[Sinopsis J-Drama] Nobunaga no Chef Episode 8

Aku, yang masuk ke zaman periode negara-negara menjadi koki Nobunaga sebelum aku tahu. Aku tahu bahwa wanita yang ada dalam ingatanku dari zaman Heisei, Youko juga berada di periode ini. Pergerakan yang menginginkan Nobunaga berhenti dari usahanya mempersatukan negara semakin intens. Pada akhirnya, musuh terburuk, Kennyo dari Ishiyama Hongan-ji memberontak. Karena hal itu, aku segera menuju ke puri Omi Usayama untuk menghentikan Mori Yoshinari yang siap mati.
~ Sinopsis Nobunaga no Chef episode 8 ~

Ken dan Natsu bersiap berangkat menuju Omi. Tiba-tiba mereka mendengar bunyi gemerisik. Saat menoleh, mereka dikejutkan oleh munculnya seorang perempuan yang memandang Ken, Youko.
Youko yang memang mencari-cari Ken segera berlari menyongsong Ken dengan penuh kerinduan. Youko segera memeluk Ken sembari memanggil nama lengkap Ken, Kenichirou. Ken yang blank hanya bisa membalas ucapan Youko dengan bergumam,”Youko.” Natsu memperhatikan keduanya, sedangkan Ken bingung apakah namanya yang sebenarnya adalah Kenichirou? Youko mendengar apa yang dikatakan Ken. Ia segera melepaskan pelukannya.
Ken berkata ini sama seperti ingatannya, Youko mengenakan anting berlian yang sama seperti yang ia ingat. Giliran Youko yang bingung dengan apa yang dikatakan Ken. Ken meminta Youko untuk mengatakan padanya siapa dirinya, mengapa ia bisa datang ke periode Sengoku? Youko heran dengan pertanyaan Ken. Ia cemas dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi pada Ken? Ken tidak bisa menjelaskannya. Natsu yang melihat itu segera mendekati mereka dan mengatakan kebenarannya.
“Ken tidak bisa mengingat banyak hal tentang periode yang disebut Heisei. Anda datang dari Heisei juga, kan?” ucap Natsu. Youko kaget mendengar penjelasan Natsu. Ia minta penjelasan pada Ken mengenai apa yang disampaikan Natsu tadi.
“Apakah itu benar Kenichirou? Apakah itu berarti kau juga lupa tentang aku juga?”
“Satu-satunya hal yang ada dalam pikiranku sejak datang ke sini adalah dirimu. Namun itu semua sangat kabur dan aku sama sekali tidak ingat sesuatu yang konkret. Itulah sebabnya aku ingin kau mengatakan padaku, Youko-san. Apa yang kau tahu tentangku?” tanya Ken bersungguh-sungguh. Youko terdiam dan teringat dengan ancaman Kennyo padanya.
Belum sempat Youko berkata, mereka kembali dikejutkan munculnya orang yang mengacungkan senjata mengancam, “Siapa kau?! Tidak ada seorangpun yang melewati gunung ini berhasil keluar hidup-hidup!” Si pengancam itu berjalan mendekati mereka, namun salah satu kakinya masuk ke lumpur menyebabkan ia agak sulit bergerak. Ia mengenali Youko yang tinggal di kuil Ishiyama Hongan-ji. Youko segera menarik tangan Ken dan mengajaknya berlari. 
1570. Pertempuran di kastil Noda Fukushima dengan faksi Miyoshi. Karena pemberontakan Ishiyama Hongan-ji yang dipimpin Kennyo mengubah keunggulan tentara Nobunaga. Puri Usayama tempat di mana Mori Yoshinari berada dikelilingi oleh para biksu dari Mt. Hiei, Enryaku-ji atas perintah Kennyo.
 
Mori Yoshinari menerima laporan dari salah satu prajuritnya bahwa prajurit biarawan dari Enryoku-ji telah mengepung benteng Omi. Prajuritnya berfikir mungkin utusan yang menyampaikan pesan tidak mampu mencapai tempat Oyakata-sama. Yoshinari tidak percaya dengan ucapan prajurit tersebut. Ia bergegas masuk dan memandang peta lokasi benteng di mana ia berada.
“Apa yang kau katakan?! Tidak bisakah mengatakan tentang barisan prajurit Azai-Asakura?! Dengan cara ini Oyakata-sama akan berada di bawah serangan kedua faksi Miyoshi dan Ishiyama Hongan-ji serta tentara sekutu Azai-Asakura.”
Sementara itu, di tenda milik Nobunaga, salah seorang prajuritnya memberitahu jika para tentara Ishiyama Hongan-ji meninggalkan Ishiyama dan berbaris menuju Yodogawa (sungai). Nobunaga segera memerintahkan mereka untuk menyambut para prajurit Ishiyama dengan serangan.
Di kuil Ishiyama, Kennyo berkata pada salah satu pengikutnya bahwa peperangan melawan Nobunaga akan menjadi perang yang panjang. Tiba-tiba, Kennyo mencari Youko. Orang yang sedang berbicara dengan Kennyo berkata mereka belum mengetahui di mana Youko berada saat ini.
Youko, Ken dan Natsu masih bersembunyi dari orang yang mengejar mereka. Youko menduga orang tersebut adalah seorang prajurit biarawan dari Mt. Hiei Enryaku-ji. Natsu heran mendengarnya. Youko merasa Ishiyama Hongan-ji telah bergabung dengan perang ini. Tiba-tiba dari arah bawah terdengar teriakan beberapa orang. Ken menduga mereka tertangkap, namun Youko mencegah Ken bergerak. Ternyata bukan mereka yang dimaksud. Ada seorang pembawa pesan dari Yoshinari yang tertangkap para prajurit biarawan tersebut dan mereka segera membunuhnya. Para prajurit itu merasa senang karena mereka berhasil mencegah pembawa pesan untuk Nobunaga sampai ke tujuannya, setidaknya hingga pasukan sekutu dari Azai-Asakura tiba. Salah seorang dari mereka masih curiga dengan “orang yang mencurigakan” yang ia lihat beberapa waktu lalu. Ia menduga wanita yang bersama dengan orang tersebut berasal dari tempat Kennyo-sama. Rekannya memerintahkan agar mereka segera menemukan orang yang dimaksud (a.k.a Ken). Natsu takut, cepat atau lambat mereka pasti akan segera ditemukan. Ken memutuskan mereka harus segera menemui Yoshinari.
Mendengar percakapan Ken dan Natsu, Youko berkata ia akan pergi. Ia akan mengalihkan perhatian para prajurit itu agar Ken dan Natsu bisa melarikan diri dari kejaran mereka. Ken merasa itu bukan ide yang baik, lagipula Youko belum menjawab pertanyaannya. Youko berjanji akan memberitahu Ken saat mereka bertemu kembali. Natsu tidak percaya mereka akan bisa bertemu dengan Youko lagi. Ia mendesak Youko agar menjawab pertanyaan Ken. Youko memandang Natsu dan bertanya padanya,”Apakah anda ingin tahu? Hubungan saya dengan Kenichirou di Heisei?” Youko berkata ia akan meninggalkan Ken dan ia akan baik-baik saja. Ken berusaha mengejar Youko, namun Natsu menghalanginya.
Youko segera turun. Para prajurit melihat Youko dan segera menghampirinya. Mereka mengenali Youko berasal dari tempat Kennyo-sama dan mengantar Youko ke sana. Ken hanya bisa memandang Youko dari tempatnya bersembunyi. Sebelum benar-benar meninggalkan Ken, Youko menoleh ke belakang untuk memandang Ken terakhir kalinya.
Natsu dan Ken akhirnya melanjutkan perjalanan mereka. Ken terlihat tidak bersemangat, berkali-kali ia menoleh ke arah belakang. Natsu mengetahuinya. Ia menegur Ken yang masih memikirkan Youko sementara Nobunaga dan Yoshinari berada dalam bahaya. Ken mengatakan pada Natsu menurut sejarah yang ia ketahui Nobunaga belum akan meninggal, sedangkan Yoshinari ia tidak tahu. Ia merasa hingga insiden Honno-ji, orang yang berharga baginya tidak akan meninggal. Ia tidak tahu sejarah bagaimana dan kapan Mori Yoshinari akan meninggal. Natsu heran mendengar Ken berbicara seperti itu.
Yoshinari memerintahkan anak buahnya untuk kembali mengirim pesan pada Nobunaga setelah pembawa pesannya dibunuh oleh prajurit biarawan. Ia mendengar kabar itu dari Ken dan Natsu yang telah sampai ke puri Omi. Setelah memerintahkan hal itu, Yoshinari mencoba tombak buatan Natsu. Ia memuji tombak tersebut. Ken menyampaikan pesan Nobunaga pada Yoshinari. “Nobunaga-sama mengatakan pada kami untuk memberitahu Anda agar mempersiapkan jamuan untuk merayakan kemenangan perang.”
Yoshinari mengiyakan pesan yang disampaikan Nobunaga melalui Ken.
“Tapi, tombak panjang… “
“Apa?”
“Yoshinari-san, Anda tidak mempersiapkan diri untuk menyerahkan nyawa Anda, bukan? Bukankah tombak panjang itu merupakan sebuah bukti rencana Anda?”
Yoshinari belum menjawab pertanyaan Ken. Ia memandangi tombak panjang di tangannya. Tiba-tiba salah satu prajurit melaporkan sesuatu.
“Lapor! Musuh, selain Azai-Asakura dan para biksu dari Mt. Hiei telah ditambah dengan kekuatan kerusuhan sekte Ikko. Jumlahnya ada 30.000 tentara.”
Yoshinari berkata jumlah tentara mereka hanya 3.000, bagaimana melawan 30.000 tentara musuh? Para sekutu Yoshinari bertanya apa yang harus mereka lakukan sekarang?
“Karena pemberontakan Ishiyama Hongan-ji, Oyakata-sama akan tetap tinggal di Settsu. Jika kita membiarkan Azai-Asakura melangkah lebih jauh, maka tentara Oda akan sirna. Oleh karena itu, kita akan bergabung. Blokir jalan utama Sakamoto dan menahan pasukan Azai-Asakura. Kita harus mengirim seorang utusan untuk membawa pesan pada Oyakata-sama dan membayar harga! Kita akan menjadi perisai untuk melindungi Oyakata-sama!”
Ken dan Natsu kaget dengan keputusan Yoshinari. Ia menegur Yoshinari, jika mereka melakukan hal ini sama seperti bunuh diri. Natsu berusaha mengingatkan Ken, namun Yoshinari terlanjur mendengarnya. Ken berusaha meralat pernyataannya. Ia berusaha memberi usulan agar Yoshinari tidak perlu bertempur, mereka hanya mengepung sebuah puri. Yoshinari tidak setuju, jika mereka melakukan usulan Ken maka akan ada banyak tentara musuh meninggalkan puri dan menyerang Oyakata-sama dari belakang. Ken masih mencoba membujuk Yoshinari, ia menawarkan usulan agar mereka diam-diam melarikan diri dari para biksu prajurit lewat belakang dan membantu Nobunaga. Yoshinari masih membantah usulan Ken. Jika ia melakukan apa yan dikatakan Ken, maka tentara Azai-Asakura akan mendatangi Oyakata-sama. Ken berusaha menjelaskan namun Natsu memotong dan mengingatkan Ken agar tidak ikut campur.
“Nobunaga-sama tidak ingin Yoshinari meninggal!” ucap Ken. Yoshinari kesal dengan apa yang dikatakan Ken. Ia mengayunkan tombaknya ke arah Ken dan bertanya siapa sebenarnya Ken? Seorang koki seharusnya tidak membahas tentang perang. Mendengar hardikan Yoshinari, Ken meminta izin untuk memasak. Yoshinari mempersilahkan Ken melakukan apapun yang ia inginkan. Yoshinari berkata mereka tidak memiliki bahan apapun kecuali terong yang mereka peroleh dari para petani. Ken merasa itu sudah cukup.
Di dapur, Ken berkata pada Natsu meskipun tadi ia memakai nama Nobunaga, namun sebenarnya dirinyalah yang tidak menginginkan Yoshinari meninggal. Natsu paham dengan pemikiran Ken.
“Pemimpin klan Oda dan kokinya… Aku tahu perbedaan status antara keduanya.. Tapi kupikir Yoshinari adalah teman.”
Natsu merasakan hal yang sama dengan Ken. Ia mengiyakan apa yang Ken katakan padanya.
“Mari kita kirimkan perasan kita padanya dengan hidangan ini,” ucap Ken bersemangat.
Ken mulai memasak terong-terong yang ada. Ia meminta Natsu untuk menumbuk terong yang telah direndam. Sambil memasak, Ken mengingat apa yang pernah dikatakan Yoshinari. “Orang-orang lemah adalah yang paling menderita selama perang terjadi,” ucap Yoshinari kala itu. Ken teringat saat Yoshinari memuji teknik memasak yang dipakai Ken. Juga saat mereka mengadakan perjalanan ke Sakai.
Youko masuk ke kuil Ishiyama Hongan-ji. Ia teringat saat dirinya ditolong Kennyo ketika pertama kali masuk ke era Sengoko dan juga intimidasi yang ia terima dari Kennyo. Tiba-tiba Kennyo keluar dari ruangannya dan mulai menyindirnya dengan “wanita tak dikenal muncul….”, pasti berhubungan dengan laporan prajurit yang menemukan dirinya dan Ken serta Natsu tadi. Youko buru-buru berlutut dan berkata ia tidak tahu apapun. Namun Kennyo yang sudah diliputi cemburu tidak terima dengan alasan Youko. Ia minta Youko mengatakan padanya siapa pria yang bersamanya malam tadi. Youko tentu saja tidak mau mengaku ia bertemu Ken. Ia pura-pura tidak mengerti apa maksud perkataan Kennyo. Ia berkata dirinya merupakan milik Kennyo. Kennyo benar-benar marah. Ia memukul bahu Youko dengan kipasnya. Untuk menyalurkan emosinya, ia menarik tasbihnya hingga putus dan bijinya berjatuhan.
“Betapapun cemasnya dirimu, selama dia bersama dengan Nobunaga hidupnya tidak akan bertahan lama. Kekuatan Nobunaga berkembang terlalu cepat membuat banyak orang tidak suka. Itulah sebabnya aku memanggil mereka. ‘Mengelilingi mereka. Tujuan kami hanyalah kepala Nobunaga. Langkah pertama mengambil tangan kanan Nobunaga (Puri Usayama)’.”
Ken menjelaskan hidangan yang telah dibuatnya. Terong kaviar style dengan telur rebus lembut, sup terong dingin dan plum kering, terong pasta dengan rasa poppy saus daging. Yoshinari memuji Ken karena semua hidangannya menggunakan bahan dari terong adalah keterampilan Ken yang luar biasa. Ken berterimakasih mendengar pujian dari Yoshinari.
Yoshinari segera mencoba hidangan yang ada di depannya. “Betapa menyegarkan.. Entah kenapa aku tidak memiliki nafsu makan tapi rasa asam dari buah plum kering dan manisnya terong membangkitkan nafsu makanku,” ucap Yoshinari saat mencicipi supnya. “Makanan ini memiliki tekstur seperti pasta lemak ikan yang sebenarnya. Aku tidak akan berfikir jika ini adalah terong,” komentar Yoshinari saat mencoba kaviar terong. Demikian juga saat ia mencoba terong pasta, “jadi ini adalah kulit terong?”
“Kulit terong memiliki rasa seperti daging,” jelas Ken. Yoshinari memuji Ken yang menggunakan semua bagian terong tanpa kecuali. Natsu berkata mereka masih memiliki satu hidangan lagi. “Batang terong yang telah dibakar, efektif sebagai obat untuk gigi berlubang dan sariawan,” ungkap Ken. Yoshinari kagum melihat Ken menggunakan semua bagian terong.
“Terong memiliki kehidupan sendiri. Jadi tidak ada yang sia-sia,” kata Yoshinari.
“Tentu saja, itu sama seperti kehidupan manusia,” ucap Ken. Yoshinari meminta agar Ken memasak masakan yang sama seperti yang ia hidangkan padanya hari ini pada semua orang besok. Ken tersenyum mendengar permintaan Yoshinari dan mengiyakan permintaannya.
Esoknya, semua prajurit menikmati hidangan yang sama seperti yang dimakan Yoshinari kemarin. Mereka sangat menikmati masakan yang lezat yang dibuat Ken. Yoshinari terlihat gembira mendengar dan melihat para prajurit menikmati makanan. Ia mengatakan bahwa orang yang memasak makanan mereka hari itu adalah kepala koki Nobunaga.
“Ini adalah makanan yang dibuat oleh kepala koki Oyakata-sama. Singkatnya makanan ini mengandung pesan dari Oyakata-sama. Ia hendak mengatakan bahwa tentara terkecil memiliki kehidupan yang berguna. Terong ini, seperti darah dan daging kita.. hidup kita… akah hidup dalam Oyakata-sama! Berikan hidup Anda untuk menahan Azai-Asakura!”
Ken dan Natsu terkejut dengan apa yang baru saja dikatakan Yoshinari. Ken berusaha menegur Yoshinari. Yoshinari mengerti apa yang hendak dikatakan Ken. Ia minta maaf atas apa yang ia baru saja katakan namun tekadnya telah bulat dan tidak bisa digoyahkan lagi. “Meskipun aku menyesal membuat semua orang ikut bagian dari rencana Yoshinari namun aku masih sulit mengatakan jika aku tidak ingin kau mati,” ucap Ken.
Kaede melapor pada Nobunaga bahwa pertempuran di Yodogawa telah berakhir dengan kemenangan berada di pihak mereka. Ishiyama Hongan-ji mungkin berencana untuk mengepung. Nobunaga memikirkan strategi yang akan dilakukan Kennyo berkaitan dengan kondisi ini, mereka tidak akan menarik pasukannya dengan cepat. Di sisi Nobunaga, Shogun Ashikaga diam-diam mengutuki Kenyo. Mengapa Kennyo tidak segera menyerang Nobunaga.
Nobunaga bertanya pada Kaede, apakah ada utusan dari Yoshinari di puri Usayama? Kaede menjawab belum. Nobunaga merasa janggal dan segera memerintahkan Kaede untuk pergi ke tempat Yoshinari. Mori Ranmaru mulai khawatir dengan keadaan ayahnya.
Di puri Usayama, Yoshinari sedang memegang kantung berisi kacang. Ia teringat saat Nobunaga memberikan kacang tersebut padanya.
=Flashback=
“Yoshinari, aku memberimu kacang ini. Mereka memiliki nilai seharga satu perahu besar.”
“Sebuah perahu besar? Apakah salah satu perahu ini?”
“Mereka hanyalah kacang di dunia yang bodoh ini. Tetapi meski bodoh namun merupakan dunia yang menarik.”
“Benar.”
“Sekarang mereka hanyalah kacang di mana kita tidak tahu bagaimana cara memakannya. Tapi suatu hari kita akan menyebrangi lautan, pergi ke daerah penghasil kacang dan mencari tahu. Saat waktu itu tiba Yoshinari, mari kita makan untuk isi hati kita untuk dunia.”
“Aku akan mengikuti Anda.”
=Flashback end=
Yoshinari bersiap untuk memimpin pasukannya. “Jangan biarkan seorang prajuritpun lolos.”
Mori Yoshinari, untuk mencegah musuh menyerang Nobunaga, berangkat dengan 3.000 tentara untuk memblokir jalan. Lawan mereka adalah pasukan besar yang terdiri dari 30.000 tentara dari Azai-Asakura, Ikko Ikki dan para biksu dari Mt. Hiei Enryaku-ji. Untuk Yoshinari ini adalah perang besar dan mempertaruhkan nyawanya.
 
