[Sinopsis] Ob/gyn-Obstetrics and Gynecology Doctors Episode 04


Episode 4 Antara Kehidupan dan Kematian

Keesokannya dokter Seo bersiap ke rumah sakit, saat membuka pintu ia dikagetkan dengan adanya mangkok yang berisi sup buatan dokter Lee dan sebuah catatan jika ingin dimakan maka dokter Seo harus menghangatkannya terlebih dahulu. Ternyata malam itu setelah dokter Lee memergoki dokter Seo ciuman dengan Seo Jin, dokter Lee mengantarkan supnya dan menaruhnya di depan pintu :(.

Setelah menghangatkannya dokter Seo memakan sup buatan dokter Lee sendirian diiringi OST yang sedih. Dokter Seo mengingat perpisahannya dengan Seo Jin malam itu.
“Seperti biasa, akhirnya akan datang. Itu hanya masalah waktu, hubungan antara pria dan wanita pasti berakhir. Cinta akan berakhir dengan salah satu atau lain cara. Dan Akhirya pun telah datang”tegas dokter Seo.
“Kau serius?”tanya Seo Jin.
“Ya, aku serius. Jadi, jangan datang ke sini lagi”, Dokter Seo pun masuk ke dalam rumah, Seo Jin hanya bisa memandangnya.
Dokter Seo meneteskan air mata mengingat semua itu.

Dokter Seo menyetel musik yang lumayan keras saat mengendarai mobilnya. Dan ia pun mengendarai mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata. Polisi lalu lintas yang sedang patroli melihatnya segera menyusulnya.
Dengan speakernya, polisi tadi menyuruh dokter Seo berhenti mengemudikan mobilnya. Dokter Seo yang menyetel musik agak kencang tak mendengarnya, pak polisi pun mencoba mengikuti di sampingnya namun dokter Seo masih juga belum ngeh. Pak polisi pun menyalip di depan dokter Seo dan memberinya tanda agar mengikutinya. Dokter Seo pun mematuhinya memberhentikan mobilnya di belakang mobil patroli.

Polisi tadi mengetuk jendela mobil dokter Seo, dokter Seo membukanya.
“Anda telah melakukan pelanggaran lalu lintas. Tolong tunjukkan lisensi anda”jelas polisi tadi seraya mencatat.
“Maaf?”
“Kau mengebut”, dokter Seo menumpahkan isi tasnya mencari SIMnya, polisi tersebut tersenyum lebar, dokter Seo mengeluarkan SIM yang berada di dompetnya dan menyerahkannya pada polisi tadi.
“Apakah kau minum minuman keras?”tanya pak polisi.
“Tidak”, tapi pak polisi tak percaya.
“Silahkan melangkah keluar sejenak”pinta pak polisi.
Dokter Seo pun keluar dari mobilnya, lalu pak polisi menyodorkan sebuah alat pendeteksi apakah dokter Seo minum apa tidak dengan cara dokter Seo meniup alat tersebut. Belum sempat meniup dokter Seo sudah merasa mual-mual mau muntah, salah paham deh :P.

Dokter Seo menghindar dan muntah-muntah. Polisi tadi pun tersenyum.
“Apakah kau baik-baik saja? Kau akan pergi kemana?”tanya pak polisi.
“Rumah sakit Hankook”
“Sekitar 3 mil jaraknya, aku hanya memberikan anda peringatan kali ini. Berhati-hatilah mulai sekarang. Paham?”
“Ya”jawab dokter Seo.
Pak polisi menyuruh dokter Seo melaju lebih dulu dan ia akan mengikutinya di belakangnya.
“Saat anda sampai di sana. Silahkan memeriksaan diri”pesan pak polisi.

Dokter Seo mendapat telepon dari ibunya.
“Ini ibumu,kau belum lupa ulang tahun ayahmu? Kau harus datang ke restoran pukul 8.00. Dan adikmu akan membayar untuk makan malam. Adikmu telah mengaturnya beberapa hari tapi aku tidak bisa datang. Hari itu kau harus pergi dan memberinya hadiah. Dan karena kau sudah pindah, jadi aku akan mengunjungimu minggu depan”kata ibu dokter Seo panjang lebar di telepon.
“Kau tidak harus datang ke sini”
“Ya? Seorang anak perempuan tumbuh dan telah pindah ke tempat baru…”, namun dipotong dokter Seo.
“Karena aku sudah dewasa, kau tidak harus datang, oke?”
“Tapi aku harus melihat sendiri bagaimana kau hidup”
“Tidak ada jamur, banyak sinar matahari. Pintu terkunci baik. Jadi, kau tidak perlu datang”jelas dokter Seo.”Ini adalah apartemen dengan dua kamar tidur. Bahkan jika kau tidak suka, ambil saja karena itu pemberian rumah sakit”.
“Hei, nak”.
“Jika kau datang, aku akan pindah ke tempat baru lagi”ancam dokter Seo lalu menutup teleponnya dengan kesal.

Dokter Lee yang melihat dokter Seo segera menghampiri dan menyapanya seolah tak terjadi apa-apa malam itu.
“Halo”, namun dokter Seo cuek dan mempercepat langkahnya.
“Apakah kau biasanya berjalan cepat? Silahkan berjalan perlahan-lahan”. Dokter Seo tetap saja cuek.
“Apakah kau menikmati sup kemarin? Aku bisa membuatkannya lagi?”tanya dokter Lee. Dan lagi-lagi dokter Seo tak menjawab hanya diam saja.
“Ah…aku kira kau punya morning sicknes lagi”.
Di luar dugaan dokter Seo langsung menegur dokter Lee.
“Mulai sekarang, aku berharap kau tidak akan ikut campur lagi dalam kehidupan pribadiku”seru dokter Seo.
“Hanya saja kepribadianku…”jawab dokter Lee namun terhenti melihat tatapan tajam dokter Seo.
“Aku mengerti”ucap dokter Lee. Ternyata dokter Wang memperhatikan keduanya dari jauh.


“Jika aku membutuhkannya, aku akan bertanya jadi jangan mengkhawatirkanku”.
Dokter Seo segera melangkah pergi namun karena terlalu terburu-buru ia kehilangan keseimbangan dokter Lee segera membantunya.
“Mengapa kau begitu baik padaku?”tanya dokter Seo.
“Aku agak cemas”
“Jika kau ingin menjadi tetanggaku yang bersahabat, berhenti mengkhawatirkanku”ujar dokter Seo ketus lalu melangkah pergi.

Seperti biasa namanya juga departemen persalinan kalau nggak ada pasien melahirkan nggak afdol :LOL.
Dokter Seo bergegas menjemput pasien yang baru saja tiba dengan ambulan. Mobil pasien yang sedang hamil tersebut bertabrakan. Para dokter segera member pertolongan pertama. Dokter Seo mengecek janin dengan usg.
“Karena pendarahan dan tidak sadar, kita harus melakukan CT scan segera dan operasi darurat”saran salah satu dokter. “Bagaimana dengan bayi…?”
“Ini stabil. Untuk saat ini baik-baik saja”jawab dokter Seo.
“Lalu, apakah kau ingin melakukan operqsi caesar terlebih dulu?”
“Jangan khawatir tentang bayi. Fokus menyelamatkan ibu lebih dulu”jawab dokter Seo.
“CT scan, MRI atau obat yang tidak boleh digunakan untuknya?”
“Tidak ada. Sang ibu harus hidup jika bayi ingin hidup. Pertama kita selamatkan ibunya lalu kita akan berpikir tentang bayinya”jawab dokter Seo. “Bayi beratnya hanya 400gram sekarang, bahkanjika kita melakukan Caesar, kemungkinan hidup sangat rendah. Selamatkan ibu lebih dulu”.
“Lalu kita akan memulai operasi otak segera. Dimana walinya?”.

