[Sinopsis] Sungkyunkwan Scandal Lesson 20

Review. Yoon Hee menemukan petunjuk keberadaan Geum Dong Ji Sa lalu ia berlari ke pintu gerbang Sungkyunkwan.

Yoon Hee mulai menggali dan ia menemukan peti dan membukanya. Di dalam peti itu ia menemukan beberapa amplop. Yoon Hee melihat isi amplop dan berujar “Geum Dong Ji Sa, aku menemukannya ayah”.

Sementara itu In So geram mengetahui kalau Kim Yoon Shik adalah seorang gadis.

Raja membaca berita dan bertanya kepada menteri kehakiman kalau semalam Hong Byuk Seo semalam muncul jadi Lee Sun Joon bukanlah Hong Byuk Seo. Menteri Lee melihat kearah Menteri Moon. Menteri Moon menghela nafas dan mengiyakan pertanyaan Raja kalau itu semua benar. Menteri Lee bernafas lega karena anaknya terbukti tidak bersalah. Raja melihat Menteri perang. Raja menyarankan agar Menteri Perang segera meminta maaf secara terbuka seperti yang diminta oleh para pelajar. Menteri Ha terdesak “tapi Yang Mulia itu sedikit….”
Raja memotong pembicaraan “ini akibat dari penyelidikan yang tidak adil dan menangkap pelajar Sungkyunkwan….”
Raja menatap Menteri Ha dan menegaskan kembali kalau di Sungkyunkwan, lembaga untuk kebenaran, Menteri Ha sudah melanggar tradisi tentang tentara kerajaan yang tidak diizinkan masuk. Menteri Ha tertunduk mendengarnya.
Raja melanjutkan jika pelajar Sungkyunkwan yang penuh gairah keluar membuat kesepakan besar di depan istana, maka hari demi hari setiap orang di negeri itu akan mendengar berita itu. Raja mengatakan sekarang gilirannya untuk memberi tanggapan atas protes pelajar.

Di luar istana, kasim mengumumkan kalau Yang Mulia akan memberikan jawaban atas keberatan pelajar. Pelajar yang berlutut di depan istana senang mendengarnya. Kasim menyuruh pemimpin demonstrasi itu untuk keluar. Jae Shin dan Yong Ha saling berpandangan karena ia melihat tempat Yoon Hee kosong. Kasim memanggil lagi “mana kepala Mahasiswa yang memimpin demonstrasi ini?” Para demonstran mulai kasak kusuk karena Yoon Hee tak kunjung datang. Jae Shin dan Yong Ha mulai cemas. Kasim “apakah tidak ada pemimpin dari demonstran ini?”

“Aku di sini” semua menoleh ke belakang. Yoon Hee berdiri sambil memegang peti. Yoon Hee berjalan maju dan berhenti sesaat di sebelah Jae Shin sambil tersenyum “ aku menemukannya, senior”. Jae Shin dan Yong Ha bingung. Yoon Hee menegaskan lagi “ aku menemukannya”. Yong Ha tersenyum, Jae Shin menoleh ke Yong Ha dan ikut tersenyum senang.

Yoon Hee kembali berjalan menuju kasim dan berlutut. “pemimpin demonstrasi ini adalah pelajar Sungkyunkwan Kim Yoon Shik. Aku siap menerima tanggapan Yang Mulia”. Yoon Hee menoleh kebelakang ke arah teman-temannya. Ia juga menoleh ke arah Jae Shin dan Yong Ha yang memberi dukungan dengan mengangguk. Yoon Hee tersenyum melihatnya dan menganggukkan kepalanya.

Yoon Hee menemui Raja. Raja “ sebagaimana yang diminta oleh pelajar Sungkyunkwan, Lee Sun Joon akan dibebaskan dan dilepaskan. Aku juga akan memberitakan secara terbuka permintaan maaf Menteri Perang. Itulah tanggapan saya”. Yoon Hee tersenyum senang. Prof. Jung dan perdana menteri juga ikut senang. Lalu ada kasim masuk yang membawakan hadiah (kayaknya minuman). Raja mengatakan kalau sekarang ia sudah mendengarkan pendapat Yoon Hee berarti Raja harus memberikan hadiah kepada Yoon Hee yakni minuman. Prof. Jung “saat keputusan atas keberatan telah berakhir maka sudah menjadi tradisi Negara ini untuk menyajikan minuman kepada pelajar Sungkyunkwan. Yoon Hee mengangguk lalu ia menundukkan kepalanya di depan Raja (kayaknya artinya terima kasih deh).

Yoon Hee “ Yang Mulia saya juga mempunyai hadiah untuk Anda. Aku sudah memecahkan perintah rahasia”. Raja kaget mendengarnya begitu juga Prof. Jung dan Perdana menteri.
Yoon Hee “dimana pembelajaran itu ditegakkan, tempat di mana suatu bangsa dimulai, pintu yang terbuka ke tempat terendah, Banchon….. Geum Deung Ji Sa ada di sana”.

Raja membuka peti dan mengeluarkan amplop dan mengeluarkan surat yang ada di dalamnya. Raja “dengan ini, impian ayahmu dan juga mimpi lamaku sekarang akan menjadi kenyataan. Terima kasih Kim Yoon Shik. Aku janji. Sehingga usahamu tidak akan sia-sia, aku akan memberikan semuanya. Sekarang saatnya bagimu untuk bermimpi impian baru di Joseon baru”. Raja tersenyum senang, Yoon Hee berkaca-kaca terharu. Ia melihat Prof. Jung yang mengangguk kepala padanya.(Yoon Hee punya harapan bisa belajar walaupun ia wanita)

Sun Joon keluar dari rumah tahanan. Teman-temannya yang menunggu di luar bersorak. “hey itu Lee Sun Joon… Lee Sun Joon.” semua teman-temannya menyambut Lee Sun Joon dengan bersorak memanggil namanya “Lee Sun Joon… Lee Sun Joon”. Go Bong dan Kang Mo juga ikut senang melihat Sun Joon keluar dari penjara. Won Tak dan Hae Won juga ikut bersukacita melihat Sun Joon. Won Tak meminta Hae Won mengaku kalau ia tidak menyukai Sun Joon. Hae Won menjawab Sun Joon anak malang kalau tidak ada Sun Joon siapa lagi yang akan menjadi si mulut buruk. Eh tiba-tiba Sun Joon sudah di depan mereka. Hae Won ketakutan Sun Joon marah karena ia sudah memegang bahu Hae Won.
Ternyata Sun Joon tersenyum dan bilang kalau selanjutnya Hae Won saja yang melakukan hal itu karena ia bosan bersikap seperti itu. Sun Joon lalu pergi menuju Jae Shin dkk. Trio Sungkyunkwan heran atas perubahan sikap Sun Joon. Ahn Do Hyun malah komentar “memang seseorang perlu mengalami beberapa kesulitan”.

Sun Joon mendekati Jae Shin dan Yong Ha. Yong Ha tersenyum senang melihat Sun Joon. Jae Shin masih gengsi “jangan kau pamer tinggi dan kuat seperti itu lagi, atau lainnya karena aku tidak akan mau melihatmu lagi”. Yong Ha tersenyum jail menyenggol bahu Jae Shin dan bilang “hey Geol Oh. Jadi apakah ini berarti kau akan menghabiskan sisa hidupmu melihat Lee Sun Joon? sebuah pengakuan cinta dan dihadapanku saat itu”. Sun Joon tersenyum, Jae Shin melihat dingin ke Yong Ha. Jae Shin melihat Sun Joon “ kau sudah melalui banyak (masalah)”

Sun Joon tersenyum “ terima kasih banyak senior. Aku mendengar semua orang bekerja keras demi aku”. Sun Joon melirik mencari-cari seseorang. Yong Ha tersenyum tipis “salah seorang yang telah melalui banyak masalah sedang berada di tempat lain. Orang yang kau cari dengan matamu berulang-ulang. Pemimpin demonstrasi ini adalah Daemul” Yong Ha memperagakan mata Sun Joon yang melirik kesana kesini mencari Yoon Hee.
Sun Joon “Kim Yoon Shik… mana dia sekarang?”

Ternyata Yoon Hee sedang menemui ayahnya Sun Joon. Menteri Lee “ini adalah sesuatu yang patut disyukuri. Meskipun dia teman sekamarmu, sebagai ayahnya tidak bisa menolong seseorang yang adalah anakku. Aku bersyukur”. Yoon Hee “ seperti yang aku tahu, tindakan menyelamatkan teman bukanlah hal yang patut dipuji”. Menteri Lee tersenyum “sebuah semangat yang kuat, kau mendapatkannya dari ayahmu”. Yoon Hee terkejut. Menteri Lee tersenyum sinis “ aku tidak menyukai ayahmu sejak awal, ia terlalu idealis dan romantik…. Ia akan memberikan bantuan kepada Raja. Aku siap melakukan apa saja untuk mengubah ayahmu”. Yoon Hee tercengang dan menteri Lee tersenyum.
Menteri Lee melanjutkan “ aku ingin melihatnya menyerah pada fakta bahwa kenyataan tidak sesempurna cita-citanya. Namun, aku tidak pernah menyangka akan mengambil hidupnya dengan cara itu. Dengan demikian kebencianmu kepadaku pasti mendalam”.
Yoon Hee berusaha tersenyum “ bukan kebencian namun kewaspadaan, Tuan”.
Menteri Lee “kewaspadaan katamu?”.
Yoon Hee “ ketika kau jatuh sekali, kau akan kembali jatuh kedua kalinya untuk menyembunyikan yang pertama. Sebelum menyadarinya, kau akan berdiri bingung di antara jejak kaki berkelokmu, bahkan melupakan arah tujuan pertama kali kau mengambilnya.

Menteri Lee tersenyum mendengarnya “aku melihat kenapa anakku menganggapmu sebagai teman yang berharga”. Yoon Hee lalu meminum minumannya.

Menteri Lee melihat cincin yang dipakai Yoon Hee. Menteri Lee ikut meminum minumannya.

Lee Sun Joon gelisah menunggu kedatangan Yoon Hee. Lalu ia tersenyum saat melihat Yoon Hee berjalan mendekat. Sun Joon menghampiri Yoon Hee dengan ekspresi marah (pura-pura tuh kayaknya hehe…^_^). Yoon Hee tersenyum melihat Sun Joon.
Sun Joon “tidakkah kau tahu aku dibebaskan? Apa yang sebenarnya kaulakukan selama ini dan di mana?” Yoon Hee bingung melihat Sun Joon marah.
Sun Joon “apakah kau berpikir sudah berapa lama aku menunggumu?”
Yoon Hee tersenyum mendengarnya dan pura-pura cuek menjawab “tetapi kita sudah bertemu kemarin.”
Yoon Hee berjalan meninggalkan Sun Joon dengan tersenyum lebar. Sun Joon berbalik menatap punggung Yoon hee “tapi…”. Yoon Hee berhenti.
Sun Joon “apakah kita dalam hubungan itu? Bahwa jika kita bertemu kemarin maka kita tidak perlu bertemu lagi hari ini?”
Yoon Hee “ lalu apa hubungan kita ini?” Sun Joon terkejut “ Kim Yoon Shik”. Yoon Hee menoleh sambil tersenyum “sesuatu seperti ini?”. Yoon Hee menunjukkan cincin di jarinya dan menyodorkan tangannya ke hadapan Sun Joon. Sun Joon melihat Yoon Hee tersenyum ceria dan ia mau memegang tangan Yoon Hee.

Yong Ha tiba-tiba membuka pintu kamarnya mengagetkan Yoon Hee dan Sun Joon. Yong Ha tersenyum jail dan bertanya “kenapa kau tidak datang. Apakah kalian membangun tembok besar di luar sana?” (lucu liat ekspresi Yong Ha ngedipin matanya ^_*… wkwk… mianhe ari yah ni anak ganggu mulu)

F4 Joseon merayakan keberhasilan Yoon Hee dan kebebasan Sun Joon dengan minum-minum. Keempatnya bersulang, Yong Ha terus menyuruh Sun Joon minum. Yong Ha “bahkan jika kau menjadi anjing kecil piaraan Menteri, aku akan dengan mudah pergi menemuimu hari ini”. Keempatnya kembali bersulang. Yong Ha menuangkan soju ke cawan Yoon Hee. Yoon Hee meminumnya sampai habis dan menyodorkannya kepada Yong Ha.

Yong Ha “kau telah melalui banyak. Aku tidak pernah membayangkan kau akan mencapai begitu banyak. Kau memimpin banding dan kau juga menemukan Geum Deung Ji Sa. Kau benar-benar Daemul”. Yoon Hee tersenyum senang mendengar pujian Yong Ha. Yong Ha menopang dagunya dan menatap Yoon Hee “tidak peduli berapa banyak aku melihatmu, aku tidak pernah bosan. Kim Yoon Shik kau yang pertama”. (=Yoon Hee adalah gadis pertama yang tidak membosankannya….ckckck, liat tampangnya Sun Joon, cembokur abis, wkwkwkwk–ai) Yoon Hee seneng-seneng aja mendengarnya. Sun Joon melihat Yong Ha memandang Yoon Hee langsung berdehem. (wkwk… cemburu tuh Sun Joon). Yong Ha melihat Sun Joon yang cemburu sambil senyum jail.

Yoon Hee “tentang Geum Deung Ji Sa?” Yong Ha menganggukkan kepalanya. Yoon Hee melanjutkan “Yang Mulia mengatakan sekarang saatnya kita bermimpi impian baru di Joseon baru”.
Jae Shin bertanya “ jadi… apa mimpimu?” Yoon Hee tersenyum “aku akan mulai berpikir tentang hal itu mulai sekarang”.
Yong Ha “oh apa yang harus dilakukan. Membosankan sepertinya. Aku tidak lagi mempunyai mimpi. Aku Gu Yong Ha. Dan meskipun tahu persis siapa aku, aku punya kalian yang tidak lari dariku. Itu semua yang kubutuhkan”. Sun Joon dan Yoon Hee tersenyum mendengarnya. Mereka pun melanjutkan minum-minumnya sampai larut malam.
Yong Ha udah mulai mabuk, Yoon Hee juga. Yang masih terjaga cuma Sun Joon dan Jae Shin. Sun Joon mengambil gelas Yoon Hee karena Yoon Hee sudah kelihatan mabuk. Sun Joon melihat Yoon Hee dan bilang “saat ini sudah larut malam”.
Yong Ha “ benarkah? Kalau begitu akan menghabiskan malamku di sini. Aku terlalu mabuk untuk bergerak”. Yong Ha merebahkan badannya ke lantai. (ckck…) Jae Shin melihat Yoon Hee “ oy.. kau harus pergi tidur di kamar Yong Ha. Di sini terlalu ramai”. Sun Joon tersenyum senang mendengarnya sambil melihat ke arah Jae Shin.
Sun Joon “ kau seratus persen benar senior Geol Oh”. Si Yong Ha ikut tersenyum mendengarnya (curiga ni anak cuma pura-pura aja). Sun Joon melihat Yoon Hee dan memberi isyarat mata agar Yoon Hee pergi tapi Yoon Hee tidak juga beranjak pergi. Sun Joon “ apa yang kau lakukan, tidak mau?” Yoon Hee menjawab “ kamarku di sini, jadi kenapa harus aku yang pergi meninggalkan ruanganku dan pergi ke ruangan lain?” Yoon Hee langsung merebahkan dirinya ke lantai untuk tidur. Sun Joon bingung melihatnya. Yoon Hee kayaknya lupa kalau ia cewek ckck…. Yoon Hee tersenyum gembira “terasa besar, mari kita Jalgeum Quartet tidur bersama di sini seperti ini. Sun Joon melihat Yoon Hee dengan bingung, Yong Ha tersenyum dan ikut melirik ke arah mereka. Yoon Hee pun memejamkan matanya tertidur. Jae Shin hanya diam melihat Sun Joon.

Akhirnya mereka berempat tidur di kamar itu. Ckck… tidurnya Yong Ha kacau banget ia berguling-guling jalan-jalan. Untung saja di tengah ada meja dan Sun Joon dan Jae Shin tertidur duduk di atas meja. Yoon Hee juga sama tidurnya kacau, kejadiannya lucunya tangannya Sun Joon menimpa tangan Jae Shin. Wkwkwk… Sun Joon dan Jae Shin tidur sambil pegangan tangan haha…

Malam itu di rumah keluarga In Soo, mentri Ha memarahi In soo yang menurutnya tidak becus menangani seorang anak kecil, bahkan membuat ayahnya terlihat buruk.
“Dia anak yang sangat berbahaya…. Kim Yoon Shik itu adalah seorang gadis.” In Soo memberikan bantahan Yoon Hee adalah anak kecil pemalu biasa.
“Apa?” mentri Ha terkejut
“Sebagai seorang gadis, ia menentang hukum bangsa dan sekarang di Sungkyunkwan.”
Pagi menjelang, Mentri Ha sudah rapat dengan menteri Lee, “Raja akan mengadakan sidang dewan dan menyatakan pemindahan ibukota ke Hwaseong.” kata menteri Lee

“Raja pasti sudah menemukan Geum Deung Ji Sa, tapi di tanganku aku punya pedang yang lebih tajam, jadi apa yang ditakuti?” jawab mentri Ha, ia melanjutkan saat mentri Ha menatapnya dengan pandangan bertanya, “Kim Yoon Shik, orang yang diberikan perintah untuk menemukan Geum Deung Ji Sa, adalah seorang gadis. Seorang gadis!” terang Menteri Ha puas, Mentri Lee melongo mendengarnya.

Pagi di Sungkyunkwan, Sun Joon bersikap dingin dan jutek pada Yoon Hee, hingga Yoon Hee harus mengejarnya meminta penjelasan. Melihat Sun Joon tetap berjalan tak bicara, Yoon Hee menghalangi jalannya, “Bagaimana bisa seorang pria sangat picik? Seperti kakek tua!” tapi ia kaget sendiri melihat tatapan tajam Sun Joon dan ingin meralatnya.

Sun Joon akhirnya mau bicara, “Mencemaskan kekasihku yang tidak berpikir panjang tidur diantara laki-laki lain, aku tidak bisa memejamkan mata untuk tidur sepanjang malam. Bagaimana aku harus mengatakannya padamu?….Seperti kakek tua! Menjadi picik.”
Yoon Hee menahan tawa, Sun Joon tambah kesal dan meneruskan berjalan. Yoon Hee kembali mengikutinya, “Jadi jika aku tidur sebelahmu seperti yang kau inginkan, kau bisa tenang?”
Sun Joon berhenti dan tersenyum, lalu melirik Yoon Hee dengan tampang serius, “Yah … seperti yang kau inginkan”
“Jika aku tidur di sebelahmu, kau akan lebih banyak tidak tidur. apakah tidak masalah?” Yoon Hee tersenyum, ia ingin menggoda Sun Joon, tapi saat menyadari kata-katanya malah malu sendiri dan pergi. Sun Joon shock, Yoon Hee bisa dan berani ngomong gitu, wkwkwk, ia buru-buru mengejar Yoon Hee.
Yoon Hee masuk ke perpustakaan terus memegangi mulutnya yang sudah salah ucap, wkwkwk lucu liat tampang malu-malu takutnya Yoon Hee.

Sun Joon mengikuti Yoon Hee ke perpus, Sun Joon bersidekap (melipat tangannya) menanyakan kemungkinan Yoon Hee adalah orang buruk spesialisasi penyalin novel cabul. (jaman itu belum ada alat cetak, jadi biasanya buku di salin/di tulis ulang). Yoon Hee menyanggahnya dengan cepat dan hanya mengakui melakukannya 3 kali.
“sebanyak 3 kali?” Sun Joon kaget wkwkwk, gak cuma satu, tapi 3!! dan penulis biasanya lebih ngelotok dari yang baca, wkwkwk.
Yoon Hee mengakui bayarannya lebih banyak daripada menyalin buku biasa. Sun Joon menghela nafas. ia mengakui tidak bisa membayangkan di mana dan bagaimana kehidupan Yoon Hee sebelum masuk Sungkyunkwan, maka ia memutuskan untuk mengunjungi rumah Yoon Hee dan melihatnya sendiri saat liburan berikutnya.
Yoon Hee kaget, “Rumahku, katamu? Apa artinya untukmu untuk mengunjungi rumahku?” Tanya Yoon Hee bingung
“Seorang pria dewasa mengunjungi rumah kekasihnya. Apakah menanyaiku karena kau tidak tahu?”
“Benarkah?….Benarkah?” Yoon Hee sampai nanya 2x.
“Ini tidak akan mudah, jadi aku harus mempersiapkan diri sepenuhnya…..aku siap” Sun Joon tersenyum meyakinkan Yoon Hee.

Menteri Lee bertemu dengan Raja Jeong Jo, Raja yang akan meminum tehnya meletakkan kembali gelasnya dan tetap memegang gelas itu di meja saat menteri Lee memohon agar Geum Deung Ji Sa di kuburkan. Ia mendengarkan perkataan menteri Lee dalam diam dan baru merespon saat menteri Lee mengatakan Raja sudah menyakiti seorang ayah dan kini mungkin juga akan menyakiti anaknya, “Apa maksudmu, Menteri Negara?”
“kerinduan Anda untuk reformasi telah mengorbankan Profesor Sungkyunkwan Kim Seung Hun. Dan sekarang ini bahkan menempatkan putrinya dalam bahaya.”
Raja sedikit memikirkannya namun tetap tidak mengerti, “Apa yang kau maksud dengan putri Kim Seung Hun?”
“pelajar Sungkyunkwan Kim Yoon Shik. Anak itu … adalah seorang gadis” terang menteri Lee.
Raja benar-benar kaget, kali ini ia melepaskan gelas tehnya.
Menteri Lee juga mengingatkan bahwa Raja berdosa karena melanggar di the Three Bonds and Five Relationships (Raja, sengaja atau tidak, ia melanggar ajaran Konfusianisme karena menggunakan seorang gadis dalam pencarian geum deung ji sa . Selain itu, hal ini akan merusak kredibilitas Geum Deung Ji Sa juga).

Yong Ha pake ungu euy!! ia menemui Hyo Eun yang sudah menunggunya di dekat sebuah tikungan jalan. Yong Ha dengan wajah ceria menggoda Hyo Eun, “Kenapa? kau masih belum menyerah pada Lee Sun Joon? Menyuruh orang untuk datang dan pergi.”
Hyo Eun kesal karena Yong Ha terus mencapnya sebagai cewek yang ngejar-ngejar Sun Joon, “Aku datang untuk membantu. Jadi perlakukan aku dengan sopan!”

Yong Ha langsung merubah sikapnya, ia memasang wajah perhatian pada Yoon Hee dan mulai medengarkan.
“kakakku sudah tahu.” Hyo Eun menatap Yong Ha yang diam tanpa reaksi, “Jangan bilang kalian semua tidak menyadari itu!”
“Yeah, yeah, yeah. Jadi, ini tentang apa, Nona?” Tanya Yong Ha bingung ….wkwkwk, Hyo Eun nih belum juga ngomong apa-apa,
“Pelajar Kim Yoon Shik itu seorang perempuan” terang Hyo Eun, Yong Ha pertama denger cuma kedip-kedip cepet, setelah beberapa saat baru pasang muka kaget, wkwkwkwk LOLA

Malam itu, di rumahnya, Yoon Hee berdandan, ia mempersiapkan diri untuk kedatangan Sun Joon dengan senyum yang tak pernah lepas dari wajahnya.

Sun Joon juga tak jauh berbeda, ia juga terus tersenyum dalam perjalanan ke rumah Yoon Hee sambil membawa 2 bungkusan di tangannya.

Yoon Hee menunggu Sun Joon di jalan dekat rumahnya. Ia meletakkan lampunya di bawah dan mengeluarkan cermin mematut dirinya meyakinkan bahwa dandanannya baik-baik saja. Ia lalu menoleh terkejut saat sebuah bayangan hitam nampak di cerminnya, ia langsung mengambil lampu agar bisa melihat lebih jelas. Yoon Hee dibawa pergi meninggalkan lampu yang terguling.

Setelah melalui masa-masa panjang melelahkan mempertanyakan jalan yang ditempuh kakak dan ayahnya, Jae Shin kini lebih tenang. Ia “menemui” kakaknya dan “menawarinya minum”. Jae Shin “berbicara pada kakaknya dalam hatinya,
“aku. .. berpikir bahwa kau membenci dunia ini, Kakak. Jadi aku sangat kasihan padamu setelah kau pergi seperti itu. Tapi sekarang, aku mengerti, Moon Young Shin tidak membenci
dunia, tapi menyukainya. Itu sebabnya kau mampu hidup seperti itu. Apa yang aku katakan benar, kan?”

“Hei, Geol Oh!” tiba-tiba Yong Ha berlari menghampirinya, “Kita punya masalah besar!”

Sun Joon sudah sampai tikungan dekat rumah Yoon Hee, ia melihat berkeliling. Saat dilihatnya Yong Ha dan Jae Shin berlari ke arahnya, Sun Joon langsung berbalik kabur berharap tidak dikenali, wkwkwk, Sun Joon berhenti saat namanya dipanggil.
(baju Jae Shin baguuuuuuuuuuuuuuuuuuus satin putih tulang dengan gambar macan besar sebagai aksen, kayaknya baru kali ini liat Jae Shin pake baju mewah).
“Apakah kau di sini karena kau sudah tahu?” Tanya Yong Ha

“tentang apa?” Sun Joon agak bingung pertanyaan mengarah kemana, wkwkwk (kok aku nangkep ada semburat malu di wajah Sun Joon ya?!)

Yong Ha menemukan cermin yang retak dan melihat Sun Joon dengan wajah khawatir. Tanpa dialog, adegan ini ini menggambarkan mereka sudah tahu kalau mereka bertiga tahu Yoon Hee adalah gadis, dan seseorang telah membawa Yoon Hee.

“Angkat kepalamu!” kata sebuah suara, Yoon Hee makin dalam menundukkan wajahnya

“Kim Yoon Shik, apakah kau tidak mendengar perintahku? Angkat kepalamu!” Itu suara Raja yang dengan suara yang keras menahan marah, disamping mejanya perdana mentri menemani.
Raja terkejut saat Yoon Hee yang berlutut didepannya mulai menengadah, ia kini bisa memastikan Yoon Hee adalah benar seorang gadis dalam pakaian gadisnya. Ia lalu mengakui tuduhan menteri Lee bahwa ia seorang pendosa yang menentang hukum bangsa dan “the Three Bonds and Five Relationships.”.

Tidak berapa lama masuk Prof. Jung dengan terburu-buru, ia kaget melihat Yoon Hee yang sedang berlutut lalu menatap pada Raja.

