak usah, aku tidak minum kopi”potong direktur radiasi Taeyang group. “Kau sudah menerima faxku, bukan?”, yang diiyakan Yoo Bang.
“Kau bilang hendak memasukkan sistem deteksi kesehatan di dalam handphone?”tanya Yoo Bang.
“Makanya aku ke sini untuk memastikan apakah program pengecek gula darahmu bisa diinstall.
Itu tujuanku ke sini”ungkap direktur Taeyang group. “Apakah menurutmu itu mungkin terjadi?”tanyanya. “Ya, tentu saja ! Kita perlu kreatifitas. Percayakan saja kepada kami”jawab Yoo Bang bersemangat. Tiba-tiba ponsel direktur Taeyang group berbunyi ternyata Hang Woo yang meneleponnya. Direktur Taeyang group bertanya untuk apa Hang Woo meneleponnya.

Direktur Taeyang group akhirnya menemui Hang Woo.
“Pendeteksi kesehatan dalam handphone? Idenya bagus”puji Hang Woo.
“Kau setuju, kan ? Produk utama perusahaan kami”.
“Aku perlu sedikit waktu untuk mendesainnya”ungkap Hang Woo.
“Tapi tidak akan lama. Sebuah perusahaan kecil sudah melakukannya”, Hang Woo bertanya perusahaan kecil pa itu?.
“Tapi tidak terlihat kecil. Yang kulihat seperti toko kelontong”jawab Direktur Taeyang group.
“Tapi mereka memang beruntung”ucap Hang Woo lalu bertanya nama perusahaan itu. Direktur Taeyang group belum sempat menjawab Woo Hee tiba membawakan minuman. Nampaknya direktur Taeyang group tertarik dengan Woo Hee.
“Apakah dia nona yang mau kau bawa ke reuni ?”tanya direktur Taeyang group yang ternyata teman Hang Woo. Woo Hee di ruangannya mencoba mencuri dengar pembicaraan keduanya.
“Semua teman-teman penasaran ingin melihatnya sejak kau ingin mengajaknya”.
“Kenapa penasaran ? Aku cuma bawa sekretarisku, jadi tak usah dibesar-besarkan”jawab Hang Woo.
“Sekretarismu cantik dan seksi. Berita itu sudah menyebar di teman-teman alumni”, Woo Hee tersenyum mendengar pujian direktur Taeyang.
“Mereka itu seleranya rendah”ucap Hang Woo, mendengar itu Woo Hee tak terima.
“Stanford? Lihat saja nanti…Siap-siap hidung kalian mimisan”tekad Woo Hee.

Woo Hee mencoba gaun seksi di sebuah butik, ia pun membelinya dan memastikan bahwa butik itu tutup sampai jam 8 malam. Woo Hee juga langsung memakainya tanpa labelnya dilepas.

Acara reuni alumni kampus Hang Woo mulai, Hang Woo nampak sedikit gelisah menunggu Woo Hee.
“Dia mau membuatku menunggu berapa lama ? Jam berapa ini !”gerutu Hang Woo yang melihat jam tangannya. Tiba-tiba semuanya cowok bahkan Hang Woo yang hadir situ terpesona dengan kedatangan Woo Hee dengan gaun seksinya di tambah gaya jalannya yang menggoda. Kuakui Woo Hee memang seksi wkwkwk.
“Maafkan aku Wakil Presiden. Apakah aku terlambat ?”ucap Woo Hee tersenyum. Teman-teman Hang Woo segera mengerubunginya.
“Tidak. Tidak terlambat”ucap Hang Woo tersadar dari lamunannya. Direktur Taeyang dan lainnya mempersiapkan kursi untuk Woo Hee namun Woo Hee mengambil kursinya sendiri.
Hang Woo ingin memperkenalkan Woo Hee namun Woo memperkenalkan dirinya sendiri.
“Cha Woo Hee. Sekretaris Wakil Presiden. Hubungan kami hanya sebatas pekerjaan. Jadi jangan salah mengerti”ujar Woo Hee lalu ia melepaskan mantelnya karena kegerahan dan Woo Hee pun terlihat semakin seksi. “Pakai saja. Di sini dingin”ucap Hang Woo lalu memakaikan mantel Woo Hee kembali.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 13

“Tadi aku agak tergesa-gesa. Jadi merasa sedikit panas”, Woo Hee memberi alasan lalu kembali membuka mantelnya yang semakin membuat teman-teman Hang Woo klepek-klepek, jyah bahasa apaan ini wkwkkw. Hang Woo kembali memakaikan mantel Woo Hee dan beralasan nanti Woo Hee bisa kena flu.
“Aku merasa panas, Pak Wakil Presiden”tegas Woo Hee lalu kembali membuka mantelnya dan menyuruh Hang Woo melap keringatnya. Hang Woo melap keringatnya dengan saputangan dan Woo Hee pergi ke meja lain bersama direktur Taeyang dan teman-teman cowok Hang Woo lainnya untuk minum. Hang Woo yang bisa memandangnya dengan cemburu?.

