[Sinopsis] Summer’s Desire Episode 12 part 2

Sementara Xia Mo makan bersama keluarganya, Lou Xi makan bersama Shen Qiang, Lou Xi makan sangat lahap namun raut wajahnya tetap seperti orang tidak senang. Shen Qiang, “Benarkah tidak ada yang ingin kau katakan ketika kau bersamaku? Lou Xi berhenti makan sejenak, kemudian menggeleng dan tersenyum, setelah itu melanjutkan makannya. (heran sepatah katapun gak keluar dari mulut Lou Xi abis gitu makannya kayak orang kelaperan). Jengkel dengan sikap Lou Xi, Shen Qiang meninggalkan Lou Xi makan sendiri.
Zhen En berlari ke ruangan Ou Chen (di perusahaan Ou), Zhen En masuk keruangan Ou Chen. “Tuan muda, apakah kau mencariku? Duduklah kata Ou Chen. (Zhen En terlihat gugup mungkin karena ia masih bertanya-tanya sebenarnya mengapa Ou Chen mau ketemu dengannya). “Xia Mo tidak akan kembali ke dunia hiburan (dunia keartisan maksudnya), jadi aku mempunyai beberapa pekerjaan baru untukmu. Perencanaan suatu acara seharusnya sangat cocok untukmu” kata Ou Chen sambil memberikan map biru pada Zhen En, mendengar hal itu Zhen En terkejut dan segera mengambil map tersebut. “Tuan muda, kau baru saja keluar dari rumah sakit dan masih tahap pemulihan kau seharusnya tidak bekerja terlalu banyak, tetapi kau masih ingat dengan seseorang yang tidak terlalu penting sepertiku” kata Zhen En senang dengan ekpresi yang sedikit berlebihan. Melihat ekspresi Ou Chen yang biasa saja (tanpa tersenyum) Zhen En agak sedikit salah tingkah (haha lucu ni Zhen En). Ou Chen berterima kasih pada Zhen En karena selama ini telah menjaga Xia Mo. Mendengar hal itu Zhen En tersenyum lega, Zhen En mengatakan tuan muda kini telah berubah, berbeda dengan yang dulu dan berharap tuan muda bahagia dengan Xia Mo. (haha Zhen En ngomong kayak gitu sambil megang-megang tangan Ou Chen trus digoyang-goyang haha lucu ni Zhen En). “Jika kau punya pertanyaan dengan pekerjaan barumu, kau bisa menghubungiku” kata Ou Chen. Siap jawab Zhen En senang kemudian meninggalkan Ou Chen. (hore setelah Zhen En pergi Ou Chen senyum lagi).
Zhen En menemui Xia Mo.(curhat ceritane). “Aku pikir hanya kau yang dipikirkan tuan muda, aku tidak pernah berpikir bahwa ia akan baik kepadaku” cerita Zhen En. “Jadi kau datang untuk mengatakan jika Ou Chen punya adik laki-laki, itu pasti akan baik” kata Xia Mo, Zhen En terkejut mengapa Xia Mo tahu. Xia Mo meledek Zhen En “Jika Ou Chen punya adik laki-laki, maka aku akan menikah dengan adiknya dan akan menjadi keluarga Ou”. Mendengar hal itu Zhen En malu. “Itu tidak lucu, kau selalu tahu apa yang akan ingin aku katakan” kata Zhen En sebal.
Zhen En mengeluarkan sebuah amplop dan Xia mo disuruh menebak. Ternyata amplop itu berisi kunci dan secarik surat dari Xi Meng. (Isinya : kumohon maafkan aku dan orang tua tuan muda karena tidak dapat berkunjung, alasannya sangat rumit, mungkin hal ini bermula dengan pinta berwarna hijau (pitanya sekarang dipakai Xia Mo ditanggannya, aku masih heran apa hubungannya lagian juga kan ortu Ou Chen dah meninggal kecuali bapak aslinya).
Sementara itu Ou Chen menuju kerumah setelah selesai bekerja. Supir mengatakan bahwa ia akan melaju dengan cepat karna nyonya muda telah menunggunya. Namun Ou Chen menyuruh supirnya untuk mengantarkannya ke rumah Xia Mo yang lama terlebih dahulu.
Diwaktu yang sama Lou Xi pun ada di rumah lama Xia Mo, ia bertemu dengan Ou Chen. Ou chen bertanya mengapa Lou Xi disini namun ia tidak menjawab. Setelah Ou Chen berjalan melewati Lou Xi,Lou Xi berkata “Jika kau tidak kehilangan ginjalmu, aku pasti akan memukulmu dengan brutal diwajahmu” (hisss,,,,aku sebel banget ni ma Lou Xi, kalau loe pukul Ou Chen gue tampar loe, sori buat Rha yang cinta mati ma Lou Xi ahahha). “Jadi kau sudah tau” kata Ou Chen. “Ya jawab Lou Xi. Aku selalu berpikir meskipun tuan muda Ou chen sombong, dia masih terus terang dan tulus. Tapi Aku tidak pernah berpikir kau akan menggunakan cara ini untuk mendapatkan Xia Mo, tidakkah kau berpikir kau tak tahu malu? “. Bukankah kau juga menyakiti dirimu sendiri sebelum pernikahan kami untuk mengancam Xia Mo untuk menghentikan pernikahan kami, kemudian tidakkah kau berpikir kau sama-sama tak tahu malu? Kata Ou Chen. Dan kau salah, selama aku dapat bersama Xia Mo, aku tidak pernah peduli apakah caraku bersih dan jujur atau memalukan. Aku dapat katakan padamu bahwa….

(flashback: ketika aku mengunjungimu selama pembuatan film Zhan Qi, yang ku katakan padamu semuanya palsu, sebelumnya Xia Mo menemuiku tetapi dia tidak setuju dengan penawaranku, tetapi kau ragu dengannya).

Lou Xi marah dan berbalik “Kau benar-benar memalukan”kata Lou Xi sambil ingin meninju Ou Chen tapi gak kena Ou Chen Cuma di tekek lehernya trus dipojokin di tiang. “Kau menggunakan cara yang hina untuk membuatku dan Xia Mo putus, kau pikir Xia Mo, akan menyukaimu? Ou Chen kau salah, Xia Mo tidak akan jatuh cinta padamu, ketika kau paksa dia menikah denganmu” kata Lou Xi marah banget.” Lalu berapa lama Xia Mo bisa bertahan denganmu?kau hanya bisa memberinya penderitaan, kau sudah lama kehilangan kemampuan untuk mencintai seseorang, disaat kau ditinggalkan ibumu kau menutup hatimu”kata Ou Chen. “kau menyelidikiku” kata Lou Xi marah besar. “Ya jawab Ou Chen. Kau adalah orang yang memiliki kecemasan yang sangat besar aku hanya membutuhkan sedikit petujuk yang samar dan kau akan mencurigainya (Xia Mo), menyakitinya. Kau akan menyakiti dirimu sendiri untuk membuat dia menyalahkan dirinya. Selain rasa sakit dan penderitaan, apa yang dapat kau berikan padanya?tanya Ou Chen. Memang caraku hina, tetapi aku memberikannya ginjal yang sangat dia butuhkan. “hanya itu alasanmu? Jika aku sempurna disetiap aspek, apa kau akan masih menggunakan semuanya untuk merebut Xia Mo” Tanya Lou Xi (sumpeh deh disini Lou Xi marah banget). “benar kata Ou Chen. Karena hanya aku yang dapat melindungi dia, hanya aku yang dapat memberinya kebahagiaan. Ou Chen meninggalkan Lou Xi dan masuk kedalam rumah Xia Mo, namun belum sampai masuk Lou Xi bertanya “lalu apa sekarang Xia Mo bahagia? Xia Mo punya kemampuan untuk menyembunyikan perasaan yang sebenarnya sejak dia masih muda, pernikahan ini hanya perdagangan (maksudnya barter pernikahan ma ginjal) baik untukmu, hanya karena dia merasa bersalah bukan? Karena kau memberikan ginjalmu, itulah sebabnya dia merasa perlu membayarmu tetapi bagaimana dapat perhitungan ini dikatakan sebagai kebahagiaan yang sebenarnya? Kata Lou Xi pede. “ jika dia tidak bahagia, aku akan memberikan kesempatan untuk memilih” kata Ou Chen sambil meninggalkan Lou Xi. Sedangkan Lou Xi hanya bisa terdiam.

Sementara itu Xia Mo pergi sebuah ruangan yang kuncinya telah diberikan Xi Meng padanya. Selama Xia Mo masuk kedalam ruangan dan melihat-lihatnya kata-kata Xi Meng masih teringat dipikiran Xia Mo (tuan mudah hampir mati ditangan ibunya sendiri, meskipun dia selamat, dia menjadi pendiam. Agar dia tumbuh dengan bahagia, aku merencanakan segalanya untuknya, ini semua adalah kebenaran. Tidak ada yang bisa menebus kesedihan yang aku buat bagi tuan muda, disisa hidupnya, aku mengatakan pada nyonya Yin (Xia Mo) untuk menggunakan perasaan yang sebenarnya untuk memperlakukan tuan muda, dan untuk mengakhiri tragedy dalam hidupnya). Ketika Xia Mo melihat poto-poto itu Ou Chen, tuan Xia datang. “terima kasih telah mengunjungiku” kata tuan Xia.”aku sangat curiga tentang mengapa Ou Chen dapat mendonorkan ginjalnya pada Xiao Cheng” kata Xia Mo. Aku tidak pernah berpikir mereka benar-benar memiliki ikatan darah. Jika kau ingin bertemu dengannya,aku dapat..belum sempat Xia Mo melanjutkan tuan Xia menjawab tidak. Tidak seharusnya aku menyerah untuk mencari Xiang Ya (ibu Ou Chen) ketika dia menghilang, tidak seharusnya aku menggunakan perasaan ibumu. Aku minta maaf pada Ou Chen dan Xiao Cheng. Aku tidak punya hak untuk muncul dikehidupan mereka sebagai ayah mereka” kata tuan Xia sedih. “aku akan merawat mereka, jadi jangan cemas”kata Xia Mo (akhirnya Xia Mo tahu Ou Chen ma Xiao Cheng saudara). Xia Mo mengambil kunci yang diberikan Xi Meng dan memberikannya pada tuan Xia karena Xia Mo sudah punya duplikatnya. Tuan Xia sangat berterima kasih.

Ou Chen menuju kerumah, dalam perjalanan dia masih memikirkan perkataan Lou Xi yang cukup membuat Ou Chen khawatir. (Ou chen ke rumah Xia Mo yang lama ternyata mau ngambil guci piring). Sementara itu Xia Mo pulang membawa sebuah lukisan ibu Ou Chen. Dan Lou Xi masih ada di rumah Xia Mo.Lou Xi menangis dalam hatinya ia berkata aku adalah orang yang mendorongnya pada Ou Chen, dengan tanganku sendiri aku merusak kebahagiaannya. (Lou Xi cinta mu pada Xia Mo itu penuh dengan ambisi untuk memiliki karena kau takut tersakiti, cintamu tak dewasa).

Xia Mo pergi kedapur tidak sengaja dia melihat piring guci dari rumah Xia Mo yang lama yang di bawa Ou chen. Xia Mo terlihat senang, dia tersenyum.