Dokter yang bersama dokter Seo tadi menemui wali sang pasien yang tak lain adalah polisi lalu lintas yang bertemu dokter Seo pagi tadi.
“Pendarahan otaknya yang parah, membuat kita harus melanjutkan dengan operasi darurat”lapor dokter tersebut. “Silahkan mendaftar di sini”. Dokter tadi mengulurkan formulir operasi yang harus di diisi wali pasien. Suami pasien ini agak ragu.

Dokter Wang menerima konsultasi seorang pasien.
“Tidak bisakah kami melewatinya setahun? Apa jenis pemeriksaan kesehatan diperlukan tahunan?”tanya sang pasien. “Aku lebih memilih dokter wanita, mengapa aku dikirim ke sini?”
“Seorang dokter kandungan mencari nafkah juga”jawab dokter Wang. “Kapan kau akan punya bayi?”.
“Kami tidak akan punya bayi”jawab pasien. “Mengapa anda begitu tertarik pada keluarga berencana orang lain…”
“Jun Hee-ssi”, oh nama pasiennya Jun Hee :P.
“Ya”
“Aku khawatir tentang jumlah FSH (follicular stimulating hormon).
“Apa itu?”tanya Jun Hee
“Apakah kau benar-benar tidak ingin memiliki anak?”
“Gyung Min (suaminya) merasakan hal yang sama. Kami benar-benar tidak memiliki kepentingan apapun. Apa kau tidak percaya padaku?”. “Tapi…apa itu?”tanya Jun Hee.

“Jika kau tidak berencana untuk memiliki anak, itu tidak terlalu penting. Namun angka-angka ini mengatakan bahwa jika kau ingin seorang anak, kau harus segera melakukannya”jawab dokter Wang.
“Fungsi ovariummu tidak bekerja dan kau tidak berovulasi dengan baik”jelas dokter Wang. “Bagaimana dengan menstruasimu?”
“Aku sudah terlambat beberapa bulan ini, setiap 2-3 bulan?”
“Dan jumlahnya telah menurun banyak?”tebak dokter Wang.
“Ya…”, dokter Wang hanya bisa menghela nafas mendengar jawaban pasien.
“Pada tingkat ini, tahun depan kau tidak akan memiliki bayi. Kau perlu bicara serius dengan Gyung Min”saran dokter ang, sang pasien agak syok.

Dokter Seo mendapat telepon dari bedah saraf, mereka mengabarkan bahwa mereka selesai operasi jadi dokter Seo bisa memeriksa janinnya.

Dokter Seo menemui sang pasien.
“Ini kematian otak”tukas dokter saraf.
Dokter Seo mengusg bayi pasien.

Suami pasien menunggu dengan gelisah, keluarga pasien juga telah tiba di rumah sakit.
“Ini sangat mengerikan….Jadi apa yang akan terjadi?”keluh ibu pasien.
Dokter Seo dan dokter saraf keluar menemui suami pasien.
“Dokter!”, Suami pasien melihat ke arah dokter Seo, ia seperti mengenal sosok dokter Seo.
“Bagaimana istriku?”
“Dia memiliki pendarahan otak yang parah sehingga kami melakukan pembedahan hematoma. Tapi tidak ada reflex pupil dan tidak bernafas spontan. Yang bisa kita lakukan sekarang adalah mengambil alat pendukung kehidupan darinya dengan persetujuan anda”jelas dokter saraf.
“Mematikan system pernafasan buatan?”tanya suami pasien. “Lalu bagaimana dengan istriku….?”
“Apakah anda mengatakan bahwa dia sudah mati?”sahut ibu suami pasien. Keluarga pasien pun tak dapat menahan kesedihannya.
“Biasanya, dalam kasus ini kita menghapus system pendukung kehidupan…Namun dalam kasus ini, karena dia memiliki bayi….”tukas dokter saraf.
“Bagaimana dengan bayi?”tanya ibu pasien.

“Masih sehat”jawab dokter Seo. “Janin selamat dari kecelakaan dan operasi besar tanpa menyebaban stress. Saat ini, 23 minggu kurang 3 hari. Di Amerika, ada kasus serupa dimana bayi 22 minggu diselamatkan namun di Korea Selatan kemungkinan bayi kurang 23 minggu untuk bertahan hidup masih dibawah 10%”.
“Jadi?”tanya suami pasien.
“Jika ibu bisa bertahan hidup seminggu lagi dengan alat pendukung peluang janin untuk bertahan hidup akan meningkat menjadi 10% atau lebih”jelas dokter Seo.
“Apa, sehingga anda ingin meninggalkan bayi di dalam tubuh seorang ibu yang mati?”potong ayah suami pasien.
“Jika kita memberi nutrisi pada ibu janin akan mendapatkan gizi yang diperlukan”jawab dokter Seo.

“Anda berpikir bayi akan tumbuh hanya dari nutrisi? Bayi tidak cacingan. Maksudku bagaimana bisa bertahan di dalam tubuh orang yang mati”potong ayah suami pasien.
“Ayah!”seru suami pasien.
“Lalu, dapatkan anda menyelamatkan bayi?”tanya ibu pasien.
“Jika ibu bisa menunggu sepuluh hari, tidak bahkan hanya untuk satu minggu kesempatan untuk bertahan hidup akan lebih besar. Hal ini tergantung pada berapa lama ibu bisa bertahan”jelas dokter Seo. Ibu pasien tak dapat menahan kesedihannya.

“Mengesampingkan biaya, anda dapat menjamin bahwa bayi akan tumbuh secara normal di dalam tubuh ibunya yang sudah mati?”tanya ibu mertua pasien. “Dokter, jika bayi lahir cacat. Anda akan bertanggung jawab penuh?”.
“Tidak”jawab dokter Seo. Keluarga pasien terpana.
“Aku tidak bisa menjamin seperti itu bahkan dengan ibu yang sehat”jelas dokter Seo, keluarga pasien menghela nafas.
“Silahkan diskusikan dengan keluarga anda dan memberikan kami suatu keputusan”.

Para dokter yang menangani pasien hamil dan koma berdiskusi. Dokter Ahn menjelasan informasi mengenai pasien.
“Pasien Gyungran Park, 32 tahun. Dia dibawa ke sini setelah 30 menit kecelakaan lalu lintas . Bedah saraf melakukan langkah-langkah darurat, tapi sekarang mati otak. Janin 22 minggu dan beratnya sekitar 400gram. Saat ini tidak ada masalah dengan itu. Tanda-tanda vital ibu normal dan dia sedang diberi nutrisi melalui infuse”jelas dokter Ahn.

“Berapa lama lagi dia bisa bertahan?”tanya chief Oh
“Karena pasien tidak dapat mengontrol denyut jantungnya, suhu atau sekresi hormon, dia mungkin berada dalam masalah setiap saat. Krisis dapat terjadi setiap saat, mungkin seminggu paling lama”jawab dokter Seo.
“1 minggu…..pada 23 minggu….peluang kelangsungan hidup bayi akan lebih tinggi”tukas chief Oh.
“Apakah mereka memutuskan untuk merawat bayi itu?”tanya salah seorang dokter.
“Mereka belum memutuskan”jawab dokter Seo.
“Jika mereka memutuskan memilikinya, ini akan menjadi kasus pertama di Korea”pikir chief Oh.
“Ada kasus serupa sebelumnya tahun 2003 di Bundang”ujar dokter Seo.

