[Sinopsis K-Drama] Time Slip Dr. Jin episode 22 (End)

Sinopsis Time Slip Dr. Jin episode 22
~Sinopsis Time Slip Dr. Jin episode 22~

Peperangan di pulau Ganghwa semakin memprihatinkan. Banyak prajurit yang tewas dari kedua belah pihak. Bahkan bom juga dijatuhkan di dekat kamp kesehatan, dimana Young Rae berada.

“Tentara Perancis yang telah berlabuh di desa Gap Cheon telah menaklukkan sebagian besar wilayah kota utama Gang Hwa dan Mun Su San. Selain itu, mereka telah mencuri ratusan buku dari Oe Gyu Jang Gak, begitu juga dengan senjata dan perbekalan,” lapor pejabat Lee dihadapan Raja dan para menteri. “Jika kota Jeong Ju San (situs yang berhubungan dengan kamp militer Joseon di Pulau Gang Hwa) jatuh, Pulau Gang Hwa akan ditaklukan sepenuhnya oleh pihak asing! Kita harus berpikir secara matang dan menghasilkan rencana untuk mengirim bala bantuan.”

Dae Gyun menyalahkan pihak P. Heung Seon yang mencabut penganiayaan. Ia merasa negara tidak akan mengalami masalah yang sangat rumit jika mereka tetap melanjutkan penganiayaan. Tiba-tiba P. Heung Seon memutuskan akan bertanggungjawab terhadap masalah ini dengan memimpin bala bantuan ke Pulau Gang Hwa. Raja menyetujui usulan ayahnya.

Di medan perang, Young Rae berusaha menyelamatkan anak-anak dan wanita tua yang menjadi korban serangan bom.

Sinopsis Time Slip Dr. Jin episode 22

Di luar, Dae Gyun menghampiri P. Heung Seon (ih, sempet-sempetnya ngajakin ribut. Itu udah banyak korban om di medan perang). Dirinya menuding P. Heung Seon hanya menggertak dan menawarkan diri untuk memimpin bala bantuan ke Pulau Gang Hwa. Jika bala bantuan yang dikirimkan tidak bisa mengusir orang asing tersebut, bukankah karir politiknya akan habis?
“Jika itu Penasehat Kerajaan, dia akan menolak dengan keras jika melihatku memimpin sendiri bala bantuan. Jika aku kembali dengan kemenangan, bagaimana kau akan mengatasinya? Tidakkah kau akan berada dalam situasi yang canggung? Penasehat Kerajaan hanya akan menunggu dan melihat, jika dia tidak yakin dengan kemenangan mutlak. Dia tidak akan membuat keputusan gegabah. Setelah bersama Penasehat Kerajaan selama beberapa tahun, tidakkah kau belajar pendekatannya terhadap masalah ini?” hardik P. Heung Seon. Dae Gyun tidak bisa membalas dan segera meninggalkan rombongan P. Heung Seon dengan kesal.

 Sinopsis Time Slip Dr. Jin episode 22

Pejabat Lee mencoba membujuk P. Heung Seon agar mengurungkan niatnya memimpin sendiri bantuan ke medan perang. P. Heung Seon tetap bersikeras dengan keputusannya karena jika ia tidak melakukannya maka klan Ahn Dong Kim akan terus mendesak dan menyalahkan dirinya atas semua yang terjadi. Young Hwi justru setuju dengan keputusan P. Heung Seon. Hal ini justru bisa membuat rakyat bersatu mendukung keluarga kerajaan karena Pangeran Agung yang merupakan ayah dari Raja memimpin sendiri pertempuran. Pejabat Lee pesimis mereka berhasil memenangkan peperangan sementara P. Heung Seon optimis menang. Ia kemudian memerintahkan Young Hwi untuk menyiapkan pasukan elit khusus Chak Ho Gap Sa (tentara elit khusus yang dikerahkan untuk menangkap binatang buas), pasukan yang terampil menggunakan senjata api dan keberanian yang luar biasa. Ia juga minta agar Jo Sa Gwan (Kyung Tak) ikut dengan mereka.

Sinopsis Time Slip Dr. Jin episode 22

Tiba-tiba Jin Hyuk masuk dan meminta agar dirinya diperbolehkan ikut rombongan P. Heung Seon. Awalnya P. Heung Seon menolak sambil menyindir bahwa dirinya tidak sedang bertamasya namun berperang. Jin Hyuk tidak terpengaruh sindiran P. Heung Seon. Ia menjelaskan alasannya untuk ikut dengan P. Heung Seon karena ia mengkhawatirkan Young Rae yang telah berada di sana. P. Heung Seon dan Young Hwi kaget mendengar berita tersebut.

Sinopsis Time Slip Dr. Jin episode 22

Kyung Tak minum sendirian. Ia benar-benar terpukul dengan meninggalnya sang ayah. Young Hwi mendatanginya, namun Kyung Tak menolak mendengar ucapan yang hendak diucapkan Young Hwi. Ia ingin Young Hwi segera mengatakan maksudnya tanpa basa basi. Young Hwi mengajak Kyung Tak untuk ikut bersama dengannya ke Pulau Gang Hwa. Kyung Tak langsung menolak ajakan Young Hwi. Penolakan Kyung Tak sudah bisa diketahui Young Hwi, namun ini merupakan perintah langsung dari P. Agung. Kyung Tak justru marah mendengar penjelasan Young Hwi. Ia merasa P. Heung Seon terus menerus menghina keluarganya hingga akhir. Ia menolak permintaan untuk membantu berperang. Young Hwi masih berusaha membujuk Kyung Tak, meskipun ia mengatakan P. Agung tidak memaksa apapun pilihan Kyung Tak. Kyung Tak meminta Young Hwi meninggalkan dirinya sendiri. Sebelum pergi, Young Hwi menasihati agar Kyung Tak tidak terpuruk dalam kesedihannya namun bangkit dan menemukan harapan baru. Sepeninggal Young Hwi, Kyung Tak merasa inilah saatnya membalas dendam pada P. Heung Seon.

Sinopsis Time Slip Dr. Jin episode 22

Paginya, rombongan bala bantuan yang dipimpin P. Heung Seon bergerak menuju Pulau Gang Hwa. Di belakang rombongan, Jin Hyuk ikut bersama mereka. Tabib Heo yang ikut mengantar Jin Hyuk merasa cemas. Ia minta agar Jin Hyuk menjaga keselamatannya dan membawa pulang Young Rae. Jin Hyuk berjanji akan melakukannya dan meminta agar tabib Heo menjalankan rumah sakit kerajaan.

Dalam sejarah tidak disebutkan P. Heung Seon berpartisipasi dalam insiden Byung In. Bagaimana alur sejarah berjalan sekarang? 

 

Melewati gerbang istana, P. Heung Seon melihat Kyung Tak berkuda mendekati rombongan.
Terimakasih, Jon Sa Gwan. Daripada tenggelam dalam kesedihan, kau telah memilih jalan kebenaran. Kau mungkin tidak percaya, tapi aku berempati pada Penasehat Kerajaan

 Sinopsis Time Slip Dr. Jin episode 22

Dae Gyun bersama kedua anteknya berada di kediaman keluarga Kim. Beok Yi menjilat Dae Gyun yang menurutnya sudah mirip dengan Perdana Menteri saat duduk di kursi tersebut. Tabib Yo tidak sependapat. Ia menganggap jika Dae Gyun tidak memiliki kekuatan dan otoritas maka dirinya bukan siapa-siapa. Dae Gyun bertanya apa maksud perkataan tabib Yo.
“Tuan, bukankah kau khawatir dengan P. Heung Seon? Jika dia kembali dengan kemenangan, bagaimana kau akan menghentikan pengaruhnya?”
Mendengar keraguan salah satu kroninya, Dae Gyun mengatakan bahwa dirinya telah memiliki sebuah rencana untuk menghentikan hal tersebut. Ia menyuruh Byeok Yimengirim seseorang untuk menghubungi pendeta asing tersebut secara diam-diam. Byeok Yibingung dengan permintaan Dae Gyun. “Bukankah kau mengatakan musuh dari musuhku adalah sekutuku? Tidak peduli apapun, kita harus memastikan bahwa P. Heung Seon kalah dalam perang ini. Bagaimana menurutmu? Cheung Chul Eo Ram Seung Eo Ram (makna kiasan yang berarti murid lebih pandai dibandingkan guru). Rencanaku tidak lebih buruk dari rencana ayahku, bukan?” katanya pongah.

Sinopsis Time Slip Dr. Jin episode 22

Young Hwi melaporkan jumlah tentara musuh pada P. Heung Seon. P. Heung Seon kemudian membandingkan dengan jumlah prajurit yang berada di dalam benteng. Jumlah mereka tidaklah imbang, namun prajurit Joseon tetap bertahan dengan gempuran senjata modern milik musuh. Kyung Tak hanya terdiam mendengar pembicaraan mereka. Pal Yi mengusulkan agar mereka segera masuk ke dalam benteng sebab mereka pasti sudah kekurangan bahan makanan. P. Heung Seon tidak sependapat. Jika mereka masuk ke dalam benteng dengan senjata yang sedikit maka mereka akan kalah. Ia meminta agar mereka menunggu hingga kapal yang membawa pasokan senjata bagi mereka tiba baru mulai menyerang. P. Heung Seon kemudian menegur Kyung Tak yang tidak berbicara dari tadi. Kyung Tak beralasan ia sependapat dengan apa yang dikatakan P. Heung Seon.

Di kamp pengungsian terjadi keributan. Para pengungsi berusaha masuk dan mengambil stok beras yang disimpan untuk para korban. Young Rae berusaha menghalangi mereka, namun gagal.

P. Heung Seon mengajak Kyung Tak berdiskusi mengenai rencana mereka melawan musuh. Namun Kyung Tak mengabaikan pembicaraan P. Agung. Ia justru bersiap membunuh P. Heung Seon karena merasa saat ini adalah waktu yang tepat, karena hanya ada mereka berdua dalam tenda tersebut. Kyung Tak sudah menarik pedangnya saat Jin Hyuk masuk. Melihat ada orang lain, Kyung Tak kembali menyarungkan pedangnya.

Sinopsis Time Slip Dr. Jin episode 22

Jin Hyuk menanyakan kapan mereka akan masuk ke kota, sebab ia merasa kasihan pada penduduk kota yang mulai kelaparan karena stok makanan mereka sudah habis. P. Heung Seon mengerti kegelisahan Jin Hyuk, namun mereka harus mempersiapkan serangan balasan dengan matang agar musuh dapat dipukul mundur. Ia tidak mau gegabah hanya karena ingin menyelamatkan Young Rae segera. Kyung Tak sepertinya kaget mendengar Young Rae ada di sana. Jin Hyuk berusaha membujuk P. Heung Seon, namun P. Heung Seon justru marah. “Jika tabib gagal, paling hanya satu pasien meninggal. Tetapi jika pemimpin gagal, dia akan menelan nyawa ratusan dan ribuan orang.”
Jin Hyuk pasrah mendengar keputusan P. Heung Seon. Ia hanya bisa menarik nafas.

Dae Gyun dan Beok Yi menemui pendeta Perancis dan membawa sebuah peti (hmm, sogokan sepertinya). Mereka lalu dipertemukan dengan komandan yang bertanggung jawab dalam serangan ke Joseon. Tanpa basa basi, Dae Gyun mengatakan informasi yang diketahuinya pada musuh. Pendeta Ridel menerjemahkan apa yang dikatakan Dae Gyun pada komandannya. Byeok Yilalu mengatakan bahwa mereka telah menyiapkan hadiah kecil dan membuka peti yang tadi mereka bawa serta. Pendeta Ridel dan komandannya kaget melihat emas dan barang-barang berharga lainnya. Dae Gyun lalu menunjukkan peta perjalanan kapal yang membawa pasokan untuk P. Heung Seon. Pendeta Ridel menanyakan apa imbalan yang ingin didapat Dae Gyun karena mengatakan hal ini pada mereka. Dae Gyun menginginkan agar P. Heung Seon kalah dan dirinya akan menjadi penguasa Joseon seutuhnya. Byeok Yi menambahkan, mereka (orang Perancis) akan mendapatkan keleluasan di masa depan di Joseon.

Sinopsis Time Slip Dr. Jin episode 22

Kyung Tak masuk ke tenda P. Heung Seon. Saat itu, P. Heung Seon sedang tidur. Kyung Tak merasa ini merupakan kesempatan emas baginya. Ia segera mengambil belatinya dan bersiap menikam P. Heung Seon. Di saat yang bersamaan, Jin Hyuk masuk ke tenda dan melihat apa yang akan dilakukan Kyung Tak. Ia berteriak dan membuat P. Heung Seon terbangun dan menghindar dari serangan Kyung Tak. Jin Hyuk segera berdiri melindungi P. Heung Seon dan berusaha menghentikan perbuatan Kyung Tak, namun Kyung Tak sudah gelap mata. Ia tidak ingin mengurungkan niatnya untuk membunuh P. Heung Seon. Sedang P. Heung Seon sendiri juga tidak ingin menghindari Kyung Tak, ia menyuruh Jin Hyuk untuk minggir bahkan menantang Kyung Tak agar menusuknya tanpa meleset. Saat Kyung Tak hendak mengayunkan belatinya, terdengar suara ledakan. Hal itu membuat Kyung Tak lengah dan Jin Hyuk dengan mudah mengalahkannya. Young Hwi dan prajurit lainnya yang masuk ke dalam tenda melihat Kyung Tak. Young Hwi dengan sedih menghunuskan pedangnya ke leher Kyung Tak. Tiba-tiba, bunyi ledakan kembali terdengar.

Young Hwi, P. Heung Seon dan Pal Yi segera melihat apa yang sebenarnya terjadi. Mereka melihat kapal yang membawa pasokan mereka telah terbakar ditembak meriam. P. Agung Heung Seon heran, bagaimana musuh bisa mengetahui adanya kapal pembawa pasokan tersebut?

 

Young Hwi berdiskusi dengan P. Heung Seon berkaitan dengan tindakan apa yang akan mereka lakukan mengingat amunisi yang mereka miliki kini sangat sedikit. Mereka ragu bisa menahan kekuatan musuh sebab bekal makanan dan senjata yang mereka miliki kini tidak banyak. Young Hwi menduga berita kapal pasokan yang diserang musuh sudah didengar dewan kerajaan dan menyarankan menunggu datangnya kapal berikutnya. P. Heung Seon tidak percaya mereka akan mengirimkan kapal lain, sebab para anggota dewan memang menginginkan kekalahannya. Ia ingin mereka mengalahkan tentara asing tersebut dalam satu kali pertempuran, sayangnya mereka tidak tahu kelemahan musuh. Jin Hyuk mengusulkan agar mereka melakukan pengalihan perang (strategi dalam peperangan di mana pengalihan digunakan untuk membingungkan musuh). P. Heung Seon dan Pal Yi sependapat dengan usul Jin Hyuk. Young Hwi mengingatkan jika mereka tidak berkoordinasi dengan baik dengan prajurit yang berada di dalam benteng, mustahil mereka dapat memenangkan peperangan. Jin Hyuk lalu mengusulkan agar dirinya menjadi pembawa pesan bagi prajurit yang berada di dalam benteng dan meminta sebuah permintaan.

Sinopsis Time Slip Dr. Jin episode 22

Jin Hyuk masuk ke dalam tenda dimana Kyung Tak ditahan. Setelah penjaga meninggalkan dirinya dan Kyung Tak, Jin Hyuk membuka tali pengikat Kyung Tak. Jin Hyuk mengatakan pada Kyung Tak nanti malam ia akan menyusup ke benteng. Ia sudah meminta pada P. Heung Seon untuk membawa Kyung Tak bersamanya. Rencananya ia akan mengeluarkan Young Rae dari benteng dan meminta Kyung Tak menyampaikan pesan pada prajurit di sana. Kyung Tak bersikeras tidak akan membantu Jin Hyuk. Ia tidak mau menerima kemurahan hati P. Heung Seon yang melepaskannya. Jin Hyuk kemudian bercerita pada Kyung Tak mengenai Mi Na. Ia merasa Mi Na dan Young Rae saling berkaitan. Kyung Tak mengerti maksud Jin Hyuk, ia menduga Young Rae akan mengalami kejadian buruk. Jin Hyuk tidak bisa memastikan, hanya menduga adanya kemungkinan tersebut. Kyun Tak sepertinya tersentuh dengan cerita Jin Hyuk, namun ia tetap mengeraskan hatinya. Jin Hyuk memohon pada Kyung Tak agar mau membantunya.

Akhirnya Kyung Tak bersedia membantu Jin Hyuk dan P. Heung Seon. Sebelum mereka berangkat, P. Heung Seon mengatakan harapannya untuk Kyung Tak agar menjadi seorang yang sukses dalam hidupnya serta bisa dibilang memberi kesempatan padanya untuk melakukan balas dendam lain kali. Kyung Tak mengingatkan P. Heung Seon untuk terus waspada pada dirinya. Young Hwi juga menitipkan adiknya pada Kyung Tak. P. Heung Seon juga berkata menyerahkan masa depan Joseon pada Jin Hyuk. Jin Hyuk yakin mereka akan menang. Ia menyampaikan rasa hormatnya pada P. Heung Seon dan tidak menyesal melakukan banyak hal bersamanya. Sebelum Jin Hyuk benar-benar pergi, P. Heung Seon menanyakan apakah mereka akan bertemu lagi? Dengan yakin, Jin Hyuk berkata mereka pasti akan bertemu lagi. Mendengar jawaban Jin Hyuk, P. Heung Seon terlihat lega. (P. Heung Seon takut jika dirinya kehilangan sahabat seperti Jin Hyuk).

Sinopsis Time Slip Dr. Jin episode 22

Jin Hyuk dan Kyung Tak sudah berada di depan gerbang. Mereka tidak bisa masuk karena prajurit asing berjaga-jaga di depan gerbang. Kyung Tak berkata mereka harus mencari celah untuk bisa masuk ke dalam benteng. Keduanya berpencar untuk menemukannya. Saat Jin Hyuk sedang mengamati situasi, ia ketahuan salah seorang prajurit asing. Untung Kyung Tak melihat dan segera membantu Jin Hyuk. Ia mengajak Jin Hyuk untuk masuk ke saluran pembuangan yang ia temukan.

Di perkemahan P. Heung Seon sedang mengawasi para prajurit yang bersiap melakukan perang. Young Hwi ragu apakah kedua orang tadi berhasil masuk ke dalam benteng? P. Heung Seon sudah memberikan mereka petunjuk untuk memasang bendera di benteng apabila mereka berhasil masuk ke dalamnya. Bendera tersebut digunakan sebagai tanda dan P. Heung Seon akan memutuskan apakah mereka akan menyerang atau tidak. P. Heung Seon yakin mereka akan menang sesuai dengan apa yang dikatakan Jin Hyuk.

Kedua penyusup kita berhasil masuk ke dalam benteng. Namun keduanya tertangkap dan dicurigai sebagai mata-mata musuh. Komandan prajurit membawa mereka ke dalam benteng. Young Rae melihat mereka berdua kaget. Komandan prajurit tersebut memastikan pada Young Rae apakah ia mengenal kedua orang tersebut. Young Rae meyakinkan jika mereka berdua bukan mata-mata asing.

 Sinopsis Time Slip Dr. Jin episode 22

Jin Hyuk segera membantu Young Rae mengobati korban luka. Young Rae berterimakasih pada Jin Hyuk yang telah menolongnya. Ia sedih karena mereka kehabisan penicilin dan beberapa korban tidak bisa tertolong nyawanya. Jin Hyuk menghibur Young Rae yang telah bekerja keras. Young Rae meminta maaf karena pergi tanpa pamit. Jin Hyuk merasa lebih baik karena Young Rae menyadari kesalahannya. Ia lalu membujuk Young Rae untuk meninggalkan benteng sebab esok pagi peperangan akan segera dimulai. Young Rae menolak ajakan Jin Hyuk. Ia lebih mengkhawatirkan pasien yang ada di sana. Selain itu, ia juga tidak berfikir akan melindungi dirinya dari kematian. Tentu saja Jin Hyuk heran dengan apa yang dikatakan Young Rae. Young Rae mengaku ia mendengar apa yang dikatakan Choon Hong sebelum meninggal. Itulah sebabnya ia rela meninggal saat bertugas sebagai tabib. Jin Hyuk marah mendengar alasan Young Rae. Ia tidak percaya dengan apa yang dikatakan Choon Hong padanya dan tidak yakin mereka berdua saling berhubungan. Jin Hyuk akhirnya mengalah dan akan tetap tinggal di dalam benteng bersama Young Rae.

Kyung Tak menyampaikan pesan P. Heung Seon pada komandan. Mereka akan melakukan serangan pada waktu Jin (sekitar pukul 7 – 9 pagi) di dalam benteng dan akan dibantu pasukan yang berada di luar benteng. Komandan tersebut mengerti.

Esok pagi, prajurit yang berada di dalam benteng telah bersiap. Pal Yi melihat bendera berkibar di benteng. P. Heung Seon gembira karena mereka berdua berhasil masuk ke dalam benteng dengan selamat. P. Heung Seon segera memerintahkan agar penembak bersiap-siap. Ia optimis menang.

Pasukan musuh sudah mendekati gerbang benteng. Di lain pihak, prajurit yang berada di luar benteng juga telah bersiap menyerang musuhnya. Meriam mulai ditembakkan sebagai tanda dimulainya peperangan. Kyung Tak memimpin prajurit dari dalam benteng. Ia memberi aba-aba untuk menyerang. Di luar, Pal Yi juga memberi perintah pada anak buahnya untuk menyerang musuh. Karena teknologi perang yang berbeda, banyak korban yang jatuh dari pihak Joseon. P. Heung Seon, Young Hwi dan Pal Yi cemas dengan kondisi tersebut.

Para korban segera dibawa ke tenda kesehatan. Jin Hyuk mengoperasi korban yang terkena peluru untuk mengeluarkan pelurunya. Sedang Young Rae bertugas untuk menjahit luka korban yang telah di operasi.

Musuh merangsek maju untuk masuk ke dalam benteng. Banyak penembak yang jatuh terkena peluru musuh. Prajurit dari luar benteng mulai melancarkan aksinya. Mereka menembak dari belakang dan membuat musuh bingung karena adanya dua serangan. Kyung Tak yang melihat bantuan datang menjadi bersemangat. Ia segera memerintahkan untuk menutup gerbang dan maju.

 

Meriam yang ditembakkan mulai mengarah ke tenda kesehatan. Jin Hyuk menyarankan agar mereka melindungi diri dan meninggalkan tempat tersebut. Young Rae tidak setuju. Ia memikirkan pasiennya yang sedang terluka. Jin Hyuk meminta korban yang cedera ringan membantu rekannya pindah ke tempat yang lebih aman.

Komandan menyampaikan informasi gerbang mereka sudah tertembus musuh. Kyung Tak meminta pasukan penembak segera bersiap dengan posisi mereka dan sisanya mengikuti dirinya untuk menghentikan musuh yang hendak masuk ke dalam benteng. Benar saja, musuh mulai bersiap masuk ke dalam benteng. Kyung Tak yang sudah bersiap di belakang gerbang melawan musuh yang mulai memasuki benteng. Tiba-tiba Kyung Tak teringat Young Rae.

Jin Hyuk berusaha mengevakuasi pasiennya ke tempat yang lebih aman. Namun Young Rae tidak terlihat dalam rombongannya. Jin Hyuk bertanya pada prajurit yang mengawal mereka keberadaan Young Rae. Prajurit tersebut tidak mengetahuinya, sebab tadi Young Rae berkata akan berada di belakang mereka. Jin Hyuk lalu menyerahkan pasiennya pada prajurit tersebut dan mencari Young Rae.
Young Hwi melaporkan musuh sudah memasuki benteng. Pal Yi khawatir dengan penduduk yang berada dalam bahaya. P. Heung Seon memerintahkan agar mereka menumpas habis musuh. Mereka bersiap memasuki benteng.

 

Jin Hyuk melihat Young Rae masih berada di kamp kesehatan. Jin Hyuk memarahi Young Rae yang masih berada di sana. Young Rae beralasan ia mengambil sesuatu dan menyerahkannya pada Jin Hyuk. Ternyata ia mengambil tempat cincin milik Jin Hyuk yang akan diserahkan pada Mi Na. Young Rae menyerahkan tempat cincin itu pada Jin Hyuk, karena ia tahu itu benda yang berharga untuk Jin Hyuk.

Kyung Tak tiba di saat yang tepat, ia menghalau tentara yang akan menyerang Young Rae dan Jin Hyuk. Ia segera menyuruh Jin Hyuk membawa pergi Young Rae, sisanya ia yang akan mengurusnya. Kyung Tak yang sudah terluka dan kelelahan terkena serangan moncong senapan, moncong itu mengenai luka Kyung Tak yang belum sembuh benar karena tusukan panah. Jin Hyuk yang masih belum beranjak pergi memberanikan diri mengambil senapan dan menusukkannya ke perut tentara yang menyerang Kyung Tak. Jin Hyuk bergegas mengecek kondisi Kyung Tak yang terluka parah disusul Young Rae.

 Sinopsis Time Slip Dr. Jin episode 22

Young Rae berusaha menekan luka Kyung Tak agar darah tak terus mengucur. Dengan sisa tenaga yang dimiliki Kyung Tak meminta Young Rae mendekat ke arahnya, karena ada yang ingin dia katakan. “Tak peduli apa yang orang-orang katakan, kaulah…cintaku…wanitaku.”ucap Kyung Tak, Young Rae terharu mendengarnya dan Kyung Tak pun menghembuskan nafas terakhirnya.

Tetiba kembali terdengar ledakan meriam tak jauh dari mereka, Young Rae terjatuh di atas tubuh Kyung Tak menahan sakit. Jin Hyuk mengecek keaadaan Young Rae, ternyata sebuah batu menancap di perut Young Rae. Batu itu terhempas karena ledakan dan mengenai perut Young Rae. Young Rae pun jatuh pingsan, Jin Hyuk mencoba memanggil-manggil Young Rae.