Woo Hee terlihat mesra minum bersama Direktur Taeyang dan teman-teman lainnya.
Hang Woo yang terlihat cemburu menghampiri Woo Hee dan memakaikan mantel Woo Hee.
“Maaf mengganggu. Tapi Woo Hee dan aku…”ucap Hang Woo namun segera dipotong Woo Hee yang pamit pergi.
“Pergi ? Tapi pestanya baru mau mulai”ujar direktur Taeyang. Woo Hee beralasan karena dia ada janji.
“Dengan siapa ? Apakah… kau sudah punya pacar, nona Woo Hee ?”tanya direktur Taeyang.
“Aku sangat menikmati hari ini”ucap Woo Hee lalu pamit pergi..
“Aku tak menyadari waktu ketemu dia di kantormu tadi siang. Tapi dia begitu atraktif”ujar direktur Taeyang. “Bolehkan aku memacarinya ?”tanyanya.
“Tapi kau kan sudah punya pacar, brengsek”jawab Hang Woo.
“Pacar kan boleh berganti-ganti. Kecuali kalau sudah jadi istri”, Hang Woo tak mengubris ucapan temannya ia pun bergegas pergi menyusul Woo Hee.

Woo Hee nampak terburu-buru menuju butik tempat ia membeli baju tadi.
Ternyata Woo Hee ingin mengembalikan baju yang dipakainya tadi. Hang Woo melihatnya dari kejauhan. Pakaian itu sudah tak bisa dikembalikan karena sudah ada noda walaupun baru saja di beli dan labelnya masih ada. Woo Hee pun meminta pakaian tadi lalu mencoba membersihkan nodanya.
Tiba-tiba Hang Woo menelepon butik tersebut dan bilang pada pelayan toko dan menunjukkan kartu kreditnya bahwa ia akan membayarnya dan berpesan agar jangan bilang pada Woo Hee.
“Katakan apa saja, tapi jangan cerita tentang aku. Berikan juga dia 10 model pakaian untuknya…”ujar Hang Woo ditelepon.
Woo Hee nampak frustasi karena noda tak dapat dihapus, ia pun meminta kelonggaran dengan pembayaran tunai tadi diganti dengan cicilan 36 bulan. Pelayan toko mengatakan bahwa Woo Hee tak perlu membayarnya karena ia adalah pelanggan ke 10.000. Pelayan toko juga bilang pakaian itu jadi miliknya ditambah 10 pakaian lagi. Woo Hee pun memilih baju untuk dicobanya, dan kesempatan itu digunakan untuk Hang Woo membayarnya dulu. Tapi tiba-tiba Woo Hee kembali, Hang Woo segera bersembunyi di balik meja.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 13

“Apakah harga tidak masalah ? Aku boleh ambil apa saja ?”tanya Woo Hee yang diiyakan pelayan toko setelah konfirmasi ke Hang Woo. Woo Hee pun memilih baju-baju yang bagus, Hang Woo yang melihatnya menahan tawa.

Woo Hee keluar dengan barang belanjaan banyak. Hang Woo yang memang sudah menunggunya pura-pura melewati jalan itu. Hang Woo keluar dari mobilnya dan bertanya kenapa Woo Hee membeli begitu banyak barang.
“Aku dapatkan ini semua gratis !”jawab Woo Hee senang, Hang Woo sedikit tak percaya.
“Sungguh !. Aku nasabah ke 10.000. Untuk pertama kalinya dalam hidupku. Biasanya nasibku selalu malang”cerocos Woo Hee.
“Kurasa kau suka barang gratisan”ucap Hang Woo. “Siapa yang tidak suka ?”balas Woo Hee. Hang Woo menawarkan mengantarkan Woo Hee pulang karena barang bawaan Woo Hee yang banyak. Woo sempat menolak namun Hang Woo mengatakan tak masalah karena Woo Hee sudah jadi partnernya menemaninya di acara reuni alumni kampusnya. Hal itu dilihat Ga Bi dan Beom Jeung yang selesai dari minum-minum, Ga Bi segera melepaskan gandengan tangannya dengan Beom Jeung.
“Itu sekretarisnya Choi Hang Woo, bukan ?”tanya Ga Bi yang diiyakan Beom Jeung. Hang Woo membantu Woo Hee meletakkan barang bawaan di bagasi mobil.
“Apa mungkin dia menghindar menikah dengan Yeo Chi karena wanita itu ?”tebak Ga Bi.
“Mana mungkin. Mungkin ini hanya kebetulan”jawab Beom Jeung tak percaya.
“Kau tak bisa lihat mereka ? Mereka sedang kencan”.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 13