“Ini kasus yang jarang bahkan masuk 5 besar”tukas kepala rumah sakit. “Aku tidak akan melewatkan kesempatan ini. Ini akan menjadi resume besar anda juga. Anda harus mencoba meyakinkan mereka”.
“Tapi itu masih belum 23 minggu”sahut dokter Wang. ”Apa pendapat departemen pediatrics?”
“Jika mereka memutuskan untuk memilikinya, kami akan melakukan yang terbaik”jawab dokter Lee.
“Jika kondisinya memburuk, dia tidak mampu bertahan bertahan lebih dari 2 hari. Lalu bayi hanya akan 22 minggu”jelas dokter Seo.
“Kami telah benar-benar memiliki kasus di Korea dimana 22 minggu, bayi selamat 483gram”ujar dokter Lee.
“Karena ini keputusan yang sulit, itu harus diserahkan pada orang tuanya”pikir dokter Seo
“Karena merupakan keputusan yang sulit, para wali perlu diberikan informasi yang lengkap”tambah dokter Lee.
“Informasi tersebut harus mencakup kesulitan bayi yang lahir hanya 22 minggu kehamilan. Penderitaan wali melalui semua itu dan hasilnya. Dan kesehatan yang buruk dan betapa rendahnya kesempatan bayi untuk bertahan hidup”jelas dokter Seo. “Oh dan karena kau akan mengurus bayi saat lahir, kau secara pribadi harus menginformasikan tentang ini pada wali”.
“Tentu saja”jawab dokter Lee. “Panggil saja aku kapan pun kau membutuhkan bantuanku”.

“Dokter Seo”panggil kepala rumah sakit
‘Ya”.
“Jika kau tidak percaya diri untuk meyakinkan mereka, atau kau tidak memiliki niat. Bagaimana kalau kau memberikan kesempatan pada beberapa dokter lain dalam ruangan ini yang mampu”. Dokter Kyung Joo tersenyum mendengar pernyataan kepala rumah sait, berarti dia ada kesempatan sayang sekali dokter Seo menyanggupinya :P.
“Kau memiliki keberuntungan, segera mendapat kasus yang luar biasa setelah kau sampai di sini”puji kepala rumah sakit.
“Seperti kata pepatah ‘burung lebih dulu menangkap cacing”tambah chief Oh. “Aku melihatmu dan memperhatikanmu bahwa kau datang bekerja sejak puku 05.00 dan bahkan kau tidak libur saat akhir pekan. Dan itulah sebabnya ia menyelesaikan kasus dengan baik”. Dokter Kyung Joo masam mendengarnya hahaha.

“Dokter Lee”panggil kepala rumah sakit.
“Ya”
“Tolong tunjukkan pada mereka kemampuan terbaikmu”
“ Saya akan melakukan yang terbaik sesuai dengan hati nuraniku”jawab dokter Lee.
Kepala rumah sakit melihat Hpnya, dan berkata bahwa orang-orang dari cabang utama telah tiba untuk memeriksa peralatan rumah sakit, maka ia harus menemuinya. Diskusi pun selesai. Dokter Seo agak gimana gitu mendengarnya.

Kepala rumah sakit dan chief Oh menjamu utusan dari kantor cabang utama yang tak lain adalah Seo Jin. Mereka mengantar Seo Jin melihat peralatan-peralatan baru rumah sakit. Namun mata Seo Jin malah jelalatan cari-cari dokter Seo saat kepala rumah sakit tak memperhatikannya, dasarrrrrr.


Dokter Seo, dokter Ahn dan suster Young Mi ke ruang pendaftaran. Di sana ada keluarga pasien Gyungran Park.
“Kau bahkan belum mendaftarkan pernikahanmu…”ujar ibu mertua pasien.
“Apa yang kau katakan?”sahut suami pasien.
“Secara hokum, kau masih…jawab ibu mertua pasien namun langsung dipotong anaknya.
“Kau menentang pernikahan ini sejak awal….sekarang menjadi seperti ini, apakah kau senang?”
Pertengkaran ini pun menjadi tontonan pasien yang ada di sekitarnya, dokter Seo pun melihat hal tersebut.
“Berani-beraninya kau meninggikan suaramu pada orang tuamu!”seru ayah mertua pasien.
“Lalu bersikaplah seperti orang dewasa”balas anaknya.
“Apakah salahku bahwa istrimu kecelakaan seperti ini?”tanya ibu mertua pasien.
“Aku tahu, jadi jangan mengkhawatirkanku”seru suami pasien.
“Bagaimana aku tak khawatir, kau anakku!”
“Wanita dalam kamar itu adalah istri dan anakku!”bentak suami pasien.
Ibunya pun hanya bisa menghela nafas.

Dokter Seo memeriksa pasien Gyungran Park ditemani dokter Ahn dan Young Mi.
“Lakukan pemeriksaan non stress dua kali sehari dan memeriksa tanda-tanda vital dengan baik”jelas dokter Seo. “Walaupun walinya belum datang dengan keputusan, kita tidak tahu apa yang akan mereka pilih kita harus siap”.
“Aku mengerti”jawab dokter Ahn
“Aku merasa begitu kasian pada bayi”ujar suster Young Mi. Dokter Ahn hanya bisa menghela nafas.

Dokter Seo keluar ruangan pasien sendirian, ia terus melangkah tanpa mengindahkan suami pasien.
“Dokter”panggil suami pasien. Dokter Seo pun menghentikan langkahnya.
“Jika kau jadi aku, apa yang akan kau lakukan?”tanya suami pasien. Dokter Seo diam larut dalam pikirannya, apakah yang akan dijawabnya?
“Apakah bayi hidup, atau menjadi sehat….kau bilang kau tidak dapat menjaminnya…”. “Jadi apa yang akan kau lakukan?”tanyanya lagi. Dokter Seo masih terdiam.
“Kau tahu lebih dari aku dan kau telah banyak melihat bayi premature. Katakanlah apa pendapat anda”paksa suami pasien.
“Ini bukan sesuatu yang melegakan…”jawab dokter Seo lalu melanjutkan langkahnya namun terhenti lagi.
“Jangan berbeli-belit. Katakan saja terus terang”seru suami pasien. “Mengapa, apakah kau tidak percaya diri?”.
Dokter Seo berbalik dan mengajak suami pasien menemui istrinya yang terbaring koma.

“Tidak ada dokter yang sangat percaya diri saat akan menyelamatkan kehidupan. Kami hanya melakukan yang terbaik yang kita bisa”terang dokter Seo.
“Yang bisa aku lakukan adalah mencoba membantu bayi di dalam tubuh ibunya selama mungkin sampai minggu ini. Dan setelah minggu ini, kita akan melupakannya”.

Dokter Seo mengajak suami pasien ke ruang bayi dan menjelaskannya bersama dokter Lee.
“Aku bukan orang tuanya. Apakah bayi akan tumbuh sehat selama hidupnya. Atau cacat…mengapa begitu sulit untuk membesarkan anak cacat di negeri ini. Mengapa system kesejahteraan sangat buruk… Bagaimana dengan wanita yang bisa menggantikan ibu kandungnya…Bisakah dia melakukan semua hal yang ibu kandungnya dapat lakukan untuk anaknya. Apakah kau pikir dokter tak khawatir tentang semua itu?”. “Itulah mengapa aku berpikir bukan dokter yang harus membuat keputusan”jelas dokter Seo.

“Apakah bayi cacat?”tanya suami pasien pada dokter Lee.
“Kemungkinannya tinggi”jawab dokter Lee.
“Bukan hanya cacat, apakah bayi dapat bertahan hidup?”
“Bahkan jika anak lahir sekarang, tingkat kelangsungan hidupnya kurang dari 3 %”.
Suami pasien tertawa kecil mendengar jawaban dokter Lee ini, nampak jelas kesedihan dalam tawanya.
“Bahkan setelah semua penderitaan itu, kesempatan bayi bertahan hidup hanya 3 %?”. “3 %? Seorang anak yang hanya mempunyai kesempatan hidup 3 %”keluh suami pasien. “Jadi karena itu, kau mengatakan untuk memilikinya karena itu bayi orang lain. Sejak bayi bukan milikmu, kau memintaku untuk memilikinya?”.

