[Sinopsis] Khuntoria Couple Episode 10

Selesai membuat SIM, Khun dan Vic makan siang berdua.
Seperti biasa melihat kaos Vic melorot Khun pun segera menaikkannya kakaka. Vic pun tersenyum.
“Ketika aku pergi ke Thailand nanti, akankah kamu kangen padaku?”tanya Khun.
“Kapan kamu pergi dan kapan kamu pulang?”tanya Vic balik.
“Di awal Juli”jawab Khun.
“Member yang lain ikut juga?”tanya Vic.
“Aku sendirian kok”jawab Khun.
“Sendirian?”. Vic sedikit terkejut.
“Aku syuting bersama orang lain”jelas Khun.
“Dengan siapa?”tanya Vic.
Khun hanya tersenyum jahil.
“Dengan wanita?”tebak Vic.
“Bukan, dengan laki-laki kok. Dia seorang pianist. Pianist yang aku suka”jawab Khun.
“Aku suka sekali dengan lelaki yang bisa bermain piano dengan bagus”ujar Vic.

Khun pun langsung memasang muka, bahwa yang dimaksud itu adalah dirinya.
“Apa kamu bilang?”ujar Khun.
“Kamu bisa bermain bagus?”tanya Vic.
“Tidak”jawab Khun, jyahhhh Khun muhaha.
“Baiklah”.
“Apa?”seru Khun. Vic pun tertawa kecil.

Hp Khun berbunyi dia mendapat sms dari couple Adam. Vic pun iku melihat isinya.
“Jokwon dan Ga In, di rumah kami”.
“Wow”guman Vic.
“Mungkin mereka sedang bersama sekarang”tebak Khun.
“Aku melihatnya . Rumah baru mereka”seru Vic semangat.
“Hari ini adalah hari kami pindahan”, isi dari sms Jokwon.
“Aku selalu berbicara dengannya mengenai kapan kita bisa bertemu dengan mereka”ujar Khun.
“Ah benarkah”tanya Vic.
“Karena Jokwon ingin bertemu Vicyoria-ssi juga”jawab Khun.
“Kita bisa bertemu dengan mereka?”tanya Vic.
“Maukah?”tanya Khun. Vic pun memberi tanda iya.
Lalu Khun pun menelepon Jokwon.

Di tempat lain, couple adam sedang memasang foto pernikahan mereka di ruang tamu. Foto pernikahan mereka yang sangat besar pun terpasang juga.
“Aku bisa kok untuk hal yang seperti ini”ujar Jokwon bangga pada Ga In.
Jokwon dan Ga In pun melihatnya dari kejauhan, dan sepertinya foto yang mereka pasang itu agak miring (foto pernikahan mereka saat ciuman ckckck).
Jokwon pun melepaskan foto yang terpasang tadi agar tidak miring. Namun Hp Jokwon berbunyi, ia pun mengangkatnya.
“Kwon-ah”ujar Khun.
“Halo. Siapa di sana”sapa Jokwon.
“Hah?. Aku Khun hyung, Khun hyung”jawab Khun.
“Siapa?”tanya Jokwon tak dengar.
“Aku Khun hyung”ulang Khun.

“Kalian tidak kenal terlalu dekat ya”ledek Vic.
Ga In pun merebut hp yang ditangan Jokwon.
“Khun-ah”sapa Ga In.
“Jokwon-ah”jawab Khun.
“Ini noona”ucap Ga In.
“Halo?”seru Khun.
“Khun-ah, ini noona”jawab Ga In.
“Siapa…kamu?”tanya Khun.
“Ga In-ah”jawab Ga In.
“Noona yang mana ya?”tanya Khun.

“Lihat tuh, dia tidak kenal”ujar Jokwon pada Ga In lalu mengambil Hp dari tangannya.
“Itu istriku hyung”jelas Jokwon.
“Halo”sapa Vic.
“Halo noona”sapa Jokwon, Ga In pun sedikit agak cemberut. Tahu yang menjawab Jokwon Khun pun langsung menarik Hp dari depan Vic.
“Nihao, Nihao”sapa Jokwon.
“Woi, bicara padaku”seru Khun diseberang telepon.
Lalu Jokwon pun berbicara dalam bahasa Cina.
“Siapa kau?. Aku tak kenal kau!”seru Jokwon dalam bahasa Cina. Vic pun tertawa.

Jokwon sibuk menerima telepon, Ga In pun mencoba memasang kembali foto pernikahan mereka dengar benar.
“Kwon-ah”panggil Khun.
“Victoria!”jawab Jokwon.
“Kwon-ah”.
“Nihao”jawab Jokwon.
“Bagaimana dia bisa bicara bahasa Cina begitu lancar?”tanya Vic.
“Dia hanya tahu itu saja”jawab Khun.
“Ah benarkah”ucap Vic.
“Victoria….. aku ingin bertemu denganmu”seru Jokwon.
“Kwon-ah, kamu sudah bosan hidup?”ancam Khun, cie ni Khun kakaka.
“Selesai”ujar Ga In pada Jokwon.
“Hyung, kami sedang ada urusan penting sekarang”ujar Jokwon.
“Oh, selesai…selesai….selesai!!!”seru Jokwon kegirangan.
“Kamu bilang kamu ada urusan apa?”tanya Khun.

“Oh, selesai…selesai….selesai!!!”guman Jokwon, lalu ia memeluk Ga In dan menepuk-nepuknya.
“Kami sedang berpelukan dengan sangat erat sekarang”seru Jokwon. Khun dan Vic pun tertawa.
“Kami sedang melakukan sesuatu yang penting”lanjut Jokwon.
“Kalian sedang bersama sekarang?”tanya Khun.
“Ah tentu saja, kalian sedang bersama”jawab Jokwon.
“Kami sedang ada di Namsan sekarang”ujar Khun.
“Namsan tower?”tanya Jokwon.
“Cepat datang ke sini. Sangat nyaman di sini”jawab Khun.
“Kami ingin pergi juga”seru Jokwon. Ga In mencoba mendorong sofa namun kesulitan, Jokwon mencoba membantunya.
“Datanglah”ujar Khun. Karena mereka sedang mendorong sofa suara ditelepon pun agak berisik.
“Coba tolong berikan teleponnya ke Ga In noona”pinta Khun.
Jokwon pun menyerahkan Hpnya pada Ga In.
“Halo”seru Ga In.
“Noona”panggil Khun.
“Siapa ini?”tanya Ga In.
“Aku si bodoh Nickhunnya Victoria-ssi”jawab Khun. Victoria pun malu.
Ga In pun merasa surprise haha. “Hey, kamu selalu seperti itu dan membuat noona sedih”ujar Ga In.
“Sedih kenapa?”tanya Jokwon sembari memukul Ga In. Ga In pun membalas ingin memukul namun diurungkannya.

Khun pun memberikan hpnya ke Vic.
“Halo”sapa Vic.
“Halo??”jawab Ga In.
“Halo-aku Victoria”ujar Vic.
“Oh, halo”sapa Ga In.
“Noona kamu sedang ada di mana sekarang?”tanya Khun.
“Noona? Noona sedang di rumah. Kamu di mana?”tanya Ga In balik.
“Kami ada di rumah kami, rumah KAMI! Rumah adam couple ada di Sangam-Dong!”seru Jokwon di dekat telepon.
“Cepatlah ke sini”ujar Khun.
“Apa? Sekarang?”tanya Ga In.
“Ya”jawab Vic.
“Kami agak sibuk kalau sekarang”ujar Ga In.
“Ummm….Sedang apa kamu sekarang?”tanya Vic.
“Lucunya”guman Jokwon seraya tertawa.
“Aku ingin bertemu denganmu”ujar Vic.
“Tapi, aku tidak ingin bertemu denganmu”jawab Ga In asal karena melihat Jokwon tertawa mendengar ucapan Vic.
“Dia ingin bertemu denganmu. Hyung kamu lagi di mana, kami akan ke sana karena aku punya mobil”tanya Jokwon.
“Cepatlah”pinta Khun.
“Baiklah, kami akan ke sana segera”jawab Jokwon. Mereka pun saling menutup teleponnya.
Ga In ngambek karena cemburu dengan Vic?
“Kamu bisa pergi….untuk melihat Victoria”ujar Ga In.
“Noona juga bisa…. Untuk melihat Khun hyung, aku akan berbagi”jawab Jokwon, jyah ni couple kakaka.

Backstage Jokwon,

“Memang…agak berat sih, walaupun aku dan Ga In noona mendapatkan banyak cinta dan dukungan sebagai Adam Couple. Jika dibandingkan dengan pasangan superior, Khun-ssi dan Victoria-ssi, Aku rasa tubuhku yang kecil ini akan menjadi semakin mengecil”. Jyah ni Jokwon muhaha.

Jokwon dan Ga In pun bersiap-siap pergi.
“Haruskah kita…..jutek biar mereka takut?”tanya Ga In.
“Aku tak tahu”jawab Jokwon.
“Ketika kamu melihat wajah Khun-hyung nanti, kamu pikir kamu bisa jutek?”tantang Jokwon.
“Karena kita sunbae(senior). Baiklah”lanjut Jokwon.
“Benar?”tanya Ga In.

Sementara itu Khun dan Vic selesai makan.
“Apa ada tempat lain yang ingin kamu kunjungi di Nnamsan?”tanya Khun.
“Ada”jawab Vic.
“Di mana?”tanya Khun.
“Aku menonton drama, aku tidak tahu di mana tepatnya tapi…tangga”jawab Vic (wahhh Vic suka nonton drama juga kakaka).
“Mau ngapain ke sana?”tanya Khun.
“Mereka syuting banyak drama di sana”jawab Vic.
“Benarklah”tanya Khun tak percaya. Ternyata tempat itu menjadi tempat ending drama My name is Kim Sam Soon.
“Baiklah, kita akan ke sana dan bermain game”ujar Khun.
“Batu, gunting, kertas? Yang kalah akan dipukul”tanya Vic.
“Kamu suka yang seperti itu ya?”tanya Khun balik. Vic pun memukul tangan Khun, jyah Vic kakaka.

Khun dan Vic pun turun dari menara tower menggunakan kereta gantung. Ternyata kereta gantung itu berlawanan arah dengan tangga yang dimaksud Vic, jadi mereka nanti harus berjalan menuju ke tangga.
“Nanti di…”guman Vic.
“Nanti di…Victoria-ssi”ulang Khun seraya menjuk wajah Vic. Vic pun kaget.
“Ah, kekanak-kanakan sekali”ujar Vic.
“Tapi kamu bilang kamu suka yang kekanak-kanakan”ucap Khun.
“Yaa~aku suka”jawab Vic. Vic pun tertawa.
“Tidak~ seru kok”ujar Vic.
“Jadi, saat nanti kita bertemu Kwon dan Ga In noona. Bagaimana kita harus menyapa mereka ya?”tanya Khun.
“Seperti ‘Halo’”jawab Vic.
“”Halo, kami Khuntoria”ucap Khun.
“Bagaimana kalau, aku bilang ‘Halo’ dan kamu yang bilangg ‘kami Khuntoria”usul Vic.
“Bagaimana kalo,’Halo, kami adalah KHUNTOIA!’”usul Khun.
“Jangaaaan”ujar Vic.
“1,2,3, Halo~Kami adalah KHUNTORIA!”ujar Khun latihan menyapa.
“Menjijikan”ucap Vic.
“Bagaimanapun, kita kan juga idol”jawab Khun.

Vic dan Khun telah turun dari kereta gantung, mereka pun berjalan mencari tangga.
“Oh, di sini”seru Vic. Mereka berdua pun bersiap naik tangga dengan game suit batu, guntin, kertas hehehe.
“Jadi, pemenangnya akan terus naik?”tanya Khun.
Lalu dimulai pertarungan antar Khun melawan Vic muhaha.
Mereka pun mulai suit dan dimenangkan oleh Khun. Dan Khun lagi. Khun pun naik 2 langkah. Yang ketiga Vic pun menang, lalu 7 kali berturut-turut Khun yang menang.
“Gimana nih~”guman Khun. Khun pun memenangkannya kembali untuk yang ke 8 kalinya.
“Kenapa kau jago sekali?”tanya Vic.
“Bukan akunya yang jago,tapi Victoria yang tidak bisa”jawab Khun. (karena Khun sudah tahu Vic mau mengeluarkan apa?).

Backstage Khun
“Lucu sekali, dia selalu melakukan pola yang sama. Dia keluarkan kertas duluan, kemudian begini, begini(gunting?). itulah kenapa aku selalu menang dan sengaja kalah, meang lagi, kemudian kalah. Seru sekali”.