Raja dan Prof. Jung kini hanya berdua, Raja menuang minuman, meletakkan botolnya dengan keras, lalu meminumnya dalam satu kali tegukan. Raja menyalahkan Prof. Jung yang tidak memberitahunya yang nyatanya adalah Rajanya sekaligus juga temannya.
Prof. Jung bersedia menerima hukuman bahkan jika itu hukuman mati asal hanya dia yang disalahkan (jadi inget permintaan khusus Prof. Jung saat awal Raja nyuruh F4 Joseon)
“Apa karena ajaran Barat yang kau percaya? Aku dengar bahwa dalam ajaran Barat, mereka memimpikan dunia dimana laki-laki dan perempuan adalah sama.”
“hamba mempelajari dari ajaran Barat bahwa semua orang, baik itu miskin atau kaya, tua atau muda, laki-laki atau perempuan, dilahirkan sama. Namun sebagai pelayan masyarakat negara ini, hamba setuju bahwa perempuan tidak memiliki hak untuk belajar atau menjadi pejabat.”
“Lalu kenapa?!” Raja membentak
“Hamba belajar dari anak itu … bahwa pengetahuan dan kehidupan tidak dapat dipisahkan.”
“Jadi pergilah memohon ampun pada Tuhan budaya barat yang kau yakini” kali ini suara Raja lirih, (menurutku mengandung arti Prof. Jung tidak akan selamat/tidak ada jalan keluar untuk Prof. Jung)
“pengajaran Barat hanya satu bidang pengetahuan. Raja yang hamba percayai dan ikuti … hanya anda, Cheon Na.” (aku nangkepnya, Prof. Jung percaya bahwa Raja dapat memutuskan jalan keluar yang lebih baik untuk semua, mungkin dengan melenyapkan Geum Deung Ji Sa? karena Raja menatap kotak Geum Deung Ji Sa lalu menatap Prof. Jung)

Menteri Ha sekali lagi memberi perintah pada Cho sun. Cho Sun bersiap menolak karena ia telah memenuhi tugas-tugasnya dan sudah waktunya menteri Ha mengabulkan janjinya (masih bertanya-tanya, janji apa itu? apa janji Cho Sun bebas gak jadi Gisaeng lagi?)
“Kau juga akan ingin melakukan hal ini. Kau harus membawa Kim Yoon Shik kepadaku.”
“Mengapa Anda ingin membawa tuan muda …? “
“Kim Yoon Shik bukanlah pria, tetapi seorang gadis”, terang menteri Ha, Cho Sun tidak mempercayainya,
“Aku akan menangkap gadis itu yang melakukan tindakan tidak masuk akal ini, dan memulihkan ketertiban negara ini. Sebelum akhir bulan ini, bawa Kim Yoon Shik kepadaku!” Menteri Ha langsung pergi, meninggalkan Cho Sun yang shock mendengar Kim Yoon Shik pria yang dicintainya ternyata seorang wanita.

Sun Joon, Jae Shin dan Yong Ha menemui Profesor Jung. Yong Ha tanya apa Kim Yoon Shik bersama dengan Raja. Profesor Jung membenarkannya. Yong Ha tanya apa Raja akan melindungi Kim Yoon Shik. Profesor Jung tidak menjawabnya dan malah berkata sudah malam sebaiknya kalian kembali. Profesor Jung akan pergi tapi Sun Joon menghentikannya.

Sun Joon ”Pertemuan Dewan, Saya, mendengar bahwa pada akhir bulan ini, Pertemuan Dewan telah diatur, Dan selama ini pertemuan dewan berencana untuk mengumumkan kepindahannya Ke Hwaseong, Jadi untuk menekan partai Noron, Dia akan menggunakan Geum Deung Ji Sa. Yang Mulia akan melakukannya, apakah saya benar?”Profesor Jung : ”Dia mungkin akan melakukannya”Sun Joon : ”Jika secara kebetulan Menteri Perang dan Partai Noron mengungkapkan bahwa Geum Deung Ji Sa ditemukan oleh Kim Yoon Shik yang adalah seorang gadis dan menggunakan ini untuk menentang Yang Mulia, Saya ingin tahu apa Yang Mulia bermaksud melakukannya?”

Jae Shin setengah emosi dan berteriak : ”kami memiliki hak untuk tahu, tolong jawab kami, jangan khawatirkan apapun, Bahwa apapun yang terjadi Raja akan melindungi Kim Yoon Shik! Itu adalah Mimpi Raja, mengapa anda tidak menjawab kami?”
Yong Ha : ”Guru…”Sun Joon : ”Jadi, karena Kim Yoon Shik menemukan Geum Deung Ji Sa. Tepatnya karena ini, Raja sekarang akan meninggalkan dia?”Suasana hening sesaat dan Profesor Jung tidak menjawab mereka.

Sun Joon merenung dikamarnya yang gelap gulita, lalu ayahnya, Menteri Negara masuk kedalam. Ayahnya berkata kalau Sun Joon itu menyedihkan, bodoh, ckckckckck. Menteri Negara juga berkata kalau kelangsungan hidup negara kita tidak boleh bergantung. Menteri Negara bertanya apa Sun Joon bermaksud mempertaruhkan hidupnya?. Menteri Negara hendak pergi tapi Sun Joon menghentikannya.

Sun Joon minta tolong pada ayahnya untuk membantunya. Sun Joon berlutut dikaki ayahnya ”tolong selamatkan anak itu, Setelah saya bertemu dengan anak itu, sebuah dunia baru terbuka bagi saya, bukan dunia seorang pria yang sebagaimana diajarkan dalam buku-buku, tetapi dunia yang ingin saya masuki, Namun dunia itu kini runtuh (Sun Joon menangis), Aku sedih dan bodoh… dan di sana… tidak ada apapun… yang dapat aku lakukan… dimanapun. Oleh sebab itu, tolong saya, ayah?”

Menteri Negara : “apakah kau…benar-benar anakku?”Menteri Negara meninggalkan Sun Joon yang terduduk dilantai.

Yong Ha dan Jae Shin minum-minum dikedai.Yong Ha : “apa yang aku katakan, aku bilang aku tidak percaya pada Raja”.Jae Shin akan meminum minumannya tapi ditahan oleh Yong Ha “katakan sesuatu! Aku frustasi sampai mati!”.Jae Shin : “anak itu pasti sangat takut sekarang….sendirian”Yong Ha memanggil ibu pemilik kedai, dia meminta minuman kerasnya lagi.

Lalu datang segerombolan sarjana yang duduk persis dibelakang Jae Shin dan Yong Ha. Mereka membicarakan kalau semua sarjana konfusius telah berkumpul disemua penginapan di ibu kota, jadi tidak ada kamar yang tersedia hingga akhir bulan ini!.Salah satu sarjana bertanya “apa alasan Menteri Perang mengumplulkan kita tiba-tiba?”. Sarjana yang lain menjawab “siapa yang tahu? Mungkin Raja mengalami kesulitan lagi, karena dia mengatakan dia membutuhkan dukungan kita”.

Yong Ha dan Jae Shin sedari tadi mendengarkan pembicaraan mereka. Lalu Yong Ha berkata “Menteri Perang, telah mengumpulkan Sarjana..? jika pada akhir bulan….”Jae Shin : “pertemuan dewan, itulah hari pertemuan dewan, Itu yang Raja minta”

Menteri Negara mengadakan pertemuan dengan Menteri-Menteri yang lain.
Menteri Negara : “Beri dukungan pada kami untuk memindahkan ibu kota ke Hwaseong”Menteri yang lain saling berpandangan.
Menteri Negara : “Jika kita,Partai Noron memberikan dukungan untuk memindahkan ibu kota ke Hwaseong dimana Putra Mahkota Sado dimakamkan, maka Raja tidak akan menggunakan masa lalu untuk menekan kita lagi”
Peserta Rapat 1 : “Tapi Yang Mulia kenapa anda tiba-tiba memutuskan hal ini?”Menteri Negara “saya mempertaruhkan karir politik saya untuk meminta dukungan semua orang”
Peserta Rapat 2 : “Kita Bukchon tidak bisa menyerah (Bukchon adalah Desa Utara dimana banyak orang kaya tinggal)”.
Peserta Rapat 1 : “kami sudah sepakat menunggu Menteri Perang pada Pertemuan Dewan, Kami membutuhkan seorang pemimpin yang akan maju melawan Raja dan melindungi kita, Yang Mulia”. Salah satu dari Mereka mengajak pergi dan semuanya meninggalkan Menteri Negara sendirian.

Cho Sun ada dikamar pribadinya, dia mengingat saat Yoon Hee memakaikan Jubah untuk menutupi tubuhnya, saat Yoon Hee minta maaf karena dia merasa bersalah pada Cho Sun, saat Yoon Hee berkata “untuk sesuatu yang indah dan orang yang baik hati sepertimu aku terlalu memalukan dan tidak layak, maafkan aku, maafkan aku Cho Sun”. lalu Cho Sun menatap cermin dengan dingin.

Jae Shin dan Yong Ha berjalan tergesa-gesa.Yong Ha : “jika kita mengikuti sarjana konfusius yang menginap dipenginapan, kita harus bisa menemukan petunjuk dimana tempat pertemuan mereka”
Jae Shin : “jika kita mampu menemukan Yu-Si (5-7 sore), akan ada solusi”
Lalu ada seorang petugas yang berkata kepada mereka kalau Gisaeng yang cantik datang untuk menyampaikan surat cinta pagi ini. Orang itu menengadahkan tangannya minta bayaran.

Yong Ha yang mengerti itu hanya tersenyum dan memberikan uang. Orang itupun memberikan secarik kertas pada Yong Ha.Yong Ha membacanya : “Ini dari…Cho Sun?”Lalu Jae Shin merebut kertasnya.

Dilain tempat In Soo sedang bebicara dengan ayahnya, Menteri Perang.
In Soo : “Rencana anda adalah untuk membawa gadis itu, Kim Yoon Shik sebelum para sarjana?”
Menteri Perang : “Aku punya seseorang yang akan membawanya”
In Soo : “apakah orang itu, Hong Byuk Seo dari waktu terakhir?”
Menteri Perang : “Orang ini dapat dipercaya, dia belum pernah tidak taat padaku”

Lalu ada seseorang yang berkata “Saya tidak bisa lagi mematuhi permintaan anda”. Orang itu berpakaian hitam-hitam dan ternyata itu Cho Sun. (Cho Sun mirip Bi Dam disini pake baju hitam-hitam dengan rambut panjang yang dikuncir setengah bener-bener mirip Bi Dam waktu mengantar nyawa ke hadapan Deok Man di episode terakhir, Aku benar-benar menyukai karakter Cho Sun.Cho Sun bak pendekar dibalik wajah cantik seorang Gisaeng, hehehe).
In Soo agak terkejut melihat Cho Sun. Byung Choon bertanya pada In Soo “kepala, bukankah itu Cho Sun?”
Menteri Perang geram tapi dia berusaha menyembunyikannya dihadapan In Soo.Menteri perang bertanya pada
Cho Sun : “Bagaimana dengan gadis itu? Bukankah aku memberitahumu untuk membawa gadis itu sebelum para Sarjana”

Cho Sun : “Yang Mulia, Anda tidak akan mampu pergi kemanapun, karena saya tidak akan membiarkan anda melewatinya”
Cho Sun menarik pedangnya, In Soo sedikit terperangah melihat ini. Menteri Perang mengerahkan anak buahnya (Hwaaa Cho Sun keren, ksatria wanita). Cho Sun dikepung anak buah Menteri Perang. Cho Sun mengayunkan pedangnya dan menghadapi semuanya sendiri.

Sementara itu In Soo melirik ayahnya dan ayahnya tersenyum sinis.Cho Sun hampir terdesak lalu In Soo datang dan melindunginya dengan tubuhnya untung ga ketusuk si In Soo. Menteri Perang terperangah melihat In Soo “apa yang kau lakukan, keluar dari situ. In Soo memeluk Cho Sun dan menatap tajamnya ayahnya,lalu berkata “apa yang anda lakukan untuk saat ini dan semuanya”. Menteri Perang kembali memerintahkan In Soo untuk keluar dari situ dan dia yang akan mengurus semuanya. In Soo melihat Cho Sun sebentar (In Soo ingin menunjukan kepada Cho Sun kalau cintanya untuk Cho Sun begitu besar hingga In Soo rela menentang ayahnya sendiri) lalu berkata “aniyo (tidak), sekarang saya tahu, saya tidak akan membiarkan anda melakukannya”. Cho Sun sedikit terkejut mendengar kata-kata In Soo.Menteri Perang berteriak “biarkan aku lewat, aku harus menemui para Sarjana. Byung Choon ikut turun karena untuk melindungi Cho Sun dan In Soo.

Lalu turunlah pangeran dari Langit yang sangat keren, Moon Jae Shin yang ikut melindungi Cho Sun. Jae Shin berkata “lewat? Aku tidak akan membiarkanmu, aku bukanlah orang yang melakukan hal-hal yang aku tidak ingin lakukan”.Jae Shin melirik In Soo dan berkata “untuk pertama kalinya,kau bertindak seperti manusia”. Menteri Perang memberikan perintah untuk mengeluarkan mereka dari situ. Anak buah menteri Perang menyerang mereka.

Dilain tempat, Para Sarjana Konfusius mengedor-gedor pintu minta kepastian kenapa Menteri Perang belum datang dan mereka juga ingin mengklarifikasi kebenaran situasi di Sungkyunkwan. Ternyata yang menahan pintu itu tidak lain adalah sang playboy kita yang tercinta Go Yong Ha. Yong Ha bertanya pada diri sendiri “bagaimana mungkin orang-orang yang duduk di meja mereka dan belajar sepanjang hari memiliki kekuatan yang begitu besar (orang-orang didalam ruangan terus menggedor-gedor pintu).

Yong Ha melepaskan pertahanannya dan membuat sarjana-sarjanaitu bisa keluar dari ruangan. Para Sarjana langsung menatap Yong Ha dengan tatapan kesal dan marah. Tapi Yong Ha dengan gaya dan senyumnya berkata “Saya telah ditugaskan disini oleh Menteri Perang, Saya Profesor Sungkyunkwan, Go Yong Ha (Yong Ha mengedipkan matanya, hei Yong Ha kau pikir mereka gadis-gadis yang mempan pake kedipan mata, hehehe).Para sarjana terkejut mengetahui Yong Ha seorang professor. Yong Ha hanya tersenyum memperlihatkan gigi putihnya saja.

Diruang Raja, Perdana Menteri berkata pada Raja kalau waktunya sudah tiba dan Raja harus berangkat menuju tempat pertemuan dewan. Sementara itu para menteri sudah datang dan duduk dikursinya masing-masing, disitu juga ada Menteri Negara.

Yoon Hee duduk termenung didekat lemari, dia menyentuh cincin yang diberikan Sun Joon.

Sementara itu Sun Joon menemui Raja, “apakah kamu juga ke sini untuk memohon kepadaku untuk menyelamatkan nyawa anak itu?”tanya Raja pada Sun Joon.“Kim Yoon Shik, tidak….. Kim Yoon Hee… saya datang kesini meminta anda meninggalkan dia dan saya juga disini meminta anda meninggalkan saya juga,”jawab Sun Joon.Raja pun mendengarkan dengan serius permintaan dan penjelasan Sun Joon.
“Itu karena mimpi Yang Mulia tentang Joseon Baru memiliki harapan, alasan Yang Mulia menyerah pada Kim Yoon Hee bukan karena dia diabaikan oleh hukum negara dan lima prinsip-prinsip karena menyamar untuk dapat masuk ke Sungkyunkwan sebaliknya, itu karena dia ada di jalan mimpi reformasi Yang Mulia. Bukankah begitu? Setengah bangsawan Yang Mulia tunjuk akan melanggar kesusilaan dan adat demi Reformasi Yang Mulia.”kata Sun Joon dengan penuh keyakinan.“Aku sangat menyayanginya melebihimu”kata Raja.“Apakah anda berjuang bukan untuk rakyat, tapi untuk menang melawan Noron? Apakah kesetaraan dunia adalah mimpi Yang Mulia, dunia yang tidak dipenuhi keprihatinan orang2 anda, tapi itu hanyalah keyakinan anda?””tanya Sun Joon.“Cukup! Itu cukup”jawab Raja.
Lalu Sun Joon mengembalikan kompas pemberian Raja,”Jika jarum kompas tidak dapat melindungi diri sendiri dan tidak menyelamatkan lagi , tidak dapat menunjuk ke arah yang benar, saran yang anda berikan kepada saya, sekarang saya kembalikan kepada Anda,”kata Sun Joon (ari naksir itu kompas). Lalu Sun Joon mohon diri meninggalkan Raja. Raja pun mendesah setelah kepergian Sun Joon dan menatap kompas yang dikembalikan Sun Joon.

Sun Joon pun melewati lorong istana dengan lemah.

Di lain tempat Yong Ha berusaha menahan para anggota dewan untuk menghadiri rapat. Ketika para anggota dewan itu mendekati pintu Yong Ha mendorong salah satunya.“Kau bajingan! Apakah kau tidak tahu siapa aku? Aku anak kedua dari seorang pejabat Departemen Kehakiman dan Hukuman, Aku Gu Chang Seo! Gu Chang Seo”teriak salah satu pejabat.
Yong Ha pun tersenyum, “Tunggu, Apakah anda Tuan Gu yang tinggal di Myungryunbang di jalan pohon Kesemek?”tanya Yong Ha.
“Ya..”jawab Tuan Gu Chang Seo.

Yong Ha pun langsung memeluk Tuan tersebut dan berkata, “Saya Gu Yong Ha, paman!, Tuan Gu Chang Seo pun kaget lalu Yong Ha melepaskan pelukannya.
“Anda tahu, setelah gagal berulang kali dalam ujian sipil Anda, Anda menambahkan keluarga kami ke dalam silsilah keluarga anda setelah menerima sebidang tanah kecil,” jelas Yong Ha.
Teman-teman Tuan Gu Chang Seo pun saling menoleh dan melirik ke arah Tuan Gu dan Yong Ha, Tuan Gu pun gelagapan bingung mau jelasin gimana, “Itu….bahwa….bahwa….Anda sedikit bajingan!”teriak Tuan Gu Chang Seo pada Yong Ha.“
Saya tahu, bahwa itu adalah sikap yang bisa dimasukkan dalam golongan praktek menyogok, itu ajaran Konfusius yang menyedihkan untuk anak seperti saya,”kata Yong Ha.
Disindir begitu teman-teman Tuan Gu Chang Seo saling berdehem membenarkan, Tuan Gu Chang Seo pun jadi salah tingkah.

Lalu tiba-tiba Yong Ha pura-pura menangis,”Untuk saya yang telah menyerah masuk ke Sungkyunkwan karena status saya rendah,”kata Yong Ha.

Lalu Yong Ha mulai menulis huruf di udara, “Yoo….Gyo….Mu….Ryu…” Tuan Gu Chang Seo dkk pun seolah-olah memperhatikan tulisan itu melalui gerak tangan Yong Ha, dan mereka saling melirik karena nggak tahu apa artinya wkwkkw.

“Dalam belajar, tidak ada diskriminasi dan semua orang sama. Ini adalah kutipan dari Wei Linggong bab Analect, Anda ingat, kan?”tanya Yong Ha.“Tentu saja kami ingat!”jawab Tuan Gu Chang Seo dkk hampir serempak dan saling mengangguk-agukkan kepala, padahal lupa tuh wkwkwk.Yong Ha pun tersenyum dan melanjutkan perkataannya. “Anda telah sangat menerangi saya” kata Yong Ha pada Tuan Gu Chang Seo sambil memberi hormat.“Saya lakukan?I…I….itu benar, saya! kata Tuan Gu Chang Seo sambil berdehem padahal nggak tahu apa maksud Yong Ha hahaha.

Yong Ha pun mulai menulis huruf diudara lagi, “Deuk…Cheo…Ha…Young….Jae….Yi….Gyo…Yook….Ji….”kata Yong Ha, seperti tadi Tuan Gu Chang Seo dkk pun memperhatikan gerakan tulisan tangan Yong Ha dan bingung nggak tahu artinya wkwkkwkw.

“Sukacita mengajar orang pintar adalah salah satu dari tiga kebahagiaan terpelajar” jelas Yong Ha. Tuan Gu Chang Seo dkk pun mengangguk-angguk membenarkan seperti sudah tahu padahal nggak tahu hahaha. (ngakak nonton ini). “Ini adalah ajaran Guru Mencius”, terang Yong Ha lagi. Tuan Gu Chang Seo dkk pun mengangguk-anggukkan kepalanya membenarkan penjelasan Yong Ha. “Aku mengambilmu ke dalam keluargaku untuk menjalani ajaran Konfusius dan Mencius,”kata Tuan Gu Chang Seo pada Yong Ha sekarang ngakuin Yong Ha keluarga tadi maki-maki hahaha.“Anda tidak lupa ajaran ini bahkan sebelum anda menggunakan tinta untuk menulis kembali daftar keturunan sekarang kan?” tanya Yong Ha. Tuan Gu Chang Seo hanya berdehem dan teman-temannya saling memandang dengan penuh pertanyaan. “Jika kita membahas kualifikasi pelajar Sungkyunkwan lalu paman dan saya harus menjadi orang pertama yang dihukum,” jelas Yong Ha.
Tanpa Yong Ha sadari Prof. Jung mendengar percakapan Yong Ha dari luar, “sepertinya dia tidak menjadi penonton dalam kerumunan itu. Pelajar Gu Yong Ha, Lulus!” kata Prof. Jung sambil tersenyum dan bergegas meninggalkan tempat itu.

Sementara itu Menteri Ha ditemani dua pengawalnya berjalan terburu-buru.

“Dimana Menteri Perang?”tanya Yong Ha sambil berputar-putar pada Jae Shin yang sudah menunggu. “Ia pergi ke istana. kita sudah hampir menghentikan pertemuan para pelajar. Ia pasti tetap pergi ke pertemuan Dewan.”jawab Jae Shin.“Semuanya….sampai sekarang kita hanya bisa menunggu keputusan Raja.” kata Yong Ha. Jae Shin dan Yong Ha pun mendesah melihat keadaan ini.
Di tempat pertemuan Dewan yang dipimpin Raja. “Aku menyadari bahwa kalian akan menolak memindahkan ibukota ke Hwanseong,” kata Raja mengawali sidang. Anggota dewan pun saling berbisik-bisik. Menteri Lee pun mendesah dengan keputusan Raja ini. “Ini adalah mimpi saya yang ditolak dan menjadi guncangan karena kalian semua tidak akan meninggalkan ruangan ini untuk kompromi, Aku…. telah menemukan senjata rahasia yang akan menekan keberatan kalian. Geum Deung Ji Sa” teriak Raja. Anggota dewan pun makin kasak kusuk. “Ini senjata rahasia yang dapat menekan Noron karena melakukan pengkhianatan dalam mewujudkan impianku,”kata Raja kembali.
“Tiba-tiba menteri Ha masuk dan berkata,”Yang Mulia, Saya menteri Perang Ha Gyu Woo hadir dihadapan Anda”, para anggota dewan pun menoleh ke arah Menteri Ha.
“Hal ini disini!”lanjut Raja sambil menyentuh kotak Geum Deung Ji Sa. Tapi tiba-tiba Menteri Ha memotong pembicaraan “Yang Mulia….Yang…..”.“Aku belum selesai bicara, Menteri Perang!” teriak Raja yang begitu marah kata-katanya dipotong. Menteri Ha pun langsung diam syukurin wkwkwkw.Lalu Raja membuka kotak Geum Deung Ji Sa namun Menteri Ha langsung berteriak,”Saya tahu bahwa Geum Deung Ji Sa…Geum Deng Ji Sa.. sambil melangkah maju seakan melarang Raja membuka kotak itu. Raja pun berteriak,”tidak ada….”Semua anggota Dewan pun bingung begitu juga Menteri lee dan Menteri Ha.“Seolah-olah mengejekku untuk bermimpi, namun aku tidak akan tergoyahkan untuk mewujudkan mimpiku pindah ke Hwangseong, karena pertempuran ini tidak mungkin menang melawan kalian tetapi akan menjadi pertempuran untuk pengikutku, aku…berniat untuk bertahan sampai akhir.”kata Raja menutup sidang.Menteri Lee pun pasrah dengan keputusan Raja ini.
Menteri Lee dan rombongan dewan berjalan melewati lorong istana.“Apa yang terjadi disini? Raja tidak menemukan Geum Deung Ji Sa,” tanya salah satu seorang menteri. pada Menteri Ha.“Aku tidak mengerti,’jawab Menteri Ha yang masih kebingungan dengan keputusan Raja. Lalu tiba-tiba Menteri Kehakiman memanggil Menteri Ha.“Tuan sebagai dalang pencurian di kerajaan, saya dengan keputusan perintah kerajaan akan menangkap anda.”Menteri Ha pun kaget,”apa…Apa yang anda katakan?”tanya Menteri Ha dengan kebingungan. Wkkwkw syukurin akhirnya dapat hukuman juga.

Sementara itu Raja membakar Geum Deung Ji Sa ditemani Yoon Hee. Raja meminta Yoon Hee mewujudkan mimpinya.
“Katakanlah kamu akan berjanji padaku, bukan kematian ku dan bukan hidup singkatku tapi mimpiku besok negeri ini dengan penuh kerinduan yang aku inginkan, apakah kamu akan mengingatnya untuk waktu yang lama! sehingga aku juga hidup di dalam memorimu,” kata Raja yang sampai berkaca-kaca.

“Saya akan melakukannya, Yang Mulia” jawab Yoon Hee penuh keyakinan dan tersenyum. Raja pun tersenyum dengan jawaban Yoon Hee.

Yoon Hee melewati lorong istana, dijalan ia bertemu Menteri Lee sebagai wanita , Yoon Hee pun kaget dan memberi hormat.

Yoon Hee pun berbicara dengan Menteri Lee. “Menyamar masuk Sungkyunkwan? Kamu lebih berani daripada yang aku pikir. Sehingga kamu tidak akan berjalan di jalan yang berliku. Katamu, kamu akan memperlakukanku dengan kewaspadaan? Ini akan sulit untuk dilakukan, karena bahkan dengan kedua mata anda yang terbuka, jika salah perhitungan …itulah hidup. Ini tidak akan mudah jadi kamu akan tinggal disisi anakku?”tanya Menteri Lee.
Yoon Hee tidak menjawab apa-apa, ia pun tertegun tidak menyangka dengan pertanyaan menteri Lee ini.“Apakah keserakahan orang tua ini terlalu berlebihan?”tanya Menteri Lee kembali.Sepertinya Yoon Hee menerimanya, syukurlah akhirnya dapat restu juga haha.
Sun Joon mengucapkan terimakasih pada Jae Shin. “Terimakasih, Senior!”.“Ini akan menjadi yang terakhir kalinya, mulai sekarang terserah kamu. Sehingga aku tidak akan mengkhawatirkan diriku dengan anak itu lagi (Yoon Hee).

Kamu harus melakukannya dengan benar sampai akhir. “kata Jae Shin (So Sweet hehehe).“Aku tidak akan pernah lupa dengan pertolongan Anda selama ini. Terimakasih.”kata Sun Joon. “Cukup. Kau membuatku malu,”jawab Jae Shin.

Tiba-tiba Yong Ha datang sambil berputar-putar ,”Apa yang kalian lakukan disini?”tanya Yong Ha lalu melambaikan kedua tangannya.“Tamu kehormatan telah menunggu kita, mari pergi! Daemul ada sini. Ayo, mari kita pergi! ajak Yong Ha lalu menggandeng Sun Joon melangkah pergi. Namun Jae Shin menahan Yong Ha. “Kau pergi duluan” kata Jae Shin pada Sun Joon. Sun Joon pun bingung. “Mari kita pergi bersama-sama,”ajak Yong Ha

“Apakah itu tempat bagi kamu untuk disana?”tanya Jae Shin. Jae Shin pun mempersilahkan Sun Joon pergi, Sun Joon pun tersenyum dan bergegas pergi.

Yong Ha hanya melongo lalu tersenyum memandang Jae Shin. “Lalu aku disini?”tanya Yong Ha .

Lalu merangkul Jae Shin. Jae Shin pun memukul perut Yong Ha, sampai Yong Ha nyengir. “Apa”tanya Yong Ha lalu tertawa Jae Shin pun tertawa. Lalu mereka tersenyum melihat kepergian Sun Joon. Yong Ha pun merangkul Jae Shin dan mengajaknya pergi.

Sun Joon tiba diperpustakaan, ia melihat ke dalam dan mencari-cari Yoon Hee. Sun Joon tersenyum saat ingat Yoon Hee menciumnya pertama kali di dalam perpustakaan itu. Lalu ia melihat Yoon Hee berdiri di pojokan membaca buku. Sun Joon pun melangkah menghampirinya. Sun Joon pun mengingat kata-kata Yoon Hee saat dia di dalam penjara.

Langkahnya pun semakin dekat dengan Yoon Hee. “Apakah anda melihat beruang pintar?”tanya Sun Joon. Yoon Hee pun tersenyum dan menoleh ke belakang,”Wang Seobang?!”jawab Yoon Hee.