Di lain tempat terlihat Yoo Bang ditemani Bun Kwae memilih-milih syal, topi dan sarung tangan di pedagang kaki lima.
“Hey, kau tak hendak membelikan itu buat Baek Yeo Chi, kan ?”tanya Bun Kwae.
Yoo Bang memutuskan apa yang dibelinya. “Hey, kalau kau berikan dia ini. Kau bisa ditampar bolak-balik olehnya”lanjut Bun Kwae.
“Ini buat Woo Hee. Sebagai tanda terimakasih atas jasa-jasanya”jawab Yoo Bang. Yoo Bang membayar belanjaannya yang seharga $30. Lalu ia meminjam uang pada Bun Kwae untuk ongkos ke rumah Woo Hee yang sebelumnya menyisakan satu lembar untuk Bun Kwae ckckckc. Yoo Bang pamit pergi mengantar hadiah untuk Woo Hee.
“Ya ampun…Kau begitu menyukai Woo Hee ?!”guman Bun Kwae, Bun Kwae bergegas pergi namun pedagang mengingatkan bahwa yang dibayar Yoo Bang tadi masih kurang $10, terpaksa $10 dolar yang dikembalikan Yoo Bang tadi diberikan, kasian Bun Kwae hahaha.

Yoo Bang sampai di rumah Woo Hee namun lampunya masih mati, ia pun berpikir Woo Hee belum pulang. Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki Hang Woo dan Woo Hee, Yoo Bang pun segera bersembunyi.
“Kau tak berniat untuk pindah ? Kenapa tinggal di tempat tinggi begini ?”tanya Hang Woo. Bukannya menjawab Woo Hee malah meminta barangnya yang dibawakan Hang Woo.
“Aku sudah tak ada gunanya lagi ?Kau ini sudah matre, tak tahu terimakasih pula”.
“Kenapa kau terus mengatakan aku matre ?”tukas Woo Hee.
“Kenapa ? Ekspresimu itu. Cewe Matre. Lugu dan naïf”jawab Hang Woo. “Aku hanya punya air dingin”.
“Tidak apa-apa ? Kalau kau berikan, aku tak menolak”ucap Hang Woo. Yoo Bang memperhatikan barang belanjaan yang ditenteng Hang Woo.
“Moodku sedang bagus. Jadi, hanya minum segelas air dingin saja, OK ?”ucap Woo Hee.
Hang Woo bertanya segitu gembiranya Woo Hee.
“Kau tahu berapa nilainya semua ini ? Setahun gajiku !”beber Woo Hee senang. Keduanya lalu menuju rumah Woo Hee.
“Aigo, dasar. Cari cowok bukannya yang lebih tampan seperti aku. Tapi mencari cowok yang lebih kaya?”guman Yoo Bang tak percaya. Jyah ahjusi ngaku tampan wkwkwk, percaya deh ahjusi :P.
“Tapi biarpun begitu…Aku juga tidak pantas, berterimakasih pada jasanya, hanya dengan hadiah
seharga beberapa dollar. Aku juga orang yang tak tahu malu”gerutu Yoo Bang melihat barang yang dibelinya untuk hadiah Woo Hee yang tak seberapa. Tiba-tiba ponsel Yoo Bang berbunyi Bun Kwae menelepon mengatakan bahwa Yeo Chi juga berada di dekat rumah Woo Hee karena Bun Kwae lewat sana.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 13

Yoo Bang memberikan kopi panas pada Yeo Chi yang kedinginan.
Yoo Bang bertanya sudah berapa survey yang Yeo Chi dapatkan.
“Berapa ? Tentu saja tak satupun”jawab Yeo Chi.
“Kau memang aneh. Apakah seseorang pernah mengutukmu ?”pikir Yoo Bang memeprhatikan wajah Yeo Chi. “Kenapa semua orang menjauh setiap melihatmu?”
“Itukah kata-kata seseorang kepada teman yang telah menyelamatkannya dari kelaparan?”balas Yeo Chi. “Terus saja, mengumpat terus !”.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 13

Lalu Yoo Bang mengeluarkan syal yang tadinya ingin diberikan pada Woo Hee dan memakaikannya pada leher Yeo Chi. Yoo Bang juga memberikan sarung tangan yang dibelinya.“Kau memberiku barang-barang fashion murahan ?”
“Ini bisa menahan dingin. Buat apa fashion ?”jawab Yoo Bang seraya memakaikan topi ke kepala Yeo Chi.“Bagaimana ? hangat, kan ?”tanya Yoo Bang. “Tapi ini sarung tangan wanita”.
“Kau protes kalau seorang wanita kuberikan sarung tangan wanita ? Kalau sarung tangan pria,
aku takkan memakainya”elak Yoo Bang. Yeo Chi bertanya kapan Yoo Bang beli itu.
“Kau sengaja beli ini… untukku ?”tebak Yeo Chi.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 13