Xia Mo membawakan Ou Chen makanan. Xia Mo menyuruh Ou Chen untuk berhenti membaca dan menyuruhnya makan. Tiba-tiba Ou Chen bertanya pada Xia Mo apa dia membenci Ou Chen karena telah menggunakan cara yang buruk untuk memaksa Xia Mo menikah dengannya. Mengapa Xia Mo harus selalu berpura-pura jika dia tidak peduli. Namun terlihat Xia Mo sangat peduli padanya. Seharusnya Xia Mo memandang rendah Ou Chen. Xia Mo menjawab bahwa dia sangat berterima kasih pada Ou Chen karena berkat Ou Chen, Xiao Cheng dapat bertahan. Ou Chen mengatakan Xia Mo berpura-pura bahagia karena dia merasa berterima kasih, namun bila Xia Mo melakukan itu, Ou Chen akan merasa khawatir. Xia Mo merasa dirinya sangat beruntung sejak dia bertemu Ou Chen dulu hingga sekarang. Segalanya membahagiakan bagi hidupnya. Jadi tidak ada yang berpura-pura dan disembunyikan. Disisi lain, Xia Mo tidak mengerti apapun tentang pekerjaan atau keluarga Ou Chen. Ou Chen terkejut dengan kata-kata Xia Mo terakhir, karena mengapa tiba-tiba Xia Mo membicarakan itu. Ou Chen menceritakan bahwa ia bertemu Xi Meng, Xi Meng sangat memperhatikan kesehatan Ou Chen dan ingin Xia Mo untuk bercerita tentang keadaan Ou Chen. Ou Chen bertanya apa Xi Meng mengatakan sesuatu pada Xia Mo. Xia Mo berkata jujur ia mengatakan bahwa ia mengetahui segalanya tentang Ou Chen. Mendengar hal itu Ou Chen lemes,,Xi Meng bercerita termasuk masalah keluargannya. Tentang pita hijau, cerita antara Ou Chen dan ibunya.

Ou Chen sepertinya terlihat tidak senang kemudian ia berdiri. “Aku tidak butuh simpatimu” kata Ou Chen. “ini bukan simpati jawab Xia Mo sambil memeluk Ou Chen. “Ou Chen, aku hanya ingin mengatakan bahwa aku mengerti tentang perasaan seperti itu” kata Xia Mo (flashback saat Xia Mo masih kecil ia melihat ibunya bunuh diri, sedangkan hal sama juga terjadi pada Ou Chen, ibu Ou Chen bunuh diri). “meskipun kita tumbuh di lingkungan berbeda, kita tidak bisa menerima cinta dari orangtua sebenarnya, hidup kita diisi dengan kesedihan dan kesepian tetapi semua itu masa lalu. Sekarang kita saling memiliki, tidak masalah apa yang akan terjadi di kemudian hari, kita akan menghadapinya bersama, menanggungnya bersama, memecahkannya bersama, kita akan menjadi keluarga selamanya. Mendengar hal itu hati Ou Chen tenang namun cemas campur sedih (masih inget kan dia udah tandatangan surat cerai). Ia kemudian memegang tangan Xia Mo untuk melepaskan pelukan Xia Mo. Ou Chen berbalik kemudian bertanya “ jika kita tidak menjadi keluarga, akankah kau masih memperlakukanku seperti ini?. Apa yang kau katakan? tanya Xia Mo balik. Aku tidak akan membiarkan keluarga ini berantakan karena kita ingin menciptakan keluarga ini menjadi keluarga yang bahagia.

Xia Mo membawa Ou Chen untuk melihat sesuatu yang ia bawa. Sebuah poto ibu Ou Chen yang Xia Mo pasang didinding sungguh membuat Ou Chen terkejut.

Disebuah cafe tuan Xia dan Lou Xi berbincang “Akhir-akhir ini, aku tak punya waktu untuk merawatmu. Berpikir bagaimana aku dapat membayarmu. Tidak usah membayarku kata Lou Xi, aku hanya ingin kau setuju dengan satu permintaanku. Baiklah jawab tuan Xia Ge.

Sementara itu dirumah Ou Chen. Ou Chen dan Xiao Cheng minum obat bersama, Xia Mo tampak senang melihat mereka berdua. “Tampaknya kakak ipar dan aku akan lebih mirip kata Xiao Cheng. “Benar, ditambah Ou Chen senang melihatmu menggambar, dia tidak pernah melihatnya sebelumnya. Tiba-tiba ada kabar bahwa Lou Xi akan meninggalkan dunia keartisan selama 3 tahun, dalam kurun waktu itu dia tidak akan menerima job. Mendengar hal itu Xia Mo langsung berdiri, ia cukup terkejut. Sementara itu Ou Chen dan Xiao Cheng menyadarinya. Xiao Cheng mematikan TV. Xia Mo menutupi keterkejutannya dengan pergi meninggalkan mereka berdua untuk mengambil buah.

Tiba-tiba Zhen En muncul dan mengabarkan bahwa Lou Xi akan meninggalkan dunia keartisan. Xia Mo mengatakan bahwa iya sudah tahu. Zhen En mengatakan bahwa management Lou Xi akan membuat pesta kembang api untuk Lou Xi dan Xia Mo diundang dalam pesta tersebut, namun Xia Mo menolak datang. Diwaktu yang sama Ou Chen melihatnya. Ou Chen sepertinya tidak senang walaupun Xia Mo menolaknya. (sebenernya gak ngerti ni perasaan Ou Chen, biasa kan dia sering tanpa ekspresi gitu).

Dibar Shen Qiang minum-minum banyak, tuan Xia berusaha menghentikannya, Shen Qiang jengkel mengapa tuan Xia tidak mengatakannya lebih awal padanya (masalah Lou Xi). Shen Qiang nekat tetap minum namun tiba-tiba Lou Xi datang dan mengambil minumannya. Shen Qiang marah, dia menyuruh Lou Xi pergi. Tuan Xia menyuruhnya untuk tenang. Shen Qiang kesal mengapa ia harus selalu berada dibelakang Lou Xi dan Xia Mo seperti bayangan. Tuan Xia meminta Shen Qiang lebih dewasa,Lou Xi besok akan pergi. Shen Qiang berteriak pada Lou Xi untuk segera pergi. Shen Qiang benar-benar marah dia merasa tidak dianggap atas semua yang telah ia lakukan untuk Lou Xi, mulai dari memanfaatkannya untuk membuat Xia Mo marah, membawa Xia Mo untuk mengunjunginya dirumah sakit. Namun mengapa Lou Xi tetap ingin keluar dari dunia keartisan. Shen Qiang mendorong Lou Xi dan pergi meninggalkannya. Sementara Lou Xi tidak berkata apapun dia hanya diam.

Malam harinya sebelum tidur Xia Mo dan Ou Chen saling memberikan selamat malam kemudian menuju kamar masing-masing (aneh banget mereka berdua). Setelah Xia Mo masuk kekamarnya Ou Chen sepertinya memikirkan sesuatu dan kemudian pergi kekamarnya (mian ya teman, apni gak bisa membaca isi hati Ou Chen apa sebenernya yang ia pingin, apa Ou Chen berharap Xia Mo meminta dia buat tidur bareng ya,,,au ach,,).


to be continue di part 3.

[Sinopsis] Summer’s Desire episode 12 Part 1

Jika aku mati, akankah kau meninggalkan segalanya dan datang padaku?
(judulnya dalem,,ini untuk pantesnya kata2 Lou Xi)

Ou Chen meminta diberikan kesempatan untuk membahagiakan Xia Mo. Xiao Cheng berpikir keras karena dia sebenarnya ia dalam posisi serba salah, Ou Chen membuka formulir persetujuan operasi dan akhirnya setelah berpikir lama Xiao Cheng menandatanganinya. Setelah Xiao Cheng menandatanganinya Ou Chen membawa formulir persetujuan operasi dan kemudian meninggalkan Xiao Cheng. Sementara itu Xiao Cheng melihat kembali surat perceraian yang telah ditanda tangani Ou Chen dalam hatinya ia berkata Ou Chen benar-benar mencintai kakakku.
Sementara itu diruangan Lou Xi. Dokter mengatakan pada Shen Qiang dan Jenny bahwa meskipun Lou Xi sudah sadar, Lou Xi sepertinya tidak punya keinginan untuk hidup dan ini tidak baik bagi proses pemulihannya. Lou Xi yang terbaring lemas hanya bisa mengulang kembali memorinya tentang semua yang ia bicara dengan Xia Mo sebelum Xia Mo menikah dengan Ou Chen, kata-kata Xia Mo selalu terngiang ditelinganya.”Mengapa aku masih hidup?”kata Lou Xi lemah.
Zhen En berlari keruangan Xia Mo dengan gembira karena ia mendapat kabar kalau Xiao Cheng akhirnya menyetujui untuk melakukan operasi, Zhen En mnegatakan bila Xia Mo tahu pasti dia akan sadar dengan segera.(cepet sembuh maksud Zhen En). “Kakak aku sudah menyetujui untuk operasi, dan kau sudah beristirahat terlalu lama, aku akan kembali menemanimu.”kata Xiao Cheng. Ou Chen mendekati Xia Mo dan memasukkan tangan Xia Mo kedalam selimut sambil berkata “Xia Mo, jangan cemas, operasi akan berjalan dengan lancar”kata Ou Chen. (wachh…Ou Chen So Sweet). Ou Chen meminta Zhen En untuk menjaga Xia Mo selama operasi berjalan. Xiao Cheng pun berpamitan pada Zhen En. Dan keluar bersama Ou Chen.
Diruangan Lou Xi. “Xia Mo dan adiknya datang untuk mengunjungimu” kata Shen Qiang memberi tahu Lou Xi. “kata adiknya seseorang yang disukai Xia Mo adalah dirimu, tetapi Xia Mo menikah dengan Ou Chen karena Ou Chen akan setuju memberikan ginjalnya”. (menurutku hebat ni Shen Qiang dia nyritain yang sesungguhnya demi kesembuhan Lou Xi). “Jadi dia benar-benar datang” Tanya Lou Xi memastikan. “Ya jawab Shen Qiang. Pernikahan itu adalah hanya sebagai pertukaran, itulah sebabnya Xia Mo memutuskan untuk meninggalkanmu. Mendengar hal itu Lou Xi bangun secara tiba-tiba, dia ingin pergi untuk menjernihkan masalah ini, Lou Xi ingin bertemu Xia Mo. Lou Xi mencabut infusnya dan seperti orang kalap, bahkan Shen Qiang dan Jenny kewalahan untuk menghalanginya karena kondisi Lou Xi tidak memungkinkan.

Zhen En menjaga Xia Mo dengan tidak tenang, alih-alih menjaga Xia Mo, Zhen En malah pergi meninggalkan Xia Mo untuk mencari informasi tentang jalannya operasi. Setelah Zhen En meninggalkan Xia Mo, Xia Mo terlihat mengigau.

Zhen En melihat para suster mondar mandir, ia cukup cemas, Zhen En menghadang suster dan bertanya apa ada yang salah dengan operasinya. Suster menjawab bahwa bagian vital pasien dalam keadaan yang abnormal, tetapi kami akan melakukan yang terbaik. Suster menyuruh Zhen En untuk menunggu.
Sementara itu operasi sedang berlangsung, sepertinya Xiao Cheng dalam bahaya. (kok monitor detak jantungnya lurus ya,,) sedangkan para dokter berusaha keras untuk melakukan operasi sebaik mungkin.