Sun Joon dan Yoon Hee pun tersenyum. (Wang Seobang itu jawaban kode rahasia pertemuan saat Yoon Hee mau ngasih buku terlarang).

Di pasar malam, Yong Ha memilihkan warna kain yang cocok dengan warna kulit seorang gisaeng. (kayaknya Yong Ha meneruskan bisnis keluarga deh jadi sudagar kain–ai) Yong Ha mengambil warna merah dan mencocokkan dengan warna kulit gisaeng.
“Ehmm…warna ini tidak cocok untukmu, dengan pakaian ini kamu akan terlihat terlalu kuno”kata Yong Ha sambil tersenyum.
Gisaeng itu pun menjawab,”Saya mendengar bahwa anda adalah sarjana Sungkyunkwan. Di mana anda belajar keterampilan ini?”tanya Gisaeng.
“Aku lahir dengan itu, Aku Gu Yong Ha!”jawab Yong Ha dengan suara khasnya sambil mengedipkan mata ( Huwaaaaaa cemburu menguras Jolang merah T_T, wkwkwkwkw *lebay.com).
Tiba-tiba selembaran kertas biru berjatuhan, “Ini adalah Cheong Byuk Seo(pesan biru)”teriak orang-orang disekitar.Yong Ha pun mengambil salah satu selembaran dan tersenyum, “Dia ada temannya lagi””kata Yong Ha.

Pesan biru berjatuhan, Cheong Byuk Seo pun menyebarkan pesannya lalu tiba-tiba seseorang mengejarnya, siapakah yang mengejarnya??? Cheong Byuk Seo pun melompati atap-atap rumah tiba-tiba didepannya ada orang menghadang, terjadilah perlawanan tapi dengan mudah orang itu menangkap Cheong Byuk Seo.

Taraaaaa petugas yang mengejar itu Jae Shin hehehe. Jae Shin pun kaget melihat Cheong Byuk Seo itu cewek, Jae Shin pun langsung cegukan wkkwkwkw.

Lalu dengan cepat Jae Shin mengeluarkan kertas birunya dan memperlihatkannya pada Cheong Byuk Seo.

“Tulisan semacam ini begitu jelek, jika kamu terus melakukannya itu akan menjadi kebiasaan,(kata-kata andalan Jae Shin ni hehehe, dan emang jelek banget wkwkwkwk)”kata Jae Shin lalu menyerahkan kertas itu ke Cheong Byuk Seo, dan Ia bergegas melangkah pergi.

Baru beberapa langkah Jae Shin berhenti dan berpikir “Apa yang telah Sungkyunkwan ajarkan pada anak-anak akhir-akhir ini? Aku belum melihat catatan yang ditulis dengan begitu rapi,”lalu Jae Shin mulai cegukan lagi hehehe.

Jae Shin pun menoleh ke belakang ternyata Cheong Byuk Seonya sudah nggak ada, Jae Shin pun clingak clinguk nyari lalu cegukan lagi wkwkkw.Di halaman Sungkyunkwan, sekumpulan murid mengejar-ngejar seorang professor. “Profesor!profesor! kami memiliki pertanyaan tentang kuliah analects, ”tanya mereka berbarengan.

Lalu Profesor itu menoleh sambil tersenyum dan Taraaaa , itu Professor Kim Yoon Shik (Yoon Hee).“Saya pikir kelas saya di Wei Zheng bab dari analects, mungkin salah,”tanya seorang mahasisa lalu menyerahkan kertas pada Yoon Hee.
“Jika kamu belajar, kamu berpikir pada diri sendiri tidak akan gagal,”jawab Yoon Hee.
Tiba-tiba datang seseorang merebut kertas yang ditangan Yoon Hee dan meremasnya.Jreng…jreng…jreng orang itu Profesor Lee Sun Joon hehehe.
“Ini berarti bahwa jika kamu hanya belajar tetapi gagal untuk berpikir sendiri otak anda akan mengeras menjadi batu,” sahut Sun Joon.

Yoon Hee dan Sun Joon saling berpandangan, murid-murid pun melihat mereka berdua. Lalu Sun Joon menoleh ke arah murid yang menyerahkan kertas tadi. “Jika kamu tidak bersedia untuk berpikir sendiri, dan menghabiskan semua hari bertanya pada guru kalian, sikap yang tidak bisa disebut seorang sarjana, jadi tidak pantas” jelas Sun Joon. Murid yang nanya tadi hanya bisa kaget dan melongo.”Setelah menanyakan pertanyaan, kalian harus hormat dan pandangan kembali ke buku, kalian berani mengubah pandangan ke arah wajah guru kalian. Hal ini tidak bisa disebut sikap seorang pelajar, jadi kalian tidak lulus,” lanjut Sun Joon, ngejelasin ke mahasiwanya tapi pandangan Sun Joon ke arah Yoon Hee terus, ternyata Sun Joon cemburu wkwkwk.

“Untuk pertanyaan pengetahuan anda adalah dasar dari pembelajaran, sarjana ini berlalu juga, sikap siswa yang respek terhadap gurunya adalah pantas, jadi ini lulus, Profesor Lee,” debat Yoon Hee. Yoon Hee dan Sun Joon saling beradu argumentasi.Tiba-tiba datang Prof. Choi mendorong mahasiswa-mahasiswa tadi, dan mencoba mendamaikan Yoon Hee dan Sun Joon

.

“Apa yang kalian lakukan?Profesor Lee Sun Joon, Profesor Kim Yoon Shik? Apakah mengajar mahasiswa manajemen kalian selalu bertengkar? Karena gagal mengelola guru , aku sudah lulus untuk peluang transfer aku mohon kalian bersikap dewasa, untuk berapa lama kalian berjuang untuk seperti ini? “kata Prof. Choi, ternyata mahasiswa-mahasiswa tadi nggak pergi tapi masih ditempat itu mendengarkan ceramahan Prof. Choi, “Ini bukan untuk kepentingan pribadiku, tapi untuk perdamaian di Sungkyunkwan”jelas Prof. Choi lalu menegok ke arah Yoon Hee dan Sun Joon tapi Yoon Hee dan Sun Joon sudah pergi berlawanan arah. Prof. Choi pun hanya bisa menghela nafas panjang wkwkwk.

Sepertinya Yoon Hee dan Sun Joon sudah menikah soalnya tidurnya dikamar yang sama.

Yoon Hee menangkap debu tanganya,lalu meniup debu ditangnnya. “Aku percaya Profesor Lee Sun Joon bertanggung jawab atas kebersihan hari ini, jika bukan kebersihan yang diberitahukan padamu untuk dilakukan, semua yang kamu lakukan hanya cemburu,bagaimana Anda akan lulus sebagai suami?”tanya Yoon Hee (sadis ni Yoon Hee wkwkwk sampai ada kelulusan sebagai suami segala, jaman emansipasi yang bersih-bersih rumah bukan istri aja tapi suami juga katanya ck..ck…ck).

“Hal ini tidak bisa membantu, jika kau katakan padaku aku salah. Tapi aku tidak akan terima, kamu mengatakan kamu tidak menyukaiku,”jawab Sun Joon lalu mencium Yoon Hee.“Lalu apakah ini lulus?”tanya Sun Joon wkwkwk.Yoon Hee pun tertawa kecil. “Aku tidak bermaksud menghentikannya sampai aku menerima kata lulus. “kata Sun Jon ck…ck..ck..wkwkwk.

Lalu Sun Joon bersiap mencium Yoon Hee tapi Yoon Hee menahan bibir Sun Joon dengan telunjuk jarinya.

Attention ini untuk 20tahun ke atas ya wkwkwk

Lalu Yoon Hee mematikan lilin yang menyala diruangannya.

Ruangan pun menjadi gelap dan Sun Joon menubruk Yoon Hee (NC kalau Rha atau Nani bilang wkwkkw*). “Ada apa denganmu hari ini?”tanya Yoon Hee. “Tunggu sebentar,”kata Sun Joon lalu mengambil buku merah pemberian Yong Ha (wkwkwkw buku ntu benar-benar awet wkwkwk). “Aku masih belum berpengalaman,”kata Sun Joon. “Berapa lama kamu berencana untuk menggunakan buku itu?”tanya Yoon Hee. Selanjutnya terserah Sun Joon dan Yoon Hee wkwkwkwwk. (mianhe ya kalau bahasanya terlalu vulgar 😀)

——————————————The End——————————————

Finaly Sinopsis Selesai Juga Dibuat dan disusun oleh Quartet Jaelgeum Rainbow Family , Ai RF, Iis RF , Ari RF dan April RF
frOm Us, with LOVE, muach muach ^.*

Personal Opinion :.
  • iis RF say : hwaa…. gak nyangka akhirnya ni recaps tuntas juga. yah ini kayak nepati janji waktu pertama kali bilang mau nulis recaps. gomawo untuk ari, un ai, dan april. karena kekompakan kita ni sinopsis bisa tamat juga. project sinopsis ketiga yg tamat di PD. hehe… suka dukanya sering lupa waktu nulis recaps padahal lg nyusun skripsi. ckck… emang bandel ni iis. hehe ^_^ jae shin kesukaannku gak bisa liat akting kamu deh. setelah ni proyek tamat baru dah konsen skripsi. abis ini mo hiatus dulu jd reading blog aja. pastinya aku bakal kangen ma senyum jae shin…. jae shin-ahh saranghaeyo ^__^
  • un ai say : aku suka drama ini, sukaaaaaaaaaaa tentang persahabatan 4 orang dengan latar belakang berbeda, membayangkan persahabatan kami keluarga pelangi (RF) yang walau masih banyak yang belum bertemu muka tapi sudah sedemikian erat. …… gabung bikin SKK pertama kali di episode belasan, untuk back Up teman2 yang berhalangan. Pertama2 selalu bertanya2, “apa aku bisa? apa pembaca bakal suka? apa bahasaku cukup enak dibaca?” karena penulis sebelumnya bagus2, selain itu ni Blog mewakili banyak orang bukan cuma aku pribadi, tapi melihat respon dari komen atau keluarga lain yang sepertinya tidak ada yang mempermasalahkan, jadinya OK… AKU LANJUT!! (walau gak tau juga sih, mungkin aku gak dikritik karena ngerasa gak enak ma aku, wkwkwkwkwk) ….. nonton drama/film dgn sub inggris untuk konsumsi pribadi menurutku beda ma nonton demi buat sinopsis yang harus jelas dan gak salah kaprah (kasian yang baca 😛). Terus terang keterbatasan Nginggrisku membuat bulu mata, lidah, jari dan kamusku jadi keriting, bahkan kamusku copot dari jilidnya, wkwkwkwk. Tapi perbendaharaan kataku jauh lebih meningkat, menurutku ini cara belajar yang menyenangkan……… walau kadang sakit punggung kalo kelamaan di depan kompie (plus kerjaanku juga mengharuskanku duduk depan kompie), tapi rasanya capek hilang saat sinop terbit dan mendapat respon…… Terima kasih atas kesempatan untuk menjadi penulis di tempat hebat ini, dan mendapat kehangatan keluarga baru…. Love U all…. Muach!! (wkwkwk ngetik pagi2 blm mandi udah tebar ciuman jarak jauh)
  • april RF say : Perjalanan yang cukup melelahkan. April senang karena april lah yang mempelopori ditulisnya sinopsis SKK ini, hehehe. Meskipun april tidak terlalu banyak menulis Sinopsis SKK ini. Tapi setidaknya april sudah menyebar virus SKK, hehehehe. Menulis Sinopsis tidaklah mudah butuh ketelitian, kerja keras, semangat dan tenaga termasuk biaya juga (biaya bayar layanan internet, hehehe), Tapi saat tulisan kita dikomentari oleh pembaca, semua perasaan cape berubah jadi kebahagian karena kami merasa dihargai, hehehe. Kamsahamidah buat Ka Iis,Ka Ari dan Ka Ai yang juga sudah menyumbangkan tenaga, pikiran dan waktunya untuk menulis sinopsis SKK. Karena kita nulisnya keroyokan, ini membuat kita menjadi semakin dekat dari waktu ke waktu.Makasih untuk Rainbow Family yang ga bisa disebutin satu persatu atas dukungan semangat dan doanya selama ini, makasi juga buat semua pembaca setia SKK dan buat semua pengunjung Pelangi Drama yang kita cintai ini. Segini aja deh Opini dari April kebanyakan kayanya,hehehe
  • ari RF : Ini drama Saeguk komedi romantis yang ari suka lucu menghibur sampai-sampai ari jadi menyukai Yong Ha (miane Sukkie ari mendua wkwkkwwk), terimakasih untuk Iis & April n friends yang sudah membagikan download SKKnya, duka selama menulis SKK yang paling ari ingat mau posting di warnet bill sudah jalan, ternyata filenya belum terkopi di flashdisk terpaksa pulang lagi wkwkwk dan ditambah ERD belum jadi-jadi, tapi semua itu nda berarti dengan kekompakan F4 Rainbow Family dan support dari keluarga besar RF dan para pembaca, drama SKK ini penuh dengan hikmah yang bisa dipetik persahabatan F4 Joseon (semoga persahabatan keluarga RF dan pembaca PD bisa seperti itu), semangat juang Yoon Hee untuk belajar walaupun dia seorang wanita hehehehe dan tentu saja diperkenalkannya namja-namja baru yang dengan bakat akting yang begitu memikat 😀
Iklan

[Sinopsis] Sungkyunkwan Scandal Lesson 19

Yoon Hee mencari Geum Deung Ji Sa di Jongmyo, tapi tidak menemukan apapun disana.

Sementara itu Jae Shin masih bertarung melawan para pengawal kerajaan bersenjata, ia berusaha menahan mereka agar jangan ke Jongmyo.
Jae Shin kali ini berhadapan dengan Kepala pengawal, dengan banyak pengawal mengelilingi mereka.

Sun Joon masuk dan menatap Yoon Hee memarahinya, “bagaimana kau bisa sangat berani?”
“tidak ada disini, padahal aku sangat yakin itu ada disini.” Yoon Hee menjawab sedih.
Sun Joon melihat cincin pemberiannya ternyata dipakai sebagai gandul kalung oleh Yoon Hee, iapun memeluknya, “aku sangat takut sesuatu terjadi padamu.”
Jae Shin akhirnya terkena sabetan pedang kepala pengawal, yang langsung memerintahkan anak buahnya segera ke Jongmyo. Jae Shin mengambil pedang yang tergeletak di dekatnya dan tetap berusaha melawan, lagi2 Jae Shin terkena sabetan pedang.
Kepala pegawal akan mendekati Jae Shin saat tiba-tiba anak buahnya datang melapor, mereka tidak menemukan siapapun di dalam Jongmyo.
Kepala pengawal lengah, Jae Shin mengambil kesempatan itu untuk lari. Para pengawal langsung mengejar Jae Shin, tapi Jae Shin berhasil sembunyi dan melihat sepasang kaki berdiri di dekatnya.
Sun Joon terus berlari sambil menarik tangan Yoon Hee, mereka sembunyi sejenak saat melihat pasukan pengawal mengejar Hong Byuk Seo. Sun Joon terus memegang erat tangan Yoon Hee.
Yong Ha ternyata membawa anak buahnya untuk membawa Jae Shin ke Sungkyunkwan. Ia yakin di Sungkyunkwan Jae Shin akan aman dari kejaran pengawal kerajaan.

“Hong Byuk Seo lolos? apa ini pekerjaan orang suruhan raja?” Tanya Menteri Ha kesal
“mereka terlihat seperti pengawal pribadi” lapor Kepala pengawal Menteri Perang
“pengawal pribadi?”

Yoon Hee dan Sun Joon gelisah menunggu Jae Shin, Yoon Hee nekad akan keluar gerbang Sungkyunkwan lagi saat berpapasan dengan petugas sekolah yang mengingatkan mereka jam malam hampir di mulai, dan peraturan tetap sama walaupun kepala sekolah sedang tidak ada.
Yoon Hee menunggu tidak tenang, tidak berapa lama dari tikungan muncul Yong Ha memapah Jae Shin.
Jae Shin ditidurkan di kamarnya, Yong Ha menyelimuti Jae Shin, sementara Sun Joon duduk diam disampingnya. Yoon Hee dengan gelisah menunggu mereka di luar.
Petugas sekolah kaget saat sekelompok pengawal masuk ke Sungkyunkwan, Petugas tadi langsung menghalangi kepala pengawal, “apa yang kalian lakukan? disini Sungkyunkwan tempat suci bagi konfusius! walau pengawal kerajaan kalian tidak bisa melakukan pencarian pelajar Sungkyunkwan tanpa ijin!!”
“ini di bawah otoritas Presiden pelajar, beri jalan!” In Soo muncul belakangan dan langsung menyuruh Pengawal kerajaan menggeledah semua tempat. Penjaga sekolah tidak bisa berbuat apa-apa, ditambah tidak ada kepala Sekolah plus Prof. Jung juga tidak ditempat karena sedang bertemu raja….kalo Prof. Yoon kemana ya?!.

Para pelajar terbangun dari tidur mereka dan mulai ketakutan mendengar suara ribut-ribut diluar.
Yoon Hee yang masih berdiri diluar kamar Yong Ha juga terkejut.
Apalagi Yong Ha dan Sun Joon yang sedang merawat Jae Shin, mereka saling berpandangan.
Petugas sekolah berusaha menghalangi para pengawal masuk ke perpustakaan, namun mereka gagal. Para pengawal mengacak-acak buku dari tiap rak. Go Bong sedih melihat buku-buku yang selama ini ia pelajari dijatuhkan begitu saja ke lantai. Kepala pengawal mengingat perintah In Soo bahwa prioritas utama adalah menemukan Hong Byuk Seo yang terluka sambil diam2-diam memeriksa keberadaan Geum Deung Ji Sa. Karena jika mereka menemukannya di Jongmyo, kecuali kalau sudah dibawa ke istana, mereka pasti akan menyembunyikannya di suatu tempat di Sungkyunkwan.

Seluruh bangunan dimasuki, dan kamar-kamar digeledah sampai para pelajar keluar dari kamar mereka hanya dengan pakaian dalaman.

Karena masih tidak menemukannya, mereka ke blok kamar terakhir, kamar Yong Ha.

Didalam, saat mulai terdengar suara ramai dari luar, Yong Ha akan berdiri tapi di tahan Sun Joon, Sun Joon mengingatkan pada Yong Ha kalau mereka tidak bisa lagi memakai rencana yang sama seperti dulu yang pernah Yong Ha lakukan (menyembunyikan Jae Shin dan memenangkan perdebatan dengan In Soo).
Diluar, In Soo menatap Yoon Hee dan bertanya, “Mereka mengatakan Hong Byuk Seo yang terluka diam-diam masuk ke sini. Apakah kau melihatnya, Kim Yoon Shik?”. mata Yoon Hee membesar
“Jadi, maksudmu kau akan mengakui bahwa Kau adalah Hong Byuk Seo?” Yong Ha kaget
Sun Joon lalu menerangkan itu adalah pengorbanannya untuk negaranya, Joseon, (yang ia yakini apabila kebenaran terungkap, tidak akan ada masalah baginya atau ketiga temannya). Ia juga mengatakan tidak bisa membiarkan Senior Geol Oh untuk dikirim ke penjara dalam kondisinya.

Melihat Yoon Hee yang tak kunjung memberi jawaban, In Soo memerintahkan para pengawal untuk memeriksa kedalam, tapi seseorang keluar dan itu adalah Yong Ha.
“Hentikan sekarang. Semua pelajar sedang melihat.” kata Yong Ha mengingatkan In Soo
In Soo tidak memperdulikannya dan tetap akan masuk, tangannya di tahan Yong Ha. “Apa kau berniat untuk menjadi presiden pelajar yang pertama memberi aib Sungkyunkwan dengan mengijinkan para pengawal kerajaan masuk?”
“Aku berniat untuk menjadi presiden pertama yang menunjukkan padamu apa arti kekuasaan.” In Soo melepaskan tangan Yong Ha dan memberi kode para pengawal untuk tetap masuk.

Kepala pengawal keluar pertama kali, ia menunjukkan bukti kain hitam penutup kepala milik Hong Byuk Seo.

Seluruh pelajar yang berkerumun kaget dan bertanya-tanya, “Hong Byuk Seo?”
In Soo tersenyum penuh kemenangan, tapi tak lama. Senyumnya hilang saat melihat orang yang dibawa keluar dari kamar adalah Lee Sun Joon.

Yoon Hee melihat Yong Ha, banyak pertanyaan dimatanya, Yong Ha menenangkan Yoon Hee dengan menepuk pundaknya sambil mengangguk.
“Apa artinya? Apakah Kamu benar-benar berharap aku percaya bahwa kau adalah Hong Byuk Seo?” In Soo tidak mau percaya begitu saja.
“Apa yang kau tunggu? Tangkap Hong Byuk Seo segera. Bawa ke bagian Kriminal untuk ditanyai.” Menteri Ha tiba-tiba muncul
“Tapi, Ayah …” In Soo tetap yakin bukanlah Sun Joon mestinya Jae Shin, tapi mentrei Ha kadung sebel ma menteri Lee, bisa jadi ia merasa ini kesempatan buat dia menekan menteri Lee.
“Jangan ikut campur. Mulai sekarang ini tugas ayahmu” menteri Ha membungkam In Soo.

Sun Joon dibawa pergi. Saat di bawa pergi, Sun Joon sempat menoleh pada Yoon Hee yang tak pernah lepas memandanginya, ia memberi anggukan kepada Yoon Hee seolah memberitahu agar Yoon Hee tidak usah khawatir.
“Anak itu … adalah Hong Byuk Seo …?” Tanya menteri Lee kaget menjatuhkan kuasnya,
“Ya. Tuan muda mengakui sendiri!” jawab Soon Dol
“Hong Byuk Seo?!…” Tanya menteri Lee, Soon dol menganggukkan kepalanya
Anak itu adalah Hong Byuk Seo …? mengapa anak itu?” menteri Lee masih belum percaya.

Sepertinya sama seperti kejadian yang dulu, Jae Shin disembunyikan sementara pengawal menangkap Sun Joon (satu-satunya orang yang terlihat dikamar). Walau ia tidak diperiksa badannya ada luka atau tidak karena sabetan pedang kepala pengawal, tapi lebam-lebam diwajah Sun Joon sepertinya cukup meyakinkan.
Yoon Hee dan Yong Ha berada didalam kamar merawat Jae Shin, Yong Ha terus menenangkan Yoon Hee yang gelisah, “Jangan terlalu khawatir” kata Yong Ha sambil terus menyeka keringat di wajah Jae Shin. Ia yakin Sun Joon tidak akan apa-apa, karena Sun Joon adalah satu-satunya putra Menteri Negara, ditambah Menteri Perang tidak akan berani bertindak sembarangan (kepada putra kepala Noron, CSnya sendiri).
Jae Shin ternyata mulai siuman, ia menahan tangan Yong Ha, “Apa yang baru saja Kau katakan?” Tanya Jae Shin lemah dan berusaha untuk bangun.
“berbaringlah! Kau kehilangan banyak darah.” cegah Yong Ha
“Katakan padaku! Apa yang Lee Sun Joon lakukan?Apa yang Menteri Perang lakukan?” Jae Shin menatap Yoon Hee, Yoon Hee tak mampu menjawab, “senior…”
Jae Shin lalu menatap Yong Ha, “Apakah bocah itu mengaku atas nama aku? Bahwa ia adalah Hong Byuk Seo, begitukah?” tanyanya lagi dan berusaha bangun lagi tapi belum bisa.
“Itu benar. Karena jika Kamu dimasukkan ke penjara dalam keadaan ini,akan berbahaya. Jadi diam saja berbaring.” jawab Yong Ha
Jae Shin menyalurkan kekesalannya dengan memukul alas tidurnya.
Sesudah melihat Jae Shin agak tenang, Yong Ha berjanji akan mengurus masalah masuknya Pengawal kerajaan tanpa ijin ke Sungkyunkwan.
“Apakah itu mungkin?” Tanya Yoon Hee
“Percayalah. Aku Gu Yong Ha.” jawab Yong Ha meyakinkan Yoon Hee.
“Bagaimana dengan Geum Deung Ji Sa?” Tanya Jae Shin, Yoon Hee menggeleng

Mentri Ha menggebrak mejanya setelah mendapat laporan dari in Soo, “Geum Deung Ji Sa tidak ada di Jongmyo atau Sungkyunkwan, bukan? Tentu saja, pasti begitu! Untuk sesuatu yang hanya khayalan raja, Menteri Negara berani memperlakukan aku seperti seorang kriminal.”
“Apakah itu sebabnya ayah menangkap Lee Sun Joon? Lee Sun Joon bukanlah Hong Byuk Seo.”
“maka kita bisa menjadikannya Hong Byuk Seo!” jawab mentri Ha…tuh kan, kadung gak suka sama menteri Lee.

Sun Joon langsung berdiri dan merapihkan pakaiannya saat ayahnya datang menjenguk ke sel penjara, ayahnya sekilas melihat cincin di jari Sun Joon.
“Apakah kau berencana untuk membalas peristiwa satu dekade lalu? Ayahmu tidak melakukan kesalahan malam itu.”
“Tapi ayah membantu menutupi kesalahan setelahnya.”
“Dalam pemberontakanmu terhadapku, kau telah memilih jalan yang terlalu menyakitkan.”
“Aku hanya mengikuti jalan seperti yang kau selalu ajari, Ayah. Tidak mencari keuntungan pribadi, tetapi mengejar keadilan. Memperoleh teman melalui kesetiaan. Jangan ragu untuk berkorban bahkan nyawa, demi kebenaran. Ini adalah pria sejati. apakah aku .. salah?” Tanya Sun Joon menatap mata ayahnya, menteri Lee hanya diam, ia menunduk lalu pergi.
Sun Joon menatap telapak tangannya (apa ia ingin mendapat minimal genggaman kasih sayang dari ayahnya, atau ia hanya ingin melihat cincin di jarinya?)
Malam itu Yoon Hee sendirian didalam kamar terus memegangi cincin pemberian Sun Joon di kalungnya.