“Pak…aku tahu bahwa ini keputusan yang sulit namun ini apa yang dipikiranku”jawab dokter Lee. “Jika bayi lahir dan berada di bawah perawatanku, aku akan melakukan yang terbaik. Saat itu aku berpikir terlalu keras dan mencoba menyerah untuk bayi. Aku sangat malu saat itu bahwa aku telah diberikan keajaiban. Saat itu hanya dapat digambarkan sebagai sesuatu keajaiban. Aku telah melihat mukjizat, bagaimana bisa aku menyerah?”. Dokter Lee mencoba meyakinkan suami pasien untuk menyelamatkan anaknya.

“Bagaimana ia berbicara kasar seperti itu?”ujar suster Sook Jung yang keluar dari ruangan tadi bersama dokter Ahn dan Young Mi. “Ini semua benar, tetapi bagiku itu terdengar seperti ancaman. Apakah hanya aku yang berpikir seperti itu?”. “Hei, setelah mendengarkan itu, yang tadinya akan memiliki bayi. Dia mengatakan untuk tidak memiliki bayi”.
“Aku tidak berpikir seperti itu”jawab Young Mi.
“Dia mengatakan untuk tidak memiliki bayi, aku hanya tidak bisa mengerti itu”tukas suster Sook Jung.
“Kau tidak punya pilihan. Kau harus mengerti itu”sahut dokter Ahn.
“Aku tidak berpikir aku bisa menjalaninya untuk seumur hidupku”ujar suster Sook Jung.
“Aku pikir dia hanya memperingatkan mereka. Dan dokter Lee menyelesaikan itu dengan indah”sahut Young Mi. “Dengan ia mengatakan bahwa ia akan melakukan yang terbaik selama ada keajaiban”
“Terus terang, dia tidak salah. Tetapi jika itu kau, kau yang punya bayi berharap untuk yang terbaik”ujar suster Sook Jung pada Young Mi. “Ini tentang keajaiban, jika sesuatu berjalan salah, Dokter Seo harus bertanggung jawab untuk semua itu. Tidak ada ibu, sehingga menikah lagi untuk pengganti ibunya, semuanya itu baik tapi jika itu adikku, aku tidak akan pernah mengizinkannya”.
“Aku akan melakukan hal yang sama. Karena aku percaya pada keajaiban”tukas suster Young Mi yang diremehkan suster Sook Jung.

“Aku juga percaya”sahut dokter Wang yang tiba-tiba datang.
“Argh..kau tidak percaya neraka?”ujar suster Sook Jung pada dokter Wang.
“Tentu saja, aku percaya. Itulah kenapa aku pergi ke gereja pagi ini”.
“’Ya Tuhan, aku tidur dalam pelukan wanita aneh itu. Maafkan aku’, apa sesuatu seperti ini?”ledek suster Sook Jung, yang diikuti tawa dokter Ahn dan kedua suster di dekatnya.
“Tentu saja”jawab dokter Wang menimpali gurauan suster Sook Jung.

Dokter Seo melihat cacatan medis pasien Gyungran di computer dekat bangsalnya *mirip yang di Surgeon Bong dal Hee* nggak ngeh :P.
Tiba-tiba indikasi tekanan darah pasien turun.
“Dokter, tekanan darah pasien turun”lapor suster yang memeriksanya.
“Berikan dopamin 20miligram”
“Ya”, lalu suster tadi menyuntikkan dopamin pada infus pasien.

“Di sini… semuanya bekerja keras”ujar Chief Oh yang datang membawa lukisan. “Aku membawa sebuah lukisan indah yang kubeli. Aku pikir lukisan ini sangat cocok untuk koridor yang nampak suram ini”. Suster Sook Jung dan kedua suster yang berada di situ mencoba bahagia menerimanya :LOL. Padahal lukisannya juga keren lho bunganya :P.
“Di mana harus ku letakkan?”tanya Chif Oh, lalu Chief Oh memberi aba-aba pada pemasang lukisan.
Namun Chief Oh sendiri plin plan, masih kurang geser ke kanan ke kiri gitu, sampai yang masang geram hahaha. Ketiga suster yang melihatnya terlihat pasrah hahaha.
“Kau lihat lukisan itu terlihat baik?”tanya chief Oh.
“Hal ini tergantung pada mata yang melihatnya”jawab salah seorang suster.

Chief Oh pun menanyakan pada dokter Seo yang kebetulan datang ke situ.
“Dokter Seo, bagaimana lukisan itu?”
“Aku pikir itu terlihat lebih baik di sana”jawab dokter Seo apa adanya seraya menunjuk arah pojokan. Ketiga suster ternganga.
“Benarkah?”
Lalu dokter Seo pamit, karena ia harus ke kamar pasien.
“Apakah pasien Gyungran Park?”tanya chief Oh yang mengikutinya.
“Ya”
“Bagaimana dia?”. Ketiga suster dan pemasang lukisan tampak lega hahaha.


Chief Oh dan dokter Seo sampai di ruang pasien Gyungran.
“Kita tidak dapat melakukan apapun saat mereka belum membuat keputusan. Kita harus memberikan waktu untuk memutuskan”. “Dapatkaah kau melakukan itu?”tanya Chief Oh pada dokter Seo.
“Itu bukan wewenangku, tapi pasien”
“Sebelum terlambat, aku berharap keluarga akan memutuskannya”ujar chief Oh. “Aah, ini sangat sulit. Bahkan kau tak dapat memilih”. Tanpa mereka sadari suami pasien berada di balik ruangan istrinya melihat mungkin juga mendengarnya.
“Pokoknya, terus bekerja keras”pesan Chief Oh lalu melangkah pergi.
“Ya, kepala..”.
“Jika kondisinya memburuk, segera hubungi aku. Aku tidak peduli bahkan jika itu pukul 2 atau 3 dini hari”ujar dokter Seo pada dokter Ahn, suami pasien nampak berkaca-kaca.

“Kenapa kau menangis?”tanya dokter Wang pada pasiennya.
“Ini, jangan menangis”, dokter Wang memberikan beberapa helai tissue.
“Jae Suk-ssi…. Aku sangat takut”
“Masih ada waktu, kau masih bisa hamil. Jadi jangan takut”hibur dokter Wang.
“Dia mengepak barang-barangnya dan pergi”
“Apa?”, dokter Wang agak terkejut. Lha ternyata suami pasien pas tahu istrinya nggak bisa hamil malah pergi. Ini kelebihan dokter Wang, jadi tempat curhat pasien-pasiennya :P.
“Sejak awal aku tahu dia tidak menginginkan bayi. Aku masih muda dan tidak berpikir aku bisa membesarkan seorang anak. Karena aku mencintai Gyungmin, aku mengatakan bahwa kami tak perlu memiliki anak sehingga aku menikah dengannya”curhat sang pasien. “Karena aku tahu dia punya masa kecil yang sulit”.
“Dia adalah 5 dari anak laki-laki dan perempuan”tukas dokter Wang.
“Aku hanya ingin melindungi dan mendukungnya. Pertama aku berpikir aku bisa tinggal bersamanya. Tapi memikirkan tidak mampu melahirkan anak…”
“Kau mulai berpikir secara berbeda”tebak dokter Wang.
“Aku tidak berpikir bahwa memilih untuk tidak memiliki bayi dan tidak mampu memilikinya itu berbeda”. Dokter Wang menghela nafas mendengarnya.

“Tapi, mengapa dia pergi?”tanya dokter Wang.
“Karena hatiku berubah. Tahu kenyataan bahwa aku tak dapat memiliki bayi dari orang yang aku cintai membuatku sedih dan aku tak bisa tahan. Aku benar-benar harus memiliki setidaknya satu bayi yang mirip dia. Aku menjadi putus asa. Aku bilang aku harus punya bayi, ia memilihku sehingga ia harus memilih bayi juga. Setelah aku mengatakan itu, tanpa mengatakan sepatah kata pun ia berkemas dan pergi”jawab pasien panjang lebar.
Dokter Wang memaki suami pasien. Lalu tiba-tiba dokter Wang mendapat telepon dari Gyungmin. Ternyata oh ternyata Gyungmin sahabat dokter Wang Jae Suk :P.