Backstage Vic,
“Sepertinya dia tahu segalanya. Bahkan aku tidak tahu.aku hanya melakukannya berdasarkan insting. Bisakah orang lain membaca pikiranku?”pikir Vic. Jyah Vic Khun tahu kombinasi gunting, batu,kertas yang kau pakai kakaka.

Game suit gunting,batu, kertas berlanjut, Khun masih yang terdepan. Khun pun mengalah hingga Vic dapat mengimbangi Khun.
“Aku hampir sampai ni”ujar Khun. Hingga akhirnya posisi mereka imbang.
“Sekarang yang terakhir”seru Khun.
“Mohon bimbingannya”pinta Vic. Khun dan Vic pun tersenyum.
“Baiklah”jawab Khun.

Akankah Khun mengalah demi sang istri?,dan ternyata Khun tidak mengalah, ia menang muhaha. Namun Khun ingin mengulangnya.
“Ah, lagi lagi”pinta Khun. Namun Khun tetap menang kakaka.
“Ah lagi~”, dan Khun menang lagi, kan Khun dah tahu kombinasi yang dipakai Vic kakaka.
“Aku tidak mau melakukannya lagi”ujar Vic. Khun pun sengaja mengalah dan Vic berada di selangkah lebih maju daripada Khun.
Khun pun agak terkejut melihat foto ending drama My Name is Kim Sam Soon terpajang di situ.
“Banyak orang datang karena ini”jelas Vic. Khun pun memperhatikan foto tulisan yang ada diawah foto tersebut tapi menutupi fotonya karena foto tersebut sedang berciuman muhaha.

Backstage Khun,
“Aku rasa pernah melihatnya…adegan ciuman itu,Tapi, bukan berarti kami harus melakukannyaseperti itu juga. Adegan ciuman itu bisa diganti dengan naik tangga kan”.

Backstage Vic,
“Aku tidak tahu jika ada gambar itu di sana. Kenapa bisa ada gambar itu?
Agak sedikit memalukan”.

Akhirnya Khun dan Vic sampai di atas, siapa yang menang ya?*abaikan*. Mereka melihat pemandangan ke bawah dan berpikir apakah turun juga akan melakukan game suit lagi..
“Bagaimana ya biar kita turun tapi tetap seru”tanya Vic.
“Seperti ini”jawab Khun seraya mencontohkan dengan turun merosot dari besi pembatas tangga.
“Jangan lakukan itu! Jangan lakukan itu! Berbahaya, beneran kok”pinta Vic seraya menarik tas Khun.
“Jangan lakukan itu! Ayo kembali. Cepat”.
“Jadi? Bagaimana kita turunnya”tanya Khun. Lalu Khun mengtambil tisu dari tasnya dan melap keringat Vic dengan tisu tersebut, jyah kakaka.

Khun dan Vic pun menuruni tangga. Namun Khun terlebih dahulu sudah berada di tengah-tengah.
“Apa yang akan kita lakukan setelah kita bertemu mereka?”tanya Vic.
“Kita akan pergi ke sungai Han, minum sesuatu yang menyegarkan. Dan ngobrol-ngobrol”jawab Khun.
“Kedengarannya seru”ucap Vic. Mereka pun sampai bawah.
“Ayo, ayo”guman Vic.
“Kita mau bertemu di mana?”tanya Vic.
“Di kereta gantung”jawab Khun.
“Oh, aku gugup”ujar Vic.
“Kenapa?”tanya Khun.
“Jangan gugup. Tidak apa-apa kok”seru Khun.

Sementara itu adam couple dalam perjalan menuju tempat Khuntoria.
“Victoria itu sangat cantik kan? Dia tinggi pula… ah, harusnya aku memakai high heels hari ini! Jika aku memakai high heels, aku bisa saja menang”guman Ga In.
“Tidak apa-apa kok, boleh saja kita kecil tapi postur kita bagus kok”jawab Jokwon menenangkan.
“Jujur aku cemburu dengan mereka berdua”ujar Ga In.
“Cemburu gimana? Tidak ada yang harus dicemburukan ketika kita saling mencintai!”jelas Jokwon.
“Bagaimana bisa mereka ditakdirkan untuk bersama?”tanya Ga In.
“Lalu bagaimana bisa kita ditakdirkan bersama? Kamu bisa bilang seperti itu juga”jawab Jokwon. Ga In pun tersenyum.
“Istriku…haruskah aku menakut-nakuti istrinya Khun?”tanya Jokwon. Ga In tersenyum.
“Haruskah kita menanyakan beberapa pertanyaan? Kapan ciuman pertamamu? Hal yang seperti itu”usul Ga In.
“Haruskah kita coba?”pikir Jokwon.
“Dan…seperti kontrovesi Oh Bangshil, pasti ada versi Amerikanya”ujar Jokwon.
“Ya, cinta pertama dia. Dan orang terakhir yang dia kencani. Hal yang seperti itu”jawab Ga In.
“Haruskah kita menyuruh mereka untuk ciuman? Dan pegangan tangan?”tanya Ga In.
“Sudah harus? Kita kelewatan, terlalu cepat untuk ciuman”jawab Jokwon.
“Bagaimana kalau membuat mereka pegangan tangan?”tanya Ga In.
“Tentu saja ^^”jawab Jokwon, lalu mereka berhigh five.

Vic dan Khun telah sampai ditempat perjanjian.
“Mereka belum sampai?”tanya Vic.
“Belum kayaknya. Ayo masuk dan menunggu di sana karena di luar panas sekali”ajak Khun. Orang yang melihat couple ini berjalan pun segera memotretnya.
Mereka pun sampai di tempat yang ditunjuk Khun.
“Halo”sapa Khun.
“Halo, kami ingin beristirahat sejenak di sini”jelas Khun dan Vic.
Bapak yang disapanya pun melambaikan tangan ke mereka berdua. Bapak tadi berdiri. Khun jadi tak enak.
“Tidak apa-apa kok. Silahkan duduk”ucap Khun. Bapak tersebut pun mengerjakan kembali pekerjaannya.
Khun pun mengambil kipas kecil dari tasnya dan menyalakannya di dekat Vic, agar Vic tak berkeringat, jyah Khun perlengkapan lengkap euy.
“Mereka seharusnya sudah datang”ujar Khun.
Beberapa saat kemudian mobil Jokwon sudah terlihat. Ternyata gentian Vic yang mengipasi Khun haha.
“Mereka datang, mereka datang”seru Khun.
“Mereka datang?”tanya Vic.
“Ya, tunggu di sini ya”jawab Khun. Lalu Khun datang menyambut Adam Couple.

Adam Couple pun bersiap turun dari mobil. Ga In dan Jokwon tertawa, bingung mau bilang apa kakaka.
“Oke, pertama-tama”ujar Ga In terputus.
“Khun-hyung datang”seru Jokwon seraya bersembunyi di bahu Ga In. Khun pun melambaikan tangan ke arah pasangan ini.
“Kenapa dia bisa begitu ganteng”seru tanya Ga In.
“Aku tahu kamu pasti bilang begitu”jawab Jokwon. Ga In pun bersiap keluar pintu, namun Jokwon menahannya.
“Noona jangan turun dulu, jangan turun dulu. Aku akan membukakan pintunya”seru Jokwon. Jokwon keluar dari mobil terlebih dahulu, namun ternyata Khun sudah di depan pintu mobilnya.
“Kok kamu belepotan…”guman Khun namun Jokwon tidak mengindahkan Khun dia ke pintu mobil sebelah untuk membukakan pintu untuk Ga In.
“Kamu mau ngapain sih?”tanya Khun.
“Halo, Khun, halo!”sapa Ga In.
“Hyung~”sapa Jokwon. Lalu mereka menuju tempat Vic.

“Kamu bahagia bersamanya?”tanya Khun pada Ga In.
“Ya”jawab Ga In.
“Halo!”sapa Vic.
“Tunggu, ayo kita sapa sama-sama. 1,2,3…”ajak Khun. Lalu Khuntoria Couple pun menyapa seperti yang dilatih sebelumnya.
“Halo, kami adalah Khuntoria”ucap Vic dan Khun (Vic = Halo, dan Khun=kami adalah Khuntoria),yang diiringi dengan tanda peace haha.
“Apa? Kalian bilang apa?”tanya Jokwon.
“Khuntoria”jawab Khun. Lalu Khun menaikkan baju Vic lagi dan Ga In melihatnya.
“Ya ampun, kau lihat dia menaikkan bajunya tadi?”tanya Ga In.
“Kenapa mereka begitu tinggi?”guman Jokwon.
“Halo, senang bertemu denganmu”sapa Khuntoria.
“Halo, aku fansmu”jawab Ga In.
“Oh, aku juga fansmu”balas Vic.
“Apa yang kalian lakukan?”tanya Jokwon. Seraya melihat cincin di tangan Khun.
“Mereka meniru kita”ujar Jokwon pada Ga In.
“Kalian lakukan ini?”tanya Khun.
“Tentu saja, kami pernah melakukan sebelumnya”jawab Jokwon.
“Dia melakukannya padaku untuk pertama kalinya”jelas Vic.
“Kami melakukannya sebelum mendapatkan cincin yang sebenarnya”ujar Jokwon seraya menunjukkan cincin yang sama di jarinya.
“Tapi…senang bertemu kalian”seru Jokwon senang.
“Selamat ya. Selamat tapi kami berdiri di bawah tanjakan sekarang, ayo tukeran”ujar Ga In. Adam couple berdiri di turunan udah pendek makin pendek dia ntar ckckckc.

Lalu kedua pasangan ini pun bertukar tempat alhasil sekarang Khuntoria couple terlihat lebih pendek daripada Adam Couple hehehe.
“Selamat ya, kalian benar-benar pasangan yang serasi”puji Ga In.
“Kami selalu memperhatikan kalian dan sangat…mengejutkan”lanjut Ga In.
“Terima kasih”ucap Vic. Lalu Vic mengambilkan tas Khun yang ada di bawah.
“Kenapa, kamu membuang ini?”tanya Vic.
“Ya, terima kasih”jawab Khun seraya mengambil tasnya.
“Kalian masih menggunakan bahasa formal?”tanya Jokwon.
“Ya”jawab Khuntoria.
“Kalian sudah punya panggilan? Aku mengerti perasaan kalian. Awalnya pasti agak canggung dan sulit menentukan panggilan satu sama lain. Jadi kami hanya secara wajar, berakhir dengan menggunakan apa yang orang biasa gunakan”jelas Jokwon. Ga In pun malu ia memukul Jokwon. Vic pun tertawa kecil.
“Aku melihat tayangannya juga! Victoria bilang kalau dia tidak mau melakukan yang orang sudah lakukan. Jangan cemaskan itu. Pada akhirnya nanti, kalian pasti akan lakukan apa yang orang lain sudah lakukan. Di dunia ini tidak ada yang disebut dengan ‘something special’. Tidak peduli seberapa keras kalian memeras otak kalian. Kalian tidak akan pernah menemukannya”lanjut Jokwon panjang lebar. Vic pun menahan tawa mendengar penjelasan Jokwon.
“Sepertinya begitu”jawab Khun. Lalu ada seorang nenek menuruni tangga di samping kedua pasangan ini berdiri berkata, “lebih cantik daripada di Tv”.
“Ya. Terima kasih”ucap Khuntoria pada nenek tersebut.
“Yang mereka maksud itu kami berdua”seru Ga In. semuanya pun tertawa.
Adam couple pun menyapa nenek tadi.
“Bagaimana dengan kami?”tanya Jokwon.
“Aku suka kalian semua”jawab si nenek.
“Lihat, dia hanya mencoba menghibur saja”ujar Ga In pada Khuntoria.
“Terima kasih ya ^^”seru Ga In pada nenek tadi.
“Perjalanan kalian masih sangat panjang. Kami sudah jalan 9 bulan”seru Ga In pada Khuntoria.

Backstage Vic
“Aku memang sudah menjadi fans Adam couple semenjak aku mulai menonton WGM. Dari episode awal sampai sekarang. Aku masih bingung dengan apa yang harus aku lakukan ketika bertemu mereka. Mereka bertiga sudah menjadi teman dekat, lalu gaimana denganku?”