Paginya tersiar berita mengenai pemindahan Sun Joon ke Kantor Inspeksi. Yoon Hee membaca dengan khawatir sementara Yong Ha mondar-mandir dengan kipasnya.
“Aku sudah berpikir, Senior. Menteri Kehakiman kehilangan seorang putra pada peristiwa masa lalu. Kemungkinan jika ia menyimpan dendam …” Yoon Hee tidak menyelesaikan suaranya, karena ada yang memotongnya
“Itu tidak akan terjadi.” Jae Shin tiba-tiba datang
“Senior!” Yoon Hee dan Yong Ha mendekati Jae Shin (ckckck, Jae Shin keren…2x terluka parah malam2 tapi tiap pagi dah kelihatan segar bugar)
“Aku tidak akan membiarkan Lee Sun Joon terluka karena dendam masa lalu. Siapa yang percaya orang kikuk itu adalah Hong Byuk Seo, sementara yang asli sedang berdiri di sini?” kata Jae Shin yakin dan akan pergi, namun Yoon Hee merentangkan tangannya menghalangi.
“Jadi, apakah Kau berpikir untuk mengaku sekarang, dengan kondisi seperti itu? Demi tidak menyerahkan senior yang terluka, orang lain memilih disalahkan atas namamu. Aku tidak akan mengampunimu jika kau membuat pengorbanannya sia-sia.” mata Yoon Hee mulai berkaca-kaca, “Karena jika itu untuk kepentinganmu, Aku juga akan melakukan hal yang sama.”
Jae Shin tersenyum, ia mengatakan tetap harus pergi memberitahu ayahnya bahwa bukan Menteri Negaralah dalang pembunuhan kakaknya sepuluh tahun yang lalu. “Hanya dengan itu kita dapat menyelamatkan Lee Sun Joon.”
“Senior!” seru Yoon Hee yang sepertinya baru tahu berita bahwa bukan ayah Sun Joon lah dalang pembunuh ayahnya.
“Apakah itu benar, Geol Oh?” Tanya Yong Ha mempertanyakan rencana Jae Shin.
Jae Shin menatap Yong Ha, “Apakah ini sesuatu yang bisa dibuat bercanda?”. Jae Shin lalu meminta agar Yoon Hee tidak perlu khawatir lagi, dan ia melangkah pergi tapi kemudian berbalik lagi mengingatkan Yong Ha pada apa yang dia katakan semalam tentang akan menuntut atas kesalahan Pengawal kerajaan yang melanggar masuk Sungkyunkwan.
“Tentu.” jawab Yong Ha yakin
“Pastikan segalanya siap saat aku kembali.”
“Aku …” Yong Ha dah tersenyum siap mengatakan yel-yelnya tapi keduluan Jae Shin.
“Yeah, kau Gu Yong Ha.” mereka tersenyum

Jae Shin menemui ayahnya, “ Lee Sun Joon tidak bersalah. Ayah harus melepaskan dia.”
Menteri Moon tidak memperdulikan Jae Shin, dia tetap melangkah pergi
Jae Shin terus meyakinkan ayahnya, “Hong Byuk Seo… ayah tahu betul siapa dia sebenarnya.”
“Aku akan mengurusnya.” jawab menteri Moon tidak bergeming
“Menteri Negara bukan orang yang melakukan itu pada kakak … Bukan dia! Kau juga dengar pengakuan Petugas Yoon, Ayah.”
“Apa yang membedakan?”
“Jadi ayah akan melakukan cara yang sama yang mereka lakukan?” Tanya Jae Shin tajam, ayahnya kembali berbalik menatap Jae Shin, “ayah tidak bisa melakukan itu … karena aku akan mengaku.”
Jae Shin membuka bajunya menunjukkan luka yang segar, “Bukti bahwa aku Hong Byuk Seo tergores di tubuhku seperti ini.”Yoon Hee mengancam ayahnya dan pergi
Menteri Moon dengan gerakan kepalanya menyuruh menahan Jae Shin, Jae Shin yang tahu dalam keadaan tidak bisa melawan menatap pada ayahnya.
Ayahnya dengan yakin berkata, “Selama sepuluh tahun terakhir, setiap aku mengenakan jubah resmi ini setiap pagi,aku menunggu hari ini datang. Jadi Kau tidak boleh menghalangiku lagi.”
Yong Ha memakai pakaian tetua Dewan Pelajar, ia bersama Myung Sik tetua salah satu dewan pelajar sudah memberitahu pelajar yang lain, mereka bertemu dengan in soo.

Yong Ha menyatakan rencana Dewan pelajar yang akan mengajukan permohonan dan protes, karena Pengawal kerajaan melanggar masuk Sungkyunkwan tanpa izin, melanggar Daeseongjeon (ruang ujian) dan Myungryundang (ruang belajar), juga untuk menangkap salah seorang pelajar Sungkyunkwan di sekolah. “Kami akan mengumumkan pernyataan bahwa Sungkyunkwan pelajar pantas merasa sakit hati dan menerima permintaan maaf dari Departemen Perang dan sebuah deklarasi resmi dari raja bahwa peristiwa semacam itu tidak akan terjadi lagi.”
“Jadi?” Tanya In Soo santai
“Para Pengawal kerajaan masuk ke Sungkyunkwan dibawah otoritasmu. Jika kau menyatakan penyesalan dan meminta maaf, kami akan berikan kepadamu posisi sebagai ketua Permohonan. Tetapi jika Kau menolak untuk menyatakan penyesalan, dan memilih untuk
menyembunyikan partisipasi Kamu dalam masalah ini….”
“kami yang akan menggantikan posisi presiden untuk Permohonan.” lanjut Myun Shik, ia juga menyatakan Dewan pelajar akan meminta pertanggungjawaban Presiden Ha In Soo karena membuka pintu Sungkyunkwan untuk para Pengawal kerajaan.
“Waktu telah ditetapkan untuk yu-si ( 5-7 sore), di Myungryundang.” Lanjut Yong Ha akan meninggalkan In Soo CS.
“Oh sayang, tapi apa yang harus dilakukan? Kau tidak akan memilih membuat keputusan itu.” kata2 In Soo menghentikan Yong Ha, ia lalu mendekati Yong Ha, “Karena aku juga bermaksud untuk mempertanyakan kredibilitasmu.” Melihat Yong ha bingung, In Soo tersenyum dan lebih mendekat kemudian berbisik, “bahwa Gu Yong Ha yang lahir dan dibesarkan di Jl.Woonjong oleh keluarga bergengsi dan berduit, sebenarnya hanya anak seorang pedagang joongin (kelas menengah Non-bangsawan). Sampai kapan kau berencana tetap berpura-pura sebagai seorang bangsawan dengan pakaian mewah mu itu?”
Yong Ha sangat kaget bagaimana In soo bisa tahu. In Soo merasa menang, ia lalu mundur dan kembali mengeraskan suaranya “di Myungryundang, pada yu-si? Tapi aku tidak akan melihatmu di sana pada jam itu, bukan?” In soo tersenyum puas, ia menepuk pundak Yong Ha dan pergi.
In Soo masih shock, ia terdiam beberapa saat. Yoon Hee yang melihatnya langsung mendekat dan bertanya soal apa yang terjadi, Yong Ha diam tidak menjawab hanya ada senyum getir di bibirnya.

Myung Shik yang ingin tahu apa yang terjadi juga bertanya, “Lihat sini, Yeorim. Myungryundang pada yu-si, tidak ada yang berubah, bukan?” Yang lain juga menanyakan jadi tidaknya rencana untuk mendakwa Ha In Soo, tapi Yong Ha tetap diam, dia meninggalkan kerumunan teman2nya dengan langkah gontai, Yoon Hee melihat dengan khawatir.

Yong Ha sendirian, memikirkan perkataan In Soo tadi.

“Wajah Yeorim berubah pucat pasi. Aku kira dalam sejuta tahun dia tidak pernah mengharapkan ini terjadi! Benar, Go Bong?” kata Byong Chon, Go Bongnya mah letih lesu lemah tak bergairah…..
“Aku tidak akan memberikan raja alasan untuk membebaskan dan melepaskan Lee Sun Joon
karena permohonan dan protes pelajar.” In Soo membulatkan tekadnya
“Namun, Presiden, lain kali dari pada memakai bantuan para Pengawal kerajaan, gunakan kami sebagai gantinya. Ada beberapa pelajar yang terluka malam itu, dan tidak terlihat baik melihat Pengawal kerajaan di sekolah.” kata
Go Bong kini mulai berani bersuara, dengan tampang pikarunyaeun (= bikin kasihan yang ngliat, memelas ampir nangis) “Aku juga. Aku pikir juga begitu. Presiden, melihat buku-buku berharga menjadi rusak, itu benar-benar …”
“Aku ingat dengan jelas mengatakan bahwa Kau tidak berhak pendapat.” potong In Soo tajam, “mengutip Yeorim, itu akan menjadi pemandangan yang lucu untuk dilihat. Mari kita lihat apa pilihan yang Gu Yong Ha buat “

Yong Ha membayar orang untuk mencari tahu kabar Jae Shin, tidak berapa lama datang Yoon Hee, “Masih belum ada berita dari Senior Geol Oh?”
“Daemul, Geol Oh, dia telah dikurung di rumah, tidak bisa keluar. Tampaknya situasi dengan Menteri Kehakiman tidak akan mudah diselesaikan.” Yong Ha menjelaskan informasi yang ia dapat
“jadi, satu-satunya pilihan kita hanya pelajar Sungkyunkwan mengajukan permohonan dan protes bersama-sama? Jika kita menggalang kekuatan kita bersama-sama dan membuktikan Lee Sun Joon tidak bersalah, ia pasti bisa bebas, kan Senior?”
“Itu juga mungkin akan sulit.” Yong Ha menghadap ke Yoon Hee, ia memegang bahunya dan menyampaikan permintaan maaf. “Aku tidak mungkin dapat berpartisipasi pada permohonan nanti.”
“Senior, ada apa?” Tanya Yoon Hee kaget, sementara Yong ha menggeleng lemah.

Lonceng tanda Sidang Dewan pelajar sudah dibunyikan, para pelajar berbondong2 mendatangi Myungryundang.
Sementara Yong Ha masih dikamarnya, ia melipat jubah Tetua dewan pelajarnya dengan sedih, ia lalu teringat perkataan Sun Joon saat bersedia dianggap sebagai Hong Byuk Seo dan pesan Jae Shin yang memintanya membereskan soal masuknya Pengawal Kerajaan ke Sekolah.

Yong Ha akhirnya datang di sidang Dewan, tapi ia memakai pakaian sekolah biasa, bukan pakaian hitam ala tetua Dewan, ia berdiri didepan pelajar yang lain berhadapan dengan In Soo.
“Aku .. tidak punya niat untuk meminta maaf, di bawah kewenanganku sebagai presiden pelajar, aku membantu menangkap Hong Byuk Seo, dan juga aku tidak punya niat memulai permohonan atau demonstrasi.” In Soo membuka pembelaan dirinya
“kalau begitu. sebagaimana diminta, Kau harus mundur dari posisimu sebagai presiden pelajar. Kami tidak bisa mengakui presiden yang menghina Sungkyunkwan.”
In Soo mulai mengeluarkan senjatanya, “Kau tidak punya hak untuk melakukan itu. Meskipun Kamu dapat masuk ke Sungkyunkwan sebagai joongin, kau tidak bisa di kelas sama sebagai bangsawan, dan terlebih lagi, menjadi tetua dewan pelajar.” yang lain mulai kasak kusuk mendengar berita baru itu.
Byong chon pun mulai membagikan selebaran soal silsilah Yong Ha.

Akhirnya di depan para pelajar, Yong Ha mengakui jatidirinya yang sebenarnya, pengakuannya menghilangkan senyum di wajah In soo yang yakin Yong Ha takkan pernah mau mengakui dan sebagai gantinya tidak akan menuntut apapun pada tindakannya memasukkan pengawal tempo hari.
“aku, bukan seorang yangban. Keluargaku berasal dari keturunan pedagang, kami keluarga joongin. Aku tidak punya seorang kakek yang menjabat sebagai pejabat Departemen Kehakiman dan Hukum. ayahku dalam rangka memberikan anaknya suatu keluarga yang layak, membeli sebuah silsilah.Tidak, tepatnya, dia berpura-pura (dengan membuat Yong Ha berpenampilan) seorang yangban.”

Yong Ha kemudian menegaskan, bahwa tujuan utama pertemuan hari itu adalah untuk menetapkan protes pelajar untuk pelanggaran Departemen Perang dan ketidakbersalahan Lee Sun Joon. “Aku berencana untuk menyerahkan tugas sebagai tetua yang sudah kurencanakan hari ini kepada Kim Yoon Shik.”

Para pelajar makin ramai berkasak kusuk, ia lalu mengungkapkan alasan kenapa tidak bisa lagi memimpin rencana Pernohonan dan Protes, bukan karena ia dari kelas joongin, tapi justru karena merasa malu pada dirinya sendiri.”Jadi dari sekarang, aku tidak akan hidup seperti itu lagi.”
Yoon Hee tersenyum bangga pada keberanian Yong Ha, Yong Ha membalasnya dengan senyum walau matanya berkaca2. Ia lalu mendekati In Soo,
“Aku memberitahumu bahwa ancaman kecilmu tidak berpengaruh padaku lagi, Ha In Soo. karena ini Sungkyunkwan dan aku Gu Yong Ha.

Yong Ha kembali ke kamarnya dan menemukan pakaian dan barang2nya berserakan di luar, Yoon Hee membantunya membereskan. Yong ha sadar ini salah satu konsekwensi yang harus didapatnya karena telah berbohong. Tapi di sisi lain, alasannya untuk segera menemukan Geum Deung Ji Sa semakin besar, ia ingin tahu dunia yang ditawarkan raja yang tidak mengagungkan status sosial.
“Aku meletakkan beban yang berat padamu, Daemul. Untuk meminta permohonan kepada raja dan memimpin demonstrasi pelajar.” Yong ha meletakkan tangannya di bahu Yoon Hee, “Demonstrasi pelajar, Kau memahami bahwa itu adalah satu-satunya cara untuk menyelamatkan Lee Sun Joon , kan? Kau akan membuat itu terjadi, Daemul.”
“aku .. tidak tahu apakah aku memenuhi syarat untuk melakukannya. Ini tidak akan mudah untuk dilakukan. aku tidak memiliki pengalaman atau kemampuan“ jawab Yoon Hee khawatir
“Tapi kau memiliki keinginan yang sungguh-sungguh. Tidak ada pelajar lain di sini yang sangat ingin menyelamatkan Lee Sun Joon sebesar keinginanmu. Itu kelebihanmu.” Yong Ha terus meyakinkan Yoon Hee.

Sore itu juga dengan membulatkan tekadnya, Yoon Hee berusaha untuk mencari tanda tangan untuk petisi pernohonan dan protes. Ia mendekati para pelajar yang sedang bermain bola, mereka menolak, Myung shik angkat bicara,
“Yong Ha … orang itukah yang memintamu untuk melakukan hal ini? Siapa yang akan percaya pembohong seperti dia? Kalian semua sama, bukan? Sun Lee Joon bukan Hong Byuk Seo, aku tak percaya lagi.” yang lain mengiyakan. Yong Ha dari jauh ikut mendengarkan, kasihan Yong Ha… ariiiii, hibur Yong Ha nya dunk…
Yoon Hee tidak patah semangat, ia mencoba lagi ke pelajar yang laindan hasilnya nihil. Kali ini ia berpapasan dengan trio Sungkyunkwan, mereka awalnya mengabaikannya, tapi luluh melihat tatapan memohon Yoon Hee.
Hae won akhirnya menulis petisi dengan ragu, pundaknya dipegangi Won Tak biar gak kabur,wkwkwk “Apakah Kau yakin Lee Sun Joon bukan Hong Byuk Seo? Aku dengar petisi ini
akan di ajukan kepada raja. Jika kita menulis sesuatu yang salah, itu akan menjadi kematian kita!” Hae won masih saja khawatir sementara tangannya menulis.
Yoon Hee buru2 mengambil kertas Hae won sebelum berubah pikiran, ia lalu meyakinkannya bahwa Sun Joon bukanlah Hong Byuk Seo dan kebenaran akan terungkap.
Byon Chon tiba2 merebut kertas dari baki Yoon Hee, In Soo Cs datang ke sana, “Kau hanya berkeliling memohon untuk kebenaran dan kau bersikeras untuk protes melawanku? Apakah kau pikir bisa?”
“Di mana ada kemauan, di situ ada jalan.” jawab Yoon Hee yakin
“Berpartisipasi di Permohonan dan demonstrasi menandakan bahwa kau memilih untuk berdiri melawanku, Presiden Ha In Soo.” kata Ha In So lagi, lalu ia dengan lantang menujukan suaranya pada para pelajar lain, “Jika ada yang ingin nasib yang sama seperti Gu Yong Ha, silahkan maju dan berdiri lawan aku.”
Para pelajar bubar, termasuk won Tak, “Bahkan Konfusius akan minta diri pada saat seperti ini.” wkwkwk, tetep bawa2 konfusius, Won Tak menarik Hae won pergi.
In Soo merasa menang, pelajar lain tak ada yang berani melawannya, “Dengarkan dengan hati-hati, Kim Yoon Shik. Ini bukan dimana ada kemauan di situ ada jalan, tetapi, dengan mereka yang kuat yang membuat jalan.”
Yoon Hee tersenyum kecil, “maka aku akan memiliki kekuatan itu sebelum melanjutkan dengan demonstrasi besok pagi. Aku akan memastikan Kau bertanggung jawab telah menyerahkan Sungkyunkwan ke Pengawal kerajaan Departemen Perang.”
“Kau bocah yang menyusahkan!” In Soo tertawa sinis

Raja bertemu dengan Sun Joon, beliau merasa resah karena dua dari empat orang yang ia percayai untuk melakukan tugas rahasia justru dalam masalah, Sun Joon di tuduh sebagai Hong Byuk Seo, sementara Jae Shin di tahan di rumahnya sendiri.
“Sekarang, kecuali Hong Byuk Seo yang asli tertangkap, kau mungkin selamanya dianggap sebagai Hong Byuk dan harus membayarnya (menerima hukuman). Apakah kau tak masalah? persahabatan yang menakjubkan.”
“Ini bukan sesuatu yang hamba rencanakan untuk dilakukan pada awalnya.” jawab Sun Joon, ia lalu mengutip ajaran dari ayahnya, “Kalau ada jalan yang mudah dan jalan yang sulit, pilihlah yang sulit, karena, bahkan jika kamu mungkin tidak selalu berhasil, kau tidak akan pernah menyesal.”
“Apakah Kau membenciku? Karena aku melakukan hal yang jahat pada ayah dan anak yang sedemikian dekat.”
Sun Joon menjawab bahwa memang ada masa ketika ia marah, namun hatinya tidak akan membiarkannya menyerah. Baginya ayah yang yang telah memberi hidup (Ayah biologis/Mentri Lee) dan ayah yang memberi Perintah (Raja), baginya sama penting. Raja menarik nafas panjang mendengar penjelasan Sun Joon.

Yoon Hee dan Yong Ha di perpus, Yoon Hee menyatakan keheranannya pada para pelajar yang tidak mau membantu Sun Joon, “Bagaimana bisa mereka percaya bahwa Pelajar Lee Sun Joon adalah Hong Byuk Seo? Setelah semua waktu yang telah mereka habiskan bersamanya?
“Tidak peduli berapa banyak waktu kau habiskan bersama, orang tidak dapat selalu mengerti
semuanya tentang satu sama lain. Apakah kau percaya bahwa kau bahkan tidak mengerti isi hati dari teman sekamarmu? Itu manusiawi.” jawab Yong Ha bijaksana. (padahal yang dimaksud Yong Ha tuh Yoon Hee aja bisa gak ngeh dengan isi hatinya Jae Shin…ckckck)
“Itulah sebabnya kalian perlu pembenaran dan bukti. Bukti bahwa Pelajar Lee Sun Joon bukan Hong Byuk Seo. Pembenaran untuk Raja untuk membebaskan Lee Sun Joon.” Tiba2 Prof. Choi muncul. xixi, pasti dia kaget, sekolah ditinggal dalam semalam berubah jadi kacau. Yong Ha dan Yoon Hee berpandangan, mereka mendapat ide.

Yong Ha, Yoon Hee dan Soon Dol akan berusaha membebaskan Jae Shin yang dikurung oleh ayahnya tapi mereka harus menyamar terlebih dahulu.

“Oh Astaga! Ini aku benar-benar tidak tahan! Hei Daemul, haruskah aku pergi seperti ini? Karena kulitku begitu putih, menggunakan warna hitam benar-benar tidak cocok untukku.” Yong Ha mengeluh pakaian serba hitamnya, ia lalu memakai topinya dan menyeringai, “hei lihat, aku menyeramkan seperti malaikat pencabut nyawa(Grim Reaper versi ai), kan?” (wkwkwkw Yong Ha narsis banget ama kulitnya hehehe, btw Grim Reaper itu pembunuh berdarah dingin Jack reaper itu ya? versi ari).
Yoon Hee membesarkan hati Yong Ha, “Wow, Senior! Sangat cocok, warna yang sempurna serasi dengan rambutmu hari ini.”
Yong Ha termakan sanjungan, “Well, bagaimanapun aku orang paling bergaya di ibukota.” lalu berputar-putar memamerkan pakaiannya. wkwkwk jadi pingin jitak Yong Ha.
Sementara Soon Dol, juga menyukai seragam gelapnya, dengan pakaian itu ia merasa lebih tangkas dan yakin bisa menyelamatkan tuan mudanya sepuluh kali. Malam itu misi pertama mereka adalah mendatangi Geol Oh.

Sementara di rumahnya, Jae Shin masih tidak terima di sekap ayahnya sendiri, ia mengamuk melemparkan barang-barang yang ada di dekatnya. Akhirnya Jae Shin berhenti, ia terengah2-engahkelelahan. Lalu pintu terbuka dan ayahnya masuk, “menyerahlah sekarang. Dengan kondisimu itu, aku tidak bisa bisa tenang.”

“Lee Sun Joon tidak bersalah, tolong bebaskan dia. Dengan membalas dendam pada Menteri Negara seperti ini, akankah membawa kembali kakakku yang mati?” Dengan marah Jae Shin mengingatkan jika memang ayahnya menyayangi kakaknya, maka ia waktu itu tidak tinggal diam, “Anda memilih cara pengecut sampai akhir, Ayah!”
Menteri Moon menatap Jae Shin, “Aku melindungimu! aku tinggal diam saat itu, untuk melindungimu dan menjaga kekuasaanku! Sekarang, saatnya waktu untuk menggunakan kekuatan itu!”
(ari: jadi ayah Jae Shin jadi menteri Kehakiman dan boneka Noron untuk balas dendam atas kematian kakak Jae Shin ya? ….ai menjawab: bukan, kalo menurutku dari 10 tahun yang lalu ayah Jae Shin memang menteri kehakiman, tapi ia yang cuma dari partai Soron yang tidak berkuasa gak berani protes karena khawatirnya malah ia dan keluarganya akan di tuduh bersekongkol, jadi ia memilih diam ).
“Aku salah, aku telah berpikir dan bertindak seolah aku lebih terluka daripada ayah. Maafkan aku, aku percaya aku menyayangi kakakku melebihimu, untuk itu juga aku minta maaf. Aku salah ayah!” kata Jae Shin sambil menangis. “Jadi biarkan Lee Sun Joon pergi, anak itu dan aku teman, bahkan kami belum memulai dengan benar.” kata Jae Shin kembali.

Ayahnya akan melangkah pergi ke luar namun terhenti saat Jae Shin bilang,”Mohon bantu aku, agar aku tidak akan pernah membenci ayah lagi, tidak pernah… aku tidak ingin hidup dalam penyesalan seperti hidup di neraka lagi.” pinta Jae Shin. Ayah Jae Shin tidak menjawab apa-apa lalu pergi keluar.
Pintu pun dikunci dari luar kembali dan Jae Shin terduduk dengan lemas.
Ayah Jae Shin minum teh diruangan dan merenung. (mungkin memikirkan perkataan Jae Shin tadi, btw hiasan dinding dibelakangnya lumayan keren ya, tapi masih kerenan yang dirumah Sun Joon hehehe—ari; aisetuju…ariiiii bantalnya warna ungu tuuuh, baguuus, xixixi).

Yong Ha, Soon Dol dan Yoon Hee sudah sampai di rumah Jae Shin, mereka pun mengintip situasi di tempat Jae Shin dikurung. “Kita harus menyingkirkan para penjaga terlebih dahulu untuk bisa masuk ke dalam,”kata Yong Ha.
“Lalu apa yang anda tunggu, cepat pikirkan caranya!” kata Soon Dol.
Yong Ha kesal ingin menjitak soon Dol, tapi melihat Soon Dol ia langsung mendapat ide, dia menendang pantat Soon Dol sampai Soon Dool ngajolongjong (wkwkwkwk, kalo kata ari mah terlempar dari persembunyiannya).
Para penjaga pun langsung berteriak,”pencuri, cepat tangkap dia!!!!”. Soon Dol pun melarikan diri dari para penjaga yang mengejarnya (kasian Soon Dol wkwkwk) .
Yong Ha keluar dari persembunyiannya, sambil tersenyum dengan ide cemerlangnya ia berkata, “aku menggunakan kepalaku…tak tak tak!!”, dan Yoon Hee ikut keluar dari persembunyiannya.

Yong Ha dan Yoon hee pun langsung membuka dan masuk ke ruangan tempat Jae Shin dikurung. “Kami di sini untuk menangkap Hong Byuk Seo, senior!”kata Yoon Hee. Jae Shin pun tersenyum dan tiba-tiba Yong Ha mendekat dan memegang pipi Jae Shin dengan kedua tangannya.
“Geol Oh,!”kata Yong Ha. “Kamu sana pergi lagi!(lepaskan).”kata Jae Shin. Eee Yong Ha malah memeluk Jae Shin wkwkwkkw. “Kamu tidak akan percaya berapa lama aku melalui hari ini,”kata Yong Ha.
“Apa yang salah dengan anak ini,”tanya Jae Shin pada Yoon Hee. Yoon Hee pun tertawa kecil dan berkata “Dia sangat luar biasa hari ini, bukan seperti senior Yeorim yang saya tahu.”jawab Yoon Hee. Jae Shin memperhatikan Yong Ha, malah Yong Ha mempererat pelukannya dan tentu saja membuat luka Jae Shin sakit. Jae Shin dan Yong Ha pun tersenyum.

Sementara itu seorang penjaga melapor pada ayah Jae Shin ketika ayah Jae Shin akan minum tehnya. “Tuan, orang-orang yang datang sekarang bersama tuan muda……” lapor penjaga. Namun Ayah Jae Shin malah meneruskan minum tehnya. “Biarkan mereka pergi.”kata Ayah Jae Shin.

(atas ide dari Prof. Choi) F4 Joseon minus Sun Joon mulai membuat selembaran dikertas merah yang menyatakan Hong Byuk Seo bukan Sun Joon. Jae Shin sebagai Hong Byuk Seo asli pun seperti biasa menulisnya di kertas merah. Kertas-kertas itu berterbangan di masyarakat, masyarakatpun mengetahui bagaimana mungkin Hong Byuk Seo bisa menyebarkan pesan itu padahal orang yang dianggap Hong Byuk Seo di dalam penjara. Pengawal kerajaanpun dikacaukan dengan adanya pesan itu.
Yong Ha pun senang lalu tos dengan Yoon Hee, dan ia ingin tos juga dengan Jae Shin, Jae Shinnya diam aja, Yong Ha pun seolah mau meninju Jae Shin, tapi kemudian malah merangkulkan lengannya .

Lalu mereka berjalan bersama.
“Sekarang semua tergantung pada demonstrasi besok” kata Yong Ha
“Apakah kau pikir pelajar lainnya akan keluar?” Tanya Yoon Hee khawatir
“Tentu saja mereka harus! Itu sebabnya aku mempermalukan diriku sendiri mengelilingi ibu kota mengenakan pakaian ini yang tidak mempercantikku.” Kata Yong ha melihat pakaian di badannya, ia lalu menegaskan dengan bukti bahwa Hong Byuk Seo asli di luar sana, kecuali para pelajar takut Ha In Soo, mereka pasti akan muncul.
“tidak kah Lee Joon Sun harus tahu apa yang terjadi sekarang?..” Tanya Jae Shin
“itu tujuan kita selanjutnya melapor pada bocah itu.”
“S.. Sungguh, Senior?” Tanya Yoon Hee tanpa ekspresi, pdahal mah yang pasti hatinya seneng banget
Yong Ha mengangguk, tapi ia merasa harus menukar pakaiannya dulu, dan meminta mereka pergi duluan. yong ha berkedip genit ke Jae Shin, lalu pergi, tapi ia kemudian berbalik,
“Jangan pergi dulu! Karena ini pertama kalinya aku ke tempat seperti itu, aku agak takut.” wkwkwkwk, Jae Shin dan Yoon Hee tersenyum tipis.