Dokter Lee menyapa dokter Seo yang baru saja tiba di depan rumahnya.
“Kau terlambat. Aku mendengar kondisi pasien Gyungran Park tidak stabil”
“Dia kembali normal”jawab dokter Seo.
“Syukurlah”.” Kau telah melakukan pekerjaan yang baik”puji dokter Lee.
“Aku bertanya-tanya berapa lama ia akan bertahan…”
“Apakah kau sudah makan?”tanya dokter Lee, belum sempat menjawab dokter Seo mual-mual serasa mau muntah. Orrabuniku tanpa berpikir panjang segera menyiapkan masakan.

Dokter Seo melihat cara dokter Lee memasak, dokter Seo terpana melihat dokter Lee menepuk-nepuk daging dan menghilangkan pinggirannya sebelum dipangang. Ternyata dokter Lee membuat steak :P.

Dokter Seo memakan lahap steak buat dokter Lee, uwahhhhh mau donk steak buatan orrabuni :LOL.
“Kau makan dengan sangat baik”puji dokter Lee, tersenyum melihat masakan buatannya dimakan dokter Seo dengan lahap :P. “Jika tidak cukup, akan kutambahkan ini (punya dokter Lee)”.
“Ya”jawab dokter Seo, gubraksss. Dokter Lee pun memotong steak bagiannya dan menyerahkannya ke dokter Seo.
“Ini harus dipotong khusus, ini benar-benar yummy”puji dokter Seo. “Mengapa seperti itu?”
Dokter Lee tersenyum mendengarnya. “Aku punya resep khusus”jawab dokter Lee. “Ini adalah metode yang mereka gunakan di mana ada daging berlimpah. Mereka merendam daging selama 15 hari lalu mengeringkan bagian luar daging…Saat mongering mereka mengupas kulit keringnya. Lalu mereka memasaknya”jelas dokter Lee panjang lebar.
“Lalu rasa dalamnya daging tetap sama?”
“Itu benar”jawab dokter Lee. “Tapi…apakah kau biasanya suka makan daging seperti ini?”
“ya”jawab dokter Seo tegas.
“Ah…”
“Saat aku makan daging, semua stressku hilang”jelas dokter Seo.

“Apakah kau kebetulan tahu tentang Mullah Bingh Phan?”
“Tidak”
“Dia adalah seorang pianis. Dia pria tua yang penuh kesulitan dan dia juga menderita kanker. Tapi dia memainkan musiknya dengan sangat baik. Jadi orang–orang bertanya rahasianya. Sepertimu, dokter Seo dia bilang itu karena makan daging baik dan membuat tidur nyenyak”jelas dokter Lee.
Dokter Seo mendengarnya nampak berpikir.
“Alasannya tidak biasa bukan? Dia mengatakan bahwa ia dapat menyingkirkan kanker yang dideritanya sendiri”. “Dokter Seo?”panggil dokter Lee saat melihat dokter Seo terdiam.
“Ya”
“Kau makan dengan sangat baik…”
“Jika anggota keluarga memperlakukannya seperti beban, akankah kehidupan anak bahagia?”pikir dokter Seo. “Bagaimana seorang ayah yang harus membesarkan anak cacat sendirian?”

“Karena kau memiliki segala sesuatu, apakah kau senang?”tanya dokter Lee.
“Kemungkinan terlahir cacat pasti, bahkan ibu kandung tak ada…”
“Bukankah itu pilihan? Satu orang akan memilih sesuatu yang lebih berharga sementara yang lain akan menyerah pada sesuatu yang lebih mudah. Dan….ada orang yang berani bertaruh segalanya untuk memilikinya. Dan ada orang yang mau menyerah hanya karena mereka tidak mau membayar. Namun, satu kepastian adalah jika kau harus bertaruh segalanya itu lebih baik daripada orang yang tidak memiliki apapun untuk dijaga dan tidak perlu takut. Karena kupikir hidupnya akan bahagia”jelas dokter Lee panjang lebar, yang didengarkan dokter Seo nampak itu juga yang sedang ia alami.

“Itulah mengapa aku memilih untuk kesejahteraan masyarakat. Melalui program pemerintah yang tidak memotong dana untuk anak-anak semacam ini, lalu masyarakat kita akan menjadi masyarakat yang lebih baik. Lalu sekitar 20 tahun kemudian Negara kita juga akan menjadi tempat anak-anak dapat hidup dengan baik?”. Dokter Seo tersenyum mendengarnya begitu pula dokter Lee.
Tiba-tiba ponsel dokter Seo berbunyi. Ternyata yang menelepon Seo Jin dokter Seo enggan mengangkatnya.

Dokter Lee mengantar dokter Seo pulang.
“Terima kasih untuk makanannya, aku akan menggantinya lain kali”ujar dokter Seo.
“Oke”, ternyata di depan rumah ada dokter Wang.
“Apa kalian berdua berkencan?”tanya dokter Wang tiba-tiba. “Sejak kapan kalian menyukai satu sama lain?”.
Dokter Lee tertawa kecil mendengarnya. “Ini tidak seperti itu”jawabnya.
“Kalian berdua, sejak kapan menutup mata, ya?”tebak dokter Wang. Apakah itu benar, bahwa hanya dibutuhkan 3 detik untuk menarik biologis?”
“Dewasalah!”sahut dokter Seo. Lalu dokter Seo mendapat telepon yang mengabarkan keadaan pasien Gyungran. Dokter Seo segera pamit dan bergegas pergi.
“Jika dia tidak menjadi dokter, aku bertanya-tanya apa yang akan membuatnnya tetap duduk”pikir dokter Wang melihat gesitnya dokter Seo.

Dokter Seo mampir di sebuah mini market dilihatnya suami Gyungran minum banyak bir.
“Untuk membuat suatu keputusan penting, apakah kau berencana melakukannya sambil mabuk?”tegur dokter Seo yang menghampiri suami Gyungran. Suami Gyungran tertawa mendengarnya.
“Bagaimana aku bisa memutuskan saat aku mabuk”jawab suami Gyungran. “Aku bisa kehilangan keduanya, istriku dan anakku sekaligus”.
“Biarkan aku minum juga”tukas dokter Seo.
“Jangan minum apapun”.
“Mengapa?”
“Kau mengalami mual-mual”
“Bagaimana orang bisa mengenali wanita hamil sangat baik?”
“Saat kau muntah-muntah, kau tampak persis seperti istriku”jawab suami Gyungran. “Hei, apa yang…harus kulakukan sekarang?”

“Apakah kau mendapat asuransi?”tanya dokter Seo.
“Ya”. Mendengar itu dokter Seo segera memberi penjelasan.
“Di sini, pertama-tama kita asumsikan istrimu akan bertahan selama seminggu maka biayanya $100.000, untuk menjaga bayi berusia 34 minggu dalam inkubator kira-kira $ 100.000”. Suami Gyungran hanya diam. “Apakah kau tersinggung?”tanya dokter Seo.
“Tidak”
“Kau bertanya padaku apa yang akan aku lakukan jika dia adikku?”
“Ya”
“Kita harus memeriksa kenyataan juga. Bahkan jika kau memiliki asuransi, anak yang belum lahir kurang dari 28 minggu tidak akan dianggap hidup. Dalam kasus seperti ini, ada banyak contoh asuransi yang tidak berlaku, maka kau harus membayarnya sendiri”jelas dokter Seo. Suami Gyungran mendengarkan penjelasan dokter Seo.
“Kedua bayi menerima nutrisi dalam rahim ibu tetapi tidak ada pengaruh emosional. Stimulasi yang tepat lainnya dengan membacakan buku, bercerita dan menyetelkan music di dekat ibunya. Dan juga mengatakan aku mencitaimu pada si bayi”
“Maksud anda, sepanjang hari?”tanya suami Gyungrang.
“Bagaimana kau akan membesarkan anak jika kau tidak pergi bekerja?”, suami Gyungran hanya menghela nafas.