Di puri Omi, Ken juga bersiap ikut berperang. Natsu mengingatkan Ken di antara pasukan musuh ada prajurit yang sangat muda dan juga orang tua, apakah Ken sanggup membunuh orang? Lagipula Ken tidak memiliki persiapan seperti Yoshinari (Ken bukan seorang prajurit atau terbiasa melakukan peperangan). Ken menyadari hal itu, namun dirinya juga tidak bisa hanya duduk diam di sana menunggu hasilnya. Melihat Ken yang tidak bisa dihalangi niatnya Natsu akhirnya menyerah. Ia berkata akan ikut bersama Ken, karena ia sama seperti Ken tidak bisa hanya menunggu dan tidak bisa berpisah dengan Ken, ow! Ken tersentuh dengan pengakuan Natsu.
Peperangan berlangsung sengit. Disela-sela melawan musuh, Yoshinari mengobarkan semangat juang prajuritnya. Di tempat lain, Ken dan Natsu berlari menuju medan perang. Sepanjang jalan, Ken bergumam agar Yoshinari tidak mengorbankan dirinya sendiri. Sementara itu, Kaede juga berlari menuju puri Omi.
Musuh mulai menggunakan panah api untuk mendesak lawan mereka. Salah satu anak buah Yoshinari hendak memberitahu pimpinannya, sayang ia lebih dulu ditusuk. Yoshinari yang mengetahuinya marah dan balas menusuk prajurit yang melukai anak buahnya. Tanpa ia sadari, prajurit pemanah bersiap menembaknya. Saat Yoshinari lengah, prajurit tersebut menembak dan mengenai dadanya.
Salah satu prajurit musuh mengetahui Yoshinari terkena panah. Ia berteriak mereka telah melumpuhkan pemimpin musuh. Mendengar teriakan lawan, salah satu anak buah Yoshinari menjadi makin bersemangat melawan musuh. Pihak musuh merasa di atas angin. Mereka mengelilingi Yoshinari yang terduduk menahan sakit. Di tengah kesakitannya, Yoshinari teringat Nobunaga. Demi ingatannya akan Oyakata-sama, semangat Yoshinari kembali muncul. Ia tak menghiraukan sakitnya dan melawan musuh kembali. Sayangnya musuhnya tidak seimbang. Pihak musuh mengelilinginya dan salah satu yang berada di belakangnya segera menusuk Yoshinari dengan tombak. Di sisa tenaganya, Yoshinari teringat dengan Nobunaga yang menjadi sumber kekuatannya.
“Bagaimana jika aku mati sia-sia di sini? Kau mimpiku. Terus maju untuk negara yang Anda impikan. Tanpa melihat ke belakang, seperti yang Anda inginkan….”
Yoshinari mengangkat tombaknya, namun ia sudah tidak kuat. Ia jatuh berlutut. Di saat yang sama, Ken dan Natsu tiba di lokasi peperangan. Mereka melihat Yoshinari yang tidak berdaya dan tertikam katana. Di tempat lain, Mori Ranmaru yang tengah mengikuti Nobunaga terpeleset dan membuat sandal jeraminya putus. Ia meminta maaf pada Nobunaga atas kecerobohannya tanpa tahu yang sebenarnya terjadi pada ayahnya. Namun sepertinya Nobunaga menduga ada sesuatu yang terjadi pada Yoshinari.
Ken dan Natsu segera membawa Yoshinari ke tempat yang aman. Prajurit musuh tanpa sengaja melihat mereka. Ia berteriak dan menginginkan kepala Yoshinari. Ken dan Natsu takut, sebab mereka tidak bisa melawan musuh. Untungnya Kaede datang tepat waktu. Ia berhasil menghalau musuh. Kaede segera meminta Ken dan Natsu membawa Yoshinari ke puri.
Natsu dan Ken membawa Yoshinari ke puri. Sepanjang jalan, Ken berdoa agar Yoshinari selamat, meskipun hal itu akan melawan sejarah. Mereka sampai di gerbang puri. Yoshinari berusaha berbicara. Ia mengatakan ada sesuatu dalam baju perangnya. Ken mencari benda yang dimaksud Yoshinari dan ketemu. Ia segera membuka kantong tersebut. Ken menduga isinya adalah biji kopi, namun ternyata biji kakao.
“Aku mendapatkannya dari Oyakata-sama. Aku berfikir untuk memakannya suatu hari nanti. Ken, bisakah kau memasaknya?” ucap Yoshinari.
“Ya, aku akan membuat sesuatu. Jadi mohon tunggu!” jawab Ken.

Natsu merawat Yoshinari. Di sana juga ada Ken yang sedang menghancurkan biji kakao. Natsu bertanya pada Ken apa yang akan ia buat? Namun Ken menjawab ia belum tahu. Biji kakao kering bukan bahan yang buruk. Tetapi rasanya sangat pahit dan tidak enak dimakan.
Tiba-tiba Yoshinari berbicara. “Aromanya. Jadi ini adalah bau dunia.” Yoshinari teringat saat Nobunaga berbicara padanya setelah menyerahkan biji kakao tersebut. Ken dan Natsu berusaha mencari tahu apa maksud perkataan Yoshinari, namun sepertinya sia-sia. Ken kemudian teringat jika Nobunaga memiliki persediaan gula. Ia bisa membuat coklat menambahkan gula yang dimiliki Nobunaga. “Yoshinari, coklat adalah makanan yang manis dan lezat juga memiliki efek menghilangkan kelelahan. Jika Anda memakannya, Anda akan merasa lebih baik.”
Natsu terharu dengan apa yang dikatakan Ken. Sambil menangis ia mengatakan pada Yoshinari, “Jika Ken berkata demikian maka hal itu benar. Yoshinari-san, saat kita kembali ke Gifu, mari kita makan bersama-sama.” Yoshinari mendengar semua pembicaraan mereka. Ia menasihati Natsu agar tidak menangis. “Natsu-dono, Anda baik hati, seorang wanita yang kuat. Aku yakin… Anda akan hidup bersama-sama.” Natsu justru tambah sedih dan menangis lagi mendengar perkataan Yoshinari. Ken meminta agar Yoshinari tidak berbicara banyak dulu. Yoshinari tidak menghiraukan permintaan Natsu dan Ken. Ia justru “menitipkan” Nobunaga pada Ken. Ken tidak percaya dengan permintaan Yoshinari. Ia berjanji akan membuatkannya coklat sesampainya mereka di Gifu. Namun janji Ken belum sempat terealisasi, karena setelah ia memberikan pesannya yang terakhir pada Ken, Yoshinari meninggal dunia.
19 September 1570 – Mori Yoshinari meninggal dalam pertempuran pada usia 48 tahun
 
Kaede melaporkan pada Nobunaga bahwa pasukan Azai-Asakura melakukan iring-iringan untuk menyongsong pasukan Nobunaga. Namun Yoshinari dan pasukannya menghadang mereka. Sayangnya mereka terdesak dan kalah. Nobunaga menanyakan kondisi Yoshinari. Kaede melaporkan Yoshinari tewas dalam pertempuran. Semuanya kaget mendengar berita tersebut, terutama Ranmaru. Kaede melanjutkan laporannya. Pasukan Azai-Asakura sekarang menuju ke ibukota. Nobunaga marah mendengar kabar tersebut. Ia segera memerintahkan untuk membubarkan benteng dan bersiap menuju ke ibukota. Untuk Ranmaru, Nobunaga memerintahkannya untuk menuju ke Usayama. Shogun Ashikaga merasa ini bukan situasi yang baik, ia segera melaporkan keadaan Nobunaga pada Azai-Asakura. Ranmaru bergegas lari menuju Usayama.
“Dengan kematian Mori Yoshinari, Oda Nobunaga kini dikepung dari semua sisi. Karena kau berkata bahwa kau sama-sama berasal dari era Heisei, kau tidak bisa melihat hidup Ken, bukan? Sama seperti kehidupan Nobunaga, hidupnya tidak akan lama. Apa yang akan kau lakukan sekarang, Nobunaga!” ucap Kennyo-dono di hadapan Youko.
Nobunaga meninggalkan ibukota. Karena informasi rahasia dari shogun Ashikaga Yoshiaki, tentara Azai-Asakura pergi ke Mt. Hiei. Oleh karena itu, Nobunaga dikelilingi oleh Azai-Asakura, Ishiyama Hongan-ji, Faksi Miyoshi dan Mt. Hiei Enryaku-ji. Keadaan perang kembali menemui jalan buntu.
 
Ranmaru telah sampai Usayama. Ia melampiaskan kesedihannya dengan menyalahkan Ken. Ken yang memang merasa bersalah karena terlambat mencegah Yoshinari bertempur hanya bisa meminta maaf. Ia berkata seandainya ia lebih kuat… Ranmaru menyalahkan permintaan maaf Ken. Ia merasa ayahnya melakukan hal ini atas kehendaknya sendiri. Mendengar perkataan Ranmaru, Ken memuji sikap dewasa Ranmaru meskipun ia masih sangat muda. Dibandingkan dengan dirinya sendiri, ia merasa tidak memiliki semangat dan kekuatan seperti Ranmaru. Natsu yang mendengar penyesalan dan perasaan bersalah Ken menghiburnya. 
Nobunaga memasuki Omi setelah meninggalkan ibukota menuju Usayama.
Di dalam puri, Nobunaga memerintahkan untuk membawa Yoshinari ke hadapannya. Anak buahnya kemudian membawakan pakaian perang milik Yoshinari beserta tombaknya. Nobunaga memandangi pakaian tersebut dengan sedih. Ken menghadap Nobunaga sambil membawa baki berisi makanan.
Nobunaga sedikit tersenyum melihat Ken. Ia sedikit terhibur karena Ken aman. Ken menjawab dengan sedih. Nobunaga bertanya hidangan apa yang dibawa Ken. Saat mengangkat wajahnya, terlihat air mata Ken mengalir di pipinya. “Royal style thrush. Hidangan yang Yoshinari-san inginkan sebelum kematiannya,” ucap Ken. Nobunaga terkejut mendengar perkataan Ken. Ia bertanya apakah Yoshinari memakannya? Ken menjawab Yoshinari tidak memiliki waktu untuk mencobanya. “Saus ini, bukan sup ini dibuat dengan kacang ini,” ucap Ken sambil menunjukkan beberapa biji kakao yang masih mentah pada Nobunaga.
Nobunaga terkejut melihat biji kakao tersebut. Ia teringat saat dirinya memberikan biji itu pada Yoshinari dan percakapan mereka saat itu. “Apakah dia berharap menggunakan kacang tersebut sebagai bahan masakan?” tanya Nobunaga. Ken menjawab iya dengan mantap. Nobunaga memerintahkan Ken untuk membagi makanan tersebut menjadi dua bagian, satu untuknya dan satu untuk Yoshinari. Ken mengerti perintah Nobunaga.
Nobunaga mencoba hidangan yang sudah disiapkan Ken di hadapannya. Ia berkata rasanya aneh.
“Gaya kerajaan, di negara yang disebut Perancis adalah hidangan klasik untuk Raja. Kerajaan berarti Raja dan keluarga Raja. Bukankah Yoshinari berharap agar kacang ini rasa akhir dunia karena ia berharap pemimpin akan menuntun mereka?” jelas Ken. Nobunaga memandang lurus ke meja yang dipersiapkan untuk Yoshinari. Ia membayangkan Yoshinari duduk dan makan hidangan tersebut bersama-sama dengannya. “Kau bodoh Yoshinari. Jika kau akan mati, maka kau seharusnya meninggal setelah mengetahui rasa hidangan ini,” ucap Nobunaga. Ia kemudian berdiri, mengambil piring yang diberikan untuk Yoshinari dan dibawanya keluar. Setelah di luar, piring tersebut dilemparkannya sambil berkata,” Masih ada lagi. Ada banyak lagi! Yoshinari!” ucap Nobunaga yang sudah tidak bisa menyembunyikan kepedihannya. Iapun meneteskan air matanya untuk Yoshinari. Setelah berhasil menguasai emosinya, Nobunaga segera memerintahkan semua pasukannya untuk mengepung Mt. Hiei dan memusnahkan Azai-Asakura.
Tentara Nobunaga dan Azai-Asakura kembali terlibat perang yang berlarut-larut di sekitar Mt. Hiei. Sementara itu, Ishiyama Hongan-ji menyebabkan kerusuhan di antara para pengikutnya.
 
Di kuil Ishiyama Hongan-ji, Youko tengah mempersiapkan sebuah kudapan bagi Kennyo. Ia membuat Pates de Fruits. Kennyo yang melihat kesibukan Youko mendekatinya dan ingin mencoba makanan tersebut. Setelah mencicipinya, Kennyo memuji makanannya enak. Youko berterimakasih mendengar pujian dari Kennyo, namun wajahnya tampak tidak bergembira.
Hideyoshi melaporkan pada Nobunaga bahwa pasukan mereka telah datang memberikan bantuan untuk mengalahkan musuh. Ia kemudian menyampaikan gagasannya untuk melawan pasukan Azai-Asakura.
“Bagaimana jika menggunakan taktik kelaparan untuk Azai-Asakura di Mt. Hiei? Atau menangkap Ishiyama Hongan-ji yang tengah lengah melawan faksi Miyoshi? Atau….”
Nobunaga diam saja mendengar usul Hideyoshi. Ia menjawab akan memikirkan strategi yang akan ia lakukan, namun saat ini Nobunaga merasa Hideyoshi belum pantas untuk mengusulkan strategi. Ia malah meminta agar Hideyoshi menyapu daun-daun kering di kebun. Meskipun kecewa dengan respon Nobunaga, Saru mengiyakan perintah Nobunaga dan meninggalkannya sendiri.
Nobunaga duduk menghadapi irori (perapian yang digunakan sebagai pemanas ruangan) sambil menuliskan pemikirannya menggunakan abu bekas kayu bakar yang ada di dalamnya. Setelah menulis, ia mendapatkan sebuah ide.
Untuk menemukan jalan keluar dari kesulitan… untuk menyerang pada usaha sendiri.
Nobunaga berjalan bersama para pengikutnya. Tiba-tiba Ken berlari menyongsong Nobunaga dan bertanya apakah ia dipanggil Nobunaga. Nobunaga memerintahkan Ken agar menunggu di situ sebab shogun akan segera datang.
Shogun Ashikaga datang marah-marah karena ia dipanggil untuk datang ke tempat Nobunaga. Semua anak buah Nobunaga menghormat pada shogun. Tiba-tiba Nobunaga berdiri dan mendekati shogun Ashikaga. Shogun Ashikaga ketakutan melihat Nobunaga yang berjalan mendekatinya. Ia takut jika Nobunaga menyerangnya. Yang terjadi justru sebaliknya. Nobunaga berlutut di hadapan Shogun dan membuat semua orang terkejut. Shogun Ashikaga merasa ini bukan hal baik karena tidak biasanya Nobunaga melakukan hal ini. “Dengan kekuatan Anda, saya ingin mendapatkan perintah kekaisaran dari Kaisar di pengadilan kekaisaran,” ucap Nobunaga menjelaskan sikapnya yang tiba-tiba menghormat shogun Ashikaga.
“Kau ingin aku mengatur perundingan perdamaian dengan Ishiyama Hongan-ji?” tanya shogun Ashikaga.
Nobunaga membenarkan. “Dalam situasi ini kau akhirnya mengetahui posisimu. Benar bukan, Nobunaga? Aku tidak akan mengesampingkan urusan ini. Tentu saja jika kau mempercayakan padaku dengan membandingkan posisimu,” kata shogun Ashikaga bangga sambil merendahkan Nobunaga.
“Bukan. Aku ingin menyelesaikannya dengan sebuah lomba,” kata Nobunaga.
“Lomba?”
“Benar. Biarkan kaisar menentukan hasilnya dan yang kalah menerima kemenangan pihak pemenang. Itulah yang saya pikirkan.”
Hideyoshi kagum dengan hasil pemikiran Nobunaga yang selalu out of the box.
Shogun Ashikaga tertarik dengan ide Nobunaga. Ia bertanya lomba seperti apa yang ingin dilakukan Nobunaga? Menggunakan busur, pedang atau sumo?
“Memasak,” jawab Nobunaga mantap.
Ken yang juga mengikuti pembicaraan mereka kaget dengan ide yang diusulkan Nobunaga. Ia akan melakukan kompetisi masak di depan kaisar dan melawan koki dari Ishiyama Hongan-ji, yang berarti adalah Youko.
Bersambung..
Farewell Mori Yoshinari. Ia mendedikasikan hidupnya untuk membuat mimpi Nobunaga tercapai. Sekalipun Ken berusaha menghalanginya, ia tidak merubah keputusannya. Nobunaga benar-benar terpukul kehilangan salah satu tangan kanan sekaligus sahabatnya tersebut. Pertemuan Ken dengan Youko belum menjawab misteri mengapa Ken bisa berada di periode Sengoko. Akankah Youko benar-benar menepati janjinya saat mereka bertemu kembali nanti, dalam perlombaan memasak? Yosh, tinggal satu episode tersisa. 
Thanks to : D-Addict & doramax264
Written by Yohana [FB | Twitter]
Captured Image by  +ari airi [Twitter]
Only posted on pelangidrama.net
DON’T REPOST TO OTHER SITE!!!
Don’t ask next episode, ok!