Sambil berjalan pelan menunggu yong Ha menyusul, Yoon Hee terus nyerocos tentang Sun Joon, tentang kekhawatiran Sun Joon sudah dipindah, Sun Joon yang sedih karena baru ditengok, dan lain2. “senior?” Yoon Hee bingung saat tiba2 Jae Shin berhenti. Jae Shin sadar, pasti Yoon Hee dan Sun Joon butuh waktu berdua dan ia gak bakal kuat melihatnya (atau ia sudah rela melepas Yoon Hee?), lalu menyuruh Yoon Hee pergi sendirian menengok Sun Joon.
“Senior, kenapa tiba-tiba?”
“Dia tidak akan senang melihat aku. Aku merasa malu menghadapinya. Jadi, kau pergi saja.” Jawaban Jae Shin dimengerti oleh Yoon Hee, ia lalu permisi pergi, tapi kemudian Jae Shin memanggilnya,
“Kim Yoon Shik! Apakah aku pernah mengatakan hal ini sebelumnya? Terima kasih.”
“Untuk apa, Senior?” Tanya Yoon Hee bingung
“untuk kamu ..terima kasih.” Jae Shin tersenyum, apa ini kata perpisahan agar hatinya tidak lagi menatap Yoon Hee?
“Senior aneh!” Yoon Hee tersenyum lalu kembali pamit.
Jae Shin tersenyum menatap punggung Yoon Hee yang mulai masuk ke area penjara.

Beo Deul terus mengikuti Hyo eun, “aku takut kita akan mendapat masalah jika
tuan muda atau Tuan tahu. Apa yang sudah selesai ya selesai!” Beo deul mengingatkan nonanya.
“Aku ke sana bukan karena ingin sesuatu darinya. Jika Kau berpikir tentang hal ini, dia mengakhirinya seperti itu semua karena aku. Hatiku merasa gelisah hanya duduk tidak melakukan apa-apa, Itu sebabnya aku pergi.” Beo Deul terdiam melihat keteguhan nonanya.

Yoon Hee akhirnya melihat Sun Joon, Sun Joon tidur sambil duduk di selnya. Yoon Hee melihatnya penuh kerinduan sambil tersenyum, ia lalu berjongkok sebentar agar bisa melihat wajah Sun Joon lebih dekat, ia lalu akan pergi karena tidak ingin mengganggu Sun Joon.
“Kim Yoon Shik?” Sun Joon terbangun dan memanggilnya meyakinkan kalau itu Yoon Hee, saat Yoon Hee menoleh, Sun Joon langsung berdiri mendekat, mereka tersenyum.
Yoon Hee memegang wajah Sun Joon, “Wajahmu … sangat kurus.” Yoon Hee menurunkan tangannya yang lalu dipegang Sun Joon, cincinnya sudah dipakai lagi… waaah, Sun Joon nya seneng tuh.
“Aku mendengar semuanya seperti orang bodoh, tapi kini aku merasa lega.” Yoon Hee mencoba terus tersenyum di hadapan Sun Joon
“Aku tidak percaya …bahwa kau benar-benar bisa memaafkan ayahku. Tapi kalau aku bisa, aku ingin meminta maaf atas namanya.”
Yoon Hee menggeleng, “Tidak, Kau tidak bisa melakukan itu. Kau orang yang mengatakan kepadaku bahwa kita tidak bisa memilih siapa orang tua kita. Yang dapat aku berikan padamu bukan pengampunan, tapi hati seorang gadis untuk kekasihnya”. Ia juga mengatakan yang ia harapkan adalah juga hati seorang kekasih bukan hati yang merasa bersalah, lalu saling menatap penuh cinta.
Sementara di pintu Hyo eun mendengarkan semuanya.

Yong Ha sudah menyusul tapi hanya mendapati Jae Shin yang sendirian di dekat gerbang penjara, ia mendesah melihat Jae Shin,
“Jadi, kau akhirnya mengirimnya sendirian? Lupakan dia, Jika kamu tetap melakukannya, itu akan menjadi kebiasaan.” Jae Shin tersenyum karena Yong Ha mengutip kata2nya.
Mereka lalu pergi, Yong ha kembali merangkul Jae Shin dan menepuk2 pundaknya menguatkan hati Jae Shin, “Jadikan ini terakhir kalinya kau mengawasinya dari jauh (diam2)”

Hari telah pagi, Yoon Hee sudah bersiap dengan gulungan2 kertas di meja di luar kelas. Datang Yong Ha membawa kabar baik, “demonstrasi dimulai dengan mogok sarapan, Daemul. Para pelajar akan segera keluar.” Ia juga menguatkan agar mereka tetap yakin atas apa yang akan mereka lalukan.
Para pelajar mulai berdatangan, Woo Tak mengatakan ia dari awal tetap mempercayai Sun Joon, sedang Hae won tetap mengatakan tidak menyukai Lee Sun Joon, ia ikut karena menurutnya sarapan hari itu tidak enak, wkwkwk gengsi.
Won Tak mulai berfilsafat, “Ada yang bilang: Bertindak, dan Kamu akan menyesal. Tidak bertindak, dan Kamu akan menyesal. Lebih baik menyesal setelah bertindak, bukan?”
“Apakah itu juga kata Guru Konfusius?” Yoon Hee coba menebak
“bukan! Ini perkataan Guru brilian Kim Tak Woo.” (namanya Tak woo apa Won tak siih, wkwkwk bingung) won Tak membuka kaca matanya disambut gelak tawa yang lain.
“Senior, kau datang juga!” kata Yoon Hee pada Myung Shik yang baru datang
“aku. .. tahu. sewaktu2 aku menjadi pengecut, dan mudah ketakutan. Itu sebabnya aku ingin Sungkyunkwan lebih dilindungi agar tidak ada lagi Pengawal kerajaan sembarangan masuk Sungkyunkwan. Dan mereka benar2 salah menangkap Lee Sun Joon.” Myung Shik juga menyampaikan permintaan maafnya karena tidak mempercayainya.
Yong Ha lalu bergabung, “Apakah semua orang di sini? Melihat kalian teman2, aku mengerti. Seperti sebelumnya, Sungkyunkwan adalah tempat yang paling menghibur. Itu sebabnya aku .. berencana untuk sepenuhnya tidak lagi bertingkah sebagai seorang yangban, seorang bangsawan, mulai dari sekarang. Jadi jangan memandangku dengan pandangan tak bersahabat.” mereka tertawa sepakat.
“Tapi, di mana bocah itu? Geol Oh tidak datang?”
Dari belakang Jae Shin muncul dengan pakaia rapih, semua memandang dengan takjub, tidak terkecuali Yoon Hee, “Senior! Aku belum pernah melihat Kamu seperti ini sebelumnya.” Jae Shin tersenyum malu, Yoon Hee menatap Jae Shin dari bawah sampai atas, Jae Shin hampir tak bernafas kayaknya diliatin Yoon Hee gitu…. (wondering, kalo misalkan dari awal Jae Shin lebih rapi apakah Yoon Hee akan suka sama dia? tapi kok menurutku cakepan rambut gondrong kayak biasanya yak?! kekekeke, itu pipi terlalu tirus, gada tempat buat nyubitin…. kalo Yong Ha ma Sun joon punya pipi buat di cubit)

“kita kan dalam rangka akan mengajukan permohonan kepada raja, jadi kuda gila dari sekolah harus ditampilkan sebagai kuda berpotongan bersih.” Yong Ha menggoda Jae Shin
Jae Shin mulai salah tingkah, “Apa yang Kalian tunggu? Jika semua orang di sini, kita harus pergi.”
“Lee Sun Joon, kami datang!”

Iringan parapelajar yang akan keluar halaman sekolah bertemu dengan In Soo CS, “Aku pikir aku sudah memperingatkanmu, mengadakan demonstrasi pelajar berarti melawan aku.” kata In Soo tajam, matanya ampir mencelat tuh xixixi
“Aku pikir aku sudah bilang. Bahwa aku memiliki jawaban untuk kesalahanmu.” Yoon Hee menjawab dengan jawaban cerdas, “Kami sedang dalam perjalanan kami untuk melihat raja untuk meminta pembebasan dan pelepasan Pelajar Lee Sun Joon, dan untuk meminta permintaan maaf dari Departemen Perang untuk masuk tanpa izin ke Sungkyunkwan. Sebagai presiden pelajar Sungkyunkwan, bersediakah Kau memimpinnya?” Tanya Yoon Hee memberi kesempatan pada In soo
“Mustahil!”
“Aku tidak punya pilihan lain. Maka kami tidak bisa mengakuimu sebagai presiden kami.
Aku akan memimpin demonstrasi. jadi, sampai jumpa.” Rombongan Yoon Hee kembali berjalan.
“Jangan pergi! Tak satu pun dari kalian!” In Soo berteriak kalap, Yoon Hee dan rombongannya sejenak berhenti, “Apakah kau pikir kau akan aman setelah menghinaku?” Yoon Hee mengabaikan In soo, ia melanjutkan perjalannannya di ikuti yang lain.
Yong Ha sengaja jalan belakangan, ia mendekati In Soo, “Bukankah aku sudah memperingatkanmu? Bahwa semua pelajar mengawasimu. bukan kami yang duluan mengabaikanmu. Kamulah yang pertama mengabaikan Sungkyunkwan, Jangan lupa itu.“

Belum selesai keterkejutan In Soo, Go Bong mendekat, “Maaf, Presiden. Aku akan mengikuti mereka juga.”
Byong choon buuru2 menutup mulut Go Bong, “Go Bong, kau gila?”
Go Bong mulai menangis menyingkirkan tangan Byon Chon, “Biarkan aku bicara…Presiden, Kau benar-benar tidak tahu? Bahkan orang tolol seperti aku tahu yang kau lakukan salah, Presiden. Jika aku tinggal di sisimu, aku akan menjadi idiot yang lebih besar.”
In Soo berbalik dan akan memukul Go Bong, tapi Kang Moo menahannya, “Untuk melihat Kamu jatuh lebih dalam, aku tidak tahan melihatnya lebih lama lagi.” Kang Moo lalu pergi di ikuti Go Bong, Byong Chon ga jelas nih, kayaknya sih ikut2an pergi.

Yoon hee memimpin pelajar ke istana, mereka lalu berlutut memohon, “Mohon pembebasan dan pelepasan Pelajar Lee Sun Joon!”
diikuti pelajar lain sambil membungkuk, “Mohon pembebasan dan pelepasan Pelajar Lee Sun Joon”
“Mohon perintahkan Departemen Perang membuat permintaan maaf resmi.”
“Mohon perintahkan.” seru yang lain kembali membungkuk
Seorang wakil istana keluar, Yoon Hee segera bangun dan menyerahkan petisinya, “Kami, para pelajar Sungkyunkwan Memohon pembebasan dan pelepasan Pelajar Lee Sun Joon yang ditahan dan permintaan maaf dari Pengawal Departemen Perang untuk masuk tanpa izin ke tanah Sungkyunkwan.” Si wakil istana kayaknya mau ngomong sesuatu, tapi Yoon Hee dengan tegas memintanya untuk menyerahkan permohonan pada raja, wakil tadi akhirnya masuk membawa petisi dari para pelajar Sungkyunkwan.
“Daemul, bocah itu, memiliki sesuatu, ya?”
“bagaimanapun dia seorang pelajar Sungkyunkwan.” sahut Jae Shin tersenyum

“Mohon pembebasan dan pelepasan Pelajar Lee Sun Joon” kata seorang pelajar mewakili Yoon Hee
“Mohon pembebasan dan pelepasannya.”seluruh pelajar mengikuti dan membungkuk.

Yoon Hee tersenyum, menatap teman2nya satu persatu, dalam hatinya ia berbicara pada ayahnya,
“Ini merupakan hal yang besar, Ayah. Bertemu dengan teman yang baik, berbagi pikiran, dan berusaha mencapai tujuan kami. Aku melihat kilasan harapan yang tidak terlihat dalam buku-buku.”
Yoon Hee mengeluarkan Puzzle ayahnya, dalam hatinya, ia melanjutkan perbincangannya dengan ayahnya; “Saat kau bertanya-tanya apakah benar untuk menanamkan keinginan kepada seorang putri yang tidak bisa mewujudkan impiannya di dunia ini, aku juga berharap bisa bertanya pada ayah, apakah keinginan dalam hatiku hari ini benar? Joseon baru yang kau impikan, Ayah, dunia macam apa itu? Di tempat itu apakah keinginan dalam diriku tidak dianggap sebagai kejahatan?”
Dalam potongan pertama saat dibalik ia melihat ada ukiran, ia lalu menyusunnya sama persis dengan ingatan masa kecilnya saat bermain puzzle itu dengan ayahnya,
Flashback: “Apakah itu … aku?” Tanya Yoon Hee kecil
“Dan, itu juga harapan.” jawab ayah, flashback selesai.

Yoon Hee kini mengulang setiap gerakan yang pernah dia lakukan, ia menatap puzzle yang telah tersusun sesuai memorinya dengan air mata berlinang, sampai ia terkejut menyadari ukiran bergambar gerbang dari puzzle yang telah disusunnya, ditambah petunjuk tempat pembelajaran ditegakkan, dimana bangsa dimulai, di tambah petunjuk pintu terbuka Sungkyunkwan ke tempat terendah, Banchon peninggalan kakaknya Jae Shin, mengingatkannya pada sesuatu.
Yoon Hee segera berlari menuju tempat itu, Gerbang Sungkyunkwan.
In Soo sedang termenung di rumahnya, saat mendengar suara Hyo eun dan Beo Deul, membicarakan seorang gadis yang berani masuk Sungkyunkwan.
“pelajar Kim Yoon Shik, sejak awal aku sudah merasa ada sesuatu dengannya” Hyo eEn masih terguncang melihat kenyataan semalam sampai tak sadar mereka berbicara dengan cukup keras.
“apa yang kalian bicarakan?” Tanya In Soo mengagetkan keduanya.

Yoon Hee terus menggali tanah di bawah gerbang Sungkyunkwan, cangkulnya ia singkirkan saat cangkul tadi mengenai sebuah benda keras. Yoon Hee melanjutkan menggali dengan tangannya dan menemukan sebidang kayu, saat diangkat kayu itu ternyata cuma tutup yang menyembunyikan lubang di bawahnya. Di dalam lubang masih terdapat sebuah kotak kayu.

In Soo menggebrak lantai dan bertanya pada adiknya, “Kim Yoon shik seorang gadis?”
Yoo Hee mengangkat kotak berhiaskan ukiran naga dari logam yang juga ternyata berfungsi sebagai kunci.

Yoon Hee mencoba membukanya dan berhasil, ia melihat banyak amplop disana, dan mulai mebukanya satu persatu.

“Geum Deung Ji Sa, aku menemukannya, ayah!”

–CheeRS!! SemanGAt TeManSS–

Dibuat dan disusun oleh Trio yang manis2&lucu2 , Ai RF, Iis RF dan Ari RF
frOm Us, with LOVE, muach muach ^.*

[Sinopsis] Sungkyunkwan Scandal Lesson 18 Part 2

(ikutan nangis pas Yoon Hee tahu dari adiknya, betapa ayahnya itu bahkan sengaja untuk duduk dekat pintu dan membaca dengan suara yang keras agar Yoon Hee kecil yang selalu diam-diam ikut belajar diluar dapat mendengarkan dengan jelas….. dan ayahnya rela mengorbankan nyawa demi Geum Deung Ji Sa dengan harapan New Joseon benar-benar terwujud demi putrinya yang berbakat).

Yong Ha memberi ide untuk mencoba melihat peta Skk.
Yoon Hee pergi ke perpustakaan, gulungan peta ada di rak paling atas, ia mencoba menjangkaunya tapi tangannya tidak sampai. Tiba-tiba Sun Joon sudah disampingnya membantu mengambilkan.
Yoon Hee tersenyum berterimakasih.
Sun Joon memegang tangan Yoon Hee yang kini tidak memakai cincinnya lagi, Yoon Hee menarik tangannya.

Kayaknya Yoon Hee gak ngeh kalo Sun Joon hancur hatinya melihat cincinnya dah gak dia pake lagi, ia malah mencurahkan isi hatinya soal ayahnya, “Aku hanya berpikir itu hal yang harus aku lakukan. Aku selalu marah pada Ayah karena menolakku. Namun kenyataannya, akulah orang yang tidak mencoba mendekat pada ayahku. aku .. ingin menemukannya. Aku ingin tahu mengapa ayahku sangat ingin menemukan Geum Deung Ji Sa.” airmata Yoon Hee mulai mengalir,
“Ini mungkin akan menjadi yang pertama dan terakhir kali aku memiliki kesempatan untuk memahami ayahku. aku telah membuat ayahku kesepian terlalu lama…Itulah sebabnya aku .. “ Yoon Hee tidak melanjutkan kata-katanya saat Sun Joon mulai menghapus air mata dipipinya.
“Itu sudah cukup … Kau tidak perlu menjelaskan lebih lanjut, aku mengerti. Aku janji, tidak peduli bagaimanapun caranya, kita akan menemukan Geum Deung Ji Sa.” Kata Sun Joon tersenyum pada Yoon Hee, Yoon Hee juga membalas tersenyum dengan mata berkaca-kaca.

Menteri Ha mendatangi menteri Lee, ia meyakinkan menteri Lee bahwa Petugas Yoon telah dibungkam dengan uang. Ia yang merasa keadaan sudah kembali normal lalu ingin membicarakan soal pernikahan anak-anank mereka.
“Beritahu putramu…. Ya … “
Menteri Ha mengangguk dengan senang, tapi kemudian mungkin dia mikir kok putra, haha. Ternyata menteri Lee membicarakan soal Geum Deung Ji Sa.
“Raja memerintahkan pelajar Sungkyunkwan untuk mencari Geum Deung Ji Sa?” Tanya Menteri Ha kaget.
Menteri Lee lalu minta agar In Soo selaku Presiden pelajar mengawasi mereka. Menteri Ha mempertanyakan mengapa bukan Sun Joon , melihat Menteri Lee diam saja ia bisa menerka bahwa Sun Joon adalah salah satu yang mendapat tugas dari raja itu. “bukankah aku sudah katakan? Jika kita lebih cepat melaksanakan pernikahan dan menyuruhnya meninggalkan Sungkyunkwan, semua ini tak akan terjadi … “
“Apakah Kau mengatakan pernikahan, Menteri Perang? Apakah Kau benar-benar tidak tahu apa sumber dari semua masalah ini?” Tanya menteri Lee tajam
“T..tuan … “
“jangan menyebutkan perkawinan lagi. Aku tidak akan pernah menjadi keluargamu.”
“Tapi tuan!”
“Ini keluar dari mulutku. Apakah aku harus mengulangnya lagi?” bentak menteri Lee, menteri Ha langsung mengkeret.
Sepulang dari rumah menteri Lee, Menteri Ha mendatangi rumah Gisaeng. Ia terus ngedumel sendiri, “Apa dia lupa siapa yang membantunya mencapai posisinya yang sekarang? beraninya dia mempermalukanku dan putriku! Sekarang saatnya untuk memberitahunya siapa aku.” lalu tertawa terbahak-bahak, sementara Cho sun diam saja menuangkan minuman.
Menteri Ha lalu membuat rencana untuk segera menangkap Hong Byuk Seo , ia memegang tangan Cho Sun, “Ada sesuatu yang harus kau lakukan.”
“tuan… “ sepertinya Cho Sun mau menolak? tapi pembicaraan terputus dan menteri Ha buru-buru melepaskan tangan Cho Sun saat tiba-tiba In Soo masuk, “anda memanggilku, Ayah?”
sementara itu Sun Joon mencari di mana rumah Petugas Yoon, ia menemukannya namun pintu rumahnya terkunci rapat. Dengan berbekal gambar sketsa wajah petugas Yoon, Sun Joon menanyai orang-orang tapi sepertinya tidak mudah.

Sementara itu, di ruang rahasia, mereka terus menunggu Sun Joon yang tak kunjung datang.
“Lee Sun Joon bukan orang yang suka terlambat. Seperti dugaan, pasti sulit baginya.” kata Yong Ha yang sudah bosan menunggu
“kita tunggu lima belas menit lagi. Dia bukan tipe orang yang melanggar janjinya.” jawab Jae Shin menenangkan Yong Ha
Yong Ha tersenyum, “Bukankah manusiawi melanggar janji? Tidak peduli seberapa besar mimpi Raja, tetap tidak akan mudah bagi seorang putra mengungkap kejahatan ayahnya sendiri. Aku benar-benar memahami Lee Sun Joon.”
Yoon Hee mendengarkan tanpa sepatah kata, ia terlihat khawatir, Jae Shin menoleh padanya.
In Soo menadapat laporan dari para kronimya bahwa Sun Joon Cs mencari-cari sesuatu dari peta dan blueprint Sungkyunkwan.

Minus Sun Joon, akhirnya F4 tetap melanjutkan diskusinya.
“Sebuah tempat di mana pembelajaran ditegakkan, yang berkaitan dengan belajar … Pertama, ada Myungryundang Ruang kuliah Sungkyunkwan” Yong Ha menunjuk bangunan di siteplan Sungkyunkwan.
“Ada juga Jonkyung-gak (perpustakaan Sungkyunkwan)” lanjut Yoon Hee juga menunjuk bangunan yang ia maksud.
“Jangan lupa juga tempat untuk ujian pegawai negeri sipil, Daeseongjeon” Jae Shin menambahkan.
“Tetapi langkah berikutnya menjadi masalah. Myungryundang, Jonkyung-gak, dan Daeseongjeon, semua itu tempat dimana pembelajaran ditegakkan. Tapi kita tidak bisa menggali tanah disana, Itu buang-buang tenaga.” timpal Yong Ha
“Ada satu lagi petunjuk. “Sebuah bangsa di mulai.”
Mereka menyimpulkan Sebuah bangsa dimulai = altar leluhur, dan mereka mulai mencari di mana tempat yang ada altar untuk leluhur di dalamnya, yaitu Myungryundang , Jonkyung-gak, dan ditempat yang sulit dimasuki, Daeseongjeon. Tapi tetap tidak menemukan apapun.
“Tempat belajar dipimpin, dan di mana bangsa dimulai. Tepatnya di mana?” Yong Ha berpikir keras, ia mengeluh harus ngubek-ngubek seluruh ruangan yang ada di Sungkyunkwan, lalu memberi ide, “Bagaimana jika kita beritahu pelajar lainnya?”
“Ini adalah perintah raja. Sebuah perintah rahasia.” Jae Shin mengingatkan
“Aku hanya bercanda. kau menganggapnya serius, Aku merasa malu, bocah.” Yong Ha rada ngambek sama Jae Shin, haha, mirip adik cewek ngambek ma abangnya….
“Kode rahasia tidak digunakan untuk menyembunyikan Geum Deung Ji Sa. Sebaliknya, tujuannya adalah untuk membuat kita tahu keberadaannya. Aku akan mencobanya dari buku Classic lagi.” Yoon Hee mencoba menengahi, menurutnya, Tersembunyi di suatu tempat di Sungkyunkwan adalah jawaban untuk teka-teki dan kode rahasia ayahnya, jadi ia yakin akan menemukan jawabannya.

Yong Ha berjalan sambil melompati sesuatu, wkwkwk, Yong Ha nih pecicilan, kebanyakan energi kali ya dia…..ia lalu berhenti dengan kaget saat dihadapannya ada In Soo Cs.
“Mengapa kau begitu terkejut, Yeorim? Seolah-olah kau sedang tertangkap basah melakukan sesuatu yang buruk. Apa yang kau lakukan? Mencuri? Main perempuan?”
“Bermain dengan laki-laki?” Tanya Go Bong, wkwkw, langsung disuruh diem ma Byun Choon
“Kau pasti masih menikmati bergaul dengan Lee Sun Joon dan Moon Shin Jae, Yeorim?” Tanya In Soo
“Ah, tentang hal itu. Aku menyukainya lebih dan lebih.” Yong Ha tersenyum menepuk pundak In Soo dan berbalik pergi
“Aku dengar kau bekerja keras … mencari-cari sesuatu dari blue print dan dokumen rahasia Sungkyunkwan” Tanya In Soo lagi menhentikan langkah Yong Ha, Yong Ha berbalik melihat ke In Soo
In Soo diatas angin, ia melanjutkan perkataannya, “Mengapa? Apakah Kau bermain berburu harta karun? Mertimbangkan masa lalu kita, Aku akan memberimu nasihat. Kau jangan bersama mereka. Kau berbeda dari mereka. sekarang masih belum terlambat. Kau harus … “
Yong Ha memotong perkataan In Soo, “Apakah kau tahu bahwa aku orang yang berpakaian paling modis di Joseon?” Tanya yong Ha sambil melintir-lintir tali topi In Soo, Go Bong ngangguk-nganguk… lucu nih perannya Go Bong, dia polos, sayang gabung ma orang yang salah.”Aku hanya akan memberitahumu sebuah rahasia. Makin banyak pakaian yang tidak cocok kau pakai, semakin berani kau mengenakannya bersama-sama.” Yong Ha menunjuk pakaian In Soo, “ Jangan lupa. Apa yang kau pakai sekarang … agak norak.”katanya lagi sambil nunjuk-nunjuk hidung In Soo, Yong Ha pun pergi sambil tidak lupa berputar-putar dulu, wkwkwk.

Malam itu Sun Joon masih mencari petugas Yoon, ia kali ini mendatangi rumah judi. Sun Joon menaruh kertas sketsa wajah petugas Yoon di meja orang yang asyik berjudi, boro-boro orang pada mo liat tuh kertas, yang ada pada marah karena ngerasa terganggu.
dan puncaknya ia terlibat perkelahian yang berujung dikeroyok orang banyak.
Saat ditendangi, Sun Joon malah terseyum miris. kira-kira apa yang ada dipikaiannya? apakah ia merasa layak menerimanya karena merasa bersalah atas kelakuan ayahnya pada Yoon Hee?
Yoon Hee terus berkutat dengan buku-buku yang ada di perpustakaan, ia sangat serius membaca-baca isi halaman buku saat tiba-tiba Jae Shin menaruh gumpalan kertas dihalaman yang sedang dibacanya. Yoon Hee melihat Jae Shin dengan pandangan bertanya-tanya, tapi tiba-tiba masuk Yong Ha terburu-buru, ia memberitahu sesuatu terjadi pada Sun Joon.
Yoon Hee dan Jae Shin melihat kearah Yong Ha dengan wajah terkejut
Mereka bertiga bergegas mereka pergi, keadaan rumah judi sudah kosong, yang terlihat hanya Sun Joon yang duduk, dan Gisaeng (yang tempo hari dikasih cincin ma Yong Ha) yang berdiri.
Yoon Hee terkejut melihat wajah Sun Joon yang babak belur, Jae Shin langsung menoleh pada Yoon Hee ingin melihat reaksinya.
“Apakah Kau Lee Sun Joon yang aku kenal? Kau mencari Petugas Yoon?” Tanya Yong Ha duduk dihadapan Sun Joon. Yoon Hee terduduk lemas.
“Aku tidak bisa membuang-buang waktu mencoba untuk memecahkan teka-teki yang tak terpecahkan.” jawab Sun Joon
“tubuh bereaksi lebih cepat dari pikiran … Ini tidak seperti Lee Sun Joon. Alasan mengapa kau menanggung semua ini mencari Petugas Yoon, apakah untuk mencari Geum Deung Ji Sa, atau untuk membuktikan ketidakbersalahan ayah mu?” Tanya Yong Ha lagi, Yoon Hee menatap Sun Joon dengan wajah sedih.
“Yang ingin aku tahu adalah kebenaran tentang apa yang terjadi pada malam sepuluh tahun lalu.” jawab Sun Joon yakin.
“Aku akan bertanya satu hal. Jika kita menemukan Geum Deung Ji Sa, Lee Sun Joon, Kau mungkin tidak bisa hidup sebagai putra Menteri Negara lagi. Apakah itu tidak apa-apa bagimu?” Tanya Yong Ha lagi.
Sesaat Sun Joon terdiam, ia melihat ke arah Yoon Hee, “itu lebih baik dari pada hidup sebagai putra penjahat yang membunuh kakak dan ayah temanku sendiri “

Dengan mata berkaca-kaca Yoon Hee keluar dari sana, Sun Joon langsung menyusulnya, ia menahan Yoon Hee.
“Jika itu demi aku, kau harus berhenti sekarang. Aku bahkan tidak bisa mengingat wajah ayahku, walau hatiku masih terpilih dengan sakit. Sedang bagimu Lee Sun Joon, ayahmu berarti lebih dari itu. Jadi, ini cukup. Kau bisa berhenti karena aku tidak tahan melihatnya lagi.” jawab Yoon Hee kembali berjalan pergi.
Sun Joon langsung menyusulnya dan memeluknya dari belakang.”Aku ingin maafmu. Untuk kau yang telah menggantikan posisi ayahmu, menyamar sebagai pria untuk bertahan hidup dan untuk menjaga adik yang sakit. Untuk hari-hari kau kedinginan, kelaparan dan kesepian, aku ingin menundukkan kepalaku untuk pengampunan. Juga untuk hari-hariku, yang belajar di bawah atap yang hangat tanpa tahu apa-apa.”
Sun Jon melanjutkan lagi, “bahwa aku juga, tidak dapat memaafkan diriku sendiri. Bahwa aku minta maaf. Jika mungkin, aku ingin memutar kembali waktu dan mengembalikan semua hak istimewa yang aku nikmati. Jadi ampunilah aku. Aku mohon padamu.”
Yong Ha dan Jae Shin, sengaja tidak keluar dari tempat judi, mungkin ingin memberi ruang bagi Sun Joon dan Yoon Hee, mereka melewati waktu dengan bermain catur.
Yong Ha mengungkapkan keterkejutannya pada Sun Joon yang memilih berlawanan dengan ayah yang sangat dihormatinya.
Yong Ha menatap Jae Shin, “Kau tahu dengan sangat baik … Bagaimana rasanya hidup membenci ayahmu sendiri … lebih buruk dari siksaan neraka.” .
kata-kata Yong Ha mengenai di Jae Shin, ia merubuhkan bidak-bidak yang sedang disusunnya.
Menteri Lee duduk diruangannya, terus terngiang kata-kata Sun Joon yang menyatakan dengan tegas akan berdiri melawannya.