Dokter Ahn memeriksa pasien Gyrungran, kondisinya tidak stabil ia pun menanyakan pada suster apakah dokter Seo sudah datang.
“Belum”jawab suster. Dokter Ahn segera mengecek monitor tanda kehidupan pasien.
Tiba-tiba dokter Seo masuk, “apa yang terjadi?”
“Dokter seo, tanda vitalnya…”jawab dokter Ahn menunjukkan monitornya yang tak bergerak.

Dokter Seo segera memeriksa monitor-monitor pendukung kehidupan pasien.
“Maafkan aku…”ucap dokter Ahn saat semuanya kembali stabil.
“Berhati-hatilah, jika kondisinya semakin memburuk kita terpaksa yang akan memutuskan bukan keluarganya”.
“Maafkan aku”.
Suami pasien berkaca-kaca memperhatikan istrinya yang terbaring koma. Ia teringat masa-masa bahagianya bersama istrinya membeli perlengkapan bayi.

Dokter Seo tersadar suami pasien di ruangan tersebut.
“Terima kasih”ucap suami Gyungran.
“Apakah kau sudah membuat keputusan?”tanya dokter Seo.
Suami Gyungrang mengangguk.
“Jika aku Gyungran….seberapa serius cacatnya bayi kami, kami harus memilikinya. Jika aku berpikir tentang hal itu…semua penderitaan yang telah aku alami membuatku jadi ragu. Jadi aku sangat malu”. “Terima kasih”ucap suami Gyungran. Dokter Seo mendengarnya berkaca-kaca.
“ Kita akan punya bayi”ujar suami Gyungran di dekat istrinya. “Apakah kau bahagia?”
Seo Jin terus mencoba menghubungi ponsel dokter Seo. Namun dokter Seo tak mengangkatnya.

Di rumah dokter Seo berusaha mencari-cari informasi mengenai penanganan pasien Gyungran, ternyata dalam buku yang akan dibacanya terselip foto dirinya dan Seo Jin. Dokter Seo pun mengambil dan meletakkannya begitu saja.

Suami Gyungran membacakan dongeng untuk bayinya. Dokter Seo melihat hal tersebut.
“Suaramu sangat lucu”sapa dokter Seo. Suami Gyungran tersenyum mendengarnya.
“Aku akan menunjukkan padamu sesuatu yang bagus”ujar dokter Seo lalu dokter Seo mendekat ke sebuah alat mesin.
“Ini adalah NST (non stress test), ini melacak detak jantung bayi”jelas dokter Seo. Lalu ia memasang sebuah alat musik seperti Hp di atas perut sang ibu, di sebuah monitor muncul grafik.
“Kau dapat melihat grafik itu?”tanya dokter Seo, di monitor tersebut muncul tanda love-love meningkat.
“Bisakah kau melihat reaksinya?”
Suami Gyungran tertawa bahagia melihatnya.
“Janin bereaksi terhadap musik yang sangaat penuh semangat. Karena ibu tak bergerak, rangsangan luar lainnya membuat bayi bereaksi. Perhatikan rekasinya dan memilih salah satu yang disuka”. Suami Gyungrang mengangguk tanda mengerti.
“Mulai sekarang, aku akan melakukan tes ini selama jam berkunjungmu”.
“Ya, dokter”jawab suami Gyungran.

Suami Gyungran menyetelkan lagu semangat di ponselnya dan menaruh diatas perut istrinya, namun monitor mesin NST tanda love-love bayi menurun cepat.
Suami Gyungran agak cemas, ia segera mencari dokter. Kelurganya yang datang bertanya namun tak digubrisnya. Ayahnya pun memanggil-manggil namanya. “Hei, Joon Seok, Joon Seok!”.

Dokter Seo segera berlari ke ruangan pasien dan memeriksanya.
“Aku memainkan musik yang menyenangkan, tetapi tidak ada respon”jelas Joon Seok. “Apa yang terjadi? Dia sehat kemarin!”.
Dokter Seo terus memeriksa pendekteksi janin dalam kandungan istri Joon Seok.
“Dapatkah ini tiba-tiba terjadi?”seru Joon Seok.
“Apa yang terjadi?”tanya ibu Gyungran yang telah tiba.

“Dia baik-baik saja”jawab dokter Seo, ketika monitor kembali stabil.
“Maaf”.
“Bayi hanya bergeser merubah posisinya”jelas dokter Seo.
Kedua orang tua Joon Seok dan Joon Seok lega mendengarnya.
“Mulai hari ini, pulang dan beristirahatlah”tukas ibu Joon Seok. “Bahkan saat dia hamil, kau bekerja sangat keras. Hanya karena kau di sini sepanjang waktu, apakah kau pikir dia akan berterima kasih?”. “Aku benar-benar tidak bahagia sama sekali”.
“Ibu”seru Joon Seok.

“Karena aku berada di sini, kau pulang dan pergi bekerja. Kau harus terus bekerja keras untuk menyelamatkan ‘Boknam’, kau tak perlu khawatir”.
“Siapa Boknam?”tanya Joon Seok tak mengerti.
“Boknam adalah anakmu! Siapa lagi!”jawab ibu Joon Seok.
Joon Seok menangis, “Aku tidak suka nama itu. Itu terlalu norak”.
“Panggilan bayi semuanya norak”elak ibu Joon Seok. “Mertua, apakah kau tidak suka itu?”
“Aku benar-benar menyukainya”jawab ibu Gyunrang. Joon Seok memannggil nama bayinya, dokter Seo ikut larut dalam kesedihan pasien tersebut.


Istri Gyungmin gelisah menunggu kedatangan suaminya. Akhirnya yang ditunggu datang juga, ia pun lega.
Lalu keduanya duduk di kafe mengobrol bersama dokter Wang.
“Siapa yang bilang kita harus memiliki 6 anak? Aku hanya ingin satu”ujar istri Gyungmin.
“Aku tidak tertarik”jawab Gyungmin.
“Orang yang kau cintai ingin memiliki anak . Jika menunggu lebih lama lagi, kau tidak mungkin memiliki bayi bersama. Bagimu jika kau berubah pikiran kau dapat memiliki anak, tapi itu tidak sama untuk Go Joon Hee. Saat tahun ini berlalu dia mungkin tak akan memiliki anak, bisa jadi tahun depan bahkan lebih sulit. Apakah kau tahu bagaimana perasaannya saat ia tahu bahwa ia tidak dapat memiliki bayimu?”jelas dokter Wang.

“Karena dia begitu putus asa itu sebabnya aku akan pergi”jawab Gyungmin.
“Aku hanya ingin memiliki bayi darimu. Kau mencintaiku juga, bukan?”tanya Joon Hee. “Aku akan membesarkannya sendiri, tapi aku butuh bantuanmu. Aku tidak memintamu untuk mengganti popok atau membuat susu formula bayi di tengah malam. Aku bahkan tidak akan memintamu membawa kami jalan-jalan”rengek Joon Hee.
“Jika kau membesarkan anak….bagaimana kau akan berkerja?”tanya Gyungmin.
“Aku akan bekerja paruh waktu”
“Lihat! Ini pengorbanan. Aku tidak ingin hidup seperti itu. Kita sudah berjanji sejak awal bahwa kita tidak akan seperti ini”
“Aku berubah pikiran”
“Itu benar…pasti hatimu berubah”
“Aku benar-benar ingin memiliki anak darimu”mohon Joon Hee sungguh-sungguh. “Bahkan berpikir bahwa kita tidak akan dapat anak membuatku tidak bahagia. Kau tidak peduli kalau aku tidak bahagia?”
“Apakah kau tidak tahu, aku menikahimu karena kau mengatakan bahwa kau tidak perlu seorang anak karena aku sudah cukup”jawab Gyungmin.