[Sinopsis J-Drama] Nobunaga no Chef Episode 7

 Sinopsis Nobunaga no Chef Episode 7

Setelah memenangkan peperangan melawan Azai Nagasama, kini Nobunaga bersiap untuk mengambil kuil Ishiyama Hongan-ji. Untuk memenangkan peperangan melawan prajurit yang dimiliki Ishiyama Hongan-ji, Nobunaga mengutus Yoshinari untuk membeli senjata beserta bubuk mesiu ke Sakai. Ia juga memerintahkan Ken untuk ikut serta dalam rombongan Yoshinari. Ia ingin Ken menggunakan kemampuannya untuk membujuk para Nayushu agar menjual seluruh senjata pada Nobunaga. Sementara itu, biksu kepala kuil Ishiyama Hongan-ji memiliki seorang koki wanita yang berasal dari zaman yang sama dengan Ken. Apakah keduanya akan bertemu?

~ Sinopsis Nobunaga no Chef episode 7 ~

Ken, Inoue dan Natsu berjalan menuju tempat Nobunaga berada. Inoue membawa baki berisi paon sambil memuji paon buatannya pasti enak. Natsu tidak terima dengan ucapan Inoue, karena paon tersebut dibuat Ken. Ia berusaha merebut paon yang dibawa Inoue. Inoue tetap ngotot karena dirinya menambahkan selai kacang merah dalam paon yang dibuat Ken. Ken hanya tertawa memandang keduanya.

Keduanya masuk ke tempat dimana Nobunaga berada. Di saat yang sama, Nobunaga hendak mencoba senapannya. Inoue yang berdiri berhadapan kaget dan langsung jatuh. Natsu dengan sigap menangkap baki berisi paon yang dijatuhkan Inoue. Ken yang berjalan belakangan juga kaget melihat Nobunaga, terlebih Nobunaga terlihat hendak menembaknya. Nobunaga bersiap menarik pelatuknya. Ken hanya bisa menutup matanya. Ternyata Nobunaga menembak papan sasaran yang digantung di samping Ken berdiri.

Nobunaga tidak terpengaruh dengan ketakutan Inoue, Natsu dan Ken. Ia memuji senjata buatan Sakai yang memang terkenal paling baik seantero Jepang. Ia kemudian mendekati Natsu dan menanyakan apa yang dibawanya. Inoue buru-buru bangun dan merebut baki dari tangan Natsu. Inoue segera mengatakan makanan tersebut buatannya. Belum sempat Inoue menjelaskan, Natsu segera mengatakan jika makanan yang dibawa Inoue adalah anpaon (roti isi selai kacang merah) buatan Ken. Nobunaga bertanya, apakah paon ini yang membuat para nayushu menyerah? Ken menjelaskan bahwa makanan ini merupakan makanan pokok bagi Barat. Ia mengisinya dengan kacang adzuki yang direbus dalam amakazura-sen hingga jadilah anpaon ini.

Amakazura-sen direbus dalam getah ivy. Hal ini juga ditulis dalam “The Pillow Book” dan dikenal sebagai pemanis di zaman kuno.

 

Ken mempersilahkan Nobunaga untuk mencoba anpaon buatannya. Nobunaga mencoba dan mengatakan rasanya sedikit lembut. Mendengar komentar Nobunaga, Ken berseloroh Nobunaga ternyata tidak segarang penampilannya karena menyukai makanan yang manis, haha. Mendengar perkataan Ken, Inoue segera memarahi Ken yang bersikap tidak sopan pada Nobunaga. Ken sadar dan kaget dengan apa yang baru saja ia ucapkan. Ia buru-buru minta maaf dan memberi saran jika makanannya akan lebih enak jika ditambah gula. Nobunaga teringat jika di kediaman shogun banyak disediakan gula. Ia berkata akan memesan pada Mitsuhide untuk membawakannya. Ken kaget saat Nobunaga menyebut nama Mitsuhide. Ia memastikan apa yang dimaksud Nobunaga adalah Akechi Mitsuhide? 

Saat ini, Akechi Mitsuhide adalah bawahan Nobunaga. Sementara ini ia seolah-olah menjadi pengikut shogun Ashikaga Yoshiaki. Bisa dikatakan bahwa ia adalah orang yang berasal dari klan Oda yang dipindah ke tempat Shogun dan bertugas untuk mengkoordinasikan komunikasi.

 

Ken teringat dengan tragedi yang akan menimpa Nobunaga di masa depan. “Oda Nobunaga, Anda akan dibunuh oleh Akechi Mitsuhide dalam insiden Honno-ji.”

Nobunaga heran mengapa Ken kaget mendengar nama Mitsuhide. Ken buru-buru berkata tidak apa-apa. Nobunaga lalu kembali menikmati anpaonnya.

Di kuil Ishiyama Hongan-ji, biksu kepala sedang membaca surat yang dikirimkan Nobunaga padanya.
“Dia seorang pria keras kepala. Aku ingin tahu apakah dia benar-benar berpikir bahwa aku akan mengosongkan kuil ini untuknya,” ucap biksu kepala sambil menyobek surat yang telah ia baca.

Pada saat itu, Ishiyama Hongan-ji dipimpin oleh Kennyo, seorang yang memiliki kekayaan aset dan kekuatan setara dengan daimyo yang berubah menjadi sebuah kekuatan besar di periode negara-negara. Untuk Nobunaga yang ingin menyatukan negara, hal ini merupakan sebuah halangan besar.

 

Youko yang duduk di depan Kennyo tidak terpengaruh dengan apa yang dilakukan Kennyo saat ini. Ia teringat saat Kennyo mengatakan padanya tentang rahasia Nobunaga mengalahkan para musuhnya dengan masakan. Koki Nobunaga yang membuat masakan yang tidak berasal dari masa ini, bernama Ken.

Saat Kennyo memanggil Youko, ia tidak mendengar karena sedang memikirkan apa yang dikatakan Kennyo tentang koki Nobunaga. Kennyo bertanya pada dirinya, apa yang ia ketahui lagi tentang masa depan. Kennyo berkata jika hidup Nobunaga tidak lama lagi. “Bukankah itu yang pernah dikatakan Youko padanya,” tanya Kennyo mengintimidasi. Youko mengiyakan pelan. Tidak puas, Kennyo membentak Youko dan bertanya siapa yang akan membunuh Nobunaga. Akhirnya Youko mengatakan Akechi Mitsuhide-lah yang akan membunuh Nobunaga. Kennyo heran sebab Mitsuhide merupakan pengikut Nobunaga yang loyal, namun isi hati siapa yang tahu. Ia merasa tidak sia-sia percaya pada Youko dan ia akan mencari cara agar Mitsuhide bisa menjadi alatnya.

Akechi Mitsuhide mengunjungi kediaman shogun Ashikaga Yoshiaki dan berkata ia menerima pesan dari Nobunaga untuk meminta gula dari kediaman shogun. Shogun heran, mengapa Nobunaga meminta gula. Mitsuhide berkata ia tidak tahu pasti, namun yang ia dengar gula tersebut dipakai sebagai bahan untuk anpaon manis. Shogun bertanya apakah makanan tersebut buatan Ken? Mitsuhide membenarkan. Shogun Ashikaga berkata bagaimana jika ia menolak memberi gula? Mitsuhide berusaha membujuk shogun, bukankah shogun sudah mengetahui temperamen Nobunaga. Jika menolak memberikannya ia takut Nobunaga akan berfikir lain. Tampaknya shogun tetap pada keputusannya menolak permintaan Nobunaga. Mitsuhide kemudian menekan shogun Ashikaga dengan mengatakan jika akhir-akhir ini ia mendengar rumor tentang gerakan mencurigakan dari faksi Miyoshi dan Ishiyama Hongan-ji yang menentang Nobunaga. Ia bertanya apakah shogun juga mengetahuinya?

Fraksi Miyoshi dikenal juga sebagai tiga serangkai Miyoshi. Dimulai dari wilayah Awa, yang merupakan keluarga dengan banyak kekuasaan di seluruh wilayah di sekitar ibukota. Shogun Ashikaga Yoshiaki memiliki hubungan yang tidak ia inginkan dengan Nobunaga. Jika ia menjadi anti-Nobunaga, tanpa pandang bulu ia akan bergandengan tangan dengan siapa pun. Bukan hanya dengan faksi Miyoshi, namun juga bergabung dengan Ishiyama Hongan-ji merencanakan penggulingan Nobunaga.

 

Shogun Ashikaga marah mendengar pertanyaan Mitsuhide. Ia membuang semua biji igo yang ada dihadapannya dan berkata jika ia tidak tahu apa-apa dan tidak pernah mendengarnya. Mitsuhide bersikap biasa saja. Ia berkata tidak masalah, namun ia merasa heran melihat Kennyo-dono khusus datang ke Puri Nijo-jo, apa tujuannya? Shogun Ashikaga tidak bisa menjawab pertanyaan Mitsuhide. Ia tergagap saat berusaha menjawab. Saat itu, Kennyo keluar dari ruangan sebelah dan meminta waktu untuk berbicara dengan Mitsuhide. Shogun Ashikaga mempersilahkan.

Natsu sedang membuat sebuah tombak. Ken keluar dan melihat Ranmaru menunggui Natsu yang sedang bekerja. Ia kemudian menegur Ranmaru agar tidak mengganggu Natsu. Ranmaru marah mendengar teguran Ken. Ia tidak menganggu Natsu, justru malah membantunya sambil mendekati Ken dan menunjukkan alat yang ia pegang. Ken kemudian minta maaf.

Anak ini, Mori Ranmaru akan melayani Nobunaga hingga akhir dalam insiden Honno-ji. Sampai akhir? Apa yang akan aku lakukan pada saat itu? Apa aku berada di sisi Oda Nobunaga?

 

Ranmaru heran melihat Ken yang diam saja melihatnya. Ia bertanya kenapa Ken diam melihatnya. Ken berkata tidak apa-apa. Ia mengalihkan perhatian dan bertanya pada Natsu apakah yang sedang dibuatnya merupakan pedang untuk Nobunaga? Ranmaru ganti mengejek Ken. Ia mengatakan Natsu sedang membuatkan tombak panjang untuk ayahnya. Ken heran, tombak panjang untuk Yoshinari?

Natsu menjelaskan mereka menyebutnya tombak panjang karena panjangnya 2 shaku tombak panjang biasa. Selain kekuatan menusuk, dengan memegangnya menunjukkan keberanianmu dan memiliki tujuan untuk membuat pihak lawan kehilangan semangat bertempur. Ken bergumam, 2 shaku sekitar 60 cm kan? Apakah tidak terlalu panjang dan berat jika itu hanya ujung tombak? Natsu berkata pemegang tombak tersebut haruslah seorang yang ahli yang memiliki kekuatan yang luar biasa dan teknik. Ranmaru menegaskan dengan kata lain yang bisa memakai tombak tersebut hanya ayahnya.

Yoshinari mencoba tombak yang baru saja dibuat Natsu. Ia ingin agar Natsu membuatnya sedikit lebih lama karena ia tidak terburu-buru memakainya sambil menyerahkan kembali tombaknya. Ia menjelaskan bahwa dirinya akan segera pergi ke Omi. Nobunaga memerintahkannya untuk membangun sebuah benteng di Usayama di Omi, namun ia dimarahi karena pembangunannya berjalan lambat. Ia akan ke sana untuk memecat semua orang.

Usayama di Omi adalah jalan utama yang menghubungkan Gifu dan ibukota. Terletak di antara wilayah lawan-lawan Nobunaga, pasukan sekutu Azai Asakura dan Enryaku-ji, yang dikatakan menjadi kendala terbesar. Untuk menjamin jalan ke ibukota, Nobunaga menyerahkan pembangunan benteng pada pengikutnya yang ia percaya Mori Yoshinari.

Natsu mengatakan akan membutuhkan waktu beberapa lama untuk menyelesaikan tombak tersebut. Yoshinari tidak keberatan dengan hal itu. Ia berkata akan melindungi benteng Oyakata-sama dengan tombak tersebut. Maka ia meminta Natsu untuk membuat tombak yang terbaik untuknya.

Shogun Ashikaga mengintip dari ruangan di samping untuk mencuri dengar apa yang dibicarakan Kennyo dan Mitsuhide. Mitsuhide menanyakan apa maksud kedatangan Kennyo? Apakah ia akan menjawab surat yang dikirimkan Nobunaga padanya? Apakah ia akan mengosongkan kuil Ishiyama Hongan-ji? Kennyo berkata ia tidak berniat melakukan hal itu. Mitsuhide berkata jika ia tidak berniat melakukannya maka tidak ada gunanya ia berada di sana. Mitsuhide hendak bangkit, namun Kennyo menghalanginya. Ia meminta Mitsuhide mencoba omogashi (hidangan manis) yang dibuat oleh kokinya.

Youko keluar membawa baki berisi omogashi. Setelah meletakkan baki di hadapan Kennyo dan Mitsuhide, ia menjelaskan nama makanan tersebut adalah “Pets de Nonne“. Makanan manis yang namanya berarti “the fart of a nun“. “Kentut?” tanya Mitsuhide heran. Youko menjelaskan nama tersebut muncul karena menurut cerita seorang biarawati dari sebuah biara di Perancis membuat makanan tersebut saat kentut. Karena malu ia tidak sengaja menjatuhkan adonan ke dalam minyak. Mitsuhide mencobanya. Setelah satu gigitan, ia berkomentar jika ia tidak pernah merasakan makanan seperti ini sebelumnya. Sedikit manis di luar dan lembut di dalam, lezat. Kennyo berkata ia dengar Nobunaga juga memiliki seorang koki yang membuat makanan aneh. Mitsuhide membenarkan, namanya Ken. Youko berusaha menutupi kekagetannya. Ia segera menunduk dan tidak mau menatap mata Mitsuhde. Mitsuhide menanyakan namanya dan dijawab Kennyo, namanya Youko.

Ken mencoba menghubungkan semua ingatannya tentang Youko. Saat mereka berada di dapur restoran, ketika Youko memuji masakannya, anting berlian serta saat Youko mematut bajunya di depan kaca. Ken bertanya-tanya, siapa sebenarnya Youko. Apakah dia kekasihnya? Tiba-tiba Natsu sudah berdiri di depan pintu. Wajahnya terlihat khawatir memandang Ken. Ken buru-buru berdiri dan memanggil Natsu. Natsu menutup pintu dan mengubah mimik wajahnya dan kembali bersikap ceria. Ia beralasan tiba-tiba lapar. Ken mengatakan akan membuatkan makanan untuk Natsu. Namun keduanya terlihat canggung.

Tiba-tiba terdengar suara dari luar. Keduanya keluar, melihat siapa yang datang. Ternyata Kogane Hamannosuke, seorang pengikut Kitabatake Tomonori dari Ise yang mencari Ken. Ia datang menyerahkan barang dari tuannya untuk Nobunaga. Natsu kagum melihat lobster yang dibawa oleh Kogane. Lobster-lobster tersebut masih hidup. Kogane berkata tentu saja, ia membawanya dari Ise tanpa tidur, haha. Ia menunjukkan dan memuji lobster yang dibawanya bagus. Ia berkata menangkap lobster tersebut menggunakan tombak. Ken heran mendengarnya. Melihat keheranan Ken, Kogane merasa Ken tertarik dan menawarkan akan mengajarkan Ken tekniknya. Setelah menyerahkan bawaannya, ia segera pergi. Natsu tersenyum kagum melihat kepergian Kogane.