Xia Mo akhirnya sadar dan memanggil nama Xiao Cheng sepertinya lagi-lagi dia bermimpi ditinggal Xiao Cheng. Xia Mo melihat disekelilingnya, tidak ada orang (Zhen En nih disuruh jaga Xia Mo malah ditinggal). Xia Mo mencabut infusnya dan berjalan dengan gontai meninggalkan kamarnya, Xia Mo pergi mencari informasi tentang apa yang telah terjadi.

Sementara itu Lou Xi, Shen Qiang dan Jenny menuju tempat Xia Mo.

Xia Mo menemukan Zhen En menangis, ia bertanya apa ada yang salah dengan operasinya. Zhen En menjawab tidak, dia hanya terlalu cemas dan takut itulah sebabnya Zhen En menangis. Xia Mo mengatakan operasi akan berjalan lancar jadi jangan menangis. Jeda beberapa menit dokter datang dan mengabarkan bahwa mereka telah mengalami tahapan operasi yang sulit. Operasi Xiao Cheng akan selesai 1 sampai 2 jam lagi jadi mereka tidak usah cemas. Sedangkan tuan muda, memiliki kondisi yang baik jadi seharusnya tidak ada masalah. (ih mereka berdua jahat masak tanya keadaan Xiao Cheng doang, Ou Chen gak ditanyain keadaannya, untuk dokternya kasih kabar). Xia Mo dan Zhen En senang mendengar kabar dari dokter.
Jeda beberapa menit Ou Chen keluar dari ruang operasi Xia Mo dan Zhen En mengantarkannya dalam ruangan ICU. Dalam perjalanan, dikoridor rumah sakit Lou Xi melihat Xia Mo, tangannya terangkat bagai ingin memanggil Xia Mo, namun Xia Mo tidak melihat Lou Xi.
“Aku akan pergi melihat kondisi Xiao Cheng, aku akan kembali dengan segera”kata Xia Mo pada Ou Chen yang belum sadar.
Dalam perjalanan menuju ruangan Xiao Cheng, Xia Mo bertemu tuan Xia (bapak Xiao Cheng). “Tuan Xia mengapa kau disini?”Tanya Xia Mo. “Aku kesini untuk mengkonfirmasi sesuatu”jawab tuan Xia. Waktu itu saat pertemuan RBS, kamu datang menemuiku karena adikmu untuk tranplantasi ginjal. Itu masalah kecil yang akan didiskusikan padamu kata Xia Mo. Itu bukan masalah kecil, kata tuan Xia, aku ingat saat itu ketika kau mendengar aku mengalami nephritis kau terlihat kehilangan harapan dan sangat kecewa. Setelah aku berpikir akhirnya aku menyadari alasan mengapa kau ingin bertemu denganku.”masalah itu sudah berlalu, aku sudah menemukan jalan keluarnya ”kata Xia Mo. “Jadi aku adalah ayah Xiao Cheng, bukan?”Tanya tuan Xia. Aku tidak mempunyai maksud dengan adikmu, aku hanya datang kesini untuk mengatakan jika kau membutuhkan sesuatu dariku, kumohon jangan sungkan. Kata tuan Xia sedih. Xia Mo berterima kasih pada tuan Xia dan pamit untuk meninggalkannya.
Tuan Xia masuk ke dalam rungan Ou Chen. Ia melihat Ou Chen yang sedang dalam keadaan pengaruh obat bius. (berarti tuan Xia tahu klo Ou Chen ma Xiao Cheng itu kakak adik yang sesungguhnya, tuan Xia kelihatan sedih banget).
Xia Mo dan Zhen En pergi untuk mengantar Xiao Cheng yang telah selesai melakukan operasi, namun mereka terhenti karena Xia Mo melihat Lou Xi sudah sadar, mereka saling pandang. Shen Qiang mengajak Lou Xi untuk pergi karena Lou Xi udah melihat Xia Mo, namun Lou Xi menghentikan Shen Qiang. Shen Qiang hanya bisa pasrah. “Aku akan menjaga Xiao Cheng, Lou Xi akhirnya sudah sadar, kau seharusnya bicara dengannya”kata Zhen En. Tidak perlu kata Xia Mo sambil berjalan pergi menuju ruang Xiao Cheng, mendengar hal itu Lou Xi hanya bisa tersenyum, Lou Xi pun pergi.
“Aku pikir sudah tidak ada harapan, tetapi operasi berjalan dengan baik itu sangat mengejutkan”kata Xia Mo pada Xiao Cheng. Xia Mo memanggil Zhen En yang sedang tidur, Xia Mo menyuruh Zhen En pulang untuk istirahat. Zhen En berpamitan, ia keluar diantar Xia Mo.
Tuan Xia pergi keruangan Xiao Cheng, dia hanya melihatnya dari balik pintu, dia tidak masuk, sangat terasa kesedihan dihati tuan Xia. Dibalkon rumah sakit tuan Xia menangis.

Tuan Xia mengunjungi Lou Xi, didepan pintu dia bertemu shen Qiang, “Lou Xi sudah sadar sejak lama, bagaimana kau datang begitu terlambat?tanya Shen Qiang.” Dua temanku melakukan operasi hari ini jadi aku ingin melihatnya”jawab tuan Xia (hahah padahal 2 anaknya). Apakah kedua temanmu lebih penting dari Lou Xi?tanya Shen Qiang marah. Mereka bertiga (+ Lou Xi) semuanya penting dalam hatiku kata tuan Xia dengan sedih. “Xia Ge (sebutan tuan Xia klo ma Shen Qiang) apa yang terjadi dengamu akhir2 ini, apa ada yang telah terjadi?kau selalu sangat peduli dengan Lou Xi, tetapi akhir-akhir ini, kau seperti berakting sangat aneh ketika kau bertemu dengannya dan tidak penuh kasih sayang seperti sebelumnya.”(sebenernya aku penasaran, apa hubungan tuan Xia ma Lou Xi), “Tidak seperti itu, aku hanya merasa lebih capek” jawab tuan Xia. Tuan Xi masuk keruangan Lou Xi dan memegang bahunya. Shen Qiang hanya bisa melihat dengan sedih.

Zhen En membuat video tentang perasaannya ketika dia stress menunggu opersi berlangsung, di mulai dengan Zhen En yang mengoceh tentang operasi Xiao Cheng, kemudian Zhen En masuk ke ruangan Xiao Cheng untuk merekam Xiao Cheng saat masih istirahat setelah operasi. Setelah itu Zhen En pergi ke kamar Ou Chen, namun Ou Chen tidak ada di kamarnya,Zhen En panik, dia berlari mencari Xia Mo untuk mengabarkan kalau tuan muda menghilang, ketika sampai di kamar Xia Mo ternyata Ou Chen ada dikamar Xia Mo, mereka tidur bersama dengan saling berpegangan tangan (owh…so sweet banget nih ngeliatnya). Zhen En yang melihatnya hanya bisa tersenyum bahagia..

Lou Xi ternyata sudah pulang dari rumah sakit, dirumahnya Lou Xi bermain piano (mainin lagunya Barbie Hsu judulnya diamond). Shen Qiang kemudian datang dan duduk disampingnya, dia menyandarkan kepalanya dibahu Lou Xi, “bisakah kau tidak seperti ini lagi? masih banyak orang yang mencintaimu, mengapa kau harus menghukum dirimu seperti ini? kata Shen Qiang sedih.

Xia Mo masuk ke kamar Ou Chen saat Ou Chen sedang ganti baju, Xia Mo masih merasa canggung dia meminta maaf pada Ou Chen.(hahaha lucu ni Xia Mo, suaminya juga kok malu segala). “Aku pikir kau sedang cek up”kata Xia Mo, cek up sudah selesai jawab Ou Chen, Xia Mo mendekat pada Ou Chen, dia membuka bekas jahitan yang ada pa perut Ou Chen. “ap yang bisa aku lakukan agar tidak terasa sakit?tanya Xia Mo. Ou Chen memeluk Xia Mo “Cara ini, akan membuat tidak terasa sakit”kata Ou Chen. Xia Mo hanya bisa tersenyum, dia membalas pelukan Ou Chen (hati Xia Mo dah mulai luluh).

Dirumah Ou Chen para pelayan sibuk memindahkan meja makan ke luar ruangan, Ou Chen sempat heran dan ia bertanya pada pelayan, pelayan menjawab itu permintaan nyonya muda (Xia Mo). Xia Mo datang menghampiri Ou Chen sambil tersenyum. Sepanjang Xia Mo senang melakukannya Ou Chen pun akan senang. (disini Ou Chen senyum lagi, I like it).

Xia Mo, Ou Chen dan Xiao Cheng makan bersama di tempat yang tadi disediakan pelayan. Ou Chen terlihat sangat senang. Xia Mo memasakkan sup pigeon (ada yang tau jenis sup ini, namanya aneh), kata Xia Mo sup ini akan membantu pemulihan pasca operasi. Xiao cheng bertanya apa Xia Mo akan kembali ke dunia hiburan, Xia Mo menjawab tidak, dia akan menghabiskan waktunya untuk mereka berdua (Ou Chen ma Xiao Cheng) dia akan lebih senang untuk memasakkan mereka berdua. Kata Xia Mo dengan senang. (senang beneran gak ya). Mendengar hal itu Ou Chen sangat senang, namun senyumnya memudar dalam hatinya berkata jika Xia Mo melihat surat persetujuan perceraian itu, akankah dia masih berkata demikian. Ou Chen menutup kesedihannya dengan tersenyum.

to be continue

[Sinopsis] Summer’s Desire episode 11

Semakin aku mencintamu, maka aku semakin takut.
Semakin kau merasakan hatiku, maka aku semakin takut
(kok judulnya serem gini)