“Tentu saja kubeli untukmu. Masa kubelikan buat kakekmu ?”jawab Yoo Bang dengan alasan membalas kebaikan Yeo Chi walau tadinya pertanyaan itu sempat menohok Yoo Bang hahaha.
“Karena hari ini dingin. Akan kupakai hanya sekali, menghargai kebaikanmu”jawab Yeo Chi gengsi walaupun sebenarnya senang dengan pemberian Yoo Bang wkwkkw.
“Jangan bicara yang tidak-tidak”ucap Yoo Bang tertawa. Yoo Bang memperlihatkan bahwa itu buatan tangan asli, jadi seperti barang mewah gitu. “Ya, ini cantik. Cantik”ucap Yeo Chi tersenyum senang.
“Tapi survey-survey ini…kapan bisa kuselesaikan ?”keluh Yeo Chi. “Lebih baik mati daripada melihat Hang Woo menertawakan kelemahanku. Dan aku tak ingin mengecewakan kakek lagi”.
Yoo Bang melihat selebaran survey dan menyuruh Yeo Chi membawanya ke kantornya besok. Yeo Chi bertanya kenapa.“Kalau instrukturmu menyuruh datang, datang saja. jangan banyak tanya !”. Lalu Yoo Bang berkata bahwa ia akan mengantar Yeo Chi, Yeo Chi pun segera merapikan dandanannya sementara Yoo Bang membawa barang-barang milik Yeo Chi.
Yoo Bang menghentikan langkahnya dan bertanya pada Yeo Chi .“Kapan kau akan memberiku investasimu ?”.
“Lihat saja dulu hasil pekerjaanmu”jawab Yeo Chi. “Aku sudah susah payah begini,awas kalau kau tidak berikan !”ancam Yoo Bang lalu menyuruh Yeo Chi cepat.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 13

Keesokan harinya di kantor Yoo Bang membawa obat-obatan yang disurvey Yeo Chi. Yoo Bang membagikannya kepada karyawan Chun Ha diantara ke manager Kim Yoo Bang memberikan perawatan kulit, pemutih dan penghilang kerut untuk istrinya. Untuk Bun Kwae atau wakil presiden Yoon Yoo Bang dan semua itu gratis. Dan untuk kepala seksi Han aka Han Shin Yoo Bang memberikan obat diet penurun berat badan. Lalu Yoo Bang menyuruh sisanya dibagikan ke para pekerja pabrik dan mereka harus mengisi survey.
“Bagaimana ? Cepat, kan ? Ini namanya pelajaran manajemen secara langsung”ujar Yoo Bang.
“Kau memang hebat, Presiden Yoo”puji Yeo Chi tersenyum.

Malamnya Yeo Chi datang ke apartemen Hang Woo seraya membawakan snack padahal Hang Woo sedang enak-enaknya tidur malah diganggu.
“Aku tak biasa makan snack malam, tahu !”ujar Hang Woo.
“Tetap saja… aku takkan kemana-mana sampai kau selesai memeriksa hasil kerjaanku”ungkap Yeo Chi memperlihatkan hasil pekerjannya. Mau tak mau Hang Woo pun memeriksa hasil pekerjaan Yeo Chi.
Hang Woo memeriksa hasil pekerjaan Yeo Chi di temani Yeo Chi yang mengemil sandwich yang dibawanya.
“Memangnya kau ikan cupang ?”tanya Yeo Chi yang melihat Hang Woo memicingkan mata ke arahnya.”Kenapa wajah kedepan, mata ke samping ?”. Hang Woo bertanya apa itu dikerjakan Yeo Chi sendiri?. “Periksa sajalah, Wakil Presiden”jawab Yeo Chi. Lalu Hang Woo mengambil sandwich selai kacang seraya membaca lembaran survey milik Yeo Chi. Beberapa detik kemudian tangan Hang Woo gemetaran, dengan suara seperti orang tercekik Hang Woo bertanya apakah itu kacang.
“Kenapa kau tiba-tiba begini ? Jangan membuatku takut !”ujar Yeo Chi. “Ya, Selai kacang. Kenapa ?”.
Dengan suara tersisa Hang Woo mencoba mengatakan bahwa ia alergi, Yeo Chi pun tersadar.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 13

“Alergi !”seru Yeo Chi, Hang Woo pun pingsan di kursi.
“Ya ampun. Bagaimana ini ? Apa yang harus kulakukan ?”, Yeo Chi panik melihat Hang Woo pingsan dan mencoba membangunkannya. Yeo Chi segera mengambil ponselnya dan menelepon 119 bertanya apa yang harus dilakukan pada penderita alergi kacang. Yeo Chi segera memeriksa badan Hang Woo mencari jarum suntik setelah mendapat instruksi dari 119 namun tak ada ia pun menemukannya di kotak obat yang ada di bawah meja. Yeo Chi pun menyuntikkannya namun Hang Woo belum juga tersadar, Yeo Chi pun memutuskan memberi Hang Woo nafas buatan. Hang Woo membuka matanya saat Yeo Chi memberinya nafas buatan.
“Leganya. Kurasa kau akan mati tadi!”gerutu Yeo Chi, Yeo Chi segera menanyakan keadaan Hang Woo begitu ia duduk. Hang Woo ingin menyentuh bibir Yeo Chi namun diurungkannya.
“Jangan sentuh tubuhku lagi”ujar Hang Woo.