Kennyo berkata ia diberi gula oleh shogun untuk membuat omogashi. Mitsuhide menebak kemana arah pembicaraan Kennyo yang tiba-tiba mengatakan tentang gula, shogun, ‘fart of a nun‘. Tanpa basa basi, Mitsuhide mengatakan rumor yang telah ia dengar tentang faksi Miyoshi yang mempersiapkan pasukan. Selain itu, mereka juga membangun benteng di sekitar kuil Ishiyama Hongan-ji serta hubungannya dengan shogun Ashikaga Yoshiaki. “Bukankah orang yang berada di balik semua ini adalah Kennyo-dono?” ungkap Mitsuhide. Kennyo berusaha mengambil hati Mitsuhide dengan mengatakan tidak ingin bermusuhan dengannya. Ia bahkan mengatakan jika Youko bisa melihat masa depan di mana Mitsuhide akan mengkhianati dan membunuh Oda Nobunaga. Kennyo membujuk Mitsuhide untuk mau bekerjasama dengannya. Mitsuhide tertawa terbahak-bahak menahan amarahnya. Ia merasa tidak ada gunanya berbicara dengan Kennyo dan pergi meninggalkannya.

Di purinya, Nobunaga mendengar informasi jika faksi Miyoshi mempersiapkan pasukan di Settsu.

 

Ken memasak lobster yang dikirimkan oleh pengikut Kitabatake Tomonori dari Ise. Ia menamakan masakannya Ise lobster and rice salad. Ken heran, tidak biasanya Natsu diam saja jika melihat dirinya memasak. Tiba-tiba Natsu bertanya darimana keahlian memasak Ken. Jika dilihat dari bentuk dan rasanya seperti tidak berasal dari masa ini. Natsu berterus terang, ia takut suatu hari Ken akan pergi meninggalkannya dan kembali ke dunianya yang sebenarnya. Ia mulai merasa tidak aman dan menanyakan apakah Ken mengingat di mana ia bisa kembali ke jamannya? Ken mengatakan ia tidak mengingat apapun. Natsu masih tidak percaya, lalu bagaimana dengan perempuan yang selalu diingat Ken. Ken jujur berkata ia hanya sedikit mengingatnya. Yang ia tahu namanya Youko dan mereka bekerja bersama-sama.

Natsu dan Ken duduk bersama. Natsu mencoba memulai pembicaraan tentang ajakan Ken untuk tinggal bersama. Ia merasa tidak mungkin mereka melakukannya. Ken heran, mengapa Natsu menolaknya. Natsu berkata Ken tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan dalam hidupnya. Jika suatu hari ia mengingat semua ingatannya, bukan tidak mungkin Ken akan kembali ke masa seharusnya ia hidup. Mendengar perkataan Natsu, Ken langsung berdiri dan memegang bahu Natsu sambil berjanji bahwa dirinya akan bersama Natsu selamanya.

Tiba-tiba koki Inoue berlari sambil berteriak perang telah dimulai. Ia meminta Ken untuk melayani Nobunaga di medan perang dengan kemampuannya memasak. Sedangkan dirinya akan menjaga puri saat semuanya pergi berperang. Natsu berkata ia harus segara menyelesaikan tombak milik Yoshinari. Setelah meminta Ken ikut bersama rombongan Nobunaga, Inoue berdoa agar Ken tidak kembali ke puri namun jangan buat Ken terbunuh (hahaha, ketauan maksudnya nyuruh Ken ikut Nobunaga).

Di kuil Ishiyama Hongan-ji, Kennyo marah pada Youko karena apa yang dikatakannya tidak benar. Ia berasumsi Mitsuhide tidak akan mengkhianati Nobunaga. Youko beralasan hal ini belum berakhir. Kennyo berusaha menerima alasan Youko. Ia kemudian mengubah topik pembicaraan mereka dengan menanyakan tentang Ken. Ia bertanya apakah Youko mengenal dan tahu tentang Ken? Youko menjawab tidak. Kennyo tidak percaya dengan jawaban Youko. Ia menuduh Youko berbohong. Youko membela diri dan mengatakan dirinya tidak berbohong. Kennyo mengingatkan Youko, siapa yang telah menolongnya dari tangan penjahat?

Flashback
Youko baru saja datang ke masa Sengoku. Ia masih mengenakan pakaian dari jaman Heisei. Ia langsung menjadi perhatian para penjahat yang akan berbuat kurang ajar padanya. Untunglah di saat yang tepat, Kennyo lewat dan berhasil menolong Youko. Flashback end.

Kennyo kembali bertanya pada Youko, siapa yang telah menyelamatkan hidupnya? Youko menjawab Kennyo-dono sambil gemetar mengingat apa yang dialaminya saat itu. Kennyo senang mendengar jawaban Youko. Ia mengingatkan Youko jika saat itu ia tidak menyelamatkan hidup Youko, mungkin ia sudah diperkosa dan dibunuh. Maka sekarang jika Youko berani membohongi atau mengkhianatinya, maka ia tidak segan mengirim Youko kembali ke pegunungan di mana ia bertemu Youko pertama kali. Youko berjanji tidak akan melakukan hal itu.

Nobunaga sudah memimpin prajuritnya berangkat menyerang faksi Miyoshi. Ken terlihat di antara para prajurit Nobunaga, dengan menggendong kuali. Sementara itu, Natsu terlihat sibuk menyelesaikan tombak pesanan Yoshinari.

Tentara Nobunaga melanjutkan perjalanan untuk menundukkan faksi Miyoshi yang telah mengumpulkan pasukan di Noda-Fukushima. Nobunaga mampir ke ibukota dalam perjalanan dari Gifu ke Osaka.

 

Sesampainya Nobunaga di Honno-ji, Mitsuhide segera menyambutnya. Ia bertanya apakah Nobunaga akan tinggal di Honno-ji selama berada di ibukota? Ken kaget mengetahui ia berada di Honno-ji, tempat di mana Nobunaga meninggal. Tempat di mana ia dibunuh Akechi Mitsuhide. Nobunaga segera memerintahkan Ken untuk langsung memasak makanan sebagai hidangan terimakasih bagi Mitsuhide. Ken mengulangi perkataan Nobunaga, hidangan untuk Mitsuhide? Nobunaga membenarkan dan segera masuk ke dalam.

“Aku harus memasak di sini, di Honno-ji? Hidangan untuk Oda Nobunaga dan Akechi Mitsuhide?”

 

Ken masih bingung saat Mitsuhide memandangnya. Ia tersenyum dan berkata akan memandu Ken ke dapur. Ken hanya bisa mengiyakan perkataan Mitsuhide. Mitsuhide berkata ia pernah mendengar tentang Ken dan kinerja Ken melayani Nobunaga selama berada di Gifu. Mitsuhide meminta agar Ken melakukan yang terbaik mulai sekarang. Ken tidak banyak bicara. Ia hanya mengiyakan semua perkataan Mitsuhide. Merasa Ken takut dengannya, Mitsuhide bertanya apakah dirinya menakutkan bagi Ken? Ken mengatakan ia tidak takut. Mitsuhide sepertinya bisa menerima jawaban Ken.


Setelah berada di dapur, Ken mencoba mengingat insiden Honno-ji. Ia berharap insiden tersebut akan terjadi untuk waktu yang masih lama. Ken mengingat insiden tersebut tercatat dalam sejarah terjadi di tahun 1582, namun Ken ragu apakah peristiwa tersebut benar-benar masih jauh? Ia ingat, sejarah yang tertulis belum tentu benar. Kadang ada kesalahan perhitungan atau bahkan pemalsuan. Ia benar-benar khawatir, bagaimana jika sekarang insiden Honno-ji akan terjadi.

Ranmaru mendengar apa yang sedang diucapkan Ken tentang insiden Honno-ji. Ken kaget melihat Ranmaru berada di sana. Ia bertanya apa yang sedang dilakukan Ranmaru? Ranmaru berkata ia ikut membantu Oyakata-sama dalam perang ini.

Ken semakin khawatir sebab semua orang yang terlibat dalam insiden Honno-ji berada di tempat yang sama. Ia merasa insiden ini akan segera terjadi. Ken bingung, apa yang harus ia lakukan? Nobunaga akan dibunuh oleh Akechi Mitsuhide. Ken tidak ingin membiarkan Nobunaga terbunuh. Ia memutuskan akan membuat hidangan yang akan memperdalam ikatan persahabatan antara Nobunaga dan Mitsuhide.

Nobunaga dan Mitsuhide sedang berada di sebuah ruangan. Mitsuhide sedang menyiapkan teh untuk Nobunaga sambil menyampaikan apa yang dilakukan oleh shogun di belakang Nobunaga. Nobunaga bertanya apakah shogun berada di balik pemberontakan yang dilakukan faksi Miyoshi? Mitsuhide membenarkannya. Ia bertanya apa yang harus mereka lakukan? Nobunaga mengatakan untuk membiarkan shogun melakukan apa yang ia lakukan. Ia merasa suatu saat mereka akan memanfaatkan keadaan ini. Mitsuhide mengiyakan perkataan Nobunaga, namun wajahnya menunjukkan sebaliknya. Mitsuhide kemudian menceritakan bagaimana Kennyo berusaha membujuknya agar mau bekerjasama dengan mereka dengan menjadi musuh Nobunaga dan imbalan yang akan ia peroleh adalah menjadi pemimpin negara. Nobunaga hanya tertawa mendengar penuturan Mitsuhide. Mitsuhide tersenyum memandang Nobunaga, namun senyumannya hanya sesaat dan berubah.

Ken masih bingung, masakan seperti apa yang akan ia hidangkan. Hidangan yang bisa mereka nikmati bersama. Tiba-tiba matanya tertumbuk pada sebuah panci yang ada di dapur. Akhirnya ia mendapatkan ide untuk membuat hidangan yang akan menghentikan insiden Honno-ji.

Ken menghidangkan hasil masakannya pada Nobunaga dan Mitsuhide yang sudah menunggu. Ia segera menyajikan dan menjelaskan apa yang ia masak. “Ini adalah kiritanpo nabe (kiritanpo Japan hotplate). Sebuah hidangan dari wilayah Tohoku, beras yang dililit dalam sebuah tusuk sate cedar Jepang dan dipanggang. Dinamakan seperti itu karena mereka terlihat seperti tombak empuk (tanpo-yari). Daging digunakan sebagai pengganti ikan.”

Mitsuhide heran, apakah mereka akan makan langsung dari panci? Ken mengiyakan. Nobunaga bertanya bagaimana dengan porsi Mitsuhide? Ken mengatakan mereka berdua bisa makan bersama-sama dengan satu panci. Mitsuhide tidak setuju dengan ide Ken. Ia merasa tidak bisa melakukan hal kasar seperti itu.

Sebuah panci menjadi hal yang suci sejak zaman kuno dan menggunakan sumpit mereka sendiri ke dalam sebuah panci adalah sesuatu yang tidak pernah terpikirkan. Pada masa itu ada hirarki yang ketat dalam masyarakat samurai, dimana peralatan makan, meja makan dan waktu makan diatur sesuai tingkatannya.

 

Ken menjelaskan, di tempatnya orang-orang yang memiliki hubungan dekat makan dari panci yang sama. Keluarga, teman bahkan rekan kerja. Selain itu, makan dengan cara seperti ini akan memperdalam persahabatan dan memperkuat ikatan. Nobunaga sepakat dengan apa yang disampaikan Ken. Mitsuhide berusaha menolak namun Nobunaga mengatakan hidangan ini disajikan untuk menghargainya. Ia mengajak Mitsuhide makan bersama-sama. Mitsuhide terperangah tidak percaya dengan apa yang baru saja dikatakan tuannya. Ia semakin kaget saat Nobunaga sendiri yang akan mengambilkan porsinya. Mitsuhide terlihat tidak nyaman melihat Nobunaga melayaninya.
“Mitsuhide, aku mengharapkanmu mulai saat ini,” ucap Nobunaga sambil menyerahkan mangkuk pada Mitsuhide.
“Saya tidak layak menerima pujian Anda,” jawab Mitsuhide sambil membungkuk. Ken memandang keduanya dan bersyukur bahwa melalui hidangannya mereka tidak akan membunuh satu sama lain, insiden Honno-ji tidak akan terjadi.

Setelah keduanya makan, Mitsuhide menemui Ken karena membuat hidangan yang harus dimakan bersama Nobunaga. Ia menghunuskan katananya ke leher Ken. Ken beralasan ia ingin keduanya menikmati makanannya bersama-sama. Mitsuhide bisa menebak maksud Ken. Ia tahu Ken khawatir jika ia akan menghianati dan membunuh Nobunaga karena wanita pelayan Kennyo bisa melihatnya. Ken bingung dengan apa yang dikatakan Misuhide. Mitsuhide berkata ia menikmati Pets de nonne, fart of a nun yang lezat manis, yang dihidangkan oleh pelayan wanita Kennyo dari Ishiyama Hongan-ji. Mitsuhide bertanya pada Ken, mungkinkah perempuan itu juga berasal dari masa Heisei karena getarannya sama seperti Ken? “Akankah Akechi Mitsuhide membunuh Nobunaga-sama dan memerintah negara? Apakah aku akan menjadi seorang penguasa?” tanya Mitsuhide. Ken menjawab dalam hati bahwa Mitsuhide akan menjadi seorang penguasa dalam waktu tiga hari. Namun ia tidak akan mengatakannya pada Mitsuhide. Mitsuhide mengerti Ken tidak akan menjawab pertanyaannya. Ia menyarungkan kembali katananya dan berkata sekarang ia justru tertarik dengan Ken dan Youko.

Natsu menyusul Nobunaga ke Honno-ji sambil membawa tombak milik Yoshinari. Ia ingin membuat Ken terkejut. Di depan pintu ia mendengar Mitsuhide berbicara dengan Ken tentang perjalanan waktu.
“Menurut investigasiku, fenomena perjalanan waktu terjadi di masa lalu. Bukankah itu yang kau maksud dengan time slip?” kata Mitsuhide. Ken membenarkan. “Kau dan perempuan itu berasal dari Heisei, 400 tahun di masa depan.”
“Siapa namanya?” tanya Ken.
“Dia disebut Youko,” jawab Mitsuhide. Ken kaget mendengar nama Youko disebut. Ia teringat dengan ingatannya tentang Youko. Mitsuhide bertanya pada Ken, apakah ia mengetahui wanita bernama Youko itu? Ken berkata ia mengenalnya. Mereka berdua bekerja bersama sebagai koki di masa Heisei. Mitsuhide bertanya bagaimana hubungan keduanya?

Di kuil Ishiyama, Kennyo-dono sedang menerima informasi jika pasukan Oda Nobunaga tinggal di Honno-ji. Pembawa informasi tersebut bertanya apa yang akan dilakukan Kennyo selanjutnya. Kennyo berkata agar mereka tidak melakukan pergerakan terlebih dahulu. Youko yang berada di dekat Kennyo mendengar apa yang dibicarakan Kennyo dan anak buahnya tersebut. Ia memutuskan untuk berusaha menemui Ken.

Mitsuhide bercerita, Youko terlihat bingung mendengar nama Ken disebut. Mitsuhide bertanya pada Ken, bukankah Youko adalah istrinya? Ken terkejut mengetahui kebenarannya. Namun Mitsuhide segera memberitahu jika saat ini Youko merupakan wanita milik Kennyo. Ia menyindir Ken dan mengatakan setelah ia mengetahui kebenarannya menyakitkan bukan? Mitsuhide segera pergi dari dapur. Ia membuka pintu dan terlihat Natsu sudah berdiri di depannya. Ken kaget melihat Natsu yang terlihat cemburu.

Mitsuhide mendekati Natsu dan berkata jika esok subuh Oyakata-sama akan menuju ke Tennou-ji untuk menaklukkan faksi Miyoshi. Ia meminta agar tombak yang dibawa Natsu untuk Yoshinari ditunjukkan pada Nobunaga. Natsu mengiyakan. Sebelum benar-benar pergi, Mitsuhide berkata akan melakukan penyelidikan lebih lanjut tentang time slip atau sebagainya. Ia melakukannya hanya untuk kesenangannya pribadi dan meminta agar Ken bersikap ramah padanya.

Youko melarikan diri dari kuil Ishiyama Hongan-ji. Dengan berjalan mengendap-endap, ia berharap tidak ketahuan Kennyo. Namun sepertinya Kennyo-dono sengaja membiarkan Youko keluar. Youko menuju Honno-ji untuk menemui Ken.

Esok paginya, Natsu dan Ken menemui Nobunaga untuk menunjukkan tombak yang akan diberikan pada Yoshinari. Saat membuka selubung tombak, Nobunaga terkejut melihat panjang tombaknya. Ia bertanya pada Natsu apakah Yoshinari menginginkan ujung yang panjang seperti itu? Natsu mengiyakan. Ken teringat permintaan Yoshinari tempo hari pada Natsu saat ia mencoba tombaknya. Nobunaga berkomentar ini merupakan kebiasaan buruk Yoshinari, mempertaruhkan hidupnya terlalu banyak.

“Apakah Yoshinari mempertaruhkan hidupnya untuk melindungi mimpi Nobunaga menuju ke ibukota? Ujung tombak panjang menjadi bukti untuk hal itu.”

Nobunaga memerintahkan Ken dan Natsu untuk segera menuju ke Omi. Sedangkan dirinya akan mengunjungi puri Usayama setelah menundukkan faksi Miyoshi. Ia menitipkan pesan untuk Yoshinari untuk mempersiapkan perjamuan untuk kemenangan perang. Ken mengiyakan perintah Nobunaga. Ia menangkap pesan tersirat Nobunaga agar menghalangi keinginan Yoshinari yang telah siap untuk mati demi Nobunaga.