 Sinopsis Time Slip Dr. Jin episode 22

Sementara itu, tentara Perancis terus menembakkan meriamnya. Jin Hyuk membaringkan Young Rae di tenda kesehatan.
Pendarahannya terlalu banyak. Jika serpihan ini tidak cepat dicabut dan lukanya dijahit, pendarahannya akan membahayakan nyawa.
Dengan sisa peralatan yang dimiliki, Jin Hyuk berusaha memberikan pertolongan. Young Rae meminta Jin Hyuk berhenti saja, karena itu sudah menjadi takdirnya.
“Seperti yang telah terjadi pada orang dari masa depan itu (Mi Na), saya pun tidak bisa mengubah takdir. Karena itu, terimalah dan jangan melawan takdir dari surga. Karena diriku, tolong jangan menghilang, Tabib Jin.”pinta Young Rae. Jin Hyuk keukeuh akan menyelamatkan Young Rae.  Namun Young Rae sudah pasrah dengan takdirnya, bernasib sama seperti Kyung Tak. Jin Hyuk berusaha membujuk Young Rae, agar mau diobati. Ilmu pengobatan yang dipelajarinya untuk menyelamatkan orang lain, jadi ia tak akan membiarkan Young Rae meninggal begitu saja. Kalau tidak bisa menyelamatkannya, waktu yang dihabiskan Jin Hyuk di Joseon tak ada artinya. Young Rae terenyuh dengan kata2 Jin Hyuk.
“Meski aku kehilangan dirinya. Agassi… setidaknya aku akan menyelamatkanmu.”ucap Jin Hyuk.
“Tabib Jin, kedatangan Anda ke dunia ini……membuatku sangat bahagia.”balas Young Rae. Jin Hyuk juga mengatakan kalau ia sangat bahagia bertemu dengan Young Rae. Jin Hyuk segera membius Young Rae.

Rombongan pangeran Heung Seon  berhasil menguasai benteng, Young Hwi melaporkan kalau tentara Perancis telah melarikan diri. P. Heung Seon memerintahkan bendera Joseon dikibarkan sebagai tanda kemenangan, lalu menanyakan keberadaan Jin Hyuk pada Young Hwi. Young Hwi pamit untuk pergi melihat Jin Hyuk apakah ada di gerbang Utara.

Saat Jin Hyuk hendak mengeluarkan batu yang tertancap di perut Young Rae, sakit kepalanya kembali menyerang. Dan terdengar suara bahwa ia harus kembali. Jin Hyuk berusaha melawan  sakit kepalanya dan mengenyahkan suara  bisikan itu. Jin Hyuk berhasil mengeluarkan bongkahan batunya, dan tinggal menjahit lukanya.

Sinopsis Time Slip Dr. Jin episode 22

Saat memeriksa  gerbang Utara, Young Hwi melihat prajurit  Joseon menggotong Kyung Tak yang  sudah tak bernyawa. Ia segera menyuruh para prajurit itu meletakkan Kyung Tak. Young Hwi mendekati dan memangkunya.  “Kyung Tak…Apa yang kau lakukan di sini?”guman Young Hwi yang masih belum percaya kalau Kyung Tak telah tiada.
“Kembalilah bersamaku. Bersamaku…Sahabatku…Ayo kita kembali sekarang. Kembalilah bersamaku.” Young Hwi pun berteriak dan menangisi kepergian sahabatnya.

Selesai menjahit luka Young Rae, Jin Hyuk pergi mengambil air. Tak disangka seorang tentara Perancis menusuk perut Jin Hyuk. Jin Hyuk pun ambruk, ia teringat seorang pasien yang hendak terjun dari atap  dan mengatakan kalau ia harus kembali. Jin  Hyuk terus berjalan sampai di pinggir benteng dengan menahan luka di perutnya. Ingatan semua operasi yang dilakukannya di Joseon dan masa depan berkelebat. Jin Hyuk  oleng dan terjatuh dari atas benteng.

Sinopsis Time Slip Dr. Jin episode 22

Abad 21…….
Jin Hyuk membuka mata, dan kini ia terbaring di rumah sakit. Teman yang menjaganya menanyakan keadaan Jin Hyuk. Jin Hyuk menanyakan apa yang terjadi. Temannya menjawab kalau Jin Hyuk tak perlu khawatir karena operasinya berhasil. Jin Hyuk tak mengerti apa yang dimaksud temannya dengan ‘operasi’. Jin Hyuk juga menanyakan di mana dia kini dan dimana Agassi (Young Rae). Teman Jin Hyuk tak mengerti apa maksud Jin Hyuk, Jin Hyuk pun segera meralatnya dengan bertanya di mana Mi Na.

Sinopsis Time Slip Dr. Jin episode 22

Tak sabar, Jin Hyuk pun segera menuju kamar di mana Mi Na dirawat. Jin Hyuk lega karena Mi Na bener2 selamat. Ia menangis haru sembari menggenggam erat tangan Mi Na yang masih belum sadar.

Jin Hyuk kini berada di atas atap rumah sakit, ia benar tak percaya kini ia kembali ke dunianya.
Ini bukan mimpi. Aku sudah kembali… ke dunia asalku.
Teman Jin Hyuk yang merawatnya menghampiri Jin Hyuk dan menanyakan kenapa Jin Hyuk tak istirahat di kamar, karena kini Jin Hyuk saat ini adalah pasien. Ia juga bertanya apa yang Jin Hyuk lakukan di Pulau Ganghwa, Jin Hyuk terlihat bingung.
“Apa Anda tidak ingat? Anda menghilang dari rumah sakit dan tiba-tiba keesokan harinya ditemukan di Pulau Ganghwa.”ungkap dokter teman Jin Hyuk. Ia juga menambahkan Jin Hyuk segera ditemukan karena mereka dihubungi adik kelas Jin Hyuk yang ada di sana. Dokter juga memberitahu kalau Jin Hyuk memakai pakaian yang aneh dan mereka sudah melakukan operasi di sana lalu operasi kedua dilakukan di rumah sakit mereka. Mereka mengangkat tumor aneh di kepala Jin Hyuk, Jin Hyuk tak mengerti. “Kalau begitu, apa yang terjadi dengan tumor dari pasien yang aku operasi?”tanya Jin Hyuk, dokter balik bertanya pasien yang mana. Jin Hyuk menjawab pasien yang ditemukan di taman yang terdapat tumor dengan betuk janin di otaknya. Dokter menjawab kalau ia tak tahu siapa yang dimaksud Jin Hyuk, karena tak ada pasien seperti itu.
“Apa maksudmu kau tidak tahu? Aku sendiri yang memimpin operasinya. Kau juga ikut melakukannya.”
“Dokter, tumor dengan bentuk janin itu diambil dari otak Anda.”ungkap dokter, Jin Hyuk terlihat bingung. Dokter yang juga temannya itu pun menyarankan agar Jin Hyuk istirahat. Sebelum beranjak pergi dokter itu menyerahkan tempat cincin yang ditemukan di baju yang dipakai Jin Hyuk.
Melihat kotak cincin itu, Jin Hyuk berpikir kalau yang dialaminya selama ini nyata.

Sinopsis Time Slip Dr. Jin episode 22

Sambil berjalan di lorong rumah sakit Jin Hyuk terus memikirkan apa yang dialaminya.
Beberapa hal telah berubah. Aku tidak jatuh dari atap. Aku hanya menghilang. Keesokan harinya,
aku ditemukan di pulau Ganghwa. Dibedah dalam dua kali operasi dan bangun empat hari kemudian. Poin pentingnya, pemilik dari tumor itu…tidak ada yang ingat tentang pria itu. Kelihatannya ini dunia yang sama. Tapi beberapa hal telah berubah. Tempat ini… mungkinkah ini dunia yang berbeda
dari sempat aku tinggali? Kalau begitu, Mi Na...” Tetiba konsentrasinya pecah manakala melihat seorang anak kecil berjalan menggunakan kursi roda, anak kecil renkarnasi Choon Hong yang juga ditemuinya Jin Hyuk di awal episode.

Anak itu beranjak pergi namun ditahan Jin Hyuk. Tetiba Jin Hyuk mendengar suara suster memanggil dokter memberitahukan keadaan Mi Na. Jin Hyuk segera menuju ruangan Mi Na dan menanyakan apa yang terjadi. Dokter memberitahu kalau tiba2 detak jantung Mi Na melemah, Jin Hyuk segera memerintah mereka memberi pertolongan pertama seperti memberi epinephrine (cairan obat untuk meningkatkan detak jantung, tekanan darah, dan pompaan jantung) sementara dirinya memompa jantung Mi Na.  Jin Hyuk teringat kata2 Choon Hong yang mengatakan kalau Mi Na sudah mati. Jin Hyuk terus memompa, karena detak jantung Mi Na sudah tak normal. Jin Hyuk pun terus memompanya dengan defribillator (alat kedokteran untuk mengembalikan detakan jantung kembali normal), sembari teringat bahaya yang dialami Young Rae. Dokter teman Jin Hyuk meminta agar Jin Hyuk berhenti memompa jantung Mi Na dengan defribillator karena itu hanya akan membuat pasien lebih menderita. Tapi Jin Hyuk tak patah semangat, ia pun menggantinya dengan memompa dengan tangan.

Di Joseon, Young Rae mulai tersadar. Ia pun bangkit bersamaan dengan detak jantung Mi Na yang kembali normal. Begitu tersadar Young Rae mencari-cari Jin Hyuk. Jin Hyuk lega, Mi Na melewati masa krisisnya.

Sinopsis Time Slip Dr. Jin episode 22

Begitu keluar Jin Hyuk, kembali melihat anak kecil reinkarnasi Choon Hong. Ia pun menghampirinya.
“Sepertinya ahjussi kenal kau. Namamu Choon Hong, bukan? Dan kau datang dari tempat yang jauh… bukan?” sapa Jin Hyuk, anak kecil itu mengangguk. Jin Hyuk pun menenangkan Choon Hong kecil agar tak khawatir karena ia akan kembali.
“Benarkah?”tanya Choon Hong tak percaya. Jin Hyuk tersenyum mengiyakan. Jin Hyuk mengungkapkan permintaannya pada anak kecil itu agar saat Choon Hong dewasa bertemu dengan Jin Hyuk lagi memberitahu Jin Hyuk kalau orang yang bernama Mi Na telah sadar dan selamat. (Masih agak keblinger saya, maksudnya ini di Joseon juga ada Jin Hyuk gitu? Jadinya Jin Hyuk ada 2 ).
“Mi Na? Siapa dia?”tanya Choon Hong kecil.
“Katakan saja saat waktunya tiba, dan aku akan tahu.”jawab Jin Hyuk lalu mengucapkan terimakasih.
“Ahjussi telah salah paham terhadapmu saat itu. Maafkan aku.”lanjut Jin Hyuk. Choon Hong beranjak pergi. Jin Hyuk hanya bisa memandangi kepergiannya.
Apa yang anak itu dengar waktu itu adalah berita Mi Na yang sudah meninggal. Dan orang yang mengatakan padanya adalah…
Jin Hyuk teringat dengan pasien yang ditemuinya diatap dan mengatakan kalau ia harus kembali.
Pria itu kembali ke dunia ini pasti untuk menyelamatkan Agassi. Mungkinkah pria itu adalah…diriku? Tentu saja, keadaan yang sekarang berbeda. Yang membuat takdir Agassi berubah..yang menjelaskan kenapa Mi Na juga hidup kembali?” Jin Hyuk tampak berpikir dan semua itu bisa dipastikan kebenarannya jika ia pergi ke suatu tempat.

Sinopsis Time Slip Dr. Jin episode 22

Jin Hyuk berkunjung ke sebuah perpustakaan dan membaca sebuah buku sejarah. Jin Hyuk membaca buku tentang Hwal Il Seo, klinik di era masa Joseon. Di buku itu disebutkan walau profesi tabib masih didominasi oleh para pria, namun pada masa kekuasaan Raja Gojong, seorang wanita dengan nama keluarga Hong bekerja di Hwal In Seo.
Jin Hyuk pun berpikir jika Young Rae selamat maka begitu juga dengan Mi Na.

Sinopsis Time Slip Dr. Jin episode 22

Jin Hyuk terus menunggui Mi Na di sampingnya. Mi Na tersadar, Jin Hyuk lega melihatnya.
“Aku… mengalami mimpi yang panjang dan aneh. Meski itu hanya mimpi, tapi seperti nyata.”aku Mi Na. Jin Hyuk menyuruh Mi Na agar tak terlalu banyak bicara dulu, Jin Hyuk pun beranjak pergi mengambilkan air.  “Tabib Jin.”panggil Mi Na, terhenyak dan Jin Hyuk pun menghentikan langkahnya.
“Mi Na…Tadi kau bilang apa?”tanya Jin Hyuk.
“Panggilanku untuk Oppa dalam mimpiku…Tabib Jin.” Jin Hyuk terkejut mendengarnya.
“Aneh, bukan? Aku tahu kau takkan percaya jika aku mengatakannya padamu, Oppa.”
“Tidak. Aku percaya dengan perkataanmu itu.” Mi Na terharu mendengarnya, ia pun mengucapkan terima kasih dan meminta maaf.

Sinopsis Time Slip Dr. Jin episode 22

Jin Hyuk datang ke lokasi syuting yang berseting kerajaan. Nampaknya Jin Hyuk datang ke istana yang dipakai syuting. Jin Hyuk pun berdiri memandang hamparan istana kerajaan sama seperti yang dilakukannya semasa di Joseon. Tetiba di sampingnya sudah berdiri P. Heung Seon yang menyapanya.
“Inikah Joseon, 150 tahun yang akan datang?”tanya P. Heung Seon, yang diiyakan Jin Hyuk.
“Semua orang terlihat bebas dan tanpa beban. Mereka sungguh bahagia.”guman P. Heung Seon.
“Di sini ataupun di sana, emosi manusia seperti kegembiraan, kemarahan, dan kebahagiaan, sama saja.”ujar Jin Hyuk, lalu menanyakan Joseon yang diimpikan P. Heung Seon, apakah beliau sudah berhasil menyelesaikannya. P. Heung Seon bertanya apa Jin Hyuk ingin tahu?, diiyakan Jin Hyuk.
“Kalau begitu, kembalilah ke duniaku. Akan kutunjukkan padamu Joseon yang kubuat.”
Jin Hyuk ingin, tapi nampaknya itu sulit karena di dunianya ada seseorang yang harus ia lindungi.
P. Heung Seon pun mengerti. “Bagaimanapun, kau adalah orang dari dunia ini. Tabib Jin, aku akan sangat merindukanmu.”ucapnya. Begitu pula dengan Jin Hyuk, ia tak akan melupakan P. Heung Seon.

P. Heung Seon beranjak pergi, Jin Hyuk memanggilnya.
“Tuan. Tahun berapa sekarang?”tanya Jin Hyuk, bercanda seperti awal pertemuan keduanya.
“Tentu saja sekarang tahun ke-10 Ham Pung, tahun Gyeong Sin, dasar bodoh!”jawab P. Heung Seon, yang bernada sama seperti jawabannya saat keduanya bertemu. Keduanya tertawa kecil penuh senyuman.
”Selamat tinggal 100 nyang.”ucap P. Heung Seon lalu berlalu pergi. Jin Hyuk memandang bayangan kepergian P. Heung Seon yang menghilang di depan para crew yang syuting di pelataran istana.
“Aku tidak menanyakan padanya bagaimana keadaan Young Rae Agassi. Jika Mi Na selamat dan hidup di sini, dengan demikian Agassi juga pasti akan bahagia di dunia tempat ia berada.”
Sinopsis Time Slip Dr. Jin episode 22

Kini Jin Hyuk sudah di samping Mi Na dengan cincin di tangannya. Jin Hyuk mengungkapkan kalau hari di mana Mi Na mengalami kecelakaan sebenarnya ia ingin resmi melamarnya. Lalu Jin Hyuk menyematkan cincin itu dijari manis Mi Na. Keduanya pun tersenyum bahagia.

+++Tamat+++

Written by Yohana [FB | Twitter]
Image by Ari [Twitter | G+]
Only posted on pelangidrama.net
DON’T REPOST TO OTHER SITE!!

Thanks for reading with us ^^

Author comment:

Asri : Gumawo sudah mengikuti Dr. Jin sampai akhir, walau harus molor lamaaa sekali. Kamhsahmida, walau Dr. Jin terbilang drama yang kurang  dominan dalam masalah rating, segi cerita yang diadaptasi dari dorama Jepang yang berjudul Jin cukup apik, mengangkat tema sejarah Joseon raja muda terakhir kerajaan Joseon. Semoga masih setia dengan pelangi drama selalu. d^^b

Yohana : Akhirnya selesai juga… Bingung mo comment apa, hehe.. Nonton drama ini jadi sedikit belajar tentang sejarah dan memandang sejarah dari sudut pandang yang berbeda. Gomawo Ari, Asri & Ganis kerjasamanya. Sampai jumpa di project selanjutnya. Btw saya belum sempat liat versi doramanya, haha 😀

Ganis: –

Ari : Hahaha, akhirnya setelah jatuh bangun menyelesaikan project ini kelar juga, gomawo yo buat Ganis dan Yohana atas bantuannya, akhirnya kita berhasil juga merampungkannya ya as. Ini drama kedua beloved ahjusi kita yang selesai hihihi. Walaupun endingnya membuat orang keblinger tetapi tetap saya ucapkan terimakasih untuk Time Slip Dr. Jin yang telah mengenalkan saya dengan versi aslinya hahaha. Yang terpenting kalau menonton ini jangan dibandingkan dengan versi doramanya ya :D. Yosh, sekian sampai bertemu di IRIS 2 atau SBDH, dokter Ahn I’m coming huakaka.

Iklan

[Sinopsis K-Drama] Time Slip Dr. Jin Episode 21

 Sinopsis Time Slip Dr. Jin Episode 21

Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya Choon Hong memberitahu tahu Jin Hyuk kalau Mi Na sudah meninggal. Jin Hyuk tak sempat mendengar penjelasannya Choon Hong karena Choon Hong keburu meninggal. P. Agung Heung Seon yang masuk, terhenyak melihat pemandangan di hadapannya.

~Sinopsis Time Slip Dr. Jin Episode 21~

Di tepi laut acara penguburan Choon Hong hanya dihadiri orang2 terdekat pihak sekutu P. Agung Heung Seon, Young Rae dan beberapa gisaeng sahabatnya. Semua nampak tak kuasa menahan kesedihan. Jin Hyuk berguman kalau perjalanan terakhir Choon Hong sangatlah sepi. P. Agung Heung Seon menimpali kalau harapan terakhir Choon Hong memang ingin pergi dengan tenang tanpa meninggalkan apapun.

Sinopsis Time Slip Dr. Jin Episode 21

P. Agung Heung Seon dan Jin Hyuk  memandang jenasah Choon Hong yang dihanyutkan dengan peti bertabur bunga. “Karena dia sebatang pohon plum yang mekar di jalanan. Dia berguguran dengan tenang layaknya kelopak bunga.”batin P. Agung Heung Seon, yang juga teringat impian Choon Hong jika ada dunia lain ia ingin hidup sebagai wanita normal bukan seorang gisaeng.
“Itu benar, Choon Hong. Di dunia yang lain,bukan sebagai bunga di jalan (gisaeng, yang bisa dipetik oleh siapapun) namun sebagai wanita normal dicintai oleh pria yang kau cintai,hiduplah seperti itu.” Teringat dukungan Choon Hong, P. Agung Heung Seon bertekad akan membalaskan dendam atas kematian Choon Hong dan memastikan ia akan menjadi pemimpin Joseon.

Jin Hyuk berjalan gontai, ia teringat pesan Choon Hong yang mengatakan kalau Mi Na sudah meningal. Jin Hyuk tak kuasa membayangkan jika itu benar terjadi. Ia pun teringat kebersamaannya dengan Mi Na.

Dae Gyun memarahi suruhannya, kenapa yang mati malah Choon Hong bukan Jin Hyuk. Tanpa sengaja Kyung Tak berada tak jauh di sana, Dae Gyun pun menghentikan omelannya dan menyuruh suruhannya pergi. Dae Gyun melanjutkan langkahnya bersikap seolah terjadi apa-apa. “Kenapa kau bertindak gegabah seperti itu lagi?”sindir Kyung Tak. Dae Gyun cuek saja malah balas menyindir Kyung Tak.
“Karena kau bisa memanggilnya Ayah, sekarang tak ada lagi yang kau takutkan.”
Kyung Tak mengingatkan kalau ayah mereka memarahi Dae Gyun karena kecerobohannya sendiri, jadi jika ayah mereka tak memberi izin, Dae Gyun tak boleh melakukan apapun. Dae Gyun memberitahukan kalau itu memang perintah ayah mereka.
“Kau pikir kau satu-satunya yang mendapat perintah rahasia dari Ayah?”balas Dae Gyun, Kyung Tak terhenyak. “Kenapa? Kau pikir aku tak tahu? Sepertinya kau akan sangat sibuk jadi mata-mata di mana-mana.”sindirnya. Dae Gyun secara gamblang mengatakan ia juga mencurigai Kyung Tak, sebenarnya Kyung Tak dimana pihak mana?. Ia tak percaya Kyung Tak di pihak ayahnya.

Sinopsis Time Slip Dr. Jin Episode 21

Menteri Kim keluar ruangan menghentikan ketegangan kedua kakak-adik ini.  Dae Gyun segera merajuk ke ayahnya kalau Kyung Tak tak menyukai rencana ayahnya.
“Dia menatapku dengan kemarahan di matanya karena aku mencoba membunuh Tabib Jin.”
Menteri Kim memberikan alasan ke Kyung Tak dengan ibarat walau mereka memiliki obat di tangan mereka jika orang lain memilikinya bisa jadi racun. Maksudnya jika Jin Hyuk berada di pihak Pangeran Heung Seon, Jin Hyuk bisa menjadi racun bagi mereka.
“Apa? Apa aku terlalu kurang perhitungan?”tanya Menteri Kim.
“Bukan itu maksud saya, tapi ..”ucap Kyung Tak namun dipotong Menteri Kim. Menteri Kim menyahut bukan Jin Hyuk yang meninggal tapi Choon Hong. Seraya pergi Menteri Kim menyayangkan mereka kehilangan gisaeng terbaik di Joseon.
“Itulah maksudku. Dia wanita yang hebat…”sahut Dae Gyun namun mendapat tatapan tajam dari ayahnya, ia pun segera meminta maaf.
“Tak ada satupun yang bisa kau lakukan dengan baik.” haha, apapun yang dilakukan Dae Gyun gagal maning, gagal maning son.

Sinopsis Time Slip Dr. Jin Episode 21

Di pinggir tebing Jin Hyuk teringat awal ia timeslip ke Joseon. Sambil duduk ia memikirkan apa sebenarnya tujuannya datang ke Joseon. Tiba-tiba Mi Na sudah duduk di samping Jin Hyuk. Selama ini Jin Hyuk berpikir kalau ia terlempar ke masa Joseon untuk menyelamatkan Mi Na. Jin Hyuk menjadi galau. “Tapi jika kau sudah tak ada…Untuk apa lagi aku kembali? Sebenarnya apa yang kulakukan di sini?”tanya Jin Hyuk sembari memandang ke arah Mi Na. Jin Hyuk melihat halunasi  Mi Na yang berkaca-kaca dan ketika Jin Hyuk hendak menyentuhnya, bayangan Mi Na pun menghilang. Karena galau dan gundah gulana dengan nasibnya di Joseon, Jin Hyuk berdiri di pinggir tebing.
“Apa yang akan terjadi jika aku melompat dari sini? Baiklah. Jika aku akan menghilang, mungkin lebih baik begitu..” Jin Hyuk mulai mendekati bibir tebing, tetiba datang Young Rae menghentikan Jin Hyuk.

Sinopsis Time Slip Dr. Jin Episode 21

“Jangan, Tabib Jin! Jangan!”pinta Young Rae seraya menahan Jin Hyuk dari belakang. Jin Hyuk menyuruh Young Rae melepaskannya namun Young Rae menolak. Young Rae bertanya kenapa Jin Hyuk bersikap seperti itu.
“Dari awal seharusnya aku tidak datang ke sini. Orang yang seharusnya menghilang dari sini, adalah aku.” Young Rae kembali bertanya apa Jin Hyuk tak memikirkan orang yang menunggunya. “Mi Na…Seseorang yang ada di masa depan…Dia pasti menunggumu untuk kembali. Setidaknya demi orang itu, tidakkah seharusnya Anda kembali dengan selamat?”
Jin Hyuk melepaskan pegangan Young Rae, dan mengatakan kalau tak ada alasan lagi untuknya kembali atau tetap di Joseon.
“Kenapa tidak? Kenapa tidak?”
“Orang itu sudah…”jawab Jin Hyuk namun terhenti.

Di depan rumah P. Heung Seon, pejabat Lee menunggu dengan gelisah si empunya rumah.
P. Heung Seon datang bersama Young Hwi tentu saja tak menyangka pejabat Lee menunggunya. Pejabat Lee memberitahu P. Heung Seon agar segera ke istana karena ada pesan dari Pulau Ganghwa yang mengabarkan bahwa kapal perang Perancis sudah terlihat. P. Heung Seon kaget, Young Hwi terhenyak. Pejabat Lee menambahkan bukan hanya satu atau dua yang terlihat tapi sekitar 10 kapal perang. “Akan terjadi perang.”guman Young Hwi.
“Pada akhirnya…Jadi pada akhirnya, kita tak bisa mencegah perang?”sahut P. Heung Seon.

Sinopsis Time Slip Dr. Jin Episode 21

Kini Jin Hyuk duduk tenang bersama Young Rae di pinggir tebing.
“Jika aku di dunia ini, dan aku yang lain di dunia yang lain bernasib sama, pada akhirnya, Nona Young Rae akan meninggal seperti Mi Na.”pikir Jin Hyuk seraya memandang ke arah Young Rae. Tapi Jin Hyuk tak tahu kapan dan bagaimana itu terjadi. Tetiba Young Rae menanyakan penyebab kecelakaan Mi Na. Karena Young Rae ingin tahu, Jin Hyuk pun menceritakannya. “Pada hari itu, dia sangat marah padaku. Jadi, setelah dia bertengkar denganku, dia pun pergi…”ungkap Jin Hyuk. Young Rae pun paham kalau itu pasti membuat Jin Hyuk lebih terluka. Young Rae juga menanyakan apa kata terakhir yang Mi Na ucapkan. Jin Hyuk mengatakan kalau Mi Na bilang mereka bisa bertemu lagi.
“Anda akan bertemu lagi dengannya.”ucap Young Rae sumringah. “Ketika Anda kembali, mungkin dia sudah terbangun.” Jin Hyuk menimpali kalau itu malah bisa jadi sebaliknya.
“Tidak mungkin. Asal Anda sungguh-sungguh berdoa untuk kesembuhannya, dia pasti sadar kembali. Jadi, sampai Anda bisa kembali, jangan memikirkan apapun. Anda mengerti?”pesan Young Rae lalu beranjak pergi.