“Apa maksudmu?”
“Aku hanya menikah denganmu karena kau bilang kau tidak ingin punya anak”
“Itu…apa artinya itu…”tanya Joon Hee terbata-bata.
“Aku menikah denganmu bukan karena aku mencintaimu”jawab Gyungmin. “Setiap gadis ingin memiliki anak, tapi kau tidak jadi itu kenapa aku menikahimu”.
“Kau gila…”sahut dokter Wang.
“Ini adalah urusan keluarga kami, jadi jangan ikut campur”potong Gyungmin.
“Itulah mengapa? Itu sebabnya ketika aku ingin bekerja pada sebuah drama kau memaksaku untuk bekerja pada olahraga eksluksif karena keamanan pekerjaan?”. “Kau tidak peduli pada mimpiku? Apakah itu?”tanya Joon Hee.
“Kau tidak berbakat”jawab Gyungmin.

“Dan kau brengsek”sahut dokter Wang. Dokter Wang yang terkadung emosi menarik kerah baju Gyungmin.
“Jae Suk-ssi…”panggil Joon Hee menenangkan.
“Apa? Apakah kau ingin memukulku?”tantang Gyungmin. “Apakah kau memiliki hak untuk memukulku?”.
“Tidak”jawab dokter Wang yang melepaskan cengkramannya. “Tapi aku pikir aku harus memukulmu, kau pantas untuk ini”. Dokter Wang pun memukul Gyungmin. Keduanya pun terlibat perkelahian.

Suster dan dokter panik, Young Mi segera memberitahukan hal tersebut pada dokter Seo dan dokter Ahn. Joon Hee mencoba menghentikan suaminya, dokter Ahn yang sudah sampai di tempat kejadian bukannya nolong malah senyum-senyum :P.
“Mengapa kau tidak berhenti sekarang?”tegur dokter Seo, menahan Gyungmin.
Gyungmin menyuruh dokter Seo menyingkir, segera orrabuniku eh maksudnya dokter Lee menahan tangan Gyungmin.
“Jangan lakukan hal ini, mari kita bicara di luar”tukas dokter Lee.

“Omo..dia begitu keren”guman suster Sook Jung yang melihatnya.
“Hae Young-ah, pukul dia sekali. Cepat, pukul dia sekali!”rengek dokter Wang. Semuanya menoleh ke arah dokter Wang yang sudah babak belur.
“Kau sudah mati. Dia seorang pejuang yang baik yang mendapat sabuk hitam. Ah..cepat dan pukul dia sekali”. Melihat dokter Seo masih terdiam, dokter Wang memperlihatkan luka-lukanya, jyah ini dokter Wang.

Joon Hee merawat luka Gyungmin.
“Maafkan aku. Apakah itu sakit?”tanya Joon Hee.
“Lalu, apakah ini tidak sakit?”jawab Gyungmin.
Tak jauh dari mereka, dokter Seo mengolesi luka-luka dokter Wang. Dokter Lee, Ahn dan Young Mi geli melihatnya.
“Kau beruntung. Dia seperti kakakmu”tukas Gyungmin menunjuk dokter Wang.
“Hae Young-ah. Aku tak bisa hidup tanpamu”ujar dokter Wang.
“Diam, sebelum aku menjahitmu dengan zigzag”.
“Aku tahu ini akan terjadi suatu hari. Kau seharusnya lebih berhati-hati dengan wanita yang sudah menikah”sahut dokter Ahn.

“Tapi apakah kau benar-benar menggoda wanita yang sudah menikah?”tanya suster Young Mi.
“Eh…apa yang kalian pikirkan tentangku…”. “Hae oung-ah, apakah kau tidak ingin punya anak banyak?”tanya dokter Wang tiba-tiba. Dokter Seo bukannya menjawab malah melirik dokter Lee.
“Dokter Lee, apakah kau tidak ingin punya anak banyak?”tanya dokter Wang.
“Semakin banyak, semakin baik”jawab dokter Lee. Dokter Wang nampak berpikir, dokter Seo dan dokter Lee malah saling lirik :P.

Suster Sook Jung dan Young Mi pun akhirnya tahu masalah yang sebenarnya.
“Pria itu terlalu perhitungan dan wanita itu begitu mengorbankan diri. Karena mereka tidak seimbang, masa depan mereka jelas”sahut suster Sook Jung.
“Sejak awal seharusnya mereka tidak berjanji seperti itu”tambah dokter Ahn.
“Mereka tidak saling mencintai. Apakah mereka akan bercerai?”tanya suster Sook Jung.
“Betapa menyedihkan”lanjut Young Mi.
“Mengapa kau memperkenalkannya pada seorang pria seperti itu?”ujar suster Sook Jung.
“Pada akhirnya aku mencoba untuk menghentikannya juga, tapi dia tidak mau mendengarkan”jawab dokter Wang.

“Ia tidak bisa mengatakannya sejak awal. Kenapa ia tinggal bersama seseorang yang tidak ia cintai? Tidak masuk akal”pikir dokter Ahn.
“Dokter Wang, sekarang apa yang akan kau lakukan untuk semua dosamu”tukas suster Sook Jung.
“Aku harus jatuh ke neraka karena mereka mengatakan bahwa aku yang buruk”jawab dokter Wang. “Sepertinya mereka akan segera berpisah, kan?”
“Tentu saja”jawab dokter Ahn. Dokter Wang terbesit sebuah ide membuat Joon Hee hamil sebelum mereka berpisah.
“Jika dia hamil, maka apa yang bisa mereka lakukan”pikir dokter Wang.
“Ini akan lebih buruk jika dia bercerai saat hamil. Jika kau tidak dapat bertanggung jawab maka jangan terlibat”saran dokter Ahn.

“Mereka menikah karena sebuah perjanjian. Kau tidak berhak mengacaukan hidup seseorang seperti itu”sahut dokter Seo tiba-tiba.
“Apakah akan timbul kekacauan jika mereka memiliki anak?”tanya dokter Wang. “Hal dapat berubah jika dia hanya hamil”.
“Orang itu belum siap”jawab dokter Seo. “Wanita mungkin senang karena dia sedang jatuh cinta tapi dia tidak bisa memaksa perasaan yang sama ke orang itu”. Lalu dokter Seo pamit.
“Hubungi aku segera jika kondisi pasien Gyungran semakin buruk”pesan dokter Seo pada dokter Ahn.
“Ya, aku mengerti”.
“Aku tidak terbiasa dengan ini. Apakah dia normal seperti ini?”guman suster Sook Jung melihat sikap dokter Seo hahaha.
“Dia sudah jauh lebih baik”jawab dokter Wang.
Lalu tiba-tiba datang Chief Oh, menanyakan kejadian perkelahian dokter Wang yang diselamatkan dokter Seo :P.

Dokter Seo menemui Seo Jin.
“Wajahmu terlihat tidak begitu sehat”ujar Seo Jin mencoba menyentuh wajah dokter Seo, namun dokter Seo menghindar. Seo Jin pun mengandeng tangan dokter Seo dan memasukkannya di saku jasnya.
“Tanganmu begitu dingin, kau bahkan tidak memakai sarung tangan”
“Ini dekat”sahut dokter Seo.
“Ini semua beku”.
Lalu keduanya makan di sebuah restoran.
“Dapatkah kau makan ini?”tanya Seo Jin. “Jika kau tidak ingin makan, aku akan membeli sesuatu yang lain”.
“Ini terlihat lezat”jawab dokter Seo.
Dokter Seo bersiap menyantap hidangannya, namun Seo Jin ada gangguan ia mendapat telepon dari rumah sakit. Ia pun pamit menjauh menjawab teleponnya. Tinggalah dokter Seo sendirian.
Tak selang beberapa lama, ada beberapa pelanggan masuk dan duduk di dekat dokter Seo. Dokter Seo yang menunggu Seo Jin tak kembali, mencoba mencicipi masakannya.