“Kau sudah kuselamatkan dari kematian. Kau berkata begitu ?”, Hang Woo malah menyuruh Yeo Chi cepat keluar. “Kau…Jangan pernah datang ke sini lagi. Pelajaran manajemen dariku. Cukup sampai di sini!”cerocos Hang Woo.
“Tidak perlu marah-marah begini. Aku tak tahu kalau kau alergi kacang. Sungguh”ungkap Yeo Chi membela diri. Namun Hang Woo malah mengeluarkan Yeo Chi dari apartemennya, begitu selesai melempari barang-barang Yeo Chi Hang menutup pintu apartemennya.
“Hey! kau beneran memperlakukanku seperti ini ? Aku sudah menyelamatkanmu ! Kau pikir aku sengaja?”teriak Yeo Chi di luar pintu. Hang Woo terlihat mengelap bibirnya.
“Awas kalau ketemu lagi kulumuri kau dengan selai kacang”ancam Yeo Chi, OSTnya familiar ni.

Beom Jeung dan Ga Bi minum bersama, Beom Jeung mengatakan sulit rasanya membujuk Hang Woo.
“Apakah karena Cha Woo Hee?”tanya Ga Bi.
“Bukan itu. Sejak ayahnya mati karena Presiden Jin. Hubungan kakek dan cucunya jadi bermasalah”jawab Beom Jeung. “Aku tak tahu itu apa, tapi…Aku merasa sedikit frustasi”.
“Kenapa ? Kau takut Presiden Jin tiba-tiba bisa melihat lagi ?”tanya Beom Jeung. “Kita harus segera merubah surat wasiatnya. Hanya itu caranya”lanjutnya. Ga Bi teringat saat ia menukar obat insulin Presdir Jin dengan dosis tinggi.
“Aku sudah memasang jebakan”ungkap Ga Bi. “Apa yang kau bicarakan ?”tanya Beom Jeung.
“Kita lihat saja…Apa yang akan terjadi”jawab Ga Bi.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 13

Terlihat Presdir Jin menyuntikkan sendiri insulinnya tanpa tahu bahwa telah diganti dengan dosis yang lebih tinggi. Ga Bi yang melihatnya menunggu dengan gelisah sampai ia memperkirakan waktu yang tepat ia segera ke ruangan Presdir Jin yang ternyata Presdir Jin sudah terkapar. Ga Bi pun segera pura-pura menolongnya dengan memberikan sebuah permen yang tersedia di laci meja Presdir Jin.
“Tadi kau menggunakan…suntikan insulin itu ?”tanya Ga Bi seraya memijit Presdir Jin.
“Sepertinya sudah tidak efektif.Nampaknya,hari Pernikahan Yeo Chi . Aku takkan sanggup sampai ke sana”ungkap Presdir Jin.
“Apa yang kau katakan, Presiden ?”ucap Ga Bi.
“Aku harus memperbaiki surat wasiatku. Setelah itu baru aku bisa rileks”.

Woo Hee tanpa sengaja menabrak Hang Woo yang baru saja keluar dari lift. Woo Hee meminta maaf, Hang Woo ingin melihat majalah bisnis yang dibaca Woo Hee. Di majalah itu terpampang foto besar Yoo Bang yang memberitakan bahwa Paeng Seong Enterprise, mendirikan korporasi baru dengan teknologi baru. Hang Woo pun teringat kata-kata temannya Direktur Taeyang yang bekerja dengan perusahaan kecil. Hang Woo bergegas menelepon temannya itu dan mengajaknya bertemu.

Direktur Taeyang menemui Hang Woo di kantornya.
“Kupikir kau sudah memutuskan hubungan dengan Paeng Seong Enterprise”ujar Hang Woo.“Perusahaan itu berisi orang-orang yang dipecat dari pabrikku. Lalu mereka membuat alat pemantau gula darah itu”ungkapnya.
“Apa yang ingin kau katakan ?”tanya direktur Taeyang. “Begitu kami membuat tuntutan terhadap Paeng Seong Enterprise…Kau pasti akan sakit kepala”.
“Kau mau turut campur dalam bisnis kami ?”tanya direktur Taeyang lagi.
“Kami berencana hendak membuat paten atas produk yang serupa. Aku hanya ingin menyarankan agar kau memilih pilihan yang aman”ungkap Hang Woo.
“Itu bisa diputuskan nanti. Tapi tentu saja tidak ada alasan untuk tidak bekerjasama dengan Chun Ha Group”jawab direktur Taeyang.