Sinopsis Time Slip Dr. Jin Episode 21

Di balairung istana, semua pejabat berkumpul. Young Hwi memaparkan situasi di pulau Ganghwa saat ini, perbandingan dengan kapal Perancis dan pasukan yang berjaga di sana. Tentu saja ini merupakan sasaran empuk bagi Menteri Kim dan kroni-kroninya untuk menekan P. Heung Seon. Menyalahkan P. Heung Seon atas kebaikan P. Heung Seon membiarkan penganut Katolik menjadi petunjuk jalan penjajah. Mereka bersikukuh kalau saja P. Heung Sein tak melepaskan orang-orang Katolik itu, hal ini takkan terjadi. Tapi Young Hwi menjelaskan bukan itu alasannya, hal itu terjadi karena mereka menganiaya para penganut Katolik.
“Aku tak yakin jika rakyat Joseon akan berpikir begitu.”ujar Menteri Kim, P. Heung Seon hanya bisa menatap tajam ke arah Menteri Kim.

 

Pejabat Lee menengahi kalau sekarang bukan saatnya saling menyalahkan. Menteri Kim berkilah kalau ujuk rasa rakyat Joseon ditujukan untuk P. Heung Seon yang telah membebaskan orang-orang Katolik dan menyebabkan situasi ini. Jadi jika mereka kalah P. Heung Seon harus bertanggung jawab. Hal itu diiyakan semua pejabat pendukung Menteri Kim, P. Heung Seon  makin terdesak. Young Hwi membela kalau semua tanggung jawab itu tak bisa dilimpahkan semuanya pada P. Heung Seon. Tak ingin dua kubu (pendukung dirinya dan Menteri Kim) saling adu pendapat, P. Heung Seon menegaskan kalau ia akan bertanggung jawab.
“Aku akan bertanggung jawab! Bukankah sudah cukup jika aku yang bertanggung jawab?” Menteri Kim tersenyum mendengarnya, tentu saja hal itu yang diinginkannya. Tapi tidak dengan pejabat Lee yang mengkhawatirkan keputusan P. Heung Seon.
“Dengan segala kemungkinan, jika kita kalah dalam peperangan ini, aku akan bertanggung jawab dan mundur dengan terbuka.”tegas P. Heung Seon. Menteri Kim makin sumringah dan mengatakan kalau P. Heung Seon harus menepati janji yang sudah disaksikan seluruh pejabat istana itu.
“Tentu saja! Namun, aku takkan pernah mundur.”balas P. Heung Seon dengan optimis.

Sinopsis Time Slip Dr. Jin Episode 21

Seperti biasa Menteri Kim dan kroni-kroninya berkumpul di kediamannya membahas masalah tadi. Beok Yi khawatir kalau mereka berhasil memenangkan perang. Tabib Yoo menambahkan jika itu terjadi, seakan mereka memberikan sayap pada P. Heung Seon. Dae Gyun menyahut hal itu tak boleh terjadi, bagaimanapun mereka tak boleh memenangkan perang. #sempit banget ni pemikiran Dae Gyun negara kok nggak boleh menang perang haha.
“Lalu, kalian semua ingin kita kalah dalam peperangan ini?”celetuk Kyung Tak yang sedari tadi diam saja. Kyung Tak memaparkan jika mereka kalah dalam peperangan seperti yang terjadi di Cina maka akan ada campur tangan dari Perancis dalam pemerintahan mereka.  Jadi yang harus jadi prioritas adalah untuk mempertahankan negara. Belum selesai Menteri Kim sudah memotong kata2 Kyung Tak. Menteri Kim bertanya jika mereka memenangkan peperangan apa keuntungan yang mereka dapat? Kyung Tak terhenyak mendengar kata2 ayahnya. “Apa hebatnya negara ini, jika tak bermanfaat bagi keluarga kita? Negara ini tak boleh menang. Jika tidak, kita tak akan mampu menghancurkan sayapnya dengan mudah!”tegas Menteri Kim. Mereka tidak ingin menang karena jika menang hal itu hanya akan menguntungkan P. Heung Seon.

Sinopsis Time Slip Dr. Jin Episode 21

Kyung Tak dengan lesu menuju kamarnya, ia pun mengambil surat Jin Hyuk untuk P. Heung Seon yang diambilnya. Membaca surat itu, Kyung Tak sadar semua yang dituliskan Jin Hyuk benar adanya. Tetiba Menteri Kim masuk ke kamar Kyung Tak. Kyung Tak segera menyembunyikan surat tadi ke dalam bajunya. Kyung Tak menanyakan maksud kedatangan ayahnya. Ternyata maksud kedatangan Menteri Kim untuk menanyakan isi surat tentang masa depan yang Jin Hyuk berikan pada P. Heung Seon yang dihancurkan Kyung Tak. Menteri Kim mengira Kyung Tak pasti sudah membacanya dan hasil perang juga tertulis di sana.  “Apa yang tertulis di sana?”tanya Menteri Kim, Kyung tak menjawab mereka akan menang. Menteri Kim terhenyak mendengarnya. #ngakk sesuai dengan keinginannya hehehe.
“Di surat itu tertulis jika nantinya armada Perancis akan menarik diri.”jelas Kyung Tak.
Mendengar kata menang, Menteri Kim terpikir kalau hanya ada satu cara untuk mengakhiri peperangan di istana. Sebelum beranjak pergi Menteri Kim menanyakan apa yang akan terjadi dengan keluarga mereka. Kyung Tak hanya diam mengalihkan pandangannya.
“Aku rasa aku sudah mendengar jawabanmu.”ucap menteri Kim lalu melangkah pergi namun terhenti mendengar kata2 Kyung Tak.
“Sejarah yang diketahui Tabib Jin dan sejarah yang kita buat akan berbeda.”tukas Kyung Tak. Menteri Kim mengiyakan dan mengatakan memang harus berbeda lalu keluar kamar Kyung Tak.

Di Rumah Sakit Kerajaan, para tabib sibuk berdiskusi. Jin Hyuk yang tiba bersama Young Rae menanyakan apa yang terjadi karena suasana di istana terlihat sedikit aneh. Tabib Heo pun memberitahu kalau terjadi perang di dekat Pulau Ganghwa. Jin Hyuk dan Young Rae kaget mendengarnya. Tabib Heo menjelaskan kalau kapal perang barat menyerang ke sana dan mereka menembakkan meriam. Jin Hyuk segera menanyakan apa yang P. Heung Seon lakukan sekarang.
“Oh, saat ini, beliau menggerakkan tentara ke pulau Ganghwa, dan rumah sakit istana juga akan mengirimkan tabib ke sana.”jawab Tabib Heo. Rumah sakit istana tak punya pilihan lain selain mengirim sebagian ke sana karena banyak pasukan yang sekarat, namun jumlah tabibnya tak memadai.

Sinopsis Time Slip Dr. Jin Episode 21

Setelah Tabib Heo beranjak keluar, Young Rae mengatakan pada Jin Hyuk pasti ada kesalahanpahaman di antara mereka. Young Rae berkeinginan membujuk pendeta Ridel namun Jin Hyuk melarangnya. “Kau tidak boleh ke sana!”larang Jin Hyuk.
“Banyak orang tak berdosa mati sia-sia.Jika itu tak berhasil, setidaknya saya bisa merawat pasukan yang terluka…”ujar Young Rae memberi alasan. Jin Hyuk keukeuh melarang Young Rae terlibat. “Apa kau akan membahayakan dirimu lagi?”
“Saya tahu Anda mengkhawatirkan saya, tapi meskipun di sana berbahaya, haruskah saya terus menghindar setiap saat?”ujar Young Rae memberi alasan. Young Rae menambahkan selain itu ia adalah tabib yang harus menyelamatkan nyawa orang lain yang berharga.
“Tak peduli kau tabib atau bukan, dengarkan aku baik-baik. Mulai sekarang, kau hanya boleh memikirkan dirimu sendiri! Jangan pikirkan orang lain. Jika tidak, kita tak tahu apa yang akan terjadi padamu.”papar Jin Hyuk dengan penuh kekhawatiran. Jin Hyuk melarang Young Rae mirip seperti ia melarang Mi Na sesaat sebelum kecelakaan. Young Rae yang tak mengerti, menanyakan apa yang akan terjadi?. “Maksudku kau bisa mati. Kau mengerti?” Young Rae masih tak mengerti, Jin Hyuk beralasan itu semua bisa terjadi jadi Jin Hyuk memohon dengan sangat pada Young Rae.

Sinopsis Time Slip Dr. Jin Episode 21

Rencana Menteri Kim ternyata menculik Raja. Tabib Yoo mengingatkan kalau itu terlalu berbahaya. Menteri Kim beralasan kalau itu cara yang paling cepat dan pasti karena mereka tak punya waktu untuk terus bermain-main dengan P. Heung Seon.
“Kita harus menangkap Raja dan memaksanya menulis pernyataan bahwa dia akan turun tahta, lalu segera menobatkan seorang Raja baru dari pihak kita!”tegas Menteri Kim.
Kyung Tak menginterupsi apa mereka harus bertindak sejauh itu? Kyung Tak beralasan saat terjadi perang seperti ini sesuatu terjadi pada Raja, negara itu sendiri yang akan kebingungan. “Jika kita tidak melakukan ini, klan kita takkan bisa bertahan hidup! Apa kau tak keberatan?”tanya Menteri Kim, Kyung Tak terdiam. Dae Gyun mencibir kalau Kyung Tak tidak memikirkan klan mereka karena Kyung Tak bergaul dengan orang-orang P. Heung Seon.
Tabib Yoo bertanya bagaimana cara mereka menculik Raja, dalam keadaan perang sudah pasti pengamanan istana pasti lebih ketat dari sebelumnya. Menteri Kim berpikir akan lebih mudah kalau hal itu dilakukan di luar istana. Dengan melemparkan gulungan kertas ke tabib Yoo, Menteri Kim mengungkapkan kalau mereka akan memancingnya dengan surat palsu yang menceritakan rahasia masa depan. Kyung Tak terkejut mendengarnya.  Menteri Kim memerintah mereka menuliskan ‘malam ini, Raja akan diracun hingga mati.’

Dae Gyun memuji ide brilian ayahnya, namun Kyung Tak menyangsingkan apa begitu mudahnya P. Heung Seon percaya. “Karena dia tak pernah membacanya, tak masalah apapun yang tertulis di sana.”elak Menteri Kim.  Kyung Tak beralasan P. Heung Seon pasti tahu kalau suratnya hilang. Menteri Kim meyakinkan, walaupun begitu P. Heung Seon pasti tak akan mengabaikannya, karena sejatinya sifat manusia itu mudah melupakan kata2 yang indah namun perkataan yang buruk tak mudah dilupakan. Namun Kyung Tak masih ragu, ia berpikir kalau rencana ayahnya masih terlalu gegabah.
Menteri Kim marah, karena kini Kyung Tak berani membantah rencananya. “Sejak kapan kau berani mengomentari rencanaku?”teriaknya, Kyung Tak pun terdiam. Menteri Kim menegaskan bagaimana pun caranya mereka harus membuat Raja keluar dari istana.
Dae Gyun mencoba menarik simpatik Menteri Kim, ia mencoba mengingatkan agar ayahnya berhati-hati pada Kyung Tak. Menteri Kim tak terbujuk kata2 Dae Gyun, ia malah menyuruh Dae Gyun memikirkan urusannya sendiri.
“Mungkin kata-katanya tak sesuai keinginanmu, tapi dia tidak salah.”ujar Menteri Kim lalu berlalu pergi.

Dae Gyun hanya bisa mengomel-ngomel di depan Beok Yi dan tabib Yoo. Dae Gyun tak terima diperlakukan seperti itu padahal ia anak tertua ditambah Kyung Tak yang anak selir mulai berani merendahkannya. Beok Yi malah makin mengkompori bisa saja Menteri Kim mengangkat Kyung Tak menjadi pimpinan klan. Dae Gyun yang tak terima menyuruh Beok Yi diam. Tabib Yoo menyeletuk  kalau alasan Kyung Tak masuk akal juga.  Dae Gyun terhenyak dan bertanya apa kini tabib Yoo sedang memanas-manasi suasana. Tabib Yoo beralasan ia mengatakan itu karena ia merasa prihatin pada Dae Gyun, sampai kapan Dae Gyun akan diabaikan.
“Bagaimanapun, orang yang harus jadi pimpinan klan Andong Kim adalah Anda, Tuan. Anda harus melindungi apa yang menjadi hak Anda. Kami semua bergantung pada Anda, Tuan. Namun jika ada yang tak beres…”tegas tabib Yoo namun segera dipotong Beok Yi. Beok Yi menyela kalau itu tak boleh terjadi, karena jika terjadi mereka semua tak akan memiliki koneksi untuk mencapai kekuasaan. Tabib Yoo menambahkan oleh sebab itu mereka harus mencari jalan keluar.

Sinopsis Time Slip Dr. Jin Episode 21

Kyung Tak  mengembalikan ‘surat’ palsu peninggalan Jin Hyuk ke tempat semula. Saat akan beranjak keluar ia bertemu dengan Yong Hwi yang kebetulan masuk. Young Hwi bertanya apa yang dilakukan Kyung Tak di sana. Kyung Tak menjawab kalau ia datang untuk mencari P. Heung Seon.  Young Hwi memberitahu kalau P. Heung Seon pergi ke kediaman Raja. Kyung Tak paham, Young Hwi kembali bertanya apa ada yang ingin Kyung Tak sampaikan. “Aku hanya ingin tahu tentang situasi pulau Ganghwa.”jawab Kyung Tak.  “Apa kau mendengar berita dari sana?”tanyanya. Young Hwi menjawab kalau situasinya kurang baik dan mereka masih berjuang. Kyung Tak mengerti ia pun pamit, dan beranjak pergi namun ditahan Young Hwi. Kyung Tak bertanya apa Young Hwi masih tak mempercayainya. Young Hwi balik bertanya apa yang harus ia lakukan.
“Aku tidak memintamu untuk percaya padaku.”ucap Kyung Tak.
“Sekarang aku bertanya padamu. Apa yang akan kau lakukan, jika kau di posisiku?”tanya Young Hwi. Kyung Tak menjawab ia akan membunuh Young Hwi saat itu juga.
“Sekarang aku yang bertanya. Apa yang akan kau lakukan, Young Hwi?”
“Aku…ingin melindungimu.” Kyung Tak terenyuh mendengarnya, namun ia menyembunyikannya. “Maafkan aku.”ucap Kyung Tak lalu berlalu pergi.

P. Heung Seon yang kembali ke ruangannya melihat surat yang menyembul dari laci. Ia pun mengambil dan membaca ‘surat’ palsu yang ditaruh Kyung Tak tadi.  P. Heung Seon terhenyak melihat surat yang berisi kalau Raja yang bertahta saat ini akan diracun.

Sinopsis Time Slip Dr. Jin Episode 21

Di lain tempat, Young Rae teringat kata2 Jin Hyuk bahwa kini tak ada alasan lagi dirinya kembali ke dunianya. Dan pesan Jin Hyuk melarangnya pergi karena ia bisa mati. Lamunan Young Rae buyar begitu melihat tabib Heo masuk, ia pun bertanya  apa ada sesuatu yang aneh di malam meninggalnya Choon Hong. Tabib Heo tak mengerti apa maksud Young Rae. Young Rae mengatakan kalau sikap Jin Hyuk terlihat berbeda sejak saat itu. Tabib Heo pun teringat sesuatu.
“Di hari meninggalnya Choon Hong, kebetulan aku mendengarnya dari luar. Dia mengucapkan sesuatu sebelum meninggal.” Young Rae bertanya apa tabib Heo mendengar apa yang mereka bicarakan. Tabib Heo menjawab kalau ia hanya bisa mendengar Jin Hyuk berteriak. Namun ia menyadari sesuatu dan berusaha mengingatnya. Tabib Heo pun teringat mereka membicarakan Mi Na, saking kagetnya Young Rae menjatuhkan mangkuknya. Young Rae beralasan kalau tangannya licin, tabib Heo pun membantu membereskan pecahan mangkuk tadi.  “Tapi, apa Anda yakin mereka membicarakan Mi Na?”tanya Young Rae,  tabib Heo mengiyakan dan bertanya siapa Mi Na. Young Rae menjawab kalau bukan siapa2 dan mempersilahkan tabib Heo pergi, karena ia akan membereskannya sendiri. Young Rae pun menyadari jika Mi Na meninggal maka dirinya juga akan meninggal, karena kurang hati2 jari Young Rae tergores pecahan mangkuk.

Jin Hyuk yang masuk mencari tabib Heo malah menemukan Young Rae yang terluka. Jin Hyuk pun segera memberi pertolongan pada Young Rae. Kini Young Rae menyadari alasan Jin Hyuk bersikap seperti itu. Young Rae menjadi salah tingkah, ia pun menolak bantuan Jin Hyuk karena ia bisa mengobatinya sendiri. Jin Hyuk hanya bisa menghela nafas melihat kepergian Young Rae.

Di luar Young Rae teringat perhatian Jin Hyuk mulai saat Jin Hyuk menyelamatkannya dari kebakaran sampai Jin Hyuk membantunya meloloskan diri bersama pendeta Ridel.
Dia tetap berusaha keras menyelamatkanku padahal aku sudah ditakdirkan mati? Tak akan kubiarkan dia melakukannya lagi.”

Sinopsis Time Slip Dr. Jin Episode 21

P. Heung Seon memberitahu Young Hwi perihal surat yang diterimanya, Young Hwi menangkan bisa saja itu informasi palsu. P. Heung Seon mengiyakan tapi jika itu benar,  kemungkinan itu ada. Karena kurang mengetahui informasi intelijen, Young Hwi bertanya apa tak ada cara untuk memastikannya. P. Heung Seon berpendapat jika ia langsung menanyakannya, pasti mereka akan menyangkal. Dipikir2 juga pasti banyak yang ingin mencoba membunuh Raja. Young Hwi kembali menenangkan kalau ia akan memperintahkan bagian dapur dan klinik istana agar lebih teliti memeriksa makanan dan obat-obatan. Selain itu, mereka akan memperkuat keamanan di sekitar kediaman Paduka Raja.
“Bahkan sepuluh pengawal pun tidak berdaya melawan seorang pencuri. Jika kabar ini benar, istana ini terlalu berbahaya.”celetuk P. Heung Seon, Young Hwi mengatakan kalau P. Heung Seon terlalu khawatir. P. Heung Seon pun memutuskan untuk beberapa hari Raja akan tinggal di kediaman ibunya.

Kyung Tak segera melaporkan hal itu pada ayahnya, Menteri Kim senang mendengarnya lalu menyuruh mereka melakukan rencana mereka diam2. Dae Gyun pun menyuruh Kyung Tak agar menghentikan tandu yang menuju ke kediaman ibunda Raja dan membawa Raja ke sana. Kyung Tak yang tadinya diam saja, kembali mengingatkan ayahnya agar mempertimbangkan sekali lagi rencana mereka. Karena jika gagal akan berakibat fatal.
“Waktu itu, saat kita kehilangan surat dari misionaris Perancis, apa mungkin itu perbuatanmu?”selidik Menteri Kim melihat keraguan Kyung Tak, Kyung Tak salah tingkah mendengarnya.  “Apa aku salah menilaimu? Aku selalu mempercayai kesetiaanmu.”pikir menteri Kim. Kyung Tak beralasan kalau ia hanya mengkhawatirkan ayahnya.
“Aku tak butuh kekhawatiranmu. Aku hanya butuh kesetiaanmu.”tegas menteri Kim. Mau tak mau Kyung Tak pun mematuhi perintah ayahnya.

Sinopsis Time Slip Dr. Jin Episode 21

P. Heung Seon menemui Jin Hyuk di Rumah Sakit Kerajaan. P. Heung Seon memberitahu sesuai apa yang dikatakan Jin Hyuk, perang telah dimulai.
“Bukankah kekuatan sejarah sangat menakutkan? Pada akhirnya, semuanya berjalan seperti yang sudah ditentukan. Mengetahui apa yang terjadi di masa depan ternyata memang sangat menakutkan.”ungkap P. Heung Seon. Yang diiyakan Jin Hyuk, akan lebih baik jika tidak mengetahuinya. Untuk terakhir kalinya P. Heung Seon bertanya pada Jin Hyuk tentang sejarah, ia bertanya apa yang terjadi dengan Myeong Beok.
“Yang Mulia Raja, apa dia sehat hingga nanti? Maksudku, apa dia baru meninggal di usia yang lanjut?”tanyanya. Jin Hyuk mengiyakan, P. Heung Seon pun mengucapkan terima kasih Jin Hyuk sudah menjawabnya.

Young Rae meminta ijin pada tabib Yoo, kalau dirinya akan pergi ke Pulau Ganghwa.
“Medan perang ini bukan tempat bermain! Sebagai wanita, apa yang bisa kau lakukan?”tanya tabib Yoo.  Young Rae meyakinkan kalau dirinya juga seorang tabib.
“Ketika saya memutuskan menjadi seorang tabib, saya punya impian untuk menolong orang-orang yang diabaikan namun membutuhkan perawatan.”tegas Young Rae.
“Demi impian remeh seperti itu, kau tidak keberatan kehilangan nyawa?”tanya tabib Yoo.
“Daripada merepotkan orang lain di sini, lebih baik saya mati seperti itu.”
Tabib Yoo pun memperbolehkan Young Rae pergi, sebelumnya Young Rae meminta agar kepergiannya dirahasiakan terutama dari Jin Hyuk.

Myeong Beok pamit pada ayahnya menuju kediaman ibunya. Myeong Beok diantar dengan tandu, dan beberapa pengawal. Tanpa mereka sadari, Kyung Tak dan kawan2nya mengikuti rombongan tandu yang membawa Raja. Di tengah jalan Kyung Tak, dkk mulai beraksi menyergap rombongan itu. Saat mereka membuka tandu, tandunya kosong. Tetiba Kyung Tak telah terkepung oleh pasukan Pal Yi dan Gye Bak. Kyung Tak menginstruksikan agar para anak buahnya lari, Pal Yi dan anak buahnya pun mengejar mereka. Tetiba Pal Yi terhenti ia berbicara dengan Kyung Tak yang bersembunyi dibalik tembok. Ternyata Kyung Tak tidak sepenuhnya benar2 menuruti perintah ayahnya.
Kyung Tak bertanya apa Raja sudah aman. Pal Yi menjawab kalau Raja aman meninggalkan istana dengan tandu berbeda.

Sinopsis Time Slip Dr. Jin Episode 21

Kyung Tak teringat saat Myeong Beok hendak meninggalkan istana. Kyung Tak datang menemui P. Heung Seon. P. Heung Seon bertanya apa yang dilakukan Kyung Tak. Kyung Tak minta agar dikirimkan tandu kosong, P. Heung Seon tak mengerti maksud Kyung Tak.
“Semuanya tipuan. Tak ada waktu! Jika Anda ingin menyelamatkan Yang Mulia, sebelum mereka mengetahuinya, turuti saja permintaanku.”papar Kyung Tak.

Kyung Tak kembali ke kediaman ayahnya dengan tangan kosong. Dae Gyun bertanya kenapa Kyung Tak kembali sendirian. Kyung Tak bilang kalau tandunya kosong. Dae Gyun yang berpikiran sempit, menuduh kalau Kyung Tak sudah membocorkan rencana mereka.
“Katakan padaku! Kau pasti memberi mereka petunjuk.”Dae Gyun sembari menodongkan pedang ke leher Kyung Tak. Kyung Tak membenarkan, Dae Gyun yang marah hendak menebas leher Kyung Tak namun terhenti saat menteri Kim memuji kinerja Kyung Tak. Dae Gyun syok, tak mengerti dengan jalan pikiran ayahnya. Menteri Kim tak mempedulikan Dae Gyun, ia pun bertanya pada Kyung Tak apa Raja sudah kembali ke istana. Kyung Tak mengiyakan.
“Karena ini, semua penjagaan akan difokuskan pada Raja. Pangeran Agung pasti ada di istana Eunyun sendirian.”pikir Menteri Kim. Kini Dae Gyun menyadari kalau itu semua sudah direncanakan ayahnya sejak awal dan tujuan mereka sebenarnya adalah P. Heung Seon.
“Aku sendiri yang akan ke Istana Eunyun untuk menangkap Pangeran Agung! Kumpulkan pengawal pribadi kita!”seru Menteri Kim.

Sinopsis Time Slip Dr. Jin Episode 21

Menteri Kim bersama para pengawal pribadinya beranjak ke istana kediaman P. Heung Seon untuk melakukan kudeta. Mereka pun sampa di istana, namun P. Heung Seon tidak ada di tempat. Menteri Kim terhenyak menerima laporan kalau P. Heung Seon tak ada. Kyung Tak yang menyadari tempat itu terlalu sepi mulai waspada, namun terlambat belum sempat mereka mundur pasukan istana balik mengepung mereka. Peperangan tak dapat dihindarkan, Kyung Tak memerintahkan anak buahnya mengawal ayahhnya. Kyung Tak menghalau Young Hwi yang hendak menyerang ayahnya, keduanya pun bertarung imbang. Seseorang memanah Kyung Tak saat ia hendak melarikan diri, panah melukai Kyung Tak . Young Hwi terkejut melihatnya, ia pun membiarkan Kyung Tak melarikan diri. Namun ternyata Young Hwi membututinya.

Sinopsis Time Slip Dr. Jin Episode 21

Di ruangan kerjanya, P. Heung Seon tertawa puas karena kini hidup Menteri Kim di tangannya. Beuh ternyata Dae Gyun yang melaporkan pemberontakan ayahnya. P. Heung Seon mengucapkan terima kasih atas jasa Dae Gyun. “Karena saya sudah menyelamatkan nyawa Yang Mulia dan nyawa Anda, tidak mungkin Anda akan mengkhianati saya, bukan?”selidik Dae Gyun. P. Heung Seon pun menanyakan apa keinginan Dae Gyun. Dae Gyun meminta agar P. Heung Seon melindungi harta kekayaan dan jabatannya di istana.
“Kau ingin menjatuhkan Penasehat Kerajaan, dan menjadi pimpinan klan Kim Andong.”tebak P. Heung Seon.
“Sudah terlalu lama Ayah mendududuki posisi itu. Posisi itu memang sudah seharusnya menjadi milikku. Memang apa salahnya jika saya mengambilnya lebih awal?”
“Penasehat Kerajaan memang memiliki putra yang sangat hebat. Hmm?”