Kembali ke Adam Couple dan Khuntoria Couple.
“Ayo kita pergi”ajak Jokwon.
“Pergi ke mana?”tanya Khun.
“Kami datang untuk menjemput kalian”jawab Jokwon.
“Kami ka nada mobil…adakah tempat yang ingin kalian kunjungi?”tawar Ga In.
“kami ingin ke sungai Han (lha kok pelafalannya hankang ya jadi ingat Han Kang di 49 day kakaka).
“Sungai Han?”tanya Ga In.
“Ya”jawab Khun.
“haruskah kita ke sungan Han?”tanya Ga In.
“Ya”jawab Khun.
“kalioan bertemu dari jam berapa?”tanya Jokwon.
“Jam 5 pagi”jawab Khuntoria.
“Wow,benarkah? Kalian sudah melakukan apa saja hari ini?”tanya Ga In.
“Kami pergi untuk mendapatkan lisensi mengemudi di pagi hari’jawab Vic.
“Kalian seharusnya berpegangan tangan Khun-ah. Pegangan tangan”seru Ga In seraya mencontohkan. Vic hanya tersenyum.
“Tangan kalian tidak akan lepas hanya karena pegangan tangan kok”jelas Ga In lalu Ga In menggandengkan tangan Khuntoria.
“Ya ampun, apa yang kau lakukan! Terlalu terang-terangan! Tolong lepaskan itu”seru Jokwon saat Ga In menggandeng tangan Khun, jyah nig a in ada udang dibalik terasi.
Ga In pun melepaskannya.
“Lalukan seperti ini. Jika kalian melipat tangan kalian, nantibisa berkeringat. Jika kalian bisa melepasnya seperti ini kadang-kadang”jelas Jokwon seraya mencontohnya.
“Kalian akan dapat banyak pengalaman”seru Ga In. Kedua pasangan pun naik ke dalam mobil.
Khun pun membukakan pintu untuk Vic, Jokwon lupa ia pun ingat saat melihat Khun, ia pun bergegas membukakan pintu untuk Ga In.
“Tunggu”panggil Jokwon.
“Tidak apa-apa kok, sayang”jawab Ga In.
Lalu Jokwon pun menutup pintu terdengar suara teriakan Ga In, ternyata kaki Ga In terjepit pintu karena kakinya belum masuk ke dalam mobil.
“Maaf ya”ucap Jokwon.

Kedua pasangan ini pun menuju dalam perjalanan ke sungai Han.
Melihat Vic berkeringan Khun pun mengambil tisu dan tasnya dan mengelap keringat Vic. Jokwon melihatnya dari spion dalam mobil.
“Lihat, dia melap keringatnya”ujar Jokwon. Ga In pun menoleh ke belakang.
“Dia melap keringat istrinya, di belakangmu”lanjut Jokwon.
“Kamu tidak melap keringat istrimu?”tanya Khun pada Jokwon.
“Mereka cepat sekali ya…..membuat hatiku berdebar saja”guman Jokwon.
“Ngapain hatimu berdebar!”seru Ga In.
“Bukan, maksudku…”jawab Jokwon terputus dan mengalihkan pembicaraan.
“Victoria, kamu leadernya f(x) kan?”tanya Jokwon.
“Ya”jawab Vic.
“Aku sangat suka dengan ‘Mistery’”seru Jokwon.
“Benarkah?”tanya Vic.
“itu Nu Abo”tambah Khun. Jokwon pun langsung memperagakan salah satu gerakan di lagu itu.
“Judul lagunya itu Nu Abo”seru Khun.
“Unnieeeee~”seru Jokwon. Semua orang pun tertawa.

Beberapa saat kemudian mereka telah melewati Lee Tae Won.
“Aku ingin ke Lee tae Won dan makan pizza!”seru Ga In.
“Kenapa Lee Tae Won?”tanya Vic.
“Patbingsu”seru Khun.
“Pizza di Lee Tae Won enak lho, dan hamburgernya besar-besar”jawab Jokwon.
“Mungkin dengan gaya Amerika”tambah Khun.
“Aku belum pernah ke sana sebelumnya”ucap Vic.
“Kamu seharusnya nanti pergi bersama Khun-hyung”saran Jokwon.
“Telepon aku, telepon aku”ujar Khun.
“Memang kau tahu nomorku?”ledek Vic.
“Kalian belum tahu nomor (Hp) pasangan kalian?”tanya Ga In.
“Ya, kami belum tahu”jawab Khun.
“Haruskah aku yang memberitahu”tanya Jokwon. Vic pun tertawa.
“Dia tidak menolaknya tuh”seru Jokwon pada Khun.
“Noona, kamu berasal dari China bagian mana?”tanya Jokwon.
“Ada di Qingdao”jawab Vic.
“Kami pernah ke Hongkong lho”seru Ga In.
“Aku melihatnya”ucap Vic.
“Kamu menontonnya?”tanya Ga In.
“Ya. Aku juga ingin pergi ke Hongkong”jawab Vic.
“Oh, kamu belum pernah ke sana?”tanya Ga In.
“Belum, aku belum pernah”jawab Vic.
“Tapi dia harus ke Thailand dulu”seru Khun, jyah Khun kakaka.
“Karena kalian sudah menikah, kalian bisa saja pergi ke Thailand untuk berbulan madu. Minta dia untuk membelikanmu makanan-makanan enak”saran Jokwon.
“Ya ^^”jawab Vic.
“Aku cemburu”seru Ga In.
“Ngapain kamu cemburu!!Oops”teriak Jokwon.
“Kenapa kamu membentak?”tegur Ga In.
“Sayang, kenapa kamu harus cemburu?”tanya Jokwon manis.
“Karena Khun adalah pangeran Thailand”jawab Ga In.
“Aku juga pangeran untukmu noona…”ujar Jokwon tak mau kalah.
“Jadi, ketika kamu pergi. Wanita pasti cemburu pada Victoria”jelas Ga In.
“Aku…Pangeran…semuanya….bahkan ketika tidak cemburu. Yang penting aku punya otot perut”jelas Jokwon.
“Bukankah kamu menyukainya?”tanya Jokwon pada Ga In.
“Ya, aku suka kok”jawab Ga In

Akhirnya mereka sampai di sungai Han, semua orang turun dari mobil, Jokwon mengambil peralatan piknik semisal tikar,selimut dan lain-lain.
“Harusklah kita pergi ke tempat yang lapang?”tanya Jokwon.
“Ya”jawab Vic.
Jokwon berjalan dengan menggandeng Ga In dengan mesra sedangkan Khuntoria terpisah hahaha.
“Kalian berdua, lakukan ini juga donk”seru Ga In.

Lalu Khun pun menyodorkan tangannya, Vic pun mengapit tangan Khun.
“Yuhuu, mereka melakukannya. Ah, kenapa aku begitu menyukainya?”seru Jokwon.
Vic dan Khun tersenyum.
“Aku rasa aku bisa mengerti pikiran orang-orang yang ada di studio”tambah Jokwon.
Ga In memperhatikan Khuntoria.
“Lihat tangannya, tangannya. Mereka serius ternyata.Cinta mereka sangat nyata, tapi mencoba untuk tidak trlihat serius”bisik Ga In pada Jokwon.
Ternyata Khun menambahkannya dengan menyalakan kipas kecil ke dekat Vic.

Akhirnya kedua pasangan ini sampai dibawah pohon rindang. Jokwon dan Khun pun menggelar tikar.
“Kau mau minum sesuatu?”tanya Khun.
“Tidak”jawab Ga In.
“Aku akan beli beberapa es krim”seru Khun.
“Kalian mau membelinya? Kalin sepertinya kaya ya”ujar Ga In.
Khun dan Vic pun bersiap pergi.
“Kalian benar-benar ingin pergi bersama? Harus kembali dalam 3 menit ya”seru Ga In.
“Apa?”tanya Khun tak dengar karena agak jauh.
“3 menit. Oh mau ke mana kalian?”seru Ga In.
“Melihat mereka….”pikir Jokwon.
‘Bahkan jika mereka saling menatap satu sama lain, mereka menyukainya”seru Ga In.
“Dan mata mereka bisa sebesar ini!”ujar Jokwon.
“Ya”.
“Aku ingin berbaring sebentar”ucap Jokwon. Ga In pun ikut berbaring dengan kaki Jokwon sebagai bantal kakaka.
“Kita harus lakukan hal yang sudah kita rencanakan kemarin, game kebenaran. Jika kamu lihat ke Kanada(?), Amerika Oh Bang Shil bisa saja muncul”jelas Jokwon.

Di lain tempat, Khuntoria Couple sibuk memilih-milih es krim. Mereka pun membayarnya dan segera kembali.
“Tapi…”seru Vic.
“Ya”jawab Khun.
“Bagaimana aku harus memanggil Jokwon sunbaemin dan Ga In sunbaemin”tanya Vic.
“Aku rasa kamu harus bicara senyaman mungkin dengan mereka. Kita akan bertanya nanti”jawab Khun. Khun pun melambaikan es krim yang dibawanya ke arah Adam Couple.
“Khun hyung juga…..kamu yang aku lakukan pada wanita di kolam renang”seru Jokwon
“Ya”jawab Ga In.
“Khun-hyung melakukannya juga”lanjut Jokwon. Ga In memberi kode pada Jokwon bahwa Khuntoria sudah sampai.

Khun pun meletakkan es krim yang ada di kantong plastik. Jokwon membukanya.
“Apa yang kalian beli? Aku mau yang ini”seru Ga In seraya mengambil satu es krim yang dipilihnya.
“Wah kebetulan sekali, kami ingin yang ini”ujar Khun seraya mengambil sepasang es krim.
“Kenapa kamu memilihkan sesuatu yang berbeda dengan kami?”protes Jokwon (model es krim nilik Jokwon dengan Ga In berbeda muhaha).
“Apa yang aku maksud adalah….”seru Vic namun terhenti.
“Kamu lucu~”puji Jokwon, Ga In pun serasa menjitak kepala Jokwon.
“Bagaimana dia (Vic) memanggilmu?”Tanya Khun pada Jokwon.
“Kwonnie-ssi”jawab Jokwon. Vic pun tersenyum.
“Gain unnie”tambah Jokwon.
“Mereka seumuran kok”ujar Khun.
“Kalau begitu Gain-ssi saja”ucap Ga In.
Mereka pun ngobrol-ngobrol seraya makan es krim, tiba-tiba Ga In membisikkan sesuatu ke telinga Jokwon.
“Noona, kamu yang bicara duluan saja”pinta Jokwon.
aku tidak ingat, jadi kamu saja”ucap Ga In.
“Oh iya!acara yang itu! Akan menjadi masalah, sungguh…”seru Ga In saat melihat Khun memakaikan sesuatu di tangan Vic.
“aku rasa kamu tidak akan mampu mengatakannya”ujar Khun.
Karena Kwon dan aku bertengkar gara-gara acara itu. Kwon dan wanita itu di kolam renang, dengan baju renang mereka dan Kwon membawanya”jelas Ga In.
“Khun-hyung sebenarnya ada di acara itu sebelum aku. Dan dia menjaga wanita itu dengan baik”tambah Jokwon (wahhh adam couple merencanakan akan membuat Vic cemburu, padahal kan Vic dan lihat iklannya saat buka-buka inet waktu mau buat makanan saat ultah Khun kakaka).

“Apa?”seru Khun.
“Pastikan kamu tidak menonton episode itu ya. Hatimu pasti akan sangat sakit”saran Jokwon (kompor meledak).
“Ya, kamu pasti akan sakit”tambah Ga In.
“Aku melihatnya kok”jawab Vic santai.
Adam couple pun hanya bengong mendengar jawaban Vic.
“Dan kamu baik-baik saja?’tanya Jokwon.
“Ya, aku baik-baik saja”jawab Vic. Gagal sudah rencana Adam Couple kakaka.
“Kenapa ini tidak mau keluar?”guman Vic saat memakan es krimnya.
Khun pun mengganti es krim Vic dengan miliknya.
“Belajarlah dari dia~”bisik Ga In pada Jokwon. Adam Couple makin terpesona saat Khun menyuapkan es krim miliknya ke Vic kakaka.
“Kamu pernah makan pasta gigi saat kamu kecil?”tanya Khun pada Vic.
“Hentikan pembicaraan kalian dan bicara dengan kami juga! Kita kan datang bersama-sama!”protes Jokwon. Namun Khun tak mengindahkannya.
“Kamu tahu kan, pasta gigi. Kamu pernah memakannya?”tanya Khun lagi.
“Pasta gigi kok dimakan!”seru Ga In.
“Enak soalnya”jawab Khun muhaha.