Di Istana, Raja bertanya pada prof. Jung tentang F4 Joseon. “Melihat bahwa mereka tidak memintaku untuk membantu, mereka pasti melakukannya dengan baik.” jawab Prof. Jung
“Entah bagaimana, aku merasa bahwa kode rahasia itu adalah pelajaran terakhir yang ditinggalkan oleh Profesor Sungkyunkwan Kim Seung Hun.”
“Pelajaran terakhir, menurut anda?”
“Tempat pembelajaran ditegakkan, dan di mana bangsa dimulai……Apa yang ia ingin ajarkan pada anak-anak, aku juga sangat ingin tahu, Prof. Jung.”

Sun Joon berhasil menemukan Petugas Yoon di gerbang kota, ia kesana atas petunjuk Yong Ha, “Petugas Yoon, pasti mendapat pemodal besar. Ia membayar semua hutang judinya dan pindah ke pedesaan.”
Sun Joon terus mengikuti petugas Yoon yang berjalan sambil menari-nari, tiba2-tiba sebuah panah melesat menancap di batang pohon hampir mengenai petugas Yoon. Bayangan hitam terlihat di atas sebuah atap dan berkelebat turun. Petugas Yoon ketakutan bersembunyi dibelakang Sun Joon.
Sun Joon berkelahi menghadapi orang bercadar hitam itu, dan ia mulai terdesak saat muncul JAE SHIN!!!!!!!.
Orang bercadar (Cho Sun) berhasil dikalahkan JaeShin, ia memelintir tangannya dan menoleh pada Sun Joon,
“Mengapa kau berjalan begitu cepat? Aku pikir aku akan mati karena berusaha mengejarmu.” Sementara Jae Shin berbicara pada Sun Joon, Cho Sun berhasil meloloskan diri, Jae Shin mengejarnya. Petugas Yoon diam-diam akan meinggalkan Sun Joon yang masih melongo menatap kepergian Cho Sun dan Jae shin. Tapi Sun Joon berbalik ke belakang dan langsung menarik kerah petugas Yoon, “Sepertinya aku sudah tertangkap.” kata petugas Yoon sambil nyengir, wkwkwk.
Jae Shin terus mengejar Cho Sun dan berhasil menarik cadarnya, Cho Sun kabur lagi tapi Jae Shin yang hanya ingin meyakinkan dugaannya kalau itu Cho Sun dan membiarkannya pergi.

Kembali di perpustakaan, Yoon Hee masih sibuk memikirkan arti kata dalam surat peninggalan ayahnya dan mulai menyambungkan kepingan-kepingan informasi yang didapatnya, “Dimana pembelajaran ditegakkan. Dimana bangsa dimulai….. Jalan yang dilewati dari kuil malam itu adalah jalan Young Yi Mun”
Yoon Hee lalu ingat perkataan Prof. Jung, “Raja terakhir awalnya menyembunyikan Geum Deung Ji Sa di Jongmyo…. Raja terakhir menempatkan Geum Deung Ji Sa di bawah Altar leluhur di Jongmyo dengan harapan bahwa suatu hari nanti, itu akan membantu Raja Jeong Jo dalam memperkuat kedaulatannya.
“Jongmyo? ….Tempat di mana bangsa dimulai. Jongmyo, tempat penyimpanan suci Altar leluhur raja-raja besar Joseon…. Tempat pembelajaran ditegakkan, Tempat di mana bangsa dimulai bukan Sungkyunkwan, tapi Jongmyo, tempat Geum Deung Ji Sa pertama kali disembunyikan.”
Yoon Hee langsung berlari keluar perpus menuju Jong Myo, melewati In Soo, dibelakangnya Byun Choon dan Go Bong melaporkan apa yang mereka lihat di perpustakaan.
In Soo cs langsung ke perpustakaan mencari tahu apa yang telah di temukan Yoon Hee, dan dari halaman-halaman buku yang terbuka dan peta akhirnya mereka mendapat jawaban, “Jongmyo”
Yoon Hee menatap bangunan Jongmyo.
Petugas Yoon diinterogasi oleh Sun Joon dan Jae Shin. “katakan, Apa yang sebenarnya terjadi pada malam sepuluh tahun yang lalu? Siapa yang memerintahkan pembunuhan atas Profesor Sungkyunkwan Kim Seung Hun dan Presiden Moon Shin Young?” Tanya Sun Joon
“Apa yang harus kita lakukan? kebiasaan lama ini anjing pemburu tidak akan membuka mulut sampai diberi makan.” Petugas Choi menjawab santai
Jae Shin tidak sabar, ia mencengkram leher baju petugas Yoon, “Kau hampir terbunuh! Pikirkan mengapa Gisaeng Cho Sun ingin mengakhiri hidupmu.!!”
“Gisaeng Cho Sun?”Seru petugas Yoon kaget
Sementara itu, Yong ha mentraktir para petugas Hanseongbu minum-minum ia bahkan memberikan banyak uang untuk mendapatkan informasi : petugas Yoon sering bertemu dengan Menteri Perang.
Menyadari bahwa Cho Sun pasti diperintah Menteri Ha dan ia terancam, petugas Yoon pun mengaku; “Orang yang mengendalikanku saat ini adalah Menteri Negara.”
“Apakah itu benar Menteri Negara yang memerintahkan kau untuk membunuh mereka? dengan balasan akta tanah?” melihat petugas Yoon hanya nyengir tanpa menjawab, Sun Joon kali mencengkram kerah Petugas Yoon. “Katakan!”
“Aku bukan orang yang bisa berbicara dengan kerah tercengkram, jadi lepaskan.” jawab petugas Yoon melepaskan tangan Sun Joon dari kerahnya, “tanpa mengindahkan permintaan Menteri Negara , orang yang memerintahkan aku untuk membunuh mereka adalah Menteri Perang. Setelah Menteri Negara mengetahui kebenarannya, ia memberi aku tanah akta untuk tutup mulut. Apakah itu cukup?”
Yong Ha dalam perjalanan kembali ke asrama dan memikirkan kemungkinan Mentri Perang sebagi dalang peristiwa 10 tahun lalu, saat melihat rombongan pengawal dari Kementrian Perang beserta In Soo menuju ke Jongmyo, dan bertanya-tanya mengapa.

Sun Joon ke perpustakaan melihat buku-buku yang berserakan di atas meja tapi tidak melihat Yoon Hee sama sekali.
“Kau belum menemukan Kim Yoon Shik? Apa yang kau lakukan, tidak akan mencarinya? Dia harus menjadi orang pertama yang mengetahui Menteri Peranglah dalang sebenarnya.” kata Jae Shin sambil membuka-buka buku di atas meja,
“alangkah leganya, demi kebaikanmu dan aku. Pasti melelahkan untuk membencimu selama sisa hidupku. “ kata Jae Shin lagi
Tiba-tiba Yong Ha masuk dan mencari-cari Yoon Hee, ia lalu melihat buku peta yang terbuka dan membaca Jongmyo. “Apakah Daemul pergi ke Jongmyo? Ha In Soo membawa Pengawal kementrian Perang ke Jongmyo.”
Mereka kemudian menyadari bahwa sepertinya Ha In Soo tahu dan dia mengejar Daemul. Yong Ha mencemaskan Yoon Hee, “Jika tertangkap, mungkin hidupnya dalam bahaya.”
Yoon Hee, mulai masuk ke Jongmyo, ia mengingat-ngingat kemungkinan Geum Deung Ji Sa ada di bawah altar leluhur, ia mendekati salah satu meja altar untuk mulai mencari tahu.

Di luar para pengawal berlari cepat menuju Jongmyo.
In Soo mengingatkan ayahnya, bahwa saat ini adalah kesempatan terakhir untuk menghancurkan Geum Deung Ji Sa. Menteri Ha sependapat, ia lalu memerintahkan kepala pengawalnya untuk menggunakan cara apapun untuk menghancurkannya

Jae Shin dan Sun Joon, bersembunyi melihat rombongan pengawal yang terus berdatangan ke Jongmyo,
“Kau menjanjikanku untuk tidak akan membiarkan Kim Yoon Shik terluka.” Jae Shin mengingatkan Sun Joon, “Aku akan menahan para pengawal kerajaan” lanjutnya.

Jae Shin sudah nangkring diatas atap dan menembakkan panah ke arah para pengawal mencegah mereka mendekati Jongmyo. Mereka yakin itu adalah Hong Byuk Seo dan mulai mundur. “Apa yang kalian lakukan? tangkap dia!” Kepala pengawal memberi perintahnya, ia membagi dua pasukan, sebagian mengejar Hong Byuk Seo , sebagian lagi ke Jongmyo

Yoon Hee mulai membuka bagian bawah meja altar, tapi tidak menemukan apapun, ia kaget buru-buru menutup lagi meja yang dibukanya saat ia mendengar suara.
Jae Shin masih bertarung melawan para pengawal kerajaan bersenjata. (ckckck, kasihan, di drama ini Jae Shin yang paling capek…iiis, pijitin tuh Jae Shinnya)

seseorang ada dibalik pintu, ternyata Sun Joon…
Jae Shin kali ini berhadapan dengan Kepala pengawal, yang ilmu beladirinya lebih tinggi, ia mulai kewalahan dan akhirnya terkena sabetan pedang.

Sun Joon masuk, ia melihat Yoon Hee dan langsung memeluknya.

–Have A GreAT DAY TemAnS!!–

written by ai RF, support Pict n Video by Iis RF

[Sinopsis] Sungkyunkwan Scandal Lesson 18 Part 1

Preview sebelumnya, Sun Joon dan Yoon Hee masuk ke sebuah ruangan.


Sun Joon memakaikan sebuah cincin ke jari manis Yoon Hee.
“Apakah kamu mengatakan semua ini akan berakhir setalah kita meninggalkan Sungkyunkwan?Tidak ada yang namanya akhir. Karena aku akan memulai kembali…lagi dan lagi setiap harinya.”kata Sun Joon.
Yoon Hee pun tersenyum mendengar kata-kata Sun Joon.

Lalu Sun Joon memulai membuka topi Yoon Hee, setelah itu topinya sendiri. (Yoon Hee deg-deg tuh…). Ketika Sun Joon bersiap mencium Yoon Hee, Yoon Hee pun memejamkan mata, dan akhirnya terjadilah second kiss (mianhe ari sensor hahaha tapi bener nggak yang kedua bukan ya wkwkkw).

Tiba-tiba di ruangan yang sama tapi diluar ruangan Yoon Hee dan Sun Joon terdengar bunyi orang mengebrak meja. Ternyata Jae Shin yang menggebrak meja hehehe.
“Jangan dilanjutkan,”kata Jae Shin.

“Kau tahu siapa pelakunya?”tanya Yong Ha. “Aku sudah bilang kepercayaanku tidak pada raja, tetapi kamu Geol Oh. Kita akan mengatakan kita menemukannya, kita menemukan bahwa dalang yang tidak peduli pada Joseon yang baru,”kata Yong Ha.
“Dibalik semua kejadian ini adalah menteri Negara,”kata Jae Shin.
“Apa?”tanya Yong Ha.
“Turunkan suaramu!”perintah Jae Shin.

Tanpa mereka ketahui ada 2 sepasang telinga yang mendengar percakapan mereka yaitu sapa lagi kalau bukan Sun Joon dan Yoon Hee hehehe.
“Jadi….dalang di balik semua insiden ini adalah menteri Negara? Ayah Lee Sun Joon?”tanya Yong Ha. Sun Joon dan Yoon Hee kaget mendengar kata-kata Yong Ha.
“Jawab aku, orang yang melakukan semua itu dan yang ingin menghancurkan Geum Deung Ji Sa adalah menteri Negara?”desak Yong Ha.
“Aku bilang turunkan suramu,”kata Jae Shin.

Lalu tiba-tiba pintu terbuka dan keluarlah Yoon Hee dan Sun Joon yang telah lengkap dengan topinya hehehe.

Yong Ha dan Jae Shin pun tidak berkata-kata apalagi. Yoon Hee melangkah mendekati Yong Ha dan berkata.

“Apa yang anda katakan, senior? Anda mengatakan bahwa dalang di balik semua kejadian ini sudah diketahui.” Jae Shin pun pergi meninggalkan F3 Joseon. Yoon Hee hanya bingung melihat Jae Shin pergi.
“Aku ingin mendengarnya,”kata Yoon Hee.
“Maafkan aku, Daemul! Tidak ada sebelum dikonfirmasi kebenarannya,”jawab Yong Ha.

Tiba-tiba Sun Joon melangkah mendekati meja dan membaca sebuah surat itu, Sun Joon pun kaget dan bertanya pada Yong Ha, “apakah benar dengan menelusuri ini kita akan mengetahui siapa pemilik dokumen ini?, maka kita bisa memastikan siapa dalang itu? Apakah akan baik-baik saja jika aku menelusurinya?.”
“Apakah kamu bisa?”tanya Yong Ha.
“Jika ayahku benar-benar dalang dari kasus ini, maka bukankah itu yang paling cocok untukku?”kata Sun Joon. Yoon Ha pun menoleh ke arah Yoon Hee yang tertunduk lemah.

Lalu Sun Joon melangkah pergi dan ketika melewati Yoon Hee ia menyentuh pundak Yoon Hee untuk menenangkan Yoon Hee.

Di sebuah kedai Jae Shin akan meminum soju namun tiba-tiba Yong Ha datang dan mengambil soju yang siap diminum Jae Shin dan meminumnya.
“Apakah karena Daemul? Alasan mengapa kamu tidak ingin melanjutkan adalah karena Kim Yoon Shik yang mungkin akan terluka karena Lee Sun Joon?”tanya Yong Ha.

Jae Shin tidak menjawab apa-apa, ia malah meminum soju yang sudah dituangkan Yong Ha.

“Kamu benar-benar tahu sesuatu, sejak kapan dua… tidak sejak kapan kau tahu?”tanya Yong Ha lagi lalu meminum sojunya.
“Lee Sun Joon pergi menemui Menteri Negara untuk mengkonfirmasi akta tanah penjaga patroli Yoo.”kata Yong Ha. Jae Shin pun kaget mendengarnya.

Di lain tempat Sun Joon menemui ayahnya, Menteri Lee membaca akta tanah yang dibawa Sun Joon. “Apa ini?”tanya Menteri Lee setelah membaca akta itu.
“Saya disini untuk mendengar jawaban itu. Pemilik tanah Baek Dong Soo adalah manajer rumah tangga kita dulu,”kata Sun Joon. Ayahnya pun mengangguk mengiyakan.
“Tetapi pemilik sebenarnya tanah itu adalah anda, ayah. Tolong beritahu saya mengapa akta tanah ini berada di tangan seorang penjaga patrol sepuluh tahun yang lalu?”tanya Sun Joon. “Hentikan! Hentikan semua yang kamu lakukan sekarang,”perintah ayah Sun Joon.
“Apakah saya tidak boleh tahu masalah ini karena anda tidak bisa jujur tentang mereka?”tanya Sun Joon lagi.

“Apakah kamu mencari Geum Deung Ji Sa?”tanya ayah Sun Joon. “Kemalangan pangeran Mahkota Sado pada tahun Imoh (1972), aku tidak pernah dianggap salah. Keyakinanku itu bertentangan dengan huungan pribadi antara ayah dan anak.
Prioritas kami harus menyimpan Jongmyo (kuil untuk raja sebelumnya), dan akta tanah ini tetap tidak berubah untuk mencapai apa yang benar. Itu tidak biasa bagi ayah walaupun anak berubah menjadi musuh juga jika ada pemenang maka harus ada pecundang. Putra Mahkota Sado hanyalah pecundang, tidak lebih dan tidak kurang apa-apa,”kata ayah Sun Joon. (wahhh ari naksir hiasan dinding yang dibelakang ayah Sun Joon lucu dan unik hehehe).
“Jika ini adalah keputusan yang tepat mengapa anda takut pada Geum Deung Ji Sa?”tanya Sun Joon.
“Aku tidak takut pada Geum Deung Ji Sa, tapi aku takut hukum moral keluarga. Raja hatinya rindu dan kacau olek kematian Putra Mahkota Sado yang mati dibunuh oleh ayahnya sendiri. Dan raja yang memerintah sekarang menyesal kehilangan seorang ayah di usia muda, jika otoritas dipakai di tangan dan hati yang bodoh seperti itu maka aka nada pertumpahan darah yang lain di negeri ini, loyalitasku akan membuktikan dalam sejarah, jadi jangan cari lagi dan jangan melibatkan diri mencari Geum Deung Ji Sa. Karena cita-citamu yang sekilas idealis diseluruh keluarga Lee Jin Sun bisa dihapuskan,”kata ayah Sun Joon.
“Jadi, untuk memungkinkan keluarga Lee Jin Sung berkembang , anda mengorbankan Profesor Sungkyunkwan Kim Seung Hun dan Presiden mahasiswa Moon Young Shin? Dan menghancurkan Geum Deung Ji Sa?”tanya Sun Joon.
“Tidak, “jawab ayah Sun Joon.

“Saya tidak bisa menerima kata-kata anda, sebelum saya menemukan kebenaran yang tak terbantahkan dari dokumen ini.”kata Sun Joon lalu berdiri dan berpamitan pergi.

Ketika Sun Joon melangkah pergi tiba-tiba ayahnya berteriak”Berhenti disitu! Bagaimana kamu berani melawan ayahmu?”.

“Apakah anda mengatakan bahwa ayah dan anak dapat menjadi musuh untuk mencari keadilan?”tanya Sun Joon lalu menoleh ke arah ayahnya lagi.
“Saya….sekarang berusaha menjadi musuhmu ayah, “kata Sun Joon lalu melangkah pergi, Menteri Lee pun hanya memandang kepergian Sun Joon dengan wajah juteknya. Sun Joon pun pergi berjalan dengan gontai.

Sementara itu Yoon Hee di perpustakaan mencari informasi dengan membaca tumpukan buku-buku di mejanya. Yoon Hee mengingat percakapan Yong Ha dan Jae Shin yang memicarakan bahwa kemungkinan dalang kematian ayahnya adalah ayah Sun Joon.
Lalu Yoon Hee memperhatikan cincin pemberian Sun Joon tanpa ia sadari bahwa Jae Shin memperhatikannya.

Walaupun ragu akhirnya Jae Shin melangkah pergi menemui Yoon Hee.

Jae Shin menutup buku yang sedang dibaca Yoon Hee, Yoon Hee pun kaget ia langsung mendongkakkan kepalanya.

“Sudah malam, jika kamu hanya membaca buku dan tidak tidur, kamu tidak akan tumbuh tinggi,”kata Jae Shin. Yoon Hee pun tertawa kecil mendengar kata-kata Jae Shin. (emang bener ya kita nggak bisa tumbuh tinggi kalau tidak tidur hahahaha).

Yoon Hee berjalan berdua dengan Jae Shin meninggalkan perpustakan dan memawa beberapa buku yang belum dibacanya, Jae Shin pun membantunya membawakan beberapa buku.

“Tentang Geum Deung Ji sa, dari buku-uku yang kita dapatkan dari toko buku itu muncul di “Sejarah klasik”. Aku mengerti Noron takut, maka ayahku…..”belum selesai menerus kata-katanya Yoon Hee sudah dipotong Jae Shin,”lambat laun, satu hal pada suatu waktu, masuk dan tidur. Aku akan tidur dengan Yeorim untuk menghindari kebiasan buruk tidurmu.”kata Jae Shin.

Lalu Jae Shin menyerahkan buku yang dibawakannya pada Yoon Hee, dilihatnya Yoon Hee mengenakan cincin di jari manisnya.
Jae Shin sempat tertegun beberapa saat, lalu ia melangkah pergi.

”Senior, apakah menurutmu itu benar-benar pasti beres, kan?”tanya Yoon Hee.
“Jangan terlalu khawatir, ketika ia datang kembali, kita akan tahu,”kata Jae Shin dengan tersenyum lalu melangkah pergi.

Keesokan paginya Yong Ha dan Yoon Hee menunggu kedatangan Sun Joon (seperti di markas mereka). Yoon Hee menunggu dengan gelisah. “Aku pikir lebih baik pergi ke sana,”kata Yoon Hee.
“Sudah waktunya, Lee Sun Joon akan datang, ini adalah sesuatu yang terjadi lebih dari 10 tahun yang lalu. Hanya karena kamu pergi ke luar dan menunggu, apa yang terjadi tidak akan hilang atau berubah. Selain itu ada orang lain yang akan keluar untuk bertemu Lee Sun Joon, “kata Yong Ha untuk menenangkan Yoon Hee.

Di lain tempat Jae Shin pun menunggu Sun Joon dengan gelisah.

Ketika ia menengok dilihatnya Sun Joon berjalan dengan lemah ( kok ari merasa aneh ya, ini kan sudah pagi Yong Ha dan Jae Shin sudah ganti baju, tapi Yoon Hee dan Sun Joon nggak?? Kalau Sun Joon mungkin karena dia habis pulang dari rumahnya jadi belum ganti, tapi semalam Sun Joon tidur dimana ya? perjalanan dari rumah ke Sungkyunkwan jauh amat ya … aneh hahahahahah). “Hey!”panggil Jae Shin. Sun Joon pun menghentikan langkahnya dan Jae Shin segera menghampirinya.
“Mari kita bicara,”ajak Jae Shin.

Di sebuah gang Jae Shin dan Sun Joon berbicara. “Jangan lakukan itu, kamu tidak tahu apa-apa tentang tanah itu ini tidak ada hubungannya denganmu, hanya mengatakan bahwa misi rahasia kita adalah untuk menemukan Geum Deung Ji Sa, aku juga berencana untuk berhenti menyelidiki kasus itu, “kata Jae Shin.
“Kenapa begitu? Di titik dimana kita tidak dapat memecahkan perintah rahasia dan satu-satunya petunjuk adalah menemukan pelaku dan dalang kasus itu untuk menemukan Geum Deung Ji Sa, jadi mengapa kita harus berhenti? Selanjutnya dalam menemukan kebenaran tentang dalang kasus itu, kita harus….”kata Sun Joon .
“Itu benar, aku yang mencemooh orang pengecut yang tetap diam walau didepannya ada kebenaran. Aku ingin tetap diam, jika kamu bersikeras menenggakkannya, seperti orang bermatabat dan terhormat dan memamerkan itu lagi aku sarankan kau menyerah sekarang.”kata Jae Shin.
“Senior”kata Sun Joon.
“Orang menjadi pengecut, karena mereka memiliki seseorang yang ingin mereka lindungi. Kim Yoon Shik, bukankah dia orang yang berharga untukmu?”kata Jae Shin.

Sun Joon pun tidak berkata-kata apa-apa lalu melangkah pergi namun Jae Shin menahan pundak Sun Joon. “Apakah kamu berpikir bahwa anak itu dapat memaafkanmu?”tanya Jae Shin.

“Sebelum mencari permohonan maaf, pertama-tama pelakunya harus tulus menebus kejahatannya. Itu yang aku percaya di ats segalanya, senior. Kim Yoon Shik bukan satu-satunya orang yang perlu aku cari maafnya. Aku akan melakukan yang terbaik untuk tidak membuat Kim Yoon Shik terluka. “kata Sun Joon.

Lalu Sun Joon melepaskan tangan Jae Shin dari pundaknya. Sepertinya Jae Shin melihat cincin yang melingkar dijari manis Sun Joon.

Sun Joon pun menemui Yong Ha dan Yoon Hee. “Apa yang baru saja kamu katakan?”tanya Yoon Hee pada Sun Joon.

Yong Ha pun melangkah pergi meninggalkan Yoon Hee dan Sun Joon agar tenang berbicara berdua tapi sebelumnya menepuk pundak Sun Joon (untuk memberi semangat atau Sun Joon agar tabah ya? Yong Ha luv u ful dah hahaha).

“Jadi, yang kamu katakan…”tanya Yoon Hee. “Aku mengatakan bahwa pemilik akta tanah yang dibawa ke Hangseongbu benar-benar milik ayahku,”jawab Sun Joon. “Jadi, salah satu orang yang membunuh ayahku… sebenarnya adalah Menteri Negara? Apakah itu yang kamu katakan?”tanya Yoon Hee.
“Aku pikir itu yang leih tepat untuk memberitahumu.”jawab Sun Joon.

Yoon Hee pun jadi kacau perasaannya, “aku tidak mengerti apa yang terjadi sama sekali.”kata Yoon Hee. Lalu Yoon Hee bergegas mengambil sisa buku-buku di meja yang belum selesai dibacanya lalu melangkah pergi.

Ketika melewati Sun Joon, tangan Yoon Hee ditahan oleh Sun Joon.
“Cukup, menyuruhku untuk terus mendengarkan ini, itu terlalu kejam.”kata Yoon Hee. Yoon Hee pun melepaskan tangannya dan melangkah pergi.

Yoon Hee meletakkan buku yang dibawanya tadi di meja yang diduduki Jae Shin, lalu uru-buru pergi. Ternyata Sun Joon menyusul Yoon Hee, Yong Ha yang mau ikut menyusul Yoon Hee pun ditahan Jae Shin.

Sun Joon berhasil menyusul Yoon Hee, Sun Joon menahan pundak Yoon Hee.
“Jika mungkin, aku ingin meminta maaf atas namanya, jika kamu tidak bisa memaafkannya, aku juga harus menerima itu. Tapi jika kamu akan membiarkanku, aku ingin melakukan segala sesuatu yang aku bisa dalam upaya menangani kasus ini dan menemukan Geum Deung Ji Sa yang hilang. Aku ingin melihat ini bersamamu,”kata Sun Joon.
“Saat ini bagaimana kamu akan mengganti rugi apapun, Geum Deung Ji Sa. Dengan menemukan itu tidak akan mengubah apapun?”kata Yoon Hee lalu melepaskan tangan Sun Joon dan melangkah pergi.

Namun Sun Joon menahan tangan Yoon Hee. “Aku butuh waktu, aku juga perlu sedikit waktu untuk berpikir,”kata Yoon Hee lalu melangkah pergi. Sun Joon hanya bisa melihat kepergian Sun Joon, dan Yoon Hee berjalan dengan lemah.