“Lou Xi, kau pikir jika kau mengorbankan dirimu seperti ini, Xia Mo akan kasihan padamu dan kembali padamu? Kata Shen Qiang menyadarkan Lou Xi, kau salah besar, hari ini Xia Mo akan menikah dengan Ou Chen. Lou Xi sepertinya tidak suka dengan perkataan Shen Qiang pandangannya tajam penuh kemarahan. Tuan Xia menegur Shen Qiang untuk menghentikan perkataannya. Lou Xi meninggalkan Shen Qiang, tiba-tiba tuan Xia mendapat telepon kemudian ia bergegas perrgi.
Tuan Xia pergi menemui Xi Meng, “Kau datang sendiri?’tanya tuan Xia, kau tak takut aku berbuat sesuatu padamu?” Ambil ini”kata Xi Meng. Xi Meng memberikan tuan Xia sebuah undangan pernikahan Ou Chen. Tuan Xia membuka undangan “sudahkah cukup Ou Chen membuat Lou Xi menderita?dan kau masih menginginkanku untuk menghadiri upacara pernikahannya?”Tuan Xia membuang undangan itu. Ou Chen adalah anak Ou Xiang Ya kata Xi Meng. “tentu saja aku tahu ibunya dan hubungannya dengan anaknya. “Aku benar-benar tidak ingin mengatakan ini padamu, tetapi Ou Chen adalah anakmu. Tuan Xia sepertinya terkejut dengan perkataan Xi Meng, ia meredam kemarahannya dengan menggepal tangannya sendiri. “Dimana dia sekarang? (ibu Ou Chen maksudnya) Tanya tuan Xia.
Flashback
Xiang Ya melakukan bunuh diri dengan menjatuhkan dirinya dari atap gedung, Xi Meng melihatnya namun sudah terlambat, Xiang Ya sudah terjun kebawah, Xi Meng menangis.
Flashback selesai
Xiang Ya meninggal ketika Ou Chen berumur 2 tahun kata Xi Meng. Tuan Xia meraih kerah Xi Meng, “Kurang ajar, kau masih berusaha membohongiku?”Aku membaca di Koran tentang Xiang Ya dan suaminya
“itu semua adalah palsu, itu semua karanganku dan CEO (kata teh nana itu kakeknya Ou Chen) ” kata Xi Meng. Lagipula, kamu pikir kamu tidak punya tanggung jawab atas tragedi keluarga Ou?
“sejak kau membenciku, mengapa kau masih mencariku? mengapa kau katakan padaku kebenarannya?kata tuan Xia dengan marah. “aku lakukan semua ini untuk tuan muda”jawab Xi Meng. Xi Meng mengambil undangan yang di buang tuan Xia.” Tuan muda mengirim seseorang untuk memberikanku undangan ini, tetapi aku tahu apa yang benar-benar ia inginkan, yang ia inginkan adalah memberikan ini pada ayahnya, itulah sebabnya aku memberikannya padamu.”kata Xi Meng dan kemudian meninggalkan tuan Xia.
Sementara itu didekat tempat pernikahan Xia Mo, Lou Xi sudah berdiri disana. Zhen En kaget dan panik melihat Lou Xi, bahkan Pan Nam, Xia Mo dan Xiao Chen pun kaget melihat Lou Xi.
Sedangkan ditempat pernikahan Ou Chen cukup takjub dengan apa yang akan terjadi, ia seperti bermimpi akan menikah dengan Xia Mo. Ou Chen amat sangat bahagia.(jarang-jarang nih liat Ou Chen seperti ini)
Xia Mo keluar dari mobil, dan menemui Lou Xi. “Apa yang kau lakukan disini? tanya Xia Mo terbata-bata.
“Dapatkah aku memintamu untuk tidak menikah dengan Ou Chen? tanya Lou Xi, tetapi hatimu sangat dingin dan keras kepala seperti bongkahan es, kau tidak akan pernah berubah karena aku, Xia Mo, akankah kau menolak menikah dengan Ou Chen demi aku? tak masalah seberapa banyak sakit hati dan rasa kehilangan yang aku rasakan, hatimu tetap tidak melunak, Xia Mo hatimu adalah hati orang paling tabah sedunia dan aku tidak dapat larut denganmu” kata Lou Xi memelas.(kasian banget ni Lou Xi).
“Ya, aku memang orang yang baik, dingin dan kejam. Banyak orang lain di dunia ini lebih baik dari aku. “Apa kau kesini untuk mengatakan ini padaku?tanya Xia Mo tanpa rasa bersalah,(ya biar terlihat tegar).
“Aku ke sini untuk melamarmu”jawab Lou Xi,
“Apa yang kau katakan? tanya Xia Mo.
Lou Xi memegang tangan Xia Mo. “Aku kesini untuk melamarmu sebelum kamu menikah dengan Ou Chen” kata Lou Xi sambil ingin mencium tangan Xia Mo, namun Xia Mo menarik tangannya.
“Apa kau gila? tanya Xia Mo. Mungkin, kata Lou Xi tersenyum. Aku tidak akan datang, karena aku tahu, bila aku datang aku akan hanya membuatku terlihat bodoh tetapi tadi malam aku bermimpi, aku mati, aku akan menyelesaikan semuanya sebelum aku mati, Xia Mo,apakah kau tahu sejak dulu aku sangat ingin melamarmu.”Omong kosong semua yang kau katakan. Mengapa kau mati? tanya Xia Mo.
”jika sudah tidak ada lagi yang tersisa di dunia ini bagiku untuk meninggalkan sebuah penyesalan kemudian aku akan mengakhiri hidupku.
Sementara itu Zhen En dan Pan Nam yang menunggu di mobil sangat cemas. Zhen En takut terjadi apa-apa seperti di film drama, seorang pengantin wanita melarikan diri sebelum pernikahannya dimulai, padahal semua pernikahan sudah siap. Zhen En takut bila pernikahan ini batal, hal ini berarti Ou Chen tidak akan mendonorkan ginjalnya untuk Xiao Cheng. Zhen En mengingat kembali apa yang dikatakan Xia Mo ketika ia setuju menikah dengan Ou Chen. Zhen En hampir saja keceplosan masalah itu, namun akhirnya Zhen En mengatakan Xia Mo menikahi Ou Chen karena mereka saling mencintai.
Kembali ke Lou Xi dan Xia Mo.”Apa kau mengancamku? tanya Xia Mo,
“jika kau berpikir aku, dan kau,…”belum selesai Lou Xi melanjutkan Xia Mo memotongnya. Tetapi rasa kasihan tidak digunakan disini karena aku mencintainya, sebelumnya aku melakukan kesalahan padanya dan kau pikir dia mengambil rumahku untuk balas dendam jadi aku membencinya dan tidak ingin melihatnya tetapi aku menemukan bahwa bukan dia yang melakukan itu. Dan aku juga menyadari perasaanku masih ada di hatiku. aku tidak pernah melupakannya kata Xia Mo.
”Tidak, aku tahu kau berbohong, seseorang yang kau cintai adalah aku, sebelumnya kau mencintaiku dan kau masih mencintaiku sekarang. Mengapa kau berbohong seperti lelucon?tanya Lou Xi. “mengapa kau mencariku dan mencariku lagi?tidak cukupkah aku menyakitimu. “sebelumnya kau mengatakan akulah cintamu, kau mengatakan kau tidak akan pernah menghianatiku dan kita tidak akan terpisah. Lou Xi menitikkan air mata namun sambil tersenyum. (baru aku lihat orang nangis tapi bisa tetep tersenyum kayak Lou Xi)
Jika aku hilang untuk yang kedua kali. Akankah kau masih menikah dengan Ou Chen tanpa keraguan?tanya Lou Xi. Xia Mo cemas mendengar perkataan Lou Xi. “Mengapa?apa kau takut?kau tak perlu takut. aku tidak pantas mati karenamu. dunia ini seperti tempat yang indah, aku akan melanjutkan hidupku dengan baik, aku akan menunggu untuk melihat penyesalanmu, dan aku tidak akan memberikanmu restuku. Lou Xi meninggalkan Xia Mo. Xiao Cheng keluar mobil dan mengatakan pada Xia Mo bahwa dia akan mengatakan pada Ou Chen bila Xia Mo tak siap. Tapi Xia Mo mengatakan tidak apa-apa kemudian masuk ke mobil lagi kemudian menuju ketempat pernikahan.
Para tamu undangan mulai berdatangan, Wei An dan Shu Er memberi selamat pada Ou Chen. Ou Chen terlihat sangat bahagia. Ou Chen melihat Xi Meng dan menghampiri Xi Meng. Xi Meng mengucapkan selamat pada Ou Chen. Ou Chen bahagia namun tidak dengan Xi Meng ada sesuatu yang sepertinya disembunyikan karena Xi Meng terlihat tidak senang.
Sementara itu Lou Xi memacu mobilnya dengan cepat pandangannya kosong, dalam pikirannya hanya terlintas masa-masa bahagianya bersama Xia Mo. (hati-hati Lou Xi ntar ketabrak, klo nabrak ntar Rha nangis)
Xia Mo tiba ditempat pernikahan, Ou Chen sangat bahagia. Xia Mo mengulurkan tangannya pada Ou Chen namun Ou Chen malah menggendongnya (aku heran kok keliatannya Ou Chen gak merasa berat gendong Xia Mo kaya cuma gendong beberapa kilo aja).
Selama berjalan menuju altar Xia Mo tersenyum karena banyak wartawan yang meliput, namun tiba-tiba ia teringat kata-kata Lou Xi tentang Lou Xi akan mati. Ou Chen melihat raut wajah Xia Mo, namun ia mengira bahwa Xia Mo hanya gugup (gpp lah dari pada Ou Chen tahu klo Xia Mo mikirin Lou Xi urusannya lebih berabe) Ou Chen menganggap ini bagaikan mimpi dan ia takut kalau tiba-tiba ia bangun. Xia Mo menenangkan Ou Chen, jangan takut Ou Chen, jika ini hanya mimpi aku akan tetap menemanimu sampai akhir. Ou Chen senang mendengar perkataan Xia Mo.
Sementara itu Lou Xi berusaha menelepon seseorang namun tidak diangkat (sepertinya telepon tuan Xia). Ternyata Lou Xi pergi ke tempat syuting, Shen Qiang sangat senang melihat Lou Xi hadir dilokasi syuting.
Lou Xi persiapan untuk melakukan scene, namun Shen Qiang mengingatkan bahwa adegan hari ini adalah adegan berbahaya dan Lou Xi sepertinya tidak terlihat baik hari ini. Shen Qiang menyarankan untuk melakukan pengambilan gambar dua kali (mungkin maksudnya pemeran pengganti jadi dua kali pengambilan gambar). Lou Xi mengingat katakata Xia Mo (gak usah aku ulang ya dialognya udah ada diatas ya), dia akhirnya menolak saran Shen Qiang. Shen Qiang mulai cemas.
Lou Xi mendapat mengarahan dari sutradara namun Lou Xi tidak mendengarkan dia tetap berusaha menelepon seseorang namun sepertinya tidak ada jawaban (Yang ditelepon itu Xia Mo, apni.. usaha terakhir yg bisa Luo Xi lakuin kala putus asa, by teteh). Shen Qiang yang melihat sangat khawatir.
Tempat pernikahan Xia Mo. Ou Chen masuk altar terlebih dahulu, kemudian diikuti Xia Mo didampingi Xiao Cheng, Xia Mo tersenyum lebar dan sekali lagi tiba-tiba ia murung karena teringat kata2 Lou Xi (tentang jika Lou Xi hilang apakah Xia Mo akan menikah tanpa keraguan). Xiao Cheng menyadari kalau Xia Mo melamun, dia memanggil-manggil Xia Mo. Xia Mo terkejut dan kembali tersenyum.
Sementara itu Lou Xi berusaha menelepon Xia Mo namun HP Xia Mo dipegang Zhen En, Zhen En buru-buru mematikannya (kata teteh nana Zhen En bawa Hp Xia Mo krn ga mungkin penganten bawa HP, haha bener juga nih). Pan Nam menanyakan namun Zhen En mengatakan bahwa itu salah sambung (Zhen En panik begitu tahu itu yang nelepon Luo Xi, by teteh).<- (betul teh nana, haha ekspresi Zhen En lucu)
Pernikahan dimulai, “tuan Ou Chen, apakah kau rela menjadikan Yin Xia Mo menjadi istrimu?melindunginya dan menghargainya dalam suka maupun duka dalam sakit dan sehat?”Aku rela Xia Mo menjadi istriku jawab Ou Chen. Hal sama juga ditanyakan ke Xia Mo. Belum selesai pertanyaan Pendeta, pintu gereja terbuka, Xia Mo, Ou Chen dan semua para hadiri melihat kebelakang (hayo tebak siapa yang datang,,,jeng jeng jeng…) ternyata tuan Xia, dia datang terlambat dia masuk sebagai tamu undangan dan duduk di tempat paling belakang sekilas dia melihat Xiao Cheng yang sedang tersenyum melihat pernikahan kakaknya.(hahaha pertama liat aku pikir yang datang Lou Xi). Pendeta kemudian mengulang pertanyaannya.
Kembali ketempat syuting, syuting dimulai action. Shen Qiang berteriak pada Lou Xi untuk segera pergi karena ada bom (mian aku pake nama asli aja gak tau nama perannya mereka berdua). Namun Lou Xi malah melamun dia teringat kata-kata Xia Mo, dan ia mengambil Hpnya. Bom pertama telah meledak namun Lou Xi tak peduli dia sengaja tetap berdiri ditempatnya.
Kembali ke pernikahan, pendeta mengulang pertanyaannya namun Xia Mo tidak langsung menjawab lama banget jawabnya Ou Chen udah mulai panik. Terlintas sejenak Lou Xi dikepala Xia Mo. Namun Xia Mo akhirnya mengatakan ia bersedia untuk menjadi istri Ou Chen. Ditempat yang sama Lou Xi mendengar jawaban Xia Mo dari Hp (sepertinya ada sambungan dari Hp tuan Xia).