Bagaimana akhir persaingan ini?

next target Hana Kimi final part, Tamra, JMG, Kurosagi i’m coming muhaha ckckckckc

Iklan

[Sinopsis] Khuntoria Couple Episode 9

Annyeong haseyo, April is back. Apa kabar semua reader? Apa ada yang merindukan tulisan saya? sepertinya tidak ada. Untuk membuka comebacknya saya. April kebagian jatah buat nulis sinopsis Khuntoria episode 9, Semoga tidak ada yang kecewa, Langsung ajah menuju TKP ^^

Khun dan Vic selesai mengisi formulir untuk mendapatkan SIM A (SIM mobil). Mereka berdua berbincang-bincang sambil menunggu petugas yang sedang keluar.
“Oh, aku gugup”ucap Vic
“Kau gugup?”tanya Khun
“Sedikit” jabaw Vic sambil menatap suaminya, Khun tertawa kecil mendengarnya.
“Di Music Bank,kau sangat cool”kata Vic
“Oh benarkan?”tanya Khun tak percaya
“Ya, aku benar-benar terkejut, Karena Jo Kwon-subaenim menunjukan perutnya! Jadi aku benar-benar terkejut”kata Vic, Khun hanya tertegun sambil menahan tawa saat mendengarnya.

Flashback saat acara Music Bank, Ketika Jo Kwon menunjukan perutya, hehehehe.

Kembali pada Vic dan Khun.
“Aku berkata,”OH!”pada diriku sendiri, anggota lain f(x) berkata, “Unnie! Mengapa kau begitu terkejut?”kata Vic tertawa
“Mengapa kau melihatnya?”tanya Khun, Vic mengibas-ngibaskan telapak tangannya pertanda tidak sambil tertawa.
“Kau menikmatinya?”tanya Khun
“Tidak”jawab Vic
“Aku juga memamerkan diri, apa kau tidak melihatnya?”tanya Khun
“Aku tiak melihatnya”jawab Vic, Khun tertawa mendengarnya.

Lalu petugas datang dan mengatakan kalau SIM-nya sudah jadi. Petugas itu menunjukannya pada Khun dan Vic.

Tempat komentator,
Salah seorang komentator berkata “Aku pikir Nickhun-shi merasa sangat cemburu pada gadisnya”.

Nickhun dan Vic mengikuti petugas yang memberikan instruksi perizinan. Nickhun diminta untuk mengikuti apa yang dilakukan petugas itu. Sedang Vic menggoyangkan tubuhnya seperti yang dilihatnya pada sebuah main kodok yang bergoyang.

Khun dan Vic bersama petugas itu menuju tempat mengemudi, di sana Khun akan mendapatkan pelajaran tentang mengemudi.
“Kau gugup?”tanya Khun
“Sedikit”jawab Vic, lalu Khun menepuk bahu Vic.

Sudah saatnya bagi Khun untuk tes mengemudi,Khun meninggalkan Vic.

Khun sudah masuk ke dalam mobil dan siap untuk menunjukan aksinya. Vic dengan setia menunggui suaminya. Khun mendengarkan semua instruksi dari petugas yang mendampinginya.

Ternyata Vic sudah menyiapkan teropong untuk mengamati suaminya yang sedang mengemudi.

Vic mengeluarkan kameranya saat mobil Khun melintas di depannya, Khun langsung bergaya dengan mengangkat kedua jarinya Vm pisssss.
“Sangat gelap”kata Vic, dan hasilnya memang gelap.

Khun keluar dari mobil, karena dia sudah selesai.
“Apa kau melakukannya dengan baik?”tanya Vic
“Sedikit”jawab Khun
“Terima kasih”ucap Vic pada ahjussi yang mendampingi Khun.
“Oh! Kau keren!”kata Vic, Khun langsung menunjukan gayanya saat mengemudi
“Oh! Walaupun kau sedikit lambat”kata Vic lagi
“Tapi, sepertinya aku bisa lebih cepat”kata Khun
“Itu terlihat menyenangkan”ucap Vic
“Benarkah kau gugup?”tanya Khun
“Tidak, aku tidak gugup”jawab Vic
“Aku pikir kau akan melakukannya semuanya dengan baik”kata Khun
“Tidak, Aku benar-benar seperti go-karts, jadi aku akan baik mengemudinya”kata Vic, Khun tertawa
“Mereka mirip”kata Khun
“Benarkah?”
“Ya”.

Khun menunggui Vic yang sedang berada di mobil bersama petugas pengajar pengemudi, namun Vic duduk di kursi penumpang di samping pengemudi. Vic mendengarkan semua instruksi dari petugas dengan baik. Sementara itu Khun nampak memegang teropong milik Vic.

Lalu Vic melintas dihadapan suaminya. Vic melihat ke arah Khun sekilas sambil tersenyum. Khun tertawa melihat tingkah istrinya itu.

Khun berkata pada dirinya sendiri, “Dia harus membenarkan bajunya”. Khun menunjukan pada baju Vic yang bahunya terbuka.

Seorang komentator berkata jika Khun adalah pacarnya, dia akan merasa sangat senang.

Vic sudah selesai, dia keluar dari mobil. Lalu Vic pindah ke kursi pengemudi. Sekarang saatnya bagi Vic untuk menunjukan kemampuannya. Khun yang melihatnya berkata, “ Ah, aku mencemaskannya”

Di dalam mobil Vic terlihat gugup. Khun juga terlihat sama gugupnya dengan Vic.

Vic mulai menyalakan mesin mobil. Khun sedikit mengelus dada saat mendengar suara mesin yang dikemudikan Vic terdengar agak nyaring. Mobil mulai melaju lambat. Mobil Vic melintas dihadapan suaminya. Khun dengan penuh tawa berkata “Fighting!!”.

Vic tanpa sengaja menekan tombol, dan itu membuat menyala, Khun yang melihatnya tertawa.
Vic terus melaju dengan mobilnya. Khun berkata, “Hati-hati dan benarkan bajunya”.

Vic masih berkutat dengan mobilnya, Khun memberikan instruksi non-verbal dengan gerak tangannya pada Vic untuk berputar. Vic melakukannya dengan baik. Khun mengacungkan jempolnya. Vic tersenyum malu. Khun kembali membuat gerakan tangan agar Vic melihat lurus ke depan.

Vic telah menyelesaikan pelajaran mengemudinya. Khun bertepuk tangan melihatnya. Lalu mereka berdua mengucapkan terima kasih pada ahjussi yang sudah memberikan pelajaran.

Khun dan Vic tinggal berdua.
“Bagaimana?”tanya Khun
“Menyenangkan”jawab Vic, Khun membenarkan baju yang dipakai istrinya karena terbuka dibagian bahu (Oh pria yang baik). Mereka kembali duduk di tempat yang mereka gunakan untuk menunggu tadi.
“Kita sudah menyelesaikan pelajaran kita, apa yang akan kita lakukan? Apa kita harus turun?”tanya Vic
“Peristiwa buruk terjadi”kata Khun
“Kenapa?”
“Apa yang hilang?”tanya Vic
“Apa yang hilang?semua tas kita ada di sini”jawab Vic sambil melihat semua tasnya,
“Tidak, tidak di sini”kata Khun
“Apa yang hilang?”tanya Vic
“Sesuatu yang penting”jawab Khun
“Apa yang hilang?”tanya Vic lagi, Khun menatap istrinya serius.

“Ahh, cepat katakan padaku, ahh kau benar-benar menjengkelkan! Mengapa kau selalu membuat orang merasa jengkel?”kata Vic
“Aku akan mengatakannya padamu minggu depan”kata Khun.

Komentator berkomentar ,“Menjengkelkan”

Kembali pada Khun dan Vic…
“Apa kau mengingat tentang surat cinta kita?”tanya Khun, Vic mengangguk.
“Seseorang mengambilnya”kata Khun
“Hah”ucap Vic terkejut tak percaya, Khun mengangguk.

Backstage Khun,
“Kalian tahu tentang satu surat yang kami tulis di gedung 63, aku dengar seseorang mengambilnya”kata Khun
“Siapa yang melakukannya?”tanya pihak WGM
“Aku tidak tahu, aku percaya orang itu melihat previewnya, dan pergi ke sana dan mengambilnya. Aku merasa sedikit tidak baik, aku menulisnya dan mengantungkannya. Jadi aku punya rencana untuk membuat yang baru, Saat ini, lebih istimewa dan tidak ada satu orangpun yang dapat mengambilnya” (So Sweet Khun).

Kembali pada Vic dan Khun
“Kita pergi ke Namsan Tower”ajak Khun
“Hari Ini?”tanya Vic
“Itulah sebabnya aku memberimu petunjuk, Ini adalah gunung dan sebuah tower”kata Khun sambil memperagakannya.
“Aku pikir itu adalah kue ulang tahunku pada awalnyakata Vic
“Kue ulang tahun”ucap Khun tertawa
“Kita Pergi ke Namsan?”tanya Vic
“Ya,kita pergi ke Namsan”jawab Khun, Vic senang dan bertepuk tangan sendiri.

Backstage Vic,
“Bagaimana bisa seseorang mencurinya (surat)?”ucap Vic murung dan sedih.
“Kenapa tidak orang itu mengambil yang lain tapi hanya punya kita”kata Vic lagi tertawa.

Vic dan Khun sudah tiba di Namsan Tower. Mereka berdua sedang berjalan kaki, sambil terus berbicang-bincang.

Mereka berdua naik kereta gantung.
“Apa kau melihat “Boys Before Flowers!!”?”tanya Vic saat mereka sudah naik kereta gantung.
“Aku tidak melihatnya”jawab Khun
“Kau tidak melihatnya? Di sini, Geum Jandi dan Goo Junpyo naik ini, dan Geum Jandi tertidur di sini, Junpyo menulis pesan di sini”kata Vic
“Kau ingin melakukannya?Kau menyukai hal-hal yang kekanank-kanakan”kata Khun

“Yahh!! Oh! Aku tepat dibawah ini”kata Vic memegang tiang yang tepat di dekat kepalanya, Khun tertawa melihat istrinya.
“Jadi akankah kau melakukannya untukku?”tanya Vic
“Apa? Melakukan apa?”tanya Khun bingung, Vic mengerlingkan matanya.
“Apa…hah?”tanya Khun lagi
“Hal yang kekanak-kanakan”jawab Vic tersenyum
“Aku tidak bisa melakukan hal yang kekanak-kanakan dengan baik”kata Khun

“Hemmm… baik”ucap Vic lalu melihat pemandangan di luar sana.
“Tapi baiklah, aku akan melakukannya untukmu”kata Khun,Vic tidak mendengarkan Khun, dia terlalu sibuk melihat pemandangan
“Jangan abaikan aku”pinta Khun, karena merasa diabaikan istrinya.
“Hah”kata Vic menoleh pada suaminya
“Aku berkata aku akan melakukannya untuk mu”ucap Khun tersenyum.
“Ah benarkah?”tanya Vic

“Ya, lalu Victoria-shi tidur”kata Khun
“Ya, aku akan tidur. Good Night”kata Vic lalu memejamkan matanya,
“Apa ini?apa ini?”kata Vic membuka matanya saat tangan Khun berada di dekat wajahnya. Mereka tertawa berdua.

“Setelah itu, aku tak tahu adegannya… aku akan tidur juga”ucap Khun, Vic jadi bête mendengarnya.
“Kemudian apa yang aku lakukan? Tidur?”tanya Khun, Vic benar-benar bête, lalu Khun pura-pura tertidur. Vic ikut pura-pura tertidur.

Mereka berdua jadi seperti Geum Jandi yang tertidur. Khun melirik ke arah Vic yang pura-pura tidur, Khun tertawa…..
“Aku tertidur”kata Vic
“Aku tidak melihat scene itu! Kemudian apa yang kira-kira aku lakukan?”tanya Khun

“Tidur, tetap tertidur”kata Khun, Vic tertidur, Khun mengeluarkan pulpen dari tasnya. Dan akan menulis di jari istrinya, Vic terbangun.
“Apa?”tanya Vic
“Sebuah cincin, cincin”jawab Khun
“Apa?”
“Ini kekanak-kanakan”kata Khun, Khun mulai membuat gambar cincin dijari Vic
“Terima kasih”ucap vic sambil melihat cincin dari suaminya.
“Apa nama cincin ini?”Tanya Vic
“Khuntoria ring.Khuntoria~ Khuntoria~”jawab Khun
“Terima kasih”ucap Vic

Backstage Khun,
“Aku masih tidak mengerti maksudnya, Kenapa Victoria memikirkan sesuatu yang kekanak-kanakan? Dan apa yang aku pikir terlalu kenakan-kanakan itu berbeda. Aku tidak berpikir, aku tidak mengerti dirinya 100%. Karena aku sungguh-sungguh tidak bisa berakting cute. Ini sungguh , Kenapa orang-orang menyukai itu? Kau tahu, seperti membuat suara imut, eungae-eungae sesuatu semacam itu”

Khun mengajak Vic ke Namsan Tower. Lalu Khun menunjukan deretan pagar yang berisi berbagai macam gembok dalam jumlah yang banyak terpasang dipagar itu.Vic takjub melihatnya.
“Tidak ada cara,apakah mereka melepaskan hati kita dan menggantungnya di sini?”tanya Vic
“Bawa ini dan gantung di sini, Mereka mungkin tidak akan mengambilnya dan pergi”jawab Khun.
“Whoa, kau bisa memasang berbagai jenis kunci juga?”tanya Vic saat memegang salah satu gembok yang bentuknya aneh.