Hang Woo berdiskusi dengan Beom Jeung di apartemennya.
“Mereka sudah kuhentikan, tapi kewaspadaan kita tidak boleh turun. Tentang teknologi…Kita tidak bisa menjamin bahwa kita yang terbaik”ungkap Hang Woo. Hang Woo juga berkata bahwa mereka harus meyakinkan anggota direksi bahwa project itu harus jatuh ke tangan Chun Ha.
“Dalam strategi militer, ada yang disebut Bu-Jeo-Chu-Shin *(Menarik kayu bakar dari tungku) atau mengalahkan strategi musuh, dari akarnya”jawab Beom Jeung.
“Menarik kayu bakar. Dan mendinginkan tungku ?”tanya Hang Woo. Beom Jeung memberitahu bahwa kayu bakar Yoo Bang adalah Peng Wol.
“Peng Wol?”tanya Hang Woo. Beom Jeung menjelaskan bahwa Peng Wol orang yang mendanai pabrik, Yoo Bang memanfaatkan buruknya hubungan Hang Woo dengan Peng Wol.
“Kalau begitu masalahnya mudah diatasi”ujar Hang Woo.
“Kau hanya perlu mengobrak-abrik Peng Wol. Ini akan memotong sumber dana Yoo Bang”.
“Ini akan seperti,balita yang diambil botol susunya”tukas Hang Woo. Beom Jeung mengatakan agar hal itu diserahkan saja padanya karena ia ada cara untuk mengatasi masalah itu.

Di kantornya Peng Wol bersama Yoo Bang , Bun Kwae dan Han Shin merayakan keberhasilan mereka.
“Kalian telah bekerja keras”puji Peng Wol. “Kau bilang Taeyang Group?”tanyanya.
“Ya, perusahaan elektronik Korea kelas dunia”jawab Bun Kwae.
“Kalau kita bisa kerjasama teknologi dengan mereka…Bisnis ini kuakui hebat. Sebodoh-bodohnya aku…Hal itu sih aku tahu”ungkap Hang Woo. Semuanya tertawa bersama.
“Ini belum sepenuhnya terealisasi. Baru permulaan. Masih banyak gunung yang harus didaki”ujar Yoo Bang.
“Jangan kuatir, saudaraku”tukas Peng Wol karena ia semalam bermimpi yang hebat. Bun Kwae bertanya mimpi apa itu. Peng Wol pun menceritakan mimpinya bahwa sekelompok orang berseragam
datang ke kantornya lalu membawa dokumen-dokumennya. “Dokumen?”tanya Yoo Bang yang diiyakan Peng Wol. Han Shin mengatakan bahwa ia bisa menerjemahkan mimpi itu yang berarti mereka akan mendapatakan rejeki nomplok !. Keempatnya kembali bersulang.
“Mereka bukan hanya satu atau dua orang. Mereka menyerobot masuk”ungkap Peng Wol, belum selesai menceritakan kembali mimpinya, mimpi Peng Wol menjadi kenyataan namun bukan rejeki nomplok yang datang. Dari pihak Kantor Pelayanan Pajak datang menerobos masuk membawa surat penggeledehan atas tuduhan penggelapan pajak . Semua dokumen-dokumen di kantor Peng Wol diangkut dan dibalik itu semua siapalagi kalau bukan Beom Jeung.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 13

Di sebuah kedai Yoo Bang dan Bun Kwae segera menemui Peng Wol yang akan menarik dukungan finansialnya.
“Kenapa kau tiba-tiba menarik dukunganmu atas pabrik kami?”tanya Yoo Bang langsung. Peng Wol mempersilahkan Yoo Bang duduk lebih dulu.
“Maafkan kalau begini jadinya”ucap Peng Wol.
“Kalau sekarang kau tarik semua investasimu, sama saja dengan menyuruhku menutup pabrik”seru Yoo Bang. “Sainganku ingin menjatuhkanku…Jadi maafkan aku, aku harus menarik semua uangku dari pabrik”jelas Peng Wol. “Aku tak tahu ada fenomena apa sekarang. Pihak bank sudah tak mau memberiku pinjaman. Dan juga mana mungkin, aku melipat bisnisku hanya untuk menyelamakan kamu”.
“Daripada menarik investasimu…Apa tidak ada jalan lain ?”tanya Bun Kwae
“Makanya aku minta maaf sebesar-besarnya. Melihat masalah pabrik, rasanya hatiku pun ikut terbakar”ucap Peng Wol, Yoo Bang nampak berpikir.