Hati Lou Xi sekali lagi hancur berkeping-keping, ia tersenyum tipis kemudian berbalik arah untuk masuk ke dalam ruangan yang telah dipasang bom. Dan akhirnya bom besar meledak, Lou Xi terlempar terkena energi percikan bom. Lou Xi jatuh terkapar, Lou Xi masih sadar dia memegangi Hpnya dan kemudian pingsan. (aku kasihan liat Lou Xi seperti ini, apa lagi backsoundnya ketika Lou Xi mendengarkan Xia Mo mengatakan bersedia menjadi istri Ou chen, hisk…hisk…sedih banget mpek pingin nangis). Shen Qian, Jenny dan para kru terkejut dengan apa yang terjadi dengan Lou Xi.

Upacara pernikahan Xia Mo dan Ou Chen berjalan lancar, setelah pernikahan Ou Chen melepaskan pita hijau yang ada di lengannya kemudian memakaikannya ke tangan Xia Mo. kemudian Ou Chen mencium tangan Xia Mo.(kok hanya cium tangan, biasanya kan….)

Setelah upacara pernikahan Xia Mo dan Ou Chen keluar dari gereja, para wanita sudah menunggu bunga yang akan di lempar Xia Mo,para wanita mulai berteriak, kecuali Zhen En. Didalam hatinya masih tersimpan kecemasan yang sangat luar biasa, namun Zhen berusaha tersenyum.

Sementara itu tuan Xia bertemu dengan Xi Meng, tuan Xia berterimakasih pada Xi Meng. Xi Meng bertanya pada tuan Xia kapan tuan Xia berencana untuk bersatu dengan tuan muda. (masih inget kan tuan Xia itu bapaknya Ou Chen jadi Ou Chen itu saudaraan ma Xiao Cheng). Namun tuan Xia mengatakan ini adalah rahasia kita berdua dan dia akan menyimpannya dalam hati. Xi Meng bertanya mengapa? Karena Ou Chen adalah seorang bangsawan, ini akan membuatnya tidak nyaman denganku sebagai ayahnya, kemudian tuan Xia berpamitan.

Dirumah Ou Chen. Xia Mo selesai mandi dan menyuruh Ou Chen untuk segera mandi. Ekspresi mereka berdua sangat cangung dan gugup (hahaha aku liat mereka berdua pingin ketawa). Ou Chen menyuruh Xia Mo untuk beristirahat lebih awal dan jika butuh sesuatu bisa menghubungi OB atau menghubungi dirinya. Ou Chen akan tidur disebelah kamar Xia Mo,kemudian Ou Chen meninggalkan kamar Xia Mo. Xia Mo mengejar Ou Chen, Xia Mo mengatakan bahwa Ou Chen tak perlu seperti ini, Xia Mo menyuruhnya untuk tetap dikamarnya karena mereka berdua telah menjadi suami istri. Namun Ou Chen menolak, karena Xia Mo perlu istirahat karena besok akan ada persiapan operasi Xiao Cheng, akhirnya Xia Mo setuju.

Xia Mo masuk kedalam kamarnya dan langsung mencari Hpnya. Sepertinya Xia Mo ingin menghubungi Lou Xi, setelah menyalakan Hpnya yang berwallpaper gambar Xiao Cheng, Xia Mo teringat Xiao Cheng dan membatalkan keinginannya.

Sementara itu dirumah sakit Lou Xi dalam keadaan sekarat. Shen Qiang dan Jenny panik dan menangis. Mereka sangat khawatir dengan keadaan Lou Xi, karena detak jantung Lou Xi tidak stabil. Dilain pihak tuan Xia menuju rumah sakit. Dia menghampiri Shen Qiang dan Jenny yang menangis. “Jenny, bagaimana ini bisa terjadi?kata tuan Xia. “Ini semua karena kau”kata Shen Qiang. Kau jelas tau kalau suasana hatinya tidak baik dan kau mengatakan akan menemaninya. “Mengapa kau datang ke pernikahan mereka, apakah itu lebih penting dari Lou Xi? Tuan Xia menyuruh Shen Qiang untuk tenang. (hanya sedikit info Shen Qiang itu tingginya 180 cm..gila aku gak kebayang cewek tingginya segitu)

Xia Mo tidur dengan tidak tenang, ia tiba-tiba tersadar dari tidurnya, dalam tidurnya Xia Mo masih mengingat kata-kata Lou Xi sebelum ia menikah dengan Ou Chen (kata-kata Lou Xi yang jika aku menghilang apakah kau akan menikah dengan Ou Chen tanpa keraguan). Xia Mo terbangun dan pergi membasuk mukanya. Dia meneguhkan dirinya bahwa sekarang dia sudah menjadi istri Ou Chen.

Zhen En menenangkan Xiao Cheng yang besok akan melakukan operasi, namun Xiao Cheng meyakinkan bahwa ia tidak merasa gugup, ia cuma berharap operasi akan berjalan dengan baik karena ia masih ingin melihat anak Xia Mo dan Ou Chen serta ia menunggu untuk dipanggil paman, Xia Mo yang mendengarnya tersenyum pahit.

Ou Chen datang membawa kursi roda dan Xia Mo membantu Xiao Cheng untuk duduk karena sebentar lagi ia akan mendapat perawatan. Ou Chen menenangkan Xiao Cheng bahwa operasi akan berjalan dengan baik. Xiao Cheng meminta bantuan kepada Ou Chen untuk menemukan siapa orang yang mau mendonorkan ginjalnya padanya, karena Xiao Cheng ingin berterima kasih padanya. Zhen En, Xia Mo dan Ou Chen saling pandang. Ou Chen mengatakan ucapan terimakaihmu akan aku sampaikan, namun ia tidak mau diketahui identitasnya.

Dalam perjalanan ke ruang perawatan, meraka bertemu Shen Qiang. Shen Qiang memanggil nama Xia Mo dengan kasar. “mengapa kau begitu kasar?kata Zhen En. Xia Mo mendekati Shen Qiang “apa yang dapat aku lakukan untukmu” kata Xia Mo. Shen Qiang berkeinginan menampar Xia Mo namun tangannya di halangi Ou Chen kemudian mendorong tangan Shen Qiang. “Xia Mo, selamat, akhirnya kau menikah dengan seseorang yang derajatnya lebih tinggi tetapi kau tidak akan mempunyai mimpi buruk. Bukankah kau takut seseorang menyakitmu. “Apa yang kau katakan”Tanya Xia Mo. Wanita jahat sepertimu akan menerima balasan, aku bersumpah sepanjang aku hidup, aku tidak akan membiarkanmu hidup dengan damai. Ou Chen maju dan mengatakan kau akan membayar semua yang kau lakukan hari ini. “Membayar?kata Shen Qiang tersenyum pahit,Oh sungguh menakutkan, jika Ou Corporation mu dapat mencapai langit dan membeli semua media, kau pikir aku akan takut padamu?kau hanya orang bodoh yang mau dijadikan tameng oleh Xia Mo. Apakah kau pikir dia mau menikah denganmu?karena cinta?dia menikah denganmu setelah mencampakkan Lou Xi, dan suatu saat nanti Xia Mo akan mencampakkanmu juga demi uang dan status yang lebih. semua penderitaan Lou Xi telah terima dan akan kembali kepadamu dengan berlipat ganda kata Shen Qiang kepada Ou Chen. Ou Chen yang mendengarkan sangat emosi.

Zhen En menghentikan omongan Shen Qiang dengan mengatakan semua yang dikatakan Shen Qiang omong kosong dan mengajak Xia Mo untuk pergi, namun Xia Mo tidak mau dia malah bertanya dimana Lou Xi dan bagaimana keadaannya. Shen Qiang menjawab sebagai seorang istri seseorang kau masih mengingat nama cinta lamamu.akankah kau masih peduli dengan nasib Lou Xi?tanya Shen Qiang berteriak. “Apa maksudmu dengan nasib?tanya Xia Mo. Lou Xi mengalami kecelakaan saat syuting kata Shen Qiang. Itu terjadi dihari saat kau merayakan pernikahanmu kata Shen Qiang menangis. Xia Mo apakah sekarang kau senang ?Lou Xi terluka karenamu, sejak kemarin dia berada diruang gawat darurat, dan sekarang dia masih koma dan mungkin dia tidak akan bertahan. Para kru menemukan Hpnya sebelum dia terluka dia menelepon nomormu, jika kau masih punya sedikit hati nurani buatlah dia bangun.

Shen Qiang menarik tangan Xia Mo untuk pergi mengunjungi Lou Xi. Namun tangan Lou Xi ditarik Ou Chen. Xia Mo kata Ou Chen. “Kumohon biarkan aku melihatnya”kata Xia Mo. Ou Chen kemudian melepasakan tangan Xia Mo.Ou Chen terlihat sangat terpukul.

Xia Mo pergi ke ruangan Lou Xi yang sedang koma.(hayo siapa yang mau jenguk).Shen Qiang masuk dan berkata pada Lou Xi yang sedang koma. “Ini usaha terbaik yang bisa aku lakukan,kau sangat tau aku membenci Xia Mo dan berharap kau tidak bertemunya lagi, tapi kau memaksaku untuk membawanya kesini dan menaruh semua harapanku padanya, jika kau tetap menolak bangun, kau akan benar2-benar menyia-nyiakan semua usahaku. (kasian ni Shen Qiang dia keluar sambil menangis). Xia Mo mendekat pada Lou Xi. “Seberapa besarkah kau membenciku? jika kau sangat membenciku kau harus mencari cara untuk mengumumkan kemenanganmu. “Kau pikir kau menang?” Xia Mo ingin membuka saluran pernapasan Lou Xi namun tidak jadi. “Kau hanya membuat keduanya menjadi orang yang kalah, jika aku tidak peduli padamu sedikitpun aku tidak akan merasa tersakiti, jika kau mati, kau hanya ingin membuktikan bahwa aku suka padamu”. Aku suka padamu tetapi bagaimana bisa kau begitu kejam mengirimku ke neraka seperti ini?Lou Xi bangun, tidakkah aku merasa bodoh seperti ini?