“Tentu saja, semuanya diijinkan”jawab Khun, Vic terus mengamati berbagai macam gembok yang terpasang.
“OH! Di sisi lain juga penuh”kata Vic saat melihat sisi lain pagar

Khun mengeluarkan sesuatu dari tasnya yaitu sebuah bungkusan berwarna coklat.
“Pilih?”kata Khun menyodorkan bungkusan itu pada istrinya.Vic tertawa saat melihat isinya
“Mengapa sangat banyak?”tanya Vic

Vic melihat-lihat gemboknya, Lalu Khun mengeluarkan plastik dari dalam tasnya. Vic sangat terkejut saat melihat isi plastik itu.
“Apa ini?”tanya Vic
“Jadi orang tidak dapat mengambil ini”jawab Khun
“Apa yang kau pikirkan tentang ini?”tanya Khun lagi, Vic tak menjawabnya.

Lalu Khun melakukan sesuuatu terhadap gemboknya. Let see:

Ternyata Khun memasang gembok yang paling besar itu dipagar agar tidak ada seorangpun yang dapat mengambilnya lagi.

Lalu Khun mengajak Vic untuk menulis pesan mereka digembok itu. Mereka berdua duduk di sebuah bangku. Saat Vic duduk, ia merasa bangku itu panas. Lalu Khun dengan gentle-nya mencarikan alas untuk duduk istrinya agak tidak kepanasan. Khun menggunakan plastik sebagai alas. Lalu mereka mulai menuliskan pesan di gembok itu.

Vic menuliskan namanya dan nama suaminya lalu ditengah nama mereka diberi tanda hati. Khun juga menambahkan kata-kata peringatan agar tidak ada seorangpun yang berani mengambilnya. Khun juga menuliskan, “Victoria adalah milikku”.
“Kau menyukainya?”tanya Khun

“Tidak”jawab Vic, lalu Vic mengambil alih gembok itu dan akan menuliskan sesuatu, lalu Khun menyuruh Vic untuk menuliskan, “Nichkhun milikku”. Vic tertawa menunduk mendengarnya.
“Kemudian seperti ini”kata Vic mulai menulis, “Aku adalah kamu, semuanya milikku”. Vic tertawa setelah menulisnya

Backstage Khun,
“Dengan pulpen merah”kata Khun
“Kau takut?”tanya pihak WGM
“Aku sedikit takut”jawab Khun tertawa
“Kau tahu sesuatu seperti itu, sesuatu seperti, ‘Jika kau melihat wanita lain, kamu akan mati’ tetapi ini manis! Menurut pendapatku, ini lucu.Ia tampak benar-benar jujur. Ia menjaga ku.ia tertarik padaku juga. Ini benar-benar bagus”

Khun dan Vic kemudian berfoto bersama, setelah berfoto mereka mulai memasang gembok cinta mereka di pagar Namsan Tower.

Khun mengeluarkan sebuah rantai besi dari dalam tasnya. Khun melilitkan rantai itu digembok yang sudah terpasang. Vic yang iseng malah mengalungkan rantai dileher Khun.

Ini lah gembok cinta Nickhun dan Victoria

Setelah semuanya selesai Khun memberikan Vic sebuah CD.
“Apa ini?”tanya Vic
“Lagu yang aku sukai, tolong dengarkan itu dengan baik”kata Khun

Backstage Vic,
“Ini sebuah hadiah yang sangat special, Walaupun ini bukan sesuatu yang mahal atau besar. Jika dia sungguh-sungguh membuatnya sendiri. Aku pikir ini memiliki banyak makna menurut pendapatku. Aku mendengarnya. Aku selalu mendengarkan itu. “

Khun dan Vic sudah berada disebuah restoran untuk makan.
“Victoria-ssi perlu menggambar sebuah cincin untukku juga”kata Khun sambil meletakan tangannya di atas meja, Vic mulai menggambar sebuah cincin dijari manis Khun.

“Tolong buat sebuah berlian yang sedikit besar”pinta Khun, Vic sudah selesai menggambar saat makan siang yang ditunggu-tunggu datang.
“Perlukah kita memutar musik?”tanya Khun, Lalu Khun mulai menyalakan musik, Khun juga mengeluarkan sebuah kipas kecil dan menyalakannya.
Mereka makan layaknya sepasang suami-istri yang saling menyayangi.

Khun berhenti makan.
“Apa?”tanya Vic
“Aku tiba-tiba panas, karena ini”jawab Khun mengeluarkan rantai yang ternyata masih tersangkut dilehernya.
“Mengapa kau tidak bisa menebak passwordnya?”tanya Vic santai
“Aku panas, karena ini”kata Khun tetap memegang rantainya yang digembok Vic
“Perlukah aku melepasnya? Aku akan melepasnya”kata Vic
“Tidak, Aku harus mencari tahu passwordnya”kata Khun gengsi. (Si Khun baboo kali ya,padahal itu rantai tinggal dilepasin lewat kepala ajah, ehehehehe).

Khun mulai memikirkan passwordnya. Vic tetap menunggu suaminya Khun mulai bingung.
“Beri aku sedikit petunjuk”pinta Khun, Vic member clue ‘82’. Khun mengelap bibir Vic dengan tissue.

“Apa aku lahir tahun 1982?”tanya Vic
“872?”kata Khun,
Khun berhasil membuka gemboknya. Khun senang.
“Kenapa kau terus membuatku menjadi seperti orang bodoh?”tanya Khun
“Karena kau bodoh”jawab Vic
“Nickhun bodoh… benar”kata Khun melepaskan rantainya.
“Kau akan menjadi bodoh dari sekarang?”tanya Vic
“Aku akan menjadi bodoh untuk Victoria-ssi”jawab Khun

Khun ingin menyuapi istrinya, tapi Vic menghindar. Khun tetap memaksa hingga akhirnya dia tetap gagal, hahaha
“Kau harus mengatakan sesuatu sebelum memberikannya padaku”kata Vic, Khun malah menggoda Vic dengan terus menyodor-nyodorkan sumpit yang berisi makanan

“Kau hanya akan menyuapi aku tanpa mengatakan apa-apa seperti ini”kata Vic yang langsung menyuapi suaminya begitu saja
“Ini lezat”kata Khun.

Vic malah terus-terus menyuapi Khun tanpa sepatah katapun.
“Aku bisa kesal”kata Khun
“Kau tahu bagaimana?”tanya Vic
“Ya”kata Khun
“1,2,3”ucap Vic

Khun langsung memasang wajah ngambek. Vic malah tertawa melihat pose ngambek suaminya. Vic tetap tertawa, sementara Khun tetap memasang wajah ngambeknya.

“Bagaimana seharusnya aku bercerita padanya tentang itu?”tanya Vic tertawa, ternyata diwajah Khun ada noda. Vic terus tertawa.

Lalu Khun melihat wajahnya di kaca, Khun cuma mesem-mesem ga jelas. Vic jadi mengamatai wajahnya juga, apa diwajahya juga ada noda spidol, hehehe.

Mereka berdua menertawakan kebodohan Khun.
“Oh!kau berkata dirimu bodoh dengan mulutmu sendiri”kata Vic

Backstage Khun,
“Sesuatu seperti ‘Dongsaeng bodoh’ aku punya nama panggilan, Tetapi aku tidak tahu apa artinya saat pertama, sehingga aku marah.Mengapa aku bodoh? Tetapi orang lain menjelaskannya padaku ‘Kau mencintai dongsaeng mu begitu besar,kau menjadi orang bodoh .Aku pikir aku suka,aku suka karena aku mencoba untuk mengobati Victoria dengan baik. Aku menjadi orang bodoh”kata Khun tersenyum

Khun dan Vic masih berada di restoran
“ Kau marah?”tanya Vic
“Tidak!”jawab Khun
“Kau marah”kata Vic
“Tidak! “kata Khun
“Kau marah”kata Vic
“Aku tidak marah seperti Victoria-ssi”kata Khun
“Kau marah! Kau marah!”kata Vic
“Aku tidak marah”kata Khun
“Kau marah! Kau menjadi marah”kata Vic
“Aku tidak marah”kata Khun.

Episode selanjutnya aku serahkan ke Ka Ari.
Semangat Ka ^^

[Sinopsis] Khuntoria Couple Episode 8

Walau dengan susah payah akhirnya Vic berhasil menyiapkan kejutan untuk Khun di hari ulang tahun Khun dengan memasak 9 macam menu khas ulang tahun. Vic mengajak Khun bertemu di taman , agar Khun tidak tahu kejutan apa yang dibuat Vic, Vic sengaja menyuruh Khun membelikannya air minum. Khun yang belum begitu hafal daerah itu demi istri tercinta Vic, ia pun pergi membeli air.

Setelah Khun pergi Vic pun buru-buru mempersiapkan menu yang telah disiapkannya di paviliun. Vic mulai menata makanan yang telah dibawanya terlebih dahulu di atas meja kecil yang tersembunyi di paviliun itu. Dengan polosnya Khun menuju supermarket membeli pesanan sang istri dan Vic pun sibuk menyiapkan hidangan yang dibuatnya. Setelah mengambil air, Khun pun membeli patbingsu (sejenis es krim Korea) lalu membayarnya.

Akhirnya Vic selesai juga menata hidangannya tak lupa ia pun memasang lilin. Ia pun merasa capek. Dan Khun pun datang di saat yang tepat karena Vic dapat menyelesaikannya sebelum Khun datang hehehe.
“Kamu sudah datang”seru Vic.
“Ya”ucap Khun seraya tersenyum.


“Ah tunggu”pinta Vic. Khun pun menghentingkan langkahnya.
“Kamu tahu belalai gajah kan?”tanya Vic seraya memperagakan gerakan belalai gajah.
“Ya”jawab Khun.
“Lalukan 50 kali ya”pinta Vic.
“Apa?”ucap Khun kaget.
“50…… aku bisa mati”guman Khun.
“Tenang saja, pelan-pelan saja”timpal Vic.
Khun pun meletakkan kantong plastik belanjaannya dan mulai bersiap berpose membentuk belalai gajah. Vic memberi aba-aba dengan tepukan seraya berkata,”mulai”.

Khun pun mulai berputar , pertama perlahan-lahan walaupun agak pusing, sedangkan Vic menyalakan lilin ulang tahun. Khun pun mulai berputar semakin kencang dan akhirnya selesai.

Setelah selesai berputar Khun pun mengambil kantong belanjaannya sambil sempoyongan hahaha dan menemui sang istri.

“Duduk di sini”ucap Vic seraya menuntun Khun.
“Wow”guman Khun takjub dengan hidangan yang ada dihadapannya. Vic pun mulai mengucapkan “selamat ulang tahun” dalam empat bahasa (Korea, Inggris, Thailand dan China hehehe). Khun yang sepertinya belum sadar dari takjubnya akhirnya ikut bertepuk tangan. (lucu lihat ekspresinya Khun).
Vic pun malu menahan tawa .
“Bagus sekali, terima kasih ya”ucap Khun.
Lalu Vic menyodorkan kue ultah yang terpasang lilin, Khun pun menutup mata dan melakukan permohonan sebelum meniup lilin. Selesai meniup lilin. Vic pun mengambil air minum yang dibeli Khun, Khun melihat istrinya penuh keringat, Khun pun melap keringat istrinya ( so sweet).
“Kamu berkeringat sekali”guman Khun.
Vic pun menawarkan air mana yang dipilih Khun . Khun pun memilih rasa orange sedangkan vic strawberry.
“Terima kasih”ucap Vic.