Akhirnya Yoo Bang memutuskan meminjam pada Presdir Jin, mereka pun bertemu di sebuah restoran. Kok kebanyakan model tatami gitu ya seperti restoran-restoran Jepang gitu :P.
Yoo Bang menyuapi sayuran organik ke Presdir Jin.
“Makanan rasanya lebih enak kalau mataku begini”gurau Presdir Jin, ketiganya tertawa.
“Kalau mau makan yang lain, tinggal bilang saja, Presiden”ujar Bun Kwae. Yoo Bang menawarkan udang namun Bun Kwae berkata kerang lebih baik.
“Kau sedang dalam masalah keuangan ?”tebak Presdir Jin tepat sasaran.
“Darimana kau tahu ?”tanya Yoo Bang.
“Biarpun mataku tak dapat melihat jelas. Tapi pendengaranku sangat tajam”ujar Presdir Jin.
“Karena itu, aku tak perlu basa-basi lagi untuk meminta tolong kepadamu”mohon Yoo Bang yang diikuti Bun Kwae. “Apakah $4 juta ( 4 milyar won) cukup ?”tanya Presdir Jin, Bun Kwae dan Yoo Bang terpana mendengar nominal itu. Lalu Presdir Jin menyerahkan surat perjanjiannya. “Tinggal kau stempel. Periksa lagi nilainya”. Bun Kwae mulai menghitung nolnya pada berkas yang dibuka Yoo Bang.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 13

Dan ternyata nominal yang tertari bukan $4juta tapi $40juta, Yoo Bang ingin mengatakannya namun mulutnya segera dibekap Bun Kwae.
“Sudah yakin ?. Sudah benar $4 juta kan ?”tanya Bun Kwae.
“Kau lihat sendiri kan ?”, Presdir Jin balik bertanya, Yoo Bang ingin mengatakan sejujurnya namun Bun Kwae kembali membekap mulut Yoo Bang. Bun Kwae beralasan bahwa stempelnya tertinggal di mobil ia pun pamit mengambil setempel dulu bersama Yoo Bang. Nampaknya Presdir Jin sedang menguji kejujuran Yoo Bang.

Di luar Bun Kwae dan Yoo Bang berdebat.
“Kenapa kau ini ?”tanya Yoo Bang.
“Lihat ini. Ini bukan $4 juta tapi $40 juta. Kelebihan nol satu”ujar Bun Kwae.
“Kita harus memberitahukannya”tegas Yoo Bang. Bun Kwae menahan Yoo Bang yang akan segera kembali. “Kau sudah gila ? Kalau kita stempel, kita akan dapat $40 juta. Ini bukan hadiah dari Presiden
Tapi hadiah dari Tuhan”beber Bun Kwae. “Tutup matamu, ini uang. Hanya orang bodoh yang tak mau menerimanya. Sekarang, yang penting kita selamat dulu”. Yoo Bang nampak berpikir.


Di dalam Presdir Jin kembali menyuntikkan insulin ke tubuhnya, ia segera menyembunyikan begitu Yoo Bang dan Bun Kwae masuk. Presdir Jin menyuruh segera menyetempelnya kalau sudah membawa stempelnya.
“Aku akan stempel diatasnya, tapi sebelumnya akan kustempel di tempat lain dulu”ujar Yoo Bang mengeluarkan stempel.“Apa yang kau bicarakan ?”tanya Presdir Jin. Lalu Yoo Bang menyetempel jidat Bun Kwae sampai terpelanting hahaha.
“Aku tak bisa menandatangani kontrak ini”tegas Yoo Bang. Presdir bertanya kenapa?.
“Perjanjian kita $4 juta tapi tertulis $40 juta. Menurutmu apa yang harus kulakukan ?”jelas Yoo Bang lalu merobek-robek surat perjanjiannya dan melemparkannya ke Bun Kwae.
“Besok, bawa kontrak yang benar. Nanti kita ketemu lagi”tukas Yoo Bang.
“Anak bodoh. Kalau kau terus seperti ini, bagaimana kau akan menggaji karyawanmu ?”ucap presdir Jin.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 13

“Dirimu sendirilah yang harus kau khawatirkan ! Kau tak punya orang untuk membuat kontrak yang benar ?”. Presdir Jin menjawab tak ada.
“Tak seorangpun di kantor yang bisa kupercaya. Belakangan ini, aku selalu dipecundangi”kata Presdir Jin lemah. Tiba-tiba Presdir Jin kejang, Yoo Bang membantunya dan menyuruh Bun Kwae memanggil ambulans.

Ga Bi mendapat telepon bahwa Presdir Jin di rumah sakit, ia pun bergegas ke sana. Ia berpapasan dengan Beom Jeung, Ga Bi pun memberitahukan bahwa Presdir Jin pingsan karena penyakit gulanya.
“Lebih baik kau jangan ke sana”ujar Bun Kwae menahan Ga Bi yang bergegas pergi.
“Apa katamu ?”tanya Ga Bi.
“Supir itu baru saja menelepon dan bilang bahwa Presiden Jin sudah tahu tentang korupsi para pejabat di kantor ini”jawab Beom Jeung. Ga BI bertanya darimana Presdir Jin tahu.
“Dia telah meminta Jang Ryang menyelidiki”, lalu Ga Bi bertanya di mana Jang Ryang, Beom Jeung mengatakan bahwa Jang Ryang sedang menuju RS.
“Presiden Jin masih belum sadar. Kita harus ke sana duluan dan menahan Jang Ryang”tegas Ga Bi.