Shen Qiang berbalik dan memarahi Xia Mo, mengapa Xia Mo menghina Lou Xi disaat Lou Xi diambang kematian. Namun Jenny membela Xia Mo, ia mengatakan Xia Mo tidak menghina Lou Xi. Shen Qiang meninggalkan Xia Mo. “aku tahu kau hanya ingin menghukumku dengan kematianmu, tetapi kau sangat bodoh, karena bila kau mati, aku tidak akan takut, kau tau itu..kata Xia Mo kemudian meninggalkan Lou Xi. Setelah Xia Mo meninggalkan Lou Xi monitor detak jantung Lou Xi berbunyi cepat.

Xia Mo keluar menuju tempat Xiao Cheng, di taman dia bertemu Zhen En. Xia Mo, benarkah dia benar-benar mati? ini semua kesalahanku, aku adalah salah satu orang penyebab kematiannya kata Zhen En sambil menangis.”Lou Xi masih dalam kondisi kritis” kata Xia Mo.“Maafkan aku, selama pernikahanmu, dia meneleponmu, tetapi aku takut itu akan berefek padamu, jadi aku menolak telponnya. Xia Mo terkejut mendengarnya.”Karena aku tau hanya ginjal tuan muda yang dapat menyelamatkan Xiao Cheng itulah sebabnya kau menikah dengannya.”kata Zhen En sambil menangis. Xia Mo terkejut mendengar Zhen En mengatakan itu. “Apa kau tau sudah lama? tanya Xia Mo. “Aku pikir Xiao Cheng akan dapat lebih lama hidup dengan semua konsekuensi yang amat berharga (yaitu mempertaruhkan kebahagiaan Xia Mo). Tetapi aku salah, kebahagiaan tidak dapat tergantikan, kau menikah dengan orang yang tak kau cinta dan sekarang apa yang terjadi dengan Lou Xi. Sementara itu Xiao Cheng mendengarkannya dari belakang, hatinya terpukul dengan pengakuan Zhen En. Xia Mo terkejut dengan kedatangan Xiao Cheng. “Jadi ini penyebabnya Ou Chen mau membantuku, lalu mengapa kau mau menikah dengannya?”Tanya Xiao Cheng. Xia Mo diam seribu bahasa dia tidak bisa mengatakan apa2, Xia Mo menangis. Disaat yang sama Ou Chen hadir di belakang Xia Mo, mereka semua terkejut dengan kedatangan Ou Chen. Xia Mo menoleh kebelakang. (ya allah denger back soundnya sumpeh pingin njerit2 nangis,,,hisk…hiskk..)

Ou Chen masuk rumah sakit minta formulir persetujuan operasi, Ou Chen menanda tanganinya. Suster mengatakan walaupun Ou Chen sehat namun operasi ini sangat berbahaya bagi keselamatan Ou Chen. Ou Chen berpikir keras, tidak tau apa yang dipikirkan.

Sementara itu dokter meminta Xia Mo untuk memberikan formulir persetujuan ke Xiao Cheng untuk ditanda tangani setelah itu dokter akan mengatur operasinya. Namun Xiao Cheng menolak untuk dioperasi, Xiao Cheng mengatakan bila aku mati hari ini aku akan tetap tidak akan menyetujuinya. Xia Mo marah, ia mengatakan operasi akan berjalan sesuai jadwal. Xiao Cheng mengatakan ia bagai parasit yang merenggut kebahagiaan Xia Mo, jika aku menyakitimu, lebih baik aku mati. Xia Mo hampir tak tahan mendengar perkataan adiknya, Xia Mo hampir mengangis. Namun akhirnya Xia Mo menangis karena Xiao Cheng benar-benar menolak operasi ini, sementara itu Zhen En hanya bisa menatap Xia Mo dari jarak jauh.

Xia Mo meninggalkan ruangan Xiao Cheng, Xia Mo keluar sambil menangis, jalannya gontai, ia akhirnya pingsan. Zhen En yang melihatnya langsung berteriak karena panik.

Sementara itu Ou Chen melakukan pemeriksaan, di telinganya terdengung suaranya saat ia masih kecil. “Mana keluargamu? mengapa tidak menemanimu saat kau mau melakukan operasi? tak seorangpun menunggumu. Bukankah kau sudah menikah?istrimu tidak menungguimu disini, perbuatanmu sunggu tercela. Tak peduli seberapa kelras usahamu, kau hanya memboroskan usahamu, menyerahlah, terimalah takdirmua kata Ou chen kecil. “Tidak, aku tidak akan menyerah” kata Ou Chen. Tiba-tiba Zhen En datang dan mengatakan operasi besok tidak jadi karena Xiao Cheng menolak untuk dioperasi dan sekarang Xia Mo demam hingga 40 derajat celcius, Ou Chen yang mendengarnya langsung meninggalkan ruang pemeriksaan.

Ou Chen masuk dalam ruangan Xia Mo dengan tergesa. Dia menggapai Xiao Cheng dan menyalahkan atas apa yang dia lakukan pada Xia Mo (karena nolak operasi). “Jika terjadi apa-apa dengan kakakmu kau harus tetap melakukan operasi” pinta Ou Chen, “Aku tidak akan menerima ginjalmu yang telah merenggut kebahagiaan kakakku” kata Xiao Cheng sambil berlari meninggalkan ruangan. Zhen En mengikuti Xiao Cheng. Ou Chen tidak bisa berbuat apa-apa.

Xiao Cheng menjenguk Lou Xi di kamarnya. Xiao Cheng meminta maaf kepada Lou Xi, ia mengatakan ini semua salahnya dan ia memohon jangan menyalahkan kakaknya, sementara itu Shen Qiang datang. Xiao Cheng menceritakan hal yang sebenarnya pada Lou Xi tentang mengapa Xia Mo mau menikah dengan Ou Chen, itu semua karena donor ginjal jadi pernikahan itu hanya sebagai barter. Ia pun mengatakan bahwa Xia Mo sakit, dan menyuruh Lou Xi bangun untuk menjaga Xia Mo karena mungkin Xiao Cheng tidak bisa melindunginya lagi.

Sementara itu Ou Chen meyakinkan dirinya bahwa semua ini bukan salahnya. Dan meyakinkan diri bahwa ia tidak akan menyesal dengan kondisi yang ia buat. Xia Mo tak bisa tidur tenang, dia mengingau terus.

Shen Qiang menunggui Lou Xi dikamarnya. Shen Qiang mengatakan bahwa Xia Mo masih demam, mungkin karena kau menyakiti dirimu sendiri maka dia (Xia Mo) merasa bersalah. Jadi jika kau tidak bangun, mungkin dia juga selamanya tidak akan sembuh dari sakitnya. Tangan Lou Xi mulai bergerak sedikit. (ni disini aku malah kasian ma Shen Qiang, sungguh hebat usahanya untuk membuat Lou Xi bangun walaupun menyakiti hantinya).

Sementara itu Xia Mo tak kunjung sadar, Ou Chen berjanji jika Xia Mo membaik maka dia kan melakukan apapun yang Xia Mo mau. Xia Mo tiba-tiba sadar dan menyebut ibunya. Sementara itu Ou Chen memanggil dokter, belum jadi Ou Chen memanggil dokter, Ou Chen mendengar Xia Mo mengatakan ibu tolong selamatkan Xiao Cheng, Xiao Cheng akan pergi, apa yang dapat kulakukan?meninggalkanku sendiri aku sangat takut kata Xia Mo sambil menangis. Ou Chen tidak jadi memanggil dokter, ia mendekat Xia Mo “Xiao Cheng tidak akan mati, aku janji Xiao Cheng tidak akan mati” kata Ou Chen. “Lou Xi, apakah dia mati?maafkan aku. Aku tidak tau ini akan menyakiti dirimu, aku pikir kau akan membenciku dan melupakanku. Kau juga akan mati bukan? Xia Mo memegang pipi Ou Chen (Ou Chen akan hidup dalam bahaya dengan hidup hanya dengan satu ginjal, mungkin dia juga bisa mati). “Mengapa kau datang untuk melihatku saat itu? ini hukuman untuku. Aku menyakitimu karena Xiao Cheng, dan kini tuhan menghukumku melalui Xiao Cheng. Kata Xia Mo sambil menangis. “seseorang yang seharusnya dihukum adalah aku, aku mengancammu dengan pernikahan, Lou Xi kini tersakiti dan Xiao Cheng menolak untuk operasi, ini semua karna keegoisanku” kata Ou Chen. Xia Mo memandangi Ou Chen. “Ou Chen seseorang yang egois adalah aku, demi Xiao Cheng, meskipun aku tau ini akan menyakiti Lou Xi aku tetap putus dengannya, mengetahui jika aku menikah denganmu ini hanya akan membuatmu sedih. Meskipun Xiao Cheng tidak mau melakukan operasi tapi aku masih bersikeras meminta ginjalmu. “aku tidak peduli, kau tidak salah, akulah yang salah”kata Ou Chen sambil memegang pipi Xia Mo. “Aku sangat menginginkanmu, dan memegangimu sangat kuat” kata Ou Chen. Mungkin setelah aku pergi kemudian aku dapat bersama ibu, Xiao Cheng dan Lou Xi, kecuali denganmu Ou Chen, maafkan aku Ou Chen, aku telah meninggalkanmu, maafkan aku kata Xia Mo sambil menyandarkan kepalanya dibahu Ou Chen sampai tertidur. (adegan yang benar-benar gak tau yang mana yang kasian, dua2nya kasian).

Ou Chen duduk di balkon rumah sakit dan menandatangani surat perceraian. “Kau menolak operasi karena Xia Mo menukarnya dengan pernikahn bukan?”Tanya Ou Chen. Ini adalah surat perceraian dan sudah saya tanda tangani, jika kau setuju untuk operasi, surat perceraian ini akan aku setujui bisa kau simpan. Pernikahanku dengan Xia Mo dapat berakhir kapanpun. Kau bisa lihat ini, jika tidak ada pertanyaan, tolong tanda tangan persetujuan operasi ini. Jika ada permintaan lagi katakanlah, jika kau menyetujui untuk operasi aku dapat memenuhi semua permintaanmu.”kata Ou Chen (menurutku kasian ni Ou Chen, ingin mendapatkan sesuatu eh malah dia kehilangan banyak). “Kau melakukan semua ini karena kau ingin bersama kakakku bukan?tanya Xiao Cheng, lalu mengapa kau menandatangani surat perceraian ini?walapun seperti inimengapa kau masih tetap ingin mendonorkan ginjalmu padaku?aku tidak akan menyetujui operasi ini, aku tidak akan membuatmu kehilangan ginjalmu dan kehilangan kakaku juga, ini tidak adil bagimu kata Xiao Cheng keras kepala (ih…lama-lama aku sebel ni sama Xiao Cheng, Ou Chen udah gregetan ni ma Xiao Cheng).

Lalu kau ingin melihatnya mati?tanya Ou Chen, dia tidak akan mati, dia hanya demam dan akan membaik dengan segera kata Xiao Cheng. “kau tau pasti bagaimana pentingnya dirimu baginya. Jika kau benar2 peduli padanya kau harus menyetujui operasi ini dan hidup sehat”kata Ou Chen yang hampir kehilangan kesabaran. Ou Chen memaksa Xiao Cheng menandatangani namun Xiao Cheng tetap menolak.

Ou Chen menunduk pada Xiao Cheng dan memohon untuk menerima ginjalnya dan memohon untuk menyelamatkan Xia Mo, semua kesedihan Xia Mo adalah karena Ou Chen dan hanya ini yang bisa Ou Chen lakukan untuk Xia Mo. Ou Chen meminta pada Xiao Cheng untuk memberikannya kesempatan untuk membuat Xia Mo bahagia.