Backstage Khun

“Aku merasa sedikit….sedikit bersalah sejujurnya. Dia benar-benar total dan aku berbohong ketika tidak membawa diary dan aku bilang aku ingin tidur. Aku selalu membuatnya marah. Jadi jujur, aku merasa sangat bersalah, tapi aku tersentuh… semua emosiku campur aduk. Jadi aku tidak tahu bagaimana cara mengekspresikannya. Tapi aku sangat suka sekali…aku, aku sangat suka. Benar-benar enak.
Vic dan Khun pun memakan hidangan yang telah disediakan Vic.
“Ini, kamu tahu apa ini kalau di Korea?”tanya Vic.
“Meja makan”jawab Khun. Sedangkan Vic menghitung menu makanan yang ada 9 jenis itu.
“Cemilan”jawab Khun lagi.
“Bukan”geleng Vic.
“Makanan Korea”ucap Khun.
“9 Hidangan”ucap Vic (namun Vic salah melafalkannya). Vic melafalkan gukcha bansang yang seharusnya gucheob bansang.

Khun pun mencoba menirukan apa yang diucapkan Vic, namun karena Vic salah melafalkan Khun pun susah mengikutinya. Vic mencoba menjelaskan walaupun salah pelafalan.
“Ulang tahun di Korea, makanan inilah yang sering dimakan “jelas Vic.
“Ah benarkah?”tanya Khun.
“Inilah yang dimakan”jawab Vic.
“Benarkah? Kamu tahu dari mana”ulang Khun.
“Internet”jawab Vic penuh percaya diri.
“Wow, aku senang sekali. Kamu hebat sekali memasaknya”puji Khun.
“Bisa-bisa aku jadi ahjusshi gemuk ni”lanjut Khun.
“Kamu memang harus sedikit menggemukkan badanmu”ucap Vic menimpali.
“Setiap hari, aku menonton Tv seperti ini”canda Khun mempraktekkan gerakan orang kegemukan.
“Tidak, kamu akan capek karena jadwalmu yang padat. Jadi kamu harus makan yang banyak”saran Vic.

“Ya”ucap Khun. Khun pun serius memperhatikan wajah Vic. (menurut seorang host itu tatapan hanya Vic yang dicinta hahhahaha).
“Makan yang banyak, habiskan semuanya ya”ujar Vic.
“Harus dihabiskan?”ucapKhun lalu ia cepat-cepat memakan sup dengan lahap.
“Pelan-pelan saja”ucap Vic.
“seperti ini”tanya Khun seraya memakan sup dengan gaya slow motion ala kura-kura Khun. Vic pun tertawa.
“Aku menambahkan Cola”ujar Vic.
“Ke le (Cola dalam bahasa China)”ucap Khun. Vic pun takjub Khun bisa mengucapkannya dalam bahasa China.
“Ji Chi ( sayap ayam dalam bahasa China)”ucap Vic mengajari Khun.
“Ke Le ~ Ji Chi?”ucap Khun. Vic pun mengiyakan.
“Makan Kelejichi ( Sayap ayam Cola)”ulang Khun.
“Iya”jawab Vic lalu menyuapkan sayur ke Khun. “Makan sayur yang banyak juga ya”lanjutnya.
“Dui (ya dalam bahasa Cina) “jawab Khun.

Vic tertawa. “Ketika kau bicara dalam bahasa China, agak sedikit …..”ucap Vic namun terpotong.
“Lucu?”sela Khun.
“Doong doong”lanjut Khun dengan gerakan salah satu f(x).
“Coba bilang ‘doong doong’ untukku. Seperti yang kamu lakukan di panggung”pinta Khun.
“Aku lakukan apa di panggung”tanya Vic.
“Doong doong”jawab Khun dengan gerakan ala f(x).
Akhirnya Vic pun membuat gerakan doong doong ala f(x). Namun Khun masih kurang puas.
“Nanti saja…”ucap Vic.
“Baiklah”jawab Khun.
“Tolong buatkan ini lebih banyak lagi. Di masa depan nanti…”ucap Khun. Vic pun mengangguk.

Lalu Khun teringat membeli sesuatu ia pun mengambil kantong plastik belanjaan tadi.
“Kamu suka patbingsu?”tanya Vic.
“Ya”jawab Khun.
“Kamu lebih suka patbingsu atau es krim vanilla?”tanya Vic.
“Es krim vanilla”jawab Khun.
“Benarkah”tanya Vic.
“Ya”jawab Khun.
“Coba teriakkan ‘vanilla ice cream’ sekarang”pinta Vic.
“Apanya?”tanya Khun.
“Coba teriakkan”jawab Vic.
“Vanilla ice cream. Vanila ice cream”teriak Khun.
“Kamu di sana?”tanya Vic.
Lalu Vic pun mengambil es krim vanilla yang dibawanya.
“Victoria memang jjang (hebat)”seru Khun. Namun Vic malah sibuk mengambil tempat sampah .
“Jangan cuekin aku T.T”ucap Khun.
“Apa? Tidak sampahnya….”ucap Vic lalu menyerahkan kotakan sampah.
“Victoria-ssi benar-bnear jjang(hebat)”puji Khun.
Lalu Khun menyuapkan es krim vanilla ke Vic,.
“Enak”tanya Khun.
“Ya”jawab Vic.
“Tapi kamu tidak tahu es krim apa yang aku suka”ucap Vic.
Khun yang tidak mencoba menebak.
“Apakah kamu memikirkan rasa es krimnya sekarang?”tanya Khun.
“Coba tebak rasa apa”ujar Vic.
“Rasa yang tajam kan?”tanya Khun.
Vic bukannya menjawab ia malah menyuapkan es krim ke Khun hehehe.
“Kiwi, Mangga, Pisang”ucap Khun. (teh hijau, jawab salah seorang host, rasa teh hijau bagaimana ya? kalau kacang hijau sering hehehe).
Lalu rasa es krim apa yang kamu suka?”tanya Khun.
“Rasa the hijau”jawab Vic. (Wahhh tebakan host yang tadi benar,teman-temannya memujinya dia tahu semua tetang girl band hehehe).

Backstage Khun

“Aku agak sedikit menyesal, tapi ya memang seperti itu. Aku tidak pernah bertanya langsung. Aku lebih suka menemukannya selama kami ngobrol. Menemukan hal-hal tentang dia sejalan dengan waktu”.

“Kamu lebih suka lautan atau pegunungan?”tanya Khun.
“Lautan”jawab Vic.
“Lautan?. Aku juga lautan ”ucap Khun.
“Kamu pernah ke jejudo?”tanya Khun.
“Ya, satu kali. Saat performance”jawab Vic.
“Kita pergi ke sana saat itu”ucap Khun.
“Oh, aku tidak tahu, sudah lupa”ujar Vic.
“Aku melihatmu di airport, saat kamu turun dari pesawat”jelas Khun. Vic berusaha mengingatnya.
“Kamu benar-benar tidak peduli denganku ya?”ucap Khun. (Wahh Khun sudah suka Vic sejak lama ni hahahaha).
“Bukan, maksudku saat itu…”ujar Vic melihat Khun agak sedikit ngambek.
“Aku tepat disampingmu lho”ucap Khun.
“Benarkah?”tanya Vic.
“Ya”jawab Khun.

Backstage Vic

“Aku berpikir kalau aku bisa lebih dekat dengannya, jika aku tahu lebih banyak tentang dia. Aku suka ketika dia menanyakan hal itu (es krim apa yang Vic suka)”.

“Kita harus melakukan sesuatu nanti”ucap Vic lalu mengambil 2 buah kado.
“Kita harus mengirim ini”ujar Vic seraya memperlihatkan 2 buah kado.
“Mengirim ini?”tanya Khun.
“Ya”jawab Vic.
“Kita haus mengirim ini ke…., orang tuanya Nickhun-ssi”ujar Vic.
Khun pun terpana. “Ini adalah the. Aku rasa orang Thailand juga suka the”ujar Vic.
“Ne”jawab Khun.
“Aku membacanya dari internet. Merea berjuang untuk melahirkanmu dan…menganugerahkan ”jelas Vic seraya menunjuk Khun.
Khun pun langsung berpose .
“Memberikan seseorang sebuah kebaikan, ketampanan,…”ucap Vic.
“kamu jujur kan?”tanya Khun.
“Ya”jawab Vic. “Dan dia sekarang menjadi… penyanyi yang sukses”
Khun pun tersentuh. “Mereka sudah beerja keras, jadi aku ingin memberikan ini setelah memikirkan Nickhun-ssi”ujar Vic.

“Terima kasih ya”ucap khun. Mereka berdua pun jadi malu.
“Kamu harus mengirimnya”ucap Vic.
“Baiklah”jawab Khun.
“Ayo kita mengirimnya bersama-sama”ajak Vic.
“Bersama-sama?”tanya Khun.
“Ya”jawab Vic.
“Di mana kita bisa mengirimnya?”tanya Khun.
“Di*****”jawab Vic namun di sensor. Khun pun tertawa kaget.
“Ada toko di sana”ujar Vic.
“Kamu tidak boleh menyebut nama merk”ujar Khun seraya menahan tawa.
“Ah benarkah?. Ah benar-benar”seru Vic. Lalu ia mengambil kertas dan pena.
“Aku tidak bisa menulis dengan huruf Thai, jadi aku tidak tahu apa yang harus ditulis”ujar Vic.
“Oke”jawab Khun lalu mengambil kertas dan penanya. Khun akan menuliskan apa yang Vic bilang.
“Apa yang ingin kamu tulis?”tanya Khun.
“Dear…”saran Khun.
“Dear…”pikir Vic lalu ia menambahkan, “Ibu mertua, ayah mertua”ucapnya menahan malu.
“Kok canggung ya”guman Vic. Khun pun selesai menulisnya.

“Annyeonghaseyo, Saya Victoria. Hari ini hari ulang tahun Nickhun, kami merayakannya bersama”ujar Vic, Khun pun menulisnya.
“Apa lagi ya yang harus ditulis?”tanya Vic bingung.
“Apapun yang ingin kamu katakan. Mungkin seperti aku akan menjaga anakmu dengan baik”jawab Khun. Vic pun berpikir. “Kamu bisa juga bertindak lucu untuk mereka. Au akan menemukannya dan menuliskannya untukmu”ujar Khun memberi saran.
“Aku akan selalu menjaga dia dengan baik. Jangan khawatirkan dia. Terima kasih karena sudah mendidik anak yang baik”ujar Vic lalu tertawa.
“Saranghae yo?”saran Khun.
“Ya”jawab Vic.
“Tulis Mom and Dad di sini”tunjuk Khun.
“Seperti ini?”tanya Vic.
“Ya”jawab Khun. Namun ternyata Vic salah menuliskan.
“Wah, gimana nih. Aku lupa mamakai huruf kapital. Oh dia marah tidak ya?”tanya Vic panik.
“Aku aan berbicara dengannya tentang ini, tenang saja”ujar Khun menenangkan.
Khun pun memberitahukan pada Vic supaya menuliskan, “From Victoria dan Khun”.
“Seperti ini?”tanya Vic.
“Gambar hati yang besar”ujar Khun. Vic pun menggambar hati di tengah-tengah amplop suratnya.
“Aku sangat tidak bisa menggambar hati”ujar Vic.
“Kamu benar”jawab Khun, setelah melihat Vic menggambar hati tidak sama besar.
Vic pun tertawa menahan malu.
“Jujur, aku sedikit kaget ketika melihat cup hati buatanmu. (ingat saat Vic membuat gelas berbentu hati yang mirip gerabah di episode 7). Tetapi aku tetap menggunakannya”jelas Khun.
“Tidak, tapi hati ini yang…..yang….”ujar Vic namunn terpotong.
“Yang terbaik yang pernah kamu gambar kan?”tanya Khun.
“Yang terjelek. Beneran kok. Biasanya aku menggambar sedikit lebih bagus dari ini kok”ucap Vic membela diri.
“Sedikit lebih bagus ya”ujar Khun.

Backstage Vic

“Pertama aku merasa bingung. Bagaimana harus menyapa mereka. Apa yang harus dikatakan untuk membuat mereka senang. Ketika Khun bertanya padaku apa yang harus ditulis selanjutnya, dia seperti suami yang sesungguhnya. Hal itu sangat bagus”.

Backstage Khun
“Aku sangat bersyukur karena dia memikirkan orang tuaku”.

Selesai makan Vic dan Khun pun pergi mengantar kado yang disiapkan Vic dengan mobil Khun.
“Yuk naik mobil”ajak Khun.
“Oh, kita naik mobilnya Nickhun-ssi?”tanya Vic.