Ternyata Young Hwi membawa Kyung Tak yang terluka parah ke Hwal Il Seo. Ia memanggill-manggil Jin Hyuk. Jin Hyuk segera menyuruh Young Hwi mengambilkan air, sementara dirinya memeriksa luka Kyung Tak. “Beruntung bila panahnya hanya menembus bagian kulit. Tapi jika melukai bagian lain seperti selaput perut atau organ lain, akan membutuhkan operasi besar. “
Kyung Tak ingin pergi, namun Jin Hyuk melarang Kyung Tak pergi dengan kondisi seperti itu.
Kyung Tak berteriak agar Jin Hyuk tak memeriksanya. “Kau benar-benar ingin mati?”seru Jin Hyuk.
“Jika aku memang akan mati…biarkan saja aku harus mati.” Tapi Jin Hyuk tak bisa membiarkan Kyung Tak mati begitu saja.
“Kenapa? Aku mencoba membunuhmu berkali-kali…”tanya Kyung Tak, walaupun begitu Jin Hyuk tetap akan menyelamatkanmu. Kyung Tak bertanya apa alasannya karena Jin Hyuk seorang tabib. Jin Hyuk membenarkan. “Nyawamu sama berharganya, jadi harus aku selamatkan! Setidaknya, demi Agassi kau harus hidup.” Walaupun begitu, Kyung Tak keukeuh menolak pengobatan dari Jin Hyuk. Lebih baik ia mati karena ia tak ingin berhutang nyawa pada Jin Hyuk.

Di ruangannya, Young Rae membereskan barangnya yang akan dibawanya pergi. Tetiba datang Jin Hyuk memberitahu kalau ada pasien yang harus Young Rae temui. Young Rae terhenyak saat diberitahu pasien yang harus diobatinya Kyung Tak. Jin Hyuk memakai Young Rae untuk mengobati Kyung Tak karena Kyung Tak menolak pengobatan darinya.

Sinopsis Time Slip Dr. Jin Episode 21

Di rumahnya, Menteri Kim benar2 galau menerima laporan. Anak buah yang setia pada Kyung Tak, kopral Jang datang. Memberitahu kalau sebagian besar anggota mereka tertangkap.
“Bagaimana dengan Dae Gyun dan Menteri Keuangan? Di mana Tabib Yoo?”berondong Menteri Kim yang kesal. Kopral Jang hanya terdiam, Menteri Kim mempertanyakan apa mereka juga sudah mengirim pesan untuk semua pihak mereka. Kopral Jang menjawab sudah, namun tak ada balasan dari mereka. Tak lama kemudian datang Pal Yi dan pasukannya hendak menangkap Menteri Kim. Melihat anak buahnya ditangkap tanpa perlawanan Menteri Kim geram setengah mati. Walau sudah kalah, menteri Kim masih bersikap angkuh dan sombong. Tetiba datang P. Heung Seon dengan santai menyapa menteri Kim.

Sinopsis Time Slip Dr. Jin Episode 21

Kyung Tak bersikeras menemui ayahnya walau kondisinya tak memungkinkan. Young Hwi berusaha memberi pengertian pada sahabatnya  kalau semua sudah berakhir.
“Dunia sudah berubah!”teriak Young Hwi. “Kenapa kau tidak meninggalkan payung Penasehat Kerajaan, dan bergabung denganku untuk mendirikan Joseon yang baru.” Young Hwi bertanya apa belum cukup Kyung Tak dimanfaatkan Penasehat Kerajaan selama ini?
Kyung Tak tertawa miris mendengarnya. “Jadi, maksudmu kali ini aku harus menjadi anjing Pangeran Agung?”tanyanya. Young Hwi tak mengerti jalan pikiran sahabatnya.
“Bagaimanapun…Jika aku harus mengabdi pada seseorang,aku akan memilih dia.”tegas Kyung Tak.
“Mengapa kau memilih hidup seperti ini? Apa ini jalan yang benar?”. Kyung Tak menjawab benar atau salah tak penting baginya. Karena takdirnya dimulai saat menteri Kim menggandeng tangannya menuju rumahnya.

Sinopsis Time Slip Dr. Jin Episode 21

Kyung Tak berusaha menahan sakit, Young Rae datang, Melihat kondisi Kyung Tak ia meminta kakaknya pergi karena ia akan mengobati Kyung Tak. Kyung Tak tetap menjaga harga dirinya ia hendak pergi, menolak menerima pengobatan dari Young Rae. Namun tubuh Kyung Tak tak bisa diajak kompromi, ia nampak kesakitan sekali.
“Keadaan Anda seperti ini, tapi Anda menolak diobati?”ujar Young Rae berkaca-kaca.  “Jika tak segera diobati, Anda bisa terkena infeksi dan meninggal karena hematosepsis.”
Kyung Tak bertanya, apa saat ini Young Rae khawatir dirinya mati. Young Rae sadar ia telah membunuh (menyakiti) Kyung Tak berkali-kali, jadi kali ini Young Rae sangat ingin menyelamatkan Kyung Tak. “Saya memang tak bisa mengobati luka di hati Anda, tetapi setidaknya, saya ingin mengobati luka di tubuh Anda. Ini satu-satunya cara yang bisa saya lakukan untuk membalas kebaikan Anda.”ungkap Young Rae. Itulah permintaan terakhir Young Rae. Akhirnya Kyung Tak luluh juga, Young Rae hendak mengambil obat biusnya namun dilarang Kyung Tak. Kyung Tak beralasan kalau ia ksatria jadi tak memperlukan obat bius, ia yakin bisa menahannya. Young Rae ragu mendengarnya.
“Di hadapanmu…aku tak ingin kehilangan kesadaranku.”ujar Kyung Tak.

Sinopsis Time Slip Dr. Jin Episode 21

Kini P. Heung Seon dan Menteri Kim berbicara berdua, P. Heung Seon menyerahkan tanaman anggrek yang dibawanya, karena ia melihat Menteri Kim sangat menyukai anggrek. P. Heung Seon berbasa-basi mengibaratkan kekuasaan Menteri Kim dengan aggrek.
“Sangat sulit untuk merawatnya. Anggrek bisa cepat mati hanya karena kesalahan kecil meski terawat dengan baik.” Menteri Kim mengelak, kalau dirinya merawat anggreknya dengan cukup baik.
“Tapi, sudah waktunya bagimu untuk mengganti potnya.”
“Kenapa kau tak mencabutnya saja? Apa yang kau tunggu?”tanya Menteri Kim. P. Heung Seon menjawab kenapa harus repot2, anggrek juga akan mati dengan sendirinya jika tak disirami. Selesai berbasa-basi, P. Heung Seon mulai memberikan penawaran. P. Heung Seon menawarkan akan menyelamatkan nyawa Menteri Kim tapi sebagai balasannya beliau ingin Menteri Kim diam-diam menarik diri dari dunia politik dan menghabiskan sisa hidupnya di rumah, merawat anggrek.
“Memohon demi nyawaku…”jawab Menteri Kim miris. Itulah penawaran terakhir yang bisa P. Heung Seon berikan pada Menteri Kim, ia akan memberi Menteri Kim waktu untuk memikirkannya. P. Heung Seon pun pamit pergi, namun Menteri Kim menahannya.
“Yang Mulia Pangeran Agung. Keluarga kami telah berkuasa selama 60 tahun. Berapa lama kau pikir dirimu akan bertahan? Bahkan Dong Bang Sak (tokoh mitos yang hidup selama 180.000 tahun tidak tahu kapan dia akan mati.) Mungkin itu tak hanya berlaku bagiku. Itu nasihat terakhirku untukmu.”pesan Menteri Kim. P. Heung Seon mengucapkan terima kasih, ia akan terus mengingatnya.

Di Hwal Il Seo, Young Rae mengobati Kyung Tak yang terkena panah. Kyung Tak menahan sakit saat Young Rae mulai mencoba mengeluarkan panah yang menancap di pinggiran pinggang.
Setelah berhasil mencabut panahnya, Young Rae tinggal menjahitnya karena panah tersebut tak sampai menembus selaput perut. Melihat Young Rae dengan telaten menjahit lukanya, Kyung Tak teringat pemikiran dan antusiasnya Young Rae dalam bidang pengobatan.
“Itukah sebabnya? Kau ingin menjadi tabib. Kau tabib yang hebat.”puji Kyung Tak. Young Rae pun mengatakan kalau ia tersanjung.
“Tidak. Aku telah menghalangimu menjadi tabib yang hebat dengan menahanmu di sisiku…”
Young Rae terenyuh, Kyung Tak pun menenangkan kalau lukanya akan segera sembuh jadi Young Rae tak perlu khawatir. Young Rae mengangguk mendengarnya.

Sinopsis Time Slip Dr. Jin Episode 21

Di kediamannya, Menteri Kim teringat penawaran yang diberikan P. Heung Seon.
Dengan tertatih-tatih Kyung Tak datang menemui ayahnya, Menteri Kim menyadari kedatangan putra walaupun matanya terpejam. “Apapun yang terjadi…kaulah satu-satunya yang setia padaku.Seharusnya aku…mendengarkan nasihatmu.”  Mendengar kata2 ayahnya, Kyung Tak menghunuskan pedangnya, dan mempersilahkan ayahnya memberikan perintah. Apakah ia harus membawa kepala atau memotong leher P. Heung Seon. Menteri Kim mengatakan kalau itu sudah terlambat. Kyung Tak bersikeras kalau itu belum terlambat, mereka belum menyelesaikannya.
Menteri Kim pun mengungkapkan kalau P. Heung Seon baru saja datang memberikan anggrek untuknya sebagai hadiah dan menyuruhnya hidup seperti tanaman.
“Apa yang harus kulakukan? Apa aku harus terus hidup dengan cara itu hingga tua…Atau…Haruskah aku mati?”tanya Menteri Kim pada anak satu2nya yang setia padanya. Dengan sisa tenaga yang dimilikinya, Kyung Tak memohon ke hadapan ayahnya.

“Saya mohon tetaplah hidup…Mohon tetaplah hidup… Ayah!”pinta Kyung Tak sembari berurai air mata. Menteri Kim terenyuh mendengar permintaan anaknya, yang sudah diperlakukannyan seperti anjing. Selama ini Kyung Tak selalu melakukan apapun yang diperintahkan ayahnya demi mendapatkan hati ayahnya. Menteri Kim bertanya selain semua alasan itu, alasan apa lagi yang membuat Kyung Tak ingin ayahnya tetap hidup.
“Ayah…Anda adalah alasan terakhir…bagi saya untuk tetap hidup.Bahkan alasan itu…hamba tidak ingin kehilangan alasan itu. Mohon tetaplah hidup.”pinta Kyung Tak yang sudah berurai air mata, menteri Kim terenyuh mendengar kata2 Kyung Tak.  Kyung Tak pun bersedia menjalani sisa hidup mereka dengan damai di desa, ia akan melindungi ayahnya sampai mati. Menteri Kim mengatakan setelah mendengarkan ide Kyung Tak, itu bukan ide buruk lalu meminta Kyung Tak membantunya berdiri.

Sinopsis Time Slip Dr. Jin Episode 21

Kyung Tak pun membantu ayahnya berdiri, namun setelah berdiri menteri Kim malah mengambil pistol yang tersembunyi dibalik baju Kyung Tak. Menteri Kim menggunakan pistol itu untuk menembak kepalanya sendiri, ternyata daripada menyerah menteri Kim memilih lebih baik mati bunuh diri. Menteri Kim tersenyum dihadapan Kyung Tak, ia pun ambruk. Kyung Tak berteriak meminta pertolongan, namun ayahnya menolak.
“Aku tak ingin memperlihatkan ini kepada siapa pun. Anakku…Meski sepertinya kau tidak mirip denganku…sebetulnya kita memiliki banyak persamaan. Itulah sebabnya,kau…orang yang paling kutakuti.”ungkap Menteri Kim dipangkuan Kyung Tak. Lalu sebelum menghembuskan nafas terakhirnya Menteri Kim berpesan agar mulai sekarang Kyung Tak hidup demi dirinya sendiri.
“Pelukanmu…sangat hangat.Kyung Tak…”ucap Menteri Kim lalu menghembuskan nafas terakhirnya. Kyung Tak hanya bisa menangisi kepergian ayahnya.

Sinopsis Time Slip Dr. Jin Episode 21

Mendapat laporan dari Young Hwi tentang kematian Penasehat Kerajaan, P. Heung Seon hanya bisa menyayangkan jalan yang dipilih Penasehat Kerajaan.

Jin Hyuk terkejut begitu tahu dari tabib Heo kalau Young Rae pergi ke pulau Ganghwa. Jin Hyuk teringat Mi Na di masa depan, monitor pendektesi kehidupannya berhenti.

Di pulau Ganghwa, Young Rae membantu prajurit dan rakyat yang terluka dibawah serbuan meriam dari tentara Perancis.

Sinopsis Time Slip Dr. Jin Episode 21

Di Istana, Pejabat Lee melaporkan kondisi di Pulau Ganghwa.  Bahwa  tentara Perancis telah menguasai dermaga Ganghwa dan sekitarnya. Bahkan mereka juga mencuri ratusan buku di perpustaakan Kerajaan Oe Gyu Jang Gak, begitu juga persenjataan dan persediaan makanan. Daerah yang tersisa pun hanya kota Jeong Juk San Seong. Ditambah lagi, pasukan yang tersisa hampir tak bisa bertahan, entah sampai kapan mereka mampu bertahan karena musuh terus menerus menyerang.  Menteri Keuangan, Beok Yi menyela  jika sungai Han dihadang mereka tak akan bisa bisa menerima beras dan bahan lainnya. Ditambah berita orang Barat akan segera menyerang ibukota sudah tersebar.
Dae Gyun menambahkan siapa yang akan bertanggung jawab atas semua itu?, dan yang harus bertanggang jawab untuk itu adalah P. Heung Seon. Pejabat Lee berusaha melerai daripada mereka saling lempar tanggung jawab lebih baik menyusun rencana mengirim bantuan, Dae Gyun bersikeras kalau sejak awal mereka sudah salah. Tak ingin terjadi perdebatan yang pelik, P. Heung Seon mengatakan kalau ia akan bertanggung jawab dan ia sendiri yang akan memimpin pasukan bala bantuan ke Pulau Ganghwa dan mengusir orang Barat. Dae Gyun tersenyum puas dengan tindakan yang diambil P. Heung Seon.

Sementera itu di Pulau Ganghwa, pasukan Perancis terus menyerang dengan meriam yang bertubi-tubi. Young Rae berusaha mengendong seorang anak kecil yang menangis ketakutan karena tembakan meriam yang terus meluncur. Di Hwal Il Seo, Jin Hyuk terduduk tak percaya dengan apa yang akan terjadi.

+++bersambung+++
Thanks to IDWS dan MINDS
Written and Images by Ari [G+ | Twitter]
Only Posted on pelangidrama.net
DON’T REPOST TO OTHER SITE/Fanpage FB!!
 Please be patient!!! don’t ask next episode! OK! 
 

[Sinopsis K-Drama] Time Slip Dr. Jin Episode 20

Sinopsis Time Slip Dr. Jin Episode 20
~Sinopsis Time Slip Dr. Jin Episode 20~
 
Secara mengejutkan Pangeran Heung Seon mengatakan akan menarik diri dari dunia perpolitikan. Tentu saja Jin Hyuk terkejut bukan kepalang? P.  Heung Seon tertawa pahit, inilah yang mereka inginkan. Ia tetap akan disalahkan karena membuat perjanjian dengan pihak asing, terutama dari pihak Menteri Kim. Dan ini akan mengganggu posisi sang Raja yang merupakan anaknya.

“Apa kau akan semudah itu akan menyerah?” tanya Jin Hyuk. “Walaupun anda mundur, penganiayaan terhadap penganut Katholik akan terus berlanjut!”
P. Heun Seong menatap lekat Jin Hyuk, ia rela berkorban demi negaranya dan sang Raja.

Time Slip Dr. Jin Episode 20

Terlihat para penganut Katholik diseret ke penjara, termasuk Young Rae. Sedang, Jin Hyuk termangu, melihat sejarah berbeda, tak  sesuai dengan ingatannya dulu dengan lengsernya P.  Heung Seon. “Apakah akan terjadi hasil yang berbeda?”

Sedang, di kediamanan Menteri Kim, para pendukungnya merasa menang dengan keputusan P.  Heung Seon. Mereka pun menyambutnya dengan gelak tawa. Sedang di ujung, terduduk Kyung Tak tanpa suara seperti biasa.  Menteri Kim menyuruh mereka untuk menyimpan surat pernjanjian (yang digunakan untuk menjatuhkan P. Heung  Seon).

Time Slip Dr. Jin Episode 20

Di rumah gibang, Menteri Lee kesal karena orang-orang P.  Heung Seon tidak datang pada perjamuan yang diadakan oleh P.  Heung Seon. “Para tikus yang pertama kali akan meninggalkan kapal yang tenggelam Tuan..sepertinya berita telah menyebar,” ujar Choon Hong.

P.  Heung Seon datang dan tidak mempermasalahkan sedikitnya orang yang masih loyal padanya. Dirinya masih dengan gelak tawa, “Di mana petugas Hong (Young Hwi)?”

Orang yang ditanya, sedang menemui adiknya yang mendekam di penjara. Young Rae dengan derai air mata meminta maaf kepada kakaknya yang sejatinya telah memberitahunya akan  hal ditangkapnya penganut Katholik. Young Hwi memintanya untuk mengganti  agamanya, inilah jalan satu-satunya agar kau selamat. “Bukan aku saja yang mengkhawatitkan dirimu, juga ada Jin Hyuk..”

Time Slip Dr. Jin Episode 20

Begitu juga Kyung Tak. Dirinya berani bertanya kepada Menteri Kim. “Bagaimana anda akan mengatasi permasalahan penganut Khatolik, Tuan? Walaupun mereka menganut agama asing, tetap mereka tidak layak mati..” Tentu saja Menteri Kim menolaknya mentah-mentah. Ini tidak mungkin, mereka bisa dijadikan sasaran kemarahan rakyat daripada para bangsawan yang menanggungnya.

Kembali ke P. Heung Seon, dirinya senang ketika Jin Hyuk datang, namun dengan wajah masam. P. Heung Seon tidak mempedulikannya, ia sibuk menggoda Choon Hong.
“Kembalilah menjadi pemabuk dan penjudi, kembali kehidupan lama seperti anjing liar!” cerca Jin Hyuk geram melihat P. Heung Seon semudah itu tidak berbuat apa-apa untuk melindungi Raja muda.

P. Heung Seon terhenyak mendengarnya, “aku kini tidak punya kekuatan apa-apa.”
“Aku tidak akan hanya duduk diam dan tidak melakukan apapun! Meskipun aku tidak tahu di mana letak kesalahannya, tapi aku tidak akan membiarkan catatan sejarah yang aku tahu terbalik dan berubah!”

Choon Hong mengejar Jin Hyuk yang langsung angkat kaki. Sekali lagi meminta agar dirinya tidak mengintervensi sejarah.

Time Slip Dr. Jin Episode 20

Jin Hyuk berlari, dan menemui Kyung Tak. Entah apa yang dikatakan Jin Hyuk, yang pasti selanjutnya Kyung Tak tergesa-gesa mengambil secarik kertas, membacanya dalam hati..
“Byung In Bak Hae, merupakan insiden yang melibatkan pembantaian terhadap umat Katolik menyebabkan invasi Perancis ke Pulau Gang Hwa. Pembangunan Istana Gyeong Bok menyebabkan ketegangan…”
Wajahnya pias..

Di lain tempat, Jin Hyuk menemui Young Rae. Memberitahu dengan nada sedih,bahwa besok mereka akan dieksekusi jika mereka yang tidak meninggalkan agama mereka.
“Jadi, di bawah keadaan seperti ini, apa kau akan menyerah mempelajari ilmu pengobatan?” tanya Young Rae. Jin Hyuk menjawab iya, walau harus hidup menderita dia akan tetap hidup. “Bisakah kau hidup demi diriku?”

Time Slip Dr. Jin Episode 20

Pagi harinya, Kyung Tak dan rombongan mengawal surat perjanjian. Yang sudah disangkanya, Kyung Tak terkena anak panah. Young Hwi menghadang. Terjadilah pertempuran sengit.
“Dengan cara ini mereka tidak akan mencurigaiku..” ujar Kyung Tak yang langsung dimengerti Young Hwi, dirinya menyabetkan pedang ke lengan Kyung Tak. Dan surat perjanjian pun berhasil dibawa.

Time Slip Dr. Jin Episode 20

Sedang Young Rae dan penganut Katolik lainnya digeret untuk dieksekusi. Dae Gyun memberi mereka 2 pilihan, masih pada keyakinannya namun harus menerima eksekusi atau meninggalkannya. Young Rae menggeleng kuat.

Jin Hyuk berlari dan berusaha untuk masuk namun dihadang oleh penjaga. Kemudian ia terdiam,  teringat akan ucapan Jin Hyuk. ..tapi nasibmu tidak hanya bergantung pada dirimu sendiri..
“Maafkan aku tabib Jin, biarkan nyawaku berakhir di sini..” ucap Young Rae lirih sambil meneteskan air mata.

Di luar, kilatan kembali terjadi pada Jin Hyuk dan merasakan sakit di kepalanya, sedang monitor jantung Min Na (bener gak sih namanya ari?) menunjukan garis lurus.  Jin Hyuk panik, memanggil-manggil nama Young Rae.

 

Di dalam, eksekusi siap dilaksanakan. Dae Gyun siap memberi perintah, di detik-detik terakhir datang petugas meneriakan Titah Raja.
“Raja telah memerintahkan bahwa semua umat Katolik yang ditahan akan dibebaskan. Dan, mulai sekarang untuk masalah yang berkaitan dengan kepercayaan Katolik, mereka tidak lagi menjadi subjek penangkapan, penyiksaan dan interogasi.”
Dae Gyun mendelik seakan tidak percaya apa yang ia dengar. Sedang Young Rae betapa leganya ia..

Time Slip Dr. Jin Episode 20

Lain halnya dengan Menteri Kim dan Dae Gyun yang segera ke istana, dan bertemu dengan P. Heung Seon. Mereka meminta Raja muda untuk menarik kembali titahnya. P. Heung Seon mencemooh, seharusnya mereka mentaati mereka. Dan betapa syoknya mereka ketika secara jelas P. Heung Seon mengatakan tidak akan pergi dari istana.

“Wakil Menteri Keuangan! Sudahkah ia membawa surat perjanjian dengan aman?!” teriak Menteri Kim kalap.

 Time Slip Dr. Jin Episode 20

Young Rae keluar dengan perasaan syukur dan bingung kenapa secara tiba-tiba semua berubah 180 derajat. Jin Hyuk menenangkannya bahwa semuanya sudah baik-baik saja. “Tolong maafkanlah aku Tabib Jin karena mengacuhkan permohonanmu..” ucap Young Rae. Jin Hyuk memang sudah menduganya.
“Tabib Jin, berdasarkan catatan sejarah, penyiksaan masih akan terus berlanjut bukan?” Jin Hyuk menggangguk lemah mengiyakan. Bukankah Jin Hyuk mati-matian untuk tidak mengubah sejarah? Young Rae bingung dan tidak mengerti. Jin Hyuk hanya menyakinkan kepada Young Rae selama ia di masa Joseon, ia akan melindungi Young Rae.

Di kediaman Menteri Kim, Kyung Tak menghadap ayahnya menyesal telah gagal menjalankan tugas. Menteri Kim tidak terlihat marah besar, malah sebaliknya ia melembut ketika melihat lengan Kyung Tak terluka. “Bahkan orang yang mengangkat pedang harus hati-hati,” ujar Menteri Kim.

Time Slip Dr. Jin Episode 20

Kyung Tak menyerahkan selembar kertas yang bersimbah darah. Kilas balik sehari sebelumnya, ketika Kyung Tak menemui Young Hwi, ia membocorkan informasi kepadanya, dan sebagai balasannya Kyung Tak diberi selembar kertas bukti kejahatan Menteri Kim.
Dengan begitu Menteri Kim tidak akan curiga kepada Kyung Tak. “Maafkan aku.” Menteri Kim tersenyum sekilas, “Tapi ini tetap berita yang bagus P. Heung Seon telah kehilangan bukti untuk menuduh kita melakukan pengkhianatan.”
Kini Menteri Kim hanya menunggu waktu kemarahan rakyat meledak karena Titah Raja, dan juga orang-orang P. Heung Seon banyak yang meninggalkannya. Hanya masalah waktu saja, Menteri Kim begitu yakin.

Di istana, P. Heung Seong langsung membakar surat pernjanjian tersebut. Young Hwi meyakinkan bahwa Kyung Tak tidak mengkhianati mereka dengan membantu mereka. Dan meminta Kyung Tak dibebaskan dari beberapa tuduhan. Bagaimanapun Kyung Tak masih membela Menteri Kim sebagai keluarganya, ini yang membuat P. Heung Seon masih waspada kepadanya.
“Meskipun dia adalah anak dari seorang selir, darah Menteri Kim masih mengalir dalam tubuhnya. Dia hanya tidak bisa menutup mata dengan kemungkinan seluruh keluarganya hancur.”
“Dia pria dengan banyak wajah. Dengan terjadinya semua ini, aku ingin tahu berada di pihak manakah dia,” balas P. Heung Seon.

P. Heung Seon tak menunggu lama mengajak Young Hwi ke balairung raja. Inilah saatnya ia bertindak untuk meredam amarah rakyat.

 Time Slip Dr. Jin Episode 20

Benar saja, Menteri Kim sudah menyiapkan segudang alasan agar Raja menarik titahnya. Tak disangka Raja menolaknya begitu keras yang membuat lainnya terpana.  Raja memiliki alasan yang tepat, ibunya juga penganut dan bagaimana bisa ia tidak memiliki bakti sebagai Raja?
P. Heung Seon langsung menambahkan bahwa rakyatlah yang selama ini bekerja keras, dan para bangsawan dan sarjana konfusius? “Meskipun tubuh mereka sehat, mereka tidak melakukan apapun selain menggoyangkan lidah mereka dan mengeluh!” seru P. Heung Seon lantang.

Ia pun meminta Pejabat Lee membacakan Titah lainnya, yaitu mengenakan pajak untuk para bangsawan yang akan berbeda jumlah dengan rakyat biasa.

Dae Gyun mengeluh dihadapan ayahnya karena P. Heung Seon yang diduga akan segera diusir dari istana justru semakin kuat pengaruhnya, bahkan membebankan pajak bagi bangsawan. Ia kesal karena perjanjian antara P. Heung Seon dengan pendeta Ridel yang berhasil mereka peroleh dicuri dan membuat situasi menjadi kacau seperti ini. Mendengar keluhan Dae Gyun, tiba-tiba menteri Kim berhenti membersihkan tanamannya. Ia merasa curiga bagaimana bisa para pencuri tersebut menjadikan wakil menteri keuangan sebagai sasaran mereka? Ia merasa Kyung Tak mengkhianatinya. Dae Gyun berinisiatif akan memerintahkan orang untuk membuntuti Kyung Tak.