Youko sampai di depan Honno-ji. Di sana ia dihalangi oleh prajurit yang menjaga gerbang. Untungnya Mitsuhide muncul. Ia mengetahui tujuan Youko yang lari dari kediaman Kennyo menuju Honno-ji untuk bertemu dengan Ken. Sayangnya, Ken sudah berangkat menuju puri Usayama. Mendengar hal tersebut, Youko bergegas lari menyusul Ken setelah mengucapkan terimakasih.

Ken berjalan di depan Natsu yang membawa tombak. Ken menawarkan diri untuk membawakan tombak tersebut namun Natsu menolaknya meskipun sebenarnya ia kelelahan membawanya. Keduanya bersikap canggung setelah kejadian semalam.

Nobunaga menempatkan kemahnya di Tennou-ji untuk memulai serangan terhadap faksi Miyoshi. Namun formasi yang dibangunnya, entah itu nasib buruk atau kebetulan mengepung Ishiyama Hongan-ji.

 

Salah seorang prajurit Nobunaga melaporkan shogun Ashikaga Yoshiaki telah datang ke kemah mereka. Nobunaga menyambut kedatangan shogun dan sedikit menyindirnya karena kedatangan shogun membuktikan bahwa ia mengakui kekuasaan Nobunaga. Shogun Ashikaga Yoshiaki berusaha tenang di depan Nobunaga. Ia merasa Nobunaga sudah mengetahui jika ia berada di balik pemberontakan faksi Miyoshi. Namun ia tidak bisa menyembunyikan kegugupannya saat mendengar letusan senjata.

Pertempuran di benteng Noda-Fukushima adalah yang pertama di Jepang untuk memperkenalkan sejumlah besar senjata.

 

Nobunaga menyindir shogun Ashikaga yang kaget mendengar letusan senjata. Ia berkata agar shogun mau bersabar sedikit mendengar bunyi yang berisik tersebut karena ia akan segera menunjukkan pemusnahan faksi Miyoshi. Shogun pura-pura senang mendengar apa yang dikatakan Nobunaga. Namun ia bertanya-tanya, mengapa Kennyo tidak memulai pergerakan tentara Ishiyama Hongan-ji. Bukankah sekarang waktunya untuk membantu faksi Miyoshi dan menyerang kekejian Nobunaga?

Nobunaga mengetahui apa yang dipikirkan shogun Ashikaga. Namun belum sempat menegur ia dikejutkan dengan laporan bahwa ada seorang utusan rekonsiliasi dari faksi Miyoshi datang. Nobunaga memerintahkan untuk membunuh utusan tersebut. Ia beralasan pada shogun akan meninggalkan faksi Miyoshi di belakang maka ia memberikan perintah untuk membunuh utusan tersebut.

Saat itu, Ikko-Ikki (pemberontakan Buddha Jodo Shinshu) adalah ancaman terbesar bagi daimyo. Nobunaga berencana membongkar kuil utama mereka, Ishiyama Hongan-ji. Untuk Nobunaga ini adalah perang untuk memberitahukan pada Ishiyama Hongan-ji siapa penguasa sebenarnya.

 

Youko berjalan di dalam hutan mencari Ken. Ia teringat kejadian saat ia pertama kali datang ke masa sengoku ini, namun karena tekadnya yang besar menemukan Ken ia mengabaikannya. Di sisi lain hutan tersebut, Ken dan Natsu masih berjalan. Ken yang berjalan di depan menghampiri Natsu yang berjalan di belakangnya. Ia menanyakan kondisi Natsu. Natsu berkata ia baik-baik saja. Melihat jalan semakin gelap, Ken mengajak Natsu beristirahat sebentar di sana.

Ken dan Natsu membuat api unggun untuk mengusir dingin, sedangkan Youko masih berjalan, berusaha menemukan Ken. Ken membuat sesuatu untuk mengisi perut mereka. Natsu hanya memandang Ken, ia masih syok teringat pembicaraan Ken semalam dengan Mitsuhide. Youko berjalan dalam gelap. Ia tidak berhati-hati dan tergelincir jatuh. Ia berfikir apa yang akan ia lakukan jika bertemu dengan Ken? Saat ini mereka bertemu di masa sengoku, apa yang akan terjadi?

Makanan yang dibuat Ken siap dihidangkan. Seperti biasa Ken menjelaskan apa yang ia buat, marron glaces makanan yang manis dari barat. Ken mempersilahkan Natsu mencobanya dan bertanya bagaimana rasanya? Natsu menjawab lezat. Apapun yang dibuat Ken selalu lezat. Ken mengatakan karena mereka tidak memiliki gula atau amazura maka ia merebus sake dan mencampurnya dengan chesnut yang direbus. Sake mengandung gula dan jika merebusnya hingga batasnya maka akan berubah menjadi jus manis. Natsu hanya diam mendengarkan Ken berbicara. Melihat Natsu bersikap tidak seperti biasanya, Ken mengerti. Ia mengajak Natsu untuk menunggu di tempat itu hingga matahari muncul.

Shogun Ashikaga berdoa di hadapan Buddha agar Kennyo segera melakukan perlawanan terhadap Nobunaga. Saat ia berdoa, Nobunaga masuk ke tempatnya. Ia mendengar Nobunaga sedang berbicara pada anak buahnya tentang hasil pertempuran mereka. Sepertinya Nobunaga sengaja melakukan hal tersebut untuk menjatuhkan psikologis shogun Ashikaga.

Kemenangan lengkap tentara Oda, terlihat jelas bagi siapapun. Tapi kelalaiannya mengundang krisis terbesar dalam hidup Nobunaga.

 

Pagi hari tiba. Natsu terbangun lebih dulu. Ia memandang Ken yang masih duduk tertidur di depannya.

Di Ishiyama Hongan-ji, anak buah Kennyo melaporkan persiapan mereka telah siap. Kennyo mempersilahkan anak buahnya untuk memulai. Mereka kemudian membuka pintu gerbang dan memukul lonceng.

Lonceng yang berdentang menginformasikan keadaan darurat terdengar dari Ishiyama Hongan-ji.

 

Nobunaga terlihat kesal mendengar lonceng Ishiyama Hongan-ji berbunyi. Sebaliknya, shogun Ashikaga gembira mendengarnya. Tentara Ishiyama Hongan-ji sudah siap untuk bertempur melawan tentara Oda Nobunaga. Di dalam kuil, Kennyo berdoa di tempatnya.
“Maju adalah surga, berhenti adalah neraka. Musuh umat Buddha adalah Oda Nobunaga.”
Penegak Ishiyama Hongan-ji, Kennyo dan Nobunaga berada di awal perang panjang sepuluh tahun.

 

Ken mengajak Natsu untuk segera berangkat. Natsu tidak segera bersiap. Ia justru bertanya pada Ken, apakah ia ingin bertemu dengan Youko? Ken mungkin akan menemukan banyak hal ketika bertemu dengan Youko. Ken kaget mendengar perkataan Natsu. Melihat reaksi Ken yang bingung, Natsu segera meminta maaf dan mengajak Ken berangkat. Youko masih berjalan menerabas tumbuhan liar demi mencari Ken. Suara gemerisik yang ditimbulkan Youko membuat Ken dan Natsu sigap. Youko kaget memandang Ken yang berdiri di depannya. Ia bergegas lari menuju Ken dan memeluknya. Ken tidak merespon Youko, namun saat Youko memanggil namanya Kenichirou, Ken membalas panggilan Youko dan menggumamkan nama Youko. Youko tersenyum bahagia mendengar Ken bergumam memanggil namanya. Natsu hanya terpana memandang mereka berdua.

+++Bersambung+++

Akhirnya pasangan dari masa Heisei bertemu di zaman Sengoku. Apakah misteri time slip Ken bisa terjawab oleh Youko, mengingat ia tidak mengalami amnesia seperti yang terjadi pada Ken? Semakin menarik karena Mitsuhide cepat mengetahui rahasia Ken dan juga Youko, bahkan mengetahui hubungan keduanya adalah pasangan suami istri. Namun sepertinya kedatangan Youko dan Ken membuat Mitsuhide mulai merencanakan pemberontakannya, karena secara tidak langsung Youko melalui Kennyo memberitahukan rahasia masa depan Nobunaga dan membuat kehidupan Nobunaga akan berakhir seperti yang tertulis dalam sejarah. Sementara Ken berusaha agar Nobunaga dan Mitsuhide tidak bermusuhan dan saling membunuh seperti dalam sejarah yang ia ketahui. Lalu apakah Ken berhasil menyampaikan keinginan Nobunaga untuk menghalangi Yoshinari melakukan bunuh diri lewat perang? Tunggu episode selanjutnya ya readers…

Thanks to IDWS & D-Addict
Written by Yohana [FB | Twitter]
Image by +ari airi  [Twitter]
Only posted on pelangidrama.net
DON’T REPOST TO OTHER SITE!!!

[Sinopsis J-Drama] Nobunaga no Chef episode 6

Setelah masuk ke puri Odani dan diketahui sebagai anak buah Nobunaga, Ken dipenjara dan hampir dibunuh. Namun karena Ichi memohon pada suaminya untuk menggunakan kemampuan Ken sebagai juru masak Chacha, nyawa Ken selamat. Saat Azai Nagasama berangkat bertempur melawan kakaknya, Ichi mengelabui anak buah suaminya dan mengantar Ken hingga perbatasan agar Ken bisa menyusuri jalan menuju tempat Nobunaga berada. Apakah Ken berhasil menemukan keberadaan Nobunaga?

~Sinopsis Nobunaga no Chef episode 6~

Di sebuah kuil, seorang biksu mendengar peperangan di Anegawa telah dimulai. Pelayannya seorang wanita, menyuguhkan hidangan Raspberry Sauce Panna Cotta (platingnya bernuansa modern ^^). Biksu tersebut terlihat senang dengan hidangan yang disajikan.

Kembali ke tempat Ken. Ia masih berfikir ke arah mana ia harus melanjutkan perjalanannya. Tiba-tiba sebilah katana diletakkan di lehernya. Ternyata orang yang menyerang Ken adalah Kaede. Ken heran bagaimana Kaede bisa berada di tempat itu? Kaede teringat janjinya pada Natsu, namun ia tidak mengatakannya pada Ken. Ia justru bertanya bagaimana bisa Ken berada di sana karena setahu Kaede, Ken dipenjara. Ken membenarkan, namun ia diselamatkan. Ken lalu menanyakan keadaan Nobunaga dan apakah perang sudah dimulai? Keduanya kemudian terlihat berlari menuju tempat Nobunaga berada.

Sepanjang perjalanan, Ken memikirkan tentang Nobunaga, Azai Nagamasa dan juga Oichi. Tiba-tiba Kaede berhenti. Ken heran melihat Kaede, namun Kaede seperti merasakan sesuatu. Ternyata mereka masuk dalam jebakan perampok. Saat Ken berjalan, ia menyenggol benang yang sudah disiapkan perampok. Kaede mengetahuinya. Ia segera menarik Ken yang pasti akan terkena pisau terbang yang sudah disiapkan penjahat itu. Namun karena Kaede menarik Ken, pisau tersebut mengenai lutut Kaede. Para perampok mulai bermunculan. Mereka mengolok-olok Kaede. Meskipun terluka, Kaede masih bisa melawan gerombolan perampok itu. Namun karena ia hanya sendirian, posisinya terdesak. Ia menyuruh Ken untuk lari meninggalkan dirinya. Ken tidak bisa meninggalkan Kaede sendirian. Ia kemudian mengambil kayu sebagai senjata dan berdiri di samping Kaede. Kaede marah karena Ken tidak menuruti perintahnya. Ia mengingatkan Ken bahwa dirinya pernah meninggalkan Ken saat di puri Odani. Jika sekarang Ken meninggalkannya maka mereka impas. Namun Ken tidak mau. Ia tidak mengingat apa yang pernah dilakukan Kaede padanya dan berusaha semampunya membantu Kaede. Mendengar apa yang dikatakan Ken, Kaede melemparkan sebilah katana untuk dipakai Ken sebagai senjata dan menyuruhnya untuk membunuh penjahat tersebut. Namun Ken tidak sanggup membunuh lawannya. Melihat Ken yang malah menyingkir, Kaede bergerak cepat. Ia menikam lawan yang terdekat dengannya. Melihat rekannya dibunuh, perampok lainnya lari menyelamatkan diri.

Ken meminta maaf pada Kaede karena tidak bisa membunuh. Kaede yang sudah kehilangan banyak darah berdiri sempoyongan. Ken kemudian mengeluarkan kain untuk menghentikan pendarahan di luka Kaede. Saat Ken hendak membebatnya, Kaede menarik kain tersebut dan membebat lukanya sendiri.

Setelah tentara Tokugawa dan Asakura saling berhadapan, peperangan di Anegawa dimulai. Tentara Azai memulai penyerangan.

 

Kaede berusaha berjalan, namun ia justru terjatuh. Ken mengajak Kaede untuk beristirahat terlebih dahulu untuk memulihkan tenaga Kaede. Jika Kaede tetap bersikeras untuk berjalan, mereka tidak akan sampai ke tempat Nobunaga lebih cepat. Kaede beralasan Nobunaga membutuhkan Ken saat ini. Setelah berkata demikian, Kaede pingsan. Akhirnya Ken menggendong Kaede dan berjalan kembali.

Kekuatan pasukan Azai dalam pertempuran Anegawa luar biasa. Bahkan mereka mendekati Nobunaga yang berada di markas tentara Oda. 

Kaede terbangun karena bau terbakar. “Baunya seperti rumah terbakar… Aku benci bau ini.” Kaede membuka matanya dan ia melihat Ken ada di depannya dan memanggil-manggil namanya. Saat Kaede membuka mata, Ken gembira. Kaede segera bangkit dan bertanya dimana mereka. Ken menjelaskan Kaede tadi pingsan dan ia membawanya ke tempat itu. Sambil menunggu Kaede, Ken memasak. Ia segera mengambilkan masakannya untuk Kaede .
“Ini miso bubur nasi dengan kerang shijimi dan bawang. Aku membuatnya menggunakan bahan-bahan yang tertinggal di sini.” Ken mempersilahkan Kaede untuk segera menikmati masakannya dan melanjutkan perjalanan mereka kembali. Kaede merasakan hangatnya masakan Ken. “Aku bertanya-tanya sudah sejak berapa lama aku makan sesuatu yang hangat seperti ini?”

Selesai makan, keduanya bercakap-cakap sejenak. Kaede memastikan apakah Ken benar-benar tidak ingat identitasnya? Ken membenarkan. Ia hanya mengingat dengan jelas bagaimana caranya memasak, sedangkan hal lain seperti orangtua, saudara atau teman… Tiba-tiba Ken mengingat sedikit tentang Youko, yang ternyata bekerja di tempat yang sama dengan Ken. Melihat Ken diam, Kaede bertanya ada masalah apa? Ken menjawab singkat tidak ada masalah. Ia hanya benar-benar tidak mengingat apapun.
“Itu mungkin lebih membahagiakan. Orangtuaku tewas dan dibakar dihadapanku. Itu terjadi saat perang 10 tahun lalu.”

=Flashback=
Kaede kecil menangis di dalam rumahnya yang sudah berantakan. Nobunaga mendekati Kaede dan bertanya kepadanya.
“Nak, apakah kau ingin menjadi kuat?” tanya Nobunaga.
“Maukah Anda menyelamatkan saya?” tanya Kaede kecil.
“Aku tidak butuh orang yang tidak akan berperang. Bisakah kamu? Jangan mempercayakan hidupmu pada orang lain. Berdirilah sendiri. Pilih sendiri. Majulah sendiri.”
“Tunggu! Bawa saya bersama Anda!” teriak Kaede.
=Flashback End=

“Saat itu, aku memutuskan untuk terus berjalan di atas kaki sendiri. Waktu aku tidak bisa berjalan lagi adalah saat aku mati.”

Ken berusaha menghibur Kaede. Ia membelai kepala Kaede, namun Kaede menyentakkan tangan Ken dan marah karena Ken menyentuhnya. Ken malu dan berkata ia pikir Kaede menangis.
“Jika itu yang kau inginkan, bahkan ketika kedua kakimu rusak aku tidak akan menghentikanmu. Tapi bukankah baik untuk memberikan dorongan ke arah yang benar, bukan?” ujar Ken sambil mengulurkan tangannya ke arah Kaede. Kaede menyambut uluran tangan Ken dan keduanya mulai kembali berjalan. Sikap Ken yang sangat bersahabat sepertinya menyentuh Kaede, meskipun Kaede menutupinya dan mengatakan Ken orang yang aneh.

Keduanya berhasil sampai ke medan pertempuran. Ken memperhatikan sekelilingnya di mana banyak prajurit bertempur. Di dekatnya, ternyata Natsu sedang mengobati para prajurit yang terluka. Natsu akhirnya melihat Ken yang berdiri tak jauh darinya. Ia segera berlari dan memeluk Ken. Ken memandang sekelilingnya. Ia berfikir berapa lama ia akan melihat pemandangan seperti ini? Kaede memanggil Ken dan mengingatkannya agar segera melapor pada Nobunaga. Ken mengiyakan perkataan Kaede dan mengikuti Kaede. Natsu melihat Kaede dan berterimakasih atas bantuannya.

Keduanya menghadap Nobunaga. Nobunaga sudah tidak sabar menunggu keduanya yang menurutnya terlalu lama sampai ke markas. Ia memerintahkan Ken untuk segera bekerja. “Sekarang buat sesuatu untuk dimakan prajurit Azai dan Asakura.” Tentu saja semua yang mendengar perintah Nobunaga heran. Ken memastikan apakah ia harus memasak untuk musuh?
“Benar. Kebanyakan dari mereka adalah petani. Lebih baik membuat masakan yang disukai petani,” jelas Nobunaga.
“Aku ingin perang berakhir secepatnya dengan kemampuan memasakku,” ujar Ken. Nobunaga sependapat dengan Ken.