By: Apni RF.
alhamdulillah kelar, 3 hari buat ni sinop capek juga, mian klo ada kata2 yang gak mudeng, apni udah sebisanya ngedit,hehhe..

[Sinopsis] Summer’s Desire episode 10 part 2

Xi Meng akhirnya mengaku pada tuan muda Ou Chen bahwa dia lah yang memerintahkan orang untuk membekukan rekening orang tua Xia Mo dan menyuruh orang menyita rumah mereka. Mengenai tuduhan Xia Mo bahwa selama ini Xi Meng yang merencanakan menghancurkan karir Xia Mo dengan berbagai kejadian dan berita-berita fitnah itu
“Jika tidak ada orang sepertimu dibalik semua itu , mana mungkin orang-orang berani bersinggungan dengan artis dari grup Hong Ou!”
Xi Meng tidak bisa berkata-kata.
“Xia Mo itu hanya gadis yang lemah, mengapa kau tega menghancurkannya?!”protes Ou Chen

Ou Chen lalu menyinggung soal informasi yang pernah dia dapatkan dari supir taksi (beberapa episode yang lalu) bahwa saat dirinya koma karena kecelakaan Xi Meng dan orang tuanya bertengkar soal kontrak dan uang.

“Sepertinya saat aku sakit mereka sudah ingin meninggalkanku ya”
Lalu Ou Chen juga menyodorkan foto-foto dan skandal orang tuanya yang dia selidiki selama Xi Meng ke Perancis,ayahnya malah keranjingan judi berkuda dan ibunya punya selingkuhan lain.
“Sepertinya keluargaku sudah mulai hancur beberapa tahun yang lalu ya”, tebak Ou Chen prihatin “Lalu semua kado, ucapan, jangan-jangan itu semua hanya darimu”
“Anda jangan berpikir seperti itu, silakan tuan muda ikut saya”, kata Xi Meng

Akhirnya Xi Meng menceritakan rahasia orang tua palsu tuan muda, dia menyerahkan kontrak yang pernah ditandantangani orang tua palsunya dan kakaknya. Di kontrak itu mereka harus setahun sekali liburan bersama keluarga dan tinggal bersama sampai tuan muda berumur 18 tahun,tuan muda mulai berkaca-kaca dan menangis tak percaya
“Ini hal yang paling aneh yang pernah kudengar. Rupaya semua orang telah bergabung untuk membohongiku selama ini. Pantas saja selama ini walau aku merasa memiliki segalanya tapi aku merasa diriku hampa”, Ou Chen terpukul namun berusaha tampil tegar

(wah acting peter ho boleh juga ni di sini..biasanya aku bosen liat tuan muda cemberut terus)
“Lalu, siapa sebenarnya ibu kandungku?”
Xi Meng memberikan foto ibu kandungnya Ou Chen. Ou Xing Ya. Di foto itu ibunya memakai pita hijau.

“Pita hijau adalah gaya khas ibumu. Kupikir Anda tidak punya memori tentang ibu Anda, tapi ternyata Anda membuatkan pita hijau untuk Xia Mo seperti pita ibu Anda”

Rupanya Ou Chen bayi suka mainin pita ibunya.

“Lalu di mana ibuku sekarang?”, tanya Ou Chen

“Dia sudah memilih pergi meninggalkan kita”, kata Xi Meng. Xi Meng lalu menceritakan bahwa ibunya dulu berhubungan dengan laki-laki biasa dan melahirnya Ou Chen. Ibunya dikurung di rumah dan sering berusaha kabur namun tidak pernah berhasil. Suatu saat ibunya pun memilih jalan kabur dengan caranya sendiri (bunuh diri)
“Agar Tuan muda dapat tumbuh sehat dan bahagia kakek Anda dan saya merencanakan keluarga buatan untuk Anda”, jelas Xi Meng
“Jadi selama ini hidupku hanya proposal projek darimu ya?! Lalu siapa ayah kandungku. Berikan aku namanya”
“Aku sudah berjanji dengan CEO terdahulu (kakek Ou Chen) agar tidak memberitahukannya.
Ou Chen sangat kesal “Siapa namanya ayo berikan!”

Xi Meng tidak bisa memberitahukan, Dia hanya minta maaf dan menghormat pada tuan Muda. (kasihan Ou Chen sampai nangis loh)
Ou Chen kesal dan marah dia langsung pergi dengan mobilnya dan memacu mobilnya di jalan raya.
Dia lalu berhenti di suatu tempat untuk menyendiri. Bayangan Ou Chen kecil mengajaknya bicara dan mengasihani Ou Chen yang kesepian.

“Ini mungkin sudah nasibmu kau kesepian dan tak pernah bahagia”

Ou Chen akhirnya tengah malam pulang ke rumah. Xi Meng yang menunggu tuan muda dengan cemas , lega melihat tuan muda datang. Dia merasa tuan mudanya pasti membencinya dan merasa ini saatnya dia untuk mundur. Sebelum mundur dia memberikan kunci pada tuan muda
“Ini kunci studio, tempat di mana aroma ibumu masih ada di sana. Jika kau merindukannya, kau bisa ke sana”
Ou Chen menerima kunci itu namun kemudian dia melemparkannya karena masih kesal.
Xi Meng lalu mengunjungi Xia Mo dan adiknya di rumah sakit. Xi Meng meminta Xia Mo jangan lagi menyalahkan tuan muda Ou Chen.

“Saya yang berada di balik semua itu”, aku Xi Meng . Xi Meng bercerita bahwa setelah diputuskan oleh Xia Mo, tuan mudanya kecelakaan dan koma selama 2 bulan. Xia Mo terkejut juga mendengar kenyataan itu. Dia tak menyangka kemarahannya berakibat fatal pada Ou Chen.
Xi Meng berkata bahwa dia tak menyangka bahwa orang yang menyita rumah Xia Mo ternyata sampai berbuat semena-mena.
“Walau sudah terlambat aku minta maaf kepada kalian berdiu”, kata Xi Meng membungkuk pada Xia Mo dan Xiao Cheng. Xi Meng juga berharap Xia Mo tidak lagi menyakiti tuan muda “Tuan Muda menggunakan sepanjang hidupnya menyukai nona Xia Mo”

Xia Ying Bo mengunjungi Luo Xi yuang masih bermuram durja dan minum-minum di bar. Shen Qiang yang datang bersama Kak Xia, mereka merasa Luo Xi terlalu berlebihan untuk orang seperti Xia Mo. Shen Qiang menjelek-jelekkan Xia Mo yang cuma memanfaatkan Luo Xi untuk batu loncatan karirnya. Xia Ying Bo berusaha menghentikan Shen Qiang memojokkan Luo Xi.
Luo Xi minta ijin agar dia tidak diganggu urusan pekerjaan sekarang-sekarang ini.
Namun untuk satu hal penting, Xia Ying Bo berkata bahwa ada syuting yang harus diulang minggu depan tanggal 25.
Mendengar tanggal itu Luo Xi kembali bersedih
“Kok bisa ada kebetulan seperti ini, acara nya juga tanggal 25 (pernikahan maksudnya)”

Xia Ying Bo berkata agar Luo Xi jangan berpikir terlalu jauh.
Tanggal 25 adalah hari yang baik untuk membuat film, dan juga untuk menikah”, kata Luo Xi pilu
Xia Ying Bo berjanji akan menengoknya di lokasi dan menemaninya minum setelah syuting nanti.

Asisten Luo Xi menemani Luo Xi yang sedang mabuk pulang. Luo Xi di jalan ingat bahwa dulu Xia Mo berkata bahwa walau dia tidak suka kekerasan tapi ada hal yang tidak perlu dilakukan dengan cara tertentu. Saat itu Xia Mo tidak mau terus terang padanya tentang itu.

Luo Xi benar-benar prihatin orang seperti Xia Mo ternyata pernah ketakutan dengan mendekam di sel.

Xia Mo menemui Ou Chen ke rumahnya.
“Jika kamu datang untuk membatalkan pernikahan aku tidak akan mengijinkannya”, kata Ou Chen

“Aku akan membayarmu dengan kebahagian, aku tidak akan membiarkannmu menangis, cemas atau takut.Aku akan akan menjadikanmu wanita yang paling berbahagia”, kata Ou Chen
Xia Mo mulai luluh. Ou Chen memeluknya. Xia Mo ragu tapi dia membiarkan Ou Chen walau tak balas memeluknya.
“Kita akan jadi pasangan yang benar-benar berbahagia”,kata Ou Chen
Xia Mo tersenyum, tapi dia tibatiba teringat janjinya bersama Luo Xi. Luo Xi pernah berkata bahwa “Kamu adalah milikku” dan mereka pernah berjanji untuk tetap bersama dan tidak saling menghianati.
Ou Chen akhirnya memanggil ke dua orang tua palsunya. Dia dengan tegas dan dingin berkata bahwa tugas mereka sudah berhasil sehingga mereka tidak perlu berpura-pura lagi. Mereka akan diperlakukan sebagai karyawan Hong Ou lagi. Namun setelah Ou Chen menginggalkan ke duanya Ou Chen tampak limbung bagaimanapun ,
Ou Chen pernah menganggap mereka orang tuanya.

Suatu malam Luo Xi pergi menengok rumah kenangan mereka bersama Xia Mo dan keluarga Yin. Luo Xi menelepon Pan Nam sahabatnya. Pan Nam cemas akan keadaan Luo Xi. Besok hari pernikahan Xia Mo , Luo Xi mina Pan Nam menemaninya. Namun PanNam tidak bisa dan dia juga tidak bisa memberikan alasannya pada Luo Xi

“Lou Xi, kamu itu hanya patah hati, ini bukan akhir dari dunia”, nasehat Pan Nam
“Bagaimana jika bagiku itu akhir dari dunia”, kata Luo Xi

Luo Xi lalu masuk ke halaman rumah, dan memandangi pohon sakura kenangan mereka.

Pada saat yang sama Xia Mo sedang melamun sambil menggendong dan membelai si “milk”, kucing hitam kenangan mereka.

Ou Chen malam itu melihat Xi Meng sudah berkemas dan akan meninggalkan kediamannya. . Bagaimanapun Xi Meng sudah seperti orang tua dan guru baginya. Xi Meng juga merasa berat meninggalkan rumah itu. Ou Chen diam-diam melihat Xi Meng pergi dengan pilu.

Keesokan paginya seseorang mengatarkan sesuatu pada Xi Meng. Ternyata undangan pernikahan dari Ou Chen untukknya. Ou Chen menulis pesan secara pribadi
“Guru, datanglah untuk menyaksikan upacara pernikahanku, momen yang paling berbahagia dalam hidupku”
Xi Meng berkca-kaca membacanya.

Hari ini adalah hari pernikahan Xia Mo. Xia Mo di rumahnya ditemani Zhen En dan Pan Nam yang membantu meriasnya. Pan Nam begitu puas dengan penampilan pengantin wanita ini yang tampak mempesona.

Adiknya kemudian datang memberikan buket bunga untuk kakaknya.

Pagi itu, Shen Qiang kembali “menceramahi” Luo Xi (rese dan cerewet nih cewe) karena ternyata grup Hong Ou mensomasi Luo Xi untuk membayar ganti rugi karena secara sepihak telah keluar dari film Zhan Qi.Shen Qiang menyindir bahwa sesatu yang dulu dia lakukan dan bahkan berkorban untuk Xia Mo hanya sia-sia dan merugikan diri sendiri.