Ketika Sun Joon berbalik arah, dilihatnya Yong Ha dan Jae Shin keluar dari markas mereka. “Hei, Lee Sun Joon, kamu tidak tahu ini kan? pada saat-saat seperti ini, kebanyakan orang membutuhkan teman minum. Kita bisa melupakan minuman, tetapi kamu setidaknya bisa menggunakan teman kan?”kata Yong Ha. Lalu Yong Ha mendekat ke arah Sun Joon menepuk-nepuk pundaknya lalu menggandeng Sun Joon pergi.
“Geol Oh, kamu juga.”kata Yong Ha lalu mendorong Jae Shin ke kedai atas.

Sementara itu di Gibang Cho Sun, Menteri Ha melemparkan sekreceng uang kepada pengawal patroli Yoo, Cho Sun pun menuangkan minuman untuk menteri Ha.
Orang itu pun mengambil uang tersebut, “sekarang saya punya uang untuk bertahan hidup, saya akan menghilang sehingga saya tidak akan tertangkap, tuan. “kata pengawal patroli Yoo. Menteri Ha hanya tersenyum lalu meminum minumannya.
“Saya tidak akan berpamitan pada menteri Negara,setelah ini selesai, saya akan mengunjungi dia. Saya kirim salam melalui anda tuan. “kata pengawal patroli Yoo lagi.
“Kamu berjanji padaku, karena kamu sedang diawasi jangan lupa menyembunyikan diri diam-diam ke luar ibukota beberapa hari ke depan,”kata Menteri Ha. Pengawal Patroli itu hanya tertawa kecil dan Menteri Ha tersenyum lalu menyodorkan cawannya agar diisi minuman lagi oleh Cho Sun. Cho Sun menuangkan minumannya.

Sementara itu Yoon Hee dirumahnya menemani ibunya menjahit.

“Ibu, Sudah saatnya anda mengatakan pada saya. Ini tugas anak untuk mengetahui bagaimana ayahnya meninggal dulu,”kata Yoon Hee.
“Aku tidak ingin karena hal ini kamu menahan kebencian terhadap dunia. Dunia menunjukkan kekuatan besar untuk siapapun yang berani menentang itu. Ini adalah bagaimana aku kehilangan ayahmu. Dengan demikian, kamu tidak akan mengengar apa-apa dari mulutku. “kata ibu Yoon Hee.
“Jadi ibu, kau mengatakan bahwa ayah benar menemui kematian yang salah? Cukup untuk kebencian berlabuh pada dunia ini?Jika anda pernah mengatakan kepada saya ini dari awal, jika anda melakukan itu, itu akan lebih baik.”kata Yoon Hee lalu pergi ke luar meninggalkan ibunya. Ibunya hanya memandang kepergian Yoon Hee dengan sedih.

Yoon Hee duduk di teras rumahnya, adiknya menghampirinya dan duduk disampingnya. “Menurutmumu ayah orang seperti apa?tanya Yoon Hee pada adiknya sambil mengelus-elus kotak permainan pemberian ayahnya. “Yoon Shik, setiap kali aku memikirkan ayah seperti meniup angin yang dingin lewat hatiku. Karena ketika ayah membawamu ke pangkuannya dan membaca untukmu, kakakmu selalu duduk dikursi di luar pintu. Jadi, setiap kali aku memikirkan ayah, aku tidak bisa mengingat wajahnya, aku selalu ingat siluetnya dari balik pintu.”kata Yoon Hee.

“Flashback, Didalam ruangan yang terang ayah Yoon Hee memangku Kim Yoon Shik sedang memmbaca dan Yoon Hee melihatnya duduk di luar. –selesai.

Yoon Hee memandang ke arah belakang tempat ruangan itu. “Kakak, kamu benar-benar tidak tahu?”tanya Yoon Shik. “Ayah selalu duduk disamping pintu dan membaca dengan suara yang paling keras.”kata Yoon Shik lagi. Yoon Hee pun kaget lalu menengok ke belakang lagi.

-Flashback, terdengar suara ayah Yoon Hee memangku Yoon Shik dan membaca buku dengan keras. Sedangkan Yoon Shik kecil bermain bola kecil ditangannya. Sedangkan Yoon Hee duduk diluar mengikuti cara membacanya. Yoon Hee pun melihat bayangan ayahnya begitu pula ayah Yoon Hee yang melihat bayangan putrinya dan mendengar Yoon Hee membaca mengikutinya. -selesai

“Dia selalu membaca buku dengan keras untuk seorang anak kecil sepertiku untuk memahaminya, ayah selalu membaca keras tidak untukku, tapi untukmu yang duduk diluar pintu. Kakak, kamu benar-benar tidak tahu selama ini?”tanya Kim Yoon Shik.
“Menyakitkan bagiku melihat putriku yang ingin meningkatkan pengetahuan, sebagai seorang Profesor, bakat anak adalah terpuji . Namun, untuk seorang anak perempuan yang tidak mampu untuk kemajuan masyarakat apakah tepat untuk untuk mengajarkan ambisi seperti itu? Seorang ayah yang tak berdaya dan tidak mampu memberikan kesempatan kepada anaknya yang berbakat , hanya bisa menahan napas saat aku mendengarkan anakku membaca, aku pernah menangis diam-diam dalam hatiku,”Yoon Hee membaca jurnal ayahnya dan menangis.

Yoon hee pun mendekap dengan berat buku itu dan meneteskan air mata.

Keesokan paginya, Yoon Hee menyerahkan buku itu pada Prof. Jung.
“Profesor, saya punya pertanyaan. Dalam meninggalkan pesan rahasia dan lokasi Geum Deung Ji Sa mungkin firasat ayah. Dengan mengambil Geum Deung Ji Sa, seseorang akan mencoba membunuhnya….”tanya Yoon Hee.

“Itu mungkin. Awalnya alharhum raja meletakkannya di Jongmyo dan ayahmu yang diam-diam memindahkannya ke kuil di gunung Wolchul.”jawab Prof. Jung.
“Tapi kenapa dia melakukan hal yang berbahaya seperti itu?”tanya Yoon Hee.
“Karena dia percaya bahwa dengan Geum Deung Ji Sa, adalah kunci untuk memulai Joseon yang baru mimpinya dan mimpi Yang Mulia,jawab Prof. Jung lalu menoleh ke arah Yoon Hee.
“Untuk ayahmu, membuka peluang bagi anak berbakat itu, Geum Deung Ji Sa sebuah harapan dan ia bersedia mempertaruhkan nyawanya.”kata Prof. Jung lagi. Yoon Hee Pun mendengarkannya dengan sedih.

F4 Joseon berkumpul dimarkas mereka.
“Geum Deung Ji Sa berada di Sungkyunkwan.”kata Yoon Hee.
“Apa? Sungkyunkwan?”tanya Yoon Ha.
Lalu Yoon Hee membuka sebuah kertas. “kata-kata dalam kode rahasia ini, “Sung=tempat orang-orang berbakat, dengan kata lain membuat bangsa yang lengkap dengan bantuan orang-orang yang berbakat. “Kyun=melupakan kebiasaan lama arti membuat semua orang sama…. Ini bukan surat pengunduran diri atau puisi, Bukan… “kata Yoon Hee sambil menunjukkan tulisan-tulisan di kertas itu.

“Sung Kyun” (muncul tulisan terbang yang kata un ai mirip kartun hehehe) ini adalah Sungkyunkwan! Namun apa yang terjadi dengan begitu tiba-tiba? Bagaimana kamu tahu puisi ini berasal dari Sungkyunkwan?”tanya Yong Ha.
Jae Shin dan Yong Ha pun menatap ke arah Yoon Hee. “Hal ini seseorang yang tulus berharap Sungkyunkwan menjadi sebuah lembaga pengetahuan nasional yang sesuai namanya, Profesor Kim Seung Hun. Hal ini direkam ayahku saat kuliah,”jawab Yoon Hee. “Sekarang masuk akal! Di suatu tempat di Sungkyunkwan adalah tempat belajar dan dimana bangsa dimulai.

Tempat ini adalah tempat Geum Deung Ji Sa kan?”tanya Yong Ha. Yoon Hee pun menganggukkan kepalanya. “Tidak haruskah kita mulai dengan melihat peta Sungkyunkwan?”tanya Yong Ha dengan tersenyum.

Yoon Hee berusaha mengambil sebuah peta di perpustakaan, namun tangan Yoon Hee tidak dapat menggapainya. Yoon Hee pun berusaha mengambilnya namun tiba-tiba Sun Joon mengambilkannya dan menyerahkan pada Yoon Hee. Yoon Hee pun tersenyum.

Sun Joon memegang tangan Yoon Hee dilihatnya dijari manisnya tidak ada cincin pemberiannya. Yoon Hee pun menarik tangannya, “Aku hanya berpikir itu sesuatu yang harus kulakukan, aku….selalu menyukai ayah yang menolakku, namun pada kenyataannya, aku adalah orang yang tidak memahami ayahku dan tidak memperhatikannya. Aku ingin menemukannya mengapa ayahku begitu ingin menemukan Geum Deung Ji Sa. Aku ingin tahu, ini mungkin yang pertama dan terakhir kali… bahwa aku akan memiliki kesempatan untuk memahami ayahku. Aku… telah membuat ayahku kesepian begitu lama, itulah sebabnya …..”kata Yoon Hee terpotong.

Saat Sun Joon mencoba menghapus air mata Yoon Hee yang jatuh ke pipi Yoon Hee. “Itu sudah cukup, kamu tidak perlu menjelaskan lebih lanjut.

Aku mengerti , dan aku berjanji tidak peduli apa yang diperlukan kita akan menemukan Geum Deung Ji Sa,”kata Sun Joon lalu tersenyum pada Yoon Hee, Yoon Hee pun tersenyum. Lalu Sun Joon melangkah pergi meninggalkan Yoon Hee.

Writen By Ari RF Support Downloader April RF

[Sinopsis] Sungkyunkwan Scandal Lesson 17


Anggota F4 Joseon dibuka matanya hampir bersamaan, mereka kaget saat saling lihat mereka berempat dikumpulkan bersama. Semua mata memandang pada sepasang kaki yang menuruni tangga. Mengenali orang itu Raja, mereka semua menundukkan kepala menghormat.

“Mereka memperlakukan teman-teman berhargaku dengan kasar. Maukah kalian memaafkan kekasaranku? “Tanya Raja, melihat keempatnya hanya diam, Raja melanjutkan,”Apa yang harus dilakukan. Profesor Jung, tampaknya murid Anda bahkan tidak akan menerima permintaan maaf raja.” Prof. Jung lalu masuk mengagetkan ke empatnya.

Raja lalu menitahkan sebuah misi rahasia, dan Prof. Jung menyingkap sebuah kain merah. Terlihat di dinding gambar sebuah peta besar. Raja mendekati dinding itu, “Aku akan membangun sebuah kota baru di Hwaseong. Untuk mereka yang ingin berdagang, aku akan memberi mereka tempat berdagang. Dan untuk mereka yang ingin bertani, kusiapkan ladang untuk menanam. Sebuah tempat tanpa budak atau bangsawan, dimana kekayaan dan kemiskinan saling berbagi, dan di mana tidak ada perbedaan kelas. Sebuah kota besar Timur tanpa faksi-faksi politik. Jadi, aku berniat untuk memindahkan ibukota untuk Hwaseong dan memulai Joseon baru.” kata Raja mulai mengungkapkan keinginannya. Ia lalu melanjutkan, kunci untuk mewujudkan Hwaseong ada pada wasiat Raja terakhir.

Prof. Jung menambahkan, sepuluh tahun yang lalu, atas perintah raja, Profesor Kim Seung Hun dan juga presiden pelajar Moon Young Shin membawa kotak berisi wasiat itu kembali ke istana. Namun, mereka ditemukan telah tewas sementara kotak berisi wasiat tersebut juga hilang.

Raja lalu menyerahkan sebuah surat, yang ternyata surat pengunduran diri Kim Seung Hun sekaligus wasiatnya. Beliau berharap dengan petunjuk itu mereka bisa membantunya menemukan wasiat raja. “mimpiku dan cita-citaku … akankah kalian juga menyimpannya dalam hati kalian? “Tanya Raja.

“aku. .. ingin menemukannya.” kata Yoon Hee saat tinggal mereka berempat di dalam ruangan. “Tidak, aku harus menemukannya.” ralatnya lagi. Ia sangat ingin dapat mengenal ayahnya yang wajahnya bahkan tidak ingat dengan jelas, “Jika aku mencari wasiat yang hilang, jika aku mengikuti jejak terakhirnya, maka mungkin aku bisa lebih mengenalnya walau sedikit.”

Yong Ha lalu menanyakan pendapat Jae Shin, Jae Shin pun menjawab ia juga sangat ingin tahu wasiat apa yang sangat ingin dijaga Moon Young Shin, “Dia kakakku, orang yang menyedihkan itu.” Lanjut Jae Shin (Yoon Hee dan Sun Joon baru tahu siapa Moon Young Shin).

Perdana menteri menanyakan pada Raja soal keterlibatan 4 pelajar. Ia mengerti soal Moon Jae Shin dan Kim Yoon Shik tapi tidak untuk Sun Joon dan Yong Ha. Kalau alasan untuk Sun Joon sebenernya udah di ceritain di episode 15, yang menarik sekarang alasan untuk Yong Ha, “Gu Yong Ha, anak menarik itu adalah seperti masa depan Joseon yang ingin aku buat.” jawab Raja tersenyum.

Kembali ke Ruang rahasia, mereka memandangi surat pengunduran diri ayah Yoon Hee yang menjadi dasar petunjuk, Yoon Hee mulai membaca surat itu, “Raja dan aku, dua orang di bawah cahaya bulan berbagi satu hati seolah-olah terikat bersama oleh sebuah tali. Dimana buku dan tulisan suci berada, bakat dan adat di perbaiki. Di mana pembelajaran ditegakkan, di mana bangsa dimulai. Aku mengistirahatkan hatiku yang hilang di sini.”
“Tunggu, tunggu sebentar. Seperti yang diharapkan, itu yang terbaik.” Yong Ha langsung memotong Yoon Hee
“Apakah kau sudah tahu (artinya), Senior?”
“Tidak, aku tidak mengerti apa yang dikatakan. Tapi ini layak disebut kode pesan yang terbaik, bukan?” jawabnya tertawa, Yoon Hee sedikit kesal.

Yong Ha lalu mengemukakan perkiraannya. “Sepuluh tahun yang lalu malam itu, Raja memberikan perintah untuk membawa kembali wasiat raja terakhir. Profesor Sungkyunkwan, Kim Seung Hun, menjawab bahwa bahkan jika ia pergi jauh (mati), hatinya akan tetap bersama Rajanya. Maka, ia mengistirahatkan hatinya yang hilang di sini…adalah……”

“berarti bahwa dia meninggalkan wasiat raja terakhir di suatu tempat di dunia ini.” sambung Yoon Hee
Sun Joon menyimpulkan kemungkinan jawaban di mana lokasi wasiat itu mungkin berada ada di dalam surat itu juga. “Hati terikat bersama oleh sebuah tali?”
“Paja!” jawab Yoon Hee dan Sun Joon bersama-sama. (paja * karakter Cina yang menguraikan menjadi bagian-bagian atau coretan) “Aku ingat ayahku sering memainkan teka-teki menggunakan Paja.” kata Yoon Hee lagi.
Yong Ha ingat, bahwa saat Hwang Gam Je kemarin, Lee Sun Joon lah yang mendapat tempat pertama pada pertanyaan Paja.

“Karakter yang dapat digunakan dalam Paja adalah wang, yi, in, wol, sil, sa.” Sun Joon lalu menunjuk kata-kata itu yang tertulis di dalam surat.
Yoon Hee lalu menuliskan kata-kata yang disebutkan Sun Joon di udara (kartun lagi), dan terbentuklah kata baru. “Geum Deung “?
“Geum Deung mengacu pada batas logam di peti penyimpanan” Yong Ha memikirkan kemungkinan itu, tapi Jae Shin meralatnya, menurutnya itu adalah kalimat yang muncul dalam “Classic of History” dari Dinasti Zhou, artinya kesediaan untuk memberikan hidupmu untuk menyelamatkan raja…Geum Deung Ji Sa.
“Geum Deung Ji Sa?….Bukankah itu yang Hong Byuk Seo selalu bicarakan? Senior, apakah ada kemungkinan kau tahu segala sesuatu tentang ini?” Tanya Yoon Hee, semua menatap Jae Shin menunggu jawaban

“Maksudmu Hong Byuk Seo adalah putra Menteri Kehakiman, Moon Jae Shin?”tanya menteri Ha sesudah mendengar laporan In Soo. In Soo lalu menunjukkan gelang milik Jae Shin yang ia temukan di lokasi dimana Hong Byuk Seo menghilang.
“Kita sudah menerkanya dan bahkan punya sepotong bukti, tapi tak ada bukti yang pasti.” komentar menteri Ha.

In Soo lalu memberi saran agar mengirim pengawal kerajaan ke Sungkyunkwan untuk menangkapnya dan membawanya ke geumbu (*pengadilan tinggi untuk kejahatan pengkhianatan), tapi menteri Ha menolak untuk bertindak radikal mengirim pengawal ke Sungkyunkwan, “Tidak ada alasan untuk tidak sabar.” Ia juga lalu mengingatkan In Soo bahwa dengan menyatakan bahwa mereka mencari Hong Byuk Seo sama dengan menunjukkan kepada raja motif mereka dan menghidupkan alarm.”Rencanaku adalah membuatnya sedemikian rupa sehingga raja tidak dapat lagi melindungi bajingan itu, dan memberi perintah bahwa ia harus dibunuh.” Menteri Ha menepuk pundak Ha In Soo dan meninggalkannya.
“Ayahku, sepertinya usia tuanya telah menangkapnya. Dia terlalu berhati-hati.” kata In Soo kepada kepala pengawal.
“Apakah Anda memiliki alternatif rencana?” respon kepala pengawal.
“Apakah kau bisa meminjamkanku beberapa pengawal? aku akan berjaga di sini sepanjang malam, dan menangkapnya sebelum ia memasuki Sungkyunkwan.” jawab In Soo menggenggam gelang Jae Shin ditangannya dengan erat.

Suasana di balik jendela sudah terang, mereka masih sibuk berdiskusi.“Apakah kau tahu di mana Geum Deung Ji Sa? Dimana tempat di mana pembelajaran ditegakkan, dan di mana bangsa dimulai? maksudku apakah Geum Deung Ji Sa itu benar-benar ada?”tanya Yong Ha pada Jae Shin.
“aku berencana untuk mulai mencari sekarang.” jawab Jae Shin, ia lalu menatap Yoon Hee, “Seperti kau bilang … Jika kita menemukan orang yang mereka temui dan jejak terakhir mereka malam itu sepuluh tahun lalu, kita pasti mampu mengetahui keberadaan dari Deung Geum Ji Sa yang hilang…… “ Lalu ia menyuruh agar Yoon Hee dan Sun Joon yang mengartikan kode pada teks surat dengan alasan ia tidak menyukai hal njlimet (rumit) yang membuat sakit kepala lalu melangkah pergi.
“Bagaimana dengan aku?”tanya Yong Ha buru-buru
“Tidakkah kau tahu?” Jae Shin menarik Yong Ha
“Oh? Ini menyenangkan! Ini seperti menemukan petunjuk sebuah teka-teki. Hei, semoga sukses untuk kalian!” Jae Shin tidak sabar mendorong Yong Ha segera keluar, haha lucu liat gaya Yong Ha.
Sun Joon terus memperhatikan Yoon Hee yang konsen melihat surat.

“Tidak dapatkah kau ceritakan apa yang kau pikirkan? Apakah kau benar-benar tidak tahu apa-apa tentang Geum Deung Ji Sa?“ tanya Yong Ha
“Geum Deung Ji Sa … adalah surat yang dibuat oleh raja terakhir yang berkabung menyesali kematian Putra Mahkota Sado.. Pihak yang takut rahasia Geum Deung Ji Sa terbuka pada dunia, dan menyingkirkan Geum Deung Ji Sa termasuk kakakku … adalah Noron.”
Yong Ha kaget dan heran mendengar penjelasan Jae Shin, “Jadi kenapa kau bilang kau tidak tahu apa-apa sebelumnya? K. .. kenapa?”

Belum sempat Jae Shin menjawab, muncul In Soo. “Senang bertemu kalian di sini.” disekeliling mereka mengepung pengawal kerajaan.

“Hong Byuk Seo muncul di jembatan Gwangtong tadi malam.” Kata In soo
“Hei, seharusnya kau menceritakan sesuatu seperti itu sebelumnya. Jadi aku bisa pergi untuk melihatnya!” seru Yong Ha antusias
“Jadi lihatlah sebanyak yang kau inginkan sekarang” kata In Soo, ia lalu melihat ke arah Jae Shin,”Kita bicarakan tentang detilnya pada polisi. “ In Soo menunjukkan sebuah sketsa wajah
“Jika kau berharap untuk menangkap Hong Byuk Seo berdasarkan gambar ini? Aku akan mengatakan orang itu menggambarkan tepatnya lebih mirip dirimu!” Yong Ha mengambil gambar itu dan menjejerkannya di samping wajah In Soo.

“Aku ingin tahu apakah kau masih akan bisa bercanda setelah melihat ini. Ini bukti Hong Byuk Seo meninggalan jejak di Jembatan Gwangtong tadi malam.” In Soo menunjukkan gelang Jae Shin, ia juga mengatakan jika diperlukan saksi yang bisa mengetahui bahwa gelang itu milik Jae Shin, ia bisa membawa banyak dari Sungkyunkwan. In Soo mengangkat tangan kanan Jae Shin dan tidak melihat ada gelang disana, para Pengawal langsung merangsek memegangi Jae Shin, tapi Jae Shin kemudian menahan salah satu tangan dengan tangan kirinya dan terlihat gelangnya disana.
“Apakah ini apa yang kau cari?”tanya Jae Shin pada In Soo lalu melepaskan badannya dari pegangan para pengawal.
“Atau … mungkin yang seperti ini?”tanya Yong Ha tersenyum nakal menunjukkan gelang di tangannya juga. Ia lalu mengalihkan pembicaraan dengan mengingatkan sudah hampir waktunya masuk kelas Prof. Yoo, dan tidak lupa menyuruh In Soo agar bersiap-siap juga.

Sebelum pergi ia menanyakan gelang yang dipegang In Soo, “kau tidak memerlukan ini lagi, bukan?” tanyanya sambil mengambil gelang dari tangan In Soo. Padahal mah karena ia tahu gelang itu peninggalan kakaknya Jae Shin dan sangat berharga bagi Jae Shin.. “Daemul kami sangat ingin gelang yang seperti ini. Kita harus saling berbagi semua hal tidak kita perlu sehingga kita bisa pergi ke surga.” ia tidak lupa meledek In Soo, “Nah, kau tentu saja harus untuk berusaha lebih keras (untuk masuk surga)“ wkwkwk, Yong Ha pinter ngeles euy… Yong Ha meninggalkan kerumunan pengawal sambil berputar-putar.

Setelah jauh dari In Soo, Yong Ha menyerahkan gelangnya pada Jae Shin, dengan ciri khasnya Yong Ha, “kau lihat itu? Aku Gu Yong Ha.” wkwkwk
“Aku akan menemukannya. Sama seperti aku mencari Geum Deung Ji Sa yang hilang, aku juga akan dapat bertemu dengan orang yang melakukan itu untuk kakakku. Dan aku berencana untuk menunjukkan kepada mereka apa yang sebenarnya mereka harus takuti.” Jae shin membulatkan tekadnya.
“Jadi, apa yang kau butuh aku lakukan?” tanya Yong Ha…. yup, itu kata-kata yang seorang sahabat butuhkan dude!!…. (love Yong ha, kagum ma setia kawannya.)


Yoon Hee melipat surat ayahnya, ia mengulang kata2 di mana pembelajaran ditegakkan, dan di mana bangsa dimulai, ia mulai sedih menyadari ia merasa tidak yakin akan mampu melakukannya, lalu Sun Joon menghampirinya, menggeser meja di depan Yoon Hee, lalu berlutut, “ aku akan berada di sana…… ketika kau merasa letih membawa beban ini, aku akan ada di sampingmu. Ketika kau merasa seolah-olah kau tidak bisa melanjutkannya dan ingin mengangkat tanganmu tanda menyerah, ketika kau merasa frustasi dengan apa yang mengahadangmu yang di luar kemampuamu, dan, bahkan jika kita akhirnya kembali tanpa apapun, harus menghadapi kekalahan dengan tangan kosong … “ Sun Joon meraih tangan Yoon Hee, “Kim Yoon Hee … Di sisimu, akan selalu ada aku.” tangan dan mata mereka selalu terpaut, Yoon Hee tersenyum lega. (mau dong ada yang ngomong gini sama aku, kekekeke)

Prof Jung menemui Jae Shin, Ia memberitahukan permintaan khusus dari raja agar sementara ini Jae Shin tidak menjalani aktivitas Hong Byuk Seo nya, agar jangan sampai ada masalah dan memberi petunjuk pada pihak lawan.
“Anda tahu tentang hal itu?” Tanya Jae Shin kaget
“Meskipun ayahmu adalah Menteri Kehakiman, jika kau tertangkap sekarang, ia tidak akan bisa menyelamatkamu.”
Jae Shin mengerti ayahnya tidak punya kekuatan atau keinginan untuk menyelamatkan anaknya sendiri (kayaknya ni sekaligus ngomongin ayahmya yang nyuekin kematian kakaknya)
“Kakakmu adalah penulis berbakat juga. Aku melihat kehadirannya dalam tulisanmu, dan itu menyenangkan untuk dilihat. Apakah kau berusaha untuk meniru tulisan kakakmu?” tanya Prof. Jung
Jae Shin lalu mengutip 3 buah kalimat, dari sebuah buku puisi yang sering dibacanya, karya pelajar lama Sungkyunkwan Jung Yak Yong.
“Meskipun demikian, jika kau tidak memenuhi kehadiran persyaratan untuk semester ini, kau akan sekali lagi gagal kelas Analects.” kata Prof. Jung tersenyum.
Jae Shin juga tersenyum, kayaknya dia mah sengaja pengen jadi mahasiswa abadi……dan Prof. Jung tahu itu………….

Sementara Itu, saat keluar dari toko buku, Sun Joon tidak bisa memutar tuas lift, Yoon Hee mengejek Sun Joon yang bahkan tidak bisa memutar tuas lift karena terbiasa di layani Soon dol. ”Apa, kau tidak dapat melakukan ini?” tanyanya sambil terus memutar tuas lift. Tapi memang dasar liftnya error, tuh lift tiba2 ngajeglek dan Yoon Hee menabrak Sun Joon. Karena kaget menabrak Sun Joon, Yoon Hee terus melihat Sun Joon hingga wajah merekapun berdekatan. Sun Joon hampir mencium Yoon Hee, saat tiba2 suara pemilik toko buku mengejutkan mereka. Wkwkwk, cukup waktu untuk saling menjauhkan diri, jadi saat pemilik toko buku melongok ke bawah, ia tidak melihat sesuatu yang aneh, hanya berkomentar hawa sangat panas. wkwkwk, wondering panasnya karena titik titik titik…..wkwkwk


Mereka berhasil keluar dari lift, dan kini keluar dari Toko buku. Sun Joon menggoda Yoon Hee dengan mengatakan bahwa Yoon Hee mungkin sengaja menghentikan lift.
“Apa maksudmu?” Tanya Yoon Hee
“Mengapa … kau tidak ingat? Kemarin di perpustakaan Apakah aku harus mengungkapkannya padamu
dengan kata-kata?”
Yoon Hee ingat saat itu ia langsung membungkam Sun Joon dengan ciuman. “tidak masuk akal! ….Itu tidak akan pernah terjadi lagi, jadi jangan khawatir!” sahut Yoon Hee kesal.
“bukan itu maksudku….” Sun Joon mengejar Yoon Hee dan mengomel sendiri “Bagaimana seorang pelajar begitu berubah-ubah dan tidak konsisten!” hahaha, mau ngegodain malah jadi ribut.