Di medan perang, pasukan Nobunaga agak terdesak karena prajurit Azai dan Asakura sangat agresif dalam menyerang. Mori dan Toyotomi yang bertempur di medan perang merasa kewalahan menghadapinya. Namun saat mereka mendengar Ken sudah menerima tugas dari Nobunaga, keduanya bersemangat. Mereka gembira karena Ken sudah kembali.

Ken dibantu Natsu dan prajurit lainnya mempersiapkan semua keperluan memasak. Ken memberikan instruksi untuk membantunya memasak. Kaede memperhatikan Ken. Ia heran Ken benar-benar membuat masakan untuk musuh.

Anak buah Nobunaga melapor pasukan Azai dan Asakura telah menyerang markas Nobunaga. Sekutu Nobunaga mendesaknya untuk segera menyerang menggunakan kuda. Namun Nobunaga hanya diam.

Di dapur, Ken memperhatikan sekelilingnya. Ia tidak melihat tanda-tanda angin bertiup, namun dirinya tidak bisa menunggu lagi. Akhirnya ia memerintahkan para prajurit untuk memulai memasak. Ken masih berharap angin akan mulai berhembus.

Sementara itu, Nobunaga terus didesak oleh anak buahnya. Ia tidak mendengarkan apa yang diserukan orang-orang di sekelilingnya. Ia memejamkan mata dan berkonsentrasi mendengar hembusan angin. Akhirnya angin benar-benar berhembus. Panji-panji Nobunaga mulai bergerak ditiup angin. Ken dan Nobunaga gembira karena apa yang mereka tunggu sudah datang. “Baiklah Ken, biarkan prajurit Azai dan Asakura makan apa yang mereka inginkan!” teriak Nobunaga.

Bau daging yang dimasak Ken sampai ke medan perang. “Mengirimkan bau masakan ke medan perang?” tanya Kaede.
“Aku mengirimkan bau yakiniku ini,” kata Ken.
“Tunggu. Ini berbeda ketika musuh lapar di masa damai, tapi ini medan perang! Bahkan ketika mereka mencium baunya, apa yang akan kau lakukan?” tanya Kaede tidak mengerti maksud Ken.
“Benar. Inilah artinya karena saat ini medan perang yang aneh.”

Dibandingkan dengan tentara Oda yang merupakan tentara terlatih, mayoritas tentara Azai dan Asakura adalah petani. Mereka mungkin penuh semangat dan adrenalin saat ini namun pada kenyataannya mereka tidak memiliki kontrol diri. 

“Bagi para petani yang dilarang makan daging sapi dan daging kuda ketika bertani, hewan berbahaya seperti rusa dan babi hutan yang merusak pertanian berarti pesta. Jika mereka teringat memori karena bau masakan ini, nyeri akan terasa di tubuh mereka dan hati mereka akan ketakutan. Jika hal itu terjadi, mereka tidak akan bisa bergerak,” jelas Ken pada Kaede. Ia segera memerintahkan prajurit yang membantunya untuk memanggang semua daging yang mereka punya sebelum angin berubah arah.

Strategi Nobunaga berhasil. Banyak prajurit Azai dan Asakura yang mulai merasakan ketakutan dan merindukan rumah. Toyotomi memerintahkan pasukannya untuk mengejar dan menyerang pasukan musuh. Sementara itu, bala bantuan untuk pasukan Nobunaga juga datang.

Anak buah Azai Nagasama melaporkan kondisi pasukan mereka. Banyak pasukan mereka yang melarikan diri. Kemudian, mereka juga sudah terdesak di tiga sisi. Jalan mundur mereka akan terpotong. Nagasama marah mendengar laporan tersebut. Ia memerintahkan pasukannya untuk mundur.
“Poin taktik kali ini.. peperangan hati. Kamu pria yang mengerikan,” ujar Kaede pada Ken. Ken hanya tersenyum mendengar perkataan Kaede. Ia mengatakan jika taktik ini berasal dari Nobunaga. Kaede tetap bersikukuh dengan penilaiannya tentang Ken. Meskipun Nobunaga yang memiliki ide tersebut, namun yang melakukan eksekusinya tetap Ken.
“Aku hanya ingin banyak orang melarikan diri dan bertahan jika mereka dapat menghindari perang. Itu saja,” jawab Ken.

Pertempuran Anegawa pada akhirnya berubah menjadi kemenangan pasukan sekutu dari tentara Oda dan Tokugawa. Tapi itu tidak berarti Azai dan Asakura kehilangan semua kekuasaan mereka. Mereka melanjutkan perlawanan mereka setelah perang ini. 

Nobunaga memanggil Ken secara pribadi. Ia menanyakan pada Ken apakah ia sudah membayar kebaikan yang dilakukan Ichi padanya. Ken membenarkan. Ichi mengatakan padanya untuk menjaga kakaknya karena kakaknya kesepian. Nobunaga salah tingkah mendengar apa yang dikatakan Ken. Ia tidak terima dikatakan demikian. Ia bahkan mengancam apabila ada seorang berkata seperti yang dikatakan Ken, maka ia akan membunuhnya. Ia kemudian menyuruh Ken pergi. Sebelum Ken meninggalkan tempatnya, Nobunaga berterimakasih atas kembalinya Ken dan kerjanya yang bagus. Sebagai hadiah, ia memberikan sebuah rumah dan tanah pada Ken. Ken berterimakasih atas kemurahan hati Nobunaga. Nobunaga diam-diam tersenyum mendengar pujian dan ucapan terimakasih Ken.

Di saat yang sama, Nobunaga mengirimkan sepucuk surat untuk Ishiyama Hongan-ji.
Ishiyama membaca surat dari Nobunaga. Ia ditemani pelayannya yang menyuguhkan sebuah hidangan.
“Ini tidak baik. Nobunaga ingin mengosongkan kuil ini. Memang benar kuil ini adalah sebuah benteng alami, dilindungi oleh bukit-bukit dan sungai. Selain itu juga merupakan jalur lalu lintas yang penting. Bisa dimengerti keserakahan Nobunaga menginginkan tempat ini.”
Ishiyama kemudian meminta maaf pada pelayannya karena membuat ia mendengarkan cerita yang membosankan. Ishiyama kemudian memperhatikan hidangan yang diletakkan di depannya dan bertanya apakah rasanya manis pada pelayannya yang bernama Youko (yap, Youko… wanita misterius yang selalu muncul dalam ingatan Ken). “Ini bernama Chesnut Mont Blanc,” ujar Youko. Ishiyama mencicipi dan memuji masakannya.

Di kediaman Nobunaga, Yoshinari memastikan rencana Nobunaga untuk menjadikan Ishiyama Hongan-ji sebagai sasaran berikutnya. Nobunaga membenarkan. Ishiyama tidak bisa dianggap remeh. Ia adalah orang yang bisa mengendalikan ratusan ribu orang hanya dengan sepatah kata. Jika hal itu terjadi maka mereka akan menghadapi musuh yang jauh lebih kuat dibandingkan Azai dan Asakura atau yang lainnya. Untuk menghadapi tentara Ishiyama, Nobunaga memerintahkan Yoshinari untuk membeli senjata dan mesiu ke Sakai. Ia juga memerintahkan Ken untuk ikut serta. Jika Nayashu (kelompok pedagang kaya yang menguasai perdagangan dan kebijakan kota Sakai) tidak mau menjual semua perlengkapan yang mereka butuhkan pada Nobunaga, maka Ken harus mengambil alih tugas Yoshinari untuk membuat Nayashu menyerah dengan kemampuan memasaknya. Ken mengerti maksud Nobunaga.

Ken dan Natsu sudah bersiap berangkat. Keduanya membawa perlengkapan yang mereka gunakan nanti. Natsu heran, apa itu Nayashu? Ken menjelaskan Nayashu merupakan sistem pemerintahan di bidang ekonomi di mana para pedagang kaya berkumpul dan mengatur lalu lintas perdagangan serta menentukan kebijakan di kota Sakai. Mereka bahkan mungkin lebih berpengaruh dibandingkan daimyo lokal.

Sakai, tempat senjata api Jepang diproduksi. Kota tersebut merupakan pusaran uang karena adanya transaksi dengan Barat dan Ming (China). Kota Sakai dikelilingi parit, memberikan kesan yang sama seperti struktur benteng.

Yoshinari, Kaede, Ken dan Natsu sudah berada di depan gerbang masuk kota Sakai. Mereka dihentikan penjaga gerbang yang akan melaporkan kedatangan mereka pada penguasa. Natsu kagum dengan kota Sakai. Demikian juga dengan Ken. Ia bahkan bertanya pada Kaede sudah berapa kali Kaede mengunjungi Sakai. Kaede tidak mau menjawab pertanyaan Ken. Mendengar jawaban Kaede, Ken minta maaf. (Dalam perjalanan mereka kali ini, Kaede mengenakan kimono).

Dari dalam kota, seseorang mengintip mereka. Kemudian ia menyambut rombongan Yoshinari. Ken bertanya pada Kaede, siapa pria barusan? Kaede menjelaskan dia bernama Imai Soukyu, seorang pedagang mesiu dan senjata. Ia dijuluki pedagang kematian. Ken heran dengan julukan Imai-dono. Setelah bercakap-cakap dengan Imai Soukyu, Yoshinari mengajak rombongannya melanjutkan perjalanan. Imai Soukyu melirik Kaede dan tersenyum menyeringai melihatnya. Kaede mengerti maksud lirikan Imai-dono. Ia berjalan maju menghampiri Imai-dono. Imai-dono kemudian mendekati Kaede dan memuji Kaede sambil tangannya mulai bergerak ke tempat yang tidak seharusnya. Melihat perbuatan Imai-dono pada Kaede membuat Ken mengerti mengapa Kaede mengenakan kimono dalam perjalanan mereka kali ini. Ia akan menggunakan teknik rayuan untuk memperoleh informasi di pelabuhan perdagangan internasional.

Yoshinari dan Ken menemui Imai Soukyu. Yoshinari menjelaskan maksud kedatangannya ke Sakai untuk membeli semua senjata dan mesiu yang ada. Imai-dono menolak halus permintaan Yoshinari untuk menjual semua senjata yang ada di Sakai pada Nobunaga. Ia bahkan berkata banyak orang yang berada di dalam Nayashu membenci Nobunaga. Ia kemudian secara tersirat meminta Yoshinari untuk membuat makanan yang lezat luar biasa sebagai syarat untuk meluluskan permintaan klan Oda. Mendengar permintaan Imai-dono, Ken menyanggupi dan berjanji akan membuat sebuah makanan lezat asalkan mereka mau menjual senjata pada Nobunaga, sebab dirinya seorang koki. “Saya akan membuat setiap permintaan dan membujuk mereka (Nayashu) dengan rasa,” ujar Ken mantap. Imai-dono tidak percaya dengan kemampuan Ken. Ia merendahkan Ken yang dianggapnya tidak bisa memasak sesuai selera Nayashu. Yoshinari memohon pada Imai-dono untuk memberikan kesempatan pada Ken agar membuat masakan yang bisa digunakan untuk membujuk para anggota Nayashu. Ia memperkenalkan Ken sebagai seorang juru masak yang terampil.

Tiba-tiba muncul seorang lain yang menyetujui permintaan Ken dan Yoshinari. Imai-dono kaget melihat Soeki-han berada di sana. Soeki tidak menanggapi pertanyaan Imai-dono. Ia tertarik dengan apa yang dikatakan Ken. Ia kemudian meminta pada Ken untuk dibuatkan beberapa paon. Imai-dono masih merendahkan Ken. Ia bahkan mengejek Ken dengan sebutan monyet gunung dan mengatakan Ken pasti tidak tahu apa itu paon. “Jika Anda dapat membuat paon sama dengan padre, aku akan memberikan semua senjata di Sakai. Dalam nayashu, aku adalah orang yang menjelaskan situasi,” terang Soeki-han. Ken berfikir paon berasal dari bahasa Portugis yang berarti roti. Ken segera memutar otaknya. Untuk membuat roti diperlukan ragi. Ia berfikir dapat membuat ragi dari sake daun bawang. Setelah menemukan jalan keluar, Ken menyanggupi permintaan Soeki-han.

Sesudah berada di luar, Yoshinari menjelaskan pada Ken pentingnya senjata bagi mereka. Peperangan dengan Ishiyama Hongan-ji membutuhkan banyak senjata. Perang diantara keduanya akan segera dimulai.

Di dalam rumah, Imai berterimakasih pada Soeki yang telah membantunya. Ia optimis Ken tidak dapat membuat paon yang artinya mereka tidak perlu menjual senjata pada Nobunaga tanpa harus menolak secara langsung keinginan Nobunaga.

Sementara itu, Nobunaga sudah mulai mempersiapkan pasukannya untuk bersiap memulai pertempuran melawan Ishiyama Hongan-ji.

Ishiyama Hongan-ji berkata pada Youko bahwa Nobunaga sudah memerintahkan orang-orangnya mengunjungi Sakai untuk membeli senjata. Tujuan Nobunaga menambah tentara adalah untuk menyerang kuil mereka. Ishiyama memastikan perkataannya pada Youko. “Apapun rencana yang dibuat Nobunaga, Ishiyama Hongan-ji tidak akan jatuh. Sepanjang kau ada di sisiku,” ucap Ishiyama.

Di tempat lain, Kaede selesai menjalankan tugasnya melayani Imai Soukyu. Meskipun Imai merayunya, Kaede tetap dingin pada Imai. Kaede justru teringat perlakuan Ken padanya. Imai-dono menduga Ken lah penyebab Kaede bersikap dingin padanya.

Natsu menyelesaikan membuat oven saat Ken datang. Ia segera menyambut Ken dan menunjukkan oven yang sudah selesai dibuatnya. Namun melihat wajah Ken yang kusut, Natsu menduga Ken mendapat masalah. Ken berkata dia mendapatkan gandum namun para pedagang tidak menjual ampas sake yang akan digunakan sebagai ragi. Natsu berjanji pada Ken untuk menemukan pedagang yang menjual ragi. Kaede yang baru saja datang menimpali ucapan Natsu. Ia berkata Imai sudah memberitahu para pedagang untuk tidak menjual apapun pada klan Oda. Jika memang mereka membutuhkannya, tidak ada jalan lain selain mencurinya. Kaede menawarkan untuk mencurinya jika Ken menyetujuinya. Natsu ikut membujuk Ken agar menyetujui ide Kaede, namun Ken menolaknya. Ia berterimakasih pada Kaede atas informasinya dan akan berusaha mencari jalan lain.

Nobunaga cemas menunggu kabar dari Sakai. Ia bertanya-tanya apa yang Ken lakukan di sana? Dia pasti akan terlambat saat pertempuran dengan Ishiyama Hongan-ji.

Ken mencari bahan untuk membuat ragi ke pasar. Natsu bahkan harus berlari-lari mengejar Ken. Ken akhirnya menemukan tempat yang ia cari, tumpukan sayuran dan buah yang sudah dibuang. Natsu memarahi Ken yang mengaduk-aduk sampah. Ken membela diri, ia mencari sesuatu yang mengeluarkan bau manis. Meskipun kesal dan jijik, Natsu tetap berusaha membantu Ken mencari. Akhirnya Natsu berhasil menemukan sesuatu yang berbau manis, pisang yang sudah terlalu matang (owalah Ken, klo nyari pisang mah di sini aja banyak. Ayo ke Indonesia, hehehe).

Tiga hari kemudian, semua bahan-bahan yang akan diperlukan telah siap. Yoshinari mengambil kulitnya dan menanyakan pada Ken, apakah benda itu yang Ken ambil beberapa hari yang lalu?
“Ya, ini mungkin diimpor dari Asia Tenggara. Ini adalah buah yang disebut pisang,” jelas Ken.
“Pisang?”
“Kulit pisang digunakan untuk pewarna kunin tapi ternyata berwarna hitam karena matang. Mereka mungkin membuangnya karena mereka pikir itu busuk.”

Berbicara tentang pisang, dikatakan orang pertama yang makan pisang di Jepang adalah Oda Nobunaga. 

 

“Pisang memiliki kekuatan fermentasi kuat dan karena itu mereka menggunakannya untuk membuat sake di tempat yang disebut Afrika. Mereka menghancurkan pisang ini, mencampurnya dengan air dan membiarkan fermentasi selama tiga hari dan tenyata menjadi ragi alami.”
“Ragi? Anda menggunakan tiga hari untuk membuat ini?” tanya Yoshinari.
Ken membenarkan. Ia kemudian mengajak Natsu untuk mulai membuat paon.
“Pertama masukkan gandum dan jus pisang dalam mangkuk besar, campur dan uleni. Tutup dengan kain dan biarkan terfermentasi. Tunggu beberapa saat.”
Setelah beberapa saat, Ken membuka adonan yang tadi sudah ditutup. Natsu dan Yoshinari heran bercampur kagum melihat adonannya mengembang. Ken kemudian mulai memanggangnya.

Paon yang diminta para Nayashu sudah siap dihidangkan. Ken menghadap nayashu dan membawa paon yang dijanjikannya. Ia kemudian mempersilahkan nayashu untuk menikmati paon buatannya. Imai-dono masih meremehkan Ken. Para nayashu lain mulai membuka meja yang tersedia dihadapan mereka. Mereka kagum melihat paon buatan Ken. Melihat rekan-rekannya kagum, Imai-dono akhirnya terprovokasi membuka mejanya. Ia kagum melihat paon buatan Ken, yang mirip dengan aslinya. Natsu menambahkan, bukan hanya mirip paon namun rasanya benar-benar paon. Ken mempersilahkan nayashu untuk menikmati paon mereka.