Time Slip Dr. Jin Episode 20

Jin Hyuk diundang menghadap P. Heung Seon. P. Agung mengucapkan terimakasih atas pertolongan dan nasihat Jin Hyuk padanya. Namun Jin Hyuk terlihat setengah hati mendengar ucapan terimakasih P. Heung Seon. P. Heung Seon berusaha membujuk Jin Hyuk untuk menceritakan masa depan Joseon pada dirinya, terutama mengenai hubungan Joseon dengan negara-negara di sekelilingnya. Jin Hyuk menolak permintaan P. Heung Seon, namun P. Heung Seon bersikeras. Bahkan ia meminta Jin Hyuk menuliskannya lagi seperti sebelumnya jika merasa tidak nyaman dengan bercerita secara langsung padanya. P. Heung Seon beralasan akan menggunakan informasi yang diperolehnya dari Jin Hyuk akan digunakan untuk kepentingan negara. Jin Hyuk tetap menolak memberitahukan permintaan P. Heung Seon.

Time Slip Dr. Jin Episode 20

Saat keluar dari kediaman P. Heung Seon, Jin Hyuk dipanggil Kyung Tak. Sepertinya Kyung Tak memang sengaja menunggu Jin Hyuk. Jin Hyuk yang sudah lelah dengan semua masalah yang terjadi bergegas berpamitan pada Kyung Tak. Ia sedang tidak ingin berdebat dengan Kyung Tak. Namun Kyung Tak justru mengeluarkan surat (surat perjanjian kesepakatan antara P. Heung Seon dengan Pendeta Ridel sepertinya) yang ia simpan di balik bajunya. Mata Jin Hyuk melebar melihat surat tersebut.

Esok paginya, Jin Hyuk berada di kediaman menteri Kim untuk memeriksa kesehatannya. setelah diperiksa, Jin Hyuk memberitahu bahwa menteri Kim sehat dan tidak ada masalah kesehatan. Menteri Kim menyangkal hasil pemeriksaan Jin Hyuk. Ia merasa akhir-akhir ini tidak enak badan. Ia lalu menduga dirinya stress karena kesuksesan P. Heung Seon. Menteri Kim lalu mulai menyelidiki asal Jin Hyuk. Ia merasa pengobatan yang selama ini dilakukannya berbeda dengan cara pengobatan biasa serta aneh. Menteri Kim bertanya-tanya, darimana Jin Hyuk mempelajari metode pengobatan seperti itu, apakah dari Barat, Cina atau dari masa depan? Jin Hyuk kaget mendengar pertanyaan menteri Kim. Sementara itu, menteri Kim memberi kode pada Dae Gyun untuk mengeluarkan bungkusan yang berisi barang-barang milik Jin Hyuk antara lain jas dokter, sepatu, jam tangan, handphone, dll. Menteri Kim meminta pendapat dari Dae Gyun yang sering bepergian, apakah ia mengenal barang-barang yang ada di hadapannya. Dae Gyun menjawab tidak pernah menemui pedagang Cina yang menjual barang-barang seperti itu.

Tiba-tiba, Kyung Tak dari luar memanggil ayahnya. Menteri Kim menyuruh Kyung Tak untuk masuk. Kyung Tak kaget melihat Jin Hyuk berada di dalam ruangan ayahnya. Kyung Tak hanya tersenyum sinis pada Jin Hyuk, namun senyumannya hilang melihat barang-barang Jin Hyuk yang berada di hadapan ayahnya. Ia kaget dan refleks memandang Jin Hyuk yang tengah gelisah. Menteri Kim bertanya pada Kyung Tak apakah ia sudah mengetahui identitas Jin Hyuk yang sebenarnya? Kyung Tak mengakui ia sudah tahu. Menteri Kim kesal mengapa Kyung Tak tidak melaporkannya? Kyung Tak beralasan dirinya sangat kaget mengetahui kenyataan tersebut dan berniat menyelidikinya lebih teliti untuk memastikannya.

Sinopsis Time Slip Dr. Jin Episode 20

P. Heung Seon mengunjungi rumah sakit kerajaan untuk bertemu Jin Hyuk. Di sana ia disambut tabib Heo dan Young Rae. P. Heung Seon menanyakan Jin Hyuk pada keduanya. Tabib Heo keceplosan bicara. Ia mengatakan Jin Hyuk sedang memeriksa kesehatan menteri Kim di rumahnya. P. Heung Seon heran, mengapa Jin Hyuk yang memeriksa menteri Kim bukankah biasanya ada tabib Yoo yang rutin mendatangi kediaman menteri Kim. Tabib Heo berkata jika menteri Kim meminta Jin Hyuk untuk mendatanginya.

Di kediaman menteri Kim, Jin Hyuk sedang diinterograsi oleh si empunya rumah. Menteri Kim menduga P. Heung Seon berhasil menduduki posisinya tanpa masalah karena bantuan Jin Hyuk. Jin Hyuk menolak dugaan dari menteri Kim, ia mengatakan P. Heung Seon sudah tercatat dalam sejarah berada di posisinya saat ini. Mendengar jawaban Jin Hyuk tentang P. Heung Seon, menteri Kim menjadi penasaran dengan masa depan P. Heung Seon dan juga klan Ahn Dong Kim. Jin Hyuk bersikukuh tidak akan memberitahukan masa depan, sama seperti janjinya pada P. Heung Seon. Tidak kehilangan akal, menteri Kim ganti bertanya pada Kyung Tak alasan Jin Hyuk memberitahukan masa depan pada P. Heung Seon. Kyung Tak menjawab ia mendengar Jin Hyuk memberitahu akan ada perang yang disebabkan oleh pendeta Perancis. Mendengar alasan tersebut menteri Kim kembali membujuk Jin Hyuk untuk mengatakan tentang masa depan, namun Jin Hyuk tetap bersikukuh dengan keputusannya. Melihat Jin Hyuk tidak bisa dibujuk, menteri Kim mempersilahkan Jin Hyuk meninggalkan rumahnya, meskipun Dae Gyun memprotes keputusan ayahnya. Menteri Kim tidak menghiraukan perkataan Dae Gyun. Ia menduga adanya kesepakatan tentang perang dalam perjanjian yang dilakukan P. Heung Seon dengan pendeta Perancis tersebut. Menteri Kim lalu menyuruh Kyung Tak untuk mencari keberadaan pendeta tersebut.

Kyung Tak membawa pasukannya menuju tempat berkumpulnya para pemeluk Katolik. Dari sana ia menemukan tempat para pendeta tersebut bersembunyi. Pendeta Ridel yang melihat petugas berdatangan ke tempatnya kaget.

Sinopsis Time Slip Dr. Jin Episode 20

P. Heung Seon mengundang Jin Hyuk ke tempat Choon Hong. Ia meminta maaf pada Jin Hyuk atas kekasarannya beberapa saat yang lalu dengan mengundangnya minum bersama dirinya dan Young Hwi. P. Heung Seon berusaha mengorek apa yang dilakukan Jin Hyuk saat berada di kediaman menteri Kim. Jin Hyuk hanya mengatakan jika menteri Kim kelelahan. P. Heung Seon tidak percaya dengan jawaban Jin Hyuk. Ia memandang Jin Hyuk curiga.

 Sinopsis Time Slip Dr. Jin Episode 20

Pendeta Ridel dibawa menemui menteri Kim. Menteri Kim membuat kesepakatan baru dengan pendeta Ridel. Ia meminta pendeta Ridel yang akan pulang ke Cina kembali ke Joseon dan membawa kapal perang beserta tentaranya. Pendeta Ridel menolak permintaan menteri Kim, karena ia sudah melakukan perjanjian dengan P. Heung Seon. Menteri Kim mengatakan bahwa perjanjian sebelumnya batal dan meminta pendeta Ridel untuk memenuhi permintaannya. “Jika kau kembali dan menyerang dengan beberapa artileri, aku akan mengizinkanmu berkhotbah secara bebas.”

Pendeta Ridel bertanya bagaimana jika ia menolak permintaan menteri Kim? Dae Gyun menjawab bahwa semua umat dan para pendeta akan dibunuh karena ayahnya memiliki kuasa untuk melakukan hal tersebut. “Aku harus kembali ke Cina untuk berunding dengan yang lain,” jawab pendeta Ridel.
Menteri Kim meminta pendeta Ridel untuk memikirkan tawarannya tersebut baik-baik.

Sinopsis Time Slip Dr. Jin Episode 20

Pal Yi dan Gye Bak mendapat tugas dari P. Heung Seon untuk mengawasi kediaman menteri Kim. Namun hanya Pal Yi yang benar-benar mengamati, Gye Bak malah mencari posisi untuk tidur, haha. Pal Yi bertanya mengapa mereka harus mengawasi kediaman menteri Kim, apakah ada kaitannya dengan rencana pengenaan pajak bagi kaum bangsawan? Ia merasa sistem yang akan dijalankan tersebut bagus dan semua bangsawan kenalannya mendukung sistem tersebut. Tiba-tiba Pal Yi melihat pendeta Ridel diantar keluar oleh salah satu pelayan menteri Kim. Gye Bak berfikir melihat kejadian tersebut.

Di dalam, Kyung Tak bertanya pada ayahnya kemungkinan pecahnya perang dengan pihak asing.
“Keluarga kerajaan memiliki pondasi yang lemah. Jika mereka diserang, mereka tidak akan dapat menangkisnya dan akan menyerah sebagai hasilnya.”
Dae Gyun menambahkan bahwa P. Heung Seon tidak memiliki jaminan bisa bertahan di posisinya. Kyung Tak masih tidak bisa berfikir, bagaimana cara ayahnya menyingkirkan P. Heung Seon dengan menggunakan bantuan tentara asing?
“Hal ini untuk menghancurkannya dan memenangkan hati rakyat. Hanya inilah obat satu-satunya,” ujar menteri Kim memberi alasan. Kyung Tak terlihat tidak sependapat dengan pemikiran ayahnya. Menteri Kim menyuruh Kyung Tak untuk membantu pendeta Ridel membuat keputusannya dengan membunuh semua rekan pendeta Ridel. Meskipun Kyung Tak setengah hati mendengar perintah ayahnya, namun ia tetap melakukannya. Setelah Kyung Tak pergi, menteri Kim memberikan perintah lain pada Dae Gyun.

Sinopsis Time Slip Dr. Jin Episode 20

Pal Yi berlari menemui P. Heung Seon yang masih di tempat Choon Hong untuk memberitahu apa yang baru saja ia lihat. Dia menduga pendeta asing dan menteri Kim telah mengadakan kesepakatan penting. Mendengar laporan Gye Bak, P. Heung Seon segera memerintahkan Young Hwi dan Gye Bak untuk menangkap pendeta tersebut. Sebelum meninggalkan tempat, P. Agung Heung Seon menegur Jin Hyuk mengenai apa yang dikatakannya pada menteri Kim. Jin Hyuk merasa dirinya tidak mengetahui masalah tersebut. P. Heung Seon tidak memperpanjang kecurigaannya, namun ia berjanji akan berbicara lebih lanjut pada Jin Hyuk setelah pendeta tersebut tertangkap.

Sepeninggal P. Heung Seon, Choon Hong memegang kepalanya. Ia benar-benar pusing melihat berbagai kejadian yang terjadi di hadapannya. “Semuanya saling terjerat. Sekarang perubahan sejarah bentrok dan ambruk dengan sejarah asli. Inikah… apa ini yang kau harapkan Tuan?” runtuknya pada Jin Hyuk.

 

Kyung Tak beserta anak buahnya memacu kuda mereka mengejar rombongan pendeta yang akan menuju ke Cina. Sedang Gye Bak dan juga bawahannya juga berusaha mengejar rombongan pendeta tersebut. Sayangnya saat mereka sampai, kapal yang ditumpangi para pendeta tersebut sudah mulai bergerak menjauhi daratan. Tak ingin menyia-yiakan kesempatan, Kyung Tak memerintahkan anak buahnya untuk memanah mereka. Tembakannya mengenai sasaran. Pendeta Ridel kaget melihat kedua rekannya terpanah. Ia semakin kecewa melihat di daratan ada dua pasukan istana, sementara kapal terus menjauh (sepertinya perang tidak bisa dihindari lagi ;( ).

Sinopsis Time Slip Dr. Jin Episode 20

Di istana, P. Heung Seon sudah menduga akan pecah perang dengan pihak asing. Ia menyalahkan dirinya. Jin Hyuk yang bersama dengan P. Heung Seon berusaha memberi masukan untuk tetap mencari jalan keluar yang terbaik dengan mengirim utusan ke Cina untuk menyusul pendeta tersebut. Mendengar usulan Jin Hyuk, P. Heung Seon teringat dengan kecurigaannya pada Jin Hyuk. Ia kembali mendesak, apa yang sebenarnya Jin Hyuk katakan pada menteri Kim beberapa saat lalu. P. Heung Seon menuduh Jin Hyuk mengatakan semua rencana mereka pada menteri Kim. Jin Hyuk kecewa dengan tuduhan P. Heung Seon yang dialamatkan padanya. Ia berharap tidak mengetahui apapun agar dirinya tidak terbebani. Jin Hyuk merasa kedatangannya ke Joseon merupakan suatu kekeliruan.

Choon Hong mondar mandir di kamarnya. Rupanya ia menunggu Young Rae. Setelah Young Rae datang, tanpa basa basi ia segera menceritakan rahasia besarnya pada Young Rae.

Sinopsis Time Slip Dr. Jin Episode 20

Jin Hyuk sedang membereskan semua peralatan yang ia bawa dari masa depan saat Young Rae masuk. Young Rae menegur Jin Hyuk. Ia mengatakan semua yang diceritakan Choon Hong padanya. Young Rae meminta maaf pada Jin Hyuk, karena dirinya maka Jin Hyuk harus mengalami hal ini. Jin Hyuk menolak penyesalan Young Rae. Ia merasa apa yang terjadi saat ini bukan karena Young Rae. “Hal yang paling tepat yang aku lakukan sejak tiba di sini adalah melindungimu dan mengajarkanmu kemampuan pengobatan, Nona.”

Young Rae tidak percaya dengan alasan Jin Hyuk. Jika itu alasannya mengapa Jin Hyuk harus pergi? Jin Hyuk beralasan apabila dirinya menghilang maka semua orang tidak akan terkena masalah. Young Rae akhirnya mengakui perasaannya pada Jin Hyuk. Ia tidak ingin kehilangan Jin Hyuk. Mendengar perkataan Young Rae, Jin Hyuk berusaha menenangkan Young Rae. Ia berjanji mereka akan bertemu kembali.

Jin Hyuk meninggalkan Young Rae dan keluar. Di jalan, Choon Hong sudah menunggunya dan menanyakan Young Rae. Jin Hyuk marah pada Choon Hong. Ia merasa Choon Hong melakukan omong kosong dan berjalan meninggalkannya. Choon Hong masih berusaha menghalangi kepergian Jin Hyuk. Ia hendak menyampaikan satu pesan terakhir pada Jin Hyuk, namun Jin Hyuk yang masih kesal padanya tidak menghiraukan perkataan Choon Hong, bahkan menuduh Choon Hong telah memperalat dirinya demi peristiwa yang terjadi dalam kehidupan P. Heung Seon.

 Sinopsis Time Slip Dr. Jin Episode 20

Jin Hyuk meninggalkan Choon Hong yang menangis menahan kekesalannya. Tanpa Jin Hyuk sadari, ada dua orang yang mengikutinya dari belakang. Choon Hong yang berdiri di belakang Jin Hyuk mengetahui akan datangnya bahaya. Jin Hyuk akhirnya sadar dirinya dibuntuti. Ia berbalik dan bertanya pada penguntitnya. Tanpa menjawab, penguntit tersebut mengeluarkan pedang mereka dan menyerang Jin Hyuk. Choon Hong tiba-tiba berdiri di depan Jin Hyuk dan terkena sabetan pedang. Melihat Choon Hong yang tiba-tiba muncul membuat penyerang tersebut kaget. Bersamaan dengan itu, petugas patroli sedang berjalan di sekitar mereka. Para penyerang tersebut bergegas melarikan diri dari kejaran petugas. Tinggal Jin Hyuk yang berusaha menolong Choon Hong.

Jin Hyuk bergegas membawa Choon Hong ke gibang. Sampai di sana, ia disambut rekan-rekan Choon Hong yang kaget melihat Choon Hong terluka parah. Setelah sampai di kamarnya, Jin Hyuk segera menyuruh untuk mengambil kasa dan air hangat. Choon Hong masih berusaha berbicara pada Jin Hyuk meskipun ia sudah sangat kepayahan karena kehilangan banyak sekali darah. Jin Hyuk meminta agar Choon Hong tidak berbicara terlebih dahulu.

Sinopsis Time Slip Dr. Jin Episode 20

Young Rae dan Tabib Heo menyusul Jin Hyuk. Jin Hyuk meminta keduanya agar bergegas mengikuti dirinya. Ketiganya kini tengah bersiap memulai operasi. Jin Hyuk menunggu anestesinya bereaksi. Sambil menunggu, ia teringat saat Choon Hong mengaku dirinya juga mengalami perjalanan waktu ke masa depan dan kembali ke masa Joseon untuk melindungi Jin Hyuk, namun ia tidak mempercayai perkataan Choon Hong bahkan menuduh memperalat dirinya.
P. Heung Seon mendengar laporan dari Gye Bak tentang keadaan Choon Hong.

Seperti yang diduga, bagian hatinya tertusuk. Bahkan katup jantung tertusuk cukup dalam. Kondisinya sangat kritis. Untuk melakukan operasi pada jantung, diperlukan mesin jantung-paru untuk menghentikan detak jantungnya sebelum operasi dilakukan. Tapi mustahil di sini.

 Sinopsis Time Slip Dr. Jin Episode 20

Young Rae dan Tabib Heo melihat Jin Hyuk yang ragu melakukan operasi. Mereka bertanya apakah kondisi Choon Hong tidak memungkinkan untuk melakukan operasi, apakah kondisinya sangat parah? Jin Hyuk merasa ia tidak mampu menyelamatkan Choon Hong. Young Rae bertanya apakah Jin Hyuk akan menyerah? Jin Hyuk berkata akan tetap melanjutkan operasinya dan meminta rekannya untuk membantu dirinya meskipun kemungkinannya kecil. Keduanya dengan tegas mengatakan akan membantu Jin Hyuk hingga akhir. Mendengar jawaban keduanya, Jin Hyuk kembali bersemangat.

“Jika katup robek, maka ada kemungkinan terjadi pembentukan trombus (gumpalan darah yang terbentuk di dalam pembuluh darah). Ini bukan operasi sederhana,” jelas Jin Hyuk pada keduanya. Tabib Heo merasa ini bukan pertama kalinya mereka melakukan operasi yang berat, maka ia optimis mereka akan bisa menyelamatkan pasien. Mendengar jawaban Tabib Heo, Jin Hyuk sedikit yakin dengan kemampuannya.

Sangat mustahil untuk melakukan operasi pada interior jantung. Namun kita hanya dapat melakukan penjahitan pada otot-otot ventrikel kanan sambil memberikan darah ke arteri paru-paru dan jantung.

 Sinopsis Time Slip Dr. Jin Episode 20

Jin Hyuk selesai menjahit. Tiba-tiba Young Rae melihat jantung Choon Hong tidak berdetak. Jin Hyuk panik dan berusaha memijit jantungnya untuk merangsang agar kembali bergerak. Upaya Jin Hyuk berhasil, jantung Choon Hong kembali berdetak.

P. Heung Seon didampingi Pal Yi dan Gye Bak menuju gibang Choon Hong.

“Meskipun tidak mudah untuk menjaga keutuhan jantungnya, kita tidak berhasil melakukan operasi pada katupnya. Jika gumpalan darah terbentuk, itu bisa sangat berbahaya,” jelas Jin Hyuk pada Tabib Heo dan Young Rae. Tiba-tiba Choon Hong membuka mata. Ketiganya segera mendekati Choon Hong. Jin Hyuk menyapa Choon Hong, namun Choon Hong sepertinya merasa waktunya sudah tak lama lagi.

Suara napasnya sangat dalam. Apakah gumpalan darah sudah memasuki paru-parunya? Tidak!

 

Choon Hong meminta tolong pada Young Rae untuk memanggil rekan-rekannya. Young Rae mengiyakan permintaan Choon Hong. Tabib Heo juga meninggalkan Jin Hyuk bersama Choon Hong, memberikan kesempatan pada keduanya untuk berbicara.
“Aku masih memiliki kata-kata yang belum terucapkan padamu, Tuan,” kata Choon Hong. Jin Hyuk meminta agar Choon Hong tidak banyak berbicara terlebih dahulu hingga kesehatannya membaik. Namun Choon Hong tidak mengindahkan permintaan Jin Hyuk. Ia berusaha untuk berbicara pada Jin Hyuk tentang sesuatu yang berkaitan dengan Young Rae / Mi Na. “Nyawa Nona tidak bisa diselamatkan olehmu, Tuan. Untuk membuang hidupmu sia-sia pada sesuatu seperti ini, kau bisa hilang selamanya Tuan. Aku kembali untuk melindungimu, Tuan. Dunia dimana kau berasal, orang itu telah mati sejak lama di sana, Tuan.”

Sinopsis Time Slip Dr. Jin Episode 20

“Apa? Apa katamu? Mi Na.. kenapa.. Mi Na?” tanya Jin Hyuk panik. Choon Hong sangat kesakitan setelah berbicara pada Jin Hyuk. Ia sesak kemudian meninggal bahkan sebelum Jin Hyuk menanyakan maksud perkataannya tadi. Jin Hyuk berusaha membangunkan Choon Hong bersamaan dengan P. Heung Seon masuk ke kamar Choon Hong.

+++Bersambung+++

Thanks to Indowebster & MINDS
Written by Kireina [Blog | FB] and Yohana [FB | Twitter]
Image by Ari [G+ | Twitter]
Only posted on pelangidrama.net
DON’T REPOST TO OTHER SITE!!
Please be patient!!! don’t ask next episode! OK!

[Sinopsis K-Drama] Time Slip Dr. Jin Episode 19

Sinopsis Time Slip Dr. Jin Episode 19
~ Sinopsis Time Slip Dr. Jin Episode 19 ~

Young Rae dan Pendeta Ridel akan meninggalkan ibukota. Namun saat berada di jalan, mereka berdua melihat patroli yang sangat ketat sedang memeriksa setiap orang yang lewat. Melihat keadaan yang sangat genting, keduanya segera berbalik.

 

Dari arah lainnya, Jin Hyuk berjalan terhuyung – huyung merasakan sakit kepala. Kilasan – kilasan peristiwa yang pernah dialaminya membuat kepalanya semakin sakit.

Young Rae dan Pendeta Ridel kepergok para petugas patroli. Petugas tersebut curiga melihat pendeta Ridel yang mengenakan satgat menutupi wajahnya. Petugas tersebut mengangkat sedikit satgat untuk melihat siapa yang mengenakannya. Melihat pemakai satgat tersebut merupakan salah satu orang barat yang juga penganut kepercayaan yang sedang dicari pemerintah, petugas tersebut segera berteriak memanggil rekannya. Namun tiba – tiba, ia dan temannya dipukul dari belakang. Young Rae kaget karena yang menolong dirinya adalah Jin Hyuk, whoa…

P. Heung Seon sedang berjalan sambil mengingat perkataan Jin Hyuk kepadanya yang meminta agar dirinya berjanji tidak meninggalkan pemeluk Katolik dan pengemis. Mengingat janjinya pada Jin Hyuk membuat P. Heung Seon menghela nafas. Tiba – tiba ia dikejutkan dengan Menteri Kim yang berada di tempat yang sama. Menteri Kim menyindir P. Heung Seon yang bisa mengubah krisis yang terjadi di Joseon menjadi kesempatan emas untuk memimpin dan bisa memainkan politik dengan baik. Mendengar sindiran dari Menteri Kim, P. Heung Seon ganti menyindir Menteri Kim. Ia meminta agar menteri Kim belajar tentang politik. Menteri Kim mengingatkan P. Heung Seon bahwa kekuatan (kekuasaan) merupakan sesuatu yang menakutkan. Jika sudah memiliki, maka akan sulit untuk melepasnya. Jika sudah merasakan (kekuasaan), maka ingin menikmatinya terus. Ia meremehkan perubahan yang diinginkan oleh

P. Heung Seon. P. Heung Seon geram mendengar perkataan menteri Kim. Ia membalas pernyataan yang dilontarkan menteri Kim bahwa dirinya tahu yang terbaik untuk Joseon. Menteri Kim tetap tidak mau mendengar apa yang dikatakan P. Heung Seon. P. Heung Seon menahan amarahnya mendengar perkataan menteri Kim.

 

Kyung Tak berpatroli dengan anak buahnya. Petugas yang tadi menangkap basah Young Rae melaporkan bahwa mereka kehilangan seorang gadis dan orang Barat karena diserang oleh seorang penyerang tak dikenal. Kyung Tak heran mendengar laporan anak buahnya. Petugas tersebut kemudian menjelaskan bahwa ia menemukan orang Barat yang memimpin gereja Katolik di Joseon. Ia ditolong oleh seorang gadis bangsawan yang akan membantunya keluar kota. Mendengar laporan tersebut, Kyung Tak meminta agar gambar kedua orang tersebut segera dipasang di seluruh kota dan meningkatkan pemeriksaan di setiap gerbang kota. Perintah Kyung Tak segera dilaksanakan oleh anak buahnya. Di seluruh kota, gambar Young Rae dan pendeta Ridel dipasang.

Jin Hyuk memberitahu Young Rae bahwa polisi berada di mana-mana. Akan sulit bagi Young Rae dan Pendeta Ridel untuk keluar dengan aman, sebab gambar keduanya sudah disebar dan pintu gerbang ditutup. Young Rae bingung, bagaimana caranya agar bisa keluar kota sebab mereka harus bertemu dengan sesama misionaris yang ada di luar kota. Jin Hyuk marah mendengar kebingungan Young Rae. Ia sudah mengingatkan Young Rae agar tidak ke gereja ataupun bersama dengan orang Kristen lainnya. Saat ini hidup Young Rae dalam bahaya mengapa ia tidak berusaha menyelamatkan diri malah memikirkan tentang pertemuan dengan sesama misionaris di luar kota. Young Rae berkata ia mencemaskan keadaan pendeta Ridel. Ia tidak bisa tinggal diam melihat hal tersebut. Ia meminta Jin Hyuk tidak khawatir, sebab ia akan mencari cara agar pendeta tersebut tidak tertangkap. Jin Hyuk merasa jika Young Rae mengajak pendeta tersebut keluar kota seperti tadi, peluang mereka tertangkap sangat besar. Young Rae bersikeras mereka harus segera pergi keluar kota, sebab di dalam kota juga tidak aman. Melihat kekeraskepalaan Young Rae, akhirnya Jin Hyuk mengalah. Ia berjanji akan menemukan jalan keluar. Young Rae berusaha menghalangi Jin Hyuk, namun Jin Hyuk mengatakan bahwa keselamatan Young Rae lebih penting baginya. Ia segera keluar dan meminta agar Young Rae menunggunya dan berhati – hati.