“Halo”sapa Vic pada orang yang berada di mobil (ini pertama kalinya Vic naik mobil suami).
“Hyung”panggil Khun pada managernya.
“Ini istriku, Victoria-ssi”ujar Khun memperkenalkan istrinya.
“Victoria-ssi, Seo Minjae-ssi”lanjt Khun.
“Halo”sapa Vic.
“Hyung, bagaimana menurutmu tentang WGM?”tanya Khun.
“Tentu saja aku ikut senang. Karena kamu ingin melakukannya bersama Victoria-ssi”jawab managernya.
“Aku membuatkan coklat untu Nickhun-ssi hari ini. Nanti dimakan bersama ya”ujar Vic.
“Oh, benarkah?”tanya manager Khun.
“Jangan, aku ingin memakan semuanya sendirian”ujar Khun. Vic pun tertawa lalu ia melihat sekeliling dalam mobil.
“Kamu biasanya duduk di mana?”tanya Vic.

Akhirnya mereka sampai di sebuah toko yag menyediakan jasa pengiriman.
Khun pun menuliskan alamat dan pengirimnya, Vic memperhatikan dengan seksama wajah Khun (tatapan so sweet wkwkwkwkwk). Khun pun memutuskan memakai pengirim Khuntoria, Vic pun tertawa. (hebat ni tikinya ngirim barang tinggal kita tulis di papan kayak atam gitu touch screen lagi kantor posnya hebat hehehehe).

Vic dan Khun pun kembali ke dalam mobil.
“Kita pergi ke asrama Victoria-ssi sekarang”ujar Khun.
“Kita memutuskan untu kabur, ingat tidak?”tanya Khun.
“Benar sekali”jawab Vic tertawa.
Flashback,

Saat Vic dan Khun pergi berlibur mereka numpang sebuah mobil bak terbuka.
“Kamu bisa menyetir?”tanya Vic.
“Aku belum punya lisensi mengemudi (sim?). Kamu sua lelaki yang bisa menyetir?”ujar Khun.
“Aku menyukainya”jawab Vic.
“Ayo kita kabur setelah aku punya lisensi nanti”ujar Khun. Vic pun tertawa.
Flashback End.
“Tapi jika aku ingin mendapatkan lisensi…”ujar Khun.
“Aku juga ingin menyetir”ucap Vic antusias.
“Benarkah? Mau belajar bersama kah?”tanya Khun.
“Kalau begitu ayo mendapatkan lisensi bersama dan… kabur. Kau bisa melakukannya kan?”ujar Khun.
Vic tidak menjawab, ia malah sibuk menunjukkan arah jalan ke asramanya.
“Oppa, nanti belok ke sana ya”ujar Vic.
Khun pun merasa dicuekin.
“Jangan cuekin aku. Jangan cuekin aku T.T”ujar Khun lalu menoel-noel tangan Vic.
“Baiklah”ucap Vic. Mereka berdua pun tertawa.

Akhirnya mereka sampai di depan asrama Vic.
“Sangat, sangat terima kasih untuk hari ini”ucap Khun.
“Makan coklatnya ketika kamu sedih”ujar Vic.
“Pasti aku makan semua”ucap Khun.
“Selamat beristirahat”ujar Khun.
“Pergi”ujar Vic mempersilahkan Khun pulang.
“Silahkan”ujar Khun, mempersilahkan Vic masuk ke asrama terlebih dahulu.
“Kamu duluan”ucap Vic mempersilahkan.

“Kamu yang duluan”pinta Khun.
“Jangan….Aku sudah di depan asramaku”ujar Vic.
“Tidak, belum tuh”ujar Khun seraya menunjukkan kamar asrama Vic di atas.
Vic pun mengalah ia masuk terlebih dahulu.
“Happy birthday”ucap Vic seraya masuk dan melambaikan tangan ke Khun.
“Terima kasih. Hati-hati ya”ujar Khun .
“Hati-hati di jalan”ujar Vic lalu berjalan masuk ke asrama.
Selesai memastikan Vic masuk ke dalam asrama, Khun pun pulang.

Beberapa hari kemudian, jam 6 pagi di sekolah mengemudi OO. Vic menunggu kedatangan Khun.
Akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga.
“Annyeonghaseyo”sapa Vic.
“Kamu telat lagi”ujar Vic.
“Aku…punya alasannya. Aku akan memberitahumu nanti”jawab Khun.
“Ya. Tapi kenapa kita ke sini sepagi ini”tanya Vic.
“Tidak akan banyak orang jika sepagi ini. Akan sangat memalukan jika kita mengemudi dan…menabrak sesuatu”jawab Khun menjelaskan.
Mereka berdua pun tertawa.
“Oh gitu”ucap Vic .
“Jadi ya…ketika tidak ada orang”ujar Khun.
“Ide yang bagus”ujar Vic.

Vic dan Khun pun masuk ke ruang pendaftaran.
“Annyeonghaseyo. Kami ke sini untuk mendaftar”sapa Khun pada petugas.
“Silahan ke sini”jawab petugas mempersilahkan Khun dan Vic masuk ke sebuah ruangan.
“Lisensi mengemudi apa yang ingin kamu dapatkan?”tanya petugas.
“Ah, seseorang pernah menyuruhku untuk ini sebelumnya. Saya ingin class 2… auto”jawab Vic.
Secara refleks Khun menaikkan kaos Vic yang longgar. Vic pun tersenyum malu.
“Kenapa kamu memakai baju yang seperti ini”ujar Khun. Vic pun hanya tertawa .

Backstage Khun

“Tanganku tiba-tiba saja melakukannya. Baju dia terlalu lebar dan terlalu besar. Memang dilemma karena tidak mungkin dia memakai baju lengan panjang di cuaca sepanas ini. Tapi tidak apa-apa. Aku bisa mengatasinya setiap hari untuknya. Bahkan ketika dia duduk, aku akan melindunginya”

“Bagaimana dengan Nickhun-ssi?”tanya petugas.
“Saya punya….pengalaman menyetir dengan ayah saya dulu… Jadi… Class 1”jawab Khun.
“Saya juga pernah diajarkan menyetir oleh paman saya ketika masih kecil dulu”ujar Vic tak mau kalah hahahaha.
“Oke…nanti kami akan mengeceknya”ujar petugas lalu petugas menyerahkan 2 formulir untuk Khun dan Vic isi.
“Kami harus menulis nama asli kami?”tanya Vic pada petugas.
“Tentu saja”jawab petugas.
“Kamu punya nomor registrasi untuk imigran?”tanya Khun.
“Au tidak membawanya”jawab Vic.
Khun pun terkejut (lihat ekspresinya lucu banget wkwkkwwk).
“Harus dibawa ya?”tanya Vic pada petugas.
“Kamu sangat memerlukannya”jawab petugas.
“Hmmm..benar-benar perlu ya?”ujar Vic .
“Lalu bolehkah saya menulisnya dalam bahasa Inggris karena saya imigran?lanjut Vic.
“Ya, silahkan”jawab petugas. Khun yang sedari tadi memperhatikan Vic membenarkan kaos Vic kembali, yang membuat Vic menahan tawa.
Lalu mereka berdua pun melanjutkan mengisi formulirnya.
“Beri tanda centang di sini”ujar petugas menunjukkan isian pada Khun. Khun pun memlilih class 1 dan Vic class 2, lalu menyerahkan formulir yang telah di isi pada petugas.

“Kamu ingin pergi ke suatu tempat setelah hari ini?”tanya Khun.
“Ke suatu tempat? Kamu punya tempat yang ingin kamu kunjungi?”tanya Vic.
“Punya”jawab Khun.
“Ke mana?”tanya Vic.
“Aku sudah mempersiapkannya”jawab Khun.
“Ah benarkah? Ke mana? Ke mana kita akan pergi”tanya Vic.
“Kita”jawab Khun.
“Ya ampun, jangan itu lagi. Kamu suka membuat orang frustasi”ujar Vic.
“Tidak, kamu akan tahu apa yang aku maksud ketika sudah melihatnya nanti”jawab Khun.
“Butuh petunjuk?”tanya Khun.
“Tidak perlu”jawab Vic ngambek.
“Seperti ini lho”ujar Khun member petunjuk, Khun meletakan pena di atas kalender yang membentuk seperti (tenda kemah).
“Terowongan?”tanya Vic.
“Yang seperti ini”jawab Khun memberi petunjuk.
“Taman hiburan!”jawab Vic.
“Bukan. Lihat saja nanti”ucap Khun.

Bersambung ke Episode selanjutnya, Vic dan Khun belajar menyetir, Fighting April hehehe

[News] “WGM” Yong-Seo Couple “Hari Bahagia dalam Hidup Kami"

Untuk hari terakhir mereka sebagai pasangan yang menikah (married couple) pada MBC “We Got Married”, Seo Hyun (Girl Generation) dan Jung Yong Hwa (CN Blue) memutuskan untuk saling memberikan hadiah sebuah hari bahagia dalam hidup pasangan mereka.
Pada Februari 2010, keduanya memulai sebagai pasangan yang menikah di MBC “We Got Married”, dan sekarang mereka harus mengakhiri hubungan mereka sebagai pasangan yang menikah di program tersebut karena jadwal kesibukan masing-masing. Episode perpisahan Yong-Seo couple’s ini akan tayang pada tanggal 26 Maret, Sabtu malam ini.
Untuk episode terakhir mereka pada MBC “We Got Married”, the sweet potato couple ini diberi tugas yang temanya “Present each other with the happiest day of your lives” atau saling memberikan hadiah sebuah hari bahagia dalam hidup pasangan kalian. Untuk melaksanakan tugas tersebut, Seo Hyun dan Jung Yong Hwa memutuskan untuk menarik semua uang dari rekening yang memang dikhususkan untuk mereka (couple account) untuk tugas kali ini (tepatnya tugas terakhir mereka -__-“). Malam nanti untuk secara resmi kita akan melihat mereka memulai hari bahagia mereka, (yah… bisa dibilang ini sebagai awal sekalipun akhir dari hari bahagia mereka sebagai Yong-Seo couple, so sad). Pada episode tersebut akan berisi cuplikan Seo Hyun dan Jung Yong Hwa dengan perencanaan hari bahagia mereka masing-masing. Seo Hyun dengan perencanaan hari bahagianya untuk Jung Yong Hwa dan begitupun sebaliknya. 
Episode Sabtu ini juga akan menampilkan Khuntoria couple’s (Nichkun & Victoria) pada kunjungan pertama mereka di pulau Jeju. Pasangan ini melakukan tour di pulau tersebut dengan menggunakan taksi dan mereka juga mengambil beberapa foto, berikut salah satu foto yang mereka ambil di pulau tersebut.
Credit : Written in Korean by girlalice @soompi
             Eng Trans : by hotshotlover30 @soompi
             Indo Trans : by Wirda_Utsukushi @pelangidrama.net

[Sinopsis] Khuntoria Couple Episode 6

BackstageKhun: Ini pertama kalinya dipukul oleh wanita seperti itu. lumayan juga. mungkin karena ini yang pertama kali saja.

Vic: saya hanya memukulnya tanpa alasan, memang sangat kekanak-kanakan, tapi saya suka hal kekanak-kanakan. Walaupun saya memukulnya saya merasa sangat senang. Dan tiba-tiba kemarahan saya menghilang. Sepertinya kalimat demi kalimat yang dia tulis, dia selalu memikirkan saya.

“kita….”ucap vic sambil membalikkan badannya ke arah Khun.
“hemmm..”seru Khun
“ayo berbicara lebih akrab sekarang” ujar Vic
“silahkan…mulai saja duluan” ucap Khun sambil senyum-senyum.
“huh….” ujar Vic malu sambil membalikkan kembali badannya,Khun berusaha mengintip Vic.

“mulai lah bicara” ujar Khun
“huuuuuu…” ujar Vic sambil membenamkan kepalanya ke bantal. Khun pun mengetok lembut kepala Vic, Vic tetap diam.Kemudian Khun mencolek pinggang Vic.
“kamu mudah geli tidak?” ujar Khun. Vic refleks menarik badannya sambil tertawa.

“tidak, aku bukan orang yang mudah geli” ucap Vic, ” kamu geli tidak dibagian sini?” tanya nya sambil mencolek pinggang Khun. mereka pun saing mengkelitiki. (huwaaaaa….awas salah pegang ups….) Kemudian saling menatap satu sama lain (gileee, nih apa ga cinlok ya, haduh komentator pada keki semua kalo mereka dah pandang-pandangan tanpa kata)

Perjalanan pulang ke penginapan.
“kamu ingin ngapain setelah makan es krim?” tanya Khun
“hemmmm…” jawab Vic. lalu mereka memberi salam pada pekerja di jalanan.