Presdir Jin menelepon Yeo Chi dan mengatakan bahwa ia tak apa-apa dan menyuruhnya bertemu Yoo Bang. Begitu menutup teleponnya Presdir Jin menyuruh Yoo Bang menemui Yeo Chi untuk tanda tangan kontraknya. Yoo Bang dan Bun Kwae mengucapkan terimakasih. Tiba-tiba Jang Ryang tiba.

Ga Bi dan Beom Jeung tiba di rumah sakit, mereka berpapasan dengan Yoo Bang dan Bun Kwae yang keluar ruangan. Beom Jeung bertanya apakah Presdir Jin sudah siuman, Yoo Bang menjawab sudah.
Lalu Ga Bi bertanya bagaimana dengan Jang Ryang, Bun Kwae mengatakan bahwa Jang Ryang sedang berbicara dengan Presiden.

Jang Ryang memberikan dokumen-dokumen yang diberikan Presdir Jin untuk diperiksa, Jang Ryang mengatakan bahwa Presdir Jin telah ditipu. Dana dukungan bisnis ada selisih beberapa juta won antara pengajuan dan realisasi.
“Pada akhirnya, Mo Gabi menghianatiku seperti yang lainnya”ucap presdir Jin kesal. Presdir Jin menelepon Ga Bi yang sudah duduk di ruang tunggu. Presdir Jin bertanya di mana Ga Bi, Ga Bi mengatakan sudah berada di dekat RS dan segera sampai.

Han Shin menemui Yoo Bang dan Bun Kwae yang sedang menunggu Yeo Chi.
“Kau sudah tandatangani kontrak investasinya ?”tanya Han Shin.
“Mereka hampir sampai ke sini. Jangan khawatir”jawab Yoo Bang. Han Shin melarang Yoo Bang melakukannya. “Jangan mau berinvestasi dengan mereka”. Han Shin pun menjelaskan bahwa yang memblokir sumber dana Peng Wol adalah Chun Ha Group.Dan juga, Chun Ha Group telah mempatenkan
“Jadi semua tawaran mereka…Mereka hendak ‘menelan’ bisnis kita”ujar Bun Kwae. Tiba-tiba datang Yeo Chi menyapa dengan ceria tanpa tahu permasalahannya.

Di rumah sakit Presdir Jin nampak gelisah, Ga Bi nampak gemetar mengentuk pintu kamar rumah sakit Presdir Jin.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 13

Yeo Chi menyodorkan kontrak perjanjiannya.
“Terimakasih telah menyelamatkan kakek”ucap Yeo Chi. “Kau bawa stempelmu ?”tanyanya. Namun Yoo Bang tak mengubris ia hanya mengaduk-aduk kopinya semantara Bun Kwae memalingkan muka.
“Ada apa dengan ekspresi kalian ? Apa ada sesuatu yang membuat kalian tak senang ? Atau apakah ada masalah ?”tanya Yeo Chi tak mengerti. Yoo Bang memandang serius Yeo Chi.

Epilog episode 13.
Yeo Chi dengan gembira mengaca memakai topi, syal dan sarung tangan pemberian Yoo Bang. Bun Kwae yang masuk berkata barang yang dibeli untuk Woo Hee diberikan pada Yeo Chi. Yoo Bang yang keluar ruangannya bertemu Yeo Chi dan memuji bahwa aksesoris itu cocok dipakai Yeo Chi. Yeo Chi pun melepaskan syalnya dan mengalungkannya pada Yoo Bang yang memasak air. Yeo Chi yang kesal pun mencekik Yoo Bang dengan syal pemberian Yoo Bang hahaha.

Sinopsis History of The Salaryman Episode 13

Lalu ada trailer History of Salaryman, yang ceritanya seperti peperangan beda banget ama kisahnya, apa gara-gara taktif bisnisnya diambil dari istilah-istilah peperangan ya ?

Salut dengan kejujuran Yoo Bang, menolak dana $40juta won karena yang dipinjam hanya $4juta. Dan kasian juga dengan Presdir Jin yang dikelilingi dan dihianati para eksekutifnya. Jadi penasaran sebegitu burukkan kepemimpinan Presdir Jin? Sampai mereka tega menusuk Presdir Jin dari belakang?.
Jadi penasaran versi novelnya? Bisa dibeli dimana ya? :P.

Written & Images by Ari Arata
Shared by pelangidrama
Indosub Thanks to Papario @islandsub