Mereka sudah masuk area sekolah tapi tetap berdebat, “aku bilang tidak perlu khawatir. Itu tidak akan pernah terjadi lagi!”
Sun Joon menyusul dibelakang Yoon Hee, “aku sudah lama ingin memberitahumu, bagaimana seorang pelajar mencapai prestasi besar jika ia tidak memiliki konsistensi seperti itu?”
“Itu sebabnya dari sekarang, aku tidak akan pernah melakukannya lagi….kau tidak percaya? Seorang pria harus menjaga kata-katanya, kau bisa percaya padaku.” Jawab Yoon Hee yakin, hahaha, kasihan Sun Joon… sementara itu Jae Shin melihat pertengkaran mereka dengan senyum, mungkin ia tahu itu pertengkaran bumbu cinta… hahay bahasa apalagi ini.

Di perpustakaan, Yoon Hee melanjutkan penyidikannya. Ia memulainya dengan membuka buku “classic History”, dan membuka bab Geumdeung. Saat membukanya, ia menemukan lipatan kertas kecil yang terselip, berisi pesan2 singkat dari Sun Joon. Yoon Hee lalu menemukannya lagi di buku yang lain, lagi dan lagi.

Di mulai dengan pesan agar Yoon Hee selalu tersenyum, agar Yoon Hee mau memaafkannya karena candaannya, agar Yoon Hee mau meneruskan apa yang sudah dimulainya (ciuman singkat di perpus?), dan agar Yoon Hee mengerti bagaimana perasaannya saat ini. Yoon Hee yang tahu itu pesan dari Sun Joon tersenyum2 sambil terus melirik Sun Joon yang ada di lorong yang berbeda.

Yoon Hee lalu melihat masih ada lipatan kertas lagi yang tersembul dari sebuah buku. Ia akan mengambilnya, sayangnya kurang cepat, Myun shik (senior pentolan siswa Soron) keburu mengambilnya. Tiba2 datang Sun Joon langsung merebut buku itu dari Myun shik.

Tentu saja Myun shik marah dan Sun Joon terpaksa meminta maaf dengan dalih itu buku yang sangat dibutuhkannya, dan ia menyodorkan buku lain sebagai penggantinya sambil tersenyum. Won Tak sampai harus membuka matanya meyakinkan kalau penglihatannya tidak salah- Sun Joon minta maaf dan berterima kasih sambil senyum?!.

Myun shik lalu dengan bangga menunjukkan pada Trio Sungkyunkwan yang juga ada disana bahwa Sun Joon meminta maaf padanya, setelah itu Myun Shik dan trio Sungkyunkwan masing2 pergi.

Yoon Hee terus berusaha menahan tawanya sementara Sun Joon tersenyum malu. Sun Joon lalu meletakkan buku tadi kembali ke raknya dan segera meninggalkan Yoon Hee. Kertas terakhir Sun Joon memang berbahaya kalo sampai jatuh ketangan orang lain, karena isi kertas itu bertuliskan kata CINTA –yang bisa diartikan “aku mencintaimu”. Kyaaaa, kalo kemaren cuma bilang suka, sekarang bilangnya cinta. Yoon Hee tersenyum senang.

Yong Ha mendatangi kantor polisi setempat dengan banyak makanan dan minuman, cukup untuk mengalihkan perhatian mereka sementara ia membuka2 arsip lama. Dia menyimpulkan bahwa; pada malam Hari pertama bulan ke-12 dari tahun Shinchook (1781), ketika Prof. dan presiden Moon tewas, tepat hari diadakannya acara besar untuk menyambut Utusan dari Dinasti Qing. Dengan adanya utusan asing, keamanan di ibukota pasti sangat ketat, akan ada lokasi-lokasi tertentu yang tidak bisa sembarangan orang masuk. satu2nya orang2 yang mungkin mengawal Profesor Kim dan presiden Moon karena mereka membawa Geum Deung Ji Sa dari Gunung Wolchul ke istana adalah petugas Hanseongbu. Dari petugas yang sedang bertugas malam itu ada lima dari yang bertugas yang tidak tercatat, sangat wajar jika uang dijadikan pertukaran untuk tugas itu.

Yong Ha lalu bergabung ke meja para petugas yang sedang makan, , “yang mana dari orang-orang itu … yang pindah ke pos lain atau menghilang semuanya? Atau yang tiba2 kaya mendadak?” ia bertanya sambil menunjukkan arsip lama catatan petugas yang tugas jaga malam.
“Kenapa kau menanyakan itu? kau … apa yang kau?”
Yong Ha lalu menunjukkan tanda perintah dari Raja “Penyelidikan khusus”, semua petugas yang tadinya minum2 dengan santai mulai bersikap tegang.
Yong ha menyuruh mereka agar bersikap santai saja dan tetap melanjutkan acaranya, sementara dia juga tetap melanjutkan pertanyaannya. Semua petugas banyak yang memalingkan muka enggan menjawab, tapi langsung ketakutan saat Yong Ha kembali menunjukkan tanda perintah dari raja yang dibawanya.

Setelah mendapat informasi, Yong Ha mendatangi tempat perjudian, ia mengawasi seseorang. Pria yang diawasinya selalu kalah berjudi, ia bahkan dipaksa pergi karena tidak punya uang lagi untuk bertaruh.
“Dia sudah kehilangan banyak rumah karena kalah judi … mungkin sepuluh atau dua puluh rumah? aku mendengar saat ini penderitaannya mengharuskannya menjual apapun bahkan istri dan putrinya.” komentar Gisaeng yang menemani Yong ha

“Tidak heran jika ada yang mengatakan kau tidak bisa berhenti berjudi sampai pergelangan tanganmu dipotong” Yong Ha menimpali, ia lalu memindahkan sebuah cincin dari jarinya ke jari Gisaeng itu dan mulai mencari informasi, Sepuluh tahun yang lalu di tahun Shinchook (1781), aku juga mendengar bahwa orang itu hampir mati. Aku penasaran siapa yang menyelamatkan orang sekarat itu hidup kembali”
“Orang yang sedang sekarat … itu kelihatannya Anda, tuan muda.” jawab gisaeng tersenyum, Yong ha bingung dengan jawaban Gisaeng itu, tapi akhirnya ia mengerti saat dilihatnya ayahnya tiba2 sudah ada disana dan menggiringnya keluar. wkwkwk, Yong Ha ampe ngacir begitu.

Sampai dirumahnya, ayahnya memberitahu ia akan dijodohkan dengan seorang gadis dari kalangan Yangban (bangsawan).
“Ayah, aku tidak akan melakukannya.” kata Yong Ha, betul Yong Ha, kamu harus ingat bagaimana nasib ari nanti?!!wkwkwk
Ayahnya memarahinya, menurutnya ini kesempatan bagus agar keturunan Yong Ha nantinya bisa dianggap bangsawan juga. Ayahnya juga terus menceritakan gadis yang akan dijodohkan dengan Yong Ha, yang ternyata putri dari Kementerian Personalia.
Tapi Yong Ha menolaknya, “Jika sebuah keluarga yang menyerahkan putri mereka demi uang adalah keluarga yang baik, maka tidak ada satupun keluarga Joseon yang tidak akan dianggap terhormat”

Tahu Yong ha tidak bisa dibujuk, ayahnya lalu merubah topik, “aku dengar kini kau bergaul dengan putra Menteri Negara . Kau bajingan yang tahu jalan didunia ini. kau selalu membuang-buang waktu dengan bergaul dengan Geol Oh atau Geol In anak Soron itu.” Tapi ayahnya juga mengingatkan Yong Ha juga tetap bergaul dengan bocah Soron (Jae Shin), menurutnya saat ini, Noron yang memiliki langit (berkuasa), tapi keadaan bisa saja berbalik, Soron lah yang akan berkuasa.
Yong Ha marah, karena ayahnya menganggap temanpun sebagai alat saja, bukan sebagai teman sebagaimana mestinya.

Sebelum pergi, ayahnya mengingatkan Yong Ha agar jangan terlalu menonjol keluar masuk kantor Hanseongbu, karena apa yang mungkin hanya akan menjadi masalah ringan bagi Jae Shin atau Sun Joon bisa menjadi masalah besar bagi Yong Ha.
Sementara itu, Go Bong dan Byung Chon diam2 menguping dari balik pagar, dan sesegera mungkin mereka melaporkannya pada In Soo. In Soo langsung memerintahkan agar kroninya mencari catatan register keluarga Yong Ha.

Yong Ha minum2 bersama Jae Shin, ia sepertinya memikirkan ucapan ayahnya. “Tidak peduli bagaimana aku melihatnya, tugas rahasia dari raja sepertinya tidak cocok untukku. Ada apa dengan semua kehormatan dan kesungguhan? sangat membosankan. Orang yang ku percaya hanya kau, Geol Oh. Jadi kau harus menemukannya, oke? Ijinkan aku untuk juga melihat dunia besar yang dibicarakan raja “
Jae Shin merasa ada yang aneh dengan ucapan yong ha, “Apakah kau mabuk? Atau ada yang salah?”
Tidak berapa lama, lewat rombongan yang dipimpin petugas Hanseongbu, Yoon Hyung Goo.

Jae Shin mendatangi suatu tempat, ia mencari2 berkas. ternyata ia kesana atas info dari Yong Ha; Yoon Hyung Goo, tepat setelah hari itu, ia melunasi hutang perjudian dalam jumlah besar , Jika kita mencari tahu dari mana uang untuk membayar hutang itu berasal, kita akan tahu apakah dia terkait dengan kasus ini atau tidak. Pasti ada catatan penyidikan terhadap pegawai negeri di Kantor Inspeksi. Jae Shin terus mencari, akhirnya menemukan sebuah kotak tertutup rapi berisi beberapa catatan investigasi.

“Apa yang kau lakukan?” ayahnya tiba2 muncul di pintu, Jae Shin menjatuhkan buku yang di pegangnya. “Ini adalah tempat aku melaksanakan tugas resmiku. Meskipun kau adalah anakku, masih … “
“Mengapa … ini … di sini? Tolong jawab aku. Mengapa laporan insiden Kakakku ada dan catatan investigasi Menteri Negara dan Menteri Perang yang dicatat setiap hari ada didalam lemari pribadi ayah?” Tanya Jae Shin
“Apakah kau berpikir bahwa ayahmu benar-benar memaafkan orang-orang yang melakukannya pada kakakmu?” Ayahnya membenarkan insiden malam itu ada kaitannya dengan Menteri Negara dan Menteri Perang. “Jadi dari sekarang, serahkan kasus kakakmu padaku dan jangan melibatkan diri lagi.
Meskipun hidup, aku tidak benar-benar hidup. aku hanya bertahan, untuk hari pembalasan atas mereka….Jadi jangan mempersulit hal ini, itu tugasku.”

Jae Shin keluar dari kantor ayahnya dengan terhuyung, ia terkejut dengan apa yang baru diketahuinya, ingatannya kembali ke ruangan tadi sat berbicara dengan ayahnya. Sepertinya Jae Shin tidak terima ayahnya yang tahu siapa pelaku pembunuhan kakaknya hanya diam saja, hingga ayahnya akhirnya mengatakan kata2 pamungkas, “Tidakkah kau merasa malu terhadap almarhum kakakmu?!”
Jae Shin membalas, “Apakah ayah memiliki hak? Aku bisa bertahan dari cemoohan semua orang di dunia. tetapi bukan darimu. Berapa lama lagi ayah akan hidup sebagai boneka Noron?

Sementara itu, dikamarnya, Sun Joon dan Yoon Hee sedang sibuk mencari petunjuk dari buku2. Sun Joon terus berusaha mencari cara agar bisa memegang tangan Yoon Hee, tapi tangan Yoon Hee (kayaknya udah tahu jadi sengaja) terus berpindah2 tempat, akhirnya Yoon Hee tersenyum geli dan menggenggam tangan Sun Joon, “Sini, begini?” Tanya Yoon Hee, Sun Joon nya malu wkwkwkw, Yoon Hee lalu meminta agar Sun Joon berkonsentrasi pada buku lalu melepaskan tangannya.

Sun Joon buru2 menarik tangan Yoon Hee lagi dan terus menggenggamnya, saat Yoon Hee melihatnya dengan heran, Sun Joon membalikkan kata2 Yoon Hee agar konsen saja pada buku. wkwkwkwk. Yoon Hee tersenyum geli, Sun Joon ikutan2 senyum lebar.

Jae Shin kembali ke asrama, sampai diteras kamar, ia mengambil minuman dari kolong. Melihat bayangan Yoon Hee dan Sun Joon, Jae Shin memilih nangkring di atas pohon. (oh jae shin ku malang… sini ke rumahku aja biar aku hibur ^_* hehe -iis rf- )

Didalam kamar Yoon Hee dan Sun Joon masih mencari petunjuk dari buku tapi belum menemukan apapun, Yoon Hee pun memberi ide untuk mencari nya dari buku2 yang ada di toko buku. Sun Joon terlihat berkonsentrasi membaca sesuatu dari buku didepannya, hingga Yoon Hee mengguncangkan tangannya, “Apakah kau mendengarkanku? Mengapa? Apakah ada sesuatu di sana?” Tanya Yoon Hee, Sun Joon buru2 menutup bukunya.
“Tidak, aku pikir lebih baik kita pergi ke toko buku karena tidak ada satupun petunjuk dari perpus Sungkyunkwan” jawab Sun Joon, ia melhat sekali lagi ke judul buku yang dipegangnya. kayaknya ada yang dia gak ceritain ke Yoon Hee.

Mentri Ha bertemu dengan Mentri Lee, ia berusaha membicarakan kembali soal pernikahan Hyo Eun dan Sun Joon, tapi sepertinya mentri Lee dingin2 aja, tidak berapa lama masuk petugas Yoon Hyung Goo.
“Aku datang untuk menuangkan minum, tuan.”
“kau. Berani-beraninya kau datang ke sini!” kata mentri Ha
“Siapa kau?” Tanya mentri Lee

Petugas Yoon lalu mengenalkan dirinya dan peranannya dalam membantu Noron 10 tahun lalu. Ia lalu menceritakan bahwa ada orang yang menyelidikinya sehubungan kejadian 10 tahun lalu dan menyelidiki harta yang didapatnya setelah kejadian itu. Melihat mentri Ha yang kaget, ia melanjutkan perkatannya bahwa ia khawatir mungkin itu bisa menimbulkan masalah bagi Noron. Maka ia berencana untuk tinggal bersembunyi di pedalaman pegunungan dan tidak pernah kembali keluar. Untuk itu ia butuh sebuah gubuk kecil, dan sebidang kecil tanah untuk untuk memulai hidup.

Mentri Lee menanggapinya, “kelincinya sudah tertangkap lama. Tetapi anjing pemburunya sedang menyalaki badai sekarang. menurut mu apa yang akan dilakukan pemilik anjing itu?”
“Dari pemahamanku, agar anjing pemburu bisa bertahan hidup, ia harus menggigit pemiliknya sebelum ia dilemparkan ke dalam air mendidih. Jika aku pemiliknya, aku akan menemukan untuk menenangkan anjing pemburu itu, tuan.” jawab petugas Yoon percaya diri…. wehehe, bahasanya tingkat tinggi, pake perumpamaan.

Saat akan pulang, mentri Ha meyakinkan mentri Lee bahwa ia akan menyingkirkan petugas Yoon malam ini juga, tapi mentri Lee melarangnya, “Tidakkah kau dengar dia berkata bahwa orang2 raja menyelidikinya? Apa kau ingin ditangkap basah oleh raja? Menyedihkan!”

Sun Joon dan Yoon Hee tertidur tertelungkup di meja belajar mereka dengan tangan masih saling menggenggam. Sun Joon yang duluan bangun, ia tersenyum melihat Yoon Hee dan memegang tangan Yoon Hee satunya lagi.

Sun Joon bertemu dengan Jae Shin di perpus, ia mempertanyakan soal lirik dalam bab Geumdeung dalam “Classic of History” yang kemungkinan meyimpan arti tersembunyi tentang kesedihan karena kematian tidak sah.
“Bukankah kau juara pertama di ujian So Gwa (masuk) dan yang terbaik di Classic? Jadi kenapa kau bertanya padaku?” jawab Jae Shin cuek
Sun Joon melanjutkan analisanya, “Jika raja terakhir menganggap itu kematian yang tidak sah, dan jika raja yang memerintah sekarang ingin mencari Geum Deung Ji Sa. Apakah itu terkait dengan kematian Pangeran Mahkota Sado? Apa itu mungkin, Senior? “
Jae Shin kaget saat penyelidikan Sun Joon sudah sejauh itu, tapi ia menghindari membahasnya, “Bukankah aku sudah bilang aku benar-benar membenci hal-hal yang membuatku sakit kepala? kita kerjakan peran kita masing2. aku lakukan tugasku dan kau kerjakan tugasmu” lalu pergi meninggalkan Sun Joon.

Jae Shin keluar dari gedung perpus dan dikejar Yoon Hee, Yoon Hee menanyakannya yang tidak pulang semalam, ia juga menanyakan progress Jae Shin. Yoon Hee lalu menceritakan rencananya hari itu, ia dan Sun Joon akan ke toko buku mencoba mencarinya dalam buku yang tidak ada diperpus Sungkyunkwan. di mana pembelajaran ditegakkan, dan di mana bangsa dimulai, senior, apakah kau mengerti itu?” Tanya Yoon Hee mencoba mencari jawaban. Jae Shin tidak menjawabnya, ia hanya menepuk2 pundak Yoon Hee dan pergi.


Trio Sungkyunkwan jongkok di luar pagar sekolah, Won Tak yang selalu berteori konfesius mulai membacakan salah satu ajaran dan menjabarkan pemahamannya, Setelah kau melasanakan tugasmu sebagai manusia dan menghabiskan waktu untuk belajar, adalah tugas manusia juga untuk pergi keluar dan bermain. dan itu artinya bolos dari kelas Analects. wkwkwk

“Rencana bagus!” sebuah suara dari balik pagar mengagetkan ereka, itu suara Prof. Choi!! dia keluar membawa sepotong kayu dan mulai mengomel, bahwa pelajar dengan nilai pas2an dan background keluarga tidak terlalu bagus, seharusnya berusaha lebih keras agar bisa lulus ujian pegawai negeri sipil, dan meningkatkan taraf hidup keluarga. “Lihatlah Lee Sun Joon. Dia adalah putra Menteri Negara, tapi apakah ia bergantung pada ayahnya untuk membangun keberhasilan? Apakah kalian pernah melihat Pelajar Lee Sun Joon absen dari kelas, untuk membolos?” Tanya Prof Choi masih marah

Melihat ketiganya mengangguk, prof. choi heran dan bertanya kapan.
“Tepatnya … Sekarang! Di sana!!” jawab Trio Sungkyunkwan, Prof Choi menoleh dan kaget Sun Joon dan Yoon Hee berjalan bersama keluar dari sekolah, wkwkwkwkwk.

Perjalanan ke toko buku melewati pasar, Yoon Hee tersenyum melihat kantong koin (kayaknya ya, kalo salah ya maaf, xixi) warna-warni, Sun Joon melihatnya juga. Yoon Hee terus berjalan dan berhenti di tukang gulali, ia membeli dua batang, ia memakannya satu dan menyerahkan satunya lagi kepada Sun Joon. Sun Joon menggeleng menolaknya, Yoon Hee meninggalkan Sun Joon dengan wajah ngambek. Sun Joon tersenyum, ia segera menyusulnya dan memakan batang gulali tadi. wehehe, Sun Joon jadi banyak senyum euy!!

Yong ha kembali menemui Gisaeng yang tempo hari menemaninya di tempat judi, ia mendapatkan selembar kertas berisi informasi yang ditukarnya dengan sebuah perhiasan cantik. “Baek Dong Soo. Dia orang yang memberi uang untuk Petugas Yoon….Siapa dia?”
Gisaeng itu tersenyum pada Yong Ha dan mengatakan bahwa Yong Ha masih pemula. “Akankah ia melakukan transaksi dengan nama aslinya?”
Yong Ha tersenyum mengerti mengedipkan sebelah matanya.

Sesampainya di toko buku, Sun Joon menyuruh Yoon Hee masuk duluan sementara ia masih ada keperluan. Yoon Hee masuk dan bertemu dengan Hyo Eun. Hyo eun buru2 menaruh buku yang dipegangnya dan mendekati Yoon Hee, ia menanyakan kabar Sun Joon. Melihat Yoon Hee diam saja Hyo eun menyangka Yoon Hee merasa kasihan padanya, “aku sangat menyedihkan, bukan? Sebagai tunangannya, aku harus menanyakan kabarnya dari orang lain.”

Yoon Hee bingung menanggapinya, iapun mulai nerjalan masuk lebih ke dalam, tapi Hyuo eun memanggilnya, ia meminta bantuan dari Yoon Hee yang teman akrabnya Sun Joon. Hyo eun lalu menceritakan soal rencana pernikahannya dengan Sun Joon yang sebenarnya pernikahan keluarga bukan pernikahan karena keinginan mereka sendiri. Jadi walaupun Sun Joon tidak menyukainya, mereka tetap harus menikah. “Jadi demi kebaikan tuanku, tolonglah aku sehingga hati tuanku akan tertuju padaku.”
“aku .. “
“Aku tahu….aku tahu bahwa aku kurang dan tidak dewasa seperti yang orang katakan. Tapi aku tidak ingin dikritik karena perasaan aku, karena hatiku tulus.”

Sun Joon menatap kantong koin ditangannya dan ia tersenyum, ia lalu masuk ke toko buku dan kaget melihat Hyo eun. Hyo eun tersenyum dan mengatakan ia tidak menyangka akan bertemu Sun Joon disana, ia lalu meminta waktu karena ada yang ingin ia bicarakan dengan Sun Joon.

Yoon Hee canggung melihat keduanya, ia permisi pergi. Tapi Sun Joon menahan tangannya.
“Maafkan aku. Untuk kelalaianku kemarin, aku akan meminta maaf selama sisa hidup aku. Namun hatiku tidak akan pernah berubah, aku telah memberikan hatiku untuk orang lain. Karena itu, aku harap kau tidak akan lagi memperhatikan seseorang seperti aku. Maafkan aku.” Sun Joon meminta maaf pada Hyo eun lalu mengajak Yoon Hee pergi, tepatnya menariknya.Hyo Eun dan pelayannya hanya bengong melihat mereka berdua.

Sun Joon terus menarik tangan Yoon Hee, Jae Shin yang akan ke toko buku hanya bisa melihat keduanya menjauh.

Sun Joon membawa Yoon Hee kesebuah gang kecil, ia menanyakan maksud Yoo Hee yang tadi justru akan pergi memberi kesempatan agar Sun Joon dan Hyo eun berduaan.
“aku hanya berpikir kalian berdua perlu bicara. Karena kalian berdua akhirnya akan menikah. Jika itu karena kau megkhawatirkanku, aku tidak apa2…. Aku cukup senang dengan yang terjadi sekarang. Tidak sekalipun aku berpikir tentang masa depan kita, Itu terlalu serakah.” jawab Yoon Hee
“mulailah berpikir tentang hal itu sekarang. Pikirkan baik2 hal itu. Pikirkan dengan sungguh-sungguh hal itu! Karena aku sudah memikirkannya begitu banyak sampai aku mengira kepalaku akan meledak.” Suara sun Joon mulai meninggi
“Kita terlalu berbeda.”
“Karena kau … aku sudah melakukan semua hal yang tak pernah kusangka akan kulakukan. Tapi kau masih tidak mau menginjakkan kaki ke luar duniamu sendiri yang membatasimu. Apa yang kau usahakan saat ini bukanlah keserakahan, tapi aku”
“Lalu apa yang harus aku lakukan? Aku sangat takut. Karena aku sangat menyukaimu Karena aku sangat bahagia setiap hari … aku tidak terbiasa dengan ini.” kata Yoon Hee dan akan pergi, tapi Sun Joon menariknya dan memeluknya.

Sun Joon lalu mencoba mencium Yoon Hee, Yoon Hee sudah memejamkan matanya tapi kemudian membukanya lagi karena Sun Joon tak kunjung menciumnya. Ternyata topi menjadi penhalangnya, wkwkwk. Sun Joon mencoba merubah posisi kepalanya, tapi tuh topi tetap menghalangi. Mereka akhirnya tertawa berdua dan kembali ke ruang rahasia..

Yong Ha sudah ada di ruangan rahasia bersama Jae Shin, ia dengan senang menunjukkan salinan akta tanah yang Petugas Yoon terima sepuluh tahun yang lalu. “Setelah kita membuktikan siapa orang ini, kita bisa mengetahui siapa yang mempekerjakan Petugas Yoon. Kita hampir menyelesaikannya sekarang. “
Mendengar tanggapan Jae Shin yang justru menyuruhnya agar tidak meneruskannya mengagetkan Yong ha, Jae Shin berdalih karena tugas rahasia mereka toh untuk menemukan Geum Deung Ji Sa, bukan dalang di balik apa terjadi pada malam yang sepuluh tahun lalu.
“Kau sudah tahu, bukan? Siapa pelakunya?” Yong Ha langsung bisa menebak

Sun Joon dan Yoon Hee sudah masuk lift, ia akan memutar tuas dan teringat sesuatu. “Aku hampir lupa…” kata Sun Joon berbalik menghadap Yoon Hee. ”kau memiliki bakat bawaan untuk membuatku kehilangan kesadaranku.”
“Mengapa? Apakah aku melakukan sesuatu yang salah lagi?” Tanya Yoon Hee panik
Sun Joon lalu mengeluarkan sebuah cincin dan memasangkannya di jari Yoon Hee, “kau mengatakan semua akan berakhir saat kita meninggalkan Sungkyunkwan? Tidak ada yang namanya akhir. Karena aku akan … terus memulainya lagi dan lagi setiap hari. Mereka saling pandang dan tersenyum.

Yoon Hee senang menerima cincin yang dipasangkan Sun Joon. lalu Sun Joon mulai memutar roda lift tapi karena emang udah macet jadinya lift macet dan Yoon Hee kaget dan menabrak Sun Joon. mereka pelukan dan keduanya saling melihat. Sun Joon yang dari tadi udah gagal nyium Yoon Hee niat banget mo nyium. wkwk ^__^.
perlahan Sun Joon melepas tali topi yang dipakai Yoon Hee. Yoon Hee mah pasrah aja walau hatinya deg-degan tuh hehe…. Sun Joon lalu melepas topinya dan berniat mencium Yoon Hee.

Yoon Hee memejamkan matanya dan finally mereka pun berkissing ria wkwk… (untung gak ada adegan kissing nya jae shin.. hehe.. bisa ngebul nih >_< ). mereka berdua seperti menikmati ciumannya wkwk… (ampe mupeng ni nontonnya wkwk… mba ai mianhe yg kemarin dicopy yg disensor ^_^ ). selesai ciuman mereka saling tersenyum dan memegang tangan. Yoon Hee tersenyum senang sambil menggenggam tangan Sun Joon.

tiba-tiba Sun Joon dan Yoon Hee kaget saat mereka mendengar suara Yong Ha dan Jae Shin,
“Apa?”
“Turunkan suaramu!”
“Jadi … dalang di balik semua insiden ini adalah Menteri Negara, ayahnya Lee Sun Joon?”

**wondering, apakah ruang rahasia itu sama dengan bunkernya toko buku?!

—SMilE..SmIlE..SmilE!!!!!—

written by ai RF, editing by ari RF support Downloader & Pict by Iis RF