Di luar, Jin Hyuk bertemu dengan para petugas yang menyeret orang – orang yang mereka cari. Jin Hyuk berjalan sambil mengamati mereka. Tetiba, ia teringat dengan Mi Na. Ia menduga terjadi sesuatu pada Mi Na.

 

Di kediaman Menteri Kim, semua sekutunya telah berkumpul. Mereka membahas P. Heung Seon yang bertindak di luar pemikiran mereka. Dae Gun mengatakan bahwa P. Heung Seon membuat istrinya meninggalkan ajaran yang dianutnya demi menegakkan perintahnya. Menteri Kim menanggapi dingin pernyataan anaknya. Jika ia ingin menjaga posisinya, maka ia harus melakukan hal tersebut. Beok Yi mengatakan karena hal itu sentimen publik yang awalnya menolak dirinya menjadi berbalik mendukung.
“Sentimen publik adalah pikiran surga. Bukankah kau tahu bahwa surga (choen) dalam kalimat ini berarti juga 1.000 (choen) macam pikiran?” kata Menteri Kim dengan tenang.

 

Tabib Yoo menimpali bahwa Pangeran Heung Seon telah berhasil mengatasi satu hambatan besar dengan baik, maka sekarang ia akan mencoba menargetkan hal besar lainnya (menyingkirkan penasehat kerajaan). Menteri Kim setuju dengan asumsi Tabib Yoo. Dae Gun khawatir jika hal itu terjadi. Ia protes kenapa ayahnya santai saja menanggapi hal itu. Tiba – tiba dari luar, Kyung Tak datang dan akan menghadap menteri Kim. Menteri Kim menjawab protes Dae Gun dengan menyuruhnya keluar dari ruangan untuk mencari tahu bagaimana caranya agar ia dapat mempertahankan posisinya di pemerintahan. Tabib Yoo dan Beok Yi segera mengerti maksud ucapan Manteri Kim. Keduanya segera minta diri, namun Dae Gun masih berusaha membujuk ayahnya agar tidak lagi memberi tugas pada Kyung Tak. Ayahnya hanya berkata agar Dae Gun segera keluar dari ruangannya. Dae Gun akhirnya menuruti permintaan Menteri Kim.

 

Jin Hyuk dibantu Tabib Heo mendorong gerobak. Di atasnya, ada Young Rae dan Pendeta Ridel yang ditutup seluruh tubuhnya, sama seperti mayat. Tabib Heo khawatir mereka akan ketahuan. Jin Hyuk membujuk Tabib Heo agar membantunya paling tidak hingga di luar pintu gerbang. Tabib Heo sebenarnya takut, namun ia tetap mau menolong Jin Hyuk dan Young Rae. Jin Hyuk kemudian meminta agar kedua orang yang berada di dalam gerobak bertahan sebab sebentar lagi mereka akan melewati pintu gerbang. Mereka terus berjalan. Orang yang berjalan di depan tabib Heo dihentikan membuat Tabib Heo kembali ciut nyalinya. Jin Hyuk berusaha menenangkan Tabib Heo. Ia meminta agar Tabib Heo bersikap biasa saja dan tetap tenang agar tidak dicurigai.

Kyung Tak menghadap ayahnya. Menteri Kim bertanya pada Kyung Tak apa berita yang didapatkannya dari pihak P. Heung Seon. Kyung Tak berkata belum ada berita apapun. Menteri Kim berkata ia mengandalkan Kyung Tak untuk mendapatkan informasi dari pihak lawan. Ia memastikan agar Kyung Tak benar – benar menjadi mata dan telinga klan Kim Ahn Dong. Kyung Tak mengiyakan permintaan ayahnya.

Tiba giliran Jin Hyuk yang diperiksa. Sebelum petugas membuka penutup gerobaknya, Jin Hyuk menjelaskan bahwa mereka sedang mengangkut mayat. Ia memperkenalkan diri berasal dari Rumah Sakit Kerajaan. Petugas tersebut masih ragu dengan penjelasan Jin Hyuk. Tabib Heo segera beraksi. Ia memarahi petugas yang berlaku tidak sopan pada dokter kerajaan. Mendengar orang yang ada di depannya adalah dokter kerajaan, petugas tersebut ketakutan dan meminta maaf. Ia menyuruh keduanya segera melanjutkan perjalanan. Saat hendak berjalan, tiba – tiba pemimpin petugas tersebut datang dan meminta agar penutup mayat tadi dibuka untuk memastikan apakah benar mereka mengangkut mayat. Tabib Heo menelan ludah. Ia takut ketahuan. Dengan sedikit gugup, ia kembali berakting dan memarahi komandan tersebut. Namun kali ini petugas tidak seperti petugas sebelumnya yang bisa langsung digertak tabib Heo. Ia tetap meminta agar penutupnya dibuka. Young Rae dan pendeta Ridel juga sama ketakutannya seperti tabib Heo.

 Kyung Tak menemui P. Heung Seon dan Young Hwi. Young Hwi menanyakan bagaimana situasi musuh (menteri Kim dan antek-anteknya). Kyung Tak mengatakan mereka bingung karena kehilangan kesempatan menyerang. Mendengar hal itu, Young Hwi memuji taktik yang dilakukan P. Heung Seon. P. Heung Seon ragu dengan pujian dari Young Hwi, apakah ia akan berkata seperti itu lagi nanti. Young Hwi heran dengan reaksi P. Heung Seon, P. Heung Seon berusaha menutupi keraguannya dengan mengatakan bahwa politik benar – benar menyenangkan.
“Apakah politik benar – benar menyenangkan? Memberikan… Mengambil… “
“Kemudian bukan giliranmu untuk memberikan sejak dirimu mengambil?” timpal Kyung Tak.
“Tentu saja, aku harus melakukan itu. Aku harus mengakhirinya pada kesempatan ini,” jawab P. Heung Seon mantap. Kyung Tak bertanya apa P. Heung Seon memiliki ide untuk melakukannya?
“Masih ada pengkhianatan tingkat tinggi yang tersisa,” kata P. Heung Seon. Kyung Tak berfikir mendengar jawaban P. Heung Seon. Young Hwi bertanya apa maksud P. Heung Seon.

Jin Hyuk masih berada di gerbang kota. Komandan patroli tersebut meminta Jin Hyuk untuk segera membuka penutup “mayat-nya”. Melihat Jin Hyuk tidak bergerak, komandan tersebut berinisiatif membuka sendiri. Tiba – tiba Jin Hyuk berkata bahwa mayat yang diangkutnya merupakan pasien penyakit menular. Komandan tersebut kaget. Melihat lawannya ketakutan, Jin Hyuk justru dengan berani menantang petugas tersebut untuk membuka penutupnya. Ia berkata ada dua mayat, pria dan wanita yang meninggal karena penyakit menular. Melihat Jin Hyuk yang bersiap membuka penutup, petugas tersebut bergidik ketakutan. Ia buru – buru meminta Jin Hyuk segera pergi dari situ (takut ketularan nih, hehe). Diam – diam tabib Heo bernafas lega.
 
P. Heung Seon akan menggunakan perjanjian antara Ibu Suri dan Menteri Kim yang bersekongkol membagi “jatah” pejabat di belakang Raja. Ia memastikan pada Kyung Tak bahwa perjanjian tersebut didokumentasikan.

=Flashback=
Saat pemilihan ahli waris, Menteri Kim bersekongkol dengan Ibu Suri untuk mengatur posisi penting. Ia akan menentukan ahli waris, sedang Ibu suri akan menentukan ratu. Untuk pengadilan dibagi rata antara klan Poong Yang Jo dan Klan Kim Ahn Dong. Menteri Kim berjanji akan membuat dokumen tertulis tentang pembagian tersebut.
=Flashback End=

Kyung Tak berusaha melindungi ayahnya. Ia berkata saat Ibu Suri pensiun beberapa waktu yang lalu, menteri Kim segera menghilangkan barang bukti tersebut. P. Heung Seon tidak berharap pada salinan surat yang dimiliki oleh Menteri Kim, namun salinan surat yang dimiliki oleh Ibu Suri, yang mungkin disimpan oleh pejabat Lee. Yong Hwi sependapat dengan pemikiran Kyung Tak, bisa saja setelah kejadian-kejadian yang terjadi pejabat Lee juga menghilangkan dokumen tersebut. P. Heung Seon tidak sependapat. Ia mengenal Pejabat Lee yang telah berkecimpung dalam politik selama 10 dan tidak akan bertindak gegabah.

 

“Untuk melindungi hidupnya, kau tidak berfikir dia akan siap? Jika kebetulan Menteri Negara Kiri menang diatasku dan mendominasi Mahkamah lagi, Surat perjanjian akan melindungi Pejabat Lee yang telah disisiku,” jelas P. Heung Seon mantap.

Kyung Tak mendengarkan semua strategi P. Heung Seon dengan seksama. Ia kemudian meragukan apakan Pejabat Lee akan dengan mudah menyerahkan salinan dokumen tersebut kepadanya. P. Heung Seon dengan yakin akan membuat Pejabat Lee menyerahkan salinan dokumen tersebut kepadanya.

Jin Hyuk dan Young Rae berhasil mengantar Pendeta Ridel ke tempat pertemuannya dengan misionaris lain di luar kota. Pemilik rumah yang dipakai cemas menunggu kedatangan mereka. Sesampainya di sana, Young Rae segera menanyakan misionaris lain yang akan bergabung dengan mereka. Pemilik rumah berkata yang lainnya belum datang. Sebelum masuk, Young Rae menatap Jin Hyuk. Mengetahui maksud Young Rae yang hendak mengajak dirinya masuk, Jin Hyuk berkata akan menunggu di luar. Setelah Young Rae masuk, Jin Hyuk teringat sejarah pada awal masa pemerintahan Raja Gojong yang dibacanya dahulu.

 

Pada akhirnya, semuanya seperti dalam sejarah. Pangeran Heung Seon menyatakan penganiayaan skala besar terhadap Gereja Katolik dan Pendeta Ridel akan kembali ke China segera. Tidak terlalu jauh di masa depan, akan ada perang di Joseon.

Mengingat kenyataan sejarah seperti itu membuat Jin Hyuk cemas. Ia mengkhawatirkan Young Rae.
Dan nasib agassi.. Tidak. Aku harus menghentikan penganiayaan entah bagaimana.

 

Jin Hyuk menunggu di depan seperti janjinya pada Young Rae. Tiba – tiba ia memandang seorang anak kecil yang duduk sambil menangis. Jin Hyuk mendekati anak tersebut dan bertanya apa yang terjadi. Jin Hyuk bertanya di mana orangtuanya. Anak tersebut menjawab sambil menangis orangtuanya dibawa polisi. Mendengar penjelasan anak tersebut, Jin Hyuk segera menghiburnya dan meyakinkan orangtuanya akan segera kembali. Melihat anak tersebut masih menangis, Jin Hyuk membuat origami pesawat dan menunjukkannya pada anak tersebut. Melihat “benda” baru, anak itu antusias melihatnya. Setelah melihat anak tersebut antusias dan melupakan kesedihannya, Jin Hyuk menanyakan nama anak itu. Ternyata dia bernama Jin Soon Young. Jin Hyuk berseloroh, namanya juga Jin. Jin Hyuk lalu memberikan origami pesawat tersebut pada Soon Young, namun saat tangan mereka bersentuhan, seperti ada sengatan listrik. Jin Hyuk heran dengan hal tersebut. Soon Young menerima pesawat tersebut dan segera memainkannya dengan gembira, namun Jin Hyuk heran mengapa terjadi seperti sengatan listrik saat ia bersentuhan dengan Soon Young.

Kroni Menteri Kim berkumpul di kediaman menteri Kim, termasuk Kyung Tak. Mereka membahas tentang surat perjanjian antara Menteri Kim dan Ibu Suri beberapa waktu lalu. Pasti Kyung Tak sudah melaporkan rencana P. Heung Seon pada ayahnya. Dae Gun dan Beok Yi kaget mendengar pejabat Lee masih menyimpan surat perjanjian tersebut. Mereka khawatir hal tersebut menjadi masalah besar bagi mereka. Tabib Yoo berkata ia sudah curiga dengan hal ini, sebab P. Heung Seon tidak memproses masalah tersebut sebelumnya. Dae Gun menegur tabib Yoo, sebab ia pasti juga akan tersangkut masalah ini. Tabib Yoo mengelak hal tersebut. Ia berdalih dirinya hanya seorang dokter kerajaan dan juga bukan termasuk klan Kim. Menteri Kim kesal mendengar pembicaraan para kroninya. Ia menggebrak meja dan meminta agar mereka berhenti bicara. Giliran Kyung Tak yang angkat bicara. Ia merasa pejabat Lee tidak akan semudah itu menyerahkan dokumen yang bisa menghancurkan dirinya sendiri. Menteri Kim lalu meminta pada Kyung Tak agar P. Heung Seon tidak bisa mendapatkan dokumen dari pejabat Lee.

P. Heung Seon sudah bergerak cepat. Ia mengunjungi kediaman pejabat Lee yang saat itu sedang menimang putranya. Pejabat Lee sudah menduga maksud kedatangan P. Heung Seon, namun P. Heung Seon justru berbasa-basi menanyakan putra pejabat Lee. Pejabat Lee tidak sabar dengan basa-basi yang dilakukan P. Heung Seon padanya. Ia segera menanyakan tujuan sebenarnya P. Heung Seon. Melihat kecurigaan pejabat Lee terhadap dirinya, akhirnya P. Heung Seon berterus terang akan maksud kedatangannya. Ia meminta agar pejabat Lee memberikan dokumen perjanjian antara Ibu Suri dan Penasehat Kerajaan. Pejabat Lee tidak mengakui bahwa ia memiliki dokumen yang dimaksud P. Heung Seon. Mendengar jawaban pejabat Lee, P. Heung Seon mulai menekan pejabat Lee dengan memberikan kemungkinan apa yang akan dilakukan menteri Kim kepada pejabat Lee. Pejabat Lee mulai melunak, ia beralasan tidak akan memberikan dokumen tersebut karena hal itu pasti akan menyeretnya ke pengadilan sebab hal tersebut merupakan pengkhianatan tingkat tinggi terhadap Raja. P. Heung Seon tertawa mendengar ketakutan pejabat Lee. Ia membujuk agar pejabat Lee menyerahkan dokumen tersebut dan sebagai balasannya, ia akan melindungi pejabat Lee dari ancaman menteri Kim, tidak menyeretnya dalam tuduhan penghianatan terhadap Raja serta menaikkan jabatannya. Pejabat Lee tetap bersikeras tidak lagi memiliki dokumen tersebut. P. Heung Seon kembali menekan pejabat Lee dengan menggunakan putranya, meskipun ia tahu usahanya gagal kali ini.

Di luar kediaman pejabat Lee, P. Heung Seon sudah ditunggu Young Hwi dan Pal Yi. Young Hwi segera bertanya bagaimana hasilnya. P. Heung Seon berkata pejabat Lee pasti sedang memikirkan tawarannya tadi. Pal Yi berkomentar pejabat Lee akan dengan mudah menyerahkan surat tersebut bila disiksa. P. Heung Seon mengkritik kebiasaan Pal Yi yang tidak berubah meski ia sudah memiliki jabatan di kemiliteran, haha. Young Hwi menginginkan agar pejabat Lee menyerahkan dokumen tersebut dengan sukarela, tanpa dipaksa. P. Heung Seon setuju dengan pendapat Young Hwi. Pal Yi masih khawatir, bagaimana caranya agar pejabat Lee mau menyerahkannya secara sukarela.

 

“Kita harus membuat dia menyadari bahwa Anda yang paling dibutuhkan baginya, Tuanku,” saran Young Hwi. Pal Yi tidak mengerti maksud perkataan Young Hwi. P. Heung Seon menjelaskan maksud Young Hwi secara sederhana pada Pal Yi, “Kau perlu memobilisasi kelompokmu,” ucap P. Heung Seon mantap. (jadi rencananya melakukan tekanan pada pejabat Lee menggunakan kelompok Pal Yi agar ia ketakutan dan dengan sukarela mau bekerjasama dengan P. Heung Seon).

Jin Hyuk memeriksa luka pada kaki pendeta Ridel. Ia mengatakan lukanya telah sembuh dan bisa melanjukan perjalanan kembali. Pendeta Ridel berterimakasih pada Jin Hyuk dan Young Rae. Young Rae mencemaskan keadaan pendeta Ridel, sebab jarak Joseon ke Cina masih jauh. Pendeta Ridel bersikeras harus menuju Cina, sebab ia harus memberitahukan armadanya yang berada di Tianjin tentang keadaan di Joseon. Young Rae dan Jin Hyuk kaget mendengar pendeta Ridel membicarakan armadanya. Pendeta Ridel beralasan ingin melindungi umat yang tinggal di Joseon dan melawan pemerintah yang bertindak sewenang – wenang terhadap kepercayaan yang dipilih rakyatnya. Young Rae terperanjat mendengar maksud pendeta Ridel. Pasti akan pecah perang di Joseon. Young Rae berusaha membujuk pendeta Ridel untuk mengurungkan niatnya melawan pemerintah Joseon. Ia tidak ingin terjadi banyak kematian orang yang tidak berdosa karena perang. Ia meminta tolong Jin Hyuk untuk ikut membujuk pendeta Ridel, namun Jin Hyuk malah memilih meninggalkan keduanya tanpa berbicara sepatah katapun.

Young Rae menduga apa yang akan terjadi selanjutnya. Ia mengejar Jin Hyuk yang berjalan keluar dan menanyakan apakah perang akan benar – benar terjadi sepengetahuan Jin Hyuk. Dengan berat, Jin Hyuk mengiyakan pertanyaan Young Rae. Mendengar hal itu, Young Rae berusaha membujuk Jin Hyuk untuk menggagalkan perang yang akan terjadi. Jin Hyuk memotong perkataan Young Rae. Ia berkata itulah alasannya mengapa Jin Hyuk meminta agar Young Rae berhati – hati, sebab perang tersebut dipicu oleh banyaknya umat Katolik yang dianiaya dan tewas di tangan pemerintah Joseon. Young Rae membujuk Jin Hyuk agar membantu dalam mengagalkan penganiayaan yang akan diterima umat serta membujuk pendeta Ridel agar tidak melaksanakan niatnya menghubungi armada di Cina. Young Rae meminta agar Jin Hyuk membujuk P. Heung Seon untuk tidak menganiaya pemeluk Katolik, namun Jin Hyuk hanya bisa menghela nafas. Ia sudah mencoba namun gagal. Young Rae bersikeras sebab istri P. Heung Seon juga pemeluk Katolik. Jin Hyuk berkata oleh sebab itu, maka P. Heung Seon menyetujui penganiayaan terjadi sebab pengadilan memaksa dirinya untuk memutuskan hal tersebut. Mendengar jawaban Jin Hyuk, Young Rae kembali bersemangat, jika seperti itu maka P. Heung Seon sebenarnya tidak menginginkan hal tersebut terjadi. Young Rae bertanya apakah ada cara lainnya untuk menyelamatkan Joseon dari perang. Young Rae terus membujuk Jin Hyuk agar membantu mencegah perang terjadi.

Ada sekelompok orang bertopeng yang berjalan mengendap – endap menuju rumah pejabat Lee. Setelah mengatur strategi, salah satu berusaha memanjat tembok pagar. Tiba – tiba dari dalam terdengar teriakan pencuri dan ada dua orang bertopeng lainnya yang meloncat keluar. Ternyata dua orang ini adalah orang yang diteriaki oleh penjaga rumah. Kelompok bertopeng kaget melihat orang lain tiba – tiba muncul, namun mereka segera berpencar sebab penjaga rumah keluar mengejar pencuri tadi.

Di dalam rumah, pejabat Lee ketakutan. Ia cemas surat perjanjian yang disimpannya diambil pencuri yang berusaha masuk ke kediamannya. Ia segera mengecek keberadaan surat tersebut dan mendapatinya aman. Ia lalu teringat dengan perkataan P. Heung Seon sebelumnya. Ia takut apabila hal ini merupakan perbuatan menteri Kim. Ia semakin cemas tatkala mendengar putranya menangis. (tekanan psikologis P. Heung Seon berhasil nih, hehe).

 

P. Heung Seon menunggu kedatangan Pal Yi dan Gye Bak. Ternyata dua orang yang keluar dari kediaman pejabat Lee tadi Pal Yi dan Gye Bak, hehe. Pal Yi ketakutan melaporkan mereka gagal mencuri dokumen tersebut, meskipun Gye Bak ahli dalam hal mencuri, namun ia tidak berhasil menemukannya. P. Agung Heung Seon sudah menduga bahwa hal ini akan terjadi.

Menteri Kim juga menerima laporan dari Kyung Tak. Ia kaget mendengar P. Heung Seon sudah terlebih dahulu bergerak mendekati pejabat Lee. Kyung Tak menduga kejadian tersebut dilakukan P. Heung Seon agar seolah – olah hal ini dilakukan oleh kubu menteri Kim. Mendengar asumsi Kyung Tak, menteri Kim naik pitam. Ia marah hingga hampir pingsan.

P. Heung Seon sudah menduga bahwa pejabat Lee pasti menyimpan dokumen tersebut di tempat yang sangat rahasia. Pal Yi salah paham dengan maksud P. Heung Seon. Ia pikir P. Heung Seon mengetahui tempat disembunyikannya dokumen tersebut. Ia lalu meminta P. Heung Seon menunjukkan tempatnya agar Gye Bak bisa mencurinya, haha. P. Heung Seon tertawa mendengar permintaan Pal Yi. Ia hanya ingin mereka pura-pura telah menemukannya untuk mengelabui kubu menteri Kim. Gye Bak lalu melapor bahwa mereka tadi bertemu dengan sekelompok pencuri yang berada di sekitar kediaman pejabat Lee. Pal Yi menduga mereka pasti orang – orang suruhan menteri Kim (tepat sekali Pal Yi, hehe). P. Heung Seon heran, bagaimana mereka mengetahui tentang dokumen tersebut. Darimana mereka mengetahuinya?

 

Kyung Tak berpendapat surat yang dimiliki pejabat Lee sudah dicuri. Kyung Tak meminta izin ayahnya untuk mencarinya lagi sebelum terlambat, namun menteri Kim berkata hal itu sudah terlambat. Mereka sudah kalah dan akan dituduh melakukan penghianatan tingkat tinggi kepada Raja. Mendengar ayahnya yang putus asa, Kyung Tak meminta ayahnya tetap optimis. Ia berjanji akan membawa surat milik pejabat Lee pada ayahnya apapun yang terjadi untuk melindungi ayahnya dari hukuman.

Jin Hyuk menemui P. Heung Seon. Melihat Jin Hyuk, P. Heung Seon sudah menduga tujuan kedatangan Jin Hyuk. Tanpa basa basi, ia mengatakan tidak akan mendengar permintaan Jin Hyuk dan segera meninggalkannya. Jin Hyuk berseru bukan karena Young Rae namun karena alasan lain. P. Heung Seon akhirnya mau mendengarkan Jin Hyuk. Jin Hyuk menjelaskan jika P. Heung Seon tetap menindas pemeluk Katolik, maka akan terjadi perang sebab para imam dari Barat akan memanggil bantuan untuk melawan Joseon yang telah melakukan penindasan terhadap umat. P. Heung Seon tidak bisa menghentikan penganiayaan saat ini meskipun akan ada peperangan karena tidak ada keputusan tentang penghentian penganiayaan. Jin Hyuk merasa hal semacam itu tidak perlu menunggu keputusan pejabat, sebab menurutnya P. Heung Seon sendiri bisa melakukannya.

“Politik bukan permainan anak – anak! Hanya dengan ketulusan, ada yang bisa dilakukan! Ketulusan tanpa alasan dan manfaat tidak berguna sama sekali!” ucap P. Heung Seon.
“Apa yang ingin Anda peroleh dengan justifikasi dan manfaat akhirnya kekuasaan!” kecam Jin Hyuk.
“Kau benar. Bagaimana aku memegang kekuasaan ini? Tidakkah kau tahu itu? Jadi yang disebut kekuasaan adalah hal yang sangat menakutkan. Namun, apakah kau tahu apa yang menakutkan dari kekuasaan itu? yang memegang kekuasaan itu! Memberikan kekuasaan negara Joseon pada klan Kim Ahn Dong kembali, apakah itu hal yang benar untuk dilakukan? Pada akhirnya, baik kau maupun aku tidak akan mendapatkan apa-apa. Kita akan kehilangan segalanya!” kata P. Heung Seon.

Jin Hyuk tidak menerima alasan P. Heung Seon kepadanya. “Itu semua hanya alasan. Untuk pekerjaan yang tidak Anda ingin lakukan, Anda hanya melihat alasan tidak melakukan, dan untuk pekerjaan yang ingin Anda lakukan, Anda dapat melihat cara untuk melakukannya!”

 

P. Heung Seon marah mendengar ucapan Jin Hyuk. Ia menantang, apakah Jin Hyuk bisa memberikan solusi untuk hal tersebut?
“Apakah akan cukup jika Anda menggunakan perang untuk pembenaran dan sentimen publik untuk manfaatnya? Undang-undang ‘Ho Po Je‘.” kata Jin Hyuk.
Ho Po Je?” tanya P. Heung Seon heran.

‘Hop Po Je’ adalah salah satu kebijakan revolusioner P. Heung Seon, yang mencoba untuk mengisi dana nasional yang kurang. Itu terobosan hukum pajak dikenakan pajak atas bangsawan juga, yang telah dibebaskan untuk pajak adalah kelas istimewa dan berkuasa. 

P. Heung Seon heran mendengar apa yang baru saja Jin Hyuk katakan, mengenakan pajak kepada kaum bangsawan. Jin Hyuk mengiyakan, bahkan keputusan P. Heung Seon tersebut menjadi dasar pengenaan pajak di masa depan. P. Heung Seon heran dengan apa yang dikatakan Jin Hyuk. Ia tidak percaya dirinya membuat keputusan seperti itu.
“Jika Anda menghentikan penganiayaan terhadap umat Katolik sekarang dan menerapkan hukum pajak baru, Anda akan dapat menenangkan kemarahan rakyat yang akan disebabkan oleh masalah Katolik. Satu hal yang aku yakin Anda tidak boleh membiarkan pendeta Ridel kembali dengan cara ini. Satu-satunya yang bisa menghentikan ini adalah Anda, Tuan.” bujuk Jin Hyuk. P. Heung Seon berfikir mendengar ucapan Jin Hyuk.