Seo Jin masuk kembali ke dalam restoran, dan ternyata ketiga pelanggan yang masuk tadi mengenali Seo Jin. Mereka pun berbasa-basi, Seo Jin mengaku ada janji dengan seseorang di restoran namun sepertinya ia mengira salah tempat. Seo Jin nampak melirik dokter Seo yang menunggu disampingnya namun keduanya pura-pura tak saling mengenal.
Salah seorang menanyakan rujuknya Seo Jin dengan istrinya, Seo Jin menjawab karena anak-anak mereka kembali rujuk, tak ingin terlibat percakapan lebih jauh dan semakin menyudutkan dokter Seo, Seo Jin pamit pergi dulu karena ada janji.

Setelah kepergian Seo Jin, ketiga orang tadi membicarakannya. Seo Jin menelepon dokter Seo dan menyuruhnya segera keluar, karena rekan Seo Jin ada di samping mereka.
Dokter Seo tak mau, ia ingin menyelesaikan makannya baru pergi.
Dokter Seo pun makan sendirian dengan mendengar guncingan teman-teman Seo Jin tadi.

Dokter Seo dan Seo Jin ngobrol di kafe lain.
“Apa yang kau lakukan tetap makan di sana?”tanya Seo Jin. “Kau kan bisa minta untuk membungkusnya. Maafkan aku, tidak bisa menemanimu makan sup dengan nyaman. Mari kita pergi ke tempat lain”.
“Apa yang terjadi jika kita pergi ke tempat lain kau akan bertemu seseorang yang kau kenal?”jawab dokter Seo. “Aku tidak akan punya bayi ini..”
“Aku tak memaksamu untuk memiliki anak”
“Aku tahu bahwa kau tak akan memaksaku, tapi tetap saja aku ragu. Aku pikir ‘ya, dia benar-benar seoarang pria keren, dokter yang terhormat dan hebat’. Ya aku mencintai orang seperti itu”ungkap dokter Seo. “Kenangan itu terlintas dalam pikiranku untuk sementara waktu. Itu sebabnya aku menghindari kenyataan. Tapi, ini adalah kenyataan…”.
“Hae Young-ah…”

“Bagaimana jika kita memiliki anak?. Setiap kali kita bertemu seseorang yang kau kenal, kau akan meninggalkanku di belakang sehingga kau tidak akan ketahuan atau berpura-pura tidak mengenal anak kita? Apakah kau akan menyembunyikannya di suatu tempat?”cecar dokter Seo. “Aku akan menyesal nanti. Meskipun demikian, ini adalah rasa sejatiku saat ini aku tidak akan memiliki bayi ini”.
“Jika ini harga yang harus aku bayar untuk mencintaimu aku akan membayar untuk itu. Aku tidak akan memiliki bayi ini”tegas dokter Seo namun dengan mata berkaca-kaca menahan beban berat. “Aku tidak ingin memilikinya”, lalu dokter Seo bergegas pergi tanpa mengindahkan panggilan Seo Jin.

Sesampainya dokter Seo di rumah mendapat telepon dari rumah sakit mengenai pasien Gyungran yang tekanan darahnya turun. Dokter Seo bergegas pergi, begitu keluar dokter Lee juga bersiap pergi. Keduanya berangkat bersama namun dokter Lee meminta biar dia saja yang menyetir :P.

Dokter Lee dan dokter sampai di rumah sakit dilihatnya Joon Seok termenung sendirian, dokter Seo pun menghampirinya.
“Dokter…”panggil Joon Seok. Dokter Seo menepuk-nepuk tangan Joon Seok menenangkan.
“Dokter”ujar Joon Seok lagi, dokter seo berniat pergi namun ia teringat sesuatu.
“Apakah kau…ingin masuk ke ruang operasi bersama kami?”tanya dokter Seo.
“Eh?”, Joon Seok terkejut.

Akhirnya Joon Seok ikut masuk ke ruang operasi.
Operasi dimulai, dokter Seo mulai membelah perut pasien. Joon Seok duduk di samping istrinya dan menggenggam tangan istrinya. Dokter Lee masuk ke ruang operasi.
“Dokter Lee datang”ujar dokter Ahn.
“Jika kita ingin keajaiban, kita harus melakukan yang terbaik”tukas dokter Lee.
Dokter Seo berusaha mengeluarkan si jabang bayi, ia nampak kelelahan.
“Apakah kau baik-baik saja?”tanya salah seorang tim dokter.
“Ya, aku baik-baik saja”jawab dokter Seo.
“Tekanan darah terus menurun”lapor dokter tadi.
Akhirnya dokter Seo sukses mengeluarkan sang jabang bayi yang ternyata berjenis kelamin laki-laki.
Sang bayi pun menangis kuat.

“Lihatlah dia, kecil tapi teriakannya begitu keras”tukas dokter Lee. Joon Seok pun mendekat ke arah anaknya.
“Dia menangis dan bernafas dengan baik”jelas dokter Lee. Joon Seok lega mendengarnya.
“Terima kasih”.
Berbeda dengan team dokter yang mengoperasi Gyungran.
“Apa yang harus kita lakukan dengan perutnya?”tanya dokter Ahn.
“Tolong jahit seindah mungkin”jawab dokter Seo. Dokter Ahn mengangguk.
“Lalu aku akan melepas alat bantu pernafasannya”tukas salah satu dokter.
Joon Seok menoleh memberi tanda agar jangan dulu.
“Dokter, tunggu sebentar”pinta dokter Seo.
Dokter Seo mengambil bayinya dan menyerahkannya pada Joon Seok.
“Letakkan dia di dekat dada ibunya”.

Joon Seok membawa bayinya ke dekat istrinya yang telah meninggal. Duh kenapa ost ini yang mengalun banjir air mata ni huhuhuhu.
“Sayang….jangan mengkhawatirkan bayi kita. Aku akan membesarkannya dengan baik”ucap Joon Seok terbata-bata yang tak kuasa menahan tangisnya.
“Pak, aku sangat menyesal tapi aku harus mengambil bayinya”ucap dokter Lee.
Dokter Lee mengambil bayi dari tangan Joon Seok dan memasukkannya dalam inkubator.


Joon Seok menangis di samping istrinya.
“Lalu aku akan melepas alat bantu pernafasannya”ujar dokter yang bertugas. Lalu mulai melepas selang pernafasan pasien.
“TAHAN! TAHAN!”seru Joon Seok. Mengapa kau mengambilnya, mengapa? Setelah dia pergi, dia tak bisa kembali”. Joon Seok masih belum sanggup menerima kematian istrinya, ia terus-terusan memanggil istrinya.
Semua yang di ruang operasi tersebut tak dapat menahan larut dalam kesedihan yang di alami pasien.
Dokter Seo pun mengumumkan kematian pasien.
“11 Februari 2010, pada pukul 10:43 Gyungran Park telah meninggal”.
Joon Seok menangis terisak-isak di samping mendiang istrinya.

Dokter Seo melihat kepergian sang bayi yang dibawa dokter Lee ke ruang perawatan bayi.

Di ruang operasi Joon Seok tertunduk memegangi tangan mendiang istrinya menemani dokter Ahn menjahit bekas operasi caesar tadi.

Dokter Seo meneteskan air matanya, ini pertama kalinya ia di rumah sakit tersebut ia gagal menyelamatkan nyawa sang ibu. *ambil tissue*.

Sampai bertemu di episode selanjutnya di kasus yang lain, sempat nyuekin dokter Ahn Kyung Woo soalnya nemu dokter Ahn lain :LOL, tapi tenang sekarang dibagi kok separuh buat dokter Ahn ini yang satu buat dokter Ahn yang lain wkwkwk.

Shared by: Pelangidrama.net
DON’T REPOST TO OTHER SITE

10 pemikiran pada “[Sinopsis] Ob/gyn-Obstetrics and Gynecology Doctors Episode 04

  1. ayo dong dilanjutkan sinopisnya yang ini…supaya kita sebagai cewek bisa belajar lebih memahami perjuangan seorang ibu dan wanita demi anak2nya..di lanjutin ya kakak 🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s