“Apa Xia Mo sekarang akan mengasihanimu? Xia Mo hari ini menikahi Ou Chen!”, kata Shen Qiang ingin menyadarkan Luo Xi

to be continued…

[Sinopsis] Summer’s Desire episode 10 part 1

kubuat agak ringkas ya ngejar waktu nih

Kadang Cinta bukanlah Hal yang Terpenting dalam Hidup
(judulnya sedih amat hiks..)
by nana rf

Lou Xi mencium Xia Mo. Di kejauhan Ou Chen yang melihatnya, menghampiri Xia Mo lalu mengusap bibir Xia Mo. Di depan Lou Xi

“Tunggu, bukankah aku yang seharusnya pergi dari sini?”
Lou Xi lalu pergi dengan hati hancur (kasian banget Lou Xi pengen ngegetok Ou Chen).

Lou Xi patah di rumahnya dia hanya terpaku di depan grand piano putihnya. Xia Ying Bo menengoknya karena cemas. Bosnya itu juga prihatin karena pihak Hong Ou berusaha menghilangkan semua kenangan mereka berdua dengan menarik iklan yang dibintangi berdua oleh Lou Xi dan Xia Mo. Lou Xi lalu terdengar melantunkan lagu “Diamond” lewat pianonya.
Lagu yang awal-awal sering dilantunkan Xia Mo. Xia Ying Bo yang mendengarnya heran dari mana Lou Xi tau lagu lama tersebut. (lagu Diamond itu dulu kerap dinyanyikan oleh ibu Xia Mo di bar)
Zhen En, rupanya senang saja akan berita pernikahan Xia Mo yang orang-orang menyebutkan bagai pernikahan cinderella. Zhen En menyiapkan artikel2-artikel yang bagus-bagus untuk menghibur Xiao Cheng. Namun Xiao Cheng rupanya berpikir kritis

“Kak, mengapa pernikahanmu dengan Ou Chen nampaknya terburu-buru?”
Xia Mo menghampiri Ou Chen berusaha tersenyum “Kalu kau tak suka aku akan menundanya”
“Aku senang kakak menikah walau ternyata harus putus dengan Kak Luo Xi. Namun mengapa harus dengan Ou Chen. Kupikir karena kejadian lalu itu kakak tak kan pernah lagi mau memafkannya”, kata Xiao Cheng
“Orang yang kucintai itu Ou Chen, dan hal yang lalu telah berlalu, dan itu hanya masa lalu. Aku ingin hidup bersamanya selamanya”, kata Xia Mo berbohong menghibur adiknya.
Saat sendirian Xiao Cheng tampak menggambar sketsa baju pengantin. Lalu Ou Chen datang menengok. Xiao Cheng juga bertanya pada Ou Chen mengapa kalian berdua tampak buru-buru menikah.
“Kau sudah bertanya pada Xia Mo? apa jawabnya?”
“Katanya dia menyukaimu”, jawab Xiao Cheng
“Oh memang kalau orang saling suka khan ingin saling memiliki untuk selamanya”, kata Ou Chen berdiplomasi
Xia Mo lalu bertemu Ou Chen di rumah sakit. Dia berterimakasih karena Ou Chen mau bekerja sama di hadapan Xiao Cheng.

“Kerja sama? aku tulus kok melakukan ini. Jadi selama ini kamu selalu bersandiwara ya?”, kata Ou Chen kecewa..
(ya iya lah nikah juga kepaksa gimana nih Ou Chen)


Xi Meng menerima telepon dari seseorang yang akan menerbitkan artikel tentang Xia Mo. Keesokan harinya muncul aritkel yang menjelek-jelekkan ibu kandung Xia Mo, yang seorang penyanyi bar itu. Dikatakan pula bahwa Xia Mo dan adiknya bahkan berbeda ayah (kesannya ibu Xia Mo kerap ganti pasangan) Xia Mo membiacarakan hal itu dengan Zhen En. Mereka bingung ada reporter majalah Orange Daily yang kerap menjelekkan Xia Mo dan sangat tahu tentang masa lalu Xia Mo.

Berita itupun sampai ke tangan Shen Qiang. Dia menjelek-jelekkan Xia Mo di depan Luo Xi. Luo Xi yang sebenarnya sudah tahu sedikit masa lalu Xia Mo geram mengatahui orang menjelekkan Xia Mo.

Xia Ying Bo kebetulan mendengar pembicaraan mereka. Dia melihat koran liputan itu. Dia merasa mengenal wanita yang dikatakan ibu Xia Mo itu.

Yin Cheng aka Xiao Cheng merasa bosan di rumah sakit dan meminta ijin kakaknya untuk berjalan-jalan ke luar berdua. Xiao Cheng ternyata mengajak Xia Mo ke butik baju pengantin. Dia telah memesankan baju pengantin yang dirancang sendiri olehnya untuk kakaknya tercinta. Xia Mo terpana dan terharu melihat karya dan hadiah dari adiknya itu.

Pada saat yang sama di lantai atas butik ternyata ada Lou Xi dan Shen Qiang yang telah selesai pemotretan sebagai model busana pengantin. Para wartawan mengerubuti mereka berdua. Xia Mo dan adiknya buru-buru menghindar agar tidak dikenali wartawan.
Para wartawan menanyakan hubungan Luo Xi dengan Xia Mo juga mengenai pemberitaan masa lalunya.
Shen Qiang melihat baju pengantin rancangan Xiao Cheng dan tertarik membelinya untuk syutingnya. Karyawan butik mengatakan baju itu rancangan khusus seseorang. Shen Qiang ingin membelinya dengan harga berlipat-lipat. Akhirnya ketahuan juga bahwa pemilik baju pengantin itu adalah Xia Mo.

Luo Xi merasa jantungnya berdegup melihat Xia Mo, juga merasa hatinya sakit karena Xia Mo memesan baju pengantin.

Wartawan buru-buru mengerubungi Xia Mo. Adiknya berusaha membawa lari Xia Mo tapi Xiao Cheng malah terjatuh karena badannya lemah.
Luo Xi berusaha membantu mereka dengan mengalihkan perhatian wartawan agar kembali mewawancarinya.
Namun ada seorang wartawan yang tengil dan menjelek-jelekkan ibunya Xia Mo sebagai pelacur. XIa Mo marah besar.
“Bagiku dia tetap ibu terbaik di hatiku!”
Luo Xi ingin menindak wartawan itu namun ditahan Shen Qiang. Luo Xi menyindir keras wartawan itu dan minta sekuriti mengusir orang itu jika tak mau pergi.

Setelah semua wartawan pergi,datanglah seseorang yang memperkenalkan diri sebagai wartawan Daily Orange pada Xia Mo. Wartawati yang kerap menjelekkan dia ternyata teman sma nya yang dendam pada Xia Mo karena pernah dikerjai anak buah Ou Chen.

Ou Chen membuat persetujuan dengan Xiao Cheng untuk menyiapkan gaun pengantin untuk Xia Mo. Rancangan tetap rancangan Xiao Cheng, hanya penjahit dan segala halnya disiapkan oleh Ou Chen. Dan Ou Chen meminta agar dia diperkenankan melihat Xia Mo saat mencoba baju pengantin pertama kali.

Xia Mo dibawa ke rumah Ou Chen. Dia kagum melihat karya adiknya yang menjadi semakin cemerlang. Xia Mo mencoba gaun itu. Ou Chen terpana dan kagum melihat Xia Mo yang tampak mempesona dengan gaun itu. Ou Chen memakaikan kalung indah. Namun Xia Mo hanya berwajah datar. Dia pun menghindar saat Ou Chen ingin menciumnya.

Pada saat yang sama Luo Xi lewat dan berhenti di depan butik gaun pengantin. Dia merasa terenyuh dan sedih melihat gaun pengantin.

Dia ingin menelepon Xia Mo namun urung.

Di televisi muncul lagi berita mengejutkan tentang masa lalu kelam Xia Mo. Mereka mempersalahkan Xia Mo yang pernah di penjara. Xia Mo langsung mematikan TV dan kesal. Ou Chen menghiburnya dan berkata semua berita itu khan bohong belaka sehingga Xia Mo tak perlu terlalu cemas.

Xia Mo geram dia teringat sekilas waktu dirinya mendekam di penjara.
“Jadi menurutmu ini cuma kebohongan, ingatanmu sepertinya belum pulih benar.bukankah kau dulu yang mengatur semua itu!”, Xia Mo geram

Flash back ke masa lalu saat orang tua Xia Mo telah meninggal dan adiknya Xiao Cheng yang selamat dari kecelakaan akan keluar dari rumah sakit. Mereka berdua merana dan sedih karena ayahnya ternyata dikatakan masih punya banyak utang ke perusahaan Hong Ou, rekening mereka dibekukan dan rumah mereka pun akan disita. Namun Xia Mo berjanji pada adiknya untuk menjadi walinya dan berjanji meraka tidak akan sampai masuk panti asuhan lagi.
Namun saat mereka pulang mereka dikagetkan oleh preman-preman yang masuk rumahnya dan mengambili barang mereka. Xia Mo kesal dan mengancam akan lapor polisi karena merasa mereka masih berhak tinggal di sana sampai akhir bulan. Preman itu marah saat Xia Mo akan menelepon dan akan menyakiti dan melecehkan Xia Mo. Adiknya berusaha membantu apa daya Xiao Cheng cukup lemah.

Xia Mo panik karena mereka akan mencelakai adiknya. Dia spontan mengambil batu bata di dekatnya dan memukulkannya dengan keras ke seorang preman.

Preman itu bersimbah darah.

Flash back selesai dan kembali ke Ou Chen dan Xia Mo yang sedang bersitegang.
“Rumah disita, orang-orangmu datang ke tempat kami, bukankah itu kamu yang mengaturnya!”

Ou Chen tidak mengingat kejadian itu, namun dia bersikukuh
“Aku tidak mungkin berbuat sesuatu hal yang akan mencelakakan Xia Mo”.
Xia Mo tetap kesal dan buru-buru pergi dari sana.

Xi Meng menghadap tuan muda Ou Chen, dan ingin Tuan muda mempertimbangkan pernikahannya dengan Xia Mo karena masa lalu Xia Mo dirasa terlalu kompleks dan ke dua orang tuanya pun tidak setuju (ah itu sih alasan Xi Meng doang, orang tua palsunya khan boneka Xi Meng)
“Bukankah diriku juga sangat kompleks?!”, kilah Ou Chen
Ou Chen bahkan mengancam tidak mau menerima warisan grup Hong Ou jika tidak boleh menikah.

Ou Chen lalu berkata bahwa dia menebak jangan-jangan Xi Meng lah yang berada di balik penyitaan rumah Xia Mo dulu, bahkan semua berita buruk tentang Xia Mo, kasus Xia Mo yang diculik dan kasus Xia Mo dengan Ah Hui Ni pasti itu didukung Xi Meng. Xi Meng akhirnya mengaku. Ou Chen tak habis mengerti “Xia Mo itu gadis yang lemah, mengapa kamu menyusahkannya seperti itu?Kamu begitu membenci Xia Mo”
Xi Meng beralasan karena dia tidak suka melihat Xia Mo memperlakukan tuan muda begitu buruk saat memutuskannya dan menyebabkan Tuan Muda kecelakaan.

lanjut ke part 2 ya nanti…