Sepertinya, Jin Hyuk berhasil membujuk P. Heung Seon untuk menemui pendeta Ridel. Di luar, mereka bertemu Young Hwi dan Pal Yi. P. Heung Seon membisikan perintah pada Young Hwi yang dijawab dengan anggukan kepala tanda mengerti. P. Heung Seon bergegas meninggalkan tempat itu diikuti Jin Hyuk. Young Hwi menyerahkan bungkusan pada Pal Yi dan memintanya mengikuti P. Heung Seon. Diam-diam, Kyung Tak melihat apa yang dilakukan P. Heung Seon. Ia menyuruh anak buahnya untuk mengikuti P. Heung Seon.

Rombongan P. Heung Seon sudah berada di tempat pendeta Ridel disembunyikan. Young Rae kaget melihat P. Heung Seon berada di sana. Ia segera mempersilahkan P. Heung Seon untuk masuk dan bertemu dengan pendeta Ridel.

Di dalam, Jin Hyuk memperkenalkan P. Heung Seon pada pendeta Ridel. Tanpa menunggu lama, P. Heung Seon segera mengatakan tujuannya.
“Jika Anda akan memprovokasi perang di Joseon, Anda pikir Anda akan menang? Anda akan mendapat masalah besar jika Anda tidak menganggap kami serius. Selama ribuan tahun, berhadapan dengan negara-negar kuat, kami selalu membela negara kami. Juga, Anda tidak akan mendapatkan apapun dari memprovokasi perang. Tapi, terlepas dari siapa yang menang atau kalah, untuk Raja baru, menghadapi perang bukan peristiwa menyenangkan. Dan, bukankah lebih baik untuk menghindari perang dimana tidak ada yang memiliki sesuatu untuk didapatkan?”

Pendeta Ridel akan mengurungkan niatnya menyerang Joseon dengan syarat Joseon menghentikan penganiayaan dan memberikan kebebasan untuk mengajarkan kepercayaan mereka pada warga Joseon.
“Sebaliknya tanpa izin kami, Anda tidak harus mengganggu garis perbatasan kami, meminta kami untuk membuka port atau perdagangan. Jika Joseon membutuhkan bantuan dari negara Anda, Anda akan membantu semua yang Anda bisa? Bisakah Anda berjanji?”
“Jika Anda berjanji terlebih dahulu? aku akan merespon untuk itu dan mencoba untuk mengejar mereka,”jawab pendeta Ridel membuat kesepakatan.

P. Heung Seon menyetujui kesepakatan damai antara dirinya dengan pendeta Ridel. Ia membuat surat dan dibubuhi stempel resmi kerajaan miliknya sebagai tanda kesepakatan.

Perjanjian rahasia antara P. Heung Seon dan seorang pendeta Perancis. Jika kita dapat mencegah perang dengan ini, in Byeong Yang Yo akan hilang dari sejarah. (Kapal perang Perancis menginvasi pulau Kanghwa pada tahun 1866). Dan ini juga akan membawa perubahan besar dalam menutup kebijakan P. Heung Seon terhadap negara lain, dan terlebih lagi, ini dapat menjadi acara terobosan untuk bergerak ke atas modernisasi Korea. Tapi sejarah berubah seperti ini. Apakah ini benar?

Jin Hyuk dan Young Rae berterimakasih pada P. Heung Seon karena melakukan negosiasi demi mencegah perang yang akan terjadi di Joseon. P. Heung Seon merasa hal ini karena bujukan Jin Hyuk yang akhirnya menyelamatkan negara dari peperangan. Ia lalu berjanji akan menghentikan penganiayaan sekembalinya ia ke istana.
Dan dalam sejarah berubah, apa yang akan terjadi padaku?

 Kyung Tak menunggu Young Hwi untuk mengorek keterangan darinya. Young Hwi berusaha menghindari pertanyaan Kyung Tak. Namun Kyung Tak terus memancing Young Hwi, ia berkata melihat P. Heung Seon bersama Jin Hyuk tadi. Saat Young Hwi mulai mengatakan kebenarannya, Kyung Tak pura-pura minta maaf karena tidak seharusnya ia menanyakan hal-hal yang rahasia. Young Hwi termakan perkataan Kyung Tak (oh no). Akhirnya ia mengatakan kebenarannya pada Kyung Tak. Kyung Tak kembali berpura-pura Young Hwi tidak harus mengatakan hal yang rahasia seperti itu kepadanya. Young Hwi beralasan ia tidak mengatakan sejak awal pada Kyung Tak sebab banyak mata-mata yang ada di istana. Kyung Tak paham maksud Young Hwi dan kembali minta maaf karena seharusnya ia tidak bertanya-tanya tentang rahasia. Ia kemudian pergi dari hadapan Young Hwi. (mau lapor ke bapaknya pasti, hehe)

Anak buah Kyung Tak yang diminta memata-matai P. Heung Seon datang. Kyung Tak segera menanyakan di mana mereka berada.

Pendeta Ridel bersiap untuk melanjutkan perjalanan ke Cina. Ia berpamitan pada Young Rae dan Jin Hyuk. Jin Hyuk mengingatkan perjanjiannya dengan P. Heung Seon. Pendeta Ridel mengiyakan perkataan Jin Hyuk. Ia kemudian berangkat bersama dua orang lainnya.
“Siapa saja akan membuat pilihan yang sama,” kata Young Rae setelah pendeta Ridel pergi.
“Benarkah? Setiap kali aku mengubah sesuatu, aku tidak begitu percaya diri. Khawatir jika aku datang ke sini dan melakukan sesuatu yang aku tidak harus lakukan,” jawab Jin Hyuk.
“Kau akan kembali segera,” ucap Young Rae berusaha menghibur Jin Hyuk.
“Itu sebabnya aku lebih dan lebih khawatir. Aku takut apa yang mungkin telah berubah. Sebenarnya, baru kali ini aku terus berpikir tentang orang di masa depan. Beberapa perasaan buruk seperti… mungkin, sesuatu yang buruk terjadi,” ungkap Jin Hyuk pada Young Rae.
“Tidak akan ada hal buruk yang terjadi padanya…,” kata Young Rae menenangkan. “Maafkan aku. Bahkan aku membuatmu khawatir padaku.”
Jin Hyuk tidak merasa Young Rae merepotkannya. Ia lalu meminta agar Young Rae segera pulang ke rumah karena penganiayaan akan segera dihentikan. Belum sempat Young Rae menjawab, tiba-tiba ada seorang pria yang mencari Jin Hyuk. Ia meminta Jin Hyuk untuk menolong Soon Young.

Jin Hyuk dan Young Rae segera berlari menuju tempat Soon Young berada. Pria yang mencari Jin Hyuk tadi menerangkan Soon Young terjatuh dari lereng ketika ia mencoba turun mengambil pesawat kertas yang diberikan Jin Hyuk tadi. Jin Hyuk melihat ranting yang tertancap di perut Soon Young.
“Ada pendarahan di perutnya. Kita perlu membuka perutnya dan menghentikan pendarahan! Kirim orang ke tabib Heo untuk segera melakukan operasi. Cepat!” perintah Jin Hyuk pada Young Rae. Young Rae berlari mendengar permintaan Jin Hyuk.
Jin Hyuk segera melakukan pertolongan pertama. Namun lagi-lagi tangannya tersetrum sama seperti saat ia bertemu dengan Soon Young beberapa waktu lalu.
Apa lagi ini? Perasaan apa ini?” gumam Jin Hyuk heran. Ia lalu mengangkat Soon Young masuk ke salah satu ruangan.

P. Heung Seon kembali ke istana. Di sana ia telah ditunggu pejabat Lee. Basa-basi ia menanyakan keadaan rumah pejabat Lee yang dimasuki pencuri. Pejabat Lee menjawab tidak ada kerugian besar di rumahnya. Ia lalu menyerahkan dokumen yang pernah diminta P. Heung Seon. P. Heung Seon awalnya menyindir pejabat Lee yang berbohong tidak mengakui adanya surat tersebut. Pejabat Lee merasa keamanan keluarganya terancam, maka ia menyerahkan surat tersebut. Saat P. Heung Seon hendak mengambil dokumen tersebut, pejabat Lee masih ragu menyerahkannya. Ia masih memegang surat tersebut. Ia meminta kepastian dari P. Heung Seon untuk menjaga keluarganya dan Ibu Suri serta tidak akan menyeretnya ke dalam masalah pengkhianatan tingkat tinggi. P. Heung Seon memintanya percaya pada pihak yang menang.

Pendeta Ridel dan kedua rekannya sedang berjalan saat Kyung Tak dan pasukannya menghadang dan memintanya menyerahkan surat perjanjian dari P. Heung Seon. Kyung Tak mengancam akan membunuh mereka jika tidak menyerahkan surat tersebut padanya. Pendeta Ridel melawan Kyung Tak. Ia mendorong Kyung Tak hingga jatuh dan lari menyelamatkan diri. Kyung Tak kesal dan menyuruh anak buahnya mengejar pendeta Ridel.

Jin Hyuk, Young Rae dan tabib Heo mempersiapkan operasi untuk menolong Soon Young.
“Karena hematocelia (kondisi dimana darah terakumulasi di rongga perut karena pembuluh darah pecah), itu berbahaya.”
Jin Hyuk segera memberikan instruksi pada kedua asistennya. “Kita akan membuka perutnya segera dan menghentikan pendarahan. Ia juga membutuhkan transfusi darah.”
Tabib Heo bertanya kapan dan dimana mereka bisa mendapatakan darah? Young Rae menawarkan dirinya menjadi donor untuk Soon Young karena golongan darahnya O dan hanya ini cara terbaik yang bisa mereka lakukan. Jin Hyuk menyetujui hal tersebut dan meminta tabib Heo untuk mengambil alih tugas Young Rae melakukan anestesi.

Kyung Tak dan anak buahnya berhasil menghadang pendeta Ridel. Kyung Tak melumpuhkan pendeta Ridel dengan memukul perutnya. Dari belakang, anak buah Kyung Tak mencengkeram baju pendeta Ridel. Kyung Tak menghunuskan pedangnya ke leher pendeta Ridel dan meminta menyerahkan surat yang dicarinya. Melihat pendeta tersebut tidak merespon permintaannya, Kyung Tak memberi kode pada anak buahnya untuk mencari sendiri. Anak buahnya menemukan surat tersebut disimpan di balik baju dan menyerahkan pada Kyung Tak. Kyung Tak tidak mengindahkan protes pendeta Ridel. Setelah mendapatkan surat tersebut, ia meminta pendeta Ridel kembali ke negaranya. Anak buah Kyung Tak menyarankan untuk membunuh pendeta tersebut, namun Kyung Tak merasa tidak perlu. Ia segera meninggalkan pendeta tersebut sendiri. Kedua rekan pendeta Ridel segera menghampirinya setelah Kyung Tak dan anak buahnya pergi.

 Young Rae sedang melakukan transfusi darah pada Soon Young saat Jin Hyuk menjelaskan apa yang akan dilakukannya.
“Aku akan membuat sayatan besar pada otot rektus abdominis (otot-otot di dinding perut, terletak di setiap sisi, kanan/kiri dan vertikal) dan membuat lubang besar di perutnya.”
Jin Hyuk segera membedah perut Soon Young. Ia meminta tabib Heo memperhatikan pendarahannya.
“Lihatlah jumlah pendarahan, temukan vena cava inferior (vena terbesar dalam tubuh manusia), tapi dalam kasus itu tidak menghentikan pendarahan atau pengobatannya akan mudah. Aku akan mencari daerah luka.”
Jin Hyuk mencari bagian yang mengalami pendarahan dan berhasil menemukannya. “Untungnya, bukan inferior vena cava tetapi vena mesenterika! Aku akan menghentikan pendarahan,” kata Jin Hyuk setelah berhasil mencabut ranting yang menancap di perut Soon Young. “Jika itu robek lagi, menghentikan pendarahan akan sulit. Aku harus segera menjahit lukanya.”

Tabib Seo gugup karena terjadi pendarahan lagi. Ia berteriak pada Jin Hyuk. Belum sempat Jin Hyuk menjahit, tiba-tiba kepalanya kembali sakit. Kilatan putih kembali muncul. Jin Hyuk memegangi kepalanya hingga ia berguling-guling. Tabib Heo dan Young Rae kaget melihat Jin Hyuk. Tiba-tiba badan Jin Hyuk menjadi transparan. Ia berkata tidak bisa mengontrol tubuhnya. Young Rae segera melepas selang transfusi di lengannya dan bergegas membantu Tabib Heo. Tabib Heo gugup melihat keadaan Jin Hyuk, namun ia berusaha untuk segera menyelesaikan pekerjaan Jin Hyuk. Tabib Heo ketakutan melihat Jin Hyuk yang masih transparan. Tiba-tiba Young Rae menyadari Soon Young tidak lagi bernafas. Ia terlihat panik, begitu pula dengan tabib Heo dan Jin Hyuk. Bersamaan dengan itu, badan Jin Hyuk semakin transparan dan membuat tabib Heo dan Young Rae ketakutan. Mereka terus berteriak memanggil Jin Hyuk.

Tiba-tiba Jin Hyuk kembali ke rumah sakit tempatnya bekerja. Ia melihat dirinya yang bukan dirinya (hehe, bingung ya.. ). Teriakan Young Rae membuat Jin Hyuk kembali ke tempat di mana Young Rae dan tabib Heo berada. Tabib Heo benar-benar ketakutan, ia bahkan mengusap-usap matanya untuk meyakinkan ia tidak sedang bermimpi. Melihat Soon Young tidak bernafas, akhirnya Young Rae berinisiatif memberinya nafas buatan. Young Rae berhasil, Soon Young kembali bernafas. Young Rae memanggil tabib Heo untuk memberitahu Soon Young kembali bernafas. Perlahan-lahan, badan Jin Hyuk kembali. Young Rae menyadari kejadian itu. Tabib Heo berkata mereka harus buru-buru menjahit lukanya.

P. Heung Seon mengatakan pada Young Hwi perihal dokumen yang diserahkan pejabat Lee pada dirinya.
“Jika aku menangkap Menteri Kim dengan karunia dari pejabat Lee dan menyelamatkan orang-orang dari Joseon hadiah dari tabib Jin, siapa yang berani untuk menghalangi jalanku lagi? Akhirnya, aku bisa melihat akhir. Hari ini, pasti aku akan menunjukkan pemilik sebenarnya istana ini.”
Tiba-tiba menteri Kim datang menemui P. Heung Seon.

“Pangeran Agung! Kau terlihat benar-benar menyenangkan, terutama hari ini. Pasti ada sesuatu yang baik yang Anda miliki sekarang,” katanya menyindir.
“Tentu saja! Akhirnya, aku akan dapat menangkap kuda besar!” jawab P. Heung Seon sambil tertawa. (oh no, belum tahu pangeran T.T). Menteri Kim menanyakan apa yang dipegang P. Heung Seong? (grr, sepertinya dia merasa diatas angin nih).
“Bahkan jika kau penasaran tentang itu, kenapa kau tidak menunggu sebentar? Kau akan segera menemukannya.” Menteri Kim lalu berkata apa P. Heung Seon tidak penasaran dengan surat yang dibawanya, sambil menunjukkan surat perjanjian rahasia antara P. Heung Seon dengan pendeta Ridel. Melihat P. Heung Seon tidak merespon apa yang dikatakannya, menteri Kim lalu mengatakan Ridel dan membuat P. Heung Seon terbelalak kaget. Young Hwi juga terkejut mendengar perkataan menteri Kim.

 Keduanya duduk berhadapan. Menteri Kim segera melancarkan serangan pada P. Heung Seon tentang perjanjian rahasianya dengan orang asing, menghentikan penganiayaan serta memberikan mereka kebebasan untuk mengajarkan ajarannya di Joseon yang melanggar keputusan negara.
“Ini sangat sederhana, tetapi dimanakah Anda bisa menemukan yang lebih berbahaya dari satu kalimat ini?” ancam menteri Kim. “Ayah dari Raja bersekongkol dengan kekuatan asing dan membuat perjanjian rahasia tentang Katolik yang dilarang oleh hukum nasional. Ini adalah perintah langit dan semua orang di Joseon akan marah.”
“Lalu, bagaimana mempersiapkan ahli waris kurang dari satu tahun sejak Yang Mulia naik tahta?” balas P. Heung Seon geram. Menteri Kim menebak surat yang dipegang P. Heung Seon merupakan salinan dokumen yang berasal dari pejabat Lee. Ia lalu kembali melancarkan ancaman berikutnya.
“Karena Raja itu membodohi rakyat dan berusaha bersekongkol dengan kekuatan asing, kami mencoba untuk mempersiapkan ahli waris. Bagaimana jika kita mengatakan seperti ini? Apa pendapat Anda?” tantangnya. Ia merasa diatas angin sebab meskipun ia mendapatkan tuduhan melakukan pengkhianatan tingkat tinggi, bukankah ayah Raja juga melakukan hal yang sama. Sebelum meninggalkan ruangan, menteri Kim menyindir P. Heung Seon lagi, “Di medan perang, sebelum mengambil musuh kepala komandan, Anda tidak harus mengeluarkan berita tentang kemenangan. Aku pikir kau perlu belajar lebih banyak tentang politik dariku, Kim Byung Hee.” P. Heung Seon murka mendengar semua yang dikatakan menteri Kim. Ia membanting semua dokumen yang diletakkan di meja.

Young Hwi heran darimana menteri Kim bisa mendapat dokumen yang dipegang pendeta Ridel. Tiba-tiba ia menyadari pernah mengatakan pada Kyung Tak tentang negosiasi rahasia yang dilakukan P. Heung Seon dengan pendeta Ridel.

Jin Hyuk keluar rumah sambil ketakutan mengamati tangannya. Aku hampir menghilang. Aku tidak hadir di dalam (masa depan). Bagaimana ini bisa terjadi? 

Di dalam, tabib Heo dan Young Rae terdiam. Mereka sibuk dengan pikirannya tentang apa yang baru saja mereka lihat. Tabib Heo bergumam yang baru saja dilihatnya adalah ilusi sambil menampari pipinya. Young Rae berkata dalam hatinya bahwa yang tadi mereka lihat bukan ilusi.
“Itu bukan ilusi. Aku melihatnya dengan jelas dengan mataku sendiri! Pada saat anak itu akan mati, tabib Jin juga menghilang. Mengapa… Kenapa?”

 Jin Hyuk menyusuri jalan sambil memikirkan apa yang baru saja dialaminya.
Anak itu dan aku.. Sejak awal, aku punya perasaan bahwa dia dan aku sangat terhubung entah bagaimana. Ia teringat saat berkenalan dengan Soon Young dan menemukan mereka memiliki nama keluarga yang sama. Mungkin… anak itu adalah nenek moyangku? Tidak, dia tidak bisa. Aku bukan dari dunia ini.

Jin Hyuk kembali teringat dengan perkataan Mi Na tentang “alam semesta paralel”
Pernahkah kau mendengar tantang ‘alam semesta pararel’? Selain ini alam semesta di mana kita hidup, ada alam semesta lain yang begitu banyak ada pada saat yang sama. Di dunia-dunia, akan ada kehidupanku yang lain yang sangat berbeda.”
“Jika ada satu aku di dunia ini, maka anak ini adalah nenek moyang orang itu?“. Tiba – tiba ia teringat sesuatu.

Jin Hyuk mendatangi Choon Hong. Ia segera bertanya tentang alam semesta pararel yang pernah dikatakan Choon Hong padanya.
“Bagaimana jika ada satu aku di dunia ini? Jika diriku di dunia lain menghilang, maka aku juga akan menghilang? Pada akhirnya, diriku dan satu lagi aku di dunia ini, tidakkah keduanya memiliki nasib yang sama?”
Choon Hong pura-pura tidak tahu maksud pertanyaan Jin Hyuk padanya.
“Tentang alam semesta pararel, kau telah mengatakan kepadaku sebelumnya. Bukankah begitu?” tanya Jin Hyuk memastikan. Choon Hong berusaha menenangkan Jin Hyuk, namun Jin Hyuk tidak mau mendengar Choon Hong.

Jin Hyuk teringat saat Mi Na berada pada masa kritis, Young Rae mengalami hal yang hampir sama. Nyawanya terancam karena hampir ketahuan membawa pendeta Ridel keluar kota. Ia memastikan pada Choon Hong, apakah Young Rae dan Mi Na merupakan orang yang sama? Choon Hong kaget Jin Hyuk segera mengetahui kebenarannya. Ia buru-buru membohongi Jin Hyuk. Jin Hyuk tidak percaya dengan apa yang dikatakan Choon Hong. Ia benar-benar terpukul mengetahui kebenarannya. Ia kecewa Choon Hong membohonginya. Teriakan Choon Hong yang ingin menjelaskan tak mampu menghalangi kepergian Jin Hyuk yang sudah teramat kecewa dengan kenyataan. Choon Hong hanya bisa menangis melihat kepergian Jin Hyuk.
“Anda tidak akan dapat menerimanya jika Anda tahu yang sebenarnya. Na ri, Anda tidak akan dapat menerimanya!” ucap Choon Hong sambil menangis.

 

Kemudian, alasan perjalananku di sini… Jin Hyuk teringat kejadian apa saja yang pernah dilakukannya saat menyelamatkan Young Rae. Jin Hyuk bergegas menuju rumah dimana Young Rae berada. Ia berteriak memanggil Young Rae. Menyadari sepatu yang dikenakan Young Rae tidak ada, Jin Hyuk bergegas masuk. Tiba-tiba tabib Heo berlari dan memberitahu Young Rae dibawa polisi.

Jadi, aku datang ke sini untuk menolong Mi Na? Jin Hyuk menyadari alasannya berada di sana. Ia bergegas lari.

P. Heung Seon ditemani Young Hwi menunggu menteri Kim di depan rumahnya. Sedangkan yang ditunggu sedang berjalan bersama Kyung Tak. Setelah berbasa-basi, P. Heung Seon meminta menteri Kim memberikan Kyung Tak kepadanya sebagai salah satu orangnya. Kyung Tak heran mendengar permintaan P. Heung Seon pada ayahnya. Tentu saja menteri Kim tidak akan menyerahkan Kyung Tak pada musuhnya. Ia bahkan menyindir P. Heung Seon yang memilih Young Hwi, yang merupakan pemimpin pemberontak untuk menjadi tangan kanannya. Young Hwi geram mendengar perkataan menteri Kim kepadanya. P. Heung Seon balas mengatakan Young Hwi juga merupakan sahabat Kyung Tak, putranya. Mendengar penjelasan P. Heung Seon, menteri Kim berkata jika demikian maka dirinya dan P. Heung Seon juga merupakan teman karena mereka bergaul bersama, haha. P. Heung Seon tertawa mendengar perkataan menteri Kim. P. Heung Seon heran menteri Kim mengatakan mereka berteman. Menteri Kim lalu mengundang P. Heung Seon untuk masuk ke dalam.

Young Hwi memandang Kyung Tak dengan tatapan tak percaya. Sedang Kyung Tak jelas memandang penuh kebencian pada Young Hwi. Ia bergegas masuk ke dalam rumah diikuti Young Hwi.

P. Heung Seon dan menteri Kim bernegosiasi mengenai “kartu as” masing-masing. Menteri Kim tetap berencana akan menggulingkan Raja dan mengangkat raja lain yang bisa dipakai sebagai bonekanya, meski P. Heung Seon tidak mengusiknya. P. Heung Seon mengerti maksud menteri Kim, bukan Raja yang akan dihancurkannya tetapi P. Heung Seon. P. Heung Seon lalu meminta menteri Kim berjanji untuk melindungi Raja setelah ia mundur dari jabatannya. Menteri Kim tersenyum, merasa kemenangan berada di genggamannya.

Young Hwi mengajak Kyung Tak berbicara. Ia berterus terang mencurigai sahabatnya, karena ia tidak lagi mempercayai satu orangpun dalam situasi yang kacau seperti ini. Kyung Tak berkata mereka berdua melindungi dunia mereka masing-masing dengan cara mereka sendiri. Untuk memastikan perasaannya salah, Young Hwi meminta agar Kyung Tak meyakinkan dirinya bahwa apa yang dipikirkannya tidak benar. Kyung Tak mengerti arah pembicaraan Young Hwi. Ia mengatakan apa yang dipikirkan Young Hwi tidak benar, meskipun wajahnya terlihat menyesal.

Kyung Tak memikirkan pembicaraannya dengan Young Hwi tadi. Anak buahnya melaporkan mereka telah menangkap orang-orang Katolik yang bersembunyi. Kyung Tak tidak bersemangat mendengar laporan anak buahnya. Saat anak buahnya melaporkan gadis bangsawan yang membantu pendeta keluar kota juga ikut tertangkap, Kyung Tak tidak sengaja melihat ke arah para tahanan. Saat itu, Young Rae berjalan memasuki tahanan. Kyung Tak baru sadar, gadis yang dimaksud anak buahnya adalah Young Rae. Ekspresi wajah Kyung Tak segera berubah.

Jin Hyuk mendatangi P. Heung Seon. Ia marah karena P. Heung Seon tidak menepati janjinya menghapuskan penganiayaan. P. Heung Seon tidak merespon perkataan Jin Hyuk. Ia malah berjalan ke arah tahta Raja dan mendudukinya.
“Ketika aku meletakkan anakku, Myeong Beok di tempat ini. Untuk rakyat Joseon dan kau, dan untuk diriku juga, aku membuat banyak janji. ‘Aku akan mengakhiri 60 tahun kekuasaan klan Kim Ahn Dong dan mendapatkan kembali otoritas raja yang hilang’. ‘Aku akan menyelamatkan orang-orang Joseon dari pejabat rusak dan politik pengadilan’. ‘Karena itu, aku akan mengubah Joseon tua busuk dan membuat Joseon baru!’ Bukan berarti aku tidak memenuhi janji itu, tapi aku tidak bisa.”
Jin Hyuk heran dengan perkataan P. Heung Seon.
“Pria ini, Lee Ha Eung. Mulai hari ini, aku benar-benar akan menyerah pada politik dan meninggalkan semuanya di belakang.” Jin Hyuk kaget mendengar keputusan yang diambil P. Agung Heung Seon.

Bersambung..