Imai-dono mulai mencicipi paonnya. Ia merasakan kelembutan paon buatan Ken. Soeki-han mulai mencium aromanya sebelum mencicipi paonnya. Sedang nayashu lain juga mencoba paon mereka. Mereka semua sangat takjub dan memuji paon buatan Ken. Natsu gembira melihat ekspresi nayashu. Ken menoleh ke arah Yoshinari dan Yoshinari terlihat puas dengan kerja keras Ken.

Imai-dono menikmati paonnya. Tiba-tiba, dirinya teringat untuk menolak permintaan Nobunaga. Ia berdiri dan mengatakan paon buatan Ken memang enak, namun tidak sama dengan paon dari Padre. Soeki-han memotong perkataan Imai-dono. Ia mengatakan dengan tegas bahwa paon buatan Ken sama dengan Padre. Imai-dono berusaha menghentikan Soeki-han.
“Saya dengar paon berarti tubuh. Anda bisa mengatakan paon adalah makanan yang sama pentingnya dengan beras seperti kita. Lezat ya lezat. Tidak ada gunanya berbohong.”
“Ini sama dengan yang kita miliki dari Padre,” teriak salah satu nayashu.
“Sama, namun yang satu ini lebih enak,” ujar yang lain.


Semua nayashu menyetujui apa yang dikatakan Soeki. Ken menduga bahwa Soeki-han adalah Sen no Rikyuu. Melihat respon nayashu lainnya, Imai-dono kalah. Ia akhirnya menyetujui untuk menjual semua senjata dan bubuk mesiu di Sakai pada klan Oda. Yoshinari, Ken dan Natsu berterimakasih pada mereka semua.

 

“Aku bertanya-tanya apa yang akan terjadi, tapi kau menakjubkan hingga akhir,” puji Natsu pada Ken.
“Kau pernah berkata tidak apa-apa untuk menyerah bagimu,” kata Ken.
“Apa aku mengatakan itu?” tanya Natsu.
“Karena itu aku pikir mari kita coba sekali lagi. Aku melakukan yang terbaik karena ada Natsu-san,” jawab Ken.
“Apa yang tiba-tiba kau katakan?” tanya Natsu malu.
“Oyakata-sama memberiku rumah dan tanah. Jadi maukah kamu tinggal bersama denganku?” tanya Ken.
Natsu kaget mendengar permintaan Ken. Ia tidak bisa segera menjawabnya. Ken mengerti dan tidak buru-buru ingin mendengar jawaban Natsu. Ia ingin Natsu memikirkannya terlebih dahulu. Natsu setuju untuk memikirkannya lebih dulu. Setelah mengatakan hal itu, keduanya menjadi canggung satu sama lain. Ken kemudian mengajak Natsu kembali pada Yoshinari. Tanpa mereka tahu, diam-diam Kaede mendengarkan pembicaraan mereka. Ia bergegas pergi saat Ken dan Natsu kembali pada Yoshinari.

Ishiyama Hongan-ji mendengar klan Oda berhasil membeli senjata dan bubuk mesiu. Ia menceritakannya pada Youko. Dan juga keberhasilan Nobunaga kali ini berkat kokinya. Youko heran, koki? Ishiyama berkata koki Nobunaga membuat makanan aneh yang tidak berasal dari dunia mereka saat ini. Ia mengatakan koki Nobunaga bernama Ken. Youko terlihat kaget mendengar nama Ken disebut Ishiyama.

Kaede mendapatkan pujian dari Nobunaga. Nobunaga kemudian meminta anak buahnya bersiap menyerang Ishiyama Hongan-ji setelah senjata dan perlengkapan mereka telah tersedia. Semuanya mengiyakan perintah Nobunaga.

^^ Bersambung.. ^^

Kenapa Youko juga mengalami perjalanan ke masa lalu ya? Apa dia juga hilang ingatan seperti Ken? Sepertinya tidak. Ishiyama Hongan-ji juga sepertinya tahu identitas Youko yang berasal dari masa depan. Ia selalu berbicara pada Youko apapun yang ia hadapi seolah-olah Youko mengetahui semua yang akan terjadi dimasa depan. Sementara Ken, sepertinya ia sudah jatuh hati pada Natsu. Sweet banget dengar Ken mengajak Natsu hidup bersama dengannya. Apakah Natsu bersedia? Tapi di episode selanjutnya, Ken bertemu dengan Youko. Lalu bagaimana hubungan mereka bertiga selanjutnya? Tunggu sinopsisnya yaaaa…..

Thanks to D-addicts & doramax264
Written by Yohana [FB | Twitter]
Image by Ari [Twitter | G+]
Only posted on pelangidrama.net
DON’T REPOST TO OTHER SITE!!
Please be patient!!! don’t ask next episode! OK!

[Sinopsis J-Drama] Nobunaga no Chef episode 5

Sinopsis Nobunaga no Chef episode 5
~ Nobunaga no Chef episode 5 ~

Nobunaga memerintahkan Ken untuk menyamar menjadi Higoroku dan masuk ke pertahanan Anzai-Asakura serta melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Anzai-Asakura. Sambil menunggu Kaede yang akan pergi bersama dengannya, Ken berpikir apa yang sebenarnya Nobunaga inginkan karena mengirimkan dirinya ke dapur musuh. Musuhnya adalah Azai Nagamasa, dimana istri Nagamasa adalah adik Nobunaga, Oichi. Apakah Nobunaga memerintahkan untuk tidak hanya meracuni adik iparnya, tetapi juga adik serta keponakannya yang masih kecil? Ia tidak akan menaruh racun dalam makanannya. Ken merasa Nobunaga ingin dirinya melakukan sesuatu dengan masakan yang dibuatnya untuk Nagamasa, namun dirinya tidak tahu apa itu.

Natsu mendekati Ken dan berusaha membujuk Ken agar tidak melakukan perintah Nobunaga. Jika dirinya ketahuan di sana, maka ia tidak akan dibiarkan hidup. Sedangkan Ken tidak bisa menolak perintah Nobunaga. Ken tidak merespon kata-kata Natsu. Pikirannya sedang penuh dengan apa tujuan Nobunaga sebenarnya. Natsu kesal karena ia diacuhkan Ken.

Kaede datang dan bertanya apakah Ken telah siap? Ia minta Ken segera bersiap. Natsu merasa tidak perlu buru-buru. Ia juga mengomentari pakaian yang dikenakan Kaede. Kaede kesal, bukankan ia berbicara pada Ken, kenapa Natsu yang menjawab? Natsu ingin ikut namun Ken tidak memperbolehkan Natsu mengikutinya. Kaede memperingatkan Natsu untuk tidak terus menerus mengikuti Ken, karena ini merupakan pertarungan antara hidup dan mati. Natsu justru memarahi Kaede, bagaimana mungkin ia membiarkan Ken sendirian jika dia terancam akan dibunuh? Kesal mendengar ocehan Natsu, Kaede bergumam, “onna.” Tentu saja Natsu tidak mau dianggap sebagai wanita. Menghindari pertengkaran keduanya, Ken berjanji pada Natsu untuk segera kembali dengan menunjukkan pisaunya yang digunakan sebagai senjata. Mendengar janji Ken dan melihat pisau yang dibawanya, akhirnya Natsu mengijinkan Ken pergi bersama Kaede.

Saru melaporkan pada Nobunaga bahwa Ken sudah berjalan menuju Puri Odani. Nobunaga mengetahui Saru mengkhawatirkan Ichi. Awalnya Saru membantah namun akhirnya ia mengakui. Nobunaga ingin adiknya merasakan masakan Ken. Kelezatan yang membuatnya tidak mampu berkata-kata.

Kaede bertanya berapa lama mereka sampai pada orang yang membawakan barang mereka. Orang tersebut berkata tidak jauh, karena puri Odani terletak di balik gunung. Ia mengancam akan membunuh mereka bila berbohong. Kaede juga mengancam Ken. Ia ingin Ken melakukan tugasnya membunuh Azai Nagasama. Ken merasa tidak pernah menerima tugas tersebut dari Nobunaga. Namun Kaede tetap bersikukuh dengan pendapatnya. Ken bimbang, apa yang harus dilakukannya.

Ken dan Kaede telah sampai di puri Odani. Mereka disambut Azai Nagasama dan keluarganya serta anak buahnya. Ken memandang keluarga Nagasama, terutama Oichi. Nagasama memuji “Hirogoku” yang lebih bermanfaat dari Asakura. Ia mempersilahkan Hirogoku untuk membuat makanan yang lezat. Oichi mengingatkan suaminya kalau Chacha dan Ohatsu belum makan. Tiba-tiba Chacha berdiri dan mendekati Ken sambil berkata, “manma (nasi)”. Ken memandang adik dan keponakan Nobunaga. Ia tidak bisa meracuni mereka. Terlebih saat mendengar Oichi meminta masakan yang lezat.

Di tempat Nobunaga, Natsu yang mengkhawatirkan Ken mendekati Saru yang sedang gundah. Ia bertanya mengapa Saru terlihat khawatir. Saru mengkhawatirkan Oichi, adik Oyakata. Oichi merupakan perempuan yang sangat cantik, hatinya bersih dan tidak berfikir buruk terhadap kakaknya. Ketika Oyakata menyuruhnya menikah dengan Azai Nagasama, ia mengiyakan tanpa mengeluh sedikitpun. Saat ini, ketika Oyataka meminta kepala Azai, apa yang akan terjadi pada Oichi? Natsu menebak Saru naksir pada Oichi membuat Saru terlonjak dan memarahi Natsu karena mengatakan hal yang konyol.

Tiba-tiba pintu terbuka dan Inoue masuk. Ia berterimakasih pada Saru yang memanggilnya kembali untuk menjadi kepala dapur Nobunaga. Natsu kaget mendengar perkataan Inoue. Ia bingung apa maksudnya memanggil Inoue kembali? Dengan sombong, Inoue berkata Ken tidak akan kembali maka ia dipanggil kembali untuk menjadi kepala koki Nobunaga. Natsu marah pada Saru, mengapa ia memanggil Inoue? Inoue merasa di atas angin, ia minta Saru untuk menghukum Natsu karena Natsu sudah merendahkannya. Natsu tidak percaya dengan perkataan Inoue. Ia yakin Ken akan kembali. Natsu memastikan pada Saru, jika Ken tidak kembali berarti ia berhasil membunuh Oichi. Tentu saja Saru tidak terima.

Ken dan Kaede berada di dapur Azai. Kaede melumpuhkan dua orang koki Azai dengan mengikat dan menutup mulut keduanya di sudut dapur. Kaede menyerahkan racun untuk dipakai Ken. Racun tersebut bisa membunuh sepuluh orang. Ken menolak racun yang diberikan Kaede. Nobunaga menyerahkan masalah ini pada dirinya, maka ia akan menggunakan kemampuannya memasak, bukan meracuni mereka. Kaede menganggap Ken seorang pengecut. Ia akan mencampur racun itu sendiri tanpa bantuan Ken. Ken mengingatkan Kaede untuk tidak melakukan sesuatu tanpa seijinnya.

Ken memandang bahan-bahan makanan yang tersedia di hadapannya. Ia bingung memilih bahan apa yang akan dia gunakan. Tiba-tiba matanya tertumbuk pada ikan asin. Ken teringat Oichi mengirimkan pesan tersembunyi pada Nobunaga dengan mengirim ikan asin. Ken teringat perintah Nobunaga padanya. Setelah berfikir, Ken mengerti apa yang dimaksud Nobunaga, bukan Azai Nagasama yang dimaksud Nobunaga namun Oichi.

Setelah mengerti pesan Nobunaga, Ken segera memulai memasak. Kaede yang menemani Ken bertanya apa yang dilakukan Ken. Ken mengatakan ia mengerti maksud Nobunaga yang sebenarnya. Kaede menanyakan apa maksud masakan Ken ini? Ken mengatakan masakannya merupakan pesan dari Nobunaga kepada Oichi.

Ken menyajikan masakannya di hadapan Nagasama dan keluarganya. Nagasama memuji masakan Ken yang terlihat cantik. Ken kemudian menjelaskan masakannya pada mereka. “Ikan asin goreng dibungkus dalam sebuah perahu daun bambu disertai dengan sup stroberi. Silahkan dimakan dengan sup stoberi merah.” Oichi memandang Ken sedikit curiga. Azai mencoba sedikit ikan asin sesuai anjuran Ken. Awalnya Azai sedikit ragu, namun setelah merasakannya ia seperti korban masakan Ken lainnya. “Kombinasi dari pahitnya ikan asin dan manisnya stroberi memberi rasa yang enak,” katanya.
“Koki klan Asakura, dapatkan Anda menangkap ikan asin di Echizen juga?” tanya Oichi yang curiga dengan Ken. Ken tahu maksud pertanyaan Oichi. Ia menjawab dengan mantap pertanyaan Oichi, “ya.”

Oichi menangkap pesan tersembunyi dari masakan Ken. Tiga ikan dibungkus daun bambu berbentuk perahu, mewakili dirinya, Chacha dan Ohatsu. Kakaknya ingin ia dan kedua anaknya meninggalkan puri Odani melalui Danau Biwa.

“Oichi tidak akan naik perahu. Saya tidak akan melangkahkan kaki keluar dari puri ini,” gumam Oichi. Azai bingung dengan sikap istrinya. Ken kaget mendengar pernyataan Oichi, Kaede langsung waspada. Kedua orang yang ikut bersama Ken tadi sudah ketakutan. Salah satu dari mereka mengatakan orang-orang yang duduk di depan mereka adalah bawahan Nobunaga.

Azai kaget dan bertanya pada mereka, namun Kaede langsung menarik Ken untuk melarikan diri. Sayang mereka telah terkepung. Kaede berusaha melindungi Ken. Saat bertarung, ikan yang disajikan Ken terlempar ke lantai. Chacha ingin mengambilnya tanpa sadar ada tombak yang mengarah ke arahnya. Melihat hal itu, Ken menarik Chacha untuk menghindari tombak. Ken berhasil namun ia dengan mudah ditangkap anak buah Azai. Melihat Ken tertangkap, Kaede segera melemparkan petasan berasap dan melarikan diri. Nagasama memerintahkan anak buahnya untuk mengejar Kaede dan membawa Ken ke penjara. Oichi berjanji pada suaminya untuk tetap bersama-sama dengannya dimanapun suaminya berada.

Kaede berhasil kembali ke tempat Nobunaga. Natsu yang melihat Kaede sendirian segera menghadangnya. Ia menanyakan dimana Ken, namun Kaede tidak menjawab dan meninggalkan Natsu.

Kaede melaporkan keadaan puri Odani yang sudah berisi pertahanan dari pengikut klan Azai. Bala bantuan Azai akan segera bergerak saat kedatangan mereka. Nobunaga justru menanyakan Ichi. Kaede melaporkan Oichi tidak mau mengikuti pesan Nobunaga. Ia tidak akan meninggalkan puri dan akan tetap bersama suaminya dimanapun suaminya berada. Saru kaget mendengar jawaban Oichi, namun tidak dengan Nobunaga. Jawaban adiknya menjadi kepastian keputusan penyerangannya.

Kaede berbicara dalam hati ternyata apa yang dikatakan Ken benar. Nobunaga tidak menyuruh membunuh Oichi. Jika tadi ia benar-benar meracuni Oichi, maka dirinya pasti dibunuh. Kaede merasa berhutang pada Ken.

Salah satu anak buah Nobunaga bertanya bagaimana dengan Ken. Belum sempat Nobunaga menjawab, dari luar terdengar keributan. Natsu memaksa masuk dan meminta Nobunaga menyelamatkan Ken. Nobunaga hanya menjawab pendek, “Jika ia tidak bisa kembali, maka itulah akhir dari dirinya.” Ia lalu memerintahkan Saru untuk membakar semua kota di kaki gunung Hibari.

Untuk menunjukkan kekuasaannya, Nobunaga membakar semua kota dan desa dekat puri Odani tempat Azai Nagasama memerintah menjadi abu.

Azai Nagasama memandangi kebakaran yang terjadi dari atas purinya. Ia marah karena kakak iparnya bertindak keterlaluan. Ia kecewa sebab iparnya adalah orang yang pertama kali mengkhianatinya. Azai teringat saat Nobunaga berkata tidak akan menyerang Asakura tanpa seizinnya. Namun kenyataannya saat ini Nobunaga malah mengkhianatinya dengan menyerang lahan Asakura padahal sebenarnya ia ingin mengikuti Nobunaga. Azai menanyakan Ken pada anak buahnya. Pelayannya menduga Ken masih hidup, meskipun tidak mengeluarkan suara sedikitpun. Azai memerintahkan untuk mengirimkan kepala Ken pada Nobunaga.

Di dalam penjara, Ken berbicara dalam hatinya. Apakah takdirnya meninggal di sini. Dia masih tidak bisa mengingat siapa dirinya yang sebenarnya. Ia teringat dengan pesan Mihara untuk tetap bertahan dan segera pergi ke era Heisei. Ken bingung mengapa ia bisa berada di era Sengoku. Apakah keberadaannya di sini untuk dibunuh? Saat pikirannya penuh dengan tanda tanya, ia teringat dengan Natsu.