 

Malam hari nya, Khun dan Vic duduk di tempat api unggung.
“bibi itu bilang dia akan membuatkan makanan yang enak untuk kita”seru Vic.
“coba kamu tanyakan dia” ujar Khun menyuruh Vic seraya berbisik
“kamu saja” ujar Vic
“tidak, tolong kamu saja yang tanya” bisik Khun
“kenapa?? kamu saja” ucap Vic
“aku malu” jawab Khun
“aku juga malu” jawab Vic
Mereka pun melakukan suit (gunting,batu,kertas)

 

“aku sangat tidak bisa dengan game ini” keluh Vic. Walaupun begitu Vic tetap melakukan game tersebu.t Dan hasilnya Khun kalah.
“yang menang harus pergi” seru Khun.
“kenapa?” seru Vic heran karena biasanya yang kalah lah yang menurut.
“seperti sebelumnya” seru Khun sambil mendorong tubuh Vic agar bangkit menemui bibi tadi.
“tapi bukanya…bukannya…” seru Vic yang akhirnya pergi juga karena di desak oleh Khun.”oh, sungguh keterlaluan” serunya.

Vic Pun mendatangi ahjumma tadi dengan sopan, ia bertanya kapan mereka bisa makan. Khun tertawa melihatnya. Si Bibi pun mengatakan ia akan membuatnya segera, ia pun menyarankan sambil menunggu sebaiknya mereka membuat sebuah tembikar.

Si bibi membawa Vic dan Khun ke ruang tembikar.
“aku pernah mencoba ini sewaktu di amerika” seru Khun pamer.
“benarkah?” tanya Vic.

Mereka pun melihat sebuah tembikar berbentuk wajah, Vic mengamatinya lalu berpindah mengamati wajah Khun.
“kamu pikir kamu bisa membuat wajahku?” seru Khun.
“pasti sulit” seru Vic
“kalo gitu aku akan mencoba membuat wajah…Kryst**…” seru Khun terpotong.
Vic kaget, ” haaaaaa” serunya sambil memalingkan badannya. Vic tampak Shock karena Khun salah memanggil namanya.
“ooooh, aku tahu sekarang. kamu suka Krystal yaaa” seru Vic tertawa. Khun hanya terdiam sambil tersenyum salah tingkah.
“bukan seperti itu” seru Khun
“aku pergi saja” seru Vic berjalan pergi eninggalkan Khun. Namun Khun menahannya. Vic hanya menunduk memegangi tengkuknya. Khun mencoba merayunya dengan memijit pundaknya dan meminta maaf. (weee, mirip anak minta belikan permen nih appa Khun)
” aku benar2 minta maaf” seru khun sambil terus memegangi tangan Vic.
“oh, sungguh keterlaluan” seru Vic.
“yang tadi itu cuma bercanda kok” seru Khun ngeles.
“jangan mempermainkan aku” seru vic.

 

Khun backstage:
kamu tahu rasanya, suasana yang tiba-tiba berubah menjadi tegang. itulah yang saya rasakan.

Vic backstage:
saya merasa sangat bersalah , Victoria, Krystal…orang lain pernah salah memanggilku juga sebelumnya. kamu bisa juga bingung kadang2. Tapi kok bisa ya, suamiku sendiri salah memanggil namaku…haaaaahhhh, gimana bisa dia bingung dengan nama istrinya sendiri.

“aku akan membuat wajah Victoria-ssi, dan…”seru Khun terpotong.

“dan aku akan membuat Krystal kalo begitu” seru Vic masih dengan wajah bete.
“ah….jangan seperti itu dan buatlah wajahku” pinta Khun seraya memelas

Akhirnya Khun dan Vic mulai saling mengukir wajah masing2…Khun sibuk mengamati wajah Vic sambil terus berusaha membentuk tembikar ala wajah Vic. sedangkan Vic dengan santai mengukir wajah Khun sambil sesekali melihat wajah khun.

 

namun Khun nampak hopeless karena buatannya tidak sukses, dan Vic pun tertawa melihat pahatan Khun. Sambil terus memahat Khun mencoba menjelaskan kesalahpahaman tadi,
Khun: “Manajer Hyung ku, dia sangat cemburu karena aku menikah duluan. Jadi manajerku terus berbicara tentang krystal”

Vic: “oooh, jadi manajermu suka krystal”
Khun dengan suara berbisik sambil terus mengukir, “tolong jangan marah ya”
Vic: “hari ini hari apa ya? kenapa ada seseorang yang selalu membuat kesalahan”
Khun tertawa mendengar ucapan Vic, “aku tidak yakin, kita tidak bisa bercerai secepat ini khan?”

Vic langsung memandang Khun begitu mendengar ucapannya, dan memainkan matanya meledek Khun.
Mereka pun kembali terlarut dalam kesibukan masing2. Dan mereka pun saling meledek,
Vic: “kenapa wajahmu kecil sekali”
Khun: “kenapa wajahmu mirip ahjuma?”
Vic pun melihat ukiran wajah buatan Khun, ” mirip monyet ya, sebelum ia berubah menjadi manusia T_T” lalu kembali sibuk dg ukirannya.

Vic telah selesai membuat ukiran wajah Khun dengan hasil sempurna, sementara buatan Khun sangat kacau balau tidak berbentuk manusia.

Khun pun mencoba menambahkan kalung di ukiran wajah Vic. Namun bukannya bagus malah terlihat sangat jelek. Vic pun terlihat kecewa lalu tertawa melihat ukiran Vic.

back stage:
Khun: bayak orang bilang Nichkhun bisa bagus dalam melakukan segala hal. Tapi ketika saya bersama Victoria, kenapa saya menjadi buruk dalam segala hal? haaaaah, saya sangat penasaran. kenapa saya bisa seperti ini? saya tidak mau membuat orang lain marah apalagi sampai mereka mengacuhkan saya. Tapi setelah saya bertemu Victoria-ssi, Dunia saya terbalik 180 derajat. Tapi saya tidak menyesalinya. Saya pikir ini adalah kharisma dia yg berbeda dr yang lain.

Season kedua, Khun dan Vic belajar membuat cangkir tembikar. Vic masih saja meragukan kemampuan Vic. Khun pun tertawa mendengarnya.

Akhirnya Khun dan Vic pun bertanding membuat cangkir tembikar berbentuk love, namun kali ini sepertinya peruntungan berbalik. Khun membuat cangkir tembikar dengan baik, sementara Vic salah memasang strategi, cangkir yang ia buat kebesaran.

 

Ia kesulitan untuk mengukir cangkir tersebut, dan akhirnya ia memohon bantuan Khun. Khun mencoba menjangkan dalaman cangkir dengan alat, Vic pun kecewa, karena ia berharap Khun memperbaiki dengan tangannya.

Akhirnya Vic mengambil kembali ukiran tersebut. Khun mencoba mencegahnya dan mulai memperbaiki tembikar dengan tangannya.

Vic menulis pesan dalam cangkirnya yang berisi : “Babo? apakah kamu bahagia?” (babo:panggilan sayang Vic ke Khun). Sementara Khun menulis: “Milik Victoria nya si babo Nichkhun”

Back Stage:
Vic: aku hanya menulis, “babo apakah kamu bahagia”
MC:”kenapa babo?”
Vic: aku tidak tahu, hanya, tidak peduli seberapa marahnya saya, seberapa jengkelnya saya, seberapa banyak saya menyindirnya, dia tertawa disisi saya, dan selalu membuat candaan-candaan. saya sangat bahagia, saya merasakan kebahagiaan. saya ingin bertanya apakah ia bahagia atau tidak.

Setelah selesai dengan ukirannya, Khun dan Vic pun menuju tempat makan malam. Disana sudah tersedia makanan dengan menu kesukaan mereka yaitu samgyupsal. Khun mempersilahkan Vic duduk dan membuka jacketnya untuk diberikan pada Vic. Vic mencoba menolak, namun Khun mengncamnya, akhirnya Vic pun menerima jacket Khun.

khun: “kamu marah khan?”

Vicc: “tidak tuh”
Khun: “katakan sejujurnya padaku”
Vic: “aku bukannya marah, hanya saja..”. Belum selesai Vic bicara, Khun memotong pembicaraannya, Vic diam dan memperhatikan ucapan Khun dg seksama sambil terus mengunyah makanan.
Khun: “kamu marah karena aku terlambat. Dari awal kamu sudah marah karena aku tidak membawa foto itu. kamu juga marah karena aku ingin tidur, kamu banyak marah hari ini khan?
Vic: “bukan karena aku marah, hanya saja terjadi sesuatu yang mengubah moodku. dan karena seseorang.” Khun tertawa mendengar ucapan Vic.
Khun dengan mimik pura2 tidak tahu: “siapakah dia?”

Vic cemberut mendengar ucapan khun.

Khun pun mengajak Vic bersulang.
Vic: “hari ini sangat seru”
Khun: “aku juga. selamat atas pernikahan kita. kamu beruntung karena menikah dengan Khun”
Vic tertawa mendengarnya.

Khun pun bercerita tentang adik perempuannya yang di Thailand. Ia berkata kalau charlen (adik khun) adalah fans nya f(x). Ia pun menelpon Charlen dan memperkenalkannya dengan Vic. Vic menolak karena ia bingung ingin bicara apa. Khun memintanya bicara dalam bahasa inggris.

Khun (dalam bahasa Thailand) : ” aku sedang bersama Victoria, kamu mau bicara dengannya?”
Charlen: “oooh, tapi apakah kami bisa berkomunikasi?”
Khun: “bicara dalam bahasa inggris, tunggu sebentar ya”
Khun pun menyerahkan Hp nya pada Vic.
Vic: “ahhh…apa yg harus aku bicarakan?”
Khun: “namanya charlen”
Vic: “hai Charlen, i’m Victoria”
Charlen: “hi victoria”. Charlen tertawa dan Vic pun tertawa, ia melambaikan tangannya ke HP. sementara Khun tertawa melihat Vic.
Vic: “nice to meet you”
Charlen: “yea, nice to meet you too, how are you?”
Khun meledek Vic dengan eksen anak2 sekolah, “i’m fine thank you and you?”
Vic pun mengikuti ucapan Khun. Khun tertawa melihat Vic yang salah tingkah. Vic merasa sudah tidak bisa berkata-kata lagi, ia pun menyerah Hp nya pada Khun.
Khun: “tidak, teruskan pembicaraan kalian”. Vic menolak, ia memaksa khun menerimanya, Khun memberi berbicara dalam bahasa inggris dengan aksen kentalnya, : “so, talk her slowly in english okay?”
Vic merengek, “kamu ini kenapa sih?”
Khun: “talk okay?”
Charlen: “hi”
Vic: “hi, he’s crazy!”. Mereka berdua pun tertawa.
Charlen: “i’m very like your song”
Vic: “tahnks you. how old are you?
Charlen: “15 years old”
Vic : ” wwoooowww, dia muda sekali”
Khun tertawa, ” in english”
Vic: ” you are so… young”
Khun hanya tertawa mendengar logat bahasa inggris Vic.
Vic dan Charlen pun tertawa karena kehabisan bahan pembicaraan. Khun pun ikut tertawa.
Vic: “did you eat?”. Khun langsung tertawa mendengar pola bahasa Vic.
Khun: “Charlen, talk to her, ask something!”. Charlen hanya tertawa. Vic sudah prustasi dan Khun malah tertawa.
Charlen: i don’t know”. mereka pun tertawa.
Khun pada vic: “katakan padanya bahwa mari kita bertemu lain waktu”
Viic: “bagaimana bilangnya?”
Khun: “soon”
Vic: “see you soon”
Charlen: “okay”
Vic: “bye” sambil melambaikan tangan ke Hp.
charlen: “bye”. Khun pun meminta Hpnya,

Vic sambil menutup wajahnya, “kau telah merusak image ku”

Khun:”wow, bahasa inggrismu bagus, jujur.”
Vic: “ah, tidak”
Khun: “mari berbicara bahasa inggris mulai sekarang”

back stage:

khun: dia sangat lucu. dia berbicara bahas inggris dengan hati2 seperti Bayi, bayi yng lucu.

 Vic: “saya sangat bahagia, karena ini kesempatan saya dekat dengan orang yg paling dekat dg suami saya. saya sangat bersyukur. saya juga ingin adik perempuannya menyukai saya.