P. Heung Seon merasa apa yang dilakukannya selama ini sia-sia saja. Orang-orang yang duduk di pemerintahan benar-benar ingin menggulingkannya apapun caranya, sebab mereka tidak ingin kehilangan kekuasaan yang selama ini mereka nikmati, seperti yang dikatakan menteri Kim. Hmm, sepertinya P. Heung Seon menyerah dengan idealisme yang selama ini dijunjungnya tinggi. Berarti, sejarah tidak akan berubah. Namun apakah P. Heung Seon akan menyerah begitu saja? Lalu bagaimana dengan Young Rae yang terancam keselamatannya? Apakah Jin Hyuk akan tetap terperangkap di masa Joseon?

Thanks to : IDWS
Written by Yohana [FB | Twitter]
Image by Ari [Twitter | Blog ]
Only posted on pelangidrama.net
DON’T REPOST TO OTHER SITE!!
Please be patient!!! don’t ask next episode! OK!

[Sinopsis K-Drama] Time Slip Dr. Jin Episode 18

~Sinopsis Time Slip Dr. Jin Episode 18~
Sinopsis Time Slip Dr. Jin Episode 18

Operasi cesar istri Pejabat Lee akan segera mulai, tanpa pembiusan maka Jin Hyuk harus menyelesaikan tidak lebih dari 10 menit. Dan dalam hati, Jin Hyuk cemasnya bukan main, karena dia sendiri menghidari operasi kandungan, karena melibatkan 2 nyawa sekaligus. 

Dan operasi cesar pun di mulai, dengan menahan rasa sakit yang teramat sangat, istri Pejabat Lee menggigit kain kuat-kuat yang juga dipegangi oleh Young Rae.
Sedang di ruangan lain Pejabat Lee dan P. Agung Heung Seon sedang adu mulut. Di satu sisi Pejabat Lee menolak untuk mengkhianati ibu Suri, di lain pihak P. Agung Heung Seon mengingatkan agar dipikirkan juga masa depan Joseon jika dipenuhi orang-orang seperti Menteri Kim. Pejabat Lee dilema..
“Saya tak ingin terbebani dengan memikirkan masa depan. Sudah hentikan saja!” seru Pejabat Lee.
Operasi yang dilakukan Jin Hyuk hampir berhasil mengeluarkan bayi istri Pejabat Lee. Di bantu Young Rae akhirnya bayinya keluar, Tabib Heo buru-buru memotong tali pusarnya. Namun ada yang aneh, bayinya sepertinya apea (tangan dan kaki kekurangan oksigen).
Dengan sigap, Young Rae membalikan bayi posisi kepala di bawah, menepuk-nepuknya dan menangislah bayi tersebut. Betapa leganya mereka. Langkah selanjutnya, Jin Hyuk membius istri Pejabat Lee, membuang plasenta dan menutup jahitannya.
Betapa gembiranya Pejabat Lee begitu melihat putranya yang tampan.  Kemudian berterimakasih kepada Jin Hyuk.
Dengan sengaja, P. Agung Heung Seon mengajak Jin Hyuk berbicara berdua. Dia berusaha membujuk Jin Hyuk agar turut mendukung rencananya. Namun ditolaknya.
Oh Oh, Tabib Heo tahu benar agar Jin Hyuk berdua dengan Young Rae, dengan berpura-pura ada sesuatu yang tertinggal di kediaman Pejabat Lee dia kabur ‘meninggalkan’ mereka berdua. “Gwang..gwang, aku begitu kesiapan siapa yang bisa aku ajak pulang,” rintihan hati Tabib Heo.
Sinopsis Time Slip Dr. Jin Episode 18
Kini tinggal mereka berdua yang berjalan beriringan. Jin Hyuk terkesan dengan kecakapan Young Rae dalam menangani si bayi, seandainya terlambat sendikit maka berakibat fatal. Apalagi Jin Hyuk baru pertama kali menangani proses kelahiran.
Jin Hyuk kembali berkata seandainya saja dia tak datang ke jaman mereka, Young Rae pasti akan menjalani hidup normal seperti kebanyakan orang.
“Hidup normal, mungkin iya.  Tapi bahagia..barangkali.”
“Apa kau sudah bertemu dengan Mayor Kim (Kyung Tak)?” tanya Jin Hyuk.
“Di istana, dia meminta saya untuk menjadi tabib yang terhebat di negeri Joseon,” senyum Young Rae mengembang, “Namun selama tabib Jin ada di sini maka akan sulit.”
Keduanya tersenyum dan melanjutkan perjalanan.
Di kegelapan malam istana, Kyung Tak menyelinap dan masuk di sebuah ruangan. Mengambil surat Jin Hyuk yang disimpan P. Agung Heung Seon dan menyelipkannya di baju.
Di kediaman Menteri Kim, beliau bertemu dengan Tabib Yoo. Seakan tahu P. Agung Heung Seon mencoba memanfaatkan kelahiran putra Pejabat  Lee untuk membujuknya. Namun seperti yang sudah diduga mereka, P. Agung Heung Seon memang tidak mendapatkan dukungan Pejabat Lee untuk hal ini.
“Negara ini akan terus berbunga di pot bungaku,” celoteh Menteri Kim tertawa bersama Tabib Yoo.
Sinopsis Time Slip Dr. Jin Episode 18
Kesan frustasi terlalu tampak di wajah P. Agung Heung Seon (Yapparrii..aku benar-benar merindukan kesan jahil di wajah Yoo Bang!!). Secara mengejutkan Young Hwi memberi saran agar menginterogasi Pejabat  Lee agar mengakui adanya pembicaraan tentang ahli waris. “Menginterogasi suami dari kemenakan Ibu Suri..bagaimana kita akan mengendalikan badainya nanti?”
“Apa ada pilihan dalam masalah ini?” tanya Young Hwi balik.
P. Agung Heung Seon lebih memilih untuk menunggu kemana arah angin akan berhembus, mungkin saat itulah dia akan bergerak.
Sinopsis Time Slip Dr. Jin Episode 18
Pasangan suami istri Lee sedang menggumi ketampanan bayi mereka. Namun dilema masih melanda Pejabat Lee, dia pun meminta saran istrinya. Haruskan dia mendukung dan berpihak kepada P. Agung Heung Seon  sedang artinya dia cemas akan keberadaan ibu Suri. Istrinya menanyakan tujuan P. Agung Heung Seon sebenarnya. “Apakan Pangeran Heung Seon bermaksud baik?”
“Dia berkata, ingin mengubah negara ini, yang mana sekarang sedang dikuasai oleh Penasehat Kerajaan dan pejabat-pejabat yang curang.”
“Yang terpikirkan oleh saya saat anak ini besar nanti, akankah dia dapat mengikuti ujian negara? Klan Andong Kim atau klan manakah yang harus saya kunjungi agar dapat membeli jabatan di pemerintahan?”
“Istriku!” seru Pejabat Lee mendengar perkataan istrinya.
“Saya ini wanita yang sudah menikah (Artinya: sudah tidak ada hubungan dengan klan asalnya) Saya akan mengikuti Anda, Tuanku.”
Tak berapa lama, Pejabat Lee menemui P. Agung Heung Seon   di Istana, wajah sumringah menyertainya seraya berterimakasih kepada Pejabat  Lee. Tak jauh, Kyung Tak tidak sengaja melihatnya.
Keduanya pergi menghadap Ibu Suri. Tanpa panjang lebar P. Agung Heung Seon   mengemukakan secara ekplisit bahwa lebih baik Ibu Suri mundur sebagai perwalian dan menjadi ibu Suri yang tanpa kekuasaan apapun. Betapa murkanya Ibu Suri dan menyuruh mereka untuk pergi secepatnya..
Di tempat terpisah, seorang pelayan menyampaikan pesan bahwa Ibu Suri ingin Mentri Kim menemuinya, namun dengan berani Mentri Kim akan menemuinya besok. Berani benar Mentri Kim mengindahkan perintah Ibu Suri.
Sinopsis Time Slip Dr. Jin Episode 18
Tak berselang lama, Kyung Tak datang menemui Mentri Kim yang dilanda kebingungan, kenapa Pejabat Lee berani berkhianat terhadap Ibu Suri? Apa sebenarnya tujuan P. Agung Heung Seon? Kyung Tak meminta Mentri Kim agar tidak berhubungan dengan Ibu Suri lagi. Hal itu lebih aman.
“Segalanya tidak berjalan sebagaimana yang kita harapkan. Setelah menyingkirkan Ibu Suri, sudah pasti dia akan langsung mengincar kita.  Perhatikan Pangeran Heung Seon dari dekat.”
Betapa terkejutnya Ibu Suri ketika diberi tahu pesan Mentri Kim. Disulut emosi dia akhirnya kolaps. Jin Hyuk buru-buru memeriksa Ibu Suri, dan menyuruhnya untuk banyak istirahat.
Ibu Suri bangkit, “Pangeran Heung Seon sungguh orang yang sangat menakutkan. Dia menyingkirkan Penasehat Kerajaan. Dia akan mengambil alih Joseon. Walau kau hanya seorang tabib,  aku tahu kau sangat dekat dengan Pangeran Heung Seon. Tolong bantu Pangeran Heung Seon untuk memimpin negeri ini di jalan yang benar.” Dengan sorot mata  sedih dan lelah beliau memutuskan untuk tidur.

Ibu Suri Jo adalah orang kunci yang membuat Raja Gojong menduduki singgasana, dan menjadi rekan politik Pangeran Heung Seon.  Tapi, beliau menghilang dari pusat perpolitikan dengan cara seperti ini.”

Sinopsis Time Slip Dr. Jin Episode 18
Di balairung raja, dengan suara jelas, Pejabat Lee membacakan titah terakhir Ibu Suri yang memutuskan beliau akan ‘pensiun’ dan menenangkan diri menghabiskan masa tuanya. Serentak P. Agung Heung Seon  dan pejabat lainnya berlutut dan memanggil nama Ibu Suri. Maka tercapailah keinginan P. Agung Heung Seon.
Di luar, kedua kelompok saling serang dengan perkataan tajam. Namun sepertinya kedua belah pihak diuntungkan mundurnya Ibu Suri dari ranah politik.
“Balairung utama ini ada pemiliknya, namun kudengar kau sudah mempersiapkan pewaris tahta yang baru,” ucap P. Agung Heung Seon  .
Sinopsis Time Slip Dr. Jin Episode 18
Mentri Kim hanya menanggapi dingin, dan berlalu yang sebelumnya saling melempar kata-kata tajam.
“40 tahun..aku mengasah pisauku selama 40 tahun. Sekarang aku sudah menggenggam pisau itu, sekaranglah aku menggunakanya.”
Sinopsis Time Slip Dr. Jin Episode 18
Jin Hyuk dipanggil ke ruangan kerja P. Agung Heung Seon. Beliau menanyakan keadaan Ibu Suri. Tanpa basa basi, Jin Hyuk menuduh P. Agung Heung Seon terlalu berambisi demi menjaga kekuasannya.
“Memangnya aku menjaga kekuasaan ini hanya untuk mengenyangkan perutku?!” seru P. Agung Heung Seon.
Beliau melempar selembar gulungan kertas yang berisi informasi tentang cendikiawan Konfusius. Jin Hyuk terlonjak kaget, tidak ini terlalu cepat dari catatan sejarah!
“Jika aku ragu walau sebentar saja, maka Penasehat Kerajaan pasti sudah membuat serangan balasan. Sebelum aku diserang, aku harus mengambil inisiatif.”
“Ada seseorang yang harus saya lindungi,” balas Jin Hyuk saat P. Agung Heung Seon heran Jin Hyuk begitu mencemaskan sesuatu dan sekali lagi meminta agar P. Agung Heung Seon menepati janjinya dulu (tidak gegabah masalah pemeluk Kristen).
Young Rae terlonjak kaget begitu melihat istri P. Agung Heung Seon bertandang ke kediamannya. Beliau dihadapan ibu Young Rae dengan beralasan ada pasien yang harus ditanganinya mengajak Young Rae pergi.
Keduanya masuk kesebuah kamar yang tergeletak orang asing sedang kesakitan, Young Rae dapat menebak dia adalah Pendeta Ridel Felix Clair. Diketahui dia terluka saat akan pergi ke Cina. Young Rae berjanji akan membawa obat dan kembali.
Sinopsis Time Slip Dr. Jin Episode 18
Surat yang sejatinya diberikan kepada P. Agung Heung Seon kini berada di tangan Kyung Tak, diapun membacanya.

Saat Anda sudah mendapat kekuasaan, Anda akan mulai menutup gedung peringatan Konfusius secara besar-besaran. Para sarjana akan menentangnya, namun pada akhirnya, dengan bantuan dari masyarakat Joseon, Anda akan berhasil menutup banyak gadung peringatan Konfusius.”

“Dia itu tabib, tapi dia membuat ramalan semacan ini?” cemooh Kyung Tak tak menyadari sesuatu.
Young Rae tak menyangka Jin Hyuk berada di balai pengobatan, dia berterus terang ada pasien mengalami Hematosepsis [Disebut juga septicemia: kondisi saat darah terinfeksi bakteri]. Namun dirinya tak bisa membawa pasien ke balai pengobatan, “Sebenarnya, pasien ini adalah pendeta Katolik.”

Jin Hyuk pun membenarkan diagnose Young Rae ketika dia datang melihatnya. Dia pun berniat menyuntikan penisilin, Pendeta yang melihat jarum suntik terlonjat kaget. Melarang Jin Hyuk memasukan sesuatu ke dalam tubuhnya. “Aku tak pernah melihat pengobatan semacam itu bahkan di negaraku. Dan juga, aku tak bisa mempercayai obat yang dibuat oleh dokter Joseon.”
Jin Hyuk pun meminta Young Rae untuk membujuknya karena sama-sama penganut. Tak berapa lama Young Rae menyuntikkan penisilin.
Kemudian di luar ruangan, Jin Hyuk melarang keras Young Rae untuk berhubungan dengan Pendeta tersebut, dirinya yang akan memeriksanya lagi.

Sinopsis Time Slip Dr. Jin Episode 18
Akhirnya P. AGung Heung Seon siap untuk mengiris sesuatu dengan pisaunya. Di hadapan Sang Raja, dia membacakan permohonan agar dilakukan penutupan gedung konfusius yang dibangun secara pribadi.
“Aku tak akan memaafkan siapaun  yang menyakiti rakyat Joseon, meski Konfusius sendiri bangkit dari kuburnya. Karena gedung peringatan Konfusius sekarang ini bisa disamakan dengan sarang pencuri.  Meski mereka memiliki tanah yang luas dan banyak budak, mereka tidak membayar pajak sedikitpun. Mereka benar-benar ngengat pemakan negara ini.  Setelah menutup gedung peringatan Konfusius,  hak tanah dari gedung-gedung itu akan dikembalikan kepada pemerintah daerah.”
Jelas Mentri Kim menolak mentah-mentah tindakan dan usul tersebut. “Apa kau ingin menghancurkan tradisi Konfusianisme di negara ini?” teriak Menteri Kim.
P. Agung Heung Seon kukuh tidak akan membiarkan para sarjana Konfusius mengeksploitasi rakyat Joseon dengan memungut pajak tinggi demi perayaan ajaran Konfusius yang berlebihan. “Aku mengerti niatmu, Pangeran Agung. Tapi, bagaimana kau akan menangani perlawanan dari para sarjana itu? Apa kau bisa menghadapinya?” ucap Menteri Kim sengit.
“Mereka akan tahu…bahwa Pangeran Agung yang masih hidup ini lebih menakutkan daripada Konfusius yang sudah wafat!”
Dengan kalap, Kyung Tak masuk ke kamarnya, mencari-cari surat yang dulu dibacanya. Menutup gedung peringatan Konfusius? Kyung Tak gemetar membacanya kembali.
Di luar istana, rakyat mengelu-elukan tindakan P. Agung Heung Seon. Jin Hyuk berhenti sejenak di kerumunan masyarakat.
“Perintah penutupan gedung peringatan Konfusius yang dikeluarkan Pangeran Agung, mendapat sambutan hangat dari rakyat Joseon. Sejauh ini, segalanya berjalan seperti yang tertulis dalam sejarah. Setelah ini, apa yang akan terjadi pada pemusnahan gereja Katolik?”
Sinopsis Time Slip Dr. Jin Episode 18
Benar saja, para sarjana tidak tinggal diam. Mereka menggelar aksi protes, meminta P. Agung Heung Seon mencabut titahnya. Pal Yi keluar, “Meski kalian menyanyikan “Konfusius berkata”, atau “Mensius berkata” seumur hidup kalian, memangnya kalian bisa menghasilkan sebutir beras, atau sehalaman kain tenunan?” terikan Pal Yi disambut seruan setuju dari rakyat Joseon.
Kemudian Pal Yi mengusir para sarjana, sebagian berlari tunggang langgang.
Hal ini tentu saja membuat Menteri Kim murka. Demikian juga yang lain, apalagi begitu mendengar masyarakat balik membela P. Agung Heung Seon.
“Jika kita mengambil langkah sembrono untuk menentangnya, kemarahan masyarakat dapat mengarah kepada Anda, Tuan Besar,” ucap Tabib Istana.
Dengan sekali sentak, Menteri Kim mengusir yang lain keluar kecuali Kyung Tak. Dirinya berpendapat pasti ada alasan P. Agung Heung Seon berbuat demikian.
“Tentu saja, itu tak perlu dibahas lagi.  Dengan membersihkan sumber dana faksi Noron*, (faksi politik klan Andong Kim) dia berusaha menggoyahkan penyokong klan kita!”
“Biasanya, celahnya akan terlihat justru pada saat-saat seperti ini,” ujar Kyung Tak.
Sinopsis Time Slip Dr. Jin Episode 18
Keadaan pendeta Ridel semakin membaik dan hampir pulih. Dirinya sangat berterimakasih pada Jin Hyuk dan sedikit curhat masalah banyaknya penderitaan yang dialami pengikutnya.
“Jika mereka terus memberangus keimanan kami dengan paksaan, maka dapat menimbulkan bencana besar.”
Jin Hyuk tahu benar apa maksud ucapan pendeta Ridel.
Ridel. Dengan alasan bahwa di Joseon ini umat Katolik ditindas, pendeta Perancis ini membawa kapal-kapal perang ke Joseon. Orang inilah yang menyebabkan terjadinya Byeong In Yang Yo. [Di tahun 1866, kapal perang Perancis menyerbu pulau Kang Hwa untuk membalas pembantaian dan penindasan yang dilakukan Pangeran Agung terhadap umat Katolik.
Jin Hyuk kembali merasakan sakit kepala yang luar biasa. Young Rae mendekatinya karena cemas. Tak lama, Kyung Tak masuk. Tanpa basa basi meminta Jin Hyuk ikut dengannya untuk berbicara 4 mata.
Sinopsis Time Slip Dr. Jin Episode 18
Kyung Tak serta merta melempar kata-kata kesal betapa P. Heung Seon membuat keluarganya yang telah berkuasa 60 tahun dibuatnya terinjak-injak, apalagi heran dengan tabib biasa yang punya kemampuan ‘meramal’.
“Sementara ini, biar kupikirkan bagaimana aku bisa memanfaatkanmu. Saat itulah, kau harus menjawabku siapa kau sebenarnya.” ujar Kyung Tak sembari berlalu.
Young Rae terkejut ketika Jin Hyuk bertanya kalau-kalau dia pernah bercerita Jin Hyuk berasal dari masa depan. Ting, Jin Hyuk seakan mengerti dari mana Kyung Tak tahu, diapun buru-buru pergi.
Sinopsis Time Slip Dr. Jin Episode 18
Di Gibang, P. Agung Heung Seon dan sekutunya bersenang-senang dengan para gisaeng, merayakan keberhasilan P. Agung Heung Seon merebut hati rakyat Joseon dan mengelu-elukan beliau.
“Namun, Anda belum boleh meremehkan Penasehat Kerajaan,” ucap Choon Hong menasihati.
“Aku bisa melihat isi pikiran Penasehat Kerajaan seakan aku melihat telapak tanganku.”
Tentu saja yang dimaksud P. Agung Heung Seon adalah Kyung Tak, yang dikiranya mata-mata yang berpihak padanya.
Tak lama, Choon Hong keluar karena seseorang ingin bertemu dengannya. Jin Hyuklah orangnya, dan lagi-lagi dia salah mengerti mengira Kyung Tak tahu dari Choon Hong.
Mendadak kilatan cahaya kembali mengusik Jin Hyuk sewaktu dirinya berniat memberitahu Ridel akan perang. Rasa sakit muncul setiap kali dirinya akan membeberkan rahasia masa depan, Jin Hyuk pun pingsan.
Sinopsis Time Slip Dr. Jin Episode 18
Young Rae membawa Pendeta Ridel ke balai pengobatan, namun sesaat meninggalkan tempat persembunyiannya, para petugas menggerebek tempat tersebut. Orang-orang pengikutnya diciduk termasuk istri P. Agung Heung Seon.
Keduanya buru-buru pergi, nasib masih berpihak pada Young Rae yang mampu melarikan diri.
Sinopsis Time Slip Dr. Jin Episode 18
Young Hwi berbicara 4 mata dengan Kyung Tak. Meminta bantuan Kyung Tak agar dirinya bisa mengeluarkan seseorang dari penjara Poochang, yaitu istri P. Agung Heung Seon. Kyun Tak terbelalak tak percaya akan alasan penangkapan beliau.
Semenatara, P. Agung Heung Seon mondar-mandir, dan semakin rumit ketika Young Hwi mengabarkan Kyung Tak tidak mampu berbuat apa-apa karena masalah ini sudah sampai di Menteri Hukum.
P. Agung cemas karena banyak pengikut Menteri Kim di bagian tersebut, dan akan menjadi bahaya jika masalah ini terdengar oleh Menteri Kim.
“Atas perintahku, suruh mereka untuk membebaskan semua tersangka,” perintah P. Agung Heung Seon.
Sinopsis Time Slip Dr. Jin Episode 18
Jin Hyuk tersadar karena memimpikan Mi Na, seakan mendapat firasat buruk. Choon Hong yang datang mencoba meghibur bahwa itu hanya sekedar mimpi.

Dan benar saja, Kyung Tak membeberkan mengenai istri P. Agung Heung Seon kepada Menteri Kim. Dan juga kabar mengenai sudah dibebaskannya semua para tersangka.
“Seseorang yang selalu menggunakan kata ‘atas nama hukum negara’ di setiap kalimatnya, telah menjilat ludahnya sendiri,” cibir Menteri Kim.
Namun kejadian ini digunakan Menteri Kim untuk kembali menjatuhkan P. Agung Heung Seon.
Sinopsis Time Slip Dr. Jin Episode 18
Keesokan harinya, Menteri Kim dan kroninya mengangkat kabar ini dihadapan Raja. Betapa ajaran ini akan mengganggu adat istiadat Negara Joseon. Mimik P. Agung Heung Seon terlihat murka. Sedang Menteri Kim tersenyum menang.
“Apa alasan membebaskan para tersangka bahkan sebelum adanya interogasi dari Menteri Hukum? Apa mungkin…dia melakukannya karena istrinya juga penganut ajaran Katolik..saya sangat penasaran,” celoteh Menteri Kim tak ada habisnya.
P. Agung Heung Seon hanya bisa memandang sengit ke arah Menteri Kim.
Dan kabar besar itupun sampai juga ditelinga Jin Hyuk.
Ruangan P. Agung Heung Seon menjadi panas. Dirinya serba salah. Apalagi Young Hwi dan lainnya meminta P. Agung tidak membiarkan masalah ini berlarut-larut.
“Jika Tuan terus melindungi pengikut Katolik, maka tak hanya Penasehat Kerajaan, namun seluruh rakyat Joseon tak akan tinggal diam.”
“Lalu, apa kalian memberi saran untuk segera menghabisi mereka? Kita tidak boleh berbuat begitu!” ujar P. Agung sengit.
Dilema bagi beliau, antara kepercayaan rakyat dan mempertahankan kekuasaanya. Jin Hyuk langsung menerobos masuk, berteriak agar P. AGung Heung Seon menepati janjinya.
Sementara itu Young Rae membantu Pendeta Ridel untuk melarikan diri dari Joseon.
P. Agung dan Jin Hyuk berdebat mengenai hal ini, disatu sisi Jin Hyuk meminta agar beliau tidak mengobarkan nyawa tak berdosa demi kekuasaan. Di sisi lain, P. Agung Heung Seon tidak akan membiarkan Menteri Kim menang dan menyikirkannya, karena sama saja jika kekuasaan ditampuk oleh Menteri Kim, keadaan mungkin jauh lebih buruk bagi mereka! Politik memang tidak sesederhana pikiran orang.
Jin Hyuk putus asa dan akhirnya membeberkan bahwa Young Rae juga penganut Khatolik.
“Memang menyakitkaan, tapi aku tak bisa membiarkan Penasehat Kerajaan (Menteri Kim) menguasai negara ini lagi.  Aku harus membuat keputusan yang sulit demi Joseon.”
Kecewa apa yang dirasakan Jin Hyuk mendadak berubah  menjadi kemarahan. Dirinya memandang P. Agung Heung Seon tak lebih seperti politikus yang lainnya.
“Anda berkata, Anda ingin tahu bagaimana sejarah  akan menilai Anda. Pembantaian ini. Ini adalah kesalahan pertama yang akan Anda buat. Lalu seterusnya yang kedua, dan ketiga…Apa Anda tahu pada akhirnya apa yang akan terjadi pada negara ini?”
P. Agung Heung Seon tak kalah murkanya, sejarahnya dirinyalah yang menentukan. “Anda akan berubah seperti yang tertulis dalam sejarah,” ucap Jin Hyuk pada akhirnya lalu pergi.
Buru-buru beliau mencari surat dari Jin Hyuk namun telah raib.
Sinopsis Time Slip Dr. Jin Episode 18
Dengan langkah tegas, P. Agung Heung Seon datang ke balairung dimana semua orang telah menunggunya. Dan ya, sperti dalam sejarah yang ditakutkan Jin Hyuk. P. Agung Heung Seon memutuskan untuk memberikan hukuman bagi pengikut ajaran tersebut.
Jin Hyuk merasakan sakit yang hebat saat melihat para pengikut Khatolik digiring, sedang Young Rae dan pendeta Ridel dihadang petugas. Dan Jin Hyuk merasakan Mi Na semakin menjauh, alat pendeteksi detak jantungnya mengeluarkan garis lurus…tuuuuuttttttt
“Andweee…” teriak Jin Hyuk keras.
Written & Images by Kireina Acie Ringo [Fb]
Posted Only and Just Only On Pelangi Drama
Don’t Repost Other Site.