Natsu berjalan mengendap-endap keluar dari tempat Nobunaga. Ia dihadang Kaede yang menanyakan akan kemana dirinya. (berarti dari tadi Kaede udah tau ya kalo Natsu mau kabur, hehe). Natsu berterus terang akan membebaskan Ken. Kaede heran apa yang akan dilakukan Natsu untuk melindungi Ken? Natsu yang sedari tadi marah karena Kaede meninggalkan Ken sendirian di puri Odani tidak mau mendengarkan apapun perkataan Kaede dan bersiap pergi. Kaede menghalangi langkah Natsu. Ia berkata bukan tugasnya untuk menyelamatkan Ken.
“Bukan tugasmu? Kau benar-benar menyedihkan. Apakah tidak ada orang yang benar-benar ingin kau lindungi tanpa menjadikan tugas? Tidakkah kau memiliki seseorang yang berharga?”

Selesai mengatakan hal itu, Natsu bersiap berangkat menuju Puri Odani dan lagi-lagi dihalangi Kaede. Ia mengancam akan membunuh Natsu jika bertindak semaunya sendiri. Keduanya saling menatap marah. Tanpa mereka sadari Saru memperhatikan mereka berdua.

Ken bermimpi melihat dirinya di masa Heisei. Ia mengenakan baju kokinya dan memberi perintah pada anak buahnya. Tiba-tiba ia memanggil Youko. Ken tersadar, apakah wanita misterius yang selalu muncul dalam ingatannya bernama Youko? Ia berada di restoran Perancis dan bersama dengan Youko. Lamunan Ken terhenti saat Oichi mendatangi tempatnya. Ia menduga kali ini dirinya kembali bermimpi saat melihat Oichi mendatangi penjara seorang diri. Tidak ada alasan bagi Oichi untuk menemuinya, pikir Ken. Namun Ken tahu ini bukan mimpi.

Oichi menanyakan namanya. Ken memperkenalkan diri. Oichi mulai menginterogasi Ken, siapa dirinya dan mengapa masuk ke puri Odani. Ken menjawab jujur dirinya adalah koki Nobunaga. Ia masuk ke puri Odani untuk menyampaikan perasaan Nobunaga melalui masakannya. Oichi tidak percaya kakaknya bisa menyampaikan pesan melalui masakan. Ken mengakui bahwa itu merupakan pemikirannya. Nobunaga menyerahkan tugas tersebut padanya. Oichi tidak percaya dengan pengakuan Ken, sebab kakaknya tidak pernah menyerahkan sesuatu pada orang lain. Ken meyakinkan Oichi dengan mengatakan bahan yang ia pakai untuk membuat hidangan tadi sama dengan bahan yang dikirimkan Oichi pada kakaknya sebagai peringatan adanya perangkap? Oichi bertanya pada Ken apakah dirinya tidak memiliki niat untuk meracuni mereka?
“Saya tidak menaruh racun dalam makanan. Nobunaga-sama mengetahui hal itu lebih dari siapapun. Makanan adalah obat yang membuat orang hidup.”
“Obat?” tanya Oichi heran.
“Di Cina, bukan Ming.. ada pemikiran bahwa makanan harian adalah obat terbaik. Protein merawat kulit, rambut, otot dan darah. Kalsium merawat kekuatan tulang dan membuat daya tahan tubuh lebih kuat. Saya menggabungkan nutrisi mereka untuk membuat masakan tadi. Itulah mengapa dikatakan obat tidak diperlukan.”

Oichi merenung mendengar semua penjelasan Ken. Bahkan ia diam saja saat dipanggil Ken. “Seolah-olah aku mendengar suara kakak. Seolah-olah setiap kata membentuk logika dunia. Kata-kata kakak, lebih dalam dari laut, lebih tinggi dari langit dan jauh.”

Pintu penjara dibuka. Salah satu anak buah Nagasama menegur Oichi yang berada di sana. Ia akan melaksanakan perintah Nagasama untuk memenggal kepala Ken. Tentu saja Ken tidak mau meninggal dengan cara seperti itu. Ia berteriak-teriak. Saat katana siap diayunkan, Oichi berteriak menghentikan mereka dan akan membujuk suaminya untuk melepaskan Ken.

Oichi menghadap Nagasama dan meminta agar suaminya tidak membunuh Ken. Ia ingin agar keahlian memasak Ken dimanfaatkan daripada mengirimkan kepala Ken pada kakaknya. Oichi ingin Ken membantu Chacha bertumbuh sesuai dengan usianya dimana ia seharusnya sudah makan makanan yang lebih keras, sebab hingga saat ini Chacha hanya mau makanan yang berasal dari beras. Azai setuju dengan penjelasan istrinya tentang Chacha. Ia mau memberi kesempatan hidup pada Ken, namun dengan satu syarat. Ken harus bisa memasak dari bahan yang tidak disukai Chacha. Jika Chacha tidak mau makan masakannya, maka ia akan membunuh Ken.

Koki Inoue menyajikan masakannya di hadapan Nobunaga. Ia minta pendapat Nobunaga tentang rasa masakannya. Natsu menunggu jawaban Nobunaga. Nobunaga berpendapat rasa dan penyajiannya membosankan. Ia lalu meminta pendapat Saru. Saru mengatakan masakan Ken tidak bisa dibandingkan dengan milik Inoue. Ia lalu berlutut dihadapan Nobunaga dan meminta agar Nobunaga memberikan perintah untuk menyelamatkan Ken. Namun Nobunaga punya pendapatnya sendiri, jika Ken adalah orang yang penting untuknya maka Ken akan kembali padanya dengan kemampuannya sendiri. Semua orang yang mendengar perkataan Nobunaga terkejut dengan keputusannya.

Natsu berterimakasih pada Saru karena mengajukan usulan untuk menyelamatkan Ken. Saru menyesal karena tidak bisa menyelamatkan Ken. Ia justru minta maaf pada Natsu.

Di dalam penjara, mata Ken ditutup. Ia frustasi karena tidak bisa melakukan apapun untuk menyelamatkan diri. Tiba-tiba ia mendengar pintu terbuka. Ia diperintahkan untuk berjalan dan ditarik beberapa orang. Ken tidak tahu akan dibawa kemana. Ia menduga mereka akan membawanya ke tempat eksekusi.

Di tempat tujuan, ia mencium bau yang familiar. Saat penutup matanya dibuka, ia melihat mereka membawanya ke dapur. Belum hilang keterkejutannya, Oichi datang dan meminta membuat masakan yang menjadi obat. Masakan yang membuat seseorang yang tidak mau makan daging menjadi mau memakannya. Ken mengiyakan permintaan Oichi.

Ken bersiap memasak. Ia menanyakan pisau miliknya. Anak buah Azai berkata mereka tidak mempercayai Ken, maka ia meminta agar Ken melakukan segala sesuatu dengan tangannya. Ken memandang Oichi meminta penjelasan. Oichi hanya mengangguk mengiyakan perkataan anak buah suaminya. Oichi segera berlalu dari dapur. Sebelum Oichi pergi, Ken bertanya siapakah yang akan makan masakannya. Anak buah Azai memarahi Ken karena ia tidak diperkenankan banyak bertanya. Namun Ken tetap mendesak sebab ia ingin agar bisa menyesuaikan dengan kondisi orang yang akan memakan masakannya. Mendengar alasan Ken, Oichi berkata masakan tersebut untuk Chacha.

Setelah Oichi benar-benar berlalu, Ken segera menghadapi bahan-bahan yang akan ia gunakan untuk memasak. Ia berfikir masakan apa yang akan ia buat untuk seorang anak kecil, yang tidak menyukai daging menjadi menyukainya. Setelah berfikir, akhirnya ia menemukan masakan apa yang akan ia buat untuk Chacha, tanpa menggunakan pisau.

Dengan bahan daging bebek, Ken mulai memotong dengan kukunya sesuai dengan potongan tulangnya. Semua anak buah Azai yang mengawasi Ken terheran-heran melihat Ken bisa memotong tanpa menggunakan pisau. Ken berfikir dalam hatinya, apakah mereka akan melepaskannya jika ia berhasil memecahkan masalah tersebut? Ken merasa tidak akan semudah itu. Namun ia tidak punya pilihan lain saat ini selain memasak.

Ken membawa hasil masakannya. Salah satu anak buah Azai memarahi Ken karena membawa masakan di tutup wajan di hadapan Azai Nagasama. Ken meminta agar tidak seorangpun menyentuh wajan tersebut sebelum Chacha. Azai meminta Ken untuk menyerahkan masakannya pada Chacha. Mendengar permintaan Azai, Ken segera menyajikannya di hadapan Chacha.

Ken membuka wajan penutup hidangannya. Asap mengepul dan semua yang berada di sana terperangah kagum bercampur heran. Ken menjelaskan masakannya pada semuanya. Makan siang anak. Hot plate hamburger daging bebek dengan ubi goreng serta kacau hijau tumis dan miso saus aprikot. Ken mempersilahkan salah salah satu dari keduanya untuk mencoba terlebih dahulu. Oichi mencobanya. “Dagingnya seperti meleleh di mulut tanpa dikunyah. Rasa manis dagingnya menyebar di mulut.” Mendengar perkataan ibunya, Chacha segera minta disuapi. Ia bahkan tidak sabar menunggu pelayannya menyendokkan makanannya. Chacha menikmati masakan yang dibuat Ken, membuat Azai Nagasama terperangah. Chacha selalu memuntahkan daging yang ia makan, namun mengapa sekarang ia justru menikmatinya?

“Untuk anak kecil, lebih dari makan. Pertama mereka harus tertarik pada makanan. Uap yang keluar dari hot plate membuatnya tertarik. Hiasan dengan warna cerah dan meletakkan bendera di sana mengeluarkan drama visual. Dan membiarkan seseorang di samping mereka makan dan menunjukkan bahwa masakan tersebut lezat akan membuat mereka ingin menikmatinya juga. Alasan dia tidak memuntahkannya karena orang yang tidak menyukai daging biasanya tidak suka bau daging. Itu sebabnya, untuk menghilangkan bau saya menambahkan lili gunung. Kandungan sulfida dalam tanaman di keluarga lili memiliki efek menghilangkan bau daging. Bila ditambahkan ke daging akan membuat lebih lembut dan lebih mudah dikunyah. Jika suhu tempat makannya rendah, bau daging akan lebih kuat. Maka saya menggunakan hot plate agar mudah dimakan oleh orang-orang yang tidak menyukai daging,” jelas Ken.

Azai heran sebab Ken memikirkannya hingga sejauh itu. Oichi bertanya apakah makanan yang dibuat Ken saat ini juga termasuk obat?
“Akar lily, kaya akan kalsium, serat makanan dan glukomanan. Daging bebek termasuk vitamin A yang berguna menjaga selaput lendir mata dan kulit. Vitamin B meningkatkan pertumbuhan serta zat besi yang dibutuhkan wanita.”

Penjelasan Ken membuat semua orang yang berada di sana mendengarkan dengan seksama. Melihat Oichi yang benar-benar memperhatikan pertumbuhan dan kesehatan anaknya membuat Ken yakin bahwa di setiap periode, kasih sayang seorang ibu tetap sama. Chacha berterimakasih pada Ken.

Saat dewasa nanti Chacha akan dikenal dengan nama Yodo-dono, selir dari daimyo pemersatu, Toyotomi Hideyoshi.

Tiba-tiba pengawal Azai memberitahu Asakura sudah tiba di gunung Ooyori. Mendengar pemberitahuan tersebut, Azai Nagasama segera memerintahkan para anak buahnya untuk segera bersiap. Salah satu dari mereka menanyakan nasib Ken. Azai memerintahkan untuk membawa Ken kembali ke penjara dan akan melayani makanan untuk Chacha. Sebelum pergi, Azai berjanji pada Oichi akan menjadikan keadaan menjadi tenang dan damai kembali.

Tentara Azai bergabung dengan bala bantuan pasukan Asakura, berbaris ke gunung Ooyori.

Nobunaga menerima kabar tentang pasukan Azai dan Asakura yang sudah bergabung. Ia geram karena adik iparnya bersekutu dengan musuhnya.

Natsu menyelinap ke gudang penyimpanan katana. Ia mengambil satu dan bersiap pergi. Namun jalannya dihalangi Kaede. Mengetahui dirinya ketahuan, ia menghardik Kaede agar tidak menghalanginya menyelamatkan Ken. Natsu berusaha menyerang Kaede, namun ia justru yang tertawan. Kaede meminta agar Natsu tidak meninggalkan tempatnya dan berjanji akan menyelamatkan Ken.

 Perang antara pasukan gabungan Azai dan Asakura melawan Oda dan Tokugawa dimulai. Kedua pasukan tersebut menuju ke medan perang Anegawa.

Di puri Odani, Oichi meminta pada para pengawalnya untuk meninggalkan dirinya bersama dengan Ken. Ia beralasan akan membicarakan tentang pengukuhan Ken sebagai koki untuk Chacha. Setelah semua pengawalnya keluar, Ken menolak permintaan Oichi. Ia ingin kembali ke kediaman Nobunaga, sebab dirinya adalah koki Nobunaga. Oichi tidak berkata apapun. Ia mendekati Ken dan menyerahkan belatinya pada Ken. Ia mengajak Ken melakukan kamuflase di hadapan anak buahnya. Ken mengikuti permintaan Oichi. Keduanya berhasil keluar dari puri Odani.

Di luar, Ken mengembalikan belati milik Oichi. Sebagai gantinya, Oichi mengembalikan pisau milik Ken. Oichi mengantar Ken hingga ke hutan dan memastikan Ken dapat kembali dengan aman ke tempat Nobunaga. Ken heran, mengapa Oichi membantunya melarikan diri dari puri Odani?

Oichi mengaku ia tidak sepenuhnya mengerti penjelasan Ken tentang hamburger. Namun ia tahu dengan pasti perasaan suaminya. Oichi mengingat bagaimana pada awalnya Nagasama benar-benar mengagumi Nobunaga, kakaknya. Namun setelah beberapa saat bersama, Nagasama mulai tidak paham dengan pemikiran Nobunaga dan merasa tidak aman. Perasaan tidak aman tersebut akhirnya menjadi ketidakpercayaan terhadap kakaknya. Meski awalnya mereka setuju untuk berjuang bersama, namun akhirnya Nobunaga mengingkari janjinya pada Nagasama dengan mengirimkan 30.000 tentaranya menuju Asakura di Echizen. Hal itu menyebabkan perasaan Nagasama terluka. Mendengar penjelasan Oichi, Ken menceritakan Nobunaga juga tidak percaya jika Nagasama mengkhianati dirinya. Karena Nobunaga mempercayai dan menilai Nagasama adalah seseorang yang penting bagi dirinya, maka Nobunaga tidak mengatakan sesuatu tentang Nagasama. Mendengar cerita Ken, Oichi menarik kesimpulan bahwa keduanya telah salah paham.

Kedua pasukan telah bersiap. Keduanya berhadapan dan dipisahkan oleh sungai. Dari sisi masing-masing, Nagasama dan Nobunaga berhadapan. Nagasama bergumam, jika saja Nobunaga berkata padanya untuk datang maka ia akan percaya pada kakak iparnya. Sedangkan Nobunaga mendesah, mengapa adik iparnya tidak bisa mengerti maksudnya.

Waktu seperti sungai yang mengalir, tidak pernah berhenti. Nama sungai yang memisahkan mereka adalah Anegawa. Diceritakan bahwa kakak perempuan Raja Enma (Dewa Kematian) tinggal di Anegawa.

Oichi mengerti sekarang mengapa kakaknya memberikan kebebasan bertindak setelah menghabiskan beberapa hari bersama dengan Ken. Ia menilai Ken adalah seseorang yang memegang kata-kata sama seperti kakaknya. Dirinya senang karena Ken berada di sisi kakaknya, sebab kakaknya adalah seorang yang kesepian. Setelah meminta Ken untuk menjaga kakaknya, Oichi meminta agar Ken segera meninggalkan tempat tersebut. Sebelum pergi, Ken berjanji pada Oichi akan mengajarinya membuat hamburger saat mereka bertemu kembali. Oichi tidak yakin adanya kesempatan bertemu lagi dengan Ken.

Oichi, seorang yang dikenal sebagai wanita paling cantik di periode peperangan negara. Hidupnya yang penuh dengan pasang surut berakhir 13 tahun setelah peristiwa ini. Ia meninggal saat berusia 37 tahun. Kita tidak tahu pasti apakah dia belajar membuat hamburger atau tidak.

Dari barisan prajurit, terlihat Natsu di antara mereka. Ia sepertinya berhasil menyamar menjadi prajurit tanpa sepengetahuan Kaede. Sementara Ken terus berlari sepanjang perjalanan. Ia berhenti sejenak karena ragu, apakah harus mengikuti sungai untuk sampai ke tempat Nobunaga. Saat ia hendak bergerak, tiba-tiba sebilah katana menghunus lehernya dari belakang.

+++Bersambung+++

Siapa yang menyerang Ken? Apakah kali ini ia berhasil lolos? Sepertinya iya, karena di episode selanjutnya ia akan memasak yakiniku di tengah medan perang. Kira-kira siapa yang menyerang Ken dari belakang ya? Lalu Youko, wanita misterius yang selalu ada dalam ingatan Ken tiba-tiba juga muncul di periode Sengoku. Penasaran kan? tunggu episode selanjutnya ya.

Thanks to Dramacrazy &  kis-my-ft2.livejournal
Written by Yohana [FB | Twitter]
Image by Ari [Twitter | G+]
Only posted on pelangidrama.net
DON’T REPOST TO OTHER SITE!!
Please be patient!!! don’t ask next episode! OK!